Red Thread ( Chapter – 1 )

image

 

RyeonHi20 Proudly Presents

 

Red Thread

 

Starring : Oh Sehun || Jessica Jung

 

Genre : Angst , Family , Romance , Hurt/Comfort

 

Rating : AU

 

Length : Chaptered

 

Warning : AU, OOC, MISTYPO(S), OC, bashing chara, ga-je, alur maju-mundur bikin pusing , absurd, ide pasaran, POV ganti gak bilang-bilang.

 

Segala sesuatu yang terjadi dalam Fanfiksi ini hanyalah Fiktif belaka #ya elah namanya juga ff . Jika ada kesamaan nama tempat , tokoh , dan lainnya , itu semua murni karna ketidak sengajaan dan kecerobohan author semata .

 

Nb : anggap aja sistem pemerintahan Korea di sini itu bentuknya Kerajaan . Tapi model Kerajaan Modern gitu . Kayak  di Kerajaan Inggris .  Oke ? Sip !

 

Chapter 1 : Thread From The Past 

” Akhirnya kau datang juga , Sica-ah . ”

Gadis mungil yang hanya memiliki tinggi sekitar 163 cm itu masih mencoba bernafas normal . Tubuh dan sekujur pakaiannya basah kuyup oleh hujan deras yang tengah berlangsung di luar sana – dan mungkin juga oleh keringat yang di keluarkannya akibat berlari kencang hanya untuk mencapai Manor ini . Payung yang di gunakannya untuk berlindung saat berlari tadi pun bahkan sudah rusak parah . Ia meletakkannya tepat di depan pintu masuk .

Masih dengan deru nafas yang tak beraturan , Jessica dapat merasakan jantungnya bertalu-talu seperti hendak meledak-atau di ibaratkan bagai debur ombak dalam mode mengamuk .

”  Apa yang terjadi ? ” dia bertanya dengan nafas terengah . Tetesan air terlihat turun membentuk rintikan replika dari hujan di luar sana  dari Coat berwarna Beige yang ia kenakan . Seorang pelayan terlihat membawakan handuk kering dan membantunya melepas kan Coat yang sudah basah kuyup itu dari tubuhnya .

” Pangeran Mahkota tadi jatuh pingsan saat menghadiri jamuan makan malam dalam rangka penyambutan kedatangan pangeran Naruhito dari Jepang . ” jelas kepala Pelayan di  Rumah yang penampakan dari luarnya menyerupai Buckingham Pallace di Inggris itu-Kim Ryeowook.

Berdecih pelan , Jessica langsung berniat menyerbu masuk ke dalam kamar ‘anak’ menyusahkan itu jika saja ia tak hampir tergelincir jatuh ke lantai akibat alas kakinya yang saat ini yang juga basah kuyup .

Shit ” umpatnya tanpa peduli tempat dimana ia berada sekarang .

Mendegar umpatan spontan Jessica barusan membuat hampir separuh pelayan disana langsung terhenyak . Jessica hanya mengangkat bahu acuh .

” Apa dia demam ? ” tanya Sica kembali serius . Suaranya terdengar bergetar pertanda cemas .

” Sepertinya begitu . Pengawal tuan muda berkata demikian . ” jawab Ryeowook dengan langkah cepat-mencoba mensejajarkan langkahnya dengan langkah kaki Jessica yang berjalan secara terburu-buru .

Mereka meniti tangga menuju lantai atas .

” Berapa Derajat ? ”

” … ”

Dalam sekejap mata Jessica berbalik-menatapi sang kepala pelayan di rumah itu—Ryeowook serta sepasukan pelayan lain yang mengekor di belakang mereka dengan kedua alis yang bertaut .

” kenapa kalian diam saja ? Aku bertanya pada kalian semua , berapa Derajat suhu ‘anak’ itu ? Tidak kah kalian memeriksanya saat dia di bawa pulang tadi ? ”

” … ”

Tetap tak mendapati jawaban dari para Pelayan yang berdiri sekitar beberapa anak tangga di bawahnya membuat Jessica langsung naik darah ..

” AKU BERTANYA PADA KALIAN ! ” bentaknya dengan suara lengkingannya yang khas .

” A— tadi , saat di bawa pulang dan langsung di bawa ke kamarnya , Pangeran menolak untuk di periksa dan meminta kami semua termasuk pengawalnya keluar dari kamar . Setelah kami keluar , pintu kamar tuan muda terkunci dari dalam dan tidak memperbolehkan siapapun memasukinya . ” jelas Ryeowook tanpa berani menatap wajah Jessica langsung .

Mendengar penuturan Ryeowook barusan , Jessica spontan menepuk dahi .

Tentu saja ‘anak’ itu akan menolak untuk di urusi oleh siapapun termasuk oleh para pelayan di rumahnya sendiri . Apalagi dalam kondisi sakit begini , ‘Anak’ itu bahkan  tidak pernah peduli dan mau tahu walau Yang mulia Raja dan Ratu yang merupakan Orang tuanya sendiri sangat mengkhawatirkan dirinya . dia seakan selalu menutup diri dari semua perhatian dan bentuk kasih sayang dari orang lain termasuk keluarga dan orang tuanya sendiri . Merepotkan .

“ku rasa hanya kau lah yang bisa mengurusinya seperti biasa , Sica-ah ..”

Jessica mendengus dengan Tangan yang bergerak memijat pelipis matanya yang berdenyut kuat .
” Maaf atas sikap ku tadi . ” ungkapnya di selingi helaan nafas berat .   lalu diapun kembali berbalik arah-terus naik meniti puluhan anak tangga menuju lantai atas dimana kamar ‘Anak’ itu berada .

” Tidak masalah. Aku bahkan pernah mengalami yang lebih buruk lagi.  ”

Jessica langsung memasang wajah menyesalnya yang amat kentara . Nasib para Maid atau Butler seperti mereka memang rentan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari majikannya . Dan dengan tidak tahu dirinya , dia yang bukan siapa-siapa di Istana ini malah ikut bersikap yang kurang mengenakkan bagi para pelayan disini . Ughhhh….

” Sudahlah …. jangan terlalu kau pikirkan . Pergilah , tuan muda membutuhkan mu . Kau pikir apa dia tidak merindukan mu ? 2 minggu ini kau benar-benar menghilang dari kehidupannya dan selama itu pula kau berhasil membuatnya galau . dia seperti Mayat hidup tanpa jiwa yang kehilangan semangat hidup .  “cetus Ryeowook dengan mengerling jahil-bermaksud menggoda Asisten pribadi Pangeran Mahkota itu .

Wajah Jessica langsung memerah mendengarnya .

” Ayolah , jangan menggodaku . ” ujarnya dengan nada merajuk. Ryeowook yang mendengarnya hanya mengangkat bahu .

 

Ayolah Jess , dirimu sendiri pun tahu bahwa kau telah meninggalkan sang tuan muda dalam kegalauan.

