[FREELANCE] Bastard (CHAPTER 4)

PicsArt_1429999174352_resized

TITLE                 :Bastard [Chapter 5]

AUTHOR            :Surprisica

MAIN CAST       :Jessica Jung,

OTHER CAST   :

  • Kris Wu
  • Oh Sehun (EXO)
  • Lu Han
  • Kai Kim (EXO)
  • ImYoona (Soshi)
  • Kim Taeyeon (Soshi)
  • Jung Yunho
  • Krystal (fx)
  • Lee Hyeri (girls day)
  • Byun Baekhyun (EXO)

GENRE               :Schoollife, Romance, Friendship

LENGTH            : Chaptered

DISCLAIMER    :cerita buatan saya ini hanyalah fiktif belaka, tidak ada hubungannya dengan kisah nyata para tokoh yang merupakan beberapa publik figur. Saya hanya sekedar meminjam nama dan karakter fisik mereka.

Enjoy!

Luhan menarik tangan Jessica ke tempat yang tak ramai akan tamu undangan untuk membicarakan sesuatu yang hanya mereka berdua yang wajib ketahui

“aku tahu kau sama terkejutnya dengan pertunangan ini. Tapi, sejak awal aku sudah memikirkan sesuatu. Dan akhirnya, aku memang harus melakukannya. Aku akan berusaha membuat pertunangan kita ini dihentikan. Walaupun bukan esok atau lusa, tapi aku janji secepatnya” Luhan menjeda ucapannya kepada Jessica untuk menimbang apa yang sebaiknya ia sampaikan berikutnya. Ia menatap manik mata Jessica yang tiba-tiba menggetarkan hatinya.

“ada yang ingin kau katakan lagi?” Jessica membuyarkan Luhan dari pandangan anehnya padanya.

“ah, mian. Well, aku tahu ini tidak baik bertunangan dengan orang yang kau tak cintai. Jadi, selama sekolah, kita cukup menjadi seperti Jessica dan Luhan biasanya. Selanjutnya, aku akan pikirkan cara mengakhiri ikatan ini” tandas pria tampan sekaligus cantik itu

“kurasa itu—” Jessica menjeda ucapannya ketika sebuah lengan raksasa tiba-tiba merangkulnya

“kurasa itu ide yang baik mister Luhan! Karena dia masih kekasihku” Kris. Lagi-lagi pria jangkung itu yang bertingkah konyol barusan. Dengan segera Jessica menepis rangkulan Kris kasar

“banyak orang disini, Kris!” maki Jessica membuat Kris hanya mengangkat bahu merasa tak masalah

 

Diluar gedung acara, tepatnya di kolam belakang gedung hotel itu, terdapatlah Oh Sehun yang diam merenungi nasibnya. Walaupun ia tak sepenuhnya yakin mencintai Jessica, tapi ia sangat hancur melihat Luhan yang akirnya menjadi tunangan Jessica. Mengapa harus kakak tiri yang sama sekali dibencinya? Dari sekian banyak pria didunia ini, mengapa Jessica harus dengan saudara tirinya itu?

Sehun jelas sekali mengingat perasaanya dalam peristiwa penciuman Jessica oleh Kris, walaupun itu juga terasa menyakitkan, namun kali ini masih jauh menyakitkannya

“mengapa anakku murung? kau harusnya senang dengan pertunangan kakakmu yang kau benci ini!” ibu Sehun, Hwang MiYoung atau Oh Mi Young tiba-tiba datang menemani anak kandungnya itu membuat Sehun melirik tajam ibunya

“yak eomma!! Kenapa aku harus senang? Bukankah ini justru membuatnya bahagia?” tanya Sehun tinggi. Sang ibunyadibuat mengukir seulas senyum licik

“kau tidak tau sebuah fakta mengenai keluarga gadis itu yah?” ibu Miyoung memancing rasa ingin tahu anaknya

“maksudmu Jessica? Ada apa dengannya dan keluarganya?”

“eomma yang memilihkan gadis itu untuk Luhan .Appamu sendiri yang meminta saran gadis mana yang akan dijodohkan dengan si luhan itu” dahi sehun berkerut mendengar ucapan Mi Young. Apa-apaan yang baru saja didengarnya? Bagaimana mungkin ibunya bisa menjodohkan orang yang anaknya sendiri cintai untuk orang lain?

“aku sengaja memilih keluarga Jung karena mereka bukan dari keluarga baik-baik. mereka memiliki satu bisnis kotor yang dengan serta merta akan menghancurkan Luhan sendiri. Dan akhirnya, kau akan kembali menjadi pewaris utama Gyeol Group” jelas Mi Young dengan mata liciknya. Jujur saja, Sehun benci ibunya yang seperti ini.

