(FREELANCE) J BORNDAY SPECIAL ‘FELICITOUS MEET’ [Long Oneshoot]

felicitous meet

 

Title

Felicitous Meet

Author

Jung YooRey (@zakariatika)

Lenght

Long Oneshoot (9.700+ words)

Genre

Romance, Sad, Angst, Fluff

Rating

T

Cast

Oh Sehun

Jessica Jung

Other Cast

Kwon Yuri

Lee Sunkyu

etc

Disclaimer

All cast do not belong to me but everything is my bias especially Jessica jung. This fanfiction is mine completely! Got inspiration by some Indonesian Film, especially “Mika”.

BackSound

Set Me Free – Taeyeon SNSD

*Happy Reading*

 

USA, Los Angeles, 20.00

 

“jess, bagaimana kalau mom membelikanmu mobil untuk ulang tahunmu bulan depan?”

“mobil? jangan macam-macam mom. Jessica tidak boleh membawa mobil.

“lantas apa?”

“bagimana kalau dad memberikanmu hadiah liburan ke china? jepang? atau korea?”

“siapa yang akan menemaninya?”

“tentu saja jessica bisa pergi sendiri.”

“mana mungkin jessica pergi sendiri? aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya.”

“kenapa tidak? Dia sudah pandai mengurus dirinya sendiri.”

“bukan masalah itu, jessica memiliki jantung yang lemah. Bagaimana kalau terjadi hal yang tidak diinginkan?”

“jessica bisa menjaga dirinya sendiri.”

“kau tidak khawatir dengan anak kita?”

“tentu saja aku khawatir. Tapi ada bagusnya jessica juga mengenal dunia luar selain di los angeles kan? Jessica juga tidak suka jika diawasi.”

“apanya yang bagus? Kau ini membuat jessica tambah sakit saja.”

“kau ini terlalu negative thinking. Jessica akan menyukai ideku.”

oh god dad, mom! Bisakah kalian diam sebentar? Aku tidak bisa mengerjakan tugasku jika kalian terus berteriak.” Jessica, ya gadis cantik itu menggerutu sebal karena tingkah orangtuanya yang sangat hobi berdebat. Gerutuannya itu mampu membuat dad dan momnya memilih diam.

Jessica memutar matanya dan segera kembali masuk ke kamarnya diikuti tatapan orangtuanya yang merasa bersalah telah mengganggu konsentrasi anak semata wayang mereka itu.

Sementara itu jessica mendengus kesal dan membanting dirinya dikasurnya yang empuk. Matanya menerawang ke atap kamarnya dimana ditempeli berbagai macam hiasan peri-peri di neverland, bintang-bintang di langit, dan sebuah bulan yang berkilauan. Jessica tersenyum getir melihatnya. Dari kecil, ia ingin sekali menjadi seorang peri yang dapat terbang mencapai bintang. Bahkan sampai umur 18 tahun ini pun dia masih bermimpi dapat menjadi seorang peri.

“sepertinya pergi ke korea tidak buruk.” Gumamnya sambil membayangkan dirinya terbang ke korea. ya, dia setuju dengan hadiah dari dadnya yang akan membiarkannya liburan sendiri ke korea atau negara lainnya.

“lagipula disana ada hyori aunty.” Lanjutnya sambil tersenyum. Liburan musim semi tepat saat ulangtahunnya nanti, tanggal 18 april, tersisa 26 hari untuk hari ulang tahunnya itu. dan sepertinya liburan di korea bukanlah ide buruk.

 

*

 

Incheon Aiport, 08.30

Tap tap tap

Begitulah bunyi langkah kaki seorang gadis cantik dan mungil berusia 18 tahun itu setibanya di bandara incheon, korea selatan. Ya, jessica memutuskan untuk menerima hadiah liburan dari dadnya dan memilih berlibur di korea. namun sayangnya, jessica lupa jika perbandingan waktu di korea dan di USA itu berbeda. Di USA sedang musim semi, sementara di korea sedang memasuki musim panas. Padahal jessica sudah membayangkan untuk bermain di padang rumput korea sambil menghirup udara musim seminya yang menyejukkan.

Oke jangan pikirkan lagi soal musim. Mari kita pikirkan dengan orang yang akan menjemput jessica. sudah 30 menit gadis berdarah campuran itu menunggu didepan bandara dan belum ada juga yang menjemputnya.

damn, who will pick me here?” gerutunya sambil mengibaskan tangannya didepan wajahnya yang putih mulus. Musim panas dikorea rupanya lebih panas daripada di USA.

“jessica jung?”

Jessica menoleh ketika mendengar seseorang memanggilnya. Dengan cepat jessica menoleh dan mengernyitkan dahinya saat menemukan seorang namja nampak menatapnya sambil tersenyum manis. Menurut penilaian jessica, namja itu terlihat seperti k-idol yang biasa dilihatnya di majalah atau acara TV di USA.

ne, nuguya?” balas jessica. dalam hati jessica berharap jika namja itu adalah penjemputnya.

“wah kau sudah tumbuh jadi yeoja yang sangat cantik eoh? Terakhir aku berkunjung ke USA, kau masih bermain-main didalam air bersama yuri.” seru namja itu sambil memamerkan senyuman senangnya.

Jessica kembali menatap namja itu bingung. apa mereka saling kenal? Dan apakah tadi dia menyebut nama yuri? kwon yuri sepupunya? “apakah kita saling kenal?”

Namja itu terkekeh dan mengacak rambut jessica kecil membuat jessica mendelik kecil. “kau lupa denganku? aku kwon jiyong, kakak yuri.”

Jessica terbelalak. jiyong? Anak hyori aunty? Oppa yuri? apa ia tidak salah ingat? Seingatnya dulu jiyong tidak setampan ini. “jinjja? kau sungguh berubah oppa. aku sampai tidak mengenalimu.”

Jiyong tersenyum. “tentu saja kau sulit mengenaliku. Terakhir kita bertemu pun itu sekitar 10 tahun yang lalu saat kau masih anak-anak. tapi aku dapat mudah mengenalimu. Kau masih seperti dulu, masih sangat cantik.”

Pujian jiyong membuat wajah putih jessica bersemu tipis. “satu hal yang masih sama padamu oppa, kau masih tetap pandai menggoda yeoja.”

Jiyong terkekeh. “baiklah, ayo kita pulang. Eomma dan yuri sudah menunggumu. Dimana barang bawaanmu?”

Jessica tersadar dan segera berlari kecil ke arah kiri dan kembali lagi sambil membawa sebuah troli berisi 2 buah koper dan 1 tas besar. “tidak terlalu banyak kok. hanya ini.”

Jiyong terbelalak. yang dimaksud oleh adik sepupunya dengan kata ‘tidak terlalu’ dan ‘hanya’ itu apa? 2 buah koper yang sebesar lemari bayi tetangganya, dan sebuah tas besar yang besarnya setengah dari besar kopernya. Dan jessica bilang ‘tidak terlalu’? apa jessica berencana tinggal di korea?

 

*

 

oppa, bukankah disekitar kompleks rumahmu ada taman bunganya?” tanya jessica sambil memandang keluar jendela mobil jiyong. Jiyong menoleh sekilas dan tersenyum.

“ya. kau, yuri, dan sunkyu sangat senang bermain disana dulu.” jawab jiyong sambil tersenyum mengingat para adik adiknya itu sangat menggemaskan ketika kecil dulu. dan ya, lee sunkyu adalah salah satu tetangga jiyong yang berteman dengan yuri dan jessica.

geurae. Apakah taman itu masih ada?”

“sebenarnya masih ada. Tapi sudah tidak seindah dulu. bunga-bunga yang tumbuh pun tidak sesegar dulu, bahkan cenderung kering dan kebanyakan layu. Jadi tidak banyak orang yang mengunjungi taman itu lagi karena kotor.” ucap jiyong yang membuat jessica menekuk wajahnya.

“sayang sekali. padahal aku sudah membayangkan taman yang penuh bunga anggrek, dandelion, dan baby’s breath itu.” desah jessica sedih sambil menatap keluar jendela lagi. jiyong tersenyum kecil melihat ekspresi adik sepupunya itu.

“nanti oppa akan mengajakmu dan ke taman bunga yang indah di daerah apgujeong. Ajak sunkyu juga sekalian.” Kata jiyong yang membuat jessica menoleh dan menampilkan senyuman manisnya.

jinjjayo oppa? huwah oppa daebak! gomawo~” seru jessica sambil bertepuk tangan kecil disambut kekehan kecil jiyong.

“anggap itu hadiah ulang tahunku, ne?” canda jiyong yang disambut pukulan kecil dilengan namja itu.

“kalau hadiah ulang tahun, harusnya oppa kan hanya mengajakku, yuri dan sunkyu tidak. Itu sama saja oppa juga memberi yuri dan sunkyu hadiah.”

Jiyong mengulum senyumnya. “arra arra, oppa akan memberimu hadiah lain. Kau itu seperti anak kecil saja hahaha.” Kekeh jiyong disambut bibir kerucut pink jessica.

“biar saja, aku kan awet muda.”

Setelah itu tidak ada percakapan. Hanya lantunan musik radio di mobil jiyong yang menemani perjalanan mereka saat itu. sampai akhirnya mata almond jessica menemukan sesuatu yang menarik ketika mobil jiyong masuk dikompleks rumah jiyong. Jessica terpaku melihat seorang namja berambut blonde dengan kulit seputih susu tengah bermain bersama banyak anak kecil dilapangan basket kompleks itu. Bahkan jessica dapat melihat jika namja itu sedang memangku seorang gadis kecil yang terlihat sangat cantik dan polos, seperti boneka. Jessica masih memfokuskan tatapannya pada namja tampan itu.

Entah kenapa rasanya dunianya berubah menjadi lambat atau mungkin jiyong yang menyetir dengan pelan. yang jelas jessica merasa ingin terus memandangi wajah lembut dan tenang namja itu. rambut blonde yang lembut, wajah putih halus, dan matanya yang sipit ketika tersenyum memancarkan aura maskulinnya.

“namanya Oh Sehun.”

Jessica tersontak saat tiba-tiba jiyong menyahut. Ya, sedari tadi jiyong sudah tahu kemana arah pandang adik sepupu cantiknya itu. oleh karena itu dia sengaja melambatkan setirnya.

“a-aku tidak ingin tahu namanya kok.” elak jessica sambil kembali fokus ke depan. Jiyong sendiri tersenyum penuh arti melihat wajah tersipu jessica.

“dia tinggal didepan rumahku.”

