Dark Night ( Chapter II )

couple-under-night-sky-star-anime-love-art-desktop-694x417

DARK NIGHT (Chapter II)

Author : Jeevisc

Genre : Drama, sad, angst, Romance, OOC

Rating : PG

Length : Multichapter;Series;Freelance

Main Cast :

  • Jessica Jung
  • Oh Sehun
  • Tiffany Hwang

Support Cast :

  • Kim Kai
  • Kim Myungsoo
  • Minhyuk
  • Im Yoona
  • Seo Joohyun
  • Kim Ryeowoook
  • Kim Junmyeon

Disclaimer : Warning of typo(s) and the casts are very OOC><

Background Music :

  • Taeyeon – Love, That One Word
  • Krystal – All of a Sudden

P.s : Tulisan miring untuk flashback dan perkataan dalam hati.

»«

Kai menepuk bahu Sehun, “Dan aku yang akan menyediakan pemakanannya”

Kemudian kedua pria tampan itu tertawa bersama seraya menuju kelas mereka.

**

“Myungsoo-ya…”

Pria berambut hitam yang merasa namanya dipanggil menoleh kebelakang. Sebenarnya ia malas, karena dia tahu siapa yang memanggilnya.

Gadis itu, Jessica sedikit berlari kecil menghampiri Myungsoo. Ia berniat mengajak Myungsoo pergi ke perpustakaan sekolah, biasanya hanya pria itu yang menemaninya di jam istirahat seperti ini.

Tentu saja hanya Myungsoo, karena hanya pria itulah yang menjadi temannya disekolah. Selain tidak pandai bergaul, Jessica adalah gadis yang tidak mempedulikan orang disekitarnya. Ia lebih memilih tidak mengenal siapapun disekolah ini, mereka semua hanyalah manusia yang rendahan, mengandalkan harta orangtuanya untuk bergaya, dan banyak omong.

Myungsoo menatap Jessica yang mendekat, ia bingung harus bagaimana. Ucapan Minhyuk kemarin sore terus terngiang dibenaknya.

“Jika kau ingin mengalahkan pria itu, kau harus menghindari gadis aneh itu” Pria tampan itu memberikan saran kepada sahabatnya sambil memasukan seragam sekolahnya kedalam loker.

Myungsoo dan Minhyuk akan berlatih basket, suasana masih ramai disore itu, banyak yang mengikuti kegiatan extrakulikuler.

“Jessica maksudmu? Apa hubungannya Jessica dengan tekadku mengalahkan Sehun?” Myungsoo melepas earphone-nya dan fokus memperhatikan Minhyuk.

Pria berparas tampan itu tersenyum miring, “Tentu ada. Kau ini gimana sih.. katanya mau mengalahkan Sehun” Minhyuk memutar kedua bolamatanya, “Dengar ya, kau tahukan Sehun itu tidak pernah salah memilih teman. Semua orang yang bergaul dengannya adalah orang-orang terkenal dan kaya. Begitu juga perempuan, Yoona sang putri sekolah saja menyukai dirinya. Dan kau..Myungsoo, pria yang ingin mengalahkannya tetapi bergaul dengan gadis seperti Jessica.”

Myungsoo memasang ekspresi bingung, ia tak mengerti penjelasan sahabatnya ini.

Minhyuk mendengus kesal, “Jessica memang kaya, siapasih yang miskin disekolah kita.. Tapi, aku yakin tidak semua murid sekolah mengenalnya. Paling hanya beberapa orang. Dia gadis yang tidak terkenal, dingin, menyebalkan, dan juga sombong. Kau tidak akan bisa mengalahkan Sehun jika masih berteman dengan gadis sepertinya. Kau harus berteman dengan gadis-gadis berderajat tinggi disekolah ini. Mengerti?”

Minhyuk terdiam, jadi dia harus menghentikan pertemanan ini? Tapi, Jessica gadis yang baik dan mampu membuatnya nyaman. Jika ia berhenti menjadi teman Jessica, gadis itu takkan punya teman, bukan?

“Pikirkan saranku. Semoga kau bisa mengalahkan Sehun, aku pun muak dengan pria sok tampan itu”

“Kenapa terburu-buru? Temani aku ke perpustakaan, ya? Aku ingin meminjam buku sastra bahasa”

Myungsoo masih terdiam, Jessica sudah ada dihadapannya sekarang.

“Ayo..”

“Jess..,” Myungsoo menepis tangan Jessica yang menarik lengannya, gadis itu menoleh dan memberhentikan langkahnya.

