[Freelance] The Reason (Chapter 3)

IMG_20150106_171205

Title: The Reason

Author: BARBSUYN (@maomaossi)

Rating: G

Length: 3800+ words

Genre: Romace, Family, Fluff maybe, little bit Angst, Friendship

Main Cast:

Jessica Jung ; Park Chanyeol ; Byun Baekhyun

Other Cast:

Park Hyomin ; Choi Jinri ; Krystal Jung ; EXO

Note:

Hai hai hai~ lama tidak update! Baru bisa melanjutkan kegiatan tulis menulis ini karena kemaren disibukkan sama kegiatan sekolah yang super duper padattt. Maafkan author karena hilang tiba-tiba. Ada yang nungguin FF nya nggak nih? Wkwk. Maafkan juga karena makin kesini gaya bahasa gua jadi makin ngawur wk :” karena update-nya lama, gua sengaja panjangin FF nya? Udah panjang belum? Atau masih kependekan? Well, sebenernya gua bingung mau ngelanjutin FF ini dengan jalan cerita yang gimana. Jujur, feel gua buat bikin FF dah rada ilang. Karena lumayan banyak yang suka sama FF ini ya gua usahain lah buat lanjutin.

WARNING TYPO(S)!

An Alternative Universe fiction by BARBSUYN©

Chapter 3

Broken Heart

――――――――

 

“Kau mengendarai mobilmu sendiri?”

“Ya, aku malas ikut dengan orang tuaku”

“oh”

Pria itu mengulas senyum manisnya. Ia meraih leher gadis di depannya dan mengecup kening gadis itu sekilas.

“Aku pulang dulu” pamitnya.

“Ya, hati-hati dijalan” gadis itu tersenyum. Ia melambaikan tangannya ketika mobil calon tunangannya mulai melaju.

Omo! Apa yang baru saja yang kalian lakukan?!” pekik sebuah suara di belakangnya. Ia menoleh dan mendapati Jinri berada di belakangnya.

“Kurasa kau sudah tau”

“Itu malah bagus, Jinri-ssi. kami jadi tidak susah untuk membujuk mereka menyetujui pertunangan yang kami rencanakan” dan kini suara berat tuan Byun membuat mereka tersentak kecil. membuat Jessica menunduk malu. ia tak menyangka jika orang tuanya dan Baekhyun juga melihatnya.

mwo?! Jessica unnie dijodohkan dengan Baekhyun oppa?!” kini Soojung yang memekik kencang. ia menatap Jessica yang terlihat biasa. “unnie! kau akan dijodohkan! kenapa kau terlihat biasa saja?!”

“Aku dan Baekhyun sudah tahu hal ini akan terjadi. aku masuk duluan” Jessica berjalan masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan semua orang yang kini tengah menatapnya aneh. Soojung dan Jinri langsung berlarian menyusul Jessica.

“Kau yakin ingin menjodohkan anak kita, hyung?” tanya Daehyun memastikan. namun tak ada respon dari Yunho.

ne, Sooyeon terlihat tak suka” timpal JiyeonIbu Baekhyun.

aniya, Sooyeon seperti itu mungkin hanya karena kelelahan. ia tak ada istirahat sejak kedatangannya tadi sore” ucap Wendy. Daehyun dan Jiyeon mengangguk.

“Baiklah, kuharap kau mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan anakmu. aku takut hal ini akan membuatnya stress” ujar Jiyeon lagi. Yunho dan Wendy mengangguk.

“Ah, kurasa kami harus segera pulang. ini sudah larut malam”

Daehyun melirik jam tangannya. dan yang benar saja ini sudah pukul 11 malam. Daehyun dan Jiyeon izin pulang. setelah dirasa mobil pasangan Byun itu telah jauh, Yunho menghela nafas dalam.

“kata Jiyeon barusan ada benarnya juga, aku takut anak kita akan stress nanti” Wendy menatap suaminya sendu. memancarkan kekhawatiran seorang ibu pada anaknya. namun yang ia dapatkan malah gelengan dari Yunho.

“Aku tidak bisa, Seungwan-ah” ucap Yunho dan meninggalkan Wendy yang masih diam ditempatnya. wanita paruh baya itu kini hanya bisa menghela nafas pelan.

Maafkan Ibu, Sooyeon.

――――――――

Sudah sebulan sejak kedatangan Jessica, sudah sebulan pula Chanyeol menghindar. berpuluh-puluh kali gadis itu menelpon dan mengiriminya pesan, mengajaknya untuk bertemu namun ia abaikan. ia tak ingin melihat gadis itu lagi.