“bisnis kotor? Terserah, tapi harusnya eomma tahu aku tidak pernah menginginkan menjadi pewaris utama Gyeol. Aku membenci Luhan bukan karena dia yang meneruskan tahta appa. Tapi, aku membencinya karena semenjak anak itu hadir tujuh tahun yang lalu, appa tidak lagi melirikku sedikitpun. Jadi, kalau pertunangan ini eomma gunakan sebagai senjata penghancur Luhan, aku rasa itu bukan sesuatu yang menguntungkan bagiku!” tegas Sehun.

“tidak menguntungkan bagaimana? Jika Luhan gagal menjadi direktur Gyeol, kaulah yang akan menggantikan. Kemudian kau akan menjadi anak emas appa menggantikan Luhan. Jangankan hanya melirik, bahkan appa tidak akan pernah memalingkan pandangannya darimu lagi” balas Miyoung

“aku… tidak… setuju. Itu intinya!” sehun yang merasa sudah muak meninggalkan ibunya dengan perasaan geram. Entah mengapa ibunya yang begtu lembut akan berubah ketika berurusan dengan Luhan. Pria muda itu begitu kacau. Terlalu banyak hal yang membuat kerutan dahinya bemakin berlipat ganda.

Akhirnya Sehun melengos pergi saja hingga tak sadar menabrak Hyeri yang sebenarnya mencari Sehun sebelumnya

“mian!” ujar Sehun tanpa memandang gadis yang sebenarnya dikenalinya itu

“Sehunn!” panggil Hyeri berusaha menegur dan menghentikan Sehun, namun pria itu soelah tak mendengar dan pergi begitu saja seperti angin.

Seperti biasa.

Pria itu dengan terpaksa kembali menghadapi kebersamaan Jessica dengan kakak tirinya. Sekuat apapun Sehun berjuang mengacuhkan mereka, ia tetap tak kuasa. Ia berkali-kali harus menekan dadanya yang sakit menyaksikan kontak antara Jesica dan Luhan.

“mengapa kau semuram itu?” tanya Kai sembari menyodorkan segelas wine untuk Sehun

“pantaskah aku menyebutmu sahabat? Kau bahkan tidak membaca apa yang terjadi padaku!” Jawab Sehun sambil meneguk wine dari Kai oneshoot.

“seorang sahabat juga bukan seorang peramal, bodoh!—ah, aku baru tahu ternyata Krystal dan Jessica bersaudara. Pantas saja mereka mirip. Walaupun Krystal lebih mirip Yoona sunbae juga sih” celoteh Kai yang sama sekali tidak begitu menarik bagi Sehun itu.

“jangan samakan aku dengan Krystal itu—entah mengapa aku jadi kesal dengan kakaknya!” sergah Yoona yang rupanya ada disekitar Kai dan Sehun sejak tadi

“mungkin kau cemburu melihatnya bersama Luhan!” Kai hanya mendesis pelan

“enak saja. Hanya saja apa-apaan mereka bertunangan seperti itu? Bukankah Yunho melarang keras ada hubungan pacaran di kelas kita? Lantas bagaimana dengan Jessica dan kakak pemuda aneh ini?” Yoona mulai menyuarakan ketidak-senangannya melihat Jessica dan Luhan

“Kurasa ada nada cemburu dari ucapanmu, sunbae!” singgung Kai

“jaga bicaramu, Kai! dasar pria hitam yang sok bisa menari!” ejek Yoona

“pria hitam? Yakk sunbae, kulit-kulit eksotis sepertiku adalah tipe pria seksi idaman wanita zaman sekarang. Jangan meledek, apalagi sok tahu mengatai aku hanya sok bisa menari! Awas saja yah, kalau kau sampai jatuh cinta karena gerakanku!” peringat Kai serius, Yoona tak peduli dan hanya memandangi Luhan yang kini berjalan kearah mereka. Tepatnya mendatangi pria yang ada diantara Kai dan Yoona,

Sehun.

“mari kita bicara, Sehun!” ujar Luhan membiarkan Jessica dan Kris berduaan saja

“bicaralah disini saja!” tegas Sehun, Luhan tak ada pilihan lain jika sudah berhadapan dengan Sehun yang dingin begini. Tanpa banyak aksi lagi, Luhan segera mengutarakan apa yang baru saja dipikirkannya

“besok, disekolah akan tetap menjadi sama. Kau dan aku boleh berpura-pura saling tidak mengenal seperti biasanya. Aku dan Jessica juga akan tetap seperti biasanya. Aku akan berusaha menghentikan pertunangan ini. Ini yang kau mau, kan?!” jelas Luhan merasa Sehun terbebani dengn status antara ia dan Sehun sudah terekspos

“yang terakhir sama sekali tidak ada hubungannya denganku!” sangkal Sehun tak sadar bahwa Luhan bisa tahu jika Sehun menyukai Jessica hanya dengan melihat bagaimana ia menunjukkan kemanisannya dihadapan Jessica sejak kemarin.

