[Songfic] That One Person, You

just-one-person-you2

That One Person, You

PinkCherry storyline

Main Cast
Jung Sooyeon, Byun Baekhyun

Support Cast
Kim Taeyeon, Jung Soojung, Cheon Sarang (OC),

Hurt | T | Songfic of That One Person, You (2551 word)

Thanks for the amazing poster by Hanhra @ Poster Channel

Happy Reading

.

Is this what love is?
Does it hurt the more you do it?

Aku berjalan di koridor kampus dengan wajah menunduk. Kututupi kening indahku dengan poni panjang yang tak kunjung ku potong.

“Hei, Sooyeon-ah!!” 

Aku tersentak. Seseorang tiba-tiba merangkulku dan mengiringiku berjalan. Dadaku berpacu dengan cepat. Aku menggigit bibirku, menahan rasa gugupku. Aku tersenyum tipis padanya. Membiarkannya merangkulku dan menikmati kehangatan dan kenyamanan yang ia berikan.

“Ah, Taeyeon-ah annyeong! Bagaimana tidurmu tadi malam?”

Dan rangkulan itu terlepas. Tangan hangat itu tiba-tiba saja beranjak dari pundakku dan memeluk seorang gadis dari belakang. Aku membeku melihatnya. Mataku perih, hatiku sakit melihat mereka. Sungguh.

The more I get closer to you
My feelings grow bigger

“Kau mau ke kantin bersamaku? Taeyeon meninggalkanku bersama Tiffany,”

Baekhyun menatapku penuh harap. Ku anggukan kepalaku seraya tersenyum tipis. Apa sekarang aku sudah cukup dekat dengannya? Kupikir, iya, mungkin. Tapi…,

“Ah, Sujeong-ah, Sulli-ya, Yerin-ah. Kau mau ikut denganku dan Jessica? Chanyeol, BamBam, dan Taehyung sudah menunggu di kantin,”

Dan aku kembali terdiam. Sepertinya tidak. Dia bersikap seperti itu pada semua orang. Tapi kenapa perasaanku justru semakin besar?

It scares me

Aku berjalan menapaki trotoar. Seperti biasa kepalaku terus menunduk, menatap batu-batu kerikil yang terus kutendang-tendang.

Kutolehkan kepalaku kebelakang dan melihat Baekhyun yang sedang melambaikan tangannya ke arah Taeyeon yang berada di seberangnya. Ia tampak begitu bersemangat dan segera menyeberangi jalan raya.

Aku menatapnya lemas. Namun tiba-tiba aku melihat sebuah sebuah mobil melaju cepat ke arah Baekhyun. Dengan kekuatan penuh aku berlari dan mendorongnya dengan cepat dari mobil itu.

BRUKK!!!

Aku merasakan sekujur tubuhku merasakan sakit yang sangat dalam. Aku meremas rok seragamku yang sudah penuh dengan darah, mencoba menahan rasa sakit ini. Samar-samar aku melihat seorang lelaki menatapku dengan tatapan cemas. Aku tersenyum tipis. Baekhyun…

<><><>

Such a precious person to me
That person, who won’t ever come again

Baekhyun mengguncangkan tubuh dokter yang berada di hadapannya. Matanya berkaca-kaca. Ia menangis.

“Sooyeon tidak benar-benar meninggal, ‘kan, dok? Kumohon katakan kau hanya bercanda!!” Baekhyun berseru keras. Taeyeon yang berada di sebelahnya segera menenangkannya.

Baekhyun menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Tidak percaya dengan apa yang baru saja ia alami. Ia terduduk di lantai dingin rumah sakit dan bersender di dinding. Ia memukul-mukul lantai rumah sakit itu.

“Jung Sooyeon kenapa kau menyelamatkanku?”

That’s for me, that’s enough
Just the fact that I love you

Oppa sebenarnya Sooyeon sudah lama mencintaimu. Dia banyak menuliskan namamu di buku hariannya,”

Soojung menyerahkan sebuah buku harian biru pada Baekhyun. Baekhyun yang menerimanya hanya terdiam mendengar ucapan Soojung.

