What Am I To You? (Chapter 7)

1433157503938-1

Author@evelynatalya

Genre : Sad, Romance

Rating : T

Length : Chapter

Main Cast: Jessica Jung – Kris Wu – Kai

Hai Hai semuanya , sesuai perjanjianku ini ya chapter 7nya karena komentar dari kalian mencapai targetku. Sebenarnya aku udah post kemarin tapi karena kebodohanku dan kirang teliti aku malah post cerita yang salah sebelum di revisi. Bukan maksud aku untuk di protect ya ^^

So buat kemarin readers yang udah sempat baca chapter ini , tolong dibaca lagi ya karena kemarin aku post chapter ini dengan ending yang salah.

Selamat membaca \^o^/

Krystal tak bisa membohongi dirinya ia sangat kecewa dan marah pada Jessica , Krystal merasa dirinya begitu tak berguna untuk kakaknya ” aku kecewa padamu eonni ” ujar Krystal menatap eonninya yang masih terbaring lemah di tempat tidur dan pergi keluar kamar , Krystal bahkan tidak berpikir saat meninggalkan Kris dan Jessica bersama. Krystal lebih memilih pergi dan tidak mau melihat eonninya sekarang

Kris tidak melakukan apapun saat Krystal pergi , apalagi menahan dan memintanya tetap disini sampai Jessica sadar. Kris juga tahu ini pasti sangat mengejutkan bagi Krystal , bahkan ini terlalu mengejutkan. Jika ia berada di posisi Krystal ia pun akan kecewa , marah , dan merasa tidak berguna. Tapi Kris juga tidak bisa menyalahkan Jessica , ia tahu benar bagaimana yeoja itu. Jessica bukanlah orang yang senang bercerita atau berbagi masalahnya apalagi dengan orang yang paling ia sayang , ia tidak ingin merepotkan dan membuat orang lain khawatir. Jessica terlalu menyayangi Krystal itulah alasan kenapa dia tidak menceritakan apapun , bukan karena Jessica tidak percaya atau menganggap adik kesayangannya itu tidak berguna. Tidak sama sekali , tapi untuk saat ini tidak akan mudah membuat Krystal mengerti.

Kris juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya , setidaknya ia ingin membantu Jessica dan membuat Krystal mengerti. Tapi yang pasti untuk saat ini ia hanya perlu berada disamping Jessica sampai yeoja itu sadar.

————

Jessica membuka kedua matanya perlahan , ia mendapati seorang namja tengah melihat ke arah luar jendela. Hanya melihat dari belakang saja Jessica sudah tahu namja itu pasti Kris , memangnya siapa lagi yang akan datang menolong dan membawanya ke rumah sakit selain namja itu. Tidak perlu bertanya lagi keberadaannya , saat pertama kali membuka mata pun ia tahu ini bukan di kamarnya ataupun kamar Krystal terlebih lagi dengan infusan di lengannya. Jessica tahu sekarang ia berada di rumah sakit dan pasti Kris yang membawanya , lalu dimana Krystal? Jessica langsung panik bagaimana jika Krystal bertemu Kris , apa mungkin adiknya sudah melakukan sesuatu pada Kris mungkin memukul atau memarahi mantan kekasihnya itu.

” Kris ” panggil Jessica dengan suara lemah.

Kris berbalik dan langsung mendekati Jessica ” kau sudah sadar? bagaimana keadaanmu? apa kau merasa lebih baik? Tunggu sebentar… aku akan memanggil dokter untukmu ”

Kris hendak menekan bel untuk memanggil dokter tapi Jessica menahan tangannya ” gwenchana , aku sudah lebih baik sekarang. Dimana Krystal? ”

” Adikmu pergi ke depan untuk membeli minum ” jawab Kris berbohong , membohongi Jessica memang jalan terbaik sekarang. Kris tidak ingin memperburuk keadaan Jessica jika yeoja itu tahu Krystal marah padanya. Itu hanya akan membuat Jessica semakin lemah

” Krystal pasti memarahimu kan? ”

Kris tersenyum tipis ” gwenchana , aku pantas mendapatkannya ”

Jessica menempatkan tangannya di atas tangan Kris ” gomawo Kris , mianhae pasti kau membolos kuliah sekarang karenaku. Lain kali aku tidak akan merepotkanmu ”

” Apa yang kau bicarakan? Kau tidak merepotkanku sama sekali , jika terjadi sesuatu padamu aku akan menjadi orang pertama yang berlari padamu sica-ya ” Kris menggenggam tangan Jessica erat

Jessica tersenyum pada Kris , namja itu tidak berbohong. Benar , Kris lah yang akan berlari mencarinya jika sesuatu terjadi seperti sekarang Jessica yakin begitu ia menghubungi Kris tadi namja itu pasti langsung berlari mencarinya dan menyelamatkan.

————–

Di tempat berbeda , Kai sedang menatap kosong handphonenya . Ia teringat saat Krystal menghubunginya beberapa jam lalu memintanya datang untuk menolong Jessica. Dan apa yang dilakukan Kai ? Dia menolak datang , mengabaikan Jessica yang tengah sakit dan benar benar membutuhkan seseorang untuk menolongnya. Kai tidak bisa berbohong untuk pertama kalinya ia merasa bersalah dan menyesal karena mengabaikan Jessica , bagaimana jika tidak ada orang yang membantu Krystal dan keadaan Jessica menjadi lebih buruk. Kai bahkan tidak berpikir saat bicara pada Krystal tadi , yang selalu ada dipikirannya adalah Jessica sudah kembali bersama Kris. Setiap melihat Jessica atau mendengar namanya saja , Kai pasti selalu ingat Kris dan bagaimana hubungan mereka yang sudah sangat baik sekarang.
” Untuk apa aku datang kesana? Apa Jessica tidak bercerita padamu? Aku tidak akan datang , Jessica sakit atau tidak itu bukan urusanku lagi “

Itu bukan urusanku lagi , satu kebohongan besar. Jika ini bukan urusan Kai , dia tidak akan merasa bersalah , menyesal dan khawatir sekarang dengan keadaan Jessica atau apakah Kris datang untuk menolongnya. Kai merasa bisa gila karena tidak bisa berhenti memikirkan keadaan Jessica , haruskah ia datang ke apartment Jessica sekarang?

Tak perlu berpikir lama , Kai langsung menyambar jaket dan kunci motornya. Kemana lagi tujuannya selain apartment Jessica , Kai tidak peduli apa kata Krystal atau apa yang adik Jessica itu lakukan nanti setelah melihatnya. Ia hanya ingin melihat apa yeoja itu baik baik saja tidak lebih.

Kai berjalan menuju apartment Jessica , rasanya aneh sudah lama ia tidak pernah datang kesini padahal dulu ia hampir setiap hari dan tak pernah seharipun absen untuk berkunjung ke rumah Jessica. Kai memencet bel apartment Jessica, tak ada jawaban. Kedua kali juga tak ada jawaban dan ketiga kali masih tidak ada , sepertinya Krystal memang sudah membawa Jessica ke rumah sakit. Kai boleh sedikit lega sekarang , setidaknya keadaan Jessica pasti lebih baik jika ia dirawat di rumah sakit. Namun satu yang harus Kai sadari , Krystal dan Jessica tidak akan pernah melupakan apa yang Kai lakukan hari ini dan terutama Krystal jangan harap ia akan akan bersikap seperti dulu pada Kai.

————

” Apa aku bisa pulang hari ini? ” tanya Jessica pada Kris

” Andwae , lebih baik kau dirawat disini dulu. Keadaanmu belum benar benar baik ” jawab Kris sembari meniup sup yang baru saja suster berikan pada Jessica.

” Aku tidak senang disini Kris ” keluh Jessica

” Aku juga tidak senang melihatmu sakit Jessica ” balas Kris tak mau kalah

Jessica mempoutkan bibirnya kesal , sedangkan Kris sibuk membantu meniup makan sore Jessica agar lebih cepat dingin. ” Cha…buka mulutmu Sica-ya ”

” Aku bisa makan sendiri ” tolak Jessica

” Andwae , aku akan menyuapimu ” Kris terus mendesak untuk menyuapi Jessica sampai akhirnya yeoja itu menyerah dan membiarkan Kris menyuapinya.

Ceklek…. Krystal membuka pintu dan apa yang dilihatnya eonninya dan Kris sedang tertawa bersama apalagi sampai namja itu menyuapi eonninya. Krystal tidak menyapa atau tersenyum pada eonninya , seolah ia tidak khawatir pada Jessica sama sekali padahal ia kembali ke kamar untuk melihat keadaan eonninya. Krystal berusaha tidak peduli , ia duduk di sofa dan langsung memainkan handphonenya

Jessica dan Kris hanya bisa menatap Krystal , mereka sudah tahu Krystal akan bersikap seperti ini dan Jessica sudah yakin sejak awal Krystal akan marah padanya. Ia juga ingin menjelaskan semua pada Krystal , setidaknya ia berharap adiknya bisa mengerti dan memaafkannya. Jessica sadar ia salah dan terlalu banyak membohongi adiknya.

” Soojung – ah ” panggil Jessica

” Soojung – ah , mianhae. Kau pasti sangat terkejut kan? Maaf aku terlalu lama dan sering membohongimu , aku hanya tidak ingin membebanimu dengan semua masalahku. Kau mau memaafkanku kan soojung? ”

Krystal langsung berdiri dan menatap eonninya tajam ” kau pembohong eonni , ini bukan pertama kalinya pasti banyak yang kau sembunyikan dariku”

” Mianhae ”

” Wae? Kenapa? Sejak kapan? Kau kembali dengan Kris oppa dan ada apa denganmu dan Kai oppa? Apa yang dia lakukan padamu? Ini semua pasti karena Kris oppa kan ” Krystal meninggikan suaranya , ia tidak butuh kata maaf dari Jessica yang ia butuhkan adalah penjelasan atas semua ini.

Jessica melihat Kris sekilas ” anniya soojung – ah ”

” Kau masih membohongiku eonni? Apa kau masih berpura pura kuat dan bisa melewati semuanya sendiri? Geudae , lakukanlah. Dan lihat hasilnya , kau pasti sakit karena semua masalah yang kau sembunyikan kan? kau bisa melakukan semuanya sendiri , ku rasa kau tidak membutuhkanku lagi eoh? ”

” Jangan berkata seperti itu Jung Soojung !! ” marah Jessica membentak

” Aku salah karena tidak pernah bercerita apapun padamu , saat aku bermusuhan dengan Kai dan saat aku kembali dekat dengan Kris. Ini bukan kesalahannya , sama sekali bukan ini bukan kesalahanku atau Kris. Apa ini kesalahanku jika Kai menjauhiku dan menyakitiku? Aku sangat terluka soojung-ah , aku bahkan ingin mati karena ini sangat menyakitiku. Dan itu akan lebih menyakitiku jika melihatmu terluka karenaku , aku baik baik saja asal aku melihatmu tersenyum dan terus disampingku. Sekarang kau marah dan membenciku , bagaimana aku bisa hidup? Kumohon jangan berkata seperti itu , aku …… salah… maafkan aku ” Jessica menangis , melihat sang kakak menangis Krystal pun ikut menangis. Ia memang marah pada eonninya tapi melihat Jessica menangis justru itu lebih membuatnya marah , karena tak ada yang bisa ia lakukan untuk melampiaskan kemarahannya.

