Sequel of Only One – Chapter 1 (Set Me Free)

  Author : Kim Jemi

Cast :

– SooYeon Jung

– Oh Sehun

– Henry Lau

– Park Chorong

Genre : Romance, Angst, Sad, Friendship

Rating : PG-13

Length : Chaptered

SooYeon menutup wajahnya. Rasanya ia tak sanggup untuk masuk kuliah hari ini. Bagaimana tidak, ia tak mungkin sanggup untuk bertatap muka dengannya lagi. Tiba-tiba ponsel di sampingnya berdering. Taeng.

“Yeoboseyo Taeng-ah?”

“Kalian putus?”

Untuk kesekian kalinya ia menghela napas berat. Mungkin sudah lebih dari sepuluh orang yang menanyakan pertanyaan yang sama. Kalian putus? Apa hubungan kalian berakhir? Kenapa kalian putus? Apa alasannya? Dan masih banyak lagi. Ia rasa kini semua orang berbakat menjadi netizen.

“Hm, aku putus dengannya kemarin. Wae?” Kini ia bisa mendengar lawan bicaranya menghela napas berat.

“Hubungan kalian sudah lama, kan? Apa kau tak menyesal?”

“Tak ada gunanya menyesal. Ini keputusan kami berdua, tak ada jalan untuk kembali.”

“Yasudahlah, aku hanya ingin menanyakan itu saja. Hei, kau tak akan bolos kuliah kan?”

Sehun mengedarkan pandangannya. Hanya ia dan beberapa temannya yang masih duduk di cafetaria. Ia menyalakan ponselnya. Ujung bibirnya sedikit naik melihat wallpaper ponsel ditangannya. Perpisahan ini pasti berat, bagi dirinya, maupun bagi gadis itu.

“Kau putus?” Sontak ia menoleh dan melihat Kyungsoo menatapnya penasaran. Sehun mengangguk dan menyesap minumannya.

“Padahal kalian cocok.” celetuk Baekhyun yang duduk di hadapannya.

“Kurasa suatu hubungan bukan berdasarkan cocok atau tidaknya pasangan itu. Mungkin jika aku dan SooYeon ingin meneruskan hubungan ini, kami tak akan berpisah. Aku bukannya peramal cinta yang handal meramalkan suatu hubungan, tapi kurasa percuma saja jika kami melanjutkan hubungan kami. Entah bagaimana aku menjelaskan perasaanku, tapi kurasa inilah yang terbaik.” Ujar Sehun yang diakhiri senyuman kecut.

Ia tak mengira hal yang disebut ‘cinta’ akan serumit ini. Awalnya ia pikir menjaga perasaan dan suatu hubungan itu semudah menjumlahkan satu ditambah satu, namun ia salah. Tidak, ia sama sekali tak menyesal pernah mencintai dan menjalin suatu hubungan dengan gadis itu. Namun, yang masih ia sesali adalah hubungan mereka yang berakhir seperti ini.

Bayangan kenangan mereka seperti terkunci rapat di memori otaknya. Masa-masa yang mereka lalui bersama seakan menyatu menjadi kepingan film pendek yang tak henti-hentinya diputar oleh otaknya. Oke, mungkin ia memang berlebihan. Berlebihan dalam menanggapi akhir dari hubungan mereka. Bahkan kini ia yakin SooYeon akan segera bangkit kembali dan melangkah meninggalkannya yang masih tenggelam dalam sakit hatinya.

“Oh ayolah, kau tak boleh terus menerus memikirkannya secara berlebihan. Sekarang yang kau perlukan hanyalah hiburan, kau tahu? Hiburan!” Sehun mengangkat wajahnya dengan malas. Suara Chanyeol yang lumayan keras membuat kepalanya pening.

“Hiburan apa? Jangan bilang kau akan mengajakku ke klub langgananmu. Aku bukannya anak yang sangat patuh terhadap Tuhan, tapi aku sedang tak ada mood untuk itu.” Chanyeol mendekat dan merangkul bahunya.

“Aku memang berniat mengajakmu ke suatu klub. Yah, bukan klub ternama sih, tapi aku yakin kau akan segera move on dari SooYeon. Kau tak akan percaya setelah melihat bartendernya. Aku dan teman-temanku biasanya menyebutnya Milky.” Sehun melirik Chanyeol dan kembali menunduk.

