Dealova — Chapter [2]

IMG_4163

A Fanfiction By © Listyatya

Main casts : Jessica Jung; Kris Wu; Luhan

Other casts : Yoon Bomi; Kim Miseok (as Jung Minseok); etc.

Genre : Romance, Friendship, Little bit Comedy

Rating : PG – 13

Length : chapter.

Disclaimer : FF Ini murni dari pemikiran otak saya, dan semua para cast disini milik Orangtua – Tuhan, kecuali Luhan milik saya *just kidding*.

Note : Hi! Maaf baru update chapter 2 nya. Habis kena Writer’s Block jadi begini. *Baca juga note yang berada di akhir Fanfict*

Dealova : Chapter 1

Poster by zhyagaem06 @ Hospital Art Design

Happy Reading and Don’t be a Silent Reader!

***

“Luhan ?” Tanya Jessica terkaget.

“Ya, waeyo? Nampaknya kau kaget sekali aku berada disini,” Luhan terduduk di samping Jessica.

“Tentu saja aku kaget, Bagaimana –“

“Minseok menyuruhku untuk ke rumah nya, untuk latihan nge –band. Aku kira dia sudah sampai duluan disini, nyata nya belum.” Sela Luhan.

“Memang nya Minseok ada dimana?”

Luhan menggeleng pelan. “Kalaupun aku tau, aku sudah hampiri dia sedari tadi, Jess.”

“Lalu mengapa mobil Minseok terparkir di halaman rumah?”

Luhan mengerutkan kedua alis nya. “Mobil Minseok?”

“Iya,”

“Mungkin, Itu mobil ku, Jess.”

“Lho, itu warnanya hitam, kan?” Jessica masih mengelak.

“Itu biru dongker. Kau buta warna ya Jess?”

Jessica dengan cepat menggeleng. “Tidak, enak saja kau!”

Luhan tertawa. “Habisnya kau tidak bisa membedakan warna hitam dengan biru dongker, sih.”

Jessica menjawab nya hanya dengan cengiran malu.

Hening.

Jessica memegang perut nya, lapar. Tentu.

“Em, Luhan, kau bisa memasak, tidak ?” Tanya Jessica.

“Mmm.. sedikit – sedikit. Memangnya kenapa? Kau lapar?”

“Iya, Kim ahjumma sedang tidak ada di rumah. Sedangkan aku tidak bisa memasak.” Jessica mengerucutkan mulut nya.

“Kalau begitu ayo kita memasak!” Setelah mendengar kalimat yang baru saja Luhan katakan, Jessica langsung menarik tangan Luhan menuju dapur.

Saat sudah sampai dapur, Jessica dan Luhan kebingungan ingin memasak apa nanti nya.

“Jess, kau mau Ramyeon atau Kimbap?” Tanya Luhan sembari melihat – lihat bumbu masak yang ada di lemari dapur rumah Keluarga Jung.

“Kimbap saja, nampaknya lebih mengenyangkan,” Jawab Jessica.

“Baiklah, kajja !”

Mereka berdua pun membagi tugas, Jessica meracik bumbu sedangkan Luhan bagian masak – memasak.

***

“Bagaimana Jess?” Tanya Luhan

“Bagaimana apa nya?”

“Masakanku? Rasanya enak tidak?”

“Hey! Ini masakan kita berdua, bukan kau saja. Tentu enak, siapa dulu yang meracik bumbu nya.” Ujar Jessica sembari menepuk dada nya kencang. “Uhuk!! Uhuk!!” Mungkin saking keras nya Jessica menepuk dada nya, ia sampai tersedak.

Luhan menepuk pelan punggung Jessica. “Hati – hati Jess kalau makan.”

Jessica menatap Luhan yang juga sedang menatapnya,
Dia itu manusia atau malaikat? Minseok saja tidak pernah sebaik ini terhadapku,’ Batin Jessica.

“Jess?” Luhan melambaikan tangan kanan nya kedepan muka Jessica. Luhan takut jika Jessica kenapa – napa.

Jessica menggelengkan kepala nya pelan untuk menyadarkan diri. “Ya?”

“Ah, tidak apa – apa, aku kira kau kenapa – napa, habisnya bengong sih.” Setelah mengucapkan kalimat itu, Luhan melanjut kan makan nya diikuti oleh Jessica.

“Kenapa ya, waktu pertama kali bertemu denganku, kau begitu dingin. Bicara sangat mengirit. Aku sampai berpikir, kau itu sedang sariawan, atau mengapa. Tapi, sekarang, kau sangat baik dan lumayan bawel,” Ujar Jessica .

