[ Series ] CHANDELIER ( Chapter – 1 )

CHANDELIER ( Chapter – 1 )

Ryeon_Hime Storyline

Jung Sooyeon × Jessica Jung

 Angst – Family – Romance

Chaptered || PG-15

 

Words : 20 K+

 

Credit Poster : TaeMey @ Poster Design Art

 

OoOoO

 

Chapter 1 : The Twins

 

 

 

San Francisco , 18th April 1989

 

” Eughhh….Yun , Cepat … sakit .  ”

” Bertahanlah sayang , sebentar lagi . Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit . ”

Kesunyian di salah satu malam musim Semi yang damai tiba-tiba terusik akan keberadaan sebuah Mobil jenis sedan mewah yang tengah melaju membelah jalanan ramai kota dalam kecepatan tinggi-membabi buta .

Di dalam mobil itu sepasang suami-istri tengah di cengkeram rasa panik dan cemas yang tak terbendung saat suara lenguhan kesakitan dari sang istri tak kunjung lenyap sejak setengah jam yang lalu . Sang suami mesti Ekstra berkonsentrasi saat ia harus membagi perhatiannya antara Jalanan di depan sana dan tetap memastikan keadaan Istrinya yang sudah tak lagi berdaya agar tetap mempertahankan kesadarannya hingga sampai di rumah sakit nanti .

Pakaian berupa Daster berwarna Putih gading yang dikenakan wanita berwajah Asia itu sudah basah kuyup oleh keringat juga Air ketuban yang telah menggenang dibawah kakinya . Terus merintih dan melenguh bahkan rasanya sangat ingin berteriak saat gejolak dalam perutnya yang membuncit besar itu seolah hendak meledak-mengeluarkan makhluk kecil yang meng-inang dalam tubuhnya selama hampir 10 bulan lamanya .

” Yun, a-ku su-dah ti-tidak k—kuat lagi . ”

” Tahan sayang , bertahanlah . Ku mohon kau tetap bertahan dan tenang . Kau harus kuat , demi anak kita . ”

” AAAAGGHHH ”

Di depan sana sudah terlihat sebuah bangunan besar bertingkat dengan Plang nama sebuah rumah sakit ternama di seantero tanah California  Here we go . ”

 

CKIIITTT

 

Bunyi gesekan antara permukaan kasar jalan dan ban yang bergesekan saat si pria menginjak rem kuat-kuat menimbulkan bunyi yang spontan membuat gigi ngilu beberapa saat . Namun pria itu bergeming . Membuka pintu disampingnya bak orang kesetanan, setengah berlari ia menuju pada pintu disisi lain mobilnya tersebut dimana wanita yang amat dicintainya masih terkunci di dalam sana .

Digendongnya tubuh sang istri yang nyaris kehilangan kesadarannya itu dalam gendongan hangat ala pengantin baru-Bridal Style . Mobil ia biarkan terparkir serampangan di depan bangunan bertingkat dengan bau Desinfektan menyengat yang sedikit membuatnya mengalami limbung sesaat .

” Toloooooong . ” teriaknya panik menanggalkan Imej kaku dan dinginnya pada selusin manusia berseragam putih perawat yang justru asyik mengobrol di depan Lobi penerimaan pasien yang memang cukup lengang pada saat itu .

Beberapa perawat dengan cekatan mendorong sebuah ranjang dorong yang telah siap sedia disana dan segera merebut tubuh wanita berperut buncit yang terus merintih kesakitan itu-meletakkannya diatas ranjang dorong .

Secara tergesa dan setengah berlari sang suami beserta beberapa perawat laki-laki mendorong ranjang tersebut menuju ruang gawat darurat yang pintunya tlah terbuka lebar dengan sesosok Dokter berambut putih telah menunggu disana . Prosedur rumah sakit yang melarang keluarga mendampingi pasien masuk ke ruangan selama Dokter tengah melakukan penanganan, membuat pria berpostur tegap itu langsung mengumpat murka .

Namun kemurkaannya tak berlangsung lama saat  ia melihat ranjang sang istri kembali di bawa keluar namun justru didorong menuju arah yang tak ia ketahui .

Dengan panik pria itu menyusul .

” Mr. Jung … ” sebuah tepukan di bahu membuat Pria tampan itu berhenti berlari dan spontan menoleh ke belakang .

” Suster Patricia …. ”

” Hm , apa yang terjadi ? ”

” Aku tidak tahu persis , tapi yang kutahu dia mengeluarkan Urine yang cukup banyak dan mengeluh perutnya terus berkontraksi keras . Aku tidak begitu mengerti …. ”

Suster paruh baya berusia 45 tahun itu tersenyum-sungguh kontras dengan eskpresi kepanikan yang masih terlihat jelas di wajah pria di hadapannya .

” kau tidak perlu khawatir . Sudah tiba waktunya  . ” ucap Suster Patricia tenang .

” Tunggu , jangan katakan kalau Urine yang di keluarkan istriku  tadi ….. ”

” Air ketubannya yang sudah pecah . ” sambar sang suster .

” Apa itu artinya …. ” sang Pria sudah fak dapat melanjutkan kata-katanya. tak dapat menampik perasaan haru dan Excited yang secara tiba-tiba melingkupi hatinya . Matanya sudah panas menahan air mata .

” Yah , anda akan segera menjadi ayah . ”

 

.

 

.

 

Hei kalian , Drama apa yang paling Menegangkan dan mendebarkan yang pernah kalian ketahui ?

Hm ?

Tidak diragukan lagi pertanyaan semacam itu pasti akan melahirkan berbagai macam jawaban . Jawaban berbeda dengan Perspektif Individu masing-masing , dengan alasan yang juga tidak mungkin sama antara satu dengan yang lainnya .

Tetapi , setuju kah kalian jika aku mengatakan bahwa Drama yang paling menegangkan adalah Drama bernama ‘Persalinan’ ?

Tidak setuju ? Oh ayolah , bahkan kalian yang mengatakan diri tidak setuju akan pendapatku sebenarnya pernah terlibat dalam Drama itu .

Siapapun—jauh sebelum dia bisa mengingat, sebenarnya setiap makhluk khususnya manusia pernah mengalami Drama bernama ‘Persalinan’ atau istilah lainnya disebut ; kelahiran . Sebuah Drama yang menampilkan adegan betapa keras dan susahnya perjuangan seorang wanita-rela mempertaruhkan nyawa  walau kondisi tubuh yang keseluruhan mengejang kesakitan menahan rasa seolah ingin meledak-mati itu  hanya demi mengeluarkan sosok kehidupan baru yang selama 9 bulan 10 hari menghuni rahim sang wanita .

Semua orang pasti pernah merasakan yang namanya kelahiran tanpa terkecuali .

Bayangkan perjuangan Ibu kalian saat berusaha melahirkan kalian . Bayangkan betapa raungan , lenguhan bahkan teriakannya bagai membelah langit demi menyuarakan kesakitannya saat melahirkan mu . Perjuangan mendebarkan sekaligus menegangkan-bukan hanya mempertaruhkan nyawanya sendiri , melainkan juga nyawa tak berdosa yang dipercayakan padanya yakni Kalian . Kita semua . Semua orang .

Jika mengingat semua itu , masihkah kalian berpikir bahwa Drama lain jauh lebih menegangkan dari Drama Mendebarkan seorang wanita yang berusaha melahirkan anaknya ?

Masih ?

Semoga kau tak termasuk dalam golongan orang-orang Tak tahu diri dan Munafik .

 

….

 

Drama perjuangan serupa lah yang mesti dilakoni oleh wanita berwajah Asia yang kini tengah bergelut dengan rasa sakit yang pasti akan dialami oleh setiap wanita di dunia . Melahirkan .

Sebuah tugas mulia nan membutuhkan Pengorbanan tinggi dengan nyawa sebagai pertaruhan tertinggi .

Drama persalinan itu berlangsung menegangkan . Lenguhan dan jeritan seperti tak ada habisnya terus terdengar . Disamping wanita yang menyandang marga Jung tersebut , berdirilah sosok pria tampan yang tak pernah absen membisikkan kata-kata penenang dan penyemangat sembari menggenggam erat tangannya demi melewati Fase yang sangat menyakitkan dan melelahkan ini .

Tubuhnya sudah benar-benar terasa babak belur akan seluruh rasa sakit dan lelah yang dirasakan tubuhnya , terutama bagian bawah tubuhnya yang terasa semakin melar-robek demi mengeluarkan sebuntal daging bernyawa dari saluran rahimnya .

” AAAAGHHHHHH ”

Satu jeritan terkuat dan dengan tenaga terakhir yang masih tersisa , Bak cairan Urine yang dikeluarkan kala pipis , sososok bayi-merah bulat bak Onggokan daging yang berkaki dan bertangan melancar begitu saja tanpa penghalang sekaligus pertanda akhir dari perjuangan mulia sang wanita yang telah resmi menjadi seorang Ibu detik itu juga .

” Selamat Tuan ,Nyonya , bayi anda perempuan . ” ucap Seorang suster yang telah berumur senja pada pasangan yang tengah dilanda Euforia bahagia akan kelahiran anak pertama mereka .

Bayi itu menangis keras dengan gerakan tangan dan kaki yang begitu lincah walau baru beberapa detik di keluarkan dari tubuh Ibunya . Perasaan haru ketika melihat anak yang selama ini mereka tunggu-tunggu selama hampir 10 bulan , membuat pasangan itu langsung meminta anak mereka walau tubuh sang bayi sendiri masih di penuhi Darah disana sini .

Terus menangis seakan esok kiamat , sang bayi di berikan ke gendongan Ibunya . Dokter mengisyaratkan untuk memulai Ritual pasca kelahiran yang dipercaya akan semakin memperkuat ikatan Emosional antara Orang tua dan anak ; Inisiasi dini dan metode Skin to skin .

Dalam gendongan Ibunya bayi itu secara ajaib terdiam-berhenti menangis dan tenang . Matanya yang sejak tadi masih tertutup akhirnya terbuka secara perlahan , menampilkan mata bulat cantik dengan Iris kecokelatan yang memancarkan kehangatan . Mata itu menatap lurus dan lembut pada wajah Ibunya . Sang Ibu menangis Haru dikala tangan halusnya mencoba menyentuh wajah sang bayi yang begitu halus . Ekspresi pasangan orang tua baru itu terpana saat menatap pertama kali wajah anak pertama mereka sedekat ini . Begitu Cantik dengan mata bulat ber-iris cokelat yang menyimbolkan kepolosan juga memancarkan kehangatan,hidung bangir nan kecil dan bibir tipis yang pasti akan membuat Pria-pria bertekuk lutut saat ia dewasa nanti . Walau masih berlumuran darah karna belum sempat dibersihkan pasca persalinan, seluruh orang sepakat bahwa kulit sang bayi begitu halus dan mulus layaknya Boneka Porselen .

Sungguh Tuhan baru saja menunjukkan kekuasaannya tuk ke sekian kali . Bayi cantik ini adalah Anugerah yang tak terhingga harganya , Kecantikannya yang telah terpancar walau baru saja dilahirkan membuat sang orang tua bersumpah untuk menjaga kecantikan itu hingga akhir hayat mereka .

” Anak ku …. ” lirih sang ibu haru .

” anak kita . ” timpal sang ayah-bersamaan mengecup wajah putri mereka sebelum diberikan kembali pada jejeran Perawat yang telah bersiap memandikan putri mereka pertama kali .

 

”  AAAAGHHHHHH ”

 

Semua orang dalam ruang persalinan itu seketika panik saat mendengar teriakan histeris si wanita yang baru saja melewati proses persalinan beberapa saat yang lalu . Waita itu meronta kesakitan-berteriak keras seolah rasa sakit yang dirasakannya akan menghabisi nyawanya saat itu juga .

” Ahra , kau kenapa , apa yang terjadi My Love ? ”  sang suami yang memang tak pernah beranjak sesenti pun dari sisi Istrinya-yang kita ketahui bersama bernama Ahra-bertanya dengan raut cemas .

” AGHHH , sakit , Yun …. Nggh… Dokter, Toloooong ” jawab sang istri-Ahra sembari meronta dari meja persalinan yang masih di tempatinya .

Dokter yang membantu persalinan Ahra beberapa saat yang lalu bergerak memeriksa beberapa tanda vital di tubuh wanita yang baru saja menyandang status Ibu tersebut . Di iringi tangisan bayi Ahra yang berontak saat sedang dimandikan- suara tangisan dan jeritan Ibu dan anak itu seolah mencekam suasana ruang persalinan tersebut .

Beberapa perawat berlarian ke sisi lemari peralatan medis yang baru saja di bersihkan beberapa saat yang lalu setelah mendapati Isyarat dari Dokter yang saat ini tengah memeriksa perut serta selangkangan Ahra yang kembali Berkontraksi entah karna apa . Wajah Dokter wanita yang rambutnya sudah memutih tersebut berubah tegang dengan mata membelalak ketika melihat tanda-tanda yang di tunjukkan oleh Ahra saat ini .

W—what’s happening Doctor ? What happen to my wife ? ” tanya sang suami .

” Mr. Jung Yunho , Istri anda mengalami Kontraksi kembali dan sudah mencapai Pembukaan akhir . ” jawab Dokter Spesialis kandungan tersebut .

“M—maksudnya ? Saya tidak terlalu mengerti istilah-istilah medis semacam itu.”

” maafkan saya sebelumnya , ini benar-benar di luar dugaan . Saya tidak menyangka bahwa ternyata selama ini ada dua janin yang bersemayam dalam rahim Istri anda . Ini merupakan sebuah keajaiban karna Bayi ini , ternyata berposisi melintang antara Pinggang dan perut nyonya Ahra selama ini  . dalam kasus kehamilan kembar , kasus ini memang sering terjadi . Namun peluang kehidupan sang bayi jadi lebih kecil karna resiko tertimpa oleh saudaranya yang menempati ruang rahim utama amatlah besar , belum lagi bayi yang melintang ini juga mengalami resiko kekurangan asupan Nutrisi karna posisi Plasenta nya saja tidak lazim . Bisa jadi sang bayi akan terlilit Plasenta nya (Tali pusar) sendiri dan kemungkinan—tidak akan selamat . sungguh suatu keajaiban bayi ini masih bisa bertahan walau saudaranya telah keluar hampir 10 menit yang lalu . Kami akan menyelamatkan Anak anda yang satunya lagi, Tuan . Kami berjanji . ”

Diantara penjelasan Dokter yang beritme cepat nyaris persis seperti penyanyi Rap , Jung Yunho-nama Pria itu hanya menangkap beberapa kata saja dari serentetan penjelasan panjang lebar dan cepat dari Dokter yang menangani persalinan istrinya .

Yang ia bisa pastikan saat ini hanyalah Istrinya akan melewati Persalinan untuk yang kedua kalinya malam ini karna harus mengeluarkan Bayi mereka yang satunya lagi . Kembaran dari bayi perempuan mereka nan cantik yang kini tengah ditangani oleh para perawat di ruangan lain .

Perasaan Yunho benar-benar tidak bisa tergambarkan . Rasanya ia  sungguh luar biasa bahagia dengan kenyataan bahwa ia kini menjadi ayah bagi sepasang bayi kembar . Dan lagi, kehadiran bayi yang tengah di perjuangkan nasibnya oleh istri dan tim dokter yang bekerja ini seperti sebuah Kejutan besar baginya dan tentu saja bagi Ahra-istrinya .

Hampir selama 10 bulan mereka hanya mengetahui bahwa Ahra hanya mengandung satu bayi saja dalam rahimnya . Bahkan Dokter yang biasa rutin di kunjungi Ahra setiap 1 bulan sekali demi memeriksakan kandungannya saja tidak pernah menyinggung kemungkinan Ahra mengandung sepasang bayi kembar .

Kemampuan Teknologi yang pada masa itu masih belum mumpuni demi mengidentifikasi hal-hal tak terduga semacam ini , apalagi mengidentifikasi keberadaan Objek dalam kasus kali ini berupa bayi yang posisinya ‘Tersembunyi’ antara Lipatan lemak antara Pinggang dan perut seperti yang dialami oleh Istrinya ini, tentu saja amat sangat sulit .

Namun Yunho benar-benar bersyukur karna Bayi keduanya ini benar-benar kuat dan luar biasa . Sekarang ia hanya bisa Berdoa pada Tuhan dan terus memberikan semangat pada Istrinya agar mereka dapat menggendong dan menimang kedua anak kembar mereka secara utuh tanpa harus menelan pil pahit kehilangan salah satu diantara mereka .

 

Proses persalinan kedua ini berlangsung jauh lebih lama  . Nampak Jung Ahra yang sudah begitu tak berdaya, menggunakan sisa-sisa tenaganya untuk tetap mempertahankan kesadarannya . Dia tahu dia tidak boleh sampai Pingsan saat prosesi ini karna hal itu akan membahayakan bayi dalam kandungannya . Jika sampai Ahra pingsan maka tidak ada lagi tenaga pendorong dari dalam untuk mengeluarkan bayi itu . Jika sudah begitu , sang jabang bayi terancam tersangkut dalam saluran rahim Ibunya dan dapat kehilangan pasokan Oksigen yang berarti Fatal bagi kehidupan sang jabang bayi . Bayi itu tidak akan selamat .

Maka dari itu, Ahra tetap berusaha walau dia sudah tak memiliki tenaga lagi untuk mengejan dan mendorong bayinya . Posisi bayinya yang melintang membuat Proses kelahirannya jauh lebih menyakitkan dari bayi yang pertama . Dia sudah nyaris menyerah . Namun keyakinan dan kata-kata penyemangat dari suami juga para Dokter terus berkumandang di sekelilingnya .

Akhirnya dengan cengkraman kuat ia balas menggenggam tangan suaminya-Yunho dan mengeluarkan tenaga terakhirnya untuk malam ini . Mengejan hebat disertai lengkingan teriakan kencang memekakkan telinga , Ahra menarik tubuhnya hingga setengah duduk .

”  AAAAGHHHHHH ”

Bayi berjenis kelamin sama dengan bayi pertama akhirnya keluar dengan posisi pantat yang keluar terlebih dahulu . Tim Dokter langsung memberikan sang bayi pada perawat untuk segera di bersihkan sementara mereka akan menjahit robekan di mulut Vagina Ahra .

Ahra telah terkulai lemas saat Dokter masih bekerja pada bagian bawah tubuhnya . Airmatanya terus meleleh dengan tatapan sayu yang memancarkan kebahagiaan dan rasa haru pada Yunho yang balas menatapnya penuh rasa Cinta dan bangga .

” Kau hebat , My Love . Kau memang hebat . Terima kasih . ” bisik Yunho sambil menghujani wajah istrinya dengan kecupan-kecupan penuh cinta .

Ahra tersenyum dan mengalihkan pandangannya pada sekumpulan perawat yang telah selesai membersihkan bayi keduanya . Sementara dari arah muka pintu , datang Suster Patricia dengan menggendong buntalan selimut berwarna biru lembut-yang dipastikan isi selimut tersebut adalah bayi pertama .

Suster Patricia beserta satu suster-entah siapa namanya berjalan mendekati pasangan Yunho dan Ahra .

Dengan tangan gemetaran Yunho menerima Bayi dari gendongan suster Patricia lantas menghujani wajah bayi yang tengah menatapnya polos itu dengan kecupan sayang . Berbeda dengan Yunho , Ahra menggendong bayi kedua dengan sedikit rasa heran yang entah sejak kapan menggelitik dalam benaknya .