Mungkin jika jessica sedang minum, ia pasti sudah tersedak. Si oh sehun itu tinggal didepan rumah jiyong? Ya, terus apa masalahnya dengan jessica? jessica tadi hanya tidak sengaja terpaku pada ciptaan sempurna tuhan itu.

“Oh.”

 

*

 

“jessica-ah, aunty sungguh merindukanmu.” Seru hyori aunty sambil menarik jessica dalam pelukannya ketika jessica dan jiyong melangkah masuk ke dalam rumah besarnya.

Jessica tersenyum kikuk dan membalas pelukan hyori aunty. “i miss you too, aunty.”

Hyori aunty melepaskan pelukannya dan membenarkan sedikit tatanan rambut cokelat kemerahan jessica. “you still look beautiful, jessica. apa kau sudah makan?”

Jessica tersenyum. “terima kasih aunty. Aku hanya memakan beberapa croissant dan brokoli di pesawat tadi.”

Hyori aunty melotot. “jinjja? kenapa kau hanya makan itu? kau ingin aunty masakkan daging barbeque?”

Jessica menggeleng. “tidak usah aunty. Eng aku tidak boleh makan makanan seperti itu. emh karena jantungku lemah, jadi aku tidak boleh makan makanan yang berminyak atau berlemak.”

Hyori aunty merasa tidak enak pada jessica. “oh aunty lupa. Nanti aunty akan membuatkanmu salad yang sangat lezat. Atau aunty buatkan pai strawberry untukmu.”

Jessica mengangguk. “gomawo aunty. Tidak usah repot-repot.”

Hyori aunty tersenyum lembut pada jessica dan menggandeng keponakannya itu masuk kedalam rumah. “kau pasti lelah kan? Berisitirahatlah dulu.”

Jessica mengangguk lagi dan masuk kedalam rumah berdesain korea eropa itu. jiyong sendiri sudah masuk lebih dulu membawa barang-barang jessica ke kamar yang akan ditempati jessica nantinya.

“jessica!”

Jessica menoleh ketika mendengar suara perempuan nampak memanggilnya dengn girang. Matanya melebar melihat sepupu terdekatnya itu berada di ujung tangga. Dengan segera yuri melompat turun dan memeluk jessica membuat jessica mundur beberapa langkah. Hyori aunty menegur yuri sedikit dan berjalan lebih dulu ke ruang tengah.

wuah i miss you so much!” pekik yuri.

Jessica membalas pelukan yuri cukup erat. “i miss you too~”

Yuri melepas pelukannya dan memegang lengan jessica. “bagaimana kabarmu?”

Jessica tersenyum. “aku baik-baik saja. Kau sendiri?”

“aku tidak pernah sakit.” Sombong yuri sambil tersenyum lebar. Sementara jessica malah geleng-geleng kepala. sifat sombong yuri belum juga hilang.

“oh ya yul, dimana kamarku?” tanya jessica sambil celingak-celinguk mencari kamarnya. Yuri nampak seperti mengingat sesuatu dan menarik tangan jessica ke lantai atas.

“ikut aku. kamarmu sudah kuhias secantik mungkin! Aku yakin kau akan menyukainya.” seru yuri senang. Jessica mengernyitkan keningnya tapi tetap mengikuti langkah yuri naik kelantai dua hingga mereka berhenti didepan sebuah pintu berwarna biru.

Jessica sadar, seluruh pintu dilantai dua itu memiliki macam-macam warna. Total pintu dilantai dua itu ada 5 dengan warna berbeda. Salah satunya warna biru, merah, hitam, ungu, dan pink. Jessica yakin, pintu berwarna hitam adalah milik jiyong, dan yang berwarna pink adalah milik yuri.

“nah, bukalah.” Suruh yuri. jessica mengangkat bahunya dan membuka pintu berwarna biru itu dengan pelan. seketika tubuhnya tercengang melihat isi kamarnya tersebut.

Wallpaper bertemakan neverland, stiker-stiker bintang yang jessica yakin akan menyala dalam gelap, beberapa gantungan polaroid dan bingkai kayu, meja belajar berwarna biru tua dengan sedikit miniatur tinkerbell (jessica sungguh menyukai tokoh tinkerbell), akuarium kecil berbentuk bola, dan terakhir adalah lampu lava seukuran kaki jessica yang berwarna biru. Sungguh, yuri memodifikasi kamar itu layaknya jessica adalah sepupu kecilnya.

Yuri tersenyum bangga melihat jessica yang terperangah kagum dengan kamarnya yang didesai sendiri oleh yuri. ya, sudah lama yuri ingin mendekorasi kamar untuk orang lain, sayangnya jiyong tidak ingin kamarnya didekorasi oleh yuri. terakhir yuri mendekorasi kamar jiyong adalah seluruh poster barbie dan boneka barbienya menghiasi setiap sudut kamar jiyong. Hal itu membuat jiyong trauma dan sedikit ngeri pada boneka barbie.

Beruntung yuri tahu kesukaan jessica. neverland dan bintang. Perpaduan yang cukup aneh, tapi unik bila digabungkan bersama-sama. Jessica menyebutnya neverland diatas bintang. Yuri pun tahu soal kesukaan jessica pada tokoh kartun neverland, tinkerbell.

“bagaimana? Aku mendekorasinya selama 1 hari. Wallpaper itu kupesan khusus dari busan lho.” Dusta yuri dengan bangganya. Sejujurnya dia mendekorasi kamar itu sejak 3 hari yang lalu dan soal wallpaper, itu adalah pemberian dari sangwoo uncle—ayah yuri yang juga tahu kesukaan jessica akan neverland.

“kau benar-benar hebat yuri-ah. Gomawo!” pekik jessica sambil berjalan masuk kekamarnya. Aroma mango menyapa indera penciumannya. Satu hal lagi yang menjadi favorit jessica, yeoja berambut cokelat kemerahan itu menyukai bau mangga.

“sebenarnya aku sudah lama ingin mendekorasi kamar seseorang. Kebetulan kau ingin datang, jadi aku mendekorasinya secantik mungkin.” Kata yuri sambil duduk di single sofa berwarna biru. Sebagian besar warna dalam kamar itu adalah biru, jessica menyukai warna itu selain pink.

“oh ya jess, kau harus beristirahat. Cepat ganti pakaianmu lalu beristirahat. Setelah kau bangun nanti, kita akan makan siang dan aku akan memanggil sunkyu kemari.” sahut yuri layaknya manager jessica. sifat keibuan yuri belum juga hilang.

arrasseo.” Balas jessica yang masih menikmati keindahan kamarnya tersebut.

“kalau begitu aku akan kembali kekamarku. Bye~” setelah itu yeoja berambut hitam gelam itu segera keluar dari kamar jessica ke kamarnya sendiri.

Jessica meraba dinding kamarnya yang dilapisi wallpaper neverland. Tangannya menyentuh sang peterpan, tokoh yang menurutnya sangat tampan dan pemberani.

“namanya Oh Sehun.”

Tiba-tiba saja jessica kembali teringat dengan namja bernama oh sehun tadi. Bagaimana caranya tersenyum, mengedipkan matanya, dan caranya bicara. Jessica akui jika sehun itu sangatlah tampan dan manis. Tapi terlalu cepat untuk tertarik pada sehun yang baru dilihatnya sekilas.

“aku jadi berpikiran yang tidak-tidak.” Gumamnya pelan. sembari menghela nafas, jessica melangkahkan kakinya menuju sebuah pintu berwarna putih yang jessica yakini sebagai pintu balkon.

Krek

Jessica membuka pintu putih itu dan menjumpai halaman depan rumah yuri yang tadi diinjaknya bersama jiyong. Jessica berjalan pelan ke arah balkon dan menyenderkan tangannya di pegangan besi balkon. Menghirup udara musim panas korea. tidak terlalu buruk. Walau udaranya lebih panas dibandingkan di los angeles, tapi udaranya bersih dan segar. Beruntung kompleks rumah yuri berada dipinggiran kota, seandainya di tengah kota, bisa-bisa ia tidak bebas menghirup udara luar. Tentu saja karena di tengah kota banyak kendaraan yang berpolusi menyebabkan udara menjadi kotor.

Seperti yang kita tahu, jessica memiliki jantung yang lemah sejak lahir. Oleh karena itu ia tidak memiliki banyak teman. satu-satunya orang yang mau berteman dengannya di los angeles adalah tiffany, tetangganya. Sulit untuknya mendapat banyak teman, bersekolah saja ia harus home schooling. Karena orang dengan jantung yang lemah itu mudah lelah sehingga membatasi aktivitasnya. Bahkan untuk makanan pun, jessica baru 2 kali seumur hidupnya mencicipi rasa ayam. Sisanya ia memakan sayuran, roti, nasi merah, telur, buah-buahan, dan sesekali ia memakan ikan.

Beruntung jessica memiliki otak yang pandai. Jessica diberitahu oleh neneknya yang sudah tiada bahwa tuhan itu adil. Jessica yang pintar dan memiliki wajah yang cantik, diberikan sebuah penyakit untuk menyeimbangkan semua manusia dimuka bumi. Karena tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu jessica bisa menerima penyakitnya. Lagipula penyakitnya itu tidak terlalu berpengaruh pada aktivitasnya. Kecuali ia mudah lelah dan sering pusing.

Jessica tersenyum kecil melihat banyak anak-anak yang bermain didepan rumah yuri. ada yang bermain lompat tali, bersepeda, dan ada yang kejar-kejaran. Terkadang jessica iri pada anak-anak itu. ia ingin bermain seperti anak kecil lainnya dulu, tapi itu tidak mungkin. Jantungnya lemah.

Jreng jreng jreng

Jessica terdiam sejenak dan celingak-celinguk mencari asal suara gitar yang baru saja berbunyi tadi. Apakah itu jiyong? Atau mungkin—

Deg

Jessica merasa jantungnya kembali berdebar kecil. Rasanya berdebar kali ini berbeda dari rasa berdebar saat ia dibelikan rumah mainan neverland ketika kecil dulu atau rasa berdebar ketika ia dan tiffany bertemu dengan justin bieber dulu di USA.

oh sehun

Ya. sehun berada dibalkon depan rumah yuri. tepatnya sehun juga tengah berada di balkon rumahnya dengan gitar ditangannya. Jessica lupa jika jiyong mengatakan bahwa rumah si sehun itu berada didepan rumahnya.

Matanya dan sehun bertatapan. Rupanya mata sehun jauh lebih tajam daripada tadi saat jessica melihatnya sekilas dilapangan. Jakunnya terlihat lebih jelas daripada jakun lelaki kebanyakan. Badannya kurus.

“hai.”

