promise [chapter 5]

promisee

TITLE : PROMISE

AUTHOR : VeronicaCen18

cast : jessica jung, kim myungsoo, park minyoung

genre : romance, sad

length : chapter

raiting : T

~~~~~~~~~

jessica menggigit bibirnya. sungguh ia takut. ketahuan berbohong bukan hal yang membanggakan bukan?. myungsoo menghela nafasnya. sebelum jessica masuk kedalam ruangannya, myungsoo terlebih dahulu mencari tahu semua keterangan tentang jessica. sekali lagi myungsoo menghela nafasnya. di tatapanya jessica yang masih menunduk itu

“kau tahu jessica-ssi hal yang menyakitkan bukanlah kebohongannya tapi orang yang sangat ku percayai yang berbohong itulah yang sangat menyakitkan bagiku” ucap myungsoo. jessica memberanikan diri untuk menatap myungsoo

“maafkan aku, tapi aku punya alasan sendiri”ucap jessica

“lalu siapa minyoung yang sebenarnya?”

“dia adalah yang mengaku sebaga jessica jung tadi”

“sudah ku duga” ucap myungsoo. hening beberapa saat. sampai myungsoo kembali menghela nafasnya

“lalu bagaimana?”ucapnya memecah keheningan. jessica menatapnya tak mengerti

“perasaanku”ucap myungsoo lagi membuat jessica tersentak

“aku..akuu”ucap jessica terbata-bata binggung mau menjawab apa. myungsoo dengan cepat langsung membawa jessica dalam pelukannya menbuat jessica terkejut. myungsoo mendekap jessica erat, setelah ini myungsoo tahu bahwa hubungannya dengan jessica tidak akan pernah sama lagi

-promise-

kim myungsoo sesekali menoleh kearah jam tangannya. ia sudah lelah menunggu. entah kenapa menunggu seseorang yang kita cintai lebih menyenangkan dari pada menunggu orang lain. akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh myungsoo keluar. disana park minyoung yang tampak binggung melihat kedatangan kim myungsoo di sekolahnya padahal hari ini jessica tidak masuk sekolah. apakah myungsoo tidak mengetahuinya? dengan perlahan minyoung berjalan mendekati myungsoo

“annyeonghaeseo”ucap minyoung

“apakah kau mencari minyoung-ssi? ia tidak datang hari ini”ucap minyoung

“aku tahu jessica tidak datang hari ini, yang ku cari kali ini bukan jessica jung tapi park minyoung”ucap myungsoo membuat minyoung tersentak. apakah myungsoo sudah mengetahuinya? bagaimana ini?

“apakah kau tidak salah bicara myungsoo-ssi?”tanya minyoung

“tidak-tidak, sama sekali tidak salah. saat ini aku berbicara dengan park minyoung yang dijodohkan denganku, benar bukan?”

“ba..bagaimana kau tahu?”ucap minyoung terkejut

“karna drama kalian sudah tamat”ucap myungsoo

“terkejut? oh  tentu saja kau terkejut, iya bukan park minyoung-ssi? tapi aku lebih terkejut dari kau”ucap myungsoo lalu menghela nafas ketika ia sadar bahwa ia sudah cukup pedas berbicara seperti itu kepada wanita

“jangan salahkan jessica! dia tidak salah, semua ini karna aku. aku yang memaksanya untuk berpura-pura menjadi aku”ucap minyoung

“maafkan aku, myungsoo-ssi, aku melakukan ini semua karna aku tidak ingin perjodohan ini berlanjut. jadi..”

“jadi kau meminta jessica untuk berpura-pura sebagai park minyoung. kau pikir dengan jessica menggantikanmu sebagai park minyoung perjodohan ini akan selesai? tidak. kau sudah cukup dewasa untuk berfikir minyoung-ssi. dan untuk selanjutnya aku mau kau yang bertanggung jawab astas semuanya. permisi”ucap myungsoo lalubmasuk kedalam mobil meninggalkan minyoung yang masih terbengong.