Entah memang hanya sekedar perasaannya atau memang benar jika bayi keduanya ini sama sekali tidak mengeluarkan tangisan keras layaknya bayi pertama ?

Bayi dalam dekapan Ahra sejak di ‘keluarkan’ tadi hanya Diam . Matanya telah terbuka sejak di bersihkan oleah perawat , tapi dia tetap tidak menangis . Padahal , bukankah seharusnya bayi baru lahir itu menangis setelah berhadapan dengan manusia lain untuk pertama kali ? Dan menurut pendapat medis , bayi yang baru dilahirkan pasti akan menangis karna hal tersebut menandakan pernapasan sang bayi telah berfungsi dengan baik pasca terpisah-keluar dari tubuh Ibunya .

Bayi dalam dekapan Ahra ini hanya menatap balik kearahnya dengan binar kepolosan diantara manik kecokelatan nan bulatnya itu . Wajah si bayi nampak merona dengan mulut megap-megap seolah hendak menyampaikan sesuatu . Ahra tak kuasa menahan tangannya untuk menyentuh putrinya itu-terpesona akan keindahan dan kepolosan dari mata dan ekspresi sang bayi yang membuatnya haru . Ia yang sempat berpikiran yang tidak-tidak tentang ‘Kelainan’ dari bayi kedua yang dilahirkannya , langsung membuang prasangka buruknya itu setelah mendapatkan respon berupa tangan kecil dan mungil sang bayi yang menggenggam balik satu jari miliknya yang ia pergunakan untuk mengelus pipi gembil bayinya tersebut . Tangis haru Ahra tak kunjung mereda .

Berbeda dengan Ahra yang tengah menangis haru , Yunho yang menggendong bayi pertama , kini tengah bercanda dengan dengan bayi itu . Bayi itu sibuk berceloteh dengan bahasa bayi nya yang tak satupun orang dewasa-bahkan sang ayah mengerti .

Interaksi antara Yunho dengan si bayi pertama tak ayal membuat Ahra penasaran .

” Anata , aku ingin menggendongnya juga .  .” Kata Ahra menunjuk si bayi dalam dekapan Yunho dengan menggunakan dagu .

” baiklah , kita tukaran . ” jawab Yunho memberikan Bayi pertama ke dalam gendongan Ahra , sementara ia langsung memindahkan posisi bayi kedua ke dalam gendongannya .

” Hello cantik .. ” tegur Yunho pada bayi kedua yang sepertinya tengah berusaha beradaptasi-memandang laki-laki pertama yang menyapa hidupnya yang baru berumur beberapa menit .

Keterpesonaan dan antusias Yunho pada bayi pertama juga di tularkannya pada bayi kedua . Yunho terus mengajak si adik ini bercanda , namun entah kenapa bayi kedua ini terlihat lebih pasif dan pendiam . Dia tak mengeluarkan celotehan khas bayi layaknya yang dilakukan bayi pertama .

Namun Yunho tahu kalau bayi itu mengenali siapa dirinya. Tatapan mata nan penuh arti itu adalah jawabannya . Walau hanya berbicara melalui tatapan matanya saja , tapi Yunho tahu kalau bayi dalam dekapannya ini hendak menyampaikan berbagai macam hal yang mungkin menggelitik otak nya . Bayi itu membuka tutup mulutnya seolah hendak berbicara-meski mustahil pada sang ayah . Tangannya yang mungil terulur mencoba meraba wajah berpotongan tegas dengan mata musang tajam yang memancarkan kasih sayang kepadanya . Yunho mendekatkan wajahnya agar dapat dijangkau oleh tangan pendek bayinya . Bayi itu langsung menepuk-nepuk pipi Yunho seolah gemas . Dan setelah itu , Yunho yakin bahwa ia tak sekedar salah lihat , bayi itu tersenyum . Begitu manis , begitu cantik , seolah dengan senyuman itu saja sang bayi dapat mengangkat segala beban masalah semua orang-khususnya kedua orang tuanya .

 

.

 

.

 

Ahra terkikik membayangkan dirinya sendiri yang berbaring terlentang dengan bagian depan bajunya yang terbuka lebar-menampilkan payudaranya yang telah mengeluarkan cairan penghantar kehidupan paling berharga di dunia . Dengan sepasang bayi kembar yang diletakkan tengkurap di masing-masing buah dadanya , Ahra merasa dirinya seperti seekor Induk kucing yang tengah menyusui anak-anaknya .

Inisiasi dini . Sebuah proses penting pasca kelahiran dimana bayi akan di letakkan di atas dada ibunya yang telanjang dengan tujuan memupuk sifat kerja keras dan pantang menyerah si bayi untuk mencari puting susu ibunya . Ini juga dipercaya dapat memperkuat ikatan Emosional antara Ibu dan anak .

Proses itulah yang tengah dijalani Ahra saat ini . Kedua bayinya telah berhasil mencapai puting dadanya walau perlu usaha keras . Apalagi di tambah lengkingan tangis si bayi pertama yang terlihat putus asa karna tak kunjung menemukan apa yang dicarinya . Namun , lagi-lagi Ahra dibuat heran dengan tanda-tanda yang di tunjukkan si bayi kedua . Walau si bayi kedua juga terlihat panik dan gusar dalam usaha  mari-mencari-puting-susu sama seperti saudarinya , namun sang bayi terkesan lebih sabar dan tenang . Bahkan ketika sang kakak telah menangis keras karna tak kunjung menemukan puting susu yang dicarinya , sang adik tetap diam tenang dengan gerakan kepala mengarah ke kiri dan ke kanan-tetap Fokus mencari Objek yang menjadi Incarannya .

Anata , tidak kah kau merasa aneh ? Perasaan , si adik sama sekali tidak menangis dari tadi , berbeda dengan si kakak . ” komentar Ahra diantara dua kepala mungil yang tengah memperkosa dadanya .

Yunho yang tak pernah beranjak dari sisi sang istri ikut mengernyitkan dahi . Yah benar, bahkan sejak di keluarkan tadi , si adik ini tidak menangis sama sekali . Seketika perasaan Yunho dilanda ketakutan .

Yunho tak tahu mesti menjawab apa pada sang istri . Jika di tanya apa dia merasa aneh karna sikap bayi kedunya , tentu saja jawabannya iya . Tetapi dia tidak tahu ada apa dan kenapa bayi keduanya ini tidak menangis seperti saudarinya yang aktif dan sering kali menangis-tipikal bayi sekali .

” tidak ada yang perlu di khawatirkan , Tuan, Nyonya . Kami sudah memeriksa tanda-tanda Vitalnya, dan kami memastikan bahwa kedua bayi anda berdua terlahir sempurna, tanpa kekurangan atau pun cacat sedikit pun . ” Suster Patricia angkat bicara . Suster yang telah ikut mendampingi proses persalinan pasangan Jung itu sejak awal dan tak pernah sedikitpun beranjak dari sisi pasangan itu seakan tahu apa yang dikhawatirkan oleh kliennya .

Yunho menggaruk kepalanya dengan canggung . ” eum—Sebenarnya kekhawatiran kami tidak sampai kesana . Kami hanya sedikit heran karna si adik ini jauh lebih pendiam dari pada si kakak , dan sejak di lahirkan , kami tidak mendengar tangisannya sama sekali . Tapi , syukurlah jika kedua bayi kami terlahir dalam kondisi sempurna , kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Dokter dan perawat sekalian.. ”

” aku mengerti , Mr.Jung . Memang pada umumnya bayi yang baru lahir pasti menangis karna itu menandakan Fungsi pernapasannya yang sudah bekerja dengan baik , namun tidak sedikit juga kasus kelahiran yang menyatakan bahwa ada segelintir bayi yang justru terlahir dalam kondisi tidak menangis seperti anak kedua anda ini . Namun, kita tidak perlu cemas karna itu hanya soal sepele . Selama tanda-tanda Vitalnya tidak menunjukkan hal buruk , kita bisa tenang . ”

Pasangan Jung itu menghela nafas lega bersamaan .

” tadinya aku merasa sangat khawatir kalau si adik tidak akan selamat . Mendengar penjelasan Dokter tadi , kaki ku sudah gemetaran . ” kata Yunho membelai surai kehitaman sang Istri .pikirannya menerawang pada penjelasan seorang Dokter saat Istrinya mengalami Kontraksi hebat kedua sesaat setelah kelahiran bayi pertama mereka .

” Namun aku sungguh bersyukur dan bangga pada mu, karna berkat Usaha keras dan tekad mu untuk menyelamtkan nyawa anak kita , kita tidak harus kehilangan salah satu diantara mereka . Terlebih , si adik ini benar-benar seperti kejutan buat kita semua,karna tak ada satupun diantara kita yang menyangka kehadirannya , disaat selama hampir 10 bulan ini , kita hanya tahu kalau kau hanya mengandung satu bayi , bukannya dua .  Bahkan tak ada seorang pun pernah menyinggung bahwa kau hamil kembar . Ini benar-benar luar biasa , Ahra . Terima kasih . Kau benar-benar menjadikan ku laki-laki sempurna dengan kehadiran putri kembar kita ini . ”

Ahra hanya menganggukkan kepalanya . Airmatanya kembali menetes setelah mendengar ungkapan terima kasih suaminya yang walau sangat sederhana , namun bermakna begitu dalam baginya .

Sementara Suster Patricia-sebagai satu-satunya orang asing dalam lingkaran keluarga kecil Jung yang baru saja mendapat anggota baru itu tak dapat menyembunyikan rasa harunya juga . Ia pun turut menangis walau hanya satu-dua tetes airmata saja yang jatuh di pipinya .

Suara kecapan dari dua bayi yang sedang menyedot rakus ASI dari Ibunya untuk pertama kali masih mendominasi di ruang rawat Ibu dan anak itu .

Oooeeek , Ooeeekk … ” (saya bingung mau bikin Ilustrasi suara tangisan bayinya gimana, yah anggaplah seperti itu)

Tiba-tiba suara tangisan bayi yang sudah dapat dipastikan berasal dari si kakak terdengar-sepertinya kekenyangan setelah menyedot ASI ibunya selama hampir 30 menit lamanya .

Suster Patricia dengan cekatan mengangkat bayi bertubuh mungil namun gembul itu dari atas dada Ahra-Ibunya, lantas menyerahkannya pada sang ayah . Suster Patricia menginstruksikan pada Yunho untuk menggendong bayinya dengan posisi kepala bayinya berada di pundak Yunho sementara tangan Yunho nanti akan mengelus punggung dan menepuk-nepuk pantat si bayi untuk membuat si bayi mengeluarkan sendawa . Yunho-walau agak sedikit kaku dan gugup karna ini merupakan pengalaman pertamanya , mengikuti Instruksi Suster Patricia dengan senang hati .

Terdengar rengekan protes dari sang bayi yang sepertinya belum terbiasa di gendong sedemikian rupa oleh ayahnya . Suster Patricia tersenyum saja melihat kerut di dahi Yunho seolah mengekspresikan ketidakyakinannya dalam menggendong anaknya seperti ini setelah mendengar protes dari si bayi barusan .

Sementara si bayi kedua yang masih setia berada diatas dada Ibunya , tetap tenang saja menikmati ASI dari Ibunya tanpa terkesan buru-buru-tidak rakus sama sekali seperti yang di tunjukkan saudarinya tadi .

” Dia ini sepertinya lebih sabar dari saudarinya ” lagi-lagi Ahra berkomentar tentang sifat berbeda yang sudah di tunjukkan kedua bayi kembarnya .

Suster Patricia mengangguk membenarkan . Kali ini dia membantu memindahkan si bayi dari atas dada Ahra , dan menginstruksikan Ahra menggendong sang bayi sama dengan yang dilakukan Yunho pada bayi pertama .

” Sepertinya mereka berdua walau memiliki rupa wajah yang nyaris sama persis, telah menunjukan perbedaan watak dan sifat mereka masing-masing . Dimana bayi tertua terlihat lebih Aktif dan Cerewet , sementara bayi termuda justru jauh lebih pasif , tenang dan sabar . Yah , dengan kata lain Seperti Air dan Api . ” jawab Suster Patricia.

” benar , seperti dua sisi koin yang berlawanan . Tapi aku yakin kedepannya mereka akan menjadi sepasang kembar yang Kompak , saling melengkapi dan menyayangi . Itu adalah harapan terbesarku . ” sahut Yunho .

 

….

 

” Yun , apa kau sudah mendapatkan nama untuk si kembar ? ”

” Eh ? N—nama ? ”

” Iya , Anata . Nama . Memangnya mau sampai kapan si kembar di panggil ‘si kakak’ dan ‘si adik’ terus ? Tentu mereka butuh Nama daripada panggilan Absurd seperti itu . ”

” O-oh . Iya , iya . Aku baru ingat . ”

” Apa ? Jangan bilang kalau kau belum memikirkannya. Ini sudah hari ketiga semenjak kelahiran mereka , Yun . Bagaimana bisa kau setega itu dengan tidak memikirkan soal nama anak mu yang baru lahir ? ”

” Oke , oke . Baiklah ….  Jessica , bukankah sejak awal kita sudah berniat menamai anak kita Jessica ?

” Iya , ‘sih . Tapi itu kan saat kita berdua hanya tahunya kalau aku mengandung satu bayi saja . Tapi nyatanya , anak kita kembar , Yun . Tentu saja kita butuh Nama lain selain Jessica . Oke , anggap saja si kakak sudah resmi kita namai Jessica , lantas bagaimana dengan sang adik ? ”

” Hmm…..Anak kembar biasanya selalu di identikkan dengan segala pernak perniknya yang sama atau mirip . Dari mulai Pakaian , Sepatu sampai Aksesoris . Bahkan salah satu kenalan ku dari Seoul -yang kebetulan anaknya juga kembar , menamai anaknya Youngmin dan Kwangmin . Itu artinya nama untuk anak kembar juga harus mirip sama seperti wajah mereka . ”

” Oke , sudah cukup Analisa Ilmiahnya , Tuan besar . Sekarang mulai lah pikirkan tentang nama si adik ini … ”

” sabarlah , aku sedang berpikir , cerewet. Hmm…. Jessica panggilannya nanti mungkin bisa jadi Jessie , Jess , atau Sica . Sica—Sisca . Fransisca ? ”

” Heh ? Fransisca ? Nama yang bagus . Tapi Yun , aku punya satu permintaan kali ini . ”

” Huh ? Apa ? ”

” Kita sudah lama tinggal di Amerika ini . Terutama kau yang memang sudah lahir dan besar di sini , jadi wajar saja jika rasa cinta tanah air mu sudah kurang . ”

” Tunggu,tunggu , sebenarnya apa yang ingin kau katakan ? ”

” aku ingin sekali menamai satu anak kita dengan nama layaknya orang Korea . Karna Bagaimana pun , walau dirimu hanya seorang Blasteran Amerika-Korea dimana kau hanya mendapat darah Korea dari Ibu mu , tapi hubungan darah itu tidak bisa di hilangkan . Sementara aku adalah seorang Imigran yang telah meninggalkan tanah Korea sejak umur ku 17 tahun . Walau mungkin kita sudah tak dianggap oleh tanah leluhur kita sendiri, aku ingin sekali menamai satu anak kita dengan nama Korea-seperti yang ku katakan tadi . Agar kedua anak kita nanti tidak akan melupakan tanah para leluhurnya , juga selalu mengingat walau sejauh atau sekental apapun darah asing yang mengalir dalam tubuh mereka , mereka tetaplah berdarah Korea . Tanah Leluhur yang kita cintai . ”

” Niat yang bagus . Sejak kapan kau jadi berjiwa Nasionalis seperti ini ? Tapi itu tidak penting lagi sekarang . Hm , ku pikir ide mu bagus juga . Unik . Kau tahu , Bahasa Korea ku sangat payah . Aku lebih menguasai bahasa Jepang daripada bahasa Ibu—Ibuku sendiri . Tetapi saat aku masih kecil , aku pernah mendengar sebuah nama yang jika disebutkan dalam logat dan bahasa Korea yang kental-akan terdengar begitu Indah di telinga . Aku tahu ini memang aneh , tapi sejak saat itu , aku selalu berpikir bahwa nama itu adalah nama dalam bahasa Korea ter-keren yang pernah ku dengar . Dan aku masih bisa mengingatnya dengan jelas sampai sekarang . ”

” Siapa ? ”

Sooyeon . ”

” Sooyeon ? ”

” Iya , Sooyeon . Bagaimana menurutmu ? ”

” Itu nama yang indah sekali , Anata . Kau benar, nama Sooyeon itu jika di ucapkan dalam Bahasa Korea yang fasih akan terdengar Indah , sama seperti nama Jessica yang diucapkan dalam Bahasa Inggris . Aku setuju kita menamai anak kembar kita Jessica dan Sooyeon . ”

” Jadi mulai sekarang , nama anak kita adalah Jessica Jung untuk si kakak dan Jung Sooyeon untuk di adik . ”

” Iya , selamat datang , Jessica , Sooyeon—kalian sekarang sudah punya—Ya ! Jangan mencium ku saat aku sedang bicara Baka ! ”

 

 

OoOoO

 

 

5 Years Later ……

 

 

Tak terasa sudah 5 tahun sudah berlalu sejak kelahiran putri kembar pasangan Jung-Jessica dan Sooyeon . Kini , si kembar sudah bersekolah di jenjang Kindergarten atau yang biasa kita kenal sebagai TK .

Secara Fisik , mereka terlihat tak jauh berbeda dari anak umur 5 tahun pada umumnya .hanya saja mungkin dari segi wajah atau postur tubuh , sebut saja wajah Campuran Asia-Amerika yang mereka miliki membuat wajah keduanya terlihat lebih unik dan khas dari wajah anak lainnya . Jika biasanya anak yang mengandung ras Asia akan memiliki Mata sipit , namun baik Jessica dan Sooyeon justru memiliki mata bulat dan besar . Kulit mereka juga tidak terlalu putih pucat layaknya yang dimiliki orang Asia , warna kulit mereka putih namun sedikit kemerahan atau juga bisa dibilang Cokelat-sebut saja Tan seperti kulit orang Amerika kebanyakan . selain itu mereka juga memiliki Postur tubuh yang sama, walau masih terbilang pendek jika di bandingkan dengan anak-anak Bule yang rata-rata memiliki tubuh tinggi besar .

Baik Jessica maupun Sooyeon dikenal sebagai anak-anak yang Cerdas dan pandai bergaul . Walau sedari awal memang terlihat hanya Jessica-lah anak yang gampang berbaur dengan orang-orang disekitarnya karna sifat periang , aktif,  ramah dan terbukanya pada semua orang hingga mustahil tak ada orang yang tak menyukainya . Berbeda dengan adiknya Sooyeon , walau memiliki wajah yang sama persis dengan kakaknya , namun Sooyeon sama sekali tak tertulari sifat periang dan terbuka sang kakak. Sooyeon dikenal jauh lebih Pasif , pendiam, tertutup dan kalem sehingga jika Jessica lebih sering bergaul dengan bermain dengan sesama teman seusianya di  Taman dekat rumah atau rumah tetangga lainnya , Sooyeon justru lebih memilih menghabiskan waktunya dangan berada di rumah , menyirami bunga di taman kecil di pekarangan rumah mereka , atau membantu Ibunya memasak dan membuat Kue .