Jessica terpaku sejenak melihat sehun tersenyum padanya. senyum yang berbeda saat di lapangan. Senyum kali ini jauh lebih manis. Jessica merasa tidak sopan jika seseorang tersenyum padanya dan ia tidak membalas senyumnya. Jadilah jessica juga tersenyum tipis.

“hai juga.”

“kau nampak asing. Apa kau saudara yuri noona?” tanya sehun.

“tepatnya aku sepupu yuri dari los angeles.” Jawab jessica.

Sehun nampak membulatkan matanya. terlihat lucu saat mata sipit itu mencoba menjadi bulat. “jinjja? aku tidak tahu yuri noona memiliki sepupu di los angeles.”

Jessica terkekeh menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi. “hyori aunty adalah saudara dadku. Kebetulan dadku menikahi momku yang merupakan orang california.”

Sehun menganggukkan kepalanya mengerti. “siapa namamu? Kau terlihat lebih tua dariku.”

“jessica jung. aku seumuran dengan yuri.”

“aku oh sehun. kalau begitu aku memanggilmu noona juga, ya?”

Jessica menggeleng. “tidak usah. Panggil jessica atau jess saja.”

“jessie. itu saja, oke?”

Jessica sekarang mengangguk. “tidak terlalu buruk.”

Keduanya terkekeh. Rasanya cukup unik melihat dua mahluk berbeda kelamin itu saling berbincang dalam jarak sekitar 10 meter. Jessica sedikit bersyukur karena ia tidak harus berteriak karena pendengaran sehun cukup tajam.

“dalam rangka apa kau kemari jessie? liburan?”

Jessica mengangguk. “harusnya liburan musim semi. Tapi tidak kusangka jika di korea sekarang tengah musim panas.”

“justru musim panas adalah musim terbaik dikorea—menurutku.” Ucap sehun yang membuat jessica mengernyitkan keningnya. Pasalnya, jessica tidak begitu menyukai musim panas karena dia tidak suka hawa panas.

“kenapa kau berpikir seperti itu?”

Sehun nampak menaruh gitarnya diatas kursi di balkonnya dan ikut menyenderkan lengannya dipegangan balkonnya. “saat musim panas, kita bisa melakukan apapun. Mengeluarkan keringat lebih banyak—keluar keringat itu sehat. Dan kau tau, saat musim panas, kunang-kunang akan berterbangan setiap malamnya. Banyak bunga yang mekar. Dan kau bisa memancing banyak ikan dilaut.”

Jessica tersenyum mendengar cerita sehun. dapat jessica simpulkan, sehun menyukai musim panas. “benarkah?”

Sehun mengangguk diseberang sana. “benar. Nanti aku akan mengajakmu melakukan banyak hal di liburan musim panasmu ini. kau belum berniat untuk kembali ke los angeles kan?”

“belum. Aku sekalian merayakan ulang tahunku disini.” jujur jessica pada akhirnya.

Sehun melebarkan kembali mata sipitnya. “kapan kau ulang tahun?”

“18 april bulan depan.”

“benarkah? aku sendiri berulang tahun tanggal 12 april.” Seru sehun.

Jessica kini nampak tersenyum manis. “kebetulan sekali.”

Sehun nampak menatap jessica dalam. “mungkin bukan kebetulan. Tapi takdir.”

Setelah itu keduanya hanya saling bertatapan tanpa banyak bicara. Mungkin sehun benar. Apapun yang terjadi setelahnya, itu bukan kebetulan atau apapun, tapi sebuah…

Takdir.

 

*

 

“wuah jessica! aku pikir kau sudah melupakanku!” seru sunkyu sambil memeluk jessica erat. jessica terkekeh dengan perlakuan teman masa kecilnya itu.

“bagaimana aku bisa melupakan sahabatku sendiri?”

Sunkyu menarik tubuhnya kembali dari jessica. “kau semakin cantik.” puji sunkyu.

Jessica tersenyum tipis. “kau juga semakin imut.”

Sunkyu dan jessica terkekeh kecil. Keduanya sedang reuni dikamar milik yuri, karena jessica belum membereskan barang-barangnya dikamarnya. Yuri sendiri sedang mengambil beberapa cemilan di hyori aunty.

“kau kemari untuk merayakan ulang tahunmu, kan?” tanya sunkyu.

Jessica mengangguk. “ya. aku merasa kesepian di los angeles.”

Sunkyu mengernyitkan keningnya. “lho, kenapa? kau bisa merayakannya bersama teman-temanmu disana.”

Pandangan mata jessica meredup. “… tidak ada yang mau berteman dengan orang penyakitan sepertiku.”

Sunkyu merasa bersalah telah tidak sengaja mengungkit penyakit jessica. “ah hanya orang bodoh yang tidak mau berteman denganmu. Aku yakin mereka akan menyesal karena tidak bertemn denganmu. Urkh, andai saja aku ada di los angeles, sudah kupatahkan kaki semua orang yang tidak mau berteman denganmu.” Gerutu sunkyu sambil menunjukkan raut wajah kesalnya dengan tangan yang mengepal—bermaksud menghibur jessica.

Jessica tertawa. Dia tahu sunkyu sedang menghiburnya. “terima kasih sudah menghiburku.”

Sunkyu hanya memameran senyuman aegyonya yang super imut yang membuat jessica sedikit minder dengan keimutan sunkyu.

Krek

Jessica dan sunkyu menoleh ke arah pintu berwarna pink milik yuri dan menemukan si pemilik kamar berada di ambang pintu dengan nampan kuning gading berisikan cemilan dan minuman. Jessica segera berdiri dan membantu yuri membawa beberapa minuman. Yuri tersenyum pada jessica dan menaruh nampan itu di atas meja kamarnya diikuti oleh jessica.

“kalian berbincang apa saja?” tanya yuri sambil membuka toples keripiknya.

“tidak terlalu penting.” Jawab sunkyu sambil menikmati orange juice buatan hyori aunty.

Yuri memberikan sebuah gelas berisikan mango juice pada jessica. “ cobalah. Aku yang membuatnya. Kau masih suka mango juice kan?”

Jessica tersenyum senang dan menyambut gelas itu lalu mencicipinya dengan semangat. “delicious! Yulle!”

Yuri merengut. “kau masih betah memanggilku yulle. Aku merasa kau memanggil nama anjimu—si ggulye.”

Jessica dan sunkyu tergelak. “kau memang mirip anak anjing, yulle-ah. Kau sangat imut.”

Yuri manggut-manggut dengan wajah ditekuk. “pujian yang sedikit menyakitkan.”

“bagaimana kalau kita jalan-jalan keliling kompleks dan bermain di lapangan basket? Mumpung sudah sore.” Ajak sunkyu semangat.

Jessica nampak berbinar mendengar ajakan sunkyu. Sudah lama ia tidak jalan-jalan sore. “ayo ayo ayo!” sambutnya girang. “oh, oh ya! sudah lama aku tidak makan ice cream~” rajuk jessica dengan aegyonya ke yuri. sunkyu juga ikut melakukan aegyo ke yuri.

Yuri memutar matanya. “baiklah, mungkin kita juga harus membeli ice cream.”

Jessica semakin girang.

 

*

 

Aku sadar ketika akhirnya kau memberiku sebuah senyuman

Dipertemuan yang membuat kita saling mengenal satu sama lain

Mungkin bukan suatu kebetulan

Kau memberiku sesuatu yang mengejutkan

 

Jessica duduk di bangku bawah pohon di lapangan basket seorang diri sembari memperhatikan anak-anak yang sama seperti pagi tadi yang dilihatnya bersama jiyong. Sepertinya mereka sangat senang bermain sampai lupa waktu. Atau mungkin mereka sudah pulang kerumah beristirahat lalu keluar bermain lagi.

Tidak jarang jessica ikut tersenyum melihat anak-anak itu bermain dan sesekali beradu mulut. Sungguh menggemaskan. Ia ingin masa kecil seperti itu.

“hai jessie.”

Jessica mendongak dan sedikit memicingkan matanya ketika seseorang menyapanya. Kepala orang itu membelakangi matahari sehingga wajahnya kurang jelas. orang itu membawa sebuah biskuit cokelat dan menggantungnya dihadapan jessica. jessica tau, hanya si oh sehun lah yang mampu membuat jantungnya berdegup. Entah bagaimana caranya.

“sehun?” ucap jessica pada akhirnya. Sehun tersenyum tipis lalu menyodorkan biskuit itu ke jessica. jessica meraihnya dan memakannya sedikit. Sehun mengambil tempat duduk disamping jessica setelah memberi jarak sekitar 30cm. Sebagai lelaki, sehun menghormati seorang wanita, oleh karena itu ia menjaga jaraknya.

“terima kasih.” ucap jessica sambil menikmati biskuitnya.

Sehun mengangguk. “sendiri saja?”

Jessica menggeleng. “tidak. Yuri dan sunkyu sedang pergi membeli ice cream entah dimana dan menyuruhku menunggu disini.”

Sehun menoleh menatap mata jessica dalam. “kenapa kau tidak ikut?”

Jessica menggigit bibir bawahnya pelan. “aku.. tidak bisa berjalan jauh.”

“kenapa?”

Jessica nampak menunduk. jika ia memberitahu sehun soal penyakitnya, mungkin sehun akan menjauhinya. Tentu saja, siapa yang mau berteman dengan orang penyakitan? “sejak kecil jantungku lemah.” Ungkap jessica pada akhirnya. Ia siap jika saja sehun menjauhinya.

Sehun nampak mengangguk kecil. Seolah tidak mempermasalahkan apapun yang baru saja jessica beritahu. Hal itu membuat jessica bingung. apa sehun tidak takut padanya?

“kau.. tidak takut padaku?”

Sehun menoleh lagi ke jessica. matanya bertemu dengan bola mata hitam milik jessica. sehun terkekeh. “buat apa aku takut?”

“bisa saja penyakitku menular padamu.” Kata jessica pelan. ya, meskipun jessica tahu jika penyakitnya itu tidak akan menular, tapi alasan itu sering dipakai banyak orang untuk menjauhi jessica.

Sehun kembali terkekeh. “penyakit seperti itu tidak mungkin menular. Lagipula jika menular sekalipun, itu sudah takdir.”

Jessica tersenyum simpul. “kau masih ingin berteman dengan orang penyakitan sepertiku?”

“kau tidak penyakitan. jantung yang lemah itu bukan ‘penyakitan’. Itu sebuah perbedaan antara dirimu dengan orang lain. Lagipula pikir sendiri, tidak ada manusia yang sempurna. termasuk diriku juga.”