Baekhyun membuka halaman pertama buku harian itu. Matanya perih melihat sebuah kalimat juga foto dirinya yang berada disana.

That one person who i loves is
Byun Baekhyun…

<><><>

The one person who can’t see me though I am looking
The one person who can’t hear me though I am calling

Aku menatap sebuah batu nisan di hadapanku yang di kelilingi banyak orang. Aku menggeleng tidak percaya. Air mataku terus menetes melihatnya. Aku… meninggal?

Aku menggoyangkan bahunya. Mencoba meminta penjelasan atas ini. Baekhyun, aku tidak benar-benar meninggal, ‘kan?

“Baekhyun!! Baekhyun-ah I am here. You can’t see me? Please, look at me! Baekhyun!! Please!”

Aku berusaha untuk membuatnya menoleh ke arahku. Senyumku mengembang ketika ia berdiri dan berbalik, menatap ke arahku seraya tersenyum manis.

“Taeyeon­­-ah,”

Aku membeku. Ia… melewatiku begitu saja.

Do you even remember me?
Do you even think of me?

Aku memasuki kamarnya. Menatap dirinya yang sedang duduk menyender di senderan ranjang mengenakan piyama biru sambil membuka sebuah album foto. Aku berjalan ke arahnya dan mengintip album itu.

“Terima kasih, Taeyeon-ah,”

Dan lagi-lagi hanya nama itu yang di sebutnya. Hanya nama itu yang ia ingat. Hanya nama itu yang ia sebut setiap malam. Hanya itu. Dan aku sadar. Album foto itu, adalah album foto Taeyeon.

Aku tersenyum getir. Mataku berkaca-kaca. Baekhyun, apa kau hanya mencintai seorang Kim Taeyeon? Apa aku… sama sekali tidak ada di pikiranmu?

Just once, please

Aku menatap wajah Baekhyun di salah satu bingkai foto di kamarnya. Aku mengelusnya dan tersenyum.

Cklek

Aku menolehkan kepalaku ke arah pintu. Kulihat Baekhyun menggerutu panjang lebar dengan seragam putihnya yang tampak penuh dengan bercak merah.

“Astaga Kim Taeyeon itu benar-benar. Ia membuat seragamku kotor begini,”

Aku terpaku. Bercak merah. Taeyeon. Lipstick. Jangan-jangan mereka…,

<><><>

The only thing can do is cry but
Like a fool, I am waiting

Baekhyun menatap buku harian Sooyeon yang di berikan Soojung tempo hari. Ia mengelus buku harian biru bergambar wanita dengan payung biru yang melindunginya dari hujan. Di sekitarnya terdapat pot-pot bunga warna-warni. Baekhyun tersenyum kecil.

“Sooyeon-ah nado saranghae,”

Dan air mata itu kembali jatuh. Air mata yang menemani Baekhyun beberapa hari ini semenjak kepergian Sooyeon. Taeyeon dan teman-teman yang lainnya berusaha menghiburnya seperti saat kemarin Taeyeon mengotori seragam putihnya dengan lipstick untuk mengerjainya.

Baekhyun kembali membuka buku harian itu. Menatap tulisan indah seorang Jung Sooyeon.

Aku berharap bisa bersama dengan Baekhyun untuk selamanya. I want he waiting for me

Baekhyun tersenyum dalam tangis. “Ya, aku akan menunggumu Jung Sooyeon,”

Please come to me now
Come to me just like this

Baekhyun melangkahkan kakinya di makam Sooyeon. Di tangannya bunga aster putih ia taruh di depan nisan Sooyeon.