Myungsoo menarik napas, “Aku sedang tidak ingin ke perpustakaan. Aku ingin ke kantin, perpustakaan adalah tempat yang membosankan”

Jessica terdiam, Myungsoo pernah bilang kalau perpustakaan itu adalah tempat menyenangkan. Banyak hal baru yang dapat kita temui di dalam perpustakaan, lalu? Kenapa pria itu malah seperti ini sekarang?

“Aku bosan. Dan aku sadar, aku juga bosan berteman denganmu..”

Jessica terdiam dengan bola mata membulat, Myungsoo kenapa, sih?

Myungsoo mengelus rambut Jessica, “Maaf..Aku tidak bisa menjadi temanmu lagi. Anggap saja kita tidak pernah kenal”

Setelah mengatakan itu, Myungsoo membalikan tubuhnya dan berjalan ke arah kantin sekolah.

Jessica menatap punggung Myungsoo yang mulai menjauh, telapak tangannya mengepal keras. Jessica tersenyum getir,

“Tak kusangka, Myungsoo juga rendahan”

**

“Kau pikir kau hebat?”

Lagi-lagi sebuah penindasan, pria itu berdiri sambil bersidekap dada. Pria lain yang menjadi targetnya saat ini sudah tergeletak tak berdaya disisi koridor.

Para murid yang seharusnya sudah kembali ke rumah malah asyik mengerumuni dirinya, melihat apa yang terjadi lagi.

“Hajar lagi saja” Kai, pria yang bersandar di sisi koridor tersenyum sinis kearah pria yang sudah tergeletak itu, ia belum puas walau sudah melihat wajah Myungsoo yang lebam-lebam.

Sehun bersikap dingin, “Aku sudah pernah bilang, jangan coba menyaingi diriku. Kau ini memangnya bisa apa, sih?”

Myungsoo terdiam, wajahnya terasa berdenyut. Sudut bibirnya mengeluarkan darah, ini sakit sekali. Dia tidak bisa melawan, tak ada yang menolongnya. Kenapa sih semua murid memihak pada Sehun?

‘Tap..Tap..Tap’

Hentakan sepatu Jessica terdengar lantang dipenjuru koridor sekolah, sedari tadi tatapannya fokus pada layar ponsel miliknya. Jessica mencoba menghubungi supirnya untuk segera menjemputnya, seperti biasa.

Selesai mengirimkan pesan, Jessica memasukkan kembali ponselnya kedalam saku seragamnya dan berjalan dengan ekspresi datar.

Tapi kemudian langkahnya melambat. Jessica mengernyitkan alisnya,

“Sepi sekali..” Gadis itu memperhatikan penjuru koridor, hanya beberapa murid yang berlalu-lalang.

Bel sekolah baru berbunyi 10 menit yang lalu, kenapa secepat itu orang-orang meninggalkan sekolah?

Tunggu, Jessica memutar kedua bolamatanya. Ia tahu kenapa area koridor terasa sepi, ini pasti ulah pria itu.

Jessica tidak pernah melihat wajahnya, tapi ia tahu karena pria pembuat onar itu selalu jadi topik pembicaraan murid SMA Jesu. Terlebih para siswi, memangnya semenarik apa pria itu?

Jessica tidak peduli, ia terus berjalan sampai akhirnya melihat jalan ujung dekat gerbang utama gedung sekolah dikerumuni oleh para siswa siswi. Pasti disana.

Jessica kembali melangkah sambil mendengus, kenapa harus menghalangi jalannya? Menyebalkan.

Karena tubuhnya yang ramping, Jessica berusaha menyelip ditengah kerumunan. Kemudian ia berhenti dan terdiam.

Ternyata ini, Jessica melihat pria dengan ekspresi datar berdiri ditengah-tengah dengan tatapan membunuh, kaki kanannya berada diatas perut seseorang yang tergeletak dilantai koridor.

Itu Myungsoo, yaampun apa yang terjadi dengan pria itu? Wajahnya lebam dan ada darah disudut bibirnya, apa ini ulah pria yang sedang berdiri itu?

‘Ah apa peduli, ku?’

Jessica kembali berjalan sampai ketengah kejadian, membuat para murid yang melihat tercengang dan bingung. Untuk apa perempuan itu kesana?

Jessica mendengar beberapa murid berbisik tak menduga, tapi Jessica Jung adalah orang yang tidak peduli apapun. Jessica terus melangkah sampai Sehun menghalangi jalannya.

“Kau temannya?” Sehun berkata dingin, kemudian tersenyum sinis kearah Jessica. Pria itu tidak mengenal Jessica, tapi demi apapun gadis itu telah berani mengganggunya.

