Somebody Else (Chapter 11-A)

image1

Author : @evelynatalya

Genre : Romance, Angst

Rating : T

Length : Chapter

Main Cast: Jessica Jung Kris Wu Chanyeol

The story is too long , sorry for bad fanfiction and other mistake

Happy reading \^o^/

” Aku memang menyukaimu tapi aku mencintai orang itu ” tegas Jessica final dan kembali melangkahkan kakinya keluar cafe. Chanyeol ,  namja itu tidak bergerak untuk menyusul Jessica yang sudah pergi meninggalkannya , semua ini terlalu mengejutkan dan menyakitkan untuknya. Bukan jawaban seperti itu yang Chanyeol harapkan hari ini , bukan penolakan dari yeoja itu. Seharusnya Chanyeol tidak perlu sedih atau terluka , sedari awal ia lah yang memaksakan perasaan pada Jessica bahkan ketika yeoja itu terang terangan sudah menjauhinya dan lebih memilih Kris.

Ada apa ini mengapa Chanyeol merasa jantungnya berdetak tidak karuan , mengapa pikirannya tidak bisa berpikir jernih. Sudah beberapa menit lalu Jessica pergi tapi Chanyeol belum bisa menerima kenyataan pahit sama detik ini , semuanya masih terasa sakit.

————

Jessica memberhentikan  taksi dan pergi ke Lotte World , sudah sangat terlambat namun Jessica hanya bisa berharap kalau Kris masih menunggunya . Ia memang bodoh , setelah membiarkan Kris menunggu seorang diri berjam jam lamanya sekarang ia berharap namja itu masih setia menunggunya. Jessica melihat jam tangannya menunjukan pukul setengah 9 malam itu berarti 4 jam lebih ia membiarkan Kris seorang diri disana.

Jessica bahkan melupakan apa yang ia lakukan pada Chanyeol tadi , sebenarnya Jessica juga tak mengerti kenapa tiba tiba ia berani mengatakan semua itu , ia sadar betul ucapannya tadi sangat menyakiti Chanyeol namun apa boleh buat ia tidak bisa menahan perasaanya lagi dan membuat Chanyeol terus berharap padanya. Ia tidak hanya menyakiti Chanyeol tapi Kris juga , karena itu cepat atau lambat Jessica harus menegaskan perasaan dan tadilah waktu yang tepat.

Aneh , karena kekecewaan dan kemarahannya pada Chanyeol bisa membuat Jessica menolak namja itu . Ia memang sangat marah saat tahu semua ini hanya kebohongan belaka , Chanyeol tidak akan tahu karena kebohongannya hari ini Jessica tidak hanya membohongi Kris tapi ia juga menyakiti hati namja itu. Jessica marah dan benci pada dirinya sendiri , kalau saja ia menolak ajakan Chanyeol tadi ia tidak akan meninggalkan Kris.

Setiba di Lotte World Jessica segera berlari menuju tempat ice skating , kali ini saja ia ingin bertemu Kris dan memeluk namja itu agar membuat perasaanya lebih baik. Jessica mengedarkan pandangannya , mungkin saja Kris berada di tempat lain bukan di tempat ice skating pikirnya.

Di tempat lain , Kris ….. namja itu tidak bergerak atau pergi dari bangkunya yang ia tempati sejak pertama datang , keadaanya benar benar kacau dan wajah yang memperlihat jelas keadaanya jauh dari kata baik. Siapapun yang melihatnya mudah sekali menebak kalau namja itu sedang patah hati , frustasi atau mempunyai banyak masalah. Pernahkah kalian menunggu seseorang berjam jam , jika iya bagaimana rasanya? Ingin sekali marah , kesal dan memakinya bila orang yang kita tunggu datang. Tapi Kris tidak mungkin melakukan hal tadi , bagaimana bisa mengumpat dan mencaci maki Jessica? Bukankah yang ia bisa lakukan hanya bersabar dan memaafkan apapun yang Jessica lakukan seperti biasa?

Jessica tidak tahu bagaimana harus berucap ketika melihat Kris berada di salah satu bangku yang menghadap langsung pada area ice skating , harapannya menjadi kenyataan kalau Kris masih berada disini menunggunya. Jessica langsung berlari menghampiri kekasihnya dan memeluk Kris erat sangat erat. Namja itu terkejut karena seseorang menarik dan memeluk tubuhnya erat tiba tiba.

” Kris mianhae , jeongmal mianhae” air mata yang sedari tadi ditahan Jessica mengalir begitu saja. Hanya mendengar suaranya saja Kris tahu pasti siapa pemilik suara itu. Ada rasa sakit yang perlahan muncul setelah ditahan sekuat tenaga saat Jessica memeluknya , tangannya tak bergerak untuk membalas pelukan gadis itu. Kris bisa merasa ada maksud berbeda dari permintaan maaf Jessica , tidak seperti orang menyesal namun lebih ke arah ia baru saja melakukan sesuatu yang buruk dan menyakitinya.

Untuk berpura pura baik baik saja dan menyambut Jessica dengan senyuman rasanya Kris tidak sanggup lagi, ia tidak akan mengerti bagaimana perasaan Kris karena Jessica tidak tahu dan tidak akan pernah tahu rasanya menunggu. Cinta memang selalu memaafkan namun itu tidak harus berlaku pada orang yang tidak menghargaimu.

Kris melepas pelukan Jessica paksa menatap kedua mata kekasihnya yang merah dan sembab ” a-pa kau bertemu Chanyeol? ” tebak Kris asal.

Jessica sangat ketakutan sekarang , kenapa Kris bisa tahu? ia bisa saja menjelaskan semuanya , Jessica tak sepenuhnya salah . Ia juga korban Chanyeol disini , namun jangankan untuk menjelaskan menatap mata Kris yang menatapnya sendu dan kecewa membuatnya lebih dulu ketakutan. ” A….ku ”

Kris berhenti bertanya , ia sudah mendapat jawaban dari pertanyaanya. Jessica memang pergi bersama Chanyeol , dan melupakan dirinya disini. Padahal Kris hanya menebak dan asal bertanya melihat sikap aneh Jessica , namun siapa sangka tebakan Kris 100% benar.

” Kris dengar – ” Kris mengangkat tangannya meminta Jessica berhenti berbicara atau menjelaskan apapun , ia tidak butuh penjelasan atau alasan karena pada akhirnya semua ucapan Jessica akan lebih menyakitinya.

Jessica mengigit bibir bawahnya , diamnya Kris sangat menakutkan dan menyakitinya. Tersirat jelas kekecewaan dan kesedihan di wajah tampannya , ya semua ini salah Jessica karena tidak pernah tegas dan mementingkan perasaan orang lain. Mana janjinya dulu untuk tidak membohongi Kris lagi ? Mana semua ucapan manisnya yang mengatakan ia tidak akan menyakiti Kris lagi? Semuanya bohong ! Jessica merasa malu dan marah pada dirinya sendiri , perlahan air mata kembali turun.

” Mi….an…hae nan baboya ” ucap Jessica dengan suara bergetar , ia menangis sejadi jadinya tak peduli semua tanggapan orang lain atas dirinya.

