Somebody Else ( Chapter 12 – A)

ATT_1438312599568_2015-07-31-09-37-06_deco

Author : @evelynatalya

Genre : Romance, Angst

Rating : T

Length : Chapter

Main Cast:
Jessica Jung
Kris Wu
Chanyeol

Hai semuanya \^o^/

Jeng jeng jeng akhirnya fanfiction ini selesai juga setelah hampir dua tahun , terlalu lama hiatus , malas update , marah sama siders dan banyak masalah lain hahaha akhirnya fanfiction ini selesai . Uyeaah

Seperti biasa chapter ini aku bagi dua A dan B , untuk chapter B akan aku protect seperti biasa. Kalian tidak perlu minta password oke ? Nanti akan aku buka sendiri kalau aku merasa puas dengan tanggapan atau komentar kalian di chapter ini.

Sebelumnya terimakasih banyak untuk para readers , gomawo udah mau membaca dan menunggu ff ini. \^o^/

Notes :

Sebelum membaca part ini silahkan baca Chapter 11 – A & B terlebih dul

  CHAPTER 11 – A & 11 – B

UNTUK CHAPTER 11 A & B SUDAH TIDAK DIPROTECT .

Selamat membaca \^o^/

Malam ini aku datang ke rumah Jessica , kami memang sudah berjanji untuk bertemu. Jessica menyuruhku masuk ke dalam rumah dan bertemu keluarganya , bagaimana bisa aku bertemu keluargamu untuk terakhir kalinya? Mengobrol dan bertemu mereka seolah aku tidak akan meninggalkan Jessica

” Taraaaaaa ” teriak Jessica semangat sembari menunjukan sebuah kertas padaku, kertas pemberitahuan bahwa ia telah diterima di Kooknim University. Aku hanya tersenyum tipis , tidak tahu reaksi apa yang harus aku berikan. Untuk tersenyum seperti biasa aku tidak bisa

” Ah waeyo , apa kau tidak senang?” protes Jessica dengan reaksiku yang cukup dingin

” Aku senang ” jawabku sekenanya , Jessica terlihat bingung dengan sikapku ia terlihat benar benar bingung

” Sica – ya ” panggilku pelan , Jessica menatap mataku dalam. Aku tidak tahu tatapan yang aku berikan padanya saat ini , tapi maaf Sica – ya aku tidak bisa berpura baik baik saja.

” Aku akan pergi ” lanjutku sembari membalas tatapan Jessica dalam , Jessica terkejut lalu beberapa detik kemudian ia tertawa sembari memukulku pelan. Ia pasti berpikir aku sedang bercanda atau sedang mengerjainya

” Benarkah? Aku juga akan pergi ke Amerika dan melanjutkan kuliahku di Harvard , bagaimana denganmu ? Oh….. kau pasti berkuliah di Colombia kan? ”

Aku sudah bisa menebak akan seperti ini , Jessica hanya akan menganggap bercanda untuk itu aku membawa surat tanda masukku ke sebuah universitas di Kanada. Aku meninggalkan Jessica pergi ke mobil untuk membawa surat itu kemudian memberikannya pada Jessica menyuruhnya membaca sendiri. Jessica menatap ku dan kertas itu bergantian ” kau begitu berusaha untuk mengerjaiku Kris sampai sampai membuat surat palsu seperti ini , candaanmu benar benar lucu Kris ”

Ternyata Jessica masih menganggapku bercanda , apakah ini terlihat candaan bagimu Sica – ya? Aku juga berharap ini hanya candaan , namun ketika kau sadar semua ini adalah kenyataan . Itu akan semakin menyakitkan ketika kau terus menyangkalnya . Jessica kembali tertawa, namun tawanya terhenti ketika aku merebut kertas dari tangannya sedikit kasar dan mengangkatnya seolah menyuruh Jessica untuk melihatnya lagi ” geumanhae , sudah cukup jangan bercanda lagi. Apa kau ingin bercanda terus sampai besok? ”

” aku sama sekali tidak bercanda….. Ini serius . Aku akan pergi ke Kanada untuk melanjutkan kuliahku dan menetap disana , apa kau tidak membacanya dengan jelas. Aku benar benar akan pergi , berapa kali aku harus mengatakannya agar kau percaya?!! ” Bentakku tanpa sadar, aku sudah tidak tahan melihat Jessica yang terus menganggapku berbohong dan bercanda. Kenyataan tidak akan berubah

” Besok pagi aku akan pergi , karena itu aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal ” ujarku , barulah setelah sekian lama Jessica mulai menatapku tak percaya.

” Mianhae Sica – ya , mianhae ” ucapku sembari menunduk , tidak ada lagi yang bisa aku katakan selain kata maaf karena telah membohonginya selama ini

Jessica memegang tanganku ” geumanhae, jangan berkata dan meminta maaf seolah kau akan meninggalkanku. Aku takut Kris , berhentilah bercanda ”

Aku menggeleng dan melepas tangan Jessica lalu menggenggamnya , matanya terlihat memerah dan sudah siap menangis kapan saja ” mianhae , tapi aku sama sekali tak bercanda Sica – ya kalau kau masih tidak percaya datanglah ke bandara jam 10 pagi , kau bisa membuktikan sendiri kalau aku benar benar pergi ”

Jessica menggeleng tak percaya , air matanya mulai berlomba lomba turun.