jessica menghela nafas. saat ini jessica sedang berada di san fransisco karna neneknya meninggal dan ia terpaksa harus ikut. jessica hendak mengambil kunci lemarinya didalam dompet tiba-tiba tangannya terhenti dengan perlahan ia mengeluarkan 2 lembar foto. ia ingat benar, foto ini adalah ketika ia pertama kali berperan sebagai park minyoung dan ia masih ingat wajah sebal kim myungsoo yang diseret menuju photo box. mengingat hal itu membuat jessica tersenyum. ah , kim myungsoo. entah kenapa jessica merasa seperti merindukannya

“apa? merindukan kim myungsoo? tidak-tidak, kau mulai gila jess”ucap jessica tersadar dengan cepat ia memasukan kembali foto itu sebelum otaknya mulai berfikir yang aneh-aneh. ponselnya berbunyi menandakan ada  panggilan masuk. jessica mengangkatnya tanpa memperhatikan bahwa itu adalah video call ketika terpampang wajah myungsoo di layar ponselnya menbuat jessica memekik terkejut

“astaga, kau membuatku terkejut!” ucap jessica

“apa? wajah tampan ku ini membuatmu terkejut? ”

“terserah padamu”

“aku rindu padamu”ucap myungsoo pelan namun cukup membuat jessica menegang dan dapat dirasakannya jantung jessica mulai berdegup kencang

“apakah kau juga merindukanku?”tanya myungsoo lagi. demi apapun jessica merasa mulutnya seolah dilem rapat, ia bahkan tidak bisa berbicara sedikitpun, jantungnya terlalu cepat takut jika ia berbicara jantungnya akan meledak

“tak usah dijawab, aku tahu kau tak merindukanku”ucap myungsoo lagi dengan kecewa

“kapan kau pulang?” tanya myungsoo

“entahlah, mungkin besok atau lusa”ucap jessica sambil terus menatap wajah myungsoo di layar ponselnya

“ahh, aku benar-benar merindukanmu jess. tidak melihatmu sehari, membuatku merasa seperti ikan kekurangan air” jessica terkekeh mendengar ucapan myungsoo

“jess, aku harus mematikan panggilan ini, aku harus segera rapat. tapi bisa kah kau mengatakan padaku  kim myungsoo-ah fighting?” ucap myungsoo. jessica mengangguk

“kim myungsoo-ah, fighting!!!” ucap jessica. myungsoo tersenyum

“baiklah  sampai…”

“myungsoo-ssi”panggil jessica memotong ucapan myungsoo. myungsoo menatap jessica binggung

“aku juga sangat merindukanmu”ucap jessica membuat mereka berdua hening sesaat. jessica yang mengatur detak jantungnya dan myungsoo yang terlalu senang mendengar ucapan jessica

“terima kasih jess”ucap myungsoo. jessica mengangguk lalu myungsoo memutuskan panggilan mereka. jessica segera merebahkan tubuhnya keranjang sambil menggigit pelan bibir bawahnya

“astaga jess, apa yang telah kau lakukan tadi?”

-promise-

park minyoung mendesah kecil saat ommanya mengatakan akan mengadakan acara makan malam bersama keluarga kim myungsoo. bagaimana ini? apa yang harus ia lakukan? park minyoung terus berjalan mengitari kamarnya sendiri yang entah keberapa kalinya.