“APA? kau dan Jessica akan menghentikan pertunangan ini? Dan mengapa kau dan Sehun berusahatidak mengenal satu sama lain?! Ah jad—” Yoona yang asal menyerempet itu segera dibekap Luhan, jika tidak begitu semua tamu undangan akan mengetahui apa yang akan terjadi sebenarnya di keluarga kelas atas yang fenomenal ini

“hentikan Yoona-ssi! Lupakan apa yang baru saja kau dengar!” bisik Luhan tanpa melepas bekapannya pada Yoona

++++++++

Keeseokan harinya disekolah, gossip tentang Luhanyang ternyata saudara dari Sehun serta merupakan anak pemilik Pangyeol High School itu menyebar diseluruh sudut sekolah bahkan hingga kepada para koki kantin. Beberapa murid yang ikut meramaikan acara semalam itupun sibuk membahas pertunangan antara Luhan dan Jessica yang mengejutkan. Beberapa mediapun telah memampang berita dua konglomerat yang akhirnya menyatu dalam ikatan cincin itu.

“ah mereka serasi sekali. Aku iri!” ujar seorang siswi yang baru membaca artikel Lusica di internet

“benar. Ah, andai wajahku seperti Jessica, dan pacarku setampan Luhan. Oh my, apa yang harus kulakukan?” tanggap seorang lainnya membuat yang lainnya ikut menjerit histeris.

Sementara itu, gadis yang menjadi topik hangat disekolah itu baru terbangun dari tidurnya, Krystal disisi kirinya punbaru dua menit lebih awal terbangun darinya

“ah, aku tidak ingin sekolah hari ini!” ujar Jessica seraya menggerakkan tubuhnya yang masih kaku

“aku juga!” timpal Krystal sambil mulai menyamankan posisi tidurnya kembali

 

BIP..BIP..BIP.. suara klakson yang berbunyi berkali-kali diluar kediaman keluarga Jung berhasil menggagalkan keinginan kedua kakak beradik Jung untuk tidur kembali, ketukan pintu maid juga terus berbunyi membuat Jung bersaudari semakin kelimpungan. Jessica dan Krystal tidak ada pilihan lain selain bangun dan melihat apa yang terjadi. Mengingat lagi orang tua mereka tentu sudah pergi sejak tadi, maka merekalah yang harus bertanggung jawab atas kerusuhan yang meyangkut rumah ini.

Akhirnya Krystal segera membuka pintu untuk seorang maid diluar sana yang sedari tadi memanggil-manggil mereka. Sedangkan Jessica buru-buru meyalakan monitor CCTV di kamarnya untuk melihat siapa gerangan yang telah membunyikan klakson seenaknya itu didepan rumah mereka.

Terparkir mobil sport berwarna hitam asing, pengemudinya menurunkan kaca mobil dan melambai pada kamera CCTV seolah tahu seseorang dibalik itu sedang mengintainya.

Orang itu, Kris Wu.

“sial!” maki Jessica melihat namja menyebalkan itu tampil di monitor CCTV. Ia sembari mengecek ponselnya.

6 line dari Kris

Sikaa!aku menunggumu diluar

Cepatlah keluar!

Palli!

Honey J, kau dimana sekarang?

Ayo ke sekolah bersama, atau rekaman itu kusebar

Dimana kau?keluarlah! lima menit!

Jessica mengehentakkan kakinya muak, tapi ia tak punya pilihan lain selain menuruti Kris.

“sabar Jessica, maih ada 89 hari. Kau harus hemat tenaga!” batin gadis itu seraya bur-buru ia membalas line kris

Hentikan klaksonmu atau kupangil security! Aku akan keluar sebentar lagi. Jadi bersikap baiklah.

Kris tidak menuruti line dari Jessica, klakson terus saja dibunyikan, para maid dan satpam jadidibuat kebingungan. Namun setelah mendengar penjelasan Jessica, semuanya jadi lebih memahami. Bahwa seorang teman bodoh dan autis ingin mengantar Jessica menunju sekolah.Inipun membuatJessica dibuat terburu-buru menyiapkan diri.

“Kryssie, sampai ketemu di sekolah! Song ahjumma, aku harus pergi sekarang!” Jessica berpamit pada Krystal yang belum bersiap-siap itu, serta kepala pelayan, bibi Song.

“nona, nyonya menyuruhku agar kau membawa ini utnuk tuan Luhan!” ujar Song ahjumma menyodorkan sekotak cupcake

“baiklah akan kuberikan. Dah!” Jessica berlari cepat keluar agar bisa menabok Kris yang sudah mengganggu paginya itu.

