[Freelance] The Reason (Chapter 2)

PicsArt_1432233158704

Title: The Reason

Author: barbsuyn (@barbsuyn)

Rating: G

Length: 2000+ words

Genre: Romace, family, fluff maybe, little bit angst.

Main cast:

Jessica Jung ; Park Chanyeol ; Byun Baekhyun

Other cast:

Park Hyomin ; Choi Jinri ; Krystal Jung

Note:

Hai! Aku kembali membawa kelanjutan ff aku yang amburadul ini. Kalo ff aku absurd , bahasa berbelit-belit dan susah di mengerti maklumin ya. Kata-kata yang aku rangkai juga tidak mengikuti EYD. Sebenernya pengen dibenerin tapi males ngedit.__.

WARNING TYPO(s)!

An alternative universe fiction by barbsuyn©

Chapter 2

Missing you

――――――――

 

Seorang pria bertubuh jangkung tengah duduk di sebuah sofa single berbahan kulit dan berwarna hitam. Sebuah gitar akustik kini dalam dekapannya. Jari-jari panjangnya dengan lincah berpindah-pindah dari satu fretboard ke bagian fretboard yang lain. Dan jari dari sebelah tangannya lagi digunakannya untuk memetik strings dengan pick berwarna hitam. Membentuk sebuah nada yang terdengar harmonis.

 

“sampai kapan kau akan mendiamkan aku disini?”

 

Suara pria yang mungkin cukup berat membuatnya terpaksa untuk memberhentikan permainannya. Ia menoleh dan menatap pria imut di depannya datar.

 

“aku sibuk, Baek”

 

“Chanyeol-ah―”

 

“pulanglah”

 

“Chan, ini tentang―” belum selesai melanjutkan kalimatnya, Chanyeol malah beranjak dari duduknya. Menggantung gitarnya pada hanger dan meninggalkan baekhyun yang masih membatu di tempatnya.

 

Baekhyun menghela nafas kasar. Pria bersurai hitam itu kemudian melangkah meninggalkan studio musik milik chanyeol. Dan melajukan mobilnya ke rumahnya.

 

――――――――

 

Chanyeol memarkirkan motornya pada basement gedung apartementnya. Namun ia tak beranjak turun. Ia masih terdiam di atas motornya. Memikirkan kejadian ketika di bandara.

 

Ia melihat gadis itu. Gadis yang memutuskan untuk pergi menjauhinya. Meninggalkannya sendirian selama 5 tahun. Bahkan gadis itu tak pernah kembali walaupun hanya sekedar untuk liburan.

Dan parahnya lagi, gadis itu tak datang di pemakaman ayahnya.

 

Seharusnya ia tak perlu menjemput tunangannya di bandara. Seharusnya ia menolak perintah sang ibu. Dan seharusnya ia tak melihat gadis itu lagi.

 

Gadis yang menolak cintanya.

 

Sepupunya sendiri.

 

Jung Sooyeon.

 

――――――――

 

Chanyeol membuka pintu apartement nya setelah menekan password. Ia mendapati sepasang sepatu tergeletak di depan apartement. Ia tak kaget ataupun bingung. Karena ia sudah tau pemilik sepatu tersebut.

 

Kaki panjangnya melangkah menuju dapur. Seorang gadis berambut coklat keemasan tengah berkutat dengan perabotan dapur miliknya. Gadis itu terlihat sangat serius memasak sehingga tak menyadari kehadiran chanyeol yang telah berada di belakangnya.

 

“kenapa kau kemari?” Chanyeol memeluk gadis itu dari belakang. Membuat gadis yang lebih pendek darinya itu tersentak kaget.

 

akh! Ya, Park Chanyeol, kau membuatku kaget!” Omel gadis tadi. Membuat chanyeol terkekeh pelan.

 

“apa yang sedang kau buat?” Chanyeol menaruh dagunya di pundak gadisnya, membuat gadis itu tersenyum tipis.

 

pancake” jawab gadis itu singkat.

 

“kenapa kau menjawab singkat sekali? Apa kau marah padaku?” Rajuk Chanyeol.

