HIGH HEELS ( Chapter – 1 )

HIGH HEELS  ( Chapter – 1 )

 

 

RHI Storyline

 

Jessica Jung || Shinbi  (Gfriend) ||  Krystal Jung

 

 

 Family – Comedy – Romance

 

 

Chaptered || PG-15

 

 

👠👠👠 High Heels 👠👠👠

Chapter 1 : Meet The Girls 

 

Poster @ Junnie! ART

 

Hari masih terlihat gelap di luar sana . Mendung nan masih menggantung diatas cakrawala siap menjatuhkan jutaan butiran air hujan lanjutan dari Hujan semalam yang baru saja berakhir subuh tadi . Bahkan Sisa – sisa hujan semalam pun masih dapat di lihat ketika genangan-genangan air yang membentuk kolam dangkal di permukaan jalan-mencipratkan airnya ke segala arah tatkala kendaraan-kendaraan yang melindasnya silih berganti . Bau tanah basah tercium menyengat dari bawah pohon-pohon Mapel , Oak dan pepohonann lain yang masih menitikkan air sisa hujan semalam .

 

Oh , betapa indahnya Hari …..

 

Begitu damai , begitu tena …..

 

” SHINBIII ”

 

Ups , sebaiknya coret kata ‘Tenang’ dan ‘Damai’ itu , karna jelas dari sebuah Rumah bernuansa Klasik Minimalis bercat Krem terdengar teriakan cempreng seorang wanita berusia 35 tahun yang tengah berdiri di depan anak tangga dengan mengenakan Apron dan satu tangannya memegang Spatula .

” JUNG SHINB….. ”

I’M UP ! ” 

Seringai kemenangan muncul di wajah cantiknya tatkala terdengar jelas teriakan balasan dari ‘Beruang Betina’ yang menempati salah satu kamar di rumah itu-menandakan si ‘Beruang Betina’ yang namanya terus di teriakinya sejak 1 jam yang lalu itu akhirnya terbangun .

Saat akan berbalik kembali menuju Dapurnya , tiba-tiba sebuah perasaan asing menyeruak di dalam dada perempuan bernama lengkap Jessica Jung tersebut . Ia merasaa sedikit Heran , bingung , sekaligus Curiga yang tak disengaja apalagi di buat-buat (?)

” Aneh ! Tidak biasanya anak itu seperti ini . ” gumamnya mengurungkan niat kembali ke Dapur . Justru dia menapaki satu persatu undakan tangga yang menuju ke lantai atas- tepatnya ke kamar ‘Beruang Betina’ di rumah itu .

Sebuah pintu Bercat Putih yang di tempeli berbagai Macam Stiker mulai dari stiker Hello Kitty , Doraemon , sampai Rubah Ekor sembilan telah berada di depan mata .

Sebenarnya Apa yang salah ?

Harusnya Jessica merasa senang kan karna  Pekerjaan Membangunkan makhluk pemalas berwujud gadis remaja yang sialnya berwajah mirip dengannya itu jadi sedikit lebih mudah . Biasanya untuk membangunkan gadis remaja bernama lengkap Jung Shinbi yang konyolnya lebih senang dan terhormat dipanggil SinB (Jelas ‘kan perbedaannya ? ) itu sangat SUSAH bangun pagi . Jessica bahkan harus mengorbankan suara Lumba-lumba 7 Oktaf miliknya yang di sempurnakan dengan iringan suara penutup panci yang dibunyikan bersamaan menggantikan suara alat musik Drum tepat di telinga gadis itu hanya untuk membangunkannya . Sungguh melelahkan !

Namun disitulah letak keanehannya . Ini semua begitu aneh . benar-benar mengejutkan sekaligus mengherankan . Apakah terlalu berlebihan ? Well , kau tidak akan pernah tahu perasaan dari wanita ini , juga tidak akan pernah bisa membayangkan apa yang telah di laluinya hanya untuk membangunkan Gadis menyusahkan berwajah mirip dengan dirinya itu karna kau bukanlah dirinya dan tidak berada dalam posisi dimana dia saat ini . Catat itu .

 

Semua pikiran buruk dan kecurigaan serasa berkumpul dalam kepala Jessica saat ini . Bagaimana jika ternyata terjadi sesuatu pada gadis itu ? Apa yang membuat gadis itu jadi berperilaku aneh seperti ini ? Apakah dia sakit ? Sakit parah kah hingga mempengaruhi perilaku dan kebiasaannya ? Ha-ah , dia bisa gila ! .

 

Jessica menggeleng keras mengusir seluruh pikiran buruknya itu . Demi menampik semua rasa penasarannya ia pun berniat mengetuk pintu itu ketika tiba-tiba saja pintu tersebut justru terbuka dan menampilkan wajah mulus rupawan dengan mata bulat besar , dagu runcing , alis cantik , juga bentuk hidung yang mungil namun bangir muncul di hadapannya dengan pandangan bingung penuh tanya . Jessica sempat terpana . Mengagumi Wajah gadis remaja di hadapannya yang semakin hari semakin mirip dengan dirinya itu .

Gadis itu berbalik kembali masuk ke kamarnya-melangkah menuju Meja belajar yang kondisinya SANGAT berantakan !

Jessica diam-diam ikut mengekor di belakang.

Shinbi  memasukkan beberapa buku ke dalam Tas punggungnya-terlihat tak ambil pusing dengan tatapan ‘Tak terjemahkan’ dari wanita Dewasa Ber-apron yang berdiri tak jauh darinya .

Sementara wanita Dewasa itu sibuk menyapukan pandangan ke seluruh penjuru kamar Shinbi  dengan tatapan Takjub (?) . Bukan karna kerapihan atau wangi semerbak yang menyeruak layaknya kamar anak gadis pada umumnya , melainkan takjub karna tak bisa mempercayai Kamar yang menyerupai kapal pecah ini masih layak di tempati .
Dengan pemandangan nan menyayat hati dan aroma busuk makanan Basi , bungkus-bungkus Snack dan permen yang bertebaran dimana-mana , dan jangan lupakan Tumpukan pakaian Kotor yang entah berasal dari abad ke berapa nampak teronggok di pojok ruangan . Siapapun akan meragukan keberadaan penghuni dari ruang-yang-tak-layak-disebut-kamar itu .

” Aku sibuk dengan kegiatan Sekolah dan mengerjakan Tugas-tugas yang tiada habisnya . Bahkan aku sampai tidak tidur semalaman karna harus mengerjakan Makalah  yang harus di kumpulkan pagi ini . Harusnya kau senang karna tugas mu membangunkan ku jadi lebih mudah . Lainkali jika memang aku sempat mungkin aku akan membersihkan ‘Tempat’ ini . ” ujar gadis bersurai hitam legam itu mengetahui apa yang kini berkecamuk di dalam kepala Jessica .

Tubuh Jessica sedikit terhuyung ke belakang akibat rasa pening di kepalanya yang timbul sejak Aroma Kamar yang menyerupai tempat sampah ini menusuk indera penciumannya . Rasa ‘Ketakjuban’ nya belum juga hilang . Dia bahkan bertanya-tanya apa diantara Tumpukan sampah , makanan basi , bahkan pakaian kotor itu tidak ada ‘Kehidupan’ nya ? Maksudnya , seperti Kecoa , Lalat atau Hewan melata seperti Ular atau Biawak mungkin (?) . Membayangkan itu , tubuh Jessica spontan bergidik ngeri sendiri .

” Hu-Huh ? ” sahut Jessica-tak fokus .

‘Tempat’ ini , katanya ? Bahkan Shinbi  tak sudi menyebut tempat peristirahatan terakhir -coret- ruangan ini sebagai kamarnya . Well , memang tidak layak di sebut sebagai kamar ‘sih , tapi siapa suruh memberantakan kamar jadi seperti ini ?

Jessica bergerak mendekati Shinbi -membuat Shinbi  yang tengah berjongkok diantara sampah-seperti mengais-ngais dengan tangannya tanpa jijik mencari sesuatu .

” Dapat ! Awwww !” Gadis itu mengaduh kesakitan setelah kepalanya terbentur dagu runcing wanita ber-apron yang entah sejak kapan mengambil posisi merunduk di belakang bahunya .

” Aghhh…. ” ringis wanita ber-apron itu kesakitan sambil memegangi dagunya disaat bersamaan.

Shit ! apa yang kau lakukan dibelakangku , Jess ? ” dengus Shinbi  tepat di depan wajah si wanita-Jessica .

” Jelaskan padaku tentang semua ini , Jung Shinbi ! ” gumam Jessica datar-terdengar jelas menyembunyikan emosinya .

Shinbi  mendengus lelah tanpa menghiraukan tatapan Jessica yang menusuk tajam ke arahnya .

” Jelaskan.Padaku.Sekarang ! ” desak Jessica dengan menekan satu persatu kalimatnya .

Jesus Christ Jess , tidak bisakah kita tidak membahas itu sekarang ? Aku sudah nyaris terlambat dan aku belum sarapan . Kau tega membiarkan ku sampai ke sekolah dengan perut kosong sampai jam istirahat nanti ? ” cerocos Shinbi  yang berhasil membuat pandangan Jessica melunak padanya .

melakukan Teknik pernapasan kuno dengan menarik ulur nafasnya secara perlahan—wanita itu mencoba menenangkan diri dan mereda Emosi yang sempat menguasai dirinya .

” baiklah , bereskan keperluan sekolah mu dengan benar dan jangan sampai ada yang tertinggal . Soal ‘Tempat’ ini , kita akan membicarakannya nanti . Aku tunggu dibawah . ” ucap Jessica yang kali ini dengan nada Datar-Normal tanpa sedikit pun Emosi terkecuali rasa kasih sayangnya pada Shinbi yang menjadi satu-satunya alasan kenapa ia dapat dengan begitu mudahnya luluh pada gadis 15 tahun tersebut .

Shinbi  pun mengangguk dan melanjutkan kegiatannya membereskan perlengkapan yang mesti di bawanya ke sekolah hari ini .

 

 

👠👠👠

 

 

” Ada apa ? ” tanya Jessica ketika dia dan Shinbi  sedang menikmati sarapan di Meja makan . Melihat wajah manis ‘Gadis-nya’ yang terlihat jelas sedang murung-seperti tengah berpikir itu membuat jiwa ‘Tante-tante Kepo’ Jessica terpantik .

Shinbi  mengangkat wajahnya yang tertekuk itu hingga ia bisa menatap langsung Oniks kecokelatan Jessica yang menunggu dengan sabar jawaban darinya sembari tersenyum . Ia mendengus pelan-menggigit pelan bibir bawahnya dan mendengus lagi—begitu seterusnya hingga bermenit-menit lamanya .

” Shinbi  …. ” tegur Jessica karna merasa tidak dihiraukan dan jengah menunggu.

Lagi-lagi Shinbi  mendengus . Melegakan tenggorokannya yang serasa di sumpal bongkahan batu dengan meminum air putih yang di letakkan di dekat piring makanannya lalu mencoba melakukan kontak mata dengan wanita dewasa yang menegurnya barusan .

” Kris menelepon ku . ” jawab gadis manis itu pada akhirnya .

 

Tuk

 

Cangkir Kristal berisikan Teh manis yang semula tengah Jessica hirup isinya-dengan kasar di letakkannya di sudut meja makan . Gerakan Jessica tersebut sedikit membuat Shinbi  terkejut dan gugup .

Keduanya tak lagi berminat melanjutkan sarapan mereka yang tenang . Shinbi  jelas terlihat salah tingkah .

” kapan ? ” tanya Jessica dengan ekspresi wajah yang … err—susah di baca .

” kemarin , sepulang sekolah . Aku sempat terkejut saat mendapat Telepon dari Nomor yang tak dikenal . Lalu dia mulai menjelaskan tentang siapa dirinya , hingga membuatku yakin kalau itu memang dia (Kris) . ”
” lalu apa yang dikatakannya lagi padamu ? ”
Shinbi mengunyah pipi bagian dalamnya-kebiasaannya jika sedang merasa gugup .
” Err—Dia menanyakan kabar kita semua dan juga soal sekolah ku . Kami tidak berbicara banyak karena…..kau tahu , dia— ”

” Sibuk urusan pekerjaan . ” potong Jessica dengan wajah datar sedatar Triplek .

” Yeah … ku rasa aku harus mulai percaya alasan kuno itu mulai dari sekarang . ”

” Hm ? Hanya itu ? ” satu alis Jessica terangkat .

” Hu-Huh ? ”

” aku tanya , apa hanya itu saja yang di bicarakan ‘Orang itu’ padamu ? ”

” O-Oh …. E—hehe…..Ha-ah kenapa sulit sekali ‘sih menyembunyikan sesuatu darimu ? A-aku curiga , jangan-jangan kau ini cenayang ya Jess ? Ayo ngaku … ” canda Shinbi  garing segaring-garingnya Kerupuk basi . Jangankan tertawa , otot wajah Jessica seolah berdiam di tempat-terpaku kaku hingga ekspresi datar menyebalkan itu membuat orang yang melihatnya menelan ludah gugup setengah mati .

Keadaan benar-benar tidak nyaman-khususnya bagi Shinbi  .

 

‘ Tolong , siapa saja-bantu aku melepaskan diri dari wanita menyeramkan ini . ‘ batin Shinbi  meratap .

 

” Tidak perlu memiliki kemampuan Cenayang jika hanya untuk mengetahui apa yang saat ini mati-matian kau sembunyikan dari ku , Dear . Kau lupa siapa aku ? ”

” GAH ! Kau menyebalkan , kau tahu itu ? Ck …. ”

” jangan mengalihkan pembicaraan . Apa lagi yang dikatakan ‘Orang itu’ pada mu ? ”

Shinbi mengunyah pipi bagian dalamnya lagi ” Err—d-dia hanya mengatakan kalau dia telah kembali ke Seoul dan telah membeli sebuah Rumah yang letaknya tak jauh dari sekolah ku . D-dia juga bilang kalau dia akan menemui mu untuk meminta izin agar aku dibolehkan menginap di rumahnya akhir pekan nanti . ”

Jessica menghela nafas setelah mendengar penuturan cerita Shinbi  barusan . Wajahnya tetap tanpa ekspresi dengan kedua tangan yang bersidekap-memeluk tubuh rampingnya sendiri . Melihat ekspresi Jessica inilah yang membuat Shinbi  semakin tidak nyaman . Ia takut sekaligus waspada akan apa yang akan di katakan wanita cantik bermanik Oniks kecokelatan yang selalu di gilai para pria tersebut selanjutnya .

Terdengar helaan nafas pelan dari bibir tipis Jessica yang membentuk garis datar tanpa senyum apalagi kerutan .

” lalu apa jawaban mu ? ” tanya Jessica setelah bungkam sekian menit .

” Huh ? Eum—ku bilang , sebaiknya dia menemui mu secara langsung , itu saja . ”

Jessica mengangguk pelan dan menggerakkan tangannya untuk menggapai Cangkir Kristal yang tadi sempat diletakkannya  ke sudut meja . Meminum Tehnya sambil memejamkan mata .

Okay . Aku akan pulang larut malam ini , jadi mungkin aku akan meminta Soojung untuk menjemput mu dari Sekolah . Bagaimana ? ” ucap Jessica tak mau berlama-lama membahas ‘Orang itu’ .

Shinbi  langsung syok dengan mata yang melebar .

TIDAAAAAKKK !

Ia tidak akan pernah sudi di jemput oleh wanita aneh-menyebalkan-berambut api yang satu itu .

Tidak , bahkan dalam ribuan tahun sekalipun .

