Love You / Chapter 8

love-you-poster

Author: S.Y.M

Title: LOVE YOU …

Genre: Marriage life, Romance, Angst

Length: series

Rating: G

Cast: – Jung Sooyeon- Xi Luhan

Other Cast:

Jia Miss A || Jung Yoogeun|| Cho Kyuhyun ||

Credit Poster:

Kiyorel @ Cafe Poster

1|2|3|4|5|6|7

&

&

Beginilah keadaannya jika Jessica sudah kembali ke rumah. Lihatlah si kecil Gaozhan yang tidak mau melepaskan pelukannya. Bahkan ia menghiraukan Luhan yang berusaha membangunkannya. Ia harus sekolah hari ini.

“ Gao…Ireona!”

Jessica tersenyum tipis, ia merasakan tangan Gaozhan yang semakin erat melingkar di pinggangnya. Putra kecilnya ini sangat suka menggoda pria dewasa yang sedang berdecak pinggang karena frustasi di depannya ini.

Sementara Luhan sama sekali tidak ingin berdekatan dengan Jessica, ia tahu wanita itu masih marah dan kecewa dengannya. Perasaan ini membuatnya segan untuk mendekatinya.

“ Gao…ireona!…atau semua mainanmu akan Daddy buang!” Baiklah…kalimat ancaman keluar juga dari Luhan.

Bagaimana reaksi putra kecilnya ini?

Jessica merasakan pelukan  tangan kecil itu mulai merenggang. Dan mata kecil itu mulai bergerak.

“ Emmm…Daddy jahat !” gerutunya. Ia duduk dan mengucek mata dengan bibir yang sedikit cemberut.

“ Kau mau mandi bersama Mommy?” ajak Jessica.

“ Eum” Gaozhan mengangguk cepat.

Luhan mendengus pelan, memang hanya Jessica yang membuat Gaozhan seperti itu. Dia menjadi anak yang penurut.

@            @            @

Suasana meja makan masih seperti biasa, semuanya bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa. Sepertinya Luhan lupa dengan permintaan perceraian dari Jessica. Ny Xi juga tetap bersikap manis padanya. Sungguh tidak ada kepalsuan dari kasih sayang ibu ini. Jia juga masih dengan kegiatannya. Sibuk dengan urusannya di pagi hari. Luhan dengan Koran dan secangkir kopinya. Dan Gaozhan yang sedang bermanja pada Jessica.

“ Gao! Kau ingin berangkat bersama Bibi?” tawar Jia, ia meraih tasnya dan bersiap untuk berangkat ke tempat kerjanya.

“ E..em…aku ingin bersama Daddy dan Mommy”

Anak pintar  itu yang ada dipikiran Jia pagi ini.

“ Baiklah…jangan merindukan bibi”

“ Eomma, aku harus berangkat, Sooyeon_ah selesaikan sarapanmu”

Jia berlari keluar rumah, setelah mencium singkat Ny Xi. Dan sedikit menoyor kepala Luhan.

“ Hya!” teriak Luhan.

Jessica tesenyum tipis.  Kedua saudara itu tidak pernah akur, namun mereka saling menyayangi. Hal yang mungkin akan dirindukan Jessica jika ia sudah tidak tinggal bersama mereka.

“ Baiklah…kita harus berangkat!” Luhan melipat korannya.

Ia beranjak untuk menggendong Gaozhan dan menurunkannya dari kursi.

“ Ambil tasmu jagoan kecilku, cepat ke mobil”

Gaozhan berlari kecil meraih tasnya, tanpa berkata apapun ia segera berlari keluar rumah, ah…ia juga mencium Halmonimnya sebelum pergi.

“ Ayo Jes” ajak Luhan.

Jessica? Iya, Luhan memanggilnya dengan nama aslinya.

Jessica mengangguk kecil dan mengikutinya. Sedangkan Ny Xi yang mendengar nama asing itu hanya tersenyum simpul. Meskipun ia tidak mendapat cerita lengkap dari putranya, namun ia memahami semuanya. Apa yang bisa dilakukan seorang ibu seperti dia selain menyayangi seseorang yang dicintai putranya.

@            @            @

 

Suasana dingin di dalam mobil, ini yang dirasakan jagoan kecil mereka. Mata besarnya beberapa kali melihat pada Daddy dan Mommynya yang sama sekali tidak membuat suatu percakapan. Perjalanan yang membosankan baginya.