Krystal menatap eonninya kesal dengan air mata yang masih terus mengalir di pipinya , sungguh ia marah pada dirinya karena tidak bisa melakukan apapun. Meninggalkan eonninya sendiri? Krystal tidak sejahat itu , menjauhi dan meninggalkan eonninya di saat seperti ini itu sama sekali tidak benar. Krystal pun pergi meninggalkan kamar Jessica untuk kedua kalinya

Kris…. namja yang berdiri di samping Jessica itu tidak bisa melakukan apapun untuk meredakan pertengkaran Jessica dan Krystal. Sesekali ia hanya memegang bahu Jessica untuk menenangkan gadis itu , Kris tahu Krystal tak sepenuhnya marah pada eonninya saat ini Krystal hanya butuh waktu sendiri untuk mengerti.

Kris mengelus rambut Jessica , yeoja itu baru saja tertidur. Mungkin ia kelelahan dan mengantuk karena terlalu lama menangis tadi , sekarang waktunya untuk menemui Krystal. Kris keluar meninggalkan kamar Jessica , tidak perlu bersusah payah mencari Krystal kesana kemari karena yeoja itu berada di sebuah bangku yang tidak jauh dari kamar Jessica. Kris pun langsung menghampiri dan duduk di samping Krystal

” Krystal ” panggil Kris

Krystal diam walaupun tahu Kris lah yang memanggil namanya , ia terus diam dan menatap kosong ke arah lain. Terlihat sekali Krystal sedang sedih dan memikirkan sesuatu.

” Kau belum makan kan? Ayo kita ke kantin ” ajak Kris

Untuk pertama kalinya Krystal menoleh dan bertatap mata dengan Kris , tidak menatap marah dan penuh kebencian seperti tadi tapi Krystal menatapnya serius seperti ingin mengatakan atau bertanya sesuatu pada Kris.

” Waeyo? ” tanya Kris menyadari tatapan tak biasa Krystal

Krystal menggeleng dan kembali memandang ke arah lain , tak ada jawaban dari Krystal pun Kris memilih pergi ke kantin rumah sakit seorang diri untuk membelikan makanan untuk Krystal.

Kris kembali dengan membawakan roti dan susu coklat untuk Krystal ” cha… aku tidak tahu apa yang kau suka , tapi makanlah ” Krystal mulai mengambil roti pemberian Kris tadi dan memakannya , ia tak bisa membohongi dirinya sendiri kalau ia juga lapar. Disampingnya Kris juga menikmati roti dan kopi hangat. Selesai makan keduanya saling berdiam dan tidak saling bicara untuk beberapa saat , ” aku tahu kau marah pada Jessica karena membohongimu ” Kris memulai pembicaraan

” Aku juga terkejut ketika melihatnya menangis dan sedih seorang diri , aku juga berpikir Jessica bodoh dan berpura pura kuat dengan melewatinya sendiri. Tapi seiring waktu berjalan aku mengerti , Jessica juga seorang yeoja , dia mudah menangis dan tersakiti , butuh seseorang yang ada disampingnya , butuh seseorang yang memberikannya sandaran dan pelukan. Bukankah kita berdua sama sama tahu Jessica sangat mudah menangis? ”

Kris tersenyum ” kau tahu apa alasannya? Kaulah alasan Jessica mengapa dia begitu kuat melewati semua masalahnya seorang diri , bukan karena Jessica tidak percaya dan mengandalkanmu tapi karena dia tidak ingin membuatmu sedih dan terbebani karena masalahnya. Apa kau ingat dulu saat kau sakit? Jessica lah yang tidak tidur untuk menjagamu , saat kau menangis dan sedih Jessica juga lah yang menangis lebih hebat darimu. Soojung – ah mungkin kau tidak menyadarinya tapi setiap hal kecil yang menganggu dan menyakitimu entah itu karena Jessica atau bukan itu sangat sangat melukai Jessica lebih dari dirimu sendiri ”

Krystal… entah sejak kapan air mata berlomba lomba mengalir di pipinya , setiap perkataan Kris mengingatkannya dengan semua ucapan menyakitkan yang ia ucapkan pada eonninya tadi. Kris benar dan eonninya juga tidak sepenuhnya bersalah , seandainya dia mendengar eonninya terlebih dahulu tak mungkin ia membuat Jessica menangis saat sakit seperti ini.

” Dan … ya.. aku tahu ini bukan saat yang tepat untuk mengatakan ini , tapi aku tidak akan menyerah pada eonnimu dan aku juga tidak akan membuatmu percaya dengan semua ucapanku. Tapi aku akan membuktikan aku bisa menjadi orang yang kau percaya lagi untuk menjaga Jessica ” ujar Kris lagi.

” Masuklah ke kamar , aku ada urusan sebentar ” Kris meninggalkan Krystal untuk menghubungi keluarganya kalau malam ini ia tidak akan pulang , Krystal pun pergi ke kamar Jessica . Kakaknya sudah tertidur pulas , ia menghampiri Jessica dan mengamati sang eonni ” babo , kau pikir kau kuat? ” ucap Krystal pelan. Ia juga membenarkan selimut Jessica ” cepatlah sembuh eonni ”

———-

Kris baru saja kembali setelah menghubungi keluarganya dan mengambil jaket di mobil , Jessica masih tertidur begitu pun dengan Krystal yang sudah tertidur di sofa. Kris menghampiri Krystal dan menyelimuti dengan jaket miliknya , ia memang sengaja membawa jaket untuk diberikan pada Krystal bukan untuknya.

Keesokan paginya

Jessica lah orang yang pertama bangun , Kris dan Krystal masih tertidur pulas. Jujur saja , ini masih terasa aneh baginya mereka bertiga bisa berkumpul seperti dulu. Ini sama persis ketika mereka berkencan dulu ? Jessica tidak pernah membayangkan saat saat seperti ini akan terulang lagi , bersama dengan Krystal dan Kris. Jessica beranjak dari tempat tidurnya dan memakaikan selimut pada Kris , lalu ia menghampiri adiknya dan membenarkan jaket milik Kris yang menyelimuti Krystal.
” Soojung – ah walaupun dia menyakitiku dulu , dia orang yang akan menjaga kita berdua ” ucap Jessica sembari menoleh pada Kris sebentar.

Jessica tidak mau membohongi dirinya kalau dia senang Kris berada disampingnya , selalu ada saat ia membutuhkannya dan selalu menjaganya setiap waktu. Hatinya mulai tergerak untuk memberikan kesempatan kedua pada Kris , Jessica tidak akan membatasi hubungannya lagi sebagai teman biasa . Karena ia tahu sampai kapan pun tidak akan ada kata teman di antara mereka , terlalu munafik jika mereka bisa menjadi teman biasa setelah apa yang terjadi diantara mereka berdua . Entah mereka akhirnya kembali bersama atau tidak , ini tergantung bagaimana takdir mereka namun yang pasti Jessica tidak akan menutup hatinya pada mantan kekasihnya itu.

” Jessica ” panggil Kris begitu terbangun dari tidurnya

” Good morning ” balas Jessica.

” Terimakasih karena sudah menemani dan menjagaku Kris , jeongmal gomawo ” ucap Jessica lagi

Kris hanya tersenyum membalas ucapan terimakasih Jessica , karena seorang dokter dan suster datang untuk memeriksa keadaan dan memberikan Jessica sarapan.

” Jessica Jung , kau bisa pulang hari ini keadaanmu sudah cukup baik ” ujar dokter yang memeriksa keadaan Jessica tadi

” Jeongmal ? Gamshahamnida ” Jessica terlihat sangat senang sekali , tidak ada seorang pun yang betah di rumah sakit termaksud Jessica.

” Apa kau yakin ? Dia tidak perlu tinggal disini lebih lama? ” tanya Kris pada dokter , reaksinya tidak begitu senang dan jauh berbeda dengan Jessica.

” Aigoo tenanglah kekasihmu sudah sangat baik , aku akan memberikan beberapa vitamin. Jessica kekasihmu sangat perhatian sekali ” ucapan dokter tadi membuat Jessica maupun Kris menjadi diam dan canggung.

———–

Krystal baru saja terbangun dari tidurnya saat dokter keluar meninggalkan kamar , tak bisa dipungkiri ia tidur cukup lama tak seperti biasanya. Kalau saja ia tidur lebih lama lagi , mungkin ia sudah bisa mengalahkan rekor eonninya . Kemarin memang hari yang mengejutkan dan melelahkan baginya jadi wajar saja jika Krystal butuh waktu tidur lebih lama , ia tidak langsung bangun tapi lebih memilih untuk memperhatikan Kris yang tengah menyuapi eonninya. Ini pemandangan yang sering ia lihat dulu saat Jessica sakit, sudah tidak asing lagi bagi Krystal.

Kris menyuapi Jessica sembari mengobrol dan membuat lelucon kecil yang membuat yeoja itu tertawa , lihatlah bahkan sekarang eonninya sudah bisa tertawa? Sesekali juga Jessica tersenyum , marah dan kesal pada Kris. Krystal terlihat berpikir serius , bukan karena ia tidak senang atau sedang merencanakan sesuatu karena Jessica bisa bersikap seperti itu dihadapan Kris. Bukan itu , Krystal baru saja menyadari kalau Kris benar benar serius ingin kembali bersama eonninya . Ia juga tahu bagaimana sikap keras kepala dan menyebalkan Jessica bila sudah membenci orang , dan pasti itu berlaku pada Kris dulu. Sangat tidak mungkin Jessica akan memaafkan Kris langsung dan kembali bersikap seperti mereka sangat dekat sekarang , dan juga bagaimana nasib selingkuhan kecil Kris itu. Banyak sekali pertanyaan yang ada di kepala Krystal , tapi untuk sekarang ia akan menahan rasa penasarannya dan percaya pada eonninya. Jessica bukan anak kecil lagi , ia tahu

” Soojung – ah , kau sudah bangun? ” tanya Jessica

Krystal menatap Jessica lalu mengangguk

” Siang ini Jessica bisa pulang , dokter bilang keadaannya sudah lebih baik ” ujar Kris bercerita

” Benarkah?? ” jawabnya bersemangat lalu berjalan pada Jessica dan memegang tangannya.

