[Three Shoot] Special request of Krissica- Whatever Love ~ Part 3 _end

Author : S.Y.M

Title : Whatever Love

Length : Oneshoot

Rating : General

Genre : High School , Romantic

Cast : Jessica Jung | Kris Wu Yi Fan

images

exo-kris-handsome-292

Other Cast : Find them by your selves

Note:

ttara….ending untuk Three shoot ini🙂❤❤

SELAMAT RCL…

.

.

“Apa kau mau jadi sahabatku?”

“ Shireo!”

“ Aku bosan bertengkar denganmu”

“ Lalu…. Bisakah kita selamanya saling mencintai?

@@@

 


 

“ Anyeong eonni!” Hara menutup buku music milik Jessica, mengganggu kegiatannya untuk memahami not balok yang ia persiapkan untuk ujiannya.

“ aku membawa teman yang selalu kuceritakan padamu, dia Yi Fan “ Sambungnya, dengan senyum yang cerita dan mata lebarnya.

“ Arayo…” jawabnya dingin, Jessica menyingkirkan tangan Hara dan kembali membuka bukunya.

Melihat itu, bibir Hara mengerucut cukup runcing karena tanggapan dingin Jessica.

“ Lihatlah…” Rengeknya kemudian.

Jessica mendengus pelan lalu mendongak, sesuai permintaan gadis cantik itu.

“ Hai…” sapanya , dengan badan yang sedikit menunduk. Hanya saja sapaan itu terasa aneh untuknya yang berada di Korea.

Jessica diam tak menjawab. Kemudian ia beralih pada Hara berdiri di depan mejanya.

“ Apa dia baru  tinggal di Korea?” bisik Jessica pada Hara.

“ Kau harus memperbaiki cara berkenalanmu oppa” seolah Hara mengerti ketidaknyamanan Jessica pada sapaan itu. Bukan tidak nyaman tepatnya. Itu karena dia sudah lama di Korea.

“ Aku pikir dia bukan orang Korea “ Jawab Kris datar.

Jessica terkekeh sinis…kemudian membalas perkenalanya. “ Anyeong..Jessica imnida” Ia  mengulurkan tangannya.

“ Wu Yi Fan…Kris Wu Imnida”

“ Yi Fan…”gumam Jessica.

“ Kris lebih keren untukku”

“ Terserah aku yang memanggilmu, bukankah itu juga namamu? Apa ada masalah?” Jessica mengangkat sebelah alisnya. Gaya bicaranya memang seperti itu.

Kris mendengus pelan, ia bergumam kecil “ Dia cantik tapi mengerikan”

“Apa dia memang seperti ini?” Tanya Kris pada Hara, Ia lebih blak-blak an dari pada Jessica.

“ Dia lebih hangat dari yang kau kira Oppa” jawab Hara dengan suaranya yang cempreng dan tinggi.  

Membuat Kris spontan menutup wajahnya karena malu. Bagaimana mungkin ia membicarakan buruk tentang orang yang ada di depannya? Dan Hara membuatnya mengetahuinya.

Jessica terkekeh pelan.

“ Dia cantik bukan? Lihatlah!” Hara beralih pada Jessica, ia merangkul pundak Jessica yang lebih tinggi darinya. Bermaksud menggoda Kris, namun ia gagal.

Kris tidak menanggapinya.

“ Apa kau perlu kuantar pulang bersama Tn So? Jangan naik kendaraan umum…dan..”

“ Ah…kau selalu menghawatirkanku eonni, aku baik-baik saja…aku membawa Yi Fan Oppa dan dia yang menjagaku jika aku tidak bersamamu, kau harus pulang arachi …” Hara tersenyum lebar dengan suara centilnya.

Jessica menghela nafas, ia melihat sekilas Kris yang ternyata juga menatapnya datar.

“ Baiklah…Kita bertemu lagi minggu depan” ia melempar senyum kecilnya. Hanya pada Hara, tidak untuk Kris.

“ Ne…” Jawaban centil yang sempurna dari mulut kecil Hara.

Selanjutnya Jessica mulai beranjak, tak lupa ia mengacak lembut rambut Go Hara , gadis yang ia anggap adiknya sendiri sebelum ia pergi.

Dan beberapa saat berikutnya mereka hanya melihat siluet yang masuk ke dalam mobil. Jessica sudah berlalu dengan mobil yang menjemputnya.

 

“ Dia gadis yang selalu kau ceritakan itu?” Tanya Kris.

“ He em” Hara mengangguk.

“ Dia cantik seperti yang kuceritakan bukan?” Hara menyenggol lengan Kris.

“ Dia terlihat kejam”Itu kesan pertamanya.

