[FREELANCE] Bastard (CHAPTER 4)

PicsArt_1429999174352_resized

 

TITLE                 :Bastard [Chapter 4]

AUTHOR            :Surprisica

MAIN CAST       :Jessica Jung,

OTHER CAST   :

  • Kris Wu
  • Oh Sehun (EXO)
  • Luhan
  • Kai Kim (EXO)
  • Im Yoona (Soshi)
  • Kim Taeyeon (Soshi)
  • Jung Yunho
  • Krystal (fx)
  • Lee Hyeri (girls day)
  • Byun Baekhyun (EXO)

GENRE               :Schoollife, Romance, Friendship

LENGTH            : Chaptered

DISCLAIMER    :Each cast is belong to God, Family, company, theirselves, ETC.
I just owner of the art and storyline.

ENJOY

Suasana beku di kelas khusus seketika mencair saat tangan lentik Jessica menjadi senjata yang meninggalkan bekas memerah di pipi Kris. Itu bayaran untuk merebut ciuman pertama Jessica dengan cara yang gila.

Krismerasa sedikit menyesal.

Yunho yang baru saja memasuki kelas sempat melihat kejadian penamparan Kris oleh Jessicasadar bahwasesuatu yang tak sepeleh  dan tidak bisa diabaikan begitu saja telah  terjadi di kelasnya

“apa yang terjadi disini?” Yunho bersuara, suara yang terdengar seperti lengkingan penanda hari kiamat itu kini menjadi pusat perhatian. Semua mata membulat menatap Yunho, kecuali Jessica. Diekor matanya masih fokus menatap Kris yang  telah membuat kekacauan ini

“Jessica! Kris! Jelaskan pertengkaran apa yang terjadi! Dan Kau Byun Baekhyun—kenapa tak kembai ke kelasmu?”Baekhyun yang ditegur oleh Yunho menjadi kikuk dan hanya memberikan bungkukan singkat lalu pergi meninggakan kelas dengan sejuta kebingungan akan peristiwa beberapa menit yang lalu itu.

Kali ini hanya unyi desau angin musim semi yang mendominasi kelas khusus, Yunho diam menanti seseorang mau memberanikan diri menjelaskan adegan tamparan beberapa menit lalu, namun sepertinya para murid telah berhasil memompa habis kesabarannya

“aku adalah pendidik tunggal di kelas ini. Dengar?! Akulah yang bertanggung jawab penuh atas kelas ini pula. Mengerti? Jadi,aku tidak akan tinggal diam dengan peristiwa krusial muridku. Aku juga harus mengetahui  agar bisa terjun memahami kalian. Jadi, cepatah beritahu! Kalian tidak bosan dihukum  kah?” mendengar kalimat Yunho yang terakhir rupanya telah  menumbuhkan rasa khawatir ke tujuh murid itu.

Kris pun memutuskan untuk mengakui bagaiman adegan ini bisa terjadi.

“aku mencium Jessica!” jawab Kris, Yunho mengernyitkan dahinya, memandangi Kris dan Jessica bergantian. Mencoba membaca kejujuran dari wajah mereka berdua.

Wajah Kris tampak tenang, sedangkan Jessica dipenuhi mimik ketidaksenangan. Bukankah ini sudah jelas bahwa kris tidak berbohong?

“kalian berpacaran?” Yunho semakin meninggikan suaranya, Kris mengangguk dan Jessica menggeleng. Lagi-lagi Yunho dibuat menambah kerutan di dahinya.

“jangan memaksa Kris!” bentak Sehun yang tak suka dengan pengakuan Kris yang jelas-jelas bohong itu

“bagaimana bisa kau menyebut dirimu kekasih Jessica?” Luhan tak mau tinggal diam. Kris yang merasa harga dirinya sudah terinjak –injak tak mau berhenti disini saja. Apalagi melihat Taeyeon yang tampak sedikit tersentil dengan kejadian ini semakin menuntut hati kecil  Kris untuk terus melanjutkan ini sampai akhir. Sampai Taeyeon bisa menyadari bahwa dirnya jauh lebih berarti dibanding Baekhyun atau siapapun.