Jessica memegang tangan Krystal lebih erat ” soojung-ah apa kau sudah memaafkanku? ” tanya Jessica ragu

Krystal tersenyum dan memeluk Jessica ” eonni…. eonni jangan seperti ini lagi eoh? Ini juga sangat menyakitiku , aku tahu kau punya alasan sendiri dan aku akan menunggu sampai eonni mau menceritakan semuanya padaku ”

Jessica membalas pelukan Krystal lebih erat ” ne , soojungie gomawo kau sudah mengerti gomawo ”

————-

Kris membaringkan tubuhnya di kasur begitu tiba di kamar , ia baru saja kembali setelah mengatar Jessica dan Krystal pulang. sebenarnya ia ingin tinggal disana dulu , takut jika keadaan Jessica belum benar benar baik atau sesuatu terjadi tapi Jessica memaksanya untuk pulang dan beristirahat. Tak mau membuat Jessica kesal dan marah akhirnya ia pun mengikuti perintah yeoja itu.

Senyum di wajah Kris mengembang , entah mengapa hari ini ia merasa hubungannya dengan Jessica menjadi lebih baik . Ia hanya perlu berusaha lebih keras lagi dan terus berada di sisi Jessica sampai yeoja itu benar benar yakin dengan keseriusannya sekarang untuk kembali bersama.

Berbeda dengan Kris dan Jessica yang merasa senang dan lebih yakin dengan hubungan mereka , disisi lain Kai namja itu masih gelisah dan mengkhawatirkan keadaan Jessica. Kai tidak mengerti kenapa ia terus seperti ini , apa ini karena tidak menolong Jessica atau ia mulai menyadari semua kebodohannya sekarang? Apalagi sampai ia nekat mendatangi apartment Jessica kemarin , beruntung tak ada orang disana dan tak akan ada yang tahu kalau ia datang kemarin.

” Ini tidak benar kan? ” ujar Kai pada dirinya sendiri , tidak benar baginya karena sudah terlalu jauh untuk kembali berteman dengan Jessica dan lagipula sudah ada Kris untuk apalagi ia mengkhawatirkan Jessica . Namja itu bisa menjaga dan merawat Jessica lebih baik darinya kan?

Anggap saja kemarin ia mabuk atau tidak sadar dengan apa yang ia lakukan , dan mulai sekarang ia akan kembali menjadi Kai yang hanyalah orang asing dan musuh seorang Jessica Jung.

————

Krystal masuk ke dalam kamar Jessica dan langsung tidur di sebelah eonninya , malam ini sampai dua hari kedepan sepertinya dia akan tidur disini untuk menjaga Jessica. Keduanya saling berhadapan dan saling tersenyum , bersyukur masalah di antara tidak berlarut larut dan Krystal cukup dewasa untuk mengerti dirinya.

” Eonni , Kris oppa….. apa kalian…. anni maksudku apa dia sudah berubah? ” tanya Krystal memulai percakapan serius diantara mereka berdua

” Aku akan percaya padanya ” jawab Jessica singkat seolah menghindari menjawab langsung , menurutnya Krystal tidak akan langsung percaya jika ia mengatakan kalau Kris sudah berubah.

Percakapan serius mereka berdua tidak berlanjut , karena baik Jessica dan Krystal sama sama tenggelam dengan pikiran masing masing. Krystal kembali memikirkan Kris dan Jessica , setelah semua yang dilihat kemarin dan tadi pagi haruskah dia memungkiri kalau Kris masih sangat mencintai eonninya? Bahkan di bandingkan dengan dirinya , Kris jauh lebih peduli dan mengkhawatirkan Jessica. Haruskah ia membiarkan eonninya kembali dengan namja yang sangat menyakiti Jessica dulu? Pantaskah Kris mendapat kesempatan kedua? Kesalahan Kris bukanlah kesalahan kecil yang mudah dimaafkan dengan permintaan maaf , bahkan sampai detik ini Krystal juga masih merasa kesal , sedih dan marah setiap melihat wajah Kris. Tapi disisi lain ia ingin melihat eonninya bahagia dan punya seseorang untuk menjaganya , haruskah Kris yang kembali menjadi orang itu? Krystal mengacak ngacak rambutnya kesal , lelah memikirkan semua ini rasanya ini jauh lebih rumit dari semua pelajaran di sekolahnya.

Jessica mengambil handphone di meja sebelah tempat tidurnya dan membaca pesan masuk dari Kris

” Apa kau sudah makan? Makan dan minum yang banyak , jangan sakit lagi😦 “

” Kalau kau merasa tidak enak badan , segera hubungi aku . Aku akan datang “

” Selamat malam “

Jessica tersenyum membaca pesan dari Kris sebelum tidur , rasanya kembali seperti saat mereka sebelum berkencan dulu. Pesan pesan singkat dari Kris kembali membuatnya tersenyum dan senang.

————–

Hari ini baik Jessica dan Krystal sudah kembali beraktivitas seperti biasa , kemarin memang Krystal sengaja tidak pergi sekolah untuk menjaga eonninya. Sekarang keadaan Jessica sudah kembali seperti biasa dan ia memutuskan untuk berkuliah hari ini. Selesai berdandan dan menyiapkan buku , Jessica pergi ke dapur membuat roti untuk sarapan dan mengambil segelas susu lalu duduk di ruang tengah sembari menyalakan tv.

Jessica berlari ke pintu setelah mendengar suara bel , dilihatnya dari intercom orang yang datang ternyata Kris. Jessica segera membuka pintu ” Kris… Kenapa kau datang kesini? ” tanya Jessica , ia memang tahu hari ini Kris juga ada kelas tapi ia tidak menyangka Kris akan datang.

” Tentu saja untuk menjemputmu , keadaanmu belum cukup baik . Aku tidak akan membiarkanmu naik bus ” jawab Kris lantang

” Tapi…. ” Kris mengambil roti di tangan Jessica dan menyuapinya sehingga yeoja itu tidak bisa melanjutkan protesnya. Jessica menyuruh Kris masuk dan menunggu sebentar

” Apa kau sudah sarapan? Mau kubuatkan roti? ” tanya Jessica yang sibuk membereskan ruang tengah sebelum berangkat.

” Tidak perlu , gomawo ” jawab Kris. Mata namja itu terus kesana kemari memperhatikan apartment Jessica , padahal dua hari lalu ia datang kesini dan bisa dibilang ini ketiga kalinya ia menginjakan kaki di apartment Jessica kembali. Kris hanya belum bisa mempercayai semua ini , semua masih terasa mimpi baginya … mimpi yang indah.

Kris dan Jessica pun berangkat , diperjalanan keduanya hanya di temani oleh musik yang meramaikan keadaan hening mereka. Baik Jessica dan Kris sama sama bingung dan tak tahu bagaimana memulai percakapan mereka.

” Nanti kita pulang bersama lagi ya, aku keluar lebih lama darimu. Tidak apa apa kan kau menunggu sebentar? ” Kris memulai pembicaraan mereka.

” Anniya Kris , lebih baik aku pulang sendiri saja ” tolak Jessica halus , bukan tak mau pulang bersama Kris . Ia takut merepotkan Kris karena harus mengantarnya terlebih dahulu

Kris menoleh menatapnya serius” andwae , bagaimana kalau sesuatu terjadi padamu. Andwae …. kau tidak perlu menungguku , aku tidak akan ikut kelas terakhir ”

Jessica menjadi tidak enak , bukan itu maksudnya Kris salah paham. Ia tidak mau merepotkan Kris bukan karena ia tidak mau menunggunya ” anniya Kris…. baiklah aku akan menunggumu, tapi kau tidak boleh membolos ”

” Siap Jessica Jung ” jawab Kris senang sembari tersenyum.

————-

Tiba di kampus , Jessica dan Kris keluar bersamaan dari mobil. Pemandangan itu pun menarik perhatian seseorang yang juga baru tiba di kampus , Kim Jong In dia tidak tahu kalau pemandangan seperti ini yang akan pertama kali ia lihat setiba di kampus. Kai tak bisa melepaskan pandangan dari Jessica , tak perlu takut Jessica dan Kris akan menyadari jika ia memperhatikan mereka karena beruntung Kai berada cukup jauh dari mereka namun ia bisa melihat bagaimana Kris dan Jessica dengan jelas. Sangat jelas bagaimana Jessica tersenyum dan bicara pada Kris , mengingatkan Kai seolah keduanya masih berkencan.

Sehun tak berbohong , dia benar lihatlah semuanya bisa terjadi juga karena Kai sendiri. Kalau bukan karena dia , tak mungkin Jessica dan Kris berangkat bersama , berjalan berdampingan dan mengobrol sedekat itu. Semua yang terjadi antara Jessica dan Kris atau bagaimana hubungan mereka kedepannya nanti , itu semua pasti karena Kai karena ia adalah orang yang paling berperan dalam membantu Jessica dan Kris untuk kembali bersama. Kai mengepal tangannya marah , sungguh melihat Kris dan Jessica bersama membuatnya kesal , sedih dan tak karuan. Ia memang selalu marah setiap kali melihat Jessica dan Kris , kebersamaan mereka bagaikan cambuk baginya. Dan sekarang ia benar benar marah , karena Kai tahu mereka memang semakin dekat dan tak menutup kemungkinan sebentar lagi mereka akan resmi kembali menjadi sepasang kekasih lagi.

—————–

Jessica baru saja keluar dari kelasnya , dan langsung memeriksa handphonenya. Ada satu pesan dari Krystal ” eonni , aku akan pulang malam hari ini karena ada pejalaran tambahan. Kau hati hati ne ” Jessica membalas pesan Krystal terlebih dahulu sebelum mengirim pesan pada Kris kalau ia akan menunggu namja itu di food court gedung ekonomi.

Sudah setengah jam Jessica berada di food court seorang diri hanya ditemani dengan handphonenya , sesekali ia bermain game atau menganggu Krystal dengan mengirim pesan pesan tak penting untuk menghilangkan bosan. Tapi yang ada ia semakin bosan karena tak mendapat balasan sama sekali dari Krystal , ia pun mengambil headset di tasnya dan mulai mendengarkan lagu lalu menenggadahkan kepalanya ke meja.

————

” Itu Jessica kan?” tanya Sehun menyadari seseorang yang dikenalnya juga berada di food court. Hanya melihat dari belakang saja , semua orang pasti tahu kalau itu adalah Jessica Jung.

Kai tak menjawab , ia juga tahu itu adalah Jessica. Tapi apa yang bisa dilakukannya setelah melihat Jessica? Tidak ada , tapi Kai bersyukur setidaknya gadis itu baik baik saja walau kemarin ia tidak datang menolongnya kemarin. Kai tak dapat melepas pandangannya dari Jessica , walau wajah gadis itu tak begitu terlihat jelas itu tetap membuat Kai terus memperhatikan Jessica bahkan saat sedang makan seperti sekarang. Sehun dan Tao yang menyadari Kai terus memperhatikan Jessica memilih tak berkata apapun , dan Sehun tersenyum. Ia tahu saat saat seperti ini akan tiba , mungkin sebentar lagi Kai akan berubah menjadi orang gila karena menyesal setengah mati dengan semua yang ia lakukan pada Jessica. Menurut Sehun sendiri bukankah ini sudah terlalu terlambat untuk menyesal? Mengingat bagaimana hubungan Jessica dan Kris sekarang.