Gaozhan mengubah posisi duduknya menjadi tengkurap. Hanya dia di kursi belakang, dia berhak melakukan apapun.

“ Gao? “ panggil Luhan, ia memastikan apa yang dilakukan putra kecilnya yang terlihat di kaca spion mobilnya.

“ Aku bosan Daddy” ucapnya.

“ Wae?”

“ Kalian sama sekali tidak berbicara, aku bosan” ucapnya polos, sungguh kalimat yang sedikit menampar kedua orang dewasa ini.

“ Duduklah , sebentar lagi kita sampai” pinta Luhan.

“ Shireo!” beginilah Gaozhan pada Luhan. Sangat keras kepala.

“ Duduklah yang baik Gao” pinta Jessica.

Gaozhan menurut, ia bangun dari posisi tengkurapnya dan duduk menghadap depan.

Luhan mendengus, dia melirik singkat kearah Jessica yang sedang tersenyum pada Gaozhan.

“ Dia memang putramu” ucapnya lirih dan dingin yang spontan membuat Jessica menoleh pada Luhan.

Dia putramu yang aku sayangi.

&             &             &

Jessica menunduk, ia merasakan tangannya basah karena gugup. Terlihat sekali saat ia menggenggam tangannya sendiri.

“ Tenanglah, aku ada disisimu”

Jessica mendongak, dan ia sudah mendapati tatapan teduh Luhan. Sungguh berbeda dengan beberapa menit lalu. Selanjutnya Luhan mengulurkan tangannya, hanya memberikan tisu untuk Jessica. Bukan untuk meminta tangannya untuk digenggam. Ia masih enggan melakukannya selama suasana hati Jessica belum membaik padanya.

Jessica mengangguk dan keluar dari mobil. Diluar Pengacara Cho sudah menunggunya. Tentu saja karena ini hari pertamanya kembali ke JEASIN. Akan banyak dewan direksi yang menyambutnya, tentu ia membutuhkan pengacara Cho untuk mendampinginya.

“ Anyeong ! apa kau tidur nyenyak?” Tanya Cho Kyuhyun.

Jessica tersenyum sebagai jawaban dari pertanyaan itu. Baiklah, kedinginan Jessica sudah kembali.

“ Terima kasih pengacara Cho, tidurku sangat nyenyak” dan itu jawaban yang keluar dari mulut Luhan.

Sebenarnya pertanyaan itu bukan untuk Luhan.  Dan Luhan tahu itu.

 

.

Nyonya Rachel melempar senyumnya tepat saat  Jessica menginjakkan kaki di aula pertemuan. Dan sambutan meriah pun diterima atas kedatangan Jessica, seolah kehadirannya sudah lama dinantikan.

Jessica sedikit gugup dengan sambutan meriah itu, spontan ia meraih lengah Luhan yang kebetulan berjalan disebelahnya. Ya, ia butuh seseorang untuk menopangnya untuk berjalan dikala ia gugup. Luhan terima kasih sudah berjalan di sampingnya. Ia tidak perlu berbalik untuk meminta Cho Kyuhyun  untuk menuntunnya.

“ Tenanglah, kau terkenal angkuh Jessica, kau hanya perlu menabaikan mereka” ucap Luhan, hanya sebagai penyemangat dan pengingat bahwa sifat angkuh Jessica yang dulu mungkin diperlukan saat ini. Untuk menutupi kegugupannya.

“ Putriku!” Nyonya Rachel sendiri yang menyambutnya, ia datang dan memberi pelukan hangat pada Jessica.

“ Selamat datang kembali ke JEASIN Jung Jessica” ucapnya kemudian, sungguh senyum yang dibenci Jessica.

“ Gomawo eomma” Balas Jessica, dan untuk pertama kalinya Jessica memanggil Nyonya Rachel dengan sebutan kehormatan itu.

“ Eoh…aku sangat tersentuh dengan panggilan itu, aku sangat merindukanmu Jessica “ Balasnya. Ia kembali memeluk putri tirinya.

“ Terima kasih sudah membuat pesta penyambutan ini Eomma” ucap Luhan dengan penekanan di kalimat terakhirnya, ia juga menyumbangkan rasa terima kasihnya.

DEG

Rachel mendongak, spontan ia menatap tajam pada Luhan. Apa yang baru saja ia katakan? Eomma? Ia memanggilnya Eomma? Rasanya ia ingin runtuh saat itu juga. Sosok yang pernah mencintainya dulu, dan saat ini adalah suami dari anak tirinya.