Sesungguhnya ia tak membenci gadis itu. hanya saja ia terlanjur kecewa. ia tahu ia juga salah karena menuduh gadis itu tanpa alasan, tapi ia terlalu naif untuk mengakui hal itu.

Chanyeol berjalan menuju meja nakas samping tempat tidurnya. ia menarik laci atas dan menemukan sebuah kotak berwarna hitam dengan pita putih diatasnya.

Dibukanya kado tersebut, didalamnya terdapat sebuah boneka rillakuma kesukaan Chanyeol. ini merupa            kan kado pemberian gadis itu di hari ulang tahunnya sebulan yang lalu. ia mengirimkan ini melalui jasa kantor pos.

Diambilnya secarik kertas kecil yang teselip di kotak tersebut, dan membacanya dalam hati.

Halo, Park Chanyeol.

Selamat ulang tahun. kau sudah semakin tua sekarang.

Aku sudah pulang ke Korea lusa lalu. aku pulang setelah 5 tahun aku tak kembali. aku merindukanmu, apa kau merindukanku juga?

‘Ya, Aku merindukanmu, Sooyeon-ah’

Ah, tidak mungkin kau merindukanku. bukankah kau membenciku, Chan?

‘aniya, aku tak mungkin membencimu’

Aku tahu kau marah padaku. aku bisa memaklumi hal itu. aku punya banyak salah padamu. aku tahu dan cukup sadar dengan semua kesalahanku. tapi aku punya alasan dibalik semua yang kulakukan. kumohon kau mengerti.

‘aku rasa, sekarang aku mengerti’

Kau bahkan tak memberitahuku kalau kau telah memiliki tunangan. jahat sekali kau. sebenci itukah kau padaku?

‘mian’

Ah, apa dia cantik? tapi aku yakin aku lebih cantik darinya. hehehe.. aniya, aku hanya bercanda.

‘dia cantik dan wajahnya sangat mirip denganmu. tapi sayang sifatnya tak sama. jika sifatnya juga sama, maka ia benar-benar akan menjadi Jung Sooyeon yang kedua.

dan.. kau memang lebih cantik darinya, Sooyeon-ah’

Aku membelikan rillakuma kesukaanmu dengan Baekhyun kemarin. aku membelikannya karena aku tahu kau sangat menyukai character ini. apakah kau menyukainya?

‘terimakasih, aku sangat menyukainya’

Aku harap kau menerimanya. maaf jika ini mengganggumu.

‘kau tidak pernah menggangguku’

Sekali lagi, selamat ulang tahun.

-Jessica Jung-

“Jessica Jung?” gumam Chanyeol bingung. dan akhirnya ia mengerti. gadis itu mengganti namanya.

Ia beranjak dari kamarnya ketika mendengar bel berbunyi.

nuguseyo?” tanya Chanyeol agak keras. namun tak mendapat sahutan dari orang diluar sana. tanpa berniat melihat intercom, Chanyeol langsung membuka pintunya.

dan betapa terkejutnya ia mendapati Jessica di depan apartement nya.

Mereka terdiam sejenak. Jessica tersenyum tipis.

“Aku hanya ingin menyerahkan ini. aku baru saja membuat nasi goreng kimchi dengan ibumu. karena porsinya sangat banyak jadi Eunji ahjumma menyuruhku untuk mengantarkan sisanya padamu” Jessica menyerahkan sekantong plastik berisi wadah dengan nasi goreng kimchi di dalamnya. Chanyeol menerimanya tanpa ekspresi, juga tanpa terima kasih.

Jessica tersenyum kecut melihat pria di depannya menatapnya dengan ekspresi datar. ia tak pernah di tatap oleh Chanyeol seperti itu sebelumnya.

‘dia memang membenciku’

“Aku pulang dulu. maaf mengganggumu Chanyeol-ssi” Jessica membungkukkan badannya kemudian pergi meninggalkan Chanyeol. pria itu hanya menatap punggung Jessica yang perlahan mulai menghilang dari tatapannya. gadis itu bahkan kini bersikap formal padanya.

Ia masuk dan menutup pintu. berjalan menuju dapur, meletakkan pemberian gadis itu diatas meja makan.

Chanyeol diam. namun tak lama ia berlari keluar apartement-nya. ia berlari menuju lift, namun pintu lift tak kunjung terbuka. matanya menangkap pintu darurat yang terletak tak jauh dari lift.

Dengan terburu-buru ia berlari menuju tangga darurat. kaki-kakinya menuruni satu persatu anak tangga dengan cepat. ia beruntung karena ia tinggal di lantai 4, jadi tak membutuhkan waktu terlalu lama untuk tiba di lantai dasar.