“katakan kau yang membuatnya. Itu pesan nyonya!” teriak Bibi Song tentang cupcake nya pada Jessica yang sudah berlari terbirit-birit.

Pada akhirnya Kris menyetir mobinya menuju sekolah dengan gadis yang terus menyuarakan kemarahan disampingnya itu

“diamlah! Aku juga tidak akan mau repot-repot menjemputmu jika bukan karena suatu hal!” Kris yang sepertinya mulai bosan dengan makian Jessica akhirnya meluncurkan satu kalimat yang berhasil menyumpal mulut Jessica sejenak

“sebenarnya apa yang menguntungkan dengan kau memacariku sih!?” judes Jessica mengganti topik

“banyak! Tapi aku tidak menginginkan hatimu, tenang saja! Aku menghargai luhan tunanganmu”

Jessica memutar bola mata kesal, mengapa ia jadi seperti gadis murahan begini. Tapi kembali lagi, ini demi Krystal. Tidak ada yang boleh tahu jika orangtua Jessica memiliki bisnis prostitusi. Eww. Jesssica dibuat ngeri sendiri membayangkan bagaimana orangtuanya menghasilkan uang.

“cupcake itu untukku?” tanya Kris melihat sekotak cupcake ditangan Jessica

“jangan terlalu percaya diri, tuan! Ini untuk Luhan. Tapi kurasa aku tidak akan memberinya juga sih”

“buang saja jika begitu. Tampaknya juga tidak enak. Ah dan lain kali buatkan untukku juga!” Jessica menatap Kris dengan wajah tak menyenangkannya

“kau pikir kau siapa?” toyor Jessica pada Kris

“pacarmu!” jawab Kris sambil tersenyum miring membuat suasana hati Jessica semakin kacau. Ahh, menjijikkan.

Jessica bergegas turun dari mobil sesampainya di sekolah, membiarkan Kris berjarak darinya. Kris sebenarnya tak ada niat untuk memperkecil jarak dengan Jessica jika saja Taeyeon tak ada disana—beberapa meter diantara mereka.

“mengapa kau cepat sekali?” basa-basi Kris sembari merangkul Jessica, membuat Taeyeon yang melihat mereka hanya memandang dingin. Tak jauh dari posisi mereka saat ini, terdapatlah Sehun yang belum menyadari keberadaan Jessica dibelakangnya.

Sehun membuat Jessica teringat pada cupcake nya. Ia ingat Sehun sudah memberinya coklat kemarin, jadi ia pikir memberi cupcake untuk Sehun adalah pilihan benar.

“Sehan-ssi!” panggil Jessica sembari berlari meninggalkan Kris untuk mendekatkan jarak dengan Sehun. Sehun yang dipanggil itu menoleh dan mengernyit melihat Jessica

“sudah kubilang, panggil aku Se-Hun!” tekan Sehun pada namanya, Jessica mementuk pout biirnya

“mian, aku lupa. Nah ini untukmu!” Jessica akhirnya menyodorkan sekotak cupcake untuk Sehun. Sehun yang agak aneh dengan pemberian Jessica itu harus menatap Jessica dan si kue cangkir bergantian. Bagus sekali! Jessica mulai menyadari eksistensi dirinya.

“thanks!” ujar Sehun sambil meraih cupcake-cupcake didalam box itu. Jessica mengangguk dan melanjutkan perjalanan ke kelas disisi Sehun.

Jessica dkk terkejut melihat seorang gadis berkacamata sedang memohon-mohon pada Yoona dengan wajah yang begitu tertekan. Tidak salah lagi, Yoona pasti telah memakimurid ini untuk hal yang sepeleh.

“Yoona kau apakan lagi gadis itu?” tanya Kris dengan nada tinggi

“sudahlah. apa urusannya denganmu? Dasar alis petir!!” ujar Yoona berhasil menaikkantemperatur emosi Kris

“yakk!” Kris mengangkat tangan hendak menampar Yoona. Namun beruntung tertahan oleh tangan milik Taeyeon

“Kris, kontrol emosimu!” tegur Taeyeon, Kris tak ada pilihan selain megurungkan niatan untuk menampar Yoona. Sepersekian detik ia teringat akan niatan untuk bersikap dingin pada Taeyeon, sehingga Kris segera menghempaskan lengannya dari taeyeon dengan kasar. Entahlah, namun Taeyeon merasa sakit hati dengan perlakuan Kris yang seperti ini. Dulu,ia membenci Kris yang selalu melindunginya, namun mengapa setelah Kris berubah, Taeyeon merasa sangat tersakiti.bukankah ini yang disebut karma?

