[Vignette] Cinderella Stepsister

cinderella-stepsister_pinkcherry

Cinderella Stepsister

PinkCherry storyline

Main Cast
Jessica Jung, Jung Eunji, Byun Baekhyun

Support Cast
Kim Suho

Drama, hurt, romance | T | Vignette (2.462 word)

Thanks for the amazing poster by p i n k s u m m e r

Happy Reading

.

“Karena saudara tiri Cinderella tetaplah seseorang yang jahat. Sama sepertiku yang juga sangat jahat kepadanya”—Jessica Jung, Cinderella Stepsister

.

Hari ini hari ulang tahun adiknya. Sebuah pesta mewah yang di gelar keluarga Jung sama sekali tidak membuat senyum lebar di bibirnya terlukis. Hanya sebuah senyum tipis yang tidak memiliki kesan bahagia sedikit pun.

Dan itu tentu membuat Baekhyun kecewa. Lelaki yang sejak lama menaruh perhatian pada putri sulung Jung Corp itu benar-benar mengimpikan sebuah senyum lebar dan tulus yang terukir di bibir pink gadis itu. Padahal, ia berpikir bahwa di hari ulang tahun sang adik gadis itu akan membuat senyum manis di bibirnya.

Hanya ekspresi biasa yang gadis itu tunjukan pada para tamu. Ekspresi datar nan dingin yang mungkin menyamai dinginnya benua Antartika. Gadis itu hanya duduk di bangku keluarga sambil menyesap americano pahit tanpa sedikit pun tertarik untuk berbaur dan mengobrol bersama para tamu-tamu yang datang.

“Baekhyun oppa!!”

Baekhyun terlonjak. Gelas wine yang berada di tangannya hampir saja terlepas dari genggamannya. Ia tidak sadar bahwa sedari tadi ia asyik melamun memikirkan gadis itu. Ya, gadis itu.

“Ah, annyeong Eunji-ya. Selamat ulang tahun, ya. Aku tidak sadar kalau adik kesayanganku ini sudah tumbuh sebesar ini,” Baekhyun berusaha bersikap sebiasa mungkin. Bibirnya membentuk senyum kikuk yang terlihat dipaksakan.

“Adik, ya? Kau hanya menganggapku adik, ya?” tanya Eunji lugu.

Baekhyun mengerutkan keningnya. “Apa?”

“Ah, tidak, kok. Terima kasih sudah datang. Nikmati hidangannya,” kilah Eunji. Ia tersenyum manis.

“Siap! Masih banyak orang disini. Suho dan Sehun pasti akan makan banyakdan membuat Suho kewalahan. Kau tenang saja,” ucap Baehyun mengacak rambut Eunji.

“Hahaha, shikshin itu tentunya tidak akan melewatkan jamuan makan malam yang penuh lemak itu,” celetuk Eunji tertawa kecil.

Baekhyun mengangguk mantap. Ia meminum segelas wine yang sedari tadi ia genggam.

Eunji menatap Baekhyun lekat. Lelaki imut itu tampak tampan dengan setelan jas hitam dan celana panjang. Terlihat berwibawa, tidak seperti biasanya. Dan Eunji tahu, kalau dia mulai tertarik pada lelaki bermarga Byun itu.

Risih. Itu yang Baekhyun rasakan ketika Eunji menatapnya. Ia segera meneguk wine-nya hingga habis dan tersenyum kikuk.

“Uhm, Eunji-ya. Kudengar kau akan mengatakan siapa pacarmu hari ini. Wah, aku sangat penasaran siapa lelaki yang telah memenangkan hati princess-ku ini,” kata Baekhyun berusaha mengalihkan perhatian.

Eunji tersenyum. “Yep. Tunggu saja oppa. Kau akan tahu tepat pukul 12 malam nanti. Tepat ketika kembang api akan diletuskan,”

“Baiklah. Aku akan menunggu,” kata Baekhyun melirik arjolinya yang menunjukan pukul 11 malam.

“Ya sudah aku pergi dulu, ya. Masih banyak tamu yang harus ku sapa,” pamit Eunji.

Eunji berbalik. Namun pergelangan tangannya di tahan oleh Baekhyun. Lelaki itu tampak ragu untuk menanyakan sesuatu pada Eunji.

Oppa ada apa?” tanya Eunji bingung.