Kris mendongak , dilihatnya Jessica yang masih menangis dengan bahu bergetar dan kepala tertunduk. Sesekali tangannya mengusap air mata dan ingus yang mengalir di wajahnya , Kris merasa Jessica sangat menyesal dan sedih sekarang.

” Mianhae jeongmal , aku memang bersama Chanyeol seharian . Dia berulang tahun dan memintaku untuk menemaninya hari ini . Kami pergi makan , menonton , dan makan malam bersama . Tapi apa kau tahu? Semua itu hanya kebohongan belaka , dia tidak berulang tahun hari ini . Chanyeol membohongiku !! ” cerita Jessica dengan suara tak jelas

” Aku bodoh , aku idiot membiarkanmu menunggu disini sendirian dan kedinginan. Aku yeoja terbodoh , kau tidak akan tahu bagaimana tersiksanya aku memikirkanmu disini . Kau pikir aku bersenang senang dengan Chanyeol ? Anni , aku tidak bahagia , hari ini seharusnya hari menyenangkan untuk kita tapi aku merusaknya ”

Jessica tidak bisa menahan diri lagi , ia menumpahkan semua perasaan yang menganggunya hari ini pada Kris. Satu kesalahan karena ia menceritakan semuanya pada Kris , mungkin saja namja itu semakin marah atau mengajak Chanyeol berkelahi setelah ini.

” Aku tidak pernah bermaksud menyakitimu Kris , kau harus tahu itu ” ucap Jessica final , ia berjongkok dan menangis sejadi jadinya.

Tunggu , kenapa Jessica yang marah pada Kris? Dia yang meninggalkan Kris seorang diri disini , bukan sebaliknya . Melihat tangisan Jessica yang begitu hebat , Kris tak tega dan ditambah lagi penjelasannya kalau ia hanya dibohongi Chanyeol . Kris sangat yakin Jessica tidak berbohong , karena orang macam Chanyeol memang seperti itu bukan? Licik dan sangat pandai memanfaatkan keadaan.

Kris memperhatikan Jessica yang masih berjongkok dan menangis terisak isak , jika saja ditempat ini masih ada orang selain mereka mungkin semua orang sudah memperhatikan mereka berdua. Kris berjongkok dan mengelus rambut Jessica lembut , merasa rambutnya di sentuh seseorang Jessica mendongak masih dengan berlinang air mata .

Kris tersenyum pada Jessica ” jangan menangis lagi , aku yang salah karena tidak mendengarkanmu dulu. Mian ”

Lihat lagi lagi Kris meminta maaf  pada Jessica bukan? Walaupun jelas jelas dia hanya korban dan selalu menjadi orang yang tersakiti di sini . Tapi karena rasa cintanya yang amat besar membuat Kris harus menderita seperti ini , meminta maaf saat tidak bersalah , bersikap baik saat dirinya marah atau kesal dan mengerti apapun yang Jessica lakukan.

Melihat senyuman Kris dan mendengar permintaan maaf Kris membuat Jessica semakin sedih , air matanya mengalir lebih dari sebelumnya .  Kris heran bukankah dia sudah meminta maaf dan menyesal namun mengapa Jessica masih terus menangis

” Sica menga…… ” ucapan Kris terhenti karena tiba tiba Jessica memeluknya erat sangat erat.

” Jangan meminta maaf , kau sudah sangat menderita karenaku. Aku…..aku …… yang salah Kris , aku yang salah ” isak Jessica dalam pelukan Kris

Kris hanya membalas pelukan Jessica tak kalah erat , membiarkan gadis itu mengatakan perasaannya . ” Jangan katakan kau menyesal , aku tahu kau sangat terluka ” ucap Jessica lagi

Kris melepas pelukan mereka dan mengusap air mata Jessica yang tak kunjung berhenti ” baiklah , aku tidak akan melakukannya lagi . Aku akan berusaha tidak menahan perasaanku , aku akan marah bila aku marah , aku akan tidak akan meminta maaf lagi bila aku tidak salah.  Aku berjanji ”

Kris menyodorkan kelingkingnya pertanda ia benar benar akan memegang janjinya , Jessica mengangguk dan membalas jari Kris. Mereka sudah membuat janji sekarang , Jessica pun mulai tersenyum pada Kris. Setidaknya Kris sudah berjanji dan tidak akan melakukannya lagi ,mungkin Kris tidak mengerti bukan pengakuan dirinya yang salah atau permintaan maaf yang Jessica butuhkan bila mereka tengah ada masalah . Ia hanya ingin kekasihnya bisa jujur dengan perasaannya sendiri , tanpa takut menyakitinya. Jessica sadar tak peduli sebagaimana Kris menyakitinya dengan kemarahan atau berteriak padanya itu tidak sebanding dengan apa yang Kris rasakan , menunggu seorang diri di saat orang yang ditunggu sedang bersama namja lain.  Jessica pun akan sangat benci jika tahu Kris bersama yeoja lain terlebih lagi jika yeoja itu Hyunyoung , rasanya sangat menyakitkan bukan? Dan itu lebih menyakitkan lagi karena Kris selalu menahan perasaanya.

” M….mianhae ” ucap Jessica

Kris mencubit hidung Jessica kesal ” aku sudah memaafkanmu sedari tadi ”

———–

Jessica menunggu Kris di sebuah bangku , kekasihnya sedang pergi membelikan susu coklat panas untuk mereka berdua. Hari sudah sangat malam dan terlebih sekarang hampir musim dingin , tidak heran mengapa udara sangat dingin. Jessica memeluk tubuhnya sendiri karena udara yang masih dingin baginya walaupun ia sudah mengenakan jaket tebal.

Tak berapa lama Kris kembali dengan dua gelas minuman di tangannya , ” apa kau sangat kedinginan? ” tanya Kris

” Anniya , aku baik baik saja ” jawab Jessica lalu menyeruput minuman yang diberikan Kris

” Kau bisa memelukku kalau kau kedinginan ” ucap Kris membuat Jessica tertawa mendengarnya. Kris pun ikut tertawa melihat kekasihnya tertawa , cukup lama mereka berdiam menikmati minuman masing masing. Kris menyadari Jessica terus memandang arena ice skating

” Gwenchana , kita bisa main ice skating lain kali ” ucap Kris seakan tahu pikiran Jessica yang sangat menyesal karena mereka tidak jadi bermain ice skating hari ini , andai saja dia tidak bertemu Chanyeol tadi pasti malam ini dia sudah membuat Kris sangat bahagia.

Jessica meletakan minumannya dan langsung memeluk Kris ” ah sangat dingin disini ” , Kris benar lain kali mereka bisa bermain lagi kesini dan lain kali Jessica tidak akan pernah mengecewakan dan menyakiti Kris lagi. Semuanya sudah berakhir , antara dirinya dan Chanyeol , semua yang menganggunya dan Kris. Sekarang saatnya bagi Jessica untuk membalas perasaan Kris dan mengganti semua rasa sakit yang ia berikan pada Kris dengan kebahagiaan.

Jessica tersenyum bahagia dalam pelukan Kris ” aku ingin bersamamu selamanya Kris …. selamanya ” ucap Jessica dalam hati.