 

eum.. Sedikit”

 

wae~?” Chanyeol melepaskan pelukannya dan menatap gadis itu dengan bibir yang sengaja dimanyunkan. Gadis itu diam. Ia menaruh pancake nya yang sudah diatas piring, menata dan menghiasnya dengan cantik dengan topping caramel dan buat stroberi sebagai garnish.

 

Gadis tadi menaruh pancake buatannya diatas meja makan. Ia menatap Chanyeol dan menunjuk kursi dengan dagunya. Chanyeol berjalan menuju meja makan dan duduk. Ia menatap pancake dan gadis itu secara bergantian.

 

wae? Kenapa kau marah padaku, Hyomin-ah?” Tanya Chanyeol. Ah, lebih tepatnya merengek.

 

“kau tak menjemputku di bandara dan membuatku bertemu dengan bule gila disana” kesal gadis itu―Park Hyomin.

 

“maafkan aku. Tadi aku ada urusan mendadak dengan Baekhyun”

 

“bukankah Baekhyun juga menjemput sahabatnya di bandara?”

 

Skakmat!

 

Chanyeol terdiam. Ia menatap Hyomin dengan perasaan ragu. Ia telah ketahuan berbohong oleh Hyomin dan ia tak tahu harus bagaimana lagi.

 

noona―”

 

“apa yang sedang kau sembunyikan, Park Chanyeol?” Tanya Hyomin dengan nada yang penuh penekanan. Chanyeol terlihat enggan untuk menjawab. Tak ingin memperkeruh keadaan.

 

chagiya.. Aku―” Chanyeol menggantungkan kalimatnya. Ia ragu untuk menjawab.

 

“jawab aku”

 

Chanyeol memejamkan matanya. Mencoba kuat dan tak terlihat santai untuk mengatakannya.

 

“aku melihatnya. Sebenarnya tadi aku sudah menunggu kedatanganmu disana. Tapi aku melihatnya, aku tak mau melihatnya lagi. Untuk itulah aku pergi meninggalkan bandara. Sebelum ia melihatku dan menghampiriku. Aku tak mau hal itu terjadi” jelas Chanyeol. Membuat Hyomin terdiam.

 

“kau masih mencintai gadis itu?” Tanya Hyomin lirih. Dengan suara yang sedikit bergetar pula.

 

Chanyeol menatap mata gadis itu yang kini berkaca-kaca. Ia menggigit bibir bawahnya. Menguatkan dirinya agar tidak menangis.

 

mian” maaf pria itu. Ia menunduk. Tak berani menatap Hyomin.

 

Ia mendengar suara kekehan lirih dari bibir gadis itu. Membuat Chanyeol semakin merasa bersalah.

 

Hyomin beranjak dari tempatnya. Mengambil tas dan juga kopernya yang terletak di dekat pantry, kemudian ia berjalan menuju pintumeninggalkan chanyeol yang masih diliputi rasa bersalahnya.

 

Pria itu mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia mengusap wajahnya kasar. Dan menghela nafas berat.

 

Ditatapnya pancake buatan hyomin yang sudah terhidang dihadapannya. Ia mengambil pisau dan garpu. Menyantap masakan Hyomin.

 

“jeongmal mianhae”

 

――――――――

 

Malam itu jessica dinner bersama keluarganya. Orang tuanya, Soojung, Jinri, Park ahjumma, Baekhyun, dan kedua orang tua baekhyun. Selain sebagai perayaan kembalinya jessica, acara makan malam itu juga sekaligus sebagai acara dinner pertemuan dua perusahaan. Jung company dan Byeon corp.

 

“bagaimana kuliahmu di amerika, Sooyeon?” Tanya nyonya Byun diiringi senyumnya. Jessica ikut tersenyum.

 

“baik. Hanya saja terlalu banyak tugas hingga membuatku tak bisa pulang” kekeh Jessica. Sekaligus memberikan penjelasan mengapa ia tak pernah pulang selama di amerika.

 

“kejam sekali dosen disana” cibir Jinri dengan polosnya. Membuat semua yang berada disana terkekeh pelan.