Hara tersenyum, dalam benaknya ia meng iyakan kalimat Kris, Jessica memang seperti itu, tapi dia adalah sosok yang hangat, dia hanya perlu mengenalnya lebih dekat.

“ Dia menyayangiku…seperti kau juga menyayangiku dan menjagaku”

“ Dia tahu keadaanmu?” Kris mengangkat kedua alisnya. Jarang sekali ada seseorang yang dekat dengan Hara kecuali dirinya.

“ Ya…dia tahu tanpa aku menjelaskannya” Hara beralih pada tasnya.

“ Seberapa dekat kau dengannya?” Tanya Kris lagi.

Hara menoleh dan melempar senyumnya, ia menatap selidik Kris yang seperti seseorang yang sedang cemburu.

“ Apa kau sedang cemburu ? Karena dia dekat denganku?” Goda Hara.

“ Apa dia benar-benar bisa menjagamu? Apa dia tahu kau baru saja keluar dari ru…”Kris mengabaikan kalimat Hara.

“ Oppa…aku tidak memberitahunya, jika dia tahu dia bisa tidak focus pada ujiannya,, Dan jangan bahas ini di depannya…Dia mengerikan jika sedang marah”

“ Lalu…”

“ Aku bahagia mengenal kalian “ potong Hara. Ia kembali tersenyum.

Kali ini Kris mengalah. Kemudian Ia membalas senyum Hara.

Tangannya beranjak untuk membawa tas Hara dan menuntunnya untuk masuk ke dalam mobil. Ya…tanpa aba-aba pun dia akan melakukan hal ini pada Hara. Menjaganya adalah hal yang ia lakukan selama bersamanya.

Sama halnya dengan Jessica, sejak gadis itu tahu jika Hara mengalami hal buruk dalam kesehatannya, ia tak henti-hentinya untuk memberikan perhatian pada Hara. Sebenarnya meski Hara dalam keadaan sehat pun , ia sudah menyayanginya. Sedikit lebih possessive saja.

Hanya Kris dan Jessica, yang bisa Hara sayangi seperti keluarganya sendiri. Mereka adalah temannya. Teman yang menyayanginya sepenuh hati . Kasih sayang yang menurutnya ( Hara) bukanlah sebuah belas kasihan karena keadaannya. Kasih sayang yang tumbuh begitu saja, dan dia menyukai mereka.

Satu keinginannya, ia tidak ingin kasih sayang itu berhenti ketika dia tiada nanti.

“ Kau tahu…aku ingin keponakan yang lucu, tampan dan cantik “ Hara mengatupkan kedua tangannya, tak lupa ia mengedipkan kedua matanya.

Kris tersenyum geli, ia terkekeh kecil lalu kembali tertegun.

“ Tunggu, siapa yang hamil?”  Seingatnya Hara tidak memiliki calon keponakan yang akan lahir. Tidak ada saudaranya yang sudah menikah ataupun sedang hamil.

“ Aku ingin keponakan darimu “ ucap Hara dengan Aegyo gagalnya.

Kris terdiam, ia memicingkan matanya dan mendengus kasar. Ia beralih pada sang sopir di kemudi depan.

“ Bisakah anda turunkan saya disini?” pintanya pada sang sopir.

Seketika Hara tertawa keras, ia menahan tangan Kris dan menatapnya lembut.

“ Aku benar-benar ingin keponakan darimu Oppa, kau tahu wajahmu itu lumayan tampan, jika kau menikah dengan wanita yang cantik, aku yakin anak-anakmu nanti akan tampan dan cantik”

“ Hentikan kekonyolanmu Go Hara, kau tahu usia berapa kita saat ini? Dan kau berfikir sejauh itu?”

“ Lalu ? bukankah tidak masalah? Kau bisa memberikan keponakan nanti…meskipun aku tidak bisa hadir saat kau mewujudkannya, aku yakin aku bisa melihatnya nanti “ Hara tetap antusias, ia tidak perduli dengan wajah masam Kris yang mulai jengah dengan kalimat ngelantur Go Hara.

Kris kembali membuang nafas kasar, kemudian menggaruk kepalanya yang mendadak gatal.

“ Apa kau yakin kau tidak bisa bertahan lebih lama lagi? Setidaknya sampai aku mewujudkan keinginanmu ini” Kini Kris lah yang terlihat serius.

Har tersenyum, ia menatap mata Kris dalam lalu menggeleng pelan. “ Any…kubilang kau bisa mewujudkannya nanti, dan kau harus berjanji padaku” Hara menyodorkan jari kelingkingnya.

“ Mwo?”

“ Aku ingin kalian menikah, dan memberiku keponakan yang tampan dan cantik” …” Kau dan Jessica eonni” ucapnya lirih namun tegas.

