Red Thread ( Chapter – 3 )

 

RyeonHi20 Proudly Presents

Red Thread

Starring : Oh Sehun || Jessica Jung

Genre : Angst , Family , Romance , Hurt/Comfort

Rating : AU

Length : Chaptered

Warning : AU, OOC, MISTYPO(S), OC, bashing chara, ga-je, alur maju-mundur bikin pusing , absurd, ide pasaran, POV ganti gak bilang-bilang.

Previous :  2  

Cr Poster : Jungleelovely Art

Segala sesuatu yang terjadi dalam Fanfiksi ini hanyalah Fiktif belaka #ya elah namanya juga ff . Jika ada kesamaan nama tempat , tokoh , dan lainnya , itu semua murni karna ketidak sengajaan dan kecerobohan author semata .

Nb : anggap aja sistem pemerintahan Korea di sini itu bentuknya Kerajaan . Tapi model Kerajaan Modern gitu . Kayak di Kerajaan Inggris . Oke ? Sip

Selama beberapa Dekade terakhir , Istana Gyeongbokgung atau Gyeongbok Palace (Kyeongbok Palace) di kenal sebagai Pusat pemerintahan sekaligus tempat tinggal bagi Raja beserta keluarganya , juga beberapa Menteri pembantu kepercayaannya .
Di bangun di atas areal tanah seluas 410.000 meter persegi dengan 330 buah komplek bangunan dengan 5.792 kamar yang semakin menambah kemegahan dan keagungannya , Istana Gyeongbokgung juga sering di gunakan untuk menyambut Tamu – tamu kehormatan dari Negara lain , dan tak jarang pula para Tamu itu di persilahkan menginap di Istana .
Namun sejak kepemimpinan Raja Oh Hyungsik (Ayah Sehun) , Istana Gyeongbokgung tak lagi di fungsikan sebagai Istana kediaman Raja dan keluarga apalagi untuk para Menteri .
Fungsi istana Gyeongbokgung sendiri masih tetap sama yakni menjadi pusat pemerintahan sekaligus simbol keagungan kerajaan dan rakyat Korea . Yang membedakannya hanyalah Raja beserta keluarga tak lagi menempati Istana itu sebagai tempat tinggal , melainkan di sebuah Istana atau Kastil baru yang bernuansa Barat di daerah pegunungan yang Kastilnya merupakan hasil rancangan dari Raja Oh Hyungsik sendiri.
Kastil ini sendiri di bangun atas perintah Raja yang mengaku bahwa dirinya merasa bosan berada dalam lingkup istana Gyeongbokgung , yang selama ini sangat mengedepankan Aturan dan tata tradisi khas kerajaan yang begitu rumit .
Berbeda dengan Istana Gyeongbokgung yang sangat Tradisional Korea mengingat Istana itu telah di gunakan selama ratusan Tahun oleh Raja -raja terdahulu , Kastil kediaman pribadi Raja ini justru di rancang seperti Istana-istana Abad Pertengahan di Eropa . Dengan gaya arsitektur Georgian dan Victorian, dan beberapa sentuhan neo gothic di beberapa bagian .

Kastil ini sering di sebut sebagai ‘Oh Castle’


karna yang mendiaminya adalah Raja dan keluarganya yang semuanya memiliki nama depan atau Marga Oh . Oh Castle ini terdiri dari beberapa bagian kastil dan taman, yang keseluruhan mempunyai luas hingga 5 hektar. Bangunan terdiri dari tiga bagian, yaitu middle ward, upper ward, dan lower ward.

Middle Ward berada di tengah kastil. Bangunan ini dibangun menyerupai tembok yang mengelilingi bukit kapur buatan setinggi 15 m. Di bagian puncak bukit buatan berdiri Round Tower ( semacam menara pusat pengawasan untuk mengawasi keamanan di seluruh bagian Kastil) . Belakangan bagian Interior Round Tower di perluas demi menyediakan ruang bagi Arsip-arsip penting kerajaan.

Upper Ward terdiri dari sejumlah bangunan utama kastil yang dikelilingi oleh bangunan yang berupa tembok keliling berbentuk segi empat. Upper Ward berbatasan dengan teras bagian utara yang menghadap ke sungai Han dan teras bagian selatan yang menghadap ke arah kebun kastil.
Salah satu ruangan yang mendominasi Upper Ward adalah State Appartment yang menempati sisi tembok sebelah utara. Raja memerintahkan , setiap ruangan di State Appartment dirancang untuk memiliki gaya arsitektur yang berbeda-beda, dengan furniture dan dekorasi yang menyesuaikan tema tiap ruang.
Beberapa ruangan mengusung gaya klasik, Gothic, dan Rococo style dengan beberapa kombinasi elemen Jacobean di dalamnya.

 

Lower Ward terletak di bagian bawah dan berada di sebelah barat Round Tower. Area ini aslinya dibangun dengan gaya abad pertengahan, namun sebagian besar bangunannya kemudian direnovasi dan dibangun ulang dengan gaya gothic atas perintah sang Pangeran Mahkota—Sehun karna areal ini merupakan ‘wilayahnya’ .

 

Oh Castle juga dikelilingi oleh beberapa area taman yang ditambahkan kemudian. Salah satunya adalah Home Park, yang meliputi taman, dua lahan pertanian, dan sejumlah cottage. Berbatasan dengan Home Park di tepi utara terdapat area taman lain, Oh Great Park, seluas 1900 hektar. Selain taman, Kastil Oh juga memiliki jalan yang disebut sebagai The Long Walk. The Long Walk yang berada di bagian selatan kastil merupakan jalan sepanjang 5 km dengan deretan pohon dikedua sisinya.

Berbeda dengan ketatnya Aturan adat tradisi di Istana Gyeongbokgung , Kastil Oh sendiri tidak terlalu banyak mengadopsi aturan tradisi terhadap keluarga Raja selayaknya yang ada di istana Gyeongbokgung .
Kastil Oh lebih banyak mengadopsi budaya yang terbilang Liberal atau bebas khas dunia Barat . Contohnya saja , para pelayannya bukannya mengenakan Pakaian Tradisional khas Korea seperti Hanbok sederhana selayaknya yang di temukan di istana Gyeongbokgung , melainkan mengenakan pakaian Khas pelayan seperti pada umumnya (bayangin aja kayak yang dipake pelayan Goo Jun Pyo di BBF ) .
Selain itu , Raja juga tidak mengharuskan setiap orang yang ingin menemuinya di Kastil kediamannya itu untuk bersikap terlalu formal kepada dirinya . Dia memerintahkan agar setiap orang di Kastil miliknya itu bersikap biasa saja terhadap dirinya juga keluarganya, kalaupun memang harus menggunakan Adat sopan santun , maka lakukan seperlunya saja , jangan terlalu berlebihan ,karna Raja sendiri pun mengaku tidak begitu menyukai Formalitas Adat kerajaan di negaranya yang rumit .

* * *

Jessica tak bisa menjawab mana yang lebih buruk antara menghadapi reaksi ratusan orang yang akan menatapnya sinis esok hari setelah hari ini ia duduk semeja dan makan siang bersama keluarga kerajaan atau berada di tengah para penyandang marga Oh di atas meja ini yang membuat suasana , aura dan segalanya terasa seperti di Kuburan ?

Entah sejak kapan dirinya terjebak dalam kesenyapan para Oh di sekitarnya ini yang membuatnya sedikit merasa tidak nyaman .
Jika dalam gambaran setiap orang bahwa keluarga-apalagi keluarga kerajaan pastilah memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat atau minimal sering bercengkrama dan berbagi keakraban-bercerita mengenai apa saja tentang keseharian mereka di atas meja makan , maka kau tak kan menemukannya di keluarga ini .
Bahkan rasanya Kuburan pun jauh lebih ceria jika di bandingkan suasana ditengah keluarga pemimpin negeri berbentuk Monarki ini .
Sang Raja—Oh Hyungsik yang duduk di ujung meja terlihat asyik membolak-balik halaman Koran pagi-yang di baca kesiangan- , sementara Permaisuri—Oh Hyo Jin yang duduk di sebelah kanan Raja terlihat sibuk sendiri dengan Gadget miliknya. Tersenyum-senyum sendiri layaknya ABG di landa cinta ketika para sahabat sesama keturunan bangsawan sosialitanya ikut berkicau di laman media sosial miliknya , atau sesekali membenarkan tatanan rambutnya yang baru habis perawatan di Salon ternama . dan tak jarang pula Permaisuri terlihat melakukan Selfie dengan memamerkan Cat kuku terbarunya yang di hiasi taburan berlian , atau sengaja memamerkan Pakaian , Jam tangan , perhiasan , serta Tas yang di kenakannya yang sudah dapat di pastikan berasal dari Brand merk ternama dengan Harga selangit juga koleksi terbatas itu dengan menguploadnya ke akun media sosial miliknya .
Sementara Sehun yang duduk di sebelah kiri Raja yang artinya berseberangan dengan ibunya sang Permaisuri , terlihat sama sekali tak ambil pusing dengan Ke-Apatisan Ayah dan Ibunya yang sama-sama saling mengacuhkan satu sama lain . Dia sudah terbiasa berada di dalamnya . Bagi Sehun , acara makan siang seperti ini hanyalah sebagai Pencitraan yang bertujuan untuk mengatakan dan memperlihatkan pada dunia bahwa Keluarga mereka baik-baik saja . Padahal justru sebaliknya .

Sesungguhnya sang Pangeran rasanya akan mati kebosanan saat ia hanya dapat menikmati makan siang ala ‘kuburan’ itu sambil menikmati Kopi hitam tanpa gula miliknya tanpa kata .

Dan akhirnya , Jessica-si orang luar yang terjebak dalam ‘kedinginan’ para Oh ini hanya dapat mematung tanpa dapat berkata apalagi sampai ‘lancang’ mengambil makanan-makanan lezat yang tersaji di hadapannya semenjak para Oh ini saja bahkan tak terlihat tertarik dan berminat sama sekali dengan acara makan siang bersama ini . Dalam Tradisi kerajaan , orang luar atau katakanlah Tamu di larang mengambil makanan mendahului Tuan Rumah yang menyediakan atau menyelenggarakan jamuan , karna hal itu dianggap tidak sopan dan tidak menghormati Keramahan Tuan rumah .
Jadilah Makanan-makanan itu terus di diamkan selama hampir setengah jam . Para pelayan/dayang yang berjejer di sekitar ruang makan itu juga terlihat sekali salah tingkah-tak tahu harus berbuat apa dan bagaimana dalam melayani Anggota keluarga Raja yang semua dingin dan keras kepala ini .
Jessica yang duduk tepat di sebelah kanan si Pangeran Menolehkan kepalanya ke samping , dan mendapati sang pangeran juga terdiam dalam posisinya . Posisi duduknya yang tegak lurus dengan tidak adanya ekspresi sedikitpun di wajahnya -datar- membuat namja berkepala Blond silver ini tak ubahnya sebuah Patung lilin di Museum .

