Destiny (Chapter 6)

Destiny (Chapter 6)

Title:
DESTINY

Author:
_Sicaa.gorJESS

Genre:
Romance, School Life, Friendship, Sad, Family

Rating:
T

Length:
Chaptered

Main Cast:
Jessica Jung | Seo Joo Hyun | Kris Wu | Lu Han

Disclaimer:
Cerita fiksi ini 100% original karya author. Cast dan pemain lainnya hanyalah milik Tuhan dan orangtua mereka, Author hanya sekedar meminjam nama. Dilarang keras untuk menjiplak. Dan setelah membaca, tolong tinggalkan komentar untuk memberikan saran atau kritik kepada Author tentang cerita ini.

Previous Chapter : 1 | 2 | 3 | 4 | 5

~ DESTINY ~

.

“G- gwenchanayo? Ehm, aku hanya bermaksud menolongmu.”

.

“Mereka tidak membutuhkan kita saat ini.”

.

“Bagaiamana jika, Ice Princess?”

.

“Tapi aku tidak mau..”

.

“Kau cantik, kan?”

.

.

“Aku.. Aku takut penyakit ini muncul saat aku tampil nanti.”

.

“Aku harus bersiap – siap di belakang panggung. Sebentar lagi giliranku.”

.

.

“Oh, iya. Sebenarnya, ada hal kecil yang ingin kubicarakan dengan Jessica. Bisakah?”

.

‘Apa yang ingin di tanyakan Luhan pada Jessica? Ada apa sebenarnya? Apa mungkin, yeoja yang dimaksud Luhan adalah….’

.

Chapter 6

Author POV

Seohyun baru saja menyelesaikan gilirannya dengan menyanyikan lagu Kissing You yang menjadi karya pertamanya. Meskipun rasa gugupnya sudah hilang sepenuhnya, namun ia merasakan kecemasan yang berbeda dihatinya.

Tentang Luhan dan Jessica. Tentang apa hubungan keduanya. Tentang segalanya yang tersembunyi dibelakangnya. Ya, itulah yang menghambat pikirannya. Ia bahkan hampir lupa akan lirik saat pentas tadi, hanya karena masalah ini.

Dia sendiri tidak tahu mengapa hatinya sangat gundah. Ia pun tidak menyadari bahwa takdir telah membuatnya jatuh hati pada Luhan. Ya, semuanya berjalan beralur seiring dengan berjalannya waktu.

Kris dan Luhan yang menonton pertunjukan Seohyun diatas panggung segera menghampiri yeoja itu di ruang tunggu. Namun, dimana Jessica? Jessica yang telah menjadi sahabatnya sejak lama, kemana dia?

“Waahh! Uri Joohyun! Neomu daebak!” Seru Luhan saat menemukan sosok yeoja itu di ruang tunggu dengan ekspresi lelah.

Seohyun menatap sahabat – sahabatnya itu dan mengukir senyum getir.

“Chukkahe! Kau menyelesaikannya dengan baik!” Ucap Kris yang terkesan lebih dingin dari Luhan.

“Ne. T- tapi, dimana… Jessica?” Tanya Seohyun lugu.

“Dia sedang standby di belakang panggung. Ayo, kita ke kursi penonton. Dia pasti  membutuhkan support darimu..” Jelas Kris.

Mereka bertiga pun segera berjalan ke arah kursi penonton sesuai yang dikatakan Kris tadi.

“…Baiklah, selanjutnya mari kita saksikan penampilan dari siswa kelas XI A, Jessica Jung!!” Seru si pembawa acara yang lagi – lagi mengundang banyak suara tepuk tangan dari para penonton, termasuk Kris, Seohyun dan Luhan. Namun, Seohyun hanya bertepuk tangan tanpa niat sedikit pun.

Jessica muncul dari balik panggung dan mulai memainkan piano dengan jari – jari lentiknya. Ini adalah karya pertamanya yang ia beri judul Complete. Jadi, bagaimana pun, ia harus bernyanyi dengan baik.

Semua orang mendengarkan nyanyian Jessica dengan penuh penghayatan, terutama para juri. Tapi, bagaimana dengan Seohyun?

Seohyun hanya menganggap semuanya seperti angin berlalu. Ia bahkan terlalu sibuk dengan pikirannya yang telah melayang  entah kemana. Matanya hanya menatap kosong ke depan.