“ Nikmatilah pesta penyambutan ini” ucapnya dingin. Ia masih ingin runtuh karena panggilan yang terdengar menjijikkan baginya karena terucap dari mulut mantan kekasihnya.

“ Gomawo Eommonim”  Luhan melempar senyumnya. Namun tidak untuk Rachel, ia benar- benar tidak suka dengan panggilan itu.

.

.

Di ruangan ini, ruangan baru untuk Jessica. Ya, ia harus menyesuaikan jabatannya saat ini, tidak mungkin baginya menjabat sebagai direktur Utama seperti sebelumnya. Saat ini ia diterima kembali di JEASIN Group setelah pemecatan dan pengusiran oleh Abojinya beberapa waktu lalu. Ia harus bersabar untuk menjadi pemegang utama JEASIN Group, meskipun sejatinya pengganti Tn Jung sebagai Presdire yang sah belum ada. Nyonya Rachel pun hanya sebagai Presdire sementara karena status Jessica yang masih menghilang beberapa waktu lalu. Jika saja Jessica meninggal dalam kecelakaannya saat itu mungkin Nyonya Rachel sudah menjadi seorang Presdire saat ini.

“ Gwenchana?” Luhan mendatanginya dan meletakan se cup kopi di mejanya.

“ Eoh” Jessica mengangguk. Masih dengan wajah dinginnya yang khas.

“ Kau tidak harus memikirkan semuanya sendirian, aku dan Tn Cho akan membantumu, serahkan semua pekerjaanmu padaku, aku akan mengerjakannya untukmu”
“ Any, aku harus memulainya, aku harus segera pulih , seharusnya kau membantuku untuk menyelesaikan pekerjaanku, bukan mengambil alih pekerjaanku”

Wow, kalimat yang cukup panjang yang pernah diucapkan Jessica pada Luhan. Pria itu tersenyum simpul, ia menyesap kopinya dan kembali tersenyum pada Jessica. Entah kenapa bibir itu ingin tersenyum begitu saja ketika mendengar kalimat panjang dari Jessica. Saat ini ia merasakan semangat Jessica kembali. Jessica yang keras kepala, angkuh dan penuh semangat mungkin akan segera kembali. Hal ini cukup bagus untuk Jessica. Namun Luhan tetap merindukan sosok Sooyeonnya. Jessica saat ia hilang ingatan. Sosok yang bisa ia kekang karena rasa cintanya.

“ Baiklah, mungkin kau harus bekerja keras, jangan salahkan aku jika waktu tidurmu dan bersama Gaozhan terpotong”

“ Wae?”

“ Apa kau pikir akibat kecelakaanmu waktu itu hanya berakibat pada amnesia ringan saja? Kau kehilangan hampir separuh kemampuanmu, dan untuk mengingat banyak hal kau masih kesulitan”

“ Lalu?”

“ Waktumu bersamaku akan semakin banyak, apa kau tidak keberatan?” goda Luhan.

“…” Jessica tidak menjawab, ia terlihat berfikir. Bukankah ia berniat menceraikan Luhan? Lalu kenapa ia harus membuat jarak mereka semakin dekat ketika ingin mengahiri hubungannya? Meskipun ia membenci Luhan, namun perasaan cintanya tidak mungkin terhapus begitu saja. Di masa lalu ia bisa begitu gila meskipun tahu apa tujuan Luhan padanya. Saat ini pun mungkin ia tidak bisa mengendalikan perasaannya jika terlalu dekat dengan Luhan.

“ Aku anggap kediamanmu adalah jawaban iya, kau tidak keberatan”

Jessica mendongak , seperti itulah Luhan. Selalu membuat keputusannya sendiri.

“ Aku pikir sudah cukup waktu kita di kantor, kau harus beristirahat, besok waktumu akan lebih panjang, kita jemput Gaozhan”

Jessica terdiam, hal yang paling dibenci oleh Luhan. Spontan Luhan beranjak dan menariknya dari kursi.

“ Gao akan marah jika kita terlambat, kau tahu anak kecil itu seperti apa”

Ini kontak pertama yang ia lakukan selama Jessica kembali ke rumah mereka. Luhan sudah berhasil mengendalikan perasaannya. Dan ia tidak ragu lagi untuk menyentuh Jessica. Dia masih istrinya, meskipun Jessica membencinya, ia akan tetap menyentuhnya. Sampai mereka benar-benar bercerai nantinya. Mungkin.