Luhan tersedak lalu tertawa. “Makanya, kalau belum mengenal orang dengan baik, jangan berburuk sangka terlebih dahulu. Waktu itu, aku memang lagi sariawan di bibir bagian dalam, maka dari itu aku mengirit dalam berbicara.”

“Wah, ternyata penerawanganku benar!”

Luhan menggeleng – gelengkan kepala nya. “Ada – ada saja kau, Jess.”

***

Jessica berjalan di lorong sekolah nya sendirian, Bomi entah dimana, Jessica sendiri juga bingung mencari keberadaan sahabat baiknya dari Sekolah Menengah Pertama itu.

“Jessica –ssi!” Panggil seseorang, suara namja .

Jessica mencari sumber suara tersebut, dan ternyata Baekhyun.

“Ada apa, Baekhyun –ssi?”

“Emm, mau kah kau membantuku?”

Jessica mengerutkan kedua alis nya. “Kenapa harus aku?”

“Entahlah, mau kan?”

“Memang nya membantu apa?”

“Jadi wakil di eskul Sains Club sementara, menggantikan Choi Sulli.”

“Memang nya dia kemana?”

“Aish, kau banyak sekali ber –“

“JESSICAAA !!!” Teriak seseorang, lagi, suara yeoja kali ini.

Bomi berlari kehadapan Jessica sembari terengah – engah. “Eh, ada Baekhyun,” Ujar Bomi setiba nya di hadapan Jessica dan Baekhyun.

“Baekhyun –ssi, bagaimana kalau Bomi saja? Aku harus mempersiapkan perlombaan basket se – Provinsi.” Tolak Jessica kepada Baekhyun secara halus. “Mau tidak?”

Bomi menatap Jessica dengan tatapan bingung.

“Baiklah, Bomi –ssi, mau kan menggantikan Choi Sulli sebagai wakil eskul Sains Club sementara?”

“TENTU SAJA AKU MAU!!!” Teriak Bomi refleks dan langsung menutup mulut nya. Jessica melotot ke arah Bomi. Bomi menyengir kuda.

“Kalau begitu, aku permisi. Gumawo, Bomi, Jessica.” Baekhyun berlalu dari hadapa n jessica dan Bomi.

Setelah kepergian Baekhyun, Bomi tersenyum – senyum sendiri, dan terlihat dengan jelas sekarang warna dari pipi Bomi memerah seperti tomat.

“SOOYEON –ah~ Kau memang yang terbaik !” Bomi memeluk Jessica.

“Ya, ya. What ever.” Jessica memutar kedua bola matanya.

***

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak lima belas menit yang lalu, Jessica kini sudah berdiri di lapangan basket, sendirian lagi, karena memang hari ini bukan jadwal untuk eskul basket.

“Hey, kapten tim basket yeoja yang payah!” Teriak seseorang dari arah pinggir lapangn basket.

Jessica menengok. ‘Sial, kenapa harus namja sombong itu lagi, sih?’ Batin Jessica berusaha tenang.

Namja itu mendekat ke arah Jessica.

“Kau mau apa, hah?! Mau tanding dengan ku?!” Tantang Jessica.

“Jika itu mau mu, aku akan menurut saja.” Namja itu menampakan smirk di wajah nya.

“Oke, fine!”

Jessica memulai men –dribble bola basket dan berlari menuju ring basket. Namun dengan cepat, namja itu merebut bola dari Jessica dan memasukkan nya ke dalam ring.

Shit! Umpat Jessica.

“Kau harus lebih cepat lagi, Jessica Jung.” Ucap namja bersurai pirang itu.

kenapa dia bisa tau namaku? Marga ku pun dia juga tau, atau jangan – jangan …’ Batin Jessica.

Jessica baru ingat kalau namja yang lagi bersama nya ini adalah kakak kelas nya sekaligus murid baru di sekolah ini , Kris Wu. Jessica mendecak; kesal.

Namja pirang itu; Kris, men –dribble bola nya , mengambil ancang – ancang akan memasukkan bola ke dalam ring, namun saat Kris ingin memasukkan bola itu, Jessica malah menepis bola dari genggaman Kris.

Lalu, Jessica membawa bola itu menjauh dari Kris sembari men –dribble bola. Tanpa Jessica sadari, ia seperti kehilangan keseimbangan nya, lalu terjatuh ditempat itu juga, dengan posisi terlentang dan memejamkan mata nya.

Kris cukup terkejut dan langsung menghampiri Jessica. “Hey, yeoja keras kepala, bangun!”

Tidak ada sahutan. Jessica tetap diam.

“Jangan bercanda!” Ucap Kris sekali lagi, sembari menepuk pelan pipi Jessica.