” Jangan bercanda !!!! ” Bentak Jessica marah

Aku hanya bisa diam dan menatap Jessica , otakku terlalu buntu untuk menghiburnya atau melakukan sesuatu. Melihat Jessica menangis sudah sangat menyakitiku

Jessica mengangkat wajahnya ” lalu bagaimana denganku ? Bagaimana dengan kita? Apa kau tidak memikirkanku , apa kau tidak khawatir , tidak bisakah kau tinggal disini Kris? Aku mohon……. aku mohon padamu Kris , jebal , jebal jangan tinggalkan aku sendiri aku tidak tahu bagaimana bisa hidup tanpamu ” lirih Jessica

Aku hanya bisa diam

” Aku tidak tahu ……. aku tidak mau hidup tanpamu Kris , sehari saja tanpamu sangat berat untukku . Aku tidak akan bisa makan , tersenyum dan tertawa lagi jika kau meninggalkanmu. Aku tidak akan pernah bahagia lagi kalau kau pergi berarti kebahagiaanku juga pergi , siapa yang akan menjaga dan melindungiku selain kau? Aku tidak butuh namja lain !!! Aku hanya butuh kau seorang , gajima , gajima , gajima !!!!!!! ” suara Jessica mengeras

Lalu bagaimana denganku Sica – ya ? Apa kau pikir aku bisa hidup tanpamu , apa aku akan baik baik saja tak melihatmu sehari saja? Bukan hanya kau yang terluka Sica – ya , aku juga sangat terluka . Ini sangat menyakitiku sampai membuatku merasa hidupku tidak akan berarti tanpamu disisiku , kebahagianmu adalah kebahagianku kalau kau tidak bahagia aku juga tidak akan bahagia. Jangan berpikir ini mudah karena aku yang meninggalkan , ini jauh lebih menyakitkan untukku. Kau adalah orang yang ditinggalkan , dan aku adalah orang yang meninggalkan rasa sakit yang kita rasakan sama Sica – ya . Tidak ada bedanya

” Lalu bagaimana dengan hubungan kita? ” tanya Jessica terbata bata

Itulah pertanyaan yang paling aku takutkan , bagaimana dengan hubungan kita? Aku bisa saja memintamu menunggu , tapi bagaimana jika itu semakin membuatmu terluka? Aku sudah merasakan bagaimana rasanya menunggu namun ini berbeda , Jessica harus menunggu bertahun tahun lamanya sanggupkan ia menungguku? Menunggu bukan hal yang mudah , mudah mengatakannya namun kenyataannya sangat sulit dilakukan.
Pada akhirnya aku kembali diam , menunduk dan tak menjawab pertanyaan Jessica.

” Kau tetap pergi meskipun kau tahu aku tidak akan bisa hidup tanpamu , kau tetap pergi meskipun aku selalu memintamu untuk tetap tinggal dan kau tetap pergi meskipun kau tahu hidupku tidak akan pernah sama jika kau pergi. Pergilah dan ini akan menjadi akhir hubungan kita ” ucap Jessica final lalu berbalik meninggalkanku.

Aku tidak mau membuatnya menunggu namun bukan berarti ini harus menjadi akhir hubungan kita Jessica. Kau tahu bagaimana perasaanku padamu , adakah alasan bagiku untuk mengakhiri hubungan kita? Bolehkah aku egois memintanya untuk menungguku? Memikirkan kehidupanku di sana tanpa Jessica , tak melihat wajahnya dan mendengar suaranya sudah membuatku frustasi membayangkannya setiap hari. Dan sekarang kenyataan Jessica ingin mengakhiri hubungan kita semakin membuatku terluka , aku benar benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

” Selamat tinggal Jessica ” aku tidak bisa menjanjikan kapan aku akan datang kembali tapi kau akan menjadi orang pertama yang aku cari setelah aku kembali.

—————–

Kris berjalan lemah kembali ke mobil dan mulai melajukan mobilnya , ia memperhatikan rumah Jessica sebentar ini akan menjadi hari terakhirnya berada disini dan melihat Jessica. Kris yakin ia telah berhasil membuat Jessica membencinya dalam satu hari , tentu saja jika ia berada di posisi Jessica ia juga akan marah dan sangat membenci Kris. Tapi apa yang bisa Kris lakukan ? Mengatakan pada Jessica kalau ia akan pergi kuliah ke Kanada setelah orang tua memutuskannya untuk pindah dan melihat Jessica setiap hari bersedih , menangis meratapi dirinya yang akan pergi tidak lama lagi. Seandainya Kris punya pilihan lain , ia tidak akan pernah meninggalkan Jessica nyatanya ia bahkan tidak bisa memilih.

Flashback

” Eomma ” panggil Kris ketika berjalan masuk ke dalam rumah

Nyonya Wu menghampiri Kris , anak laki laki satu satunya itu langsung memeluk sang eomma erat. Seandainya Kris bisa mengatakan pada eommanya kalau ia benar benar bahagia saat ini karena Jessica , tapi seorang Kris tak pernah bercerita tentang gadis yang dikencaninya sekalipun.

” Kau terlihat sangat bahagia , kau baru pulang kencan? ” tanya nyonya Wu

Kris kembali memeluk sang eomma ” ne , aku habis kencan di Lotte ” jawab Kris.