DEG

Kris tak bereaksi.

“ Ayo…” rengek Hara.

Kris masih terdiam dan hanya menatap Go Hara tanpa jawaban.

“ Ini permintaan terakhirku yang tidak harus kau penuhi selama aku hidup, tapi bisakah kau memenuhinya nanti? Aku sangat menyayanginya, dan aku sangat menyayangimu, dan kalian menyayangiku, aku hanya ingin kalian bersama …aku ingin orang-orang yang aku sayangi bersama “ ucapnya dengan wajah memohon.

“ Mungkin kau ingin kami bersahabat?” ralat Kris, ia yakin ada cara lain selain menikah, itu permintaan konyol .

“ Any…menikah, itu harapanku” ia tetap bersikeras.

Kris menunduk dan memalingkan wajah. Tak perduli lagi dengan wajah cemberut Hara yang diabaikan olehnya.

“ Aku anggap itu jawaban “iya” “

Dan seperti itulah Go Hara. Apapun yang menurutnya baik, ia akan tetap menginginkannya. Bagaimanapun caranya.

 

.

.

Kris dan Jessica duduk bersebelahan, di depan peti mati dan bucket bunga besar di sekitarnya. Mereka bersandar pada dinding dengan pikiran masing-masing.

Mungkin lingkar hitam mereka tak kalah dengan milik Orang tua Go Hara. Mereka adalah orang-orang yang kehilangan Hara untuk selamanya. Ya, setelah beberapa hari berada di rumah sakit dan hari ini adalah akhir perjuangan Hara untuk melawan penyakitnya. Kanker hati yang ia derita selama ini telah ia lepaskan. Semua orang yang menyayanginya merasa lega sekaligus bersedih. Lega karena tak lagi melihat kesakitan Hara dan bersedih karena kehilangannya untuk selamanya.

“ Apa kau menangis?” Tanya Kris lirih.

Jessica terdiam, bahkan selama di rumah sakit dan dalam posisi yang sama, ia sama sekali tidak berbicara dengan siapapun. Termasuk dengan Kris yang selama ini selalu berada tepat di sampingnya.

“ Jessica…” Kris tertegun, ia melihat mata itu tertutup dengan wajah yang mendongak.

“ Dia tertidur?…” gumamnya.

Tes…

Kris kembali tertegun. Ia masih menatap Jessica.

Dia menangis…

Selanjutnya ia memalingkan wajah, ia tidak ingin melihat Jessica menangis. Atau ia harus pergi dan membiarkan dia sendiri? . Ia bingung harus berbuat apa, ia ingin menghibur Jessica namun ini adalah air mata pertama yang dikeluarkan Jessica setelah Hara meninggal. Dia seperti robot beberapa hari ini. Tanpa bicara, tanpa ekspresi dan tidak jelas apa yang ia pikirkan.

Baiklah…setelah beberapa detik berfikir, Kris menemukan jawabannya, sebaiknya ia pergi membiarkan Jessica sendiri. Dan perlahan ia mulai merangkak dan berdiri.

“ Tidak usah pergi” ucap Jessica dingin.

Kris kembali duduk, segera ia mendekati Jessica dan duduk di sebelahnya.

“ Aku pikir kau akan malu jika aku ada di sekitarmu, menangislah” ucapnya polos.

“ Aku tidak menangis, aku hanya lelah” potongnya.

Kris terdiam, ia benar-benar melihat air mata, meskipun ia hanya setetes di pipinya.

“ Wae?…kita semua disini kehilangan, aku juga menyayanginya, aku juga menangis, kau tidak perlu ma_”

“ Haruskah kita mewujudkan permintaannya?” potong Jessica.

“ Ne?” Kris terdiam. Ia jelas tahu maksud Jessica.

“ Tapi kau tidak perlu memaksakannya”

“ Hanya berpacaran, ktia bisa coba memulai hubungan dengan itu, untuk menikah…kita masih terlalu dini untuk memikirkannya”

“ Tapi kita…”

“ Apa kau membenciku?” lagi-lagi Jessica memotong kalimatnya. Dengan wajah datar yang menyebalkan.

“ Any…” jawab Kris tegas.

“Lalu? Jika kita tidak saling benci, apa kita tidak bisa melakukannya?”

Kris menatap lekat wajah sendu Jessica, meskipun tidak menangis keras, ia tahu wajah kesedihan yang mendalam itu. Ia tahu bagaimana Jessica memperlakukan Hara, dan ia juga mengerti kenapa Jessica melakukannya. Ia juga mengerti kenapa Jessica mau meladeni permintaan konyol Hara yang ia sebut permintaan terakhirnya.

