Destiny (Chapter 7)

Destiny (Chapter 7)

Title:
DESTINY

Author:
_Sicaa.gorJESS

Genre:
Romance, School Life, Friendship, Sad, Family

Rating:
T

Length:
Chaptered

Main Cast:
Jessica Jung | Seo Joo Hyun | Kris Wu | Lu Han

Disclaimer:
Cerita fiksi ini 100% original karya author. Cast dan pemain lainnya hanyalah milik Tuhan dan orangtua mereka, Author hanya sekedar meminjam nama. Dilarang keras untuk menjiplak. Dan setelah membaca, tolong tinggalkan komentar untuk memberikan saran atau kritik kepada Author tentang cerita ini.

Previous Chapter : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6

~ DESTINY ~
.
“Waahh! Uri Joohyun! Neomu daebak!”
.
“Ne. T- tapi, dimana… Jessica?”
.
“Bukankah ini takdir? Kita mendapatkan nilai A secara bersamaan. Ini mungkin berkah atas persahabatan kita..”
.
“Baiklah… Aku percaya pada Sehun.”
.
“Ah, tidak. Sebaiknya kita pulang. Aku takut terjadi apa – apa padamu, Ice.”
.
“Bunga? Kau yakin mau bunga? Memangnya apa yang ingin kau lakukan dengan bunga?”
.
“Kalian pasti berpacaran, kan?!!”
.

Chapter 7
Author POV
Jessica menatap Luhan lekat – lekat.

“Ini liontin dari Eommaku.. Apa mungkin, Eommamu mengenal orang tuaku?” Tanya Jessica yang tampak berusaha tegar, namun ia masih tidak dapat menyembunyikan rasa harunya.

“Entahlah.. Memangnya, kenapa jika orang tua kita saling mengenal?” Tanya Luhan kembali.

Jessica menunduk beberapa detik, “Appa dan eommaku bercerai saat usiaku baru menginjak 7 tahun. Eommaku pergi membawa adik perempuanku entah kemana. Sementara aku dan appaku menetap di Seoul. Namun, saat aku berusia 14 tahun, appaku meninggal dunia dan aku di asuh oleh keluarga Seo. Kedua orang tua Seohyun.. Namun, setahun yang lalu, aku memutuskan untuk membiayai hidupku sendiri dengan bekerja sampingan dan mencari rumah sewaan.
Dan sampai detik ini, aku tidak bisa menemukan eomma dan juga yeodongsaengku.. Kuharap, eommamu mengenal orang tuaku.. Dan itu akan sangat membantuku..” Jelas Jessica panjang lebar.

“Eommamu? Jadi, selama ini kau tinggal seorang diri? Dan hanya Seohyun dan keluarganyalah yang menjadi keluarga terdekatmu? Apa aku benar?” Terka Luhan.
Jessica mengangguk kecil, “Hmm..”

“Baik. Aku bisa membawamu pada eommaku. Kita bisa bertanya tentang liontin ini padanya..” Ujar Luhan yang langsung membuat senyum Jessica mengembang.

“Oh, iya. Apa semua ini sudah cukup jelas, Joohyun? Kau sekarang percaya bahwa kami tidak memiliki hubungan apapun, bukan?” Tegas Luhan menatap Seohyun yang masih menundukkan kepalanya.

“Ne, mianhae, Sicca..” Ucap Seohyun dengan suara yang terdengar seperti berbisik.
Jessica segera memeluk tubuh tinggi sahabatnya itu. Ya, sahabat yang bahkan sudah ia anggap pengganti yeodongsaengnya itu.

~*****~

Sesuai dengan perjanjian mereka kemarin, hari ini mereka akan menemui eomma Luhan di salah satu cafe terdekat. Mereka dalam artian Jessica, Seohyun, Luhan dan Kris. Ini mereka lakukan untuk mempertuntas masalah kemarin, tentang liontin perak itu.

“Ini cafenya.. Eommaku sudah menunggu di dalam.” Kata Luhan menghadap kearah tiga orang dihadapannya.