 

Terhitung selama dua minggu-an ini dirinya memang memilih memfokuskan diri untuk melengkapi Riset penulisan Tesisnya yang telah terbengkalai bertahun-tahun semenjak ia mengenyam pendidikan S2 di salah satu Universitas ternama di Seoul . Dan selama dua minggu itu pulalah , Jessica benar-benar memutus komunikasi dengan sang Pengeran yang telah di urusi dan diasuhnya seperti Bayi selama bertahun-tahun itu .
Dan sudah dapat di pastikan akan betapa ‘Merepotkan’ jadinya jika ia berjauhan dengan ‘anak’ itu . ‘Anak’ itu selalu tak bisa bersikap mandiri dan dewasa . Sejak kecil Sehun-nama anak itu- selalu bergantung pada dirinya . Bahkan jika bukan karna Sica , Sehun bahkan mungkin tidak pernah tahu tentang barang-barang pribadinya sendiri . Saking manjanya pada Sica , bahkan ‘anak’ itu meminta Sica untuk selalu mengurusi semua keperluannya . Jika saja kau bertanya pada Sehun tentang dimana letak Sepatu , kaos kaki , bahkan sikat giginya sendiri , bertaruh dengan ku , pemuda 21 tahun itu tidak akan pernah tahu keberadaan barang-barang pribadinya sendiri tanpa bertanya atau yang lebih parah minta di siapkan terlebih dahulu oleh Asisten-pengasuh-babu kesayangannya—Jessica .

SREET

Lamunan Jessica tersebut dalam tersebut dalam sekejap buyar begitu saja saat ia menyadari keadaan di sekitarnya yang telah berubah . Kini ia telah berada di sebuah lorong panjang dimana jendela-jendela besar yang menampilkan panorama di luar Manor keluarga OH yang berada di atas pegunungan ini . Merasa -sangat- familiar dengan lorong dimana dia berada , Jessica mengangkat wajah. Tertegun sejenak sebelum menarik nafas yang serasa begitu berat , dia pun melangkah menuju sebuah pintu yang berdiri kokoh tepat di ujung koridor sepanjang 50×20 meter ini.

Ujung dari Lorong ini adalah kamar sang pengeran mahkota yang berada di balik pintu kokoh tersebut . Disini kau tidak akan menemukan seseorang pun .
Kamar Sehun ini berada di sisi paling  barat Manor . tepatnya , kamar sang Pangeran Mahkota ini Lebih menyerupai sebuah istana milik pribadi Sehun sendiri . wilayah kamar Sehun tersebut nyaris jarang tersentuh oleh penghuni Manor lain . Hanya ada beberapa Maid yang jumlahnya bahkan tak mencapai 10 orang , dan 3 orang pengawal pribadi yang hanya di perbolehkan berjaga di sekitar Koridor yang tengah di lewati Jessica saat ini .

” Apa dia masih menolak untuk di temui ? ” tanya Sica pada salah satu pengawal yang berjaga di depan pintu yang ingin ia masuki—kamar Sehun .

” Begitulah , Sica-ssi .  ” jawab sang pengawal .

Mendengus seraya memijat pelipisnya yang tak kunjung menghilang rasa nyeri-nya Jessica pun berkata ” Pergilah … dia paling tidak suka jika di perlakukan berlebihan seperti ini . Aku ingin masuk . ”

” tetapi atas Instruksi yang Mulia, beliau tidak mengijinkan siapapun yang berniat masuk ke kamar Pangeran . Dan saya tidak bisa meninggalkan tempat ini begitu saja tanpa perintah langsung dari yang mulia . ”
Sontak Jessica terkesiap . Ekspresinya sudah memperlihatkan kekecewaan yang begitu berat pada pengawal itu .
” maafkan saya , Nona . Tetapi saya melakukan ini atas perintah Yang mulia Raja , Sica-ssi . Saya hanya menjalankan perintah beliau . Mohon maafkan saya . ”
” tetapi beliau sedang tidak berada di tempat , ‘kan ? Kurasa tidak akan menjadi masalah jika kita menyimpan ini hanya diantara kita saja tanpa membiarkan satu orang pun tahu tentang ini . Pergilah. Biarkan aku masuk . Aku akan mencoba membujuknya .  ”
” Ta—tapi Nona … ”
Pengawal itu langsung bungkam saat mendapati kilat nan begitu asing di kedua Manik kecokelatan Jessica yang memincing tajam padanya .
” Eumh—ba-baiklah .. saya permisi terlebih dahulu . ” pengawal itu akhirnya mau meningggalkan tempat itu.

Jessica pun mengangguk . Tubuhnya tetap berdiri statis di tempat selama beberapa waktu .. Posisi siaga yang selalu di peragakannya jika hendak mengecek Parameter di sekitarnya . Seluruh Indera mendadak ia pertajam. Saat telinganya tak dapat lagi mendengar bunyi-bunyian dari ketukan sepatu pantofel yang dikenakan pengawal itu , barulah ia merasa lebih leluasa dan bergerak dari posisi diamnya .

Kemudian di tatapinya pinta Mahoni kecokelatan dengan berbagai ukiran unik dan rumit di hadapannya . Tangannya serasa enggan tuk memutar kenop pintu yang terbuat dari Emas murni tersebut . Tetapi dia tidak setega itu untuk membiarkan majikannya yang tengah sakit terbaring tak berdaya tanpa perawatan.

” Sehun … Ini aku … ” ucapnya sedikit berteriak setelah sempat mengetuk pintu tersebut beberapa saat namun tak kunjung mendapat reaksi balasan .

” …. ”

Tak terdengar sedikitpun jawaban.

Membuat Jessica dilanda Frustasi .

” eum—ku dengar kau sakit . Apa kau baik-baik saja ? ”

” …. ”
Tetap tak terdengar jawaban .

Baiklah , Jessica mulai merasa bahwa dirinya seperti orang Stress yang berbicara dengan benda mati-pintu- di depannya . Sial sekali . semua ini gara-gara Tuan muda manja dan menyebalkan itu yang mengacuhkannya seperti ini .

” Baiklah .. terserah kau saja. Kau mau sakit , tidak mau minum obat dan di rawat , bahkan Mati sekalipun , terserah ! Aku sudah tidak mau peduli lagi . ”

Dengan menghentak kaki keras ia berbalik pergi meninggalkan kamar Sehun . Merajuk .

” Aku pergi ! ” teriaknya sekali lagi .

Namun entah apa yang ia lakukan , bukannya pergi-seperti apa yang diucapkannya- barusan yeoja itu malah terus berdiam diri di depan pintu kamar dengan tangan yang terkepal . Kepalanya nampak tertunduk menyembunyikan ekspresi tak terbaca di wajahnya. Dadanya bergemuruh bagai langit dimalam Badai . Di dadanya rasa sakit juga perih itu menghantam tanpa mengenal ampun dan alasan . Dia sama sekali tidak mengerti . Harusnya dia benar-benar Marah , Kesal dan sangat membenci jika dirinya di permainkan seperti ini , apalagi Oleh Bocah yang lebih sering menyusahkan dan membuat repot dirinya itu . Tetapi hati -terutama- tubuhnya bagai bergerak sendiri mengkhianati dirinya . Membentuk sisi lain yang amat bertolak belakang dengan Logika otaknya yang terus berusaha mempertahankan Kelogisan serta kejernihan dalam dirinya yang kini mengabur seiring berjalannya waktu . sisi lain yang membuatnya merasa amat sangat mencemaskan keadaan Sehun yang katanya sedang Demam itu .

” Oke , aku berubah pikiran . Aku akan masuk” ujarnya menyerah pada pergulatan yang memenuhi hati dan pikirannya tadi .