Berbeda dengan Jessica yang senang berceloteh-menceritakan apa saja pada semua orang khususnya pada kedua orangtuanya tentang pengalamannya , Sooyeon justru jarang-hampir tidak pernah berbicara . Bahkan ketika di usia 1 tahun dimana Jessica masih terbata belajar berbicara, Sooyeon tetap tak pernah mengeluarkan suaranya . Anak itu Hanya menggunakan Isyarat jari atau anggukan dan gelengan kepala sebagai cara berkomunikasinya . Itulah sebabnya , Sooyeon memiliki teman yang sedikit-sangat sedikit hingga bisa di hitung dengan jari tak seperti Jessica yang memiliki teman dimana-mana.  Bahkan anak itu hafal siapa saja nama anak-anak yang mendiami seluruh perumahan di kompleks tempat tinggalnya . Bahkan Jessica pun memiliki teman yang usianya jauh diatas dirinya. Rata-rata temannya itu sudah duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, sementara dirinya baru menginjak sekolah TK .

Melihat betapa bertolak belakangnya kedua putri kembar mereka , terutama saat menyadari kenyataan bahwa putri bungsu mereka nyaris tidak pernah mengatakan satu patah katapun berbanding terbalik dengan saudari kembarnya yang justru sangat bawel alias cerewet jika sudah berbicara . Tak ayal membuat pasangan Jung Yunho dan Jung Ahra cemas . Mereka takut putri bungsu mereka itu memiliki kelainan atau yang lebih buruk mengidap cacat bawaan lahir karna ketidakmampuannya untuk berbicara . Mereka sempat takut kalau Sooyeon adalah penderita Tuna rungu alias Bisu . Namun ketika mendapati bahwa Fungsi pendengaran Sooyeon justru bekerja dengan sangat baik , membuat keduanya menepis kemungkinan terburuk itu sekaligus dapat sedikit bernafas lega bersamaan. Namun tetap saja , keanehan Sooyeon membuat kedua orang tuanya bertanya-tanya .

Lebih buruk lagi , saat waktu senggang menghantarkan Yunho mengunjungi sekolah putri kembarnya hanya untuk memantau Proses belajar kedua malaikat cantik kecilnya itu , Yunho mendapati kenyataan mengejutkan mengenai putri bungsunya-Sooyeon ternyata tidak pernah bisa membaca seperti kakaknya Jessica yang bahkan di usia segitu sudah melahap semua bacaan ringan anak-anak bahkan sampai novel-novel berat-sebut saja Novel Harry Potter . Namun saat itu , Yunho masih bisa maklum karna berpikir itu adalah Normal mengingat dirinya pun dulu baru bisa membaca saat menginjak bangku kelas 2 sekolah dasar . Sehingga dia bertekad untuk mengajari sendiri anak bungsunya agar pandai membaca seperti saudarinya .

Tetapi , Orang tua muda itu terpaksa mengalami Shock jantung untuk yang ke sekian kali saat mengetahui bahwa Sooyeon sering kesulitan membedakan antara Kiri dan Kanan , kesulitan dalam mengingat-seperti mengingat urutan, misalnya urutan abjad atau nama hari , dan yang lebih mengejutkan lagi , saat mereka secara pelan-pelan mengajari Sooyeon untuk berbicara , anak itu kerap kali mengucapkan kata secara terbalik-balik dan dengan Artikulasi yang tidak jelas . Misalnya saja saat menyebutkan kata ‘Kulkas’ malah jadi ‘Kalkus’ , ‘Ibu’ malah jadi ‘Ubi’ .

Dan saat mengajari Sooyeon membaca , anak itu ternyata juga mengalami kesulitan membedakan bentuk Huruf dan bunyi huruf . Beberapa huruf seringkali tertukar , seperti ”b” dan ”d”, ”h” dan ”a”, serta ”t” dan ”j”. Dan yang paling mengherankan sekaligus menakutkan bagi setiap benak orangtua pada umumnya-termasuk Yunho dan Ahra , adalah saat Sooyeon terlihat sangat kesulitan-bahkan hampir tidak bisa memegang alat tulis . Tangannya selalu terlihat gemetaran saat memegang alat tulis-dalam atau di luar sekolah. Dalam keadaan gugup dan tertekan atau dalam kondisi rileks-tenang sekalipun.

Akhirnya dengan keputusan bulat dan tekad yang kuat , pasangan itu membawa putri kembar mereka yang tak pernah terpisahkan itu pada seorang Dokter Anak terpercaya dan berpengalaman di seluruh kota . Hingga akhirnya terbongkarlah sebuah kenyataan Pahit sekaligus mencengangkan tentang kelainan putri bungsu kesayangan mereka itu .

Sooyeon di Vonis mengidap Disleksia . Tepatnya Developmental Dyslexsia .

Dalam kasus Sooyeon ini dapat di Definisikan sebagai gangguan belajar-seperti mengeja , membaca , berhitung atau proses belajar dan mengajar lainnya , gangguan berbicara dan mempelajari kata-kata baru, gangguan membedakan bunyi dan bentuk huruf , dan kemampuan bersosialisasi sebagai Efek berkepanjangan dari penderita yang merasa dirinya minder-tidak percaya diri akan kelainan yang di deritanya .

Developmental Dyslexsia diderita sepanjang hidup dan biasanya bersifat genetik. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan disfungsi daerah abu-abu pada otak. Disfungsi tersebut berhubungan dengan perubahan konektivitas di area Fonologis (membaca). Beberapa tanda-tanda awal disleksia bawaan adalah telat berbicara, artikulasi tidak jelas dan terbalik-balik, kesulitan mempelajari bentuk dan bunyi huruf-huruf, bingung antara konsep ruang dan waktu, serta kesulitan mencerna instruksi verbal, cepat, dan berurutan.

 

Mengetahui kenyataan ini, Pasangan Jung sangat Shock bahkan sempat mengeluarkan Sooyeon dari sekolah karna Sooyeon selalu menjadi korban Bully dari anak-anak di sekolahnya . Bahkan meskipun Jessica selalu melindungi dan menjaga adiknya-tidak pernah sedikitpun meninggalkan adiknya , hal itu tetap tidak bisa meminimalisir pem-Bully-an yang dialami Sooyeon . Akhirnya , meskipun dengan sangat berat hati, hanya Jessica-lah yang masih dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah normal, sementara Sooyeon terpaksa harus menjalani Home Schooling dibawah pengawasan guru yang memang berpengalaman menangani anak dengan kelainan seperti yang dialami Sooyeon .

Biar pun begitu , Kasih sayang antara Yunho dan Ahra pada si kembar tak sedikitpun berbeda apalagi sampai berubah . Mereka selalu memperlakukan anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang walau harus diakui bahwa mereka sedikit memperlakukan Sooyeon agak ‘Berbeda’ dari Saudarinya karna Kelainannya itu-mereka tidak pernah mau menyebut apa yang terjadi pada Sooyeon sebagai penyakit , mereka lebih nyaman menyebutnya sebagai ‘Kelainan’ .

Bahkan Jessica-si sulung yang usianya baru 5 tahun seakan mengerti bahwa adiknya berbeda dengan dirinya . Dia tidak mempermasalahkan perlakuan Protektif dan ‘Mengistimewakan’ dari orangtuanya pada Sooyeon . Dia sangat menyayangi dan berusaha melindungi dan menjaga Sooyeon apapun yang terjadi . Dia juga yang mengajari Sooyeon berbicara-walau harus diakhiri pertengkaran karna Jessica seringkali kesal karna Sooyeon tidak pernah bisa secara cepat menangkap apa yang diajarkannya . Yah , mau bagaimana lagi, Demi tuhan anak itu juga masih berusia 5 tahun !

Namun biarpun begitu, kasih sayang Jessica pada Sooyeon tetaplah Nomor satu dan tidak bisa di pertanyakan lagi . Mereka bukan hanya terlihat sama secara Fisik, tapi mereka terikat jauh lebih erat dari itu . Yah , mereka memang terlahir untuk saling melengkapi satu sama lain . Dimana ada Sooyeon yang terlihat lemah dan Introvert karna kelainannya , disana ada Jessica yang selalu di kelilingi orang-orang yang menyukai sifat periang , cerdas , ramahnya . Dimana ada Sooyeon dengan segala kekurangan dan ketidaksempurnaan yang dimilikinya , disanalah ada Jessica dengan segala ‘Kesempurnaan’ yang akan selalu bisa menutupi kekurangan adiknya .

 

 

OoOoO

 

 

7 Years Later…..

 

” Aku pulaaaang ! ” lengkingan teriakan seorang gadis yang terkenal aktif , periang , sedikit tomboi dan ceria , terdengar di menggema di rumah keluarga Jung yang sore itu hanya terlihat seorang gadis yang memiliki wajah mirip dengan si gadis tomboi tadi hanya penampilannya yang terlihat ebih Girly – lah menjadi pembeda diantara mereka .

” Se-se-lamat da-dat-ang , kakak . ” sahut Sooyeon -kembaran Jessica terbata-bata .  saat itu Sooyeon tengah duduk di ruang tengah sembari menonton acara TV yang sedang menayangkan Serial Kartun kesukaannya . Di depan gadis bersurai Cokelat panjang yang sengaja di geraikan begitu saja hingga tiupan angin yang mendera sering kali meniup-niup rambut lebat dan halusnya itu terdapat buku-buku pelajaran yang dibiarkan terbuka tanpa ada sedikitpun minat dari empunya untuk memulai sesi Percintaan dengan buku-buku itu .

Jessice tersenyum riang sembari berlari mendekati sang adik yang di matanya saat ini begitu manis . Jessica menghambur memeluk saudari kembar yang hanya terpaut 10 menit lebih muda darinya itu .

” AKH ! ” tiba-tiba terdengar pekikan pelan dari bibir Sooyeon saat sang kakak secara-sengaja-tak-sengaja menyentuh luka di sikutnya yang terlihat masih baru .

Jessica mendengus lantas memeriksa luka di sikut Sooyeon dengan lembut . Ekspresi Sooyeon telah jelas mengisyaratkan kecemasan saat ia menggigit kuat bibir bawahnya dengan tatapan mata yang terus terarah pada ekspresi Jessica-mencoba membaca dan menangkap ekspresi sang kakak saat memeriksa luka yang untuk ke sekian kali menghias kulitnya di minggu ini .

Sooyeon telah siap menerima kemarahan Jessica atau mungkin pertanyaan-pertanyaan menginterogasi sang kakak tentang perlakuan tidak menyenangkan yang kembali dialami Sooyeon saat berada di sekolah . Pun disaat yang bersamaan ia telah menyiapkan jawaban-yang dipastikan sebuah kebohongan demi melindungi anak-anak yang sering mem-Bully dirinya itu dari kemarahan Jessica yang cukup terkenal dan disegani di sekolah mereka .

” Dimana Ibu ? ” tanya Jessica memusatkan perhatiannya pada luka di sikut Sooyeon .

Hah ?

Sooyeon yakin dia barusan tak salah dengar . Jessica kakaknya tidak bertanya ini-itu padanya ? Terutama tentang keberadaan luka ini ? T-tapi Jessica terlihat sedang marah saat ini . Sooyeon tahu kakaknya ini sedang memendam kemarahan . Ia hafal dan tahu persis .

” I-bu K-keluar sebentar . K-katanya ke Toserba u-untuk mem-beli ba-han ma-kan malam . ” jawab Sooyeon tetap dengan gaya bicaranya yang gagap . Sekedar Informasi , butuh perjuangan keras bagi seorang penderita Disleksia untuk berbicara apalagi menyelesaikan serangkaian kalimat-sesederhana bagaimanapun kalimat yang di ucapkannya itu  .

Namun, biar bagaimana pun , kemajuan pesat yang di tunjukkan Sooyeon dalam menghadapi kelainan yang dimilikinya tetaplah menjadi hal yang paling menggembirakan bagi Kedua orang tuanya terutama saudari kembarnya-Jessica yang tak pernah kenal lelah selalu mendampingi dan mengajarkan berbagai macam hal penting tentang cara berbicara , maupun dalam proses belajar mengajar disekolah .

Bagi mereka , Sooyeon yang berbicara secara gagap seperti ini sudah menjadi hal yang paling mereka syukuri mengingat anak itu bahkan belum pandai berbicara dengan benar ketika usianya sudah menginjak 7 tahun . Baru 5 tahun belakangan, Sooyeon mulai dapat berbicara dengan benar-walau dengan Style gagap yang menjadikan dirinya sebagai sasaran pem-Bully-an dimanapun dia berada .

Tetapi apapun dan bagaimana pun kondisi adiknya , Jessica hampir tidak pernah berada jauh dari Sooyeon . Jessica selalu hadir bagai Tameng untuk menutupi semua kelemahan san kekurangan adiknya , ia pun selalu menghibur dan melindungi adiknya itu tatkala Sooyeon mengalami kejatuhan mental akibat berbagai tindakan-tindakan tidak mengenakkan yang dialaminya disekolah . Sebisa mungkin Jessica selalu hadir bersama adiknya itu dimanapun mereka berada . Bukan hanya untuk dirinya sendiri dan orang tuanya yang amat mencintai Sooyeon,melainkan untuk Sooyeon sendiri yang sudah sekian lama terkungkung dalam Krisis percaya diri yang dialaminya . Jessica ingin agar Sooyeon juga merasakan indahnya dunia sebagaimana yang dirasakan oleh Jessica beserta anak-anak seumuran dengan mereka lainnya .

” Begitu , ‘ya ? Apa Ibu tidak menyampaikan sesuatu untuk ku padamu ? ”

Tampak Ekspresi Sooyeon tengah berpikir . Pelipisnya berkerut-mengernyit menimbulkan denyut yang kerap kali dialaminya setiap kali mencoba berpikir atau mengingat sesuatu .

” Ya sudah , kalau kau tidak bisa mengingatnya . Aku ke— ”

” Ah ! A-ku i-ngat ! Aku ingat ,k—kakak . I-ibu bil-ang , ada E—es k—krim u-untuk m-mu d—di K-kalkus . ”

Jessica tersenyum geli mendengar tutur kata Sooyeon yang bukan hanya gagap-terbata , melainkan masih saja sering terbolak-balik dalam mengucapkan kosa kata tertentu .

” Kulkas , Sooyeon-ah , bukan Kalkus . Baiklah , aku mandi dulu dan ganti baju, habis itu kita bermain bersama, oke ? ”

Sooyeon tersenyum lebar-menampilkan cengiran lima jarinya yang menyerupai cengiran Rubah . Begitu polos , begitu kekanakan , sekaligus begitu bodoh . Gadis yang bersama saudari kembarnya akan menginjak usia 12 tahun tak lama lagi itu mengangguk antusias akan ajakan-janji bermain dari sang kakak.

” Oke , kau juga berhutang penjelasan padaku . ” kata Jessica sembari membelai rambut adiknya sebelum beranjak menuju kamarnya . Sooyeon memiringkan kepalanya-tak paham membuat Jessica terpaksa berpaling .

” kau lihat saja nanti … ” dengan seringaiannya yang menyeramkan Jessica benar-benar menghilang dari pandangan Saudari kembarnya . Meninggalkan sosok Sooyeon yang masih terpaku di tempat dengan kening berkerut-sibuk berpikir .

 

.

 

.

 

Jarum pendek dari satu-satunya penunjuk waktu di tempat itu telah menunjuk angka 5 sementara jarum panjangnya menunjuk angka 6  . Tepat Pukul 17:30 , Jessica telah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya .  Ia pun langsung menyusul-bergabung bersama Sooyeon di ruang tengah . Jessica menemukan Adiknya itu terlihat tak lagi memperhatikan TV seperti saat pertama dia sampai di rumah tadi .  Sooyeon nampak sibuk-bersungguh-sungguh dengan buku-buku yang bertebaran di meja dan sebuah Pulpen yang terselip diantara jari telunjuk dan jempol tangan kirinya-Sooyeon adalah seorang Kidal .

Teringat akan pesan Ibu mereka tadi tentang keberadaan Es Krim di kulkas membuat Jessica sedikit menunda niatnya mendekati Sooyeon yang tengah konsentrasi belajar itu . Ia langsung melangkah menuju dapur-membuka kulkas lantas menemukam Es Krim idamannya yang memang telah dijanjikan oleh sang Ibu sehari sebelumnya sebagai hadiah karna Jessica berhasil dibujuk-dipaksa oleh Ibunya itu untuk menyiram tanaman . Padahal , sejak dulu , Jessica sangat Anti dengan pekerjan rumah-apalagi pekerjaan menyiram tanaman yang jelas-jelas amat sangat membosankan baginya . Gadis tomboi itu lebih senang bermain Bola di kubangan lumpur bersama teman-temannya yang kebanyakan laki-laki daripada dipaksa menjadi anak perempuan manis yang hanya tahu diam dirumah dan membantu pekerjaan ibu .

 

Sambil menjilati Es Krim Cone Red Velvet di tangan, Jessica melangkah kembali ke ruang tengah dimana Sooyeon bahkan sudah menyerah-putus asa akan pelajaran yang sedang di gelutinya .  Sudah dipastikan bahwa saat ini Sooyeon tengah kesulitan dengan pelajarannya .

Berada di tingkat yang sama , hanya berbeda Lokal , membuat Jessica mengerti kesulitan apa saja yang dialami oleh adik kembarnya di sekolah . Jessica terkenal sebagai Murid yang Cerdas dan paling menonjol dalam pelajaran Olahraga khususnya olahraga sepak bola , selain itu Jessica juga selalu masuk dalam 50 besar nama murid Terpintar disekolahnya dengan berbagai macam Piagam prestasi baik dalam bidang Akademik maupun Non akademik . Jessica masuk dalam kelas Akselerasi sehingga tahun ini mungkin dia akan segera lulus dari sekolah dasar dan telah mendapatkan tawaran untuk meneruskan jenjang pendidikan Elementary School nya di sebuah Sekolah Swasta bergengsi di Los Angeles .

Lain halnya dengan Sooyeon yang kita ketahui bersama memang memiliki ‘ sedikit kekurangan’ daripada saudarinya . Sooyeon yang nyaris menghabiskan setengah kehidupan sekolah dasarnya di rumah alias Home Schooling berusaha keras mengejar ketertinggalannya dari sang kakak-Jessica dengan terus giat belajar dan berusaha mengatasi keterbatasannya sebagai pengidap Disleksia dengan tak hentinya terus berlatih berbicara , membaca dan menulis . Hingga akhirnya perjuangannya terbayar dan membuahkan hasil seiring peningkatan Proses belajarnya di Home Schooling yang terus melesak .

Siapa bilang penderita Disleksia itu tidak pandai , Bodoh , atau bahkan—Idiot ?

Pikiran mayoritas orang-orang yang seperti itu haruslah di hapuskan . Karna pada kenyataanya , penderita kelainan Disleksia justru memiliki kecerdasan diatas rata-rata . Hanya saja memang membutuhkan penanganan yang lebih dari orang-orang terdekat .