“ Baiklah…Kita adalah sepasang kekasih mulai saat ini” ini keputusannya. Ya, apa salahnya mencoba.

Kris menatap foto Hara yang terpasang di antara bucket bunga dan peti matinya.

“ Kau lihat? Kami berpacaran mulai saat ini” ucapnya tegas.

 

_Flash back end_

 

@@@

 

…Dan hubungan itu berjalan sampai saat ini…

 

Hari ini entah kenapa ia merasa aneh saat melangkahkan kaki di sekolah. Jessica beberapa kali mengecek seragamnya. Ia takut Kris mengotak atik seragamnya sehingga ia merasa menjadi pusat perhatian sepanjang lorong menuju kelasnya.

“ Tidak ada yang aneh “ gumamnya.

Hingga ia sampai di depan kelas, ia  memantapkan hati untuk masuk ke dalam kelasnya, dengan perasaan yang masih aneh tentunya. Dan benar, sambutan meriah ia terima saat langkah pertamanya ke dalam kelas.

“ Jadi , Tom and Jerry kita telah saling jatuh cinta? “ celetuk Zico.

Bom!!!

Jessica terdiam, matanya mengedar di setiap sudut ruangan, dan ia masih mencerna setiap tatapan yang tertuju padanya. Sampai akhirnya ia menemukan Kris yang tengah duduk diantara teman-temannya. Dia diam tak berkomentar.

Pasti ada yang salah.

“Ayolah…beri jawaban kalian…kalian sudah dipertemukan saat ini” Pinta Zico, dia terlihat antusias dan merangkul Lay.

Ups…Jangan lihat ekspresi buruk Lay saat ini. Wajah datarnya itu tidak bisa diartikan. Mungkin ia sedang patah hati. Karena mendengar berita ini tentunya, siapa yang tidak tahu perhatian lebih Lay pada Jessica selama ini.

Kris menoleh jengah pada teman-temannya. Ia berdiri dan menghampiri Jessica. Sedangkan gadis itu masih terdiam kaku , masih tak mengerti.

Sampai akhirnya Kris meraih tangannya dan menunjukkan isi dari yang diramaikan di Grup mereka.

Foto mereka di pemakaman. Sungguh scene yang tepat sekali. Dan sialnya Jessica menonaktifkan notif grupnya. Jika ia tahu ia tidak akan datang ke sekolah untuk mengurusi hal konyol seperti ini.

“ Apa yang kau lakukan?” Tanya Jessica saat tangan Kris tepat di lengannya.

“ Maaf membuat keributan seperti ini, hal ini bisa dijelaskan… dan jangan salah paham” jelas Kris. Matanya mengedar keseluruh isi ruangan. Menjelaskan dengan tatapan tajamnya pada teman-teman.

Jessica menunduk , sebenarnya ia tidak bisa berkomentar, ia harus menjawab apa ketika memang kenyataan yang dihadapinya, mereka memang menjalin hubungan.

Sekilas ia melihat pada Nicole. Ia memikirkan perasaan sahabatnya itu.

“ Kami…”

“ Cukup…” Jessica menghentikan Kris. Dan pandangannya tertuju pada Nicole yang keluar kelas.

Jessica melepaskan tangan Kris dan membalas tatapan bingung Kris karena kalimatnya terpotong.  Tatapan yang berarti ” jangan bicara macam-macam! “ .

Kris mengerti, ia mendengus pelan dan memalingkan wajah jengah, ia membiarkan Jessica keluar ruangan dan mengikuti sahabatnya.

Ia (Kris) kembali membuang nafas kasar, ia melihat teman-temannya yang entah kenapa bisa sangat penasaran dengan hubungannya. Ah…ia lupa bagaimana ia dan Jessica yang sering bertengkar.

“ Aku rasa kalian mengerjai kita” celetuk Yura.

Gadis cantik itu serasa dipermainkan oleh Jessica dan Kris. Tidak hanya dia, tapi semua teman-teman mereka.

“ Apa yang kalian pikirkan tentang kami?” Kris menyilangkan tangannya. Menantang pendapat para temannya.

Kris mengubah rencananya untuk mengakui semuanya pada teman-temannya. Namun seperti yang diketahui, pasangannya terlihat tidak setuju dengan rencananya. Kali ini ia harus berbicara panjang dengan inti yang tidak penting karena Jessica. Ia harus mengubah topik yang dipertanyakan teman sekelas mereka saat ini, ya untuk saat ini. Dan tidak untuk kesempatan mendatang.

“ Ini karma karena kalian selalu bertengkar, mengakulah jika kalian memang saling mencintai” Timpal Jong Won.

Ucapan tegas yang bernama karma itu sedikit menyiksa telinga Kris. Apa? Karma? Ya, … Karma  karena tidak mengakui hubungan mereka.