Tanpa ia sadari, sejak tadi Luhan terus memperhatikan tingkah aneh Seohyun yang selalu ceria, kini berubah menjadi sangat pendiam dan sedikit aneh. Namja itu tidak tahu apa yang sedang menghambat pikiran yeoja pujaannya itu.

~*****~

Jessica, Seohyun, Luhan dan Kris kini sedang berada di kantin sekolah mereka. Ya, mereka memang belum pulang sampai hari sudah menjelang malam seperti ini. Karena pada jadwal tertulis bahwa daftar nilai ujian semester kali ini sudah bisa dilihat pukul 20.00 di aula sekolah.

Jadi, mereka lebih memilih menunggu di sekolah daripada harus kembali lagi nanti. Itu pasti akan melelahkan, bukan?

“Kenapa kau diam saja, Hyun? Apa kau sakit?” Tanya Jessica yang baru merasakan perubahan sikap Seohyun.

“N- ne? Ah, ne. Gwenchanayo, Sicca..” Jawabnya yang terkesan canggung untuk sahabat yang telah mengenalnya sejak kecil itu.

Beberapa menit setelahnya, suasana tiba – tiba menjadi hening. Tak ada yang berbicara. Ya, apalagi Seohyun yang dikenal ahli mencairkan suasana yang canggung juga sedang merasa tidak enak badan. Dan akhhirnya, mereka terus seperti itu sampai pengumuman daftar nilai telah diumumkan.
“Perhatian! Bagi seluruh siswa yang ingin melihat hasil ujian pada pentas tadi, kalian bisa segera ke aula sekolah. Daftar ujian telah dicetak di mading. Terima kasih..” Pengumuman pun mulai terdengar disetiap penjuru sekolah. Dengan cepat, Jessica segera beranjak dari kursinya dan mengajak ketiga sahabatnya itu menuju aula sekolah.

~*****~

destniy

“Hey, lihat! Ini, kan?” Seru Kris kegirangan sambil menunjuk sebuah kertas yang tertempel di papan pengumuman sekolah.

“Ya, benar!” Balas Luhan tak kalah heboh.

“Wah, kita semua mendapatkan nilai A.. Bukankah ini hari keberuntungan kita?” Sahut Jessica.

Mereka semua berseru kegirangan sambil sesekali meloncat – loncat seperti anak – anak yang baru mendapatkan hadiah mainan. Lalu Seohyun? Ya, yeoja itu hanya tersenyum getir melihat nilainya yang terbilang sangat memuaskan itu.

“Bukankah ini takdir? Kita mendapatkan nilai A secara bersamaan. Ini mungkin berkah atas persahabatan kita..” Ucap Kris menatap ketiganya.

“Kau ini bicara apa. Takdir? Aku sedikit sulit mendefinisikan takdir, jadi kita tidak perlu membicarakan hal itu lagi. Ayo, kita rayakan!” Sahut Jessica kegirangan.

“Aku pulang saja. Sepertinya, aku kelelahan. Kalian bersenang – senanglah.” Sela Seohyun dengan ekspresi kurang bahagianya.

“Kau sakit, Hyun? Sebelumnya, kau bilang bahwa kau baik – baik saja. Ah, ayo… Biar kuantar pulang.”

Jessica yang berusaha merangkul Seohyun segera ditepis oleh yeoja bermarga Seo itu. Jessica hanya menatap sahabatnya itu dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Aku bisa pulang sendiri. Sebaiknya, jaga kesehatan kalian. Dan jangan terlalu memikirkan aku. Aku baik – baik saja.”

“Tapi kau mau naik apa? Bus di halte sekolah berhenti beroperasi pada pukul 19.00. Setelah itu, tak ada bus lagi.” Nasihat Jessica sambil menatap sahabatnya itu lekat – lekat.

“Sehun akan mengantarku pulang. Dia sudah ada di gerbang sekolah. Aku harus segera menemuinya.” Jawab Seohyun tenang.

Jessica mengangguk kecil, “Baiklah… Aku percaya pada Sehun.” Ucapnya.

 

~*****~

 

Jessica dan lainnya akhirnya mengantarkan Seohyun sampai ke gerbang sekolah. Yeoja itu tampak di jemput oleh seorang namja yang tak asing bagi Jessica dan Seohyun.

