[Freelance] Pray For South Korea (chapter 2 of 2)

Pray For South Korea

Author

Jung Yoorey

Title

Pray For South Korea

Cast

Jessica Jung, Kris Wu, Krystal Jung, Kim Jongin

Other Cast

Find it by yourself

Genre

Sad, Angst, Family, Slice of life

Rating

Teenager

Backsound’s

2NE1 – Comeback Home acoustic

Note

Annyeong chingudeul! Ini part terakhir dari PFSK. Mian postnya lelet lagi sibuk bangetxD dan mungkin ada yang kurang sreg sama endingnya, tapi ini udah ff dari setahun yang lalu jadi udah gak ada ide lain lagi buat diubah. Ohya, di part terakhir ini aku cuma mau bilang kalo 50 persen kejadian itu dari cerita nyata dan 50 persen sisanya itu karangan aku. dan ya, maafin kalo pairnya gak suka atau nanti gak puasxD. Last but not the least, semoga ff ini ngefeel dan maafin kalo typonya bertebaranJ

Happy Reading

 

Seoul, The same time

Sulli membuka matanya ketika merasakan sebuah suara isakan memenuhi gendang telinganya. Ia melirik kesampingnya dan menemukan krystal yang sedang memunggunginya dengan bahu yang naik turun dengan pelan.

Sulli menghela nafas dan menepuk lengan krystal menenangkan sahabatnya itu.

“apa lagi yang membuatmu menangis?” tanya sulli dengan suara serak khas bangun tidur. Sejujurnya ia masih sangat mengantuk karena ia harus menenangkan krystal yang semalaman menangis.

Krystal menggelengkan kepalanya membuat sulli menghela nafas. Yeoja berambut sebahu berwarna merah itu bangun dari tidurnya dan memutuskan untuk keluar kamar meninggalkan krystal sendiri. diluar kamar, ia dikejutkan oleh ibunya yang berdiri disamping kamarnya.

“sulli-ah, tolong kau ambil koran diluar ya.” suruh ibunya.

Sulli masih mengelus dadanya sambil mengernyitkan keningnya. “kenapa aku? bukankah biasanya ibu yang ambil keluar?”

Ibu sulli mendekatkan tubuhnya ke sulli seakan ingin membisikkan sesuatu. “diluar ada orang gila.” Bisik ibunya pelan.

Mata sulli melotot. “Orang gila? Maksud ibu?”

Ibu sulli mendecak dan segera mendorong anak satu-satunya menuju pintu rumah. “sudahlah, ambil saja. Kalau kau dikejar kan, kau bisa berlari cepat. Tidak seperti ibu yang tidak bisa berlari cepat.”

Sulli terperangah beberapa detik. Sungguh ibu yang ajaib. Dengan jantung berdebar, sulli membuka pintu rumahnya dan berjalan keluar. Seketika hawa dingin menusuk kulitnya. Untung saja letak koran tepat berada disamping meja teras rumahnya. Setelah mendapatkan koran, sulli mengedarkan pandangannya mencari ‘orang gila’ yang dimaksud oleh ibunya. Matanya menangkap tanah yang basah dan sedikit genangan air menandakan semalam itu hujan, anehnya sulli tidak merasakan hujan tersebut.

Sulli menyerah mencari ‘orang gila’ yang disebut ibunya, mungkin sudah pergi, pikirnya. Tapi baru saja sulli akan kembali masuk kerumahnya, matanya terasa hampir keluar ketika melihat sekitar 4 meter dari kakinya duduk seorang namja dengan kondisi basah kuyup dan wajah pucat.

Kai.

Dengan cepat sulli melempar asal koran ditangannya dan mendekati kai yang mungkin sedang tertidur dihalaman rumahnya. Dugaan sulli benar, mata kai tertutup menandakan jika namjachingu krystal itu tertidur.

Apa yang ibu maksud orang gila itu kai? Batin sulli geli. Tapi bukan itu yang penting sekarang, yang penting adalah kenapa kai berada dirumahnya?

Tuk tuk

Sulli menepuk pundak kai pelan membuat kai menggeliat pelan dan membuka matanya. namja berkulit sedikit gelap itu memicingkan matanya ke arah yeoja dihadapannya dan segera mungkin ia berdiri tegap begitu melihat sulli disana membuat sulli tersontak kaget.

“a-apa yang kau lakukan hujan-hujanan dihalaman rumahku? Kau tidak bermaksud menjadi satpam rumahku kan?” canda sulli yang membuat suasana menjadi lebih awkward karena kai menatapnya tajam.

“dimana krystal?” tanya kai langsung.

Sulli mendesah pelan. “tau darimana kau kalau krystal dirumahku?”

“jangan mengajakku basa-basi sekarang. Dimana krystal?” suara kai meninggi sedikit membuat sulli mendecak.

“dia ada dikamarku. Dia se—eh kai? Kau mau kemana?!” sulli yang sedang menunjuk kedalam rumahnya terlonjak ketika kai menerobos masuk kerumahnya setelah ia memberitahu kai bahwa krystal ada dikamarnya. Dengan hentakan cepat sulli segera menyusul kai masuk kedalam rumahnya melewati ibunya yang menatap kaget dan bingung.

“sulli-ah! Kenapa kau biarkan orang gila itu masuk?! Bagaimana kalau dia mencuri barangmu? Atau memperkosa krystal?! Omona, kau gila choi sulli?!” teriak ibunya tidak kalah heboh sambil mengikuti sulli dengan cemas. Sulli tidak memperdulikan teriakan ibunya dan terus mengejar kai yang sudah masuk dikamarnya tepat ketika ia sudah berada didepan pintu.

Brak

Kai menutup pintu kamar sulli dengan cepat dan segera menguncinya sebelum sulli masuk. Si pemilik kamar hanya bisa uring-uringan diluar sana.

Krystal tersontak kecil dan membalikkan tubuhnya kearah pintu setelah memperbaiki posisinya menjadi duduk. “kenapa kau membanting pintu, ssul? A—kai?” mata krystal terbuka lebar memperlihatkan mata merah sembabnya saat melihat kai sudah berdiri tegap didepannya dengan wajah pucat.

Krystal segera membuang wajahnya tidak ingin menatap kai. Ia sungguh merindukan kai, sangat. Tapi ia masih merasa bersalah dengan seluruh sikap egoisnya kemarin-kemarin. Sementara itu kai mendekati krystal dan duduk dihadapan yeojachingunya itu. tanpa basa-basi kai langsung mendekap krystal kedalam pelukannya membuat krystal terhenyak.

“aku merindukanmu. Sangat.” Lirih kai ditelinga krystal membuat krystal bergidik merasakan hembusan nafas kai ditelinganya. Ia belum membalas pelukan kai.

“kau salah paham saat itu. sebenarnya saat itu aku hanya ingin meniupi mata jessica noona, tidak ada maksud lain. Kau salah paham krys, maafkan aku. maafkan aku, kumohon.” Gumam kai sambil menenggelamkan wajahnya dibahu krystal.