Sebuah kunci berwarna Emas ia keluarkan dari saku celana model Ripped jeans berwarna biru yang ia kenakan .

Hoho , seluruh dunia pun tahu bahwa hanya Jessica-lah yang memegang kunci duplikat kamar Sehun selain si empunya kamar sendiri . Alasannya hanya satu , Sehun tidak pernah mempercayai dan membiarkan apalagi sampai mengijinkan orang lain untuk masuk terlebih menyentuh perabotan di dalam kamarnya . Terkecuali Jessica . Hanya Jessica-lah satu-satunya orang yang Sehun biarkan masuk ke dalam kamarnya itu . Para Maid , Butler , bahkan sampai orang tua Sehun sendiri saja nyaris tidak pernah memasuki kamar Sehun tersebut . Tetapi , jika kau menginginkan mendapat Amukan atau Deathglare gratis dari seorang Oh Sehun yang berwajah Manis-tampan dengan ekspresi yang seringkali datar bahkan terkesan dingin minim ekspresi , juga jangan lupakan tentang tatapan tajam melegendanya yang sanggup membuat tulang-belulang lemas bak Jelly itu , boleh juga , silahkan saja kau masuk .

 

.

 

.

 

Gelap . Itulah kesan pertama kali yang terlintas di kepala Jessica saat ia melongokkan kepalanya terlebih dahulu dalam kamar Sehun yang gelap gulita ..

” Hun , kau di dalam ? ” tanya Sica berbisik- sedikit takut berhadapan dengan ruang gelap yang di tapakinya sekarang .

Dalam kondisi kamar yang gelap gulita tersebut , ia mencoba melangkah pelan dengan tangan yang meraba-raba dinding ,berniat menemukan saklar lampu yang akan mengusir suasana horror disana ..

 

Klik …

 

Seketika seluruh ruangan yang berfungsi sebagai Kamar dengan ukurannya yang super luas dan besar itu di selimuti cahaya pendar kekuningan hangat dari panel lampu diatas langit-langit .

Menolehkan kepalanya ke samping , Jessica mendapati gundukan besar yang teronggok di atas kasur King Size . Dari gundukan itu , ia bisa melihat gerakan naik turun dan juga bunyi deru nafas yang terdengar pendek-pendek .

” Sehun …. ” di dekatinya gundukan manusia (?) itu . Perlahan ia tarik selimut yang menyembunyikan sosok yang tersembunyi di baliknya .

Sedikit tersentak mendapati penampakan wajah tampan Sehun yang nampak begitu lemah  . Kulit wajah Sehun yang memang sudah pucat dari lahir semakin pucat bagai mayat ,  dengan rona merah di kedua pipinya , Bibir bocah kebanggaan keluarga Oh ini juga terlihat sangat pucat  , kering dan pecah-pecah.

Shit . Bocah ini benar-benar sedang sakit .

Ia duduk di pinggir ranjang Sehun dan berusaha sebisa mungkin untuk tak menimbulkan sedikitpun suara agar tak membangunkan sang pangeran mahkota yang 6 tahun lebih muda darinya itu .

Di sentuhnya dahi Sehun yang sedikit tertutup poni rambutnya yang agak panjang hampir menutup mata . Bisa ia lihat betapa penampilan Sehun nampak tak terawat, dengan rambutnya yang agak memanjang dan berantakan , bentuk wajah yang terlihat lebih tirus dan kurus , juga ada bulu-bulu halus di sekitar bawah dagu dan cambangnya. Begitu berbeda dengan yang terakhir di jumpainya 2 minggu yang lalu . Membayangkan Sehun yang berubah menjadi sosok pria bercambang , membuat Sica berjengit . Tidak . Tidak . Gaya pria bercambang sama sekali tidak cocok untuk anak berwajah papan macam Sehun .

” Panas sekali . ” gumam Jessica pelan saat permukaan tangannya bersentuhan langsung dengan dahi Sehun yang panas seperti membakar telapak tangannya.

Tanpa ragu , ia segera bergerak ke Pantry kecil yang memang sudah ada di kamar itu . Pantry yang di persenjatai perlengkapan dapur lengkap , mulai dari kompor , kulkas , lemari gantung khusus menyimpan bumbu-bumbu , mie instan dalam Cup atau dalam bungkusan , hingga tempat cuci piring itu , semakin membuat penghuni kamar-Sehun makin malas untuk keluar dari kamar mengingat perlengkapan di kamarnya saja sudah menyamai sebuah rumah atau Apartemen mewah begini .

Tanpa canggung Jessica membuka kulkas dan mengambil cukup banyak bongkahan Es batu dari Moving Ice Maker yang akan di gunakannya sebagai Kompres untuk menurunkan suhu panas badan Sehun . Tak lupa pula ia menyiapkan Obat-obatan yang selalu tersedia-berkat dirinya- di dalam kotak Obat di kamar Sehun tersebut .

 

 

~●○●○●~

 

 

JESSICA POV

 

Sehun Sakit .

Entah berapa kali sudah kata itu terus berulang bagai Mantera di kepala ku .

Mungkin terdengar Aneh , namun selama 15 tahun aku mengenalinya , baru pertama kali ini aku melihatnya jatuh sakit .

Rasanya ada yang mengganjal di kepalaku  , bahkan aku sempat tak mempercayai saat Ryeowook-ssi meneleponku dan menyuruhku agar cepat datang ke Manor ini dikarenakan telah terjadi sesuatu pada Sehun-si anak manja- ini . Padahal tadi aku sedang berada di kampus , mengurusi segala tetek bengek mengenai penulisan Tesis ku yang harus segera ku selesaikan . Ada yang bertanya kenapa aku baru menyelesaikan Tesis ku sekarang  ?

Ceritanya cukup panjang . Di mulai dari rasa malu dan iri ku saat melihat teman-teman seangkatan dan seumuran ku yang sudah lebih dulu menyelesaikan kuliah S2 mereka dan kini telah menduduki jenjang karir yang mereka idam-idamkam selama ini . Padahal aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali aku datang ke Kampus , dengan maksud untuk belajar .

Singkat cerita  Akhirnya  ku putuskan , Di umurku yang sekarang sudah menginjak 27 tahun ini , aku harus menyelesaikan S2 ku , dan kemudian mulai meniti karir sebagai Desainer berbakat .. yah , mimpi yang telah ku pupuk kian lama sejak aku masih anak-anak .

Untuk mewujudkan niat ku itu , aku memohon ijin cuti selama 3 bulan pada Sehun agar aku bisa fokus pada penulisan Tesis ku dan di bebas tugaskan dari semua kewajiban untuk mengurusi Bayi besar itu . Namun baru 2 minggu , aku menikmati ‘kebebasan’ ku , aku justru menerima kabar ‘buruk’ ini .

Hagghhh…. menyebalkan.

Sehun tidak pernah sakit selama aku bersamanya dan mengurusi segala macam keperluannya . Namja yang usianya 6 tahun di bawahku itu selalu terlihat -sok- kuat . Bahkan saat ia pernah jatuh dari motor saat ikut-ikutan balap liar agar mendapatkan Uang dari hasil kerja kerasnya sendiri hanya untuk membelikan kado ulang tahun untuk ku dulu pun , dia hanya terbaring di rumah sakit selama satu hari , setelah itu dia lebih memilih istirahat di rumah dan menyuruh-memaksaku menemaninya selama 24 jam seminggu penuh ..

