[One shoot] Request Special Krissica~ Whatever Love – Part 1

Author : S.Y.M

Title : Whatever Love

Length : Oneshoot

Rating : General

Genre : High School , Romantic

Cast : Jessica Jung | Kris Wu Yi Fan

imagesexo-kris-handsome-292

Other Cast : Find them by your selves

Note:

Warning untuk typo dan cerita yang buruk but…enyot it..

.

.

“Apa kau mau jadi sahabatku?”

“ Shireo!”

“ Aku bosan bertengkar denganmu”

“ Lalu…. Bisakah kita selamanya saling mencintai?

.

.

Wu Yi Fan, ah tidak, dia Kris Wu. Panggillah dia seperti itu. Seorang siswa SMA dengan segala masalahnya.

Dia berdiri di balkon atap gedung sekolahnya. Memandang lurus ke bawah, hari ini adalah kelas olahraga, namun ia begitu malas untuk mengikuti pelajaran itu. Bukan karena ia membenci pelajaran olahraga, hanya sajaada seseorang yang membuatnya malas untuk mengikuti pelajaran itu.

 

“ Kau disini?”

Kris menunduk, tanpa menoleh dia tahu suara siapa yang menyapanya ini.

“ Eoh” jawabnya singkat.

“ Apa kau sedang bertengkar dengannya?” tanyanya lagi.

“ Bukan urusanmu”

Dia tersenyum, selalu jawaban dingin dan terkesan jahat yang keluar dari mulutnya.

“ Aku hanya  bertanya, bukan hal baru jika kalian bertenghar”

Kris tersenyum simpul, memang bertengkar dengan gadis bernama Jessica bukanlah hal baru bagi teman-temannya. Ia mendengus lalu beranjak pergi.

“ Aku ke klinik “ ujarnya seraya ia melangkah.

“ Tunggu! Lihatlah !” Nicole berhasil menahan Kris.

Kris mengikuti arah yang ditunjukkan Nicole padanya. Tepat di lapantan tempat kelas mereka melakukan olahraga.

“ Sepertinya dia terluka” Imbuhnya.

Kris mendengus, kemudian ia pergi mengabaikan Nicole.

“ Aku akan menunggumu di tempat biasa nanti malam” teriak Nicole yang entah didengar atau tidak oleh Kris.

Nicole tersenyum kecil

“ Dia selalu seperti itu” gumamnya.

.

.

.

Jessica Jung, gadis cantik bersurau coklat itu mendengus kasar saat sadar apa yang terjadi pada pergelangan kaki kanannya. Dia melihat dengan rinci bagaimana bentuk kakinya pasca kecelakaan konyol yang terjadi padanya di jam olahraga tadi.  Semakin terlihat bahwa ia lemah dalam olahraga. Tunggu, sebenarnya ia tidak lemah, hanya saja ia malas melakukan pemanasan dan beginilah akibatnya.

“ Gwenchana?” Dia Lay, Sang ketua kelas yang membawanya ke klinik kesehatan. Sebagai ketua kelas dia harus tanggap dengan teman sekelasnya. Seperi ini contohnya.

“ Eoh…mungkin aku kesulitan berjalan, apa aku boleh membolos besok?” Jessica mengeluarkan cengirannya.

“ Lebih terdengar seperti kau yang malas datang ke sekolah” Balas Lay tertawa.

“ Kau tidak perlu membolos, semua orang tahu kakiku terluka” Lay mengacak lembut rambut Jessica. Perlakuan yang tak biasa.

“ Istirahatlah, aku akan memintakan ijin pada Guru” imbuhnya kemudian.

“ Eoh…Gomawo”

Lay perlahan menutup pintu klinik kesehatan, sebelumnya ia melempar senyum manisnya pada Jessica.

 

Disamping itu, Kris yang berada di ruangan yang sama dengan mereka, hanya terkekeh mendengarnya. Bahkan keduanya tidak sadar jika ia berada di tempat yang sama yang hanya berbatas kain penutup sebagai pemisah itu.

Krek…

Kris membuka selambu pemisah tempat istirahat mereka, tepat disamping Jessica.

Kris melanjutkan dengan menahat tawanya dengan melihat kondisi Jessica. Sungguh memalukan baginya.