Krystal merasakan matanya memanas. Tangannya terulur membalas pelukan kai, menyalurkan seluruh rasa rindunya. “harusnya aku yang minta maaf karena telah menunduhmu yang bukan-bukan dengan jessica unnie. maaf karena telah mengabaikanmu. Maaf karena tidak mempercayaimu. Maaf karena aku tidak mau mendengarmu. maafkan aku, kai..” lirihnya.

Kai mengangguk. “aku mencintaimu, hanya dirimu. Percaya padaku, aku takkan menghianatimu.” Bisik kai yang membuat krystal terisak senang. Ia merasa satu masalahnya telah selesai. tinggal masalahnya dan jessica yang belum selesai, itu karena krystal yang belum siap untuk meminta maaf. tapi krystal berjanji dalam hatinya jika ia akan segera minta maaf pada jessica jika jessica telah kembali dari jeju.

“HEY KALIAN BERDUA JANGAN MENODAI KAMARKU! CEPAT BUKA SEBELUM KUDOBRAK!”

 

*

 

Sewol Ferry, 05.30

“saat ditoilet tadi, aku merasakan getaran kecil dan bunyi ledakan kecil dari lantai bawah.” Ucap jimin yang membuat kesebelas namja didepannya diam 1000 bahasa. “apa yang harus kita lakukan sekarang?”

“mungkin itu hanya suara mesin. Kau jangan membuat kita khawatir, jimin.” Ujar jungkook dengan wajah sedikit pucat. Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk menentang perkataan jimin karena jimin terkenal tidak pernah bohong, ia hanya tidak ingin berpikiran negatif.

Jimin menggeleng. “aku serius. Aku tidak mendengarnya sekali, tapi 2 kali. Bahkan kudengar di ruang makan tadi semua anak sekolahan itu berteriak-teriak.”

Kris mendesah kasar. Ia menatap semua temannya yang mematung. “sekarang kita lebih baik kembali ke ruangan. Kita harus tetap tenang dan semoga saja yang dikatakan jimin itu tidak berakibat lebih.”

Ke12 namja didepan kris itu mengangguk ragu. Mereka melangkahkan kakinya kembali ke ruangan tadi sebelum tiba-tiba,

DRRT

“kyaaa!”

Suara lengkingan terdengar dari ruangan tempat tadi mereka berkumpul. Getaran yang lumayan keras tadi membuat mereka membatu dan segera merapat ke dinding. Bahkan baekhyun yang baru saja akan menjerit langsung terdiam membeku kala mendengar jeritan dari tempat berkumpul tadi sangatlah keras.

Selang beberapa detik, mereka semua berpandangan dengan mata waspada. Sampai akhirnya kris segera berlari kencang menuju ruangan tadi.

Jessica!

 

*

 

“kenapa dengan kris dan jimin? Mereka menjadi aneh.” Ucap taeyeon sambil menatap pintu yang telah tertutup sepeninggal para namja.

“sepertinya ada hal buruk terjadi. raut wajah kris tadi menandakan seolah ada sesuatu yang buruk.” Lirih jessica sambil menggigit bibir bawahnya. seketika kesebelas temannya itu menatapnya horor.

“jangan membuat kami berpikiran yang tidak-tidak jess.” Suara dengan nada tinggi yang keluar dari bibir ara. Wajahnya memucat. Ya, sebenarnya ara adalah yeoja yang paling parno dengan segala macam hal yang membuatnya cemas.

Jessica menggeleng. “aku juga tidak ingin berpikir yang tidak-tidak. Hanya kenyataan yang kulihat yang membuat kita berpikir yang tidak-tidak.”

“tapi kau tidak usah mengatakannya pada kita kan?” sinis ara sambil memeluk erat bantal pinknya.

Jessica mengernyitkan keningnya. “taeyeon tadi bertanya dan aku menjawabnya. Apa aku salah?” balas jessica tidak kalah sinis. Dia sedikit kesal dengan ara yang sinis padanya. sebenarnya sudah jadi rahasia umum jika jessica dan ara tidak terlalu berteman baik karena ara menyukai kris tapi jessica telah berpacaran dengan kris.

“kau bisa mendekati taeyeon dan memberitahunya. Kau sangat salah!”

Jessica melipat tangannya didepan dada dan menatap ara tajam. “oh ya? kupikir semua orang juga penasaran dengan kris dan jimin.”

Ara memicingkan matanya kesal. “aku tidak.”

“kalau begitu kau yang salah karena diantara 12 orang diruangan ini hanya kau yang tidak mau mendengarnya. berkacalah sedikit.” Ledek jessica setajam mungkin.

Ara menatapnya tajam dengan wajah memerah. Sementara itu seluruh teman-temannya yang lain hanya mampu bungkam karena mereka tahu jika jessica dan ara sudah beradu mulut, tidak akan ada yang bisa menghentikan mereka.

Baru saja ara ingin mendekati jessica saking kesalnya, tiba-tiba,

DRRT

“kyaaa!”

Keduabelas yeoja diruangan itu sontak menjerit tertahan begitu terasa getaran hebat dilantai kapal. Jessica segera berpegangan pada kursi disampingnya sementara ara terjatuh ke yura.

BRAK

Keduabelas yeoja itu menoleh ke pintu dan menemukan kris berdiri disana dengan wajah yang sangat cemas. Matanya bergerak-gerak mencari seseorang, setelah menemukan jessica berada disamping sofa dengan wajah shock, kris segera memeluknya.

are you okay?” tanya kris dengan nada kekhawatiran yang jelas terdengar.

Jessica merasakan kakinya gemetar kecil. Ia mengangguk pelan. “apa yang terjadi?”

Kris mendesah kecil dan menatap seluruh yeoja diruangan itu. tidak lama, dari pintu muncul 12 namja yang langsung mengambil tempat diruangan itu setelah menutup pintu. beberapa segera berlari ke yeojachingunya masing-masing.

“apa yang terjadi, huh?!” teriak ara yang mulai parno.

Ketigabelas namja itu bungkam. Mereka bingung harus mulai darimana. Karena belum tentu jika ada sesuatu yang terjadi dengan kapal ini, mungkin hanya sedikit kesalahan teknis, setidaknya mereka tidak ingin bernegative thinking.

“apa kapal ini menabrak sesuatu?” tanya taeyeon pelan. baekhyun yang menggenggam tangan taeyeon menggeleng. Ia memperbaiki untaian rambut taeyeon.

“tidak. Kau tidak usah khawatir.” Ucap baekhyun sambil mencubit pipi chubby taeyeon membuat taeyeon tersenyum simpul.

DRRRT BRUK! BOOOM!

“GYAAA!”

Seluruh yeoja diruangan itu sontak menjerit ketakutan ketika terjadi sebuah getaran hebat disusul dengan suara ledakan besar.