“Sooyeon-ah apa kau baik disana? Kau di surga, ‘kan sekarang? Apa kau membenciku, hm? Aku minta maaf. Sungguh,”

Kat maaf itu entah sudah berapa kali ia ucapkan. Rasa bersalah itu masih saja menghantuinya. Apa sejahat itu kah ia sehingga tidak bisa mengetahui perasaan gadis mungil seperti Sooyeon? Sebodoh itu kah ia?

“Datanglah padaku Sooyeon-ah. Datanglah ke mimpiku dan jadilah bidadariku disana. Please, just in my dream. I want to say thank you, I am sorry, and I love you to you,”

My last wish is that one person, you

Baekhyun dan Taeyeon sedang duduk di atap rumah Baekhyun sambil melihat bintang-bintang di langit yang cerah. Mereka duduk bersebelahan dengan senyum mengembang satu sama lain.

“Hei, lihatlah Baekhyun-ah! Bintang jatuh. Kau bisa memohon sesuatu. Cepatlah!”

Taeyeon menunjuk beberapa titik bercahaya yang jetuh dari langit. Ia berdecak kagum melihatnya. Membuat Baekhyun terkekeh pelan.

“Itu hanya mitos Taeyeon-ah. Aku tidak percaya dengan hal seperti itu,” ungkap Baekhyun.

Taeyeon menoleh ke arah Baekhyun. “Eoh? Tapi apa salahnya mencoba, hm? I wish Sooyeon happy there. Say that Baekhyun-ah,” pinta Taeyeon mendesak.

Baekhyun mengangguk sambil tertawa kecil. Ia menyatukan kedua telapak tangannya dan memohon sesuatu. Yang aku inginkan hanya satu, dia…

<><><>

To you, I’m a small person
Just someone you know

Aku memundurkan langkahku. Rasa takut menjalar ke seluruh tubuhku. Aku terjebak di sebuah tempat serba putih. Aku berlari kencang, berusaha keluar dari tempat itu. Namun tempat ini seperti tidak berujung. Aku tidak bisa menggapai pintu keluar tempat ini meskipun aku terus berlari.

Tiba-tiba sebuah bayangan seorang lelaki tampan kutemukan. Lelaki yang selama ini membuat air mataku tumpah secara sia-sia. Lelaki yang membuatku rela menyerahkan hidupku begitu saja.

Dan bayangan itu, bayangan dimana kami pertama kali bertemu.

“Annyeonghaseyo, choneun Jung Sooyeon imnida,”

“Hei Sooyeon? Kau terlihat sangat cantik sungguh. Mau ke kantin bersamaku? Murid baru sepertimu pasti bingung, ‘kan?”

Dan saat itu dimana hatiku untuk pertama kalinya bergetar. Ketika ia menggapai tanganku dan menarikku ke kantin.

Mataku berkaca-kaca. Aku meremas gaun putih panjang yang kukenakan. Aku jatuh terduduk melihatnya. Ini sungguh menyakitkan. Melihat kenangan tak berarti yang sangat menyakitkan

That’s it for me, that’s enough
Just the reason of love

Aku memeluk lututku. Menangis dan menangis. Aku masih terjebak di tempat ini. Di tempat yang tidak ku ketahui nama dan letaknya. Bahkan aku tidak tahu bagaimana tempat ini bisa memperlihatkan bayangan masa lalu.

“Kau tidak apa-apa?”

Sebuah suara membuatku mendongak. Kulihat sesosok wanita cantik dengan gaun serupa denganku tersenyum ke arahku. Ia menjulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Kugapa tangannya dan menatapnya dengan tatapan bingung.

“Kau…, siapa?” tanyaku.

Wanita itu hanya tersenyum. “Aku ingin bertanya. Apa alasan kau mencintai Baekhyun, hm?”