“Ah, itu… Boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Baekhyun menggaruk tenguknya yang tidak gatal. Ragu.

“Tentu saja,” jawab Eunji mantap.

“Ah anu. Siapa gadis yang duduk di kursi keluarga itu?” tanya Baekhyun menunjuk kakak perempuan Eunji.

Eunji mengikuti arah jari telunjuk Baekhyun. Tatapannya berubah ketika telunjuk lentik Baekhyun mengarah kearah kakak perempuannya.

“Ah itu…, dia kakakku. Iya kakakku. Namanya… Jessica, Jessica Jung. Iya, itu benar,” kata Eunji… ragu?

Baekhyun terdiam. Ia sebenarnya tidak mempunyai niatan apapun. Ia sudah tahu siapa itu Jessica Jung. Seorang gadis dingin tanpa teman yang suka duduk di perpustakaan sambil membaca buku. Tapi ia hanya bingung kenapa Eunji tidak pernah bertegur sapa sekali pun dengan kakaknya. Bahkan kontak Jessica pun sama sekali tidak ada di ponsel Eunji.

“Ah, begitu. Tapi kenapa dia—”

“Pertanyaanmu sudah selesai kan, oppa? Masih banyak tamu yang harus kusapa,” potong Eunji sarkastik.

Baekhyun tersentak. Dua tahun bersahabat dengan Eunji sepertinya tidak membuatnya tahu seluruh wajah-wajah Eunji. Ia belum pernah mendengar Eunji berbicara sarkastik seperti itu kepadanya. Yang ia dengar adalah kata-kata sopan dan lembut. Iya, itu saja.

“Ah, ya. Sudah tidak ada,” jawab Baekhyun.

Eunji berlalu dari hadapannya. Baekhyun pun kembali menoleh ke arah kursi keluarga yang sedari tadi ia perhatikan. Namun, gadis bernama Jessica Jung itu sudah tak lagi berada di kursi keluarga itu. Kemana perginya gadis itu?

Mata Baekhyun mengitari seluruh sudut ruangan. Mencari sosok mungil Jessica Jung yang hilang dari pandangannya. Tapi nihil. Sosok itu sepertinya sudah pergi keluar lebih dulu. Ingin sekali ia menyusul gadis itu. Tapi…,

“Yo, Baekhyun!”

Tiba-tiba sebuah suara membuat Baekhyun terkejut. Ia menoleh dan menemukan sahabatnya tengah berdiri di belakangnya dengan bau khas alkohol yang menyebar kemana-mana. Di tangan sahabatnya terdapat segelas wine yang masih terisi penuh.

“Suho-ya kau mabuk,” Baekhyun memegangi tubuh Suho yang hampir tumbang.

“Benarkah? Naeun terus menuangkannya padaku. Jadi apa boleh buat?” racau Suhol tidak jelas.

Baekhyun membuang nafas beratnya. Sepertinya ia tidak bisa menyusul Jessica karena ia harus mengurus seonggok manusia yang sedang mabuk ini.

“Yak Kim Suho! Kenapa kau menerima tuangan wine Naeun, huh? Kau menyukainya?” tanya Baekhyun kesal.

“Hahaha tentu tidak. Yang aku sukai hanya Eunji, Jung Eunji. Dan kau sangat beruntung Byun Baekhyun. Sangat!” racau Suho lagi.

Baekhyun mengerutkan keningnya. “Apa maksudmu? Kau bermimpi? Dan apa? Kau menyukai Eunji?”

Suho tertawa miris. Ia kembali mengingat kejadian 2 jam yang lalu.

Flashback

“Suho oppa annyeong!” sapa Eunji riang.

Suho menoleh. “Ah, annyeong Jung Eunji nae princess,”

“Hahaha, kenapa semua orang menanggilku seperti itu? Aku bukan putri, oppa,” ucap Eunji meninju pelan lengan Suho.

“Tapi kau secantik princess dunia dongeng Eunji-ya,” kata Suho tertawa keras.

“Terima kasih oppa. Kau juga tampan, kok,” senyum Eunji mengembang.

“Hei, kudengar kau akan mengatakan siapa pacarmu. Sejak kapan kau mempunyai pacar, huh? Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” tanya Suho dengan senyum tipis.