Entah mengapa dirinya merasa asing berada di tengah-tengah keluarga ini .
Jessica tahu persis dulunya keluarga ini tidaklah sedingin dan sekaku ini . Atau setidaknya Atmosfernya akan jauh berbeda jika yang menempati meja ini hanya Raja dan Sang Pangeran mengingat kedua orang itu memang benar-benar dekat dan akrab layaknya Ayah dan Anak pada umumnya . Kau sendiri sudah melihat bagaimana Akrabnya Ayah dan Anak itu jika mereka bersama , bukan ?
Lantas kenapa suasananya jadi terasa jauh berbeda saat di tengah-tengah mereka bergabung sang permaisuri ?

Mengikuti pikirannya , tanpa sengaja Jessica mengarahkan pandangannya ke depan dimana Sang Permaisuri yang masih asyik dengan Gadgetnya itu tiba-tiba saja balik menatap dirinya , membuat ia spontan salah tingkah dan dengan gugupnya menganggukkan kepala sampai punggungnya pun ikut membungkuk . Terpojok oleh tatapan mengintimidasi dan super dingin sang permaisuri membuatnya benar-benar ingin menghilang atau berlari dengan kemampuan Teleportasi .

Itulah penyebabnya . Ratu Hyo Jin selalu saja bersikap dingin dan mengintimidasi dengan tatapan tajamnya seperti itu , juga penuh tipu daya dan seenaknya kepada setiap orang. Jessica tidak mengerti kenapa sang ratu bisa berubah drastis atau berbeda seperti ini ?

Berubah ?

Tentu saja Ratu itu nampak amat sangat berbeda dari yang pernah di ingatnya ketika ia masih kecil dulu . Dulu , seingatnya sang Ratu amatlah baik hati , hangat dan ramah—persis seperti sosok Ratu yang di idam-idamkan seluruh Rakyat . Bahkan dulu Sang Ratu juga ikut merawat Sica pasca Tragedi yang dialami gadis itu .
Namun entah apa yang telah terjadi pada sang Ratu hingga sikapnya bisa berubah seperti ini pada setiap orang .
Setiap orang . Tanpa terkecuali . Bahkan pada Putranya sendiri .

Sehun menyadarinya . Saat Jessica terlihat salah tingkah dengan mati-matian menghindari kontak mata dengan Ibunya , Sehun bisa tahu telah terjadi sesuatu barusan diantara mereka . Dilihatnya , wanita paruh baya namun tetap terlihat cantik itu memandangi Asisten kesayangannya dengan tajam . Ia pun mendecih karna tak suka dengan sikap Ibunya pada Jessica . Sehun kemudian berkata…
” tanpa mengurangi rasa hormat ku . Sampai kapan kita akan terus berkutat dengan diri sendiri ? Jujur saja aku sudah Lapar . Lantas kenapa tidak kita mulai saja makan siang-nya ?” Namja itu berkata cuek , tak peduli meski sepasang Alis ayahnya menukik tajam .
Dia menyadari perkataannya barusan amatlah jauh dari kata sopan . Tapi siapa yang peduli ? Toh sikap kedua orang tuanya juga tidak mencerminkan Norma sopan santun di depan makanan yang tidak baik jika di diamkan terlalu lama.
Raja menutup dan melipat korannya dan menyerahkannnya pada Pelayan yang berdiri tak jauh dari meja makan .” Baiklah , aku mengerti . Maafkan Ayahanda mu ini , Pangeran . Sekarang , silahkan dinikmati . ” jawab Raja di dahului dengusan keras .
Barulah setelah itu Para pelayan bekerja menyiapkan semua peralatan makan yang akan di gunakan Para Oh tersebut—sampai akhirnya bisikan sang pangeran yang mampir di telinga Jessica berhasil membuat yeoja itu membelalak saat gadis itu juga tengah di layani oleh para Pelayan .
” aku mau kau yang melayani ku . ” bisik Sehun .
” Apa ? ”
” lakukan saja . Ambilkan Nasi dan lauk pauknya sesuai instruksi ku-atau mungkin kau tidak membutuhkan Instruksi ku lagi , kau kan sudah hafal betul makanan apa saja yang ku sukai . ”
Jessica Mendengus seraya mendelik si pangeran dengan ekor matanya yang menyipit , Ah—Lihat kan , betapa menyebalkannya anak ini . Ada Puluhan Pelayan yang akan selalu sedia melayaninya , tapi kenapa Pangeran itu harus menyuruh dirinya lagi untuk di layani ?
Tetapi , dia tidak bisa membantah apalagi Protes . Apalah dirinya ini jika di bandingkan Trio penguasa negeri ini .
Akhirnya , setelah mengalami pergulatan batin dan juga pikiran , Jessica pun mulai mengambilkan Nasi serta lauk pauk yang akan di santap Sehun . Dia memang sudah terbiasa melakukan hal ini . Meski dalam hati ia sering mencemooh dirinya sendiri , menganggap kebiasannya menyiapkan makan bagi sang pangeran terlihat seperti rutinitas seorang istri dalam melayani suaminya . Gah , memalukan sekali .
sekarang dalam kepalanya serasa ada ribuan Sehun dalam ukuran mini yang menabuh drum marching band-memainkan lagu yang terdengar mengejek .

Bukan . Bukannya ia mulai menikmati perannya yang entah itu Keberuntungan atau justru kutukan bisa melayani Sang Pangeran sampai ke hal detail seperti ini . Tetapi dia lebih memilih Pasrah begitu ia sadar ia tak mungkin membantah atau minimal bertengkar dengan si pangeran di Meja makan dimana Raja dan Permaisuri negeri ini sedang khusyuk-khusyuknya menikmati hidangan yang tersaji . Ia bisa di kecam habis-habisan oleh sikapnya yang lancang .
” Silahkan dinikmati Pangeran . ” Jessica pun menggunakan percakapan formal yang biasanya di ucapkan Seorang Pelayan setelah melayani Tuan-nya .
Mendengar ucapan Formal Jessica barusan membuat Sehun mendengus . Dia menyadari betul Asistennya ini pastilah tengah menyindir dirinya atas perintahnya barusan . Dia tahu Jessica tidak mungkin menyuarakan Bantahannya secara langsung yang mungkin saja akan berujung pada pertengkaran lagi diantara mereka-sementara situasi dan kondisi mereka sekarang amatlah tidak etis untuk diperpanas dengan sebuah pertengkaran . Hey , tidak butuh menjadi keluarga kerajaan juga ‘kan hanya demi memahami Norma aturan kalau bertengkar di atas meja makan itu tidak sopan ?
Tapi Sehun senang . Amat senang . Senang saat melihat ‘miliknya’ nampak tak berdaya . Hahaha , biarlah dia tertawa sekarang . Kapan lagi bisa melihat Asisten kesayangannya yang hobi memberontak itu tidak membantah semua perintahnya . Ini jelas-jelas momen langka yang patut di nikmati .
Mati-matian Sehun menahan Sudut bibirnya agar tak membentuk seringaian keji . Sebelum sebuah suara menginterupsi.
” Ehem … ”
Deheman agak keras terdengar berasal dari sang permaisuri Bertujuan mengambil alih Atensi .
Raja yang menempati ujung meja hanya melirik Permaisurinya melalui sudut mata sembari perlahan menjejalkan Nasi kepal ke dalam mulutnya tanpa minat . Dia menatap kearah Sehun seolah berkata ‘aku-muak-dengan-semua-ini’ yang hanya di tanggapi Sehun dengan sebuah dengusan kasar .
Ayah dan anak itu selalu saja satu pikiran .
” Pangeran Mahkota , aku melihat adanya Puluhan pelayan di ruangan ini yang pasti akan bersedia kau perintah untuk melayani mu , tapi kenapa kau justru lebih memilih merepotkan Asisten mu itu daripada mempergunakan Jasa para Pelayan disini ? ” Permaisuri berkata dengan arah tatapan menusuk ke sisi kanan sang pangeran-tepatnya pada Jessica yang spontan langsung menundukkan kepala pasca ‘diserang’ Permaisuri .
Sehun memutar otak mencoba mencari jawaban terbaik . Tidak mungkin kan dia mengatakan bahwa hal yang di perintahkannya pada Jessica tadi memang sudah menjadi Tugas utama sang asisten dalam melayani dirinya ?
” Atau—apa kau berminat untuk alih profesi dan memilih berseragam Pelayan di Kastil ini ? ” Lagi , Dengan nada mencemooh pada Jessica .
Merasa pernyataan Permaisuri kini benar-benar langsung terarah pada dirinya . Jessica tentu saja tidak bisa tidak memberikan jawaban .
Ia sadar betul pernyataan Permaisuri sarat akan konotasi tak bersahabat pada dirinya . Tetapi , ia tidak bisa begitu saja menganggap Premis semacam itu membuatnya berpikir negatif mengenai Sang pendamping hidup raja . Bisa saja , Permaisuri hanya mengemukakan ketidaksetujuannya atas Sikap dan perilakunya pada Sehun selama ini yang—kau tahu sendirilah …
Jika memang Permaisuri atau siapapun memintanya beralih menjadi Pelayan di Kastil ini , dia bersedia menerimanya . Lagipula , selama ini dia cukup merasa tidak enak hati dimana dirinya yang hanya bertugas mengurusi dan melayani semua keperluan Pangeran mendapatkan Gaji yang bahkan melampaui gaji seorang Manajer di sebuah Perusahaan besar . Dia merasa Gaji sebesar itu sama sekali tidak sepadan dengan pekerjaannya yang tidak ada apa-apanya sama sekali jika dibandingkan dengan Pekerjaan para pelayan di Kastil ini yang memiliki Gaji lebih kecil dari dirinya . Dan setidaknya dirinya tak lagi di pandang sebagai ‘anak-pengkhianat-yang-beruntung-dikasihani-Raja’ . Mungkin dengan beralih menjadi Pelayan dia bida menghilangkan Stigma negatif orang-orang pada dirinya , dan mulai menganggap dirinya sama—bukan anak pengkhianat kesayangan Raja lagi .
” Am—ampun y-yang mulia , j-jika yang mulia permaisuri tidak puas atau kurang berkenan terhadap kinerja saya , s-saya t-tidak keberatan sama sekali jika memang saya di alihkan dari pekerjaan saya sebelumnya . S-saya bersedia menjadi— ”
” kau tidak akan di pindahkan atau dialihkan ke pekerjaan lain , Nona Jung . Kinerja mu selama ini baik dan memuaskan—setidaknya itu yang aku tahu mengingat Pangeran Mahkota sendiri pun tidak pernah komplain terhadap pekerjaan mu . Jadi kau tenang saja , posisi mu tetap di kerajaan ini sebagai Asisten pangeran . ” Raja bersuara . Memotong ucapan sang putri mantan jenderal yang paling di hormati di Negaranya yang hendak menerima menjalani Profesi rendahan yang dianjurkan Permaisuri yang tak berperasaan .
” Ingatlah , yang memilihmu untuk menjadi Asisten yang selalu mendampingi Pangeran adalah Aku . Hanya aku yang berhak memindahkan mu atau bahkan sampai memberhentikanmu , bukan orang lain . Mengerti ? ” Peringatan . Semua tahu jikalau yang disampaikan Raja barusan merupakan sebuah peringatan yang bersifat Mutlak tanpa bisa di ganggu gugat .
Tentu saja Raja tak bisa membiarkan begitu saja saat Permaisuri mulai bertindak seenaknya . Terutama pada Jessica-Anak sahabat baiknya yang juga sudah dianggapnya seperti anak sendiri . Apa-apaan itu , Memerintahkan Jessica alih profesi menjadi Pelayan ?
Tentu saja Raja tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi . Bagaimana pun , hak wali Jessica sudah jatuh ke tangan Raja . Jadi Raja lah yang bertanggung jawab pada diri gadis itu-menggantikan posisi Ayah Jessica yang tlah tiada sampai gadis itu minimal tlah menikah . Mau ditaruh dimana harga diri Raja jika sahabatnya-mendiang Jenderal Jung melihat apa yang telah terjadi pada putrinya dari atas saja . Apalagi hal tersebut diakibatkan kelalalain Raja dalam menjaga Anak sahabatnya itu .
Tidak . Sudah cukup . Sudah cukup Raja dulu membiarkan sang sahabat di eksekusi tanpa alasan yang jelas . Dan kini Dia tak kan menjerumuskan Anak sahabatnya pada lorong kegelapan lagi .