Tetap tidak ada respon dari Jessica.

“Menyusahkan !” Kris langsung menggendong Jessica dengan gaya bridal style menuju parkiran.

***

“Eunghh ..” Jessica membuka mata nya dan memijit pelan dahi nya karena pusing. Jessica mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru kamar nya. sedetik kemudian, ia tersentak.

“BAGAIMANA AKU BISA DI KAMARKU?!” Teriak Jessica dengan sangat kencang, lalu terduduk.

CKLEKK

 

Pintu kamar Jessica terbuka. Terlihat Minseok dan Luhan sudah berdiri dan langsung berjalan ke arah kasur yang Jessica tiduri.

“Yak!!! Kau ini jangan berteriak – teriak seperti itu, telinga ku sakit mendengar teriakan mu itu!” Protes Minseok kepada Jessica. Minseok duduk di pinggiran kasur Jessica. “Kenapa memang nya kau berteriak – teriak tadi?” Tanya Minseok .

“Eh, anu, aku, bingung kenapa aku bisa di kamar ku, padahal tadi aku masih berada di sekolah.” Jawab Jessica.

“Tadi kau pingsan,” Luhan ikut berbicara dan duduk di kursi meja belajar Jessica. “Lalu ada yang membawa mu ke rumah, namja, tinggi, berambut pirang.” Lanjut Minseok.

“KRIS ?!” Jessica menutup mulut nya; keceplosan.

“Kris? Namja chingu mu? Memang nya ada yang mau ya dengan mu, Jess?” Minseok tertawa terbahak – bahak.

“Yakk! Enak saja kau! Dia bukan namja chingu ku! Dia musuh ku! sudi sekali aku mempunyai namja chingu yang menyebalkan seperti dia!” Elak Jessica.

“Hati – hati loh, sebal bisa menimbulkan rasa cinta.” Minseok tetap menggoda sang adik.

Impossible !”

Impossible is nothing, Jess.” Minseok terkekeh.

What ever!”

Luhan yang melihat adu mulut antara kakak dan adik yang ada di hadapan nya hanya tersenyum kecil.

“Jess, kau tidak malu dengan Luhan? dari tadi ngomel terus,”

“Ngapain malu, toh, Luhan nya juga tidak apa – apa. Iya kan, Lu?” Jessica mengedip – ngedip; kode – kepada Luhan.

Luhan mengangguk – angguk. “ne, ne.”

“Cih, pasti Luhan terpaksa tuh bilang ‘ iya ‘ nya.”

Tanpa aba – aba, Jessica langsung menjambak rambut Minseok tanpa ampun. “KAU MENYEBALKAN!!!”

“JESS!! AMPUN!!!”

DRRTT DRRTT

 

Handphone milik Jessica bergetar di meja yang berada di samping kasur Jessica. Lantas Jessica mengambil handphone nya dan melihat layar handphone nya. Jessica mengerutkan dahi nya, ada yang menelpon dirinya namun tidak di ketahui siapa yg menelpon.

Nugu, Jess?” Tanya Minseok.

I don’t know,”

“Angkat saja dulu, siapa tau penting.” Usul Luhan.

“Okay.” Lalu Jessica mengangkat telepon.

Yeoboseyo ?”

Hei yeoja bawel dan menyusahkan! Kau sudah baikan kan? Kalau sudah, aku tunggu kau di lapangan basket xxx . AKU TUNGGU KAU 15 MENIT, DARI SEKARANG.

“Heh tunggu dulu –“

TUT

 

“SIALAN SEKALI DIA, HUH?! MEMANG NYA DIA SIAPA MENYURUH – NYURUH KU SEPERTI ITU?!” Gerutu Jessica kesal.

Slow down, Jess. Ada apa, sih?” Minseok bingung dengan sikap adik nya yang marah – marah tidak jelas seperti ini.

Namja yang menyebalkan itu menyuruhku untuk pergi ke lapangan basket yang ada di xxx . Memang nya aku siapa nya di suruh – suruh?!”

“Mungkin saja dia menyuruhmu kesana ada hal penting. Positive thinking lah kepada orang lain , Jessica Jung.” Ujar Minseok bijak.

“Huft, yasudah. Kalau begitu, antarkan aku kesana!”

“Aku malas,”

“Aku saja yang antar.” Luhan mengambil kunci mobil nya yang ada di kantung celana nya.

“Ku serahkan Jessica kepada mu, Han!” Minseok mengedipkan matanya kepada Jessica.

“Okay,” Luhan menjawab. Sedangkan Jessica hanya membalas nya dengan memutarkan kedua bola mata nya.