Dalam hati Suho merutuki bibirnya yang seenaknya bertanya seperti itu pada Eunji. Bukannya takut melukai atau menyinggung perasaan Eunji. Tapi…,

Eoh? Sebenarnya bukan pacarku, sih. Aku ingin menembaknya di hari ulang tahunku,” ucap Eunji.

“Benarkah? Siapa itu?”

Senyum Suho mengembang. Ada secuil harapan kalau Eunji akan menyebut namanya pukul 12 malam nanti. Kalian mengerti?

Eunji tersenyum misterius. Ia mendekatkan bibirnya pada telinga Suho. “Baekhyun oppa,”

DHEG

Suho membeku. Bibirnya terkatup rapat mendengar bisikkan kecil Eunji. Hatinya tercambuk mendengar nama sahabatnya yang Eunji sebut. Dan Eunji tersenyum manis. Tidak tahu kalau lelaki dihadapannya ini tengah menahan nafas dengan detak jantung tak beraturan.

“Eunji,” panggil Suho pelan. Tatapannya kosong.

“Ya?”

“Semoga kau di terima Baekhyun,”

Dan Suho tersenyum. Senyum manis yang begitu dipaksakan. Senyum yang tidak terselip kebahagiaan sama sekali.

“Terima kasih oppa. Dan hei! Kudengar kau sedang menyukai seseorang. Benarkah?” tanya Eunji dengan mata berbinar.

Suho tersenyum tipis. “Tidak, kok. Kupikir aku harus menghilangkan rasa cintaku padanya. Dia mencintai orang lain,”

“Ah, benarkah? Sabarlah oppa. Aku yakin akan ada gadis lain yang lebih baik darinya. Fighting!!” Eunji mengepalkan tangannya, memberikan Suho semangat. Tidak, gadis itu tidak sadar kalau orang yang di ucapkan Suho adalah dirinya sendiri.

“Hm, terima kasih,”

“Kalau begitu aku duluan oppa,” pamit Eunji melambaikan tangannya.

Suho tersenyum dan  mengagguk. Matanya berubah sayu ketika Eunji sudah tidak menoleh kearahnya.

“Suho-ssi?”

Suho menoleh. Ia menemukan seorang gadis cantik dengan segelas wine. Ia tersenyum manis.

“Kau mau wine?”

Flashback Off

Baekhyun membeku. Bibirnya terkatup mendengar penjelasan Suho. Bibinya benar, bahwa seseorang yang mabuk akan selalu jujur dalam perkataannya. Baekhyun menghela nafasnya. Ia menatap sahabatnya itu.

“Aku akan menolaknya. Aku menyukai orang lain,”

Suho kini memasang wajah datar ke arah Baekhyun. “Terima dia Baekhyun. Dia mencintaimu! Jangan membuatnya sakit hati kumohon!!”

Baekhyun terdiam mendengar ucapan parau Suho. Ia menatap sendu sahabatnya yang mulai menangis. Matanya melirik ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 11 malam. Satu jam lagi…

“Suho-ya tunggu disini. Sehun akan menemanimu. Aku duluan,”

Baekhyun bergegas pergi meninggalkan Suho. Ia berlari ke arah taman belakang. Entah apa yang dipikirkannya, tapi ia benar-benar akan mencari gadis itu. Ya, Jessica Jung.

“Hosh, hosh!”

Nafas Baekhyun naik turun. Ia bahkan sampai membungkuk dengan tangan di lutut. Uh, dia tidak tahu kalau tempatnya tadi sangat jauh dengan taman belakang.

“Kau tidak apa-apa?”

Sebuah suara membuat Baekhyun mendongak. Ia membeku ketika melihat gadis-yang-ia-suka tepat di depannya dengan gaun formal yang jarang ia temukan di sekolah.

“A-ah, ya. Aku tidak apa-apa,” Baekhyun segera menegakkan tubuhnya dan tersenyum tipis. Kikuk.

Jessica tersenyum. Iya, dia tersenyum. Baekhyun mengedipkan matanya dua kali. Baekhyun tidak bermimpi, ‘kan?

“Kau Byun Baekhyun, ya?”

Mungkin saat ini Baekhyun akan berjingkrak-jingkrak kegirangan jika Jessica tidak ada di depannya. Jessica tahu namanya? Bagaimana bisa?

“E-eh, iya. Aku Baekhyun,” jawab Baekhyun.