Semua mengangguk, “Kajja” Sahut Jessica.

Mereka pun segera memasuki cafe itu dengan perasaan yang tidak karuan. Ya, mereka sedang memikirkan hal yang sama, tentang hal yang berkaitan dengan liontin itu, eomma Luhan, dan orang tua Jessica.

Luhan tampak memimpin selangkah diantara ketiganya. Namja itu segera berhenti tepat dihadapan seorang yeoja paruh baya berjaket merah yang tampak sedang meminum black coffee yang berada diatas meja.

Yeoja paruh baya itu menoleh ke arah keempat remaja yang sedang tersenyum kepadanya. Semuanya segera mengambil posisi duduk pada sofa yang telah disediakan.

“Eomma.. Ini, teman yang kuceritakan kemarin.” Ucap Luhan menunjuk Jessica yang masih tersenyum kaku.

“Annyeonghaseo.. Jessica Jung imnida.” Sapa Jessica.
Yeoja paruh baya itu tampak terkejut setelah Jessica memperkenalkan dirinya barusan. Itu dapat dilihat dari mata yeoja paruh baya itu yang tampak tegang.

“Jessica?” Gumam yeoja paruh baya yang notabene adalah eomma tiri Luhan.

“Eumh.. Begini, maaf jika saya mengganggu waktu anda Mrs. Lu. Tapi, ada yang ingin saya tanyakan kepada anda..” Kata Jessica memulai percakapan dengan bahasa formalnya.

“Kudengar, Luhan juga memiliki liontin ini… dan itu, anda yang memberikannya.. Liontin yang sama persis dengan yang kumiliki. Dan, setahuku.. liontin ini hanya eommaku yang memilikinya karena ia ahli dalam membuat liontin ataupun cincin. Aku tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, apakah anda mengenal orang tuaku? Mengapa anda juga memiliki liontin yang sama?” Tanya Jessica setelah menjelaskan panjang lebar.

Mrs. Lu tampak mengukir senyumnya.

“Do you forget me, honey? Jung Sooyeon?” Tanya Mrs. Lu dengan lembut. Jessica menautkan alisnya dan membuat kerutan pada dahinya dapat terlihat dengan jelas.

“You know my korean name? Really? You know my mom?” Tanya Jessica antusias.

“I’m your mom..”

….

Jessica terkejut bukan main. Dan begitu pula dengan Luhan, Seohyun dan Kris yang sejak tadi terus menyimak penjelasan dari Mrs. Lu itu. Semua terjadi tidak terduga. Takdir sudah ditentukan sejak awal. Tidak ada yang dapat mengubah takdir itu kecuali Tuhan. Dan, inilah yang terjadi sekarang.

“Apa maksud anda? Ini bukan lelucon, kan?” Ucap Jessica refleks.

“No, baby. You is my Sooyeon.. Kau peri kecil Mommy..” Bujuk Mrs. Lu untuk meyakinkan Jessica.

“Tapi.. Luhan?” Jessica terbata – bata sekarang. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan untuk bicara pun terasa sangat sulit baginya.

“Biar mommy jelaskan.”

“… Saat mommy dan daddy bercerai, mommy pergi ke China bersama Krystal untuk melanjutkan hidup. Mommy tidak ingin lagi tinggal di San Fransisco ataupun di Seoul. Mommy ingin mencari suasana hidup yang baru. Maka dari itu, mommy pindah dan memutuskan untuk menetap disana.
Dan 2 tahun setelahnya, mommy bertemu dengan appa Luhan yang saat itu juga telah menjadi single parent dan memiliki satu orang anak yang tinggal bersamanya, yaitu Luhan. Kami menjalin hubungan sekitar 5 bulan, lalu akhirnya menikah.
Mommy pernah sekali mencarimu di San Fransisco, namun rupanya daddymu telah pindah ke Seoul bersama denganmu. Itulah hal yang membuat mommy tak pernah lagi bisa bertemu denganmu.” Jelas Mrs. Lu dengan mata yang berkaca – kaca.