 

“walaupun tak pernah pulang, setidaknya kau telah membuat keluargamu bangga, Sooyeon-ah. Bukankah kau mendapat gelar mahasiswi lulusan terbaik tahun ini?” Tanya nyonya Byun lagi. Membuat Jessica mengusap tenguk nya―malu.

 

“kalian pasti sangat bangga memiliki anak sepertinya, Yunho-ah” kini tuan Byun lah yang berbicara. Membuat Yunho dan Wendyorang tua Jessicatertawa pelan.

 

“ya begitulah, Daehyun oppa” Wendy tersenyum menatap anaknya yang tengah menyantap makan malamnya. Namun keningnya tiba tiba mengerut ketika melihat Jinri dan Soojung berbisik-bisik sambil menatap usil kearah Baekhyun. Kini ia menatap Baekhyun. Anak itu tengah menatap Jessica tak berkedip diiringi senyum lebarnya.

 

“Sooyeon-ah, kau sangat cantik!” Puji Baekhyun tanpa sadar. Membuat semua orang yang berada di sana menghentikan aktivitas mereka, termasuk Jessica.

 

“kau selalu berkata seperti itu padaku, Baekhyun-ah. Oh ayolah, dan jangan menatapku begitu. Tatapanmu itu seperti tatapan pria yang baru pertama kali melihat wanita cantik” desis Jessica―sedikit mengejek. Namun ucapannya malah mengundang tawa seisi ruang makan.

 

oppa, asal kau tahu, tampangmu tadi seperti orang idiot” cerocos Soojung asal. Kemudian ia tertawa bersama Jinri dan Jessica. Sedangkan yang ditertawakan hanya tersenyum 3 jari sambil mengusap lehernya, pertanda ia sedang menahan malu.

 

“hey nak, wajahmu memerah!” Pekik Yunho kemudian ia tertawa keras. Sedangkan Baekhyun hanya menutupi wajahnya, malu.

 

“kau menutup wajahmu, Baekhyun-ah? Kau benar-benar terlihat seperti wanita yang sedang malu-malu” canda Jessica. Membuat semua orang yang disana kembali tertawa.

 

keumanhae!” Ucap Baekhyun, ia mulai kesal.

 

“baiklah, hentikan bercandanya dan lanjutkan makannya” ucap Wendy lembut. Dan ruang makan itu kembali hening. Hanya menyisakan suara dentingan sendok dan garpu.

 

Sambil mengunyah makanan yang berada di dalam mulutnya, ia menatap setiap wajah yang kini tengah makan malam bersamanya. Dan sampai ia menyadari satu hal, orang yang ia cari tak ada disini.

 

ehm.. Eunji ahjumma” panggil jessica pelan di sela-sela makannya.

 

ne?” Eunji menatap jessica dan tersenyum lembut.

 

“dimana Chanyeol?” Tanya Jessica. Membuat Baekhyun yang mendengarnya menghentikan makannya. Ia menatap jessica dalam.

 

“mungkin ia sedang bersama Hyomin”

 

Kening jessica mengkerut setelah mendengar nama seseorang yang tampak asing baginya. Perasaannya mulai tak enak dengan pembicaraan yang dibuatnya dengan bibi nya itu. Entah karena apa, tapi ketika mendengar nama orang itu membuat Jessica agak gugup.

 

“Hyomin? Siapa dia?”

 

ah~ aku lupa memberitahumu. Gadis itu tunangan Chanyeol” jawab Eunji santai. Dari nada bicaranya sangat terlihat kalau eunji sangat senang mengingat anak sulungnya telah bertunangan. Namun, ketika melihat perubahan ekspresi keponakannya, ia mulai sedikit khawatir. “wae, Sooyeon-ah? Ada apa? Apa kau kecewa karena kami tak mengundangmu?”

 

a-aniya ahjumma. Bukan begitu, aku baik-baik saja. Kau bisa lanjutkan makanmu” ucap Jessica. Ia menunduk. Kemudian kembali melanjutkan makannya dengan ekspresi yang tak bisa diartikan. Baekhyun masih menatap gadis itu dalam. Tanpa satupun yang menyadari, Baekhyun mengepalkan tangannya.