Jessica menatap ke arah Myungsoo yang melihatnya, kemudian ia kembali menatap Sehun dengan tatapan tak kalah dingin.

“Aku bukan temannya. Aku hanya ingin lewat, dan kau menghalangi jalanku”

Kai yang melihat kejadian itu sudah tidak bersender, kini ia berdiri mendekat. Wah, semakin menarik saja. Siapa gadis itu? Berani-beraninya dia menganggu acara senang-senangnya dengan Sehun, menindas Myungsoo.

Sehun tersenyum sinis, “Kau berani menyalahkanku?” Pria itu melangkah maju dan mencoba mendekat pada Jessica, gadis itu mundur sedikit dengan tatapan kesal.

“Kau pikir kau siapa? Kau memang menghalangi jalanku. Kalau ingin menghajar orang, jangan disekolah. Aku dengar, kau ini pria yang cerdas, tapi aku ragu…” Jessica tersenyum sinis, “Apa kau tahu fungsi sekolah itu untuk apa?”

Sehun terdiam menatap gadis itu. Demi Tuhan, siapa gadis ini? Dia telah mempermalukannya di depan banyak orang.

“Maaf, aku ingin segera pulang. Jadi menyingkirlah..” ketika Jessica berjalan melewati Sehun, bahu keduanya bersentuhan.

Sehun merasa ada sengatan listrik dalam tubuhnya, kemudian ia menoleh kebelakang dan menatap punggung gadis yang hilang ditikungan jalan.

Tangan Sehun mengepal keras, ‘Takkan ku ampuni kau..’

**

Sebuah mercedez hitam mewah memelankan lajunya, membunyikan klakson dan gerbang besar itu dibukakan oleh security.

Mobil itu kembali melaju memasuki pekarangan rumah bernuansa eropa itu, halaman depannya sangat luas, rumah ini terlihat seperti istana kerajaan.

Jessica turun dari mobil dan melangkah menuju pintu utama. Saat ia masuk kedalam, seorang pria dari arah berlawanan berjalan dengan memegang sebuah map coklat ditangan kanannya.

Jessica mengernyitkan alisnya, ia tidak mengenal pria itu. Gadis itu tahu rekan dan bawahan ayahnya memang sangat banyak, tapi hanya beberapa saja yang boleh kerumahnya. Yang lain hanya bisa bertemu diluar, dimanapun itu selain dirumahnya.

Tapi Jessica kemudian mengangkat bahunya acuh, ia kembali berjalan dan menemukan tuan Kim tengah menikmati teh di ruang tamu.

“Anda sudah pulang, nona?” Tuan Kim berdiri dan membungkukan badannya, berusaha menyambut Jessica dengan sopan selaku pemilik rumah ini.

Jessica mengacuhkan Tuan Kim, gadis itu masih mengingat perbincangan mereka pagi tadi.

“Dimana ayah?” Jessica malah balik bertanya dengan nada datar.

Tuan Kim tersenyum, ia sudah mengenal Jessica sejak gadis itu masih berumur 3 tahun. Lelaki itu sudah tahu sifat Jessica. Dulu, gadis itu adalah gadis yang tidak sedingin ini walaupun dari awal Jessica memang bersifat pendiam, namun gadis itu masih murah senyum.

Semenjak ibunya meninggal, Jessica lebih tertutup lagi. Bahkan ia jarang tersenyum. Ryeowook tahu putri atasannya ini butuh kasih sayang, tapi direktur terlalu sibuk dengan bisnisnya. Ryeowook memaklumi itu, bagaimanapun juga direktur bekerja keras untuk masa depan Jessica.

“Apa yang sedang kau pikirkan? Jawab pertanyaanku”

Tuan Kim segera membuyarkan kenangannya tentang nona Jessica, “Tuan sedang ada meeting penting bersama client-nya yang datang dari Jepang, mereka sedang membahas proyek besar yang sangat menguntungkan. Sepertinya direktur akan pulang malam, ia ada janji makan malam dengan Tuan Oh, pemilik Oh Crop”

Jessica tersenyum sinis,

“Aku hanya bertanya dimana dia. Bukan menanyakan apa yang ia lakukan, Ryeowook”

Gadis itu berlalu menaiki tangga, Ryeowook menatap punggung Jessica dan menggeleng.

Dulu, Jessica memanggilnya dengan sebutan ‘Paman’ dan ‘Tuan’, tapi sekarang gadis itu hanya menyebutnya dengan nama saja. Ryeowook sedih melihat perubahan gadis kecil itu.