***

“Lu, turunkan aku disini saja,”

“Lho, inikan masih sekitar lima ratus meter lagi dari lapangan basket yang kau maksud, kenapa turun disini?” Tanya Luhan.

Jessica nampak berpikir, “Emh, tidak apa – apa sih, hanya ingin pemanasan saja.” Jawab Jessica bohong. Jessica ingin diturunkan disini karena ia takut kalau Kris melihat nya diantar, ia akan di olok – olok yang lebih membuat nya sakit hati /?

“Baiklah,” Jawab Luhan dengan berat hati. Lalu Jessica pun turun dari mobil Luhan.

“Bye, Han!” Jessica melambaikan tangan nya kepada Luhan.

*

*

*

Sesampai di lapangan basket xxx, Jessica mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru lapangan , namun ia tidak menemukan tanda – tanda namja menyebalkan – Kris – di lapangan tersebut.

Hening, suasana disana, yang memang ke adaan nya sepi dari orang – orang.

“Rupanya datang juga, kukira tidak akan datang.” Ucap seseorang tiba – tiba, Kris.

Jessica menengok kea rah Kris. “Memang nya aku pengecut?” Tanya Jessica dengan nada lantang.

“Kalau begitu ayo kita mulai!”

Kris dan Jessica pun memulai permainan. Kris men –dribble bola dan langsung men –shoot bola basket ke ring. Meleset, bola tidak masuk ke dalam ring dan bola pun di ambil alih oleh Jessica.

Setelah bermain 10 menit, mereka beristirahat terlebih dahulu.

“Jessica –ssi,” Panggil Kris.

Jessica menjawab nya panggilan itu hanya menengokkan kepala nya kea rah Kris dengan malas.

“Apa kau sudah punya pacar?” Tanya Kris.

Jessica menaikkan satu alisnya. “Menurutmu?” Tanya balik Jessica.

“Menurutku? Tidak. Karena kau menyebalkan, keras kepala, dan menyusahkan.” Jawab Kris enteng.

Jessica menarik nafas dan membuang nya secara kasar. “Sekarang, aku sedang tidak ada mood untuk bertengkar denganmu, lebih baik kita memulai lagi permainan ini!”

Kris menyunggingkan senyuman yang tidak bisa diartikan setelah Jessica mengucapkan kalimat itu. Dan kemudian, permainan itu dilanjutkan.

Jessica mengambil bola di pinggir lapangan dan langsung berlari sembari men –dribble bola untuk memasukkan bola ke dalam ring, namun,

BRUKKK

 

“Aww!” Rintih Jessica yang ternyata tersandung dan  jatuh terduduk saat sudah berada tepat di depan ring basket.

Kris yang melihat langsung mengeluarkan smirk nya. Kris mengulurkan tangannya ke hadapan Jessica. Jessica nampak ragu dengan maksud Kris tersebut, namun Jessica tetap menerima uluran tangan Kris. Setelah Jessica menerima uluran tangan Kris, Kris langsung menarik dengan cepat badan Jessica dan langsung mencium tepat di bibir Jessica.

Jessica dengan refleks melap bibir nya dengan punggung tangan kanannya. “CIH! KRIS WU SIALAN !!!” Jessica berlari keluar dari lapangan dan meninggalkan Kris yang sedang tersenyum penuh kemenangan.

“Memangnya enak? Jadi yeoja menyebalkan sekali sih, hahaha.”

Jessica’s Side

Sesampai dirumah, Jessica berlari ke kamar tidur nya dan mengabaikan pertanyaan – pertanyaan yang terlontar dari mulut sang kakak, Minseok.

Setelah Jessica sampai di depan kamar tidur nya, ia langsung membuka dan menutup secara kasar pintu kamar nya.

“AAA!!! NEOMU MICHEOSSEO! KRIS MICHEOSSEO!” Teriak Jessica sambil mengeluarkan dolphin scream miliknya.

CKLEKK

 

“Yakk! Jessie, what’s wrong, ugh?” Tanya Minseok.

Aniyo.” Balas Jessica pendek.

“Masih pandai berbohong rupanya,” Minseok memamerkan smirk nya. Jessica tau, jika kakaknya sudah penasaran atau kepo seperti ini pasti ujung – ujung nya akan mengancam kalau Jessica tidak memberitahu, Jessica tidak akan pernah di traktir es krim gratis selamanya oleh kakak nya itu.

“Ahhh! Iya iya! Dasar pemaksa!” Omel Sica. “Jadi, waktu aku pulang, aku di serempet motor ugal – ugalan, jadi aku terjatuh,” Lanjut nya, berbohong

“Astaga! Kau tak apa – apa ‘kan?”