“Kris..” Taeyeon berujar lirih, namun ia tak bisa melanjutkannya ketika Sehunmulai mengambil alih situasi

“kau! Pergilah!” ujar Sehun keras pada gadis yang dibulli Yoona itu, gadis itu dengan lega hati meninggalkan muka kelas khusus.

“yakk!!!” Yoona menghentakkan kakinya murka, menganggap setiap orang tak mengerti dirinya.

“kalian menyebalkan!” makinya sembari berjalan menjauhi kelas, gadis itu pun secara tak sengaja bertubrukan dengan Luhan yang sedang sibuk membaca bukunya itu.

“ah appo!” ringis Yoona menyentuh dahinya yang menghantam kuat buku tebal Luhan. Beruntung, suasana hati gadis itu bisa berubah sedetik setelah melihat Luhan.

“mian!” ujar Luhan, Yoona hanya diam sok merasa sebal sekaligus berusaha mengntrol perilakunya. Maka ia hanya melanjutkan langkah kakinya.Tidak secepat itu, Luhan menahannya dengan satu sentuhan di pergelangan tangannya, Yoonamembeku bagaikan esditambah detak jantungcepatyang membuat dirinya semakin uncontrolled

“aku tak boleh memiliki perasaan ini!” gumam Yoona sambil mengetuk-ngetuk pelipisnya panik

“perasaan apa?” tanya Luhan yang masih bisa mendengar gumaman Yoona itu

ani.. yakk! Apa yang kau mendengar dengan jelas? Maksudku perasaan sakit. Iya, kepalaku masih sakit tau!” Yoona beralasan“apa-apaan juga kau menahanku?” ujar Yoona lagi, Luhan tak mau melepaskan pegangan tangannya dan hanya menunjuk bukunya yang jatuh di lantai akibat peristiwa penabrakan tadi

“kau menyuruhku memungut buku itu untukmu??” Yoona terlonjak, Luhan mengangguk enteng

“kau tahu? peristiwa penabrakan tadi merupakan salah dari kedua pihak! Aku sudah meminta maaf karena kepalamu itu, bukan? Nah, agar seri, kau tidak perlu minta maaf untukku kok, tapi ambilkan saja bukuku yang jatuh karenamu itu!” jelas Luhan membuat Yoona seperti kehilangan jiwanya. Ia benar- benar mengutuk dirinya yang bisa-bisanya menyukai pria dihadapannya ini

arrrggh! Aku bisa gila! Aku bisa gila!” teriak Yoona frustasi sambil mencoba ikhlas memunguti buku Luhan. Kemudian meyodorkan dengan kasar pada pemiliknya lagi.

“terimakasih! Ayo makan bersama!” kali ini, Luhan merangkul Yoona seperti dua orang yang sudah begitu karib. Yoona dibuat membeku kembali dan dalam sekejap, rasa kesalnya pada Luhan lenyap. Kini ia hanya bisa berharap pada Tuhan agar waktu berjalan ditempat kali ini saja. Hanya kali ini saja.

**

Krystal akhirnya menyusul tiba di sekolah, didepannya sudah tampak ketiga teman palsunya, Naeun, Yeri, dan Shinbi. Keduanya tampak canggung saat mendapat lambaian tangan dari Krystal

“teman-teman, maaf kemarin aku tidak ikut hang out bersama kalian. Tidak apa-apa, kan?” seru Krystal setelah ia berhadapan dengan ketiga anak itu.

“soal itu, tidak apa-apa Kryssie!” ujar Shinbi tanpa berani menatap Krystal, hal ini membuat Krystal hanya mengerutkan dahinya bingung. Ketiga orang itu terus saja menunduk

“mulai sekarang, tidak perlu berteman dengan kami Soojung. Kami bukan teman yang baik! maafkan kami!” selah Naeun sembari menarik Yeri dan Shinbi untuk meninggalkan Krystal. Mereka berlari dari Krystal seperti maling yang melarikan diri dari korbannya.

“kenapa mereka begini?” batin Krystal tak mengerti

“apa mereka mulai menjauhimu?” tanya seorang pria dari belakang Krystal. Rupanya Jongin, Kai. krystal memutar bola mata muak melihat Kai, dan langsung melangkah menuju kelasnya.