“Mom..” Jessica beranjak dari duduknya dan segera memeluk sosok yang teramat – sangat ia rindukan itu.

“Apa itu artinya, aku dan Jessica bersaudara?” Tanya Luhan dengan ekspresi tegangnya. Ya, bukan rahasia baru lagi ‘kan, jika Luhan selalu berkelahi dengan Jessica?

Jessica melepas pelukannya, “Oh, ya. Berarti, kami saudara? Oh, GOD!”

~*****~

Sebuah mobil sedan putih tampak memasuki sebuah halaman rumah besar nan megah di salah sebuah perumahan elit di kota Seoul. Rumah bercat putih itu adalah kediaman keluarga Lu yang sebenarnya baru saja kedatangan satu anggota baru. Ya, Jessica akhirnya tinggal bersama keluarga Lu dimana mommy dan adiknya juga menetap di situ.

Luhan tampak turun dari mobil itu dan segera membuka bagasi mobil milik eommanya yang sekaligus eomma Jessica itu.

“Apa ini semua adalah barang milikmu, Sicca?!” Tanya Luhan setengah berteriak pada Jessica yang baru saja keluar dari mobil dan di susul oleh Mrs. Lu.

“Yes.. Then? What you want, eoh?” Balas Jessica sinis.

“Kalau begitu, bawa saja sendiri. Padahal ini pertama kalinya aku ingin berniat baik padamu.”

“Oh, yeah?” Tanya Jessica dengan nada bicara menyebalkan bagi Luhan.

“Ya, sudah..” Lepas Luhan dan bergegas masuk ke rumah besar itu.

“Lu. Ayolah, bantu saudaramu ini… Setelah itu, kau boleh pergi bersama Yifan atau pergi berlatih futsal. Okay?” Bujuk Mrs. Lu yang sadar akan niat Luhan yang baru saja ingin masuk ke dalam rumah.
Luhan mendengus kesal.

Ia selalu tidak mampu menolak permintaan eommanya itu jika sudah diberi tugas. Ya, meskipun Mrs. Lu hanyalah eomma tirinya, Luhan sangat menyayangi yeoja paruh baya itu dan ia telah menganggapnya eomma kandungnya. Pasalnya, sejak eomma kandung Luhan mencampakkan appanya dan memilih menikah dengan namja lain, Luhan merasa tidak memiliki kasih sayang yang penuh seperti teman – teman sebayanya. Namun, semenjak Mrs. Lu menikah dengan appanya, ia akhirnya bisa kembali seceria anak – anak lainnya. Mrs. Lu merawat Luhan seperti anak kandungnya sendiri.

“Dear? Come on, honey..” Ujar Mrs. Lu sambil mengusap puncak kepala putranya itu.
Luhan mengangguk mengerti pada eommanya, “Ne, eomma…” Jawabnya pasrah.
Dengan terpaksa, Luhan segera mengangkat dua koper besar Jessica dari dalam bagasi mobil eommanya lalu menuju ke lantai dua, meninggalkan Jessica dan eommanya yang masih asyik mengobrol.

“Kelihatannya kalian sangat sering bertengkar…” Sahut Mrs. Lu pada Jessica yang tampak sedang mengamati isi rumah besar itu.

Jessica menoleh, “Ah.. Itu karena dia sangat menyebalkan, mom.. Dia selalu mengucapkan hal yang tidak ingin kudengar, melakukan hal yang tidak ingin kulihat, membicarakan hal yang selalu membuatku ingin menghajarnya… He so, resentful..” Jelas yeoja bersurai coklat itu sambil memainkan wajah kesalnya.

Mrs. Lu merangkul pundak putri sulungnya itu, “Mommy mengerti. Oh iya.. Sebentar lagi Krystal akan pulang dari rumah temannya. Kedatanganmu pasti akan menjadi suprice yang sangat berarti untuknya..” Kata Mrs. Lu.

“Ah, ne…”

~*****~

Jessica memasuki kamar barunya. Kamar bernuansa biru laut itu tampak sangat menawan di matanya.

