Dark Night ( Chapter III )

12241600_479206592264421_7119438505386310170_n

DARK NIGHT (Chapter III)

Author : Jeevisc

Genre : Drama, sad, angst, Romance, OOC

Rating : PG

Length : Multichapter;Series;Freelance

Main Cast :

  • Jessica Jung
  • Oh Sehun
  • Tiffany Hwang

Support Cast :

  • Jung Yunho
  • Lu han as Oh Lu han
  • Kim Ryeowoook
  • Kim Junmyeon

Disclaimer : Warning of typo(s) and the casts are very OOC><

 

Background Music :

  • Taeyeon – Love, That One Word
  • Krystal – All of a Sudden
  • AKMU – Time and Fallen Leaves

Thank you for ArkenStone ( FB ) for the amazing poster~

P.s : Tulisan miring untuk flashback dan perkataan dalam hati.

»«

Junmyeon menggeleng, pria itu semakin aneh-aneh saja kelakuannya. Tentu Junmyeon takkan mengatakan itu pada direktur, karena Junmyeon tahu Sehun sedang mabuk. Nada suara Sehun tadi sangat terlihat bahwa pria itu sedang mabuk.

Junmyeon tersenyum dan kembali ke lantai bawah, menanti tuannya yang belum tiba. Direktur bilang, ia sedang ada acara makan malam dengan rekan kerjanya, sekaligus calon besan-nya.

**

Suasana seantero sekolah sudah sepi, tinggal beberapa murid yang masih tampak.

“Huft”

Jessica, gadis itu masih diam dikelasnya, duduk dan menatap kosong ke arah papan tulis.

Kelas sudah kosong, hanya tinggal dirinya dan kesunyian yang selalu menemaninya. Mata coklatnya menggambarkan kekelaman yang sangat dalam, bahkan hatinya mungkin dipenuhi dengan kegelapan.

Jessica sangat-sangat malas pulang. Tuan Kim meneleponnya, jika nanti Tuan Luhan akan datang berkunjung dengan putranya, yang mungkin akan menjadi masa depan Jessica. Gadis itu kecewa, bukan karena ia dijodohkan. Tapi karena cara penyampaian segalanya, ayahnya selalu menyuruh Tuan Kim yang menjelaskan kepadanya.

Padahal Jessica sudah menunggu, menunggu ayahnya sendiri yang menyampaikannya pada pertemuan keluarga yang hangat. Gadis itu tersenyum sedih, membayangkan acara santai dia dan ayahnya, menonton acara keluarga ditelevisi dan memakan beberapa makanan kecil, meminum teh, dan membicarakan masalah keluarga. Semua yang ada dalam khayalan Jessica terasa hangat, harmonis, dan sangat menyenangkan. Tapi, hanya ini kenyataannya. Ia tidak akan pernah bersahabat dengan kehangatan, keharmonisan, dan kebahagian.

Bahkan untuk masalah sepenting ini, ayahnya masih tetap menyuruh tuan Kim yang menyampaikan kepadanya.

‘Aku pikir, dengan menerima perjodohan ini, ayah akan sedikit bersimpati padaku..’

Jessica memasukan beberapa buku dan tempat pensil yang ada diatas meja kedalam tas ranselnya.

Jessica menghela, dan segera pergi meninggalkan ruang kelas dengan perasaan sedih yang tak dapat didefinisikan.

**

Sehun memutuskan untuk tidak pergi bersama ayahnya, dia memilih menaiki mobil lain. Asal tidak duduk berdampingan dengan pria itu.

Pria itu terlihat berbeda, style-nya siang ini sangat membuatnya terlihat lebih dewasa. Dengan kemeja hitam dan tuxedo abu-abu yang melekat pas ditubuhnya, bolamata tajamnya terfokus menatap sekitar dari jendela belakang mobil mewah ini.

“Kita akan kemana, pak?”

“Tuan Junmyeon bilang, kita akan ke Barlly’s resto. Apa Tuan muda tidak tahu?” Supir itu berbicara sopan pada Sehun, ia dapat melihat wajah datar Sehun melalui spion yang ada dihadapannya.

Sehun tahu tempat makan itu, restoran berbintang lima dengan nuansa eropa yang sangat mewah.

Pria itu memejamkan matanya sebentar, ‘Ibu, aku mengalami apa yang ayah alami. Apa yang harus aku lakukan..’lirih Sehun dalam hati.