Krrrt krrrt

Mereka semua tercengang ketika merasakan lantai yang mereka pijak itu mulai miring.

Hening. Itu yang terjadi. mereka seakan membatu pucat dengan apa yang terjadi sekarang.

Drap drap drap! “kapal ini akan terbalik! Kita harus keluar!

Ke25 anggota klub theatre dari GongJu university itu tersontak ketika terdengar suara teriakan dari luar dan derap langkah kaki banyak orang.

“kapal ini akan terbalik!” sebuah seruan keluar dari mulut hyoyeon membuat seluruh temannya tersadar dan kalang kabut. Seketika ruangan itu menjadi ribut karena seluruh orang segera berlarian menuju pintu. tidak terkecuali kris dan jessica yang segera berlari juga keluar dari ruangan.

Perhatian bagi seluruh penumpang Sewol Ferry keberangkatan Seoul-Jejudo untuk tidak meninggalkan tempat masing-masing dan tetap diam ditempat. Saya ulangi sekali lagi, Bagi seluruh penumpan Sewol Ferry keberangkatan Seoul-Jejudo untuk tidak meninggalkan tempat masing-masing dan tetap diam ditempat. Dimohon kerjasamanya, terima kasih.

Jessica terdim mendengar pengumuman dari speaker yang berada tidak jauh darinya. Begitupula seluruh orang yang berada di koridor kapal lantai lima, mereka semua tidak bergerak setelah mendengar pengumuman barusan. Tapi tidak urung jika mulut mereka juga diam, koridor kapal itu sangat ribut dengan suara teriakan, tangisan, dan kegelisahan. Koridor selebar 4 meter itu sudah ramai oleh klub theatre GongJu dan murid-murid Danwon SHS.

Kris menggenggam erat tangan jessica dan merangkulnya. Jessica mendongak. “jangan jauh-jauh dariku.” Ucap kris yang membuat jessica mengangguk.

“kris, kita tidak bisa diam disini, kita harus segera ke luar dari sini.” Baik kris dan jessica, mereka berdua menoleh kesamping mereka dan menemukan luhan dan yoona, baekhyun dan taeyeon, dan chanyeol dan tiffany. kris menatap jessica dan yeojachingunya itu mengangguk.

“baiklah, ayo.” Putus kris. chanyeol memimpin jalan. Ia menyalip kerumunan anak SMA Danwon dengan cepat membuat teman-temannya tertinggal.

BOOM BRAK

“arkh!” jessica memekik keras ketika terjadi guncangan membuatnya tertumbuk di tembok. Tepat saat itu ia terjatuh ke lantai dan pegangannya pada kris terlepas. Kris menoleh kaget, baru saja ia ingin mendekati jessica, seluruh orang di koridor itu berlari ke arah berlawanan membuatnya terbawa, meninggalkan jessica yang tersandar di tembok.

“JESSICA! JESSICA! JANGAN KEMANA-MANA, TUNGGU AKU!”

Itulah yang bisa dilakukan kris ketika ia terseret mengikuti puluhan orang menuju entah kemana. Matanya berkaca-kaca ketika melihat jessica yang tidak berkutik. Tapi ia tidak bisa mendekati jessica, ia terseret pergi.

Tinggallah jessica dilantai lima itu sendirian. Lampu mulai berkedip-kedip dan posisi lantai menjadi sedikit lebih miring. Jessica menggigit bibir bawahnya sambil memegangi kepalanya yang nyut-nyutan.

“kris..?” gumamnya sambil mengedarkan pandangannya. kosong, tidak ada siapa-siapa selain dirinya.

Jantungnya berdebar sangat kencang, ia takut. Perlahan jessica berdiri dari duduknya dan bertumpu pada tembok. Tangannya meraih ponselnya yang berada di kantong jeansnya.

Setelah memencet sebuah nomor yang telah dihafalnya diluar kepala, jessica segera menempelkannya pada telinganya sambil terus berjalan. Air matanya sudah bertumpuk dipelupuk matanya. ia yakin, ia tidak akan selamat sekarang.

Tut

Hati jessica tersayat ketika seseorang yang ditelefonnya itu mereject telefonnya. Krystal. Setetes air jatuh dari matanya namun dengan cepat jessica menghapusnya lalu kembali menelfon krystal. Bertepatan saat itu ia bertemu dengan seorang yeoja yang nampak celingak-celinguk dengan baju pelampung ditubuhnya.

jeogiyeo (permisi), kau baik-baik saja?” yeoja itu mendekati jessica yang nampak bertumpu pada dinding.

Jessica mendongak. “apa.. yang terjadi?”

Yeoja itu nampak ragu. Namun melihat keseriusan diwajah jessica, yeoja itu pun menjawab, “kau harus segera pergi dari sini atau kau akan mati tenggelam.”

Bulu kuduk jessica berdiri pelan. nafasnya tercekat. “ka-kapal ini… apa yang—”

“terjadi ledakan di ruang mesin, kapal ini akan segera terbalik. Gunakan pelampung ini dan turunlah ke lantai 3, semua orang berkumpul disana. Ppalli.” Seru yeoja itu sambil memberikan pelampung yang dikenakannya pada jessica.

Jessica menatap pelampung itu ragu. “ka-kau menggunakan apa jika aku mengambil ini?” tanya jessica cemas.

Yeoja itu menggeleng sambil tersenyum. “jangan khawatir. Di gudang masih banyak pelampung, lagipula ini tugasku sebagai awak kapal. Keselamatanmu adalah yang terpenting. Ppalli gha!” yeoja itu menyodorkan pelampungnya pada jessica dan mendorong jessica untuk segera pergi. jessica merasa tangannya yang menggenggam pelampung pemberian yeoja itu bergetar. Matanya berkaca-kaca.

“sampai jumpa di pelabuhan.” Ucap yeoja itu sebelum ia meninggalkan jessica disana. Jessica meneguk liurnya dan ia terlonjak ketika merasakan getaran yang cukup hebat. Jessica merasakan lantai yang dipijaknya itu mulai memiring. Mata hazelnutnya terbelalak. dengan segera jessica turun ke lantai yang disuruh oleh perempuan tadi. Pelampung itu tetap berada digenggamannya. Ia melupakan bahwa kris menyuruhnya untuk menunggu disitu.

 

*

 

“JESSICA! JESSICA!”

Kris terus menengok kesana kemari mencari kekasihnya. Tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan dilantai lima tempat terakhir ia melihat jessica. apa jessica sudah turun untuk menyelamatkan diri? Kris berharap itu benar. Tapi bagaimana kalau jessica tersesat di kapal ini? kris hanya bisa berdoa semoga jessica pergi ke tempat terbuka.

Kris mendesah berat dan segera turun ke lantai 4 untuk mencari jessica lagi. barangkali jessica berada disana.

Tapi nihil. Tidak ada orang disana.

 

*

 

“sial!”

Umpatan itu berasal dari bibir tipis krystal. Sulli dan kai mengernyitkan keningnya. “kenapa, chagi?” tanya kai.