” Dengan Jessica? Kalian masih bersama? “

Kris melepaskan pelukan mereka dan menggantinya dengan memegang kedua bahu sang eomma ” tentu saja eomma , kami akan selalu bersama karena aku tidak akan pernah meninggalkannya . Eomma mungkin kau menganggap ini konyol , tapi aku ingin selalu bersama Jessica sampai nanti dan aku bahkan sudah berencana untuk menikahinya “

Nyonya Wu dapat melihat keseriusan anaknya saat ini , banyak gadis yang Kris kenalkan padanya namun baru kali ini ia melihat anaknya sangat serius dalam suatu hubungan. Kris hanya seorang anak berusia 18 tahun tapi ia sudah membicarakan pernikahan dengan Jessica. Kris pasti benar benar mencintai kekasih barunya . Tidak hanya dirinya , suaminya pun pasti merasakan perubahan Kris setelah berkencan dengan Jessica. Biasanya Kris hanya membuat masalah , bolos dan selalu membuat mereka kehilangan kesabaran tapi sekarang anaknya mulai rajin tak pernah sekalipun Kris bolos sekolah , mendapat masalah dan membuat mereka marah. Nyonya Wu sangat bersyukur Kris menemukan gadis yang tepat dan bisa merubah Kris menjadi lebih baik dalam segala hal.

” Waeyo eomma? ” tanya Kris mendapati tatapan sedih dari eommanya

” Apa eomma tidak menyukai Jessica? ” Kris mulai menebak , mengapa eommanya tiba tiba berubah setelah Kris membicarakan Jessica?

Nyonya Wu menggeleng , itu tidak benar sama sekali . Ia menyukai Jessica sejak pertama kali bertemu , ia memiliki perasaan dan pandangan berbeda pada Jessica dengan gadis gadis yang Kris kencani sebelumnya. Nyonya Wu mungkin tak pernah bilang , Jessica adalah gadis yang baik dan pantas untuk Kris. Perasaan seorang ibu memang kuat terbukti nyonya Wu selalu mendapati anaknya bahagia dan tersenyum setiap hari.

” Kemari ada hal yang perlu kita bicarakan ” ujar ayah Kris sambil menuruni anak tangga menuju ruang keluarga , Kris dan eomma mengikuti Tuan Wu

Kris menatap eomma dan appanya bergantian , dilihat dari raut wajah mereka terlihat sangat serius. Apa sesuatu terjadi antara eomma dan appa tanpa Kris tahu? Apa mereka akan bercerai? Andwae ! Tidak mungkin , kedua orangtuanya pasti baik baik saja dan tidak pernah ada pertengkaran di antara mereka selain karenanya. Namun Kris semakin bingung ketika kedua orang tuanya saling melemparkan pandangan seolah meminta satu di antara mereka untuk bicara.

” Ada apa dengan kalian? ” tanya Kris tak tenang

Ayah Kris menghela nafas sebentar sebelum mulai bicara dan menatap mata anaknya dalam dalam ” Kita akan pindah ke Kanada setelah kau lulus “

Kita? Eomma dan Appa? Seharusnya itu kami tapi ini kita , Kris langsung sadar jika dirinya juga harus ikut pindah ke Kanada. Mengapa mereka harus pindah , apa yang sebenarnya terjadi , kenapa tiba tiba sekali , pertanyaan pertanyaan itu memenuhi kepala Kris. Tapi ada satu nama yang langsung teringat oleh Kris yaitu Jessica. Bagaimana dia bisa meninggalkan Jessica disini? Kris tahu pasti Jessica sangat membutuhkannya , kekasihnya itu belum sepenuhnya berubah masih ada hal hal yang belum Kris lakukan untuk Jessica. Sama seperti mengkhawatirkan Jessica , Kris seharusnya lebih mengkhawatirkan dirinya sendiri. Bukan hanya Jessica , Kris juga tak bisa jauh dari kekasihnya sehari saja , tak mendengarkan suaranya , tak melihat wajah Jessica. Apa Kris akan baik baik saja?

” Kenapa kita harus pindah appa? Tidak bisakah hanya kalian berdua yang pergi? Aku tidak akan pergi kemanapun! Tidak akan ” tolak Kris tegas lalu menunduk

Nyonya Wu menatap sedih putranya , Kris terlihat sangat terkejut sekaligus terpukul mendengar kabar kepindahan mereka bertiga. Orang tua mana yang tega melihat putranya sedih seperti ini , dan ini pertama kali baginya dan juga ayah Kris melihat Kris begitu sedih dan terluka seperti ini. Kris adalah anak yang kuat , tak pernah mereka melihat Kris terluka atau terlihat sedih. Sebagai orang tua tentu saja mereka ingin melakukan sesuatu agar melihat anak satu satunya tidak terluka , tapi apa boleh buat mereka juga tidak bisa dan tidak mau meninggalkan Kris sendirian di Korea.

Ayah Kris juga tidak tega melihat putranya saat ini yang hanya menunduk dan tak mengatakan apapun ” Tidak bisa , mau tidak mau kau harus ikut dengan kami. aku sudah menyiapkan semuanya , termaksud kuliahmu disana . Kita akan pergi setelah semuanya selesai disini. Appa tahu kau kecewa dan tidak mau meninggalkan Korea , tapi appa tidak punya pilihan lain dan kami tidak mungkin membiarkanmu disini sendirian Kris “

Kris masih belum menatap sang appa atau bersuara lagi , lebih baik bagi mereka mendengar Kris marah atau berteriak menolak. Namun diamnya Kris lebih menyakitkan , menunjukan betapa terluka dan tidak ingin Kris pergi dari sini. Eomma Kris memilih pergi lebih dulu , tidak kuat lagi melihat diamnya Kris sementara ayah Kris menghampiri putranya yang masih menunduk lalu memegang puncak kepala putranya.

