p.r.o.m.i.s.e [chapter 7]

promisee

Tilte : Promise

Author : veronica cen

Main Cast : jessica jung / kim myungsoo

Support cast : park minyoung / kris

Genre : romance sad

Length : chapter

Rating : T

 

~~~~~~~

“pergilah dari hadapanku dan jangan pernah muncul dihadapanku! jika suatu hari kita bertemu jangan pernah memanggilku anggaplah kita tidak pernah saling mengenal”

 

~~~~~~~~ 

Jessica mengerang sebal. Ditatapnya undangan itu yang tergeletak tak berdaya diatas meja kerjanya. Dengan perlahan ia meraih undangan yang penuh dengan dekorasi indah itu lalu dikeluarkannya dari plastik. Sudah berulang kali jessica membaca undangan itu dan berulang kali pula sakit hatinya semakin terasa

Kim Myungsoo

&

Park Minyoung

Dengan gemetar jessica merobek kertas undangan itu lalu membuangnya ke tong sampah. Jessica berteriak dengan kesal. Untung saja karyawan ayahnya sudah pulang semua karna ini sudah larut malam dan mungkin hanya jessica dan satpam yang masih berada di Jung Corp. jessica menatap nanar baju pengantin yang ia design. Jujur, ia benar-benar tidak sanggup untuk mendessign baju pengantin minyoung untuk pernikahan mereka di tambah pula minyoung ingin baju itu adalah baju impian jessica. argh! Bukankah minyoung sahabatnya dari kecil? Lalu mengapa minyoung setega ini dengannya? Harus nya minyoung bisa mengerti perasaannya. Sekali lagi jessica berteriak tapi kali ini di tambah dengan isakan pilu jessica

~~~~

Kim myungsoo berlari kearah tabrakan. Jantungnya terasa berhenti berdetak. Gadis itu dibawa ke dalam ambulance. Myungsoo tersentak ketika melihat wajah gadis itu. Diam-diam ia menghembuskan nafas. Ia lega ketika mengetahui bahwa bukan jessica yang tertabrak. Myungsoo mengeluarkan ponselnya berharap keajaiban bahwa ponsel jessica bisa dihubungi

Tuutt…

Ya Tuhan! Ini ajaib. Ponsel jessica sudah bisa dihubungi

“kumohon angkat telfonku jess”

Jessica menghapus air matanya ketika ia mendengar ponselnya berdering. Demi apapun jessica merutuki dirinya sendiri untuk apa ia menghidupkan ponselnya tadi. Dengan perlahan jessica meraih ponselnya. Panggilan dari kim myungsoo. Jessica menggigit bibirnya. Ia bimbang. Apakah ia harus mengangkatnya atau? Ah, jessica langsung menekan tombol merah. Baru saja ia ingin kembali menelungkupkan kepalanya di meja ponselnya kembali berdering. Masih panggilan dari kim myungsoo dengan ragu akhirnya jessica mengangkatnya

astaga jess! Mengapa kau baru mengangkatnya dan mengapa dari tadi ponselmu tidak bisa dihubungi? Kau dimana jess? Aku sangat khawatir. Aku menunggu mu dari tadi di depan rumhamu tapi sepertinya tidak ada orang. Aku mencarimu kemana-mana, jess! Jawab aku”

Jessica mendecak sebal. Bagaimana ia bisa menjawabnya jika myungsoo terus bertanya dan berbicara tanpa berhenti

“tidak ada urusanya denganmu”

jess, kumohon katakan kau sedang dimana?”

“di kantor”

Tuutt,,,,

Jessica menatap ponselnya. Panggilannya diputuskan begitu saja oleh myungsoo. Benar-benar mengesalkan. jessica mulai meraih pensil dan mulai melanjutkan pekerjaannya-mendessign baju pernikahan minyoung- tak lama ponselnya kembali berdering dan masih panggilan dari kim myungsoo. Jessica mengangkatnya baru saja ia membuka bibirnya panggilan kembali terputus ketika myungsoo mengatakan “aku sudah dibawah turunlah”

Jessica mengerang sebal. Pria itu benar-benar mengacaukan hidupnya.