Ia menatap tiap sudut di kamar itu. Terdapat ranjang berukuran Queen Size, lemari, meja rias, dan beberapa meja – meja kecil lainnya. Matanya tampak berbinar – binar menatap ruangan pribadinya itu.

Ia segera merebahkan tubuhnya di kasur besarnya.

“Huufft… Kupikir aku tidak akan pernah merasakan ini. Apa ini takdir? Bertemu dengan seorang namja yang ternyata adalah saudara tiriku. Apa ini yang disebut takdir? Entahlah..” Gumam yeoja itu.

Tiba – tiba saja, di tengah keheningannya, ponsel Jessica berbunyi menandakan sebuah pesan baru saja masuk. Dengan segera, tangannya pun meraih ponsel itu dan segera membaca isi pesan yang notabene adalah pesan dari Seohyun itu.

‘Chukkhae!! Yohoo!! Sicca.. Aku ikut senang saat tahu kau sudah pindah ke rumah orang tuamu. Akhirnya, penantianmu menunggu kedatangan mommymu telah terlaksana. Oh iya… Sore ini, aku berniat datang ke rumahmu. Aku sudah tahu alamatmu dari Kris dan Sehun akan mengantarku. Tunggu aku, ne? Dan, mianhae karena sempat menuduhmu berpacaran dengan Luhan…
Annyeong!! ^_^

From : Hyunnie’

Itulah isi pesan yang baru saja diterima Jessica dari Seohyun. Saat membaca isi pesan itu, tanpa sadar, senyum yang lebih mirip seringaian itu muncul di sudut bibir Jessica. Ia bahkan mengangguk – anggukkan kepalanya sambil terus menyeringai seperti perampok yang baru saja mendapatkan target. Ya, kurang lebih ia terlihat seperti itu. Dan dari situlah, dapat ditebak Jessica sedang merencanakan sesuatu.

~*****~

Jessica POV
Saat ini adalah saat yang paling kunanti seumur hidupku. Ya, sekedar makan siang bersama keluarga rasanya sangat berarti bagiku. Meskipun, kini daddy sudah tidak bisa lagi bersamaku tapi, aku tetap merasa lengkap dengan semua ini.

“Sicca, apakah Seohyun akan datang kemari? Ini libur akhir tahun, ‘kan? Harusnya kau mengajaknya kemari. Dan, oh ya.. Kris juga akan datang kemari malam ini.” Jelas Luhan panjang lebar sambil mengunyah makanan dimulutnya itu. Cih, menjijikkan sekali. Kenapa Seohyun sampai bisa menyukai namja seidiot ini? Dasar…

“Dia akan datang sebentar lagi. Tenang saja..” Jawabku singkat.

“Seohyun? Apa dia temanmu juga, eonnie?” Tanya Krystal yang berada di sebelahku.

“Ne. Dia sahabat baikku..”

Krystal hanya mengangguk kecil, menanggapi jawabanku barusan.
Dan entah karena kebetulan, saat itu juga mobil Sehun terdengar mulai mengklakson.

‘Piiiipp!!’

Ya, kira – kira seperti itulah terdengarnya. Refleks, saat itu juga aku langsung tersenyum dan mulai menjalankan rencanaku untuk mengerjai Bayi Rusa dihadapanku.

“Wah, sepertinya Seohyun sudah datang…” Ucapku dengan penekanan saat mengucapkan nama Seohyun.

“Jadi, Seohyun sudah bisa mengemudi mobil? Wah, daebak…” Jawab Luhan dengan mata berbinar – binar dan sudah siap beranjak dari kursinya karena ingin membukakan pintu.

“Tidak, pabo! Dia bersama namjachingunya!” Ucapku tegas. Luhan yang tadi sudah mengayunkan kakinya selangkah, tiba – tiba berbalik ke arahku dengan mata yang membulat dan mulut yang menganga. Hahahaha… Apa seperti ini yang dinamakan badut rusa? Dia tidak tampak seperti Luhan yang biasanya.

“Na- nam… namjachingu?”

“Ne…” Jawabku santai sambil mengangguk kecil.