 

――――――――

 

“apakah di bandara tadi aku membuatmu menunggu lama?” Tanya Baekhyun ketika mereka tengah duduk di balkon kamar Jessica.  Gadis itu terkekeh kecil.

 

“tidak juga. Aku malah sedikit bersyukur karena keterlambatanmu” kekeh Jessica pelan. Ia kembali menerawang kejadian yang menimpanya dengan seorang gadis berambut pirang di bandara tadi. Baekhyun mengangkat sebelah alisnya.  “aku bertemu seorang gadis tadi siang. Aku yang sedang kesal karena menunggumu terlalu lama, spontan menendang kerikil yang tepat berada didepan sepatuku. Kerikil itu mengenai kepala gadis tadi. Ia melabrak dan memarahiku. Lalu―”

 

“apa dia melukaimu?!” tanya Baekhyun panik―atau lebih tepatnya memekik.

 

Jessica menutup matanya. Mencoba menahan kekesalannya karena Baekhyun memekik tepat di telinganya. Ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Ketika ia membuka matanya, ia langsung menatap Baekhyun diiringi desisan tajamnya.

 

Dan Baekhyun hanya bisa diam ketika Jessica menatapnya dengan tatapan marah seperti itu.

 

“kau menyakiti telingaku, Byun”

 

mian” maaf Baekhyun pelan.

 

Jessica tertawa pelan melihat ekspresi Baekhyun yang terlihat sangat ketakutan. Ia mengacak-acak rambut Baekhyun lembut.

 

aigoo, selain Soojung dan Jinri, ternyata kau juga bertambah tinggi” kekeh Jessica. Baekhyun tersenyum. Ia menurunkan tangan jessica dari kepalanya.

 

“kau juga bertambah tinggi, eum.. Sedikit” canda Baekhyun. Pria itu tertawa ketika Jessica mengerucutkan bibirnya. Membuat gadis yang merupakan sahabat lamanya ini semakin terlihat lucu.

 

“kau juga semakin menyebalkan” umpatnya. Dan kini ia juga mengembungkan kedua pipinya. Membuat Baekhyun gemas dengan sikap childish yang masih melekat pada gadis berumur 22 tahun itu.

 

“aku hanya bercanda. Jangan dimasukkan ke dalam hati”

 

Jessica mengangguk. Sejenak keheningan menyelimuti mereka sebelum jessica kembali memulai pembicaraan.

 

“apa kau tahu rencana yang sedang dibuat oleh kedua orang tua kita?” Tanya Jessica. Baekhyun mengangguk.

 

“mereka akan menjodohkan kita. Aku benar, kan?”

 

“ya, sepertinya begitu” mereka terdiam sesaat, namun tak lama gadis bermarga jung itu kembali melanjutkan kalimatnya, “jika kita memang dijodohkan, apa tandanya secara tak langsung kita telah dijual oleh orang tua kita sendiri?”

 

“apa maksudmu?” Tanya Baekhyun. Ia menatap jessica dengan tatapan penuh tanya. Jessica menghela nafas dan tersenyum kecil.

 

“kita dijodohkan sekaligus sebagai tanda kerjasama perusahaan, kan? Atau bisa dibilang, ini adalah pernikahan perusahaan. Dan mereka menjadikan kita sebagai boneka dibalik kerjasama yang mereka buat. Bukankah begitu?” Jelas Jessica. Dan Baekhyun mengangguk, paham dengan penjelasan jessica.

 

“aku akan sangat beruntung jika memiliki tunangan yang pintar dan cantik sepertimu” canda Baekhyun.

 

“dan aku akan sangat sial jika memiliki tunangan yang menyebalkan dan jam karet seperti Byun Baekhyun” kekeh Jessica. Namun pria itu juga ikut terkekeh.

 

“kujamin kau tak akan menikah denganku, Sooyeon-ah”

 

wae?

 

“karena kau tak akan pernah jatuh cinta padaku”

 

“aku bisa, jika aku mau”

 

“tidak. Kau tidak akan bisa”

 

Jessica diam. Ia menatap Baekhyun kemudian memeluknya. Memeluk sahabat pria yang paling ia sayangi.