“Jessica, pacarku yang cantik ini hanya malu mengakui didepan umum! Kalian tidak perlu membantunya beralibi!” tegas Kris pada Sehun dan Luhan atau sebenarnya kepada seisi kelas. Mendengar Kris yang semakin konyol,  Jessica jaditak bisa menahan diri untuk tidak menendang tulang kering Kris dengan keras. Kris meringis, mengangkat satu kaki yang telah di tendang Jessica itu dengan wajah penuh kesakitan

“duduk semua dan dengarkan aku! Kalian tidak boleh berpacaran. Di kelasku tidak boleh ada kata pacaran, khususnya sesama murid disini. Kurasa sudah cukup jelas, jadi tidak perlu mencoba berpacaran diam-diam, karena kalian tidak akan berhasil melakukannya!” tandas Yunho sembari memulai pelajarannya.

“arrggh, guru ini bahkan mengurusi asmara” gumam Kai pelan, Yoona yang mendengar itu ikut merenungi. Bagaimana jika ia sampai benar-benar jatuh pada pesona Luhan? Bagaimana jika ia jatuh cinta pada Luhan?

++++++++

Bel sudah mendeklarasikan  saat berakhirnya sekolah, beberapa murid berseragam Hitam –Coklat khas Pangyeol High School sudah berada diluar kelas. Tampaklah seroang gadis bernama Krystal Jung masih diam ketika beberapa orang dikelasnya mulai beranjak dari duduk. Ia hanya menatapi mejanya yang dipenuhi tulisan-tulisan yang tidak mengenakkan . Tadinya Krystal pikir pelaku yang meneror dirinya dengan kalimat kasar itu adalah  Kai, namun karena pria itu tak mengakui, Krystal jadi sangat penasaran siapa yang telah berbuat se-gila ini padanya.

Anehnya, mengapa Kai menuduh teman-temannya?

“Soojungii! Ayo pulang bersama!” seru Naeun pada Krystal dengan muka dua-nya. Krystal menatap Naeun, Yeri, dan Shinbi bergantian. Apa mungkin mereka yang melakukan ini padanya? Rasanya mustahil melihat wajah tulus nan lugu ketiga orang temanku ini.

“kalian duluan saja, girls! Aku menunggu Jessi” jawab Krystal

“ohya, sore nanti kita bertemu di bioskop seperti  biasa, yah?!” Shinbi mengedipkan mata pada Krystal setelah memberitahu soal acara rutin mereka, menonton film.

“tentu!!”

“ya sudah, kami pulang!Annyeong babe…” kali ini Yeri yang mewakili kedua lainnya untuk berpamit pada Krystal. Ketiganya tak langsung pulang, tapi mampir di toilet untuk sekedar memperhatikan penampilan mereka.

 

Diwaktu yang sama,  Kris masih gencar mengejar Jessica yang sepertinya sangat marah . Gadis itu bahkan langsung beranjak dari kelas seperginya Yunho dari kelas. Sederhana saja, Jessica tidak ingin lagi berhadapan dengan Kris yang semakin menyebalkan itu.  Ia muak.

Tapi Kris yang sudah memutuskan untuk tak berhenti hingga akhir harus benar-benar memanfaatkan Jessica atau ia tidak bisa menang dari Taeyeon. Karena itu, ia terus mengikuti kemana Jessica pergi hingga terhenti di toilet wanita.

Kris tidak ada pilihan lain selain menunggui Jessica dari luar, kecuali ia rela wajah tampannya babak belur  dihajar belasan yeoja didalam sana.

Jessica diam di kamar mandi, menatap wajahnya di cermin. Yah, ia hanya perlu sendiri bersama bayangannya dulu untuk mencerna bebannya. Sesekali ia membasuh wajahnya agar mengurangi pikulan yang bertambah dari waktu ke waktu.

“kau lihat wajah sok cantik Krystal tadi?” suara seorang gadis diluar sana sejenak membuat Jessica menghentikan kegiatan melamun dan membasuh wajahnya.

Naeun, Yeri, dan Shinbi kini baru masuk ke toilet dan mulai memperbaiki dandanannya. Merasa tidak ada orang, ketiganya pun memulai gosip tidak bermutu mereka

“kau lihat wajah Krystal tadi?” ujar Yeri sembari mengeluarkan alat pelentik bulu matanya

“tentu saja. Dasar anak pelacur! Aku malas sekali sok berteman dengannya begini!” sahut shinbi

“kalau saja di bukan adik dari seorang senior disini, aku sudah akan kembali membullinya seperti yang anak-anak lakukan tahun lalu!” timpal Naeun

“orang tuanya bukan pelacur, tapi orangtuanya seorang germo. Penyalur para pelacur! Bahkan banyak media yang menuduh mereka sebagai lembaga prostitusi terbesar di Korea. Eewww, menjijikkan!”