“ Jadi, kau kesleo saat menendang bola atau…”

“ Diam!”

“Bukankah kau hebat dalam sepak bola dulu? Atau mungkin kau membual selama ini…”

“Diam Wu Yi Fan atau kutendang kau !” geram Jessica.

“ OMO! Apa kau yakin bisa menendang dengan baik menggunakan kaki kirimu? Lihatlah kaki kananmu yang terluka” Kris malah menggodanya.

Jessica membuka matanya lebar dan melempar batalnya tepat kea rah Kris.

“ Ow…” Kris berhasil menangkapnya.

Ia malah membalas Jessica dengan tawa khasnya, begitu bahagianya saat ia memancing kemarahan Jessica.

“ Jangan menggangguku, kembalikan bantalku!”

“Ambil saja sendiri, kau yang melemparnya padaku” Goda Kris semakin menjadi.

Mengundang tatapan tajam dari Jessica. Dengan senyum evil di wajah tampatnya, membuat Jessica ingin melemparnya sejauh mungkin, ia seperti bola yang ingin ia tendang untuk masuk ke gawang.

“ Wu Yi Fan, kembalikan!” teriak Jessica.

Membuat Kris spontan mendekati Jessica dan menutup bibir tipis yang memiliki suara lumba-lumba saat berteriak itu.

“ Jangan berteriak , Stupid! Kau membuat orang-orang curiga nantinya…”

“ Kau memanggilku Stupid?!”

“ Ya…Stupid!”

“ Hya!!!” teriak Jessica.

 

Chu

Jessica tercekat, dengan gerakan cepat Kris menutup bibirnya, tidak lagi dengan tangannya, melainkan dengan bibir sialan yang selalu mengejeknya.

“ Hah..sudah kuduga, ini cara terampuh untuk membuatmu diam”

Jessica terdiam, kali ini ia tidak membalas, tidak juga marah, ah…biasanya ia mendendang saat marah, tapi kali ini kakinya sedang terluka.

Melihat Jessica yang meleleh, tidak…dia sedang terdiam karena ulahnya yang menyebalkan. Kris mengambil bantal yang dilempar Jessica padanya, menatanya dan membaringkan Jessica tanpa ada perlawanan dari Jessica.

Kris mendengus melihat ekspresi dingin Jessica secara tiba-tiba ini. Ia menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gata.

“ Hya…kau mendapat ciuman dari pacarmu sendiri, kenapa harus se shock itu?” ucap Kris dengan tampang polos nya.

“Diamlah …bodoh…”

Kris tersenyum

“ Apa kau takut jauh cinta padaku?” Kris kembali melanjutkan aksinya.

“ Sama sekali tidak, kau orang yang paling ingin ku tendang “ jawab Jessica ketus.

“ hahahaha…aku tidak bisa bayangkan jika teman-teman tahu kau dan aku memiliki sebuah hubungan, mereka tidak akan percaya, lihatlah Lay…bahkan tanpa sungkan berlaku lembut padamu di depanku”

“ Kau juga tanpa sungkan menerima ajakan kencan gadis-gadis lain di depanku”

“ Apa ka cemburu?” Goda Kris.

“ Sama sekali tidak!”

Kris terkekeh, ia mendekati Jessica lalu meniup poni Jessica.

“ Istirahatlah…aku akan menemanimu” ucapnya lembut.

“ Shireo!” tolak Jessica mentah mentah.

“ tenanglah…aku tidak bernafsu untuk berbuat sesuatu padamu”

“ Diamlah!…mulutmu benar-benar” geram Jessica.

.

.

.

 

“ Hya…kau mendapat ciuman dari pacarmu sendiri, kenapa harus se shock itu?”

Nicole tercekat, apa yang baru saja ia dengar? Itu suara Kris

Kris dan Jessica sang musuh bebuyutan dan selalu bersaing dalam segala hal adalah sepasang kekasih?

Tidak, itu tidak mungkin.

Bahkan saat ini semuanya tahu bagaimana kedua makhluk itu saat bertengkar. Mereka bahkan bisa untuk tidak salim sapa , tidak mau dalam satu tempat yang sama kecuali di dalam kelas saat pelajaran berlangsung. Mereka juga sama sama menyesal saat berada di dalam kelas yang sama.

