Destiny (Chapter 3)

Destiny (Chapter 3)

Title:
DESTINY

Author:
_Sicaa.gorJESS

Genre:
Romance, School Life, Friendship, Sad, Family

Rating:
T

Length:
Chaptered

Main Cast:
Jessica Jung | Seo Joo Hyun | Kris Wu | Lu Han

Disclaimer:
Cerita fiksi ini 100% original karya author. Cast dan pemain lainnya hanyalah milik Tuhan dan orangtua mereka, Author hanya sekedar meminjam nama. Dilarang keras untuk menjiplak. Dan setelah membaca, tolong tinggalkan komentar untuk memberikan saran atau kritik kepada Author tentang cerita ini.

Author’s Note:
Buat readers yang cinta banget sama KrisSica… Mohon bersabar yah, soalnya akan tiba dimana part yang benar – benar KrisSica story. And buat yang menunggu makna dari judul Destiny, juga harus bersabar… karena chapter ini belum menunjukkan maksud dari kata destiny ini. Dan satu lagi, di ff ini, ceritanya Jessica itu phobia dengan motor, jadi…. mian kalau membingungkan.

Previous chapter : 1 | 2

.

~ DESTINY ~

Berhati – hatilah. Aku akan menjagamu dari bawah.”

.

Apa kau berani membawa yeoja Ice ini?’

.

.

Kau ada di ruang kesehatan sekarang.

.

Aku akan menunggumu sampai kau sudah merasa lebih baik.”

.

.

Kau sedang tidak bekerja sama dengan Luhan untuk mengerjaiku, kan?

.

.

Ya, sudah. Aku percaya padamu, jadi bantu aku ke kelas.

 

Chapter 3

Author POV

Hari ini, langit kota Seoul tampak cerah di hari pertama musim gugur. Dedaunan kering yang beterbangan ditiup angin sejuk di tiap sudut kota menambah suasana penuh harmoni untuk orang – orang yang merasakannya. Begitupula dengan dua orang yeoja yang tengah asyik melihat pemandangan indah itu di balkon rumah salah satunya. Ya, siapa lagi jika bukan Seohyun dan Jessica. Mereka terlihat sedang membicarakan hal menarik.

“Hari ini adalah hari terakhirmu menjalani perjanjian dengan namja gila itu?! Wah, akhirnya semuanya dapat berakhir.” Ujar Jessica penuh rasa gembira. Namun lain halnya dengan Seohyun yang hanya tersenyum kecut menanggapinya.

“Apa kita perlu merayakannya? Ini bukan hal mudah untuk menjadi orang yang terikat perjanjian dengan namja licik seperti Luhan itu.” Seru yeoja yang biasanya sangat dingin itu.

Seohyun menatap sahabatnya itu sambil menghela nafasnya.

‘Entahlah, Sicca. Aku justru tidak ingin perjanjian kami berakhir. Aku seperti ingin terus berada didekatnya…’ Seperti itulah kalimat kekecewaan yang dipendam Seohyun dalam hatinya yang membuat wajah kecewanya dapat terbaca oleh Jessica.

“Mian. Aku cuma bercanda soal perayaan itu.” Ujar yeoja es itu, lagi.

“Aku bosan membicarakan hal itu…”

“Aku, ingin bertanya sesuatu padamu, Sicca..” Lanjut Seohyun lalu kembali menatap manik kecoklatan Jessica.

“Kau tampak serius. Ada apa?”

“Beberapa hari belakangan ini, aku tidak merasa seperti biasa. Terkadang, jantungku sering berdetak cepat dan nafasku terasa tercekat. Aku terkadang ingin pingsan ditempat karena hal bodoh itu. Apa kau tau apa yang terjadi denganku?” Jelas Seohyun yang bahkan terdengar seperti berbisik karena terlalu serius.

Jessica tampak berfikir sejenak dan mencoba mencerna penjelasan Seohyun barusan. Ia mengerutkan dahinya lalu kembali menatap Seohyun.

“M- mungkin, kau harus memeriksakannya ke dokter. Aku tidak tahu banyak tentang penyakit – penyakit semacam itu. Kau tahu kan, aku hanya bisa Taekwondo, bernyanyi dan menari. Aku mana tahu tentang hal itu.” Jawab Jessica yang awalnya gugup, sekarang menjadi agak enteng.