Pria tampan itu kembali memandang lurus dengan wajah datar, “..Aku tidak pernah tahu apa yang ayah lakukan padaku”

Supir itu kembali menatap pantulan wajah Sehun dengan tatapan sedih, tuan muda Sehun tidak pernah terlihat bahagia dari awal ia –Supir— bekerja pada direktur. Bahkan untuk melihat Sehun tersenyumpun tidak pernah.

**

Jessica hanya menatap datar kedua pria paruh baya itu, ia tidak peduli dengan masalah bisnis yang dibicarakan ayahnya dengan direktur Luhan.

Sebenarnya Jessica cukup senang, ia bisa duduk disamping ayahnya. Namun perasaan kecewa itu masih lebih besar, bahkan selama perjalanan ayahnya hanya sibuk dengan beberapa berkas. Apa ayahnya tidak bisa hidup tanpa bekerja?

“Jessica-ssi..”

“Ah, iya” Jessica terkejut dan segera lari dari lamunannya. “..Maaf saya tidak memperhatikan anda.” Jessica tersenyum tipis kearah direktur Luhan yang duduk menghadapnya, lebih tepatnya menghadap ayahnya. Kursi dihadapan Jessica masih kosong, mungkin pria itu terjebak macet.

Direktur Luhan tersenyum, “Terkadang melamun ditempat nyaman seperti ini memang menyenangkan. Apa yang sedang kau lamunkan?”

Jessica berusaha tersenyum, ia jarang sekali bersikap hangat pada seseorang. Gadis itu tahu direktur Luhan ingin mengajaknya masuk kedalam percakapan, tapi dia tidak bisa. Jessica gadis yang sangat tidak suka berbasa-basi.

“Tidak ada yang kupikirkan” Jessica berucap lembut.

Gadis itu dapat melihat bahwa ayahnya bertatapan kearah direktur Luhan, “Maafkan aku, Luhan. Putriku sangat pendiam. Mungkin dia sedang memikirkan calon suaminya nanti”

Kemudian gelak tawa itu terdengar, membuat telinga Jessica memanas. Demi apapun, dia tidak pernah memikirkan siapapun kecuali ayah dan ibunya.

“Ah, putraku juga–”

“Maaf saya terlambat”

Suara maskulin yang terdengar dingin memotong perkataan direktur Luhan.

Ayah Jessica, dan ayah pria itu menoleh. Kemudian tersenyum senang dan bersalaman sopan dengan pria itu.

Sampai ketika pria itu duduk dihadapan Jessica, keduanya terdiam, tak dapat menutupi rasa terkejut dari sorot matanya.

Tapi kemudian, mereka saling menatap dengan tatapan tajam. Suasanya terasa berbeda, seperti sesuatu yang menegangkan menyeruak kedalam jiwa-jiwa.

Ryeowook dan Junmyeon yang berdiri disamping Sehun dan Jessica merasakan hal itu.

‘Bagaimana jadinya pria dan wanita dingin disatukan dalam pernikahan?’

**

“Aku tak menyangka gadis itu adalah dirimu..” Jessica dapat mendengar suara Sehun yang terdengar tajam dengan nada ketidaksukaan yang disertakan secara sengaja oleh pria itu.

Kedua ayah mereka pulang terlebih dahulu, sepertinya mereka harus menghadiri acara yang sama. Atau hanya sebuah trik untuk membiarkan Sehun dan Jessica berdua direstoran ini. Memuakkan.

Ryeowook dan Junmyeon belum pulang, mereka masih mengawasi Sehun dan Jessica dari meja bar yang tersedia disudut restoran sambil sesekali berdiskusi tentang majikan masing-masing.

“Well, apa kau menerima perjodohan ini?”

Jessica menatap Sehun dengan datar, ekspresinya tak jauh berbeda dengan ekspresi pria itu.

Oh Tuhan, kedua manusia es ini akan disatukan dalam ikatan pernikahan? Apa yang akan terjadi?

“Aku selalu melakukan apapun yang ayah inginkan”

“Sepertinya bukan yang ayahmu inginkan, tapi yang ayahmu perintahkan” tandas Sehun sinis kemudian menyesap cappucino panas kesukaannya.

Jessica menatap Sehun tajam, “Kau tidak tahu apapun tentang aku dan ayahku!”

“Aku tahu” Sehun dapat merasakan kemarahan dalam diri gadis itu, “Bahkan aku tahu kau selalu melakukan perintah ayahmu karena kau harus melakukannya, dan tak bisa menolaknya. Hidupmu sudah diatur dalam permainan yang dia buat, benarkan?”

Jessica tersenyum sinis kemudian mengepalkan tangannya, “Kau–”

“Kau tidak bisa menipuku. Karena… karena aku pun seperti itu”

Jessica terdiam, jadi bukan hanya dirinya yang diperlakukan seperti mainan oleh ayahnya sendiri. Sehun pun merasakan kepedihan hidupnya. Setidaknya Sehun tahu apa yang ia rasakan.