“Nugu? Apa kau pernah bertemu dengannya?” Tanya namja ini lagi dengan ekspresi yang sama.

“Tentu saja. Keluarlah, dan temui mereka.. Bukankah kau tuan rumah disini?” Ujarku.

“Ah.. Huuffftt.. Gurae.” Balasnya pasrah lalu berjalan lunglai ke arah pintu utama rumah yang megah ini.
Aku tertawa geli melihat tingkahnya yang nampak begitu bodoh itu. Hahaha… Bisa – bisanya Seohyun menyukai namja idiot itu.

“Yeah.. Kena kau, Luhan!” Aku berseru kegirangan dengan refleksnya. Bahkan membuat appa, mommy dan juga Krystal langsung menatapku keheranan.

“Hm, sepertinya ada yang sedang memainkan perannya untuk mengerjai saudaranya sendiri…” Ujar mommy yang menatapku dengan tatapan menggoda.
Aku hanya tertawa kecil. Entah bagaimana aku harus mengekspresikannya.

“Ehmm.. Appa mengerti sekarang. Luhan menyukai yeoja bernama Seohyun itu, bukan?” Sahut appa yang baru mengerti akan inti permasalahannya.

Aku mengangguk sambil tertawa.

Bukan tanpa alasan aku tertawa seperti ini. Karena yang ku tahu, Sehun itu akan menjadi sangat menyebalkan jika bertemu dengan orang baru. Ya, seperti Luhan contohnya. Sehun tidak akan berhenti untuk bertingkah konyol namun menyebalkan jika ia belum akrab dengan orang baru itu.

Ya, cukup lama bersahabat dengan Sehun membuatku mengenalnya sangat baik. Aku paham betul hal itu…

~*****~

Luhan POV
Aku membuka pintu rumah dengan sangat perlahan. Mengintip keluar sebentar, lalu barulah aku melangkah keluar dan mendekat ke arah mobil hitam yang terparkir di halaman rumahku.

Tak lama setelah sampai tepat dihadapan mobil itu, tampak seorang namja turun dari mobilnya itu bersama yeoja berparas cantik yang sudah tidak asing lagi untukku.

Ah, sial! Namja itu… Bukankah dia namja yang bernama Sehun? Namja yang sudah dipercaya oleh Jessica untuk mengantar Seohyun? Sedangkan aku, Jessica pasti akan menghajarku dulu sebelum aku diperbolehkan untuk mengajak Seohyun. Jadi ini alasannya? Karena Sehun adalah namjachingu Seohyun? Oh, GOD… Aku tidak sanggup melihatnya.

Seohyun mulai mendekat ke arahku dengan senyum innocentnya. Aku hanya dapat memandanginya sampai detik ini.

“Hai, Lu.. Apa Jessica ada di dalam?” Tanya yeoja ini to the point.

“Ah, ne.. Masuklah.”

“Oh, wait.. Aku ingin mengenalkanmu dengan Sehun. Kau mau, ‘kan?” Tanya yeoja itu lagi sambil menatapku penuh harap. Ya.. Hati kecilku sebenarnya tidak ingin tahu tentang namja itu, tapi kini Seohyun yang memintanya. Mana mungkin aku menolaknya, eoh?

Aku hanya mengangguk sambil menampakkan senyum getir.

“Bubble!” Panggil Seohyun pada namja itu.

Bubble? Apa – apaan ini? Apa ini panggilan khusus Seohyun pada namja itu. Ck, menjijikkan!

Namja itu segera bergegas kemari dengan wajah lelahnya.

“Ne.. Waeyo?” Respondnya dengan sangat singkat.

“Aku ingin memperkenalkanmu dengan sahabatku.” Jelas Seohyun pada namja itu.

Aku mengulurkan tangan kananku terlebih dahulu untuk memperkenalkan diri. Aku tidak perlu membungkuk sambil mengucapkan salam pada orang yang tampaknya seumuran denganku ini. Hal itu terlalu berkesan formal.