“Huuftft… Ku pikir kau tahu. Ya sudah, lupakan saja tentang itu.” Seohyun harus kembali menelan kekecewaan. Berharap sahabatnya itu bisa memberi solusi, hanya saran ke dokterlah yang ia dapat.

~*****~

 “Ahh! Kau curang Yifan! Aku berhenti!” Seru Luhan saat mendapati Kris yang bermain curang dalam permainan mereka. Ya, mereka memang sedang bermain videogame di rumah Kris.

“YAK! Aku tidak curang! Kau saja yang tidak tahu cara mainnya! Ahh, kau membuat semuanya menjadi membosankan.”

“Kau lebih membosankan dari aku.”

“Kau lebih kekanak – kanakan.”

Mereka terus saling berbalasan dan menyalahkan hingga akhirnya tak satupun dari mereka yang berbicara.

“Oh iya. Aku ingin meminta bantuanmu.” Sahut Luhan ditengah keheningan mereka. Kris hanya menanggapinya dengan tatapan dingin khasnya.

“Oh, come on! Ini tidak sulit, Yifan!”

“Memangnya apa, eoh?”

“A- aku, ingin mengajak Seohyun berkencan.” Jawab Luhan agak gugup.
Kris hanya menatap Luhan terkejut.

“Kau menyukai Seohyun?” Itulah kalimat pertama yang dilontarkan Kris saat tahu Luhan ingin mengajak Seohyun berkencan.

“Menurutmu?”

“Bagaimana dengan Jessica?! Jika tahu sahabatnya berkencan dengan namja yang sangat ia benci, apa dia bisa merelakannya? Dia mungkin akan menghajarmu terlebih dahulu!”

“Jackpoint! Itulah inti permasalahannya! Aku ingin memintamu mengajak yeoja gila itu pergi berjalan – jalan hanya untuk memancingnya!”
Kris makin tidak habis pikir dengan cara kerja otak namja dihadapannya ini. Ia hanya bisa menganga mendengar ide gila sahabatnya.

“Jadi maksudmu, saat mereka berdua bersama, aku harus mengajak Jessica berjalan – jalan sebentar lalu setelah kami pergi, kau bisa mengajak Joohyun?”

“Otakmu berjalan dengan sangat baik, Kris!”

“Dia tidak suka jika ada namja yang berani mendekatinya. Apalagi mengajaknya berjalan – jalan. Kau ingin melihatku sekarat, eoh!?” Kris menaikkan sebelah alisnya sambil menatap Luhan yang tampak tidak perduli dengan yang akan terjadi dengan Kris sendiri.

“Kumohon, sekali ini saja! Aku berjanji tidak akan menyusahkanmu lagi, ne?” Ucap Luhan dengan wajah memelasnya.
Kris menghela nafas beratnya yang tertahan sejak tadi lalu mulai mempertimbangkan permintaan sahabatnya itu.

“Tapi aku tidak bisa apa – apa jika ia menolak…” Satu kalimat yang baru saja diucapkan Kris barusan langsung membuat senyum Luhan mengembang dan menghiasi wajah tampannya.

“Kau memang sahabatku yang terbaik!”

~*****~

“Baiklah, sekian dulu untuk pelajaran hari ini. Annyeong!” Seru Kim Sonsaengnim yang sekarang sudah lenyap di balik pintu kelas XI. A. Seluruh siswa disanapun segera bersorak kegirangan karena guru killer itu sudah keluar dari kelas mereka. Namun tidak dengan Seohyun dan Jessica yang hanya bisa saling menatap penuh kecewa.

“Ah, padahal aku sangat suka jika Kim Sonsaengnim yang mengajar.” Ujar Jessica yang sekarang sudah bangkit dari bangkunya dan segera meraih ranselnya untuk bergegas pulang.

“Ya! Aku suka cara tegas Kim Sonsaengnim saat mengajar. Tapi, huuufftt!” Sambung Seohyun yang sudah lebih dulu siap untuk pulang kerumah.