“tidakkah kalian memiliki kecurigaan bahwa ia dan kakaknya juga ikut dijual?”

“bisa jadi!”

“ah tidak heran mereka sangat kaya. Krystal beruntung sekali. ditambah kakaknya yang jutek itu bisa menolong Krystal untuk terbebas daribulli kapanpum!”

“andai tidak ada Jessica, Krystal pasti sudah berakhir sejak lama,”

Ketiga gadis itu terus berceloteh tentang Krytal dan Jessica, tak menyadari seseorang yang mereka bicarakan sedang menggertakkan gigi dengan kepalan tinju kuat didalam kamar mandi sana.

Krystal tidak bohong tentang  ia yang menderita diawal sekolahnya. Dan Krystal benar tentang ejekan berakhir sejak orang-orang tahu ia adalah adik Jessica.

Anak pendiri lembaga prostitusi alias germo. Itukah julukan rang-orang pada adiknya selama ini? Jessica tak bisa tinggal diam. Ia membanting pintu kamar mandi, memberikan kejutan untuk Naeun, Yeri, dan Shinbi.

“Je..Jes..Jessica sunbae!” seeorang menggumamkan nama Jessica ketakutan, setelah membaca papan namanya barulah Jessica tahu gadis itu bernama Son Naeun.

“dasar anak-anak tidak tahu etika! Se-sempurna apa orangtua kalian sampai berani mengatai Krystal seperti itu? Kami memang anak  dari pedagang gadis –gadis pekerja seks!. Jadi apa? kenapa? Kalian tidak suka!? Dengar! Sekali lagi aku tahu kalian menyakiti Krystal dengan mulut tidak berbudaya kalian itu—aku akan menghabisi kalian. Mengerti?” finalnya, Jessica memberikan sambaran kasar yang  berhasil membuat ketiga orang itu terpelanting  mundur. Ketiganya bergetar ketakutan melihat kemarahan Jessica, dan mulai meneteskan airmata frustrasi ketika Jessica sudah meninggalkan tempat.

Jessica bergegas menemui Krystal yang sudah tentu menunggu dirinya didepan kelas. Jessica begitu sakit melihat adiknya seorang diri disana ditambahmengingat lagi  hari -hari kelabu yang adiknya rupanya telah lewati selama ini

Ia menghambur memeluk adiknya sambil terisak

“are you okay, Jess?”

hiks hikssalah! Harusnya aku yang tanya, apa selama ini kau baik-baik saja?” Krystal memasang wajah pura-pura tak mengerti dengan masud perkataan kakaknya, ia ingin menjawab ‘rasanya menyedihkan selama ini’ tapi ia tidak ingin Jessica khawatir dan terus memikirkan dirinya saja. Ia ingin Jessica juga bahagia.

Selama ini, Jessica sudah mendedikasikan hidupnya hanya untuk membela dirinya, menegur orangtuanya yang selalu ototriter kepada mereka,memaki tetangga yang mengejek Krystal, semuanya. Maka dari itu, Krystal selalu berusaha tertutup tentang kesedihannya agar Jessica bisa mengurus diri sendirinya juga

“jangan pernah menutupi apapun dariku, Soojung!”

“tentu, Jess!” jawab krystal enteng sambil mengusap airmata Jessica, kemudian meraih tangan gadis itu untuk segera menuju parkiran. Mobil mereka sudah menanti untuk mengantar pulang ke rumah.

++++++++

Dentuman musik mengalun serasi dengan gerak tubuh Kai yang  proporsional. Ini yang selalu pria berkulit sawo matang itu lakukan ketika jam pulang . Sehun yang pada dasarnya memang benci rumah mendapatkan cap setia sebagai pendamping Kai untuk menari hingga sore. Jika malas berlatih di sekolah, Sehun akan tetap mengikuti Kai hingga ke rumahnya, bahkan tidak jarang Sehun menetap berminggu-minggu di rumah sahabatnya itu.

“gerakanmu agak menurun!” komentar Sehun ketika Kai mematikan musiknya, Kai setuju untuk itu. Sesuatu memang sedang mengganggu irama gerakannya yang biasanya mengesankan siapapun

“Krystal?” Sehun menebak kemana fokus otak sahabatnya itu, Kai mengangguk lagi-lagi setuju dengan Sehun.

