[Freelance] Lonely Night Chapter 1

Untitled-2 copy

Judul                     : Lonely Night chapter 1

Author                  : Luby~

Rating                   : PG 13

Length                  : Chapter

Genre                   : Romace, friendship

Main Cast            : Jung Sooyeon, Kim Myungsoo, Oh Sehun

Support Cast        : Park Chanyeol, Nam Woohyun

Disclaimer             : Ini murni ff buatan saya. Jangan copas. Saya hanya pinjam nama mereka.

 

Aku mau ngucapin MAKASIH buat yg udah komentar di teaser ff ‘I Still Love You’ yg kemaren. Seneng banget ada yg komen tapi MAAF BANGET, ffnya udah ku remake critanya T_T nah jadinya ff ini. Maaf klo ada typo.

 

Happy reading🙂

 

Sooyeon menatap awan hitam yang sekarang tengah menghalangi pemandangannya. Ia menghembuskan nafas berat lalu segera mengambil payung yang sedari tadi berada disampingnya. Untunglah ia membawa payung, jika tidak ia mungkin akan basah. Ia membuka payung itu bersamaan dengan turunnya air hujan yang sekarang sudah membasahi rumput yang dipijaknya.

Apa aku harus pulang?

Tanya Sooyeon pada dirinya sendiri. Ia tak begitu yakin untuk kembali ke rumah. Entahlah ia masih ingin berada ditaman malam ini, namun cuaca sedang tak bersahabat dengannya. Sebenarnya ia sangat merutuki hujan yang menggangu malam indahnya.

Dengan berat hati ia melangkahkan kakinya untuk segera kembali kerumah, mungkin Appa dan Eomma-nya sedang khawatir menunggunya pulang. Ia berjalan seraya melihat sepasang sepatunya yang sekarang mulai basah terkena air hujan. Ia tersenyum kecil membayangkan omelan Eomma-nya setibanya dirumah. Mungkin ia tak akan boleh keluar malam-malam lagi. Tapi itu tak akan membuatnya jera karna ia akan tetap pergi ke taman meskipun nantinya dimarahi.

Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya. Ia menatap seekor kucing yang kedinginan dan tak berdaya ditengah hujan. Ia menatap kucing itu dengan sendu. Bulunya yang indah sudah hampir basah, bahkan warnanya yang semula putih sekarang berubah menjadi kecoklatan. Sooyeon mendekati dan membagi payungnya pada kucing itu. Ia mengelus lembut puncak kepalanya.

“Apa kau sangat kedinginan?” tanyanya lirih

“Lebih baik aku membawamu bersamaku”

.

.

.

.

.

Sooyeon terlihat sedih pagi ini. Pasalnya ia harus meninggalkan bangku kesayangannya. Itu semua karena Park songsaengning, wali kelas Sooyeon yang baru, menyuruh ketua kelas untuk merubah denah tempat duduk kelas.

Sooyeon mendapatkan tempat duduk tepat didepan bangku lamanya yaitu nomor dua dari belakang. Sebenarnya bangku barunya tak begitu buruk karena ia masih dapat melihat pemandangan luar dari jendela. Ia memang sering melihat pemandangan luar jika sedang bosan apalagi pada saat pelajaran Park songsaengnim yang membuatnya bosan setengah mati.

“Sekarang buka buku paket kalian halaman 20” perintah Park songsaengnim

Semua murid segera membuka buku paketnya masing-masing. Saat Park songsaengnim tengah menerangkan pelajarannya, seorang namja tiba-tiba saja masuk. Namja itu masih membawa tasnya dibelakang punggungnya.

Sepertinya dia terlambat

“Duduklah dibangkumu!” suruh Park songsaengnim

Kemudian namja itu sedikit membungkukkan badannya lalu duduk dibangku barunya yaitu tepat dibelakang bangku Sooyeon. Lalu ia segera mengeluarkan buku paketnya sendiri. Saat Park songsaengnim akan menerangkan kembali pelajarannya yang terpotong, ia menatap kearah namja yang terlambat tadi.

“Kim Myungsoo!” panggil Park songsaengnim pada namja yang terlambat tadi

Myungsoo mendongakkan kepalanya melihat kearah Park songsaengnim.

“Nanti temui saya dikantor”

“Ne songsaengnim” kata Myungsoo seraya menganggukkan kepalanya

.

.

.

.

.