Jessica sedikit terkejut karena Luhan menariknya, terlihat ia ingin melepaskan tangan Luhan yang saat ini tengah menggenggam erat jemarinya. Sebenarnya ia sedikit malu karena banyak pasang mata yang melihat mereka. Dan yang paling membuatnya tidak nyaman adalah, jantungnya yang berdegup kencang saat ini. Entahlah, ia masih merasakan hal ini meskipun ingatannya kembali.

“Semua karyawan melihat kita” ucap Jessica.

“ Lalu? Mereka semua tahu aku adalah suamimu, bahkan mungkin sebagian dari mereka sedang cemburu padamu”

“ Wae?”

“ Kau lupa dengan wajah tampanku? “

Jessica terkekeh lalu tersenyum, ia memalingkan wajahnya. Senyum pertamanya karena Luhan setelah ia kembali.

Semoga ia berubah pikiran dan memutuskan untuk tetap bersama Luhan meskipun ia sudah menjabat sebagai Presdire di JEASIN.

@            @            @

Hal yang paling menyenangkan adalah ketika melihat kedua orang tua kalian tengah menunggu kepulangan kalian. Dan saat ini anak kecil bernama Xi Gaozhan itu tengah merasakan kebahagiaannya. Dua orang dewasa yang tampan dan cantik bak pangeran dan putri itu tengah berdiri menunggunya. Ia cukup bangga dengan wajah tampannya, mungkin Jessica bukan eomma kandungnya. Semua orang akan percaya begitu saja karena Jessica juga memiliki wajah cantik seperti eomma kandungnya.

“ Aigo…jagoan kecilku!!” Luhan menangkap Gaozhan yang berlari padanya.

“ Apa kalian akan mengajakku jalan-jalan?” maksud pertanyaan ini lebih menjurus pada permintaan. Lalu siapa yang tidak mengabulkan permintaan anak kecil yang begitu cute seperti Gaozhan ini?

“ Eoh? Kau bahkan belum mandi”

“ Any…aku ingin jalan-jalan bersama kalian” Gaozhan mengeluarkan Aegyonya pada Luhan. Daddy dan jagoan kecil itu memang sejenis, mereka memiliki Aegyo yang menggemaskan.

“ Biarkan Mommy yang menggendongmu”

Dengan senang hati, Gaozhan sontak beralih pada Jessica yang berdiri disebelah Luhan.

“ Ya…ya…ya, kau selalu menempel pada wanita cantik itu” gerutu Luhan dan melangkah lebih dulu menuju mobil.

“ Apa Daddy cemburu denganku Mom?”

“ Tidak mungkin dia cemburu “

“ Eum…tentu saja, bukankah aku lebih tampan dan cantik sepertimu? Mommy akan lebih memilihku bukan? “ celetukknya, lumayan keras sehingga mampu membuat Luhan menoleh dan menatap tajam kedua makhluk yang tengah membicarakannya itu.

“ Daddy sangat cerewet, Mommy lebih baik bersamaku yang tampan ini ” bisiknya lagi. Seolah Gaozhan tengah memprovokasinya, mereka bersaing untuk memperebutkannya.

Jessica tertawa , cukup keras karena ulah lucu Gaozhan.

“ Gao!…Lihatlah, siapa yang mengajarimu kalimat seperti itu? Kau sedang merayu Mommy mu?”

“ Bibi Jia mengatakan aku lebih tampan dari Daddy dan lebih mirip Mommy, jadi Mommy akan lebih memilihku dari pada Daddy”

“ Baiklah…baiklah…Tapi Daddy memiliki mainan yang banyak untukmu”

“ Bibi Jia juga sering membelikannya untukku”

“ Dia mulai mirip Ahjumma itu” gerutunya kesal.

Sedang Jessica masih terus tertawa, ia menertawakan jawaban lucu Gaozhan dan wajah cemberut Luhan karena kalah dengan putra kecilnya. Bagaimana mungkin pria dewasa itu menjadi bulan bulanan anak kecil seperti Gaozhan.

“ Kau harus bersikap baik pada Daddy, atau mainanmu akan disimpan di kamarnya dank au tidak bisa masuk kesana”

“ Eum… benar juga” Gaozhan tersenyum dan memeluk Jessica.