Aku berpikir sebentar mendengar pertanyaannya. Aku tidak mendapat jawaban untuk pertanyaan wanita itu. “Kupikir cinta tidak memiliki alasan. Jadi aku mencintainya dengan alasan aku mencintainya,”

<><><>

The one person who can’t see me though I am looking
The one person who can’t hear me though I am calling

Apakah ini yang dinamakan ‘cinta’?
Sebuah hal menyakitkan yang membuat hatiku teriris ketika melihat berdua dengan perempuan lain.
Apa hanya aku disini yang merasakan rasa sakit karena cinta?
Dia, seseorang yang tidak bisa melihatku meskipun aku melihatnya dan seseorang yang tidak bisa mendengarku meskipun aku memanggilnya.
Seseorang, yang bahkan tidak mengetahui keberadaannya dihatiku…

Baekhyun membaca beberapa patah kata di buku harian Sooyeon. Ia sedang duduk sendiri di atap sekolah, membolos pelajaran sendirian. Membaca buku Sooyeon, itu alasan ia membolos pelajaran.

Baekhyun menutup matanya. Tangannya mengepal kuat melihat tulisan cantik penuh rasa sakit yang tergores di buku harian Sooyeon. Apa sejahat itu kah dia? Membuat hati gadis cantik itu tergores? Ya Tuhan!! Baekhyun benar-benar ingin mati sekarang juga.

Do you even remember me?
Do you even think of me?

Apa dia pernah berpikir tentangku?
Kupikir tidak
Apakah ia pernah mengingatku disini?
Sebagai seseorang yang terus menunggu cintanya meskipun hanya sebuah kebohongan?

“Setiap hari Sooyeon-ah. Aku terus mengingat dan berpikir tentangmu disini. Tapi, apa aku terlambat untuk mengatakannya?”

Perlahan, air mata itu tumpah. Air mata yang belakangan itu sering mengalir di pipi lelaki tampan Byun Baekhyun. Air mata penuh penyesalan yang mencerminkan bagaimana sedihnya ia. Tapi itu sudah terlambat. Penyesalan selalu ada di akhir. Dan saat itu, apa kesempatan akan datang lagi?

Just once, please

Hanya sekali saja, kumohon
Apa itu tidak bisa?
Kenapa kau terus menyebutkan nama lain yang membuat hatiku sakit?
Hanya sekali saja,
Sebut namaku,
Jung Sooyeon…

“Jung Sooyeon. Apa itu cukup Sooyeon-ah?

<><><>

That one person, you
You are my only love

“Aku mencintainya apa adanya. Dalam keadaan apapun dia, aku mencintainya. Seorang Byun Baekhyun,”

Aku menatap wanita yang mengaku sebagai malaikat cinta itu. Aku  tersenyum masam ke arah wanita itu.

“Kenapa kau tidak bisa menghilangkannya dari hatimu? Kenapa kau tidak bisa membuangnya bagaikan sampah seperti ia menyia-nyiakan gadis sebaik dirimu?”

Aku menunduk mendengar pertanyaannya. Namun aku tersenyum. Setitik air mataku jatuh. Aku mendongak dan menatap ke arahnya.

My heart can’t let you go
Just as much as I love you

“Karena aku tidak bisa membiarkannya pergi dari hatiku. Meskipun ia sampah yang sangat menggangguku, tapi aku tidak bisa begitu saja membuangnya. Aku sangat mencintainya. It’s love, right?”

Wanita itu tersenyum. Ia menjulurkan tangannya. “Aku, malaikat cinta, Cheon Sarang. Aku ingin bertanya lagi. Apa kau tidak merasa sakit? Kau menahan cintamu hingga seperti itu,”

Each minute and each second hurts so much

Aku terdiam mendengar ucapannya. Malaikat cinta, Cheon Sarang.

Walaupun aku tidak terlalu percaya tapi aku tetap menjawabnya.