“Kau tampan. Pantas adikku sangat menyukaimu,”

Mungkin kalimat pertama yang di ucapkan Jessica membuat hatinya gembira. Namun mendengar kalimat terakhir Jessica membuatnya hanya bisa tersenyum canggung. Apa Eunji benar-benar menyukainya?

“Oh iya, terima kasih,” kata Baekhyun canggung.

Jessica kembali tersenyum. “Mau berjalan-jalan sebentar?” tawarnya.

Baekhyun mengangguk. Ia berjalan di sebelah Jessica yang mulai melangkahkan kaki jenjangnya. Mereka berjalan beriringan.

“Ehm, Jessica-ssi boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Baekhyun ragu sekaligus gugup.

Jessica menoleh ke arah Baekhyun. Ia kembali tersenyum dan mengangguk, membuat Jessica terpesona dengan itu. “Tentu saja,”

“Ah itu, kenapa Eunji dan kau terlihat tidak dekat. Selama memperhatikanmu di kampus aku tidak pernah melihatmu bersama Eunji,” ungkap Baekhyun cepat.

Jessica tiba-tiba terdiam. Bibirnya terkatup mendengar pertanyaan Baekhyun. Membuat Baekhyun yang berada disebelahnya gugup. “Apa… pertanyaanku salah?”

Jessica menggeleng. Ia kembali tersenyum dan menyesap americano pahit kesukaannya. “Tidak, aku hanya bingung. Kau… memperhatikanku?”

Baekhyun tiba-tiba menjadi salah tingkah. Ia keceplosan menyebutnya sering memperhatikan Jessica. Astaga!! Apa yang harus ia katakan sekarang?

Jessica terkekeh. “Tidak apa-apa. Aku akan menjawab pertanyaanmu Baekhyun-ssi,” ucap Jessica.

Baekhyun menghela nafasnya lega. Ia menunggu jawaban dari Jessica yang lagi-lagi menyesap americano pahit. “Ia membenciku. Aku terlalu banyak merebut hak miliknya. Itu alasannya ia selalu enggan berbicara tentangku. Lagi pula aku dan Eunji tidak terlahir dari rahim yang sama,”

Baekhyun terkejut. Matanya mengerjap mendengar pejelasan Jessica. “Maksudmu?”

Jessica kembali tersenyum. “Dulu ibuku menggoda ayah Eunji sehingga ayah Eunji mencampakan ibu Eunji. Ayah pun melarang Eunji untuk bertemu dengan ibunya dan jauh lebih menyayangiku. Itu sudah terhitung aku mencuri ayahnya. Dan aku juga mencuri perhatian mereka berdua,”

Baekhyun membeku. Ia tidak tahu bahwa Eunji yang selalu menebarkan senyum cerianya mempunyai masa lalu seperti itu. Sungguh tidak dapat dipercaya.

“Aku dan Eunji tidak pernah bertegur sapa. Ia sangat membenciku dan aku pun tidak bisa berbuat apa-apa. Aku selalu membuat dirinya menjadi Cinderella yang selalu melayaniku setiap waktu ketika ayah dan ibu dinas keluar kota. Bukankah aku jahat?”

Baekhyun hanya bisa mendengarkan kisah dramatis antara Jessica dan Eunji. Ia terlalu hanyut dalam cerita Jessica yang menyentuh lubuk hatinya. Tanpa sadar, Jessica dan ia berjalan menuju pintu masuk pesta.

Jessica menghentikan langkahnya di depan pintu masuk pesta. “Namun kau tahu ‘kan? Cinderella akan menemukan pangerannya di sebuah pesta. Dan itu alasanku membuatnya menjadi seorang Cinderella. Agar ia menemukan pangerannya di pesta ini. Pangeran yang Eunji sangat cintai sejak dulu. Tapi saudara tiri Cinderella tentaplah seseorang yang jahat. Aku seperti menaburkan bubuk cinta pada sang pangeran sehingga pangeran itu tiba-tiba berlari ke taman belakang yang kosong dan menghampiriku kemudian mengucapkan bahwa ia sudah lama memperhatikanku. Aku sadar kalau aku juga mulai mencintainya. Haha, sekarang berpikir kalau hidupku mirip seperti kisah saudara tiri Cinderella yang sangat jahat,”

Baekhyun membeku. Tubuhnya terasa kaku penjelasan Jessica. Bibirnya terkatup tidak bisa berbicara sepatah kata pun. Apa pangeran yang dimaksud Jessica adalah dirinya?