“Namaku Lu-”

“Nama lengkap hanya untuk dituliskan di batu nisan. Dan juga… Apa kita perlu bersalaman seperti ini? Sebutkan saja nama panggilanmu agar aku bisa secepatnya mengenalmu.” Sela namja itu dengan gaya sok coolnya yang terlihat sangat memuakkan untukku.

Bersikap sok cool, memotong kata – kataku dan berkata hal yang sangat menyebalkan. Dari sisi ini saja aku sudah terlihat sangat jelas bahwa dia namja yang benar – benar tidak sopan dan menyebalkan. Lalu apa yang disukai Seohyun pada namja ini?

“Kau ini… Kapan kau bisa berhenti bersikap menyebalkan, eoh? Pantas saja saat duduk di bangku sekolah menengah pertama, Jessica pernah mengahajarmu sampai kau absen 2 minggu dari kelas. Itu karena kau sangat menyebalkan!” Kata Seohyun panjang lebar.

“Ah, Joohyun! Jangan mengungkit – ungkit hal itu lagi.”

“Ne.. Ne.. Arasseo.”

“Ayo, masuklah.. Aku tidak ingin di cap sebagai tuan rumah yang menelantarkan tamunya di luar rumah sementara cuaca sedingin ini.” Ucapku memecah perdebatan mereka.

~*****~

Author POV
Seohyun kini sudah tampak sibuk mengobrol dengan Jessica sejak beberapa jam yang lalu. Entah apa yang menjadi topik pembicaraan saat itu.

“….Ini adalah hari libur, Sicca. Ini libur akhir tahun! Tidak bisakah kita bersenang – senang untuk liburan kali ini? Untuk tahun ini saja..” Bujuk Seohyun sambil menggerak – gerakkan lengan Jessica.

“Mau bagaimana lagi? Suho sunbaenim sudah memberitahuku bahwa tim Taekwondo sekolah kita harus tetap aktif selama libur akhir tahun ini. Dan sebagai ketua, setidaknya aku harus selalu hadir di sana.” Jelas Jessica yang masih tidak bisa kehilangan kesan dinginnya saat berbicara.

“Huufft.. Padahal, aku, Luhan dan Kris sudah merencanakan liburan bersama di pulau Jeju. Tapi, apa boleh buat. Aku tidak berhak melarangmu, Sicca.”

“Mianhae.. Aku sudah membuat kalian kecewa.”

“Ne.. Gwencahanayo.” Balas Seohyun berusaha menghilangkan rasa kecewanya dengan tersenyum getir.

Tiba – tiba, ponsel Jessica berdering menandakan ada sebuah panggilan yang menunggunya. Dengan segera, Jessica menjawab panggilan itu saat tahu bahwa Suho yang menelfonnya.

“Yeoboseo..”

“…..”

“Ah… Ne, sunbaenim. Aku akan segera ke sana.”

“…..”

“Ne. Terima kasih telah memberitahuku..”

“…..”

“Annyeong.”

Jessica kembali menyimpan ponsel putihnya itu ke dalam saku celananya, tempat semula di mana ponsel itu berada sebelumnya.

Jessica memandang Seohyun dengan tatapan prihatin, “Hyun, aku harus pergi. Suho sunbaenim baru saja menelponku agar bisa segera ke sekolah. Tak apa bukan jika kau mengobrol bersama Luhan saja?” Tanya yeoja blasteran itu sambil menatap kedua mata sahabatnya.

Seohyun mendongakkan kepalanya yang menunduk, “Ne.” Ujarnya.

Jessica segera beranjak dari sofa dan bergegas ke kamarnya untuk memakai baju seragam dan mengambil ransel sekolahnya. Setelah itu ia menyempatkan dirinya untuk masuk ke kamar Luhan untuk mencari saudara tirinya itu.

“Hei, rusa!” Panggilnya saat ia telah berhasil menemukan Luhan yang tampak tengah mengotak – atik laptopnya.

Luhan berbalik ke arah Jessica, “Wae?” Tanya namja itu dengan nada malas.

“Temani Seohyun untuk mengobrol di ruang tamu. Aku harus pergi ke sekolah sebentar.”