Myungsoo berdiri ditengah dinginnya udara malam sambil menunggu jessica keluar. Tak lama gadis itu keluar dari Jung Crop. Myungsoo segera berjalan mendekati gadis itu dan langsung dipeluk gadis itu. Jessica terkejut bukan main. Ini yang ia butuhkan bukan yang lain. Hanya pelukan dari myungsoo, orang yang ia cintai. Uh? Orang yang ia cintai? Baiklah jessica mengaku bahwa ia menyukai kim myungsoo secara tidak sadar.

“aku khawatir denganmu jess”ucap myungsoo semakin mengeratkan pelukannya. Jessica membalas pelukan myungsoo. Bulir-bulir air mata mulai turun menerobos pertahannya. Jessica menangis dalam pelukan myungsoo

“kau jahat”

“kau benarr-benar jahat myungsoo”

Jessica semakin terisak

“aku tahu aku jahat”

“kau memang benar-benar jahat. Kau akan bertunangan dengan minyoung”ucap jessica mulai histeris. Rasanya myungsoo ingin sekali menghilang dari dunia karna mendengar suara pilu dari jessica dan jessica mengetahui pertunangannya walaupun ia tahu, cepat atau lambat jessica akan mengetahui ini semua. Hanya saja, ia tidak bisa melihat gadis yang sangat ia cintai seperti ini. Ia benar-benar tidak sanggup

“maafkan aku jess, maafkan aku”

Jessica menggeleng dari pelukannya

“aku benar-benar membenci kalian. Kalian seolah-olah mencintaiku, menyayangi ku, tapi justru kalian menusukku sangat dalam”ucap jessica melepaskan pelukanya

“jess, dengarkan aku, aku tidak seperti itu. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menusukmu ataupun menyakitimu. Kau harus tahu, aku tidak bisa menyakitimu. Aku terlalu mencintaimu”

“pembohong! Jika kau memang mencintaiku mengapa kau tidak memberi tahuku terlebih dahulu tentang pertunangan kalian? Kau menjagaku dirumah sakit sampai aku sembuh tapi ketika aku sembuh justru kau menyakitiku lebih dari apapun, kim myungsoo!”teriak jessica frustasi. Air matanya terus mengalir dengan deras. Nafasnya memburu. Ia begitu emosi.

“jess, maafkan aku”ucap myungsoo lirih

“pergilah dari hadapanku dan jangan pernah muncul dihadapanku jika suatu hari kita bertemu jangan pernah memanggilku anggaplah kita tidak pernah saling mengenal”ucap jessica lalu berjalan masuk kedalam perusahaannya. Ia menutup telinganya ketika myungsoo memanggilnya terus-menerus.

Jessica bersandar di dinding. Ia menangis. Ini keputusan yang tepat untuk melupakan myungsoo dan merelakan minyoung dan myungsoo menikah. Tanpa mereka sadari, Park Minyoung dari tadi memperhatikan jessica dan myungsoo dari mereka berdua berpelukan sampai mereka berdua bertengkar. Minyoung mendengar dengan jelas apa yang mereka berdua katakan. Bukan merasa bersalah, minyoung malah tersenyum penuh arti lalu melajukan mobilnya.

Promise

Myungsoo melangkahkan kakinya lemas. Jessica benar-benar membencinya.

“AARGHHHHH!!!!”

Myungsoo berteriak seperti orang gila. Ia frustasi. Gadis yang ia cintai telah membencinya dan menyuruhnya untuk tidak saling mengenal satu sama lain. Ini menyakitkan. Benar-benar menyakitkan. Myungsoo mengeluarkan ponselnya lalu menelfon seketarisnya

“hallo, maafkan aku miss Hyuna menelfonmu tengah malam seperti ini, tolong carikan tiket pesawat yang pertama untuk pergi ke jepang. Aku akan menghadiri rapat disana, kau tidak usah menggantikanku”

“pertunanganku?”

“kurasa semua akan baik-baik saja. Kumohon cari tiket yang paling cepat”

“terimakasih hyuna-ah”

Myungsoo mengepalkan tangannya. Ia akan berangkat ke jepang selama 3 hari,cukup untuk menghindari jessica kan? sebelum acara pertunangannya yang 5 hari lagi