Jessica menunduk. Ia tersenyum meskipun terdapat setitik air mata yang tersimpan di pelupuk matanya. Namun ia segera mendongak dan menoleh ke arah Baekhyun. “Baekhyun-ssi,”

Baekhyun tersadar dari lamunannya. Ia menoleh ke arah Jessica yang tadi memanggilnya. “Iya?”

“Kumohon terima dia. Dia sangat mencintaimu Baekhyun. Cukup aku membuatnya terus menangis setiap hari. Buat dia… bahagia,”

Dan Jessica menangis. Tapi bibirnya masih membentuk senyum manis. Baekhyun terenyuh. Ia teringat Suho yang juga memintanya untuk menerima Eunji. Tapi…,

“Hai, semuanya! Maaf mengganggu pesta kalian,”

Sebuah suara speaker membuat Jessica dan Baekhyun sontak menoleh ke depan panggung yang tengah di isi oleh Eunji yang tersenyum manis dengan gaun putih yang tampak anggun dikenakannya. Baekhyun melemas sementara Jessica tersenyum dengan air mata dipipinya. Pukul 12 tepat…

“Seperti yang sudah tersebar di berita. Aku akan menyatakan perasaanku pada seorang lelaki yang selama ini aku cintai. Aku ingin ia menjadi kekasihku dan aku ingin ia tahu bahwa ada aku yang mencintainya,”

Banyak orang yang mulai berbisik-bisik penasaran. Banyak juga yang sedikit iri dan berharap nama mereka di sebut. Tapi sepertinya hanya 3 orang yang terpaku disana. Suho, Baekhyun, juga Jessica.

“Byun Baekhyun,”

Dan nama itu di sebutkan. Nama yang membuat seluruh pasang mata disana menoleh ke seluruh arah mencari sosok Baekhyun. Hingga mata mereka menangkap sosok Baekhyun yang berdiri terpaku di depan pintu dengan Jessica yang menundukkan kepalanya dalam.

Sementara Eunji tersenyum. Ia tahu ia egois. Ia egois karena telah secara tiba-tiba menyebutkan nama Baekhyun. Sejak lama sebenarnya ia sudah tahu tentang rasa ketertarikan Baekhyun pada kakak tirinya. Namun entah kenapa rasa cintanya pada Baekhyun membuatnya berbuat egois seperti ini. Ia sudah cukup banyak mengalah pada kakaknya, bukan? Untuk kali ini biarkan dia egois. Ia mohon.

Dan Jessica hanya terdiam. Kakinya mulai memundur menjauhi Baekhyun agar senyum manis adiknya tidak luntur karena Baekhyun di sebelahnya. Masih dengan wajah menunduk ia meremas gaun cream-nya. Apa sesakit ini, ketika Eunji terpaksa berpisah dengan ibunya? Sesakit ini kah?

“Baekhyun oppa aku mencintaimu. Sudah lama aku mencintaimu. Selama kita dekat aku terus memperhatikanmu dan aku tahu aku mulai menyukaimu. Aku tidak memaksamu untuk membalas perasaanku karena aku hanya ingin kau tahu kalau aku, mencintaimu,”

Dan Eunji kembali tersenyum. Meskipun tersimpan setitik air mata transparan yang tersimpan di pelupuk matanya. Kali ini ia benar-benar pasrah dengan Baekhyun. Tidak mau menjadi orang jahat. Ia menjadi seorang Cinderella, bukan ibu tiri atau saudara tiri yang kejam. Dia benar, bukan?

“Jadi, apa kau menerimaku?”

Rumah mewah itu menjadi sunyi. Mereka semua yang berada disana menatap Baekhyun menunggu jawaban. Namun lelaki kelahiran 6 Mei itu masih bimbang. Ia menatap Suho dan Jessica yang dengan samar memberikannya tatapan penuh harap untuk menerima Eunji.

“Terima dia Baekhyun. Dia mencintaimu! Jangan membuatnya sakit hati kumohon!!”