“ Aigo…kau semakin berat” Jessica tertawa bersamaan dengan pelukan manja Gaozhan.

Luhan tersenyum, ia benar-benar bahagia melihat kebersamaan Jessica dan putranya. Ini senyum tulusnya. Sejenak ia melupakan permintaan perceraian dan perjanjiannya bersama Jessica. Ia begitu bahagia dan menyayangi orang-orang di depannya ini. Ia tidak perlu berbohong , ia benar-benar mencintai Jessica meskipun wanita itu tidak akan mempercayainya. Gaozhan sangat menyayanginya meskipun dia bukan ibu kandungnya. Selanjutnya ia menunduk dan kembali berbalik. Ia menekan tombol kunci mobilnya , dan tangan kirinya yang mengusap mata. Apa barusaja ia menangis? Kenapa ia menangis? Apa ia menangis karena terlalu bahagia melihat tawa kedua orang itu? Atau ia menangis karena takut kehilangan Jessica jika ia benar-benar berhasil membuat Jessica menjadi Pemilik JEASIN seperti perjanjian mereka. Ia sudah memulainya, dan entah apa yang terjadi di akhir perjalanannya nanti.

@            @            @

Jessica berkutat dengan piring-piring yang ia tata di meja makan, ia tengah membantu Ny Xi untuk menyiapkan makan malam mereka. Jia tidak bisa ikut makan malam karena urusan pekerjaan. Untuk itu Ny Xi lah yang secara langsung menyiapkan makan malam mereka dan dibantu oleh juru masak dirumah itu.

“ Aaaa….” Teriak Gaozhan di ruang tengah.

Teriakan yang spontan membuat Jessica meninggalkan meja makan dan melihat keadaan putranya.

“ Mommy aku mengalahkan Daddy!!” teriaknya seketika ketika menyadari Jessica menghampirinya.

Jessica melirik Luhan yang menyembunyikan wajahnya. Persis seperti sepasang remaja yang sedang bermain game bersama dan salah satunya kalah. Ya itulah yang dilihat Jessica pada kedua makhluk ini.

“ Benarkah? Kau mengalahkannya?”

“ Eum…dan aku boleh mencium Mommy” Gaozhan meloncat-loncat untuk meraih Jessica.

Segera Jessica berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Gaozhan. Dan anak kecil itu berhasil meraih pundak Jessica, ia memeluk dan mencium pipi Jessica. Selanjutnya bocah kecil itu memberikan poppo pada bibir Jessica. Sungguh bocah yang manis.

Gaozhan tersenyum bangga dan melirik Luhan yang tengah lusuh karena kalah dari jagoan kecilnya.  Yang sangat disayangkan Luhan adalah, ia tidak bisa mencium Jessica. Karena Gaozhan yang menang, maka Gaozhan lah yang berhak dengan mencium Jessica.

Terlihat sekali rasa irinya karena Gaozhan bisa memeluk dan mencium Jessica. Mengingat sikap Jessica saat ini, ia ingin menjadi Gaozhan putranya sehingga bisa mendapat perhatian Jessica dengan mudah.

@            @            @

Hari ini Luhan boleh berterima kasih pada Gaozhan karena sikap manjanya. Bocah kecil itu selalu menginginkan kedua orang tuanya bisa bersama menemaninya. Termasuk saat ini, dia bisa merasakan pelukan Daddy dan Mommynya sekaligus. Sedikit berlebihan, tapi itulah anak kecil. Mungkin ia merindukan Jessica dan Luhan. Dan mungkin ini bisa menjadi hiburan jika nantinya kedua orang dewasa itu jadi berpisah.

“ Kau bisa tidur di kamarmu , aku akan menemani Gao” Pinta Jessica, tangannya membelai puncak kepala Gao agar ia semakin lelap.

“ Kamarku bersama Gao, jadi kau juga menemaniku tidur “ Luhan mencium pipi kiri Gaozhan.

Jessica terdiam, ia melirik tajam Luhan yang sama sekali tidak melihatnya. Ia memejamkan matanya setelah mencium pipi Gaozhan.

“ Aku akan tidur di sofa” ucapnya.

“ Kalau kau bergerak , kau bisa membangunkan Gaozhan” Luhan masih memejamkan matanya.

Sementara Jessica menghela nafas panjang, tangan Gaozhan melingkar pada pinggangnya. Lalu apakah ia tega meninggalkan bocah manis ini dan tidur di sofa? Baiklah Luhan, kau menang.