Akhirnya , setelah berhasil ‘Sedikit’ menaklukan keterbatasannya,Sooyeon berusaha meyakinkan kedua orang tuanya juga para guru yang membimbing dirinya selama ini untuk membiarkan dirinya bersekolah disekolah Normal . Walau pun harus mengalami berbagai pertentangan yang ditambah sifat Overprotektif kedua orang tuanya yang tidak mengijinkan Sooyeon bersekolah diluar-dimana resiko putri bungsunya akan menjadi korban ejekan teman-temannya terbuka lebar , akhirnya Sooyeon dapat bersekolah di sekolah Normal-sekolah yang sama dengan Jessica walaupun mereka harus dipisahkan dikelas yang berbeda . Jessica dikelas dengan murid-murid Terkenal , Berotak encer , dan Berprestasi , sementara Sooyeon berada di kelas yang murid-muridnya hanya memiliki kemampuan standar atau anak-anak buangan karna dikenal Nakal .

Namun di sekolah itu , tak satupun muridnya yang memiliki kelainan seperti Sooyeon . Hingga seperti yang dikatakan tadi , Sooyeon selalu dijadikan sasaran pem-Bully-an baik secara Verbal maupun Fisik . Bahkan Sooyeon pun mengalami Bullying secara relasional; yakni pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek. Bentuk Bullying yang terakhir inilah yang paling sulit untuk dideteksi , namun di samping itu Bullying seperti ini juga mengakibatkan dampak yang jauh lebih dalam bagi korbannya . Dimana sang korban akan mengalami Krisis percaya diri , dan menutup diri dari lingkungan . Hal yang sudah memang dialami Sooyeon sejak kecil sebenarnya , namun karna bentuk pem-Bully-an yang dialaminya silih berganti dan seolah tak henti itu pulalah yang semakin membuat Sooyeon terjauhkan dari dunianya sebagai seorang anak kecil yang tengah beranjak remaja .

Tetapi , Sooyeon tetap berusaha kuat dan bertahan diantara semua itu . Rasa kagumnya pada sang kakaklah yang membuatnya bertekad untuk mengejar ketertinggalannya bahkan berniat menyetarakan diri dengan segala kelebihan dan kesempurnaan Jessica . Dan bersyukurlah jua , karna Sooyeon memiliki Jessica sebagai saudari kembar yang amat sangat menyayanginya sehingga kakaknya itu selalu ada untuk melindunginya . Tingkat Bullying yang diterimanya pun sedikit menurun asalkan Jessica bersamanya . Lepas dari itu , seperti pasukan lebah yang menemukan taman bunga,  anak-anak pelaku Bullying itu akan berkerumun di sekeliling Sooyeon dan melakukan tindakan yang tidak mengenakkan pada Sooyeon .

 

” Kau sedang mengerjakan apa ? ” tanya Jessica masih menjilati Es Krim Red Velvet ditangan pada Sooyeon .

” PR . ” jawab Sooyeon dengan kening berkerut ketika matanya membaca deretan huruf dan angka di bukunya .

” PR Apa ? ”

” Matematika .. ”

Jessica mengangguk sambil tersenyum .

” Apa ada yang sulit ? ” tanya Jessica dengan lembut .

Sooyeon mengangguk kali ini dengan pandangan mata penuh harap pada Jessica .

” Coba ku lihat . ” seakan tahu-coret- memang sudah tahu kalau adiknya itu mengharapkan bantuan darinya .

Sooyeon pun mengangguk dan menunjukkan bukunya pada Jessica-membiarkan kakaknya itu menganalisis soal-soal yang tak dapat Sooyeon pahami sama sekali .

” Bagaimana ? A-apa k-ka-kak b-bisa m-mem-ban-tu ku ? ” tanya Sooyeon penuh harap . ” A-aku j-juga p-punya rekaman s-aat Mr. E-ugene t-tadi menerangkan t-entang materinya . M-mungkin bi-sa m-membantu. ” imbuhnya sambil menyambar Tas sekolahnya diatas kursi dan mengeluarkan Handycam yang selalu dibawanya ke sekolah- untuk merekam semua proses belajar mengajar disekolah . Fungsinya Mempermudah dirinya yang memiliki keterbatasan dalam mengolah dan meresapi setiap Informasi dan Materi dalam pelajaran secara cepat ini untuk dapat mengerti dan memahami setiap Materi yang diajarkan secara perlahan-lahan di rumah .

Sooyeon pun menyalakan Handycam miliknya dan dengan cepat , layar benda elektronik yang fungsinya untuk merekam momen-momen penting si pemegang dalam bentuk Video itu , memutar rekaman guru Matematika Bule di sekolah mereka . Jessica dan Sooyeon tampak bersungguh-sungguh menonton rekaman itu layaknya menonton sebuah Film bergenre Spionase atau Serius .

Belum sampai 5 menit Video diputar, Jessica langsung menekan Tombol Power dibagian atas Handycam hingga kini layar benda itu menjadi gelap gulita . Sooyeon mengernyit heran sekaligus bingung dengan aksi sang kakak kembarannya .

” Aku hanya sudah merasa bosan melihat dan merasakan proses belajar mengajar yang selama ini selalu kita temui di sekolah setiap harinya . Guru yang sama dengan kelas dan Materi yang itu-itu saja . Huh, itu semua membuatku Bosan tahu . ” kata Jessica sebagai jawaban atas tatapan heran Sooyeon yang mengarah padanya . Sooyeon memiringkan kepalanya tak mengerti dengan perkataan yang dilontarkan kakaknya barusan . hingga membuat sang kakak-Jessica yang mendapatinya  mendengus keras .

” Ha-ah…. ini soal tentang Materi Geometri . ” dengus Jessica membalas tatapan bingung penuh tanya adiknya . Terlihat anggukan kecil dari kepala Sooyeon . Tatapan memohonnya tetap terpasang apik di wajah manisnya hingga membuat Jessica lagi-lagi hanya dapat mendengus sembari meraih Pulpen yang tergeletak lemas di atas meja .

” Sebenarnya aku juga payah dalam Geometri . Tapi , akan ku coba terlebih dahulu, oke ? ” ucap Jessica pada adiknya . Sooyeon pun mengangguk antusias ” Um . ”

Jessica menyalin soal dari buku Sooyeon ke buku tulisnya yang lain. Ia lalu mencoba untuk memecahkan soal tersebut dengan rumus yang dicontohkan di buku panduan serta berbekalkan penggalan-penggalan ingatannya tentang Materi yang sama-yang dialaminya dikelas . Bibirnya mengerucut ketika hasil yang ia peroleh tidak ada dijawaban. Ia mendesah pelan lalu mencoba lagi.

Sementara Sooyeon yang duduk-begitu dekat dan menempel di tubuh sebelah kiri saudarinya hanya dapat menilai bahwa saat ini Jessica juga tengah kesusahan dalam memecahkan soal di buku miliknya .

” A-pa s-soalnya be-beg-itu s—sulit ? ” tanya Sooyeon dengan raut khawatir .

Jessica menggeram kesal  ” Egghh , sudah ku bilang aku tidak terlalu pandai dalam Geometri . Jadi, kalau kamu memang meminta bantuan dari ku , maka sebaiknya kamu duduk diam ditempat mu dan biarkan aku saja yang mengerjakan PR mu . ”

Butuh bermenit-menit bagi Sooyeon mencerna ucapan Jessica yang panjang dan sarat akan Informasi (?) . Namun mungkin di detik 61 dari 60 detik yang di konversi menjadi 1 menit , barulah terlihat Sooyeon bereaksi dengan menggelengkan kepala keras-keras .

” Kenapa ? ” dengus Sica tak mengerti .

” A-aku t-tidak mau k-kamu me-mengerja-kan se-lu—seluruh PR ku , kak. A-aku han-ya ma-mau k-kamu me-memberi se-di-kit co-contoh . ”

Jessica mendengus-mengetahui sifat mulia-atau juga dapat dikatakan bodoh adiknya yang selalu tak mau bergantung pada orang lain. Sooyeon memiliki sifat yang sangat menyebalkan-bagi Jessica. Selama dia merasa dirinya mampu untuk mengerjakan sesuatu , maka tak peduli walau harus se-sulit atau selama apapun dia mengerjakannya , dia akan lebih memilih mengerjakannya seorang diri daripada membiarkan orang lain mengerjakan pekerjaannya .

” Ya sudah , kapan ini akan di kumpulkan ? ” tanya Jessica .

” M-minggu dep-depan , kak . ”

” oke , kalau begitu kita masih punya waktu untuk belajar bersama-sama tentang Materi ini . Kamu dan aku , kita akan belajar bersama tentang Materi yang tidak kita mengerti . Aku akan mengajari mu Algoritma , sedangkan kamu akan mengajari ku Aljabar dasar . Tapi untuk Materi Geometri ini, jujur aku benar-benar payah . Jadi , nanti kita akan belajar bersama agar sama-sama Paham dan menguasai materi ini , bagaimana ? ”

Agak Buffering sebenarnya perkataan kakaknya ini, tetapi Sooyeon selalu mempercayai apapun yang dikatakan dan dilakukan oleh Jessica sehingga tidak ada lagi alasan baginya untuk berlama-lama berpikir-yang jelas-jelas merupakan kelemahan terbesar sekaligus menguras amat banyak energinya . Jadi dia langsung mengangguk sebelum kakak kembarnya itu menghambur memeluknya erat dan hangat . Terdengar bisikan penuh tekad dari sela bibir sang kakak . Bisikan berisikan sebuah Ikrar yang mungkin dapat menggetarkan setiap jiwa-jiwa hampa kasih sayang yang mendengarnya . ” Aku akan selalu bersama dan membantu segala kesulitan mu. Kita akan selalu bersama . Aku berjanji . ”

Jessica mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada tubuh sang kakak. Tiba-tiba , tanpa Sooyeon sadari, Jessica kembali menyentuh sikut tangannya yang terluka .

” AKH , Sa-sakit kak.. ” ringis Sooyeon bergerak menjauh dari kakaknya . Wajah Sooyeon langsung tertunduk tatkala tatapan matanya bertubrukan langsung dengan Jessica yang menatap dirinya tajam dengan Ekspresi dingin-datar dan rahang yang terkatup rapat .

” Kau terluka ? ”

” …. ”

” Mereka menyakiti mu lagi ‘kan ? Siapa yang melakukannya ? ” tanya Jessica menginterogasi .

” A-apa ma-maksud mu ? ”

” Luka mu itu , Sooyeon-ah ! Kau pikir aku tidak tahu kalau itu adalah hasil perbuatan mereka ? ”

” I-ini b-bukan apa-apa , kak . Ja-jangan marah . ”

” bagaimana mungkin aku tidak marah ! Anak-anak Bule pengecut itu memang harus diberi pelajaran . Ternyata mereka tidak tahu siapa aku . ”

” Kak , su-sudahlah.. a-aku ti-tidak apa-apa . ”

” kau bisa bilang bahwa kau tidak apa-apa , tapi bagaimana dengan harga dirimu , dan yang terpenting harga diri ku sebagai kakak mu yang harusnya bisa menjaga dan melindungi mu dengan baik ? Menyakiti mu sama saja dengan membuatku malu , Sooyeon-ah . Aku akan mencari tahu soal mereka, tanpa harus kau membuka mulut pun . Aku akan tahu dan menemukan mereka , lantas menghajar mereka dengan tinju ku . ”

” Su-sudahlah , kak …. ”

” Sudah ku bilang kau diam saja dan jangan coba-coba membela mereka , mengerti ? ”

” T-tapi … ”

” Diam , Sooyeon-ah … ”

Yare-yare , ada apa dan kenapa si kembar cantik ku terlihat bermesraan begini ? ” sebuah suara menginterupsi perdebatan antara Jessica dan Sooyeon .

” KAMI BERTENGKAR ! ” Teriak Jessica mendelik kesal pada wanita dewasa yang baru mencapai muka pintu depan dengan membawa berkantung-kantung yang dipastikan berisi belanjaan.

” Oh , Bertengkar ya ? Ibu baru tahu . Tapi Ibu perlu mengingatkan , Kita sudah terlambat makan malam . ”

” karna Ibu juga ‘kan ? ”

” Yaaahh , tadi itu Ibu bertemu dengan teman Ibu semasa SMA dulu . Kami pun mengobrol sampai lupa waktu . Jadinya , Ibu terlambat pulang dan menyiapkan makan malam . ”

Baik Jessica dan Sooyeon sama-sama mendengus mendengar Ibu mereka berkilah seperti itu .

” Ya sudah , sebagai Hukuman untuk Ibu hari ini , ibu tidak akan meminta bantuan kalian untuk menyiapkan makan malam . Bagaimana ? Apa itu sudah cukup membuat kalian memaafkan keterlambatan Ibu ? ”

” … ” Jessica diam-Ngambek .

” B-biar Soo-yeon s-saja bu y-yang mem-bantu I-ibu . ” Jawab Sooyeon angkat bicara hingga sukses melahirkan Deathglare dari kakak kembarnya-Jessica .

” Tidak perlu . Kau harus tetap disini dan belajar . ” sahut Jessica dengan tatapan tajamnya pada Sooyeon-mencegah adiknya itu lari dari tanggung jawabnya yakni belajar .

” kakak mu itu benar , Sooyeon-ah . Lebih baik kamu tetap disini dan belajar bersamanya . ”

” T-tapi Bu…. ”

” Kau mau jadi Pintar seperti ku tidak ? ” sergah Jessica membentak-membuat Sooyeon terkesiap .

” Ya ampun , dua gadis kecilku ini . Ya sudah Sooyeon-ah , lebih baik kamu turuti saja apa yang di inginkan kakak mu itu . Daripada dia Mengamuk tak jelas nantinya, kan ? Lihatlah mukanya sudah memerah seperti Tuan Krab . ” 

” Ibu …. ” protes Jessica akan godaan Ibunya .

” makanya jangan marah-marah terus , Jess . Tidak baik anak gadis suka marah-marah , nanti susah dapat pacar , tahu .. ” goda Ahra sambil mencubit gemas pipi Chubby Jessica .

” Sakit Bu … sudah pergi ke dapur sana . ” usir Jessica sambil mengusap-usap pipinya yang sedikit terasa perih dan panas-saking kuatnya cubitan sang Ibu .

” Oke , oke . Ibu akan segera ke dapur dan mempersiapkan makan malam sebelum Ayah kalian pulang . Tapi , sebelum itu Ibu akan membuatkan kalian susu untuk di nikmati sambil belajar . ”

” Terserah Ibu saja . ” ketus Jessica memasang wajah Ngambek dengan bibir yang mengerucut dan tangan terlipat di depan dada . Sang Ibu hanya menggelengkan kepala tak percaya akan tingkah putri sulungnya .

” T-terima k-kasih , bu . ” jawab Sooyeon sopan .

” sama-sama sayang .. ” sahut Ahra sebelum beranjak menuju dapur . Namun belum 1 detik ia menghilang di balik tembok yang memisahkan antara Dapur dan ruang tengah, tiba – tiba wanita itu menongolkan (?) Kepalanya-hanya kepala sementara keseluruhan tubuhnya tersembunyi di balik tembok .

” Jangan bertengkar ! ” seru Ahra sambil menatapi kedua putri kembarnya yang nampak saling melempar tatapan tajam seolah hendak memulai peperangan .

Baik Jessica maupun Sooyeon hanya dapat mendengus . Saat pandangan anak kembar identik itu bertubrukan, mereka akan langsung memalingkan muka dan masing-masing memasang ekspresi marah-ngambek-imut  minta dicubit .

” Aku pergi saja. ” ucap Jessica beranjak dari tempatnya .

Mendengar itu, kelopak mata Sooyeon spontan melebar . ” T-tapi Ka-kak B-bilang m-mau me-ni-ma-ne k-ku b-belajar . ”

” Aiisshh , Pabboyo . Yang benar itu ‘Menemani’ bukannya-apa kata mu tadi ? Me—memanime ? Hagghh, apapun itu yang kau ucapkan tadi tidak benar . Yang benar itu , ‘Menemani’ mengerti ? ”

Sooyeon hanya mengedikkan bahu acuh-dia seorang Penderita Disleksia , apa kekurangannya ? Ya itu tadi , dia sulit Bicara . Demi tuhan ! Kapan saudarinya ini bisa sadar ?

” Haagghh , kau benar-benar membuat ku Stress .

” Kak …. ”

” Apa lagi ? ”

” A-ajari a-aku … ”

” T-tidak m-mau .. ” sahut Jessica sedikit meledek dengan menirukan gaya bicara adiknya yang gagap .

” KAKAAAAK !!! ” teriak Sooyeon protes karna kesal di ledeki .

” Baiklah-baiklah …. aku ke kamar dulu mengambil Tas dan peralatan belajar . Tunggu disini …. ”

” Me-mang-nya a-aku m-mau k-kema-na ?”

” Aisshh , masih gagap saja sudah berani ‘Blagu’ , bagaimana kalau lancar ? ” dengus Jessica pelan tanpa berniat membuat Sooyeon mendengarkannya .

” A-apa k-kamu m-menga-ta-kan se-su-tua k-kak ? ” tanya Sooyeon membuat punggung Jessica mendingin-merinding seketika .

‘ Ba-bagaimana dia bisa mendengar ku ? Aku kan ngomongnya pelan tadi, apa jangan-jangan ….. ‘  bulu kuduk Jessica spontan berdiri keseluruhan saat dirinya membayangkan adiknya itu memiliki sebuah kemampuan ‘Spesial’ seperti Cenayang .

” Kak … ” tegur Sooyeon-heran tak mendapat jawaban .

” Iya , ku bilang aku akan menemukan dan menghajar anak-anak Bule yang mem-Bully mu itu . Jadi , kamu tidak usah berpikir untuk terus merahasiakannya dari ku karna aku pasti akan menemukan mereka . ”

” t-api kak …. ” ucapan Sooyeon terputus saat ia menyadari Jessica sudah tak lagi terlihat di matanya .

Dan kini gadis berpenampilan Girly itu hanya dapat menghela nafas sambil memilin-milin renda Dressnya dengan cemas . Dia tidak mau masalah pem-bully-an ini di perpanjang . Tetapi dia pun merasa sama sekali tak berdaya kalau kembarannya itu telah mengetahui segalanya bahkan sampai berniat turun tangan-balas dendam pada anak-anak yang mem-bully dirinya itu .

Haghh… ini akan menjadi sangat rumit …

 

 

Few weeks later ….

 

Sore itu , sesuai dengan Jam pulang yang telah di tentukan sekolah . Ketika Bel pulang berbunyi-berdering kencang memekakkan telinga , maka tak butuh waktu lama kau akan menemukan kerumunan anak-anak dengan berbagai macam warna rambut dan kulit berkumpul bak semut di halaman sekolah dan berakhir di Gerbang yang menjulang tinggi sebelum masing-masing menuju arah yag berbeda-beda menuju rumah mereka masing-masing .

Sooyeon melangkahkan kakinya dengan pelan dan hati-hati menembus kerumunan anak-anak lain yang hampir keseluruhan berbadan jauh lebih tinggi dan besar darinya . Dia hendak menuju Taman yang berada di samping bangunan sekolah-menunggu saudari kembarnya untuk pulang bersama seperti biasanya .

Mata Sooyeon sibuk mengedar ke sekeliling , mencoba menemukan Penampakan sang kakak diantara kerumunan anak-anak disekitarnya . Walau sudah dapat dipastikan kalau Jessica saat ini mungkin sedang mengobrol bersama teman-temannya yang jumlahnya tak terbatas . Tak seperti dirinya yang tidak memiliki teman dan selalu sendirian ini . Miris . Wajah Sooyeon langsung tertunduk lesu menyadari kenyataan betapa tidak beruntungnya dia terlahir sebagai remaja ‘Tak Normal’ dengan konsekuensi tidak memiliki Teman .