” Kris , Appa tahu kebahagiaanmu ada disini dan kau tidak mau pergi. Maaf , tapi Appa juga tidak punya pilihan lain harus mengorbankan kebahagianmu . Kau tahu perusahaan appa semakin besar di sana dan tidak ada orang yang bisa appa percaya , apa kau ingat apa yang appa katakan? Appa ingin kau melanjutkan perusahaan Kris , kerja kerasku puluhan tahun bukan untuk orang lain tapi untukmu dan keluarga kita ” ucap ayah Kris lalu berjalan menyusul istrinya ke lantai atas.

Kris menoleh memperhatikan appanya berjalan di tangga , ayahnya semakin hari semakin tua tapi beliau selalu bekerja keras membesarkan perusahaan. Kris ingat sejak kecil , ayahnya memiliki harapan yang sangat besar padanya dan berharap suatu hari nanti Kris bisa melanjutkan bisnis keluarga. Tidak ada yang salah , orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anak mereka dan tidak ada orang tua yang sengaja melakukan hal yang akan membuat anaknya terluka. Kris bisa merasa permintaan maaf tulus dari appanya tadi , dan tidak ada yang bisa dilakukan Kris selain ikut pindah ke Kanada.

Kris selalu sibuk membahagiakan Jessica , menghabiskan waktu dan melakukan segalanya untuk Jessica sampai ia lupa masih ada kedua orang yang memiliki harapan besar padanya. Kris beranjak berjalan menuju kamarnya , duduk di tepi kasur lalu melihat foto Jessica di layar handphonenya.

” Mianhae , aku harus pergi ke Kanada”

Flashback End

Kris menjalankan mobilnya , pikirannya benar benar kosong memikirkan bagaimana nasib hubungan mereka. Mendapatkan Jessica tidaklah mudah dan sangat sulit membuat Jessica mencintainya sepenuh hati dan haruskah setelah semua yang Kris lalui hubungan mereka berakhir semudah ini? Kris menggeleng , ini tidak benar. Semua berawal dari kesalahannya telah membohongi Jessica , namun haruskah perpisahan menjadi hukuman untuknya karena telah berbohong?

Kris menepikan mobil ke pinggir lalu mengambil handphonenya menghubungi Jessica. Kris benar benar beruntung Jessica masih mau menjawab panggilan darinya walaupun yang ia dapatkan adalah isakan dari tangisan Jessica. Yeoja itu tidak mengatakan apapun yang terdengar adalah tangisan Jessica yang akan membuat siapapun iba mendengarnya.

” Sica – ya , mianhae jeongmal mianhae telah membohongimu selama ini . Aku tidak tahu bagaimana mengatakan padamu kalau aku akan menetap di Kanada setelah lulus sekolah. Aku sudah mengetahuinya dari lama tapi aku tidak pernah punya keberanian untuk mengatakan padamu. Mianhae “

” Aku tidak ingin membohongimu tapi aku juga tidak mau melihatmu terluka karena tahu akan pergi ke Kanada , maafkan aku yang pengecut ini. Setidaknya sampai hari ini kita telah menghabiskan hari hari kita bersama tertawa , tersenyum , mengobrol dan banyak hal lain yang kita lakukan. Jika aku mengatakannya dari dulu , mungkin setiap hari kau akan sedih dan terus menangis . Kau tahu aku paling tidak suka melihatmu menangis. “ lirih Kris sedih

” Malam setelah kita berkencan di Lotte World orang tuaku memberitahuku bahwa kita semua akan pindah kesana , aku benci kenyataan karena aku tidak mempunyai pilihan untuk tetap berada disini. Aku adalah anak satu satunya , appa sangat berharap banyak padaku. Kuliah dan melanjutkan bisnis appa disana , tapi aku sadar aku tidak boleh egois bagaimana aku adalah harapan Appa satu satunya “

Kris menghela nafas , ia bisa merasa matanya mulai basah dan mendengar tangisan Jessica yang tak kunjung berhenti semakin membuatnya tak bisa menahan kesedihan ini lagi.

” Mianhae masih ada kebohonganku lainnya , aku sudah merencanakan semuanya dari awal meninggalkanmu sendirian , membuatmu menunggu di tempat ramai , tidak masuk sekolah dan menyuruhmu naik kendaraan umum. Kau mungkin tidak menyadarinya , tapi semua itu hanya ideku agar membuatmu lebih berani mengenal dunia luar. Semuanya adalah kebohongan yang aku rencanakan , aku memberitahumu ini karena kau sudah berhasil melewati semua itu. Apa kau tidak sadar kalau aku berubah , mengambil banyak selca kita , memberikanmu cincin dan memvideo dirimu? Babo kau pasti tidak sadar kan? “ ucap Kris sambil tertawa getir , detik itu juga air mata mengalir di pipi Kris. Tak sanggup lagi menahan sakit dan sedih yang menyesakkan dada.

Kris menangis dalam diam mengingat semua kenangan manis itu bersama Jessica , kemarin mereka masih bersama , tersenyum, merasakan ketulusan dan indahnya cinta satu sama lain. Waktu begitu cepat berlalu , meninggalkan penyesalan satu sama lain.

Jessica menangis semakin menjadi jadi , mendengar isakan kekasihnya yang semakin keras ingin sekali Kris datang dan memeluk Jessica erat mengatakan mereka pasti bisa melewati semua ini . Namun Kris tidak bisa , ia akan menjadi semakin lemah jika bertemu Jessica , melihat wajah sedihnya dan mendengar tangisannya. Karena itu selalu menjadi kelemahan Kris.