Jessica teringat kembali dengan ucapan neneknya dulu. tidak ada manusia yang sempurna. ya, seharusnya jessica menyadari hal itu.

“kau benar.” Setelah itu kembali tidak ada percakapan seperti di balkon pagi tadi. Bedanya mereka sedang tidak bertatapan, melainkan fokus pada pandangan dihadapan mereka.

“aku AIDS.”

Deg

Jessica merasa oksigen disekitarnya merendah. Namun sedetik kemudian kembali menjadi normal. Jessica menoleh ke sehun dengan tatapan terkejut tapi segera diubahnya menjadi biasa.

“aku dikeluarkan dari sekolahku tahun lalu. seharusnya aku sudah lulus sekarang.” Sehun bercerita.

Jessica terus saja menatap wajah lembut sehun dari samping. Angin sore menerbangkan rambut blonde sehun yang tertutupi dengan topi.

“saat itu aku benar-benar nakal. Menghamburkan uang membeli narkoba, merokok, membolos sekolah, tawuran, dan bahkan berhubungan seksual dengan wanita penghibur.”

Sekarang jessica tidak bisa menyembunyikan rasa shocknya. Wajahnya nampak terkejut menatap sehun.

“semua itu kulakukan sampai akhirnya aku sakau. aku tidak memiliki orangtua lagi sejak usia 10 tahun, aku tinggal bersama noonaku dan suaminya. Saat itu aku benar-benar menggila. Sampai kemudian temanku memberiku sebuah jarum suntik—ya kau tahulah itu apa. karena aku sedang benar-benar butuh, aku segera menggunakannya. Tanpa sadar jika suntikan itu sudah dipakai oleh orang yang memiliki penyakit AIDS.”

Jessica mulai iba pada sehun.

“sejak itu aku berhenti merokok, berhenti tawuran, berhenti menggunakan narkoba, dan dikeluarkan dari sekolah karena aku ketahuan pernah tidur dengan guruku sendiri.”

Tatapan iba jessica kembali berubah menjadi terkejut. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan seseorang yang memiliki masa lalu yang sungguh kejam dan mengerikan.

Sehun tersenyum kecut melihat ekspresi terkejut jessica. “sudah kuduga kau akan terkejut. Tapi inilah aku sebenarnya. Masih ingin berteman denganku?”

Jessica mengerjapkan matany selama beberapa detik dan tersenyum hangat pada sehun. jika sehun mau berteman dengan jessica yang memiliki penyakit, jessica juga tidak akan segan untuk berteman dengan sehun yang juga memiliki penyakit.

“kenapa tidak? Dengan begini kita bisa lebih terbuka kan?”

Sehun mengangguk. “kau benar-benar manis jessie.” puji sehun tulus dengan senyuman hangatnya.

Pujian tulus sehun membuat jessica tersipu. “terima kasih.”

Keduanya tersenyum dan kembali menatap ke arah lapangan tempat anak-anak kecil di kompleks itu bermain.

Dan jessica mulai merasakan perasaan hangat mengalir diseluruh tubuhnya.

 

*

 

Ketika kita pun semakin dekat

Kau perlahan memberiku semangat

Memberikanku keyakinan untuk sembuh

Dan memberikanku arti cinta

 

“jess, sejak kapan kau dekat dengan sehun?” tanya yuri yang sedang berada di kamar jessica. jessica yang sedang menulis sebuah lagu itu hanya mengangkat bahunya.

“mungkin saat aku pertama kali kemari.” Jawab jessica seadanya.

Yuri mencibir dan menerawang ke punggung jessica. “aku pernah berpacaran dengannya.”

Deg

Tangan jessica seketika berhenti menulis. Tiba-tiba dadanya terasa sesak. Seperti tidak rela. “be-benarkah?” tanya jessica masih dengan membelakangi yuri.

Yuri mengangguk. “ya. tapi itu sudah lama sekali. sampai kupikir kami itu tidak pernah berpacaran.”

Rasa lega seketika menyerang sekujur tubuh jessica. gadis itu kembali melanjutkan tulisannya yang sempat terhenti. Sementara itu yuri tersenyum penuh arti melihat tingkah jessica.

“dia pernah memelukku.” Ujar yuri yang membuat jessica tersontak. Namun segera ia perbaiki raut wajahnya menjadi biasa.

“wa-wajar saja, kalian kan pernah berpacaran.” Ucap jessica tersendat. Tangannya nampak menggenggam erat pensilnya.

Yuri menarik sudut bibirnya. Jessica masuk perangkapnya. “dia juga pernah menciumku.”

Prek

Yuri mendongak ke arah meja belajar jessica dan sedikit melongo. Pensil yang dipakai oleh jessica menulis tadi sudah terbelah dua. Yuri terdiam sejenak dan tertawa keras.

Sementara jessica nampak dipermainkan oleh yuri. ia tahu sekarang, yuri sedang berbohong padanya. “yak!”

Yuri memegangi perutnya. “astaga jess, tidak kusangka baru 1 minggu kau di korea, kau sudah jatuh cinta pada sehun. ckck, tenang saja, walau kami memang pernah berpacaran, dia tidak pernah memelukku kok, apalagi menciumku. Kami bahkan hanya berpacaran main-main. Hahaha~” seru yuri sambil menepuk pundak jessica.

Jessica mengerucutkan bibirnya. Wajahnya bersemu merah. “a-aku tidak menyukainya.” Elaknya.

Yuri mendecak kecil. “aish, sudahlah jess. Wajah memerah dan salah tingkah setiap mendengar nama ‘sehun’ itu artinya kau menyukainya. Ayolah, aku bukan orang luar. Aku tahu kau menyukainya dan aku merestui hubungan kalian.”

Jessica mendongak menatap yuri bingung. namun setelah itu ia menyenderkan wajahnya diatas meja. “tapi sepertinya dia tidak menyukaiku, yulle-ah.”

“darimana kau tau?”

“dia baik pada semua perempuan. Apalagi ke seohyun itu.”

Yuri kembali tergelak membuat jessica merengut. “yah, kenapa kau tertawa?”

Yuri merasa perutnya sangat sakit berbicara dengan jessica. “aigoo jessica-ah, ternyata kau hanya pintar di pelajaran saja. Seohyun itu sepupu sehun.” jelas yuri lagi sambil melanjutkan tawnya. Tidak dia sangka jessica bisa sepolos ini dalam hal percintaan. Yuri yakin, sehun pasti cinta pertama jessica. dan dia bersumpah untuk membuat sepupu tersayangnya itu merasakan indahnya cinta pertama.

Jessica melotot tidak percaya. “jinjja?” Yuri mengangguk yakin membuat senyum jessica mengembang. “ah bodohnya diriku.”

Yuri menarik nafasnya. “jess, dengar aku baik-baik. Sehun menyukaimu. aku yakin itu.”

Jessica terdiam. Menatap yuri bingung.

“tidakkah kau sadar jika sehun memiliki perhatian yang lebih padamu? Ia lebih banyak tersenyum padamu. Dia bahkan menuruti apa yang kau inginkan. Sadarlah.”

Jessica menerawang. Yang dikatakan yuri memang benar, tapi apakah itu bisa disebut cinta? Bukan hanya karena rasa kasihan dan iba?

 

*

 

Sekarang lapangan basket adalah tempat bagi jessica dan sehun saling berbagi dan menghabiskan waktu mereka. seperti sore ini, jessica dan sehun sudah nampak tenang duduk dibawah pohon lapangan basket dengan sebuah sepeda butut hitam terkelupas disamping sehun.

“menurutmu, kalau kau tidak punya jantung yang lemah, apa saja yang ingin kau lakukan?” tanya sehun sambil menatap jessica. jessica nampak mengulum senyumnya dan berpikir.

“aku ingin bermain basket. Aku ingin menari ballet. Aku ingin makan ayam yang banyak. Aku ingin jalan yang jauh. aku ingin berenang. aku ingin menaiki sepeda. Aku juga ingin.. memiliki banyak teman.” jessica sedikit gugup memberitahukan keinginannya yang terakhir ke sehun.

Sehun nampak mengangguk paham dan berdiri dari duduknya membuat jessica bingung. ia menatap namja yang sedang menaiki sepeda bututnya itu. jessica berpikir, apa sehun marah dengan keinginannya? Seingatnya, ia tidak membicarakan sesuatu yang salah.

Tapi pertanyaannya itu terjawab ketika sehun memutar sepedanya dan berdiri dihadapan jessica. “ayo naik.” Suruhnya sambil menunjuk ke bagian besi depan tempat duduknya.

Jessica bengong. Sehun menyuruhnya untuk duduk di besi yang panjangnya kira-kira hanya 30 cm itu? baiklah, bokongnya juga tidak selebar itu. tapi tidakkah sehun berpikir jika duduk disitu akan sakit? “apakah.. sakit?”

Sehun terkekeh. “aku tidak akan membiarkanmu sakit selama bersamaku. Cobalah saja dulu, tidak sakit kok.”

Jessica tersipu mendengar ucapan sehun. sehun memang mampu mengendalikan perasaannya. “tapi aku dilarang bersepeda.”

Sehun mendecak kecil. “tenang saja, aku akan menjagamu. Aku tidak akan balap-balap kok.”

“nanti penyakitku kambuh ditengah jalan.”

Sehun memutar matanya. Setelah beberapa menit meyakinkan jessica bahwa ia akan aman bersama sehun, akhirnya jessica pun mendudukkan bokongnya di besi itu. seperti kata sehun, tidak sakit, hanya terasa janggal karena ia hanya menduduki tonggak besi yang lebarnya mungkin tidak lebih dari 4 cm.

“pegangan yang erat. kita akan bersepeda menuju neverland!”

Jessica tersenyum lebar dan memegang besi setir dengan cukup erat. sehun pun mulai menggayuh sepeda bututnya itu meninggalkan lapangan basket. Ia tersenyum senang. Mencium wangi strawberry dari rambut cokelat kemerahannya saja sudah membuat jantung sehun berdebar tidak menentu. Jujur saja, ia tidak pernah merasa ingin melindungi perempuan selain noonanya dulu. sekarang semuanya seperti teralih hanya ke yeoja yang sedang digoncengnya ini. bahkan pada mantan-mantannya dulu, sehun tidak pernah sesenang ini.

Jessica Jung. Yeoja yang mampu membuatnya luluh hanya dalam senyuman tipisnya. Apa mereka memang ditakdirkan bersama? Sehun tahu betul, jessica juga menyukainya. Tapi mungkin terlalu cepat untuk meminta yeoja itu menjadi kekasihnya.