Tetapi sesegera mungkin Sooyeon menyingkirkan pikiran dan perasaannya yang mulai Nelangsa . Dia tetap harus berdiri tegak dan mengangkat dagunya-mempertegas bahwa dirinya juga bisa kuat dan bertahan layaknya sang kakak kembar yang selalu dikaguminya-Jessica .

Ia pun kembali menegakkan wajahnya, menatap ke sekeliling mencari keberadaan saudarinya-Jessica .

Namun tiba-tiba saja …..

 

BUUUK

 

Bunyi debaman pelan-antara tanah dan Kulit yang membungkusi Daging, daging yang membungkusi tulang belulang terdengar .

Hmm…. adakah yang sempat berpikir bahwa Sooyeon baru saja mengalami tindakan Bullying atas dirinya untuk ke sekian kali ?

Well , itu juga yang ada di pikiran Sooyeon saat ini . Sehingga rasa takut dan cemas yang luar bisa membuatnya refleks menutup mata-kebiasaannya selama ini dalam membiarkan anak-anak sok jagoan namun pengecut itu menyakiti dan mempermalukan dirinya baik secara Verbal maupun fisik di depan banyak orang .

Namun apa yang ia tunggu , cemaskan , bahkan ia takuti tak kunjung datang . Tak ada pukulan , tak ada ejekan , pelecehan , apalagi makian . Hingga akhirnya gadis manis yang selalu berpenampilan Girly itu membuka mata-memperlihatkan Iris kecokelatan miliknya pada seluruh dunia .

” Eh ? ”

” …. ive us . ”

Kedua kelopak mata lebar milik Sooyeon semakin lebar hingga mencapai maksimal . Mulutnya terbuka lebar dengan raut wajah terkejut yang amat kentara .

Di hadapannya sekarang -ani- tepat di depan kakinya , sekelompok anak-anak Bule baik yang laki-laki maupun perempuan berposisi berlutut dengan wajah yang telah mencium tanah-bersujud di depan kakinya .

Sooyeon sibuk membuka tutup mulutnya seolah hendak mengatakan sesuatu , namun otaknya yang lamban benar-benar tak bisa memerintahkan bibirnya untuk sekedar bersuara .

” A-apa y-yang kal-ian laku-kan ? ” akhirnya hanya pertanyaan bodoh itu yang terlontar dari bibir Sooyeon-saking bingungnya dia harus bereaksi.

Forgive Us , Jung Sooyeon . Please Forgive Us … ”

” Eh ? K-kalian ‘kan …. ”

‘Anak-anak yang sering mengganggu ku . ‘

” Maafkan kami , Sooyeon. Kami semua sadar -amat sangat sadar bahwa apa yang kami lakukan padamu itu adalah kesalahan . Kami benar-benar menyesal . Kami kapok . Kami berjanji -tidak- kami bersumpah untuk tidak mengganggu mu lagi . ” ucap salah seorang anak yang berposisi sujud paling depan . Anak itu memiliki tubuh besar-gendut dengan perut yang menonjol , kontur wajahnya yang berbentuk bulat menyesuaikan dengan bentuk kepalanya , berambut merah , dengan kulit berwarna kemerahan seperti kulit bayi dengan bintik-bintik kecokelatan yang tersebar di wajahnya , dan yang paling menonjol warna iris matanya yang berwarna hijau . Anak itu mungkin merupakan ketua dari kelompok anak-anak yang sering mengganggu Sooyeon selama ini .

” Maafkan lah kami Sooyeon, kami benar-benar kapok mengerjai mu . Maafkan kami . ” tambah seorang gadis jangkung yang mungkin jika diperkirakan memiliki tinggi sekitar 165 cm . Dengan rambut Pirang yang di kuncir tinggi , berkulit kecokelatan , memakai celana pendek dan Tshirt bermotif garis-garis Vertikal berwarna hitam putih. Perkataan dua anak Bule itu di iringi anggukan paham-sangat setuju dan ikhlas dari anak-anak lainnya .

” B-baiklah… t-tapi kali-an ja-jangan se-seperti ini . Ba-bangunlah … ”

” Tidak sebelum kau memaafkan kami Sooyeon . ”

” A-aku su-dah me-maaf-kan kal-ian . Se-karang ber-dir-ilah . ”

” Benarkah ? ” anak-anak itu secara serempak berdiri dengan wajah sumringah ” apa benar kau sudah memaafkan kami , Sooyeon ? ” tanya anak bertubuh besar tadi .

” Ye-yeah .. ” jawab Sooyeon merasa tidak nyaman-risih dengan aksi anak-anak bule di hadapannya ini yang membuat mereka semua jadi pusat perhatian . Tak tahukah bahwa Sooyeon sangat tidak suka diperhatikan , apalagi oleh banyak orang seperti ini .

” Yeaaayy !! Terima kasih , Sooyeon . Kami berjanji akan bersikap baik padamu dan berusaha membantu mu jika kau kesulitan . ” ucap salah satu anak berambut cokelat dengan tindik di Bibir dan hidungnya diserta sorak girang anak-anak lain seolah mereka baru saja terlepas dari hukuman mati yang beberapa detik lalu masih mengancam keselamatan mereka .

” E-eh ? I-itu ti-dak perlu . A-ku su-dah me-maaf-kan kalian , ‘kok . Ti-dak per-lu se-per-ti ini . ”

” Tapi Sooyeon…. ”

Well , well , what the hell is going on here ? Am i missed something ? ” suara yang dikenal jelas oleh Sooyeon-suara Jessica saudarinya yang juga terdengar sama persis seperti miliknya . Jessica muncul tepat disebelah Sooyeon -entah darimana- sambil merangkul bahu sempit Sooyeon dan menyeringai menyebalkan pada anak-anak yang sedang memohon maaf pada adiknya .

” Kak, se-dang a-apa ka-kamu di-si-ni ? ” tanya Sooyeon akan kemunculan saudarinya yang secara tiba-tiba .

” Menemui mu . memangnya apa lagi  ? ” jawab Jessica sambil melemparkan seringaian menyeramkan pada anak-anak itu- membuat mereka terhenyak-terdiam di tempat . tak ada satupun diantara mereka yang berani buka mulut atau sekedar menatap pasangan kembar Identik penuh kejutan di hadapan mereka-terutama gadis yang perpenampilan Tomboi itu .

Jessica melempar tatapan tajamnya seakan mengisyaratkan ; berani -menyakiti – adik ku – lagi , kalian – akan tanggung -akibatnya pada anak-anak yang bahkan tak berani menatapnya balik itu .

” O—oke , kami berjanji tidak akan mengganggu mu lagi . Kami benar-benar meminta maaf padamu , Sooyeon . Maafkanlah kami .. ” anak-anak itu kembali bersujud di kaki Jessica dan Sooyeon . Di wajah anak-anak itu tergambar jelas ekspresi Takut atau bahkan Trauma sehingga mereka bahkan tak berani menatap Jessica yang menyeringai dengan tatapan tajam kepada mereka . Sooyeon yang memang peka menyadari ketakutan yang dirasakan anak-anak itu pada saudari kembarnya . Membuatnya berpikir bahwa Jessica-lah yang membuat anak-anak itu bersikap Aneh pada dirinya hari ini .

Yah , memang benar …

Jessica adalah satu-satunya alasan sekaligus dalang dari adegan pemujaan yang di gelar secara mendadak di Halaman sekolah pada dirinya dan juga adik kembarnya-Sooyeon . Entah pelajaran apa yang telah diberikan Jessica pada anak-anak itu sehingga berhasil membuat anak-anak yang terkenal nakal dan berandalan disekolah Kapok-bahkan takut menatap pada adiknya apalagi sampai kembali mengerjai dan melakukan tindakan tidak mengenakkan yang mereka lakukan pada adiknya menderita Disleksia itu .

Tapi jika dilihat lebih dekat , di wajah beberapa anak yang sedang bersujud itu , nampak lebam dan memar yang terlihat masih baru. Entah ini ada kaitannya dengan Adegan sujud permohonan maaf pada Sooyeon ini atau tidak, yang jelas mulai dari hari itu , tidak ada lagi satu makhluk pun di sekolah yang berani mengganggu apalagi sampai mem-Bully Jung Sooyeon-adik kembar dari The Great Almighty Jessica Jung.

” Sudah sana pergi , kalian mengganggu ketertiban sekolah saja . ” usir Jessica dengan muka polos .

Bagai seorang Budak yang menerima perintah dari Majikannya , anak-anak itu spontan berdiri tegak secara bersamaan.

Dengan gerakan mata, Jessica mengisyaratkan anak-anak itu membubarkan diri.

” Pergilah … Jangan di ulangi lagi ya… ” lambai Jessica melepas kepergian para ‘Budaknya’ . Senyum lebar terus terkembang di wajah Jessica-membuat Sooyeon heran sekaligus bingung dengan Ekspresi tak biasa yang di tunjukkan saudari kembarnya ini .

” Ne … Sooyeon-ah , apa yang telah kau lakukan hingga membuat mereka Bersujud seperti itu di depan kaki mu ? Kau tahu, adegan tadi keren sekali . Seperti adegan pemujaan dalam Ritual-ritual Voodoo . Kereeeenn… ” ucap Jessica penuh semangat dan binar kekaguman di matanya . Gadis berkuncir kuda yang selalu berpenampilan Tomboi dengan Celana jeans pendek dan Kaos Oblong itu mengajak saudari kembar yang memiliki penampilan berbanding terbalik dengan dirinya keluar dari area sekolah dengan cara merangkul bahunya .

” Apa yang telah ku lakukan ? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu pada mu , kak . ” tukas Sooyeon.

Langkah dari 2 pasang kaki gadis kembar itu serentak berhenti .

Mata Jessica melebar dengan wajah terkejut-pucat seolah baru melihat hantu . Cengkraman kedua tangannya pada bahu Sooyeon semakin mengerat .

” Sooyeon-ah …. kau-kau-bicara mu tidak gagap lagi ! ” seru Jessica dengan nada takjub tak percaya . Sementara Sooyeon yang mendengarnya spontan menutup mulutnya dengan wajah yang tak kalah terkejut dan sama pucatnya dengan wajah sang kembaran.

” Aku ….. bicara ku Normal . ” lirihnya nyaris tak terdengar.

” Iya , Sooyeon-ah , bicara mu sudah Normal . Tidak gagap lagi . Chukaeyo .. ” sahut Jessica menghambur memeluk Sooyeon . Keduanya menangis haru walau tak sampai tahap Histeris . Ini benar-benar kabar dan kenyataan yang amat sangat membahagiakan bagi mereka berdua-terutama Sooyeon yang semakin dapat membuktikan diri-mengatasi kekurangan dan keterbatasannya seiring waktu .

” Akhirnya…. ”

” Ne , Akhirnya …. selamat ya .. aku memang sudah dari dulu yakin kalau kamu akan sembuh . ”

” kelainan ku ini tidak akan pernah sembuh kak , ini tidak ada Obatnya . ”

” aku tahu , tapi dengan usaha kita selama ini , akhirnya sedikit demi sedikit kau dapat melawan keterbatasan mu itu ‘kan ? ”

Sooyeon mengangguk ” Karna dukungan Ayah , Ibu dan kakak juga . ”

Jessica kembali merangkul adiknya dengan wajah sumringah bahagia yang membuat wajahnya semakin berlipat cantiknya .

” Tidak sabar memberitahukan kabar menggembirakan ini pada Ayah dan Ibu . Mereka pasti akan senang . ”

” Iya … ”

Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan pulang mereka melewati Trotoar yang masih di lewati oleh anak-anak dari sekolah yang sama dengan mereka.

” kau belum menjawab pertanyaan ku , kak . ”

” pertanyaan ? Pertanyaan yang mana ? Soal apa ? ”

Sooyeon mendengus . Kembarannya ini pasti akan berlagak seolah tak tahu apa-apa jika sudah menyangkut hal-hal semacam ini . Ini bukanlah yang pertama kali, jika kau mau tahu . Sehingga Sooyeon yakin bahwa Permohonan maaf dan aksi bersujud nan Fenomenal yang terjadi pada dirinya oleh anak-anak yang selama ini mengganggunya tadi pasti ada kaitannya dengan sang kembaran yang dikenal amat Protektif terhadap dirinya-sampai dijuluki Sister Complex segala oleh tak sedikit orang .

”   soal anak-anak tadi . Aku tahu itu pasti ada kaitannya dengan mu . Apa yang telah kau lakukan ? ” desak Sooyeon .

” Apa yang ku lakukan ? Memangnya apa yang telah ku lakukan ? Aku tidak melakukan apa-apa ‘kok . Hanya…. sedikit memberi pelajaran kecil agar mereka kapok . ” jawab Jessica enteng dengan senyum yang terus terkembang . Rasa bahagianya setelah tahu Sooyeon dapat berbicara Normal seperti dirinya membuat hati Jessica sangat bahagia-begitu bahagia sehingga rasanya dia sangat ingin meneriakkannya dengan berdiri ditengah jalan agar semua orang tahu kalau kini keluarganya menemukan kesempurnaannya . Itupun kalau dia masih hidup karna berani berdiri di tengah jalanan San Francisco yang terkenal selalu sibuk , padat , dan ramai .

” Sudah ku duga . Kenapa kau lakukan itu , kak ? Mereka tidak salah apa-apa . Mereka hanya Iseng dan orang-orang yang tidak bisa menerima kekurangan ku . Mereka punya hak untuk tidak menyukai ku . Harusnya kau biarkan saja mereka . Kau tidak lihat wajah-wajah Trauma penuh ketakutan mereka tadi padamu ? Mereka takut pada mu , kak . ”

” Hagghh , kau ini cerewet sekali . Baru satu hari bisa bicara Normal saja kau sudah cerewet begini . Sudahlah , biarkan saja . Lagipula , bukankah menyenangkan melihat wajah-wajah ketakutan mereka ?”

” Itu menurut mu . Menurut ku itu sangat mengganggu . ”

” Berisik . Begini saja , ambil sisi positifnya , kau tidak akan di ganggu oleh mereka lagi . Bukankah itu yang selama ini kau inginkan ? Lagipula , ya ampun , Sooyeon-ah , hari ini adalah hari yang membahagiakan buat keluarga kita karna akhirnya kau bisa bicara dengan Normal . Jangan merusak suasana dengan mengungkit-ungkit masalah yang sudah lewat deh . ”

” tapi kak …. ”

 

TIIIN TIIIN …

 

Keduanya spontan menoleh akan keberadaan seunit mobil mini bus yang modelnya tengah di minati oleh banyak orang saat itu .

Keduanya mengernyit heran-merasa bahwa Mobil itu cukup Familiar . Disamping itu , baik Jessica maupun Sooyeon sama-sama bersiap siaga menghidupkan Alarm tanda bahaya jika saja penghuni mobil itu hendak berniat tidak baik pada mereka .

 

SRETT

 

Hello My Lovely Girls , mau sampai kapan kalian berdiri bengong disana ? ”

Mata Jessica dan Sooyeon sama – sama terbelalak tak percaya . ” AYAH / AYAH ” pekik keduanya berbarengan . Dasar kembar .

” Ayo naik anak-anak . ” kali ini sebuah suara yang juga sangat familiar bagi keduanya terdengar .

” IBU / IBU . ”

 

.

 

.

 

” Well , well ada perayaan apa ini ? Setelah ayah dan Ibu berdua menjemput kami dari sekolah , lantas mengajak kami makan di Restoran Mewah di ruang VVIP pula . Aku yakin-aku mencium adanya suatu hal yang ingin  Ayah dan Ibu sampaikan sampai harus membuat perayaan seperti ini . ” ucap Jessica sambil menikmati hidangan selamat datang yang diberikan secara cuma-cuma oleh pihak Restoran Mewah  paling Favorit di kota mereka .

Kedua orang tua anak kembar itu hanya tersenyum sambil melakukan hal serupa dengan si sulung-menikmati hidangan yang telah disediakan.

Sementara Sooyeon-tak seperti kedua orang tua dan saudarinya , anak gadis berpenampilan Girly itu hanya mengedarkan pandangannya ke sekeliling-memandang dengan kagum seluruh Arsitektur , perabot , pencahayaan , bahkan peralatan makan yang tersedia di meja yang sedang keluarganya tempati saat ini . Hidangan  miliknya yang serupa dengan yang dinikmati oleh Orang tua dan saudarinya masih utuh belum tersentuh diatas meja .

” Ehem …. ” sang kepala keluarga-Jung Yunho berdehem pelan-membersihkan tenggorokannya yang agak kotor karna baru saja mencicipi hidangan pembuka yang memiliki cita rasa asin dan berminyak .

Pria bertubuh tinggi besar itu meraih air putih dan lantas meneguknya rakus  akibat rasa mengganjal di tenggorokannya yang terasa seperti di neraka .

” Well … memang benar . Ayah dan Ibu-kami memiliki satu kejutan untuk kalian berdua . ” ujar Yunho sok misterius .

” Oh ya ? ” Jessica melirik Sooyeon yang hanya tertunduk tersipu di sebelahnya . ” We had something to tell you too.. ”

” Hoo … begitu ? Baiklah , bagaimana kalau kalian dulu yang menunjukkan kejutan kalian pada kami , baru setelah itu kami akan mengatakan kejutan dari kami untuk kalian ? ” tawar Jung Ahra .

” Ide bagus , isn’t it sister ? ”  

Sooyeon mengangguk dan tersenyum kalem pada kedua orang tuanya .

” Oke , Berita yang ingin ku sampaikan adalah …… ” Jessica memasang senyum yang begitu lebar-membuat kesan penasaran pada kedua orangtuanya tentang perihal berita apa yang akan disampaikan putri sulungnya itu sehingga ia terlihat begitu senang seperti ini .

” Sooyeon sudah bisa bicara Normal . Tidak gagap lagi ! ” lanjut Jessica dengan nada senang penuh semangat dan wajah sumringah .

 

TRANG

 

Sendok ditangan Yunho seketika terjatuh menghantam piring dibawahnya . Begitupun dengan Ahra yang secara refleks menumpahkan minumannya ke meja .

” Apa / Benarkah ? ” lirih pasangan suami istri itu berbarengan . Mereka serentak menjatuhkan pandangan mereka ke arah Sooyeon yang tertunduk tersipu di tempatnya .

” Itu semua benar Ibu , Ayah , aku sudah dapat berbicara dengan lancar . ” ucap Sooyeon dengan suara pelan .

 

GREP

 

Tubuh Sooyeon sedikit limbung karna menerima terjangan dua tubuh dewasa kearahnya .

” Oh Tuhan Terima kasih … ” Yunho dan Ahra memeluk Sooyeon erat-melampiaskan rasa syukur dan bahagia mereka akan kemajuan si bungsu yang sangat mereka sayangi . Sementara Jessica yang menjadi satu-satunya tak bergabung dalam acara pelukan ala Film India itu hanya tersenyum hangat . Ia juga merasa bahagia-sangat akan kemajuan adiknya .

Namun disaat yang bersamaan , Jessica mengedarkan pandang matanya ke sekeliling . Ia mendapati pengunjung lain memperhatikan keluarga mereka dengan pandangan yang beragam . Namun otak cerdas Jessica langsung mengisyaratkan bahwa pandangan itu berkonotasi tak baik bagi Imej keluarganya .