Mereka saling benci satu sama lain, tidak ada sejarah yang mengatakan mereka adalah sepasang sahabat yang sering bertengkar seperti di drama pada umumnya. Hanya ada cerita bahwa keduanya selalu bersaing dan tidak pernah akur satu sama lain. Jadi sangat tidak mungkin jika mereka berpacaran, sejak kapan? Bahkan saat ini keduanya tengah bertengkar sampai sampai Kris enggan mengikuti pelajaran Olahraga.

Perlahan Nicole meninggalkan ruang klinik itu, ia mengurungkan niatnya untuk masuk dan menemani sahabatnya, Jessica. Ia memutuskan untuk kembali ke kelas . Ia harus memastikan sendiri dengan apa yang ia dengar.

.

.

.

Kris!

Benar, itu siluet Kris yang tengah berjalan ke arahnya. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya pada pria jangkung dan tampan itu.

“ Kau datang” ucapnya lembut dengan senyum manis yang dimilikinya.

“ Eoh…aku bosan, apa tidak ada tempat lain?”

“ Di tempat lain mungkin akan menolak kita karena masih terlalu muda untuk kegiatan seperti ini”

“ Aish…membosankan” umpatnya.

Nicole terkekeh, ia memberi segelas alcohol untuk Kris.

“ Thank You…” ucap Kris dengan tatapan yang mengedar di seluruh tempat.

“ Apa kau ingin berdansa?” tawar Nicole.

“ Dengan senang hati” Kris tersenyum menyetujui tawaran Nicole.

Senyum yang membuat Nicole lupa akan tujuannya untuk menyelidiki hubungan Kris dan Jessica.

Lalu siapakah Kris bagi Nicole?

Dia adalah sosok yang mampu menuruti segala kriteria Nicole untuk memiliki sebuah hubungan dengan pria tampan itu. Sosok yang mau menemaninya saat ia membutuhkannya, sosok tampan yang ia anggap sebagai kekasihnya meskipun ia tidak yakin akan perasaan Kris padanya. Kris selalu berlaku baik dan terlihat keren di depan para gadis, sehingga membuat mereka terlena dan mau untuk dijadikan pasangannya meskipun hanya singkat waktu. Mungkin Kris termasuk jajaran pria brengsek bagia sebagian gadis yang terlampau mendalam pada perasaannya untuk Kris.

Dia tipe pria yang tidak mau terikat oleh sebuah hubungan. Kebaikannya adalah, ia tidak melakukan hubungan cinta semalam dengan beberapa gadis yang ia kencani. Ia cukup menghibur mereka dengan sikap lembutnya yang sudah membuat meleleh. Mungkin sekedar berdansa dan minum bersama, jika terjadi kontak bibir itu bukan murni kesalahan Kris. B        ahkan Nicole sendiri sering menciumnya tanpa mendapat balasan dari Kris. Hubungan mereka cukup rumit , tapi itu cukup bagi Nicole disbanding harus dibuang secara sepihak oleh Kris seperti kebanyakan gadis. Mungkin karena Nicole adalah teman sekelasnya. Bukankah sudak dijelaskan Kris cukup baik dan tidak sebrengsek pria-pria tampan kebanyakan. Hanya mereka yang terlalu menyukainya yang menyebutnya brengsek.

.

.

.

Jessica mendengus saat teringat ponselnya. Ia melihat kearah jam dinding. Sudah cukup malam untuk mengganggu seseorang. Bagaimana mungkin ia melupakan ponselnya yang terbawa oleh Kris saat ia membantunya untuk menelepon tn So, sopir pribadinya. Pasti pria itu sudah melakukan hal buruk dengan ponselnya. Kris tahu password kunci ponselnya. Hanya dia yang tahu dan entah kenapa ia bisa tahu. Jessica juga tidak berniat untuk mengganti passwordnya saat ia tahu Kris mengetahui passwordnya.

“Awas saja jika dia sampai melakukannya, aku akan mengobrak abrik benda kesayangannya “ geramnya sarkartis.

Kris tidak beralih dari pandangannya. Ia terus tersenyum dengan ponsel yang ia bawa. Ponsel milik Jessica, siapa lagi.