“Lupakan saja. Ayo kita pulang!” Jessica mulai menggandeng tangan Seohyun dan berjalan keluar dari kelas mereka yang tak jauh dari gerbang sekolah.

“JESSICA!” Panggil seorang namja dari arah belakang Jessica dan Seohyun yang sedang asyik mengobrol. Dua yeoja itupun segera membalikkan badannya dan menatap kearah pemilik suara.

“Hai!” Ucap namja itu sekali lagi, namun ia mulai tampak salah tingkah.

“Apa maumu, Yifan?” Tanya Jessica sinis pada Kris yang baru saja menyapanya itu.

“A- aniyo. Ehm.. Aku … Ku- kudengar dari orang – orang, kau termasuk siswa yang berprestasi disekolah dan senang dengan materi pelajaran Kim Sonsaengnim tadi.” Ucap namja itu terbata – bata.

“And then?”

“Aku ingin, kau mengajariku tentang beberapa materi yang kau kuasai. Bisakah?” Tanya Kris yang mulai membuat Jessica terdiam entah karena apa.

“Ini bukan rencana jahat sahabatmu itu kan?”

“Luhan? Tidak, percayalah.” Bujuk Kris dengan nada bicara yang tidak gugup lagi seperti awal.

“Baiklah. Tapi, kenapa kau tidak meminta Seohyun saja? Dia adalah bintang emas di kelas kita. Mengapa harus aku?” Tanya yeoja itu lagi karena mulai merasakan hal yang aneh dari namja tinggi di hadapannya.

“Kupikir, aku akan lebih mudah mengerti jika kau yang membantuku.”

Jessica hanya dapat menatap namja dihadapannya sambil menimbang – nimbang permintaan Kris.

“Memangnya, kapan?” Sambung yeoja itu lagi.

“Sekarang saja! Kita bisa belajar di mana saja. Kau tidak ada acara kan?”

“Eh?” Jessica tercengang mendengar Kris yang tampak sangat bersemangat ingin belajar bersama itu. Yeoja itu lalu menatap Seohyun yang sedang senyum – senyum sendiri.

“Pergilah…” Bisik Seohyun sambil terus berusaha menahan tawanya melihat Jessica dengan wajah terkejutnya, dan Kris dengan nada bicaranya yang begitu bersemangat yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

“Ah.. Ne…” Jawab Jessica sambil mengangguk pelan.

“Hyun, kau tidak apa – apa kan jika pulang sendiri untuk hari ini?”

“Gwenchana…”

Sesekian menit setelah dua yeoja itu saling mengobrol, akhirnya Jessica dan Kris pun bergegas keluar dari pintu utama sekolah mereka dan bergegas ke parkiran sekolah.

‘Ya, babo! Aku sudah bersama Jessica di parkiran. Cepat, jalankan misi gilamu ini!

To: Luhan’ Ketik Kris pada layar ponselnya dan segera mengirim pesan singkat itu pada Luhan.

Akhirnya, Kris dan Jessica pun berhenti tepat di hadapan sebuah sepeda motor besar berwarna putih dengan beberapa stiker di bagian sisi – sisinya.
Kris segera memakai helmnya dan menaiki motor putihnya itu sambil menatap Jessica yang hanya diam mematung ditempatnya.

“Pakailah. Dan cepat naik..” Kris menyodorkan helm cadangan miliknya pada Jessica.

“Apa kita harus naik ini?”
Kris mengernyit bingung melihat yeoja dihadapannya yang memasang wajah ketakutan.

“Apa ada yang salah?”

“Tidak bisakah kita naik kendaraan lain saja? Kumohon…” Pinta yeoja itu dengan nada lembut yang tak biasanya ditelinga Kris.

“What’s wrong?!”

“A- aku, takut naik motor…”

“Wuuaaahhaha… Kau bercanda, ya? Ayo cepat, naik saja. Aku tidak akan melaju cepat.” Kris terkekeh pelan mendengar penyataan Jessica yang takut naik motor.

Dengan terpaksa, Jessica pun hanya dapat menuruti perintah Kris barusan dan segera memakai helm yang diberikan oleh namja itu. Dan dengan hati – hati, yeoja itu pun segera naik ke tempat duduk belakang motor besar itu.

