Dark Night ( Chapter I )

couple-under-night-sky-star-anime-love-art-desktop-694x417

 

DARK NIGHT (Chapter I)

Author : Jeevisc

Genre : Drama, sad, angst, Romance, OOC

Rating : PG

Length : Multichapter;Series;Freelance

Main Cast :

  • Jessica Jung
  • Oh Sehun
  • Tiffany Hwang

Support Cast :

  • Kim Kai
  • Kim Myungsoo
  • Minhyuk

 

Disclaimer : Warning of typo(s), the bad words and the casts are very OOC. Also posted in here.

 

Background Music :

  • Taeyeon – Love, That One Word
  • Krystal – All of a Sudden

 

»«

Mala mini terasa benar-benar menusuk jiwa, meremasnya, dan melemparnya jauh. Sampai-sampai ragaku benar-benar tak merasakan kehadirannya. Jiwaku terlemoar jauh bersama hati yang terluka. Wlaaupun begitu, rasa sakit ini masih tetap saja terasa. Takkan hilang sekalipun aku seudah tak bernyawa.

Malam ini, malam yang kelam. Aku semakin merasa tersiksa tinggal disini. Rumah ini mewah, bahkan apapun yang tidak kuinginkan sudah tersedia tanpa aku memintanya. Luas, aku harus menuruni tangga sebanyak 3 kali jika ingin pergi ke dapur ketika malam. Aku terlengkapi.

**

‘Tap…Tap…Tap’

Derap langkahnya terdengar nyaring pada seluruh penjuru rumah, mungkin karena suasananya sudah sepi. Semua penghuni rumah sudah terlelap, bahkan para pekerjanya sudah terlihat tidak ada. Jelas saja, ini sudah tengah malam.

Setelah hampir 2 jam memperhatikan rembulan dari jendela kamarnya yang berada di lantai 3, pria ini merasa lapar. Ia ingin mengambil sesuatu di dapurnya yang berada di lantai dasar. Ini melelahkan.

Sehun, pria itu sempat melewati sebuah kamar besar. Kamar ayahnya, bersama wanita jalang itu. Langkah Sehun terhenti, otaknya kembali berputar pada kejadian 9 tahun lalu, saat usianya 9 tahun…

Langkah kecil laki-laki ini terdengar sangat bersemangat, dengan ransel yanga da di punggung. Tangan kanannya memegang selembar kertas HVS, itu hasil ujian akhir Matematika miliknya. Hari ini ibunya berulang tahun, dan Sehun akan menjadikan nilai sempurnanya sebagai hadiah. Ibunya pasti bangga.

“Ibu, Sehun sudah pulang”

Sehun membuka pintu rumahnya yang besar, kemudian segera masuk tanpa melepas sepatu sekolahnya. Dengan asal, Sehun melempar tasnya ke lantai, nanti ada pembantu yang merapihkannya.

Mata Sehun bercelingak-celinguk mencari ibunya, ia berjalan menuju kamar besar, itu adalah kamar orang tuanya. Sehun yakin ibunya ada disana.

Tangan Sehun sudah berada pada kenop pintu sampai ketika terdegar suara pecahan kaca yang sangat keras dari dalam. Sehun terdiam, apa ayah dan ibunya bertengkar?

Dengan tubuh bergetar, Sehun berusaha memutar kenop into dan mendorongnya. Masuk ke dalam kamar dengan wajah yang sangat tegang.

Matanya membulat apa yang telah terjadi? Sehun melihat ayahnya duduk disebuah kursi mewah di pojok ruangan dan tengah meminum vodka. Ibunya terlihat terlelap diatas ranjang besar, wajah wanita itu terlihat cantik sekali. Sangat menawan.

Tapi, bukan itu yang mengejutkan sang Sehun kecil, lantai kamar ini dipenuhi darah, dan ada sebuah botol bir yang oecah.

Mata lelaki ini memanas, menatap ayahnya. Pria itu tidak memperdulikan kehadiran Sehun, ia hanya terpejam dan terus menikmati vodka miliknya. Sehun berjalan pelan menghampiri ranjang, semakin dekat sampai ia sadar wajah ibunya sangat pucat. Ia mendekat dan naik ke atas ranjang.