Namja itu bernama Oh Sehun. Namja tinggi yang berperawakan tampan itu mengantar Seohyun pulang dengan mobil pribadinya. Namja itu memang sangat dekat dengan Jessica dan Seohyun, maka dari itulah Jessica memperbolehkan namja itu mengantar Seohyun pulang ke rumah.

Namun ternyata, diam – diam Luhan memperhatikan gerak – gerik namja yang ia tahu bernama Sehun itu. Hatinya terasa panas melihat Seohyun pergi bersama namja yang ia tidak ketahui asal – usulnya namun diperbolehkan oleh Jessica.

‘Siapa namja itu? Apa ia adalah namjachingu Seohyun? Apa aku kalah darinya? Apa ia masih terlihat lebih tampan dariku? Cih, bagaimana mungkin..’ Gumam seorang Luhan ditengah ramainya obrolan Jessica dan Kris.

“Ya! Berhentilah melamun!” Tegur Kris mengagetkan Luhan yang terperanga dihadapan kedua sahabatnya itu.

“Kau mengagetkanku! Jangan lakukan itu lagi!” Bentaknya tak mau kalah. Jessica dan Kris hanya bisa terkekeh pelan melihat sikap Luhan yang tampak seperti orang bodoh karena melamun terus itu.

“Oh, iya. Aku hampir lupa mengambil ranselku di ruang tunggu. Kalian tunggu aku disini, aku akan segera kembali.” Ucap Jessica lalu pergi begitu saja.

~*****~

Jessica meraih ranselnya yang tertinggal di ruang tunggu. Ia berniat untuk segera berlari kembali ke parkiran, tempat dimana Kris dan Luhan menunggunya. Namun, niatnya harus terhalang tatkala ia mendengar namanya dipanggil.

“Jessica!”

Suara itu terdengar seperti suara namja. Jessica membalikkan badannya dan mendapati Suho, sunbaenya sedang berajalan cepat ke arahnya.

“Hai..” Sapa Suho yang terdengar canggung.

Jessica membungkuk sesaat, “Annyeonghaseo, sunbaenim. Ada apa, sunbae memanggilku?”

“Euhm, aniyo. Aku tidak sengaja melihat hasil ujianmu di papan pengumuman. Dan kupikir nilai A sangat sulit untuk didapatkan. Maka dari itu, ini.. bunga mawar cantik untukmu sebagai tanda ucapan selamat dariku.” Suho menyodorkan sebuket bunga mawar yang berada di tangan kanannya.

Jessica menatap bunga yang berada tepat dihadapannya itu. Tangannya dengan perlahan meraih bunga itu dan menghirup aroma khas mawar yang memikat.

Suho tersenyum kecil melihat hoobae kesayangannya itu tampak sangat senang dengan hadiah yang ia berikan. Ia menatap Jessica dalam sambil tersenyum bahagia.

Kris yang baru saja datang dari koridor empat dan tak sengaja melihat Jessica dan Suho, tampak segera menghembuskan nafas kasarnya. Entah mengapa, dadanya terasa sesak melihat kedekatan keduanya. Kakinya langsung melangkah pergi dengan sendirinya. Ia tidak suka melihat Jessica dan Suho yang saling menatap bahagia seperti itu. Ya, ia sangat membenci hal itu.

 

~*****~

Jessica berjalan santai ke arah parkiran sekolahnya sambil membawa sebuket bunga mawar pemberian dari sunbaenya itu. Ia tampak tak henti – hentinya tersenyum malu sejak tadi. Dan tanpa sadar, sejak ia sampai di parkiran, Kris dan Luhan hanya dapat memperhatikan tingkah aneh yeoja itu.

Luhan pun tampak sesekali memberi kode kepada Kris tentang yeoja itu.

“Apa dia sakit juga?” Bisik Luhan pada Kris.

“Mollayo.” Jawab Kris datar.

Jessica yang baru sadar bahwa dirinya sedang menjadi pusat perhatian dari dua orang namja disebelahnya hanya dapat mendengus kesal.

“Kenapa? Kenapa kalian melihatku seperti itu, uh?” Bentaknya kesal.

“Ah, tidak. Sebaiknya kita pulang. Aku takut terjadi apa – apa padamu, Ice.” Jawab Kris yang langsung membuat Jessica menendang tulang kering Kris. Luhan hanya dapat tertawa geli melihat sahabatnya itu meringis kesakitan.