Kini Chanyeol telah tiba di lantai dasar. ia mencari-cari sosok Jessica. dan ia menemukan gadis itu tengah berjalan dengan langkah gontai. ketika ia hendak mengejar gadis itu, tiba-tiba ia mengurungkan niatnya. karena ia melihat seseorang di depan gedung apartementnya. orang yang tak asing lagi di matanya. lelaki berjas hitam yang tengah bersandar pada pintu mobil. dan lelaki itu terlihat panik ketika Jessica berlari kecil dan memeluknya secara tiba-tiba. bahu gadis itu terlihat naik turun, bisa ditebak kalau gadis itu menangis.

Ia hanya bisa terbatu menatap pemandangan disana. Baekhyun dan Jessica, kedua orang itu berpelukan. wajah Baekhyun menampakkan kekhawatiran, ia mengusap-usap punggung Sooyeon-nya lembut. mencoba menenangkan gadis itu.

Selang tak berapa lama. Jessica melepaskan pelukannya. terlihat Baekhyun berbicara pada Jessica, entah apa yang dibicarakan mereka, namun gadis itu terlihat menurut.

Mata Chanyeol terbelalak ketika Baekhyun mencium kening Jessica sebelum pria imut itu membukakan pintu mobil untuk Jessica. dan tak sengaja pandangan mereka bertemu. Baekhyun tersenyum mengejek. kemudian ia berjalan menuju mobil dan menduduki kursi pengemudi. dan dalam hitungan detik mobil berlabel forditu telah melaju. menghilang dari lobby.

Chanyeol mengepalkan kedua tangannya. mencoba menahan amarah yang sudah naik ke ubun-ubun. dan tanpa disadarinya, setetes liquidbening menetes dari matanya.

――――――――

Jessica mengusap-usapkan kedua tangannya. matanya berbinar-biar ketika pesanannya sudah terhidang di depannya. Pancake dengan Topping ice cream coklat dengan taburan oreo diatasnya. pancake kesukaannya. dan tambahan beberapa jenis berrymenghiasi pinggiran piring. membuat Jessica semakin tergiur untuk mencicipinya.

“tatapanmu seperti seseorang yang baru pertamakali melihat pancake” ejek Baekhyun. Jessica memanyunkan bibirnya.

“bukannya seperti itu. hanya saja, aku sangat lapar sekarang” Jessica beralasan. gadis itu mengambil garpu dan pisau, mulai memakan sedikit demi sedikit pancakenya.

“Kau lapar karena terlalu lelah menangis. lihatlah, matamu membengkak” Baekhyun mengambil ponselnya, membuka fitur kamera dan memindahkan posisi kamera menjadi kamera depan. kemudian ia menyerahkannya pada gadis itu.

Jessica menangkap wajahnya pada layar ponsel Baekhyun. ia sedikit terkejut ketika melihat lingkar hitam di bawah matanya. gadis itu menyentuh bagian bawah matanya dengan bibir yang dimajukan.

“aish, aku jadi terlihat jelek” umpat Jessica pada dirinya sendiri. Baekhyun yang melihatnya tertawa kecil. Baekhyun mengulurkan tangannya ketika Jessica mengembalikan ponselnya.

“makanya, jangan cengeng!” Baekhyun kembali mengejeknya. membuat gadis bak barbie itu agak jengkel.

“cengeng teriak cengeng” Jessica mengejek balik. Baekhyun tertawa mengejek.

“sejak kapan aku cengeng? jangan mengada-ngada Jung Sooyeon” kilah Baekhyun.

“aku masih ingat ketika kau menangis karena hoobae kita pas SMP menolakmu. alasannya menolakmu karena menurutnya kau lebih cantik darinya. hffttt” Jessica mencoba menahan tawanya agar tidak meledak. Baekhyun mendengus kesal. sebenarnya Baekhyun sangat malu jika mengingat kejadian itu. tapi ia memilih untuk bersikap seakan-akan ia kesal dibandingkan malu.

Dan sekuat apapun Jessica menahan tawanya, ia tetap tak akan mampu. tawanya meledakwalaupun tidak terlalu keras . matanya menyipit. ia memegangi perutnya yang terasa geli. ia mencoba menghentikan tawanya ketika ia ingin melanjutkan ucapannya.

“maafkan aku, sunbaenim. aku tidak bisa menerimamu. // wae? // karena aku merasa kau lebih cantik dariku, sunbaenim. aku tidak bisa. mianhae. ” Jessica mengulang percakapan antara hoobaenya itu dengan Baekhyun. dan gadis itu kembali tertawa. membuat Baekhyun kini benar-benar jengkel dengan gadis itu.