“tadi jessica unnie menelpon, tapi tidak sengaja kureject. Bagaimana ini?” krystal menggigit kukunya sambil menatap kai dan sulli panik.

“sudahlah, kenapa kau tidak telepon balik?” usul sulli. kai mengangguk setuju.

“haruskah? Aku ragu, bagaimana kalau jessica unnie balas merejectnya?” pesimis krystal. Ia menggenggam ponselnya gugup.

Kai mengelus rambut krystal. “tidak ada salahnya mencoba, kryst.” Ucap kai sambil tersenyum. Krystal mau tidak mau ikut tersenyum. Sulli mencibir melihat dua sejoli itu.

“aku bersumpah akan mengusir kalian dari rumahku kalau kalian bertindak mesra dihadapanku.” Kesal sulli.

Kai dan krystal terkekeh. “haruskah kupanggil sehun untuk menemanimu?” goda kai. Sulli mengerucutkan bibirnya saat kai menyebut nama mantan pacarnya itu.

“seharusnya aku tidak pernah mengizinkanmu masuk.” Desis sulli yang disambut tawa kai.

Krystal tersenyum tipis. “baiklah, aku akan menelpon jessica unnie sekarang.” Ucap krystal sambil menarik nafasnya dalam. perlahan ia menekan angka 1 pada speed dialnya dan tidak perlu menunggu lama, krystal sudah menelpon jessica. krystal menempelkan ponselnya ditelinga.

Beberapa bunyi nada tunggu, tapi tidak ada jawaban. Dengan gelisah krystal kembali mencoba menelpon jessica. tapi yang sekarang menjawab adalah operator yang mengatakan bahwa pemilik ponsel sedang diluar jangkauan.

“kenapa kryst?” tanya kai.

Krystal mengangkat bahunya. “molla. Operator mengatakan kalau nomornya diluar jangkauan.” Ucap krystal.

“mungkin jessica unnie sedang bersama teman-temannya makanya tidak mendengar ponselmu. Kau tau jessica unnie kalau sudah bersenang-senang bisa melupakan apa saja.” Celetuk sulli yang disambut anggukan kai. Krystal menghela nafas dan mau tidak mau ia memilih untuk percaya kalau jessica memang tidak mendengarnya. tapi kenapa perasaan krystal tidak enak?

“choi sulli, coba kau nyalakan tvmu itu. biasanya pagi begini ada kartun.” Suruh kai. Sulli melongo dan hanya bisa menuruti permintaan lelaki aneh itu.

disiarkan langsung dari pelabuhan incheon. Ferry Sewol dengan tujuan Jejudo baru saja mengalami ledakan dan diperkirakan akan segera terbalik. Dapat dilihat—

Tangan sulli berhenti memencet remote tvnya ketika ia melewati stasiun tv yang sedang menyiarkan berita terbaru di pagi hari. Sulli melirik krystal yang membeku ditempat duduknya.

“su-sulli, besarkan sedikit.” Ucap kai dengan suara gugup.

Sulli tanpa banyak bicara segera membesarkan volume tvnya.

kapal yang ditumpangi oleh pelajar dan mahasiswa itu mulai mengalami kemiringan sekitar 20 derajat. Jika kemiringan mencapai 40 derajat, kemungkinan seluruh penumpang bisa terguling jatuh ke laut dan memicu kapal terbalik seluruhnya. Saat ini tim penyelamat tengah menuju kesana untuk menyelamatkan seluruh penumpang.

Krystal terhenyak. Air matanya menetes dengan cepat bersamaan dengan ponselnya yang bergetar. krystal melirik ponselnya dan matanya terbelalak lebar. Kai dan sulli menoleh ingin tahu.

Buddy calling

Dengan cepat krystal menekan ‘accept’ dan menempelkannya ke telinga.

“jessica unnie! are you okay? please say you are okay.. hiks..”

Terdengar suara engahan dari seberang sana. “kry-krystal-ah.. kupikir kau sudah dengar beritanya, eoh? Cepat sekali kau tahu. Hahaha~

Air mata krystal menetes lebih cepat. Matanya tertutup untuk menghentikan air matanya, tapi tetap saja air matanya menetes. Bibirnya bergetar. “unnie-ah, mianhae, aku bukan adik yang baik, aku menyesal mengatakan aku membencimu, sungguh aku tidak serius mengatakan itu unnie, kumohon maafkan aku hiks hiks..”

yak, kau menangis? Sudahlah, jangan seperti ini. aku juga minta maaf karena sudah membuatmu salah paham dan juga menamparmu.

Krystal menghapus sebuah cairan yang keluar dari hidungnya cepat. “ne, unnie, aku tahu. tenang saja, aku tidak apa. kau sendiri bagaimana? Bagaimana kapalnya bisa seperti itu? kau baik-baik saja kan? Cepatlah kembali..”

Terdengar kekehan dari sana. “tentu saja aku akan kembali. Kau pikir aku bisa meninggalkanmu yang bodoh itu sendiri? hanya aku yang sanggup mengurusmu.”

Krystal mau tidak mau tersenyum ditengah air matanya yang terus mengalir. “berjanjilah untuk kembali. Jangan membuatku khawatir. Aku takut.. hiks..”

tentu klee, aku pasti kembali. Aku senang bisa mendengar suaramu.

Krystal menggigit bibirnya. “selamatkan dirimu. Dan kris oppa juga. kalau kau kembali dengan selamat, aku janji aku tidak akan marah padamu lagi hiks.. tim penyelamat akan segera datang, bertahanlah, okay?”

Kembali terdengar engahan dan sedikit rintihan. “ba-baiklah. kau tidak usah khawatir dan tidurlah. Ketika kau bangun, kau akan melihatku.

“bagaimana bisa aku tidur kalau kau sedang dalam bahaya?”

hm. kalau aku tidak selamat, berjanjilah untuk bahagia dan jaga dirimu baik-baik. Jangan sampai sakit. Uhuk uhuk—juga jangan sampai kau terus menangis karenaku. Belajar juga yang rajin, kau harus masuk universitas yang bagus. Dengar kata mommy dan daddy. Kau harus membahagiakannya. Aku—

“—stop, stop it! What are you talking about?! You must safe! You need to alive.. kalau kau tidak kembali, aku akan membencimu. Sangat.. hiks..” isakan krystal mengeras. Dadanya terasa dipompa.

Jessica terbatuk-batuk diseberang sana. Sesekali ia merintih. Air mata krystal makin deras. Kai merangkul krystal cemas. Apa yang terjadi dengan jessica?

kau harus berjanji lalu aku juga akan berjanji untuk kembali.”