” T-tidak perlu , Jess . Aku bisa pulang sendiri . ”

” jangan membantah . Aku tahu hari ini kau akan mengikuti latihan bersama Club Cheers – mu , dan aku tahu itu pulangnya sore . Dan setahu ku , Bus sekolah mu hanya bertugas mengantar dan menjemput murid di jam-jam Reguler yakni jam Pergi dan pulang sekolah . Jadi , sudah dapat dipastikan kau tidak akan dapat menaiki Bus sekolah saat pulang nanti . ”

” T-tapi , aku kan bisa naik …”

” kau tidak berpikir untuk naik Bus umum kan , Jung Shinbi ? ” potong Jessica dengan aura dan tatapan matanya yang menyeramkan .

Shinbi  spontan menelan ludah-takut dan dengan sangat terpaksa akhirnya mengangguk .

Jessica menyeringai penuh kemenangan . Rasanya sungguh menyenangkan mengintimidasi orang seperti ini .
” Baiklah , karna semua sudah di putuskan dan (melirik arloji bertahtakan berlian dan kristal Swarovski dipergelangan tangan kirinya) waktu kedatangan Bus sekolah mu sudah dekat , jadi , mari ku antar ke depan . ”

Shinbi  hanya bisa diam mematung saat Jessica berjalan ke arahnya-menariknya berdiri dan merapikan seragam sekolahnya yang berupa seragam putih dilapisi blazer berwarna biru tua, dasi berwarna biru bergaris merah dengan rok berlipat kotak-kotak diatas lutut berwarna senada dengan dasi . Wanita itupun membantu Shinbi  memasangkan Tas punggung yang bobotnya menyamai bobot Tas pelatihan Tentara yang di isi batu bata- dengan kata lain , berat sekali .

Secara berdampingan mereka berdua keluar dari rumah yang terbilang mewah itu sambil berpegangan tangan , bercanda dan tertawa-seolah tak pernah menganggap kejadian ‘tidak mengenakkan’ yang sempat terjadi di meja makan tadi tidak pernah terjadi .

Tak lama kemudian , sebuah Bus sekolah bertingkat yang sudah ramai di isi oleh murid-murid satu sekolah Shinbi berhenti tepat di depan gerbang rumah .

” Yo Shinbi  ! ” tegur beberapa wajah dan kepala yang nongol gag jelas di jendela bus . Shinbi  tersenyum dan melambaikan tangan pada teman-temannya .

” PAGI BIBI SEKSIIIIII ! ” kali ini Jessica lah yang menjadi objek keisengan para murid-murid cowok remaja labil dengan tampang mesum mereka yang sukses membuat Jessica ingin muntah-sementara Shinbi  men-Death glare murid-murid cowok labil dengan Hormon mesum berlebihan itu dengan sangarnya . Memang ‘sih , Jessica memang masih sangat Cantik dengan tubuh Bohai aduhai yang tak jarang selalu membuat teman-teman cowok satu sekolahan Shinbi  mimisan dengan hanya sekali lirik . Di usianya yang tak lagi muda , 35 tahun saudara-saudara , Jessica terbilang Awet muda bahkan tak jarang orang memberinya julukan ‘Tante Imut’ karna wajah serta tubuhnya memang mumpuni untuk di berikan julukan itu .
Tetapi , tetap saja , tatapan cowok-cowok itu benar-benar membuat Shinbi  risih . Bagaimanapun , Jessica itu kan seorang wanita dewasa . Masa’ teman-teman cowok satu sekolahannya yang rata-rata usianya masih 15-17 itu naksir Ibunya yang sudah berkepala tiga ?

 

Wait , Ibu ?

 

” aku pergi dulu Jess … ” pamit Shinbi  buru-buru . Kalau dia tak segera naik ke Bus , bisa cowok-cowok itu makin Agresif menggoda Ibunya .

Jessica mengangguk dan memeluk sebentar putri semata wayangnya itu sebelum memberikan kecupan bertubi-tubi pada kening , hidung , bahkan kedua pipi Chubby putrinya .

” HUUUUU , DASAR MANJA ! ”

” ANAK MAMI ”

Terdengar ejekan dari beberapa murid yang sepertinya sirik (?) dengan keakraban Ibu dan Anak yang menyerupai Kakak-Adik itu .

” BERISIK ! KALIAN SEMUA IRI ‘KAN KARNA AYAH DAN IBU KALIAN LEBIH SIBUK BEKERJA DARIPADA SEKEDAR MEMBERI KALIAN CIUMAN . ” murka Shinbi  acuh walau orang-orang yang meneriakinya itu terus memandanginya dengan pandangan mencemooh- toh dia senang-senang saja di manjakan dengan sangat oleh wanita cantik yang tidak lain adalah Ibu kandungnya ini , Kenapa jadi mereka yang ribut ? Dasar !

” Ssstt , jangan seperti itu . Nanti teman-teman mu tersinggung . sudah-sudah , paling mereka cuma bercanda . ” lerai Jessica dengan sifat sabar keibu-annya yang entah ia dapat dari mana-mengingat sifat aslinya yang Barbar yakni suka berteriak , memukul dan menendang orang seenak udelnya .

” tapi mereka selalu meledekku seperti itu Jess , kesabaran seseorang juga ada batasnya . ”

” Hei , sudahlah … ” dipeluknya kembali tubuh mungil dan ramping Shinbi  yang jelas menurun darinya itu .

” bisakah untuk sekali saja-di depan teman-teman mu , kau memanggilku sebagaimana seharusnya ? ” bisik Jessica mengecup rambut hitam legam Shinbi  .

Shinbi  balas mencium pipi Jessica ” Never ! ”  sahutnya dengan seringai menyebalkan yang entah menurun dari siapa-entah itu Jessica sebagai Ibunya atau justru ‘Orang itu’ yang merupakan ayah dari Shinbi  .

Shinbi  buru-buru masuk ke dalam Bus . Dia jelas tidak boleh membiarkan Bus dengan barisan Cowok-cowok mesum di sekolahnya terus berada di sana . Ia khawatir cowok-cowok itu semakin Agresif menggoda Ibunya . Huwaaaa, dia tidak akan rela memiliki calon ayah tiri yang memiliki usia sebaya dengan dirinya .  Nehi .

” BYEEEEEE ! ” Shinbi  ber-dadah ria dengan menyembulkan kepalanya keluar  jendela pada Jessica . Jessica pun melambaikan tangannya melepas keberangkatan Bus yang membawa serta putri semata wayangnya ke sekolah .

 

 

👠👠👠High Heels 👠👠👠

 

 

Di kehidupan kota-kota besar , khususnya kehidupan dengan laju perubahan dan perkembangan Zaman yang kian melesat , mendengar kata Single Mother mungkin sudah bukan menjadi hal tabu lagi .

Status yang menggambarkan kehidupan seorang wanita yang bermetamorfosis menjadi sesosok Ibu tunggal dalam membesarkan Anaknya tanpa pasangan atau sosok ayah bagi anak itu sendiri – bisa jadi kasus yang paling lumrah di zaman sekarang . Dulu , bisa saja semua orang memandang Skeptis bahkan merendahkan status wanita-wanita itu . Banyak sekali stigma negatif bahkan julukan-julukan kejam seperti ‘Perempuan jalang’ atau ‘Anak Haram’ yang disandang oleh anak dari Single Mother tersebut.

Orang-orang zaman dulu , tak pernah mau tahu dan menilai seseorang dari ‘Kenyataan yang sebenarnya’ , mereka lebih senang menilai seseorang dengan menilai ‘Fakta semu’ yang tersaji di depan mata mereka . Mereka tidak pernah peduli walau pun seseorang yang mereka nilai ‘Buruk’  itu memiliki cerita tersendiri tentang bagaimana kehidupan seseorang itu bisa berakhir di jalan yang tak seorang pun kehendaki .

orang-orang lebih senang mempercayai ‘Fakta Semu’ yang terjadi di depan mata mereka , karna justru ‘Fakta semu’ itulah yang menjadi kesenangan mereka . Fakta yang dengan mudah di putar balikkan , bahkan di bumbui dengan berbagai macam cerita bohong yang mengada-ada , hingga fakta tersebut menjadi bahan gunjingan-buah bibir semua orang yang makin jauh dari kata kebenaran .

Tapi sekarang tidak lagi . Memang Gunjingan-gunjingan dan pandangan negatif itu masih ada , namun perkembangan Zaman yang mengubah kepribadian manusia menjadi lebih Individualis menjadikan manusia itu lebih memilih menyibukkan diri dengan dunianya sendiri . Semua orang jadi acuh tak acuh terhadap sesamanya . Istilah Mind Your Own Bussiness benar-benar tercetak jelas dalam Kepala .

 

Begitupula yang mesti dijalani oleh tokoh utama dalam cerita ini . Karna sebuah kesalahan yang dilakukannya di masa lalu , mengikuti kehidupan liar seorang remaja labil yang hanya mementingkan kesenangan sesaat tanpa memikirkan sebab akibat yang kan menjeratnya di masa yang akan datang , ia pun terpaksa kehilangan masa mudanya .

Dulu , dia hanyalah seorang remaja perempuan biasa yang gemar berpesta dan berfoya-foya dengan rasa ingin tahu yang begitu besar . Sehingga apapun ingin ia coba mulai dari merokok , obat-obatan terlarang khususnya ekstasi , sampai seks bebas . Semua sudah pernah ia coba . Sampai suatu ketika ia menyadari bahwa kebiasaannya yang gemar melakukan seks dengan lawan jenis membuatnya harus menerima kenyataan bahwa ia tengah Hamil . Hamil muda .

Dan sialnya , terakhir ia ingat melakukan ‘Itu’ adalah dengan seorang pemuda dengan Titel ‘Bajingan’ yang sudah menempel di dahi dan bahunya tanpa kenal malu lagi . Pemuda yang bahkan untuk memaksanya bertanggung jawab , Jessica-khususnya keluarganya harus membangkrutkan keluarga pemuda itu terlebih dahulu .

Setelah pemuda itu bertekuk lutut dan bersedia bertanggung jawab dengan syarat seluruh harta kekayaan keluarganya mesti di berikan kembali pada keluarganya di China sana   , dari sanalah sebuah babak kehidupan baru bagi Jessica bergulir .

Menikah di Usia 19 tahun dengan buntalan nyawa yang menempel bak parasit di rahimnya , ditambah lagi menjalani kehidupan rumah tangga dengan seorang pemuda yang bahkan tak pernah ia cintai . Menjadikan pernikahan itu bagai Neraka . Tidak ada kasih sayang apalagi cinta . Semua murni terjalin karna adanya kesepakatan diantara keduanya . Hanya sekedar hidup serumah dan menganggap satu sama lain seperti orang asing . Hanya sebatas itu saja .

Sigh , bahkan sampai detik ini saja Jessica tidak habis pikir , bagaimana bisa ia bertahan dalam semua itu sekian tahun . Bisa di hitung dengan jari hanya berapa kali ia bicara dan berinteraksi dengan lelaki jangkung berwajah dingin itu selama masa ‘pernikahan’ mereka yang hanya sanggup bertahan selama 2 tahun . Tepat di ulang tahun Shinbi  yang ke-2 , keduanya sepakat bercerai dengan alasan ketidak adanya kecocokan dan mis-komunikasi yang tak dapat lagi di jembatani walau dengan Ikatan apapun . Namun , walau telah berpisah , Jessica masih dapat menilai bentuk dan itikad pertanggung jawaban lelaki itu pada Shinbi  putrinya. Sampai sekarang, semua biaya kehidupan Shinbi  di tanggung oleh lelaki itu – walau Jessica mati-matian menolaknya . Ia tak bisa berbuat banyak walau seberapa besar pun usahanya untuk memutus ‘Ikatan’ antara Shinbi  dan lelaki itu  . Nyatanya keputusan pengadilan menyatakan bahwa Lelaki itu tetap diharuskan membiayai dan menanggung semua biaya hidup Shinbi  sampai usianya 18 tahun kelak-usia yang secara Hukum negara dianggap ‘Dewasa’ dalam artian sudah mampu memutuskan segala sesuatu dalam kehidupannya .

Pasca perceraian , Jessica mesti menjalani semuanya sendiri . Mulai dari bekerja , melanjutkan pendidikannya yang tertunda , dan tentunya mengurusi serta membesarkan Shinbi  anak satu-satunya seorang diri . Walau keluarganya tetap bersedia membantunya , namun Jessica telah bertekad untuk tidak lagi merepotkan orang-orang berharga di sekitarnya . Ia ingin memulai semuanya sendiri . Belajar menjadi mandiri dengan mengambil Intisari dari pengalaman terdahulunya yang hanya bisa menyusahkan orang-orang yang disayanginya .

Walau tak jarang masih saja ada orang yang gemar mencemooh dan menggunjingkan status-nya sebagai Ibu tunggal , namun itu tak kunjung membuatnya patah semangat . Nyatanya dia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Fashion hingga sampai S2 di kota Mode Paris . Dan dari sana , ia mulai merintis sebuah Bisnis Fashion bersama para sahabatnya . Dimulai dari membuka Online Store dengan mengutamakan Item-item seperti kaca mata , Scarf , baru kemudian di lanjutkan dengan Clothing Line dengan mengusung Konsep Denim yang Simple nan elegan sesuai dengan ciri khas berpakaian sehari-hari Jessica yang selalu mendapat pujian dari para Kritikus Fashion  dari dalam dan luar negeri .
Akhirnya berkat tekad dan kerja keras selama bertahun-tahun , Bisnis Fashion yang ia beri Label ‘ Blancè & Eclairè’ atau B&E itu semakin berkembang hingga sekarang .

 

👠👠👠

 

” …. Sseu ? Bosseu ?  

Suasana di ruang rapat Kantor pusat B&E yang terletak di kawasan elit Seoul tiba-tiba berubah jadi tidak kondusif lagi saat seluruh peserta rapat mendapati sang pemimpin yang justru nampak sibuk dengan dirinya sendiri-melamun saat rapat berlangsung .
Kejadian ini benar-benar mengherankan bagi seluruh staff dan karyawan B&E yang terbiasa dengan sifat galak , Profesionalitas dan Loyalitas Jessica dalam bekerja . Tidak biasanya Bos satu ini tak fokus pada pekerjaan apalagi sampai melamun saat rapat berjalan seperti ini .

” Anda tidak apa-apa , Bos ? ” tanya suara yang sama .

Jessica tampak terkejut hingga tubuh rampingnya sedikit terlonjak dari kursi yang didudukinya . Namun, bukan Jessica namanya jika dia tidak bisa meng-Cover itu semua dengan baik . Hanya membutuhkan sepersekian detik , ia Memasang kembali topeng Stoic dan dingin khas miliknya itu di depan seluruh bawahannya-bersikap Cool dan santai seperti biasa . Seolah tak terjadi apa-apa .

” Yah ? ” sahutnya balik bertanya-tak mengerti .

Seluruh peserta rapat itu menghela nafas . Jadi , percuma saja rapat ini diadakan sejak 2 jam yang lalu , karna pada nyatanya pimpinan rapat ini sendiri sama sekali tidak memperhatikan . Ha-ah ….

” jadi , ini semua adalah foto-foto Artis yang bakal menjadi Ambassador produk edisi musim panas kita nanti ? ” tanya Jessica pada seluruh staff-nya dengan memegang dan membolak-balik lembaran Foto ukuran sedang ditangan.

Para staff yang semula sudah kehilangan gairah untuk melanjutkan rapat langsung bersemangat kembali-duduk tegak , fokus dan tentu bersikap serius .

Jessica menganggukkan kepalanya . Sedikit mencuri pandang pada satu persatu wajah para staff di hadapannya yang nampak kembali Fokus pada Modul di tangan mereka-tanpa sedikitpun melirik curiga atau heran akan sikapnya . Huuufftt , syukurlah …

Untunglah dia masih dapat menggunakan sedikit kecerdasannya untuk mengendalikan keadaan . Terus terang , dia memang tak tahu sama sekali apa saja yang mereka semua bahas di ruangan ini ketika ia tengah asyik melamun tadi . Namun , untunglah pagi tadi sebelum berangkat ia sempat mempelajari semua Isi dari Modul yang telah di bagikan oleh Sekretarisnya pada seluruh Staff sehari sebelumnya-Modul yang sama dengan yang masih di pelajari oleh para Staff nya yang lain saat ini . Sehingga secara garis besar,  dia masih memahami kenapa dan untuk apa dia terkurung berjam-jam lamanya di ruangan ini bersama para staff kepercayaannya .