Matanya memanas, setelah memeluk dan mencium ibunya, Sehun sadar ibunya tidak bernafas, tidak bergerak. Dan satu kenyataan yang membuat tangisnya pecah, ibunya meninggal.

“Biarkan. Dia pantas menerima itu. Biarkan dia terlelap.”

Sehun menoleh kearah ayahnya, apa pria itu sudah gila?

 

Ayahnya menatap Sehun tajam, “Dia melarang ayah untuk menikahi gadis yang ayah cintai. Kau akan mengerti disaat usiamu sudah dewasa. Sekarang kembali ke kamarmu dan jangan bicara apapun yang kau lihat saat ini kepada siapapun.”

Sehun masih terdiam. Ia takut, ia tak mengerti apa yang dimaksud ayahnya barusan. Menikahi gadis yang ayahnya cintai? Bukankah itu ibunya?

“Apa kau tidak mendengarku? Kka!” bentak Ayah Sehun dengan mata memerah.

Sehun segera berlari dan meninggalkan ruang neraka itu, membiarkan kertas hasil ujiannya tergeletak di lantai, menyatu dengan darah yang ia yakini adalah darah ibunya.

**

“Anda harus menuruti perintah tuan. Jangan mengecewakannya, kesehatan tuan belakangan ini menurun. Anda mengerti maksud saya ‘kan?”

Gadis itu masih terdiam di kursinya, menyimak baik-baik penjelasan tangan kanan ayahnya.

Mereka berada di ruang kerja milik ayah gadis itu. Suasana tersa hening, Jessica masih terdiam. Mungkin ia terkejut medengar ucapan Tuan Kim.

 

“Apa aku harus melakukannya? Umurku baru 17 tahun.”

Tuan Kim tertawa kecil, kemudian membenarkan posisi duduknya dan kembali menatap putri atasannya itu.

“Kau memang harus melakukannya, Jessica. Direktur adalah teman dekat pemilik Oh Corp. Beliau tidak akan mengecewakan sahabatnya itu dengan membatalkan perjodohan ini.”

Sooyeon tersenyum miris, “Ya, kau benar”

Gadis itu berdiri dengan tersenyum miris, “-Ayah hanya memerlukan aku sebagai korbannya. Ayah akan membuatku kecewa. Benarkan?”

Tanpa mendapat jawaban, Sooyeon segera melangkah keluar dari ruangan tersebut. Ia sangat muak dengna semuanya.

‘Tap…Tap…Tap’

Gadis itu berjalan menyusuri koridor perusahaan ayahnya, sesekali memejamkan mata atau menghempaskan nafas berat. Ia masih sekolah, umurnya maish 17 tahun. Dan dia harus menikah dengan seseorang yang tidak ia cintai? Menyedihkan.

**

Jessica Jung, gadis cantik dengan rambut cokelatnya lurus dibawah bahu. Tubuhnya ramping, pipinya tirus, ia memiliki dua bola mata yang berlensa cokelat. Membuatnya tampak seperti Barbie hidup.

Sehabis dari perusahaan ayahnya, Jessica langsung menuju sekolahnya, Seoul School Of Arts.

Wajah gadis itu terlihat datar, tak ada ekspresi apapun. Ia benci segala yang ada di dunia ini. Selama 17 tahun ia hidup, hanya ayahnya lah yang mengatur semuanya. Merancangnya seperti sebuah boneka tali dan beliau dapat mengaturnya hanya dengan menggerakkan tali-tali tersebut.

Jessica melangkah masuk ke kelasnya, ternyata kelas masih sepi. Gadis itu berjalan kearah kursi pojok kanan belakang, tempat duduknya.

Ia segera meletakkan tasnya dan mengambil ponsel dari kantong rompi seragamnya, memasang earphone dan mendengarkan music yang mungkin dapat menenangkan pikiran dan hatinya pagi ini. Hanya music bahkan menangis saja Jessica tidak bisa. Ia selalu berfikir menangis adalah kelemahan yang melakukanm dan ia adalah gadis yang kuat. Seingatnya, terkahir kali ia menangis adalah 4 tahun yang lalu. Saat ibunya meninggal karena mengidap kanker hati.