“ Atau kalian memang tidak ingin membicarakannya kepada kami? Kalian takut kami permalukan? Karena Tom and Jerry akhirnya saling mencintai , seperti itu?” Imbuh Yura.

Kris menggaruk tengkuknya yang gatal. Mungkin hanya beberapa yang menanyainya, namun seluruh mata tertuju padanya.

“ Kalian akan mengerti nanti, anggap saja tidak terjadi apa-apa pada kami” itu keputusan terakhir Kris.

“ Aaaaaaaaaaaaaaaaaah…kau membosankan sekali Kris” protes mereka.

“ Kau membuat kami penasaran!”

“ Ya…kau membuang waktu kami hanya untuk jawabanmu yang seperti itu”

“ Hya! Kalian sendiri yang penasaran bukan? Aku tidak meminta kalian untuk penasaran” Bela Kris.

“ Tetap saja, kalian memang menyebalkan, jika kalian memang benar bersama, kalian pasangan yang menyebalkan” imbuh Yura dengan nada kesalnya.

“ Hya!…” Protes Kris.

“ Mwo?!” tantang Yura. Dengan mata melototnya.

Baiklah…ia mengalah.

Memang kenyataan bahwa statement nya terdengar menyebalkan bagi mereka. Jika tidak karena perasaan lembut Jessica yang terlalu takut menyakiti Nicole. Mungkin ia sudah mengaku. Dengan segala pertanyaan lanjutan juga pastinya, kenapa selama berpacaran mereka selalu bertengkar dan tetap bertahan. Haruskan ia juga menjawab pertanyaan yang itu?

Jessica mendekati Nicole yang berdiri di balkon.

“ Sejak kapan?” tanyanya ( Nicole )dingin.

“ Mian…”

Nicole mengambil nafas dalam. Ia tidak bisa berkata banyak, ia juga tidak pernah menceritakan bahwa ia memiliki perasaan lebih pada Kris. Ia tidak pernah mengatakan jika ia selalu bertemu Kris di Pub malam hanya untuk bersenang-senang. Namun ia tidak bisa menyembunyikan kemarahannya.

“ Aku _ “

“ Aku merasa bodoh selama ini, aku seperti kau bodohi Sica ya…bukankah kita teman? “

“ Ya, kau temanku “

“ Lalu? Kau menyembunyikan ini dariku? Membiarkanku seperti ini dengan Kris? Seperti kau menjatuhkanku setelah mengankatku “

“ Mian Nicole…”

“ Apa kau menyukainya (Kris)?” Nicole terus memotong kalimat Jessica.

Kali ini Jessica terdiam, ia menatap mata Nicole yang berkaca-kaca. Ia mungkin mengecewakan sahabatnya.

“ Kau tidak pernah menunjukkan perasaanmu selama ini, tapi tidak kah kau tahu aku sudah mencari tahu ini sejak lama? Sejak aku mendengar Kris menciummu di Klinik, aku terus bertanya…apakah kalian benar-benar bersama? Lalu kenapa kalian selalu bertengkar di depan kami? Apa kalian hanya bersandiwara? Atau memang kalian benar-benar tengah bertengkar dan tidak saling menyukai?…aku sudah mempersiapkan segala jawaban yang kudapat, tapi aku tetap tidak bisa menahannya, aku tidak bisa menahan kemarahanku Jessica, bahkan kau sadar jika aku sangat menyukai Kris”

Jessica tertegun, ia diam dan tak menjawab. Ya, kenyataannya ia mempermainkan sahabatnya dengan tidak menjelaskan apapun.

“ Aku_”

“ Aku bertanya apa kau menyukainya? Apa kau mencintainya? Jika tidak kenapa kalian bersama? “ bentak Nicole.

Ya…apa aku menyukainya? Itu pertanyaan sulit.

“ Jika kau tidak menyukainya, lalu apakah aku boleh berjuang untuknya?”

Jessica masih diam tak menjawab. Ia pun masih bertanya-tanya dalam hati.

“ Aku membencimu”

Kalimat terakhir Nicole sebelum meninggalkan Jessica di tempat itu. Kalimat yang membuat Jessica melemas. Ia tidak pernah memiliki teman dekat setelah Hara meninggal, hanya Nicole yang ia anggap sebagai teman dekatnya. Tapi ia membuat Nicole membencinya. Hanya karena hubungannya yang tidak ia ungkap.