” Benar , Bos . seperti biasa kita harus memilih dengan cermat salah satu diantara mereka . Ambassador produk kita-seperti yang anda selalu tekankan haruslah memenuhi Standar Inner Beauty yang kuat , Cerdas , memiliki Attitude yang bagus , bersih dari Narkoba , Ketergantungan Alkohol , Gosip miring serta Skandal-skandal merugikan lainnya , dan tentu saja memiliki Sense Of Fashion yang sangat kuat . Dan dari standar itu semua kami sudah memiliih beberapa nama yang memenuhi Kriteria dan tentu saja sanggup menaikkan pangsa pasar produk-produk kita . ”  

Jessica mengangguk kembali .

” Kerja bagus . Jadi , kita harus memilih salah satu dari mereka , begitu ? ” tanya Sica kembali .

” Benar . Dan kami rasa hanya anda yang berhak memutuskan semua ini mengingat Intuisi dan Deduksi anda tentang hal-hal semacam ini yang biasanya tidak pernah meleset alias selalu sukses besar . ” jawab salah satu Staff yang tidak lain adalah sahabat kental Jessica sendiri-Goo Hara .

Jessica mengulum senyum-merasa bangga pada diri sendiri akan pujian sang sahabat .

Ia membolak-balik foto-foto ditangannya berulang kali dengan mulut komat-kamit tanpa suara . Seluruh Staff menunggu dengan hati ketar-ketir menunggu jawaban dari Sang pimpinan yang sepertinya nampak tak begitu senang dengan pilihan mereka .

Bagai gerakan Slow Motion Jessica memilih satu Foto hingga ia lemparkan ke tengah meja rapat .

” Kalian pasti bercanda jika menginginkan tante-tante itu jadi Model produk kita . ” ucap Jessica dengan berpose angkuh-menyandar pada kursi kebesarannya dan tangan yang di tumpukan keduanya di pegangan kursi .

Seluruh Staff saling berpandangan . Dugaan mereka benar , pasti ada salah satu diantara Foto-foto itu yang membuat sang Bos tak senang .

Seorang Staff laki-laki berkaca mata meraih Foto di tengah meja . Wajahnya langsung melongo seakan tak percaya dengan apa yang ia dapati di depan matanya yang hanya 2 garis itu .

” t-tapi Bos , i-ini Flower Girls .  mereka sedang naik daun saat ini . Seluruh Radio berlomba-lomba memainkan lagu mereka . Di tambah lagi , kekuatan Fans dari Individual member mereka sangatlah kuat . Belum lagi , sudah tak terhitung Brand-brand besar dan terkenal yang memakai wajah mereka sebagai bintang iklan atau Ambassador produk Ter-anyar mereka . D-dan Baik Taeyeon Kim , Tiffany Hwang dan Seohyun-ketiga member dari Flower Girls itu , mereka memiliki selera Fashion yang sangat bagus . Bahkan mereka berulang kali mendapatkan Penghargaan dari Marie Claire , Harvest Bazaar , dan lainnya . Ja-jadi saya rasa mereka pilihan yang tepat . ”

Jessica tetap duduk angkuh di tempatnya-mendengarkan dengan tenang Argumen serta Alibi dari anggota Staffnya barusan . Saat staff laki-laki itu selesai berbicara , seluruh mata staff lainnya langsung mengarah pada sang pimpinan yang terus menunjukkan wajah tanpa ekspresi .

Sudut bibir Jessica terangkat hingga membuat bibir tipis menggoda itu jadi tak simetris . Satu alisnya pun ikut terangkat-meremehkan .

” aku akui pilihan mu tidaklah terlalu buruk , Heechul-ssi . Wajah mereka memang sangat pas untuk di jadikan Model suatu majalah—majalah teka-teki silang . ” jawab Jessica sarkastik-sadis .

Seluruh orang terhenyak di tempat .

Fashion bukanlah hanya sekedar memakai baju , sepatu , atau aksesoris mewah karya desainer terkenal lantas berpose di depan kamera untuk kemudian di cetak-dijadikan Cover utama suatu majalah,Heechul-ssi . Juga bukan  sekedar berjalan di atas Runway dan menjadi pusat perhatian dunia  . Dan Fashion-nilai dan makna Fashion itu sendiri tak bisa di nilai hanya dengan penghargaan atau pujian dari orang-orang yang ‘katanya’ mengerti dan ahli dalam bidang itu . Kebanyakan orang selalu berpikiran Fashion harus berkaitan dengan sesuatu yang mahal , desainer ternama atau penghargaan yang di berikan , karna faktanya Fashion tidaklah serumit itu . Semua orang juga bisa menjadi seorang Fashionista walau tanpa harus mengenakan baju berlabel rumah mode terkenal , tanpa menenteng Tas Hermes seharga Milyaran , tanpa sepatu atau Aksesoris boros lainnya . Fashion sebenarnya sangat sederhana . Begitu simple . Hingga kalian tidak akan menyadari bahwa apapun yang kalian kenakan hari ini , menunjukkan makna dari Fashion itu sendiri . ”

Kali ini seluruh orang disana saling melempar pandang-wajah mereka semua menyiratkan keingintahuan yang sangat besar tentang makna Fashion dari bibir Jessica-seseorang yang sudah tak di ragukan lagi soal pengetahuan dan selera fashionnya .

” maaf sebelumnya , mungkin ini sedikit melenceng dari pembahasan rapat kita kali ini , Bos . Tapi , saya mewakili seluruh karyawan lainnya yang bekerja di bawah naungan Fashion line milik anda ini , merasa bahwa kami harus tahu dan mengerti apa makna dari dunia Fashion yang kami geluti selama ini . Karna mengerjakan sesuatu tanpa tahu arti dan maknanya sama saja seperti meneguk air dengan tenggorokan bolong . Rasa haus kami tidak akan hilang dan kami tidak akan puas . Jadi , kami-khususnya aku, aku sangat ingin tahu makna Fashion itu sendiri dari sudut pandang mata anda , Bos . Karna dengan begitu kami juga bisa menyamakan sudut pandang kami agar sama dengan anda kedepannya , dan kemudian , Bersama-kita akan menjadikan Fashion line ini semakin maju ke depannya . ” terang salah satu Staff perempuan  bernama Im Nana yang disertai anggukan seluruh rekan lainnya .

Jessica melirik Goo Hara yang selalu menempati tempat duduk di sebelah kanannya sekilas-Hara pun mengangguk sebagai persetujuan .

” kalian tidak bisa memiliki pandangan yang sama dengan ku . Itu sama saja dengan aku memaksa kalian untuk mengikuti kemauan ku . Kalian harus temukan makna dan arti dari apa yang kalian kerjakan di kantor ini sendiri . ”

” aku yakin mereka semua tahu mereka harus apa , Jess . Kurasa , mereka butuh sedikit…Inspirasi . ” sahut Hara melupakan Embel-embel formal yang selalu menempel setiap kali berbicara dengan Jessica sang pimpinan B&E . Kali ini mereka bicara layaknya sepasang sahabat pada umumnya .

Jessica hanya tesenyum tipis .

” pandangan setiap orang tentang Fashion itu berbeda-beda . Sebagian mencintai dan memaknai Fashion demi Kekuasaan , sebagian memaknainya demi kekayaan , namun juga ada sebagian yang memaknai Fashion untuk kepuasaan dirinya sendiri . ”

” menurutku sendiri  , Fashion itu cukup sederhana . Bagiku Fashion itu memiliki keterkaitan dengan Passion-Hasrat . Ketika kau melakukan sesuatu sesuai dengan hasrat mu , maka kau akan meraih kepuasan , itulah yang mendasari ku melakukan semua ini. Fashion menurutku tidak hanya sekedar apa yang kau kenakan , tetapi bagaimana caranya agar kau bisa nyaman dan menyatu dengan apa yang kau kenakan pada tubuh mu itu . Banyak orang yang minder akan penampilan atau takut untuk sekedar berpakaian , berekspresi atau bereksperimen tentang gaya berpakaiannya , alasannya hanya karna penampilannya tidak akan sama dengan artis atau model yang sering kita lihat di majalah-majalah . Padahal , semua orang pun tahu kalau artis atau model yang ‘terlihat’ keren di majalah itu hanya sekedar Berpose-bahkan Pose mereka pun diatur atau diarahkan oleh sang Fotografer .   Dan soal pakaian dan style mereka , Oh Tuhan ! Bahkan itu pun diatur oleh Stylist dan penata busana . Artis dan model itu hanya memakai pakaian dan melakukan pose yang di inginkan orang lain , bukan dari diri mereka sendiri . Jadi , untuk apa setiap orang harus merasa malu untuk mengekspresikan Fashion mereka sendiri jika pada kenyataannya orang-orang yang berpose di majalah itu saja melakukan pose atas suruhan dan dorongan orang lain ?  ”

” Fashion intinya adalah bagaimana kita percaya diri akan apa yang kita kenakan . Dan tugas kita disini adalah untuk membangun rasa percaya diri orang-orang yang selama ini salah dalam menginterpretasikan makna Fashion yang membuat mereka takut dan malu untuk mengekspresikan diri . ” Jessica mengakhiri Kuliah singkatnya .

Semua orang terpana akan penjelasan Jessica yang terdengar seperti seorang Motivator handal itu . Pembawaan yang tenang dan penuh percaya diri namun menekan dan mengintimidasi hingga tak ada satupun yang berani mengalihkan pandangan atau menulikan telinga mereka dari lantunan kata-katanya . Sungguh mengagumkan !

Saat ini , Jessica bagai berada di atas podium dengan siraman lampu sorot yang hanya menyorot ke arahnya .

Jika tak mengingat situasi dan tempat , mungkin semua orang disana akan langsung bertepuk tangan dengan heboh layaknya habis menonton sebuah pertunjukkan yang memanjakan mata . Namun tidak , ruangan itu tetap sunyi dan senyap – hanya ada tatapan kekaguman dari seluruh Staff ke arah Jessica yang juga balas menatap ke arah mereka .

” jadi , itu alasan anda menolak menggunakan Flower Girls sebagai Ambassador produk kita ? ” tanya salah satu Staff .

” Begitulah … lagipula , konsep mereka selalu buruk . Apalagi , selera Fashion mereka yang meragukan . Aku tidak pernah berpikir kalau mengenakan sebuah Mantel berbulu tebal mirip anjing pudel dapat dikatakan Fashionable . ”  entah apa yang ada di pikiran Jessica hingga wajahnya sekarang terlihat mengernyit jijik .

Ceritanya , Pada suatu ketika Jessica pernah menemukan sebuah Foto di media sosial dimana salah seorang personil Flower Girls itu tampak mengenakan sebuah Mantel(?) Berbulu tebal , dan lucunya di samping foto artis itu di pasanglah sebuah Foto anjing dengan warna bulu serupa dengan mantel yang dikenakan artis itu .

Yah , Fashion memang soal mengekspresikan diri . Tapi jika mengekspresikan diri namun disamakan dengan hewan – dengan seekor anjing pula , bukankah itu , errr—menggelikan ?

 

Seluruh orang di ruangan itu terkekeh mendengar ucapan Jessica yang begitu ceplas-ceplos , sarkastik , bahkan terkesan menghina personil Grup yang tengah naik daun itu . Yah , biar bagaimanapun , ucapan Jessica memang ada benarnya dan sialnya mereka semua setuju dan menganggap itu lucu . Ghh…

 

” bagaimana dengan Aktris ini ? ” tanya Hara yang menyodorkan sebuah Foto .

” bukankah  ini Aktris Jun Ji Hyun ? ” tanya Sica . Seluruh staff mengangguk dengan senyum lebar penuh harap . Jika Jessica langsung setuju , bukankah itu merupakan kesempatan emas ? Kapan lagi bisa bekerja sama dengan aktris sekelas Jun Ji Hyun yang namanya bahkan sudah di kenal luas di dunia Internasional itu , kan ? Aktris yang telah meniti karir bertahun-tahun di dunia hiburan Korea , bahkan sampai Hollywood , siapa yang tidak mengenalnya ? Hampir semua orang mengidolakannya walau usia sang aktris sendiri tak lagi muda .

Kesempatan untuk bertemu apalagi bekerja sama dengan Aktris sekelas Jun Ji Hyun tentu saja tidak ingin dilewatkan oleh siapapun . Dari segi bisnis juga kerja sama ini menjanjikan keuntungan yang sangat besar ..so , apa lagi yang di tunggu ?

” Beliau dikenal dengan Perjalanan karir yang sangat gemilang . Seluruh Drama dan Film yang diperankan olehnya selalu meledak di pasaran . Belum lagi karna diberkahi wajah cantik , tubuh tinggi jangkung , otak yang cerdas , serta sikapnya yang ramah , beliau pun sering dijadikan Ambassador dari Brand-brand terkenal baik itu Brand elektronik , pakaian , sampai makanan . Dan ciri khas berpakaiannya yang terkenal selalu Elegan membuatnya mendapat julukan Fashionista di kalangan Kritikus Fashion . Jadi , kurasa memakai jasanya kali ini tidak akan rugi bagi kita . She’s the living Goddess , Jess. ” kali ini Park Min Young-sahabat Jessica yang menjabat sebagai wakil CEO  B&E yang juga dikenal sebagai seorang Aktris dalam dunia Showbizz Korea angkat bicara . Min Young berusaha meyakinkan Jessica yang terlihat masih mempertimbangkan usulannya-padahal hampir semua Staff di ruangan itu sudah setuju untuk menjadikan Aktris Jun Ji Hyun sebagai Brand Ambassador  B&E Edisi Musim panas kali ini .

” baiklah . ” Jessica telah mengambil keputusan.

” buat segera  proposal tawarannya dan segera kirim ke Manajemen Aktris ini . Kita akan coba ‘Menawarnya’ .  ”

Rona kesenangan terlihat jelas di seluruh wajah peserta rapat-terutama Hara dan Min Young yang usulannya di terima .

Notulen rapat dengan cekatan menulis salah satu poin penting rapat kali ini . Dan beberapa Staff lain mulai sibuk mengerjakan tugas masing-masing .

” Tapi ….. kita juga mesti realistis , teman-teman . ” suara Kang Minkyung membuat kegiatan semua orang terhenti .

” maaf sebelumnya , tapi Menawar seorang Aktris sekelas Jun Ji Hyun pasti tidak mudah . Maksudku , beliau pasti sudah banyak menerima Tawaran seperti ini dari Brand lain . Dengan Nilai Kontrak yang jauh lebih Fantastis , serta tetek bengek lainnya . Bisa saja kan kita terlambat dan beliau telah menandatangani kesepakatan dengan Brand lain ? Tentunya , dalam setiap Nokta kesepakatan, seorang Aktris yang telah ‘Diikat’ kontrak dengan suatu Brand Fashion tertentu , maka Aktris itu tidak di perbolehkan lagi menerima Tawaran dari Brand Fashion lainnya . Jadi , ku pikir , kita harus bersiap akan segala kemungkinan yang ada . ” sambung Minkyung mengutarakan buah pikirnya .

” Minkyung benar . Kita harus punya rencana ‘B’ . ” jawab Jessica.

” kita akan mencari Kandidat cadangan . Dengan begitu , jika kita gagal meraih kesepakatan dengan Jun Ji Hyun , maka kita masih memiliki kandidat lainnya . ” sambung Jessica kemudian .

” menurutmu siapa yang pantas ? Bagaimana dengan Bae Suzy , atau IU , atau Park Jiyeon , Ah ! Atau Park Shin Hye , mungkin  ? ” tanya seorang Staff .