Merasa suasana kian keruh , Sehun justru merasa yang paling tidak berguna disini .
Harusnya dia sendirilah yang menyelamatkan Harga diri Jessica yang nyaris kembali di injak oleh Permaisuri yang suka berlaku seenaknya .
Harusnya bukan Raja-ayahnya bersuara mengukuhkan Posisi Jessica di Kastil ini .
Ha-ah …
” Aku hanya ingin di layani seseorang yang sudah benar-benar mengerti diriku . Itu saja , yang mulia permaisuri . Jadi jangan di permasalahkan . ”
Akhirnya Sehun baru menemukan Fungsi dirinya beraa di meja ini . Mencoba Mencairkan ketegangan antara Ayah dan Ibunya juga membuat kecanggungan si orang luar-Jessica jadi sedikit teralihkan .
Sehun hanya dapat menghembuskan nafas kasar saat ia tak mendapati respon sedikitpun dari Ayah mau pun Ibunya . Situasi semakin tak mengenakkan dan kondusif lagi di meja makan itu .
Dimatanya , Memang Sudah bukan rahasia lagi , jika pasangan Raja dan permaisuri negeri ini mengalami banyak sekali Perselisihan dan hampir di setiap kesempatan selalui di warnai Cekcok tak berarti yang hanya dilandasi Ego dan kekeras kepalaan masing-masing . Sehun tak pernah ambil peduli dengan kondisi keluarganya yang sudah tidak sehat tersebut , karna baginya keberadaan Jessica yang bisa menjadi semua sosok yang ia harapkan saja sudah cukup baginya .
Jessica bisa menjadi Asisten , Sahabat , Kakak , Ayah , bahkan Ibu yang selalu dapat mengisi kekosongan dalam batin sang Pangeran yang terlanjur terluka oleh Ego kedua orang tuanya .
Tetapi , pasangan Raja dan Permaisuri itu memang pandai bersandiwara . Mereka bisa berbohong , berkilah , dan sebagainya dalam menyangkal fakta yang ada bahwa mereka memang tak lagi dapat di katakan ‘baik-baik saja’ . Menyapa Rakyat dengan senyuman Agung , melambaikan tangan sebagai jawaban jeritan Rakyat yang memuja mereka lakukan semata-mata hanya sebagai Topeng . Sebuah Permainan Sandiwara yang memiliki Alur cerita dan konflik yang jauh berbeda dari apa yang mereka tampilkan di depan Publik .
Seperti Trik kamera dalam sebuah pertunjukan sulap yang di tampilkan di TV . Apa yang kau lihat belum tentu terlihat seperti apa yang seharusnya terlihat .