” Ya ! Sica – ya jangan menjadi Jessica yang dulu karena aku pergi tetaplah menjadi Jessica yang sekarang. Tidak ada aku bukan berarti kau harus menderita seorang diri dan menutup dirimu seperti dulu. Makan yang benar , jangan pernah sakit . Belajarlah pergi dengan kendaraan umum , kau akan menemukan orang orang baru . Jangan menunduk atau ketakutan setiap kali kau berjalan , kau bukan orang jahat dan kau tidak melakukan kesalahan apapun. Ingat janjimu padaku , kau bilang kau akan berubah , mencari teman dan hidup seperti gadis lain. Tetaplah menjadi Jessica yang sekarang , bukan untukku tapi ini untuk dirimu sendiri “

” Sica – ya “

” Jessica “

” Jessica Jung “ panggil Kris mendengar tangisan Jessica yang semakin hebat , isakannya yang akan membuat siapapun khawatir . Kris bahkan bisa mendengar suara Taecyeon khawatir meminta Jessica untuk berhenti menangis.

” Geumanhae , jangan seperti ini Sica – ya. Bagaimana denganku jika kau terus seperti ini ?! Aku juga terluka sangat terluka , aku merasakan apa yang kau rasakan saat ini. Bagaimana denganku? Apa aku akan baik baik saja tanpamu disana? Tidak melihatmu , mendengar suaramu , dan melihat senyum indahmu. Anni , aku tidak akan baik baik saja tapi aku akan melalui semua ini. Aku akan menghadapi ini , membuktikan pada keluargaku dan padamu aku akan menjadi orang sukses. Kau mungkin tidak akan mempercayai ucapanku lagi , tapi percaya dan pegang janjiku aku akan kembali Sica – ya kembali padamu. Ini bukan akhir untuk kita berdua , aku tidak meninggalkanmu untuk mengakhiri hubungan kita . Aku hanya pergi untuk sementara , bisakah kau menungguku?” Lanjut Kris sambil menangis , ia tidak bisa lagi berpura pura kuat di depan Jessica . Persetan dengan omong kosong laki laki tidak boleh atau hanya namja lemah yang menangis. Kris memang namja lemah dan selalu lemah bila itu menyangkut Jessica. Dan mendengar tangisan juga isakan Jessica membuatnya semakin lemah , Kris sadar tidak ada yang bisa ia lakukan untuk menghibur atau membuat perasaan kekasihnya lebih baik. Bagaimana bisa ia menghibur Jessica saat dirinya juga lebih membutuhkan itu?

Kris menjauhkan handphone dari telinganya saat ia tak lagi mendengar suara apapun dari Jessica , yeoja itu mematikan panggilannya. Kris mengusap air mata yang terus mengalir kemudian melajukan mobil kembali. Ia telah memberitahukan Jessica kebenaran sekarang tinggal satu hal lagi yang harus ia lakukan.

————

Chanyeol memasukan tangannya ke dalam saku jaket , berjalan menuju lapangan basket sekolah. Setengah jam lalu seseorang mengirim pesan meminta untuk bertemu di sekolah , dan yang paling mengejutkan orang itu adalah Kris. Awalnya Chanyeol tak berniat datang mungkin Kris ingin mengolok ngoloknya setelah Jessica menolak dirinya dan lebih memilih Kris. Namun Kris mengatakan ini mengenai Jessica , membuat Chanyeol penasaran setengah mati mengapa mereka harus bertemu dan bicara tentang Jessica?

Kita harus bicara , aku akan menunggumu di lapangan basket sekolah. Ini mengenai Jessica – Kris

Chanyeol bisa melihat Kris dari kejauhan , namja itu sedang duduk dengan pandangan lurus ke depan. Chanyeol tidak menyapa atau mengatakan apapun saat ia sudah berada tepat di sebelah Kris , ia hanya menatap Kris dingin dan tak berniat untuk memberikan senyuman pada namja itu.

Kris tersenyum tipis melihat kedatangan Chanyeol , dugaannya benar namja itu akan datang dan pasti datang karena ini menyangkut Jessica. Kris langsung berdiri menghadap Chanyeol ” ada apa? ” tanya Chanyeol angkuh

” Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku ” jawab Kris. Chanyeol menatap Kris tak percaya , memangnya ia pembantu atau orang yang bisa Kris suruh seenaknya? Penilaiannya pada Kris dulu ternyata benar , dia adalah orang yang egois dan melakukan apapun yang ia inginkan. Tapi jika Kris berpikir ia bisa melakukan hal seenaknya pada Chanyeol , Kris salah besar.

” Kenapa harus aku? Cari saja orang lain” Chanyeol menatap Kris tajam sebelum berbalik untuk melangkah pergi.

” Tidak ada orang lain yang bisa melakukannya selain kau…… karena ini tentang Jessica ” langkah Chanyeol terhenti saat Kris menyebut nama Jessica

” Tolong jaga Jessica”

Chanyeol kembali menatap Kris , apa mereka berpisah? Ini terkesan seperti Kris baru saja memutuskan hubungan dengan Jessica. Chanyeol sangat terkejut , ia tahu pasti bagaimana Kris sangat mencintai Jessica bahkan ia berpikir mereka tidak akan pernah terpisahkan apapun yang terjadi. Namun sekarang Kris datang dan memintanya untuk menjaga Jessica? Semua ini sangat tidak masuk akal

” Aku akan pergi dan tinggal di Kanada” ujar Kris menjawab semua kebingungan Chanyeol

Chanyeol melangkah menghampiri Kris , menghela nafas panjang dan tak percaya ” Dimana otakmu Kris ? Kau pasti sudah tidak waras jika kau meninggalkan Jessica sendiri ”

” Jessica sudah tahu , aku baru saja memberitahunya. Besok pagi aku akan berangkat ” jawab Kris tidak terlalu mempedulikan kemarahan Chanyeol

Chanyeol semakin kesal mendengar jawaban Kris , jadi selama ini ia membohongi Jessica? Chanyeol tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Jessica saat ini , ia sangat yakin Jessica pasti sedang menangis hebat. Memikirkan itu semua membuat Chanyeol tak bisa menahan diri lagi .