Jessica mengusap puncak kepala Gaozhan untuk kesekian kalinya lalu menata kepalanya di bantal. Memposisikan dirinya senyaman mungkin untuk menemani tidur putranya, dan suaminya. Perlahan ia pun memejamkan mata. Hari esok mungkin akan lebih melelahkan dan waktunya bersama Gaozhan akan semakin singkat. Mungkin ini lebih baik.

Luhan membuka matanya dan memastikan Jessica benar-benar telah terlelap. Seutas senyum langsung menghiasi wajahnya. Apalagi selain bahagia melihat kedua orang yang paling ia cintai tidur dengan damai didepannya.

Lalu biarkan aku menikmati ini meskipun hanya sedetik. Mungkin selanjutnya aku tidak mampu untuk merasakan kebahagiaan ini, jadi kumohon jangan meninggalkan kesedihan untukku.

@@@

Ruangan ini mendadak menjadi panas. Ada dua orang  yang sedang berkutat dengan pekerjaan mereka. Tidak, tidak…lebih tepatnya, Luhan tengah mengajari Jessica tentang proyek yang akan mereka jalankan. Proyek yang secara langsung akan dipimpin oleh Jessica sebagai debut awalnya setelah bergabung di JEASIN Group kembali.

“ Aaght,…aku tidak mengerti” Jessica melempar bolpointnya.

“ Sudah kubilang kau kehilangan sebagian kemampuanmu, dan sialnya kenapa harus sesulit ini mengajarimu” Luhan mendongak , ia merenggangkan dasinya dan menjauh dari meja Jessica untuk mengambil air minum.

“ Aku bilang aku belum mengerti, aku ingin istirahat” ucapnya.

“ Jangan bersikap manja di kantor. Aku tidak mengijinkanmu istirahat sebelum kau mempelajari lagi apa yang aku jelaskan”

“ Kau…”

“ Wae? Kau mungkin seorang Direktur, tapi aku pemilik perusahaan penyumbah saham terbesar di JEASIN, Dan juga gurumu, jangan melawanku”

Jessica mendengus, sikapnya sungguh berbeda jika berada di kantor. Dia berubah menjadi kejam. Dia memang sudah kejam dari dulu.

“ Ne” jawab Jessica singkat. Ia mendengus pelan dan kembali mempelajari beberapa laporan yang sebelumnya ditunjukkan Luhan padanya. Setidaknya ia harus memahami siklus di perusahaannya sebelum menentukan strategi di proyek terbarunya.

Ada beberapa menit Luhan membiarkan Jessica berusaha sendiri di mejanya. Ia duduk di sofa dan menunggu . Sebetulnya ia juga harus mengecek beberapa laporan yang di e-mail Sektretaris Hwang padanya. Mengajari Jessica hampir menyedot waktunya sampai ia lupa dengan pesan Sekretaris Hwang untuk mengecek laporannya.

“ Heoh…aku rasa aku harus mentraktirmu , Mianhae karena terus merepotkanmu sekretaris Hwang” Luhan berbicara melalui telepon.

Ya, ia sangat beruntung memiliki sekretaris telaten seperti Sekretaris Hwang. Dia mungkin yang paling tahan dengan moodnya di kantor dan yang selalu siaga untuk menggantikannya saat ia tidak berada di kantornya. Kebanyakan waktunya tersita hanya untuk mengurus Jessica.

Jessica mendongak, sebenarnya ia sama sekali belum mengerti. Hanya saja ia takut untuk mengganggu Luhan. Pria itu tengah focus pada tab nya. Selanjutnya ia menunggu sampai Luhan selesai meneleon Sekretaris Hwang.

“ Hfuh…” Luhan menjatuhkan diri kembali di Sofa.

“ Emm…Luhan_ssi”

Luhan diam tak menjawab. Ia mendengar Jessica memanggilnya.

“ Hya…kau tidak mendengarku?”

Luhan masih diam tak menjawab.

“ Luhan_ah”

Luhan mendongak, ia menatap Jessica dingin sebagai jawaban dari panggilan itu.

“ Mungkin aku akan datang jika kau memanggilku seperti sewajarnya”

“ Ye??”

“ Yeobo”

Jessica terdiam, ia mengerutkan keningnya dan mengalihkan pandangan. Dibanding memanggilnya dengan sebutan itu , lebih baik ia memahami lagi laporang-laporan itu sendiri.