Jessica menoleh pada Staff itu .

” Suzy ? Bukankah dia Aktris yang baru saja terkena skandal dengan terkenal itu ‘kan ? ”

” eum—sebenarnya bukan Skandal ‘sih , tapi cuma ketahuan menjalin hubungan dengan aktor itu . Yah , kasusnya memang heboh seperti kasus terkuaknya hubungan percintaan Kim Taeyeon si personil Flower Girls itu dengan Byun Baekhyun si personil EXSO . Karna adanya perbedaan usia diantara mereka , jadilah hubungan percintaan yang entah memang begitu adanya atau justru Settingan itu jadi begitu Heboh . ” jawab Goo Hara-si ratu gosip nomor satu di kantor .

” apapun itu , jawabannya tidak . Aku tidak akan menjadikan gadis itu sebagai Ambassador . ” putus Jessica Final .

” memangnya kenapa ? ”

” CEO – nya Jelek ”

” HAH ? ”

” Sudah – sudah …. bagaimana dengan IU ? Dia kan menyandang julukan Nation’s Little Sister pasti semua orang menyukainya . ” lerai Minkyung mengendalikan situasi pasca pernyataan ‘Nyeleneh’ Jessica tentang CEO manajemen dimana Aktris Bae Suzy bernaung .

Image-nya terlalu polos . Mau di bikin Elegan dan dewasa susah , dibikin Seksi apalagi . Aku tidak mau ! ”

” Park Shin Hye ? ”

Jessica menatap lekat Staff yang mengusulkan nama seorang Aktris yang baru saja merampungkan Drama terbarunya bersama aktor Lee Jong Suk itu .

” Aku suka dia . Kirim proposalnya ”

 

 

👠👠👠

 

 

Masih dalam ruang rapat kantor pusat B&E . Ruangan itu kini begitu lengang nyaris kosong jika saja keempat sosok cantik yang masih mendiaminya tak lagi bernafas .

Jessica , Minyoung , Hara dan Minkyung masih tinggal di ruangan itu setelah rapat melelahkan yang baru saja mereka jalani berakhir . Seluruh Staff atau peserta rapat yang lain sudah terlebih dahulu meninggalkan ruangan hingga hanya menyisakan mereka berempat beserta beberapa petugas OB yang bertugas membersihkan ‘Kekacauan’ disana .

Jessica masih duduk di kursinya-mengabaikan ketiga sahabatnya yang sibuk berceloteh-bergosip ria sambil membereskan berkas-berkas yang berserakan diatas meja . Ia kembali melamun memikirkan suatu hal yang hanya dimengerti sendiri olehnya . Tangannya terlipat angkuh di depan dada , sementara Ekspresinya kosong menerawang .

Jika saja setan itu memang ada , mungkin saat ini Jessica sudah kerasukan setan dedemit yang minta sesajen berupa bunga Kantil , bunga delima , bunga melati , bunga anggrek , bunga Bank sampai bunga tidur untuk memuaskan rasa laparnya dengan bonus Brondong anggota Boyband yang unyu-unyu sebagai selingan di waktu senggang . Tapi sayangnya , hal itu tidak akan terjadi saudara-saudara . Gedung perkantoran ini sebelum di bangun sudah di jampi-dimantrai-dibacakan Surah Yasin dan Ayat Kursi bahkan sampai minta Air tolak bala dari Dukun-dukun Terbaik dadi 5 benua , plus Selembar bulu Yeti dari pegunungan Himalaya , dan potongan kuku Mbah Big Foot di Amerika .

Jadi , sangat tidak mungkin jika masih saja ada Setan yang berkeliaran di tempat ‘Bersih’ seperti kantor ini . Kalaupun ada setan , yang ada setan Gosip seperti Hara yang mulutnya dari tadi tidak pernah berhenti membicarakan makhluk lain . Makhluk lain karna biasanya Hara bukan hanya menggosipkan tentang sesamanya a.k.a manusia , tapi juga binatang-binatang disekitar mereka yang biasanya memang datang secara sukarela ke rumah Hara-minta di dengerkan curhatnya sekaligus minta di wawancarai begitu .

 

Ketika lagi-lagi mendapati aksi Melamun Jessica yang mengkhawatirkan , ketiga gadis itu bertukar pandang-sebelum akhirnya memutuskan siapa diantara mereka yang secara sukarela mau membangunkan sang Ice Princess dari lamunannya .

” ngomong-ngomong , tadi itu hampir saja ya Jess ? ” seru Minyoung memberanikan diri . Jessica melirik sekilas pada wanita yang lebih tua 2 tahun darinya itu sebelum membuang pandang ke arah lain-terlalu malas meladeni para sahabatnya yang pasti bertanya ini-itu perihal sikapnya yang memang ‘Tak biasa’ hari ini .

” ada apa Jess ? Tidak biasanya kau aneh seperti ini . Tidak memperhatikan rapat dan kehilangan Fokus saat bekerja . Belum lagi seharian ini kau jadi suka melamun . Pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu , kan ? ” desak Minkyung .

” … ”

Diam .

Jessica tetap diam tak bersuara . ketiga wanita cantik lainnya hanya dapat menghela nafas pasrah melihat Jessica yang tengah memasang muka Triplek dan aksi Bisu andalannya yang menyebalkan itu . Mereka semua sadar-tidaklah mudah untuk membuat Jessica bicara jika memang pada dasarnya wanita itu enggan untuk bersuara . Mereka hanya bisa diam-menunggu hingga akhirnya sahabat mereka itu sendirilah yang membuka mulut dan membagi masalahnya bersama .

 

” ‘Orang itu’ menghubungi Shinbi  . ” kalimat pertama yang di ucapkan bibir Jessica setelah bermenit-menit lamanya diam dalam kebungkaman yang menyiksa-sukses membuat Hara , Minyoung, dan Minkyung tersentak .

Ketiga wanita cantik itu saling bertukar pandang dengan Jessica yang tetap berekspresi datar-menyebalkan dan sorot mata kosong-enggan menatap balik ketiga sahabatnya .

” ‘Orang itu’ ? M-maksud mu Ayahnya Shinbi  ? ” tanya Minyoung .

” begitulah . ”

” Apa yang dikatakannya pada Shinbi  ? Apa dia ingin mengambil Shinbi  dari mu ? Atau apa dia bilang mau menikah lagi ? Atau …. apa dia minta restu Shinbi  untuk rujuk kembali dengan mu ? ” tanya Hara membabi buta di selingi tatapan Horor dari ketiga wanita lainnya .

” kau terlalu banyak nonton drama , Har . ” dengus Jessica lelah .

” lantas apa yang dikatakannya pada Shinbi  kalau bukan kemungkinan-kemungkinan itu ? Kau mesti ingat, Jess . Kris itu orangnya Nekat . Apapun yang dia inginkan harus dia dapatkan saat itu juga-walau bagaimana pun caranya . ”

Jessica mengusap wajahnya dengan kasar dan menelungkupkan wajah rupawannya ke atas meja-berbantalkan tangan dengan erangan Frustasi menyedihkan .

” bukan begitu … ” desahnya Frustasi .

” sudahlah Har. Kau tidak membantu sama sekali . ” tegur Minkyung-satu-satunya wanita yang masih bisa berpikir jernih dan bersikap bijak saat ini .

” jadi apa yang dikatakannya ? ”  Minkyung bertanya .

” Dia tidak bicara dengan ku-belum , Tapi langsung pada Shinbi  . Aku tidak mengerti bagaimana caranya dia memiliki akses untuk berkomunikasi langsung dengan Shinbi  jika selama ini saja dia hanya sekedar mengetahui perkembangan Putrinya melalui ku sebagai perantara . ‘Orang itu’ tidak pernah sekalipun berinisiatif untuk berbicara dengan Shinbi  secara langsung selama 15 tahun sejak Shinbi  di lahirkan . Jadi , tentu saja aku merasa—Shock . ”

” kami mengerti . Lalu apa yang di sampaikan Shinbi  padamu; apa yang dikatakan Kris padanya ? ”

” ‘Orang itu’ …. ” mendengus menenangkan diri ” ‘Orang itu’ pindah ke sini-ke kota ini lagi setelah bertahun-tahun . Dia bilang pada Shinbi  ; dia telah membeli rumah yang kawasannya dekat dengan sekolah Shinbi  . Lalu , dia bilang-dia ingin Shinbi  menginap di rumahnya akhir pekan ini . ”

Mereka semua tampak terkejut . Pertama ; karna setelah sekian tahun berlalu , Jessica masih enggan untuk menyebutkan nama Lelaki yang pernah berstatus suaminya-walau hanya selama 2 tahun tahun itu .

Mereka mengenal-walau tak begitu baik sosok Kris-mantan suami Jessica-ayah kandung Shinbi  .

Masa lalu kelam nan panjang yang bergulir antara Jessica dan Kris membuat mereka tak asing lagi dengan sifat asli laki-laki Blasteran China-Kanada itu . Hingga mereka sudah tahu ‘Arah’ dari percakapan mereka ini , dan alasan kenapa Jessica begitu khawatir tentang kembalinya pria itu .

” aku tahu tidak sepantasnya aku merasa takut untuk menyerahkan putri ku pada ayahnya sendiri . Tetapi , ini Kris teman-teman . Laki -laki yang hanya tahu bagaimana menjadi sebongkah patung Es dan bersikap dingin pada siapapun . Setahuku dia juga tidak terlalu menyukai anak kecil-sama seperti ku dulu . Bagaimana bisa aku mempercayakan Shinbi  untuk menginap di rumah seseorang dengan perangai seperti itu ? Itu mustahil . ” Topeng angkuh dan Stoic Jessica kini terlepas seiring raut kekhawatiran yang mendominasi wajah cantiknya . Butiran air mata yang nyaris tidak pernah jatuh menetesi wajah rupawan itu , mengalir percuma tanpa permisi . Semua hanya demi mengekspresikan rasa khawatir dan keresahannya akan nasib sang putri kesayangan .

Minyoung yang posisi duduknya paling dekat dengan Jessica menenangkan sahabat baiknya dengan cara memeluknya dari samping . Membiarkan sisi rapuh seorang wanita yang juga seorang Ibu yang begitu mencintai anaknya pada diri Jessica keluar tanpa harus ada yang di Cover atau di tutupi dari siapapun .

” Sudahlah … waktu sudah begitu banyak berlalu diantara kalian berdua  . Sifat seseorang pun mungkin juga banyak berubah – termasuk sifat Kris . Dulu , mungkin kalian menikah hanya karna paksaan dan rasa tanggung jawab pada Shinbi  yang hadir diantara kalian . Dan kalian pun saat itu masih sangat muda dan labil hingga seluruh sifat Negatif terkeluarkan begitu saja tanpa disaring hingga sifat Negatif kalian tanpa sadar membuat kalian berdua tersinggung-sakit hati satu dan lainnya . Membuat kalian begitu ‘Jauh’ . Seolah Jurang perbedaan diantara kalian tak dapat lagi di lompati walau dengan kehadiran Shinbi  diantara kalian sekalipun . Perbedaan yang tidak mampu kalian jembatani itulah yang membuat kalian berpisah tanpa berusaha terlebih dahulu memperbaiki kesalahan dan mengintrospeksi diri kalian masing-masing . Sampai kalian bercerai sekalipun kalian tetap terlihat seperti sepasang orang asing  . ” Minkyung dengan ceramah panjangnya .

Merasa ceramah panjang kali lebar dari Minkyung tak begitu berpengaruh banyak pada Jessica . Minyoung pun menimpali .

” sekarang semua sudah berubah . Begitupula yang ku pikir tentang niat baik Kris yang ingin mengajak putrinya sendiri menginap di rumahnya . Itu menandakan Kris yang sekarang tidaklah sama dengan Kris yang dulu . Aku bisa melihat Itikad baik dan kedewasaannya sebagai seorang Ayah yang bertanggung jawab . Biar bagaimana pun , Shinbi  berhak mendapatkan kasih sayang lengkap dari kedua orang tuanya walau orang tuanya telah berpisah sekalipun. ”

” kemana saja perginya ‘Orang itu’ selama ini ? Bagi ku dia sama saja . Tidak ada yang berubah . Mau jadi pahlawan kesiangan , eoh ? Tidak bisa . Dia tidak bisa membodohi ku sama seperti dulu lagi . ” sahut Jessica sarkastik .

” yah memang dia terlambat menunjukkan perhatiannya pada Shinbi  setelah sekian tahun Shinbi  di lahirkan . Tetapi tidak ada kata terlambat untuk menjalin hubungan yang lebih baik antara ayah dan anak . Percayalah , Shinbi  sekarang juga sudah Remaja . Pola pikirnya masih berkembang . Jika kau menjauhkan mereka berdua , itu justru akan membuat Traumatis tersendiri pada perkembangan Shinbi nantinya . Biarkan saja mereka berhubungan . Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya , itu sebabnya kita akan terus memonitor , bagaimana ? ” jawab Minkyung .

Jessica terdiam-mempertimbangkan .

” lagipula kita semua tahu Shinbi  tidaklah seperti remaja perempuan kebanyakan . Dia kuat seperti mu dulu dengan kecerdasan yang di turunkan dari pihak ayahnya . Jadi , kita tidak perlu khawatir karna anak itu pasti akan menjaga dirinya dengan baik selama berada di rumah Kris nanti ”

” …. ”

” Dan , bagusnya lagi Shinbi  itu kan memiliki sifat alami ‘Kurang ajar’ seperti dirimu . Jadi , dengan sifat bawaannya itu , kita buat saja Kris kapok dan merasakan susahnya mendidik anak seperti Shinbi  yang ‘Kurang ajar’ itu .dengan begitu , jika Shinbi  tetap saja tidak bisa bersikap Sopan pada siapapun , pastinya si Tiang-Listrik-muka-tembok itu jadi Ilfil dan berpikir dua kali untuk mengajak Shinbi  menginap di rumahnya lagi , atau bahkan karna tidak tahan lagi dengan sikap anak itu , dia pun menyerah untuk ikut mengasuhnya. Dan akhirnya Shinbi  akan tetap berada di tangan mu . Benar ‘kan ? ” Hara bersuara dengan begitu riangnya tanpa rasa bersalah . Jika saja Mode ‘Godzilla’ Jessica  aktif saat ini , mungkin nasib Hara akan benar-benar berada dalam genggaman si putri Es . Namun sayangnya Jessica terlalu Capek untuk menanggapi omongan tak penting Hara yang terdengar seperti menghina putrinya dan dirinya . Namun terlihat Minyoung dan Minkyung yang memelototi Hara dengan sadisnya-seakan hendak menelan wanita bertubuh manekin itu bulat-bulat . Hara hanya merespon mengedikkan bahu dengan acuh .

” Shinbi  bilang ‘Orang itu’ akan menemui dan bicara dulu dengan ku tentang niatnya mengajak Shinbi  menginap di rumahnya . ” seru Jessica .

Minyoung mengangkat sebelah alisnya ” bukankah itu bagus ? Itu artinya dia memang memiliki niat yang baik pada putrinya . Harusnya kau menyambutnya dengan baik . ”

Jessica terlihat semakin lelah dan Frustasi-entah apa lagi yang dikhawatirkannya .

Mungkin yang sebenarnya terjadi adalah Jessica tidak pernah berpisah sekalipun dari Shinbi  . Dimana ada Jessica di situ ada sang putri . Well , kecuali saat Jessica bekerja dan Shinbi  harus sekolah , maka Ibu dan anak itu akan berpisah-itupun sementara karna nanti ketika hari telah berakhir , mereka akan kembali menempel seperti Perangko . Tak terpisahkan .

Jadi , ketika ia diharuskan mempercayakan Shinbi  dibawah pengawasan orang lain selain ketiga sahabatnya , adiknya , dan kedua orang tuanya , tak ayal Jessica merasa begitu khawatir akan nasib sang putri yang sangat manja pada dirinya itu .