Aku benar-benar tak bisa percaya bahwa sosok yang ku lihat tak berdaya di atas kasur ini adalah benar Oh Sehun .

 

.

 

Aku masih duduk di samping ranjangnya . Memperhatikan anak manja yang selama ini selalu bergantung -menyusahkan- ku .

Memperhatikan wajah lemahnya yang tertidur dengan nafas yang pendek-pendek namun memburu , membuatku tidak bisa meninggalkannya begitu saja . Sehun yang memang berkulit pucat dari lahir—itu sudah menjadi Gen dari orang tuanya yang juga memiliki kulit sangat putih hingga menyerupai Manusia penderita Albino. Untung saja , mereka semua-para Oh ini memiliki rambut Raven bukan pirang layaknya orang Albino .

Untuk Sehun sendiri , dia telah lama mengganti warna rambutnya menjadi  Blonde Silver , entah karena alasan apa . Ku ingat warna rambutnya ini pertama kali ia gunakan saat dia masih duduk di kelas 1 SMA , terus bertahan sampai sekarang . Bagi Sehun yang berkulit pucat , tentu saja warna rambut ini begitu cocok untuknya . Bahkan aku lupa , bagaimana rupa wajahnya dulu saat ia masih berambut Raven saking terbiasanya aku melihatnya dengan rambut ala anggota Boyband ini .

Namun , aku akui bahwa ia memiliki wajah yang sangat Tampan . Dia jarang tersenyum , namun jika ia tersenyum ,ku jamin kau akan terpesona . Tetapi tidak dengan ku , yah , katakan saja aku sudah mulai Bosan melihat wajahnya terus menerus selama 15 tahun belakangan .

Aku sudah mengenal Sehun selama 15 tahun . Masih segar di ingatan ku , kami pertama kali bertemu saat Hari itu . Yah , hari itu . Hari dimana rasanya aku benar-benar ingin mati menyusul Ayah ku yang di hari yang sama di Eksekusi secara tak hormat-di gantung di balai kota- di depan ribuan warga kota Seoul yang menyaksikannya . dengan tuduhan sebagai pengkhianat negara yang telah membelot dan memberikan Informasi nan begitu penting dan rahasia pada Negara musuh-Korea Utara , Ayah ku di gantung di depan ribuan pasang mata yang memandang benci , sinis , bahkan jijik terhadapnya .

Saat Eksekusi , aku tak berada di sana. Aku telah berjanji pada Ayah sesaat sebelum ia di Eksekusi untuk tidak mendatangi tempat itu  . Walau hatiku hancur , walau rasanya aku ingin mengakhiri hidup tak peduli bagaimana cara dan akibatnya , aku hanya bisa menangis-menangis seperti orang gila , di rumah pengasingan yang sempat kami tempati bersama selama beberapa tahun . Aku sempat Menyaksikan ketika para Algojo-algojo kejam berpakaian hitam menyeret Ayah ku bagai Sampah , dan mengikatnya di Perahu, membiarkan tubuhnya terhempas-hempas ombak lautan yang ganas , mereka memperlakukan Ayah ku bagai kotoran . Seperti cerita Isa sesaat sebelum peristiwa Salib yang mengakhiri hidupnya . Ayah ku benar-benar di siksa dan dibuat semenderita mungkin sebelum menemui ajalnya .

Mungkin terdengar aneh , Ayah ku yang di tuduh sebagai Pengkhianat-walau demi setan-setan di Neraka aku tidak akan pernah percaya- , bukannya di tempatkan di penjara bawah tanah dengan pengamanan maksimum bagai Teroris , dengan berbagai Siksaan baik psikis maupun psikologis menjadi pelengkap hukumannya , Ayah justru di tempatkan di rumah pengasingan yang letaknya di pulau terpencil di perbatasan dengan pengamanan yang hanya di jaga oleh tak lebih 20 tentara yang berjaga di sekeliling pulau. Disana kami dibiarkan hidup tenang layaknya keluarga kebanyakan , meskipun tetap saja kami di larang keras untuk keluar dari pulau . Tetapi , sungguh saat itu aku tak merasa bahwa Ayah tengah di hukum..

Aku ingat , Ayah ku selalu berkata , bahwa Tuhan masih menyayanginya . Entah karna apa dia berkata seperti itu , sampai sekarang pun aku tidak tahu.

Dan akhirnya , Eksekusi pun tetap terlaksana dan seluruh dunia telah memastikan bahwa Ayah ‘sang pengkhianat’ seperti yang mereka semua tuduhkan selama ini , akhirnya Mati-menghembuskan nafas akhir sambil memikul beban fitnah dan dosa besar yang sama sekali tidak pernah ia lakukan .

Terkutuklah Konspirasi politik yang menjadikan Ayah ku sebagai kambing hitam . Terdengar seperti pendendam . Namun , aku tak kan ragu mengaku bahwa Sampai sekarang pun aku masih memendam dendam pada mereka semua . Entah pada siapa dendam ini ku tujukan , karna sampai sekarang pun semua bukti seakan mempertegas Fakta bahwa Ayah ku lah yang benar-benar telah berkhianat . Tetapi aku sangat yakin Ayah tidak lah bersalah . Aku selalu meyakini bahwa ada dalang di balik ini semua . Entah siapa atau Oknum mana , aku hanya percaya bahwa Karma pasti berlaku . Yah , aku percaya .

Ayah ku di makamkan di hari yang sama . Di pulau terpencil tempat pengasingan kami .  Beliau dimakamkan hanya dengan Upacara yang amat sangat sederhana . Tidak ada upacara pemakaman ala Militer yang harusnya di dapat Ayah mengingat beliau adalah Mantan Jenderal dalam Angkatan bersenjata Korea , tidak ada pula ratusan pelayat berpakaian hitam dengan membawa bunga Krisan putih sebagai tanda perpisahan sekaligus berduka . Tidak . Ayah ku tidak mendapatkan itu semua .

Yang ada hanyalah gundukan tanah merah dengan batu Nisan yang di ukir seadanya . Saat itu , aku baru mengetahui dari seseorang , bahwa Ayah sempat berpesan agar ia di kremasi saat ia meninggal nanti . Namun , Negara jahanam ini menolaknya .

Dasar Negara tak tahu cara membalas budi . Ayah ku adalah seorang Jenderal yang terhormat , bahkan keluarga kami-di kenal dari generasi satu ke generasi lain sebagai keluarga terpandang yang ikut mencatatkan nama dalam sejarah Negara , baik dari jaman kerajaan ribuan tahun yang lalu , perang dunia I dan II sampai perang dingin dengan Korea utara . keluarga ku , terutama Ayah selalu setia . Beliau rela mengorbankan raga bahkan jiwa hanya untuk menjaga keutuhan dan kedamaian negara ini , tapi lihatlah apa yang Warga negara ini lakukan padanya sebagai balasan ? Bahkan untuk memberikan Upacara pemakaman yang layak dan mewujudkan keinginan ayah untuk di Kremasi , mereka sama sekali enggan untuk mengabulkannya .