Krystal menggigit bibirnya. Bahunya mulai naik turun. “aku tidak mau hiks. kau berkata seolah kau akan pergi. aku tidak mau, tidak mau, tidak mau hiks hiks..” krystal terus mengucapkan kata ‘tidak mau’ upaya agar jessica menarik kembali kata-katanya.

kryst, dengarkan aku. kau harus belajar hidup tanpa aku. bagaimana nanti kalau aku sudah menikah dengan kris? kau harus mandiri mulai sekarang. Pokoknya kau hanya perlu untuk berjanji padaku kalau kau akan baik-baik saja tanpaku. Kumohon..

urgh.. hiks hiks hiks aku tidak mau.. kau harus kembali.. aku adik kecilmu, kau tidak hiks boleh meninggalkan anak kecil ini sendiri hiks hiks..” nafas krystal mulai tersendat-sendat.

klee, kumohon untuk kali ini..” kali ini suara jessica mulai melemas.

Krystal meremas telapak tangan kai yang menggenggamnya. “baiklah baiklah, aku berjanji! Tapi kau harus kembali, mengerti?”

terima kasih kryst.. apakah kau bersama kai sekarang? Bisakah aku bicara dengannya?

Tanpa banyak bicara krystal segera menyodorkan ponselnya pada kai dan menangis didadada kai. Kai mengernyit bingung dan menempelkan ponselnya ditelinga.

noona? kau baik-baik saja kan?”

kai, kim jongin. Aku ingin kau menjaga krystal dengan baik. Jangan mengkhianatinya. Jangan membuatnya menangis. Jangan membuatnya terluka. Hiks hiks jangan membuatnya sakit. Itu akan membuatku marah padamu. Aku hiks hiks mempercayakan krystal padamu. Belajar yang baik dan masuk universitas bersama krystal. Aku tahu kau orang yang baik dan bertanggung jawab. Hiks aku menyayangimu kai, jaga adikku, mengerti?

Kai terhenyak. Matanya mulai berkaca-kaca. “aku mengerti noona. kau tenang saja.” Kai tidak dapat menahan suaranya yang mulai serak.

beri ponselnya pada krystal. Aku ingin mengatakan sesuatu.

Kai segera memberi ponsel itu pada krystal. Krystal dengan cepat menempelkan ponselnya itu di telinga. “n-ne unnie?”

saranghae, jung soojung. Uhuk uhuk..

Dada krystal menjadi sangat sesak. Bibirnya bergetar. “uunnie.. ggwaenchana? Hiks..”

uhuk uhuk hah hah u-unnie baik-baik saja kryst. unnie baik-baik saja uhuk uhuk..

Krystal mengigit bibirnya hingga sesuatu menetes dari sana. Berdarah. Kai memeluk kepala kekasihnya itu. “nado saranghae, unnie.. just safe and comeback for me.”

tenang uhuk uhuk saja klee. Se-sepertinya ponsel unnie lowbat. Sampai nanti klee, aku menyayangimu hiks hiks jaga dirimu baik-baik, unnie tahu kau sudah mandiri. Saranghae..

Tut

Mata krystal terbelalak. “unnie? unnie-ah?! Unnie! hiks hiks.. enghh unnie… argh!” krystal mengacak rambutnya ketika sambungan terputus. Krystal melempar ponselnya ke karpet sambil meraung-raung di pelukan kai. Kai sendiri berusaha menenangkan krystal dan membisikkan bahwa jessica akan baik-baik saja.

Sulli tidak kuasa menahan air matanya juga. dengan segera ia menelpon sehun untuk membawa mobilnya agar mengantar mereka ke pelabuhan. Tentu saja, walau kai membawa mobil, lelaki itu pasti tidak akan konsentrasi menyetir. Sulli juga belum terlalu mahir membawa mobil, dan krystal? Mana mungkin krystal yang menyetir dengan keadaan seperti itu.

To : sehun gila

Oh sehun! cepatlah kerumahku, kau harus mengantarku, krystal, dan kai ke pelabuhan! Kau tahu kan kakak krystal, jessica? dia salah satu penumpang ferry sewol. Pokoknya kau harus segera kemari! Kalau tidak, aku tidak akan memaafkanmu!!!

Belum sulli menghirup nafas untuk ketiga kalinya, ponselnya tiba-tiba berdering. Dengan cepat sulli membuka ponselnya dan menemukan pesan dari sehun. sulli bersyukur karena sehun sudah bangun di waktu sepagi ini.

From : sehun gila

IN A MINUTE, BABE

Sulli mendengus dan segera membalas pesan sehun.

To : sehun gila

Jangan memanggilku sayang! Ingat, kita sudah putus!

Setelah itu sulli meletakkan ponselnya kembali ke sofa dan menatap tv dengan kosong. Begitupula krystal dan kai yang terpaku dengan siaran di tv. Sebuah tulisan bercetak tebal menghiasi bagian bawah tv itu.

FERRY SEWOL TUJUAN JEJUDO TELAH TERBALIK 60 DERAJAT

 

*

 

Ferry sewol, same time

“kris!”

Kris yang sedang mengacak rambutnya gusar menoleh cepat ke asal suara yang memanggilnya. Ia mendapati luhan, chanyeol, baekhyun, yoona, tiffany, dan taeyeon berlari ke arahnya.

“kau darimana saja? Kami mencarimu!” seru luhan sambil memukul pundak kris.

Kris celingak-celinguk. “dimana jessica?” tanya kris tajam.

“lho, bukannya dia bersamamu?” tanya yoona balik. Wajahnya mulai cemas.

Wajah kris memucat. “ka-kami terpisah di lantai 5 tadi. Kupikir dia sudah bersama kalian disini..” lirih kris.

“mungkin dia sudah turun dengan sekoci!” seru chanyeol berusaha menenangkan semuanya.

Taeyeon menggeleng. “tidak, kita sejak tadi berjaga di daerah sekoci tapi tidak ada jessica disana.” Ucapnya cemas. Tiffany mulai mencengkram lengan chanyeol takut. Begitupula yoona yang menggigit bibirnya yang bergetar didalam rangkulan luhan.

Kris mengepalkan tangannya kuat.

“hey anak muda! Cepat naik! Kapal ini akan terbalik!”

Ketujuh mahasiswa itu menoleh ke seorang awak kapal yang memanggil mereka. awak kapal itu sudah berada di atas sekoci yang separuh kosong, menyuruh mereka untuk mengisinya dan segera ke daratan untuk menyelamatkan diri.

Mereka semua berpandangan ragu. sampai akhirnya kapal kembali bergetar dan mulai kembali miring, mereka akhirnya segera berlari ke arah sekoci. Tidak dengan kris yang langsung menoleh lagi kedalam. Kakinya mulai bergerak.

“kris!” kris tidak memperdulikan panggilan itu. kakinya melangkah cepat masuk kembali ke dalam. tapi beberapa tangan menahannya.

Kris menoleh gusar ke arah orang yang menahannya. Itu luhan, chanyeol, dan baekhyun. Kris dengan cepat menepis tangan mereka dari tubuhnya. “lepaskan aku! jessica masih ada didalam!” teriaknya.

Luhan menggeleng dan kembali menahan bahu kris. “tidak kris, itu berbahaya.” Ucapnya.