Belum lagi ia harus membiarkan Shinbi  berada di tempat seseorang yang baru pertama kali ini melibatkan diri dalam hidupnya-lupakan soal teori penciptaan Shinbi  hasil perbuatan Jessica dengan laki-laki itu . Dengan kata lain, Shinbi  benar-benar tak mengenali Laki-laki yang berstatus ayahnya itu . Bagaimana jika Shinbi  merasa tidak nyaman ? Canggung dan malu antara dua orang yang baru pertama kali bertemu merupakan hal yang umum terjadi ‘kan ?

Sumpah demi Neraka , Jessica benar-benar tak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang .

” Mungkin . ”

Yah , mungkin . Mungkin dia akan menerima ‘Niat baik’ mantan suaminya , bisa juga dia menolak . Well , seperti apa yang dikatakan Minkyung :  ‘Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya’ . Jadi lebih baik sekarang dia menunggu dan melihat apa yang akan terjadi-membuktikan apa yang di inginkan laki-laki itu .

 

” Ngomong-ngomong , bukankah ini Rabu . Hari ini Shinbi  latihan bersama Club Cheers – nya ‘kan ? kau tidak menjemputnya ? ” tanya Minyoung .

Jessica yang nampak sudah sedikit lebih tenang-menggeleng pelan .

” Masih banyak tugas yang harus ku kerjakan . Mungkin aku akan pulang larut . Aku sudah meminta Soojung untuk menjemput Shinbi  dari sekolah . ”

” kau yakin ? Mereka tidak pernah ‘Mesra’ loh …. ” Hara dengan nada Sing A Song – sangsi dengan pilihan Jessica yang mempertemukan dua Monster wanita berbeda kepala bertemu .

Jessica tertawa renyah-mengerti maksud sang sahabat .

Well , itu akan jadi sangat menarik . ”

 

 

👠👠👠High Heels 👠👠👠

 

 

Sebuah sekolah Swasta di tengah kota-dimana  tepat di tepi lapangan Basketnya , sekelompok gadis berseragam Cheerleader lengkap dengan segala macam Atributnya terlihat berkerumun melepas lelah setelah berlatih mempersiapkan Yelyel dan Koreografi menawan demi menyemangati Tim Basket sekolah mereka yang minggu depan akan bertanding .

Diantara gadis-gadis cantik yang sibuk berceloteh riang sambil menyeka keringat yang menetesi kulit-kulit remaja mereka yang indah , nampak Shinbi  yang duduk malas di bangku panjang pinggir lapangan sambil meneguk minuman Isotonik dingin . Ditemani para sahabatnya yang tidak lain merupakan para anggota Genk Girl Friend yang cukup terkenal dan di segani di lingkungan sekolah, mereka sedang mendengarkan Instruksi dari pelatih dengan seksama .

Berbeda dengan para sahabatnya yang sibuk bercoleteh mengomentari Instruksi sang pelatih , Shinbi  justru hanya diam mendengarkan tanpa mengucapkan satu patah katapun . Tubuhnya basah oleh keringat hingga ia terlihat begitu kelelahan  . Well , semua tahu dia mewarisi kecenderungan Mudah berkeringat seperti itu dari Ibunya-Jessica . Bahkan Shinbi  pun mewarisi kebiasaan Ibunya yang tidak bisa jauh dari Air Conditioner ( AC ) atau jika memang keadaan tidak memungkinkan , biasanya dia Nekat menempel di pendingin raksasa yang biasanya terpasang di ruang kesenian-persis seperti Ibunya . takut Gen Es yang dimilikinya meleleh mungkin (?) .

Setelah semua terkoordinasi dengan baik dibawah bimbingan pelatih, mereka pun sepakat mengakhiri sesi latihan hari ini .

Shinbi  beranjak dari duduknya dan menyampirkan Tas Ranselnya yang berat ke punggung .

” Shinbi -ya ? ” suara Sowon sang Leader Klub menghentikan niat Shinbi  yang sudah bersiap angkat kaki dari sana .

Ne Eonni , Waeyo ? ” Shinbi  menoleh dan  memasang muka heran .

” ada yang ingin ku bicarakan dengan mu . Kau ada waktu ? ”

” tentu saja . Memangnya ada apa ? ”

” Umm… kau tahu kan kalau Umji dan Yuju masih mengalami cedera pasca latihan minggu lalu ? ”

Shinbi  mengangguk dengan sudut mata yang secara spontan melirik 2 gadis yang dimaksud nampak mengobrol dengan beberapa gadis anggota Cheers lain di pinggir lapangan  .

Kedua gadis itu tidak memakai seragam latihan seperti Shinbi  , Sowon dan rekan-rekan lainnya . Mereka hanya mengenakan seragam sekolah biasa dengan Blazer kebanggaan sekolah yang sengaja dilepaskan karna gerah hingga hanya meninggalkan Kemeja putih serta dasi nya saja . Kaki mereka sama-sama di balut perban , Yuju di lutut Kanan sementara Umji di pergelangan kaki kirinya . Terlihat tidak baik .

” seperti yang kau lihat hari ini mereka berdua tidak ikut latihan dan hanya menyemangati dari pinggir lapangan . ” timpal Yerin yang tiba-tiba saja berdiri disamping Sowon-merangkul bahu Leader jangkung itu walau harus susah payah berjinjit menyamakan tinggi badan .

” apakah cedera mereka parah ? ”

Sowon mengangguk dan menghela nafas .  ” Begitulah … ”

Kening Shinbi  berkerut kuat saat melihat ekspresi pasrah sang Leader jangkung berpostur 172 cm yang biasanya selalu Optimis dan bersemangat itu kali ini nampak  putus asa . Namun setelah berusaha menyambung-nyambungkan Fakta yang tersaji di lapangan seperti fakta Yuju dan Umji yang masih di dera cedera padahal minggu depan mereka sudah harus tampil , Shinbi  pun menarik kesimpulan bahwa Leadernya itu pasti tengah berusaha keras mencari jalan keluar tentang kosongnya posisi Yuju dan Umji . Pasti Sowon berpikir keras tentang siapa yang akan mengambil Tugas Ekstra dengan mengisi kekosongan posisi Yuju dan Umji yang sedang di landa cedera . Ha-ah , menjadi Leader memang tidak mudah seperti yang terlihat .

” Yah , dan mereka masih belum bisa tampil sampai minggu depan . ” jelas Yerin .

” lalu apa rencana mu , eonni ? ” tanya Shinbi  To The Point-khususnya pada Sowon . Tiba-tiba seorang gadis lain merangkul bahu Sowon yang satunya lagi-memaksa bergabung dalam percakapan Shinbi  , Sowon , dan Yerin .

Adalah Eunha-nama gadis yang seenak jidatnya merangkul bahu Sowon itu, lalu di susul Yuju-gadis berpostur jangkung lainnya dan tergabung dalam ‘ Tall line’  bersama Sowon dengan tinggi 169 cm , dan terakhir Umji si Magnae yang umurnya hanya berbeda beberapa bulan saja dari Shinbi  . Sowon , Yerin , Eunha , Yuju , Shinbi  dan Umji adalah anggota genk Girlfriend dengan Sowon tetap menjabat sebagai Leader dalam genk mereka .

” aku berpikir menempatkan Eunha untuk mengisi posisi Yuju sementara kau yang akan mengisi posisi Magnae , Shinbi -ya , bagaimana ? “  

” baiklah , tidak terlalu buruk . lalu siapa yang akan menggantikan posisi kami ? Bukannya bermaksud pamer lho ya , tapi posisi ku dan Shinbi  itu sangat Vital karna kami adalah Center . Jadi , tidak bisa sembarangan mencari orang yang akan menggantikan posisi kami . ” Eunha dibarengi anggukan Shinbi  .

” kalian tenang saja , semua sudah ku pikirkan . Hayoung dan Halla yang akan menggantikan posisi kalian untuk sementara . ” jawab Sowon pasti .

” kau yakin ? Ku pikir , kau akan membuat Eunha dan Shinbi  bertugas Ekstra nanti  . Ya , sedikit banyak apa yang dikatakan Eunha tadi memang ada benarnya . ” tukas Yerin .

” tidak . Itu terlalu berat bagi mereka berdua . Terutama bagi Shinbi  karna Shinbi  lah yang akan menggantikan Umji sebagai puncak saat kita membentuk Formasi Piramid nanti . Tidak mungkin ku tempatkan Shinbi  di tengah disaat bersamaan . ”

” aku mengerti . ” Shinbi  dan Eunha berbarengan .

” Ha-ah , ini semua salah kami . Andai saja kami tidak terpeleset minggu lalu , mungkin kami tidak akan Cedera dan menyusahkan kalian seperti ini . ” sesal Yuju yang dibarengi anggukan Umji yang sudah ingin menangis .

” Hei , sudahlah … bukan kemauan kalian juga untuk mengalami Cedera seperti ini . Lagipula , tim Cheers kita selama ini memang Solid , Kompak , dan memiliki kerja sama yang baik . Sebagai Tim kita harus bisa menutupi kekurangan masing-masing anggota kita . Itulah yang dinamakan kerja sama Tim . Pokoknya kita semua akan berusaha untuk menampilkan yang terbaik . Setuju ? ”

” SETUJU ! ”

 

.

 

.

 

” Ngomong-ngomong siapa yang akan menjemputmu , Shinbi  ? Bukankah Bus sekolah tidak jalan lagi jam segini ? ” tanya Eunha yang menemani Shinbi  berdiri di depan gerbang sekolah-sama-sama menunggu jemputan . Sowon , Yerin , Yuju dan Umji sudah terlebih dulu pulang menggunakan mobil Sowon . Hanya Sowon diantara mereka yang sudah di ijinkan orang tuanya untuk membawa mobil sendiri . Ck , beruntung sekali .

 

Shinbi  mendengus kasar . Mengingat percakapannya dengan Ibunya pagi tadi tentang kemungkinan ‘Setan merah’ itu yang akan menjemputnya benar-benar merusak Mood .

” aku tidak tahu . Semoga saja bukan ‘Dia’ . ”

Eunha mengernyit ” ‘Dia’ ? ‘Dia’ siapa ? ”

 

PIIP PIIP

 

” Ah , itu jemputan ku . ” Eunha menunjuk sebuah mobil sedan berwarna Silver yang berhenti di depan mereka .

“Kau tidak apa kan ku tinggal sendirian ? Atau kau barengan saja dengan ku , biar aku minta Supir ku untuk mengantar mu terlebih dahulu , bagaimana ? ”

” tidak , terima kasih . Mendengar 100 lagu Seriosa jauh lebih baik daripada mendengar omelan Jessica . ”

Ibunya itu pasti akan langsung menceramahinya tanpa henti karna mengetahui dirinya berani melanggar peraturan penting dari wanita yang berprofesi sebagai Desainer itu . Dan terus terang saja , melihat Ibunya yang mengomel dengan wajah sangarnya yang menakutkan bahkan lebih menakutkan dari tokoh Maleficent dalam cerita dongeng benar-benar membuat nyali Shinbi  menciut walau sekedar membayangkannya saja . Maka dari itu , daripada dia mencari masalah dengan membangunkan singa betina , Lebih baik dia menjadi ‘anak baik’ dan menurut saja .

Sementara Eunha hanya mengerutkan kening mendengar perumpamaan Absurd Shinbi  barusan . Ia sama sekali tak tahu maksudnya apa .

” kau ini , dasar tidak sopan ! Ya sudah , aku duluan ya . Sampai jumpa besok . ” pamit Eunha sambil melambaikan tangan perpisahan .

Nampak Eunha berlari kecil menuju mobil jemputannya hingga kemudian mobil itu melaju meninggalkan tempat itu sekaligus Shinbi  yang kini benar-benar sendirian .
Sepeninggal Eunha , Shinbi  menghabiskan waktunya dengan berjalan bolak-balik dari sisi gerbang satu ke sisi gerbang lainnya demi membunuh kebosanan . Mulutnya terus mengumpat menggerutu sebal tentang kebiasaan si ‘setan merah’ yang tidak bertanggung jawab itu . Lagipula , Shinbi  masih tidak habis pikir , Bagaimana bisa Ibunya mempercayakan si ‘setan merah’ itu untuk menjemput dirinya , padahal seluruh dunia pun tahu kalau dirinya dengan sosok perempuan maniak warna merah itu memang tidak pernah akur .

Bisa saja kan , perempuan dengan muka Poker Face-nya yang menyebalkan itu mangkir dari perintah Jessica untuk menjemputnya . Ha-ah , terkadang Shinbi  memang ingin sekali membelah satu persatu kepala anggota keluarga Jung yang keseluruhannya Aneh dan semaunya sendiri itu . Karna dia sendiri merasa bahwa dirinya tidak sama dengan Jessica ibunya , atau Krystal si ‘Setan merah’ menyebalkan yang secara status adalah bibinya , serta seluruh anggota keluarga Jung lainnya . Shinbi  yakin dialah satu-satunya seorang Jung yang ‘Normal’ , sopan , penuh tata krama dan tidak seenaknya seperti keluarganya yang Barbar itu . Benarkah ?

Ribuan kendaraan melintas melewati Shinbi  silih berganti . Hari sudah semakin sore dengan sinar matahari yang kini sudah menghilang di telan Cakrawala dan hanya meninggalkan jejak bekas sinarnya saja diantara pecahan-pecahan awan bersemburat jingga  nan memanjakan mata .

Shinbi  sudah benar-benar yakin bahwa jemputannya tidak akan pernah datang . Ia sudah bersiap mengeluarkan ponsel pintarnya dari dalam Tas saat tiba-tiba saja sebuah Lamborghini merah berhenti tepat di depannya . Kaca pengemudi mobil itu bergerak turun sedikit menampakkan sosok serba merah yang membuat mata sakit saking cerahnya .

” masuk ” seru sosok berambut merah Arogan , Tegas dan MENYEBALKAN !

Shinbi  menurut dengan enggan . Berjalan menuju sisi pintu penumpang dan membukanya , lantas menghempaskan bokongnya dengan enggan pada kursi penumpang di mobil mewah berwarna merah dengan pengemudi sengak yang merupakan orang yang dipercayai Ibunya untuk menjemput dirinya hari ini .

Wanita yang usianya terpaut 10 tahun dari Ibunya itu langsung menginjak pedal gas lantas mengemudikan mobilnya membelah jalanan dalam kebisuan .

Dua orang keras kepala yang sejak keduanya bisa mengingat tidak pernah bersahabat , akur apalagi akrab itu kini berada dalam satu mobil . Penuh kecanggungan , saling mengacuhkan . kebungkaman , sekaligus rasa gengsi yang melarang satu dan lainnya untuk sekedar membuka mulut menyapa .

Namun , bukan berarti mereka tidak peka . Hanya ada mereka berdua dalam ruang sempit memiliki roda yang bergerak itu . Sedikit banyak , sudut mata keduanya saling melirik walau tak secara terang-terangan . Dan ketika sudut itu saling bertubrukan , secara bersamaan mereka kan membuang arah pandang-mencari Objek yang jauh lebih menyenangkan untuk di tatap .

Perempuan berambut merah-Krystal Jung namanya . Adik kandung Jessica-Ibu Shinbi  yang sekaligus menegaskan Shinbi  adalah keponakan dari wanita penuh misteri itu . Kepribadian Krystal terkenal jauh lebih Misterius dan dingin daripada Jessica . Belum lagi Mood nya yang sering berubah-ubah membuat orang sering tak betah berdekatan dengannya lama-lama . Tatapan nan tajam menusuk , dengan ekspresi angkuh dan sombong , Sungguh sosok yang tidak bersahabat .

Kesal . Shinbi  menoleh pada Krystal yang tetap memasang wajah Stoic angkuh tak peduli akan keberadaannya . Membuatnya gemas ingin mencabik wajah yang sering di puja itu .