Perpustakaan tampak sangat sunyi. Hanya ada beberapa murid dan penjaga perpustakaan tentunya. Sooyeon yang termasuk kedalam beberapa murid tadi tengah mencari sebuah novel. Ia memang suka membaca novel apalagi jika libur sekolah ia selalu menyempatkan untuk membaca novel.

“Sehun_ah?” sapa penjaga perpus pada seorang namja yang bernama Oh Sehun

Sooyeon terdiam ditempat saat mendengar nama itu. Ia segera mengambil novel didepannya dengan asal lalu melangkahkan kakinya untuk bersembunyi di rak buku yang dekat dengan tempat penjaga perpus.

“Oh anyeong Ahjussi” balas Sehun ramah seraya membungkukkan badannya tak lupa dengan senyum yang mengembang di bibirnya

Hati Sooyeon berdebar-debar saat melihat senyumannya. Perlahan sebuah senyuman juga mengembang dibibirnya. Sudah 3 bulan ini, ia diam-diam menyukai Sehun. Sebenarnya Sehun bukan orang yang populer bahkan mungkin jauh dari kata itu. Ia menyukai Sehun karna tak sengaja pernah melihatnya membantu seorang nenek yang tengah keberatan membawa barang belanjaannya. Sesederhana itulah Sooyeon menyukai seorang Oh Sehun. Namun sampai saat ini ia belum pernah berbicara dengannya bahkan bertatap muka langsung pun tak pernah. Ia hanya berani melihatnya dari kejauhan.

“Sudah beberapa hari ini aku tak melihatmu kemari. Apa kau sudah bosan membaca?” tanya penjaga perpus basa-basi

“Mana mungkin, Ahjussi. Kemarin aku sedang sibuk jadi belum sempat kemari meminjam buku” jelas Sehun

“Benarkah? Kau sibuk apa sampai tak ada waktu?”

“Aku harus mengerjakan makalahku dan sekarang aku mau meminjam buku untuk melengkapinya”

Sehun tersenyum lagi lalu pergi untuk mencari buku yang dicarinya. Ia berjalan ke tempat dimana Sooyeon tengah bersembunyi untuk diam-diam melihatnya. Ia berjalan semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat dan akhirnya ia tepat berada disamping Sooyeon.

Sehun sedikit terkejut saat melihat seorang yeoja tengah membaca dengan berdiri. Yeoja itu menutupi wajahnya dengan buku yang tengah dibacanya. Sehun sedikit merasa aneh dengan yeoja itu. Sekolah sudah menyediakan meja dan kursi untuk membaca diperpustakaan, tapi yeoja itu malah membaca sambil berdiri. Bukankah itu sangat tak nyaman apalagi dapat merusak mata jika membaca buku sedekat itu. Namun ia segera menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan pikirannya.

Yeoja itu adalah Sooyeon. Ia merasa sangat malu jika saja Sehun memandang wajahnya bahkan sekarang ia merasa sangat gugup berada tepat disampingnya. Sooyeon menggigit bibir bawahnya.

“Hm….-” belum sempat Sehun melanjutkan perkataannya, Sooyeon langsung pergi begitu saja

Sehun yang bingung hanya mengangkat kedua bahunya.

“Ada apa dengan orang itu? Padahal aku ingin mengatakan jangan membaca buku sambil berdiri tapi dia sudah pergi” kata Sehun lalu ia kembali mencari buku yang dicarinya

.

.

.

.

.

Myungsoo menekuk wajah tampannya. Ia tengah memikirkan suatu rencana. Rencana untuk balas dendam pada Woohyun, sahabatnya dan sekaligus alasannya terlambat pagi ini. Jika saja Woohyun bisa bangun sedikit lebih pagi mungkin Park songsaengnim tak akan menyuruhnya untuk membuat laporan tentang pagelaran seni.

Dia menolehkan kepalanya ke arah jendela. Melihat pemandangan luar mencari inspirasi untuk rencana balas dendamnya. Lalu tiba-tiba matanya menangkap seorang yeoja yang tengah duduk disebuah bangku ditaman. Yeoja itu tengah berbicara dengan dirinya sendiri yang membuat orang-orang yang berada disekitarnya melihatnya dengan tatapan aneh. Mereka mungkin mengira jika yeoja itu gila namun tidak bagi Myungsoo. Ia malah tertawa melihat tingkah yeoja itu.