————-

Keesokan Harinya

Jessica dan Kris kembali bersekolah seperti biasa dan seperti biasa juga mereka datang ke kelas berdua , mereka benar benar tak mau dipisahkan sekarang. Jessica menarik kursinya , tanpa sengaja matanya bertemu sepasang mata yang menatapnya sendu siapalagi kalau bukan Chanyeol. Ya ini pertama kalinya mereka bertemu setelah Jessica menegaskan perasaanya kemarin , Jessica tersenyum pada Chanyeol seolah tak ada yang berubah sebelum dan setelah ia menolak namja itu . Mungkin Jessica memang sangat marah pada Chanyeol kemarin , tapi itu hanya berlangsung beberapa hari dan Jessica pikir jika Chanyeol tidak pernah membohonginya kemarin maka ia juga tak akan pernah kesempatan untuk menegaskan hubungan mereka berdua. Dan bagaimana ia bisa membenci Chanyeol? Jessica masih sangat tahu diri atas apa yang Chanyeol pernah lakukan padanya.

Chanyeol tak bergeming atau membalas senyuman Jessica tadi , ini sudah dua hari berlalu tapi rasa sakit karena penolakan Jessica tak berkurang sedikitpun. Chanyeol sadar tak seharusnya ia sangat menderita seperti ini , bahkan sebelum menyatakan perasaan pada Jessica ia sudah tahu yeoja yang ia cintai sudah mulai membalas perasaan Kris. Ia kalah dari Kris , itulah yang Chanyeol akui sekarang kalau saja dulu ia tidak pernah mengecewakan dan meragukan perasaannya pada Jessica. Mungkinkah Jessica akan membalas perasaannya? Mungkinkah Jessica mencintainya seperti ia mencintai Kris? Chanyeol berangan angan , berandai andai jika ia bisa menebus kesalahannya pada Jessica dulu dan merubah dirinya menjadi lebih baik sehingga Jessica bisa mencintainya. Walaupun kenyataannya tidak ada alasan yang membuat Jessica meninggalkan dan menyakiti Kris lagi seperti dulu.

Tidak akan pernah……

  ————-

Sepulang sekolah Jessica tidak langsung pulang , ia sudah meminta izin pada orang tua dan Taecyeon oppa agar dia bisa pulang sore hari ini. Ia berada di lapangan basket sekarang , apalagi alasannya kalau bukan Kris. Kris, Chen dan teman lainnya memang sudah berencana bermain basket hari ini dan membuat Jessica menunggu dan menontonnya bermain bukan permintaannya. Entah tiba tiba saja dan untuk pertama kalinya , Jessica ingin menunggu dan menyaksikan bagaimana hebatnya kekasihnya itu bermain basket.

” Kris !!! Hwaiting ! ” teriak Jessica menyemangati , Kris yang mendengar kekasihnya menyemangati tersenyum dan melambaikan tangannya pada Jessica.

Jessica berdiri , bertepuk tangan dan berteriak teriak semangat setiap kali Kris berhasil menyetak angka. Sungguh Kris bukan sedang bertanding untuk membela Korea tapi Jessica bersikap seolah pertandingan ini sangat penting untuk mereka berdua. Chen dan teman teman lainnya hanya tertawa dengan sikap Jessica , ini juga mengejutkan mereka bagaimana seorang Kris benar benar merubah Jessica.

Selesai pertandingan , Chen dan teman teman lain langsung pulang menyisakan Kris dan Jessica berdua di lapangan basket. ” Aigoo , kekasihku sangat hebat ” ucap Jessica sembari membantu Kris mengelap keringatnya.

Kris tertawa mendengar pujian dari Jessica , ia sendiri sudah tahu kalau dirinya sangat hebat dalam bermain basket. Namun karena Jessica berada disini , itulah yang membuatnya begitu semangat tak seperti biasanya.

Jessica berlari ke tengah lapangan dan mengambil bola basket , mencoba memasukan ke dalam ring. Kenapa ini sangat sulit , berbeda dari yang ia lihat saat Kris dan teman temannya bermain. Jessica tidak mau menyerah begitu saja , setidaknya sekali ia harus berhasil memasukan bola ke dalam ring. Di pinggir sana , Kris tak bisa menahan tawanya melihat tingkah lucu Jessica bermain basket. Ia menghampiri kekasihnya dan merebut bola lalu memasukannya ke dalam ring berkali kali membuat Jessica kesal

” Coba saja kau lebih tinggi Jessica Jung ” ledek Kris sambil menempatkan jarinya di kening Jessica

Jessica mendelik , menatap Kris tak terima sedangkan namja itu hanya tertawa. ” Ayo kita tanding  ” ajak Kris. Jessica tidak senang , tentu saja bagaimana bisa Kris mengajaknya bertanding setelah tahu ia sama sekali tidak bisa bermain basket. Apa Kris meledeknya sekarang?

” Aku akan mengalah untukmu tenang saja ” ujar Kris lagi , Jessica semakin tak terima. Demi apapun ia ingin mengalahkan Kris , walaupun tahu itu sangat sulit.

” Ayo ” jawab Jessica

Kris mendribble bola menunjukan keahliannya pada Jessica dengan menshoot jarak jauh , jangankan mencetak angka merebut bola dari Kris pun ia tak bisa. Mana yang Kris bila ia akan mengalah? Jessica hanya mengejar Kris setiap kali namja itu hendak memasukkan bola , seandainya ia lebih tinggi dan lebih menyenangi olahraga pasti ada harapan  ia bisa mengalahkan kekasihnya.

” Ini tangkap ” Kris sedikit kasihan melihat Jessica yang berusaha mati matian untuk mendapat bola , Jessica tersenyum bahagia saat berhasil menangkap lemparan dari Kris. Kali ini ia harus mencetak angka , satu saja tak masalah. Jessica melompat setinggi mungkin dan melempar bola , tapi tiba tiba Kris melompat dan mengambil bola itu dan memasukan ke dalam ring.

” 10 – 0.Bang ” Kris tertawa puas dengan kemenangannya , jauh berbeda dari reaksi Jessica yeoja itu ingin sekali melempar kekasihnya dengan bola. Sungguh tidak punya perasaan sekali .

” Kau menyebalkan !!! ” teriak Jessica marah lalu meninggalkan lapangan dan kembali duduk di tempatnya tadi, Kris pun langsung menyusul kekasihnya. Di acak acaknya rambut Jessica karena gemas dengan dengan kekasihnya yang sedang cemberut itu.

————–

Hari ini seluruh siswa siswi tingkat akhir akan dipanggil untuk konseling tentang rencana kuliah , Jessica nampak gugup bukan karena ia. takut dengan sonsaengnim yang akan mengobrol dengannya karena jujur saja bahkan sampai saat ini ia tidak tahu dan tidak terpikir universitas dan jurusan apa yang harus dipilihnya. Tak pernah sekalipun ia memikirkan masa depannya , sedari dulu yang ada dalam pikirannya adalah lulus dari sekolah ini secepatnya hanya itu saja. Jessica menoleh pada namja yang berada disampingnya , Kris tidak akan seperti dirinya. Kekasihnya itu pasti sudah memiliki rencana untuk masa depannya nanti setelah lulus sekolah.