BUGH !

Chanyeol menonjok Kris sekeras yang ia bisa , rasa sakit yang ia berikan pada Kris tidak ada apa apa dibandingkan dengan kesedihan dan sakitnya Jessica.

Kris memegang ujung bibirnya yang berdarah akibat pukulan Chanyeol , ia tidak berniat membalas . Kris tak melupakan apa tujuannnya.

” Jessica sangat bergantung padamu Kris , bagaimana bisa kau meninggalkannya sendiri? Jangan membuat Jessica mencintaimu dan membutuhkanmu jika pada akhirnya kau akan meninggalkannya!!! ” Chanyeol berteriak sangat keras tepat di depan wajah Kris

” Kau bisa tinggal disini jika kau mau , tapi kau tetap memilih pergi. Meninggalkan Jessica adalah pilihanmu sendiri , membuatnya melewati semua ini sendiri , dan menghancurkan hati Jessica . Pergi dan jangan pernah kembali , kau pergi walaupun kau akan menyesal setengah mati ” ucap Chanyeol sambil mendorong badan Kris sangat kasar.

Kris yang tidak tahan dengan sikap Chanyeol menahan tangan itu kasar , bukan kesalahan Chanyeol karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan memikirkan dirinya yang juga terluka. Mengapa semua orang termaksud Jessica berpikir ia tidak terluka sama sekali? Kris menepis tangan Chanyeol ” Jangan bicara seolah kepergianku ini adalah pilihanku sendiri , kau pikir aku akan pergi jika aku punya pilihan lain? Kau salah , aku tidak punya pilihan lain bahkan aku tidak bisa memilih apa yang aku inginkan. Kau tidak tahu apa apa tentangku dan perasaanku pada Jessica , bicara seperti itu dan menyalahkanku memang mudah untukmu. Tapi tidak untukku ” Kris balas berteriak

BUGH !!

Chanyeol kembali menonjok Kris hingga namja itu terjatuh , Chanyeol menarik baju Kris kasar ” aku tahu satu hal , Kris yang aku tahu sangat mencintai Jessica. Dia tidak akan meninggalkan Jessica apapun yang terjadi ”

Chanyeol melepaskan pegangan pada kerah baju Kris ” kau tidak perlu memintaku untuk menjaga Jessica , tanpa perlu kau suruh aku akan menjaganya. Pergilah , ini akan menjadi kesempatan kedua untukku. Semuanya telah berubah , dan perasaan Jessica padamu mungkin berubah. Bisa saja Jessica kembali menyukaiku kan? Ini akhir bagimu dan awal untukku dan Jessica ” ujar Chanyeol mengintimidasi Kris.

Chanyeol menatap Kris tajam lalu berganti senyuman sinis , merasa tidak ada hal yang perlu mereka bicarakan lagi Chanyeol melangkah pergi meninggalkan Kris yang masih terpaku disana. Kenapa ia tidak pernah terpikir apa yang Chanyeol katakan sebelumnya? Jika ini memang benar akhir hubungannya dengan Jessica , tentu saja ini bisa menjadi awal untuk mereka berdua. Chanyeol sangat mencintai Jessica , tidak ada hal yang perlu Kris khawatirkan jika ada Chanyeol bersama Jessica. Itulah yang dipikirkan Kris tadi saat ia menghubungi Chanyeol dan meminta bertemu. Kris bangkit berdiri , memegang ujung bibirnya yang sudah mengeluarkan darah segar.

————–

” Kris ” Nyonya Wu berlari mendengar langkah kaki seseorang dan bisa dipastikan itu Kris , karena suaminya sedari tadi sudah pulang dan sekarang tengah bersiap siap untuk kepergian mereka besok pagi.

Nyonya Wu langsung memegang wajah anaknya melihat luka di ujung bibir Kris dan keadaan Kris yang benar benar kacau. Kris sangat terluka , ia bisa merasakan kesedihan anaknya hanya dengan menatap mata Kris . Nyonya Wu tidak pernah membayangkan Kris akan seterluka ini , wajah sendu , mata merah dan senyum yang tak muncul seperti biasa setiap kali mereka bertemu membuat nyonya Wu bisa merasakah pedih yang Kris rasakan.

Nyonya Wu memegang pipi Kris dengan kedua tangannya , air mata mengalir di pipinya seolah bisa merasakan kesedihan mendalam yang Kris rasakan. ” Gwenchana , menangislah ” lirih sang eomma menyuruh Kris menangis meluapkan kesedihan.

Kris yang sedaritadi diam terpekur tak bisa lagi menahan rasa sedihnya di depan sang eomma . Kris mulai menangis. Nyonya Wu memeluk Kris yang menangis dan keduanya menangis bersama.

” Gwenchana menangislah ” ucap nyonya Wu di tengah pelukan mereka menyuruh Kris menangis sekeras – kerasnya.

” Eomma ada disini ” nyonya Wu memeluk Kris erat sembari mengelus punggung anaknya mengingatkan bahwa Kris tidak sendiri.