Agak lama keduanya larut dalam pikiran masing-masing, hingga akhirnya Kai seolah mendapat pencerahan.

Pria itu bergerak cepat menuju kelas Krystal, ia menukar meja gadis itu dengan meja murid di kelas sebelah. Entah siswa mana yang malang mendapatkan meja Krystal yang penuh tulisan kasar  itu. Yang pasti, setelah melakukan ini untuk Krystal, Kai merasa lebih lega.

“Kai! ah, ternyata benar kau belum pulang!” Hyeri dan Kai berpapasan di koridor kelas. Gadis berambut pendek itu membuat kai agak terkejut

“kenapa kau belum pulang Hyeri?”

“hari ini supirku tidak bisa menjemput, dan dompetku ketinggalan di perpustakaan. Aku baru kembali dari sana, tapi perpustakaan sudah dikunci petugasnya. Melihat mobilmu masih ada di parkiran akhirnya aku memutuskan memintaimu bantuan~”

“tapi arah rumah kita tidak searah”

“aku hanya minta tolong dipinjami uang bus!”

“lebih baik, kau pulang dengan Sehun! Kalian searah, bukan?” Kai memberikan solusi yang cukup cerdas. Hyeri termasuk diuntungkan dengan ini. Ia bisa jauh lebih dekat dengan Sehun yang ia kagumi itu.

Tapi Hyeri masih tampak berpikir, ia takut Sehun tidak akan memenuhi permintaan Kai untuk mengantar dirinya pulang

“aku ingin menginap di rumahmu hari ini, Jong In!” sergah sehun yang keluar dari ruang menari sambil membawa tas miliknya dan tas milik Kai.

“tidak! Antar Hyeri saja. hari ini ulang tahun kakakmu  loh, Sehun!”

“aku tak punya kakak!” tegas Sehun membuat Kai yang geram menghantam kepala pria itu dengan jitakan. Hyeri hanya memandang bingung keduanya silih berganti

“aku takkan membuka pintu rumahku untukmu, Sehun. Khusus hari ini! ANNYEONG!” Kai merebut tas-nya dari tangan Sehun, menyisakan Hyeri dan Sehun yang salaing pandang

arrrgggh! Kau boleh ikut aku saja, Hyeri-ssi!” hyeri tersenyum mendengar kalimat Sehun. Ia senang bahwa kemalangannya hari ini berbuah manis dengan berdampingannya ia dan Sehun didalam mobil. What a sweet feeling.

Jika bukan karena Kai, Sehun sudah akan lupa tentang hari ini. 20 April, ulang tahun kakak tiri atau setidaknya orang asing yang mengacaukan hidupnya bagi Sehun. Mengapa hari ini begitu rumit untuknya? Belum dengan kejadian Kris dan Jessica yang entah mengapa terasa meremukkan hatinya, dan sekarang harus menghadapi appa dan satu anak yang begitu dibanggakannya.

Dengan refleks Sehun memukuli kemudinya, membuat Hyeri yang duduk disampingnya agak terlonjak kaget

“ah, maaf!” ujar Sehun menyadari seseorang terganggu dengan perbuatannya

“kau tidak apa-apa?” nada khawatir Hyeri entah mengapa malah membuat Sehun agak merasa tidak senang, tapi Sehun harus menggeleng saja menjawabnya

“aku dengar kau bertengkar dengan Kris-sunbae? Apa itu yang membuat bibirmu terluka?”

“begitulah!” lagi-lagi singkat jawaban dari Sehun. Hyeri semakin merasa bahwa Sehun tak pernah meliriknya sedikitpun. Sehun selamanya akan menjadi batu. Kadang Hyeri bingung, sudah setahun ia melakukan apapun untuk Sehun, sudah setahun pula ia merasa tidak berarti, sudah setahun ia menganggap usahanya sia-sia, namun setahun itu pula Hyeri semakin tak pernah mau berhenti mencari perhatian Sehun.

Sewaktu-waktu, Hyeri ingin menyerah, namun pesoana Sehun sepertinya sudah melekat sangat kuat di hatinya.

+++++++++++

Belasan maid menghadap pada Yoona, malam ini keluarga Im akan menghadiri perjamuan pesta ulang tahu sekaligus pertunangan putra pertama dari direktur Gyeol Group, Oh Joon Myeon—pemilik yayasan Pangyeol High School dimana Yoona bersekolah. Maka dari itu, para maid mulai membantu Yoona memilih gaun malam ini, menata rambutnya, mengecat kuku Yoona, hingga memilihkan sepatu untuk anak pertama putri Im itu.