Tsk …. betapa aku muak berada di Negara bahkan diantara manusia-manusia yang menganggap ku-khususnya marga Jung yang kusandang sebagai sampah menjijikkan pengkhianat negara ini . Bisa di katakan aku benci berada di sini . Khususnya di antara mereka yang masih menganggap bahwa keluarga kami adalah keluarga pengkhianat . Namun untuk melawan itu semua aku sama sekali tidak berdaya . Hanya aku lah satu-satunya tersisa dari Klan ayah ku . Aku hanyalah sebatang Kara yang bisa hidup hanya dari warisan keluarga yang tak seberapa . Harta Pribadi Ayah ku semua telah di sita oleh Negara . dengan dalil yang menyatakan bahwa semua harta itu adalah hasil pengkhianatan dan Korupsi . Cih , menjijikkan . Bukankah mereka yang tega mengeksekusi seorang Patriot seperti Ayah ku dan kemudian menyita seluruh hartanya lebih pantas di sebut sebagai Koruptor ? Penjahat Negara ? Yah , kurasa mereka memang jauh lebih pantas untuk menyandangnya .

Harusnya kehormatan ku sebagai satu-satunya anggota Klan Jung yang tersisa pun hilang semenjak Tuduhan pengkhianatan yang di lakukan oleh Ayah ku . Tetapi , Paduka yang mulia Raja-orang yang memegang tampuk kekuasaan tertinggi di Negara ini justru bersedia membantuku . Beliau selalu membela ku dan bersedia untuk menanggung semua biaya pendidikan ku dan menjamin kehormatan ku sebagai Seorang Jung tetap terjaga .

Sedikit banyak pandangan menghina dari orang-orang yang mempercayai Fitnah yang merenggut Ayah ku tersebut berkurang berkat perhatian Raja padaku . Dan aku sangat bersyukur karnanya . Belakangan baru ku ketahui bahwa Ternyata Paduka yang mulia raja adalah salah satu dari segelintir orang yang membantah-tidak mempercayai tuduhan pengkhianatan yang di jatuhkan pada Ayah ku .
Memang Dari dulu memang Beliau Bersahabat dekat dengan Ayah , bahkan melebihi Saudara . maka tidak heran jika dia sangat tahu bagaimana sikap dan sifat Ayah yang sangat tidak memungkinkan baginya untuk berkhianat pada Negara yang ia cintai .

karna kebaikannya itulah , aku menjadi begitu menghormati beliau seperti aku menghormati Ayah ku sendiri . Dan entah sejak kapan aku menganggap dengan ikut mengurusi dan menjaga Sehun-sang putra Mahkota adalah salah satu cara ku untuk membalas budi Paduka yang mulia .

Mengenai sikap dan perlakuan buruk serta Diskriminasi yang masih ku dapatkan , aku hanya dapat menghadapinya dengan cara mendiamkannya . Aku tak pernah bisa membalas semua perlakuan buruk itu . Aku tak mampu .

Dalam hati , aku hanya  selalu berusaha yakin bahwa kebenaran akan terungkap . Aku hanya harus menunggu . Menunggu dan berusaha mencari bukti untuk membuktikan bahwa Ayah tidak bersalah dan mengembalikan kehormatannya di depan semua orang .

Tetapi sampai kapan aku harus menunggu ?

 

” Eunghhhh…. ”

Seketika lamunan ku buyar . Aku mendengar Lenguhan itu lagi . Lenguhan yang berasal dari Sehun yang tetap terus tak sadarkan diri di atas ranjang . Aku bergerak mencoba meraba dahinya kembali .

Akhh… Panasnya masih tinggi .  sejak 5 jam yang lalu keadaannya masih tetap sama , membuatku khawatir .

Aku tidak tahu sudah berapa lama aku berada di kamar ini . Aku hanya bisa memastikan  bahwa aku telah berada di kamar ini -mungkin- sekitar Lima jam belakangan . Mungkin sekarang Hari tlah berganti . Aku tidak tahu jam berapa sekarang , aku tidak mengenakan jam tangan ku seharian ini . Selain itu , di kamar ini juga tidak memiliki Jam dinding atau Weker sama sekali .

Sehun sangat membenci dengan keberadaan Jam di kamarnya . Menurutnya Jam mengingatkannya pada Waktu , sedangkan ia sangat membenci waktu karna waktulah yang membatasi dirinya dalam melakukan hal-hal yang ia sukai , sebut saja Tidur , bermalas-malasan , atau bermain Game di kamarnya  .

Ah   , Anak ini memang memiliki kebiasaan yang aneh-aneh .

Sementara Ponsel ku , ku tinggal di dalam Tas yang ku letakkan sembarang di ruang tamu tadi . Sementara aku tidak tahu dimana Sehun meletakkan ponselnya . Jadi , aku benar-benar lupa waktu selama berada di dalam sini .

Tetapi , Sudahlah …. aku hanya bisa berharap semoga anak ini cepat sembuh , panasnya turun , dan dia kembali sadar . Hanya itu yang ku inginkan saat ini . Entah sudah berapa kali aku merapal doa demi mengharapkan kesembuhannya pada sang pencipta .

Aku tak tahu . Lebih tepatnya tak mengerti apa yang di rasakan hatiku sekarang . Melihatnya yang begitu lemah tak berdaya ini , membuatku sungguh cemas dan tak tega . Aku seperti kehilangan sosoknya yang menyebalkan , jahil , dan selalu membuatku kesal dengan tingkah semaunya itu . Rasanya ada yang salah , disini , di dalam diriku .

 

.

 

.

 

Aku mengangkat Handuk kering yang bertengger di atas dahi Sehun . Hanya bisa menggeleng heran mengingat tak sampai beberapa menit , handuk dingin yang semula ku letakkan dalam kondisi basah di dahi Sehun tadi justru telah berubah menjadi kering kerontang bagai kerupuk begini setelah di biarkan beberapa saat di atas dahi Sehun . Tsk , demam anak ini benar-benar tinggi . Bahkan kompres dingin saja seakan tak sanggup untuk meredakan panasnya .

Haruskah ku panggilkan Dokter ?

Mungkin Dokter keluarga kerajaan akan membuat keadaan Sehun jadi lebih baik dibandingkan membiarkan seorang pangeran mahkota seperti dirinya berada dalam perawatan ku yang jelas sangat Amatiran dan tak berpengalaman dengan orang sakit begini ?

Tapi tidak . Dari awal Sehun memang tak ingin di ganggu . Bahkan oleh pelayan di Istana ini . Dia tak mengijinkan siapapun masuk ke dalam kamarnya -dan memang tidak akan pernah bisa karna kunci duplikat kamar ini pun memang hanya aku yang memegangnya- . Sudah jelas hal ini mengisyaratkan bahwa ia juga tak ingin di bawa ke Dokter apalagi ke Rumah sakit .

Seorang pangeran Mahkota yang masuk ke rumah sakit , tentu saja akan langsung di ketahui oleh banyak orang , menarik terlalu banyak perhatian yang tak di perlukan . Bahkan bukan tak mungkin kabar itupun akan sampai pada telinga Paduka yang mulia Raja dan Ratu . Itu akan menjadi sangat merepotkan jika sampai mereka tahu .

Oh tidak . Benar-benar pilihan buruk jika aku membawa Sehun dalam keadaan seperti ini ke Rumah sakit . Terlalu beresiko .

 

.