“Kau berjanji akan pelan – pelan kan?” Bisik yeoja itu dari belakang.

“Tapi, berpeganglah yang erat!”

~*****~

Seohyun POV

“JOOHYUN!” Seruan dari seorang namja barusan terasa mulai bergema di gendang telingaku. Aku menoleh sebentar untuk mencari asal suara itu.
Tapi… Oh GOD! Apa aku tidak salah lihat? Apa ini benar – benar nyata? Luhan yang sedang berdiri tegak dengan senyum yang membingkai indah wajahnya yang tampan itu sambil menatapku, apa itu nyata?

“Kau pulang sendiri? Dimana nona sok tahu itu?” Tanya Luhan yang tak henti – hentinya menatapku.

“Jessica.. Dia sedang belajar bersama dengan Yifan. Apa Yifan tidak memberitahumu?”

“Tidak. Dia memang seperti itu.” Ujar namja itu.

“Kau mau langsung pulang?” Sambung namja itu lagi.

“Ah, ne.”

“Bagaimana, jika kita pergi berjalan – jalan?”
Aku terkejut bukan main mendengar ajakannya barusan. Mataku bahkan membulat sempurna sekarang.

“K- kemana?”

“Nanti kau akan tahu..” Ia segera menarik tanganku tanpa persetujuanku sebelumnya menuju mobilnya yang terparkir di parkiran depan sekolah.

‘Deg… Deg…’ Jantungku kembali berpacu cepat dan diiringi dengan nafasku yang mulai tercekat. Penyakit ini kembali lagi menyerangku di saat – saat seperti ini. Aku hanya bisa menyembunyikan wajahku yang terasa panas karena perasaan ini.

“Masuklah.. Kita akan bersenang – senang!” Seru namja itu lagi.

~*****~

Kris POV

“Ahhh! Hentikan motormu, Yifan! AKU AKAN MEMBUNUHMU!! HENTIKAN SEKARANG JUGA!” Teriak yeoja ini sambil memelukku erat sejak aku melajukan motorku. Padahal lajunya tidak begitu cepat. Tapi yeoja ini masih saja terus berteriak dan mengancam akan membunuhku. Tentu saja, teriakan nyaringnya yang mencapai 7 oktaf itu mengundang banyak perhatian di sepanjang jalan.

“Ini tidak begitu cepat, Jessica Jung! Diamlah! Kita akan segera sampai!”

Dan, hooosshhh…. Aku memarkirkan motorku di parkiran Namsan Park, tempat tujuan kami akan belajar bersama.

Yeoja itu bergegas turun dan berlari menjauh tanpa melepas helm yang masih bertengker dikepalanya.

“Hei! Lepaskan helm itu dulu!”
Aku mengejarnya dengan terpaksa dan menatapnya.

“Jangan. Jebal!”
Nada suaranya yang begitu berbeda membuatku sedikit bingung. Aku segera melepas helm itu dari kepalanya dengan sedikit paksaan. Dan bisa kulihat sekarang, wajahnya yang sembab dengan air mata yang berlinang dan membuat wajahnya tampak mengkilap.

“K- kau.. Menangis? Tapi..”

“Ya, tertawalah karena yeoja yang selama ini kau kenal sangat dingin akhirnya menangis hanya karena takut naik motor. Ya, kau bisa tertawa sepuasmu…” Ia kembali menjauh namun tanganku lebih dulu meraih pergelangan tangannya hingga ia pun tertahan sampai disitu.

“Mian.. Aku tidak tahu jika ketakutanmu sampai separah ini. Mianhae…” Ucapku tulus karena rasa bersalahku yang baru saja mengusikku. Aku memang tipe orang yang tidak tega melihat seorang yeoja menangis dihadapanku.

“Lupakan saja… Dan jangan beritahu kejadian ini pada siapapun, apalagi namja gila itu!”
Perlahan – lahan, yeoja itu kembali menjadi dirinya lagi. Dingin, dan suka mengancam dengan tatapan glarenya yang menakutkan. Tapi, sebenarnya bukan rasa takut yang kurasakan sekarang. Aku justru merasa sangat bahagia hari ini. Ya, setidaknya bukan hanya hari ini aku merasa bahagia seperti ini, tapi setiap bersamanya. Yeah, bersama yeoja ini.