“setelah itu kau pulang kerumah denganku dan Chanyeol. kau menangis sepanjang jalan dan air matamu itu sangat deras mengalir. kau bahkan tak keluar kamar, tak mau makan dan minum, tak mau sekolah, bahkan tak ingin bertemu dengan kami. aigoo, itu konyol sekali” ujar Jessica. namun gadis itu tiba-tiba kembali tertawa.

keumanharago!” kesal Baekhyun. dan gadis itu mulai menghentikan tawanya.

mian” kekeh Jessica. ia meminum sedikit Ice Chocolate Mint miliknya dan kembali melanjutkan acaranyamemakan pancake–.

Annyeong, Sooyeon sunbae, Baekhyun sunbae” suara seorang gadis membuat mereka tersentak kecil. Jessica tersenyum lebar ketika menatap gadis cantik berambut hitam tengah berdiri disamping meja mereka. sedangkan Baekhyun hanya diam. tak berani menatap gadis itu.

Annyeong, Dasom-ssi” sapa Jessica ramah. Jessica menatap Baekhyun yang sedari tadi mengalihkan pandangannya. Ia menendang kaki Baekhyun, membuat pria itu meringis. ia menatap Jessica dengan tatapan penuh kekesalan, namun gadis itu malah menatapnya tajam. matanya mengarah pada Dasom. memberi kode pada Baekhyun untuk membalas sapaan gadis itu. akhirnya Baekhyun-pun menoleh pada Dasom dan membalas senyumnya walaupun sedikit dipaksakan

A-annyeong, Dasom-ssi” sapa Baekhyun kikuk. Dasom membalas senyumnya dan sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda hormat. membuat pipi pria itu agak memerah. Jessica tersenyum mengejek ketika melihatnya.

“Kau kesini bersama siapa?” tanya Jessica.

“Aku bersama temanku. hanya saja ia sedang pergi ke toko sebelah” jelas Dasom. Jessica mengangguk. mata gadis itu berkeliaran mengelilingi cafe. dan ia bersorak dalam hati ketika tak mendapati satupun kursi kosong.

“Ah, Dasom-ssi. kau dan temanmu bisa duduk di sini bersamaku dan Baekhyun. kebetulan sedang tak ada meja kosong. kebetulan aku juga akan selesai. kau bisa meminta pelayan membersihkan mejanya setelah aku pergi” ucap Jessica. Dasom kembali tersenyum. ia membungkukkan badannya lagi kemudian duduk di samping Jessica.

“Baekhyun sunbae, apa kau sakit? wajahmu terlihat merah sekali” ujar Dasom. Jessica yang kembali asik dengan pancakenya melirik kearah Baekhyun. gadis itu kembali hendak tertawa ketika melihat wajah Baekhyun yang kini sangat merah.

“A-niya.. nan gwaenchana Dasom-ssi” Baekhyun terlihat gugup. membuat Jessica yang melihatnya harus menahan tawanya. sedangkan Dasom terlihat percaya saja dengan ucapan Baekhyun.

“Sooyeon sunbae–

“berhentilah memanggil kami sunbae. panggil aku unnieagar terdengar lebih akrab. dan Baekhyun dengan oppa

ne, unnie” Dasom menurut. bukankah gadis ini benar-benar polos?

“kudengar setahun yang lalu kau lulus dari salah satu Universitas di Inggris. benarkah?” tanya Jessica. Dasom kembali mengangguk.

NeUnnie

“Ah~ Kau lulus kuliah lebih cepat dariku”

Ne, kau tahu aku sewaktu SMP mengambil kelas akselerasi. dan SMA juga. jadi aku bisa menyelesaikan kuliahku lebih cepat” Jelas Dasom. Jessica mengangguk mengerti. dan kedua gadis itu kini larut dalam pembicaraan mereka. membuat Baekhyun sedikit terabaikan.

dan Baekhyun benar-benar kaget dengan pertanyaan Jessica kali ini.

“Ah, Dasom-ssi. apakah menurutmu Baekhyun masih terlihat cantik?”

“a-apa?”

“Baekhyun. apakah dia masih terlihat cantik bagimu?” Jessica merilik Dasom yang terlihat ragu untuk menjawab.

“Baekhyun oppa, sekarang dia terlihat tampan dan manis” aku Dasom. membuat semburat merah menghiasi kedua pipi pria itu. Jessica terkekeh.

“tampan?” tanya Jessica lagi. kini ia melirik Baekhyun yang terlihat salah tingkah.

Ne, dia tampan unnie

“A-apa aku tidak salah dengar?” tanya Baekhyun memastikan. kini ia mulai angkat bicara. namun Dasom hanya menggeleng diiringi senyum tipisnya. membuat Baekhyun semakin salah tingkah dengan semburat yang tak henti menghiasi wajahnya.