“omma, kudengar acara ulang tahun Sehun ini merangkap jadi acara tunangan! Sehun akan tunangan? Cih, bocah itu cepat sekali!” ujar Yoona pada ibunya yang tengah menyempatkan diri melakukan pekerjaannya didepan komputer. Ibu Yoona, Han Yoon Jo alias Im Yoon Jo adalah seorang pengacara kenamaan Seoul, sedangkan appanya Im  Min Seok adalah pemilik hotel terbesar di Korea, Imston.

“Bukan Sehun! kudengar, Sehun sebenarnya memiliki seorang kakak dari ibu berbeda. Ibu si kakak adalah seorang gadis kebangsaan China. Ia dan Tuan Oh bercerai semenjak si anak pertama berusia setahun. Tuan Oh lalu menikah dengan gadis yang sekarang menjadi  ibu Sehun. Si istri pertama juga menikah lagi dengan pria China. Sepuluh tahun kemudian, disaat Gyeol Group sedang dalam proses menuju puncak, istri pertama Tuan Oh meninggal, maka Tuan Oh mengambil si anak pertama dengan merahasiakan identitasnya dulu. Dan ta-da! Si anak pertama sudah 17 tahun, saatnya ia dikenalkan ke pada Korea Selatan sebagai anak dari pemimpin Gyeol Group. Seperti itulah~” Yoon Jo, ibu Yoona menceritakan sebagaiman yang ia dengar tentang si anak pertama itu

“seperti drama saja. Ohya Eomma, appa tidak punya anak lain selain aku dan kembar tengik Taemin dan Sulli, kan?”

“sejauh ini belum!”

“maksud eomma?”

“yah sejauh ini appa mu belum memiliki anak lain selain kalian bertiga, hihi” tawa Yoonjo pecah melihat wajah pucat anak sulungnya—satu-satunya anak yang mau tetap tinggal di Korea bersama orangtuanya. Taemin dan Sulli, dua saudara-saudari kembar itu memilih bersekolah di Jepang, dengan alasan Korea membosankan.

 

Sementara itu, Jessica dan krystal sama sibuknya dengan Yoona ,  saat ini keduanya sedang mengikuti perintah orangtuanya untuk melakukan spa di salon. Kedua gadis itu disulap menjadi lebih menawan dari biasanya. Rambut Jessica dikepang menyamping membuat leher jenjangnya terekspos dengan manisnya, rambut Krystal yang hitam panjang sengaja digerai. Jika Jessica mengenakan gaun silver berpotongan panjang, Krystal memakai gaun biru laut berpotongan minim. Dan dengan make-up yang serasi membuat keduanya semakin cantik saja.

“kita akan kemana?” tanya Jessica pada ayahya Jung Siwon

“pesta ulang tahun teman !” tegas ayah mereka sambil menyuruh kedua anak gadisnya masuk ke mobil. Keduanya menurut.

“eomma dimana? Apa dia mengurusi para pelacur itu?” Jessica dengan nada tak menyenangkan menanyai appanya yang duduk di samping kemudi supir

“jaga bicaramu, Jess! Orang-orang tau keluarga kita sebagai pemilik perusahaan TV terbesar dan ternama  bukan sebagai penyedia jasa prostitusi. Apa kau bisa lebih sopan?” amarah sang ayah sudah hampir memasuki puncaknya. Namun karena acara kali ini sangat penting, ia tidak akan melakukan hal kasar pada anaknya itu. Ia berusaha menahannya. Agar acara malam ini lancar

“sudah banyak yang mencurigai appa sebagai pengelolah perusahaan kotor itu. Jangan berkilah lagi, appa! Kapan kau mengakhiri ini semua!!” kejadian di toilet yang masih membekas dihati Jessica membuatnya begitu sulit menahan diri untuk tidak menyalahkan orangtuanya atas apa yang terjadi pada dirinya, khususnya yang terjadi Krystal

“JESSICA!!” teriak Siwon semakin merasakan aliran darahnya dipenuhi kemarahan, Jessica tak peduli, hanya melirik ke jendela mobil disisinya. Menatap jalan yang temaram karena sepinya lalu lintas.

Hwang Jong suk si supir berhenti di lampu merah, sementara Jessica tepat mendapatkan sebuah kiriman file rekaman di SNS dari akun bernama Kriswoo, tentu saja itu adalah Kris temannya di kelas khusus.