Tangan Kai berhenti bergerak ketika Kris datang menghampiri dan langsung duduk di sebelah Jessica dan mengelus rambut panjang milik Jessica. Kris tersenyum , terlihat sekali ia sangat bahagia sekarang . Dan bagaimana seorang namja yang melihat semuanya langsung? Kai merasakan perasaan aneh ini lagi , ia segera menggelengkan kepalanya perasaan ini tidak benar . Sangat tidak benar , Kai kembali melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda untuk mengalihkan perhatiannya.

” Jessica ” panggil Kris pelan , sebenarnya ia tidak ingin membangunkan Jessica dari tidurnya . Tapi lebih baik ia membawa Jessica pulang sehingga yeoja itu bisa segera beristirahat

” Jessica ” panggil Kris lagi sembari mengelus rambutnya.

Jessica membuka matanya , melihat wajah Kris pertama kali ketika membuka mata membuat kesadarannya sadar seketika. Ia langsung bangun dari posisinya dan merapikan rambutnya yang pasti berantakan ” oh Kris kau sudah lama disini? ” tanya Jessica

Kris tertawa ” mianhae membuatmu menunggu , kau pasti lelah sekali ya? ”

Jessica menggelengkan kepalanya ” tidak Kris , aku hanya sedikit mengantuk ”

Keduanya beranjak dari kursi hendak pulang , Jessica dan Kris cukup terkejut melihat keberadaan Kai dan kedua sahabatnya di depan mereka. Jessica terus berjalan sampai di meja Kai , ia melambaikan tangannya menyapa Sehun dan Tao. Namun ketika matanya dan mata Kai bertemu , Jessica langsung berubah dingin dan membuang muka lalu pergi bersama Kris.

———–

” Jessica , apa kau punya acara besok ? ” tanya Kris sebelum Jessica masuk ke dalam apartment

” Kurasa tidak , waeyo? ”

” Bagaimana jika kita jalan jalan besok? ”

Jessica nampak berpikir keras sambil menatap kedua mata Kris serius , lalu ia tertawa pelan ” geurae , besok kita akan pergi ”

Kris tersenyum senang , sungguh padahal ia berpikir Jessica akan menolak ajakannya tadi tapi ternyata itu hanya pikirannya saja ” besok aku akan menjemputmu , gomawoo Sica – ya ”

———–

” Kai kenapa kau terus melamun sedari tadi ” ujar nyonya Kim , sudah hampir seharian setelah kembali dari kampus Kai terus diam dan melamun , seolah dia mempunyai masalah yang sangat berat sekarang membuat nyonya Kim khawatir dengan anak laki laki satu satunya itu.

Kai tersadar dari pikirannya mendengar suara eommanya , ” gwenchana eomma , seperti aku lelah…. Hehe… Aku akan istirahat kalau begitu ” jawab Kai dan pergi ke kamarnya.

Kai POV

Ini sudah beberapa jam , tapi kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan dan melupakan apa yang kulihat tadi antara Jessica dan Kris . Saat mereka mengobrol , tersenyum , tertawa dan saat Kris bisa kembali menyentuh Jessica seperti dulu. Dulu melihat itu membuatku semakin membenci Jessica dan selalu ingin menyadarkannya dengan berbagai cara , tapi sekarang kenapa hatiku seakan lemah setiap melihat mereka bersama? Ada apa denganku?

Dan kenapa sekarang aku tiba tiba teringat dengan semua hal yang kulakukan padanya , aku ingat semuanya . Semua sikap jahatku pada Jessica , menghinanya , mempermalukannya depan Kris , mengabaikannya , membentaknya dan bahkan aku berkata aku tidak akan peduli lagi padanya jika ia mati.

Sebenarnya bahkan sampai detik ini aku masih tidak mengerti apa yang terjadi antara aku dan Jessica , juga bagaimana bisa kami berakhir dengan saling membenci seperti ini dan bagaimana aku bisa menyakitinya sehingga ia menangis. Aku sungguh tidak mengerti , semua berawal dari ketidaksukaan dan kecemburuanku saat tahu Kris dan Jessica kembali berhubungan. Jika aku memikirkan ini kembali semuanya terasa tak masuk akal , masalah kami hanya masalah kecil bukan? Ya Tuhan , aku tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang , rasanya sangat tidak mungkin Jessica mau memaafkanku.

————–

Keesokan harinya

Krystal bingung kenapa di hari minggu Jessica sudah bangun di pagi hari dan penampilannya sudah rapi , padahal biasanya di hari minggu Jessica selalu tidur sampai sore

” Eonni , apa kau akan pergi? Aneh sekali kau bangun pagi dan sudah rapi ”

Jessica menghampiri Krystal di meja makan dan menarik kursi di hadapan adiknya ” aku akan pergi bersama Kris”

Krystal mengkerutkan keningnya , sebenarnya masih tak rela membiarkan Jessica kembali dekat bersama Kris , tapi apa yang bisa ia lakukan jika eonninya sendiri sudah percaya pada Kris? Krystal juga tak mau egois dan jahat dengan memaksa Jessica untuk menjauhi Kris , ia hanya bisa berharap jika eonninya benar dan Kris benar benar berubah kali ini.

” Jangan meninggalkanku terlalu lama eonni ” Krystal mengingatkan , Jessica mencubit pipi adiknya gemas

” Ne soojungie , aku tidak akan lama ”

Jam sudah menunjukan pukul 11 siang , Jessica tengah sibuk mempercantik diri dan memilih baju yang akan ia kenakan. Krystal tak mengerti kenapa eonninya sangat repot seperti ini seakan acara ini memang sangat penting untuknya , ini sama persis seperti dulu Jessica memang selalu begini jika akan berkencan dengan Kris dulu.

” Krys , apa aku sudah terlihat cantik? ” tanya Jessica pada Krystal setelah berdandan dan siap berangkat

” Sudah eonni , kau memang sudah cantik ….. sepertiku ”

Jessica tertawa mendengar jawaban adiknya itu , lalu mengambil handphonenya di tas yang berdering sepertinya Kris sudah berada di bawah karena Jessica menyuruhnya untuk menelofonnya jika sudah tiba. ” Soojung – ah , jika kau lapar jangan lupa memesan makanan . Nanti aku akan membelikanmu makanan oke ”

Jessica berlari ke depan untuk mencari sepatu yang akan dipakainya , setelah menemukannya Jessica langsung berpamitan pada Krystal dan berjalan cepat ke bawah. Ia tak mau membuat Kris lama menunggu.

———–

Jessica membuka pintu mobil Kris dan tersenyum pada pemilik mobil yang sudah terlihat sangat tampan dan rapi , dengan celana hitam , kemeja dan jaket kulit serta kacamata hitam yang dikenakan Kris sekarang membuatnya jauh lebih tampan sekarang.

” Aku tidak lama kan? ” tanya Jessica mulai berbasa basi dengan Kris

Kris menggeleng ” kau terlihat sangat cantik hari ini ” puji Kris

Jessica tersenyum malu , yeoja mana yang tak senang dipuji cantik seperti itu ” kita akan pergi kemana hari ini? ”

” Aku ingin mengajakmu makan di suatu tempat , kau pasti menyukainya ”
Tidak butuh waktu lama Jessica dan Kris sudah tiba di tempat tujuan mereka , tempat makan yang cukup ramai , yang tidak lain adalah restoran daging sapi yang terkenal di Seoul. Daging yang dipesan mereka pun akhirnya datang , baik Kris dan Jessica pun sibuk membakar daging terlebih dahulu.

Saat makan Jessica sibuk memperhatikan sekitar restoran , tempat ini terasa tidak asing baginya sepertinya dulu ia pernah datang kesini sebelumnya tapi Jessica tak dapat mengingat persis kapan dan dengan siapa ia datang kesini. Kris menaruh beberapa daging yang matang ke piring Jessica ” apa kau suka dagingnya? ”

Jessica mengangguk semangat ” joha joha , jeongmal mashita ” Kris yang melihat Jessica bertingkah aneh karena terus memperhatikan restoran ini pun bertanya ” ada apa? Apa ada yang aneh di tempat ini? ”

” Anniyeo , aku merasa aku pernah datang kesini sebelumnya tapi aku tidak ingat ” Kris tertawa pelan mendengar , Jessica mengkerutkan keningnya karena Kris tiba tiba tertawa. Ternyata bukan hanya Kris yang mengingatnya , Jessica juga setidaknya ingat ya ini adalah tempat makan yang pernah mereka kunjungi dulu mungkin lebih tepatnya sekitar dua setengah tahun lalu.

” Kau ingat? Kita pernah makan disini dulu ” Kris mengingatkan

” Ah matta , pantas saja aku sangat mengenal tempat ini ” jawab Jessica terkekeh.

Setelah makan siang , Kris dan Jessica memilih berjalan jalan di sekitar taman yang tak begitu jauh dari restoran. Sepanjang jalan tangan Jessica seolah terus menyentuh tangannya , walaupun Kris tahu itu tak sengaja namun tetap membuat Kris berdebar karena ia ingin sekali mengenggam tangan Jessica dan berjalan bergandengan tapi Kris masih mencoba menahan diri. Sampai Jessica berlari ke sebuah ayunan dan duduk disana , Kris menyusul dan duduk di ayunan sebelah Jessica.

———–

Kris POV

Bisa kulihat Jessica menggerakan ayunanya pelan , bukankah ini sangat yang tepat bagiku untuk menyatakan perasaanku saat ini? Bukan memintanya kembali menjadi kekasihku lagi mulai hari ini tapi hanya untuk menyatakan keseriusanku. Walaupun aku tahu Jessica sudah sangat menyadari dan mengetahui tentang perasaanku padanya.

” Jessica ” panggilku , Jessica menoleh dan tersenyum padaku

Aku membalas senyumannya , lalu beranjak dari ayunanku dan mendorong ayunan Jessica perlahan. Ia tak keberatan dan malah terus tertawa senang

” Apa kau ingat tempat ini? ” tanya Jessica padaku , kuperhatikan sekelilingku taman ini memang sangat familiar ….. tunggu…… bukankah disini tempat aku menyatakan perasaanku pada Jessica dulu? Apa Jessica masih mengingatnya?

” Tentu saja aku ingat ” Memang benar aku sangat mengingat tempat ini , dibangku ujung sana dulu kami duduk bersama dan aku memintanya menjadi gadisku , dan di sana juga ciuman pertama kami. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan semua kenangan indah itu

” Ditaman ini kita menjadi sepasang kekasih , ditaman ini kau menciumku dan disini …….. ” Jessica berhenti berbicara ketika aku berlutut dihadapannya dengan jarak yang cukup dekat dan menempatkan tanganku di pipinya lalu mempersingkat jarak kami dengan sebuah ciuman , aku sendiri tidak mengerti mengapa aku tidak bisa menahan diriku untuk menciumnya. Walau aku tahu ini sangat beresiko karena bisa saja ia marah dan menjauhiku lagi , namun tetap saja aku tidak mau menghentikan ciuman ini.