“sudah kubilang, mereka memang bukan temanmu. Untuk apa mendekat pada gadis-gadis munafik itu? Apa barusan mereka sudah meminta maaf? Cih, mereka bahkan belum mengakui semua kesalahannya padamu-atau haruskah aku yang menjelaskan perilaku buruk gadis-gadis itu?” Kai memberondongi Krystal pernyataan. Krystal yang tak tahan dengan kai dibeakangnya itu akhirnya menghentikan langkah dan menatap tajam pada Kai

“aku bukan orang tolol! Sejak awal aku sudah tahu mereka bukanlah teman yang begitu pantas. Tapi aku tidak peduli, setidaknya ada yang mau berteman denganku, Kai-ssi!” jelas Krystal berapi-api. Kai tidak bisa membalas dengan cepat. Ia kaget. Ternyata benar dugaanya selama ini bahwa Krystal sebenarnya tahu tentang ketiga temannya yang munaik itu

“padahal masih banyak yang lebih tulus akan berteman denganmu Krystal. Kurasa itu termasuk aku!”

“tunjukan bahwa kau bukan teman yang munafik!” sarkastik Krystal seraya meninggalkan Kai sendirian dalam kekakuannya

Gadis itu, selama ini tahu Naeun cs terkadang membicarakan dirinya dibelakangnya, tapi ia berusaha memaafkan, karena bagi dirinya, paling tidak memiliki teman adalah anugerah yang sudah sangat membuatnya bersyukur. Sekalipun bukan teman yang benar.

Bodohnya, gadis itu hanya tahu Naeun cs sebatas menggosip dirinya di belakang, padahal lebih dari itu—Naeun cs adalah dalang dari semua kesialan Krystal. Mereka mengerjai Krystal lalu beralibi sok peduli dengan masalah gadis itu. Kai jadi menyayangkan waktu Krystal yang sia-sia dihabiskan dengan orang-orang buruk seperti mereka

Kai jadi penasaran, apa yang membuat ketiga gadis itu akhirnya meminta maaf pada Krystal? Siapa tahu sajadengan itu, Kai bisa membuat mereka juga mengakui kesalahannya yang sebenarnya.

**

Yunho dengan garis wajah tegasnya segera memasuki pelataran kelas khusus. Ia disambut dengan salam selamat pagi kurang bersemangat dan tak kompak dari Jessica cs.

“sudahkah kalian mendengar pengumuman pagi ini?” ujar Yunho sembari duduk di kursinya dengan memasang wibawa yang tak terpatahkan ala dirinya. Para murid hanya berpandangan merasa tak mendengar berita apapun sejak tiba tadi.

“website sekolah sudah mengumumkan ujian semeter ganjil tidak lama lagi?” jawab Taeyeon ragu

“Benar. Maka dari itu, kelas kita akan mengadakan boot camp mengingat penguasaan pelajaran 5 murid berandalan disini benar-benar buruk!” ujar Yunho kembali membuat para murid saling berpandangan

“apa maksudmu kita menginap disini?”

“nde, Yoona-ssi! Aku kebetulan sudah mengantongi izin dari semua pihak. Mulai dari pihak sekolah hingga pihak orangtua kalian!” Yunho memampang lembaran tipis kerta di tangannya yang sontak membuat beberapa murid kebakaran jenggot, terutama Jessica.

“bagaimana bisa kau mendapatkan persetujuan dari yang lain sebelum kami sendiri!”

“Ah baiklah, mulai besok kita akan menetap disini” tutup Yunho tanpa peduli pada celotehan Kai terakhir. Lagipula Yunho yangmeraih buku tebalnyasudah menandai pelajaran sudah akan dimulai dengan khidmat.

Dan ketika jam istirahat tiba, Yoona adalah yang paling pertama meninggalkan kelas khusus. Maklum saja,sejak awal dia memang paling menentang kelas khusus karena faktor ia tidak bisa leluasa membulli disudut paling terpencil sekolah ternama ini. Kali ini, Yoona sudah sangat gatal untuk menemukan gadis yang berhasil lolos sebelum puas dimaki dirinya tadi pagi.

“dimana anak itu?” gumam Yoona sambil terus berkeliling sekolah. Agak risih Yoona melihat pandangan murid-murid lain padanya. Sejak tadi mereka memang menatap Yoona seolah sampah. Apa yang terjadi?

“kenapa kalian menatapku seperti itu? Ada apa dengan kalian anak-anak menyebalkan?” ujar Yoona

“ah,ini dia Yoona kita. . .” gadis tidak asing berkoar-koar menghadang langkah Yona. Tunggu, biarkan Yoona mengingat gadis ini. Apakah dia Bae Suzy yang dulu selalu diejek Yoona? Tapi, mengapa ia berpenampilan sepadan dengan Yoona?