“sehun-ah, lihat balon itu! sangat cantik~” sehun menghentikan sejenak laju sepedanya dan mendongak kearah telunjuk jessica mengarah. Sebuah balon besar berbentuk hati dengan tulisan ‘Felicitous Meet’ yang tersangkut diatas pohon.

“tunggu sebentar.” Sehun nampak berdiri dari sadelnya dan menahan sepedanya itu setelah menurunkan persneling standarnya agar jessica tidak jatuh.

Jessica mengernyitkan keningnya. “oh sehun, kau mau kemana?” tanya jessica bingung.

Sehun hanya menatapnya sekilas sambil tersenyum. “kalau kau menutup matamu, aku akan memberitahumu.”

Jessica dengan patuh menutup matanya walau bibirnya nampak mengerucut. Ingin sekali sehun mengecup bibir pink yang tipis itu. tapi tidak mungkin, ia tidak mungkin membiarkan virusnya menular ke jessica.

“jangan sekali-sekali kau buka matamu, eoh? Jangan membukanya sebelum aku mengatakan ya.” ancam sehun yang membuat jessica menggembungkan pipinya.

“tenang saja.”

Sehun tersenyum tipis dan segera berbalik lagi lalu berlari kecil menuju pohon tempat balon tadi menggantung. Dengan hati-hati sehun memanjati dahan-dahan pohon itu dan menarik balon itu. tangannya sedikit gemetar. Jujur saja, sehun takut ketinggian.

“sudah boleh kubuka?” terdengar teriakan jessica dari bawah.

Sehun yang masih berusaha menggapai balon itu berteriak, “andwae! Tunggu sebentar lagi.”

Jessica terdengar mendengus.

Sehun menarik nafasnya lagi dan menjulurkan tangannya meraih balon itu. dan grep. Sehun berhasil menggenggam tali balon itu. dengan cepat sehun melompat turun dengan sedikit pucat.

Setelah itu sehun menarik nafasnya dan memperbaiki ekspresi wajahnya. Dengan senyum mengembang sehun mendekati jessica yang masih menutup matanya. balon itu ia ikat pada setir tepat didepan wajah jessica.

“nah, sekarang kau boleh membuka matamu.” Bisik sehun. jessica perlahan membuka matanya dan terbelalak senang.

present just for my tinkerbell.” Bisik sehun lagi sambil mengacak rambut jessica. jessica termangu sesaat dan tersenyum lebar.

gomawo.” Sehun mengangguk. “kau memanjatnya eoh?” sehun kembali mengangguk. “bukankah kau takut ketinggian?”

Sehun terkekeh. “tidak ada yang ditakuti oleh seorang peterpan. Apapun yang tinkerbell inginkan, sang peterpan akan memenuhinya!” seru sehun sambil menepuk dadanya bangga.

Jessica tertawa renyah. Sehun sangat bisa membuatnya tersenyum. “gomawo. Jeongmal gomawo.”

 

*

 

“ayolah, coba sekali saja. Ne ne ne?” sehun terlihat beraegyo didepan jessica dengan sebuah gitar dipangkuannya. Jessica menggeleng keras.

shireo. Suaraku jelek.” Tolak jessica. ya, sejak tadi sehun terus menyuruhnya untuk bernyanyi diiringi dengan permainan gitarnya. Jessica memang tertarik dengan dunia musik, terbukti dari kegemarannya membuat lagu. Oleh karena itu sehun menyuruhnya untuk menyanyikan setidaknya satu lagu saja.

“kau jahat. Aku sudah sering menyanyikanmu lagu, dan kau tidak pernah sekalipun. Tidak adil.” Ngambek sehun sambil menngerucutkan bibirnya—berpura-pura.

Jessica menatap sehun tidak enak. Kalau begini caranya, ia akan termakan terus oleh taktik ngambek sehun. tapi walau jessica tahu sehun hanya pura-pura, tetap saja jessica akan menuruti permintaan sehun selanjutnya.

“baiklah, baiklah. tapi hanya satu lagu.” Putus jessica akhirnya.

Sehun segera merubah raut wajahnya dan tersenyum senang. “siap!”

Jessic terkekeh pelan dan mulai mencari lagu apa yang bagus dinyanyikannya dan dapat diiringi oleh gitar sehun. sebuah judul lagu di media hpnya nampak menarik perhatiannya. “sehun-ah, kau tahu chord lagu goodbye summer milik f(x)?”

Sehun mengangguk. “tentu. Aku menyukai lagu itu.”

Jessica tersenyum senang. “duet denganku yah?” pinta jessica. sehun nampak memikirkannya kemudian mengangguk. jessica memekik kecil dan mulai mencari liriknya. Maklum, ia tidak begitu menghafal lagunya.

Lantunan gitar sehun memenuhi gendang telinga semua yang mendengarnya. ya, mereka berada ditempat favoritnya, dibawah pohon lapangan basket. Banyak anak kecil menonton mereka.

Dengan sendirinya bibir ranum jessica bergerak menyanyikan lagu yang direkomendasikannya barusan. Sehun pun ikut bernyanyi namun membiarkan jessica memimpin. Membiarkan suara merdu jessica memenuhi gendang telinganya.

Ia sangat ingin memiliki jessica. sangat sangat ingin.

 

*

 

Jessica mendongak dan mendapati langit yang penuh awan putih. Seperti biasa, sehun berada disampingnya dan melakukan hal yang sama.

“waktu kecil, aku selalu ingin bisa terbang dan menggapai awan dengan tanganku sendiri. ingin menyentuhnya. Dan aku ingin merasakan apakah awan itu manis, asin, atau pahit.”

Sehun nampak terdiam sejenak lalu berdiri dari duduknya. “tunggu sebentar, ne.”

Jessica mengernyitkan keningnya. “kau mau kemana? Aku ikut.” Seru jessica sambil bangkit dari duduknya.

Tapi sehun segera menoleh dan menggeleng. “tunggulah sebentar, aku akan segera kembali.” Tegas sehun yang membuat jessica memilih untuk diam dan kembali duduk dibangku semen itu.

Jessica memandangi punggung tegap kurus sehun yang mulai menghilang dari pandangannya. setidaknya ia tahu, sehun pasti akan segera kembali. Entah sejak kapan, perasaannya ke sehun semakin hari semakin besar. Apapun yang sehun lakukan, selalu dapat membuat jessica tersenyum.

Sementara itu sehun nampak celingak-celinguk mencari sesuatu. Sebuah gerobak kecil berwarna hijau tosca mengalihkan pandangannya. sehun tersenyum lebar seperti mendapat jackpot. Sesegera mungkin ia berlari ke gerobak itu dan menyapa penjualnya.

“hai, minseok hyung.” Sapanya ceria. Sementara si penjual berwajah tampan dan imut itu mengernyitkan keningnya, seingatnya sehun yang dia kenal selama 2 tahun berjualan di kompleks itu tidak pernah tersenyum.

“oh hai. Apa yang membuatmu seceria ini?” tanya minseok sambil membenarkan letak topinya.

Sehun hanya menggaruk belakang tengkuknya. “ahaha. Tolong berikan aku 2 cotton candy yang warna ungu itu ya.”

Minseok mengangguk walau ia masih bingung. tapi pertanyaannya terjawab dikala ia mengingat seorang yeoja yang akhir-akhir ini selalu berada disamping sehun yang dikenalnya sebagai saudara yuri.

Sembari menyiapkan cotton candy untuk sehun, ia melirik-lirik ke arah pelanggannya itu yang tengah cengengesan tidak jelas. “ah biar kutebak, pasti yeoja saudara yuri itu kan yang membuatmu ceria begini?”

Wajah putih sehun merona tipis. “aaniya. Apa salahnya kalau aku ceria?”

Minseok menggeleng. “tidak ada salahnya.”

“bolehkan aku bertanya?” tanya sehun. minseok menaikkan alisnya bertanda ‘ya’. “apakah aku dan jessica cocok?”

Minseok mengernyitkan keningnya. “jessica nugu?”

Sehun memutar matanya. “sepupu yuri yang dari los angeles.”

Minseok nampak membulatkan bibirnya membuatnya nampak semakin imut. “aku tahu. Yang berwajah dingin dan sangat cantik itu kan?” sehun mengangguk pelan. “memangnya kau berpacaran dengannya?”

Mendadak raut wajah sehun berubah menjadi tersipu. “kau belum menjawab pertanyaanku. Apakah aku dan dia cocok?”

Minseok nampak menggulung cotton candy itu kesebuah tangkai seperti sumpit. “mungkin kalau ada ajang pasangan terserasi di kompleks ini, aku yakin kau dan si jessica itulah pemenenangnya.”

Sehun termangu sejenak. Kemudian tersenyum lebar. “kami belum menjadi pasangan.”

Minseok mengernyitkan keningnya setelah menyodorkan 2 bungkusan cotton candy berwarna ungu pada sehun. “maksudmu?”

Sehun menarik cotton candy itu dan tersenyum pada minseok. “nanti kalau aku sudah memintanya menjadi pacarku dan dia menerimanya, baru kubayar cotton candy ini, ne? terima kasih sudah memberiku motivasi.” Seru sehun lalu berlari meninggalkan gerobak hijau tosca minseok. Meninggalkan namja mungil dan imut itu yang terbengong-bengong.

Kembali ke jessica. yeoja itu menyenandungkan sebuah lagu sambil menunggu sehun. cukup lama sehun pergi—sekitar 10 menit, dan kemudian ia memunculkan batang hidungnya dari belokan lorong kompleks. Jessica tersenyum tipis.

Sehun nampak berlari kecil ke arahnya. Ia membawa sesuatu dibelakang tubuhnya.

“Apa yang kau bawa?” tanya jessica begitu sehun sampai dihadapannya.

Sehun mengatur nafasnya dan tersenyum ke jessica. “jawab dulu pertanyaanku. Jika kau memang bisa mencicipi awan, menurutmu awan itu akan terasa bagaimana?”

Jessica nampak berpikir. “hmm.. sepertinya manis.”

geurae.” Sehun menyodorkan cotton candy yang berada dibelakang tubuhnya tadi pada jessica. “aku jauh-jauh terbang mengambilnya di langit. Jadi habiskan ya.”

Jessica terkekeh dan menyambut cotton candy itu dengan girang. “wuah gomawo sehun-ah!”

Sehun terkekeh melihat kelakukan kekanakan jessica yang sangat lahap memakan cotton candy itu. “apa kau menyukainya?”

Jessica mengangguk semangat. “aku sangat menyukai cotton candy!”