Jessica membuka matanya perlahan seiring jarak diantara kami semakin menjauh , ia masih terlihat sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja aku lakukan. “Kris” panggil Jessica dengan suara yang sangat pelan

” Sica – ya kau tahu pasti bagaimana perasaanku padamu , jangan katakan kalau kau tidak tahu bagaimana selama ini aku hidup dalam penyesalan karena menyakitimu dan meninggalkanmu. Jangan menghindariku lagi , aku ingin memulai hubungan kita dari awal. Maukan kau memberiku kesempatan dan memulai semuanya? ”

———–

Jessica POV

Mungkin ekspresiku saat ini seperti orang bodoh yang hanya menatap mata Kris tanpa melakukan atau mengatakan sesuatu , ini semua masih sangat mengejutkanku dimulai dari Kris yang menciumku dan sekarang ia mengajakku untuk memulai hubungan kita dari awal. Aku tidak tahu bagaimana harus mengatakan pada Kris , memang benar aku juga setidaknya masih memiliki perasaan yang sama dengannya setelah semua yang telah dilakukannya untukku. Namun untuk saat ini , aku belum bisa mengatakan ya karena bagaimana pun aku harus menceritakan dan meminta izin pada Krystal juga.

” Kris ” ucapku perlahan , lihatlah kedua mata Kris caranya menatapku mungkin Juniel akan sangat cemburu sekarang . Tatapannya selalu penuh cinta padaku , aku hanya berharap kalau aku tidak akan menyakitinya

” Mianhae…….. Aku tidak bisa menjawab untuk saat ini , tapi tapi ini bukan berarti aku menolakmu kok ” Kris menunduk sebentar lalu kembali menatapku dan tersenyum tipis , tentu saja bukan senyuman bahagia . Aku bisa merasakan kekecewaannya tapi Kris tetaplah Kris , dia akan selalu mencoba mengerti dan menerima apapun keputusanku

” Baiklah , aku tidak bisa memaksamu. Tapi jika hatimu sudah siap menerimaku lagi dan memulai semuanya , jangan pernah ragu untuk memberitahuku “. Aku mengangguk menyetujui ucapan Kris , tentu saja jika Krystal bisa menerima dan mengerti keinginanku ini aku akan segera berlari padamu Kris.

Kris segera berdiri begitu juga denganku , kami memutuskan untuk langsung pulang ke rumah karena hari sudah hampir malam dan aku khawatir dengan Krystal. Di perjalanan Kris tiba tiba berhenti dan memintaku untuk menunggu di mobil , aku tidak tahu pasti kemana Kris pergi tapi sepertinya ia memasuki sebuah restoran tadi ah mungkin Kris mau membelikan makan untuk orang tuanya. Tidak berapa lama Kris kembali dan membawa makanan

” Sica-ya ini makanan untukmu dan Krystal , kau pernah bilang Krystal sangat menyukai nya” ujar Kris sembari memberikan plastik berisikan makanan itu

” Gomawo Kris ” ucapku , aku hanya bisa mengucapkan terimakasih dan bersyukur ya bersyukur karena namja disampingku ini tidak hanya mencintaiku dia juga sangat perhatian dan peduli dengan adikku. Ku perhatikan Kris yang sedang sibuk menyetir dan bertanya pada diriku sendiri bagaimana mungkin aku menolak untuk kembali padamu , namja yang selalu mengerti diriku dan tidak pernah menyerah padaku , juga namja yang selalu membuatku tersenyum dan bahagia dengan hal hal kecil yang kau lakukan . Karena dirimu aku merasa bahwa ada orang yang sangat mencintaiku dan peduli padaku selain Krystal dan kedua orang tuaku , aku tidak menyesalinya walau aku melewati banyak sakit hati karena semua itu sudah berakhir dan sekaranglah waktu untukku bahagia bersamamu.

Kris menoleh dan tersenyum ” kenapa kau menatapku seperti itu eoh? ”

Aku masih tak melepas pandanganku darinya ” Kris kau tahu ? Aku benar benar bahagia ! ”

” Waeyo? ”

” Kenapa kau masih bertanya? Tentu saja karena dirimu , entahlah aku merasa sangat senang dan tidak bisa berhenti tersenyum ” Kris mengelus rambutku sebentar dan ikut tersenyum

Setiba di apartment , kami berdua segera turun . Kris ingin mengatarku masuk , tapi aku menolaknya aku tidak ingin merepotkannya lagi dan lagipula aku baik baik saja bila masuk dan naik lift ke apartmentku seorang diri. Beruntung Kris pun menurut setelah aku mengancamnya kalau aku akan marah jika ia tidak menuruti perintahku.

Aku mengucek ngucek mataku agar memastikan aku tidak salah lihat , ada seorang namja berdiri di depan apartmentku tanpa melakukan apapun dan namja itu adalah Kai. Aku tidak salah lihat bukan ? Dari penampilan dan gaya berpakaiannya itu memang Kai , tapi apa yang dilakukannya disana? Apa Kai baru saja mengunjungi seseorang disini dan tak sengaja melewati apartmentku? Anniya tidak ada orang yang Kai kenal selain aku dan Krystal di apartment ini . Kuperhatikan Kai dia hanya berdiri dan terus menatap pintu apartmentku , ada apa dengannya?

Hampir 20 menit aku bersembunyi dan memperhatikan Kai , tidakkah dia bosan terus menatap apartmentku? Tak berapa lama pun Kai akhirnya pergi dan aku bisa masuk ke dalam apartment

” Soojungie apa tadi ada orang yang datang? ” Aku baru memikirkannya mungkin saja Kai tadi berniat masuk tapi Krystal mengusirnya dan berakhir lah Kai di depan pintu seperti orang bodoh.

” Anniyeo eonni , tidak ada siapapun yang datang ”

Jadi benar sedaritadi Kai hanya berdiri di depan apartment , astaga apa yang dilakukannya . Aneh sekali bukan , ah entahlah aku tidak harus peduli dan penasaran dengan apa yang ia lakukan sekarang , aku tidak akan peduli.

————

Jessica berjalan menuju sebuah bangku di lorong yang bisa dibilang sepi karena tak banyak mahasiswa yang mau melewati lorong ini , duduk santai dan meminum chocolate caramel yang tadi ia beli di food court. Jessica tiba tiba tersenyum entah kenapa ia tidak bisa melupakan ciumannya dengan Kris kemarin

Jessica tersedak dan batuk sendiri menyadari Kai berada tidak jauh darinya. Ia berpikir untuk cepat pergi dan jangan sampai bertemu dengan Kai , tidak ingin ada pertengkaran lagi di antara mereka. Kai berjalan ke arahnya , sontak Jessica mengambil tas dan bukunya lalu berjalan cepat ke lantai bawah.

Jessica terus berjalan cepat dan berhenti di depan pintu masuk gedung ekonomi , ia menghela nafas lega setelah berhasil pergi dari Kai. ” Tunggu apa dia benar ingin mendatangiku atau dia memang hanya lewat? ” tanya Jessica pada dirinya sendiri. ia merasa bodoh sekarang bersusah payah dan menyusahkan dirinya sendiri untuk menghindari Kai padahal namja itu belum tentu mau menghampirinya dan bisa saja ia hanya kebetulan ingin lewat . Namun mengingat kemarin malam mungkin saja Kai memang…… Jessica menggelengkan kepalanya , ia tak mau memikirikan namja itu lagi.
—————

Seandainya Jessica tahu dugaannya memang benar kalau Kai memang sengaja mencari dan ingin menemuinya , Kai sendiri belum tahu apa yang akan dikatakannya jika tadi Jessica tidak kabur dan memberinya kesempatan untuk bicara.

Kai menghampiri kedua sahabatnya Sehun dan Tao dengan langkah gontai dan raut wajah yang kurang menyenangkan dilihat , ia duduk di samping Tao

” Ada apa denganmu? ” tanya Sehun heran melihat wajah sahabatnya muram

Kai menggeleng , bercerita pada Sehun bukan hal yang tepat. Sudah pasti Sehun akan menertawakan dan memakinya karena baru menyedari kebodohannya sekarang , kedua sahabatnya bukanlah orang yang tepat untuk diajak bercerita untuk saat ini. Kai lebih memilih memendam semuanya sendiri daripada mendengar nasihat kedua sahabatnya yang hanya akan membuatnya semakin gila dan tersiksa

” Jessica? ” tebak Tao asal , Kai tidak mampu lagi menyembunyikan alasan dibalik semua sikap dan raut wajah sendunya saat Tao menyebutkan nama yeoja itu.

Sehun tersenyum sinis , reaksi yang sudah bisa ditebak oleh Kai ” ada apa lagi dengan Jessica? ”

” Sehun-ah apa yang sudah aku lakukan pada Jessica? ” tanya Kai polos , sungguh Sehun merasa tangannya gatal untuk memukul dan menoyor kepala Kai. Apa dia berpura pura lupa ingatan atau dia memang sudah gila?

Reaksi Tao tidak begitu berbeda dengan Sehun , ia cukup terkejut tapi melebihi rasa terkejutnya . Tao lebih penasaran apakah mungkin Kai sudah menyadari semua kesalahannya.

” Apa perlu aku mengingatkan semuanya dari awal? ” balas Sehun menyindir , Kai mengangguk.

” Kau pasti tidak ingat apa saja yang sudah kau lakukan Kai atau mungkin kau tidak mau mengingatkan , tapi kami berdua mengingatnya dengan jelas. Bagaimana kau selalu mengabaikan dan menghindarinya , bagaimana setiap ucapan yang keluar dari mulutmu selalu menyakitinya. Aku memang tidak mengerti mengapa kau bisa bersikap seperti itu pada Jessica tapi ada satu yang harus kau sadari Kai , aku tahu kau menyukainya anni menyayanginya sedari dulu bahkan saat mereka masih bersama. Kau tidak ingin Jessica terluka lagi karena Kris , tapi caramu salah Kai. Kalau kau memang tidak suka Jessica kembali dekat dengannya bicaralah baik baik jangan melakukan hal bodoh yang membuatmu semakin jauh darinya , tapi semua sudah terjadi tidak ada gunanya lagi aku menasehatimu ”

Kai senang mendengar nasihat Sehun setelah sekian lama ia tidak pernah mendengarnya lagi , namun di akhir ucapan Sehun Kai disadarkan kalau semuanya sudah terjadi dan tidak ada gunanya lagi ia hanya merenungi kesalahannya tanpa melakukan apapun untuk meminta maaf.