Luhan terkekeh. Ia tahu Jessica enggan melakukan itu. Ia akan menunggu sampai Jessica mau melakukan keinginannya.

Selanjutnya ia mengatur tubuhnya untuk berbaring di sofa.

“ Aku lelah “

Jesscica tak memperdulikannya. Ia masih berkutat pada laporan yang harus ia pahami.

5 menit

10 menit

15 menit

20 menit

30 menit

45 menit

50 menit

Dan Jessica menyerah. Ia mendongak dan mendapati Luhan tengah menutup wajahnya dengan lengan. Ia tertidur?

Jessica berdiri dan meninggalkan mejanya. Diliriknya sekilas kertas yang berserakan dan mata yang sedikit segar setelah sekian lama melihat layar laptopnya. Ia berjalan mendekati Luhan.

“ Luhan_ssi” ucapnya lirih, ia sudah berdiri disamping sofa.

“ Luhan_ssi” tangannya kini beranjak untuk menyentuh lengan Luhan.

Dan Luhan masih diam tak bergerak.

“ Ye_o..bb..o” Jessica memejamkan mata saat menyebut nama itu. Mungkin cara itu berhasil untuk membangunkannya.

BERHASIL Luhan tersenyum, ia menyingkirkan lengan yang menutupi wajahnya dan menarik tangan Jessica. Ia duduk dan menangkap Jessica setelah ia tarik tangannya kedalam pelukannya.

“ Berjuanglah Sooyeon_ah” ucapnya lembut.

DEG

Jessica terbatu, ia serasa terjebak dan dikerjai Luhan. Pria ini selain jahat juga tidak bisa ditebak.

“ Aku Jessica”

“ Kau belum berhasil menjadi Jessica, Jessica yang kukenal sangat cerdas, tidak sepertimu yang lambat”

“ Hya!!” protesnya.

Luhan tersenyum.

“ Atau, kau perlu sedikit penyemangat?”

“ Ye?”

Luhan melepas pelukannya , sedikit penyelamatan untuk Jessica karena dadanya sedang bergemuruh tidak karuan karena perlakuan mendadak ini.

Namun sialnya Luhan tidak berhenti sampai disitu. Bukan hanya pelukan, melainkan sebuah ciuman untuk istrinya. Kali ini Jessica benar-benar terdiam seperti patung. Bibir itu seenaknya saja menciumnya.

“ Aku pikir ini bisa menjadikan otakmu sedikit cerah” ucapnya setelah membuat Jessica kaku seperti patung.

Jessica terbatu, dia menatap tajam mata yang tersenyum penuh kebanggaan itu. Setidaknya Luhan berhasil melampiaskan kerinduannya pada Jessica.

“ Jangan melakukan ini” ucap Jessica dingin.

“ Kau masih istriku, dan tidak berhak untuk menolak apapun yang aku lakukan” balas Luhan, lebih dingin dan lebih kejam.

“ Kau…orang yang benar-benar kejam”

“ Terserah apa katamu “

Luhan kembali menarik tangan Jessica dan menciumnya. Sepertinya Luhan sedang marah. Dia tetap seorang pemaksa. Mengingatkan kembali pada Jessica saat ia masih amnesia . Sikap Luhan tidak berubah .

 Ini balasan karena mengatakan aku kejam. Dan balasan karena membuat aku benar-benar kacau karena permintaanmu. Apapun, aku akan melakukan apapun  untuk kebahagiaanmu.

 

TBC

 

 

hihihihi

nggak mau cuap cuap banyak ah… aku tahu kalau q telat posting.

sedikit mengecewakan…

 

semoga suka…

sorry for typo ya…

 

27 thoughts on “Love You / Chapter 8

  1. HOMINA HOMINA MAKASIH UDAH NGESHARE LAGI AUTHOR FARAH WELCOME SEMOGA UPDATE NYA LANCAR MWAH MWAH MWAH KEEP UPDATE

  2. Oke thanks Farah udah update lagi🙂. Berhubung aku lupa gimana ceritanya, jadi aku putusin buat baca dari awal, hahaha. Kenapa jessica gk percaya bgt sama lulu ?. Rachel kayak gitu apa dia masih berharap sama luhan ? Rencana apalagi yg akan rachel lakukan ?. Oke, ditunggu kelanjutannya. Fighting :* :* :* :* :* :* :* :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s