Mau tak mau, Jessica mengunduh kiriman itu dan memutarnya dengan headset yang telah dipasang ditelinganya sejak masuk ke mobil tadi

“dasar anak-anak tidak tahu etika! Se-sempurna apa orangtua kalian sampai berani mengatai Krystal seperti itu? Kami memang anak  dari pedagang gadis –gadis pekerja seks!. Jadi apa? kenapa? Kalian tidak suka!? Dengar! Sekali lagi aku tahu kalian menyakiti Krystal dengan mulut tidak berbudaya kalian itu—aku akan menghabisi kalian. Mengerti?”

Jessica terkejut mendengar rekaman suara ketika ia bertengkar di toilet dengan tiga gadis yang banyak menghina adiknya tadi. Suhu panas serasa menguasai dirinya, padahal pendingin udara di mobil tak ada masalah. Ia takut akan banyak hal karena rekaman ini. Ia pun malu terhadap Kris tentag pangakuan gilanya di toilet tadi.

Dalam keadaan panik, Jessica berusaha menghubungi Kris masih menggunakan SNS. Belum sempat Jessica mengirim teks, teks Kris malah datang lebh dulu.

{jadi rumor itu benar?}

{tolong jangan sebarkan! Ini demi Krystal}

{aku bukan orang sejahat itu}

{kau akan menghapusnya, bukan?}

{tentu saja. Tapi, kau harus menjadi pacarku, selama lima bulan}

{apa saja, tapi jangan itu}

{no! Wah, apa aku harus menyebarkannya sekarang?!}

{baiklah, entah apa tujuanmu, tapi aku hanya sanggup sebulan bagaimana?}

{tidak! 3 bulan kalau begitu. Titik}

{baiklah, sampai ketemu di pesta Gyeol Group, honey Je}

{eww menjijikkan! Apa kau juga diundang?}

{anak dari pemilik perkebunan anggur ternama dunia masa iya tidak diundang?}

{sombong sekali!}

{awalnya aku tidak ingin datang, tapi setelah tahu akan ada acara pertunangan kurasa ini akan menarik. Sehun akan tunangan? Haha}

Jessica membulatkan matanya sempurna saat tahu akan ada acara tunangan. Sehun akan tunangan? Wow, mengejutkan.

+++++++++

Ketika semua tamu datang bersama keluarganya, terdapatlah seorang Kim Hee Chul, CEO muda sebuah perusahaan perhiasan itu malah datang bersama seorang gadis yang sedikitpun tak ada huungan darah dengan dirinyake pesta ulang tahun putra sulung Gyeol Group itu. Dialah Kim Tae Yeon yang menemani Heechul

Taeyeon merupakan anak salah satu maid abadi dirumah Heechul. Keduanya bahkan sudah seperti saudara karena relasi sejak kecil yang terjalin hingga saat ini

“kau membawa siapa, HeeChul?”  tanya seorang kolega

“adikku, Kim Tae Yeon!” jawab Heechul dengan bangga memperkenalkan adiknya itu.

“Tae, oppa tinggal dulu. Nikmati saja pestanya!” Heechul akhirnya meninggalkan Taeyeon yang hanya diam diantara orang-orang banyak di gedung mewah ini.

Sesungguhnya Taeyeon merasa kikuk diantara orang-orang berkelas disini, ia hanya merasa tak cukup pantas untuk masuk kedalam lingkung kelompok ini. Gadis itu mengusap lengannya yang tak berlapiskan apapun akibat dingin oleh tiupan agin malam , sampai seseorang membalut tubuhnya dengan sebuah jas. Taeyeon menggeser manik matanya memandang siapa gerangan yang telah memakaikan jas itu padanya.

Baekhyun.

“Baek!” gumam Taeyeon tak menyangka Baekhyun juga hadir disini

“aku melihatmu sejak tadi bersama Kim Hee Chul, karena melihatmu kedinginan jadi kubawakan saja jas yang ada di mobil Kris ini” ucap Baekhyun yang paling tidak menerangkan bahwa pria itu datang bersama Kris dan keluarga Kris.

“gomawo oppa, lalu Kris dimana?”

“sedang bersama kekasihnya. Jessica!” taeyeon tersenyum kecut mendengar jawaban Baekhyun. Entahlah, Taeyeon mersakan sesuatu yang nyeri di dadanya dengan klimat Kris—kekasih—jessica.