 

Aku hanya bisa meringis mendapati tangan ku sudah mulai mati rasa akibat bersentuhan dengan air dingin-Es- dalam jangka waktu yang lama . Aku masih saja memeras handuk kecil yang ku jadikan sebagai Kompres penurun panas itu tanpa peduli rasa sebal yang mulai menyelimuti tanganku yang sudah berubah warna menjadi kepucatan dan membiru . Ku tepis dengan mudah semua perasaan tidak nyaman yang kurasakan di sekujur tubuhku semenjak aku terkunci di dalam sini dan merawat Sehun  . Aku hanya berfokus pada kesembuhan Sehun , Itu saja . Handuk kecil yang ku peras tadi , ku letakkan kembali di atas dahi Sehun . Dari semua kegiatan itu , tak kunjung jenuh ku rapalkan Doa agar ia cepat sembuh , dan tak menyusahkan ku lagi seperti ini .  Ini benar-benar merepotkan , kau tahu ?

Air bekas kompresan ini juga harus di ganti . Aku bergegas pergi ke dapur dan mengambil lebih banyak balok Es lagi untuk mengganti air kompresan untuk  Sehun . Entah sudah berapa kali aku melakukan ini , aku bahkan tak sanggup lagi menghitungnya . Mungkin tubuhku sudah berada di ambang batasnya . Aku lelah .

Kembali mendudukkan diri ku di tempat semula , aku menggerakkan tangan ku lagi untuk menyentuh dahinya .

” Sudah mulai turun . ” ucapku mulai merasa lega .

Kompres di dahinya juga tak begitu cepat kering seperti saat panasnya benar-benar tinggi tadi . Ku lihat , kulit wajah Sehun pun tak semerah tadi . Sudah hampir mendekati warna kulitnya yang sebenarnya .

Dalam hati tak hentinya ku ucapkan rasa syukur atas kemajuan kondisi Sehun yang ku harapkan . Kondisi anak itu mulai berangsur membaik , berkat Kompres berkala yang ku berikan . Tinggal menunggu waktu saja ia kan sadar dan kembali ke Kondisi sehat bugar seperti semula ..

Tapi ku rasa itu masih butuh waktu . Sekarang mungkin masih dua atau tiga jam lewat tengah malam , dia masih butuh mengistirahatkan diri terutama tubuhnya . Dia memang harus tertidur untuk sementara waktu .

” Hoaaahmmmm…. ”

Dan sepertinya aku pun butuh tidur dan istirahat . Hampir semalaman terjaga dan merawat orang sakit itu benar-benar menyiksa .

Ku harap kau tidak sakit lagi Sehun-ah . Karna itu merepotkan . Sungguh .

Aku benar-benar lelah dan mengantuk . Mungkin tidur selama 5 atau 10 menit tidak masalah ? Lagipula kondisi Sehun juga lebih membaik dari sebelumnya .

Ku geser sedikit kursi tempat ku duduk ke dekat meja belajar yang berada di samping ranjang Sehun . Aku melipat kedua tanganku diatas meja dan mulai meletakkan kepalaku di atasnya . Pandangan mataku hanya tertuju pada Sehun . Memastikan bahwa ia kan baik-baik saja . Semakin lama pandangan ku makin mengabur . Bayangan tubuh Sehun nyaris timbul tenggelam di mataku .

Mataku mulai berat .

Makin berat .

Nyaris tertutup namun masih bisa mengintip .

Dan …..

————

 

 

~●○●○●~

 

 

Seorang Oh Sehun tidak lah pernah bermimpi . Ketika semua orang selalu mengharapkan dan membayangkan apa yang sangat ia inginkan hingga akhirnya terbawa dalam dunia mimpi- itupun hanya untuk di buat terhempas oleh kenyataan bahwa mimpi mereka tidak akan menjadi nyata . Hanya sebatas bunga tidur yang membawa raga dan jiwa dalam dunia alam bawah sadar . Hanya itu saja .

Sehun tidak pernah mengalami hal mengecewakan seperti itu . Sewaktu kecil ia pernah bermimpi memiliki seekor anjing putih berbulu tebal yang kemudian dengan polosnya ia utarakan perihal mimpinya itu pada ibunya . Dan setelahnya Poof ! , semua bagaikan adegan dalam sebuah pertunjukan sulap , Anjing berbulu putih nan tebal tiba-tiba ia temukan tengah bermain-main di atas ranjangnya . Betapa senangnya hati Sehun .

Kemudian ia pun pernah bermimpi memiliki sebuah Robot yang bisa ia perintah untuk mengerjakan PR-nya . Dan tiga hari setelah itu , ia mendapatkan sebuah Robot dari seorang Kaisar Jepang sebagai hadiah .  Robot itu bukan hanya bisa ia perintah untuk mengerjakan soal-soal PR , tetapi juga sebagai tukang bersih-bersih tetap yang secara otomatis akan bergerak sendiri  membersihkan kamarnya setiap 2 jam sekali . Luar biasa sekali , bukan ?

 

Bagi seorang Pangeran Mahkota seperti dirinya , Bermimpi adalah ungkapan kata yang tabu . Untuk apa Bermimpi jika semuanya bisa dia wujudkan dalam dunia nyata  dan tanpa terkecuali ?

Baginya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini . Semua bisa ia dapatkan . Semua bisa ia wujudkan .

Bagai membalik telapak tangan . Begitu mudah .

Namun diantara dua hal luar biasa yang pernah terjadi dalam hidupnya , khususnya hal yang pernah terjadi dalam mimpi dan kemudian terwujud begitu saja dalam dunia nyata miliknya , Sehun hanya mensyukuri satu mimpi yang bahkan sampai sekarang masih ia pertahankan Eksistensinya .

Sebuah mimpi yang pernah menyapanya di suatu malam , dimana ia bertemu dengan seorang ‘Malaikat’ perempuan yang memiliki tubuh sedikit lebih tinggi darinya di sebuah padang rumput hijau terbentang sehingga ia merasa seperti sedang berada di alam surga  .

‘Malaikat’ perempuan itu begitu cantik . Dengan rambut kecokelatan bergelombang panjang sampai pinggang , wajah tirus dengan mata bulat besar , hidung mungil yang bangir , pipi Chubby menggemaskan , hingga kedua belah bibir tipis sewarna Cherry yang sukses membuat Sehun yang baru berusia 6 tahun itu merasakan debaran nan luar biasa kerasa dari dalam dadanya .

Bayangan wajah sang ‘Malaikat’ terus terbayang-bayang di benaknya , bahkan seperti menari-nari di pelupuk mata walau ia telah terjaga dari mimpi sekalipun.

Sosok ‘Malaikat’ itu bagai Magnet yang terus menariknya dari alam mimpi sampai alam realiti . Seperti di Hantui . Namun dirinya tak ingin kehilangan sedikitpun kesempatan untuk mengagumi wajah sang ‘Malaikat’ yang sangat ingin ia temui .

 

 

.

 

Dan sepertinya Tuhan dan Malaikat pun tahu apa yang Pangeran paling inginkan .

 

Suatu hari , Tiba-tiba saja Raja yang sekaligus juga merupakan Ayahnya mengajak Sehun kecil untuk menghadiri sebuah Acara . Kening Sehun di buat berkerut kuat saat menyadari bahwa dirinya bukan di ajak ke sebuah Acara perjamuan makan malam mewah seperti yang selama ini selalu ia hadiri bersama Raja dan Ratu-Ayah dan Ibunya- . Ia justru di bawa ke sebuah Pulau terpencil jauh dari Seoul , mungkin di daerah perbatasan . dengan menggunakan Helikopter bersama Ayah serta para pengawal pribadi yang jumlahnya tak terhitung .