Jessica beranjak dari duduknya. disusul oleh Baekhyun.

“Dasom-ssi. kami rasa kami harus pulang duluan. Baekhyun juga harus kembali ke kantornya. maaf tidak bisa menemanimi lebih lama”

Ne, unnie. tak apa”

“Baiklah kalau begitu, kami duluan” Jessica berjalan dengan tangannya yang menggenggam erat tangan Baekhyun.

“Sooyeon unnie, Baekhyun oppa, chankamman!” cegat Dasom tiba-tiba. membuat Jessica dan Baekhyun berhenti dan membalikkan badannya kebelakang.

“Ada apa, Dasom-ssi?” tanya Baekhyun.

“Aku hanya ingin menyerahkan ini. jangan lupa untuk datang sunbaenim. aku akan sangat senang jika kalian datang” Dasom menyerahkan sebuah amplop berwarna gold yang agak tebal pada Baekhyun. Baekhyun menerimanya dengan dahi yang berkerut. ia membolak balik amplop tersebut dan menatapnya dengan tatapan bingung.

“apa ini?” tanya Baekhyun.

“Undangan pernikahan, oppa” Dasom tersenyum lebar. membuat Baekhyun dan Jessica terkejut mendengarnya.

Ne, akan kami usahakan untuk datang” Jessica tersenyum. berbeda dengan Baekhyun yang masih enggan untuk bersuara.

“Kami juga akan bertunangan, Dasom-ssi. mungkin undangannya akan kami kirimkan ke rumahmu dalam waktu dekat”  Jessica tersenyum. Ia menunjukkan genggaman tangannya dan Baekhyun pada Dasom. Membuat gadis berkulit putih susu itu tersenyum tipis dan sedikit menunduk.

 

“bukankah Sooyeon sunbae berpacaran dengan Chanyeol sunbae? Aish, atau aku yang salah?” gumam Dasom pelan. Namun kalimat itu masih dapat ditangkap oleh sepasang telinga milik Jessica dan Baekhyun, membuat gadis lulusan design itu tersenyum kecut. Melihatnya,Baekhyun semakin mengeratkan genggamannya pada tangan mungil gadis itu dan mengusapnya lembut dengan ibu jarinya.

 

Ne?” Jessica berakting seakan tak mendengar gumaman Dasom. Dasom tersadar. Ia menoleh dan tersenyum kikuk ketika mendapati pasangan didepannya menatapnya aneh.

 

a-aniya.. chukkae” jawab Dasom kikuk.

 

Thanks, Dasom-ssi” ucap Baekhyun diiringi senyum manisnya. Dan hoobae yang lebih muda setahun darinya itu mengangguk.

 

“Ah, kami rasa kami harus pulang sekarang. See you” Jessica dan Baekhyun melambaikan tangannya kemudian berbalik, mereka berjalan menuju mobil Baekhyun. Baekhyun membukakan pintu untuk Jessica ketika gadis itu telah tiba di depan pintunya. Pria itu menutup pintu mobilnya ketika Jessica sudah masuk ke dalamnya.

Baekhyun berjalan menuju pintu kursi pengemudi. Ia menatap Dasom yang masih berdiri ditempatnya. Gadis itu juga tengah menatap kearahnya, mungkin menunggu mereka sampai benar-benar pergi. Ia―Dasom―sedikit membungkukkan badannya kemudian tersenyum. Baekhyun tersenyum tipis, hanya untuk sekedar membalas senyum gadis itu. Kemudian ia memasuki mobilnya, menstarter kemudian menjalankannya. Dan keempat roda itu membawa mereka menuju kediaman keluarga besar Jung.

Dasom―gadis itu menghela nafas panjang ketika mobil berlabel ford itu telah melaju dan menghilang dari pandangannya. Perasaannya dilimuti berbagai macam rasa saat ini. Senang, karena mendengar Jessica dan Baekhyun akan melangsungkan pertunangan. Sedih, karena tidak bisa mendekati Baekhyun. Dan takut, akan gumamannya tadi yang mungkin dapat di dengar oleh kedua sunbaenim nya tadi.

 

sunbaenim, kenapa dari dulu kalian senang sekali membuatku pusing, eoh?”

 

――――――

 

Tenang. Kata itulang yang cocok untuk menggambarkan suasana mobil Baekhyun. Keduanya terlihat enggan untuk membuka mulut. Kedua pasang mata itu terlihat sendu. Tak terlihat ada semangat di mata mereka walaupun hanya setitik. Ekspresi mereka pun terlihat mendung, memancarkan kesedihan yang mendalam.