“Siapa namamu?”

“Kau tidak perlu mengetahuinya, bukan”

“Tentu saja perlu. Kau akan menjadi istriku”

Jessica melempar pandangnya muak, “Aku tak suka menghabiskan waktuku dengan membicarakan hal yang tidak penting”

Jessica berdiri dan mengambil tas kecil yang ia bawa, “Bahkan aku tidak bisa membayangkan akan menikah dengan pria sepertimu. Selalu menebar pesona disekolah, membuat kacau sekolah..”

Jessica ingin berlalu meninggalkan Sehun, tapi kemudian sebuah tangan mencengkram pergelangan tangannya kuat.

Sehun menatapnya dengan tajam,
“Kita dipertemukan dengan cara tidak baik, jangan harap aku akan memperbaiki semuanya”

Kemudian pria itu melepas tangan Jessica dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan gadis itu.

Jessica terdiam menyimak ucapan pria itu, demi apapun dia tidak suka dengan pria itu.

Kemudian Jessica menghembuskan nafasnya, ia tahu satu hal. Bagaimanapun pernikahannya nanti takkan pernah indah, pria masa depannya adalah pria yang ia benci. Ya, Jessica memutuskan untuk membenci Sehun. Sebenarnya Jessica selalu membenci siapapun dan apapun didunia ini kecuali ayahnya.

‘Seharusnya aku sadar, aku tidak pernah terlahir untuk hidup. Jiwaku mati dengan raga yang tidak bisa terdiam..’

**

Setelah sampai dirumahnya, Jessica segera mengurung dirinya dikamar seperti biasanya.

Gadis itu melempar tasnya asal dan mengganti highheels yang ia kenakan menjadi sandal tidur.

Gadis itu tidak mengganti dressnya dengan baju yang lebih santai, ia berjalan kosong ke arah balkon kamarnya.

Hari ternyata sudah gelap, selama itu ia terdiam di restoran.

Gadis itu menatap langit gelap, segelap hatinya. Namun, langit masih memiliki cahaya bulan dan bintang-bintang yang dengan senang hati menyinari gelapnya malam, tidak seperti hatinya yang benar-benar gelap.

Ternyata malam tak mengerti perasaannya, Jessica berbalik dan menutup pintu besar kaca kamarnya dan menarik gorden.

Gadis itu duduk disisi ranjang, menatap bingkai foto besar yang ada dihadapannga. Ia sengaja meletakkan foto itu disana. Jessica hanya ingin merasa orang yang dicintainya selalu pertama ia lihat ketika bangun dari tidurnya, dan terakhir dilihat ketika ia akan memejamkan matanya.

Jessica tersenyum tipis, raut bahagia selalu tampak pada objek foto itu. Foto dirinya, ibu, dan ayahnya..

Senyum Jessica terasa lepas dan indah, tidak seperti saat ini.

Tanpa terasa Jessica merasa dadanya sesak, ia sudah sering merasakan kepedihan. Ketika semuanya melanda, Jessica hanya bisa diam tanpa menumpahkan kepedihannya. Sudah dikatakan, Jessica tidak pernah menangis lagi. Setidaknya dimata semua orang, ia hanya menangis dalam hatinya. Dan berharap ada yang mengetahui hal itu, merasakan kesedihan dan kehancuran yang ia rasakan.

‘tok..tok..tok’

Jessica segera beranjak menghampiri pintu kamar, “Siapa?”

Ia tak membuka pintunya, kamar adalah ruang privasi miliknya. Tak ada yang pernah masuk kesini, hanya satu pelayan khusus kepercayaannya untuk membersihkan kamarnya.

“Ini aku”

Jessica mengenal suara itu, ia tak mungkin tak mengenali suara tuan Kim.

“..Direktur ingin bertemu, diruang kerjanya”

Jessica menarik sudut bibirnya, ayahnya ingin bertemu. Ah Jessica merasa ada kebahagian kecil dihatinya.

Demi apapun, Jessica hanya menyayangi ayahnya. Ia rindu kasih sayang yang dulu sering diberikan ayahnya secara cuma-cuma. Namun sekarang, ayahnya terlalu sibuk tanpa pernah menemuinya. Mereka hanya bertemu kita berpapasan dirumah, atau makan malam. Sisanya, Jessica habiskan dengan mengurung diri dikamar.

Gadis itu segera mengganti bajunya dengan piyama tidur berlengan panjang, kemudian membuka pintu dan berjalan mendahului tuan Randy.