” Err—keluarga ku sekalian yang ku cintai dan ku banggakan , bisa kah kalian mengakhiri acara berpelukan Teletubbies kalian yang sangat mengharukan ini ? ” seru Jessica mengingatkan dengan nada sarkastik khasnya .

Dua orang dewasa sebagai pelaku adegan pelukan itu menengok ke sekeliling mereka . Dengan bodohnya mereka nyengir tanpa dosa .

” Maaf kami hanya terbawa suasana . ” tukas Jung Yunho kembali ke tempat duduknya di susul oleh sang istri .

Jessica memutar malas kedua bola mata bundarnya ” apapun itu tetap saja memalukan . ”

Sooyeon terkikik geli melihat tingkah saudarinya .

” Bilang saja kau juga mau kami peluk ne , Jessica-chan . ” goda Ahra pada Jessica .

” Huekk , berhenti memanggilku dengan Suffix menggelikan itu . ” sahut Jessica (masih) sarkastik .

Lagi-lagi Sooyeon hanya terkikik melihat kedekatan keluarganya yang membuat hatinya hangat . Tanpa ia sadari , sebenarnya Ayahnya terus memperhatikan dirinya dengan sorot lembut .

” Ayah senang dengan kemajuan mu ini , Sooyeon-ah . Usaha kita selama ini untuk melawan keterbatasan mu akhirnya tidak sia-sia . ” ujar Yunho .

” Yah …. selamat sayang .. ” sahut Ahra membelai surai cokelat milik putri bungsunya .

” Terima kasih Ayah , Ibu , Kakak . Ini semua berkat dukungan dan kasih sayang kalian semua . Aku tidak tahu bagaimana jadinya aku tanpa kalian … ”

” Aiisshh…. Sooyeon-ah , jangan mulai membuat Adegan Drama lagi . Nanti kalian pasti akan mengulangi adegan pelukan nan memalukan itu lagi . Itu membosan kan tahu ?! ”

” Jessica ….. ” Ahra mengingatkan .

” Iya bu … Ah ! Bagaimana jika Ayah dan Ibu mengatakan kejutan yang kalian maksud itu . Kan sesuai janji kalian . Kalian akan mengatakan kejutan untuk kami itu setelah kami mengatakan kejutan kami pada kalian . ”

” Ah , benar juga ! Baiklah …. ”

” Permisi …. ”

Beberapa pelayan datang dengan membawa Troli mengantarkan pesanan makanan yang dipesan sesuai selera masing-masing anggota keluarga Jung di meja itu . Yunho sempat mendelik kesal pada pelayan -yang sayangnya tak menyadari tatapan mematikan milik Jung Yunho yang katanya menyeramkan itu- namun , Istri tercintanya sudah terlebih dahulu memperingati dengan menepuk tangannya yang terkulai diatas meja-mencegah ia mempermalukan para pelayan itu juga dirinya sendiri di antara pengunjung lain yang sedang menikmati hidangan di meja mereka dengan tenang .

” Terima kasih … ” ujar Ahra dan Sooyeon berbarengan . Sementara Yunho masih menggeram jengkel pada pelayan itu , dan Jessica yang sudah tak sabar mencicipi makanan pesanan mereka.

” baiklah , sebaiknya kita semua makan terlebih dahulu sebelum membahas kejutan yang Ayah maksudkan . ” seru Yunho yang langsung dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga kecilnya .

Acara makan malam di Restoran mewah yang digelar keluarga Jung itupun berlangsung dalam keheningan. Tak ada percakapan ringan atau suara canda tawa layaknya yang dilakukan beberapa muda mudi yang menempati meja lain tak jauh dari meja yang ditempati keluarga itu . Hanya ada bunyi benturan antara sendok , garpu , dan pisau pemotong Steak dengan piring yang mendominasi .

Hampir 30 menit lamanya mereka bersantap dalam keheningan tersebut hingga akhirnya makanan yang disediakan telah habis tak tersisa .

Pelayan restoran telah datang membereskan peralatan makan keluarga itu sebelum menghilang di balik pintu menuju Dapur .

” Oke , Kita mulai membicarakan kejutan yang Kami maksud . ” ujar Yunho sembari mengelap tangannya dengan serbet .

Terlihat anggukan dari kedua putri kembar dan istri tercintanya .

” Ayah mendapatkan kenaikan jabatan menjadi Executive Manager di Hotel dimana Ayah bekerja . ”

” Itu Keren…. ” komentar Jessica sambil memakan potongan Timun diatas meja . Berbeda dengan Sooyeon yang sangat membenci-Alergi Buah atau Sayur bernama Timun , Jessica justru sangat menyukai bahkan kecanduan mentimun sehingga mengemil saja dia lebih memilih ngemil mentimun ketimbang Cheetos .

Sooyeon tersenyum sementara Ahra bergumam “Syukurlah …” dengan pelan .

” dan berita besarnya , Ayah di beri kepercayaan untuk mengawasi dan memimpin Operasional Cabang Hotel yang berada di Seoul . “

Semua -kecuali Yunho dan Ahra yang memang sudah tahu kemana arah perbincangan ini berlabuh – menahan nafas . Jessica dan Sooyeon tahu kalau Ayahnya masih akan melanjutkan ucapannya barusan .

” kita akan pindah ke Seoul , anak-anak .. ” tukas Yunho pada akhirnya .

 

Hening …

 

Dua gadis kembar identik di meja itu hanya diam dengan Ekspresi yang berbeda-beda dan isi pikiran yang masing-masing berkecamuk .

” Itu…. ” gumam Sooyeon

” KEREN ! ” Seru Jessica girang dan antusias .

” Hm ? ” dua orang dewasa disana memandang heran pada si sulung .

” Itu Keren , Yah . Benarkan Sooyeon-ah ? Itu sangat keren. Maksudku , kita akan pindah-keluar dari negara penuh Bule menyebalkan dan membosankan ini . Aku sudah tidak sabar . Kami tidak pernah ke Seoul  sekalipun kami berdarah Korea . Menurutku ini pasti mengasyikkan , pergi ke sebuah Negara yang benar-benar tidak pernah kami kunjungi dan bayangkan . Ini akan sangat menyenangkan, benar kan Sooyeon-ah ? ”

Sooyeon terlihat terkejut , Shock , dan Speechless. Hingga reaksi yang dapat di tunjukkannya akan sikap antusias dan bersemangat saudari kembarnya dalam menyambut kabar mengejutkan dari Ayah mereka ini hanya berupa anggukan pelan.

” Benarkah Jess ? Kami pikir kau yang akan sulit menerima keputusan ini , mengingat kau punya Kehidupan sekolah yang sangat menyenangkan dengan teman-teman mu yang sangat banyak . ” ujar Ahra tak percaya .

” Ah , jangan pikirkan soal itu . Aku sudah bosan bergaul dengan Bule terus . Sekali-kali bertemu dan bergaul dengan orang-orang yang memiliki Ras yang sama dengan kita ‘kan tidak masalah . Bukankah begitu , saudari ku ? ”

” Eum—Yah .. ” jawab Sooyeon pendek-masih tak tahu harus berkata apa .

” Ibu mengerti , bagi anak seperti mu yang gampang bergaul pasti menganggap ini sebagai tantangan untuk mendapatkan teman baru dalam lingkungan baru yang tak kau kenal . ” Ahra pada Jessica .

” tapi bagaimana dengan Sooyeon-ah , sepertinya hanya kamu yang diam saja saat menerima kabar ini .. ” Ahra pada Sooyeon dengan tangan yang mengelus surai cokelat lebat milik putri bungsunya .

Sooyeon yang tak pandai merangkai kata mulai merasa kelainan Disleksia yang dideritanya kambuh . Ia tidak tahu harus berkata apa tentang situasi ini . Kalau boleh jujur , dia agak sedikit khawatir tentang rencana kepindahan ini . Bagaimana pun dia baru saja dapat membiasakan dirinya dengan lingkungan luar-terutama lingkungan sekolahnya sekarang . Apalagi , dengan kenyataan bahwa mulai hari ini tidak akan ada anak yang berani membully dirinya lagi . Walaupun itu tidak menjamin apa dia bisa mendapatkan teman atau tidak disekolahnya . Namun ia tak terlalu memusingkan hal itu . Lagipula selama ini dia memang selalu sendirian . Tidak memiliki teman . Jadi itu tidak menjadi masalah sama sekali baginya . Namun , kenyataan bahwa ia tidak akan di ganggu oleh anak-anak yang tidak suka padanya , adalah suatu hal yang membuat Sooyeon sangat bersyukur dan berniat walau sebentar saja mencicipi ketenangan dan keheningan dirinya berada dalam sekolah tanpa keberadaan para pengganggu yang hanya bisa mengejek dan mempermalukan dirinya .

Namun , melihat saudari kembarnya nampak begitu senang dan antusias , Sooyeon tak menemukan alasan untuk berkata ‘Tidak’ akan keputusan Ayah mereka . Dan dia sudah bertekad akan mengikuti apapun yang di inginkan oleh saudarinya itu sampai kapanpun. Bahkan sampai—MATI .

” Aku setuju dengan apa yang dikatakan kakak . ” akhirnya hanya kata itu yang terucap di bibirnya diantara sekelumit pikiran rumit yang bersarang di kepalanya yang kecil .

Jessica tersenyum senang mendengar ucapan adiknya . Sementara Yunho dan Ahra saling bertukar pandang sebelum memutusnya dengan sebuah senyuman .

” Minggu depan kita berangkat . ” seru Yunho mengakhiri rapat khusus keluarga kecilnya malam itu .

 

 

OoOoO

 

 

Seoul , 3 Years Later …..

 

 

Tak terasa sudah 3 Tahun semenjak kepindahan Yunho sekeluarga di Ibu kota sebuah negara yang terkenal akan sebutan Negeri ginseng .

Seoul , salah satu kota besar di Asia yang menawarkan gemerlap dan hingar bingar perkotaan yang sering kita lihat . Bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Dinasti kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri Mahsyur di negara itu nampak berdiri serasi dengan bangunan perkantoran , Hotel , dan Pusat perbelanjaan dan taman bermain yang berdesain Modern.

Bagi kehidupan keluarga Kecil Yunho yang baru pertama kali ini menginjakkan kaki di Korea sebagai satu keluarga , menaklukkan kehidupan di kota Seoul bukanlah sebuah perkara mudah . Banyak sekali hal yang harus mereka pelajari dan mereka sesuaikan dalam kehidupan keluarga mereka yang sudah terlanjur terbiasa dengan gaya hidup bebas di negeri Barat . Terutama bagi si kembar-tokoh utama  dalam cerita ini .

Seperti yang disinggung diatas , selama 3 tahun ini baik Jessica maupun Sooyeon masih terus berusaha menyesuaikan diri . Namun, seperti yang sudah di duga sebelumnya , Jessica adalah satu-satunya diantara dua bersaudari kembar itu yang paling cepat dalam hal beradaptasi.

Kini mereka telah berada di tingkat akhir jenjang pendidikan menengah pertama di sebuah sekolah Internasional di kota Seoul . Bicara tentang kehidupan sekolah , bisa dikatakan tak ada yang jauh berbeda dengan yang mereka alami seperti di San Francisco dulu . Jessica yang terlahir dengan kepribadian nan menyenangkan , ramah , aktif , ceria dan pandai bergaul , membuatnya selalu dapat di terima dalam Komunitas pergaulan di sekolah mereka sekarang . Memiliki banyak teman dengan segudang kegiatan membuat Jessica menjadi sosok yang sangat Populer di sekolah . Sementara Sooyeon, tidak ada yang berubah dari gadis Introvert ini . Seakan membawa kutukan bawaan sejak lahir , Sooyeon selalu sendirian . Tidak memiliki teman dan tidak pernah di pandang di lingkungan sekolah . Seluruh anak-anak seolah menghindar dan menjauh darinya . Namun untungnya , Pembully-an yang selalu dialaminya saat di Amerika dulu tak pernah dialaminya di sekolah barunya ini . Hanya saja, dia seakan tak terlihat diantara kumpulan anak-anak yang selalu bercengkerama dan bercanda menikmati masa-masa remaja penuh Transisi yang menyenangkan. Dia adalah anak yang diabaikan-terbuang . Bohong jika ia tak merasakan dan perih akan perlakuan tak adil yang didapatinya dari orang-orang sekitar . Pikiran remajanya yang Labil kerap kali menenggelamkannya dalam lembah keputusasaan . Bahkan tak jarang ia merasa sangat ingin mengakhiri ini semua . Mengakhiri hidupnya sendiri .

Kau tahu , rasanya jauh lebih baik jika kau di Bully , di ejek , dan di permalukan habis-habisan daripada dianggap seakan tak terlihat-tak ada diantara mereka . Diabaikan . Setidaknya mereka semua mengakui keeksistensian mu walau mesti mengorbankan Harga dirimu yang mesti harus terinjak-injak karna mereka permalukan .

Tetapi jika diabaikan terus-terusan bukankah itu jauh lebih menyakitkan ?

 

Namun keberadaan Jessica sebagai saudari kembar yang begitu menyayanginya , sedikit dapat membuat Sooyeon tetap bertahan . Sebagai Satu-satunya anak di sekolahnya yang menganggap dirinya , keberadaan sang kakak kembar sudah lebih dari cukup untuk mengisi hari-hari nya yang sepi-suram . Asalkan ada Jessica , Sooyeon tak kan mempedulikan apapun yang orang katakan , dan yang akan orang lakukan pada dirinya . Cukup Jessica dan ia yakin semua kan baik-baik saja.

 

” yeon-ah…Sooyeon-ah …. ”

” Hah ? ”

” Kau kenapa ‘sih ? Mikirin apa ? Kau tahu, hampir 1 menit aku memanggil-manggil nama mu sambil melambaikan tangan tepat di depan wajah mu, tapi kamunya kayak orang kesurupan gitu . Membuatku takut saja . ”

Yang ditanya hanya mengerjapkan matanya berulang kali . Menatap ke sekeliling dan menyadari bahwa sekarang ini ia tengah berada di pinggir lapangan Bola sekolahnya bersama Jessica . Bedanya jika Jessica memakai seragam khas seperti yang dipakai oleh seorang pemain sepak bola-menandakan bahwa kembarannya itu merupakan anggota suatu tim yang pastinya tengah bertanding di lapangan hari ini . Sementara Sooyeon masih mengenakan seragam sekolahnya lengkap dengan Blazer yang masih membungkus tubuh bagian atasnya .

AH !

Sooyeon spontan menepuk jidatnya kuat . Teringat bahwa saat ini dia di haruskan menemani sang kembaran bertanding Bola dengan kelas tetangga terkait diadakannya Event Class meeting yang mengharuskan penghuni kelas satu saling bertanding dan unjuk kebolehan dalam berbagai bidang mulai dari Akademik , Seni , sampai Olahraga dengan kelas lain .

Saat Jessica tengah melakukan pemanasan dengan anggota timnya-yang merupakan teman-teman sekelasnya yang uniknya semuanya laki-laki , disitulah Sooyeon duduk sendirian di pinggir lapangan menjauhkan diri dari kumpulan Suporter dari kelas-kelas yang tengah bertanding .

Dan tanpa ia sadari , kesendiriannya itu ternyata membuatnya tenggelam dalam pikirannya sendiri-Melamun hingga melupakan sekitar .

” HEI ! ” tegur sang kembaran dengan wajah kesal .

” Ah , Mian . ” ucap Sooyeon memohon maaf .

Jessica hanya dapat mendengus ” Melamun lagi . Kamu sedang mikirin apa ‘sih , Sooyeon-ah ? Tidak biasanya kamu seperti ini . ” tanya Jessica penuh perhatian  .

Seketika Sooyeon salah tingkah .

” Tidak ada apa-apa , Kak . Aku baik-baik saja . Eum—apa pertandingannya sudah mau di mulai ? ” mengalihkan arah pembicaraan merupakan salah satu keahlian Sooyeon-sebagai Kamuflase tentang apa yang dia pikirkan dan rasakan sekarang ini .

Jessica mengangguk ” Kamu sudah janji kan untuk menonton dan mendukung Tim ku hingga meraih kemenangan ? ”

” Tentu saja . Aku tidak pernah menhingkari janji ku . ”

” Dan Bersorak paling nyaring ? ”

” Hah ? K-kalau s-soal itu, A-aku t-tidak bisa , k—kak . ” jawab Sooyeon gugup yang secara otomatis membuat kebiasaan gagapnya kambuh .

Jessica memutar bola matanya, bosan.

” Ayolah , sekali ini saja . Ekspresikan dirimu , berteriak dan bersoraklah untuk ku . Kemarin saat kelas mu bertanding saja kamu bahkan tidak mau menonton apalagi memberi dukungan . Jadi , sekarang , karna ini giliran kelas ku yang bertanding , kamu harus menyemangati ku dengan berteriak sekencang-kencangnya . Kita kan kembar ”

” Tapi a-aku tidak pernah b—berteriak kak . A-aku t-tidak b-bisa .. ”

” Aiisshh , Come On . Kalau kamu memang tidak mau mengikuti kegiatan apapun di hari-hari terakhir kita di SMP , aku masih maklum karna kamu memang pemalu . Tapi aku hanya minta agar kamu berteriak menyemangati ku dari pinggir lapangan saat aku sedang bertanding , apa susahnya sih ? ”

” …. ”

Sooyeon terdiam- tak tahu harus berkata apa dan bereaksi bagaimana .

Benar . Jessica hanya memintanya berteriak memberikan semangat saat kakak kembarnya itu tengah bertanding di lapangan . Mengingat semua yang telah dilakukan sang kembaran pada dirinya selama ini , membuat Sooyeon seolah malu sendiri . Pasalnya dia sama sekali tak memiliki kemampuan dan kesempatan untuk membalas segala kebaikan, perhatian, juga kasih sayang Jessica padanya .

Hanya berteriak memberikan sorakan dukungan , apa susahnya ?

” Tapi kalau aku gagap lagi bagaimana ? ” tanya Sooyeon polos-ragu .

Jessica spontan terkekeh mendengar pertanyaan polos bin konyol kembarannya .namun detik berikutnya ia hanya mengangkat bahu dengan acuh ” Who Cares ? ”

 

PRIIITT

 

Suara peluit wasit yang akan memimpin jalannya pertandingan sudah terdengar .

” Yosshh ! Akan ku buktikan kalau anak perempuan juga bisa Bermain bola ! ” seru Jessica penuh semangat .

” Hati-hati , kau tentu tidak akan lupa pesan utama Ibu saat kau bermain bola ‘kan , kak ? ” pesan Sooyeon mengingatkan .

” Ya , ya , aku ingat . ‘Jangan sampai membuat wajah mu terluka ‘  Ck , Konyol ! Jelas-jelas wajah tidak ada kaitannya sama sekali dengan permainan sepak bola , kenapa Ibu benar-benar khawatir wajah ku sampai terluka ? Kalau dia mengkhawatirkan kemulusan kaki ku , itu baru masuk akal .  ”

” Mungkin dia hanya tidak mau Anak kesayangannya yang begitu cantik ini terluka wajahnya . Kan sayang . ”

” Heuh , wajah kita itu sama , Sooyeon-ah . Kalau aku Cantik berarti kau juga sama cantiknya dengan ku . ”

” Baiklah-baiklah … kau mau terus berada di pinggir lapangan dan berdebat dengan ku begini atau pergi ke tengah lapangan sana  dan bertanding ? ”

” Ah , Benar juga ! Baiklah Doakan agar Tim ku menang ya … ”

” Pasti . Bermainlah dengan sungguh-sungguh , tunjukkan Skill dan kemampuan terbaik mu . Dan jangan sampai terluka kalau kau tak ingin Ibu menghentikan karir bermain Bola mu ! ” ucap Sooyeon memberikan semangat pada kakak kembarnya yang akan segera bertanding .