“Apa yang sedang dilakukannya?” tanyanya sambil mengamati setiap gerakan yeoja itu

“Apa dia sedang menghafal sebuah naskah drama?” ucapnya sambil menahan tawa melihat tingkah yeoja itu yang semakin lucu

Setelah berhenti berbicara dengan dirinya sendiri, yeoja itu kemudian pergi dan tak sengaja meninggalkan sebuah buku dibangku taman. Myungsoo yang melihatnya mencoba untuk mengatakannya padanya tapi yeoja itu sudah pergi.

“Dasar ceroboh” cibir Myungsoo

Ia menghela nafas kemudian mengawasi sekitar melihat apakah ada guru disekitar taman. Saat dia yakin keadaan sudah aman ia segera melompat dari jendela untuk mengambil buku itu. Menyusahkan.

Love?

Batin Myungsoo saat membaca judul dari buku itu. Ia mengangkat kedua bahunya tak mengerti. Kemudian ia segera mengambil buku itu dan kembali ke kelasnya. Sebelum ada yang melihatnya melompat dari jendela lagi.

.

.

.

.

.

Seperti biasa Sooyeon pulang menggunakan kendaraan pribadinya, yaitu bus. Itu memang sudah menjadi kebiasaannya. Ia sangat suka menaiki bus. Entahlah ia tak tahu alasan kenapa ia bisa sangat menyukai bus. Ia duduk dikursi barisan kedua dari belakang. Itu adalah tempat favoritenya. Lalu ia mengeluarkan earphone dari dalam tasnya kemudian memasangkannya pada kedua telinganya. Ia memutar lagu kesukaannya sambil menikmati indahnya pemandangan kota Seoul.

“Seharusnya aku tak perlu berlari tadi. Mungkin dia akan menganggapku aneh” gumam Sooyeon seraya menempelkan kepalanya pada kaca bus.

Sooyeon membulatkan matanya. Ia lupa jika tadi ia meminjam sebuah novel dan sekarang ia lupa telah menaruhnya dimana. Ia segera membuka tasnya mencoba mencarinya mungkin saja ia menyelipkannya diantara buku-buku pelajaran yang ia bawa.

Setelah ia mencari cukup lama namun hasilnya nihil. Novel itu tak ada ditasnya. Seketika wajahnya berubah menjadi panik.

Apa yang harus kulakukan?

.

.

.

Myungsoo terus saja melihat novel yang tergeletak dimeja. Love. Ia semakin penasaran dengan novel itu. Akhirnya ia memutuskan untuk membacanya namun sebelum ia sempat untuk membukanya, Woohyun sudah duduk disampingnya lalu mengambil remote dan menyalakan televisi. Myungsoo kembali menaruh novel itu dimeja.

“Apa itu?” tanya Woohyun menunjuk kearah novel itu dengan dagunya sambil menguyah snack yang tersedia dimeja Myungsoo

“Novel” balas Myungsoo singkat

“Bukankah kau tak suka membaca cerita khayalan seperti itu?”

Woohyun menoleh kearah Myungsoo, menatapnya dengan tatapan horor. Myungsoo yang ditatap hanya diam. Ia merebut snack yang dibawa Woohyun lalu memakannya seraya ikut menonton televisi. Woohyun semakin heran dengan sahabatnya yang satu ini.

“Apa kau sedang jatuh cinta?” tanya Woohyun yang membuatnya mendapatkan sebuah jitakan dikepala

“Jangan mengatakan sesuatu yang aneh dan tak jelas” kata Myungsoo seraya mengganti saluran televisi

“Arraseo, tapi apa harus kau menjitak kepalaku?” protes Woohyun sambil mengelus bekas jitakan Myungsoo dikepalanya

“Itu hukuman untukmu. Karena kau, aku disuruh Park songsaengnim membuat laporan tentang seni”

“Bukankah itu bagus?” kata Woohyun sambil tertawa

Myungsoo hanya diam menanggapi perkataan Woohyun. Ia kemudian pergi ke dapur untuk mengambil sebotol minuman berkarbonasi lalu kembali duduk.

“Kenapa kau tak membuatkannya untukku?” ucap Myungsoo setelah meminumnya dan duduk ditempatnya tadi

“Kenapa harus aku? Bukankah itu tugasmu?” protes Woohyun

“Kau ingat siapa yang membuatku terlambat?” sindir Myungsoo yang membuat Woohyun berhenti mengunyah snacknya lalu menatap Myungsoo

“Baiklah, aku minta maaf. Tapi kau kan tahu jika nilaiku cukup jelek di pelajaran seni”

“Kalau begitu…..”