Kris menatap luhan tajam. “tidak mungkin aku meninggalkan jessica sendiri! kau pikir aku lelaki bodoh?! Kekasihku didalam sana seorang diri dan aku menyelamatkan diriku sendiri?! aku harus mencari jessica!” bentak kris sambil menepis tangan luhan dari bahunya dan kembali melangkah masuk.

Luhan mendengus dan mengode chanyeol dan baekhyun untuk menarik kris. dengan segera mereka menarik tangan kris dan menyeret lelaki tinggi itu menuju sekoci.

Kris terbelalak dan meronta hebat. “yak lepaskan aku, sialan!! Jessica ada didalam!! Jessica ku bisa mati!! Yak brengsek, lepaskan aku!! aku harus menyelamatkan jessica!! argh!!!” kris terus membabi buta didalam seretan ketiga temannya.

Luhan terus menyeret kris menuju sekoci. Tanpa sadar air matanya menetes dari sudut matanya.

“chanyeol-ah! Chanyeol-ah? Lepaskan aku! kau tahu kan jessica masih didalam? Biarkan aku menyelamatkannya..” ucap kris sambil menatap chanyeol memelas. Chanyeol menggigit bibirnya dan terus menyeret kris sekuat tenaga.

Kris merasakan matanya memanas. Bibirnya bergetar dan tanpa terasa matanya sudah mengeluarkan air dengan deras. Rahangnya mengatup.

“jessica! jessica-ah!! Aku harus menyelamatkan jessica!! kumohon..” kris kembali memberontak kasar. Dan saat itu pula mereka tiba di sekoci tempat taeyeon, yoona, dan tiffany berada. Tapi tidak dengan jessica. kekasih kris itu menghilang.

“kris, biarkan para tim penyelamat yang mencari jessica.” ucap baekhyun serak. Wajahnya memerah.

Kris menggeleng. Ia kembali memberontak ketika luhan, chanyeol, dan baekhyun mengangkatnya naik ke atas sekoci dan mengunci tubuhnya dengan tangan mereka semua.

Kris memberontak ditenga tangisnya. “tolong lepaskan aku! ahjussi, tolong keluarkan aku!! aku harus menyelamatkan kekasihku!!” kris terus berteriak pada awak kapal yang sedang menurunkan sekoci ke laut. Awak kapal itu tetap menurunkan sekocinya karena luhan menyuruhnya untuk tidak usah menghiraukan kris.

kris menatap nanar kapal yang mulai memiring itu. ia yakin, jessica masih berada didalam. Dada kris terasa benar-benar sesak. Ia terus meraung dan meronta agar bisa menyelamatkan jessica. ia menyayangi jessica. ia mencintai jessica sepenuh hatinya. tidak ada yang lebih baik dari jessica. tidak ada yang lebih ingin kris lindungi selain jessica. bahkan kris sudah menyiapkan kejutan di jeju untuk melamar jessica. tapi kenapa semuanya berakhir begini?

Air mata kris tidak berhenti keluar. Isakan memilukan keluar dari bibirnya. Tubuhnya yang tadi meronta kini melemas ketika sekoci yang dinaikinya sudah benar-benar berenang di laut dan menjauhi kapal. Matanya terpaku pada kapal didepannya yang sudah sangat memiring.

Isak tangis dari yoona, tiffany, taeyeon, dan para penumpang sekoci itu mulai terdengar seiring terbaliknya kapal didepan mereka.

Kris memegang dadanya sambil menatap kapal didepannya. “jessica.. mianhae.. hiks hiks.. jeongmal mianhae..”

 

*

 

In Ferry

Jessica menutup ponselnya pelan ketika selesai mengucapkan salam terakhirnya untuk adik tercintanya, krystal. Sekarang ia terjebak di dalam sebuah kabin kecil yang terkunci. Bagian kakinya sudah mulai basah karena air mulai merembes masuk mengisi kabin kecil itu. tadinya dia sudah hampir keluar, tapi ia mendengar suara minta tolong dari dalam kabin dan akhirnya menyelamatkan seorang siswa dari danwon dan terkunci didalam. Jessica sudah mencoba untuk meminta tolong. Tapi sayang, suara diluar mengalahkan suara teriakannya.

Air mata jessica menetes kuat. Perlahan jessica menutup matanya dengan bibir bergetar. ini akhirnya. Akhir dari semuanya. Akhir dari perjalanan hidupnya.

Jessica mencoba untuk tenang dan mengisi pikirannya dengan semua kenangan bersama krystal, kris, dan teman-temannya yang lain.

Perlahan bibirnya tersenyum. “hiks hiks..” isakan kembali lolos menemaninya.

Jessica merasakan air itu mulai sampai ke lehernya. Jessica menarik nafas yang benar-benar dalam sebelum benar-benar tenggelam.

tolong sampaikan pada kris kalau aku sangat mencintainya. biarkan dia mendapat yang lebih sempurna dariku. Dan maafkan aku kryst, aku tidak bisa menepati janjiku. Terima kasih atas waktu berharga ini, tuhan.

Dan kabin itu pun terisi oleh air sepenuhnya. Bersama jessica yang sudah benar-benar tidak merasaan apapun lagi. bibirnya tersenyum.

 

*

 

“kembalikan jessica unnie! kembalikan unnieku!!”

Sulli, kai, luhan, dan yoona terus menahan krystal yang membabi buta ingin memukul kris. chanyeol, baekhyun, dan sehun melindungi kris yang berdiri lemas di samping laut. Lantai batu yang mereka pijak terus berdenyit kaku ketika kaki krystal terus terhentak.

Krystal terus menangis. Mengeluarkan semua air matanya pedih ketika mendengar bahwa jessica menjadi salah satu dari korban yang tidak selamat dalam tenggelamnya kapal itu. kris sendiri yang memberitahu krystal ketika krystal mencari kakaknya saat kris tiba di daratan dengan teman-temannya—tanpa jessica.

Mungkin krystal adalah salah satu dari sebagian orang yang juga mengamuk histeris di pelabuhan itu. isak tangis dimana-mana. Dan kris juga salah satu dari sebagian orang yang hanya bisa terdiam lemas seperti tidak memiliki keinginan hidup lagi.

Krystal terus mengamuk ingin memukul kris yang tidak bisa membawa jessica kembali. “kembalikan jessica unnie! kau bilang kau akan selalu melindunginya, kan?! Iya, kan?! Mana unnieku?! Dimana jessica?!!” krystal terus berteriak tanpa memperdulikan pasokan suaranya yang sudah nyaris menghilang.

Bruk

Kris terjatuh ke lantai batu itu. lantai batu yang seperti mengapung diatas laut itu memperlihatkan kapal sewol yang sudah terbalik sepenuhnya. Dan jessica berada disana.