@@@

 

Kris terus menatap Jessica, ia menatap gerak-gerik gadis itu yang terus menghindari tatapanya. Mereka berdua sedang menghabiskan waktu di café, tidak jelas siapa yang mengajak pertama. Namun hal ini adalah hal langka yang mereka lakukan. Mereka akan keluar bersama jika ada pertemuan keluarga yang lebih pada urusan pekerjaan masing-masing orang tua mereka. Sebelum Aboji Kris meninggal tentunya. Setelah itu mereka jarang melakukannya.

Kris mulai kesal dengan Jessica. Ia meletakkan kasar cup kopinya.

“ Wae? Apa kau memang tidak mau mengakuinya?” Kris menatapnya tajam dan kesal.

“ Mwo?” Jessica kembali menyesap kopinya, masih tak menatap Kris.

“ Kau malu? Atau karena alasan yang biasa?”

“ Kau meminta kita bertemu disini untuk membahas itu?”  Ternyata yang mengajak bertemu adalah Kris. Ya…Jessica bukan tipe yang akan mengajak kencan kekasihnya lebih dulu.

“ Kau membuatku menjadi penipu”

“ Kita memang tidak pernah membicarakannya” Kini Jessica mulai menatapnya.

“ Dengar! Apa ini karena Nicole? Apa kau akan tetap merahasiakannya jika setiap tahun kau bertemu dengan temanmu yang menyukaiku, kau seharusnya tahu jika namja chingumu ini memang tampan dan popular, tidak perlu mengalah seperti itu?” Ucapnya panjang lebar, ia tidak bisa meninggalkan kebanggaannya pada wajahnya yang lumayan tampan itu. Ah…tampan bagi dirinya sendiri.

“ Apa itu masalah? Sebentar lagi kita lulus, kita bisa kuliah ditempat yang berbeda jika perlu” Jessica mulai kesal.

Jawaban itu semakin memancing kemarahan Kris, ia benar-benar kesal dengan Jessica.

“ Kau …kau benar-benar…” Kris mendorong kursinya, ia berdiri dan beranjak pergi.

Entahlah, … ia hanya merasa Jessica tidak menginginkan hubungan ini dan mempermainkan semua orang.

Sementara Kris beranjak pergi, Jessica masih duduk manis ditempatnya. Ia sama halnya tidak ingin membahas hal seperti ini lebih lanjut. Sudah tercium jika mereka akan terus berdebat dan bertengkar.

Kris berhenti melangkah ketika ia sudah keluar dari pintu café. Ia kembali menoleh dan menunggu sampai Jessica keluar.

Ah…ia lupa, Jessica tidak akan melakukannya.

Jessica mendongak ketika melihat sosok tinggi dan tampan itu kembali ke meja mereka. Dengan wajah masam ia menarik tangan Jessica dan mengajaknya keluar dari café.

Ia membawa Jessica jauh dari keramaian, untuk bertengkar pastinya.

“ Bahkan kau tidak mengejarku saat aku marah?” protesnya disertai dengan dilepaskannya tangan Jessica.

“ Untuk apa aku mengejarmu?” jawab Jessica sekenanya. Dia semakin memancing Kris.

“ Jung Jessica…Ayolah…kita harus bersikap seperti orang pacaran pada umumnya…”

“ Aku sudah memintamu untuk tidak membahasnya”

“ Kau belum menjawab, apa alasan untuk tidak mengatakannya masih sama? Karena kau takut menyakiti gadis-gadis yang menyukaiku? Kau takut menyakiti perasaan Nicole dan tidak memperdulikan perasaanku? “

Jessica tertegun, ia menatap Kris dengan kediamannya. Ini pertama kalinya ia melihat Kris benar-benar marah karena hubungan mereka. Seperti ia melihat kemarahan Nicole yang kecewa dengannya, apa Kris juga kecewa dengannya?

“ Apa kau kecewa denganku? Aku hanya…” Suara Jessica melemah. Ia tidak begitu paham kenapa Kris harus berlebihan seperti ini.

“ Jika kau menyayangi Nicole seperti kau menyayangi Hara, kau harus membedakannya! Selama tiga tahun, apa kau tidak memiliki perasaan apapun padaku? Apa kau tetap menganggap hubungan ini hanya untuk memenuhi keinginan Hara? “

“ Apa yang berubah dengan perasaan itu?” Tanya Jessica lirih, dengan tatapan tak mengertinya.

“ Aku benar-benar menyukaimu, bukankah aku berulangkali mengatakannya? Dan kau tidak pernah mengatakannya padaku” Kris mulai geram. Lihatlah keringat yang keluar di dahinya.

Jessica kembali terdiam.

“ Kau tidak mengerti Hara” Kris menunduk, perasaan marah masih berkecamuk padanya, “Kau masih belum mengerti permintaan Hara”

Kali ini Jessica melihat langkah pelan Kris yang mulai menjauh.