Ia terus mengumpat kebodohan Jessica saat melupakan ponsel kesayangannya. Ia sangat tahu Jessica bisa hidup sendiri dengan ponsel itu. Dunianya ada di ponsel itu. Entahlah… kenapa gadis itu sangat menyukai gadget ini.

Nicole pun tak beralih pada moment itu. Ia merasa terabaikan karena ponsel itu.

“ Apa ponsel itu lebih menarik dariku?” tanyanya sedikit kesal.

Kris tersenyum. Ia menatap Nicole dengan tatapan evil namun tampan.

“ Eoh…ini lebih menarik, tunggu beberapa menit lagi, ponselmu akan penuh dengan pesan di grup”

Nicole mengerutkan kening, mencoba mencerna maksud dari Kris.

Sesaat kemudia ia sadar, ponsel yang dibawa Kris bukanlah miliknya. Itu ponsel Jessica, sahabatnya.

Ting

Ting

Ting

Nicole melihat ponselnya yang mulai berbunyi. Matanya melebar saat melihat postingan id milik Jessica di Grup. Oh tidak, itu ulah Kris, memposting ugly photo milik Jessica. Sesuai dugaannya , besok Jessica akan menjadi bahan tertawaan di kelas.

.

.

.

Jessica merasakan bahwa teman-teman sekelasnya menertawakan sesuatu yang entah apa itu. Ia mendengus dan mempersiapkan diri untuk tahu apa yang dilakukan Kris dengan ponselnya. Ia melirik tajam wajah bahagia Kris. Dan melihat wajah-wajah lain yang menahan tawanya.

“ Sica Ya…apa kau mabuk kemarin? Kau memposting foto memalukan saat kau masih SMP, kau sungguh membantu kamu untuk refresing sejenak tadi malam”

Akhirnya ia tahu apa yang dilakukan Kris pada ponselnya.

Jessica kembali melirik tajam sang pelaku, bukanorang lain, tapi memang dia. Dengan merembet dan berpegangan pada bangku bangku yang ada ia mendatangi meja Kris. Kakinya masih terlalu sakit untuk menendang wajah memuakkan itu.

BRAK

Jessica benar-benar menggebrak meja Kris.

Hening seketika yang ia ciptakan di dalam kelas. Mereka akan menjadi tontonan seru saat bertengkar seperti ini.

“ Kembalikan Ponselku!” Ia menarik kerah seragam Kris, lihat betapa kasarnya Jessica pada Kris.

Melihatnya membuat Nicole masih tidak percaya dengan apayang didengarnya kemarin.

“ Ahhh…sudah kuduga itu ulah Kris…Jessica tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu pada dirinya sendiri” ucap salah satu temannya.

“ Bukankah itu hiburan? Lagi pula ia masih terlihat cantik meskipun dengan wajah kusam dan gigi berkawat seperti di foto itu” Kris membela diri, masih dengan kerah seragam yang di genggam Jessica.

“Tapi itu sungguh berbeda dengan Jessica yang sekarang” Sahut Yura.

“Hentikan, pelajaran akan segera dimulai” Lerai sang ketua kelas, Lay.

“Tapi ini sedang seru!” teriak Zico antusias.

Memang, tidak ada yang lebih menarik disbanding persaingan Jessica dan Kris di dalam kelas.

“ Cukup! Kalian sudah menertawakan Jessica tadi malam, dan sekarang kalian sudah tahu itu ulah Kris, tidak usah diperpanjang lagi” cegah Lay.

“ Ada apa ini? Apa kau menyukai Jessica? Kau selalu membelanya” Kalimat dingin Kris ini spontan membuat ruangan hening.

“ Awwww!!!!” Teriak Kris.

Ya, Jessica menginjak kakinya. Ia masih memiliki kaki kiri yang sehat untuk menginjak kaki Kris, meskipun tidak sekuat ketika ia menendang dengan kaki kanannya.

“ Kau yang memulainya, jadi lihat balasanku” Ancam Jessica.

Kris masih mengaduh kesakitan, ia terkekeh melihat tatapan tajam Jessica.

“ Baik, kita lihat” tantang Kris.

.

.

.

Istirahat yang menyebalkan, adalah saat kita harus mengantri untuk mengambil makan siang.