“Untuk menebus kesalahanku, bagaimana jika kita berjalan – jalan saja.”

“Ya Tuhan! Aku menuruti permintaanmu dan rela melawan rasa takutku untuk menaiki motor hanya demi ini? Kau bilang kau mau belajar! Agghhh! Harusnya aku menolak!” Pekiknya lagi sambil mengusap pipinya yang basah.

“Kenapa? Hanya berjalan – jalan sebentar, baru kita belajar.”

“Terserah”

~*****~

 

Author POV

Luhan dan Seohyun yang sejak tadi bersama, ternyata masih diselimuti suasana hening. Padahal sekeliling mereka yang terasa sangat sejuk tidak membuat salah satu dari mereka meengobrol banyak seperti kebanyakan pasangan disekitar mereka.

“Sungai Han… Ini tempat yang bagus untuk melihat sunset.” Ujar Seohyun yang selalu membuka percakapan terlebih dahulu diantara mereka.

“Ya, disini benar – benar menyenangkan. Oh iya, ini sudah pukul 5 sore. Berarti, tidak akan lama lagi matahari akan terbenam.”

“Ehm, ne.”

“Oh, ya. Kalau dilihat – lihat, kau dan Jessica tampak sangat dekat. Sejak kapan kalian bersahabat?” Seohyun tampak mengernyit kebingungan. Jelas saja, Luhan yang ia tahu sangat membenci seorang yeoja bernama Jessica Jung itu, tiba – tiba saja bertanya tentang persahabatan mereka. Tentu itu terasa aneh.

“Kami sudah bersahabat sejak kecil. Dan karena itulah, aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri. Atau lebih tepatnya, kakakku sendiri karena dia selalu menjagaku dengan baik.”

“Cih, dia bahkan lebih pantas menjadi bodyguardmu.”

“Kau jangan mengejeknya terus. Dia sebenarnya adalah yeoja yang hangat. Dia, sangat baik.”

“Ah, ne.. Aku akan coba memahaminya.” Balas namja itu dengan nada pasrah. Ya, Seohyun juga pasti tidak akan suka jika sahabatnya sendiri dijelek – jelekkan seperti itu.

“Hei, sepertinya matahari sudah mulai terbenam. Lihat itu!” Seru Luhan sambil mengarahkan jari telunjuknya pada apa yang dilihatnya kini.

“Indah sekali…” Ujar Seohyun sambil menatap kagum.

Seiring berjalannya waktu, mataharipun makin tak terlihat lagi dan hanya menyisakan sedikit cahaya saja.

“Aku, merasa nyaman didekatmu..” Bisik Luhan ditengah heningnya suasana mereka.
Mata Seohyun membulat sempurna. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Kini jantungnya berdetak cepat lagi dan membuatnya tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk mencairkan suasana.

“Apa, kau merasakan hal yang sama?” Tanya Luhan lagi yang membuat yeoja berkulit susu itu makin kaku ditempatnya.

“A- aku.. Euhhmm, ya. Aku juga merasa.. nyaman walaupun aku masih sedikit canggung.” Jawabnya terbata – bata. Luhan segera menatap Seohyun dengan senyum khasnya itu. Senyum yang bahkan bisa membuat Seohyun seperti terbang di angkasa.

“Ini sudah hampir malam. Bisa kita pulang sekarang?” Tanya Seohyun yang akhirnya bisa mengalihkan perhatian Luhan yang terus menatapnya.

“Ah, jinjja. Orangtuamu pasti mencarimu”

~*****~

“Bagaimana es krimnya? Apa kau menyukainya?” Tanya Kris dengan nada dingin pada yeoja disampingnya yang tampak sangat asyik menyantap secup es krim.

“Aku suka semua es krim.  Jadi, rasa apapun itu, aku akan melahapnya.” Jawab Jessica polos lalu segera membuang cup plastik yang sudah habis itu.

“Pantas saja, sikapmu sedingin es. Apa karena itu?”

“Hentikan itu! Kau hanya bisa mengejekku padahal sikapmu sendiri juga sangat dingin.” Balas yeoja itu, tak mau kalah.