“apa yang membuatmu begitu terkejut Yoona-ssi? Kau lupa dengan Suzy yang sempat kau bulli ini? Ah yah yah, semenjak kau membulli-ku, aku memang berjuang sangat keras. Dan, kau bisa menyebutku golongan orang kaya baru saat ini. Tenang, aku datang bukan untuk memamerka seberapa kaya diriku. Aku hanya tidak tega melihat kau terus mengerutkan dahi dengan pandangan anak-anak padamu itu—” ungkapan Suzy malah semakin menambah kebingungungan Yoona

“jadi,apa kau tidak tahu bahwa sejak hari ini telah terbentuk kelompok pengagum pasangan LuSica? Mungkin kedengarannya berlebihan, tapi mereka sangat mendukung pasangan Oh Luhan dan Jung Jessica. Mereka terdiri dari murid-murid yang berlatar belakang fandom keras idol kpop loh. Dan kudengar mereka akan menyerangmu yang telah berusaha mendekati Luhan. Lihatlah di papan penguimuman. Ada poster mu disana!”

Tanpa banyak ba bi bu bla bla lagi, Yoona langsung menghampiri papan pengumuman. Disanalah emosinya terpancing melihat foto dirinya yang merangkul Luhan, makan bersama Luhan, dan foto yang terlihat ia mencium Luhan. Ini foto yang diambil saat ia dan Luhan bertabrakan. Emosi Yoona semakin tak bisa tertahan melihat judul poster itu

‘wanita jalang penggoda pria yang sudah bertunangan’

Yoona berteriak muak dan mengacak-acak seluruh tempelan di papan pengumuman. Ia berlari mencari keberadaan Luhan. Ia butuh orang itu untuk mengklarifikasi hal konyol ini.

 

Sementara itu, Jessica yang sedang berdiskusi dengan Luhan mengenai pertunangan mereka dikejutkan dengan apa yang ditunjukkan Kai. Media Forum online Sekolah sedang membahas perselingkuhan Luhan dari Jessica. Foto Yoona dan Luhan yang tampak berciuman juga diposting disana.

‘aku menyesalkan perilaku L. Teganya ia pada J’

‘menurutuku Y-lah menggoda L’

‘sejak awal Y memang tidak tampak seperti gadis baik-baik. begitu pula dengan J. Mereka terlalu buruk unuk L. Biarkan dia bersamaku. Lol

‘gadis jalang!’

‘mari lindungi LuSica’

‘kurasa aku ingin menampar Y’

‘siapa gadis itu apa dia yang tukang membulli itu?’

 

“mengapa ini bisa terjadi?” Jessica menekan pelipisnya pusing sendiri. Padahal tadinya mereka membicarakan cara menutupi skandalnya dengan Luhan. Tapi rupanya murid pangyeol sama lincahnya dengan netizen negeri ini

“apa Yoona sudah melihat ini?” Luhan khawatir pada psikis Yoona yang sudah buruk itu akan semakin buruk jika mengtahui ia terbulli begini.

“dia sudah menuju pusat sekolah, tidak ada alasan baginya untuk tidak melihat berita ini” sergah Taeyeon nulai menimbrung

“ahhh, padahal ini hanya salah paham!” gumam Luhan merasa gtak tahu lagi harus vberbuat apa

“jangan terlalu menanggapi serius! Putuskan saja pertunanganmu dengan Jessica. Katakan bahwa Jessica sudah memilih bersama ku!” tukas Kris membuat Jessica harus memukulnya

“hati-hati kau yah!” peringat Jessica tajam pada Kris

“oh, jadi kau tidak mengakuiku sebagai kekasihmu, Jess?” pancing Kris

“menurutmu? Bagaimana mungkin aku harus mengakuimu sedangkan—” Jessica tidak jadi melanjutkan apa yang ingin diungkapkan. Ia khilaf, sempat lupa akan ancaman Kris

“sedangkan apa?” Taeyeon yang diam-diam menyimak pembicaraan Kris dan Jessica dibuat penasaran

“sedangkan—yah pokoknya selama orang-orang tahu aku dan Luhan bertunangan, huunganku dengan Kris belum bisa dipublikasikan begitu saja, Taeyeon-si? Mengapa kau begitu peduli? Apa kau menyukai Kris?” taeyeon tak menjawab pada Jessica, ia hanya menunjukkan kerlingan mata tajamnya untuk dialihkan dari Jessica. Dalam hati Kris bersorak melihat reaksi taeyeon terhadap hubungan settingan antara dirinya dan Jessica. Perlahan-lahan, Taeyeon mulai merasa kehilangan sosok Kris. Tapi tetap saja, Baekhyun masih menmpati posisi terbaik dihati Taeyeon.

“apa kau benar-benar telah menerima Kris sebagai kekasihmu?” Sehun bertanya tegas pada Jessica, Jessica bingung harus menjawab dengan bahasa seperti apa. disatu sisi, ia harus mengaku menerima Kris jika ingin Krystal aman, namun disisi lain ia merasa jijik untuk mengutarakan bahwa ia dan kris telah berpacaran

“begitulah!” jawab Jessica bingung . itu membuat air wajah Sehun berubah, wajah dinginnya menegas, dan ia meninggalkan kelas khusus secepat hembusan angin.