Jessica mendengus frustasi saat melihat kakinya yang begitu mengerikan jika ada yang menyenggolnya. Sedangkan perutnya tidak cukup kuat untuk menahan lapar.

“ Sial!” Umpatnya.

Nicole melihat Jessica yang kesulitan untuk berdiri dan mengantri. Ia melangkah untuk membantu sahabatnya itu. Namun langkahnya tertahan saat melihat Kris berdiri di depannya. Pria itu kembali mengganggu Jessica dengan menakut nakuti bahwa ia akan menginjak kakinya. Sungguh tidak pernah ada kata lelah untuk mereka berdua dalam bertengkar. Nicole hanya bisa mendengus, terkadang Kris memang keterlaluan.

Ia kembali ingin melangkah dan mendekatinya namun lagi-lagi langkahnya tertahan. Pada akhirnya Kris memberikan makan siangnya untuk Jessica setelah ia mendapat tempat duduk.

Terkadang mereka memang terlihat seperti sahabat yang selalu bertengkar. Mereka tahu satu sama lain. Bahkan hal yang paling disukai dan tidak disukai keduanya pun mereka tahu satu sama lain. Tapi mereka bukan sepasang sahabat. Ia juga harus berfikir berulang kali jika saja mereka sepasang kekasih. Mereka tidka pernah akur dan saling bersikap lembut seperti pasangan lainnya.

Justru Jessica tahu bagaimana kelakuan Kris saat bersama para gadisnya. Ia tampak santai, apakah itu bisa disebut sepasang kekasih?

Melihat Kris menjauh, Nicole benar-benar mendekati meja Jessica.

“ Kau sudah mendapat makan siangmu?” Tanya Nicole.

“ Eoh…ayo makan bersama”

Nicole tersenyum dan mengangguk, ia beranjak pada menu makan siangnya. Namun ia lagi-lagi memperhatikan Jessica, ia memperhatikan menu makan siang Jessica dan itu adalah benar-benar makan siang kesukaannya. Makanan yang hampir tidak pernah disentuh Kris. Itu bukan gaya makanan Kris. Apakah memang Kris sengaja mengambilkan makan siang untuk Jessica, tidak untuk dirinya sendiri yang diberikan Jessica?

“ Bagaimana ponselmu bisa ada padanya?” Tanya Nicole.

“ Aku melupakannya di ruang kesehatan”

“ Aku tidak hafal nomornya, jadi aku baru memintanya saat di sekolah, dan begitulah…” Imbuhnya.

Nicole tersenyum seperti biasa, tidak ada tanda-tanda yang menguatkan dari Jessica. Dia manusia yang sama dengan Kris. Jika dia bisa dapatkan informasi lain tentang kehidupan Jessica, tapi tidak untuk kehidupan asmaranya.

“ Hah…apa kalian tidak lelah bertengkar seperti ini terus? Jika kalian semakin membenci satu sama lain, kau tidak takut akan jatuh hati padanya? Seperti kisah-kisa yang aku dengar. Awalnya bertengkar lalu menjadi kekasih”

Jessica tersenyum kecil.

“ Jika dia tidak mengganggu, aku tidak akan membalas, kau tahu aku seperti apa Nicole”

Benar juga… Jessica mungkin berlaku jahat dan selalu meladeni permusuhan jika Kris yang memulainya. Dia bukanlah tipe jahil yang suka memulai permusuhan seperti Kris.

“ Sepertinya memang Kris yang selalu membuat ulah” ucap Nicole.

“ Ya…dia pria bodoh dan paling menjengkelkan yang pernah aku kenal”

“ Kau sangat membencinya? Aku benar-benar khawatir jika nanti kau jatuh hati padanya”

“ Aku tidak membencinya…hanya ingin membalas perlakuan jahilnya saja”

Nicole mengakhiri introgasi halusnya. Dia memutuskan untuk melahap makan siangnya, sementara Jessica sudah hampir menyelesaikan makanannya.

Aku harap yang aku dengar tidak benar.

.

.

.

Kris menatap tajam benda di depannya, ia berdiri kaku di parkiran sekolahnya. Wajahnya memerah, itu tanda kemarahannya.

“ Jessica Jung….jadi ini yang kau maksud membalasku??” Geramnya, tangannya mengepal sempurna.