“Oh iya, aku hampir lupa menelpon Seohyun!” Seru Jessica lalu meraih ranselnya.

‘Seohyun? Jangan sampai yeoja ini tahu bahwa Seohyun sedang bersama Luhan!’ Pikir Kris dalam hati lalu segera mencegat tangan Jessica.

“Apa kau tidak lapar? Kita sudah sejak siang berkeliling dengan keadaan perut kosong. Kau mau makan apa?”

“Ne? Ah, makan?”
Perhatian Jessica langsung berpaling begitu saja ketika mendengar kalimat Kris. Ia yang sebelumnya ingin menelpon Seohyun, justru berfikir tentang makanan apa yang ingin ia santap.

“Aku akan mentraktirmu. Hitung – hitung, kau sudah mengajariku beberapa materi Kim Sonsaengnim tadi siang.”

“Ehm.. Bagaimana jika makanan Cina? Bukankah kau berasal dari Cina? Kau pasti tahu banyak!”

“Makanan China? Kalau begitu, kau bertemu dengan orang yang tepat! Kajja!” Kris segera menarik pelan lengan Jessica, namun dengan cepat yeoja itu menepis genggaman Kris yang sebenarnya tidak ingin ia lepaskan dari tangannya.

“Jangan bilang kita naik motor lagi! Cari saja restauran China disekitar sini.”

“Tenang saja. Supir ayahku sudah membawa pulang motorku. Kita bisa naik taxi atau bus.”

“Okay..”

Mereka pun segera menumpangi sebuah taxi yang tak jauh jaraknya dari tempat mereka, Namsan Park. Ya, sedari tadi mereka masih disana, dan kegiatan belajar bersama yang telah dirancanakan justru lebih banyak diselingi dengan bercanda dan mengobrol. Dan akhirnya waktu yang mereka habiskan hanya seperti rekreasi, hingga malam seperti ini.

Tak berselang setengah jam, taxi yang mereka tumpangi berhenti tepat didepan sebuah rumah megah bak istana. Dengan halaman yang dipenuhi dengan bunga – bunga yang berwarna – warni dan cat putih yang melapisi dinding rumah bertingkat itu membuatnya makin tampak seperti istana yang sesungguhnya.

“Kita, dimana?” Tanya Jessica sesaat setelah ia turun dari dalam taxi bersama Kris.

“This is my home. Come on!” Kris kembali menarik pelan tangan Jessica dan membuat yeoja bersurai coklat itu makin kebingungan.

“Untuk apa kau membawaku kerumahmu?”

“Kau bilang, kau ingin makan masakan China. Disinilah tempatnya.”

“Tapi….”

Belum sempat Jessica meneruskan kata – katanya, Kris sudah terlebih dahulu membuka pintu rumah itu dan membuatnya tak dapat berkutik lagi.

“Aku pulang!” Seru Kris yang membuat seluruh penghuni rumah berdatangan satu persatu.

“Yifan, kenapa kau pulang malam begini, dear? Dan… siapa tamu kita itu?” Tanya seorang yeoja paruh baya yang dipanggil eomma oleh Kris tadi.

“Ah, dia temanku, eomma. Kami baru saja selesai belajar bersama.”

Merasa sedang menjadi topik pembincaraan, dengan gugup Jessica pun mulai memperkenalkan dirinya agar tidak terasa asing.

“Annyeonghaseo, ajhumma. Naneun, Jessica Jung imnida.” Sapa Jessica sambil membungkukkan badannya dan berubah menjadi yeoja hangat dengan senyumnya yang indah itu.

“Ah, namamu sama cantiknya denganmu. Ayo, masuklah. Jangan sungkan, dan anggap saja rumah sendiri.” Balas Mrs. Wu tak kalah ramah sambil merangkul pundak Jessica.

“Yifan, ganti bajumu dan segera turun. Eomma akan membuatkan makan malam.”

“Ne, eomma.” Kris segera bergegas kekamarnya dan segera menjalankan perintah eommanya.

“Jessica, kau bisa duduk sebentar disini. Singgalah dulu untuk makan malam sebentar bersama kami.”

“Ne, ajhumma. Gamsahamnida.”