“mereka serasi!” gumam Taeyeon yang berbanding terbalikdengan kata hatinya itu

“hmmm! Kurasa begitu”

Baekhyun dan Taeyeon pun larut dalam keriuhan pesta, memperhatikan orang-orang yang berseliweran,  orang-orang parlente yang mengobrol penuh kepura-puraan, dan orang-orang borjuis yang tersenyum dalam kepalsuan. Orang kaya itu tak alami menurut Baekhyun. Itu mengapa ia memilih meninggalkan rumah dan hidup sebagai sebatangkara. Kedua orangtuanya pula tak ingin memaksa Baekhyun untuk pulang, mereka cukup mengerti dengan Baekhyun yang beralasan ingin mandiri itu. Mereka tak terlalu membutuhkan baekhyun dengan keberadaan saudaranya yang lebih tua, Byun Jong Dae.

Itulah yang membuat Taeyeon jatuh cinta pada pria itu.

“Yoona datang!” Baekhyun menunjuk Yoona yang baru  turun dari limousin bersama kedua orangtuanya.

Taeyeon menyipitkan mata untuk menajamkan pandangannya. Benar, itu Yoona yang semakin cantik. Gadis itu bertemu pandang dengan Taeyeon. Ia mengerutkan dahi menyaksikan Taeyeon berada diantara orang-orang seperti dirinya itu. Maka, Yoona segera  mengambil langkah seribu untuk meminta penjelasan dari Taeyeon.

Dilain posisi, Kris terus mengamati Jessica yang tampil cantik malam ini. Merasa terus diperhatikan, Jessica segera menegur Kris

“aku tahu aku cantik, tapi aku rasa menyedihkan sekali kalau kau sebegitu memperhatikanku!” sindir Jessica membuat kris segera menetralkan pikirannya

“eoh, sombong sekali! Ingat, saat kontrak 3 bulan kita berakhir, rekaman mu akan kuhapus. Sejauh ini, rekamannya akan aman di kediamanku. Bagaimana?”

“ehemm!” seseorang berdehem diantara Kris dan Jessica, dialah Sehun yang dengan setelan jas nya memberikan sentuhan elegan dalam diri Sehun. Dibelakang Sehun sudah ada Kai dengan pakaian yang merubah kesannya 180 derajat. Seorang dance manic berubah menjadi selayaknya CEO muda. Semuanya terkesan, tak terkecuali Krystal yang berada tak jauh dari Jessica dan Kris

“kau akan tunangan?” tanya Jessica pada Sehun

“bukan aku, tapi kakakku!”

“siapa kakakmu?”

Sehun tak menjawab, ia hanya menatap ke panggung ulang tahun, dan disanalah seorang Oh Jun Myun berdiri dengan gagahnya walaupun sedikit uban mulai tampak diujung suraunya

suatu kehormatan besar bagiku melihat semua kolegaku telah berkumpul disini. Selamat malam!—malam ini begitu istimewa, karena untuk pertama kalinya putra sulungku akan ku perkenalkan pada dunia tepat di ulang tahunnya yang ke-17. Dan merangkap sebagai malam bertunangannya! maka sambutlah putraku~ Oh… LuHan!” sesosok yang sangat dikenali Jessica dan kawan-kawan itu muncul.

“kau dan Luhan?” Jessica menggantungkan pertanyaannya untuk Sehun karena pria itu kini ikut naik ke panggung bergabung dengan eomma, appa, dan Hyung yang tak memiliki hubungan baik dengannya itu.

selamat malam semuanya. Seperti yang kalian ketahui, aku adalah putra sulung dari Oh Jun Myun, Luhan. Aku masih duduk di tingkat akhir SMA, di sekolah kami Pangyeol High School. Selanjutnya, Tidak ada yang bisa kukatakan selain, terimakasih telah datang dan mohon bantuannya di dunia bisnis ini. Nikmatilah malam ini~” setelah memebrikan pidato singkatnya, Luhan mundur dan duduk berdampingan dengan Sehun. Kini, perjanjian untuk tidak saling mengenal selama di sekolah itu terpatahkan. Semua orang sudah tahu, wartawan  juga sudah mengambil banyak gambar keluarga Oh itu.

Yoona yang takjub melihat pria yang cukup dikaguminya itu. Ia lantas berjalan lebih mendekat ke panggung untuk memastikan orang itu benar Luhan teman sekelasnya.