” Berisik . Aku tahu itu semua , dasar cerewet ! ” dengus Jessica sambil berlari ke tengah lapangan dimana para rekan setimnya yang keseluruhan laki-laki dan anggota Tim lain telah berkumpul mengelilingi Wasit juga hakim garis untuk memulai prosesi Coin Toast .

 

PRIIITT

 

Pertandingan pun dimulai . Sooyeon terus memberikan dukungan pada saudari kembarnya yang merupakan satu-satunya anak perempuan dilapangan yang hebatnya sanggup mengisi posisi sebagai Winger atau pemain sayap yang di tuntut memiliki kegesitan dan kecepatan yang mumpuni . Posisi yang pas sekali bagi Jessica yang memiliki postur mungil dan ringan itu untuk berlari kesana kemari mengejar bola . Di lapangan Terkadang Jessica tak segan bergumul-berebut bola dengan anak-anak laki-laki yang memiliki tubuh jauh lebih tinggi dan besar darinya .

Sempat terjatuh saat anggota tim lawan melakukan Tackling saat merebut bola membuat Suporter Tim lawan mencibir ke arah Jessica yang justru memandang bengis mereka yang meragukan kemampuannya . Dengan sigap ia kembali bangkit dan kembali ke pertandingan yang berlangsung kian seru . Hingga membuat Suporter-suporter yang mencibirnya tadi membelalak tak percaya .

” AYO KAKAK , SEMANGAT ! ”

Sooyeon patut mengingat Momen ini . Momen dimana untuk pertama kalinya dia berteriak di depan umum . Ternyata cukup menyenangkan juga , hihi ..

” Hei , Coba lihat si gagu itu . Hanya bisa memberikan semangat pada kembarannya yang sedang bertanding . Tidak berguna sekali , kan ? ”

 

Deg !

 

Sooyeon dapat mendengar jelas ada dua atau tiga anak yang saat ini tengah mencemoohnya tepat di belakang punggungnya .

” Iya benar , kasihan sekali ya , Jessica sunbae yang begitu populer di sekolah harus memiliki kembaran yang Gagu , bodoh , dan tidak berguna baginya ? ”

” Hmm … pasti Jessica sunbae juga merasa malu sekali memiliki kembaran yang seperti itu . Ck , Tuhan sungguh tidak adil . ”

 

Cukup sudah ..

 

Dengan mengumpulkan segenap keberanian yang timbul tenggelam dalam dada , Sooyeon berbalik-mencoba berhadapan langsung dengan anak-anak yang tengah mencemooh dan mengejek dirinya itu .

” Hoooo … lihatlah … dia berbalik teman-teman . Kira-kira apa yang akan dia lakukan ya ? ” ejek seorang anak bermata sipit dan rambut jabrik yang diberi Gel berlebihan sehingga rambutnya tak ubahnya seperti sapu ijuk .

” aku tahu , apa lagi kalau bukan …… ”

” MENANGIS ! HAHAHA ! ”

tawa anak-anak itu membahana .

” Dasar Gagu . ”

” Cengeng . ”

” Idiot . ”

” Penakut yang hanya bisa bersembunyi di belakang kembarannya saja . ”

Ketiga anak-anak itu berjalan mendekat ke arah Sooyeon-membuat gadis itu terus melangkah mundur menjauh .

Terpojok . Kira-kira seperti itulah keadaan tidak mengenakkan yang kembali dialami Sooyeon . Membuatnya jengah-muak . Selalu saja seperti ini , dimanapun , semua anak-anak di sekelilingnya sama saja . Anak-anak pengecut yang hanya berani mengejek , mempermalukan , dan memojokkan dirinya saat Jessica sedang tidak bersamanya . Dasar pengecut !

Sooyeon menahan napas saat anak-anak itu telah mengepung-mengurungnya diantara pagar kawat pembatas antara pinggir lapangan dan bangku khusus suporter . Punggung Sooyeon telah menempel di pagar , bahkan ia bisa mencium bau karat besi dari kawat yang menempel di balik punggungnya .

” mau kemana kau sekarang eoh , gagu ? ”

” Ya , kau tidak bisa kemana-mana lagi . Kembaran mu itu juga tidak bisa menolong mu lagi . ”

” kau tidak akan selamat kali ini … khukhukhu.. z”

Sooyeon telah terisak hebat dengan wajah yang basah kuyup oleh air mata .

Mengumpulkan segenap tenaga , menunggu hingga saat yang tepat dimana ia bisa melepaskan diri . Ia menemukan sedikit celah dari tubuh anak-anak yang sedang memojokkannya .

 

BUUUKK

 

Sekuat tenaga ia menendang anak yang berposisi di tengah dan mencuri kesempatan untuk lari sekencang mungkin dengan derai tangis ketakutan yang mengiringi .

‘ Aku memang tidak berguna . Aku bodoh , Idiot . ‘

Terus berlari tak tentu arah menembus hutan pinus yang mengelilingi seluruh areal sekolah yang sepi karna seluruh perhatian murid sedang tertuju pada pertandingan sepak bola antar kelas yang tengah berlangsung.

 

.

 

.

 

Hutan  . Sooyeon menyadari ia telah berlari terlampau jauh dari areal lingkungan sekolahnya . Sekarang disekelilingnya hanya ada deretan Pohon pinus nan lebat merambat , hampir menutupi cahaya Matahari yang hendak menapak tanah .

Sekarang ia tak tahu berada dimana . Tak tahu jalan pulang dengan perut yang mulai bergemuruh kelaparan .

Matahari kian meninggi diatas kepala . Hingga keberadaannya yang saat ini di tengah hutan Pinus yang lebat sedikit banyak ia syukuri .

Berpikir tentang bagaimana caranya ia dapat pulang membuat kepalanya sakit seketika . Ia tahu ia sudah terlanjur kelelahan dan sialnya juga kelaparan . Sehingga satu-satunya pilihan bijak saat ini hanyalah memilih duduk tenang dan mengistirahatkan diri sejenak . Dengan begitu , ia yakin ia bisa berpikir tentang cara keluar dari hutan ini .

Ia mengambil tempat dibawah pohon pinus yang berdaun lebat dan rindang . Dapat dirasakannya semilir angin sepoi nan sejuk menerpa wajahnya . Mengundangnya untuk memejamkan mata-menyapa alam mimpi walau hanya sejenak .

 

(Bayangkan saat itu terdengar alunan suara Biola seperti yang dimainkan karakter Yoon Ji-hoo yang diperankan Kim Hyun Joong di Serial Drama ‘Boys Before/Over Flowers’)

 

Belum lama ia memejamkan mata , tiba-tiba pendengarannya menangkap sebuah suara merdu-seperti alunan Instrumental musik yang dimainkan secara Emosional penuh penghayatan. Entah siapa yang memulai, namun pelan tapi pasti , dengan memejamkan mata, Sooyeon berjalan membiarkan Alunan musik merdu yang di dengarnya ini menuntunnya ke arah suara itu berasal .

Ia pun berhenti di salah satu pohon, mendapati seorang anak laki-laki berambut hitam yang tengah memainkan biola di bawah pohon yang sama. Kemudian Sooyeon berjalan mendekat ke pohon tempat anak itu bersandar dan bersembunyi dibalik pohon itu —sisi yang berlawanan dengan pemuda berambut hitam yang masih asyik memainkan biolanya .

Dalam diam, Sooyeon terus saja mendengar alunan nada-nada nan merdu tersebut. Menghayati setiap Emosi yang coba disampaikan si pemuda dalam permainan biolanya . Sedikitpun  ia Tak berniat untuk pergi dari sana.

Sooyeon memejamkan matanya, berusaha menghayati not-not yang dimainkan anak pemuda itu dengan sangat baik . Dalam hati ia berdecak kagum . Memang sejak lama , ia menaruh minat lebih terhadap dunia musik . Sejak usia 3 tahun , dia sudah pandai memainkan Tuts-tuts Piano . Dan itu dilakukannya secara Otodidak . Dia tidak pernah mendalaminya secara Serius, bahkan ia buta dengan yang namanya Not Balok-mengingat ia memiliki kekurangan dalam hal belajar . Jangankan Not balok atau Notasi musik yang rumit , membaca huruf Alfabet sederhana saja dia sudah  sangat kesusahan.

Belum lama, pemuda itu tiba-tiba menghentikan permainannya. Membuat Sooyeon tersentak- merasa kecewa .

” Mau sampai kapan kau mau terus diam disana dan menguping ? ” tegur si pemuda dengan suara Baritone yang telah benar-benar matang . Mendengar suaranya , Sooyeon sempat gemetaran. Ia bisa menebak pemuda itu berusia 2 atau 3 tahun lebih tua darinya .

” …. ” Sooyeon tak menjawab . Bukan karna dia tak sopan . Dia tahu bahwa mendiamkan orang yang menegur atau bertanya pada kita adalah sebuah tindakan yang tidak terpuji . Namun saat ini , dia benar-benar tidak bisa menjawab atau memberikan reaksi apa-apa .

Ketahuan menguping dan di tegur dengan suara berat yang selalu memberi kesan bahwa si pemilik suara marah , bagaimana kau menggambarkan keadaan Sooyeon sekarang ? Terjepit dan Terpojok . Dan tentu saja, Gugup .

” Hm , tidak mau menjawab , eoh ? Ku harap kau bukan anak yang disuruh Ibu ku untuk mencari ku . ”

” Eh ? ”

Apa maksud namja ini ? Sooyeon benar-benar tidak mengerti . Dia dituduh menjadi suruhan Ibu anak itu untuk mencarinya ? Hei , itu sama sekali tidak benar .

Justru dia sedang tersesat karna terlalu asyik berlari di hutan ini, dan tidak tahu jalan pulang . Eum—haruskah pelariannya ini dikategorikan Lari dari kenyataan ?

Sooyeon semakin merapatkan punggungnya di batang pohon-berharap agar pohon itu menelan dan menyembunyikan tubuhnya dari anak yang memergokinya itu saat ia mendengar derik daun yang terinjak disekitar mereka . Ia yakin pemuda itu sedang berusaha mendekat kearahnya .

” Hei , kau tidak Bisu , ‘kan ? Haggh, pertanyaan bodoh , tentu saja tidak . Tidak mungkin orang bisu dapat mendengar permainan ku . ” pemuda itu  mengoceh .

Sooyeon tetap bungkam .

Terdengar kekehan pelan si pemuda dari balik pohon yang sama dengan yang disandari Sooyeon.

” Jangan bilang kau juga merupakan orang bodoh yang terbuang yang mencari pelarian di tempat sepi seperti ini . Yeah, kalau begitu kau sama seperti ku . Bodoh . Bukankah kita ini adalah orang-orang yang menyedihkan ? Seperti di Drama saja . ketika tokoh utamanya sedang sedih atau Galau maka mereka akan mencari pelarian di tempat-tempat sepi tak terjamah orang,lantas mengklaim tempat tersebut sebagai tempat Favorit mereka . Dan akhirnya bertemu orang yang di cintainya , Konyol . ”

Sooyeon sontak tersedak olah salivanya sendiri karna ucapan si pemuda .

 

Cinta katanya ?

 

Apa itu cinta ?

 

Ia dapat mendengar suara Zipper atau ritsleting yang sengaja di buka . Menurut tebakannya , mungkin anak itu sedang memasukkan Biolanya ke dalam tas .

” masih tidak mau bicara rupanya . Apa kau marah karna aku menuduh mu ? Ya ampun , aku minta maaf soal itu . Kau tahu , dilatih menjadi anak yang selalu waspada dan pandai membaca situasi sekitar itu benar-benar membuat mu terlihat menyebalkan . Buktinya aku yang tidak punya bukti apa-apa , bisa-bisanya menuduh mu yang tidak tahu apa-apa . Berpikir kalau kau merupakan suruhan Ibu ku yang di tugaskan untuk mencari ku . Katakan padaku , itu tidak benar , ‘kan ? ”

“… ”

Tak mendapati sedikitpun respon dari lawan bicaranya yang jelas-jelas sangat pasif , membuat sang pemuda berdecak .

” Atau…. apa memang benar—kau adalah suruhan Ibu ku ? ”

” …. ”

” Baiklah , aku tidak akan ambil pusing tentang siapa dirimu dan apa yang kau lakukan disini . Kalau pun benar kau suruhan Ibuku , aku persilahkan kau untuk memberitahu beliau tentang keberadaan kita sekarang . Tapi , izinkan aku mengajukan satu permohonan sebelum itu . Ya ampun , kakak ku pasti akan menertawaiku habis-habisan jika dia tahu aku memohon seperti ini pada seseorang . Tapi , siapa peduli ‘kan ? Aku hanya ingin kau merahasiakan kalau barusan aku memainkan Biola . Kau tahu , Nenek Sihir itu tidak pernah menyukai yang namanya Musik . Dia tidak pernah memberiku Izin untuk mendalami dunia musik, padahal Passion terbesar ku adalah di dunia Musik . Beliau hanya ingin aku melanjutkan kepemimpinan perusahaan dan hanya Fokus belajar Bisnis . Itu saja . Tidak heran kerutan di wajahnya tak pernah hilang walau setiap minggu dia melakukan suntik Botoks . Mikirin Perusahaan dan bisnis terus , ‘sih . ” si pemuda terus mengoceh panjang lebar . Terdengar seperti Curhat colongan , eoh ?

Sooyeon tetap bungkam . Mulutnya terkatup rapat saat ini .

” Hagghh… kau ini susah sekali di ajak bicara ya ? Aku sudah kehabisan akal tahu ?! Tapi ya sudahlah , mungkin kau memang tidak terlalu suka bicara . Oh , Astaga ! tentu saja , mana mungkin ada anak-perempuan pula yang berani bicara dengan orang asing . Iya , ‘kan ? Dasar bodoh ! ”

” Ya sudah , kalau tidak keberatan , pertemuan pertama kita ini terpaksa ku akhiri sampai disini . Aku tidak mau sampai di grebek satuan S.W.A.T lagi gara-gara kabur dari sekolah . ” anak laki-laki itu nampak beranjak dari duduknya dan menenteng Tas jinjing berisi Biola yang barusan dimainkannya .

Terlihatlah Seragam serba hitam dengan Dasi bergaris hitam putih yang dikenakan namja itu . Berbeda dengan seragam yang Sooyeon kenakan yang berwarna Biru gelap .

Di dorong oleh rasa penasaran , anak si pemuda berusaha mendekati Sooyeon. Sooyeon dengan cepat berjalan mundur bahkan membalikkan punggungnya sehingga yang terlihat oleh Iris kelam anak si pemuda hanyalah punggung datar seorang anak perempuan yang bertubuh mungil .

Mengetahui seragam yang dikenakan anak perempuan misterius yang ditemuinya berbeda dengan miliknya membuatnya menyadari bahwa anak perempuan tersebut bukanlah anak yang berasal dari sekolah yang sama dengannya .

” Kau dari sekolah sebelah ? ” tanya si pemuda kembali mencoba mendekat .

” Jangan mendekat . ” ucap Sooyeon dengan suara gemetar .

Mendengar suara anak perempuan yang ditemukan-atau menemukan dirinya secara tak sengaja untuk pertama kali , membuat pemuda itu tersenyum lega .

” baiklah , kalau itu mau mu . Tapi aku hanya mengingatkan kalau hari sudah semakin siang , sebaiknya kau kembali ke sekolah mu . Bukankah kalian sedang mengadakan Event Class meeting , tentu kau tidak mau sampai ketinggalan kan ? ”

Terdengar derik suara dedaunan yang terinjak. Seiring waktu suara itu semakin menjauh .

Heran akan kesunyian disekitarnya yang terjadi tiba-tiba , Sooyeon membalik badan dan langsung terkejut saat tak menemukan siapapun di tempat itu . Dengan sedikit panik , ia Mengedarkan pandangan ke sekeliling namun ia tak kunjung menemukan namja dengan Biolanya yang terus mengoceh tadi .

Anak itu sudah pergi ternyata .

” Haaahhh… ” mendesah-menghela nafas panjang dan mendudukkan dirinya dibawah pohon .

Sekarang , tinggal lah ia seorang diri .

Sendirian . Tersesat . Galau . Dan—Kelaparan .

Ha-ah … adakah yang lebih buruk dari ini ?

Ia tahu kalau selama ini pun dia memang lebih sering sendirian. Selalu malah . Tapi , sendirian di tengah hutan begini , tentu lain halnya .

Sepi . Seram .

” Haaaahh.. ” entah ini helaan nafas berat yang keberapa kali yang dilakukan Sooyeon seharian ini .

Kalau tahu jadinya begini, masih lebih baik rasanya jika dia mendengarkan pemuda pemain Biola yang dari permainan biolanya terdengar begitu Melankolis namun ternyata cerewet itu . Yah , rasanya itu jauh lebih baik .

” Mikirin aku ya ? ”

” KYAAAA !! ”

Seseorang , ada pengorek kuping Jumbo ? Kalau ada , tolong berikan pada namja yang saat ini sedang bergelantungan di pohon tadi tempat mereka saling bersandar itu .

Si pemuda menjatuhkan diri-menapakkan kakinya ke tanah sambil mengorek-ngorek kupingnya yang berdenging . Berterima kasihlah pada Teriakan lumba-lumba milik gadis yang ditemuinya secara tak sengaja ini .

Masih terengah-engah mengatur nafas , Sooyeon membelalakkan mata saat berhadapan langsung dengan anak laki-laki yang bermain Biola tadi .

Ouch , dia lupa kalau dia harusnya tidak boleh bertatap muka dengan orang asing . Namun sekarang, sudah terlambat untuk berbalik dan memberikan pemandangan punggung miliknya pada pemuda . Mereka sudah terlanjur bertatap muka , dan tidak ada cara lain untuk melarikan diri . Lagipula dia bukanlah seorang Pengecut yang lari dari apa yang di hadapinya .

” Aku hanya ingin melihat apa yang kau lakukan disini sendirian . Bahaya tahu seorang anak gadis sendirian di tengah hutan begini . ”

Sooyeon spontan melangkah mundur saat anak itu berusaha kembali mendekatinya .

” Kau tersesat ? ”

” …. ”

” Aaissshh … masih tidak mau bicara juga . Kalau kau kebingungan mencari jalan pulang , kau ikuti saja alur pepohonan pinus ini ke arah Barat. Kau akan sampai di sekolah mu setelah 10 menit berjalan . ”

Dengan enggan pemuda itu perlahan mundur . Sementara Sooyeon hanya menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi , walau kedua alisnya menukik tajam . Setelah terbentuk jarak nan cukup jauh diantara mereka dan pemuda  itu yakin bahwa anak perempuan dihadapannya tidak akan membuka mulut dan bicara pada dirinya , ia pun berbalik pergi dengan menjinjing Tas biolanya .

Namun , Baru sekitar 10 langkah ia berjalan , anak laki-laki yang mungkin berusia 17 tahun dan dipastikan berasal dari SMA Internasional Seoul yang lokasinya memang berdekatan dengan sekolah Sooyeon dan Jessica itu berbalik kembali . Alis tebal anak itu mengerut kuat saat ia masih mendapati Sooyeon masih berdiri di bawah pohon sambil menunduk .