Apa dia benar-benar marah? Apa aku benar-benar keterlaluan? Lalu ada apa dengan perasaan ini? Jessica menahan deru dadanya.

“ Yi Fan…” panggilnya Lirih.

“ Wu Yi Fan….!!” Teriak Jessica.

Kris berhenti, sedikit lekukan terbentuk di pipinya. Apa ia berhasil menggerakkan hati gadis itu? Sementara hatinya merasa sedikit bahagia karena Jessica memanggilnya yang melangkah pergi, ia menunggu kedatangan gadis itu, setidaknya untuk memeluknya seperti di novel roman yang pernah ia baca.

“ Mian…”

Kris menoleh, ia menyembunyikan senyumnya dan menatap wajah Jessica yang menunduk.

“ Aku takut merasakan kehilangan “

Kris mendongak, matanya melebar setelah melihat Jessica yang berbalik.

Hanya itu? Tidak ada pernyataan perasaan seperti yang telah ia akui pada gadis itu? Apa gadis itu tidak mencintainya? Apa hanya dia yang terhanyut pada perasaan dan hubungan mereka selama 3 tahun ini?

“ Sica_ ya” Spontanitas langkah itu menahan Jessica untuk pergi dari tempat ini.

Kris menarik tangan Jessica dan memeluknya. Sebenarnya ini diluar rencananya. Hari ini ia hanya ingin melihat Jessica mengakui perasaannya dengan sedikit kejahilannya. Ia hanya pura-pura marah karena Jessica tidak mau mengakui hubungannya di depan teman-teman mereka hari ini.  Siapa tahu setelah ia mengakui perasaannya dengan cara seperti ini Jessica tergoyah dan mau mengakui perasaannya juga. Namun sepertinya Kris salah. Perasaan Jessica terlalu kompleks.

“ Aku juga memiliki kisah kehilangan, seperti kau kehilangan adikmu dan akhirnya kau bisa menemukan Hara sebagai penggantinya, namun akhirnya kau juga kehilangan adikmu untuk kedua kalinya. Tapi tidakkah kau mengerti apa yang dimaksud Hara? Ia hanya ingin kau bahagia dan melepas kesedihanmu, dia hanya percaya padaku karena aku bisa menyayanginya ( Hara) seperti kau menyayanginya. Dia hanya ingin aku juga bisa menjagamu dan menyayangimu “

“ Mian…”

“ Apa kau ingin kita mengakhiri ini? Jika memang cara Hara tidak berhasil , dan tidak merasa nyaman, kau bisa melepaskannya, kita bisa mengakhirinya dan meminta maaf padanya karena tidak bisa mewujudkan keinginannya untuk memiliki keponakan tampan dan cantik”

Jessica tersenyum, ia masih dalam pelukan Kris. Hara benar, ia seharusnya tahu jika gadis itu sangat menyayanginya, itulah sebabnya ia ( Hara ) ingin agar ia bersama Kris.

“ Aku berfikir, kau mengerjaiku tentang perasaanmu, kau sangat berlebihan”

Kris terdiam, ia berdehem kecil. Rencananya tercium, dan ia juga tertipu sikap Jessica. Akibatnya kini ia yang terhanyut dengan perasaannya kembali.

“ Aku tidak berbohong tentang aku menyayangimu, aku juga tidak berbohong tentang aku yang mencintaimu”

Jessica memicingkan mata, ia mengangkat sebelah alisnya.

“ Aku serius” Kris mengeratkan pelukannya.

Jessica tersenyum. Ya, ia percaya dengan perasaan Kris. Meskipun makhluk ini menyebalkan. Namun ia percaya dengan perasaannya.

Perlahan tangan Jessica beranjak, ia melingkarkan tangannya pada tubuh Kris. Ia membalas pelukan Kris.

“ Aku menyayangimu, meskipun kau adalah makhluk yang paling menyebalkan sekalipun, apapun itu dan bagaimanapun hubungan kita”

Kris tertawa.

Yess, ia berhasil.

“ Jadi, tinggal satu misi kita” Kris melepaskan pelukannya.

Sementara Jessica menatapnya curiga.

“ membuat keponakan yang tampan dan cantik untuk Hara” ucapnya dengan tatapan evil.

Jessica melebarkan mata.

“ Hya! Dasar otak yadong! Jangan bahas itu sekarang Wu Yi Fan!”

PLETAK

“ Hya!!..kau baru saja mengakui perasaanmu dan kau melakukan kekerasan dalam rumah tangga lagi?”

“Itu karena kau yang memulainya !” Jessica masih mengangkat tangannya.

Kris mendengus kasar.