Dan ia sama sekali tidak salah.

Jessica, Kris, Taeyeon, dan Baekhyun sama kurang percaya bahwa Sehun dan Luhan bersaudara. Ini mengejutkan semua murid yang ada disini, Kecuali Kai yang sudah tahu segala tentang Luhan dan Sehun .

Semua orang akhirnya larut mengagumi Luhan kala itu. Larut menyaksikan Luhan meniup lilin, memotong kue, mengangkat gelas wine-nya, dan mengucapkan terimakasihnya berkali-kali. Ketika semuanya menatap Luhan, sepertinya hanya Hyeri yang tetap memandangi Sehun tanpa bosan.

Ia melihat ada yang salah dengan tatapan Sehun pada Luhan. Tatapan benci? Mungkin. Tapi Hyeri tak berani menyimpulkannya. Gadis yang hadir bersama kedua orangtuanya itu tampak memancarkan aura indahnya ketika tak ada kacamata yang menengger di kedua matanya. Tapi, sekeras apapun ia mencoba, Sehun masih tidak meliriknya.

Lain dengan Kai, Krystal yang selama ini dingin menghadapinya  mulai terbuka walaupun sedikit saja. Tapi itu sudah sangat berharga bagi Kai. Tidak berbeda jauh dengan Taeyeon yang mulai memperhatikan pria lain selain Baekhyun, Kris. Sementara Yoona, sesuatu yang aneh kembali menggetarkan hatinya ketika bertatapan dengan Luhan. Tinggallah Jessica yang kekal tanpa seorang pun yang menarik perhatiannya hingga detik ini. Ketika semua orang memiliki gandengan, tinggallah Jessica lagi yang hanya dipegang erat oleh eomma-nya.

“ada apa omma seperti ini? Ingin berakting didepan kolegamu bahwa kau dan anakmu harmonis?!” bisik Jessica kasar, emmanya tak terlalu memikirkan kalimat Jessica dan lebih memilih mendorong gadis itu mendekati panggung.

saat saat yang kita tunggu tiba, sambutlah Jessica Jung, putri sulung dari direktur MBS corp, sekaligus tunangan dari putra kami, Oh Luhan!” sorak appa Luhan dan Sehun dengan pengeras suaranya. Sehun dan Luhan yang jarang bertukar pandang menjadi saling pandang, Jessica pun ikut bingung

“kau harus naik ke panggug dan memakaikan cincin ini pada Luhan. Ingat, ketika kau bertunangan dengan Luhan, kau tidak akan menlihat eomma menjalani bisnis prostitusi itu. Kami sudah janji!” bisik Nyonya Jung pada anak sulungnya. Tak ada pilihan lagi bagi Jessica. . walaupun tanpa alasan melepas bisnis kotor orangtuanya itupun, Jessica sudah tentu tetap  melaksanakan pertunangan yang membodohinya  jika tak mau mati ditangan orangtuanya sendiri.

Jessica naik ke panggung dengan perasaan kacau, sama kacaunya dengan Luhan yang awalnya tidak tahu jika Jessica adalah gadis yang ditunangkan untuknya. Yoona yang mulai menyukai Luhan dbiuat menggigit bibir kecewa, Sehun lebih dalam lagi—ia menyingkir dari panggung dan mencoba mendengar isi hatinya,  lalu Kris~ entahlah dia tak terbaca.

Pada akhirnya, cincin tunangan pun tersematkan di jari manis keduanya, blits kamera wartawan yang menyilaukan bak ketukan palu hakim yang meresmikan status keduanya.

“tentang pertunangan ini, kita bicarakan nanti!” ujar Luhan

SEE YOU SOON ON 5TH

Kyaaa.. apa-apaan ini? Kenapa jadi sama Luhan lagi? Tenang-tenang.. step by step kok ingat! Nah, apakah pertanyaan di chapter sebelumnya dapat  terjawab? Pokoknya maafkan typo dan kalimat absurd tidak terdefenisi author yah.

Yang berhasil memecahkan typo dan memahami kata-kata nggak sinkron aku –aku pengen bilang TERIMAKASIH, kalian hebat!

Buat yang meninggalkan komentar, kalian akan selalu kuingat, seandainya responnya mengecewakan, nggak papa kali yah langsung dipercepat.

Maka dari itu, berkomentarlah say!

Makasiiiiiiiiiiiiiih :*

45 thoughts on “[FREELANCE] Bastard (CHAPTER 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s