Kris menekuk satu kakinya dan menenggelamkan wajahnya disana lalu terisak memilukan sambil memukul tanah dengan frustasi. Krystal melemas. Merasakan itu, kai segera menariknya ke dekapannya membiarkan krystal menangis disana. Krystal terisak pelan didalam dada kai.

Yoona juga dipeluk oleh luhan, taeyeon dengan baekhyun, tiffany dengan chanyeol, dan sulli dengan sehun. mereka membiarkan kris sendiri karena mereka tahu ketika lelaki terpuruk itu, mereka akan lebih tersakiti dibanding perempuan sehingga memerlukan waktu untuk sendiri.

Krystal perlahan melepaskan dirinya dari kai. Kai menghapus air mata krystal dan membisikkan bahwa jessica pasti sudah tenang disana. Tapi air mata krystal terus saja menetes. Ia mulai ke bibir lantai batu itu dan menatap kapal ditengah laut sana. Semuanya menatap krystal pilu.

Krystal memegangi dadanya sendiri.

“siapa yang akan membangunkanku di pagi hari lagi? hiks..”

hiks… siapa yang akan memarahiku lagi ketika aku mandi begitu lama?”

“si-siapa yang akan membuatkanku susu untuk berangkat ke sekolah lagi?”

“siapa yang hiks akan membenarkan rambutku lagi?”

hiks hiks si-siapa yang a-akan menemaniku lagi di rumah?”

“siapa yang akan hiks hiks menemaniku ketika aku sakit lagi?”

“siapa hiks hiks yang akan ku-kupanggil hiks unnie lagi?”

“siapa.. ya-yang akan hiks hiks..”

Krystal tidak sanggup mengucapkan kalimatnya lagi. semuanya terasa begitu menyakitkan. nafasnya sesak membuatnya tersendat ketika berbicara. Dadanya seperti di pompa keras.

“urgh..” krystal jatuh berlutut di sana. Menatap kapal terbalik beberapa kilometer didepannya. Dimana jessica berada.

Krystal menggigit bibirnya. “please comeback like your promise.. hiks tell me if you will comeback like your promise before you go, unnie.. it’s hurt..”

UNNIE!! KEMBALILAH!! KUMOHON SELAMATKAN DIRIMU DEMI AKU!!”

“KAU BERJANJI UNTUK KEMBALI KAN?! KAU TIDAK BOLEH BOHONG UNNIE!! KAU TAHU AKU BENCI DI BOHONGI!!”

“JESSICA UNNIE! KEMBALILAH!!!”

Jeritan beroktaf krystal bergema di lautan luas itu membuat beberapa burung berkicau kaget. Krystal terengah. Kemudian ia kembali meraung histeris.

Lalu semuanya pun menggelap seiring ia terjatuh ke samping. Terakhir yang ada dibayangannya adalah wajah jessica yang benar-benar tersenyum padanya.

dan itu membuat krystal tahu jika jessica sudah pergi dengan tenang.

 

*

 

3 years later

chukkaeyo soojung! Akhirnya kau lulus juga!”

Krystal tersenyum manis ditengah seragam sarjananya. Ia terkagum-kagum dengan bucket bunga yang diberi oleh teman kakaknya, yoona. “wuah gomawo yoona unnie~” ucapnya senang.

Yoona mengangguk sambil menggandeng luhan, lelaki yang resmi menjadi suaminya setahun yang lalu. luhan sendiri menggendong anak pertamanya dengan yoona, Xi Hanna.

Krystal mencubit pipi hanna gemas. “aigoo anakmu sangat lucu unnie. dia memiliki bibirmu dan mata luhan oppa. sangat cantik.” puji krystal gemas.

Yoona tersipu digandengan luhan. “ah kau bisa saja kryst.”

Krystal terkekeh. Tiba-tiba seseorang juga datang padanya sambil memberinya sebuah bucket bunga. “krystal!! Kau sangat cantik!”

Krystal tersenyum lebar melihat dua orang didepannya, taeyeon dan baekhyun. “gomawo taeng unnie, baekhyun oppa~” ucap krystal sambil menghirup bunganya.

Taeyeon mengangguk. “oh ya, kalian mau tahu? Aku punya kabar gembira.” Ucap taeyeon sambil melirik baekhyun, suaminya. Mereka baru menikah 7 bulan lalu.

Krystal, luhan, dan yoona mengernyit bingung. “apa itu?” tanya yoona.

Baekhyun berdehem dan mengelus perut rata taeyeon. “ehem. Mungkin hanna akan mendapat teman baru.” ucapnya sambil tersenyum bangga.

Mata yoona dan krystal membulat. “oh my god, taeyeon unnie, are you pregnant?!?” kaget krystal dengan wajah kaget.

Taeyeon mengangguk. “ya. akhirnya kami berhasil setelah menunggu selama 7 bulan. Hehehe~” taeyeon memberi peace signnya.

Yoona memeluk taeyeon erat. “wuah selamat ya taeng.” Bisik yoona senang. Ia merasa senang mendengar berita ini.

Taeyeon mengangguk senang. Krystal juga tersenyum.

“hey kalian!” kelimanya menoleh dan tersenyum melihat tiffany yang sedang berlari kecil ke arah mereka disusul oleh chanyeol dengan wajah kusut.

“fany unnie!” sapa krystal.

“hai tiff~” sapa yoona dan taeyeon senang.

Tiffany tersenyum dan menyodorkan sebuah kotak hadiah pada krystal. “ini untukmu sebagai hadiah kelulusan. Selamat ya, honey.” Tiffany mencium kedua pipi krystal yang disambut senyuman manis oleh adik temannya itu.

“terima kasih banyak fany unnie.”

Tiffany mengangguk. chanyeol akhirnya tiba disamping tiffany dengan wajah kusutnya. Luhan mengernyit bingung. “yeol, ada apa dengan wajahmu?”

Chanyeol mendengus. “kau tau? Tadi kami hampir saja bercerai.” Dengus chanyeol yang disambut kekehan tiffany. tapi tidak dengan yang lain, mereka tersentak kaget.

“ce-cerai? Kenapa bisa?” tanya taeyeon shock.

Tiffany menggeleng. “tidak jadi kok. habisnya tadi kami bertengkar soal siapa pemenang baseball bulan ini dan dia memegang tim osaka sementara aku ingin osaka. Kami bertaruh untuk pemenang tim osaka melawan tim busan. Aku memegang osaka, dan osaka menang, dia jadi marah.” Jelas tiffany senang.

Chanyeol mendelik. “yak, aku kan yang memilih osaka tapi kau ngotot ingin menggantinya dengan pilihanku ketika menit terakhir dan busan baru mencetak 7 angka sementara osaka 9 angka. Jelas saja aku marah.”

“tapi buktinya kau mau kan?”

“itu karena kau mengancam akan menceraikanku kalau aku tidak mau bertukar denganmu. Menyebalkan.” Dengus chanyeol lagi.

Tiffany hanya memamerkan cengirannya seakan dia tidak bersalah. “hehehe~” dengan cepat ia mengalungkan tangannya di lengan chanyeol membuat chanyeol kembali mendengus.