Kris memutar balik arahnya, ia kembali dan berlari kembali ke kelas. Jessica belum pulang, dia masih menunggu Tn So, supir pribadinya.

Nicole menghentikan langkahnya saat melihat Kris berlari dari arah lain di depannya. Ia tersenyum menyapa Kris, namun entah Kris tidak melihatnya sama sekali. Tanpa sadar ia pun mengikuti Kris, kembali kea rah kelas mereka.

 

BRAK

Jessica terjingkat, matanya melebar saat melihat Kris membuka kasar pintu kelas mereka. Nafasnya tersengal, terlihat sekali ia baru saja berlarian.

“ Wae?” Tanya Jessica dingin. Ia melanjutkan untuk membereskan tasnya.

“ Kau merusak motorku”

“ Apa kau bertanya? Atau memberitahuku?”

“ Kau yang merusak motorku JESSICA JUNG!!” Geram Kris.

Jessica berjalan pelan, masih membutuhkan bangku sekitarnya untuk menyangga. Ia kini berdiri tepat di depan Kris.

“ Seperti ini rasanya saat ada yang mengganggu benda kesayanganmu”

Kris tersenyum sinis.

“ Ini tidak sebanding dengan ponselmu, kau tahu bagaimana aku dan motor itu!!” Kris masih mengepal kuat tangannya. Ia harus sadar jika di depannya adalah seorang gadis, bukan gadis biasa, melainkan yeoja chingunya. Tidak mungkin ia melayangkan kepalan tangan itu seenaknya.

 

“ Aku melupakannya” Jawab Jessica dingin. Wajah dingin yang ingin diterkam oleh Kris saat itu juga.

Sasaran Jessica memang tepat untuk memancing kemarahan Kris. Bagi Jessica benda kesayangannya adalah ponsel. Dan bagi Kris benda kesayangannya adalah Motor Hitamnya. Yang berbeda adalah, Kris memberikan sepenuh hatinya untuk Motor itu, sepertinya memang Jessica melupakan sejarah dari motor itu. Seharusnya ia tidak melupakannya, kejadian itu baru terjadi satu tahun lalu. Motor kesayangan dan sekaligus hadiah terakhir dari almarhum Abojinya.

“ Kau membuatku ingin membalasmu lebih dari ini” ucapnya dingin.

DEG…

Jessica membuka lebar matanya, tangannya kini sudah digenggam kuat oleh Kris. Mau apa dia?

.

.

Nicole segera menyingkir dari depan kelas mereka, ia tidak ingin terlihat bahwa ia baru saja menguping pembicaraan Jessica dan Kris.

BRAK

Mereka berdua memang suka sekali menyiksa benda mati seperti pintu dan bangku kayu itu.

Nicole bisa melihat Kris menarik tangan Jessica untuk mengikuti langkahnya, namun tak lama setelah Jessica kesulitan dengan langkahnya, Kris menggendongnya. Lihatlah cara Kris menggendongnya, mata itu hampir lepas. Dia menjadi geram karena rasa cemburunya, entah kenapa ia bisa merasa panas seperti ini. Hanya karena Kris menggendong Jessica yang kesulitan mengikuti langkah kakinya.

Ia perlahan menyingkir, benar-benar menyingkir dan tidak lagi ingin untuk mengikuti kemana Kris membawa Jessica. Matanya kini sudah hampir penuh dengan peluh. Tiba-tiba saja tubuhnya terasa sedikit ringan. Ia tidak pernah melihat keintiman kedua makhluk tak pernah akur itu seperti ini. Terlebih lagi ia sedang mencari tahu kebenaran dari apa yang ia dengar sebelumnya. Hal itu semakin membuatnya frustasi sekaligus cemburu pada sahabatnya sendiri. Jessica, entah dia yang lancang merebut pria yang ia cintai atau memang ada suatu hal yang tidak ia ketahui sama sekali.

Jessica menatap tajam Kris yang menggendongnya ala bridal menuju parkiran. Seharusnya ia tidak menariknya dan bisa sabar menemaninya berjalan, dia tahu kaki terkilir akan lama sembuhnya. Ia malah melakukan hal bodoh dengan menggendongnya seperti ini, semoga tidak banyak murid yang melihatnya. Ia tidak ingin teman-temannya mengatakan hal-hal aneh besok.