“Tidak usah hiperbola seperti itu, aku tidak apa – apa kok, aku hanya masih kesal saja dengan pengendara motor itu.” Jelas Sica.

Minseok mengangguk – anggukan kepala nya mengerti.

“Yasudah! Lebih baik kau keluar, Oppa! Aku ingin istirahat!”

***

“Jessie –ya!!” Teriak Bomi memanggil Jessica yang sedang duduk di bangku taman sekolah mereka. Jessica menoleh kea rah Bomi sembari melambaikan tangannya. Bomi mendekat ke arah  Jessica dan langsung duduk disamping Jessica. “Jess, apa benar, kau dan Kris pernah kisseu?” Tanya Bomi dengan sedikit berbisik.

Mata Jessica membelalakan mata nya. “MMwo? Berita macam apa itu? Tidak! Tidak pernah! Enak saja,” Jawab Jessica berbohong.

“Hmm, Kukira berita itu benar ada, kalau ada, aku shipper kau dengan Kris!” Dengan cengiran polos Bomi mengucapkan kalimat itu. Jessica yang mendengar langsung merubah mimik muka nya yang tadi nya gugup menjadi datar.

“Bomi ?” Panggil seseorang dari arah belakang mereka. Mereka berdua menengok secara berbarengan. Ternyata Baekhyun. “Jessica ­–ssi, boleh aku pinjam Bomi sebentar?” Tanya Baekhyun.

“Boleh, silahkan. Lama juga tak apa.” Jessica mendorong pelan bahu Bomi agar segera bangun dari duduknya.

“Yakk! Yasudah, aku duluan ya Sica~ Annyeong~” Ucap Bomi sambil memberikan Jessica flying kiss.

Setelah Bomi telah benar – benar pergi dari hadapan Jessica, Jessica mengambil handphone yang ada di kantong nya dan memainkannya.

“Sendiri disini, hm?” Suara berat itu mengagetkan Jessica. Jessica menyimpan handphone nya kembali dan menengok ke samping nya yang tadinya adalah tempat Bomi duduk sekarang diduduki oleh seseorang yang sangat ia benci, siapa lagi kalau bukan Kris Wu?

“Mau apa kau kesini, tiang listrik?” Tanya Jessica dengan nada yang sarkistik.

“Aku hanya ingin duduk disini, memangnya salah?”

“Memang salah!”

Kris menaikkan satu alis nya dan mendekatkan wajah nya ke wajah Jessica. Jessica menghindar dan Kris terus saja menyudutkan Jessica kepinggir kiri bangku panjang itu. Untung saja bangku itu ada pembatas nya, kalau tidak sekarang Jessica sudah terjatuh di rerumputan.

“ARGH! KRIS WU! KAU MAU APA SIH?!” Jessica mendorong muka Kris dengan kasar.

“Mau ku? Mau tau saja, atau sekali?”

“Sekali!”

“Jadilah pacarku,”

MWOYA ?!”

*

*

*

*

*

To Be Continued

Aku minta maaf, ff aku yang You’re My Destiny terpaksa ga dilanjut karena ada beberapa hal yang buat aku males ngelanjutinnya.

Sebagai gantinya, mungkin aku akan membuat ff chapter lagi selain Dealova ini.

DAN MAAF JUGA JIKA FF INI KEPENDEKAN~ SENGAJA AKU BUAT PENDEK, HOHO.

22 thoughts on “Dealova — Chapter [2]

  1. greget sendiri bacanya
    suka kosa katanya. ngga muluk-muluk tapi tetep enak dibaca.
    karakternya jelas, semoga sih tetep stay gitu sampe akhir.
    ini pinter banget cari tbc, bikin penasaran.
    saran ya, setiap chapter ada kejutan gitu. sori komen absurd
    keep writing

  2. Yaah, padahal lg seru . AKU JUGA JADI SHIPPER nya mereka kalo mereka jadian haha . Luhan baik banget tanpa disuruh minseok dengan senang hati dia mau mengantar sica . Penasaran sama next chap nya . Kira* sica mau gak yah jadi pacar kris ? Gmna kalo gengster dikelas kris tau yah kria nembak jessica .
    Thor kayaknya alurnya sedikit kecepetan yah ^^ mian yah sedikit koment hehe .

  3. Kyaa… Ternyata Kris naksir Sica
    Gimana jawaban Sica? Kan doi udah terlanjur kesal ama Kris -,-”
    Luhan baik banget seh🙂
    Please thor… Ini dilanjut ya ya ya #puppyeyes😉 #plakk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s