” Eomma akan mencoba bicara dengan appa agar kau bisa tinggal disini ”

Kris menggeleng kuat ” tidak eomma , aku tetap akan pergi bersama kalian ”

Sementara ayah Kris hanya bisa menyaksikan Kris menangis di dalam pelukan istrinya , setelah menahan semua kesedihan sekian lama dan berpura pura kuat di hadapannya . Akhirnya Kris menangis meluapkan kesedihan dan sakit yang ia rasakan selama ini . Tuan Wu sedikit merasa bersalah pada Kris , memaksa putranya pindah meninggalkan Korea dan meninggalkan kebahagiannya disini. Tuan Wu tidak menganggap anak laki lakinya lemah karena menangisi seorang yeoja , ia sadar Kris hanya anak biasa yang bisa lemah dan menangis ketika terluka.

” Maafkan appa ” lirih Tuan Wu menyesal.

————

Keluarga Kris berada di bandara pagi ini , setengah jam sebelum berangkat. Kedua orang tuanya sudah masuk terlebih dulu , Kris memilih tinggal lebih lama disini bersama Chen. Satu satunya orang yang datang untuk mengantarkan Kris , tentu saja Kris tidak berharap kedatangan Jessica mungkin jika datang gadis itu akan menangis hebat seperti kemarin malam dan itu akan membuat Kris kembali sedih. Namun disisi lain Kris sangat ingin melihat wajah Jessica , memeluk erat gadis itu dan mengatakan ia sangat mencintai Jessica. Itu hanya sekedar harapan Kris nyatanya Jessica tidak datang atau menghubungi Kris lagi.

” Bagaimana dengan Jessica ? ” tanya Chen , melihat keadaan Kris saat ini membuatnya prihatin. Takdir seolah tak berpihak pada mereka berdua , disaat mereka tengah bahagia Kris harus dihadapkan dengan kenyataan ia harus pergi ke luar negeri.

Kris mengangkat bahunya tidak tahu ” Jessica bilang ini adalah akhir untuk kita berdua ”

” Kau bisa memintanya untuk menunggu Kris , yakinkan Jessica kau pasti kembali . Kau hanya pergi untuk sementara ”

” Menunggu? Sampai kapan? 3 , 5 atau bahkan 10 tahun? Ini tak semudah yang kau bayangkan Chen , menunggu tidak semudah itu ”

Chen tidak dapat berkata apapun lagi , menunggu memang tak semudah yang ia ucapkan apalagi menunggu seseorang yang tidak tahu kapan kembali. Chen hanya bisa merangkul Kris , mencoba menghibur dan menguatkan sahabatnya. Kris tidak ingin terlihat rapuh , namun Chen bisa merasakan dan melihat kesedihan Kris terutama karena sahabatnya itu memakai kaca mata hitam tak seperti biasanya. Kris pasti menyembunyikan mata sendu dibalik kacamata hitam itu.
” Apapun yang terjadi itu pasti yang terbaik bagi kalian berdua , jika kalian memang berjodoh kalian akan kembali bersama ”

Kris tersenyum tipis mendengar ucapan Chen , lalu melihat jam di tangannya tak banyak waktu yang tersisa ia harus segera masuk ke dalam.

” Sudah saatnya aku pergi ” Kris memeluk Chen

” ehm pergilah , hati hati Kris . Jaga diri dan keluargamu disana. Jangan terus bersedih , life must go on dan semuanya akan baik baik saja . Aku akan merindukanmu , jangan lupa kembali ke Korea ” Chen membalas pelukan sahabatnya kemudian mereka berjabat tangan

” Gomawo Chen untuk semuanya , tentu saja aku pasti kembali ke Korea suatu saat nanti . Jaga dirimu juga , annyeong ” ujar Kris kemudian berjalan pergi , ia sempat berbalik pada Chen dan melambaikan tangan.

Chen membalas lambaian tangan Kris sambil tersenyum , waktu berlalu terlalu cepat. Rasanya baru kemarin Kris memberitahunya jika ia akan pindah ke Kanada , sekarang Kris benar benar pergi. Chen memandang Kris yang semakin menjauh , sahabatnya pasti sangat terluka karena harus berpisah dari Jessica. Ia tak bisa menyalahkan Kris karena tidak memberitahu Jessica apapun tentang kepergiannya dan justru ialah orang pertama dan satu satunya yang tahu tentang kepindahahan Kris ini. Chen hanya bisa berharap yang terbaik untuk Kris , walaupun tidak bersama Jessica . Kris akan bahagia suatu hari nanti.

Dua jam setelah kepergian Kris , Taecyeon menepikan mobil menyuruh Jessica untuk turun lebih dulu mencari Kris. Ia berlari ke terminal keberangkatan Internasional mencari sosok Kris , ia terus mengedarkan pandangan ke segala arah namun sayang Jessica tidak menemukan sosok yang dicarinya. Jessica tahu ini sudah sangat terlambat , Kris pastisudah berada dalam pesawat. Sekali saja Jessica memohon , bisakah Kris menunggunya sama seperti ketika Kris menunggu di Lotte World? Ia hanya telat dua jam bisakah Kris menunggu?

Jessica terus memperhatikan setiap orang yang ada di tempat ini berharap salah satu di antara mereka adalah Kris , seandainya ia tahu tidak peduli seberapa keras Jessica mencari Kris. Ia tidak akan menemukan Kris karena namja itu telah pergi

Taecyeon berlari menghampiri adiknya yang terlihat bingung , Jessica memegang tangan Taecyeon gemetar mengetahui sang oppa sudah berada bersamanya ” o…ppa aku tidak bisa menemukan Kris , eottokae? eottokae? eottokae oppa? ” suara Jessica bergetar hebat

” Kris !! ”

” Kris !! ”

” Kris !!! ” Jessica berteriak memanggil nama Kris , tak peduli teriakannya ini mengundang perhatian orang orang disini. Jessica tidak peduli , ia hanya perlu bertemu dan melihat Kris.