Disanalah Sehun baru menyadari bahwa ternyata dia dan ayahnya akan menghadiri sebuah Acara pemakaman . Sehun yang berotak cerdas tentu saja langsung tahu dan berani menarik kesimpulan bahwa siapapun yang akan di makamkan hari itu merupakan seseorang yang Penting . Buktinya saja Ayahnya yang seorang Raja yang memimpin sebuah Negara besar itu saja sampai datang secara khusus hanya untuk menghadiri acara pemakaman orang tersebut sebagai bentuk bela sungkawa .

Namun yang membuat Sehun semakin keheranan , kalau orang yang dimakamkan itu adalah ‘Orang penting’ lantas kenapa jumlah pelayatnya sedikit sekali ? Oke , saat itu Sehun cuma berpikir , mungkin saja keluarga yang di tinggalkan menginginkan sebuah Prosesi pemakaman yang tenang dan khidmat , sehingga hanya mengundang kerabat dekat , serta Orang-orang tertentu seperti Ayahnya yang seorang Raja .

Tetapi yang jauh lebih mengherankan lagi , dalam prosesi pemakaman itu , Sehun tak mendapati upacara pemakaman yang panjang dan bertele-tele seperti yang beberapa kali pernah di hadirinya . Tidak ada tembakan Salto , atau lagu pemakaman yang bergema dari sepasukan pemain Orkestra . Tidak . Ia tidak menemukan itu semua . Yang ada hanyalah suara lagu pemakaman dari pemutar musik jaman dulu bernama Gramofone yang menyelingi suasana sunyi senyap yang di ciptakan pelayat yang memasang wajah sedih dan hampa .

Dalam hati Sehun bertanya , ‘ Ada  apa ini ? ‘ , ‘ Apa yang terjadi ? ‘ .

Dan masih banyak pertanyaan yang bermula dari kata ‘Apa ‘  dan ‘ kenapa’  dengan tanda tanya besar yang bersarang di kepalanya . Semua kejadian yang di hadapinya pada hari itu terlalu sulit untuk di mengerti olehnya .

Usia Sehun saat itu memang baru menginjak 6 tahun . Tetapi berkat kecerdasan serta Pelatihan yang telah dia jalani sejak ia masih sibuk belajar berjalan  membuat Dasar Empati dalam dirinya bergejolak . Tak perlu bertanya banyak untuk dapat memastikan bahwa ada yang salah dari semua Yang terjadi dalam pemakaman ini . Mulai dari tempat pemakamannya yang berada di pulau terpencil , jumlah pelayatnya yang tak lebih dari 10 orang, bahkan sampai Prosesi pemakamannya yang terasa sangat mengganjal di otak Jenius sang pangeran .

Argghhh… andai saja di Dunia ini tak ada Rahasia . Andai saja dirinya bisa membaca isi setiap kepala orang-orang yang memasang wajah sedih di hadapannya ini . Dan andai saja dunia ini tak ada kemunafikan , mungkin dirinya tak harus mengalami sakit kepala mendadak akibat terlalu memikirkan semua kejadian yang belum bisa di mengerti otak mudanya . Demi semua raja-raja Korea terdahulu , dirinya baru berusia 6 tahun !

 

‘ Ingatlah Sehun-ah , seorang Patriot sejati tidak akan segan-segan untuk berkorban demi negaranya . Bahkan meskipun Negara yang ia cintai mengkhianatinya , kesetiaan dan kecintaannya pada Negara tidak akan terbantahkan . Dan seorang Pahlawan tidak pernah mengharapkan sebuah Upacara pemakaman yang megah atau tangisan merana para pelayatnya , yang di harapkannya hanyalah Negara yang ia tinggalkan tetap Aman dan Utuh .  ‘

 

Sehun berani bersumpah , baru pertama kali itu ia melihat sorot pandang mata Ayahnya yang melembut sendu setelah ayahnya mengucapkan kata-kata itu sambil mengusap bahunya . Tatapan itu di tujukan Ayahnya-Sang Raja-  pada gundukan semerah darah yang masih sangat baru dengan batu nisan sederhana di hadapan mereka .

Saat itulah Sehun menyadari bahwa siapapun orang yang terkubur dalam gundukan tanah itu—adalah seseorang yang begitu berjasa , seseorang berhati Mulia dan berjiwa besar yang rela berkorban demi negaranya seperti yang dikatakan Raja padanya .

” Siapa dia Ayah ? ” tanya Sehun dengan telunjuk teracung ke arah gundukan tanah makam  . Memang sikapnya itu terbilang tidak sopan untuk seorang Pangeran Mahkota yang seharusnya sangat memperhatikan Sopan santun dan Etika di depan umum . Tetapi demi Tuhan , dia hanyalah bocah 6 tahun . Bahkan dia masih tidak mengerti kenapa setiap Manusia atau semua Makhluk hidup di dunia ini harus mati . Geeezzz….

 

Sehun ingat betul , saat itu ayahnya hanya menjawab tanpa mengalihkan pandang matanya dari tanah makam tersebut . ” Dia adalah Jenderal Jung  . Seorang Pahlawan dan Patriot sejati yang rela mati demi Negaranya . ”

Lalu Raja mengalihkan pandangannya pada Sehun yang masih mendongak dengan sorot mata kebingungan-tak mengerti dengan jawabannya sebelumnya .

” Sebagai penerusku , Pangeran Mahkota yang akan naik Tahta dan menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat kerajaan kita nantinya , kau harus meneladani sifat pemberani dan jiwa besar Jenderal Jung . Jangan seperti Ayah yang hanya mampu berdiam diri tak berdaya dan menyaksikan kematian Sahabatnya tanpa kata . ”

Sehun masih belum puas dengan jawaban Ayahnya yang tidak bisa ia mengerti . Namun tanpa ragu ia menganggukkan kepala . Dalam hati ia berjanji untuk meneladani sifat Mulia sang Jenderal yang tlah membuktikan pengabdiannya hingga akhir hayat seperti yang diinginkan Raja darinya .

 

” Ayo Nona … ”

Tiba-tiba Perhatian Sehun teralih pada seorang wanita paruh baya berpakaian serba hitam . Wajah si wanita masih sangat sembab dan memerah . Sepertinya ia terlalu banyak menangis .

Wanita itu terlihat tengah membujuk seorang anak perempuan berpenampilan sedikit ‘tak biasa’ yang berdiri mematung dengan sebelah tangan menumpu pada batu Nisan di atas tanah makam . Jika semua orang termasuk Sehun sendiri lebih memilih pakaian serba hitam sebagai pilihan paling tepat untuk menghadiri acara berduka semacam ini , tetapi lain dengan anak perempuan itu . Ia justru terlihat paling bersinar dengan Dress berenda selutut berwarna Putih bersih yang di kenakannya .

 

Deg !

 

” Is That Angel ? ” ucap Sehun spontan dengan nada pelan . namun ucapan Sehun tersebut masih mampu ditangkap oleh indera pendengaran sang Raja sekaligus ayahnya yang berdiri tepat di sampingnya ..