Giliran Jessica pun tiba , ” apa kau sudah tahu akan berkuliah dimana? ” tanya sonsaengnim lembut , cara bicaranya pada Jessica sedikit lebih lembut berbeda dari caranya bertanya pada murid lain.

Jessica menggeleng ” a…..ku be…lum ta..hu ”

” Apa kau takut teman teman kuliahmu nanti akan mengganggumu? ”

Jessica tidak dapat mengelak , sonsaengnimnya benar ia masih takut setelah semua yang di alaminya dulu. Bagaimana jika orang orang akan menganggunya lagi? Walaupun keluarganya berpikir ia sudah kembali seperti dulu dan Kris berpikir ia sudah berubah , tapi masih ada rasa takut yang terus membayanginya. Apakah kehidupan kuliahnya akan berbeda atau masihkah orang orang akan mengganggu dan menyakitinya lagi?

Sonsaengnim tersenyum dan memegang tangan Jessica ” Jessica percayalah ini adalah kesempatanmu untuk merubah dan melupakan masa lalumu , kau bahkan belum mencoba. Apa yang kau takutkan? Ini akan menjadi awal bagimu untuk menjadi Jessica yang baru. ” jelas sonsaengnim tanpa jeda berusaha meyakinkan Jessica.

————-

Jessica tidak bisa berhenti memikirkan saran sonsaengnimnya tadi , benar itu akan menjadi kesempatan baginya untuk melupakan masa lalunya dan menjadi Jessica yang baru. Bukankah kalau ia terus menjadi pendiam , pemalu dan tidak mau bicara itu sama saja membiarkan orang orang berpikir ia aneh dan mulai menganggunya seperti yang dulu ia alami? Jessica juga ingin berubah , seperti anak seusianya pada umumnya yang bersenang senang dan mempunyai banyak teman. Sebenarnya Jessica sudah berubah , sekarang ia bisa banyak bicara , tertawa , bercanda dan kembali seperti dirinya dulu ketika bersahabat dengan Yura dan Victoria ya tapi itu hanya berlaku pada Kris . Ketika ia bersama dengan kekasihnya saja , bahkan bersama Chanyeol pun ia tidak bisa seperti itu.

” Kris , apa rencanamu setelah lulus nanti? ” Jessica bertanya , Kris berhenti melangkah dan menatap kekasihnya sebentar. Aneh saja menurutnya pertanyaan Jessica sedikit aneh

” Tentu saja kuliah , mendapatkan pekerjaan yang baik , menjadi sukses dan menikah denganmu ”

Jessica tidak tahu bagaimana cara untuk tidak tersenyum dan tersanjung saat ini , disaat Kris terang terangan mengatakan kalau ia ingin menikahi Jessica. Walaupun dirinya belum menemukan ketertarikan pada pernikahan namun setidaknya Kris memang serius dalam hubungan mereka.

” Bagaimana denganmu Sica – ya? ” Kris balik bertanya

Jessica menundukan kepalanya nampak memikirkan sesuatu ” aku… tidak tahu , sebenarnya aku…..masih sangat takut. Apakah aku harus melanjutkan kuliah?”
Sekarang Kris sudah mengerti mengapa tiba tiba Jessica bertanya tentang rencana masa depannya , ia salah berpikir semuanya sudah berubah ya memang Jessica sudah berubah namun belum sepenuhnya. Kris sadar masih banyak yang harus ia lakukan untuk Jessica dan hal utama yang harus ia lakukan adalah menghapus rasa takut Jessica akan dunia luar.

Kris mendekati Jessica dan berjongkok “naiklah ke punggungku , aku akan menggendongmu ” ujar Kris. Jessica menurut walaupun sebenarnya ia masih kuat untuk jalan sendiri.
Jessica memeluk Kris erat dan bersandar di pundak kekasihnya

” Sica – ya bisakah kau melakukan sesuatu untukku? ”

” Tentu saja ”

” Bisakah kau berjanji mulai hari ini kau akan pergi dan mengenal dunia luar sendiri? Dunia ini memang tidak seindah yang kau pikirkan , tapi kebahagiaan tidak datang padamu sendiri kau lah yang harus pergi keluar mencari kebahagiaanmu. Sama seperti kita , karena kau mau belajar membuka dirimu dan juga hatimu itulah mengapa kita bisa menjadi sepasang kekasih. Kau bahkan sudah bisa mencintai dan membuka dirimu untukku , jadi belajar membuka hatimu untuk orang lain bukanlah hal yang sulit. Aku tidak akan menjanjikan itu mudah , tapi aku bisa berjanji aku akan selalu ada untukmu , disampingmu dan dibelakangmu. Kau orang yang sangat baik dan menyenangkan Sica – ya , semua orang akan menyukaimu berhenti memikirkan masa lalumu dan semua orang tidak seperti yang kau pikirkan. Di dunia ini ada orang baik dan juga jahat , kau hanya bertemu yang jahat lebih dulu dan kalau kau mau kau akan bertemu dengan orang orang baik itu ” ucap Kris panjang lebar , sungguh ini pertama kalinya Kris menasihatinya seperti ini karena biasanya Chanyeol lah yang selalu menyemangatinya dan menasehatinya dengan bijak. Jessica sadar hanya Kris lah satu satunya yang bisa mengubah pikirannya.

Jessica mengeratkan pelukannya pada Kris ” Bisakah kau juga melakukan sesuatu untukku? ” tanya Jessica

” apa? ”

” Berjanjilah Kris kau tidak akan pernah meninggalkanku , jangan pernah…… aku tidak pernah percaya bahwa seseorang tidak bisa hidup tanpa orang yang dicintainya , tapi aku merasakannya sekarang aku tidak akan bisa hidup tanpamu Kris ”

Kris tertegun mendengar ucapan Jessica tadi , entah bagaimana dan darimana kekasihnya itu belajar mengatakan kata kata seindah itu. Setidaknya sekarang ia semakin yakin dan menyadari kalau Jessica mencintainya sebesar ia mencintai Jessica. Senyum di wajah tampan Kris mengembang ” ne ”

Kris dan Jessica tersenyum bahagia dengan janji yang mereka buat , mereka memang tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada mereka esok atau nanti namun keduanya sudah berjanji untuk selalu bersama.

” Aku ingin mencoba ke dunia luar Kris , seperti yang kau katakan dunia tidak seindah yang kukira dan tidak seburuk yang kubayangkan ”

Kris sangat terkejut sekaligus bahagia mendengarnya , ia merasa dengan kata katanya saja itu belum cukup untuk menghapus rasa takut Jessica namun siapa sangka kata katanya tadi mampu menggerakan hati Jessica. Terlalu bergembira , Kris langsung menurunkan Jessica dari gendongannya dan memeluk kekasihnya.