” Kris !!! ” Jessica hendak berlari untuk mencari Kris kembali , Taecyeon menahan lengan Jessica lalu menggeleng seolah mengatakan percuma Jessica mencari Kris kemanapun karena namja itu sudah pergi.

” Sica – ya ” ucap Taecyeon terdengar sangat lemah

Jessica tidak mau mempercayai apa kata Taecyeon oppa , lebih baik ia kembali mencari Kris siapa tahu ia masih berada disini. Jessica menghempaskan tangan Taecyeon , namun ia malah memegang lengan Jessica semakin erat.

Jessica tidak mau percaya dan memikirkan kenyataan kalau Kris benar benar sudah pergi meninggalkannya , Jessica menggeleng tak mau mempercayai kenyataan. Namun tatapan sendu dan menyakinkan dari Taecyeon membuat Jessica tidak bisa lagi menyangkal kenyataan.

Jessica menangis pilu , tangisannya pecah di tengah keramaian. Beberapa orang yang berlalu menatap Jessica iba , siapapun akan kasihan mendengar tangisan pilu Jessica. Ia benar benar hancur dan menyesal membiarkan Kris tanpa mengatakan apapun , yang dilakukannya kemarin hanyalah marah , menangis dan menyalahkan Kris. Jessica menyesal seharusnya ia memeluk dan mencium Kris sebelum kekasihnya itu pergi. Jessica menyesal , sangat menyesal , tak mengatakan pada Kris kalau ia sangat mencintai Kris.

Jessica berlutut memegang dadanya seakan itu bisa mengurangi rasa sakit yang ia rasakan ” Kris ” tangis Jessica.

” Kris …. mianhae ….. kembalilah , jangan tinggalkan aku Kris. ”

” Aku mo…hon ” ucap Jessica dengan sungguh sungguh dan masih menangis pilu

Taecyeon menatap Jessica sedih , ia merasa sangat terluka dan tak berguna tidak bisa melakukan apapun atau membantu adiknya. Taecyeon hanya bisa menatap Jessica nanar dan membiarkannya menangis sekeras mungkin , berharap itu akan membuat Jessica merasa lebih baik dan mengurangi kesedihan adiknya.

Sadar adiknya menjadi pusat perhatian semua orang disini , Taecyeon berlutut memeluk Jessica erat ” oppa…. oppa ….andwae….. maldo andwae ….. Kris tidak mungkin…. pergi ….. meninggalkanku ” tangisan Jessica mengeras ketika Taecyeon memeluknya.

” Kris sudah pergi Sica – ya , tidak ada gunanya kau terus mencarinya. Lebih baik kita pulang eoh? Eomma dan appa sangat khawatir padamu ” ucap Taecyeon sambil mengelus lembut rambut Jessica.

” Anni , tidak oppa aku bilang pada Kris jika ia pergi ini adalah akhir hubungan kita. Kris tidak akan pergi dan mengakhiri hubungan kita !! ” Jessica mulai mengamuk

” Kris tidak akan meninggalkanku oppa !! Tidak akan , tidak akan , tidak akan pernah…….. ”

” A….ku mem…..benci Kris ”

Taecyeon merasa Jessica tidak mengatakan apapun atau mendengar tangisannya lagi. Taecyeon melepaskan pelukannya dari Jessica dan menggoyang goyangkan tubuh Jessica

” Sica – ya ”

” Sica – ya ” Jessica benar benar tak sadarkan diri . Mendapati adiknya jatuh pingsan dalam pelukannya , Taecyeon panik dan langsung menggendong Jessica . Tidak heran mengapa adiknya bisa pingsan. Ini semua karena kondisi Jessica yang lemah , setelah menangis selaman dan tidak tidur bahkan hari ini ia belum melihat Jessica makan atau minum sedikitpun.

TBC

40 thoughts on “Somebody Else ( Chapter 12 – A)

  1. ini mengharuka sedih,kesel,benci,marah,terharu,semuanya nyampur jd perasaan engga karuan antara harus marah sama kriss atau kesel sama jessica yang egois langsung marah tanpa ngasi kris kesempatan buat bicara. Pokonya di chap sekarang perasaan aku dibuat ngambang. next chap jangan lama-lama thor

  2. Aku nangis beneran loh T_T gimana bisa kamu membuat cerita semengharukan sampe bikin pembaca nangis seperti ini? padahal aku org yang susah menangis loh :’D aku suka ff nya.. ah mau banget deh belajar nulis yang penuh perasaan gini, pasti nulisnya juga dengan sepenuh hati deh kkk
    oh ya.. ditunggu ya kelanjutannya, aku penasaran banget sama endingnya, semoga Krissica bersatu lagi dan mereka hidup bahagia selamanya😀
    Hwaiting author ^^)9

  3. author lanjut chap ya ak penasaran nih gimana nasib hubungan mereka.. semoga chanyeol ngga rebut hati jessica dari kris deh ya.. 👍👍👍 lanjut trus ya author semangat..

  4. unni kapan buka chptr selanjutny ak udh tak sabar mau tau endingny… sica sm kris atau tdk…huhuhu chanyeol gimana nasib aku mau tau,semanggat unni

  5. Dohh nyesek weh thor :” btw next chapter ada pw nya? Gwe boleh minta pw nya ga thor? Penasaran aned nih :’3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s