Myungsoo tampak memikirkan apa yang harus ia lakukan pada Woohyun. Dia memang tak terlalu pandai dalam pelajaran seni. Namun jika ia masih bersikeras untuk menyuruh Woohyun membuatkan laporannya, ia yakin pasti Park songsaengnim akan menyuruhnya membuat 10 laporan lagi.

“Bagaimana jika kau memasak untukku?” ucap Myungsoo, sebenarnya ia tinggal sendirian di apartemennya. Dan dia juga tak terlalu pandai memasak, daripada harus membeli makanan lebih baik ia menyuruh Woohyun untuk memasakan makanan untuknya.

Woohyun tampak menimang-nimang pilihan mana yang tepat untuknya. Sebenarnya ia juga tak terlalu pandai memasak tapi dari pada disuruh untuk membuat laporan seni yang membuatnya bingung lebih baik dia memilih memasak untuk Myungsoo, meskipun nantinya Myungsoo akan keracunan karena makanan buatannya.

“Baiklah aku setuju”

.

.

.

.

.

Sooyeon hanya berdiam diri dikamarnya. Ia masih memikirkan nasib novel itu. Kemudian ia memejamkan matanya mencoba untuk mengingat dimana ia meninggalkannya. Ia menekan kepalanya dengan kedua jari telunjuknya.

Ayo ingatlah Jung Sooyeon

Setelah cukup lama memejamkan matanya ia kembali membukanya. Ia menghembuskan nafas berat. Sekeras apapun ia mencobanya namun ia tetap tak bisa mengingatnya.

“Kenapa aku tak bisa mengingatnya?”

Gerutunya sambil mengacak-acak rambutnya. Ia merebahkan tubuhnya dikasur empuknya menatap langit-langit kamarnya. Ia tersenyum malu saat teringat pertama kali ia bertemu dengan Sehun.

Sooyeon menjulurkan tangannya lalu mencoba menuliskan nama ‘Oh Sehun’ di udara. Meskipun tulisannya tak terlihat tapi ia merasa dapat melihatnya dengan jelas. Perlahan sebuah senyuman terbentuk dibibir kecilnya.

.

.

.

.

.

Sehun men-dribbel bola ditangannya dengan sangat lincah. Bahkan Chanyeol sempat dibuat bingung dengan kelincahannya.

“Apa kau sudah ingin menyerah?” ledek Sehun saat melihat Chanyeol yang terlihat kelelahan

“Mana mungkin, aku belum sepenuhnya mengeluarkan semuanya”

“Benarkah?”

Kemudian Sehun mengecoh Chanyeol dengan melakukan fake shoot. Chanyeol yang sempat terkecoh pun segera kembali keposisinya semula.

“Tak akan semudah itu melewatiku” ucap Chanyeol membanggakan diri

Sehun menyeringgai lalu melangkah mundur dan melakukan shoot dari wilayah Three point. Chanyeol sempat melompat namun ia terlalu lambat dan juga bola yang dilempar Sehun terlalu tinggi untuk digapainya. Akhirnya bola masuk kedalam ring dengan sangat indah.

“Padahal aku sudah berlatih untuk mengalahkanmu” gerutu Chanyeol

“Mungkin kapan-kapan” ucap Sehun seraya menepuk pundak Chanyeol

Kemudian mereka berdua duduk dibangku yang ada ditepi lapangan. Sehun mengeluarkan minuman isotoniknya lalu meminumnya.

“Sudah lama kau tak pernah bermain, tapi skill mu masih hebat” kata Chanyeol seraya meneguk minuman isotoniknya

“Benarkah? Tapi aku masih merasa sangat kaku”

“Pulang sekolah apa kau ada rencana?” tanya Chanyeol

“Tidak ada, memangnya kenapa?”

“Aku ingin mengajakmu pergi menemaniku membeli sepatu” jelas Chanyeol

“Baiklah”

“Kau memang yang terbaik” ucap Chanyeol tersenyum memperlihatkan deretan giginya seraya mengacungkan ibu jarinya

.

.

.

.

.

Suasana kelas sangatlah tegang. Semua murid terlihat fokus dengan pelajaran yang diberikan Lee songsaengnim, guru yang terkenal sangat tegas diantara guru-guru lainnya.

“Baiklah saya akan memberikan tugas kelompok untuk kalian”

Sooyeon menghela nafas saat mendengar kata ‘TUGAS’ dari Lee songsaengnim. Sebenarnya ia ingin membaca novel minggu ini tapi ia harus mengurungkan niatnya karena mungkin beberapa hari kedepan ia akan disibukkan dengan tugas dari Lee songsaengnim.