Sehun mengacak rambut jessica halus. “itu adalah awan special buatan Oh Sehun yang hanya khusus untuk seorang tinkerbell.”

Jessica hanya mampu mengatur degupan jantungnya. Rasanya ia bisa mati berada didekat sehun terus yang membuat jantungnya berdegup cukup kencang.

 

*

 

Semakin hari jessica dan sehun menjadi semakin dekat. Keduanya sering mengelilingi kompleks bersama ketika sore hari. Tidak jarang sehun menggonceng jessica dengan sepeda bututnya yang berwarna hitam terkelupas (sehun bilang jika sepeda itu warisan nenek dari neneknya). Mencicipi biskuit cokelat buatan noona sehun. bertukar cerita dari balkon masing-masing. dan memakan ice cream atau cotton candy dibawah pohon lapangan basket.

Sangat sederhana memang, tidak begitu romantis karena jessica tidak boleh pergi keluar kompleks selain bersama jiyong atau yuri atau orangtua yuri. tapi jessica benar-benar menikmatinya. ia tidak pernah merasa sesenang itu selain bersama sehun. yang jessica tahu, ia memang benar-benar menyukai sehun.

“sehun-ah, lusa adalah ulang tahunmu. Kau ingin aku memberimu apa?”

Sehun nampak menerawang. Memikirkan apa yang diinginkannya. “aku menginginkanmu dihariku nanti.”

Seketika wajah jessica berubah menjadi merah. “me-mengingkanku?” gagap jessica sambil meneguk liur. Menginginkan jessica? apa yang sehun maksud itu sehun ingin meniduri jessica?!

Sehun tergelak melihat perubahan wajah jessica yang seketika pucat. “bukan seperti yang kau pikirkan. Aku hanya ingin kau disampingku saat aku berulang tahun. Lagipula ulang tahun itu tidak terlalu penting bagiku. Yang ada aku semakin tua dan jelek.”

Jessica menghela nafas. Padahal dia sangat menyukai hari ulang tahun. Dia senang ketika orang memberinya selamat dan juga hadiah. “payah. Padahal aku sangat menunggu hari ulang tahun.”

Sehun menoleh menatap mata jessica. jessica balas menatapnya. Jantungnya kembali berdegup, darahnya berdesir hangat. “kalau begitu aku juga akan menyukai hari ulang tahun.”

Jessica tersenyum menunjukkan gigi putih rapinya. “kau selalu meniruku.”

“memangnya salah? Aku hanya ingin menyukai apa yang kau sukai. Agar aku bisa menyusaikan diriku denganmu.” Ujar sehun tulus. Jessica kembali merasakan hal yang berbeda. Ia berbunga-bunga.

“berhenti menggodaku.” Sahut jessica mencoba mengalihkan rasa malunya.

“tidak, aku tidak menggodamu.”

Jessica hanya menggigit bibir bawahnya dan kembali fokus kedepan. Sehun sendiri masih betah memandangi wajah jessica dari samping.

“jessie, kau mau menjadi kekasihku?”

Jessica menoleh kaget. Apa barusan sehun menembaknya? Atau hanya menggodanya lagi? “a-apa?”

Dengan kalem sehun kembali mengulang. Kali ini dengan wajah serius. “aku menyukaimu. kau mau menjadi kekasihku?”

Jessica merinding. Bukan karena ketakutan. Dia tidak pernah merasa segemetar ini. ungkapan sehun membuatnya tidak fokus. “ke-kenapa.. aku?”

Sehun meraih tangan jessica dan memegangnya erat. “apa harus ada alasan aku menyukaimu? jika kau ingin alasan, tanyakan pada takdir. Karena mencintaimu lebih dari sekedar kata-kata.”

Jessica tertegun. “a-apa tidak apa kau berpacaran dengan yeoja penya—”

Grep. Sehun menangkup kedua pipi jessica menghentikan ucapan jessica. “sudah kubilang bukan, kau itu tidak penyakitan. Justru aku yang harus bertanya padamu, apa kau tidak apa menerimaku dan penyakitku ini?”

“aku tidak ingin kau juga mengungkit penyakitmu.” Ucap jessica.

“kalau begitu mulai sekarang kita harus janji untuk tidak mengungkit penyakit masing-masing.” jessica mengangguk.

Sehun sendiri masih menunggu jawaban jessica. sampai akhirnya ia merasakan wajah jessica mendongak kearahnya.

“aku.. mau menjadi kekasihmu.” Jawab jessica pada akhirnya. Sehun melebarkan matanya dan tersenyum lebar.

gomawo. Saranghae, my tinkerbell.” bisik sehun sambil menempelkan dahinya ke dahi jessica. jessica juga melebarkan senyumnya. Ia merasa sangat senang.

nado saranghae, my peterpan.”

 

*

 

April 12th

 

Sebuah pertanyaan kembali muncul dibenakku

Untuk apa kau mencintaiku?

Kenapa kau mencintaiku?

Takdir terlalu kejam untuk menjawab

 

saengil chukkae hamnida, saengil chukkae hamnida, ji gu e seo, u ju e seo, naega saranghamnida! Huwaah tiup lilinnya! Jangan lupa make a wish.”

Jessica nampak heboh menyanyikan selamat ulang tahun pada sehun sambil menyodorkan kue tart strawberry ke depan wajah sehun. sehun tersenyum lebar dan menutup matanya sembari membuat permohonan sebelum meniup lilin dikue itu.

izinkan aku bertahan hidup lebih lama. Aku benar-benar menyayangi yeoja dihadapanku ini. izinkan aku berada di ulang tahunnya. Izinkan yeoja ini bisa terus bisa tersenyum walau tanpa aku lagi nanti.’

fiyuh~” seketika suasana menjadi gelap. Hanya tersisa seberkas cahaya yang masuk lewat jendela kamar sehun. terdengar tepukan tangan jessica memenuhi ruangan gelap itu.

“apa yang kau harapkan?” tanya jessica penasaran setelah meletakkan kue tart tadi diatas meja lampu sehun.

“kau tidak boleh tahu. Kalau kau tahu, nanti tidak bisa kesampaian.”

Jessica merengut dan memeluk bantal sehun erat. sehun sendiri entah kenapa sejak tadi merasa sangat lelah dan pusing.

uhuk uhuk! Uhuk!” sehun tidak dapat menahan batuknya. Segera ia menutup mulutnya agar tidak mencemarkan virus. Jessica menoleh khawatir ke arah sehun dan memegang pundak namjachingunya itu.

gwaenchana? Apa kau sakit?” khawatir jessica sambil meraba dahi sehun yang cukup hangat. Sehun nampak menggeleng namun terus saja batuk. “badanmu hangat. Berbaringlah dulu, biar kuambilkan minum di bawah.” Setelah itu jessica segera berlari turun ke lantai bawah meninggalkan sehun yang masih saja terbatuk-batuk.

Sehun merasa dadanya sesak karena terbatuk terus. Matanya nampak berair entah kenapa. perlahan sehun merasakan telapak tangannya lengket dan lembab. Sehun menarik telapak tangannya itu dan menghela nafas panjang. Darah. Seharusnya sehun tahu, cepat atau lambat, penyakit yang dideritanya 3 tahun terakhir itu akan menyerangnya lamat-lamat. Padahal sebelumnya sehun sudah sangat pasrah jika tuhan segera mengambilnya. Tapi semenjak mengenal jessica, ia tidak ingin pergi meninggalkan yeoja itu. dia tidak bis meninggalkan jessica.

Krek. “sehun-ah, ini minumnya.”

Sehun sedikit tersontak dan segera bangkit dari tidurnya dan melap asal darah ditangannya. Ia tidak ingin jessica tambah khawatir.

Jessica memberikan gelas berisi air hangat pada sehun. sehun merasa sedikit lega karena lehernya kembali seperti biasa. “gomawo.”

Jessica menarik gelas kosong itu dan menaruhnya disamping kue. Jessica mendudukkan dirinya didepan sehun dan menatap mata sehun dalam. “apa.. kau akan meninggalkanku?”

Sehun terdiam. Jessica boleh mengajukan pertanyaan apa saja, tapi kenapa jessica harus bertanya seperti itu? sehun menghela nafas dan mengelus rambut jessica lalu menarinya kedalam pelukannya. “kau tau, satu hal yang kutakutkan didunia ini adalah meninggalkanmu dengan penyakitku.”

Jessica membalas pelukan sehun erat. dadanya terasa sesak dikala sehun nampak kembali batuk kecil. Tidak sengaja ia menangkap bercak darah di bantal sehun. jessica tau, penyakit sehun bertambah parah. Sebelumnya tidak ada bercak darah dibantal itu. “aku.. aku takut.. aku takut tidak dapat melihatmu lagi..”

Sehun menarik nafasnya. Matanya nampak basah. Ya, sehun menangis. Menangis karena ia bingung bagaimana cara memberitahu jessica. dia tidak mau jessica sakit hati. “aku tidak akan kemana-mana. Karena aku mencintaimu, maka aku akan berada disampingmu.”

Sehun dapat merasakan kaosnya yang dibagian bahu mulai basah. Ya, jessica juga menangis. Tangan yeoja itu bergetar sambil memeluknya dengan erat seolah tidak ingin sehun pergi.

“kau harus tahu, jantungku lemah. Jangan membuatku terus deg-degan didekatmu. Kau bisa membunuhku.” Gumam jessica disela tangisnya. mencoba untuk membuat suasana menjadi hangat. Namun ia hanya mendengar kekehan kecil sehun. itu membuatnya sangat sakit. Jessica sangat menyukai suara kekehan kecil itu. jessica menggigit bibir bawahnya kuat menahan isakannya. Dia tahu, sehun berusaha keras melawan penyakitnya. Itu demi jessica.

“jangan pergi kemana-mana. Berjanjilah padaku.”

Sehun nampak memejamkan matanya. “aku berjanji.”

Jessica mengangguk dan menenggelamkan wajahnya dibahu sehun. sehun sendiri memeluk jessica dengan erat seolah tidak ingin kehilangan jessica.

 

*

 

Waktu berjalan makin cepat

Seiring itu pula aku semakin jarang melihatmu

Apa kau lupa dengan janjimu?

Kau tidak pergi, kan?

 

Jessica nampak memeluk lututnya diatas tempat tidurnya. Ia menerawang ke arah polaroid berisikan ia dan sehun digantungan polaroidnya. Ada sekitar 20 polaroid tergantung disana. Jessica tersenyum kecut melihat berbagai momentnya bersama sehun. sudah berlalu 4 hari sejak malam ulang tahun sehun. itu berarti sudah 4 hari juga ia tidak bertemu sehun. ya, ketika jessica ingin menemui sehun, noonanya berkata jika sehun sedang berada diluar rumah. Bahkan sehun pun tidak mengkontaknya atau bahkan tidak berada di balkon lagi setiap pagi.