**

“Semua sudah beres, pak”

Pria paruh baya itu membuka map coklat yang baru saja diserahkan anak buahnya.

“Bagus! Terimakasih, Junmyeon”

Pria yang disebut ‘Junmyeon’ itu tersenyum bangga dan membungkukan badannya, “Saya senang membuat tuan senang”

Ya, Junmyeon adalah pria muda yang hebat. Dia sudah menjadi orang yang sangat dipercayai diperusahaan ini, terutama oleh direktur.

Pria itu masih muda, umurnya baru 22 tahun, dan dia selalu membuat hasil yang memuaskan dalam setiap tugas yang diberikan.

“Bicaralah dengan anakku”

Junmyeon mengernyit, “Tentang apa?”

“Tentang rencana ini, bicarakan dengan perlahan dalam situasi yang hangat”

Junmyeon mengangguk, “Baik, pak”

“…Saya akan membujuknya perlahan. Jika sudah tidak ada yang dibicarakan, saya izin keluar”

“Ya, silahkan”

**

“Kau lihat gadis itu? Menyebalkan sekali. Berani-beraninya dia bersikap seperti itu”

Seorang gadis langsung menjatuhkan tubuh rampingnya di ranjang empuk miliknya. Selama perjalanan, gadis itu terus mendengus kesal.

“Aku pikir dia hanya ingin mencari sensasi, mengingat Sehun adalah pria yang terkenal” gadis lain yang mungkin adalah temannya itu terduduk disofa kamar, kemudian mengambil remote tv dan mencari channel yang dapat mengurangi kebosanannya.

Yoona, gadis itu bangkit berdiri dan berjalan menghampiri sahabatnya yang sedang asyik mencari channel televisi.

“Apa kau mengenalnya, Seo?”

Gadis berambut cokelat disebelahnya hanya mengangkat bahu, “Bahkan aku tidak pernah melihatnya. Sepertinya dia gadis yang tidak selevel dengan kita, mengingat penampilan sederhananya tadi”

Gadis berambut pirang itu mendengus kesal, siapapun gadis itu, dia telah mempermalukan Sehun. Gadis itu terlihat sangat sok sok-an, gayanya terlihat sangat menantang Sehun. Huh, mengingat ekspresi gadis itu menbuat emosi Yoona kembali menyulut.

“Berani-beraninya dia mempermalukan kekasihku..” Yoona mendengus kesal dan menghentakkan kakinya, entah mengapa ia sangat kesal melihat gadis itu. Memuak-an, gadis itu terlihat sok jagoan didepan Sehun, dan mempermalukan Sehun.

Seohyun, atau gadis ber-nametag Seo Joo Hyun memutar bolamatanya, “Sehun bukan kekasihmu, Yoona”

Yoona memanyunkan bibir tipisnya, “Setidaknya sebentar lagi Sehun akan menjadi kekasihku. Huh, kau menyebalkan sekali. Ah aku semakin kesal saja” Yoona mengacak-acak rambutnya, membuat Seohyun bergidik dan kembali fokus pada layar televisi.

Im Yoon Ah, Seohyun sangat mengenal sahabatnya ini. Entah mengapa Yoona selalu bersikap berlebihan jika menyangkut Sehun, mungkin gadis itu benar-benar menyukai Sehun. Sebenarnya keduanya terlihat cocok, seorang Yoona yang notabene-nya adalah primadona sekolah, dan Sehun yang selalu dijuluki pangeran misterius terlihat sempurna jika menjadi sepasang kekasih.

“Seo, aku akan memberi pelajaran gadis menyebalkan itu. Ya, tekad-ku sudah bulat. Ah kenapa dia sangat menyebalkan sekali, dia telah mempermalukan kekasihku. Tidak akan kubiarkan”

Seohyun menutup telinganya, kemudian bangkit berdiri dan memutuskan untuk berbaring diranjang milik Yoona.

“Terserah kau saja. kau sudah mengatakan hal itu beribu kali selama kita di dalam mobil”

Yoona terlihat berpikir, kemudian ia kembali memanyunkan bibirnya. Ia tidak peduli jika memang dirinya sudah mengucapkan kalimat itu secara berulang-ulang, yang pasti ia sangat kesal.

Sehun terlihat sangat tampan dan berwibawa jika habis menindas seseorang, setidaknya bagi Yoona seperti itu. Dan gadis itu,- Jessica- membuat Sehun terdiam kaku, huh, menyebalkan!

“Oh ya, tadi Sehun sangat tampan ya, Seohyun..”