 

Jessica hanya menundukkan kepalanya. Matanya-pun hanya terarah pada kuku-kuku cantiknya. Gadis itu melamun. Ia kembali menerawang kejadian di apartement Chanyeol. Tatapan itu menyakitinya. Menusuk dadanya bagai belati yang menghunus seluruh jantungnya. Ia bahkan tak bisa bernafas ketika Chanyeol menatapnya. Jika harus memilih, Ia lebih memilih tidak akan bertemu dengan lelaki itu lagi dibandingkan harus mendapat tatapan seperti itu. Karena tatapan itu akan membunuhnya.

Sedangkan Baekhyun, mata lelaki itu terlihat sendu. Mata itu terlihat lelah. Lelah dengan keadaan, juga lelah dengan hatinya.

Kim Dasom, gadis cantik itu adalah cinta pertamanya. Gadis pertama yang mampu membuat jantungnya berdegup tak karuan ketika melihat dan mendengar semua tentang gadis itu. Gadis pertama yang mampu membuatnya menangis selain ibunya. Gadis pertama yang membuatnya merasakan sakit hati. Gadis pertama yang membuatnya kesal setengah mati karena menolaknya dengan alasan ia terlalu cantik. Aish, kalau di pikir-pikir, seharusnya ia membenci gadis bermarga Kim itu.

Dan sekarang tiga perempat hatinya sudah dimiliki oleh gadis disampingnya, Jung Sooyeon atau Jessica Jung. Terserahlah namanya apa.

Gadis ini yang mengobati lukanya, Membuatnya bangkit dari keterpurukan, dan membuatnya belajar banyak hal tentang perasaan bodoh bernama cinta .

Tapi, tetap saja. seperempat hatinya masih dihuni oleh seorang Kim Dasom.

Walau hanya sedikit, gadis itu lebih hebat menyakiti hatinya.

 

“sepertinya hari ini kita memang ditakdirkan untuk sakit hati” ucap Jessica. Baekhyun menoleh kearah gadis itu yang masih asik dengan kuku-kukunya, ia tersenyum tipis.

 

“Aku rasa bukan sakit lagi, hatiku bahkan seperti ingin patah sekarang”

 

“Ah, aku tak mampu membayangkan jika suatu hari nanti aku akan patah hati. Terdengar sangat menyedihkan.”

 

“Kau akan merasakannya nanti, itu akan terjadi di klimaks permasalahanmu”

 

“Kurasa juga begitu” gumam Jessica. Dan suasana kembali hening. Jessica terlihat berfikir, mencoba mencari topic pembicaraan dan mencairkan atmosfer aneh yang mengelilinginya. Karena menurutnya hal seperti benar-benar mengganggu.

 

“Aku terkejut ketika kau mengklaimku sebagai calon tunanganmu di depan Dasom. Aku pikir kau tidak menyukai perjodohan ini” Jessica tersentak. Ia kaget dengan kemunculan suara Baekhyun yang nyaring tiba-tiba menyerang telinganya. Gadis itu berdehem canggung dan membenarkan gaya duduknya yang sedikit berantakan.

 

“Kau pikir aku gadis jahat macam apa hingga tak mau mengakui calon tunangannya sendiri? Ayolah, Byun Baekhyun. Kita berkencan, kan?”

 

SRETTTT!

 

“Berkencan?!” Pekik Baekhyun. Matanya membulat sempurnya. Jessica yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.

 

“Apa kau perlu mengerem secara mendadak di tengah jalan, berteriak, dan membulatkan matamu seperti ini?” Jessica menunjuk sepasang mata Baekhyun dengan telunjuknya. Kemudian ia menghela nafas. “reaksimu sungguh berlebihan. Kita tidak sedang shooting drama, Byun” Gadis itu sedikit mencibir. Baekhyun yang telah sadar dari keterkejutannya segera mengubah ekspresi wajahnya menjadi ekspresi biasa yang sering ia tunjukkan. Ekspresi yang agak datar namun itu membuatnya terlihat kebih.. Errrr… keren?

 

“Biasa saja” Baekhyun kembali menjalankan mobilnya. Jessica terkekeh pelan, ia menoyor kepala pria itu pelan.

 

“Ya ampun, kau ini. Sebegitu terkejutkah dirimu, Byun Baekhyun? Sangat terlihat kalau kau gugup ketika aku bertanya ‘kita berkencan, kan?’. Padahal itu hanya pertanyaan biasa.” Jessica mencoba menggodanya. Ia mencolek dagu Baekhyun dengan mata yang ia kedip-kedipkan. Baekhyun mendengus. Ia menggeleng pelan.