“Ah, appo!” Rengek Kris yang segera memegangi tulang keringnya.

“Aku harus memberitahumu berapa kali lagi, bahwa aku tidak suka panggilan itu! Kau sudah bosan hidup, ya? Atau, kau memang minta dihajar?!!”

Jessica membusungkan dadanya sambil mengepalkan kuat pukulannya.

“Ah, arasseo. Aku berjanji untuk tidak memanggilmu Ice Princess lagi. Tapi, tolong jangan tendang aku lagi..” Kris tampak bermohon dengan wajah memelasnya yang langsung membuat hati Jessica luluh begitu saja. Jessica memang tampak dingin dari luar, namun siapa sangka, dia adalah orang yang perasa dan hangat.

“Ya, sudah bangunlah. Kajja, kita pulang.” Jawab yeoja itu lalu merangkul lengan Kris dengan perasaan.

Luhan yang melihatnya hanya tersenyum kecil dan melupakan hal yang sebenarnya ingin ia tanyakan pada Jessica baru – baru ini. Ya, tentang hubungan Seohyun dan namja bernama Oh Sehun itu.

“Oh iya. Sepertinya seseorang telah memberimu bunga. Apa namja itu namjachingumu?” Tanya Kris ditengah perjalannya ke gerbang sekolah bersama Jessica dan Luhan.

“Sudah kubilang, kami memang dekat sejak awal. Dia Suho sunbaenim. Kenapa kau bertanya seperti itu?” Tanya Jessica kembali.

“Dia cemburu..” Sahut Luhan sebelum Kris sempat untuk menjawab.

Kris tak ingin imagenya dirusak oleh bayi rusa itu, membuat Kris segera melayangkan pukulan kecil ke kepala Luhan.

“Ah! Apa – apaan kau! Kau memang cemburu, kan?!” Seru Luhan tak menyerah.

“Tidak, bodoh! Aku hanya ingin tahu.”

“Hei! Seharusnya kalian juga memberikanku bunga sebagai tanda selamat. Bukannya malah mengoceh seperti ini!” Sela Jessica dengan ekspresi kesalnya yang lebih terlihat lucu itu.

“Bunga? Kau yakin mau bunga? Memangnya apa yang ingin kau lakukan dengan bunga?” Seru Luhan yang berada di sebelah Kris.

Jessica tampak berfikir sejenak. Ia lalu mengeluarkan cengiran bodohnya saat itu juga.

“Hehehe… Kau benar juga. Untuk apa bunga jika ada ice cream? Memangnya apa gunanya bunga seperti ini?” Ujarnya.

Luhan dan Kris hanya terkekeh melihat tingkah yeoja di sebelah mereka ini.

“Besok, kita jemput Seohyun di rumahnya, lalu kita bisa pergi piknik bersama untuk merayakan nilai ujian kita. Bagaimana?” Usul Kris yang segera direspond dengan anggukan kecil dari Luhan dan Jessica.

~*****~

“Yey! Kita piknik!” Seru Jessica dari  dalam mobil Luhan. Ya, mereka berempat kini memang sudah berada di atas mobil Luhan untuk pergi berpiknik ria di taman.

Sejak tadi suasana di dalam mobil itu tidak bisa lepas dari kata ramai. Kris dan Jessica yang duduk di bagian belakang tak henti – hentinya membuat heboh suasana sejak tadi. Ya, ice couple itu tampaknya sudah meleleh dan mengeluarkan jiwa kanak – kanaknya.

Sementara itu, Seohyun yang duduk di jok depan bersama Luhan hanya diam dan sesekali tersenyum kecut. Yeoja itu tidak tahu apa yang harus ia perbuat karena keadaan moodnya hari ini yang kurang baik.

“Apa kau senang pergi bersamaku?” Tanya Luhan yang berada kursi kemudi.

Seohyun menoleh ke arah Luhan lalu tersenyum tulus, “Tentu saja. Andai kita bisa terus menghabiskan waktu seperti ini, aku pasti akan lebih senang.” Kata yeoja berambut coklat itu.

“Hm… Kalau begitu, kita harus sering – sering berpiknik bersama seperti ini. Bukankah begitu, couple ice?” Seru Luhan kepada dua orang dibelakangnya itu.

Merasa tersinggung, Kris dan Jessica hanya memasang ekspresi malasnya.