“ Kau bisa menurunkanku jika kau sedang marah padaku “

“ Wae? Membuatmu malu baru langkah awal membalas ulahmu” ucap Kris dingin, lihatlah betapa jauhnya ia menggendong Jessica seperti ini tanpa berhenti.

“ Aku takut tiba-tiba kau melemparku dari atas dan mungkin punggung dan bokongku bisa retak” jawab Jessica sekenanya.

“ Kau pikir aku sekeji itu?”

“ Kau bodoh, jahat dan menjengkelkan”

“ Aku akan melepaskanmu sekarang jika kau mengatakan aku bodoh sekali lagi” ancam Kris.

“ Itu memang sifatmu” Jessica melengos.

“ Kau memang tidak mengenalku”

“ Terserah”

 

Lay menghentikan laju motornya setelah sekilas melihat Kris yang berjalan dengan menggendong Jessica. Yang ia dengar Jessica baru saja merusak motor Kris, itu artinya keduanya tengah saling membalas. Jangan-jangan Kris akan melakukan hal buruk pada Jessica.

Ia segera memarkir motornya dan berlari mencegah Kris yang entah akan membawa Jessica kemana.

“ Berhenti!…Berhenti Kris!” teriak Lay.

Kris memutar matanya jengah, ia berbalik dan menatap kesal kearah Lay.

“ Apa yang kau lakukan dengan Jessica?”

“ Dia merusak motorku , dia harus membayarnya” jawab Kris dingin.

“ Sudahlah…kalian bisa menyelesaikannya secara baik-baik, tidak saling balas seperti ini”

“ Lalu?”

“ Turunkan Jessica lebih dulu” pinta Lay.

Kris tersenyum sinis. Lay adalah orang yang menambah buruk moodnya siang ini.

“ Seperti ini?” Kris melepaskan tangannya.

Jessica terbelalak , Kris benar-benar melepas tangannya. Dan beginilah keadaannya, dengan sengaja Kris menjatuhkannya. Punggung dan bokongnya adalah akibatnya.

“ Sial!” umpatnya.

“ Kris!!” Sentak Lay. Spontan ia berlari untuk meninju Kris.

“ Cukup!” Cegah Jessica. Tentu dengan suara dolpinnya.

“ Lay…bantu aku berdiri saja, jangan perdulikan dia” Jessica mengulurkan tangannya.

Lay menahan tinjunya, ia benar-benar ingin memukul wajah menyebalkan milik Kris yang kini tengah memberinya senyum evil. Apa dia tidak punya otak? Menjatuhkan Jessica seperti itu.

PLAK

Kris menyingkirkan tangan Lay yang hendak membantu Jessica.

“ Aku akan mengurus ini dengan Jessica, kau cukup pulang ke rumahmu dan jangan ikut campur ketua kelas” ucapnya penuh penekanan.

Saat ini Jessica bisa melihat kilatan mata dari keduanya, kilatan kemarahan yang tertahan dan saling ingin memukul.

Jessica menarik tangan Kris lalu berusaha berdiri dengan dibantu oleh Kris. Ia menatap Lay penuh kekecewaan dan permintaan maaf.

“ Lay…terima kasih sudah menghawatirkanku, dia tidak akan mencelakaiku, kau bisa percaya padaku”

“ Tapi,…”

“ Kumohon…aku akan bicara padanya “ Jessica menepuk pundak Lay, meyakinkan dia bahwa Kris mungkin bisa saja semakin semena-mena padanya jika Lay ikut campur.

“Hubungi aku jika kau butuh bantuan”

“ Apa kau pikir aku akan mencelakainya?!” sentak Kris tidak terima, ia seperti seorang penjahat hanya karena ingin Jessica bertanggung jawab dengan motornya.

“ Kumohon…” Jessica mengatupkan tangannya.

Lay mendengus, memang tidak seharusnya ia terlalu cemas seperti ini, bagaimanapun mereka masih teman tidak mungkin jika Kris mencelakai Jessica seperti yang ia bayangkan.

“ Baiklah…” kata Lay pasrah. Ia mulai melangkah pergi meninggalkan kedua makhluk itu.