~~~~

Myungsoo melangkahkan kakinya. Ia baru saja sampai dibandara jepang. Dengan cepat myungsoo memberhentikan taxi untuk pergi menuju rumahnya yang ada dijepang. Ia hanya ingin istirahat. Ini masih jam 3 pagi. Ia harus istirahat. Istirahat pikiran,perasaan dan tubuh. Ia terlalu lelah. Apalagi kembali mengingat wajah terpuruk jessica membuatnya semakin ingin menghilang

Maafkan aku jess…

Jessica terperanjat begitu mendengar informasi tentang pesawat yang akan ia naiki. Ia mengambil barangnya lalu mulai berjalan menuju pesawat terbang. Ia akan pergi ke jepang untuk beberapa hari. Jessica mencari tempat duduknya setelah ia dapat, jessica segera duduk. Pramugari mulai melaksanakan pekerjaannya setelah itu pesawat mulai siap-siap terbang. Jessica mengeluarkan earphonenya lalu ia memutar lagu di ipod miliknya. Jessica tersentak ketika seseorang menepuk bahunya

“jessica?”ucap orang itu. Jessica mengerutkan dahinya bingung. Siapa ini? Tapi tunggu sebentar, ia tampak tidak asing

“kau melupakanku?”ucap orang itu lagi

“maaf”ucap jessica

“tidak apa-apa, aku kris. Mantannya minyoung. Sudah ingat?”

“oh, hi kris. Kebetulan kita bisa bertemu”ucap jessica. kris mengangguk

“ya, kebetulan yang sangat mengesankan, bertemu denganmu,duduk disampingmu dan bernasib sama”

“bernasib sama?”

“ya jess, orang yang sama-sama kita cintai akan menikah”ucap kris sambil tersenyum entah mengapa senyumnya terlihat sangat menyedihkan. Jessica terseyum kecut mendengar ucapan kirs sambil mengangguk

“tapi, bukankah kau yang memutuskan minyoung?”

“ya, aku hanya merasa pasrah. Bagaimanapun aku tidak bisa bersamanya. Ingin sekali aku egois untuk tetap bersamanya tak peduli bahwa ia sudah dijodohkan dengan orang lain atau apapun. Aku mencintainya, sangat mencintainya tapi aku tidak bisa berbuat banyak, jess”

“aku juga begitu, kris”

Setelah itu, tidak ada percakapan diantara mereka karna sibuk dengan urusan masing-masing. Kris yang berkutat dengan laptopnya dan jessica yang sibuk mendengarkan musik sambil melihat awan putih yang seperti tembus dilewati pesawat.

Jessica merebahkan tubuhnya, ia baru saja sampai dirumahnya di jepang. Ia meraih agenda didalam tasnya. Rapat akan dimulai pukul 1 siang, ini baru saja pukul 10 masih ada waktu untuk makan siang dan berjalan-jalan pikir jessica. ia segera mengendarai mobilnya. Ia menelusuri jalanan di jepang, rasanya sudah lama sekali tidak datang kenegara ini, jessica terjebak lampu merah. Jessica mulai bernyanyi-nyanyi-ini memang kebiasaannya- tapi nyanyian jessica terhenti ketika ia melihat sosok yang ingin ia lupakan

Myungsoo

Jessica mengerjabkan matanya. Ia yakin sekali, bahwa ia melihat myungsoo sedang menyebrang tadi. Apa mungkin jessica sudah gila karena myungsoo? Jessica tersadar dari lamunannya ketika mobil lain mulai mengklasonnya