“Siapa yang kau maksud couple ice, eoh?” Protes Kris.

“Menurutmu, siapa lagi?” Balas Luhan.

Seohyun hanya dapat menghembuskan nafas kasarnya, ‘Aku hanya ingin bersamamu, Luhan. Itu maksudku. Tanpa mereka berdua… Harusnya kau bisa mengerti perasaanku..’ Pikir Seohyun dalam hatinya sambil berusaha menutupi rasa kecewanya.

Tak lama, suasana kembali ramai. Seohyun hanya menatap ke depan dengan tatapan malas. Lalu, matanya tak sengaja menangkap sebuah liontin perak yang sedang tergeletak di laci mobil dihadapannya. Ia menatap liontin itu lekat – lekat dengan kedua matanya.

‘Bukankah Jessica juga memiliki liontin yang sama seperti ini? Ya, aku yakin. Dia bahkan memamerkannya padaku beberapa hari yang lalu. Liontin dengan permata berbentuk oval itu, apa ada hubungannya dengan Jessica? Atau mungkin, ada yang disembunyikan Luhan dan Jessica di belakangku?’ Gumam Seohyun dalam hati. Ia berusaha kembali memutar ingatannya akan kata – kata Jessica padanya saat memamerkan liontinnya itu.

“Hyun. Lihat, aku akhirnya bisa mendapatkan liontin ini! Bagaimana menurutmu? Kau tahu, liontin ini adalah barang limited edition.” Itulah beberapa kalimat yang terekam di otak Seohyun.

‘Limited edition? Apa itu artinya, hanya Luhan dan Jessica yang memilikinya? Apa itu benda couple mereka? Apa hubungan mereka lebih dari sahabat?’ Gumam Seohyun lagi. Ia hanya melamun sepanjang jalan, tanpa menikmati sedikitpun perjalanan yang terbilang seru itu.

Tak lama setelahnya, Luhan pun memarkirkan mobilnya di parking area di taman itu. Ya, mereka telah sampai di taman yang telah disetujui bersama sebagai tempat piknik mereka hari ini.

Keempatnya segera turun bersamaan dan langsung membagi tugas. Kris bertugas membawa peralatan makan, Luhan bertugas untuk membawa tikar yang akan mereka gunakan sebagai alas duduk, sementara Seohyun dan Jessica mengambil alih tugas untuk membawa makanan dan minuman yang berada bagasi mobil.

Mereka berjalan serempak. Meskipun raut wajah Seohyun tampak kusut hari ini, tapi di dalam hatinya ia tetap sangat bersyukur karena memiliki waktu untuk penyegaran.

“Disana saja. Di bawah pohon besar itu!” Usul Jessica dengan suara melengkingnya sambil menunjuk ke arah tempat yang ia maksud.

“Ya. Tempat itu cukup teduh..” Tambah Kris.

Mereka pun segera berjalan ke arah pohon rindang itu. Setelah itu, barulah semua mereka persiapkan seperti alas duduk dan menata bekal makanan yang mereka bawa dari rumah Seohyun itu.

“Ah, aku lupa mengambil makanan penutup di jok belakang mobil. Kris, ayo ikut aku. Bantu aku membawanya.” Kata Luhan di sela ramainya suasana.

“Ah, ne. Kajja..”

Luhan dan Kris segera berjalan kembali ke arah parkiran dan mengambil makanan penutup yang ia maksud.

Sementara Jessica dan Seohyun tampaknya sedang di selimuti suasana yang kurang menyenangkan. Mereka berdua saling berdiam diri tanpa ada yang memulai percakapan.

“Apa kau sudah merasa lebih baik, Hyun? Kondisimu tampaknya masih belum terlalu baik.” Ucap Jessica yang sudah tidak tahan dengan suasana sunyi itu.

“Berhentilah berbasa – basi. Akhiri saja dramamu itu.” Ujar Seohyun dengan nada sedikit kasar. Jessica terdiam. Yeoja blasteran itu kini kebingungan dengan kata – kata Seohyun barusan.

“Apa yang kau bicarakan? D- drama apa?” Tanya Jessica keheranan.

“Kau pikir aku bodoh? Ck, meskipun aku terlihat tenang, bukan berarti aku tidak tahu apa – apa tentang hubunganmu dengan Luhan.” Sindir Seohyun yang langsung to the point.