 

“Kenapa anda sangat percaya diri, nona Jung Sooyeon?”

 

“Karena kau akan menjadi tunanganmu”

 

“Itu tidak masuk akal”

 

“Terserahmu sajalah, Byun”

 

“Aku ingin bertanya padamu” ucap Baekhyun. Jessica menoleh dan mendapati wajah pria itu terlihat serius. Gadis itu mengangguk.

 

“Silahkan”

 

“Apa setiap cinta pertama itu memang menyakitkan?” Tanya Baekhyun. Jessica mengangkat sebelah alisnya. Kemudian matanya menyipit. Ia terlihat berfikir.

 

“Aku rasa.. tidak juga.”

 

Wae? Apa alasanmu?”

 

“Karena setahuku, cinta pertama adalah cinta dimana kedua belah pihak saling mencintai. Dan itu untuk yang pertama kalinya bagi salah satu atau juga bisa dari kedua belah pihak. Tapi, jika kau mencintai seseorang untuk yang pertamakalinya dan cintamu bertepuk sebelah tangan, maka itu bukanlah cinta pertama.”

 

“Kyuhyun hyung juga mengatakan itu padaku kemarin. Tapi aku merasa kalau Dasom adalah cinta pertamaku. Aku sudah berusaha menepis opiniku itu tapi hatiku seakan menolaknya. Hatiku seakan berkata ‘Ya, jangan bantah kenyataan itu! Kim Dasom adalah cinta pertamamu, Byun Baekhyun!

 

“Ya.. aku tidak tahu pasti. Itu masalah hatimu, Byun”

 

“Sampai sekarang aku masih bingung, kenapa dia suka sekali menyakiti hatiku. Padahal aku tulus menyukainya. Aku sempat terpikir untuk mengejarnya lagi ketika ia duduk tepat di depanku. Jantungku berdegup dengan kencang. Aku bahkan berniat ingin menelpon 911 saat itu, aku khawatir kalau tiba-tiba saja aku terkena serangan jantung. Oh tidak, jangan sampai hal itu terjadi” Baekhyun mengelus dadanya pelan. Jessica tersenyum kecil melihatnya. Ia diam, ingin mendengar kelanjutan ocehan Baekhyun.

 

“Namun harapanku pupus seketika ketika mendengarnya sebentar lagi akan menikah. Untuk yang kedua kalinya aku gagal memperjuangkan cintaku padanya. Mungkin aku memang bukan takdirnya. Aish, aku merasa kalau dia cinta pertamaku tapi nyatanya cintaku bertepuk sebelah tangan. Miris sekali”

Baekhyun kembali mengoceh. Namun bibir pria itu malah dimajukan olehnya, pria itu manyun. Membuatnya terlihat seperti anak kecil.

 

Baekhyun memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah Jessica. Mereka diam. Jessica juga masih terlihat enggan untuk turun.

 

“Kini aku merasa kalau kita ditakdirkan untuk memiliki takdir yang sama, Baekhyun-ah. Kami tidak dapat bersama. Kedua orang tua kami mencoba memisahkan kami dengan menyekolahkanku di Amerika. Sejak kami SMA hingga lulus kuliah. Aku tidak menyangka kalau perasaan kami begitu transparan sehingga orang tua kami-pun mampu membacanya. Aku sangat senang ketika ia mengatakan kalau ia akan mencintaiku sampai akhir hayatnya.  Tapi nyatanya ketika aku kembali ia telah memiliki orang lain. Ia mengingkari perkataannya. Ah, itu bukan salahnya sepenuhnya. Sebagian juga salahku. Ah! Aniya! Ini memang salahku. Aku yang membuatnya seperti itu. Aku yang membuatnya meninggalkanku dan juga aku yang membuatnya berubah. Semua ini memang salahku” Jessica tersenyum tipis. Ia kembali memainkan kuku-kuku cantiknya.

 

“Aku rela tidak pulang ke Korea, meninggalkan keluargaku dan dia selama 5 tahun. Aku rela tidak pulang dan menghabiskan seluruh waktu liburku untuk belajar dan mengerjakan semua tugas agar aku lulus dengan cepat. Aku melakukan semua ini juga untuknya. Semua yang kulakukan hanya untuknya”

 

“Sooyeon-ah..” Baekhyun memanggil gadis itu dengan nama aslinya. Nama kecil gadis itu. Namun Jessica masih diam. Ia menghela nafas panjang sebelum kembali melanjutkan ocehannya.