“Memang. Hatiku sangat sakit. Setiap detiknya aku merasa hatiku tertusuk oleh pisau tajam. Setiap mengingat kenangan dan dirinya yang berada dnegan perempuan lain rasanya ku ingin menangis dan menangis. Aku ingin berteriak aku mencintainya dengan keras. Tapi? Aku hanya seorang gadis bodoh yang rela menahan rasa cintanya hingga ajalnya menjemput,”

<><><>

The one person who appears even when I close my eyes
The one person who is next to me even in my dreams

Setiap aku menutup mataku, bayangannya selalu ada didepanku
Menggantikan kegelapan ketika aku menutup mataku
Dan setiap aku tertidur, ia selalu hadir di mimpiku sebagai seseorang yang spesial
Namun, entah kenapa mimpi itu selalu berakhir dengan sad ending
Seperti kisah cintaku…

“Hei, Byun Baekhyun!! Ayo cepatlah! Pantainya benar-benar indah!”

Sooyeon berlari ke arah bibir pantai dengan kobaran semangat yang menyala-nyala. Membuat Baekhyun yang mengejarnya cukup kewalahan. Ia membungkukkan tubuhnya dan menaruh tangannya di kedua lututnya. Nafasnya terengah-engah.

“Ba-Baekhyun-ah, tolong aku!! Baekhyun!!!”

Tiba-tiba sebuah suara membuat Baekhyun mendongak. Tubuhnya membeku melihat Sooyeon yang tenggelam karena ombak yang terus menerjangnya. Namun dengan cepat Baekhyun segera berlari dan berenang, berusaha menggapai tangan Sooyeon.

Dan ketika tangan itu tergapai, Baekhyun mencoba untuk membawanya ke daratan. Ia membaringkan tubuh mungil yang menutup matanya itu dengan tatapan khawatir.

“Sooyeon-ah!! Sooyeon? Ka-kau masih hidup, ‘kan?” pekik Baekhyun.

Tangan Baekhyun berusaha mencari detak nadi Sooyeon lewat pergelangan tangan Sooyeon. Tubuhnya melemas ketika ia tidak menemukan detakan disana.

Do you even remember me?
Do you even think of me?

“Sooyeon!!!”

Baekhyun terbangun dari mimpinya. Nafasnya tersenggal-senggal. Keringat dingin memenuhi tubuhnya dan dadanya berdetar kencang.

Baekhyun menutup matanya. Ia menormalkan detak jantungnya dan menutup matanya, berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ia kemudian meraih buku harian Sooyeon di meja nakasnya dan membaca halaman itu.

“Kau benar Sooyeon-ah. Kau hadir di mimpiku yang kemudian berakhir sad ending,”

I miss you, please

Baekhyun menutup matanya menikmati semilir angin musim gugur yang mulai menyapa. Setelah mimpi buruk itu, ia keluar dari kamarnya dan berdiri di balkon.

Baekhyun menghela nafasnya. Ia menatap kota Seoul yang masih ramai pada malamnya. Lampu-lampu menyala dengan indahnya. Lalu lintas kota Seoul yang kadang tidak terkendali. Ia jadi mengingat perisitiwa meninggalnya Sooyeon.

Baekhyun terdiam. “Jessica, aku merindukanmu, sungguh,”

<><><>

The only thing I can do is cry but
Like a fool, I am waiting

“Aku hanya bisa menangis sekarang. Aku ingin menunggunya untuk menyusulku kesini, tapi apa itu mungkin? Apa aku masih bisa menunggunya disini padahal ia akan beranjak tumbuh dan menikah. Apa aku harus menunggunya kemudian melihatnya datang bersama perempuan lain? Itu sangat menyakitkan bukan?”

Kini Sooyeon dan Sarang sedang duduk lesehan menyender di dinding. Sooyeon memeluk lututnya dan masih terus menceritakan kisahnya pada wanita yang mengakui dirinya sebagai malaikat cinta.