“ Baiklah…maukah kau menjadi sahabatku? Kita tidak perlu bertengkar seperti ini? Kita bersahabat dan berpacaran” tawar Kris. Ia sangat tahu pukulan Jessica itu menyiksa.

“ Shireo”

“ Kau tahu… bosan bertenkar denganmu “ imbuh Jessica. Sementara Kris mengaduh kesakitan.

Kris mendongak dan menatap tajam Jessica.

“ Lalu, bisakah kita selamanya saling mencintai?” Kris mengeluarkan senyum termanisnya, senyum tulus yang menurut Jessica berubah menjadi sangat tampan.

“ Eum…” Jessica mengangguk dan tersenyum.

Dan itulah mereka.

Saling menyayangi, selalu bertengkar, saling mencintai. Dan tidak perduli dengan apa yang akan dikatakan orang kepada mereka selama ini, whatever but this is love.

 

The End.

 

Special for Go Hara….

“ Terima kasih telah mempertemukan dua makhluk aneh yang akhirnya saling mencintai ini, meskipun mereka menghiasi hari-hari indah mereka dengan sedikit berbeda, tapi tujuanmu telah tercapai, kau mempersatukan mereka dengan cara yang unik “

 

Special for Nicole…

“ Mian Nicole…kami tidak bermaksud menipu mu. Tapi kami menjalin hubungan jauh sebelum kita saling kenal. Hanya saja kami tidak pernah mengatakannya. Kami harap kau bisa menerimanya, dan kau mau datang ke pertunangan, pernikahan, bahkan saat-saat bahagia kami”

Special for Lay and classmate…

“ Terima kasih telah dan selalu mendukung bagaimana pun kami, kami yakin kalian yang paling bahagia ketika mendengar cerita kami bersama, apapun itu, maaf kan kami yang sering mengganggu kalian saat bertengkar “

 

 

 

Anyeong….aku merilis lebih cepat, dan maaf kalau author satu ini sering bikin ending yang menggantung🙂 Please No Sequel karena nanti ceritanya bisa ngeladur kemana-mana.

Pada intinya untuk kisah ini adalah…… silahkan tentukan sendiri …hehehehe..

aku sudah sisipkan beberapa maksudku untuk ep ep yang kayaknya lumayan gagal🙂

kali ini aku nggak targetin komentar. Komentar kalian adalah menunjukkan bagaimana karyaku ini. Jika kalian suka kalian bisa berkomentar setelah membacanya, jika memang ceritanya biasa dan standart, itu hak kalian untuk menghargainya🙂

But…untuk readers tercinta dan special yang telah request , mian ya…kalau yang kemarin agak buruk dan kurang berhasil. Yan ini juga sudah dimaksimal in kog.🙂 aku tunggu kritik dan sarannya. Terima kasih juga karena udah request jadi ngebuka ide untuk ep ep ini🙂

Semoga suka ya….

 

Dan Aku mau membuka lagi untuk kelanjutan sequel JSBM , bukan bermaksud PHP.

Ep ep ini adalah come back setelah beberapa bulan vacum hehehehehe maklum banyak kerjaan dan sedang dilanda stress. Nggak baik untuk ide ep ep Sequel JSBM yang kesannya ceria🙂

 

xie_xie…

 

17 thoughts on “[Three Shoot] Special request of Krissica- Whatever Love ~ Part 3 _end

  1. Kasian nicole sih,hehe bener kata kris apa selamanya mereka harus sembunyi2 demi jaga perasaan yeoja2 yang suka sama kris ? Eeiii kirain mereka udah punya anak baru end 😂

  2. Yhah… Udah end, cepet bgt, emang cuma threeshoot. Padal seru pas bagian kris sama jessica betengkar terus, seru bgt. Yaudah berhubung udah end. Oh iya ditunggu karya yg lainnya :* gomawo

  3. kyaaa kyaaa aku gatau mau ngomong apa aaaaaa. aku suka sekaliiiii sama alurny, watak cast nya dan authornya!!!! sukaaaaaa sukaaaa!! bagus banget dan tidak mengecewakan kyaaaaa. authornim ini keren banget ciusaaannn. ditunggu ff karyamuuu^^

  4. Keren thooor ^^ . Kasian sama nicole, tpi mau gmna lg mereka pacaran jauh sebelum nicole kenal mereka. Pokoknya daebak untuk author ^^ . Di tunggu loh ff mu yg lain nya ^^

  5. Yaa.. Udah ending aja neh ffnya, padahal seru banget^^
    Saya kasian ama Lay yg patah hati & sebel ama Nicole -,-
    Berharapnya seh ada adegan pas KrisSica ngejelasin hubungan mereka yg sebenarnya kepada teman2 mereka biar gak salah paham, terutama ama si Nicole biar gak benci ama Sica lagi >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s