“Maaf tapi aku benar-benar tak tertarik, Yeol.” Mendengar penolakan Sehun, Chanyeol tersenyum dan akhirnya tertawa.

“Aku akan menjemputmu jam 7 nanti.”

Es krim cokelat yang meleleh di tangan membuatnya tersadar dari lamunannya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, keadaan taman masih sepi sama seperti beberapa menit yang lalu.

Woof! Woof!

Sontak ia menoleh dan melihat seekor anjing cokelat-hitam di dekat kakinya. Anjing itu menjulurkan lidahnya dan menggonggong ke arahnya semakin keras. SooYeon mengedarkan pandangannya ke penjuru taman, sepertinya anjing ini tersesat. Ia mengulurkan tangannya dan mengelus kepala anjing itu.

“Maaf, apakah anjingku sudah mengganggumu?” Seorang gadis bersurai hitam panjang menatapnya dengan pandangan menyesal. Seutas tali di tangan gadis itu membuat SooYeon tersenyum.

“Tidak, sama sekali tidak. Ia hanya datang kepadaku dan menggonggong beberapa kali. Apakah ia kabur?” SooYeon melihat gadis itu mengangguk dan memasangkan tali yang ia pegang ke pengait yang ada di kalung anjingnya.

“Sekali lagi aku minta maaf atas kelakuan anjingku. Ah, aku harus pergi. Annyeong.” Gadis itu membungkuk sedikit dan berbalik meninggalkan SooYeon.

Setelah melihat punggung gadis itu hilang di persimpangan jalan, ia memasang earphonenya. Jarinya mengetuk layar iPod di tangannya. Alunan musik sendu mulai mengalir melalui earphone yang ia pakai.

Set me free, let me be.

Let me go so I can rest for a moment.

Set me free, let me be.

This isn’t right, like a fool, I keep shedding tears.

Penggalan bait lagu yang ia dengar membuatnya tertegun. Dulu ia sempat sangat menyukai lagu ini, namun bukan karena makna yang terkandung di dalamnya, melainkan iramanya yang sendu. Biasanya ia akan memutar lagu ini jika ia ingin tidur. Mungkin bisa dibilang ini salah satu lagu pengantar tidur favoritnya. Tapi siapa sangka ia mulai mendengarkan lagu ini secara intens dan mencoba mencari maknanya.

“Aku tak mengira lagu ini mempunyai kesan yang mendalam. Yah, khususnya untuk keadaanku saat ini.” gumamnya dan menengadah menatap langit musim semi. Perlahan ia menutup matanya dan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya.

“SooYeon-ssi?” Sontak ia membuka mata dan menoleh ke samping kirinya. Seorang pria berambut cokelat dan mengenakan kemeja putih tersenyum kepadanya.

“Apakah aku mengagetkanmu? Maaf kalau begitu. Ngomong-ngomong boleh aku duduk di sampingmu?” Ia kembali tersenyum. SooYeon terpaksa membalas senyumnya dan menggeser posisi duduknya sedikit.

“Maaf, kau mengenalku?” SooYeon sadar akan pertanyaan konyolnya dan memukul kepalanya pelan.

“Bukankah dulu kita sangat akrab? Ingat tidak saat kau memanggilku mochi?”

Mochi? Bukankah itu nama kue? Apa mungkin pria ini salah orang? Seingatnya ia tak pernah memanggil seseorang dengan sebutan seperti itu.

“Kalau begitu bagaimana dengan surat cinta pertamamu yang dibalut amplop merah muda dan permen karet sebagai perekatnya? Apa kau ingat?” Mendengar perkataan pria itu membuat wajahnya seketika memerah. Jangan-jangan..

“H-Henry?” Pria itu tersenyum dan merangkul bahu SooYeon.

“Syukurlah kau mengingatku. Kau tahu? Tadi aku terlihat seperti pasien rumah sakit jiwa yang kabur dan menanyai orang-orang yang aku temui dengan pertanyaan konyol.”

Henry? Sejak kapan ia ada di Korea? Seingatnya dulu saat ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas, Henry-yang merupakan tetangganya- kembali ke Kanada bersama kedua orang tuanya dan melanjutkan sekolahnya di sana.

“Aku pindah ke Korea beberapa hari yang lalu. Orang tuaku menyuruhku untuk melanjutkan bangku kuliah di sini.”