“apa yang membuatmu tertarik dengan Kris, sunbae?” timpal Kai pada Jessica yang tak menyangka sudah menjadi pasangan Kris ukan Luhan. Ini membuat Kris terpaksa menoyor kepala pria hitam manis itu. Jessica sekali lagi tak bisa menjawab. Harusnya memang ia mengatakan bahwa ia terpaksa saja melakukannya, tapi itu sudah tak mungkin dilakukan.

“itulah cinta, kai-ssi! Tak ada alasan, hanya karena kami saling cinta. Lagipula, bisakah kau melihat betapa tampan aku ini? Bisakah kau melihat betapa aku keren? Apa kau bahkan tak bisa melihatnya?”

“aish, Kris-sunbaenim sudahlah! Itu tak penting! Bagaimana dengan Yoona sekarang? Itulah yang patut diperhitungkan saat ini!” ujar Kai tak peduli pada kesombongan Kris.

Tepat disaat itu muncullah Yoona dengan poster gossip murahan ditangannya. Wajah Yoona benar-benar tak bersahabat

“Yoona-ssi.. kau baik-baik saja?” tanya Luhan khawatir, Yoona menggigit bibir demi menahan airmata.

“bantu aku mengklarifikasi rumor bodoh ini, Luhan! Kau juga Jessica!” seru Yoona. Anggota kelas khusus saling berpandangan seolah menyatukan persepsi

“mm.. kami semua siap membantumu, Im Yoona. Tak perlu khawatir” ungkap Luhan. Yoona menatap teman sekalsnya satu per satu. Bahkan Taeyeon yang selalu jutek memberikan wajah bersahabatnya pada Yoona, Kris yang selalu tampak galak pun melunak, Kai yang terlihat bodoh menunjukkan keseriusannya dengan masalah Yoona, Jessica yang selalu cuek pun mengangguk mantap untuk membantu Yoona, termasuk Luhan tentu saja.

“pertama-tama mari kita mencari orang yang telah mengambil gambar di peristiwa penabrakan bersama Yoona tadi. Mereka pikir kami berciuman, padahal itu hanya tabrakan biasa yang dialam sudut itu tampak seperti kami berrciuman!” ujar Luhan

“apa kau punya seseorang yang dicurigai, Yoona-ssi?” tanya Kris

“aku tidak yakin, tapi kurasa itu adalah Suzy. Bae Suzy. Kurasa ia dendam padaku!” seru Yoona

“aku mengenal Suzy, kami berada dalam satu klub menyanyi sebelumnya. Kurasa kau bisa mendampingiku, Jessica-ssi?” Taeyeon menimpali. Walaupun masih canggung berada disekitar Taeyeon, Jessica tetap mengangguk setuju

“aku dan Sehun akan memeriksa CCTV sekolah!” ujar Kai

“aku ikut dengan kau, Kai!” sergah Yoona

“kalau begitu aku dan Luhan akan menyebarkan pengumuman di forum sekolah. Kami juga akan bekerja sama dengan pihak website sekolah untuk menghapus semua thread rumor ini” sela Kris

“Baiklah. Mari bekerja sama, teman-teman!” ujar Kai sembari menyodorkan tangannya kedepan untuk melakukan tos

“ige mwoya?” Jessica meledek tingkah kekanak-kanakan Kai

“eiih, apa kau anak TK?!” lanjut Kris

“sudahah!” Yoona menepis tangan Kai.

“baiklah, terserah kalian saja!” Kai yang kesal mendahului semua seniornya untuk keluar dari kelas

Bersambung

Maaf baru dilanjut sekarang. Maaf juga kalau ceritanya jadi keliatan mendadak alias nggak runtut. Tapi next, akan di-klir kan satu per satu yah..

Sebenarnya chapter ini udah mau di kirim sejak jauh-jauh bulan , tapi laptop rusak. Dan syukur sekarang udah baikan jadi baru kekirim deh hiks. Maaf.

kemungkinan readers ini ff sudah hilang yah?mau gimana lagi. Bagi readers aru, jangan lupa baca dari awal yah. Dan tetep tinggalkan Jejak disana biar eike merasa dihargai lah gitu hehe.


akhir kata, jangan lupa komentarnya juga dsini yah.

Thankyou..gomaomao:*

39 thoughts on “[FREELANCE] Bastard (CHAPTER 4)

  1. Kasian yoona , walaupun diawal rada kesel dengan sikap dia yg sok kaya . Tpi tetep aja kasoan dengan dijadikan nya kambing hitam . Be stronger yoong ^^
    Hihihi, kai emang seperti anak* yah pake tos segala kayal gitu . Hihi . Lanjut thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s