2 hari lagi ulang tahun jessica. kemana sehun? dimana janjinya untuk terus bersama jessica? apa sehun lupa?

Tok tok tok, krek. “jess? Aku masuk ya?” tanpa menunggu jawaban jessica, yuri segera masuk kedalam kamar jessica dan menutup pintunya. Tidak ada jawaban dari jessica, yeoja itu sibuk menerawang.

Yuri merasa iba dengan kondisi jessica. yeoja itu jarang tersenyum lagi semenjak pulang dari rumah sehun dulu. ia hanya tersenyum atau tertawa seadanya. Walau yuri tahu, senyum dan tawa itu tidak tulus dari hatinya.

“jess, ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi. kau tau, rasanya akan lebih sakit jika dipendam sendiri, jika kau menceritakannya padaku, aku yakin rasa sakitnya akan terbagi.” Kata yuri pelan.

Jessica menoleh ke yuri dengan tatapan kosong. Matanya sembab. “kau tau yul? Sehun itu sangat suka biskuit cokelat buatan noonanya. Sehun sangat suka bermain bersama anak kecil. Sehun sangat suka musim panas. Sehun sangat suka bermain gitar. Sehun sangat suka dengan bunga tulip. Sehun—”

Grep

Yuri menarik tubuh kurus jessica ke pelukannya. yuri tahu sekarang, semuanya memang karena sehun.

“—s-sehun berjanji untuk tidak meninggalkanku..” gumam jessica lagi. pertahanannya runtuh. Air matanya turun membanjiri bahu yuri. yuri merasa sesak. Tentu saja, jessica yang ceria sekarang menjadi seperti ini. sebenarnya apa yang sehun lakukan?

“aku tidak tahu apa yang terjadi antara kau dan sehun. tapi sehun bukan orang yang akan mengingkari janjinya. Dia pasti akan menemuimu lagi jess.”

Jessica terisak. “hiks aku tidak butuh yang lain, hiks hiks a-aku hanya ingin melihatnya saja hiks..”

Yuri tidak kuasa menahan tangisnya. air matanya mulai turun membasahi bahu jessica juga seakan ia merasakan rasa sakit jessica. “tunggulah saja. Aku yakin sehun akan segera menemuimu.”

Jessica hanya bisa diam dan mengeluarkan seluruh kesedihannya dibahu yuri. bersyukurlah yuri mau mendengar keluh kesahnya dan memberikan bahunya untuk jessica. jessica tidak tahu harus bagaimana jika tidak ada yuri.

 

*

 

April 18th

 

Sekarang aku sadar

Kebersamaan kita hanyalah sementara

Karena aku tidak bisa meraihmu lagi

Kau semakin jauh meski aku sudah menarikmu

 

Tersisa 3 jam lagi sebelum memasuki tanggal 19. Sehun tidak juga datang dan memberinya ucapan selamat. dimana dia? dimana sehun? dimana si oh sehun yang selalu muncul tiba-tiba dan membuat jantungnya berdegup cepat? Dimana sehun namjachingunya?

Jessica menghela nafas. Seharusnya ia tahu, sehun berbohong padanya. mungkin tidak pernah ada penyakit AIDS dalam tubuh namja itu, mungkin masa lalu yang kejamnya jug tidak ada, dan bahkan jessica berpikir jika noda darah yang dilihatnya diulang tahun sehun itu hanya dimanipulasi.

Tapi jessica tidak ingin mengatai sehun tukang bohong. Dilihat dari sisi manapun, sehun bukan tukang bohong. Sehun orang yang jujur. Ia mempercayai sehun.

Jessica menatap beberapa kado dihadapannya. Untuk pertama kalinya dia merasa sedih dihari ulang tahunnya. Biasanya ia merasa senang dan tidak sabar menunggu hari ulang tahun. Tapi sekarang semuanya seperti hari biasanya. Bahkan lebih buruk, karena sehun tidak memberinya selamat dan menghilang tanpa kabar.

jreng jreng jreng

Deg

Jessica terpaku mendengar sebuah suara dari luar balkonnya. Ia ingat nada tidak beraturan dan berbunyi memanggil itu. sama seperti pertama kali saat sehun menyapanya untuk pertama kalinya. Secepat kilat jessica berlari keluar kebalkon kamarnya dan mencari keberadaan sehun di balkon rumahnya sendiri. tapi kosong. Rumah sehun bahkan nampak gelap.

Jessica menggigit bibir bawahnya. rupanya Cuma khayalan. Sungguh, jessica sangat ingin menangis saat itu.

“hey tinkerbell.”

Jessica tersontak saat mendengar suara yang terdengar familiar baginya. suara sehun. jessica menggigit bibir bawahnya dan celingak-celinguk mencari keberadaan sehun. sampai akhirnya jessica merasa dadanya menggebu-gebu melihat sosok namja putih dengan rambut blondenya berada ditengah jalan dengan gitar ditangannya.

Jessica menutup mulutnya tidak percaya ketika sehun nampak tersenyum lebar kearahnya. Jessica mengerjapkan matanya beberapa kali berharap jika itu kenyataan. dan voila, sehun masih berdiri dibawah sana dengan senyum hangatnya.

“kau tidak berniat turun menemuiku?”

Jessica tersadar dan segera berlari turun kelantai bawah dan membuka pintu rumah yuri dengan pelan agar tidak ada yang terbangun. Tidak makan banyak waktu, jessica sudah berada didepan sehun yang masih tersenyum padanya.

“apa kabar, jessie?”

Jessica tidak kuasa menahan rasa sedih dan rindunya pada sehun. dengan kesal ia segera memukul dada namja itu seperti hendak menjembolkan dadanya. “babo babo babo! kau darimana saja? Kau tau aku mencarimu kemana-mana. Aku pikir kau berbohong padaku. baboya, babo.”

Sehun terkekeh kecil dan menarik tangan jessica kepelukannya. Sehun mengunci tubuh jessica dalam pelukannya menyalurkan rasa rindu yang teramat sangat. “maaf. maaf aku tidak memberimu kabar seminggu ini.” ucap sehun pada akhirnya sambil mengelus rambut halus jessica.

Pertahanan jessica runtuh. Ia terisak cukup keras didalam dekapan hangat sehun. ia merasa lega telah melihat sehun kembali. Setidaknya walau namja itu meninggalkannya, sehun masih tetap akan kembali.

uljima.” Desah sehun sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang menghiasi wajah barbie jessica.

Jessica nampak mendongak menatap sehun. “kau darimana saja?” tanya jessica lagi.

Bukannya menjawab, sehun malah mengalungkan gitarnya dipunggung jessica dan berjongkok didepan jessica. “nah, naiklah.”

Jessica mengernyitkan keningnya. “untuk apa? kau belum menjawab pertanyaanku.”

Sehun menepuk pundaknya. “kalau kau naik, kau akan tahu jawabannya.”

Jessica menyerah dan mulai menaiki punggung kurus dan tegap sehun sambil mengalungkan tangannya di leher sehun.

Setelah itu sehun berdiri dan berjalan lurus ke depan. Jessica nampak bingung. kemana sehun akan membawanya?

“kita akan kemana?”

“kau akan tahu nanti.” Jawab sehun singkat.

Setelah itu jessica memilih untuk diam dan menghirup aroma tubuh sehun yang disukainya. Menyalurkan seluruh rasa rindunya selama seminggu ini. mungkin tidak ada yang lebih melegakan daripada perasaannya sekarang. Yang jelas sehun sudah kembali. Itu sudah cukup. Tanpa terasa, mata jessica mulai memanas. Air matanya menggenang dipelupuk matanya. jessica merapatkan tanganya seolah tidak ingin kehilangan sehun lagi.

Sehun tersenyum pahit merasakan pelukan jessica mengerat. Ia sungguh ingin menangis saat ini melihat jessica masih baik-baik saja tanpa dirinya.

“kau tahu, jika mencintaimu sama saja dengan menularimu, aku bersumpah untuk tidak pernah mencintaimu.”

Tes

Setetes air jatuh begitu saja dari mata jessica. perasaannya menjadi sangat sesak. Sehun benar-benar mempermainkan perasaannya saat ini. jessica menyenderkan kepalanya di bahu sehun sembari menunggu lanjutan ucapan sehun.

Tapi buktinya tidak ada lagi percakapan sampai akhirnya sehun membawanya ke suatu tempat yang tidak asing bagi jessica. jessica mendongak dan mengernyitkan dahinya. Sehun membawanya ke taman bunga tempat dulu jessica, yuri, dan sunny suka bermain disana ketika kecil dulu.

Sehun melangkahkan kakinya melewati taman-taman yang sudah tidak indah dipandang mata itu lebih dalam sampai ia menemukan 2 pohon besar nampak berdiri bersampingan dibagian belakang taman bunga itu. sehun masuk disela-selanya. Jessica sedikit ketakutan karena tempat itu cukup gelap. Hanya cahaya samar-sama dari lampu jalan dan bulan dilangit yang menerangi jalan mereka.

“oh sehun, sebenarnya kita akan kemana?” tanya jessica bingung.

“diam saja. Kau akan tahu setelahnya.” Jawab sehun dengan sedikit penekanan dan masuk semakin dalam. jessica memilih untuk menenggelamkan dagunya dibahu sehun.

“kita sampai.” Ucap sehun sambil berhenti berjalan dan berjongkok untuk menurunkan jessica. jessica mengernyitkan keningnya dan turun dari punggung sehun.

“sampai apanya? Ini dimana?”

Sehun menaruh telunjuknya dibibir ranum jessica. “sst. jangan ribut. Sebentar lagi kau akan tahu. Tutuplah matamu.” Suruh sehun. jessica dengan patuh menurutinya karena ia sudah sangat penasaran. Apa yang sehun akan beritahu ditempat gelap seperti ini?

Sehun tersenyum kecil. Wajahnya yang pucat nampak sangat senang walau terlihat jelas ia sedang kesakitan. Sebuah cahaya kecil membuat sehun memperbaiki raut wajahnya. Cahaya kecil itu menjadi besar dan terbagi banyak. Dengan cepat sehun membuka ponselnya dan bersiap untuk menekan sebuah tombol disana.

“bukalah matamu.” Suruh sehun lagi. perlahan jessica membuka matanya pelan. bertepatan dengan itu, sehun segera memencet tombol di ponselnya dan sedetik kemudian seluruh pohon yang mengelilingi mereka menyala.