Henry melepaskan rangkulannya, “Syukurlah aku bertemu denganmu di sini. Sebenarnya aku berniat mengunjungi rumahmu tapi sepertinya kosong.”

“Aku tinggal sendiri. Orang tuaku dan Krystal kembali ke San Fransisco saat aku masuk kuliah.”

“Jadi aku boleh tinggal bersamamu?” SooYeon terkejut dan menoleh cepat. Apa katanya? Tinggal bersama? Ia merasa kini wajahnya mulai memerah seperti tomat. Gadis itu memegang kedua pipinya yang memanas.

“Ya, kau ini membayangkan apa eoh? Tentu saja aku hanya bercanda.” Henry mengulurkan tangannya dan mencubit kedua pipi SooYeon.

“Bagaimana? Kau suka?”

Dentuman musik yang keras memekakan telinga pria yang duduk di meja bartender itu. Segelas vodka di tangannya kembali ia teguk dengan cepat. Persetan dengan mabuk atau tidaknya ia sekarang, yang ia inginkan saat ini hanyalah melupakan masalahnya sejenak.

“Hei, kau lihat bartender yang baru saja keluar itu? Itulah Milky. Cantik, bukan?” Sehun melirik bartender ‘cantik’ itu sebentar dan membuang muka.

“Kau sama sekali tak tertarik, ya?” Chanyeol menghempaskan tubuhnya ke kursi di samping Sehun. Ia menatap nanar sahabatnya yang satu itu.

Tiba-tiba Sehun berdiri dan berbalik meninggalkan Chanyeol menuju pintu keluar. Chanyeol menghela napas dan menyesap minumannya. “Sesulit itukah kau melupakan SooYeon?”

Ia menancap gas lumayan kencang. Mobil putih itu melaju cepat di jalanan kota Seoul yang mulai sepi. Mungkin sudah lebih dari satu jam ia berkendara tak tentu arah seperti ini. Ponselnya berdering beberapa kali namun ia hiraukan begitu saja.

Sesuatu di pinggir jalan membuatnya menurunkan kecepatan mobilnya. Seorang gadis dan dua orang pria. Ia merasa ada yang ganjal dengan mereka. Tangan gadis itu ditarik dengan paksa dan membuat gadis itu berteriak.  Melihat kejadian itu, sontak Sehun turun dan menghampiri mereka. Ia mengambil tongkat baseball di mobilnya dan memukul punggung kedua pria itu. Tak terima dengan perlakuan Sehun, salah satu pria itu bangkit dan melayangkan tinjunya. Dengan sigap Sehun menghindar dan kembali memukul kedua pria itu hingga mereka akhirnya melarikan diri.

“Apa…yang barusan..” Sehun menoleh dan melihat gadis itu terduduk sambil memeluk kedua lututnya.

“Gwaenchana?” Ia mendekat dan menyentuh bahu gadis itu. Tubuhnya bergetar hebat. Ia pasti ketakutan.

“Kau aman sekarang.” Ia membantu gadis itu untuk berdiri. Surai hitam gadis itu terlihat acak-acakan.

“Perlu ku antar pulang?” Sontak gadis itu menggeleng cepat.

“Aku sudah cukup merepotkanmu. Aku bisa pulang sendiri.” Melihat langkah gadis itu yang sedikit goyah membuat Sehun menarik tangannya dan menyuruhnya masuk ke mobil.

Hening. Selama perjalanan menuju rumah gadis itu, tak ada yang memulai pembicaraan. Setelah menyebutkan alamat rumahnya, gadis itu hanya diam menatap keluar jendela.  Entah mengapa wajah gadis itu terlihat tak asing. Sehun memutar otaknya mencoba mengingat gadis di sampingnya. Saat berhasil mengingat, ia tersenyum kecut. Ia yakin gadis itu adalah bartender cantik yang akan dikenalkan padanya tadi.

“Milky?” Gadis itu menoleh dengan raut wajah bingung. Apa pria yang mengantarnya pulang ini adalah salah satu langganan klub tempatnya bekerja?

“Kau..sering datang ke klub kami?” Sehun tersenyum simpul dan kembali fokus menyetir.