“aishhh! aku bisa gila”ucap minyoung kesal. dan akhirnya ia menemukan ide berpura-pura sakit.keluarga kim myungsoo datang terlbih dahulu-minus myungsoo- karna ia sedang di kantor. tidak-tidak. ia tidak ada pekerjaan. hanya saja ia tidak ingin on time datang kesana. sama sekali tidak ingin. akan tetapi bunyi ponselnya pertanda pabggilan masuk dari ommanya membuatnya terpaksa harus segera berangkat kesana

suasana rumah minyoung cukup ramai, karna mereka berbicara seperti lebih dari 10 orang.minyoung terus berusaha mendengar apakah ada kim myungsoo atau tidak. minyoung terkejut ketika pintu kamarnya tiba-tiba terbuka

“kk..kau”ucap minyoung terkejut melihat myungsoo di depan kamarnya dengan wajah dinginnya

“aku disuruh eommamu untuk menyuruhmu keluar”ucap myungsoo

“aku akan keluar nanti”ucap minyoung. myungsoo hanya mengangguk

“bolehkah aku masuk?”tanya myungsoo. minyoung mengangguk ragu. dengan perlahan myungsoo masuk dan ia duduk di ranjang minyoung

“bagaimana dengan perjodohan kita?”tanya myungsoo memulai pembicaraan

“aku tidak tahu, yang jelas aku tidak ingin perjodohan ini berlanjut”ucap minyoung. myungsoo mengangguk setuju

“aku juga tidak ingin perjodohan ini berlanjut , lalu apa yang harus kita lakukan?” minyoung menggeleng lemah menjawab pertanyaan myungsoo. ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menolak perjodohan ini

“yasudah, rencana kedepannya biar kita sama-sama berfikir. keluarlah nanti eommamu curiga”ucap myungsoo. minyoun mengangguk

“kau sudah tidak marah lagi denganku?”tanya minyoung takut-takut

“tentu saja aku marah bahkan sangat marah, tapi setelah ku pikir-pikir, aku harus berterima kasih juga padamu, karna berkat drama itu, aku bisa bertemu dengan jessica. yah ,walaupun aku tahu, jessica tidak mencintaiku”ucap myungsoo memghembuskan nafasnya lalu beranjak untuk keluar dari kamar minyoung

“aku yakin, suatu saat dia akan mencintaimu, percayalah” myungsoo mengangguk lalu berjalan pergi

-promise-

jessica merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya. ia baru saja pulang ke seoul. ia sengaja tidak memberitahukan minyoung terlebih dahulu jika ia sudah sampai di seoul agar gadis itu tidak menganggunya, yang jessica butuhkan adalah tidur. dan untuk myungsoo, jessica sama sekali tidak berniat memberi tahunya. sjessica terlalu malu untuk bertemu dengan myungsoo nantinya jadi biarlah myungsoo masih mengira jessica ada di new york. sedetik kemudian bukan jessica yang menatap langit kamarnya, tetapi langit kamarnya lah yang melihat jessica jung sudah tertidur pulas

jessica berjalan keluar dari sekolahnya. dengan santai jessica berjalan menuju halte bus. ah, rasanya sudah lama sekali ia tidak pulang dengan menggunakan bus, biasanya ia akan selalu diantar oleh myungsoo

“apa? myungsoo? tidak-tidak. jangan menyebut namanya terus jess”gerutu jessica

“ah, jadi kau sedang memikirkanku?” jessica terkejut mendapati myungsoo sedang duduk disampingnya

“kk..kau”

“mengapa kau pulang tidak mengabariku?”ucap myungsoo kesal

“bagaimana kau tahu aku sudah pulang?”

“oh, kau lupa jessica jung. aku kim myungsoo yang akan selalu mengetahui segala hal tentang jessica jung”ucap myungsoo sambil menepuk-nepuk dadanya nembuat jessica tertawa. dengan cepat myungsoo meraih jessica dalam pelukannya membuat jantung mereka berdua berdegup dengan sangat cepat. untung saja, halte bus sangat sepi.

“aku takut hubungan kita tidak bisa lebih baik dari ni lagi jess”ucap myungsoo. jessica memejamkan matanya dalam pelukan myungsoo. dihirupnya aroma tubuh myungsoo yang wangi itu

“aku mencintaimu, benar-benar mencintaimu”ucap myungsoo lagi membuat nafas jessica sulit berhembus keluar

“apapun yang terjadi, hatiku akan slalu milikmu. aku janji itu jess”

“dan ketika kau mencariku, aku akan segera berlari ketempatmu tanpa membuatmu menungguku dengan sangat lama”ucapnya lagi

“i”ll keep my promise” ucapnya lagi lalu mengelus rambut jessica. jessica mengangguk dalam pelukan myungsoo lalu dengan perlahan ia membalas pelukan myungsoo

minyoung berjalan kesana-kemari dengan gelisah. tadi ia menguping pembicaraan orang tua myungsoo dan orang tuanya. mereka merencanakan pernikahan myungsoo dan minyoung setelah minyoung selesai bersekolah dan minyoung akan lulus 5 bulan lagi dan sebelumnya minyoung meminta untuk bertunangan terlebih dahulu dan disetujui. minyoung punya alasan tersendiri, ia sengaja mengajukan pertunangan agar tidak terlalu mengejutkan temannya jika ia tiba-tiba menikah dan minyoung meminta agar pertunangannya tidak meriah dan kalau bisa cukup sanak saudara yang datang dan itu semua disetujui. pertunangan mereka akan di gelar 1 dibulan kedepan. cukup sibuk untuk mengurusi itu saja. minyoung mendesah, ketika ia tahu ia harus terus bertemu dengan kim myungsoo. minyoung menelfon kim myungsoo dan telfon myungsoo sedang sibuk.