“Hubungan apa? Dengan rusa bayi tua itu? Kau bicara apa, Hyun!”

“Kalian pasti berpacaran, kan?!!” Bentak Seohyun.

Mata Jessica membulat sempurna. Ia bingung dengan kata – kata Seohyun yang menuduhnya berpacaran dengan Luhan.

“Tentu saja tidak! Meskipun hanya tersisa satu namja di dunia ini, dan itu adalah dia, aku tetap tidak akan mau menjadi kekasihnya. Kau pikir aku apa, eoh? Aku tahu kau menyukai Luhan. Apa setega itu aku merebutnya darimu?!! Coba pikir, Seo Joo Hyun!!” Jelas Jessica dengan emosi yang telah mencapai ubun – ubun.

“Cih, jadi kau masih memikirkan aku? Mustahil… Kau bahkan akan menusukku dari belakang secara perlahan. Mungkin saat ini kau masih bisa mengelak bahwa kau berpacaran dengan Luhan. Tapi suatu saat, kau pasti akan mengakuinya dan membuatku lebih sakit lagi!” Kata Seohyun tak kalah emosi.

“Mana buktinya, uh? Kau bisa menuduhku seenakmu. Tapi mana buktinya?!!”

“Lalu, saat Luhan berkata ingin bertanya sesuatu padamu, itu apa namanya? Aku tahu, saat itu pasti saat itu dia menyatakan perasaannya padamu. Benarkan?!”

“Asal kau tahu. Saat itu dia hanya bertanya seputar dirimu. Bertanya tentang hal – hal yang kau sukai, dan hal – hal yang bisa membuatmu senang. Itu saja. Kau masih berfikir bahwa aku memiliki hubungan khusus dengannya?” Tantang Jessica dengan nada bicara sedikit rendah.

“Tapi aku tahu satu hal. Kalian memiliki benda couple, kan?! Liontin perak dengan permata biru yang pernah kau ceritakan padaku. Kau bilang benda itu limited edition jadi, pasti hanya kalian berdua yang memilikinya!” Bentak Seohyun untuk yang kesekian kalinya.

“Liontin apa?” Tanya Luhan yang ternyata sudah berada di belakang Seohyun dan Jessica.

Seohyun tersentak dan langsung mencari asal suara tersebut.

“Liontin apa, Joohyun?” Kata Luhan seraya memegangi kedua pundak Seohyun agar yeoja itu mau menatap kedua mata coklatnya.

Seohyun terdiam sejenak, “Liontin couplemu bersama Jessica.. Aku sudah tahu semuanya, Lu…” Ujarnya sambil menunduk lemas.

Luhan berusaha mencerna kata – kata Seohyun barusan. Wajahnya tampak memperlihatkan ekspresi kebingungannya.

‘Liontin couple? Apa maksudnya?’ Gumam namja itu dalam hati.

Kris yang masih terus berdiri menyaksikan drama dihadapannya ini hanya dapat terdiam. Entah mengapa, saat tahu Luhan dan Jessica memiliki liontin couple, hati terasa seperti tersayat sebuah pedang tajam. Ya, itu terlalu sakit jika dibayangkan.

“Apa mungkin ini?” Tanya Jessica sambil menunjukkan sebuah liontin perak yang berkilau ke arah Seohyun dan Luhan.

“Tentu saja…” Jawab Seohyun yang terkesan dingin.

“Ini?” Sahut Luhan lalu mengeluarkan sebuah liontin perak yang sama dengan yang di genggam Jessica dari saku celananya.

“Benar, ‘kan? Kalian benar – benar memiliki liontin couple itu..” Seohyun berusaha menahan isaknya.

Luhan menatap Jessica yang berada di belakang Seohyun. Namja itu berhasil menangkap ekspresi kebingungan di mata Jessica.

“Liontin ini.. dari Eommaku..” Jujur Luhan yang langsung membuat terkejut Seohyun, Jessica dan juga Kris.

“Ini, juga dari Eommaku..” Timpal Jessica.

 

 

 

 

To Be Continue . . . ~

16 thoughts on “Destiny (Chapter 6)

  1. Kok akunya mulai curiga yah kalo sica dan luhan itu saudaraan . Keluarga sica kan udh ga utuh lg . Disini juga blm pernah diceritain tentang keluarga luhan .
    Makin penasaran nih thor ^^ seruuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s