” Terimakasih karena kau mau mencoba Sica – ya , jangan khawatir aku akan membantumu ”

Jessica mengangguk sambil tersenyum di pelukan Kris , orang orang mungkin berpikir ucapan Kris tadi biasa saja namun tidak bagi Jessica. Ia memang selalu ingin mengenal dunia luar dan bertemu dengan orang orang baru , mencari teman sebanyak mungkin tapi rasa takutnya selalu lebih besar dari keinginannya untuk mencoba. Kris memang tidak menjanjikan apapun , ia bahkan tidak berjanji semua akan berjalan baik seperti yang mereka berdua inginkan tapi bagi Jessica karena Kris sudah berjanji untuk selalu berada disampingnya dan membantunya itu sudah lebih dari cukup. Setidaknya dengan mencoba ia bisa menyembuhkan luka dihatinya dan menghilangkan rasa takut yang selalu membayanginya , dan juga ia bisa mengurangi rasa khawatir keluarganya dan Kris. Dua tahun selalu bersembunyi di dalam perlindungan keluarga dan satu tahun selalu berlindung di belakang Kris , Jessica ingin membuktikan pada keluarganya dan juga Kris bahwa ia bisa menghadapi dunia sendiri dan melindungi dirinya sendiri. Jessica ingin melakukannya , ia ingin mencoba.

————-

” Aboeji ” ucap Jessica ketika ayahnya baru menyelesaikan makan malamnya

” Hmm ”

” Tadi ada sesi konseling disekolah ” cerita Jessica pada ayahnya , nyonya Jung dan Taecyeon berhenti menikmati makan malam dan fokus mendengar cerita Jessica.

” Tentang kuliahmu? ” Jessica mengangguk

” Apa kau sudah memikirkan akan melanjutkan kemana? ”

” Sica – ya , gwenchana kalau kau tidak mau melanjutkan sekolahmu tidak apa apa. Kami tidak akan memaksamu , kalau kau belum siap kau bisa mengambil cuti beberapa tahun. Kami akan menunggumu sampai kau siap ” ujar nyonya Jung , jauh di dalam lubuk hatinya nyonya Jung ingin anaknya melanjutkan ke universitas seperti anak lainnya dan mengejar impiannya. Namun tidak ada yang bisa dilakukan mengingat Jessica masih terlihat ragu dan takut.

” Kau bisa pergi ke universitas yang sama denganku Sica – ya , tidak ada yang perlu kau takutkan selama ada aku ” tambah Taecyeon meyakinkan adiknya

” Oppamu benar Sica , kau bisa kuliah disana dan ada Taecyeon yang akan menjagamu. Kau tidak perlu khawatir ”

Jessica menatap kedua orang tuanya dan Taecyeon lalu menunduk , saat ini ia berusia 18 tahun tapi kenapa keluarganya masih mengkhawatirkannya seperti anak kecil yang akan masuk ke sekolah dasar? Bukankah tadi Jessica bilang ia ingin mencoba dan dengan begitu keluarganya bisa tenang tanpa harus mengkhawatirkannya terus menerus apalagi Taecyeon oppa. Jessica merasa setiap hari Taecyeon oppalah yang paling ia bebani karena ketakutannya , setiap hari harus mengantar dan menjemputnya bahkan oppanya jarang bermain bersama teman temannya karena ia harus langsung pulang untuk menjemput Jessica. Ia sadar menghilangkan rasa takutnya tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga ini untuk kebaikan keluarga dan Kris.

Jessica mengangkat wajahnya dan menatap appa , eomma dan Taecyeon lalu tersenyum ” Aboeji, eomma , oppa aku akan pergi kuliah. Aku akan akan menjadi orang sukses dan membanggakan kalian semua tapi aku tidak akan pergi ke universitas yang sama dengan oppa. Aku ingin belajar beradaptasi dan mencari teman ”

Tuan Jung dan Taecyeon tersenyum mendengar ucapan Jessica , sedangkan nyonya Jung beranjak dari tempatnya menghampiri Jessica dan memeluk anak perempuan satu satunya. Bangga dan terharu itulah yang dirasakan keluarga Jessica , 4 tahun sudah mereka kehilangan Jessica yang begitu ceria dan periang. Kini perlahan Jessica mulai kembali seperti dulu , kedua orang tua dan Taecyeon oppa hanya perlu mendukung dan terus memberi semangat agar Jessica tak pernah menyerah.

————

Keesokan Harinya

Kang Songsaenim memasuki kelas dan langsung memukulkan tongkat yang selalu dipegangnya ke meja menyuruh murid murid untuk berhenti bicara dan membuat suara

” Ujian kelulusan sebentar lagi , aku ingin kalian mulai belajar dengan serius dan memikirkan masa depan kalian. Mengerti? ”

” Ne songsaenim ” jawab semua murid serempak.

” Tidak terasa sebentar lagi kita akan lulus , rasanya kau baru datang ke kelas ini kemarin ” ujar Jessica sembari tersenyum pada Kris

” Ya , aku berharap waktu tidak akan cepat berlalu ”

Jessica mengerutkan keningnya mendengar jawaban Kris yang terdengar ambigu ” maksudmu? ”

” Anni , maksudku aku masih mau menikmati masa masa sekolah bersamamu. 11 tahun bersekolah tapi baru di tahun terakhir lah aku merasa tahun ini adalah tahun terindahku. Bayangkan 11 tahun kehidupanku sekolahku begitu suram sebelum bertemu denganmu, ini tidak adil bukan? ” jawab Kris dengan tawa

—————

” Kris apa kau lapar? Ayo kita ke kantin ” ajak Jessica sambil membereskan buku dan memasukannya ke dalam tas.

Kris tidak menjawab karena ia masih sibuk mencatat pelajaran bahasa Korea tadi , Jessica melipat kedua tangannya menunggu Kris selesai mencatat.

” Sica – ya aku ada urusan dengan Chen, bisakah kau ke kantin sendiri?” ucap Kris setelah selesai mencatat , Jessica nampak terkejut dengan ucapan Kris. Apa ia tidak salah menyuruh Jessica ke kantin seorang diri dan makan sendiri? Jessica hendak protes pada Kris namun melihat wajah Kris yang begitu polos seolah hal yang baru ia katakan pada Jessica adalah hal yang biasa saja membuat Jessica membatalkan protesnya.

” Pergilah ke kantin dan makan disana jangan makan dikelas eoh? Awas kalau kau tidak makan aku akan benar benar marah ! ” ancam Kris lalu ia berjalan cepat keluar kelas.

Jessica mendengus sebal , Kris sudah hilang dan pandangannya entah ada urusan apa sampai Kris itu lebih mementingkan urusannya dibandingkan dirinya. Jessica memperhatikan keadaan kelas yang sudah kosong dan hanya menyisakan dirinya , ia terlihat sangat menyedihkan sekali duduk seorang diri disini tanpa melakukan apapun.

Tiba tiba handphonenya bergetar pertanda ada pesan masuk , Jessica mengeluarkan handphonenya dari saku dan membaca pesan masuk dari Kris.

” kau pasti masih berada di dalam kelas kan sampai sekarang? Jangan membuatku marah Jessica Jung ”

Jessica mengepalkan tangannya gemas  ingin sekali memarahi Kris sudah meninggalkannya , sekarang ia memaksa Jessica untuk pergi ke kantin dan makan disana. Jessica akhirnya mau menuruti perintah Kris dan mengambil dompetnya di dalam tas lalu berjalan menuju kantin.

Jessica berjalan menuju kantin sendiri , bisa dibilang ini pertama kalinya pergi ke kantin tanpa Kris . Seingatnya terakhir kali ia ke kantin seorang diri saat Kris sakit dan Jessica berlari membelikan air untuk kekasihnya. Rasanya memang aneh berjalan seorang diri apalagi ketika  banyak orang yang berjalan ke arahnya , karena ia memang membenci itu mengingatkan Jessica saat saat dulu orang orang selalu datang ke arahnya dan mulai menganggunya.