Tatapan mata Shinbi  menusuk seperti menelanjangi penampilan Krystal yang selalu saja membuatnya sakit mata dengan warna merah yang bertebaran dimana-mana .

Dengan Rambut panjang sepinggang berwarna merah menyala yang acak-acakan , kacamata bersimbolkan logo B&E yang bertengger elok di hidung bangirnya . Tunggu , apa dia barusan menyebut kata Elok ? Lupakan soal itu , sampai matipun dia tidak akan sudi memuji ‘Setan merah’-Rival terberatnya . Tubuhnya di bungkus Dress ketat berwarna merah tanpa lengan yang membuat kesan seksi dan menantang pria-pria jelalatan yang tidak terhitung lagi jumlahnya di luar sana .

Shinbi  tersenyum tipis-meremehkan .

” sayang sekali tidak ada mendung ” gumam Shinbi  sambil menyondongkan sedikit tubuhnya pada pintu dan menengadahkan kepalanya pada jendela mobil yang terkunci rapat-melihat langit yang kini telah benar-benar gelap .

Krystal tak merespon .

‘ Karna jika mendung , dengan senang hati aku menjadi saksi tubuh mu yang mati gosong . Tersambar petir ‘  lanjut Shinbi  membatin membayangkan Imajinasi sadis tentang Sang Bibi yang mati gosong tersambar petir karna penampilannya yang begitu akrab dengan warna yang paling di cintai sang petir .

Sementara Krystal tetap bersikap acuh . Dengan sudut mata yang juga balas melirik Shinbi  disebelahnya . Penampilan Shinbi  yang masih keringatan efek latihan Cheers nya yang lebih Intensif menjelang Tim basket sekolahnya yang akan mengikuti Turnamen penting . Krystal ingat , kakaknya pun memiliki kecenderungan berkeringat berlebihan seperti itu . Untung saja keturunan keluarganya tidak ada yang memiliki riwayat punya bau badan . Coba kalau ada , bisa gawat jadinya . Bisa – bisa status keluarga Jung yang Terpandang di mata semua orang jadi berubah menjadi keluarga yang ‘dipandang’ karna Bau badannya . Hueeekkk , Nehi ! .

Kasihan dengan generasi-generasi muda dan kece yang selalu di hasilkan keluarga Jung-seperti Shinbi  ini . Masa’ dengan wajah secantik itu dia dijauhi para namja hanya bau badan .

 

E-eh ? Kenapa jadi dia memperhatikan gadis remaja yang merupakan Rival sekaligus saingan terberatnya ini ? Haghhh….

 

Krystal tak habis pikir sendiri bagaimana bisa dia membayangkan hal memalukan seperti itu tentang gadis remaja yang menumpang di mobilnya ini ? Seperti dia peduli saja .

Namun matanya tetap risih melihat tubuh Shinbi  yang sedikit mengkilap itu . Seperti melihat kotoran di barang-barang kesayangannya . Ya , persis seperti itu .

Dengan leluasa Krystal menggerakkan tangannya menekan Tombol yang berfungsi mengaktifkan AC yang ada di mobilnya . Berhubung mode AC memang selalu aktif di mobil kesayangannya itu , dia pun hanya tinggal menurunkan saja beberapa derajat suhunya hingga suhu dalam mobil itu seperti berada di daerah pegunungan di malam hari . Dingin sekali .

Shinbi  yang merasakan suhu di dalam mobil itu jadi lebih dingin hingga menusuk menggigiti seluruh kulitnya-secara spontan memeluk tubuhnya sendiri mencari kehangatan .

” Apa yang kau lakukan ? Kau sengaja , eoh , nenek sihir berkepala merah  ? ” tuding Shinbi  pada Krystal yang tetap tenang menyetir seakan tak terusik dengan perubahan suhu di mobil itu .

Merasa diacuhkan , Shinbi  menggeram . ” Kau …. ”

” Kau berkeringat . Aku tidak mau mobilku bau . ” sambar Krystal Frontal .

Shinbi  langsung dapat merasakan bahwa saat ini emosinya terkumpul semua di atas kepalanya-tepat di ubun-ubun sehingga rasanya ia ingin meledak .

” Fine , turunkan aku disini kalau begitu ! ”

” akan aku turuti dengan senang hati jika saja kakak ku tidak mengancam ku . Sialan ! ”

Tangan Shinbi  sudah terkepal kuat disamping kiri kanan tubuhnya . Wanita berambut merah ini-sekarang dia tahu bagaimana rasanya ingin membunuh seseorang .

” Dengan senang hati juga aku tidak akan memberitahu Jessica . TURUNKAN AKU DISINI . AKU PUN TIDAK SUDI MENUMPANG DI MOBILMU , CEPAT ! ” bentak Shinbi  yang tak begitu di gubris oleh Krystal . Dengan tenang , perempuan berambut merah itu terus menyetir .

Shinbi  tak hentinya menggerutu kesal .

” Apa mau mu sebenarnya ? Kalau kau tidak mau aku berada di mobil mu , kau bisa menurunkan ku sekarang . Aku tidak keberatan sama sekali . ”

” …. ”

” badan ku bekeringat dan aku bau . Kau tidak mau kan bau tubuh ku ada dalam mobil mu ? ”

” …. ”

Kesal karna dirinya di acuhkan begitu saja membuat Shinbi  makin mencak-mencak . Bahkan dia sudah menggunakan segala cara untuk membuat Krystal setidaknya membalas makian demi makian yang dilontarkannya . Bukannya menggubris , si rambut merah menyebalkan itu justru menyalakan Musik dan bernyanyi-nyanyi mengikuti irama lagu dan semakin mengacuhkan Shinbi  disebelahnya .

” baiklah kalau begitu ….. ” Shinbi  menyeringai iblis . Sebuah niat jahat tengah di rancang di kepalanya . Begitu matang , begitu menyebalkan , dan begitu—Jorok .

” YA ! APA YANG KAU LAKUKAN BODOH ? ” pekik Krystal panik .

” Hahahaha …. Rasakan ! Sekarang mobil mu bau ! Bau tubuh ku ada dimana-mana . Hahahaha…. ” Shinbi  justru tertawa-tawa tak peduli dengan terus mengusapkan keringat yang berada di tubuhnya pada seluruh bagian dalam mobil itu .

” Hentikan ,Hentikan , Shinbi  . Dasar Jorok , hentikan ! Jangan Bod—HEIIII ! ” Krystal semakin panik karna Shinbi  mengusapkan keringatnya di Stir mobil yang tengah di pegangnya saat ini .

” Rasakan .. Rasakan , Setan merah-muka-tembok-datar-menyebalkan ! Keluarkan aku dari sini , Turunkan aku !  ” Shinbi  makin menggila-ngotot minta di turunkan .

” BAIKLAH ! ”

 

CKIIITT

 

Tanpa menunggu mobil sepenuhnya berhenti , remaja yang masih mengenakan seragam khas anggota Cheerleader itu membuka pintu disampingnya dan melompat turun dengan menenteng tas punggungnya .

” Pergi sana ! Pergi jauh-jauh dari hidupku . ” Dengan tak tahu dirinya gadis itu menendang-nendang bagian samping mobil Krystal yang juga langsung berjalan pergi meninggalkannya ditempat-yang-entah-dimana.

” Aku bisa pulang sendiri , tanpa bantuan mu sekalipun , kau tahu itu ? Aku tak butuh bantuan mu  . Aku bisa pulang sen—E-EH ? ” Shinbi  menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan panik dan bingung . Kenapa rasanya tempat ini Familiar ?

Krystal menurunkannya di suatu tempat dengan barisan rumah-rumah mewah berkelas berjejer panjang sejauh mata memandang . Dengan gerbang-gerbang atau pagar yang tinggi menjulang bak raksasa  seolah menenggelamkan tubuh mungil Shinbi  tepat ditengahnya . Rasanya dirinya benar-benar Familiar dengan tempat ini . Tapi apa ? Kenapa dan—dimana ?

Tempat ini-terlihat seperti Kompleks tempat tinggalnya . HAH ? Bukan seperti lagi , tapi ini memang kompleks rumahnya .

” INI RUMAH KUUUUUUU ! DASAR SETAN MERAH-MUKA-TEMBOK-DATAR-MENYEBALKAN ! KENAPA KAU TURUNKAN AKU DI RUMAH KU ? KAU MEMPERMAINKAN KU !!! ” teriak Shinbi  gaje .

20 meter di depan , Krystal baru keluar dari mobilnya dan berjalan membuka pagar rumah yang tidak lain merupakan rumah Jessica kakaknya . Tersenyum meremehkan pada sang keponakan yang makin mencak-mencak akibat ulahnya yang memang sengaja mengerjai gadis remaja keras kepala itu dengan menurunkannya dari mobil tepat di tempat yang sangat dekat  dengan rumahnya sendiri .

” Bodoh . ”

 

 

👠👠👠High Heels 👠👠👠

 

 

Hal pertama yang Jessica lakukan saat kembali ke rumahnya tepat pada jam 1 malam dini hari adalah pergi ke kamar Shinbi  demi mengecek keadaan anak gadisnya itu .

” Bersih ? ” gumamnya heran sekaligus takjub saat mendapati kondisi kamar yang tadi pagi di dapatinya dalam kondisi tak-layak-dihuni , kini begitu bersih , rapi dan wangi layaknya kamar seorang anak gadis pada umumnya .

‘ mungkin dia membersihkannya dulu sepulang sekolah . Aku harus menyiapkan hadiah untuk ini . ‘

Ia hamparkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan luas yang mirip kamar putri kerajaan itu . Saat matanya menangkap bayangan sebuah ranjang King Size yang sanggup menampung 10 orang sekaligus yang memiliki 4 pilar di masing-masing sisi dengan kelambu yang terikat , ia tak dapat lagi membendung senyumannya . Jessica berjalan pelan menuju ranjang dimana sebuah buntalan besar menggembung tepat di tengahnya itu . Senyum hangat terus terukir di bibirnya saat melihat wajah damai malaikat kecilnya yang kini telah beranjak remaja itu tengah tertidur dengan begitu pulasnya .

Jessica duduk di pinggiran ranjang tanpa membuat suara sama sekali . Tatapan matanya tak pernah terlepas dari sosok Shinbi  yang begitu mempesona . Bermenit-menit ia habiskan disana-hanya untuk memperhatikan wajah anaknya yang selalu sukses menjadi penawar rasa lelah , suntuk dan kepenatannya akan semua masalah kehidupan dan  pekerjaan yang menumpuk .

Masih  dalam posisi yang sama , sampai akhirnya ia beralih ; merunduk untuk memberikan kecupan hangat di kening dan pipi Shinbi  yang nampak tak terusik akan keberadaan dirinya .

” Selamat tidur sayang . ” bisiknya di telinga Shinbi -membuat Shinbi  menggeliat tak nyaman dan mengubah posisi tidurnya jadi miring setelah itu .

 

” Dia kelelahan  …. ” sebuah suara berasal dari arah muka pintu membuat Jessica sedikit tersentak . Sosok berkepala merah berdiri bersidekap dengan angkuh sambil menyandarkan punggung ke permukaan pintu yang terbuka .

” Sudah ku duga ada kaitannya dengan mu . ” ujar Jessica sambil membenarkan posisi selimut Shinbi  yang tak beraturan .

Well , aku hanya memintanya jadi ‘anak baik’ saat bersama ku . ”

” kau apakan dia sampai si pemalas ini  bersedia membersihkan kamarnya sampai sebersih ini ? ”

Sosok berkepala merah itu-Krystal tak menjawab . Diam-diam ia tersenyum misterius tanpa sepengetahuan Jessica .

” Huh ? ” desak Jessica terdorong rasa penasarannya .

” Tidak . Hanya sedikit memberikan kuliah singkat tentang Kebersihan dan makna peribahasa ‘ Kebersihan sebagian daripada Iman’  . itu saja . ”

” aku terkejut dia mau mendengarkan mu . ”

” tidak sepenuhnya juga . Ku pikir kau tidak mau tahu . ”

Jessica terkekeh pelan disela kegiatannya merapikan buku-buku Shinbi  di meja belajarnya yang sepertinya tak sempat di bereskan anak itu karna sudah terlalu keletihan . Selesai merapikan buku-buku anaknya , ia pun angkat kaki keluar dari kamar itu-membiarkan anaknya beristirahat .

” sebenarnya aku sangat ingin tahu dengan cara apa kau bisa memaksa Shinbi  membersihkan kamarnya sementara aku yang Ibunya saja tidak pernah bisa memaksanya melakukan apapun yang bukan kemauannya . ” ucap Sica mendekati Krystal yang sudah berpindah tempat . Kini perempuan berambut merah itu tengah duduk di Bar kecil di lantai dua rumahnya sambil menuangkan minuman yang sudah dapat dipastikan merupakan minuman jenis ‘keras’ .

Tak lupa Krystal menuangkan minumannya ke gelas lain dan menawarkannya pada sang kakak .

” Vodka ? ” tanya Sica sambil meletakkan Mantel serta tas kerjanya pada kursi tinggi di depan meja Bar itu .

” Hanya anggur . ” Krystal memain-mainkan gelasnya dengan bibirnya yang tak hentinya mengecap rasa manis minuman Anggur fermentasi yang barusan di minumnya . ” dan kadar alkoholnya rendah . Cukup aman . ” katanya menyambung ucapannya tadi .

” terima kasih . ” sesuai kebiasaannya yang selalu mengendusi makanan atau minuman terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam mulutnya , Jessica nampak mengendusi cairan anggur dalam gelas itu dan mengernyit ketika Aroma menyengat anggur menggelitik penciumannya .

Nineteen seventy (1970) . ” ucapnya dengan fasih menyebutkan tahun pembuatan Anggur yang tengah dirinya dan Krystal nikmati .

Krystal tersenyum ” Exactly . ”

” aku terkejut kau masih mempertahankan Bar ini diantara seluruh Properti dirumah ini yang sempat kau rombak semuanya bulan lalu . ” Krystal membuka percakapan antara dirinya dan sang kakak yang memang terhitung sudah cukup lama-terhitung sudah 1 bulan  mereka tak saling ngobrol dan bercengkrama dalam suasana Intim berdua seperti ini .

” aku tidak berpikir itu penting , Kau tahu-menghilangkan keberadaan Bar ini dari rumah ini . Lagipula aku menyukainya , salah satu tempat Favorit ku jika berada di rumah . ”

” mengejutkan mengingat kau selalu melarang anak itu mendekati tempat ini . ”

” itu wajar , kau akan tahu rasanya jika jadi seorang Ibu nanti . Menjadi sosok Protektif yang dalam kasusku mendekati Paranoid . Menyebalkan . ”

” Mungkin…. suatu hari nanti . Saat Usia ku 40 , mungkin ? ”

Jessica memukul pelan lengan Krystal .

” Sialan , itu terlalu tua bodoh . Dan jangan membahas soal Usia . Aku lupa memakai Krim Anti Aging  ku hari ini . ”

Krystal hanya terkekeh pelan sambil terus menikmati minumannya .

” tapi serius , bagaimana kau bisa mempertahankan tempat ini sementara disaat yang bersamaan kau selalu melarang keras anak menyusahkan itu mendekatinya . Menurutku ini sedikit—Kontradiktif . ”

” kau salah minum Obat ? ”

” Huh ? ”

” Kedengarannya kau peduli sekali pada keponakan mu itu . ” Jessica menaik turunkan alisnya penuh canda . Menggoda adik kesayangannya itu memang selalu menjadi kegiatan favoritnya disaat suntuk .

” Cukup ! Jangan mulai lagi , oke ? Aku hanya merasa aneh dan bertanya , jangan berpikiran yang tidak-tidak . ” jawab Krystal kesal .

” walau kau benar-benar mencemaskannya sekalipun , tidak menjadi masalah ‘kok . Kau adalah Bibi dari Shinbi  . Wajar jika seorang Bibi peduli dan mencemaskan keponakannya . ”

” aku pergi ” dengan datar Krystal berucap dan mengangkat pantatnya dari kursi sebelum Jessica secepat kilat menangkap lengannya hingga membuatnya terdiam di tempat .