Jessica terperangah. Ia tidak bisa menggambarkan apa yang dilihatnya saat ini. sangat-sangat indah.

Jessica nampak merasakan ada sesuatu yang berterbangan disekitarnya. Matanya membulat. “kunang-kunang!” seru jessica girang.

Sehun mengangguk. “selamat ulang tahun, jessie.” ucap sehun sambil tersenyum lebar di wajah pucatnya.

Jessica tersenyum tak kalah lebar. “terima kasih banyak, sehun-ah.”

“kau tahu, inilah alasan kenapa aku tidak mengunjungimu seminggu ini. aku sibuk menyiapkan ini semua untuk kejutan ulang tahunmu. Maaf karena aku tidak membeli kue atau membeli kado. Aku tidak memiliki ba—”

Omongan sehun terputus saat sekarang ganti jessica yang menaruh telunjuknya dibibir sehun. “bersamamu sudah lebih dari cukup.” Ucap jessica tulus lalu kembali menarik jarinya. Matanya berkaca-kaca diterpa cahaya kerlap-kerlip dari pohon.

Sehun tidak tahu harus berkata apa lagi. “aku sungguh ingin menciummu. Tapi aku tidak ingin menularimu. Maafkan aku. aku tahu aku namja pengecut. Tapi ini takdir kita. maafkan aku belum bisa menjadi yang terbaik bagimu.”

Jessica menggeleng. “ini memang sebuah takdir. Sungguh kejam.”

Sehun tidak menjawab. Ia menangkup wajah mungil jessica setelah ia mengeluarkan batuk kecilnya lebih dulu. “bagaimana seminggu tanpa diriku?”

Jessica menatap mata sehun dalam. “aku.. aku tidak memiliki apapun selain mengkhawatirkanmu dan merindukanmu.” Jawab jessica sejujurnya.

Sehun terkekeh. Bibirnya sudah memutih pucat. Jessica merasa sakit melihat itu.

“apa kau akan pergi lagi?” tanya jessica hati-hati.

Sehun menatap jessica. sangat dalam. “aku selalu ingin membuat kisah kita berakhir happy ending seperti di neverland sesungguhnya. tapi nyatanya..” sehun tidak dapat melanjutkan kalimatnya. Setetes air jatuh dari matanya. sungguh berat mengatakan pada jessica jika ia benar-benar sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi. tubuhnya terasa lumpuh. AIDS itu sudah memakan seluruh organ terpentingnya.

Jessica terpukul karenanya. “jika mencintaiku mampu membuat penyakitmu menular, maka cintailah aku. karena aku rela mati bersamamu. Karena aku ingin tahu apa yang kau rasakan.”

Sehun tertegun. ia tidak kuat lagi menahan isakannya. Sesegera mungkin ia memeluk jessica dengan erat seakan itu adalah pelukan terakhirnya. Jessica merasakan air matanya sudah demo berjatuhan. Bahunya naik turun menahan isakan.

“jika aku tidak bisa menemanimu lagi, berjanjilah uhuk uhuk satu hal. kau harus uhuk bahagia walau tanpa aku disampingmu. Kau harus segera sembuh dan uhuk mengejar cita-citamu lagi. temukan namja yang benar-benar mampu menjagamu uhuk dan mampu membuatmu tersenyum seperti diriku. Dan.. uhuk uhuk..” batuk sehun mengeras membuat jessica terisak sangat keras. Ia memeluk sehun dengan tidak kalah erat.

“ja-jangan hiks bicara sembarangan hiks.. ka-kau sudah berjanji untuk hiks selalu berada disampingku hiks..” isak jessica keras.

Sehun menahan isakannya sendiri. “dan jika aku pergi, jangan mengenangku terus uhuk uhuk.. jika kau merindukanku, aku akan bersamamu, didalam hatimu, uhuk uhuk.. aku akan menguatkanmu dari dalam. jangan lupakan aku.. hiks..”

Jessica memejamkan matanya dan terisak sangat keras. “jangan hiks berkata seolah kau hiks hiks akan pergi.. meninggalkanku.. hiks..”

Sehun tersenyum tipis dan terkekeh. Kekehan yang membuat jessica selalu merasa senang. “happy birthday, my really really tinkerbell. I love you more than you know. Even if we’re not happy ending like in neverland, trust me, our story never had ending. See you in real neverland. I love you, really love you, jessica jung.”

Jessica terpaku. Tangan sehun yang awalnya memeluknya dengan erat sekarang tergantung bebas tanpa tenaga. Tubuh sehun memberat seolah tidak ada lagi yang mengisi tubuh itu. ya, sehun telah pergi.

Jessica membabi buta menggocangkan tubuh sehun berharap namja itu hanya tidur karena kelelahan. “yak oh sehun! ppalli ireona! Yak! hiks hiks hiks..”

Jessica terisak. terisak yang benar-benar terisak. ia tidak menyangka jika sehun akan pergi secepat ini. ia menyerah. Sehun telah pergi dalam pelukannya.

Jessica memejamkan matanya membiarkan air matanya terus mengalir tanpa henti. Ia memeluk tubuh dingin sehun erat untuk terakhir kalinya.

i love you.. i love you.. i love you.. i really love you.. please comeback..

 

*

 

5 years later

 

Aku sadar jika kita dua kutub yang berbeda

Walau kita sama-sama memiliki penyakit mengerikan

Harusnya aku juga kalah dari penyakitku seperti dirimu

Tapi dirimu yang tinggal dihatiku menguatkan jantungku

 

Jessica tidak lagi bersedih akan kematian sehun 5 tahun yang lalu. ia tau, sehun tidak akan senang melihatnya bersedih. Oleh karena itu ia sudah mampu menerima kenyataan dan membuka matanya lebih lebar untuk namja lain. Dan terbukti sekarang, ia telah resmi bertunangan dan akan segera menikah dengan seorang namja china kenalan jiyong—kris wu.

jessica belajar untuk mencintai kris seperti dulu ia mencintai sehun dan ia berhasil. Walau bayang-bayang sehun masih sering hinggap dibenaknya, jessica akan terus mengenangnya dalam hati.

 

Hy Jessienkerbell!

Apa kabarmu selama aku tidak ada, hum?

Aku yakin kau sangat merindukan ketampananku, kan? Ayolah jujur saja. Aku dapat merasakannya.

Aku sangat bingung harus menulis apa. mungkin sebaiknya aku merekam suaraku saja. Tapi aku takut salah bicara. Tapi sekarang aku tidak tahu harus menulis apa.

Jessicaku, tinkerbellku, yeojachinguku, dan segalanya.

Terima kasih sudah mau menjadi yeojachinguku walau hanya beberapa minggu. aku berusaha untuk memberikan kenangan lebih, tapi sayangnya, aku tidak bisa. Kondisiku tidak meyakinkan.

Aku bersyukur kau datang di waktu yang sangat tepat. Aku senang kau datang sebelum aku berulang tahun. Aku senang kau datang sebelum penyakitku semakin memburuk.

Aku tahu kenangan kita tidak terlalu banyak, tapi aku harap kau mampu menjaganya baik-baik untukku dan untukmu.

Jangan suka makan cotton candy terlalu banyak, nanti kau sakit perut.

Jangan suka pakai baju yang terlalu terbuka, nanti kau sakit.

Jangan mengenangku sambil berpikir untuk menyusulku, nanti aku bisa marah padamu.

Dan jangan menangisiku ketika aku tidak disampingmu, aku tersiksa melihatmu bersedih sementaa aku tidak bisa melakukan apapun.

Aku bahagia bisa mengenalmu, menghabiskan waktu-waktu terakhirku bersamamu.

Aku sungguh mencintaimu. Sangat.

Terima kasih karena kita bertemu di waktu yang sangat tepat.

-Oh Sehun, your Peterpan-

 

Jessica melipat kertas itu pelan. surat terakhir sehun untuknya sebelum ia meninggal dulu. noona sehunlah yang memberikannya. Dan sekarang surat itu seperti surat kabar di pagi hari bagi jessica. surat itu seakan sebuah dorongan untuknya agar selalu semangat menjalani hari. Walau pada awalnya ia selalu menangis setiap kali membaca surat itu. di beberapa sisi surat itu, tercetak sedikit noda darah yang jessica yakini, sehun menulis surat itu ditengah penyakitnya yang memburuk.

Jessica tersenyum tipis dan mendongak menatap sebuah balon tergantung di samping jendela kamarnya. Ia ingat balon itu, balon yang dulu sehun ambilkan hanya karena ia mengatakan balon itu sangat cantik. sehun bahkan rela memanjat pohon yang tinggi walau sebenarnya ia takut ketinggian. Jessica terkekeh kecil mengingat hari itu. ia bisa melihat tulisan seperti kaligrafi tercetak memenuhi permukaan balon.

Sebuah tulisan yang akan membuatnya teringat dengan cinta pertamanya yang berakhir di musim panas korea ditengah kunang-kunang tepat pada hari ulang tahunnya.

Felicitous Meet

The End

 

Astaga udah berapa lama sejak aku gak bikin ff lagiii? Pas keinget ultah jess, cepet-cepet bikin ff gini nih-_- ini special buat ultah jess dan ultah sehun jugaa yang udah lewat sih tapi gapapa hehee.

Oke gimana ffnya? Apa aneh? Jelek? Kepanjangan atau ga ngefeel? Sumpah aku ngebet bikinnya. Nyari inspirasinya susah. Dan tarantaram, pas nonton film indonesia yang judulnya ‘Mika’ itu inspirasi aku langsung jalan. Aku minjem alurnya dan ngerubahnya dalam bentuk versi aku. gak tau bagus atau ga. Dan soal cast, aku aja bingung kok bisa milih sehun yang polos-polos gitu mukanya. Soalnya aku rasa sehun tuh cocok buat cast disini. dia kesannya gentle gitu terus ngelindungin jessica banget. Apapun yang jessica mau, sehun selalu penuhin.

Bisa dibilang ini adalah ff oneshoot pertamaku. Karena aku ga ahli buat ff oneshoot (sebelumnya aku cma tau bikin ff chapter), jadilah kepanjangan gini, ada sekitar 9.500 words T^T)b. Mungkin ada yang bosan gitu ya?-_- soalnya ff ini rada fluff gitu, kan biasa ada yang ga begitu suka ff fluff._.

Overall, Saranghae!!!<3

Thankyou for reading, saranghae chingu /love sign/;)

23 thoughts on “(FREELANCE) J BORNDAY SPECIAL ‘FELICITOUS MEET’ [Long Oneshoot]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s