Jessica mengeratkan pegangan pada dompetnya dan melewati orang orang yang berada dikanan dan kirinya. Tidak ada satu orang pun yang menganggu , menatapnya aneh atau berkasak kusuk saat ia lewat . Jessica baru menyadari itu setiba di kantin , ini tidak seburuk yang ia bayangkan mengapa ia selalu berpikir buruk kalau orang orang akan menganggunya. Jessica memperhatikan sekitarnya semua orang begitu sibuk makan dan sibuk dengan urusannya masing masing , kenapa ia juga selalu berpikir kalau orang orang akan memperhatikannya jika ia datang kesini?

Jessica mengambil makanan dan duduk di sebuah bangku kosong , ia kembali memperhatikan keadaan sekitarnya sebelum mulai memakan makan siangnya. Aneh disini ia juga seorang diri tapi ia tidak merasa kesepian seperti saat dikelas tadi. Jessica tersenyum lebar dan memakan makananya , setelah ini ia pasti akan bercerita pada Kris kalau sekarang ia juga bisa pergi ke kantin sendiri tanpa ditemani Kris lagi. Kekasihnya itu pasti akan menyesal nanti kalau Jessica lebih senang pergi sendiri.

————

Teeeet ……. Bel  istirahat telah berakhir.

Kris berlari cepat dan kembali duduk di tempatnya , badannya begitu berkeringat dan baju seragamnyanya cukup basah. Jessica sudah bisa menebak apa yang Kris maksud dengan urusan penting ternyata itu basket , pantas saja ia tega membiarkan Jessica seorang diri tidak heran lagi kalau itu karena basket. Jessica sangat tahu dan menyadari Kris begitu mencintai basket , mungkin sama besarnya dengan rasa cinta Kris pada dirinya.

” Jadi kau basket? ”

Kris masih terengah engah karena kelelahan , ia sedang menormalkan pernafasannya saat ini dan mengipasi dirinya dengan buku karena udara begitu panas baginya. Jessica mengeluarkan tissue dan sebotol air putih yang dibelinya tadi lalu memberikannya pada Kris.

” Aku sudah membelikanmu roti , nanti istirahat kedua makanlah ” ucap Jessica pelan , ia tidak cukup berani membuat kegaduhan apalagi saat pelajaran Nam Songsaenim. Guru Biologi itu memang cukup sadis

” Gomawo …….. Oh ya , kau makan disini atau dikantin? ”

” Tentu saja aku makan disana , aku tidak mau kau marah padaku ”

” Baguslah , kau memang pintar. Apa sesuatu terjadi? ”

Jessica mendadak antusias untuk menceritakan semuanya pada Kris ” anni , Kris ternyata ini tidak seburuk yang aku bayangkan memang awalnya aku sangat takut pergi sendiri tanpamu tapi ternyata aku baik baik saja tidak ada orang yang mengangguku. Ku rasa aku bisa pergi ke kantin seorang diri lagi ”

” Benar kan ini tidak seperti yang kau bayangkan Sica – ya , jadi apa kau mencoba bilang mulai sekarang kau akan pergi ke kantin sendiri tanpaku begitu? ”

” Ne , jadi mulai sekarang aku bisa pergi sendiri dan meninggalkanmu ” Jessica memeletkan lidah persis seperti anak kecil yang sedang mengolok ngolok temannya , Kris mencubit pipi kekasihnya seakan membalas ledekan Jessica tadi. Keduanya tidak berhenti mengobrol dan bercanda satu sama lain , seolah lupa dikelas ini adalah tempat mereka untuk belajar.

—————–

Hari ini Kris dan Jessica sudah berjanji bertemu di daerah xxx , mereka akan berjalan jalan dan makan hanwoo disini
namun sudah hampir setengah jam Jessica duduk di sebuang bangku menanti kedatangan Kris. Entahlah apa yang membuat Kris telat dan membuat Jessica menunggu , dan yang lebih parah kekasihnya itu sama sekali tidak bisa dihubungi percuma saja menelofon dan mengirim pesan sebanyak apapun Kris tidak akan membalasnya.

” Dimana kau Kris ” keluh Jessica kesal , ia marah dengan berbagai alasan pertama karena Kris terlambat , kedua namja itu tidak bisa dihubungi dan ketiga Jessica marah dengan keadaan disini yang begitu ramai dan berisik. Apakah Kris lupa kalau Jessica takut dengan keramaian seperti ini?

Jessica memperhatikan setiap orang yang baru datang kesini berharap salah satu dari mereka adalah Kris , mungkin jika tidak seramai ini Jessica pasti bersikap biasa saja dan tidak akan marah pada kekasihnya. Ia sudah sangat sering membuat Kris menunggu berjam jam lamanya tentu saja ia juga harus bisa menunggu Kris , tapi tetap saja kekasihnya itu tidak seharusnya membuatnya menunggu di tempat seramai ini seorang diri. Jessica memegang tangannya resah , menunggu Kris dan setiap melihat sekelompok gadis gadis muda seumurannya ia semakin gelisah.

Satu jam berlalu , Jessica masih setia menunggu kedatangan Kris. Berkali kali ia marah dan tak berhenti mengeluh karena Kris belum datang tapi tetap saja ia tidak berniat pergi dan membatalkan kencan mereka hari ini. Mungkin saja Kris masih dalam perjalan atau mungkin saja lalu lintas macet dan bisa saja handphone Kris mati maka itu ia tidak bisa mengabari Jessica sekarang. Jessica berusaha mempositifkan pikirannya , tentu saja Kris tidak mungkin sengaja membuatnya menunggu atau membalas dendam untuk yang kemarin  Ya , sangat tidak mungkin Kris setega itu pada dirinya.

Tiba tiba handphone Jessica berbunyi dari Kris

” Kris , kau dimana? “ tanya Jessica tanpa menyapa kekasihnya lebih dulu

” Aku sedang bersiap siap , sebentar lagi aku akan berangkat “ raut wajah Jessica berubah kecewa karena kekasihnya bahkan belum berangkat sama sekali.

” Kau pasti sudah lama menunggu , mianhae Sica – ya. Tadi aku harus mengantar eomma ke supermarket dan membantunya menyiapkan acara makan malam keluarga besok. Mianhaeyo “ lirih Kris menyesal , Jessica tidak bisa berkata kata apapun tapi ia lega , Kris terlambat bukan karena lupa melainkan ia harus membantu eommanya lebih dulu.

” Gwenchanayo , kalau begitu cepatlah datang “

” Oh Sica – ya bisakah kau kesana lebih dulu  , restoran itu sangat ramai dan selalu penuh. Bisakah kau datang dan memesan hanwoo lebih dulu? Kalau kau menungguku mungkin kita tidak akan mendapatkan tempat. Aku akan berangkat sekarang , aku minta tolong eoh “

Beep ……. Kris memutuskan panggilan mereka , Jessica tiba tiba merasa tidak mengerti dengan perintah Kris. Kenapa bisa bisanya Kris menyuruhnya pergi lebih dulu kesana setelah membuatnya menunggu? Tapi jika dipikirkan dua kali kekasihnya juga tidak salah , mereka berdua sangat ingin makan hanwoo sejak beberapa hari lalu bukankah percuma jauh jauh kesini dan harus kembali karena tidak mendapat tempat.