“Itu tidak perlu Sooyeon-ah. Hiduplah menjadi seorang gadis lagi dan buatlah reinkarnasi dirimu sendiri. Dan kemudian datanglah pada Baekhyun-mu dan hidup bahagia. Tidak ada yang bisa melarangmu untuk mencintainya dan dia pun mencintaimu. Berilah ia sebuah kesempatan lagi jika kau ingin. Itulah takdir kalian,”

Please come to me now
Come to me just like this

Sooyeon terdiam mendengar penuturan panjang Sarang. Wanita itu tersenyum dan beranjak berdiri. Lalu menjulurkan tangannya yang kemudian di gapai oleh tangan mungil Sooyeon. Ia beranjak dan menatap Sarang bingun sekaligus tidak percaya.

“Apa itu bisa?”

Sarang tersenyum. Ia mengangguk. “Tentu saja Sooyeon-ah. Tapi tetap saja hal itu mempunyai hal yang dikorbankan,”

Sooyeon terdiam. “Apa seorang nyawa? Aku tidak menerimanya jika begitu,”

Sarang menggeleng. “Tidak. Apa seorang malaikat memilih nyawa untuk korban? Kau akan melupakan semuanya. Tentang Sooyeon, tentang aku, juga tentang Baekhyun. Yang kau ingat hanya ingatan yang sudah kami tentukan,”

Jessica mengerutkan keningnya. “Maksudmu?”

“Hiduplah menjadi seorang Jessica Jung, Sooyeon-ah,”

Blush

<><><>

My last wish is that one person, you

Two years later

Baekhyun berjalan dengan terburu-buru di taman kampusnya. Ia lupa kalau hari ini janji untuk mencomblangkan sahabatnya, Taeyeon dengan sahabatnya yang lain, Xi Luhan. Ia sungguh bodoh. Bagaimana jika mereka bertemu lebih dulu dan mengetahui rencananya? Ia bisa di damprat dan di semprot habis-habisan oleh mereka berdua.

BRUK

“Maaf, aku tidak sengaja,”

Tanpa kepedulian Baekhyun meninggalkan orang yang ditabraknya tanpa melihat hal yang terjadi pada gadis itu.

BUK

Dan sebuah sepatu melayang ke arahnya. Mengenai kepalanya dan membuatnya sontak berbalik.

“Yak!! Apa yang kau laku—”

Baekhyun memotong ucapannya sendiri. Matanya membulat melihat wajah gadis yang tengah menatapnya tajam dengan sebuah laptop terkapar di depannya. Dia tidak bermimpi, ‘kan?

“Yak!! Kau—”

HUP

Ucapan gadis itu terpotong. Baekhyun sudah terlanjur memeluknya erat.

“Sooyeon-ah aku merindukanmu,”

END

Hahah akhirnya kelar juga ini songfic abal-abal. Sebenarnya niat mau sequel dan versi oneshot beda plot. Tapi author nggak bisa janji. Tunggu aja ya ^^

Regards,
PinkCherry

18 thoughts on “[Songfic] That One Person, You

  1. suka deh sama ffnya author tapi sayang bener author ini alurnya terlalu cepet, wah Ada sequel yah, ayolah kalau memang beneran Ada sequel aku tunggu kok, soalnya pengen lihat rekarnasinya sooyeon eonni pas ketemu baekhyun😀

  2. wah suka suka suka, bisa dibuat lanjutannya gak? lanjutan dari jung sooyeon ke jessica jung.. itu endingnya masih buat penasaran yang baca , bisa kan bisa? aku jadi yang selalu menunggu lanjutannya ,yakso? alurnya bagus, ngga buat bete juga kalo bacanya, kata kata tersusun bagus.. ah pokoknya harus ada lanjutannya … harus oke ,

  3. Suka ceritanyaa😀
    Jess saking cinta nya ama Baek sampe ngorbanin dirinya buat nyelametin Baek. Trus rada kesel sama Baek yg nggak peka dan baru nyesel pas Jess udh meninggal
    Wahh ada sequel ya thor, kalo emng beneran mau bikin ditunggu ya thor, penasaran bgt ama kisah Sooyeon yg reinkarnasi jadi Jessica penasaran juga ama Baekhyun nya ^^
    Bener” ditunggu sequelnya thor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s