Ia tidak perlu menuruni tangga, ruang kerja ayahnya berada dilantai 2, berada dipaling pojok wilayah lantai 2. Kamar Jessica dan ruang kerja ayahnya bersebrangan, jauh, dilihat dari ukuran besar rumah mewah ini.

Gadis itu masuk tanpa mengetuk pintu dan melihat ayahnya yang sedang sibuk menandatangani berkas-berkas dimeja kerja besarnya.

Jessica mendekat dan berdiri dihadapan ayahnya tanpa duduk. Melihat kedatangan putrinya, direktur Yunho menghentikan aktivitasnya.

Ia mengamati putrinya dari ujung kaki sampi ujung kepalanya. Jessica sudah tumbuh besar dan menjadi gadis yang cantik..batinnya tersenyum bahagia.

Bahkan dia tidak pernah menyadari perkembangan putrinya, istrinya akan kecewa jika mengetahui ini. Raut wajah direktur Yunho menjadi murung, kemudian ia berusaha mengubah ekspresinya.

“Bagaimana pertemuanmu dengan Sehun?”

Suara yang sangat Jessica rindukan, ayahnya selalu menunjukan aura berwibawa yang tinggi sejak dulu, Jessica sangat bangga pada ayahnya.

Jadi namanya Sehun.. Jessica membatin sejenak.

“Jessica..”

“Apa aku harus menikah dengannya, ayah?” suara Jessica terdengar berbeda dari biasanya, suaranya terdengar lembut dan rapuh. Tidak seperti suara Jessica yang biasa, dingin, datar, dan acuh.

“Tentu saja” ucap ayahnya pasti, kemudian pandangan pria berumur 39 itu kembali pada berkas-berkasnya.

Jessica menatap ayahnya sedih, “Tapi aku tidak mencintainya, ayah. Aku tak tahu bagaimana dia yang sebenarnya. Aku tidak mengenalnya..” lirik Jessica pelan.

“Tak perlu cinta untuk sebuah pernikahan, perasaan cintamu akan tumbuh selama bersamanya, tenang saja..”

Jessica mengepalkan tangannya marah melihat sikap ayahnya yang sangat tak peduli. Jessica memang belum pernah merasakan cinta kepada pria manapun, tapi ia yakin pernikahan akan indah jika didasari cinta.

“..Setelah menikah, kau cari tahu sosok Sehun yang sebenarnya. Barusaja ayah mengenalkannya padamu kan? Semua beres”

Jessica merasa jantungnya diremas dan ditarik paksa keluar, kemudian ia membuang nafasnya kasar.

Ayahnya kembali menatap (namakamu), “Kau tidak mau mengecewakan ayah, bukan?”

Jessica dengan cepat mengangguk, ia tidak akan pernah ingin mengecewakan ayahnya. Jessica selalu menuruti keinginan ayahnya supaya ayahnya tak kecewa.

Jessica merasa ayah adalah segalanya, semacam father complex. Tapi bukan itu, ia hanya memiliki ayah didunia ini, oleh sebab itu Jessica berusaha membahagiakan ayahnya.

Ayahnya tersenyum tipis, “Maka lakukan pernikahan ini”

-TBC.

Haii/lambai tangan/ sorry buat kelamaan nge next-nya hehe aku sibbuk besok juga mau kemping.

 

13 thoughts on “Dark Night ( Chapter III )

  1. Kasian Sica yg kurang kasih sayang dari ayahnya😦
    Apa mereka bakalan tetap nikah?
    Padahal udah terlanjur benci satu sama lain. Next chapt thor

  2. maaf lama coment sibuk bgt UAS menghalang semuanya hehehe.

    but wait!! jangan keluarkan bendera perang dipublik HunSic. Kyaaa dijodohkan cie.cie.cie semoga cepet nikah ya
    Jess kamu sbr bgt sama ayah kamu,tapi percayalah semuanya juga utk kebaikan mu. Dan Sehun hahahahaha*evilsmirk neraka baru dimulai
    Chingu kok lama bgt next chap nya,ditunggu bgt lo. Dan wordnya dibanyakin dong,chap ini pendek bgt,dan konflik HunSica nya kalau bisa Greget,Kocak gitu biar seru. Semangat ya utk next chap. Sorry for typo at Comment

    ~See You~

  3. aku suka bgt fix ceritanya:( aku baru baca skrg jd commentnya br skrg hihihi aku suka bgt yang ky sekolah2 gttt hehe tp ini jessica rada cupu yahh orgnya hehe lanjuuuut pls

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s