” Duduklah … tidak sopan meninggalkan lawan bicara begitu saja . ” ucap Jessica lembut-begitu lembut sampai Krystal tak menemukan celah untuk membantah perintah sang kakak .

Dengusan keras mengiringi gerakan Krystal yang kembali mendudukkan diri pada kursi Bar yang di tempatinya tadi . Ia benci ‘kalah’ dalam situasi semacam ini .

” kurasa sudah saatnya kau berpikir dan bersikap Dewasa tanpa membawa serta sikap kekanak-kanakan mu yang selalu menyulut pertengkaran dengan Shinbi  . Kalau kau terus begitu , dia tidak akan menghormati mu sebagaimana semestinya—sebagai Bibi-nya . ” Jessica mengisi kembali minuman Krystal yang telah kosong .

Krystal mendengus pelan ” Jangan sebut kata ‘Bibi’ di hadapan ku . Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak lagi menyinggung soal Umur , kan ? ”

” Begitu ? Jadi alasan mu selalu bersikap tak bersahabat pada anak ku adalah karna soal Umur ? Karna Kau tidak terima di usia mu yang sekarang kau sudah menjadi seorang ‘Bibi’ ? ”

Dengan memutar bola matanya , Krystal membalas ” Bisa iya , bisa juga tidak . Tapi yang jelas , sekarang aku tahu darimana anak itu mendapatkan sikap menyebalkannya selama ini . Darimana ? Dari mu tentu saja . Tidak diragukan lagi . ”

” Ya , dan sikap kekanakan mu itu begitu mengingatkan ku padanya . Sangat mirip . ”

” lupakan …”

Jessica tertawa pelan-seperti ditahan dan rasanya sangat sakit menahan tawa . Namun dia menyikapinya dengan terus menikmati minuman di gelasnya sendiri dalam kesunyian yang terjadi diantara mereka .

” Shinbi  tidak berani mendekati tempat ini karna aku selalu menakut-nakutinya dengan cerita hantu setiap kali dia mengutarakan rasa penasarannya tentang tempat ini . ”

Krystal menaikkan satu alisnya .

” yah , kau tahu remaja , mereka memiliki rasa ingin tahu yang sangat kuat . tapi disaat yang bersamaan mereka pun ibaratnya seperti sebuah Spon kering . Ketika kau menjawab pertanyaan mereka , kau tinggal menambahkan sedikit Bumbu dalam cerita mu , maka seperti Spon kering itu tadi , mereka akan menyerapnya begitu saja tanpa bertanya lagi sama sekali . ”

” Dan si Bodoh itu masih percaya dengan cerita Hantu tak masuk akal mu ? ”

Jessica hanya mengedikkan bahunya sambil meneguk minumannya .

” Dia anak ku . Aku tahu kelemahannya . Hantu . Jadi , ku manfaatkan sedikit sebagai wujud Proteksi ku padanya . Tidak ada yang salah kan ? ”

” Ha-ah , kenapa harus sifat Pabbo itu yang harus di warisinya , kenapa bukan sifat Jenius Kris saja yang menurun padanya ? ” rengut Krystal sok meratap nasib sang keponakan .

” Hei , jaga bicara mu . ”

Kedua wanita itu terkikik bersamaan . Saat-saat seperti inilah yang begitu di rindukan dan di nantikan oleh Jessica maupun Krystal . Rasanya sudah lama sekali mereka tidak berbincang akrab layaknya kakak adik yang begitu dekat layaknya sepasang sahabat seperti ini . Sesekali mereka tak segan saling mengumpat , memaki atau mengucap kata-kata kasar tanpa merasa tersinggung apalagi marah . Justru itulah letak kehangatan dan keakraban yang ditemui keduanya dalam sosok masing-masing . Seseorang  yang dapat membuat diri mereka ‘Bebas’ dalam hal apapun . Seseorang yang benar-benar mengerti diri mereka tanpa harus membuat mereka kehilangan jati diri . Hanya menjadi diri sendiri .

Dan hanya sosok seorang  ‘Sahabat’ lah yang dapat mengerti . Bagi Jessica , Krystal lebih dari sekedar adiknya . Krystal adalah Sahabatnya , Soulmate yang paling berharga . Mendapatkan Teman memang perkara mudah . Hanya sekedar memperkenalkan diri , mengobrol , lantas menghabiskan waktu bersama orang-orang tertentu , maka kau sudah dapat dikatakan berteman dengan Orang itu . Namun mendapatkan seorang Sahabat , Ibaratnya seperti mencari Sebutir biji emas diantara gundukan pasir . Begitu sukar untuk ditemukan , namun ketika kau telah menemukannya kau akan merasa bahwa pencarian mu tidak pernah sia-sia . Hanya seorang sahabat yang mau mendengar dan mengerti dirimu , hanya seorang Sahabat yang tidak akan pernah meninggalkan mu walau Dunia bahkan keluarga mu sekalipun memutar bahu mereka untuk melawan mu .

Satu yang Jessica tahu , sosok Krystal lebih dari semua itu . Dan dia membutuhkannya .

 

Perbincangan mereka pun berlanjut ke berbagai macam Topik . Mulai dari keluarga , pekerjaan , gosip tentang Artis-artis dalam dan luar negeri , sampai Topik Favorit yang paling sering di bicarakan para gadis—soal Cowok tentu saja .  Mereka begitu larut dalam Obrolan mereka hingga tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari . Secara bersamaan mereka berjalan menuju kamar untuk mengistirahatkan diri . Terutama Jessica yang baru saja pulang jam 1 tadi . Dia benar-benar sudah merindukan kasur dan bantalnya di kamar .

” Kau tidur disini ? ” tanya Jessica saat dia baru saja selesai membersihkan diri di kamar mandi, menemukan Krystal yang telah bergelut ria dalam selimut diatas ranjang miliknya .

” Eung~~ ” Krystal menggeliat kecil karna sudah jatuh terlelap beberapa menit .

Melihat adiknya yang sudah tertidur diatas ranjang miliknya dan tidak dapat di ganggu gugat lagi, Jessica hanya bisa mengedikkan bahu pasrah . ‘ Biarkan saja ‘ pikirnya .  sejak dulu pun , Krystal tak pernah terpisah tidur darinya . Mereka selalu tidur bersama , di kamar yang sama , dan di ranjang yang sama pula. Bahkan ketika Jessica sudah memiliki Shinbi  sekalipun , Krystal tetap tidak mau berpisah-tidak mau kalah dari keponakannya itu  . Tak jarang Krystal rela berebutan ranjang dengan Shinbi  hanya untuk dapat tidur berdekatan dengan Jessica . Engggg—sebenarnya antara Bibi dan Keponakan itu bukan hanya memperebutkan soal ‘ranjang’ , ‘sih . Melainkan semua—semua yang berkaitan dengan Jessica . Bersaing dalam Memperebutkan perhatian juga kasih sayang Jessica tepatnya .

 

 

👠👠👠High Heels 👠👠👠

 

 

Pagi sebelum Matahari menampakkan diri , Jessica terusik dari alam tidur karna mendengar suara-suara yang tak henti memanggil namanya . Matanya masih enggan untuk di buka karna mungkin ia baru terlelap beberapa jam yang lalu .

” Jess…. ”

Namun suara yang amat dikenalinya itu tetap terdengar-keras kepala demi untuk membangunkannya .

Ia tetap bergeming . Tak peduli dan tak mau tahu .

” Jess , ayo bangun ~ ” suara itu memanggil lagi ; dengan nada merengek pula . tetap Jessica acuhkan karna  keinginan tidurnya jauh lebih besar , walau Tsunami menenggelamkan Korea sekalipun dia tidak akan terbangun .

Namun , kini bukan lagi suara rengekan yang berusaha menarik Jessica dari alam mimpi , namun raganya yang tertinggal di atas kasurnya yang nyaman kini telah di guncang-guncang sadis oleh tangan Barbar tak berperasaan .

” Mmm…Shinbi , apa yang kau lakukan ? ” decak Jessica sekali , masih enggan membuka mata . Dia hanya meregangkan tubuh lalu berusaha mencari posisi paling nyaman untuk berangkat ke alam mimpi kembali .

” Jess … jangan tidur lagi , ini sudah pagi . ” Shinbi tetap keras kepala .

” Eughh …..aku baru bisa tidur 1 jam yang lalu , tolonglah biarkan aku mengistirahatkan mataku ini , sayang . ”

” Ini sudah pagi , Jess . Dan aku harus ke sekolah pagi-pagi sekali . Siapa yang akan membuatkan sarapan untuk ku ? Lagipula siapa yang suruh dirimu selalu pulang larut sampai kekurangan tidur begini , hah ? Ayolah , bangun ~ ” rengek Shinbi tak menyerah .

Akhirnya Jessica menyerah . Dunia mimpi telah semakin meninggalkannya di belakang . Sementara rasa kantuknya walau masih menggoda tuk dituruti , namun berangsur sedikit demi sedikit menghilang . Ia berdecak sebal sesekali dan menarik tubuhnya untuk duduk bersandarkan bantal yang disusun tinggi di Headboard ranjang .

Disamping ranjang , Shinbi telah berdiri tegak dengan kedua tangan yang di letakkan di kedua sisi pinggangnya yang ramping .

Walau agak terpaksa , Jessica mencoba memberikan senyum lembut khas keibuannya pada gadis kecilnya yang nampak sedang merajuk itu .

Teringat bahwa semalam dia tak tidur sendirian melainkan bersama Krystal, ia pun mencari keberadaan adiknya itu ke seluruh penjuru kamar . Namun hasilnya Nihil .

Keningnya berkerut heran dengan alis yang bertaut kuat .

” memangnya kemana Bibi mu , kau bisa minta di buatkan sarapan dengannya ‘kan ? ” tanya Jessica dengan suara yang masih lesu .

” mana ku tahu . Lagipula , Aku tidak mau mati keracunan karna makan makanan buatan tangannya . ”

Jessica terkekeh pelan . Ia mengulurkan kedua tangannya , memanggil sang buah hati untuk mendekat . Tanpa ragu Shinbi menerima uluran tangan Jessica , bergabung diatas ranjang , lantas memposisikan diri dalam dekapan sang Ibu .

Sejenak mereka terdiam meresapi kehangatan yang tercipta antara mereka .

” Kau tidak boleh begitu . Biar bagaimana pun Krystal itu Bibi mu juga . Seorang Bibi tidak mungkin menyakiti apalagi sampai meracuni keponakan kesayangannya . ”

” tapi di berita-berita sekarang banyak yang seperti itu , Jess . Lagipula , sejak kapan si ‘Setan merah’ itu menganggap ku keponakan kesayangannya ? ”

” kau tidak akan pernah tahu . Kalian sama-sama kekanakan . ”

” Tapi yang pantas bersikap manja dan kekanakan disini cuma aku , Jess . Dia cuma Tante-tante Nyentrik yang tidak terima dirinya di bilang Tua . Menyebalkan . ” gerutu Shinbi sambil menyilangkan tangan di depan dada dan bibir yang mengerucut menggemaskan .

Well , aku juga begitu . ” Jessica merespon sambil menahan geli karna menganggap gerutuan putrinya lucu .

” tapi kau berbeda , Jess . Kau bisa memposisikan diri dimana kau adalah Ibuku . ” dengus Shinbi .

” begitu ? Kalau begitu panggil aku ‘Mommy’  . ”

” Lupakan saja . ” gadis yang baru menginjak tahun pertama High School itu beranjak dari dekapan Ibunya di atas ranjang dan berdiri . ” Aku mau dibuatkan Waffle dengan Topping Cokelat-Stroberi . Ayo cepat , aku sudah lapar dan harus segera mengejar Bus . ”

Jessica ikut beranjak dari kasur walau masih terlihat malas . ” dari caramu memerintah , Terkadang aku lebih terlihat seperti pengasuh atau pembantu mu . ”

” memang begitu , ‘kan ? ”

 

GEPLAK

 

” Ya ! Sakit , Jess …… ” ringis Shinbi menahan sakit dikepalanya yang di Geplak Ibunya barusan .

” Jaga . Bicaramu . Baik. Baik . ” desis Jessica dengan aura suram menyeramkannya  .

Shinbi menelan salivanya dengan paksa dan sekujur tubuhnya yang spontan merinding karna aura yang dikeluarkan sang Ibu.

” A—aku t-tunggu di-di bawah . ” dengan cepat gadis berusia 15 tahun itu mengambil langkah seribu-minggat tanpa menunggu apapun lagi .

Jessica mendengus pelan dan segera melesak ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi sebelum turun ke lantai bawah-tepatnya ke dapur demi melaksanakan kewajibannya sebagai Ibu yang baik yakni membuatkan sarapan untuk anaknya sebelum berangkat ke sekolah  .

 

.

 

.

 

Hidup memang penuh misteri . Merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin . Yang tidak bisa dilakukan jadi bisa dilakukan . Begitulah yang terjadi pada tokoh utama dalam cerita ini .

Dulu , bisa saja dia paling anti dengan dapur apalagi dunia masak-memasak . Bahkan dulu dia tidak bisa membedakan yang mana gula , yang mana garam . Tidak tahu yang mana panci , apalagi wajan .

Namun , kini semua sudah berubah . Dulu bisa saja dia menghabiskan waktu sampai satu jam hanya untuk mencampurkan Mayonaise dengan Tuna , atau menelepon ibunya hanya untuk diberikan petunjuk tentang bagaimana cara membuat Sandwich .

 Namun sekarang , tak sampai setengah Jam dia telah berhasil menghidangkan berbagai macam makanan diatas meja makan . Wow , Jessica masak .

Mulai dari Onigiri , Telur gulung , berbagai macam Olahan Roti mulai dari yang panggang , bakar sampai Sandwich , hingga Waffle – makanan berstektur renyah dan lezat dengan berbagai macam pilihan Topping yang menjadi pesanan khusus Shinbi hari ini  . Semua telah siap santap di depan mata . Baunya saja mengundang selera . Jessica berdecak puas dengan hasil kerjanya kali ini .

Menjadi seorang Ibu memang sudah banyak mengubah dirinya .

Masih berkutat dengan adonan Waffle dan Maker-alat yang digunakan untuk membuat Waffle , Jessica mendapati Krystal dengan baju Olahraga yang cukup ‘Mengundang’ masuk dari pintu samping yang menghubungkan Dapur dengan bangunan lain yang di isi dengan peralatan Gym . Krystal mengenakan pakaian Gym super ketat berwarna hitam bergaris merah yang hanya menutup sebatas payudara hingga menampilkan perut datar nan terbentuk atau Abs sempurnanya  yang selalu membuat para wanita lain iri termasuk Jessica sendiri-walau nyatanya Jessica pun memiliki Abs yang tak kalah kencang meski nyatanya dia sudah memiliki seorang putri berusia 15 tahun .

” Tutupi Tubuhmu ! ” ucap Jessica setengah panik dengan melemparkan celemek ke arah Krystal . Dengan tangkapan sempurna , perempuan berambut merah itu balik melemparkan tatapan bingung terhadap kakaknya . Setelah tahu benda apa yang dilemparkam Jessica padanya , wajah Krystal mengernyit jijik pada celemek merah muda itu .

What the hell is this ? Disguisting .. ” 

Jessica mengacungkan satu jarinya di depan bibirnya sendiri-menyuruh adiknya itu untuk tidak banyak protes dan tanya .

Terdengar kikikan geli dari arah meja makan yang membuat Krystal melempar mega death glare andalannya pada sosok remaja berseragam SMA disana .

” dan kau juga nona muda . ” ucap Jessica penuh ancaman pada Shinbi yang langsung melahirkan dengusan dari gadis remaja itu .