/ akhirnya kau memberi kabar , Sica-ah. Baa-chan sempat panik saat tak mendapati sedikitpun kabar darimu yang menghilang begitu saja kemarin . Bahkan sudah tak terhitung lagi berapa kali Baa-chan mencoba menghubungi dan mengirimimu pesan hanya untuk mencari tahu keberadaan juga keadaan mu /
Sebuah Senyum tipis terlukis di bibir Jessica saat ia mendengar nada khawatir Mantan pengasuh semasa kecilnya itu yang sampai sekarang pun juga masih mengurusi segala keperluan dirinya. Memindahkan Ponselnya dari telinga kiri ke telinga kanan setelah itu meninggikan sedikit sebelah bahunya-menggunakannya sebagai penyangga sementara Ponsel , Jessica berbicara sambil mengenakan sepatunya .
” Iya , Baa-chan . Maaf tidak mengabarimu sebelum-sebelumnya . Itu juga sebenarnya mendadak saat tiba-tiba saja aku mendapatkan telepon yang mengabarkan Pangeran yang sedang sakit . Ya begitulah , aku menginap di Kastil ini dan baru sekarang mengabarimu . ”
/ jadi , bagaimana keadaan Pangeran Mahkota sekarang ? /
” Kurasa sudah lebih baik . Tadi juga dia sudah di periksa Dokter Kerajaan.. ”
/ Ah , kurasa Pangeran sakit karna terlalu lama berjauhan darimu . /
Mendengus dan merengut kesal Jessica menyahut… ” Jangan mulai lagi , Baa-chan . ”
/ kenapa ? Coba kau tanyakan langsung pada Pangeran . Paling alasannya juga sama seperti kataku . Kau saja yang selalu menyangkal dan kurang peka /
Well , aku hanya tidak mau terbawa situasi . Wajar ‘kan?”
/Baiklah , baiklah … sekarang kau mau kemana ? Apa kau sudah mau pulang ? Mau ku buatkan semua Makanan kesukaanmu ? /
Terkekeh kembali ” Aku hanya tidak pulang semalam , kenapa Baa-chan harus menyiapkan semua makanan kesukaan ku segala hanya untuk menyambut kedatangan ku ? Baa-chan jangan mulai yang aneh-aneh deh … ”
/ Tidak perlu Momen spesial juga kan hanya untuk memasak makanan kesukaan mu , sayang ? Sudahlah , katakan saja apa hari ini kah akan pulang ke rumah atau tidak ? /
” Uhmm.. yeah , aku akan pulang . Tapi , aku juga harus meminta Ijin pada Yang mulia dan Pangeran terlebih dahulu . Setelah itu aku juga harus ke Kampus dulu untuk mengambil buku-buku yang di titipkan Dosen pembimbing untuk ku . Mungkin Sore ini aku sudah sampai di rumah , atau mungkin Malam nanti . Aku tidak tahu . ”
/ Oke , Baa-chan akan tetap memasak untukmu . Berhati-hati lah dan jangan pulang terlalu malam . /
” Aku tahu , Baa-chan . Baa-chan jangan terlalu repot-repot hanya untuk menyambutku . Baa-chan juga harus banyak beristirahat dan menjaga kesehatan . ”
/ Baiklah , Nona cerewet . Kalau begitu Baa-chan tutup dulu . Sampaikan salam ku pada Raja sekeluarga dan tentunya Pangeran . Sampai jumpa . /
” Ne , nanti ku sampaikan . sampai jumpa … ”
Menggunakan jari lentiknya Sica menggeser Ikon Telepon berwarna merah di layar ponsel layar sentuhnya guna memutuskan sambungan Udara antara dirinya dengan Mantan pengasuhnya yang baru saja berakhir . Setelah itu di letakkannya Ponsel tersebut di samping kakinya dan meneruskan kegiatannya sebelumnya yang tengah memakai/mengikat tali sepatu Converse yang akan ia pakai .
Selesai mengikat tali sepatu , Jessica yang masih duduk di undakan tangga di Beranda samping Kastil yang langsung menghadap ke Taman-menekuk kaki lalu meletakkan dagunya diatas lutut .
Dia Tersenyum tipis kembali saat mengingat kembali percakapan di teleponnya dengan Mantan pengasuhnya tadi . Mantan pengasuh yang kini beralih Profesi sebagai Kepala pelayan di Rumah Peninggalan Mendiang Ayahnya yang sampai sekarang pun masih Sica tempati itu .
Mantan pengasuhnya itu memang sangat perhatian dan terlihat amat menyayangi Sica . Jika satu jam saja Sica telat pulang ke rumah selepas kuliah atau bekerja , wanita itu pasti langsung menghubunginya . Memang Jessica tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu sepanjang umurnya , tetapi kasih sayang Pengasuhnya itu saja sudah di rasa lebih dari cukup baginya untuk membayangkan dan merasakan bagaimana rasanya memiliki sosok seorang Ibu dalam kehidupannya meski faktanya wanita itu bahkan tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan dirinya .
Melamun memang menjadi sebuah kegiatan yang paling sering ia lakukan . Sebagai sebuah Refleksi dari Interpretasi diri yang terlalu banyak dirundung masalah dan kesibukan , memang Dia membutuhkan waktu untuk merenung dan mengintrospeksi diri juga apa saja yang telah dilalui dan terjadi .
Matanya menerawang menjelajahi hamparan Bunga Krisan yang berwarna kuning keemasan di depannya . Dia yakin bunga-bunga ini pasti ditanam atas perintah Raja mengingat Bunga Krisan merupakan bunga favorit Raja .
Mengamati hamparan bunga yang di dominasi berwarna kuning cerah , Pikiran Jessica melayang , tubuhnya serasa ringan oleh hembusan angin yang menerbangkan serta Aroma ribuan bunga Krisan di depannya. Seketika tubuh serta pikirannya merileks .
Ha-ah …. mulai sekarang Jessica berjanji menjadikan Bunga Krisan sebagai Bunga Favoritnya juga.
” Kau mau membantuku memberi pupuk pada bunga-bunga nan cantik ini , Nona ? ”
Nyaris terlonjak saat dia sedang asyik-asyiknya melamun , justru terdengar sebuah suara asing yang entah datang darimana . Eum—yang jelas , bukan sebuah suara yang berasal dari Makhluk Dimensi lain yang akan merubah Genre Fic ini menjadi Horror .
Tetapi matanya langsung terpaku pada sosok wanita berpakaian Hitam dengan sebuah Apron berenda putih yang menandakan bahwa si wanita merupakan satu diantara ratusan Pelayan yang bekerja di Kastil ini untuk keluarga Raja .
” Eum—bibi bicara padaku ? ” tanya Sica sambil mengarahkan telunjuk mungil dan lentiknya menunjuk wajahnya sendiri.
Sang pelayan wanita yang boleh di bilang tak lagi muda itu tersenyum ramah seraya mengangguk . ” Ya , daripada kau melamun terus di tempat sepi seperti ini , terus nanti kesambet , lebih baik kau membantu wanita tua yang membutuhkan bantuan ini ,kan ? ”
” Ah—B-baik . Aku memang melamun tadi . Maaf.” Jessica berjalan mendekati Pelayan wanita yang mendorong sebuah Troli atau gerobak yang di dalamnya di penuhi bibit-bibit bunga yang baru bertunas dan pupuk .
” Tidak masalah . Semua orang pasti butuh merenung . Kau tidak keberatan kan ku mintai bantuan ? Atau kau merasa jijik mungkin saat tahu bahwa kita akan bermain ‘kotor-kotoran’ dengan Pupuk kandang ini ? ”
” kenapa aku harus merasa jijik ? ”
” pupuk kandang ‘kan terbuat dari kotoran hewan. ”
‘Aku juga tahu pupuk kandang itu terbuat dari kotoran hewan ‘ dengus Sica dalam hati ..
” Aniyo.. aku tidak jijik. Malah aku merasa senang bisa membantu . ” ungkapnya tulus .
” Terima kasih . Ya sudah kalau begitu , ayo kita mulai .. ”
” Ne… ”
Jessica mengambil alih gerobak yang awalnya sempat di kendalikan si pelayan dengan susah payah . Mereka pun mulai memberikan pupuk pada bunga-bunga yang tingginya setinggi pinggang Jessica sendiri .
Cuaca panas tak menjadi halangan bagi kedua wanita itu untuk mengerjakan pekerajaan mereka dengan semangat . Jessica lah yang paling terlihat amat bersenang-senang degan kegiatan barunya ini . Dia tidak menyangka berdiri diantara bunga-bunga Krisan berwarna kuning cerah ini akan membuatnya benar-benar merasa bebas dan lepas . Selama ini dia cuma berpikir hanya orang konyol saja yang mau menari-nari diantara ribuan bunga seperti di Film-film itu . Ha-ah , sekarang ia amat menyesali anggapannya itu .
” Apa kau tahu Nona Jung , bunga-bunga Krisan ini di tanam sendiri oleh Yang mulia , bahkan terkadang beliau juga turun tangan sendiri dalam merawat , menyirami , bahkan memberinya pupuk jika ada waktu senggang .”
Jessica nampak tak percaya dengan cerita si pelayan . Dia hanya tahu Raja sangat menyukai bunga Krisan . Tetapi fakta bahwa Raja sendiripun tak segan turun tangan mengurusi taman bunga Krisan yang begitu luas ini , benar-benar mengejutkan baginya .
” Nona Jung… ”
Sedikit tesentak karna terlalu larut dalam dunianya sendiri , Jessica hanya berdehem canggung sambil menggaruk tengkuknya yang sejatinya sama sekali tak gatal .
” Umm—yeah . Aku tahu Raja dari dulu sangat menyukai bunga Krisan , tapi—merawat Taman seluas ini seorang diri , apa itu mungkin ? ”
” mungkin saja jika itu berkaitan dengan sesuatu yang Beliau sukai dan membawa memoar berharga dan spesial bagi Yang mulia . ”
” maksudnya Memori berharga ? Ah , aku mengerti , pasti ada kaitannya dengan Dunia percintaan Raja di masa masih muda dulu kan?”
Si pelayan hanya tersenyum—membiarkan berbagai Hipotesa kini tercipta dengan sendirinya dalam otak Sica yang memang senang menghayal .
Di kejauhan Jessica melihat tepatnya di The Long Walk , Raja nampak berjalan bersama Penasehat kerajaan—Yim Seungyoon dan beberapa baris prajurit pengawal mengekor di belakang mereka . Sepasang alis rapi Sica mengerut begitu menemukan baik penampilan Raja , Penasehat , maupun para Prajurit uang mengawalnya sama-sama mengenakan Pakaian Tradisional—Pakaian Resmi khas kerajaan jaman dahulu yang pada masa sekarang hanya di kenakan pada saat-saat tertentu , seperti menghadiri Rapat atau acara kenegaraan atau menyambut Tamu penting dari negeri luar .
Sica yakin Raja pasti memiliki keperluan atau urusan di Istana Gyeongbokgung sehingga beliau pun menjelma menjadi Raja seperti yang ada di film-film Kolosal begitu .
Sekilas , penampilan Raja saat ini memang membuat siapapun melihatnya seperti kembali ke masa – masa kejayaan Joseon dulu .
Raja mengenakan Hanbok sutra berlapis dengan luaran berupa Jubah besar berwarna merah dengan lambang naga di belakangnya . Jubah untuk Raja ini biasa di sebut Gonryongpo (곤룡포). Status Raja yang disandang beliau semakin di pertegas dengan sebuah Mahkota Ikseongwan (익 선관) ( semacam Topi yang di gunakan raja – raja di drama itu lohhh ) .
Hanya itu yang bisa di tangkap Jessica melalui penglihatannya dari penampilan Raja saat ini . Jarak yang cukup jauh antara posisi dirinya dengan Raja lah yang membuat jarak pandangnya jadi terbatas .
Sebenarnya jika di lihat dari dekat , Detail pakaian Raja yang terbilang rumit pasti akan lebih mudah di amati .
Terlihat Penasehat Yim Seungyoon undur diri dari hadapan Raja dan di gantikan dengan kedatangan Permaisuri juga puluhan dayang yang mengekor di belakangnya . Berbeda dengan Raja yang telah siap dengan pakaian kerajaannya , Permaisuri justru masih bertahan dengan Setelan ala kantoran masa kini berwarna Peach yang jelas menampakkan lekuk tubuhnya yang masih kencang dan terawat .
Terlihat Pasangan Raja dan Ratu itu kembali bercakap-berdiskusi alot entah tentang apa hingga akhirnya memuncak pada aksi sang Permaisuri yang langsung angkat kaki dari hadapan raja dengan wajah merengut kesal . Tak lupa pula Puluhan dayang setia permaisuri masih mengekori sang majikan .
Meski hubungan Raja dan Permaisuri nampak aneh di matanya , namun Jessica enggan terlalu ambil pusing . Baginya terlarang mencampuri urusan pribadi Raja dan Ratu .
” Apa memang setiap hubungan pasangan selalu diwarnai Pertengkaran dan perselisihan seperti itu ya saat mereka telah berusia lanjut ? Lihat saja Raja dan Permaisuri , dulu seingatku mereka selalu akur dan serasi , tapi kenapa jadi seperti itu ya sekarang ? ” komentar Sica sambil terkekeh .
Lain dengan reaksi Sica yang cenderung ringan dan santai . Si pelayan justru memandangi adegan Raja dan Permaisuri itu dengan sisi pandang yang berbeda . Entah dimana letak perbedaannya , namun ekspresi senyum pahit si pelayan seolah telah mempertegas bahwa ia mengetahui sesuatu di balik semua ini .
Si pelayan menggelengkan kepalanya-mengusir dengan segala daya upaya pikirannya yang mulai melahirkan Hipotesa tak beralasan .
” kalau kau berpikir seperti itu , maka tak diragukan lagi kau benar-benar kurang peka terhadap orang – orang di sekitarmu selama ini.”
” kenapa Bibi bicara seperti itu ? ”
Mengusap pelan puncak kepala Putri sang (mantan) Jenderal yang selalu bernasib malang , si pelayan itu lagi-lagi menampilkan senyuman pahit .
” Terkadang apa yang terlihat di depan mata kita tak lah selamanya selalu segaris lurus dengan kenyataan di belakangnya . ”
” Heh ? ”
” kau menganggap keberadaan bunga-bunga ini ada kaitannya dengan seseorang yang dianggap Berharga bagi Yang mulia , ‘kan ? ”
Meneguk salivanya dengan susah payah , Jessica menjawab ” Benar . T-tapi itu hanya sekedar Hipotesis semata . Aku tahu lancang bagi Rakyat biasa seperti ku mengarang sebuah cerita apalagi menebarkan berita bohong tentang Raja”
” Bukanlah sosok Permaisuri Hyo Jin yang Raja kenang melalui bunga-bunga ini . ” ujar si pelayan dengan tatapan menerawang .
Dahi Sica mengerut . Sebelum sempat ia mengajukan pertanyaan , suara si pelayan kembali terdengar ” Ada seseorang lain-seseorang yang begitu berharga bagi Raja hingga demi mempertahankan dirinya pun Raja rela meletakkan Tahtanya . ” ada senyuman yang nampak amat dipaksakan coba di tampilkan si pelayan diantara alur ucapannya yang sarat akan beban .
” Tetapi memang di setiap Istana akan selalu ada sebuah Labirin yang membuat mu Tersesat-terpedaya oleh Tipu muslihat penghuni di dalamnya hingga akhirnya kau kan kehilangan segalanya . ”
Jessica tidak mengerti—benar-benar gagal paham dengan semua Teori yang di kemukakan si pelayan . Berpikir itu semua hanyalah bualan wanita itu pun tidak mungkin . Yah , tidak mungkin . Tidak mungkin seorang pelayan yang telah melayani Rajanya selama puluhan tahun tega mengumbar sebuah Cerita bohong mengenai Rajanya jika memang masih sayang nyawa .
” Sudah selesai . ”
” Ya ? ”
” Tugas kita sudah selesai . Lekas bersihkan tangan mu . ”
Jessica mengangguk dan langsung melangkah ke keran air yang berada di samping Beranda dimana dia memakai sepatunya tadi . Mencuci tangannya dengan sabun anti kuman lalu mengeringkannya dengan Tissue yang ada dalam kantung celananya , Jessica pun memberikan tempatnya pada si pelayan untuk bergantian mencuci tangan .
” Setelah ini aku akan ke Dapur utama dan bergabung bersama pelayan lain untuk menyiapkan makan malam , kau mau ikut ? ”
Jessica nampak mempertimbangkannya sejenak- begitu mengingat hari ini dia harus ke kampus ia menepuk dahinya agak keras .
” Maaf sepertinya aku tidak bisa ikut . Aku harus ke kampus . ” ia berkata sambil membungkuk memohon maaf berkali-kali pada pelayan paruh baya tersebut.
Si pelayan tersenyum lembut dan berusaha memaklumi . ” aku mengerti . Baiklah , aku harus cepat kesana sebelum Pria muda cerewet yang kini menjabat sebagai kepala pelayan itu mengomeli wanita tua ini . sampai jumpa lagi , Nona Jung . Semoga harimu menyenangkan . ”
” Terima kasih . ”