” kalau kau tidak tahu yang mana arah Barat , itu adalah arah Matahari terbenam. Kalau masih bingung juga, kira-kira arah Barat itu tepat di sebelah kanan mu . Atau …. apa mau kau ku pinjamkan Kompas ? Kebetulan di Tas ku ada …. ”

” Aku tahu yang mana arah barat ! ” dengus Sooyeon kesal dengan nada 2 tingkat lebih tinggi dari nada bicaranya sehari-hari . Ia perlu mencatat hal ini dalam catatan hariannya .

Pemuda yang jika di lihat-lihat memiliki tubuh jangkung dan Atletis itu mengedikkan bahu .

” Baguslah kalau sudah tahu . Ku pikir karna saking bodohnya kau tidak tahu Arah mata angin. ” ucap si pemuda mencemooh sambil Berbalik kembali dan benar-benar meninggalkan tempat itu.

Melihat punggung pemuda itu terus menjauh-hingga terlihat seperti titik hitam di kejauhan-hingga akhirnya benar-benar menghilang , barulah Sooyeon melangkahkan kaki ke arah Barat .

Mari berdoa semoga pemuda itu tak memberinya Informasi arah jalan pulang yang keliru .

 

 

OoOoO

 

 

Saat itu bertepatan dengan Liburan Semester sekolah . Musim panas nan menyengat membuat kebanyakan anak-anak lebih memilih menghabiskan waktu dirumah daripada bermain di luar kalau tidak mau kulit gosong dan ancaman penyakit memalukan yang sering ditandai dengan kenaikan panas tubuh yang drastis bernama Demam mengintai .

Terlihat Jessica tengah tiduran diatas Sofa dikamar yang di tempatinya bersama Sooyeon saudari kembarnya . Anak perempuan tomboi itu tengah membaca Komik dengan mulut yang tersumpal Lolipop . Ketika Si kembaran ikut bergabung dalam kamar itu , ia sempat terkejut mendapati posisi ajaib sang kakak yang sungguh tak pantas disebut layak (?) Untuk ukuran anak perempuan .

Kaki yang dikangkangkan lebar dengan satu kaki menapak di lantai sementara kakinya bertengger manis di sandaran sofa nan empuk . Oh , Demi teriakan Ibu mereka yang membahana , tidak bisakah Jessica itu bersikap dan bertingkah layaknya anak gadis normal ?

Sooyeon hanya mampu menggeleng melihat tingkah si kakak kembar . Namun dia sedang tidak berminat di pusingkan dengan tingkah kembarannya , dia punya tujuan lain masuk ke dalam kamar yang juga ditempati olehnya itu .

Ia bergerak menuju lemari lima pintu di sisi kiri ranjang ukuran raja yang di tempati mereka berdua .

Menyadari keberadaan orang lain sekain dirinya di kamar itu , membuat Jessica bangun dari tidurannya dan sempat mengernyit menyaksikan tingkah adik kembarnya yang tengah memilah-milah pakaian miliknya dalam lemari .

” Kau mau pinjam baju ku lagi ? ” tanya Jessica mendekati kembarannya yang selalu berpenampilan Girly itu .

” Um , boleh kan ? Aku mau pergi lagi . ”

” Pergi ? Kemana ? Dengan siapa ? ”

” jangan mulai , kak. Aku mau ke sekolah mengerjakan sesuatu bersama temanku . ”

” Teman ? Teman yang mana ? Aku tahu siapa-siapa saja teman mu , Sooyeon-ah . Jadi , kalau terjadi apa-apa , atau yang paling buruk , kau berbohong, aku bisa mengetahui dan menghubungi mereka semua. ” ancam Jessica dengan aura membunuhnya .

” sudahlah , aku memang akan menemui teman ku . Teman baru dan kami akan mengerjakan suatu Proyek di sekolah . Dan aku tidak berbohong . Kau boleh lihat nanti . ”

” Lupakan saja . Bersifat Rajin dan tekun itu adalah tugasmu , sementara aku adalah kebalikannya . Tugas ku adalah menjadi pemalas dan tukang tidur . Cuaca panas begini lebih enak dihabiskan dengan tidur . Jadi , jangan coba-coba menukar peran. ”

” Iya , aku tahu . ”

” lantas kenapa kau selalu memakai pakaian dan Aksesoris ku ? Sudah bosan pakai Dress terus ? ”

” boleh di bilang begitu . ” Sooyeon membuka Dress yang dikenakannya hingga menyisakan pakaian dalam serta kaos dalam tipis yang melekat di tubuh bagian atasnya . Setelah itu ia memakai cepat Celana jeans pendek , kaos , serta baju berlengan panjang yang dijadikan luaran diatas kaos oblong yang dikenakannya .

” Bisa kau bantu aku ? ” tanya Sooyeon menunjukkan karet rambut hitam pada Jessica sementara tangannya yang lain telah mengumpulkan rambut-rambut cokelatnya dalam satu genggaman-ikatan.

” Kau bahkan meniru gaya ku . Sebenarnya kau ini kenapa ‘sih ? Membuat ku curiga saja .” Ujar Jessica sambil membantu mengepang rambut kembarannya.

” Tidak ada apa-apa . Aku hanya sedang mencoba gaya baru . Kau sendiri yang bilang gaya ku dengan selalu mengenakan Dress itu membosankam dan monoton. Tidak ada salahnya kan aku mengikuti gaya mu ? ”

Sooyeon berbalik menghadap Jessica setelah, kakaknya itu telah selesai menguncir rambutnya .

” Hei , kita terlihat Keren , kak. ” ucap Sooyeon mencoba menirukan gaya bicara Jessica yang ‘Anak masa kini banget’ dengan gaya ala anak Hiphop Alay yang lagi IN banget masa itu .

Jessica mengernyit ” kalau kau yang menyebutkannya jadi tidak keren lagi . ”

” Siapa peduli ? ” Sooyeon berjalan menuju pintu keluar . Namun sebelum itu ia menyambar Topi Snapback-yang sudah dipastikan milik Jessica- diatas meja , lantas memakainya .

” Hei , aku mau pakai Topi itu . Aku juga mau pergi  ”

” BYEEEE ! ”

” Aiiisshh…. anak itu …. ”

 

.

 

.

 

Gadis berpenampilan Tomboi itu terlihat terus melangkahkan kakinya menuju pedalaman hutan yang dipenuhi Pohon-pohon mapel dan pinus yang menebarkan aromanya tersendiri . Di punggungnya ia menggendong

Aroma musim panas yang ceria .

Ah ! Tapi bukan saat yang tepat untuk mengagumi alam sekitar saat ini . Dia sudah ada janji dan sialnya ia terlambat .. oh my ..

Wajahnya seketika berubah sumringah ketika ia mendapati pemandangan Danau Alam nan indah dan tampak berkilauan di timoa cahaya matahari dengan Unggas-unggas juga binatang liar yang sedang meminum airnya .

” kau terlambat , Jess… ” ucap suara berat yang si gadis temukan tengah duduk diatas batang pohon tumbang di pinggir danau .

” Maaf , aku …. ”

” Tidak ada alasan. Cepat keluarkan Gitar mu . ”

” Aiiisshh , tidak bisakah kau sedikit berbasa-basi . Ternyata selain bermuka dingin dan berhati melankolis karna hanya jago memainkan lagu Ballad , kau juga sangat galak . ”

” Jangan banyak bicara . Ayo cepat kita mulai . ” pemuda itu pun mengeluarkan Gitar miliknya dan mulai memainkan sebuah lagu .

” Ne Sunbae , kau bilang sebentar lagi kau akan pindah ke Kanada. ”

” Hm , melanjutkan kuliah . Lusa aku berangkat . ”

” berarti ini pertemuan terakhir kita ? ”

” begitulah . Kenapa ? kau mau memelukku dan menangis sambil mengucapkan kata perpisahan ? Aiiihh , maaf saja . Aku tidak terlalu suka Drama. ”

” Ya ! Siapa juga yang mau melakukan adegan Drama saat melepasmu pergi. Memangnya kau siapa ? ”

” Siapa tahu …. ” pemuda jangkung itu mengedikkan bahu .

” Eum—Sunbae , aku ada permintaan untuk mu . ”

” Aisshhh , aku bukan Santa Claus atau bintang jatuh yang akan mengabulkan semua keinginan mu . ”

” Siapa juga yang bilang kamu Santa Claus atau bintang jatuh ? Eum—anggap saja ini permintaan terakhir sebelum kita tidak akan bertemu lagi . ”

” baiklah … kau membuatku pusing . Merepotkan . Apa yang kamu inginkan ? ”

” Eum—aku ingin kamu memainkan lagu saat kita pertama kali bertemu dulu . ”

” Oh ,  ‘Si Bodoh yang tersesat’ ? ”

” APA ? ”

” Kenapa ? Aku memang memberikan judul lagu itu ‘Si Bodoh yang tersesat’ . ”

Gadis itu kehabisan kata-kata untuk menjawab . Mulutnya hanya membuka tutup-mencoba mengutarakan maksud.

” Kenapa ? Merasa Familiar ? Jangan Geer . Memangnya yang pernah Tersesat di dunia ini cuma kau saja ? ”

Si tomboi hanya mendesis jengkel .

” Aku yakin sifat menyebalkan mu ini memang ada sejak kau lahir . Menyebalkan itu adalah sifat alami mu . Kau tahu ? ”

” kau tak pandai memaki . Jadi jangan coba-coba . Aku punya Ide yang lebih bagus . Lagu yang jauh lebih menggambarkan suasana saat ini . ”

” jangan bilang lagu Romantis . Aku tidak suka. ”

” sayang sekali … ”

Namja jangkung itu pun mulai memainkan gitarnya . Wajahnya terlihat serius memainkan senar gitar yang nampak begitu serasi di mainkan jari-jarinya yang panjang .

 

Beol-sseo myeochilchae jeonhwahdo eom-neun neo

eolma humyeon naye saengiriran georaneunji

nun-chido eobshi shi-ganeun jakkuman heu-lleo-ga-go

nan mi-umboda keokjeongseureon mame

mu-chakjeong chaja-gan neoye kolmok eokwiieseo

saenggakji mothan useumyeo bangineun neoreul bwah-sseo

 

 

Sashi-reun malya na manhi kominhaesseo

ne-ge amugeot-do haejul su eom-neunkeol

aju manhi mojarado kajin geot eop-seodo

ireon narado bada ju-llae

 

 

Neoreul wiihaeseo neomaneul wiihaeseo

nan sesang modeun geol da ankyeo jujineun mothajiman

nan neo-ye-geman ije yaksokhal-ke

ojing neoreul wiihan nae-ga twehl-ke

 

Is only for you just wanna be for you

neon geureohke chigeum moseub keudaero nae gyeote isseumyeon dwaeh

nan tashi taeyeonado yeongwonhi neoman parabol-ke

 

 

Neon moreujiman jo-geumeun himdeu-reosseo

ne-ge eou-llineun sarami na-inji

keugeon nae-ga anirado dareun nu-gurado

ijen geureon ma-eum beorillae

 

 

Neoreul wiihaeseo neomaneul wiihaeseo

nan sesang modeun geol da ankyeo jujineun mothajiman

nan neo-ye-geman ije yaksokhal-ke

ojing neoreul wiihan nae-ga twehl-ke

 

Is only for you just wanna be for you

neon geureohke chigeum moseub keudaero nae gyeote isseumyeon dwaeh

nan tashi taeyeonado yeongwonhi neoman parabol-ke

(love nae cha-geun mamso-geul oh love ne hyanggiro cha-eu-llae)

 

keu so-ge yeongwonhi kadhyeo beorin dedo

nan haengbok hal su it-dorok

 

Neoreul wiihaeseo neomaneul wiihaeseo

nan sesang modeun geol da ankyeo jujineun mothajiman

nan neo-ye-geman ije yaksokhal-ke

ojing neoreul wiihan nae-ga twehl-ke

Is only for you ~

oh oh Is all for you

 

Apa ini ? ”

” Hanya sebuah hadiah perpisahan . ”

” Kau lucu . Seperti kau mau mati saja . ”

” Aku serius . Kau harus terus memakai dan menjaga Kalung ini sampai aku kembali . Dan setelah itu kita akan memulai cerita baru . Bagaimana menurut mu ? ”

” kata mu kau tidak suka Drama. ”

” kalau Drama yang ku mainkan itu bersama mu , aku tidak keberatan sama sekali . ”

” Gyaaah , gombalan mu hambar . ”

” Aku serius . Tunggulah aku . Tunggu aku sampai aku kembali . ”

”  satu pesan ku , jangan sampai mati di sana . ”

” YA ! pesan macam apa itu ? ”

” HAHAHAHA … ”

 

 

OoOoO

 

 

Kau tahu , terkadang ikatan juga dapat terputus .

 

Orangtua dan anak bisa saja saling berselisih .

 

Sepasang sahabat saja dapat saling menjatuhkan .

 

Bahkan Ikatan darah pun dapat terputus karna ….. Kebencian…

 

” Kita tidak bergaul dengan pecundang seperti mereka itu , Jessica . ”

 

” Mulai sekarang kau jangan dekati dan jangan pernah bicara dengan ku lagi . Aku muak selalu melindungi mu . Malu memiliki kembaran tak berguna seperti mu . ”

 

Tapi Ikatan yang terputus masih dapat disambung kembali .

 

 

End

Or

TBC ?

 

 

Apa ini ? Kembali hadir dengan Ide cerita abal dan gaje . Dan aku tahu pasti ini Jelek banget dan masih jauh dari kata layak buat dibaca reader sekalian yang udah terbiasa membaca sebuah Fanfiksi yang bermutu di Blog ini .

Disini saya akan lebih Fokus ke karakter Sooyeon ketimbang Jessica . Kenapa ? Ya , liat aja hidup Sooyeon hidupnya menderita gitu . Wkwkwk… dan Karna saya suka banget bikin Sooyeon menderita *samaaja* disini karakter Sooyeon sengaja di buat OOC (bisa jadi over OOC) dikarenakan tuntutan peran. Prinsip chara di fic ini weak!Sooyeon . Sooyeon yang menderita , Sooyeon yang lemah, Sooyeon yang gag bisa apa-apa selain nangis . Yah , begitulah yang saya suka.

Bagi yang tidak suka chara seperti apa yang Hime tulis dan (kemungkinan) bisa membuat mata sakit, segera tutup halaman ini 😛 (No flame about chara,*pan Hime udah warning :P)

Romance nya mungkin baru bakal nongol di Chap ke 2 atau justru yg ke 3 nanti . Soalnya rencananya di chap ke 2 Hime akan membuat Dunia Sooyeon benar-benar penuh penderitaan dan itu dimulai saat masa-masa SMA nya . Soal Pairing , harus gag ya aku bocorin sekarang ? Oke , aku kasih hint sedikit . Pairingnya nanti merupakan Pairing Jessica/Sooyeon yang cukup Fenomenal di tanah air . Udah bisa nebak ? *PLLAAAKK*

So , bagaimana ? Apakah kalian suka dengan cara penyajian saya di ff ini yang benar-benar ceritain dari suasana kelahirannya si kembar Jessica atau Sooyeon.atau justru kalian merasa bosan karna ini sangat atau bahkan mungkin terlalu Panjang dan feel nya gag dapet ? *oke yang satu ini saya nyadar diri banget kalo feel nya gag dapet .*

Tapi , saya tetap mengharapkan Apresiasi berupa Komentar kalian.

Oh iya , saya emang senang nulis atau ngetik panjang2 . Jadi , harap biasakan diri anda .

Buat yang masih nunggu kelanjutan High Heels , sabar dulu ya . Pasti dilanjut kok , apalagi responnya kemarin bagus banget .

Oke , saya pamit dulu. Sampai jumpa di lain kesempatan .. 🙂

Advertisements

32 thoughts on “[ Series ] CHANDELIER ( Chapter – 1 )

  1. Bagus thor,, keren banget
    Aku sampek kebawa ke ceritanya
    Jarang” Jessica punya kembaran hehehe
    Jangan bikin mereka brantem lama” ya thor plis,,, ditunggu next nya,, fighting!

  2. Aku lebih suka sm jessica sih daripada sooyeon tp gk papa deh. Jgn jgn namjanya kris lg terus sica sm sooyeon suka sm namja yg sm dan jgn bilang klw sica benci sm sooyeon. Kyaaa ffnya buat penasaran tbc aja ya thor

    • Kmu bukan org yg prtama kok yg suka sm krakter Jessica .. hmm …. bener cow nya it Kris . Bner juga klo mreka bkln ska sm cow yg sma . Dan soal bnci at gag nya , kita tggu aja bersama nnti . Makasih yaaa.. 🙂

  3. Aku lebih suka sm jessica sih daripada sooyeon tp gk papa deh. Jgn jgn namjanya kris lg terus sica sm sooyeon suka sm namja yg sm dan jgn bilang klw sica benci sm sooyeon. Kyaaa ffnya buat penasaran tbc aja ya thor dan jgn lupa lanjutannya cepat diposting ya

    • Kmu bukan org yg prtama kok yg suka sm krakter Jessica .. hmm …. bener cow nya it Kris . Bner juga klo mreka bkln ska sm cow yg sma . Dan soal bnci at gag nya , kita tggu aja bersama nnti . Makasih yaaa.. 🙂

  4. Ini keren banget Aneh sifatnya Jessica ma Sooyeon bisa sampe bertolak belakang gitu pdahalkan mereka kembar identik ini permulaan yg bagus aku suka sama ide cerita dan Karakter para Pemain nya apalagi karakter Jessica yg disini rada Tengil dan Bossy beda sama Sooyeon yg Kalem dan Lemah lembut itu jadi daya tarik tersendiri 🙂 dan 1 Lagi Feel Family nya Dapet Banget so ditunggu Next Chap nya yg kayanya udh mulai muncul Konflik hoho jadi ga sabar

    • Iya , aneh bnget mereka bisa beda bnget dr segi sifat dn penampilan gtu . Aku emang udh nyiapin ide crita ini sejak jauh2 hari . Trus juga bnr2 dalamin krakter pra castnya . Aku emng suka aja bkin Family gtu, soalny lbh enak dibanding bkin romance*plaaak*
      Tggu aja ya , emang di chpter dpn bkln lbh cetar mmbahana *plaaak* maksihhh .. 🙂

  5. Aduhhhh jessica sooyeon, gak kebayang gimana kalo beneran ada kembaran jessica yg mirippp 😁😁
    Dan apalagi pairingnya krissica🙋🙌🙌 *i’m a royal ice* jadi yaahhhh bakalan nunggu ff ini banget thor-nim! Semangat author buat ngelanjut ff ini dengan berbagai kinflik dan penyelesaian yang apikkkkk!!

  6. namja itu siapa yah? penasaran nih, malah langsung TBC aja…

    jangan-jangan sooyeon nyamar jd jessica biar bisa ketemu ama namja itu yah? dan namja itu nyangkanya sooyeon itu jessica lagi? aduuuhhh… gak kebayang yah… hampir mirip korean drama “who are you aja… hahahhaa

  7. Halo ka, aku reader baru. Kebetulan aku baca ff ini.
    Sumpah ceritanya bagus banget ka, bener2 yg hidup sampe kebawa ama ceritanya. Keren bgt, ditunggu chapter berikutnya ya kak.. fighting..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s