” Tutupi perut mu itu . Tidak sopan . ”

” memangnya kenapa ? Hello , aku baru habis nge-gym Jess , tentu saja pakaian ku terbuka . Bagaimana pun aktifitas berbau Olahraga itu pasti mengeluarkan banyak Keringat , jadi membutuhkan pakaian yang sirkulasi udaranya bebas pula agar tidak pengap . Lagipula pakaian seperti inilah yang memenuhi standar olahraga gym , memangnya kau pikir apa lagi , Koleksi Denim ‘Blènc & Eclaire ‘  ? ” cerocos Krystal panjang lebar .

Jessica sempat terpana . Membuka – tutup mulutnya mencoba mencari perkataan yang tepat untuk membalas perkataan panjang bin lebar sang adik . Tapi nihil .

” Kurasa boleh juga , Koleksi Denim kami memang sangat Fleksibel untuk di pakai dalam berbagai macam kesempatan . Baik itu Formal , santai , atau semi formal , Koleksi kami memenuhi semua Kriteria itu . ” balasnya malah berpromosi tentang Brand – nya . ” Ah ! Mungkin suatu saat nanti aku akan melebarkan sayap menjadi perancang pakaian olahraga . Kau memang Jenius , Soojung-ah . Kau memberiku ide brilian ! ” sambungnya lebih sinting lagi .

Secara bersamaan namun dalam posisi dan tempat yang berbeda , Krystal dan Shinbi memutar malas kedua bola mata mereka .

” tapi serius , kau tidak bisa berpenampilan seperti itu di depan Shinbi yang masih di bawah umur . ”

Krystal menaikkan sebelah alisnya .

” Musnahkan dulu musik dan artis Kpop , baru kau bisa melarang ku berpakaian seksi . ”

” Huh ? ”

” kau tidak bisa terus menjaga mata si bodoh itu tetap suci , kakak ku sayang . Walau tanpa harus aku berpakaian Seksi atau bahkan menari telanjang di halaman rumah sekalipun , aku yakin anak itu sudah pernah melihat yang jauh lebih parah . ” seru Krystal sambil mendelik sinis pada Shinbi yang juga balas mendelik tajam ke arahnya .

” A-apa ? ”

Selama ini memang Jessica melarang keras Krystal , para teman dan sahabatnya atau siapapun untuk berpenampilan seksi saat berhadapan dengan anaknya Shinbi . Dia tak peduli walau dirinya di cap sebagai orang tua yang norak karna begitu Protektif-nya pada sang anak oleh banyak orang . Lagipula , dia hanya menjaga mata anaknya dari polusi penglihatan yang dikhawatirkan akan mencemari jiwa polosnya . Biarkan saja orang menilainya memiliki pemikiran yang kolot , toh pada nyatanya dia memiliki keyakinan kalau anak se-usia Shinbi belumlah pantas melihat perempuan pamer perut , paha , atau bahkan dada , atau laki-laki yang pamer otot perut .

Ia khawatir jiwa anaknya yang masih polos itu akan tercemar dan tidak bisa menyaring lagi yang mana yang baik dan benar hanya karna melihat banyaknya manusia yang sering memakai pakaian yang kekurangan bahan .

” kau bisa melindungi mata dan penglihatannya di rumah . Tapi bagaimana jika di luar sana , di sekolah , di Mall , di Televisi , Gadget , atau Media sosial ? Apa kau masih bisa melindunginya , Eonni ? ”

” …. ” Jessica bergeming .

” Kalau boleh jujur , cara mendidik mu itu kuno sekali , eonni . Kau bisa mendidik anak seperti itu jika kau hidup di tahun 70-an . Tapi sekarang sudah pertengahan tahun 2015 , dan kau masih takut anak mu melihat penampilan ku yang terbuka begini ? Ha-ah , bahkan Film Porno pun mungkin sudah di tontonnya berkali-kali . ” melempar celemek merah muda itu ke lantai , Krystal tak mengindahkan suruhan kakaknya-menantang . Malah dia merangsek maju dan merebut posisi Sica di depan Maker karna melihat adonan yang sudah terlanjur di tuang ke Maker tersebut sudah matang-nyaris hangus karna Jessica justru sedang melamun saat ini .

Sunyi mendera . Ketiga wanita beda usia itu hanya diam terpaku dengan pikiran dan kegiatan masing-masing .

Shinbi mengakui dia (sedikit) kagum dengan perkataan Krystal yang telah membuka mata Jessica-ibunya yang selama ini mendidiknya dengan cara yang terlalu Menekan , Protektif dan terkesan kuno itu . Dia tak kan bohong kalau bukan sekali dua kali ini dia melihat wanita pamer perut seperti yang di tampilkan Krystal pagi ini , bahkan dia sudah menganggap maklum itu semua saking seringnya melihat yang seperti itu setiap harinya .

Pssstt …. bahkan dia pernah secara tak sengaja menonton Film Porno bersama para sahabatnya karna mengira Film dengan Cover yang memperlihatkan pasangan yang tengah berciuman itu merupakan Film romantis . Namun bukannya Film Romantis yang di dapat , justru Film Dewasa yang menampilkan adegan dewasa saling bergumul , mendesah , dengan bunyi kulit dan kelamin yang berbenturan membuat seluruh tubuh orang yang menyaksikannya jadi panas dan merinding . Bahkan Shinbi masih ingat saat itu dia langsung muntah di tempat saat melihat adegan seorang wanita di tusuk dari 3 arah (Miss V , Anus , sampai mulut ) oleh kelamin laki-laki yang besarnya tidak dapat di definisikan dalam film itu . Ghhh—membayangkannya saja masih meninggalkan sensasi bergidik merinding bagi Shinbi .

 

” bahkan Artis-artis Kpop saja sudah tak segan lagi kan pamer perut ? Err—bahkan yang lebih parah dari itu saja sudah banyak . ” lanjut Krystal dengan tenang melanjutkan pekerjaan Jessica membuat Waffle .

” ….. ”

You Can’t Protect , what you can’t protect . ”  dengan sisa adonan terakhir yang di tuangkan Krystal ke dalam Maker maka berakhir pula kuliah singkat yang Krystal berikan pada sang kakak .

Jessica sama sekali enggan bersuara . Mulutnya sengaja di kunci rapat tatkala otaknya terus merenung tentang Keprotektif-annya pada Shinbi selama ini .

” Makanan sudah siap , ayo kita sarapan . ”

Bahkan ajakan bernada riang Krystal itu saja tidak dapat Jessica indahkan saking begitu kuatnya pengaruh ucapan-ucapan tajam nan mengena Krystal pada dirinya barusan .

 

.

 

.

 

” Ngomong-ngomong kerasukan apa kau barusan , sampai kau bisa mengucapkan kata-kata berat seperti itu pada Jessica ? ” Shinbi pada Krystal yang nampak Ogah-ogahan menjalankan amanat Jessica untuk mengantarkan Shinbi ke gerbang depan sampai Bus sekolahnya datang-sama seperti yang dilakukan Jessica setiap harinya .

Sementara Jessica kembali terbang ke alam mimpi di kamarnya sana .

 

GEPLAK

 

” AGHH ! BISAKAH KALIAN BERDUA MENGHILANGKAN KEBIASAAN MENGGEPLAK KEPALA ORANG SEMBARANGAN ? AKU BISA KETULARAN SIFAT BODOHNYA KALIAN TAHU ? ”

” sopan sedikit pada orang yang telah susah payah melahirkan mu . Panggil dia ‘Mommy ‘, kau tidak akan tahu betapa besar pengorbanannya untuk mu selama ini . Cukup memanggilnya dengan panggilan semestinya anak pada Ibu tidak akan memberati mu sama sekali kan ? Dia hanya ingin kau memanggilnya dengan sebutan ‘Mommy ‘  walau hanya sekali , tapi kenapa sulit sekali untuk menghilangkan Sifat kurang ajar mu itu ? ”

Hidung Shinbi sudah kembang kempis menahan emosi .

” Memangnya apa peduli mu ? Kau tidak berhak ikut campur urusan kami . Kau hanya adik dari Ibu ku , bukan Dewa yang berhak mengatur dan menyuruh ku ini-itu . Kau tidak berhak ! ”

” aku memiliki hak penuh untuk itu . Kau adalah anak dari kakak yang paling ku sayangi . Karna dirimu lah kakak ku kehilangan masa mudanya dan di haruskan mengurus dan mengasuh mu sendirian disaat ayah mu bahkan tidak pernah mencintai nya . Kau hanya dianggapnya sebagai bentuk kesalahan , itulah yang ayah mu pikirkan soal dirimu . Tapi , Ibumu , Jessica-kakak ku , dia tetap bertahan mempertahan kan mu walau seluruh dunia memandangnya rendah. Memandang kehadiran mu sebagai bentuk kesalahan masa muda yang tidak seharusnya ada . Kau lah yang merebut masa muda dan kebahagiaan kakak ku . Dan kau lah yang merampas hidup nya yang Bebas tanpa terikat . ”

‘ Dan kau jugalah yang telah merampas seluruh perhatian dan kasih sayangnya dari ku . ‘

Tidak . Dia tidak boleh menangis . Shinbi tahu dia tidak bisa menunjukkan kerapuhannya disaat sekarang .

Ia sudah sering mendapatkan kata-kata pedas nan menekan Batinnya ini dari mulut setajam silet Krystal yang selalu melukai hatinya . Tapi Shinbi selalu berusaha kuat dan tetap pada keyakinan dan sifat kesehariannya yang periang , manja , enerjik , cerewet , namun kurang ajar disaat yang bersamaan .

Tapi kali ini , entah kenapa perkataan itu jauh lebih menyakitkan dari biasanya . Ia tahu Krystal amatlah menyayangi bahkan cenderung bersikap Protektif pada Jessica-Ibunya . Hingga satu saja orang yang berani menyakiti hati Ibunya maka harus berhadapan langsung dengan Krystal yang terkenal jauh lebih ‘menyeramkan’ itu .

Shinbi tidak akan mengerti apa yang di inginkan dan di pikirkan  si ‘setan merah’ . Tidak akan bisa .

” Aku membenci mu . ” Shinbi langsung berlari menuju Bus sekolahnya yang baru saja sampai di depan gerbang rumahnya . Ia tak menghiraukan tatapan nanar Krystal yang sungguh sulit untuk di mengerti itu . Tatapan yang terus mengekor bayangan Bus yang di tumpangi Krystal hingga tak nampak lagi di pelupuk mata .

 

 

 👠👠👠

 

 

Menjadi anak yang mungkin bisa dikatakan paling beruntung di dunia karna terlahir dengan sepasang orang tua yang lengkap , kehidupan yang berkecukupan , hingga sesosok kakak yang begitu disayangi dan menyayanginya . Walau pun ia dan sang kakak memiliki jarak kelahiran yang cukup jauh (10 tahun) , tak menjadi halangan sama sekali baginya untuk menjalin keakraban dengan kakaknya itu .

Bahkan hubungan mereka lebih terlihat seperti sepasang sahabat , Partner untuk saling bercerita ,  atau bahkan Soulmate . Mereka berdua seperti tak bercela . Terikat dalam sebuah Ikatan yang tak kan pernah bisa terputus . Ikatan Persaudaraan, Kasih sayang yang tak sesederhana seperti kelihatannya .

Saling melindungi satu sama lain hingga tak membiarkan kemalangan menimpa .

Perasaan sayang yang teramat besar itulah yang membuat dirinya sangat Protektif pada sang kakak . Tidak membiarkan sembarangan namja bisa mendekati apalagi memacari kakaknya meskipun saat itu kehidupan kakaknya begitu Liar —begitu Nakal .

Menjadikan dirinya sebagai Pihak penyaring yang akan dengan Super Teliti menilai siapa saja namja yang berhak mendapatkan cinta kakak kesayangannya .

Rasa cintanya pada sang kakak tidak akan membiarkan kakaknya Terluka sedikit pun jua .

Sisters Complex .

Adalah Suatu kondisi kejiwaan dimana seseorang akan merasakan perasaan kasih sayang berlebih pada Kakak perempuannya sendiri . Nyaris menyamai perasaan Cinta dan kasih sayang terhadap kekasih , namun sedikit lebih sederhana . Karna pengidap Sister Complex hanyalah memprioritaskan Kebahagiaan dan kepentingan saudarinya diatas apapun . Melebihi dirinya sendiri .

Dan ketika dirinya merasa tersaing karna perhatian dan kasih sayang kakaknya terbagi pada Orang lain , tanpa ragu lafi si Sisters Complex itu akan bersaing demi memperebutkan kasih sayang dan perhatian kakaknya agar hanya tertuju pada dirinya .

Possesif dan Egois .

Namun disini ia tak bisa membenci . Tidak , dia tidak akan sanggup melakukannya . Lagipula , Mana mungkin dia membenci seseorang yang menjadi sumber kebahagiaan kakaknya ? Kau pasti bercanda .

 

Daaaann , Inilah awal dari sebuah cerita sederhana tentang Si penyayang , Si manja dan keras kepala , juga si Sister Complex yang terikat oleh hubungan rumit yang mengelilingi mereka . Perhatian , kasih sayang , persaingan , Cinta dan gelombang masa lalu ikut berperan penting di dalamnya . Disinilah kau akan melihat Kekuatan 3 perempuan yang sangat berbeda , mulai dari Usia dan Karakter , saling berjuang demi apa yang di dambakan setiap Insan ; Harapan , Cinta , Kebahagiaan .

 

 

To Be Continued…..

31 thoughts on “HIGH HEELS ( Chapter – 1 )

  1. Pertama kali dtg ke blog ini dan langsung dpt ff yg super kereennnnnn….
    Genre humor yg gak maksa kyk ff2 humor lainnya. Sumpahhhh….. ini kerennnnnn bgtttttt…… satu2nya yg bikin kagum disini ya tadi. Humornya disini gak maksa. Jadi bisa dpt feelnya dan bikin ketawa.

  2. Annyeong thor, gw reader baru ^^
    Salam kenal ^^
    nemu FF ini pas nyari FF sinb gfriend

    Apa sifat jessica yg suka tidur juga nurun ke sinB?
    Dan kenapa juga sinb gak mau manggil sica dengan sebutan ibu?

    Okay, lanjut~

  3. Sumpah ni fanfic terkereeeeeeeen yang pernah aq baca,lucu nya dpet,sedihnya dpet,pesannya dapet… bner2 komplit berasa nyata bukan khayalan,bnr2 ditunggu lanjutannya thor

  4. Mau tau kesan pertama pas aku baca cerita ini?

    Nganga.

    Ya tata bahasanya, ya kronolgisnya, ya wataknya, ya alurnya, ya semuanya…. Keren. Sedikit mengganggu mungkin tanda baca atau huruf kapital yang nggak pada tempatnya―tapi itu masih kebungkus bagus sama perumpamaannya yang jelas masuk banget buat dicerna, jadi sebuah kekaguman sendiri.

    Entah mengapa aku ‘dapet’ banget sikap kurang ajar ketiga cewek gen es ini. Gak cuma sekedar penjabaran pendek, tapi ini kayaknya emang kurang ajar banget. Haha. Good job! Kereeeeeeen.

    Dan di sini―meski agak gimana sama TTS yang kesannya jelek banget di sini, by the way―aku suka bagian kuliah singkat tentang fashion. Fashionista.

    Daaaaaan mungkin segini aja reviewnya. Terima kasih, oh iya, jiwa Krissica aku bangkit! Menggelegar dan merajalela haha. Andai ff ini baru terbit berharap banget ada pair Kaistal di sini kkk.

  5. Uwahh DAEBAK!
    emosi gw campur aduk gila..
    thx to jungsiblings yg udah ngasih rekomen nh ff.
    bner-bner keren.
    Gw hrap shinbi bakal manggil sica “mommy” stlah dikuliahi krystal.
    Krystal bner” keren.
    Ahh ga bsa ngmng lg gw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s