“kau sudah gila, jess”ucap jessica pelan lalu melajukan mobilnya menuju salah satu kedai makan sederhana kesukaannya. Setelah selesai makan, jessica segera berangkat menuju salah satu hotel mewah-disana jessica rapat-. Ternyata jessica terlalu cepat tiba, akhirnya jessica membeli ice cream cone sambil berjalan-jalan di sekitar taman

~~~~

Myungsoo berjalan menuju toilet, tapi langkahnya terhenti ketika melihat gadis berambut coklat sedang memakan ice creamnya. Gadis itu berdiri membelakangi myungsoo. Meskipun tidak melihat wajah gadis itu, myungsoo berani bersumpah bahwa gadis itu jessica jung! Gadisnya! Myungsoo melangkahkan kakinya tapi baru saja selangkah, myungsoo berhenti. Ucapan jessica masih tergiang dikepalanya

“pergilah dari hadapanku dan jangan pernah muncul dihadapanku! jika suatu hari kita bertemu jangan pernah memanggilku anggaplah kita tidak pernah saling mengenal”

Ingin sekali myungsoo berlari kearah jessica, memeluknya dan mengatakan pada gadis itu bahwa myungsoo sangat mencintainya, tapi myungsoo tidak bisa, jessica telah membencinya. Myungsoo menghela nafas

“mungkin saat ini, kita belum berjodoh,jess” lalu ia kembali berjalan menuju toilet.

Baik myungsoo maupun jessica sama-sama tersentak. Mereka tidak pernah menyangka bahwa mereka terlibat rapat yang sama dan yang parahnya mereka berdua duduk saling berhadapan. Myungsoo tidak bisa konsentrasi. Gadisnya didepannya! Ini sungguh luar biasa. Tapi, ketika mata mereka berdua bertemu, jessica menatapnya dengan tatapan mematikan gadis itu membuat myungsoo sedikit kecewa.

—P.r.o.m.i.s.e—

Jessica dengan cepat merapikan barangnya. Ia tidak bisa bertahan disini lama-lama. Myungsoo terus memperhatikannya membuat dirinya menjadi gelisah.setelah rapat selesai, jessica segera menuju mobilnya

“Ya Tuhan, mengapa aku bertemu dengannya disini, aku ingin menjauhinya bukan menemuinya” ucap jessica sambil menghembuskan nafas, jessica baru saja menghidupkan mesin mobilnya, ponselnya berdering

Park Minyoung calling….

“hallo”

jess, ku dengar-dengar kau sedang berada di jepang, iyakah?”

“nde, kenapa?”

bagus sekali, kebetulan myungsoo juga sedang berada di jepang, aku ingin minta tolong padamu, bolehkah?”

“minta tolong apa?”

kenapa kau dingin sekali padaku, aku sahabatmu tahu jess!”

Kau memang sahabatku minyoung, tapi kau juga yang menyakitiku. jessica menggelengkan kepalanya ketika minyoung berulang kali memanggil namanya

astaga jess, jangan bilang kau melamun lagi, aku sedang berbicara denganmu jess”

“minta tolong apa, minyoung-ah? Aku sedang sibuk jadi tolong cepat bicara”

tolong kau jaga myungsooku, aku tidak ingin ia sakit selama disana. Kau tahu bukan jess,aku dan dia akan bertunangan 4 hari lagi tapi ia masih sangat sibuk bahkan masih sempat-sempatnya kejepang, jadi aku tidak ingin dia sakit. Tolong kau kontrol pola makannya, dan suruh dia istirahat yang cuku……”

Jessica langsung mematikan ponselnya. Ucapan minyoung cukup membuatnya sakit hati “myungsooku” “tunangan 4 hari lagi”. Jessica menghela nafas dan satu hal lagi Park Minyoung, jessica bukan babysister myungsoo dan tidak tahukah dia? Bahwa jessica sedang menjauhi myungsoo. Jessica langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang

“tapi omma, aku,,”

ada apa jess? Besok pertunangan minyoung, sebagai sahabat yang baik kau harus hadir diacara”

omma, myungsoo dan aku saling mencintai, ya, memang myungsoo tidak tahu perasaanku padanya karna aku sama sekali belum menceritakannya padanya, tapi yang harus omma tahu, aku dan myungsoo saling mencintai. Ini semua karna ulah minyoung. Ia menyuruhku berpura-pura menjadi dirinya pada saat kecan pertamanya, ya, aku sebagai sahabat yang baik hanya membantunya dan malah aku dan myungsoo jadi saling meyukai, setahuku awalnya minyoung mendukung kami, tapi aku tidak tahu mengapa minyoung malah memaksa untuk bertunangan dengan myungsoo, omma.

Aku.. hiks” jessica mengigit bibirnya, ia baru saja menceritakan apa yang dialaminya pada ibunya. Jessica ingin sekali menangis keras tapi ia tidak ingin ibunya semakin khawatir dengannya

omo, mengapa omma tidak tahu tentang percintaan kalian? Maafkan omma, omma selalu sibuk. Begini, omma tidak akan memaksamu untuk hadir, omma mengerti pasti rasanya sangat sakit melihat orang yang kita cintai akan bertunangan dengan sahabat sendiri. Jika kau ingin datang , datanglah sayang, kau tahu bukan keluarga minyoung pasti sangat senang dengan kehadiranmu tapi jika kau ingin sendiri, taka pa kau disana sayang yang penting kau harus jaga dirimu, arraseo?”

arraseo omma, aku akan pertimbangkan, akan hadir atau tidak”

Jessica melempar ponselnya dikasur. Ia bimbang, apakah ia harus hadir diacara minyoung? Tapi, jessica tidak sanggup melihat minyoung dan myungsoo akan bertunangan. Ahhh!! Ia benci seperti ini