” Ini sudah terlalu lama kau menyadari kesalahanmu Kai , bahkan penyesalanmu belum tentu bisa membuat Jessica memaafkanmu ” tambah Tao

Kai tidak salah , baik Sehun dan Tao hanya akan membuatnya semakin merasa bersalah dan membuat penyesalannya semakin dalam. Salahkan dirinya sendiri yang tidak mampu menahan diri untuk bertanya dan membicarakan Jessica pada kedua sahabatnya.

” Sebenarnya apa yang terjadi padamu , kenapa tiba tiba sekali kau merasa bersalah pada Jessica? ” Tao tidak mampu menahan rasa ingin tahunya lagi akan sikap Kai

” Anni , aku baru memikirkannya saja aku tidak tahu dan mengerti apa yang terjadi diantara kita ”

” Tapi kenapa tiba tiba sekali? ” Tao masih kurang puas dengan jawaban Kai

” Sebenarnya……… aku baru menyadari saja kalau Jessica sangat membenciku sekarang , aku tadi berusaha menemuinya tapi ia menghindariku ”

Sehun dan Tao terkejut ketika mengetahui sahabat mereka Kai sudah sampai menghampiri Jessica untuk meminta maaf , baru saja ia membicarakan Jessica lagi tapi nyatanya Kai sudah bergerak sangat cepat untuk memperbaiki hubungannya.

” kau menemui Jessica? Kapan?? Apa kau mau meminta maaf padanya? ” Heboh Tao

” Ya……. Tadi aku menemuinya tapi aku belum terpikir apa yang harus aku katakan pada Jessica , tentu saja aku harus meminta maaf padanya ”

” Setelah kau memberitahuku Tao kalau Jessica dan Kris pulang bersama , kami tidak sengaja bertemu dan aku tidak bisa menahan diriku untuk kembali mengeluarkan kata kata tajam. Juga beberapa hari yang lalu Jessica pingsan , Krystal menghubungiku untuk membawa Jessica ke rumah sakit tapi aku tidak datang dan berkata itu bukan urusanku lagi “. Sehun menggelengkan kepalanya sedangkan Tao memasang wajah kesal dan tak percayanya , begitulah reaksi keduanya setelah mendengar cerita Kai.

” Ya !!!! Apa kau sudah gila Kim Jong In?? Apa kau masih waras saat menolak membawa Jessica ke rumah sakit? Kau boleh membencinya dan menyakitinya , tapi bersikaplah seperti namja saat dia benar benar membutuhkan bantuanmu. Seharusnya kau bersyukur Jessica baik baik saja walau kau tidak mau menolongnya , Jessica benar benar beruntung memiliki Kris. ”

Tao menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan kemarahannya ” pantas saja kau baru merasa bersalah dan meminta maaf sekarang , teruslah berusaha karena aku tidak yakin Jessica akan memaafkanmu. Penyesalanmu tidak akan menghapus luka dihatinya Kai ”

Sehun menepuk Tao pertanda menyuruhnya untuk berhenti , keadaan sangat berbalik bila biasa Tao lah yang menenangkan dan mengingatkannya saat ia memarahi Kai . Sehun tidak mau menghabiskan tenaganya untuk memarahi Kai lagi. karena sudah tidak ada gunanya lagi Kai sudah sadar dan menyadari semuanya sekarang ” Ucapanku benar kan Kai ? Kau akan menyesalinya mungkin besok kau akan menangis memohon maaf dari Jessica. Dia mungkin memaafkanmu Kai , tapi ia tidak akan pernah kembali padamu . Ingat itu ”

————-

Kini Jessica berada di gedung komputer untuk menunggu Kris , sebenarnya ia tidak yakin mengapa ia harus berada disini dan menunggu Kris padahal mereka tidak berjanji untuk pulang bersama hari ini dan Kris juga tidak menyuruhnya untuk menunggu. Namun Jessica masih ingat betul kalau Kris melarangnya untuk pulang sendiri , haruskah dia pulang atau tetap menunggu Kris yang entah berada dimana saat ini?

Jessica sesekali bangkit dari duduknya lalu kembali duduk , ia juga sempat pergi dari tempatnya beberapa langkah namun kembali lagi. Jessica benar benar bingung haruskah dia menunggu Kris , di dalam hati kecilnya pun menyuruhnya untuk menunggu. Tapi bagaimana jika nanti Kris datang dan bertanya apa yang ia lakukan disini atau ternyata Kris memiliki acara lain dan tidak bisa pulang bersama , Jessica mulai berpikir negatif.

” Jessica? ” Jessica langsung tersenyum ketika seorang yeoja memanggilnya , dia Irene teman satu sekolahnya dan Kris dulu.

” Irene annyeong , oreunmaniya ”

” Aigoo sudah lama sekali tidak bertemu denganmu , kau pasti kesini untuk menunggu Kris kan? Ckck… ternyata kalian masih bersama , daebak”

Jessica hanya tersenyum menanggapi ucapan Irene , ia rasa ia tidak perlu menjelaskan keadaannya dengan Kris yang sebenarnya. Irene menarik Jessica untuk membawanya bertemu Kris karena kebetulan ia tahu keberadaan Kris. Jessica tidak bisa menolak saat Irene membawanya , bukankah nanti yeoja itu akan curiga kalau ia menolak?

Jessica POV

” Kris ” Irene berteriak , namja yang sedang berkutat dengan laptop itu pun langsung berhenti dari kegiatannya dan berlari ke arahku.

” Sica , apa yang kau lakukan disini? ”

” Tentu saja menunggumu babo , ia menunggu di depan tadi jadi aku langsung membawanya kesini . Ku rasa ia sudah menunggu cukup lama ” Irene menjawab

” Gomawo Irene – ah ” jawab Kris , ia menarikku ke sampingnya sambil memegang lenganku.

” Urwel Kris , aku pergi dulu annyeong ” pamit Irene

” Sica – ya beri aku waktu setengah jam lagi , masih ada tugas yang harus aku berikan pada dosen ” ucap Kris , aku merasa tidak enak pada Kris karena menganggunya dengan kehadiranku.

” Sepertinya kau sibuk Kris , lebih baik aku pulang saja ya? ”

Kris menatapku tajam ” coba saja kalau kau berani pergi dari sini ” kemudian ia tersenyum dan kembali fokus pada laptopnya. Tak ada yang bisa aku lakukan lagi selain menunggu Kris menyelesaikan tugasnya sekarang karena Kris sudah mengancamku untuk tidak pergi dari sini. Kris tetap mengajakku mengobrol tanpa melepaskan pandangannya dari laptop , tangannya pun ikut sibuk mengetik

” Kris ” Luhan , Chanyeol dan Lay tiba tiba datang dan duduk bergabung . Apa yang harus kulakukan sekarang? Astaga kenapa teman teman Kris datang dan bergabung kami , bukannya aku tidak senang hanya saja setelah sekian lama aku merasa canggung untuk bertemu dan menyapa mereka.

” Eoh Jessica ” sapa Luhan ramah dan dilanjutkan Chanyeol juga Lay menyapaku. Aku tersenyum dan melambaikan tangan menyapa mereka bertiga. Untuk mengucapkan satu kata ” annyeong ” rasanya bibirku membeku dan sulit bicara.

” Apa kalian sudah menyerahkan tugas pada Lee Kangsanim? ” tanya Kris

” Tentu saja , hari ini terakhir kalau tidak dia bisa tidak meluluskanku ” jawab Chanyeol

” Kris , apa yang Jessica lakukan disini? Apa kau memintanya untuk menemanimu? Cih manja sekali ” ledek Luhan bercanda

Kris tertawa dan mengalungkan lengannya dileherku ” Ne , wae? Kau sirik padaku? Ya Xi Luhan carilah kekasih , aku kasihan sekali padamu ”

Jantungku berdetak lebih cepat dan rasanya nafasku tercekat karena tangan Kris yang merangkulku , tapi didepanku saat ini ada Luhan , Chanyeol dan juga Lay tidak mungkin aku memasang wajah gugupku di depan mereka. Itu hanya akan membuatku jauh lebih terlihat memalukan

” Jessica – ah apa kalian sudah resmi kembali bersama? ” tanya Chanyeol.

Pertanyaan Chanyeol itu membuat mulutku semakin kehilangan kemampuannya untuk bicara , aku memilih untuk diam dan menatap Kris seakan mengerti pertanyaan Chanyeol tadi membuatku sedikit tidak nyaman. Kris tersenyum tipis lalu menjauhkan tangannya dariku dan menatap ketiga sahabatnya yang masih setia menunggu jawaban dariku ataupun Kris.

” Untuk saat ini belum , tapi aku yakin Jessica akan kembali padaku ” jawab Kris dengan senyum yang dipaksakan.

Mendadak keadaan menjadi sangat hening karena jawaban Kris tadi , namun Chanyeol cepat cepat mengalihkan pembicaraan dan membicarakan tugas yang sedang dikerjakan oleh Kris. Luhan dan Lay pun mengajakku mengobrol namun hanya sekedar bertanya tentang kuliahku dan hal hal tak penting.

Ku perhatikan wajah tampan milik Kris , wajahnya tidak terlihat baik setelah Chanyeol membahas hubungan kami berdua. Matanya mungkin fokus melihat layar laptop dan tangannya sibuk mengetik , tapi aku tahu di dalam hati kecilnya tentu saja Kris merasa sakit dengan hubungan kami yang tidak jelas dan pasti ini. Aku harus harus cepat bicara dengan Krystal bukan? Semakin lama itu hanya akan menyakiti Kris.

————–

Kai POV

“Teruslah berusaha karena aku tidak yakin Jessica akan memaafkanmu. Penyesalanmu tidak akan menghapus luka dihatinya Kai ”

Aku sudah banyak mendengar kemarahan dan kata kata menyakitkan dari Sehun dan Tao , namun kata kata terakhir dari Tao lah yang tidak bisa aku lupakan. Apakah ucapan Tao benar? Walaupun aku terus berusaha dan meminta maaf pada Jessica , ia tidak akan pernah memaafkanku. Jika memang Jessica memaafkanku masih ada hal yang tidak pernah bisa kulakukan yaitu menghapus luka yang aku buat dihatinya karena namja lain lah yang sudah lebih dulu dan melakukannya untuk Jessica.

Jessica sudah hidup dengan baik dan tersenyum setelah semua yang aku lakukan , pantaskah aku kembali dan memintanya untuk menerimaku kembali? Sangat lucu mengingat aku dengan mudah berhasil membuat Jessica pergi menjauh dariku dan kini aku harus bersusah payahnya membuatnya kembali ke sisiku. Mengapa setiap aku mempunyai kesempatan untuk memperbaiki hubunganku dengan Jessica , aku selalu berakhir dengan menyakiti dan membuat jarak diantara kami semakin nyata.