Mrs. Wu segera berjalan kearah dapur, meninggalkan Jessica yang terduduk kaku di sofa rumah itu.

‘Wah, namja ini ternyata berasal dari kalangan terhormat dan kaya. Itu jelas berbeda denganku.’ Jessica terus menatap setiap sudut rumah bernuansa putih – biru itu.

“Apa kau temannya Yifan? Atau mungkin, yeojachingunya?” Tanya seorang namja dari arah belakang yang sontak mengagetkan Jessica.

“Annyeonghaseo, Jessica Jung imnida. Y- ya, aku temannya Yifan.”

“Ya.. Aku Wu Yi Xing. Panggil saja aku Lay. Aku, hyungnya Yifan.”
Jessica segera membungkukkan badannya lagi dan kembali duduk disofa dan menatap namja tadi yang telah berlalu pergi.

~*****~

Mobil yang dikendarai Luhan akhirnya berhenti melaju dan menurunkan seorang yeoja cantik yang baru saja berkencan dengannya.

“Kau mau mampir?” Tanya yeoja yang tak lain adalah Seohyun itu.

“Tidak usah. Sebaiknya kau beristirahat. Kau pasti lelah.”

“Ne.. Gomawo.” Seohyun membungkukkan badannya 45 derajat pada Luhan yang hanya dibalas senyuman oleh namja itu.

“Hyun!” Mendengar seruan Luhan, Seohyun kembali berbalik dan menatap namja itu polos.

“Ne?”

“Sekarang… kita sahabat, kan?”

“Tentu saja.”

“Aku… sangat senang mendengarnya” Ujar Luhan lalu segera kembali ke mobil mewahnya itu. Sementara Seohyun, ia terus saja berjalan memasuki rumahnya dengan perasaan yang berbunga – bunga yang sebenarnya tidak ia sadari. Ia hanya berfikir, rasa senang yang teramat luar biasa itu, ia dapatkan karena berjalan – jalan dan menyegarkan otak.
Ia tidak berfikir jika perasaan itu karena….
Ia mulai menyukai namja itu.

 

To Be Continue . . . ~

15 thoughts on “Destiny (Chapter 3)

  1. yoyoyo seru.. suka dibagian krissica aja sih.. aku kan shipper jessica kris ,jessica luhan ,jessica myungsoo dll .. bagus alurnya, ini baru ff yang enak dibaca. ditunggu kelanjutannya ya. oh ya jangan ada typo ,atau typo bisa keitung jari. kadang diperbaiki penulisan katanya ya, jangan kebalik balik, maaf saran aja. padahal aku juga orangnya suka kaya gitu ,mis “padahal gua udah masukin tadi” kan yang bener “padahal tadi udah gua masukin” … sekian sarannya

  2. Greget bgt ama Krissica nya hohoho😀
    Etdahh Jess takut naik motor sampe nangis gitu wkwk
    Seohan moment.. Jujur nih di partnya Seohan sebagian aku skip /gpp kan thor??/ hehe ga terlalu ngeship mereka sih tp Seohan cocok kok🙂
    Ditunggu next chap, banyakin Krissica nya yaa wkwk /ngarep/ ^^

  3. Hai kak ^^ Maaf di chap 1 dan 2 aku nggak komen.. Saran aja, penulisannya sedikit diperbaiki lagi ^^ Misal yang terdekat aja,
    “Aku… sangat senang mendengarnya” Ujar Luhan lalu segera kembali ke mobil mewahnya itu.
    Kata ‘ujar’ tidak diawali dengan huruf kapital ^^ Emang gk penting sih, tapi lebih baik digunakan dear ^^
    Dan kayaknya, part Jessica nya kok lebih sedikit dari part Seohyun nya ya?? Alurnya juga sedikit kecepatan dear ^^
    Gitu aja sih review ku.. Maap kalo terkesan mengkritik kamu..

  4. Thor, masih bingung . Kenapa yah sica pobia dengan motor ? Penasaran aja sih hehe ^^ . Kris bisa dikatain sambil menyelam minum air, ngajak sica kerumah . Sambil ngenalin sica ke keluarganya hihihi . Lanjuuut deh ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s