~~~~

Kim myungsoo menatap dirinya dipantulan cermin. Tuxedo hitam yang ia kenakan menambah kesan tampan dan gagah. Tapi tetap saja jika dilihat lebih dekat, wajahnya menunjukkan wajah yang sangat menyedihkan. Myungsoo meraih poselnya, ditatapnya layar wallpaper ponselnya. Gadis berambut cokat yang sedang tersenyum manis di kamera. Ah, bagaimana kabar gadis itu? Apakah ia sudah pulang dari jepang? Myungsoo merindukannya. Myungsoo sangat ingin melihat jessica sebelum acara pertunangannya dimulai. Myungsoo keluar dari kamarnya, dan berjalan-jalan sebentar di taman hotel tempat akan diselenggarakan pertunangannya. Myungsoo menatap bunga-bunga yang ada ditaman, tiba-tiba sebuah tangan mungil terulur didepannya. Myungsoo menatap pemilik tangan tersebut, myungsoo langsung terperanjat

Jessica

“selamat, kau akan bertunagan dengan sahabatku”ucap jessica membuka suara. Myungsoo mengangguk lalu menjabat tangan jessica

“terima kasih”ucapnya lalu langsung menarik jessica kedalam pelukannya. Mereka berdua tidak berbicara apapun, mereka hanya saling diam, saling menikmati hangatnya pelukan dan saling melepas rindu. Jessica menangis diam-diam. Mengapa rasanya lebih sakit lagi? Myungsoo melepas pelukannya dengan cepat jessica menghapus air matanya

“aku merindukanmu” ucap myungsoo sambil mengelus rambut jessica. jessica tersenyum sambil menahan tangis

“aku juga”

“jangan nakal lagi, jangan pernah menyuruhku untuk tidak mengenalmu atau sebagainya”kali ini myungsoo yang menahan tangis. Jessica mengangguk

“tidak akan lagi”ucap jessica

“jess, bolehkah aku meminta sesuatu?”

“apa?”

Myungsoo langsung mengecup bibir jessica. membuat keduanya saling berdebar. Mereka memejamkan mata sambil menikmati ciuman yang mungkin tidak akan pernah ada lagi. Dengan perlahan myungsoo melepaskan ciumannya

“maafkan aku, aku hanya ingin kau jadi pertama bukan minyoung nanti”ucap myungsoo. Jessica mengangguk dengan cepat jessica berlari kepelukan myungsoo untuk menangis. Jessica menangis, ia tidak bisa menahannya lagi. Myungsoo hanya mengelus kepala jessica berusaha menenangkan jessica. tanpa mereka berdua sadari, orang tua jessica dari tadi memperhatikan mereka