BUK

“Aaght…!” Kris memegang I lengannya. Bagaimanapun tinjuan Jessica tetap terasa sakit, dia lupa jika Jessica juga menyukai boxing selain sepak bola.

“ Kau benar-benar menjatuhkanku”

“ itu karena pria lembek itu ikut campur”

“ Kau cemburu?”

“ Tidak ada yang boleh ikut campur di urusan kita berdua” ucapnya tajam. Ia kembali menarik lengan Jessica dan mengangkatnya.

“ Aku bisa berjalan sendiri!”

Kris mengurungkan niatnya, ia melepaskan Jessica yang memaksa untuk berjalan lebih dulu dengan sedikit menyeret kaki kanannya.

Dia gadis yang keras kepala.

.

.

Jessica sedang menjawab telepon dari Tn So. Ia membuat tn So sia-sia menunggunya di sekolah karena Kris memaksanya untuk ikut bersamanya membenahi motor yang ia rusak.

“ Bicaralah!” Jessica menyodorkan ponselnya pada Kris. Itu artinya Kris harus meyakinkan tn So bahwa dia baik-baik saja bersamanya.

“…”

“Nde tn So… jweosonghamnida”

“…”

“ Nde…”

Tut…tut…tut…

“ Dasar anak manja” Kris mengembalikan ponsel itu.

Pletak..

“ Hya! Berhenti melakukan kekerasan dalam rumah tangga, aku bisa menuntutmu!”

“ Diamlah Wu Yi Fan”

“ Kau tidak bisa memanggilku Oppa?!”

“ Shireo!”

“ Kau yang membayar ini semua!” ucap Kris geram

“ Arayo…jika kau berbicara lagi aku akan pulang dengan taxi” ancam Jessica

“ Ayo lakukan!” tantang Kris.

“ Kau yakin? Motor itu sudah dimulai untuk diperbaiki, kau lupa jika kartu kreditmu dibekukan?”

Skak mat…

Kris lupa dengan hal itu. Setelah beberapa kali ia melakukan pengeluaran yang besar dan ketahuan pergi ke club malam, kartu kreditnya dibekukan. Itu ulah pengacaranya sebagai wali sepeninggal Abojinya.

Kris terdiam tak menjawab Jessica. Sementara Jessica bisa tersenyum puas melihat Kris yang kikuk. Ia adalah orang yang paling bahagia melihat ekspresi kalah dari Kris seperti ini.

“ Mianhae…” ucap Kris lirih.

“ Wae? Kau mengatakan akan membalasku lebih buruk dari ini? “

“ Menjatuhkanmu tadi”

Jessica terdiam, ia melirik Kris yang masih dalam posisi menunduk,  membuatnya semakin bertanya-tanya ada apa dengannya?

 

TBC

 

 

Anyeong….

lama tidak posting, sebenarnya aku belum berani muncul karena belum bisa nyelesaiin kelanjutan sequel JSBM yang mungkin kalian juga sudah lupa ceritanya😦

tapi aku sudah janji untuk reader yang request fanfiction Krissica. Ini fanfic dengan pairing Krissica yang pertama kali aku buat. Sebelumnya aku bahkan hampir tidak ingin buat pairing ini karena sudah banyak yang bikin. Tapi karena ini request dari reader tercinta…its okey…🙂

Semoga ceritanya tidak membosankan…

mian🙂

32 thoughts on “[One shoot] Request Special Krissica~ Whatever Love – Part 1

  1. Haaayy, aku reader baru disini ^^

    Haha sica dan kris hoby banget berantem. Tpi cepet juga baikan nya. Baru kefikiran aja, ada yah org yg pacaran kayak begitu . Hihi , lucu aja ngebayanginnya .

  2. Wuihh.. Ffnya keren thor, saya suka saya suka🙂 #alameimei
    Jalan ceritanya seru & bikin penasaran, apa beneran KrisSica pacaran? Tapi kok sikap mereka malah kayak tom & jery gitu ya, berantem mulu kerjanya :-v terutama Kris yg super jahil banget ke Sica. Tapi kok sifat Kris malah badboy gitu -,- apa Sica gak cemburu tuh. Atau jangan2 mereka pacaran sembunyi2 krna terpaksa?
    Dari pada bingung sendiri, mendingan saya baca next chaptnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s