Jessica beranjak dari tempatnya dan berjalan ke restoran yang mereka tuju , ia terlihat panik apalagi setiap kali ia melihat gadis gadis muda seusiannya berdatangan ke arahnya. Jessica menguatkan kepalan tangannya dan memperhatikan orang orang disekelilingnya dan mulai negosiasinya dengan dirinya sendiri

” Anggaplah disini sama seperti di kantin , mereka tidak akan mengangguku dan yang paling penting mereka tidak mengenalku. Tenanglah , dan jalan seperti biasa tenang Jessica . Semua akan baik baik saja , tidak apa apa . Aku bisa melakukannya ” Jessica membatin memotivasi dirinya sendiri

Jessica mengangkat wajahnya dan melepas kepala tangannya ” kau pasti bisa Sica – ya , Kris hanya menyuruhmu untuk mencari tempat dan memesan makanan bukan menyuruhmu masuk ke kandang singa ” ujar Jessica kembali memotivasi dirinya sendiri , Jessica kembali melanjutkan langkahnya dengan tegak.

Setiba di restoran Jessica langsung mencari tempat dan memesan hanwoo sesuai perintah Kris , beberapa hari yang lalu ia berhasil pergi ke kantin seorang diri dan sekarang ia berhasil pergi di tempat ramai. Jessica tersenyum lebar , bangga dan salut pada dirinya sendiri baginya ini adalah hal yang sangat luar biasa.

” Kau memang hebat Jessica Jung ” ujar Jessica memuji dirinya sendiri

” Hebat? ” Kris tiba tiba datang menarik kursi dihadapan Jessica , ia langsung mengambil sumpit dan mengambil sepotong daging yang sudah Jessica panggang terlebih dahulu.

” Kau kemana saja , mengapa lama sekali Kris . Lihat.. aku bahkan sudah makan beberapa potong ” Jessica bersungut sungut karena Kris datang lebih lama dari perkiraannya tadi. Jessica mengerucutkan bibirnya kesal , Kris hanya tertawa menanggapi kemarahan kekasihnya

” Mianhae , jalanan sangat macet tadi. Kau pasti tahu aku tidak bermaksud membuatmu menunggu Sica – ya ”

” Arra ….. tapi…. ”

Kris menyuapi Jessica dengan hanwoo untuk menghentikan protes kekasihnya tadi. Jessica akhirnya kembali tersenyum setelah Kris menyuapinya , sebenarnya ia hanya berpura pura marah dan kesal pada Kris mana mungkin ia marah karena menunggu Kris dua jam sedangkan Kris saja bisa menunggu lebih dari itu dan tak pernah marah atau mengeluh sedikitpun.

Selesai makan Kris dan Jessica berjalan jalan , Jessica tidak tahu setan apa yang berada dalam dirinya saat ini entah mengapa ia sangat ingin berjalan bergandengan dengan Kris . Sayangnya Kris tidak mengetahui dan menyadari itu , namja itu terlalu sibuk memperhatikan toko toko disekitarnya. Tidak bisa menahan keinginannya lagi , Jessica memberikan kode keras pada Kris dengan mendekatkan tangan mereka dan membuat itu seolah bertabrakan. Tapi Kris malah tersenyum dan tidak menyadari kode yang diberikannya , Jessica mengumpat mengapa kekasihnya tidak peka seperti biasanya?

” Ehm…..ehm ” Jessica berdehem untuk menarik perhatian Kris terbukti berhasil karena kekasihnya berhenti dan menoleh padanya

” Sebentar , aku akan belikan air putih untukmu ”

Jessica mengerucutkan bibirnya ” kenapa ia sangat peka pada masalah tidak penting seperti ini ” batin Jessica

Kris hendak pergi , namun Jessica menahan tangannya ” anni aku baik baik saja ”

” Aku ingin………. ” ucap Jessica ragu

” Pulang ? ” Kris memotong ucapan Jessica

” Anni ”

” Kau bosan? ”

” Anni ! ”

” Kau ingin makan lagi ? Kau ingin membeli sesuatu….. atau kau ingin pergi ke suatu tempat….. ah tunggu ……. apa kau ingin ke toilet untuk buang ……. “tebak Kris asal

” Annirago , aku ingin menggenggam tanganmu Kris ” ucap Jessica dengan nada tinggi , sungguh ia sudah tidak tahan lagi dan Kris membuatnya semakin kesal karena tidak juga menyadari itu. Jessica semakin memanyunkan bibirnya dan menatap Kris sebal

Kris tertawa lebar melihat kekasihnya terlihat begitu kesal , Kris menghampiri Jessica dan menggandeng tangannya ” kau ingin berpegangan tangan? Sica – ya aku ini kekasihmu , kapanpun kau bebas memegang tanganku ” ujar Kris di sela tawanya

Jessica menunduk malu karena reaksi Kris saat ini , kalau saja tidak banyak yeoja yang memperhatikan Kris layaknya seorang idol tentu Jessica tidak akan mau melakukannya. Ia ingin menunjukan pada semua orang kalau Kris adalah miliknya dan mengingatkan para yeoja itu untuk berhenti memuja muja ketampanan kekasihnya. Jessica terus menunduk tanpa mengangkat wajahnya selama Kris menggandeng tangannya , bisakah Kris berhenti bicara dan menertawai dirinya?

Kris dan Jessica terpaksa berhenti di sebuang gazebo taman , karena hujan yang mengguyur kota Seoul begitu deras. Kris melepaskan jaket kulit yang dikenakannya dan memakaikannya pada Jessica

” Aku tidak apa apa Kris , pakailah jaketmu ” Jessica hendak melepaskan jaket yang diberikan Kris tapi kekasihnya lebih dulu menatapnya tajam seolah memberi peringatan agar tidak berani melepas jaket itu.

Nyali Jessica menciut , dengan terpaksa ia memakai jaket Kris padahal ia merasa pakaiannya sudah cukup tebal . Jessica memang mengenakan sweater tebal dan kemeja di dalamnya , setidaknya itu cukup dibanding Kris yang hanya memakai kaos tipis.

” Apa kau baik baik saja? ” tanya Jessica khawatir , beberapa kali ia mendapati Kris mengigil kedinginan.

” Tentu saja , aku baik baik saja lagipula ini tidak dingin ” tentu saja Jessica tahu Kris berbohong

” Bagaimana jika kita lari saja Kris menerjang hujan? ” Menurutnya ini ide yang paling baik , berlari dan pergi ke tempat hangat daripada terus diam disini melihat Kris kedinginan.

Lagi lagi Kris menanggapi ucapan Jessica dengan tatapan mematikan untuk kedua kalinya , Kris heran mengapa kekasihnya ini selalu bicara dan bertanya hal hal yang sudah jelas akan membuatnya marah.