“argh, dia tidak tahu bahwa ini sangat penting apa!”ucap minyoung kesal

-promise-

“benarkah? huh, kau harus mentratirku lain kali karna baju tema musim panasmu berjalan dengan sangat baik”

“tentu saja, kau harus ingat janjimu ini. kau akan mentraktirku besok”

“kau tahu, butikku yang di jepang juga telah bekerja sama dengan salah satu perusahaan di korea selatan tapi aku lupa nama perusahaannya apa, maklum di kepalaku hanya ada kau jess”

“hahaha… aku rasa baju ini lebih bagus dari punya mu jess”

“aku hanya bercanda. jangan marah, baju buatan jessica jung yang paling cantik”

“baiklah, selamat bekerja”

myungsoo tersenyum. sangat menyenangkan rupanya menggoda jessica. myungsoo merasa setelah ia mengetahui identitas jessica, jessica menjadi lebih ramah tidak sedingin ketika ia menjadi park minyoung. myungsoo mengerutkan keningnya. baru saja ia menyebutkan nama park minyoung, gadis itu sidah menelfonnya

“ada apa?”

“mwo? tunangan?”

“aku tidak tahu apapun. apa?! sebulan lagi? bagaimana bisa?”

“park minyoung jangan menambah bebanku. menikah 5 bulan lagi saja membuatku frustasi apalagi kau mengajukan pertunangan. aishhh! kau menbuat ku gila”

“sudahlah. aku matikan panggilan ini” ucap myungsoo frustasi. apakah gadis itu gila? meminta pertunangan. aishhhh.

jessica tengah sibuk membongkar lemarinya mencari pakaian yang sangat-teramat cocok untuk pergi bersama myungsoo. ia sudah berjanji untuk mentraktir pria itu. dan mereka akan bertemu di dekat taman bermain dekat pasar malam yang tempo hari mereka pergi. jessica mendesah, mengapa ia merasa tak ada 1 baju pun yang cocok? jessica menyerah dan akhirnya ia memilih satu baju yang menurutnya lebih cocok. lalu dengan cepat ia bersiap-siap. memakai make up dengan natural dan terakhir ia mengoleskan lipstik berwarna pink di bibir mungilnya

“perfect” ucapnya sendiri. ia berencana untuk mentraktir myungsoo makan di sebuah restoran favoritenya tapi jessica todak pernah tahu, mengapa ia harus sesibuk ini untuk berdandan padahal menurutnya hanya bertemu myungsoo. bahkan sekarang jessica kesulitan memilih sepatu. oh jess, apa yang terjadi padamu?  dan akhirnya jessica memilih heels hitam favoritenya diambilnya tasnnya lalu ia berjalan pergi mencari taxi. sebenarnya jessica ingin mengendarai mobilnya, hanya saja menurutnya tidak lucu ketika pergi ke restoran ia dan myungsoo mengendarai mobil masing-masing. ugh, bisa kalian bayangkan?

jessica sampai terlebih dahulu, ia duduk di ayunan kecil sambil menunggu myungsoo.

5 menit…

10 menit….

15 menit….

30 menit…

jessica mendesah kesal sudah 30 menit dan pria itu belum juga datang. jessica mencari ponselnya lalu ia menelfon myungsoo. tidak aktif.

“mungkin dia sedang di jalan jess, dan baterainya habis. ya,ya, pasti seperti itu”ucap jessica

“sabarlah, menunggunya lagi”

sudah satu jam jessica menunggu myungsoo tapi pria itu tetap tidak muncul. jam sudah menunjukan pukul 8.45 ini sudah cukup malam apalagi jessica hanya sendirian.

“tunggu lah lagi jess, kau ingat bukan? myungsoo pernah berjanji dengan mu bahwa ketika kau mencarinya dia akan langsung berlari ketempatmu dan munhkin saat ini ia sedang berlari  ketempatmu jess, sabar”ucap jessica lagi

2 jam..