Bohong jika aku tidak mengingat apa yang pernah ku lakukan pada Jessica , aku hanya bertanya pada Sehun agar aku semakin sadar bahwa orang yang selalu menyakitinya adalah aku bukan Kris atau musuh Jessica. Tapi ini aku , orang yang pernah menjadi sahabat Jessica dan orang yang termasuk penting untuknya. Berkali kali aku berhasil meyakinkan diriku ketika aku khawatir dan ingin berada disisi Jessica bahwa itu hanyalah perasaan sesaat dan meyakinkan diriku bahwa aku gila dan mabuk. Namun kali ini aku bahkan tidak ada kekuatan untuk mengontrol rasa bersalah dan penyesalan ini.

Aku hanya bisa tertawa mengingat aku selalu bangga dan mengatakan pada diriku bahwa ini benar dan aku tidak bersalah setelah menyakiti Jessica , jika aku tahu akhirnya aku akan berakhir seperti ini tentu saja aku lebih memilih membunuh diriku saat itu. Memang sampai detik ini aku tidak tahu bagaimana hubungan Jessica dan Kris yang sebenarnya , tidak menutup kemungkinan mereka sudah kembali dan juga sebaliknya. Seandainya saja saat itu pikiranku seperti saat ini , mungkin kita baik baik saja bukan Sica? Atau mungkin kau sudah menjadi kekasihku saat ini?

Kris memiliki nilai dan kesempatan lebih untuk mendapatkan Jessica kembali lebih dariku , tapi sama seperti Kris saat itu yang dengan tak tahu malu terus mendekati dan meminta maaf pada Jessica. Aku juga tidak akan menyerah , tidak ada kata menyerah mulai sekarang untuk mendapatkan Jessica kembali.

———–

Hari ini seperti apa yang sudah kukatakan aku akan menemui Jessica apapun yang terjadi , jika ia menghindar aku akan terus mengikutinya sampai ia mau mendengarku bicara. Saat ini aku sedang duduk di tempat Jessica biasa diam sambil menunggu kelas , tapi sudah hampir setengah jam aku tidak melihat tanda tanda kedatangannya. Apa mungkin Jessica sudah datang namun ia pergi setelah melihatku berada disini?

Satu jam setelah menunggunya aku memutuskan untuk pergi karena masih ada kelas yang harus kudatangi hari ini , dalam perjalanan menunggu kelas aku berhasil menemukan yeoja yang sudah kutunggu tunggu tadi. Jessica tidak sendiri ia bersama Kris , mereka tertawa dan mengobrol sesekali ia memukul Kris pelan. Aku pernah menjadi alasanmu tersenyum dan tertawa juga bukan Sica? Tapi sekarang namja lain lah yang membuat sebahagia ini dan aku tidak bisa berbuat apa apa ketika namja lain membuatmu bahagia.

Aku melanjutkan langkahku yang sempat berhenti dan masuk ke dalam kelas , sebenarnya aku bisa saja bukan mengajak Jessica bicara tadi atau bukan karena aku takut pada Kris. Tidak sama sekali , namun aku lebih memikirkan Jessica tadi ia tengah tertawa dan bahagia. Haruskah aku merusak harinya dengan kehadiranku? Mungkin hanya dengan melihat wajahku , aku yakin itu mampu merusak mood Jessica seharian. Masih ada hari esok dan kesempatan untukku.

Tidak seperti kemarin yang berusaha menemui Jessica dikampus , pagi ini aku mendatangi apartement Jessica untuk menemuinya. Beberapa kali aku memencet bel namun tidak ada respon , apa mungkin Jessica tidak ada di apartment?

” Jessica apa kau ada di dalam? ”

Tak ada tanggapan , kurasa seharusnya jika ia memang ada didalam mungkin ia sudah keluar dan memakiku atau mengusirku lewat intercom.

” Kau pasti bersama Kris ya saat ini? Aku kesini hanya untuk menemuimu , kau mungkin tidak tahu aku diam diam datang dan menunggumu bukan untuk menyakitimu dengan ucapanku tapi aku tulus ingin meminta maaf padamu. Sudah terlambat? Arra ! aku bahkan tidak pantas menunjukan wajahku lagi di hadapanmu , aku sungguh menyesal dengan apa yang sudah kulakukan Sica – ya. Aku baik baik saja tanpamu …… tapi itu hanya beberapa saat , dan lihatlah sekarang aku sudah seperti pohon tanpa akarnya ” Aku menghela nafas beberapa saat , rasanya tolol terus berbicara seolah Jessica ada didalam dan akan mendengarkan semuanya tadi.

————

” Apakah kau sudah berhasil menemui Jessica? ” tanya Tao , aku hanya tersenyum dan menggeleng sebagai jawaban. Walaupun Tao dan Sehun terus memarahiku dan bersikap seolah acuh dengan usahaku saat ini tapi aku tahu mereka masih peduli dan tidak akan meninggalkanku.

” Berusahalah , setidaknya aku masih ingin melihatmu dan Jessica kembali berteman ” tambah Sehun dingin. Dari cara bicara dan menolak kontak mata denganku , aku tahu ia juga akan mendukungku seperti Tao. Satu yang tidak aku mengerti , mengapa aku bisa kekanak kanakan dan bodoh di saat sahabat sahabatku begitu dewasa dan bijak.
Tao tiba tiba menyikutku seolah memberitahuku sesuatu yang tak bisa ia bicarakan , aku pun langsung memperhatikan sekeliling mencari tahu apa yang ingin Tao katakan padaku. Jessica sedang berjalan ke arahku dengan senyum bahagia dan makanan di tangannya , tidak perlu bertanya lagi dengan siapa Jessica saat ini. Semua orang pasti sudah tahu kalau Kris tidak akan membiarkan Jessica sendiri , mungkin ini biasa bagi mereka yang tidak mengetahui kenyataan kalau keduanya sudah berpisah tapi tidak bagiku. Sepertinya Kris sudah menyadari keberadaanku , beberapa kali ia menatapku dengan tatapan tidak menyenangkan.

” Jam berapa kau pulang Sica – ya? ” tanya Kris pada Jessica. Kami bertiga bahkan sudah bisa mendengar pembicaraan Jessica dan Kris , karena mereka tepat berada di depan kami.

” Molla , kau tahu dosenku ini sangat tidak jelas ” jawab Jessica

Kris menempatkan tangannya di atas kepala Jessica dan yeoja itu memanyunkan bibirnya seolah ia sedang bersikap manja sekaligus aegyo di depan Kris ” Jangan…….. ”

” Arra , jangan pulang seorang diri. Aku akan menunggumu Wu Yi Fan , tenanglah. ”

Kris tertawa dan mengelus rambut Jessica , begitu pun dengan Jessica. Mereka berdua tertawa seolah menunjukan pada dunia kalau mereka benar benar bahagia.

” Masuklah , aku akan pergi ke kelas juga. Hati hati dan hubungi aku jika ada orang yang menganggumu eoh? ” ujar Kris , matanya menatapku tajam dan menekankan pada kata orang yang menganggumu. Jessica mengangguk dan berbalik , mata kami berdua bertemu. Namun senyuman dan tatapan hangatnya langsung menghilang seketika berubah menjadi dingin ketika melihatku. Jessica menyapa dan tersenyum pada Sehun dan Tao seperti biasa , sungguh untuk pertama kalinya aku sangat iri pada kedua sahabatku ini hanya karena disapa dan disenyumi oleh Jessica.

Jessica memasuki kelas yang sama denganku , tunggu…bukankah ini berarti kesempatanku untuk bicara dan meminta maaf pada Jessica? Dan Kris juga sudah menghilang dari pandanganku , ini berarti ia tidak akan merusak kesempatan pertama yang kumiliki. Aku berjalan cepat memasuki kelas dan langsung menghampiri Jessica yang duduk di paling depan.

Jessica melipat kedua tangannya dengan angkuh dan masih menatapku sinis ” Sica – ya , aku ingin bicara denganmu ”

” Apa masih ada yang perlu kita bicarakan? Ka ! ” jawab Jessica dingin

” Sebentar saja , ada yang perlu ku katakan ” aku memegang tangan Jessica mencoba membawanya ke tempat yang lebih sepi untuk bicara. Jessica segera melepas tanganku kasar

” Karago !!! ” Jessica setengah berteriak
” Kumohon Sica – ya , sekali saja beri aku kesempatan . Sekali saja kumohon Sica – ya !! ”

Jessica mengambil tasnya dan melangkah keluar kelas , beruntung aku lebih cepat menahan tangannya ” Sica – ya aku hanya ingin minta maaf , tidak lebih. Mianhae jeongmal mianhae ”

Jessica kembali menghempaskan tanganku namun kali ini ia tersenyum penuh arti dan kembali melanjutkan langkahnya , saat aku hendak mengejarnya lagi Sehun dan Tao menahanku lalu menggelengkan kepalanya pertanda mereka memintaku untuk berhenti dan membiarkan Jessica sendiri.

” Geumanhae , jangan memaksa Jessica untuk langsung memaafkanmu. Ini tidak mudah ” Tao menepuk bahuku , kami bertiga pun kembali ke dalam kelas.

—————

Keesokan Harinya

Jessica membuka pintu mobil Kris , ada yang berbeda dari biasanya. Kris tidak membalas Jessica ketika ia menyapanya , karena Kris masih marah. Semua ini karena Kai , kalau saja kemarin ia tidak menganggunya mana mungkin Jessica pulang seorang diri tanpa memberitahu Kris.

” Kris apa kau masih marah padaku? ”

” Anni ”

” Lalu kenapa kau tidak bicara padaku? Itu sama saja kau masih marah ”

” Apa kau benar benar pulang karena kau sakit atau kau membohongiku? ”

Deg ! Jessica mencoba menormalkan raut wajahnya dan menyembunyikan kegugupannya , aneh sekali dari kemarin Kris tidak mempercayai alasannya kalau ia tiba tiba sakit. Apakah Jessica kurang pandai dalam berbohong atau mungkin Kris yang susah dibohongi?

” Sudah kuduga kau pasti berbohong , apa Kai menganggumu? ” Kris menyimpulkan setelah tak mendapat jawaban dari Jessica

” Anni !! ” sangkal Jessica dengan nada tinggi

” Geurae lupakanlah , kau pikir kenapa aku seperti ini? Ini karena aku khawatir padamu!! ” Jawab Kris dengan nada yang lebih tinggi

” Mianhae…. mianhae Kris karena tidak mengabarimu , aku akan pastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi ”

Kris menoleh sebentar pada Jessica dan tersenyuk ” Bukankah ini aneh sekarang aku bisa marah padamu karena membuatku khawatir dan kau meminta maaf karena sudah membuatku khawatir. ”

Jessica iku tersenyum setelah melihat Kris kembali ceria lagi ” Kita seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar ”

Jessica langsung menutup mulutnya dengan tangan setelah menyadari ucapannya , pembicaraan yang sangat sensitif bagi Kris tentu saja. Jessica merutuki betapa bodoh dirinya , ia melihat Kris namun namja itu tidak terlihat memikirkan ucapan Jessica tadi.