 

Setelah berpamitan dan memberi hormat satu sama lain , si pelayan melangkahkan kakinya ke sisi barat dari Beranda dimana mereka berada . Di sisi barat itu ada semacam jalan setapak yang di sebelah kanannya di batasi tembok atau dinding bagian Istana , sementara sisi kirinya ada barisan puluhan pohon bonsai yang di tata rapi dan berbentuk unik yang kemudian akan berakhir pada sebuah pagar dimana pintu samping dapur utama berada .
Setelah kepergian si pelayan , Jessica memutuskan menghabiskan waktunya selama beberapa saat di beranda itu seorang diri . Mendudukkan dirinya kembali di undakan tangga , ia kembali termenung sambil menatap Air mancur miniatur dari air mancur berukuran sedang yang ada beberapa langkah di depannya . Air mancur tersebut mirip seperti Trevi Fountain yang ada di Roma sana . Hanya saja yang ada di hadapan Sica ini ukurannya jauh lebih kecil dan terkesan sederhana .
Ada beberapa Air mancur serupa yang di bangun di Kastil ini , mungkin ada Empat buah jumlah keseluruhannya . Namun , yang paling besar , dan termegah dengan Ukiran juga patung-patung berlambangkan Dewa-dewi Romawi kuno yang dibuat langsung oleh pemahat terkenal—semakin menambah kesan kemewahan dari Air mancur itu . berada tepat di depan Halaman depan Kastil , Air mancur itu selalu menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi Para Tamu atau Penghuni Kastil .
” sedang apa disini ? ”
Sedikit tersentak sesaat begitu suara yang tak asing di telinga tiba-tiba terdengar di telinganya . Tanpa harus menolehkan kepala ke belakang pun ia tahu persis siapa pemilik suara barusan .
” seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu , Pangeran . Sedang apa kau disini ? ” ungkapnya balik bertanya sambil perlahan memutar kepala ke belakang-menoleh dimana disana ia menemukan sosok pangeran Sehun yang tampak ‘sedikit’ berbeda .
Sepasang Iris cantiknya melebar begitu arah pandangannya tanpa di komando menelusuri tubuh Sang Pangeran dari atas sampai bawah .

 

‘ Tampan … ‘

 

Mati-matian dia meredam debaran jantungnya yang menggila saat sosok yang dianggapnya begitu menyebalkan itu kini berubah menjadi sosok yang amat mempesona .
Dengan mengenakan Pakaian Tradisional khas kerajaan , ketampanan sang pangeran seolah berlipat ganda . Bahkan Jessica pun seolah tak dapat mengalihkan pandang matanya ke objek lain . Terlihat wajahnya begitu menyiratkan kekaguman-walau ia mati-matian menyangkalnya .
Seketika alunan suara Biola yang memainkan lagu-lagu Romantis manis terdengar di sertai hembusan angin musim semi nan hangat menerbangkan aroma bunga-bunga di depan mereka , membuat suasana yang tercipta bagai Adegan Drama .
” Suka dengan apa yang kau lihat ? ” Pangeran berujar dengan seringaian menyebalkan .
Dan suara Biola yang mengalun indah tadi tiba-tiba berubah Sumbang di tandai dengan bunyi ‘NGEK’ di telinga Sica .
Sosok mempesona dan berkarisma si pangeran berubah menjadi sosok Titan menyebalkan yang tersembunyi dengan apik di balik Topeng tampan dan datarnya .
” Sialan . ” dengus Jessica menyembunyikan rona merah yang sempat mengotori wajahnya beberapa saat .
” Mati saja kau . ” lanjutnya sarkastik , si pemilik Iris cantik dengan memasang tampang bengis .
Pangeran mengangkat bahu seolah tak peduli-ya memang dia tidak pernah mau peduli apapun dan bagaimanapun cercaan Jessica terhadap dirinya .
” kemana saja kau ? Setelah makan siang tadi berakhir aku tidak melihatmu dimanapun . ”
” mencari tempat tenang untuk menenangkan diri ? ” sahut Sica tak yakin .
Usai makan siang tadi , Sica lebih memilih menyibukkan diri dengan membantu para pelayan membereskan peralatan makan yang sebelumnya di pakai oleh keluarga Raja dibandingkan berada dalam Atmosfer tegang yang ditimbulkan oleh Keluarga itu sendiri . Terlebih , salah satu penyebab ketegangan itu sendiri adalah dirinya benar-benar membuat Sica merasa tak nyaman dan tidak bisa tenang . Dan setelah membawa piring kotor dan lainnya ke Dapur , ia langsung minggat menuju Taman ini melalui pintu samping .
” Masih memikirkannya ? ” Pangeran mendudukkan dirinya di tempat sebelah Sica .
Menoleh ke samping , tubuhnya spontan berjengit dikala pemandangan Side Profile si Pangeran yang benar-benar terlihat begitu sempurna seperti karya pahatan pemahat patung terbaik yang pernah ada . Bahkan ia nyaris menahan nafas saat bahunya tak sengaja bersentuhan dengan lengan samping si pangeran yang berlapiskan jubah kebesaran kerajaan berwarna biru keunguan dengan lambang Naga berjari empat (sajoeryongbo ) bersulamkan benang perak di bahunya .
Risih , ia menggeser duduknya demi menciptakan sedikit jarak ” Jangan terlalu dekat . Kau tidak malu berpakaian seperti itu , tapi berdekatan dengan Rakyat biasa seperti ku ? ” membela diri dengan penjelasan paling logis yang sempat mampir di kepalanya-berkamuflase seolah semua-terutama dirinya baik-baik saja . Padahal di tubuhnya-terutama dadanya serasa hendak meledak oleh lompatan jantung yang menggila .
” Persetan dengan pandangan orang lain . ”
” kau bisa berkata seperti itu karna kau terbiasa bersikap acuh . Walau kau bersikap seperti apapun semua orang akan tetap menghormati mu dan tidak akan pernah memandang segunung keburukan juga kesalahan mu karna kau adalah seorang pangeran—pangeran mahkota . ”
Iris Sica semakin melebar, sadar barusan ia benar-benar membentak sang pangeran . Tetapi saat ini dia benar-benar sedang kesal, terutama saat Sehun mulai bersikap menyebalkan dan acuh-tak peduli pada sekitarnya . Tidak tahu kah anak itu , hanya pandangan dan penilaian dari orang lain lah yang membuat diri seseorang dapat mengintrospeksi-mengetahui kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya ?
” Aku tidak tahu kalau disaat sedang marah begini , kau jadi terlihat lebih ekspresif . ”
” siapa yang sedang marah , hah ? ” bentak Jessica semakin murka dengan volume suara yang melengking .
Sehun berdecak sambil mengorek kupingnya dengan menggunakan jari kelingking . Barusan telinganya seolah berdenging ketika Jessica membentak dengan suara ‘Lumba-lumba’-nya itu .
” masih tidak mau mengaku juga ? Sifat Tsundere mu itu benar-benar merepotkan , kau tahu ? ”
” Apa ? ” tangan Jessica siap dalam posisi mengepal dikedua sisi tubuhnya . Dia kesal-tapi kekesalannya tak cukup kuat untuk membuatnya kehilangan nalar .
Tidak . Jika dia terus terbawa emosinya yang memang sedang labil-labilnya seperti sekarang ini , bisa saja wajah sang pangeran tambah bonyok di tangannya . Dan masalah kan kian panjang .
Jessica menggeleng terang-terangan di mata si pangeran .
” Lupakan saja . ” dengus Sica menormalkan ritme nafasnya yang sempat memburu terpicu Emosi .
Saat pandang matanya tanpa sengaja menilik penampilan Pangeran di sebelahnya -ia pun tak kuasa untuk tidak menyuarakan rasa ingin tahunya.
” Kau mau ke Istana utama ? ”
Pangeran pun memilih menganggap keteganggan yang terjadi barusan tidak pernah terjadi . Asistennya ini memang ‘sedikit’ bermasalah dalam mengendalikan Emosi, baik Kemarahan , Kesedihan , ataupun kebahagiaannya . Caranya melampiaskan Emosi terkadang terlalu berlebihan-meluap-luap bak orang hilang akal .
Ia pun menanggapi pertanyaan Jessica tadi dengan menganggukkan kepala , sebelum suaranya keluar menjelaskan . ” Nenek sihir Tua yang mendiami gunung Bugaksan itu memanggil kami semua . ”
Jessica tersenyum kecil . Dia tahu sekali siapa yang di juluki Sehun sebagai ‘Nenek sihir Tua’ itu . Adalah Ibu Suri Joheon—Ibu tiri dari Raja Hyungsik yang otomatis juga merupakan Nenek dari si Pangeran Sehun sendiri .
Sebelumnya harus ku jelaskan dulu tentang Silsilah keluarga Istana . Sudah bukan hal aneh lagi jika seorang Raja memiliki lebih dari satu Istri . Ayah dari Raja Hyungsik ( kakek Sehun ) pun begitu , ia di kenal memiliki satu Permaisuri dan satu Selir . Permaisuri utama melahirkan Pangeran Mahkota Hyungsik yang sekarang menjadi Raja . Sedangkan Selir Joheon juga melahirkan seorang Putra yang bernama Pangeran Woonsik (Paman Sehun) yang otomatis juga merupakan Pangeran di Kerajaan itu . Pangeran Woonsik huga berhak atas Tahta kerajaan jikalau Raja Hyungsik misalnya tidak memiliki keturunan laki-laki sebagai penerus tahta , atau sang penerus tahta dari garis darah Raja Hyungsik meninggal sebelum naik tahta .
Karna Permaisuri utama ( Ibu kandung raja Hyungsik ) tidak memiliki umur panjang . Ia meninggal akibat radang paru-paru akut yang di deritanya selama bertahun-tahun . Oleh karena hal itu , Jadilah , Selir Joheon diangkat menjadi Permaisuri , dan seiring waktu kini telah menjabat sebagai Ibu suri di Kerajaan .

dimata Sica , Ibu Suri memiliki perangai yang sangatlah Angkuh , namun juga Berwibawa , berwatak keras , dan sedikit—kolot terhadap Modernisasi . bayangkan saja , disaat jaman serba Digital , Produsen mobil pun saling berlomba menciptakan Mobil Tercepat , Termurah , bahkan sampai yang termewah , Ibu Suri itu justru masih saja setia menggunakan Tandu berbentuk seperti Kubus yang di pikul oleh 4 orang pengawal atau pesuruh . Hell yeah , memang kelewat kolot .
Oleh sebab itulah Pangeran Sehun memberinya gelar kehormatan ‘Nenek Sihir Tua’ . Neneknya itu selalu mengatur-ngatur diri Pangeran , mulai dari bagaimana harusnya seorang Pangeran mesti bersikap , diatur mulai dari cara jalan , cara duduk , cara bicara , cara makan , bahkan sampai cara buang angin di tempat umum—Perempuan Tua itu memperlakukan keturunannya tak ubahnya sebuah Robot yang mesti di ajari ini dan itu . Beliau tidak pernah mendiamkan atau membiarkan kesalahan walau sedikit saja-jika kesalahan itu terjadi di depan matanya . Siapa yang mau di suruh terus menatap Matahari mulai dari Sumber Tata surya itu menyingsing sampai berada di pertengahan hari?
Tanyakan bagaimana rasanya Hukuman super kejam itu pada Pangeran Sehun yang pernah mendapatkannya . Ia melakukan sebuah kesalahan yang dimata Sang Ibu Suri amatlah Fatal . Hanya karna tidak menghadiri Upacara Minum Teh , sang pangeran harus di hukum sedemikian rupa .