“Apa saja, terserahmu”

**

Sedari tadi Sehun terus meminum vodka yang ada didepannya, ini sudah berlebihan. Pria disampingnya terus melarang Sehun, tetapi Sehun bertindak acuh dan terus meminum alkohol itu.

Kedua pria yang usianya terpaut sekitar 5 tahun ini sedang berbincang dibar khusus di dalam rumah mewah Sehun. Suasanya rumah sudah sepi, para pelayan sudah beristirahat karena jam sudah menunjukan pukul 11 malam.

Sehun tahu ayahnya belum pulang, sepertinya sibuk dengan urusan bisnis. Wanita murahan itu, Sehun tersenyum sinis mengingat hal itu. Wanita itu selalu mengunci kamar ayahnya jika ayah Sehun belum pulang, ia takut jika Sehun ada dirumah. Karena tak segan-segan Sehun akan bertindak kasar padanya, tak peduli jika ayahnya akan memarahinya nanti.

Kamar mewah itu tak pantas untuk wanita itu, itu kamar ibunya, Sehun akan mencari cara supaya wanita itu pergi dari rumah ini.

“Anda sudah terlalu banyak minum, Sehun”

“Jadi hanya itu yang akan kau bicarakan padaku, Junmyeon?”

Sehun menatap Junmyeon dengan tatapan kabur, kepalanya terasa pening, mungkin ia memang terlalu banyak minum malam ini.

“Ya, dan saya mohon jangan bertindak bodoh”

Sehun tersenyum sinis, “Kau terlalu banyak membuang waktuku, Junmyeon. Walau kau tidak memberitahukan ini terlebih dahulu padaku, tetap saja aku tidak bisa menentangnya, bukan? Kau..”

Sebelum ucapan Sehun selesai, Junmyeon sudah berdiri dan membopong Sehun menuju kamarnya. Laki-laki itu sudah mabuk, padahal besok Sehun harus bersekolah.

“Junmyeon, sampaikan pada ayahku jika ia sudah kembali. Katakan padanya, aku membencinya setengah mati..”

‘Brak’

Sehun membanting pintu kamarnya dengan keras.

Junmyeon menggeleng, pria itu semakin aneh-aneh saja kelakuannya. Tentu Junmyeon takkan mengatakan itu pada direktur, karena Junmyeon tahu Sehun sedang mabuk. Nada suara Sehun tadi sangat terlihat bahwa pria itu sedang mabuk.

Junmyeon tersenyum dan kembali ke lantai bawah, menanti tuannya yang belum tiba. Direktur bilang, ia sedang ada acara makan malam dengan rekan kerjanya, sekaligus calon besan-nya.

-TBC-

Haii gimana dengan update cepatnya/? :3 >< ini updetan ff tercepat yang pernah aku buat :3

36 thoughts on “Dark Night ( Chapter II )

  1. wah ff yg chap 2 ini bagus bgt,greget dan yg buat aku tambah seneng lagi words nya panjang bgt suka,suka,suka bgtbdeh sama chingu. Jessica berani amat sama kepala puak di sekolah moga hari-hari mu disekolah gk digangguin ama sehun ya. cepet update dong chingu penasaran bht sama yg chap 3,words nya juga banyakin ya chingu

  2. Anyeonghaseyo thor aku seorang gorjess jga nich
    ff-nya bgus thor bkin pnasaran…
    maaf ya aku bru coment di chapter 2…
    pkoknya ini ff hrus di lnjut ya thor….hwaiting!!!

  3. seru, suka karakternya sehun yg agak berandalan🙂
    pasti yoona mau ngebully jessica, aish kenapa juga sih sikap myungsoo berubah begitu.
    oh mai gat ada apa ini ayah jessica lg ada bisnis sama perusahaan oh crop. aku jadi berpikir kalo nanti jessica sehun bakal dijodohin🙂 haha
    tetap semangat chingu buat chapter 3nya, ditunggu ya. kkk-

  4. Tambah seru nih, akhirnya Jess ktemu ama Sehun walaupun belum saling kenal setidaknya udh ktemu😀
    Ya ampun Myungsoo ga kasian apa ama Jess, gara” pengen ngalahin Sehun dia malah ninggalin Jess T.T
    Wah Yoona cari gara-gara ama Jess tuh, penasaran ntar reaksi Yoona kalo tahu ternyata Jess itu bukan orang sembarangan haha #ketawajahat
    Ditunggu next chap thor ^^

  5. Myungsoo tega banget deh ke Sica -,-
    Jangan bilang klo si Yoona mau ngebully Sica >_< semoga aja Sica bisa ngelawan klo ada yg gangguin dia karena 'Sehun'

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s