 

“jangan bicara begitu. Siapa tahu kita berjodoh” ucap Jessicasedikit bercanda. Dan itu berhasil membuat Baekhyun terkekeh pelan. Ia membalas pelukan Jessica dan mengecup kening gadis itu sekilas.

 

“kau sangat suka bercanda”

 

“kenapa kau sangat bodoh? Aku tidak bercanda. Hal itu bisa saja terjadi”

 

“kau mungkin berjodoh dengan temanku” ucap Baekhyun, dan berhasil membuat gadis yang berada di dalam pelukannya itu terdiam cukup lama.

 

“bukankah dia milikmu?”

 

“ah, ya, Chanyeol hanya milikku”

 

“dasar ChanBaek” cibir gadis itu. Tak lama mereka tertawa dan melepaskan pelukan mereka.

 

“kau terkejut?”

 

“terkejut karena ia telah bertunangan dengan gadis lain?” Tanya Jessica. Baekhyun mengangguk. Gadis itu tertawa lirih. “ya, aku sangat terkejut. Terlebih lagi ia tak memberi kabar bahagianya itu padaku”

 

“karena dia marah padamu” ucap Baekhyun. Gadis itu mengangguk, pertanda ia sudah tahu.

 

arra, dia marah karena aku tak datang di pemakaman ayahnya, bukan?” Pria disebelahnya mengangguk. “aku tak datang bukannya disengaja. Tapi waktu itu aku sedang midtest. Aku tak bisa pergi karena tak ada ujian susulan untuk ujian itu”

 

“setiap manusia pasti mempunyai alasan dibalik semua yang mereka lakukan. Namun chanyeol terlalu kekanak-kanakan untuk mengerti” Baekhyun menghela nafas ketika ia kembali mengingat betapa marahnya pria jangkung itu pada Jessica karena tak datang di pemakaman ayahnya. Jessica hanya diam, tak membalas perkataan Baekhyun.

 

Suasana kembali hening. Hanya suara serangga-serangga malam yang mengusik sunyi-nya malam. Mereka berdua seperti tak ada niat untuk memulai pembicaraan.

 

Baekhyun mulai larut dalam lamunannya.  Ia memikirkan pertunangannya yang mungkin sebentar lagi akan terjadi. Ia senang dengan pertunangan itu. Namun jika mengingat hati gadis disampingnya sudah milik orang lain membuatnya sedikit frustasi. Ia tak ingin nantinya menikah dengan seorang gadis namun tak memiliki feeling apapun padanya. Ia juga tak ingin membuat sahabatnya ini merasa terbebani dengan pertunangan ini. Tapi ego-nya memaksanya untuk memiliki Jessica.

 

Ia memang mencintai gadis ini.

 

Namun ia rasa ia tak akan sejahat itu.

 

Dan mungkin, ia akan berusaha memisahkan Chanyeol dengan Hyomin dan menyatukan Chanyeol dengan Jessica. Melupakan status kedua orang itu kalau mereka berdua adalah sepupu.

 

“Baekhyun-ah” suara gadis itu membuat Baekhyun tersentak. Ia menatap Jessica yang kini juga tengah menatapnya.

 

ne?

 

“aku merindukannya, Baek-ah”

 

“aku sudah tahu itu, Jess”

 

“kalau begitu, bawa aku bertemu dengannya”

 

ne?!

 

 

To be continued

 

 

Halo!~ gimana chapter 2 nya? Pasti kurang memuaskan ya..  tau kok :”) maklum lah kan masih pemula :”) (maksa). DON’T BE SILENT READERS ya. Tinggal comment dibawah apa susahnya si, cuman pengen tau reaksi kalian sama ff yang aku buat. Kalo ada saran buat ff ini juga silahkan comment bellow. Aku senang kalo kalian comment di ff aku. Tandanya kalian menghargai aku yang udah capek-capek dan meluangkan waktu aku yang cukup padat ini buat lanjutin ff ini/?. Semakin banyak comments semakin cepat ff ini dilanjutin. Ok? Thankchu~

22 thoughts on “[Freelance] The Reason (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s