Disiplin atau Diktator ?

Maniak Peraturan atau Kejam ?

Di segani atau Di takuti ?

Semuanya sama saja jika kau berhadapan dengan seseorang yang terlalu mendewakan Tradisi tanpa mau membuka mata bahwa Tradisi itu sendiri sebenarnya bisa disandingkan dengan dunia Modernisasi .
” Jangan bicara begitu . Bagaimana pun dia juga Nenek mu . ”
Sehun memutar mata . ” Nenek Sihir tidak pernah punya cucu . Mungkin dia hanya memandang ku seperti menatap satu dari 7 kurcaci atau manusia buruk rupa?”
” kau pikir ini dunia Dongeng ? Ambil saja sisi positifnya , Nenek mu itu ingin agar kau menjadi Pangeran Mahkota dan Raja yang terbaik bagi Rakyatmu kelak . ”
Pangeran tak membalas . Baginya menikmati kebersamaan di depan hamparan bunga kuning kesayangan Ayahnya bersama Kekasih hati *Uhuk* jauh lebih menarik daripada mencoba berpikir Positif pada sosok Nenek sihir yang sifatnya justru tidak ada positif-positifnya sama sekali .
” Lalu kenapa kau tak ikut bersama Ayah atau Ibu mu ? Apa lagi yang kau tunggu ? Mereka sudah pergi daritadi . Kau mau di usia mu yang sekarang , kau masih saja di beri hukuman karna datang terlambat?”
” Darimana kau tahu mereka sudah duluan ? ”
” Well , aku tak sengaja melihat mereka tadi sebelum mereka pergi , saat membantu salah satu Pelayan memberi tanaman-tanaman ini pupuk . ”
” Apa mereka pergi bersama ? Apa mereka satu mobil ? ” Sehun tiba-tiba bertanya tak sabaran .
” Err—Tidak . ” jawab Sica sedikit ragu walau sepenuhnya ia yakin kedua orang tua Sehun tak pergi bersama apalagi dalam satu mobil .

 

KRAK

 

Bunyi sesuatu yang retak dalam diri Sehun . Harusnya ia sudah tahu dari awal bahwa ia terlalu tinggi melambungkan harapan , hingga saat harapannya jatuh , hantaman kehancuran itu seolah melumpuhkan sisi dari hatinya hingga rapuh nyaris terbelah. Sandiwara yang dimainkan kedua orang tuanya sudah tak dapat lagi pertahankan . Tak selamanya mereka bisa mengelabui Dunia tentang Hubungan mereka , sementara dalam relung hati dan anggapan masing-masing Ikatan itu tlah musnah . Landasan Cinta itu tlah punah . Kasih sayang hanya kata fana yang kan menghilang dengan sendirinya disaat jera .
” Sudah ku duga . ” dengus Sehun datar . Lalu dia mengalihkan pandangan ke arah Sica di sebelahnya .
” masih ada waktu . Aku tidak mau terburu-buru kesana . Nanti si Nenek sihir itu jadi besar kepala . ”
” Tapi bagaimana nanti jika kau terlambat ? Kau tahu sendiri nenek mu itu tidak pernah mentolerir yang namanya kesalahan, sekecil apapun itu , jika kau melakukan kesalahan kau pasti di beri Sanksi.”
” Apa peduliku ? Biarkan saja dia berlaku sesukanya . Aku tidak mau membuang-buang waktu hanya untuk hal membosankan seperti mendengar ceramah tentang kerajaan yang sudah jemu ku dengar . ” balas si pangeran tak peduli .
” Tapi aku senang ternyata kau sangat peduli padaku . ” Mood pangeran tiba-tiba berubah jadi lebih cerah begitu ia sadar Jessica ternyata sangat peduli dan perhatian terhadap dirinya .
Jessica mendengus . ” Tentu saja aku peduli padamu . Kau sudah seperti Adik bagiku . ” Jessica mencubit kecil pipi Sehun seperti mencubit pipi anak kecil .

 

KRAK

 