3 Jam..

sudah 3 jam jessica menunggu. hujan mulai perlahan turun, membuat jessica gelisah. dengan cepat ia mengambil ponselnya berniat untuk menelfon taxi. ini sudah jam 12 malam bus sudah tidak ada lagi dan sialnya ponsel jessica mati karna kehabisan baterai. dengan sangat teramat terpaksa jessica berlari menembus hujan menuju rumahnya. untung saja jarak rumahnya dengan taman ini tidak terlalu jauh. tapi tetap saja, jika kau berjalan kaki semua akan terasa jauh. jessica berlari jujur saja ia sangat takut gelap apalagi tengah malam seperti ini  dengan petir yang terus menyambar membuat jessica semakkn ketakutan. otaknya mulai berfikir tidak-tifak, takut jika ada orang jahat yang datang apa yang harus ia lakukan? jessica semakin mempercepat larinya tanpa sengaja ia terjatuh. berdarah. jessica meringis melihat lututnya berdarah. dengan segera jessica melepas heelsnya dan ia segera berlari sekencang mungkin. kaki jessica sangat sakit meningjak bebatuan dijalan tapi menurutnya keselamatannya jauh lebih penting dari pada kakinya saat ini. di dalam hati jessica terus merutuki kim myungsoo uang tidak datang dan menbuatnya kesusahan seperti ini. jessica mulai tampak pagar rumahnya dengan segera ia mempercepat larinya. ia menekan bel agar pengurus rumahnya membuka kan pintu pagar untuknya. melihat bosnya didepan pintu kehujanan pengurus itu segera membuka pintu.

“jessica! ommo nakk! ” ucap pengurus rumah-lee ajhumma- jessixa tersenyum giginya bergelemetuk karna terlalu dingin. air hujan dingin bukan? badan jessica menggigil, wajahnya pucat, kuku indah jessica berubah menjadi biru

“cepat masuk jess nanti kau sakit”ucap lee ajhumma lagi. jessica mengangguk baru selangkah jessica sudah terjatuh pingsan

“jessica!!!” teriak lee ajhumma panik

TBC

Gimana chap ini? uda semakin panjangloh author buat pengennya sih sepadan sama comment kalian. semoga commentnya semakin banyakkk

untuk kalian yang bilang, cepat di post dong, lanjutannya cepet dong thor

author juga pengen 😂😂

tapi kalian commentnya gak sesuai seperti yang author tetapkan

semoga untuk chap ini commentnya makin banyakk

author naikkan lagi ya minimalnya?

jadi minimal 30 comment lebihh dari situ lebih bagus

kalo kalian commentnya banyak kan author jadi lebih semangat sih, ngerasa lebih dihargai *kokjadicurhatsih?

no silent readers yaa.

oh iya, dont forget LIKE!

thankyouuu

38 thoughts on “promise [chapter 5]

  1. Myungsoo nya kemana? Kenapa jessica nya disuruh nunggu, harusnyakan dia kalo nggak dateng hubungin sica
    Kan kasian sica nunggu 3 jam, mana kehujanan lagi, btw aku mau pass nya dong, kalo nggak dikasih nggak apa sih

  2. Kasih kabar atau apa gitu Myung ke Jessie kasian kali Jessica nya nungguin gitu sampe berjam-jam lamanyaaaa ugh menyebalkan! Haha ditunggu lanjutannya yaa

  3. Bagus thor !!! (y) tapi sayang nya kasihan Jessica unnie nya . udah nunggu lama-lama malah myungsoo oppa nya kagak datang😦😦
    Next chapter thor, kereenn😀

  4. Bagus thor daebak , tapi
    Kasihan kan sica unnie myung oppa jahat sama sica unnie eh btw thor minta pasword buat chap 6 dong

  5. Uwaaa jessica pingsan
    keadaan semakin rumit
    Mm kayaknya entar minyoung suka sama myungsoo trs cinta segitiga dan bakal dramatis:v
    Thor ini pokoknya harus happy ending!

  6. Demi baca lanjutan ff ini akhirnya aku membuat akun wordpress hahaha
    Selamat thor anda telah menggerakkan hati saya
    Benci banget sama myungsoo disini
    Jahat banget udah nyakitin Sica sampe dia kehujanan terus pingsan kaya gitu
    Tapi tetep aja greget sama couple ini
    Semoga part selanjutnya lebih bikin greget dan kebawa emosi ya thor
    Semangat dan tetap berjuang nulis ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s