Raja langsung menatap putera semata wayangnya tersebut dengan alis yang  bertaut kuat dan dahi mengerut dalam. Apa sebenarnya maksud puteranya ini ?

” Apa maksudmu , Sehun-ah ? ”

” … ”

Sehun merasa seluruh tempat di sekitarnya tiba-tiba berubah menjadi sebuah Adegan Film yang menampilkan adegan nan sama persis seperti yang pernah terjadi dalam mimpinya . Namun ia merasa sangat yakin bahwa ini semua nyata  . Ia tak sebodoh itu untuk tenggelam terlalu dalam pada dimensi Ilusi murahan .

Yang dapat ia pastikan hanyalah bahwa sosok anak perempuan ber-Dress putih ini adalaj sosok yang sama persis dengan sosok ‘Malaikat’ yang pernah di temuinya dalam mimpinya itu .

 

” Tunggu sebentar , Bi . Aku masih ingin berada disini . ” ucap si anak perempuan pada wanita yang merupakan pengasuhnya tersebut .

” Tapi sepertinya akan Turun hujan , Nona . Sebaiknya kita segera kembali ke Rumah . Lagipula sudah sore . Mari … ”

” Ku mohon sebentar saja . Biarkan aku disini .  Aku masih  ingin berada di sini sebentar lagi . Ku mohon.  ” mohon si anak perempuan dengan tatapan kosong bagai tak lagi memiliki jiwa dalam tubuh kurusnya .

Sehun memandang penuh simpati dan iba pada anak perempuan itu . Dia terlihat begitu terpukul dan merana dalam kesedihannya . Walau pakaian yang di kenakannya berwarna putih perlambang kesucian , namun entah mengapa bagi Sehun walau sosok si anak perempuan terlihat bagai ‘ Malaikat ‘ dengan Sinar kemurnian yang begitu tercerminkan dari pakaian putih yang dikenakannya , pakaian putih itu pulalah yang melambangkan kesedihan dan kehilangannya atas sosok yang tlah bersemayam tenang dalam peristirahatan abadinya di bawah gundukan tanah itu .

Matanya yang bulat dan bersih kini tertutupi kabut kesedihan dan jejak air mata sebagai wujud kesakitannya .

 

Hati Sehun tergugah .

” Siapa dia Ayah ? ” tanya Sehun . matanya tidak terlepas dari bocah perempuan secantik ‘Malaikat’ dalam mimpinya yang sudah menawan hati sang Pangeran .

” Eh ? ” Raja kembali di buat kebingungan dengan pertanyaan ambigu putranya .

” Aku— ”

Tanpa sadar , Sehun melangkah mendekati sang ‘Malaikat’ dan tanpa ragu meraih tangannya . Menggenggamnya dalam satu genggaman erat tak terlepaskan.

” Aku menginginkan dia agar selalu bersama ku . Dan aku berjanji akan selalu melindunginya . ”

 

 

To Be Continued ….

 

 

Mian Pendek . Namanya juga Prolog , hehehe … lagi berusaha memancing kembali Mood menulis ku yang sempat hilang tanpa bekas akibat kesibukan di Duta yang benar-benar gak bisa di hindari . Bahkan sampe ff yang lagi On Going sebelumnya aja terlupakan begitu aja , hilang feel buat ngelanjutin , hehe..

Tapi untungnya ide ff ini hadir begitu aja tanpa di duga . Dan akhirnya saya putuskan buat cepet2 realisasi ff ini agar skill menulis saya juga tetap terasah . Jadi , semoga kalian suka ya ….

 

 

 

 

 

55 thoughts on “Red Thread ( Chapter – 1 )

    • Iya , lagi coba pairing baru , lagian karakternya juga cocok . Ah ini biasa2 aja kok . Hehe… mkasih banyak yaa…
      Boleh dong . Pin BB : 51B657B3 . Id line lupa , entar deh ku kasih tahu … thanks honeyyyy … :

  1. untuk prolog ini bukan pendek lagi authorrr. semua jelas dan terpampang nyata, author comeback dan berharap moodnya nulis muncul lagi biar bisa ngelanjut nih epep uhh keren puas aku sukaa{} sehun astagahh kamu jadi anak manja ya, tapi dingin tertutup gitu, aku semakin mencintaimu hun{} ciee yang sakit padahal baru ditinggal 2mgg. enakya mimpi hal tabu:’3 ternyata cinta monyet toh haha baru umur 6th dapet malaikat:v sehun jan sakit lagi ah berjambang kan aneh di kamu-_- next harus dilanjutt!! KEEP WRITING{}

  2. Wah unnie udh kangen bgt ama karya mu, akhirnya mood nulisnya balik lagi yeay!! Btw sbenernya aku nungguin ff yg lg ongoing tapi ternyata ga dilanjut, but gpp deh unn ff yang ini mantap bagus unn, ga sabar baca full storynya😀
    Ditunggu unn, keep writing ^^

    • Aku juga udah kangen banget mau nulis lagi . Iya , maaf gak bisa lanjut ff2 yg lama , aku bener2 udah hilang feel soalnya . Oke deh , kita tggu dan liat sama2 aja gimana kelanjutannya nanti , gomawo🙂

  3. Wah pairing baru cerita baru #freshstory
    Suka thor ceritanya bagus ☺ itu sehun manjanya ama unnie jes aja ya hmm 😃
    Di tunggu full storynya thor udh gak sabar nih🙂
    Trs yang cerita lainnya jangan lupa di lanjut y thor, masih setia nunggu loh 😉
    Author keep writing!!

    • Iya nih new story, new pairing .. hehe ..
      Huum ,Sehun emang cuma manjanya sma Sica klo diluarnya dia bersikap (sok) dewasa banget .. dtggu aja ya full storynya , gak bisa janji cepet tapi psti bakalan updte soon or later . Terima kasih🙂

  4. Ff baru ide ceritanya keren banget author:) Gemes banget sama karakternya Sehun disini>< Tapi btw ibunya Jessica kemana thor? Semoga aja ntar dichapter selanjutnya dijelasin lebih detail lagi tentang kehidupannya Jessica yaaa;) Pokoknya suka banget sama ide cerita semua ff author. Ditunggu kelanjutannya yaaa thor, jangan bosen-bosen buat nerusin karyamu ya thor;)) Semangat:D

    • Bklan gemes lagi klo liat wataknya di full chapter nnti . Nnti bkalan di jelasin sedikit demi sedikit ttg Ibunya Sica . Terima kasih , dtggu terus kelanjutannya🙂

  5. Aaaaa~ kakak ini ff-nya bikin aku penasaran :”( Baru ngefeel sama Sehun-Jessica nih kak, entah kenapaaaa…
    Itu setelah Jessica dibawa ke kerajaan, terus disekolahkan bareng sama Sehun ya? .-. Terus Jessica-nya berarti masih diurus sama kerajaan dong walaupun dia udah S2 sekarang? ‘-‘a
    Ditunggu kelanjutannya ya kak :*

    • Masa sih ? Terharu baca komenan mu ini . Aku juga belakangan lebih ngefeel ke HunSica , mskipun gak prnah baca story ttg mreka . Smua pertanyaan kmu akan trjawab nnti , mkasih yaaaa… oiya , btw kok dah lama gak muncul2 ? At cuma perasaan ku doang aj ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s