Dan bunyi retakan itu kembali Sehun dengarkan dari dalam dirinya .
Mood sang pangeran langsung jatuh-sejatuh-jatuhnya . Padahal dia sudah berangan-angan akan menghabiskan waktu dengan berpelukan , bermesraan atau mungkin sampai berciuman dengan Asisten kesayangannya ini . Tapi—yang di dengarnya justru pengakuan status yang amat menyakitkan dari yeoja yang tlah lama mencuri hatinya . Kalau cuma diakui sebagai Sahabat, Sehun masih dapat terima . Tapi , ‘Adik’ dia bilang ?
Sekecil itu kah Jessica melihat dirinya ? Maksudnya , apa karna umur Sehun lebih muda , lantas Jessica terus melihat dirinya seperti Anak kecil—anak kecil yang pantas di sapa ‘Adik’ ? Hell yeah , bahkan Sehun yakin jika Sica menginginkan dia bisa saja bersikap lebih dewasa-bahkan lebuh dewasa dari yeoja itu sendiri .
” nanti kalau kau di hukum oleh Nenek mu , siapa yang susah ? Aku . Memangnya selama ini siapa yang selalu kau repotkan jika kau membuat masalah ? Aku juga . Jadi , jika kau sayang aku , lebih baik kau jadilah anak baik . Jangan membuat masalah . Mengerti ? ” kata Jessica sambil menepuk kedua bahu Sehun yang dilapisi jubah kerajaan itu .
” Berisik. Luruskan kaki mu . ”
” Eh , kau mau apa ? ” meski bertanya hendak protes , namun ia tetap menuruti perintah sang Pangeran .
” Tempat ini membuatku Mengantuk . ” Pangeran Sehun pura-pura menguap .
Jessica mengernyit . memang sih , Taman cantik dengan hamparan bunga-bunga yang indah , ditambah angin sepoi yang berhembus menenangkan seperti ini , pastilah menawarkan rasa nyaman , tenang , dan rileks .sehingga tak mengherankan jika Pangeran pun di buat mengantuk olehnya . Tapi , mengantuknya kok tiba-tiba sekali ‘sih ?
” Aku mau Tidur dulu sebentar . ” Pemuda 21 tahun itu menggeliat dan merenggangkan otot-otot lengannya, lalu tanpa permisi menggunakan kedua paha Sica sebagai bantal.
Perlakuan si pangeran tak ayal membuat Jessica membelalakkan mata . Matanya bergerak liar mengamati sekitar-berjaga-jaga terhadap kemungkinan orang lain yang mungkin saja melihat Kemanjaan Pangeran terhadap dirinya sekarang .
” Kenapa ? Kau tak Ikhlas memangku ku ? ”
Pertanyaan sang pangeran membuat Iris Sica semakin melebar . Anak ini—apa dia punya kemampuan membaca pikiran ?
” Tidak … aku hanya heran , bukannya kau harus segera pergi ke Istana Ibu Suri ? ”
” Hn , Masih ada waktu . Sudah ku bilang kan , aku tidak mau menyia-nyiakan waktu hanya untuk mendengar ceramah panjang lebar nenek tua itu ? ”
Jessica meringis tertahan . ” Aku tahu . tapi jarak antara Kastil ini dengan Istana Changdeok itu kan cukup jauh , Sehun-ah . Butuh waktu setengah jam dari sini untuk bisa sampai disana . ”
” Aku bisa menggunakan Jet ku ”
Skak mat . Jessica kehabisan akal dan tak tahu harus bagaimana lagi mengingatkan Anak ini . Jarak antara Oh Castle dengan Istana Changdeok cukup jauh . Istana kediaman Ibu suri itu di bangun di antara puncak Maebong dari gunung Bugaksan di belakang dan aliran anak sungai Geumcheon di depannya. Dengan jarak lebih dari 50 Km dari Kastil ini, dengan menggunakan Mobil dalam kecepatan sedang , terlebih mengikuti Rute jalan raya di jam sibuk seperti sekarang pastilah sangat membuang waktu-bisa – bisa anak itu terlambat .
” usap kepalaku . ” titah yang mulia Pangeran kembali terdengar , lamunan Jessica seketika buyar .
” Apa ? ” tanyanya sekalian menegaskan Hipotesa awalnya yang sempat menganggap telinganya sudah tak normal karna mendengar perintah ‘Keramat’ dari suara datar dan husky si pangeran berbunyi : ‘usap kepalaku’ .
” Usap kepalaku . ”
Oke . Ingatkan Jessica untuk memeriksakan kejiwaan Sehun juga kejiwaannya sendiri setelah ini .
” Kenapa diam ? Cepat usap kepalaku. ”
Dan Jessica menurut sambil menggumam tak jelas karna dia tidak tahu lagi harus merespon seperti apa .
Sehun pun menyamankan posisinya . Meresapi betapa Usapan itu begitu lembut . Sehun mengakuinya . Seperti di belai angin musim semi . Paha yang ditidurinya pun sangat lembut dan empuk . Seperti bantal Marshmallow yang pernah ia miliki ketika masih kecil . Ha-ah , dia tidak akan menyesal walau harus datang terlambat dalam Upacara minum teh yang konyol itu dan di hukum berat pada akhirnya . Dia tidak peduli .
Berniat ingin memuji kenyamanan yang disajikan sang asisten , Sehun menengadahkan kepalanya . ia tersentak akan kosongnya tatapan dan ekspresi datar yang Jessica pasang sekarang . Seumur-umur baru kali ini lah dia melihat Sica yang seperti ini-nampak seperti seseorang yang berada di ujung asa , begitu rapuh dan kehilangan harapan .
Sebersit rasa bersalah memercik bagaikan bunga api dalam dada si pangeran . Mungkinkah penyebab Sica jadi seperti ini karena sikap Ibunya yang sangat tak bersahabat pada yeoja itu saat makan siang tadi ?
” Masih memikirkannya ? ”
Menatap ke bawah, tatapan Jessica bertubrukan langsung dengan tatapan Sehun yang dalam posisinya harus menengadah .
” kenapa kau bertanya seperti itu terus ? ”
” ku pikir kau sudah tak ingat . Makanya aku berusaha membongkar ingatan mu yang payah itu . ”
” terlihat sekali kau suka memprovokasi dan juga orang yang sangat menyebalkan . ”
Sehun mengedikkan bahu , lalu mengubah posisi tidurnya jadi menyamping . Sementara kaki Jessica yang secara tidak berperi kekakiannya Sehun jadikan bantal mulai terasa kesemutan , pegal , dan kebas .
” jadi apa jawaban mu ? ”
” kau tidak bosan ya menanyakan itu terus ? ”
” aku tidak akan pernah berhenti sebelum mendapatkan apa yang ku incar . Apa itu sudah cukup jelas ? ”
” Bah , sangat Bangsawan sekali , Pangeran . Selamat . ”
” Terima kasih . So…. ? ”
” Sebenarnya Objek pertanyaan mu ini apa ? Dari tadi kau terus mengulang pertanyaan ‘Masih memikirkannya ‘ ? Yang kau maksud disini memikirkan tentang hal apa , heh ? ”
” Sikap Ibunda ku saat makan siang tadi . Kau masih memikirkannya ? ”
” Hah ? Uhh— ”
Kehabisan kata-kata . Tepatnya begitulah situasi yang menggambarkan diri Jessica sekarang . Dia sama sekali tidak menduga bahwa Sehun akan menanyai dirinya tentang sikap Permaisuri pada dirinya tadi . Di tanya tentang bagaimana Perasaannya pastilah sakit—Tersinggung . Apa dia masih memikirkannya ? Tentu saja .
Namun dia tidak bisa menjawabnya secara terang-terangan seperti itu pada Sehun . Biar bagaimana pun Permaisuri adalah Ibu kandung dari Pangeran Sehun . Biar seburuk apapun sikap Permaisuri terhadap dirinya , wanita yang menyandang status Ratu itu Faktanya bebas berlaku-bersikap seperti apapun , pada siapapun . Sungguh tak adil, ‘kan eh ?
Tapi ya begitulah , Peraturan kebanyakan memang akan selalu menguntungkan-membebaskan mereka yang berkuasa daripada mereka yang selalu di bawah orang berkuasa .
Tidak ingin di pandang sebagai Benalu dalam hubungan Ibu dan anak itu, kerap kali ia diam saja-menyembunyikan rapat-rapat semua perlakuan tak mengenakkan yang di dapatinya dari Permaisuri . Berusaha serapat mungkin menyembunyikan fakta kebenarannya dari Pangeran , yang sialnya teramat peka meski hanya dengan membaca Ekspresi yang terpasang di wajahnya .
” Tidak . Aku sudah melupakannya . Memangnya sikap yang seperti apa ? Kurasa sikap Permaisuri biasa-biasa saja pada ku tadi . Ya , sesuatu yang tidak perlu di pikirkan berlama-lama , ya begitulah . Haha , ya begitulah …. ” Jessica nyengir lebar , berharap semoga Pangeran menerima alasannya dan mengakhiri percakapan ini , meski ia mesti mengabaikan wajahnya terlihat aneh harus nyengir selebar itu.
” kau memang Asisten yang baik , tetapi kau sangat payah dalam berbohong . ” dengus Sehun , meraih tangan Sica yang terus mengelus-mengusap rambutnya dengan lembut lalu mengecupnya . Mata Jessica kian terbelalak dengan perlakuan sang Pangeran . Lagi , dia menoleh kesana kemari-memastikan tidak ada seorang pun yang menyaksikan apa yang di lakukan Sehun barusan .
” mungkin ini tidak akan berarti apa-apa , tapi aku memohon maaf yang sebesar-besarnya padamu atas sikap buruk Ibunda pada dirimu . ”
Tunggu , seorang Pangeran minta maaf ?
” E—eh ? Kenapa kau meminta maaf , Pangeran?”
” Hn , panggil aku dengan nama ku . ”
” Terserah … ” Sica mengibaskan tangannya tak peduli .
” Kenapa kau meminta maaf padaku , memangnya apa kesalahan mu ? ”
” kau tidak dengar kataku tadi ? Aku minta maaf atas nama Permaisuri atas sikapnya padamu saat makan siang tadi . ”
” O—oh , ma-maaf aku tidak terlalu memperhatikan . S-soal Ibumu , ti-tidak apa-apa . Aku sudah tidak terlalu memikirkannya lagi. Lupakan saja . ” Jessica berusaha bercakap Normal tapi malah terdengar seperti racauan .
Sehun menyipitkan matanya , dia tidak percaya . Sejak kapan Jessica menjadi gagap ?
” Aku tidak tahu kenapa , tapi aku merasa bahwa apa yang selama ini ku jalani hanyalah sebuah kepalsuan.”
” kenapa kau bicara seperti itu ? ”
” Kau lihat kami semua . Aku , Ayah ku , Ibuku , apa kami semua terlihat Real di matamu ? Aku—aku hanya merasa menjadi diriku sendiri jika bersamamu . Ayah ? Ayah bahkan selalu memainkan sandiwara murahan bersama Ibu di depan semua orang . Kau lihat saja mereka , di depan Rakyat saja mereka bisa berakting menjadi pasangan paling akur dan serasi . Tapi di belakang , tanpa di ketahui oleh siapapun , Ayah bahkan lebih memilih Tidur di ruang kerjanya di Basement daripada bersama Ibu di kamar mereka . Gah , bahkan aku tak yakin apa mereka masih sering Bercinta . ”
” Sehun ! ” tegur Sica saat Sehun mulai bicara tak sopan .
” Ucapan mu … hargailah apa yang kau kenakan sekarang . ” Merujuk pada Pakaian Pangeran kerajaan yang di kenakan Sehun sekarang , tidak etis rasanya jika seorang Pangeran dengan mengenakan Atribut kepangeranan yang lengkap di tubuhnya berbicara kotor—vulgar seperti itu .
” Bagiku Ini cuma pakaian . Tak lebih dari pelindung tubuh . ”
” Terserah . Tapi kau seorang Pangeran . Kau terikat pada Adat dan Tradisi ketat kerajaan mu , mengerti ? Kau tidak bisa seenaknya . ”
” Apa Bermain dengan laki-laki lain di kamar yang kau tempat bersama suami mu , juga termasuk dalam Tradisi ? ”
Jessica sibuk membuka tutup mulutnya, matanya melebar . Mirip ikan Koi yang diangkat ke daratan .
” A-apa maksudmu ? ”
” Aku sudah lama tahu kalau Ibuku seperti itu sejak aku masih kecil . Aku yakin ayah juga tahu . Tapi Ayah seakan selalu mengalah . Selalu membiarkan apapun yang Ibu lakukan . Membuat Ibu jadi semakin seenaknya pada setiap orang . Ibu—ibu terlihat ingin melampiaskan sesuatu , kemarahan , kesedihan , entah apa yang merubahnya jadi seperti itu . Dan sialnya , aku juga berada dalam lingkar kepalsuan mereka berdua … ”
” Aku juga harus berpura-pura—menganggap seolah-olah perselisihan antara Ayah dan Ibuku tidak ada . Dan berakting di depan semua orang seakan semua baik-baik saja . Padahal , keadaan yang sebenarnya sungguh sangat jauh dari apa yang terlihat . ”
Sehun merubah posisinya menjadi duduk di samping Sica . Postur Sehun yang lebih tinggi membuat Sica harus menengadah hanya untuk melihat wajahnya .
Sica sempat tak percaya bahwa yang saat ini di lihatnya hanyalah Ilusi penglihatan , wujud dari Fatamorgana kesedihan yang tak sempat di suarakan oleh Sehun . Tetapi memang Air mata si Pangeran terlihat nyata .
” Aku lelah .. sungguh aku lelah . ”
Jessica mencoba mengerti posisi Sehun . Pemuda 21 tahun ini pastilah amat terluka dan terbebani . Terbebani oleh statusnya , terbebani oleh tugas dan tanggung jawab kenegaraan yang mulai ia pikul , dan tentunya mengenai hubungan kedua orang tuanya yang tidak dapat di pungkiri lagi telah retak , bahkan tak memiliki perekat lagi agar dapat di satukan .
tak dapat dipungkiri keretakan hubungan Ayah dan ibunya lah yang menyebabkan pundak si Pangeran serasa ditimpa beban yang sangat berat, serta munculnya rantai tak terlihat yang menghujam hatinya dan tak dapat ditanggalkannya. Membuatnya kesakitan meski rasa sakit itu tak mungkin bisa ia suarakan .
” selama ini mungkin aku bisa bersikap acuh . Tidak peduli pada apapun permasalahan dalam keluarga ku . Tapi aku punya mata , punya telinga , dan punya perasaan . Tidak selamanya aku bisa tutup mata . ”

Sehun sudah lupa .

Lupa bahwa dirinya seorang Pangeran yang senantiasa harus selalu kuat dan berwibawa .
Selama ini memang Pangeran selalu bersikap cuek—selalu nampak malas dan tak berminat pada apapun . Tetapi lain halnya jika dia sudah terlalu di bawah pengaruh Emosi . Namja tenang yang selalu tampil dengan tampang culas dan datarnya itu akan meluapkan emosinya dengan cara – cara yang tidak bisa di bayangkan .
Seperti sekarang , saat dia di landa Emosi tingkat tinggi karna kelakuan kedua orang tuanya , dia terus melampiaskan kemarahannya dengan curhat pada sang asisten-Jessica yang selalu menjadi pendengar setia . Dengan airmatanya yang mengalir deras , Sehun lebih terlihat seperti gadis putus cinta daripada seorang Pangeran yang frustasi .
Bayangkan jika para gadis menyaksikan ini .
Apa mereka akan berteriak iri akan keberuntungan Jessica yang bisa menjadi teman curhat sang pangeran ?
Atau—
Kepalanya akan di lempari batu dengan tuduhan menjadi penyebab galaunya Pangeran ?
Tunggu dulu , sebenarnya yang Frustasi disini dirinya atau Sehun ?
Kenapa jadi Sica yang berpikiran kemana-mana ?

” Dan kau tahu bagian yang paling terbaik dari semua ini , mereka berdua tidak akan bisa berpisah . Undang-undang Kerajaan tidak pernah mengijinkan Raja dan Ratunya Bercerai. Kita semua akan terjebak dalam kepalsuan selamanya . ”

Dari dulu Jessica meyakini dirinya bukanlah tipe perempuan yang bermulut manis, dimana jika sahabat atau temannya bermasalah , maka dia akan menghiburnya dengan lantunan kata-kata lembut demi menenangkan-meringankan masalah sahabatnya .
Dia memang seorang Pendengar yang baik .
Namun teman yang sangat buruk .