**

06.40 KST, Seoul School of Arts.

 

Suasana penjuru sekolah menjadi ramai, semua siswa dan siswi sekolah ini sibukmembicarakan Sehun, pria tampan dan kaya raya itu, ayahnya adalah oemilik sekolah ini.

 

Kejadian ini sudah sangat sering terjadi, ketika Sehun datang semua akan menjadi ramai. Tapi, tetap saja, murid-murid tak bosan mengagumi pria itu, mungkin karena tak ada satupun yang terlihat tak menarik dari sosok Sehun.

Pria itu berjalan santai dengan tangan kiri yang berada di dalam saku celananya, ransel hitam digantungnya pada bahu kanan, dan ,melangkah tanpa memperdulikan mata-mata yang sedang menatapnya takjub.

 

“Kau selalu terlihat menarik, Sehun.”

 

Pria itu menoleh, berdecak lidah menatap pria yang tak kalah tampan disampingnya. Kai, ia adalah salah satu dari sedikitnya orang yang ia percayai.

 

“Mereka saja yang selalu berlebihan memberikan respon,” ucap Sehun dengan nada sombong, suaranya terdengar sexy. Dia benar-benar sosok yang bisa meluluhkan hati setiap wanita.

Kai memutar bola matanya, “Aku dengar Kim Myungsoo mengikuti gayamu! Ia mencoba melebihi dirimu, mencoba! Berani-beraninya dia!”Pria berkulit hitam itu memberikan kabar dengan wajha santai.

“Emmmm,”Sehun hanya memberi respon sederhana.

“Dia selalu ingin mengalahkanmu, Sehun!” lanjut Kai, “-Walau aku tahu ia selalu tak mampu mencapai harapan itu.”

 

Sehun tersenyum sinis, “Dia benar-benar ingin mati.”

Ah. Kai senang jika Sehun akan menindas seseorang. Suasana akan terlihat menantang, sekolah akan ramai. Menindas adalah kegiatan menyenangkan bagi Kai. Apalagi jika ia menindas bersama Sehun, sahabatnya itu adalah orang yang paling disegani seluruh siswa di sekolah ini.

Kai menepuk bahu Sehun, “Dan aku yang akan menyediakan kuburannya,”

Kemudian kedua pria tampan itu tertawa bersama seraya menuj kelas mereka.

**

“Myungsoo-ya….”

 

TBC

 

Hai~ Gimana reviewnya buat prolog. Kalau suka bakalan aku lannjutin. RCL juseyo~

 

 

38 thoughts on “Dark Night ( Chapter I )

  1. Waaa prolognya keren,,, apa lagi HUNSICA si couple kaporit hehehe
    Ditunggu next nya ya thor,, oh ya masih banyak typo(s) itu,, aku harap author lebih ngeperhatiin lagi tulisannya,, gomawo🙂

    • hehe, terimakasih atas sarannya, iya soalnya aku nulisnya juga keburu nih, cuman ditengah waktu sempit jadi gasempat ngedit :3 terus minjem wifi sekolah hehe:3

  2. Wah chap 1 keren bgt buat aku penasaran deh. Ditunggu bgt chingu yg chap 2 nya. Semangat ya chingu utk lanjutin ni ff words nya jyga dibanyakin

  3. Wahh keren, seru ceritanya.
    Ampun deh ayahnya Sehun sadis bgt, masa istrinya di bunuh gitusih serem ahh..
    Pasti tuh Sica dijodohin ama Sehun, ya kan thor #soktau😀.. Apaan tuh Kai, kompor bgt sih, wah Kai bahagia kalo Sehun mau nindas orang, ikutan dong #plakk wkwk😀

  4. Prolognya keren, bikin yg ngebaca jadi penasaran akan kelanjutannya.
    Wanita yg Sehun sebut ‘jalang’ itu siapa? Apakah gadis yg ayah Sehun cintai itu?!
    Siapa kah namja yg akan dijodohkan ama Sica?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s