Sementara itu kelima orang didepan mereka hanya terbengong-bengong melihat tingkah pasangan yang baru menikah bulan lalu itu.

“aish, kupikir kenapa.” gumam krystal sambil terkekeh.

“krystal!”

Ketujuh orang itu menoleh lagi dan mendapati dua orang berjalan ke arah mereka dengan bucket bunga yang indah.

“kris oppa, yuri unnie~” sapa krystal sambil tersenyum.

Lelaki bernama kris itu tersenyum. Seorang yeoja di gandengannya itu memberikan bucket bunganya ke krystal. “selamat ya krystal, akhirnya kau sudah dewasa.” Ucap yuri sambil tersenyum. Kris disebelahnya mengangguk.

“ya, terima kasih unnie.” balas krystal sambil memeluk semua bucket bunganya senang.

“kudengar kalian akan bertunangan, eoh?” tanya chanyeol sambil menatap kris dan yuri.

Kris menggaruk tengkuknya. “err ya begitulah. Tapi aku ingin memberitahu krystal dulu. aku ingin meminta persetujuannya sebagai adik jessica.” Ucapnya gugup.

Krystal menoleh sambil mengernyitkan keningnya. “jinjja? kalau begitu aku tidak izinkan.” Ucap krystal dengan wajah datarnya.

Kris dan yuri terkesiap. Begitu pula yang lainnya.

Krystal menggertakkan giginya kemudian tertawa terbahak-bahak. “aigoo oppa, unnie, kalian benar-benar lucu. Tentu saja kuizinkan. Tenang saja, jessica unnie pasti senang kau menemukan jodohmu.” Ucap krystal senang.

Kris yang tadinya terkesiap langsung menghela nafas lega. “terima kasih, krystal.” Ucapnya tulus. Krystal mengangguk sambil tersenyum.

“oh ya oppa, unnie. kupikir aku harus pergi ke temanku dulu, tidak apa kan kutinggal sebentar?”

Setelah mendapat anggukan dari teman-teman kakaknya itu, krystal segera masuk kembali ke dalam aula untuk menemui sulli. tapi suasananya gelap. Memang ini sudah 1 jam berlalu sejak acara penutupan kelulusan, tapi ini benar-benar sepi.

“sulli?” panggil krystal berharap menemukan sahabatnya itu.

Bzzt

Tiba-tiba sebuah lampu menyorot ke arahnya membuatnya nervous. “wwhat is this?” gumamnya gugup.

Kemudian sebuah lampu kembali menyorot seseorang yang lain. Orang itu berada 5 meter didepan krystal. Krystal menajamkan matanya untuk melihat wajah orang itu. seketika tubuhnya mematung.

“kai? Kaukah itu?”

Tidak menjawab, orang itu mulai bergerak membuat sebuah gerakan tarian yang benar-benar indah dan entah kenapa terlihat romantis. Lantunan musik slow RnB mulai memenuhi aula itu seiring lelaki itu mendekati krystal.

Krystal terkekeh ketika mendapati bahwa orang itu benar-benar kai, kekasihnya. Krystal tersenyum lebar ketika kai menyelesaikan gerakannya dengan berlutut didepan krystal sambil memegang kedua tangannya.

“jung soojung. Aku berjanji untuk menjagamu, menemanimu, dan menyayangimu dalam suka dan duka, dalam sehat ataupun sakit. Percayakan semua padaku. tangismu, tawamu, sakitmu, lukamu, berikan padaku untuk berbagi. Oleh karena itu..”

Krystal merasakan sesuatu menggenang di pelupuk matanya dikala kai mendongak menatapnya.

“..will you marry me?”

Tes

Setetes air turun menyentuh cincin berlian di tengah kotak yang kai sodorkan padanya barusan. Dadanya bergemuruh senang.

yes.” Bisiknya parau.

Kai tersenyum lega dan memasang cincin itu di jari manis krystal. Air mata krystal menggenang semakin banyak. Rasa haru, senang, dan tidak percaya membaur menjadi satu.

Kai berdiri dan memeluk krystal bersamaan dengan lampu aula yang menyala seluruhnya menampilkan teman-temannya semua di lantai dua aula. Mereka bersorak pada kai dan krystal.

Krystal membenamkan wajahnya pada dada kai malu.

“krystal! Kau mendahuluiku!!”

Krystal melepas pelukannya ketika mendengar teriakan sahabatnya, sulli. dengan cepat krystal menghapus air matanya dan mendongak mencari sulli. matanya pun menangkap sosok sulli dalam gandengan sehun.

“minta sehun juga melamarmu!” seru krystal yang disambut riuhan lagi. sulli mendengus dan terkekeh.

Krystal merasakan kai merangkulnya. Ia menoleh menatap wajah kekasihnya. “terima kasih.” bisiknya.

Kai mengangguk. “tentu saja.”

Krystal tersenyum lebar. Ia benar-benar bahagia sekarang.

kai menatap krystal. “ayo kita meminta restu pada kakak ipar.” Bisik kai.

Krystal tersenyum lalu mengangguk. “aku ragu ia akan merestui ipar jelek sepertimu.”

Kai mendengus. “justru ia akan iri karena adiknya mendapat lelaki yang sangat tampan sepertiku.” Balas kai yang membuat krystal terkekeh. Kemudian mereka saling merangkul menuju keluar aula dengan wajah berseri.

 

Unnie, aku bahagia sekarang. Aku menepati janjiku, bukan? Tunggu aku ya, aku akan menjengukmu dan kumohon restui aku dan kai, eoh? Hehehe kuharap kau tidak terkejut bahwa aku menjadi lulusan terbaik di kampus ini. kau pasti bangga padaku. jadi kau tenang saja disana. Adikmu ini baik-baik saja, walau atau tanpa denganmu, jessica unnie.

-krystal jung

 

THE END

 

DONT FORGET RCLJ

THANKS FOR READING^^

 

P.S

numpang promosi wkwk!! Yang suka baca fanfic DARAGON bisa dong aku promosiin ffku hehe~ linknya

https://daragonindo.wordpress.com/2015/07/16/series-coming-to-you-1/

THANKYOU

13 thoughts on “[Freelance] Pray For South Korea (chapter 2 of 2)

  1. huaa Njess eonni~
    author sukses buat aku nangis gegara baca cerita ini,,
    kenapa Njess eonni harus meninggal.. Dan demi apa aku kesel bgt kenapa Luhan chanyeol baekhyun harus ngehalangin Kris oppa yg mau nyelamatin Njess eonni… Kris oppa pasti ngerasa bersalah bgt gak bisa nyelamati pacarnya..
    dan ketika percakapan Njess eonni sama Krystal eonni ntu yg bener2 sukses buat aku terisak bgt… Bener2 keren ceritanya thor ditambah maincastnya dua couple favoritku (KrisSica KaiStal) bener2 dapat feelnya… Daebak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s