Terdengar suara puluhan derap langkah dengan tempo cepat tapi teratur terdengar tiba-tiba dan mendekat ke arah mereka . Jessica dan Sehun secara serempak berdiri ketika suara derap langkah kaki yang di pastikan sebagai langkah puluhan prajurit itu semakin dekat .
Jessica menunjuk pipi tirus Sehun yang masih menyisakan bekas-bekas basah . Si pangeran pun buru-buru mengusap wajahnya menggunakan lengan jubahnya yang besar-takut kehilangan Wibawa mungkin .
Puluhan pria berkostum Prajurit kerajaan membentuk tiga barisan memberi hormat pada Sehun . Dalam barisan prajurit itu-seorang pria yang wajahnya sudah tak asing lagi bagi Sehun mau pun Jessica berdiri paling depan . Adalah Tuan Myura-orang kepercayaan Raja yang kini memberi Hormat pada sang Pangeran .
” Sudah waktunya pergi , Pangeran . ” ujar Tuan Myura seraya membungkuk .
Sehun mengangguk ” Aku mengerti . ”
Beralih pada Sica , Sehun meraih bahu yeoja itu lantas ia remas perlahan . ” Habis ini kau mau kemana ? Seandainya kau bisa ikut dengan ku ke Changdeok . ”
Jessica tersenyum simpul yang seketika membuat Pangeran terpesona .
” Cantik . ” komentar Pangeran kelepasan .
” Apa ? ”
” Tidak . Lupakan saja . A-aku hanya berharap kau bisa ikut ke tempat Nenek sihir tua itu . ” kilah Sehun dengan pintar .
” kau bercanda ? Nenek mu itu kan tidak suka jika ada orang lain di luar keluarganya mengunjungi Kastilnya itu . Apalagi , bagi Rakyat biasa seperti ku . ”
” Hmm—Yeah … itulah yang membuatku tidak bersemangat . ”
” kau mengatakan sesuatu ? ”
” A-ah—tidak .. tidak ada apa-apa . ” Sehun kembali salah tingkah .
Jessica mengernyit . Tidak biasanya Sehun bersikap salah tingkah begini . Dan tadi—anak itu juga sering kali bicara melantur ?
Apa dia baik-baik saja ‘ya ?
Apa itu salah satu pengaruh dari demamnya ?
” Kau belum menjawab pertanyaan ku yang tadi . Kau mau kemana setelah ini ? ”
” Oh , karna kau sudah bertanya , sekalian saja aku Berpamitan. ”
” Berpamitan ? Pamit kemana ? ” tiba-tiba perasaan Sehun jadi tidak enak .
” Aku ‘kan masih cuti , kau lupa ? Aku mau Pamit pulang ke rumah ku . Dan setelah ini aku mau ke Kampus . ”
” Tapi …. ”
Sehun terpaksa harus menelan kembali kata-katanya , saat Tuan Myura yang sedang mempersiapkan Mobil yang akan mereka gunakan , tiba-tiba muncul lagi di Beranda tersebut . ” Pangeran , kita harus segera berangkat . ” ucap Tuan Myura dengan senyum tipis .
” Che , Baiklah .. ” Sehun terpaksa menghampiri Tuan Myura dan berjalan lebih dulu dari Orang kepercayaan ayahnya tersebut .
Tuan Myura tersenyum saja menanggapi sikap Pangeran . Lalu pria paruh baya itu melempar senyum pada Sica ” Saya Permisi , Nona Jung .” Pamitnya membungkuk sopan ..
Jessica ” Iya , Paman . Berhati-hatilah . ”
Tuan Myura membungkuk hormat sebelum berbalik menyusul pangeran .

” Aku akan menghubungimu . ”

Suara Sehun tiba-tiba saja terdengar kencang . Anak itu pasti berteriak .
Jessica mendengus , dalam hati dia hendak merancang umpatan paling sopan yang bisa ia lontarkan pada pangeran menyebalkan itu . bersyukurlah karna saat ini permaisuri sedang tidak berada di tempat , karna kalau sampai wanita itu ada di Kastil ini dan mendengar Teriakan itu , sudah dipastikan Pangeran akan di hukum . Seorang Pangeran tidak pernah berteriak . Itulah bunyi salah satu pasal dalam Undang-undang Tata krama penghuni Istana .
Tapi seperti yang kau lihat , Pangeran lebih sering melanggar daripada mematuhi aturan Istana .

Dalam mobilnya Pangeran Sehun sedang berpikir-mencari ide bagaimana caranya agar perjanjian Cuti sang Asisten batal sehingga dia bisa menguasai yeoja itu penuh hanya untuk dirinya sendiri .
” khukhukhu … kau akan segera kembali padaku , Jess.. aku jamin itu . ” Sang Pangeran terkekeh dan menyeringai bak Iblis yang mengincar korban .
Tuan Myura beserta seluruh penghuni Limo itu pun seketika merinding saat merasakan aura yang tak mengenakkan tiba-tiba mendominasi dalam mobil mewah tersebut .

To Be Continued….

 

APA INI ? Ini Gaje , hancur amburadul sumpah !! Saya ngerasa ini tu kayak tulisan yang gak layak baca . Maafkan saya readers sekalian , saya bener-bener tlah berusaha update di tengah kesibukan saya , tapi ternyata yang mampu saya persembahkan buat kalian adalah Tulisan Hancur ini . Maaaf banget , Saya memang Author abal-abal dengan karya tulis yang juga abal-abal . #Hiks nangis pundung#
Sya menyadari tulisan saya masih jauh dari kata bagus , bahkan kata kebanyakan orang Aneh dan sering di komplain karna suka nulis panjang-panjang tapi gak jelas #hiks (yang komplain orang yg gak pernah baca karya terdahulunya saya pula #nangis pundung) .
Tapi saya pun masih dalam proses belajar , kalo boleh jujur Plot ff ini udah pernah ku kirim ke Penerbit , dan Alhamdulillah walaupun di Tolak , tapi staff penerbitnya bilang mereka suka sama ide ceritanya , tinggal detail – detail pentingny aja yang di perkaya , terus mereka juga saran buat menambah Tensi konfliknya agar lebih membawa Emosi pembaca , dan berangkat dari saran Staff penerbit itulah saya akhirnya nemu Ide buat bikin ff ini jadi lebih ‘Sesuatu’ . Tapi saya tentu gak boleh kepedean dulu , ‘kan ? Jadi saya ttp butuh Support dari kalian . Meski ff ini gak mungkin di jadiin Novel , yah minimal punya tempat tersendiri lah di hati Readersnya , iya kan ?

Hmm… ini juga , kemarin ada Orang ‘Pinter’ yang nginbox saya via Twit dan lgsung ngehina dan ngehujat ff saya ini . Ya emang ff ku pantas di hina sih . Tapi kalian mau tau gak alasannya apa kenapa orang ‘pinter’ ini ? Dia bilang , sya ini pengkhianat di Fandom ‘Royal Ice’ Author yang gak konsisten buat nulis Krissica terus . Hello , saya rasa saya gak pernah mendedikasikan hidup saya buat terus nulis ff dgn pair Krissica . Saya nulis berdasarkan Feel dan Kecocokan karakter dari ff saya . Kalo emang karakter cowoknya pas buat Kris , ya saya pake Kris . Tapi kalo gak cocok ya saya pake cast lain . Saya ini penulis lepas . Sya gak suka terikat oleh satu Pair manapun . Menurut saya asal karakter muka dan sifatnya cocok ya kenapa gak ?
Dan buat kamu , orang yang mengaku dirinya sebagai fans Krisica sejati , sya gak tau mau ngomong apa lagi . Tapi yang jelas , kalo kamu memang hanya mau baca ff dgn Pair Krisica , ya kamu carilah ff dgn pair mereka . Banyak kok , di Blog ini banyak , di blog sebelah juga banyak , bahkan banyak juga di blog-blog Pribadi author hebat lain yang gak bisa saya sebutkan satu persatu . Kamu pasti udah liat di posternya kan kalo ff ini yang di tonjolin HunSica ? Ya kenapa kamu baca kalo memang kamu hanya mau baca ff dgn Pair favorit kamu itu ? Pake ngatain-ngatain saya pula , oke fine saya sih udah kebal di kata-katain . Kamu bilang ff ini sampah , saya juga terima . Tapi alasan kamu itu lho yang bikin miris . Kamu tahu kamu itu udah bikin nama ‘ Royal Ice’ jelek karna kelakuan kamu ini ?
Hah , tapi udahlah , terserah kamu mau ngomong apa setelah ini , silahkan Inbox saya lagi kalo emang kamu gak puas .

Terima kasih …

47 thoughts on “Red Thread ( Chapter – 3 )

  1. Huwaaaa…. T.T sehun cie sehun terpesona ma njess :v good job thor ni ff bener” di tulis secra rinci detail bagus banget :v mgkin ntar penghalang njess ma sehun ibunya sehun? Di tunggu kelanjuttannya

    • Thanks . Aku emang brusaha buat nulis ceritanya secara detail, tp sedetail-detailnya aku , pst ada miss dikit , jdi terus belajar aja mengurangi kesalahan itu . Oke deh dtggu aja ya , gomawo🙂

  2. Jadi permaisuri sebenarnya cinta sama orang lain? Raja juga?Soal bunga itu?aa mereka bikin bingung,tapi suka sehun sica meskipun mereka jarang akur tapi tetep manis..pas makan siang berasa sica istrinya sehun 😝khukhu~
    Fighting sehun-ah~ jangan nangis..kan ada asisten kesayangan hihihi

  3. Ffnya keren critanya susah ditebak, dan bnyak misteri(?) Yg blm terpecahkn jd mkn bkn penasaran……. dtunggu kelanjutannya

  4. Annyeong unniie yaa..new reader imnida..sebenarny q udh bca dri chapter 1 tpi bru bsa komen skrg,,;(.. Deskripsi critany bgus n detail..bkin nyaman klo bca..ihhh..sicca eon dramatis amat ksahny..eommany sehun mirip eommany gu jun pyo d bbf..ksel deh ma sicca..gak pka amat ma sehun..kn sehunnya kasian..gk pa” ma q aj//plakkk d gampar ma ibuny sehun/????..

  5. Author tambah keren ceritanya ☺
    Itu sica unnie kok gak peka ya sama perlakuan sehun 😔 suka pas momen sehun tidur di pangkuan sica unnie di tinggu momen sweet selanjutnya
    Jadi penasarn ada cerita apakah dibalik raja dan permaisuri yg sllu bertengkar?
    Ditunggu nextnya thor #keepwriting🙌

    • Emang Sica kan bloon orangnya jd susah buat peka sma prasaan sehun . Nnti bkln trjwab soal alasan knapa raja dan ratu sllu bertengkar, dtggu aja ya , gomawo🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s