————

Jessica tengah berada di food court menikmati makan sorenya seorang diri , karena saat ini Kris masih memiliki kelas. Acara makan sorenya yang damai dan nikmat mendadak berubah karena kehadiran namja yang selalu dihindari Jessica , siapalagi selain Kai dan dengan tidak tahu malunya namja itu sudah berdiri di sampingnya.

” Ayo kita bicara ” ajak Kai , Jessica berpura pura tidak mendengar Kai dan melanjutkan makannya walau ia mendadak kenyang karena kehadiran Kai.

” Baiklah kalau kau tidak mau , aku akan bicara disini biar semua orang bisa mendengar kita ” ancam Kai. Jessica masih tidak mempedulikan ucapan Kai

” AKU INGIN BICARA DENGANMU JESSICA- YA !! ” Kai berteriak , ancamannya tadi tidak main main. Sebenarnya ia ingin menggunakan cara halus dan baik baik untuk mengajak Jessica bicara , namun apa boleh buat yeoja itu bukanlah orang yang mudah mengerti . Jessica memperhatikan seisi food court yang menatap aneh ke arahnya , suara Kai tadi memang sangat keras tidak heran semua orang bisa mendengar Kai tadi.

Jessica dengan sangat terpaksa pergi dan menuruti Kai , mereka berdua kini berada di sebuah lorong sepi dan bisa dipastikan tidak ada orang lain selain keduanya. Jessica terlihat sangat terpaksa berada disini , ia sama sekali tidak mau melihat Kai dan hanya memandang ke arah lain.

” Sica – ya aku hanya ingin meminta maaf , mianhae jeongmal mianhae. Aku tahu aku sudah sangat keterlaluan padamu , tapi tidak pernah ada terlambat untuk meminta maaf ”

Jessica tersenyum sinis mendengar permintaan maaf Kai , tidak ingatkah Kai apa yang dulu ia lakukan saat Jessica mencoba memperbaiki hubungan mereka dan menjelaskan semuanya?

” Aku tahu ini sudah sangat terlambat , kau sudah sangat membenciku jadi tidak mudah untuk memaafkanku. Tapi sekali saja beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya ”

Jessica masih dengan senyum sinisnya dan berbalik pada Kai ” kesempatan? Kau bahkan tidak pernah memberikan kesempatan padaku untuk menjelaskan apapun padamu ”

” Kalau begitu jelaskan padaku sekarang Sica – ya , aku akan percaya apapun yang kau katakan ”

” Tidak ada gunanya , aku tidak perlu menjelaskan apapun lagi padamu. Kau bukan siapa siapa dan kau hanya orang asing bagiku. Paham? ”

” Orang asing ini juga pernah menjadi orang penting bagimu Sica – ya , menjadi sahabatmu dan orang yang selalu disampingmu dan melindungimu. Aku mungkin menjauhimu tapi aku tidak pernah melupakan semua kenangan tentang kita ” lirih Kai

” Tidak ingatkah kau dengan semua yang kita lalui bersama? Itu tidak lama , tapi kenangan kita sangat berarti bagiku. Setiap hari kita selalu bersama , sarapan , berangkat dan bahkan dikampus kita tak terpisahkan ….. ”

” Kenangan ? Omong kosong !!! Ya , aku sudah melupakan semuanya Kai karena aku berhasil melupakanmu sampai detik ini aku bisa bahagia walau tanpamu ”

Kai memegang tangan Jessica ” tidak bisakah sekali saja kau memberiku kesempatan lagi eoh? Aku akan melakukan apapun asal kau bersedia kembali dan kita berdua bisa menjadi sahabat seperti dulu ”

Jessica melepas tangan Kai dan mulai menatapnya dengan tatapan luar biasanya ” apa kau tahu hal yang paling menyakitkan? Bukan saat kau mengabaikanku atau menyakitiku , tetapi ketika aku harus menjalani kehidupanku seperti biasa tanpamu. Kau pikir itu mudah?!!! ucap Jessica bergetar menahan tangis , tentu saja siapapun yang ada di posisi Jessica saat ini akan merasakan hal yang sama saat orang yang sudah sangat menyakitinya datang dan meminta maaf . Namun yang membuat Jessica tak habis pikir adalah ketika Kai mengatakan ia ingin kembali seperti dulu dengan mudahnnya. Sama seperti Jessica , Kai juga menahan sedihnya mengetahui Jessica begitu menderita karena dirinya.

” Sekarang aku sudah bahagia , pelan tapi pasti aku akan memaafkanmu ” sergah Jessica lalu melangkah meninggalkan Kai

Jessica melangkah tanpa arah , tidak tahu kemana ia harus pergi namun satu yang pasti ia sangat ingin sendiri tanpa diganggu oleh siapapun. Beberapa orang yang lewat memperhatikannya , terlihat jelas mata Jessica begitu merah , pelupuk mata yang basah dan wajah yang terkesan menyedihkan. Semua orang dapat melihat sebentar lagi saja Jessica akan menangis. Langkahnya terhenti karena seseorang mengalungkan lengan dari belakang di leher Jessica

” Mianhae…. saranghae ….saranghae” Jessica tidak bisa menahan air matanya lagi ketika kata ” saranghae ” terus terngiang di telinganya , namun ada yang membuatnya menangis lebih hebat yaitu ketika ia tahu ia tidak menangis sendiri . Kai menangis…… ya namja itu menangis , dengan mendengar suara namja itu Jessica langsung mengetahuinya. Keduanya menangis tanpa mempedulikan mereka saat ini di tempat yang ramai bahkan mereka tidak peduli lagi jika ada orang yang menyaksikan mereka.

” Karena aku mencintaimu Sica – ya , karena aku tidak pernah mau mengakui perasaanku. Aku selalu menyangkal kenyataan kalau aku mencintaimu lebih dari seorang sahabat , aku selalu membohongi diriku sendiri dan berpikir aku baik baik saja tanpamu karena aku tahu kau tidak pernah mencintaiku dan melihatku sebagai seorang namja. Mianhae karena rasa takutku kehilanganmu sangat besar aku malah berakhir menyakitimu dan merusak persahabatan kita ” ucap Kai sambil menangis

” Awalnya aku ingin menghilangkan perasaan ini , mencintaimu yang tidak pernah mencintaiku , mencintai seorang diri dan terluka seorang diri karena aku takut kau akan menbenci dan menjauhiku ”

Jessica melepas tangan Kai dan berbalik menatap namja itu , ini pertama kali ia melihat seorang namja menangis dan menangis untuknya. Air mata Kai tak berhenti mengalir dan itu membuat Jessica semakin menangis menjadi jadi.

Kai menarik Jessica ke dalam pelukannya ” mianhae atas sikapku , maaf karena melukai , maaf karena membuatmu menangis , maaf atas apapun yang aku lakukan…. mianhae …. mianhae …. mianhae Sica-ya ” ucap Kai ditengah tangisannya yang tak bisa ia hentikan

Jessica menggerakan tangannya untuk membalas pelukan tangan , ingin sekali meminta Kai untuk berhenti meminta maaf namun rasanya sulit sekali karena ia tidak bisa berhenti menangis untuk bicarapun rasanya sulit sekali. Mendengar Kai yang menangis begitu pilu , justru itu semakin membuat Jessica menjadi jadi. Namun tak kuat lagi mendengar tangisan Kai , Jessica mengeratkan pelukannya pada Kai dan berkata ” aku…memaafkanmu , aku memaafkan… jadi berhentilah. Uljima ”

Kai tidak mengatakan apapun lagi dan hanya memeluk Jessica erat , keduanya berpelukan tanpa mereka tahu ada seseorang yang menyaksikan dan mendengar semua itu.

Kris melihat semua itu dengan perasaan bercampur aduk. Di satu sisi ia tidak perlu khawatir lagi dengan sikap Kai pada Jessica , dengan melihat ini ia tahu sikap Kai akan berubah. Tapi disisi lain ia bingung bagaimanapun Kai adalah orang yang mencintai Jessica , sedangkan saat ini Jessica tengah membuka hati untuknya.

Jessica merasa dirinya tengah diperhatikan , ia membalikan badan dan melihat Kris.Ia segera melepaskan pelukannya dan menatap Kris dengan tidak enak. Ia menghampiri Kris

” Kris…a…ku bisa jelaskan semuanya ” ucap Jessica ,sebenarnya ia masih bingung bagaimana menjelaskan semuanya pada Kris karena ia takut Kris akan salah paham

” Gwenchana , aku sudah dengar semuanya. Kau selesaikan dulu urasanmu dengan Kai , aku pergi ” ia membalikkan badannya dan melangkah pergi.Wajahnya berubah murung , ia tak dapat membohongi dirinya sendiri kalau ia sangat cemas saat ini.

Jessica hanya bisa memandang punggung Kris yang semakin menjauh, ingin mengejar Kris dan menjelaskan semuanya namun disisi lain ia tidak mungkin meninggalkan Kai dalam keadaan seperti ini.

TBC

54 thoughts on “What Am I To You? (Chapter 7)

  1. Oh my.. chapter ini keren banget! Aku nangis baca yang Kai minta maaf sama Jessica sambil nangis gitu T__T
    Sebenernya aku jg lebih milih Kai sama Jessica tapi karena liat Kai yg selebumnya jahat jd ga yakin sama dia-,-
    Kasian jg kris.. udh seneng” akrab lg sama Jessica twpi liat Kai Sica pelukan gitu pasti patah hati..huhu
    Semoga Kai dan jessica bakal jujur sama perasaan masing” dan balikan lg tp jd pasangan kekasiy bikan shabatan abal” kek dulu -,- yah..meskipin nanti Kai bakal susah dimaafin Krystal.

    Pokoknya chapter ini bener” nguras emosi di endingnya>< sampe ikutan nangis :'

  2. Aaaaaaakkkk!! OMG OMG OMG!!!
    Endingnya baguuuss bangett aaaa!!
    Aku suka aku suka!!!
    Krissica happy ending yeay! Padahal awalnya aku ngira endingnya bakalan kaisica. Udah kecewa pas baca previewnya. Tapi toh seneng gituu pas tau endingnya krissica.
    Alurnya greget bangeet author unni!
    I like this story soooo much!!!
    Kamu ngebuat aku ngefeel bgt sm krissica lagi. Habis kris disini greget aktingnya :3
    Tapi sedh sihh ceritanya selese😦
    Ditunggu bgt loh author unni cerita cerita selanjutnya. Fighting!!! ^^)9

  3. Daebak thooooooorr!
    2 jempol buat author^^ krissica udah mau balikan, eh kainya minta maaf pake acara nangis.
    Emang karma itu selalu ada kok wkwkwk kasian si kai. Ke makan omongannya dia sndiri wkwkwk
    Tapi kasian kris juga wajahnyaaaa memelas ya ampunnnn
    Uri krissica neomu jjangiyaaa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s