Luhan langsung berbinar setelah mendengar ucapan Jessica barusan.

“Oohh… Jadi, sekarang kau sudah mulai percaya padaku? Seingatku, kau pernah bilang bahwa kau akan memukulku jika aku berani mendekati Seohyun. Lalu.. apa ini?” Ejek Luhan tanpa jeda sedikit pun.

Jessica mendengus sebal, “Ya, sudah jika kau tidak mau. Aku masih bisa memanggil Sehun untuk menemani yeojachingunya. Sepertinya Sehun tidak sibuk saat ini…”

Ucap Jessica sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku mantelnya.

“A- a.. Wait. Aku hanya bercanda. Kenapa kau mudah sekali tersinggung. Tentu saja aku mau.” Bujuk Luhan dengan wajah memelasnya.

“Bergegaslah. Tapi awas! Jika kau berani melakukan hal – hal lain di luar menemaninya mengobrol….”

Jessica berhenti sejenak, “Ku pastikan, kau akan berada di rumah sakit selama sebulan penuh. Arasseo?!” Kata yeoja itu dengan nada dinginnya. Ya, nada bicara yang tidak pernah bisa hilang dari dalam diri seorang Jessica Jung.

“Ne. Arasseo. Kau bisa percaya padaku..” Balas Luhan enteng.

Seakan tidak peduli akan kata – kata Luhan, Jessica segera bergegas pergi meninggalkan ruangan pribadi Luhan itu. Yeoja itu segera pergi ke tempat tujuannya, ke SM IA School.

Sementara itu, Luhan yang tadi masih bersiap di kamarnya, saat ini sudah berada di ruang tamu untuk menemani Seohyun.

“Wah, sepertinya Jessica meninggalkanmu.” Singgung Luhan yang membuka topik pembicaraan.

Seohyun segera menatap Luhan yang sudah berada di sampingnya.

“Huufft.. Ya, kurasa. Tapi, tak apa. Oh iya, jika kau punya urusan lain di luar, tak apa.. pergilah. Aku bisa berbaring di kamar Jessica sambil menunggunya pulang.” Jelas Seohyun dengan polosnya.

“Apa ini artinya kau mengusirku?”

“Ah, bukan begitu. Maksudku ha-”

“Tidak. Aku hanya bercanda..” Sela Luhan sebelum Seohyun selesai meneruskan kalimatnya.

“Aku tidak punya kegiatan hari ini. Oh ya, ada yang ingin ku tanyakan padamu.” Ujar namja itu lagi dengan memasang ekspresi seriusnya.

“Ada.. apa?”

“Ehm, tentang namjachingumu itu. Sudah berapa lama kalian berpacaran?” Tanya Luhan hati – hati karena tidak ingin perasaan cemburunya terlihat sangat jelas.

“Tunggu. Namjachingu? Nugu? Aku.. belum punya namjachingu. Sekali pun belum pernah seumur hidupku.” Jelas Seohyun sambil terkekeh pelan mendengar pertanyaan Luhan barusan.

“La- lalu.. Sehun?”

“Hmp, hahaha… Sehun? Kau pikir Sehun adalah namjachinguku? Tentu saja tidak. Sehun adalah sahabat kecilku bersama Jessica. Jadi, wajar saja jika kami terlihat sangat akrab.”

“Tapi, Jessica bilang Sehun adalah namjachingumu.” Protes Luhan keras kepala.

“Apa Jessica pernah memberitahukan hal yang sebenarnya padamu? Kenapa kau mudah sekali percaya padanya, eoh?”
Luhan memutar bola matanya malas. Sulit dipercaya, kini ia termakan kebohongan saudaranya itu.

‘Awas kau, Jessica Jung!! Kau membuatku tertekan karena perasaan cemburu ini. Ternyata…’

 

 

 

To Be Continue . . . ~

15 thoughts on “Destiny (Chapter 7)

  1. Alurnya cepet yah , sampe author lupa kayaknya menceritakan saat krystal bertemu lg dengan sica . Mian yah kalo mengkritik hehe ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s