“kasihan anakku”ucap omma jessica sambil bersandar dibahu suaminya

“tapi aku yakin, semua akan baik-baik saja. Jessica-ku adalah gadis yang kuat”ucap appa jessica. omma jessica hanya mengangguk lalu berjalan pergi meninggalkan mereka

Jessica berdiri dibarisan paling belakang. Ia tidak ingin melihat dengan jelas pertunangan minyoung dan myungsoo. Jessica dapat melihat bahwa sahabatnya sangat cantik hari ini. Dengan mini-dress berwarna peach dan high heels yang hampir berwarna senada. Sangat cantik. Jessica menatap iri minyoung, seharusnya jessica yang disana bukan minyoung. Jessica dengan pelan berjalan keluar ruangan, ia tidak bisa melihat keduanya saling tukar cincin dan ciuman. Uhh.. itu terlalu menyakitkan. Ayolah jess, ini baru tunangan belum lagi pernikahan, kurasa kau akan menjadi debu nantinya. Krystal memperhatikan gerak-gerik kakaknya dari tadi. Bahkan ia sedang mengikuti jessica yang menangis di lorong. Krystal mengambil tissue lalu berjalan mendekati kakaknya

tissue?”Tanya krystal

Jessica mendongak, ia menatap wajah adiknya dengan pelan ia mengambil tissue yang diberikan krystal.

“untuk apa kau kesini? Seharusnya kau tetap diruangan”

“lalu apa yang eonni lakukan disini? Menangis berharap pertunangan itu akan batal dengan sendirinya?” jessica terdiam mendengar pertanyaan krystal

“aku menyedihkan bukan?”

“ya, kau benar-benar menyedihkan eonni. Menangisi pria yang menjadi tunangan minyoung eonni, sahabatmu sendiri” jessica hanya mengangguk. Ia sadar ia memang menyedihkan

“apa yang harus aku lakukan?”

“melupakannya”

“tapi..”

“kau tidak bisa bukan eonni?” jessica kembali mengangguk

“tenang saja, jangan terlalu dipikirkan. Jika ia jodohmu, ia akan kembali padamu tak peduli banyak orang yang menganggu ia akan tetap menjadi milikmu”

“terima kasih telah menghiburku, kajja kita kembali”

“tapi aku tidak merasa menghiburmu, aku malah merasa sedang mengataimu”ucap krystal polos yang langsung mendapat hadiah berupa jitakan dari kakaknya

“jess, aku tidak percaya, aku telah bertunangan. Wow! Ini sungguh luar biasa”ucap minyoung ketika mereka sedang berada dikamar minyoung untuk membantu minyoung merapikan make upnya.

“aku sangat senang jika kau senang minyoung-ah”

“terima kasih jess, kau memang yang terbaik” jessica hanya tersenyum

“oh iya jess, aku merasa tidak enak denganmu, bolehkah aku bertanya?”

“tentu saja”

“bolehkah aku tahu, apakah kau mencintai myungsoo atau tidak”

Jessica menghela nafasnya pelan

“minyoung”

“ya?”

“aku..”

“ada apa jess? Katakan saja, kita sahabat bukan?”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“aku mencintai myungsoo…”

 

 

 

 

 

 

Tbc

 

 

Hai, maaf ya agak aneh ceritanya. Author lagi kehilangan ide yah berakhir seperti ini tapi author harap kalian tetap comment yaaa

Dan untuk sekedar informasi,

Ff promise akan segera berakhir, tinggal 1 chapter terakhir nanti

Don’t forget to comment and like guys

Thankyou

muahhhhh

13 thoughts on “p.r.o.m.i.s.e [chapter 7]

  1. Sumpahh, aku bacanya nyesek. Kesal kali sama minyoung. Masa dia nggak peka sama perasaan sahabatnya sendiri. Sebelumnya dia yg dukung hub. Myungsica, ehh tapi sekarang dia seenaknya aja langsung ngerebut myungsoo waktu jessica dah suka. Segera lanjut yaa thor. Penasaran endingnya. Keep writing thor!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s