” Kau pasti kedinginan Kris , kau kedinginan kan Kris? ” tanya Jessica berulang ulang

Kris menghela nafas pelan ” ya , aku kedinginan tapi jangan harap kita akan pergi dari sini sampai hujan reda atau mengembalikan jaketku ” jawab Kris tegas dan jelas

Jessica tidak berkata apapun lagi , ia langsung memeluk Kris dan menggenggam tangan Kris yang sangat dingin. ” Aku tahu ini tidak akan membantu menghangatkanmu ” ucap Jessica

Kris diam sejenak , Jessica salah Kris merasa hangat dalam pelukan gadisnya. Kris mengangkat tangannya dan membalas pelukan kekasinya erat. Kris tidak pernah percaya ketika orang lain bilang pelukan akan membantu menghangatkannya , nyatanya ia merasa lebih baik dalam pelukan Jessica.

” Ini ketiga kalinya kau memelukku ” ujar Kris memeluk Jessica lebih erat

” Benarkah? Mulai sekarang aku akan lebih sering memelukmu ”

” Tapi kau tidak pernah menciumku ”

Jessica melepas pelukan mereka dengan cepat ia menempelkan bibirnya pada bibir Kris , memberi ciuman singkat yang tak pernah ia berikan pada Kris sebelumnya. Beberapa detik kemudian Jessica baru menyadari apa yang ia lakukan , bagaimana bisa ia mencium Kris ketika namja itu bahkan tidak menyuruhnya. Apa yang akan Kris pikirkan tentang dirinya sekarang?

Keadaan hening menyelimuti mereka kedua , Kris masih berusaha mempercayai apa yang baru saja terjadi. Jelas saja Kris merasa senang , namja mana yang tidak senang bila yeoja yang dicintainya menciumnya.
Kris bisa melihat perubahan sikap Jessica setelah menciumnya tadi , kekasihnya itu terlihat sangat malu dan gugup.

” Sica – ya ”

” A… e…..Kris tadi itu , aku…… hanya….. ah aku tidak tahu kenapa aku menciummu tadi , pasti sekarang kau berpikir aneh tentang diriku kan? ” ucap Jessica tanpa berani menatap kedua mata Kris , entah ini terlalu memalukan baginya. Bisakah hujan berhenti detik ini juga sehingga ia bisa pergi dan menghilangkan suasana aneh ini?

” Mianhae ” ucap Jessica merasa bersalah , sungguh Kris tidak mengerti mengapa kekasihnya meminta maaf dan apa kesalahan yang Jessica lakukan. Apa menciumnya sebuah kesalahan?

” Sica – ya kenapa kau harus meminta maaf memangnya apa yang sudah kau lakukan , jadi kau menyesal melakukannya? ” Kris mengangkat wajah Jessica dengan kedua tangannya dan menatap mata gadis itu lekat.

” Anni….. tapi tetap saja …… ah molla , aku tidak tahu ada apa denganku hari ini Kris. Aku tidak tahan saat ada yeoja yang terus memperhatikanmu tadi dan sekarang aku……… ”

Jessica berhenti berbicara , matanya membulat lebar saat Kris mencium bibirnya. Jessica segera menutup matanya , merasakan ciuman lembut dari Kris. Menit berganti menit , Kris menjauhkan wajahnya menghentikan ciuman mereka dan tersenyum tulus pada Jessica. Seketika wajah Jessica memanas dan memerah karena Kris tersenyum padanya dan kembali mengingat saat Kris menciumnya tadi. Entah ini suatu kebetulan atau tidak , hujan yang mengguyur kota Seoul mulai reda ya setidaknya ia sudah bisa pergi dari sini.

Jessica belum bicara juga bahkan setelah mereka dalam perjalanan pulang saat ini , Kris hanya tersenyum sendiri melihat wajah Jessica yang masih sangat merah dan terus menunduk seolah tak mau menatapnya sama sekali.

” Aku tidak merasa bersalah atau malu setelah menciummu tadi , jadi kau juga tidak perlu merasa malu atau menyesal setelah menciumku. Eoh? Memangnya apa yang salah , kita ini berkencan Jessica Jung ” ujar Kris diiringi tawanya.

TBC

48 thoughts on “Somebody Else (Chapter 11-A)

  1. part ini banyak banget moment krissica nya.. sweet>< kris emang ga peka atau sengaja ga peka? sica mau pegangan tangan aja smpe kasih kode hehe.. bayangin sica jadi agak agresif gitu.. lucu deh yang bagian pas sica gak bisa masukin basket ke ring.. kris harusnya ngajarin gitu^^

  2. Oh. . Hoo. . Chapter ini udah diupdet dan aku ketinggalan krna bru bs bca skrang, kesibukan bener”bejibun#curc0l.

    Tp tetep aja seneng akhirnya FF yg aku tunggu-tunggu bs aku bca jg,g0mawo th0r.

    Diawal”aku kira kris-sica bkalan berantem gra” chanyeol tp trnyata mereka mlah slin merasa bersalah dan sling mem’fkan jg huhuhu jg terharu, aku jg slut sm kris beli dimana ya st0k kesabarannya emang tdak terbatas#acungin jemp0l
    dan sampai diakhirpun mereka berdua tetep manis kyak gula kkk. .~
    dan skrang akhirnya jessica jg bs trbuka sm dunia luar bkin aku trharu sm perjuangannya.
    Sukses bwt auth0r yg buat tulisan dan menginspirasi jg dg tulisannya, feelnya bener”namp0l dan kena bnget. Mau bca yg B, harus bca hari ini jg. Bwt Auth0r FIGHTING

  3. Ini dia yg aku tunggu2 sejak lama, AKHIRNYAAAAAAAA
    Suka banget sma pasangan ini nih, mau real nya atau pun cuma fiction nya emang suka bikin klepek-klepek. Chanyeol nya kasian ih, mungkin itu karma yg udah dikasih buat dia, sabar ya Chanyeol.
    Aku suka cerita ini, gimana seorang Kris yg udah nunggu lama Jessica sekarang berbuah manis. Tapi itu, Kris nya kok sekarang malah kaya ngejauhin Jessica yah? Di priview nya ada adegan2 mau pisah, dan aku ga mau KrisSica kepisah lagi, harus bahagia pokoknyaaaa
    Semangat terus thor nulisnya🙂

  4. aku seneng banget akhir nya jessica sm kris bersatu jugaaaa.. tapi sedih liat jessica yg penakut kaya gituuu.. yaaa tapi akhir nya kris bisa merubah dia lebih baik lg.. moga aja ntr ending nya makin seruuuu.. krissica nya makin cocuiiiiittt gtuuu hahah..
    lanjut ya author

  5. heuuu author update nya lama bangeeett..
    aku seneng banget akhir nya jessica sm kris bersatu jugaaaa.. tapi sedih liat jessica yg penakut kaya gituuu.. yaaa tapi akhir nya kris bisa merubah dia lebih baik lg..
    cocuit bgt pas moment hujan hujanan nyaa.. chapter ini alur nya bener benr bagus bangertt fell nya pas banget lgsg nyantol hahaha
    moga aja ntr ending nya makin seruuuu.. krissica nya makin cocuiiiiittt gtuuu hahah..
    lanjut ya author

  6. lanjut terus authorr bikin jessica sama kris lebih so sweet dari sebelum nya 😍jadi ikutan baper nihh 👌👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s