 

“dan cinta yang selama ini kutunggu dan kuimpikan kini hanya omong kosong belaka. Cintaku bertepuk sebelah tangan. Hal yang tidak mungkin jika ia tidak mencintai gadis itu. Jika ia tidak mencintainya seharusnya ia tidak bertunangan dengan gadis bernama Hyomin itu, bukankah begitu?” suaranya terdengar lirih. Membuat hati Baekhyun tersayat ketika mendengarnya. Ia tak pernah mendengar nada bicara Jessica selirih ini. Dan kini ia menyadari, betapa berharganya sosok Park Chanyeol bagi seorang Jung Sooyeon.

 

Aniya. Cintamu tidak senasib dengan cintaku. Cintamu terbalaskan, Sooyeon-ah. Hanya saja keadaan yang menyulitkan kalian. Keadaan yang membuat kalian belum bisa bersatu. Permasalahan disini hanyalah keadaan. Dan akan kupastikan aku akan membuat kalian hidup bersama”

 

“Baekhyun-ah―”

 

Ani! Jangan halangi aku untuk lakukan itu. Aku tahu kau merasa tertekan dengan perjodohan yang dibuat orang tua kita. Maka dari itu aku melakukan ini. Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak ingin menikah dengan wanita yang hatinya milik orang lain”

 

“Jangan pernah lakukan itu untukku. Aku tidak menyukainya”

 

“Aku tidak mau tau”

 

Aniya!

 

“Jung Sooyeon!”

 

“Jangan lakukan itu, Byun Baekhyun!!” Mata hazel itu menatap Baekhyun tajam. Nafasnya tak karuan. Gadis itu menutup matanya dan mencoba menetralkan emosinya. Ia baru saja meneriaki Baekhyun dengan nada membentaknya. Untuk pertamakalinya bagi Baekhyun mendapatkan sikap seperti itu dari Jessica. Ia terlihat shock. Tak menyangka kalau respon gadis itu akan seperti ini. Kemudian ia tertawa pelan.

 

“Jangan munafik. Jangan membohongi perasaanmu hanya karena kau kasihan padaku. Itu lebih menyakitkan dibandingkan cintaku yang bertepuk sebelah tangan. Aku tidak bodoh, Jung Sooyeon”

 

“Bukan seperti itu maksudku―”

 

“Apa salahnya jika kalian bersepupu? Lupakan status itu! Kalian saling mencintai dan bisa saja kalian berjodoh. Orang tua kalian hanya terlalu jaim hingga mampu memisahkan sepasang orang yang saling mencintai hanya karena mereka sepasang sepupu. Mereka melakukan itu hanya untuk menjaga image kehormatan keluarga besar Jung! Apa yang akan terjadi jika public tahu jika anak sulung Jung Yunho menikah dengan sepupunya sendiri? Tentu saja, heboh dengan cemoohan dari pihak masyarakat. Seharusnya keluargamu tidak perlu memikirkan itu. Karena itulah hidup. Kita yang menjalani dan masyarakat yang berkomentar. Mereka tak tahu apa apa tentang kehidupan kalian, mereka tidak tahu bagaimana rentetan peristiwa yang terjadi. Maka jangan pikirkan itu. Kau memikirkanku? Jangan lagi. Kau pikir aku lelaki macam apa? Wanita diluar sana masih banyak yang menungguku. Aku gagal sekali, dua kali atau berapa kalipun dalam cinta itu tak masalah bagiku. Karena aku yakin, Tuhan menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Aku pasti akan menemukan jodohku suatu hari nanti”

 

Jessica diam. Ia menunduk kemudian menghela nafas pelan.

 

“Kau sudah terlalu lama meninggalkan kantor. Pergilah. Aku akan masuk” Jessica keluar dari mobil dan berlari memasuki rumahnya. Baekhyun yang melihatnya hanya menghembuskan nafas kasar. Perkataannya hanya dianggap angin lalu bagi gadis itu.

 

“Aku rasa sebentar lagi aku akan gila” gumam Baekhyun. Ia kembali melajukan mobilnya, keluar dari kediaman keluarga Jung dan melajukannya ke bangunan tinggi dan besar yang berada di pusat kota, Byun Corp.

 

To Be Continued

 

Gimana chapter 3 nya? Maaf ya lama post nya, soalnya sibuk sama sekolah. K13 menyiksa banget huee:” Sengaja gua bikin panjang soalnya chapter ini agak lama di post-_- ini kepanjangan ya? Atau malah sebaliknya? Yaudah maapkan/? Gua juga tau kalo ini chapter bahasanya berbelit-belit, bikin bingung dan juga absurd-_- maapkan author/? Yasudah, dan leave comment ya. Thankchu~

11 thoughts on “[Freelance] The Reason (Chapter 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s