“Kelompok terdiri dari 2 orang, sesuai dengan absen kalian. Tugasnya membuat laporan tentang bab yang telah kita bahas. Dan dikumpulkan minggu depan” kata Lee songsaengnim seraya keluar dari kelas karena sudah waktunya istirahat

Terdengar gumaman tak setuju dari beberapa murid karna mereka ingin memilih teman kelompok sendiri. Sedangkan Sooyeon hanya diam melihat seluruh kelas sedikit gaduh.

Ia menoleh kebelakang bangkunya saat Lee songsaengnim sudah benar-benar meninggalkan kelasnya. Ia melihat Myungsoo yang tengah melihat ke arah luar jendela dengan tangan kanan sebagai sanggahannya.

“Kim Myungsoo” panggil Sooyeon lembut

Merasa namanya dipanggil, Myungsoo menolehkan kepalanya menatap Sooyeon. Ia terbatu saat melihat Sooyeon yang begitu dekat dengannya. Ia mencoba mengatur detak jantungnya yang terus-terusan terpompa dengan cepat.

“Kapan kita akan membuatnya?” tanya Sooyeon

Myungsoo masih diam. Bibirnya terasa sangat kaku untuk mengucapkan beberapa kata untuk membalasnya. Sedangkan matanya hanya menatap mata Sooyeon.

“Mata yang indah” gumam Myungsoo

“Gomapta” ucap Sooyeon seraya tersenyum kecil

“Ahh….., ma-maksudku bagaimana jika besok?” tanya Myungsoo sedikit gagap dan salah tingkah

“Oke”

 

TBC

 

Maaf klo ceritanya jelek, gaje trus ngebingungin. Maaf juga klo critanya kepanjangan, buat chapter 2 q bikin lebih pendek deh

17 thoughts on “[Freelance] Lonely Night Chapter 1

  1. kepanjangan malah aku suka thor jan dipendekin deh saran ane di chap 2.bagus kok waktu telat aku kira myungsoo itu bad boy ternyata engge cuma sedikit malas aja:3 ciee yang dipanggil aja degdeg an:v eh malah bilang mata yang indah kan jadi gomapta.ceilah mau baca novel padahal gasuka,cinta memang hal tak ngeblurr-_-duh novel pinjem ilang ngganti entar itu:3jadi ngepens sama ayangbeb aku?:v dia emang lelaki sejuta pesona{}tapi kenapa tadi lari?padahal mau diajak ngmng kan gajadi dia tau mukanya.next FIGHTING

  2. lebih lagi dong dibuat adegan romancenya. suka sama couple myungsica ,lanjut thor. ohya gak ada kritik ko, bagus ,gak ada typo, penggunaan katanya mudah dimengerti ,gak ngebosenin.. pokoknya sip dah

  3. kyaaaaa… aku suka nih sama ff ini, soalnya sikap sooyeon yang lembut dan malu-malu.. spertinya gadis yang lembut yah ampe myungsoo pun tersihir… hahaha…

    hahaha… sehun belum sadar kalau ada yg memerhatikannya selama berbulan-bulan,,

    kayaknya bakal rame yah… cinta segitiga yeayyy… asiiiikkk nih… next yaaaahhh

  4. New ff myungsica yeayy.. \(^_^)/
    suka ma karakternya myungsica.. Myung nya agak bandel.. Sica nya cute..
    makin penasaran ma kisah cintanya myungsica di nie epep.. Myungsoo seorang namja yg gk percaya ma cinta tp deg2an saat kontak mata ma sica.. N sica yg diem2 malah suka ma sehun..
    yess.. Myungsica sekelompok.. Moga next part makin banyak moment myungsica nya.. ^^
    Myungsica..couple favorit..❤
    oh ya, next part lbh dipanjangin lagi ya thor.. Soalnya epepnya gk ngebosenin.. Feel nya dapet..
    authornim hwaiting… '-'9

  5. ff nya keren bgt chingu,myungsoo pas terlambat kukirakan dia bad boy eh ternyata rumayan baik elah,jessica suka ama sehun?? oh honey sehun tau gk yah#gaktau.
    myungie kamu ngelamun apa,sampai bilang mata sica indah wkwkwkwkwk
    next chap jangan lama2 ya,ku tunggu selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s