“Aku mendengar rumor tentang bartender cantik dari salah satu teman dekatku. Karena paksaan temanku itu, tadi ia sempat membawaku ke klub tempatmu bekerja. Dan karena kepalaku mulai terasa pening dengan dentuman musik yang keras, akhirnya aku memutuskan untuk pulang.” Jelas Sehun panjang lebar.

“Namamu memang Milky?” Lanjutnya sambil menoleh sekilas.

“Aniyo. Namaku Park Chorong.” Sehun hanya membentuk bibirnya menjadi ‘o’. Chorong mengangguk dan kembali membuang pandangannya keluar jendela.

“Kita sudah sampai. Terima kasih atas tumpangannya.”

Tbc

Aku cuman mau bilang untuk membaca fanfic Only one terlebih dahulu. Maaf aku nggak sempat ngasih linknya disini😭  Bagi yang memiliki akun Wattpad kalian bisa follow KimJemi . Aku harap kalian akan menyukai perkembangan Sequel ini kedepannya. Komen juseyo!

37 thoughts on “Sequel of Only One – Chapter 1 (Set Me Free)

  1. Ahhh sayang sekali hubungan HunSica berakhir, padahal kan mereka cocok😦
    Waduh ada Henry jangan” ntar dia bkin Sooyeon tambah jauh dr Sehun. Trus ada Chorong juga huwee ntar Sehun suka ama Chorong gimana??
    Padahal aku berharap kedepannya Hunsica bisa balikan😀
    Btw, ff nya bagus thor cerita nya juga menarik~~ ditunggu next chap thor^^

  2. yahh syangnya aplikasi wattpad aku hpuss..tpi ntar aku download lgi..hehehe..eonni jrang2 loh aku baca cerita yang ada jessica eonni dan choronf eonni di satu ff..pasti seru nih..
    keep writing ya next chap nya aku tnggu eon

    • Wah udah dihapus ternyata^^ tapi nggak apa” kok. Eh, jarang ya? Aku kira kalo Jessica sama Chorong jadi rival itu malah udah mainstream tapi ternyata nggak😀 iya terus pantengin ff ini yak^^ makasih udah baca dan komen^^

  3. chorong? ada chorong??? oh no!! jangan dong.. hiks… kalau ada henry siih gapapa tapi kalau nambahin yeojanya jangan asalkan kalau saudaraan sih boleh… hehe…

    pengen hunsica balikan .. aduuuh ga kuat… tapi paling senang jika senry suka ama sica terus sehun cemburu baru itu menarik tanpa ada chorong di sekitar mereka…

    • Aku mau narik Chorong kayanya terlalu cepet ya^^a mungkin kedepannya akan ada dimana Chorong harus pergi🙂 makasih sarannya, pantengin trus ff ini yak^^ makasih udah baca dan komen^^

  4. hai!~
    aku udah baca kok ff only onenya, dan aku buka jenong udah ada sequelnya kan itu ff udh lama bgt dikira gak ada huhu. tapi maaf thor aku gak ninggalin komen disitu, soalnya wp aku error nya nauzubilah wkwk, dan semoga inimasuk #amin. sebetulnya aku lebih suka sama sehunjess drpd jesshenry ataupun sehunchorong. soalnya aku pernah baca ff sehunchorong dan itu bikin aku trauma(?) mungkin udah keseringan baca ff Exojessica kali ya :v bener nyesek didada. yaudah komenku kerasa curcolnya wkwk lanjut ya^^ jangan gantung~ semangat ^-^)9

    • Gak sempet komen? Gak apa apa kok^^ sekarang komennya masuk ya^^ aku juga lebih suka sehunx jessica🙂 wakakakak sama aku juga pernah nyesek kaya gitu :v pantengin trus ff ini yak^^ makasih udah baca dan komen^^

  5. pendek bangettt T^T hobi bener buat ff pendek kamuu,, bikin penasaran aja.. -.- ehh,, ad milky alias chorong nyempil .. jngan bilang nnt sica jd sma henry dan sehun malah sma si chorong ?? andwae -n- keep writing, saeng .. dtunggu klanjutan nyaaa :3

  6. Apakah dengan kedatangan Henry & Chorong bakal membuat hubungan Sehun & Sica makin menjauh😦
    Tapi saya malah berharap HunSica bakal saling cemburu nantinya, agar mereka sadar akan perasaan mereka yg sesungguhnya. Dan perasaan yg dlu hilang bisa kembali lagi ^0^/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s