“Kumohon terima dia. Dia sangat mencintaimu Baekhyun. Cukup aku membuatnya terus menangis setiap hari. Buat dia… bahagia,”

Baekhyun teringat ucapan Jessica dan Suho yang menyuruhnya untuk menerima Eunji suka atau tidaknya dia. Tapi…,

“Kau tidak menerimaku, ya? Tidak apa-apa, kok,”

Jessica mendongak. Ia menatap Eunji mulai menumpahkan air matanya. Air mata yang sudah berkali-kali tumpah dihadapannya hari ini kembali hadir menyelimuti hari ulang tahun Eunji yang harusnya menjadi hari terbaiknya. Eunji hendak turun dari panggung. Jessica berusaha memberikan sinyal pada Baekhyun untuk segera menerima Eunji.

Baekhyun menatap Jessica ragu. Tidak, ia tidak bisa menahan wajah memelas dengan air mata menyedihkan di pipi gadis itu. Ia menatap Eunji dan berusaha tersenyum. “Aku menerimamu Eunji-ya. Aku memang tidak menyukaimu, tapi aku akan berusaha. Kau…, sosok yang baik—menurutku. Tidak ada alasan aku menolakmu,”

Dan kalimat itu terlontar. Membuat senyum pahit menghiasi bibir Jessica. Tapi tanganya tetap bertepuk tangan seperti orang lain. Berusaha terlihat bahagia.

Sementara Eunji terkejut. Ia menatap Baekhyun tidak percaya. Kakinya melangkah menuju Baekhyun untuk memeluk pria itu. Bahagia, ia sangat bahagia hari ini.

“Terima kasih oppa,”

Suho hanya bisa diam melihat Eunji dan Baekhyun yang saling memeluk. Ia menggenggam erat gelas wine yang di pegangnya. Ia menaruhnya kasar dan pergi meninggalkan ballroom. Dan Jessica hanya terdiam membatu disana. Nafasnya tertahan melihat Baekhyun dan Eunji. Ia berhasil membuat kata happy ending untuk adiknya, meskipun ada kata sad ending yang terselip padanya. Kali ini berbahagialah Eunji. Dan menjadi seorang Cinderella yang bahagia, selamanya…

END

Annyeong!! Ketemu lagi sama author amatir disini😀 Kali ini author bawa vignette yang enggak panjang-panjang banget. Sebenarnya ini udah mau di post bareng Angel Wings chap 1 kemarin, tapi di karenakan aku menunggu request poster, jadi belum di post.

Maaf kalo ceritanya lebih mengarah ke Eunji atau part-nya banyakan Eunji. Maunya sih supaya Jessica jadi Cinderella-nya. Tapi aku malah ngerasa kalo Jessica jadi Cindrella-ya malah ceritanya lebih ke Eunji.

Oh ya, kalo ada yang merasa ini mirip drama Cinderella Stepsister, tolong buang jauh-jauh kata aku plagiat itu drama. Swear, bahkan wajah pemainnya aja aku nggak ngerti. Emang sih judulnya sama kek itu drama. Tapi bukan berarti aku plagiat ‘kan? Soalnya seumur-umur, di laptop dan komputer aku cuman ada drama EXO Next Door, My Love From The Star, Reply 1997, dan Boys Before Flowers. Kalo ada yang mau bagi-bagi koleksi dramanya, sini aku minta, hehe😄😀

Dan untuk yang nyari Angel Wings chap 2, maaf author bisanya Senin. Soalnya hari ini pun author mau ikut lomba jadi cuman bisa post ini sama 1 songfic (scroll kebawah). Maaaf banget L

Udah segitu aja, gomawo ^^

Regards,
PinkCherry

26 thoughts on “[Vignette] Cinderella Stepsister

  1. NEED SEQUEL thor :-(:-( kok ya gak sekalian jahatnya aja sicanya,

    ini macem cinta segi brapaya? Dehdeh, thor kirimin pangeran jg dong buat sica;-(;-(

  2. Aaa butuh sequel..
    Ceritanya dramatis banget, posisi jessica ama eunji sama, jadi gk tau harus mihak yang mana😦
    Sequel nya ditunggu..

  3. aduh gk ngka hdup cinderella ni beda kisah cintanya,krna sipangeran mlah jatuh hati lebih dulu kekakak tirinya. & cinta kecinderellla hanya sbuah rasa kasihan & trpksa. tp apa pun itu critanya ttep bgus koq.

  4. aduuuh ini tuh sebenarnya jessi mau sodaranya bahagia gt yaaaa pdhl dia suka sm baekhyun huhuhu:(( pgn sequelnnya😭😭 tp pgn baekhunnya tar sm jessiiiiii dongg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s