Love Me Right (Chapter 3 )

1438616489196

Author : @evelynatalya

Length : Chapter

Genre : Hurt , Romance

Main Cast:

Jessica Jung – Kris Wu – Yoo Jiae (Lovelyz)

Other Cast:

Lee Sungyeol (Infinite) | Kim Myungsoo (Infinite) | Lim Hyunsik (BTOB)
Minha & Sojin & Keumjo (Nine Muses) |
Jung Hoseok (BTS)

” Jessica adalah cinta pertamaku Kris ” Kris langsung menatap Sungyeol tidak suka.

Sungyeol tiba tiba tertawa sinis dan membalas tatapan Kris dengan marah bercampur kesal. ” Aku pikir merelakan Jessica bersamamu adalah hal terbaik yang pernah kulakukan , tapi ternyata aku salah dan aku sangat menyesalinya. Harusnya dulu aku memperjuangkan Jessica kalau saja aku tahu kau akan terus menyakitinya ”

” Dan mulai sekarang aku tidak akan diam saja Kris , aku akan melakukan hal yang seharusnya ku lakukan sedaridulu” ucap Sungyeol final lalu pergi meninggalkan Kris.

” Kenapa Sungyeol pergi? ” tanya Keumjo tapi melihat wajah Kris yang tidak terlalu baik Keumjo berhenti mencari tahu.

Bukan rahasia lagi kalau Sungyeol mencintai Jessica sedari dulu , sampai sekarang pun pasti sahabat lain bahkan Kris bisa merasa kalau Sungyeol lebih perhatian dan peduli pada Jessica lebih daripada yang lain. Tentu saja Kris tidak pernah melupakan apa yang terjadi di antara mereka bertiga dulu. Kris lah yang salah selalu membiarkan Sungyeol bersama dan memberikan waktu untuk mereka berdua , tapi apakah Kris salah karena berpikir Sungyeol sudah melupakan dan merelakan Jessica bersamanya?

Kini Sungyeol mengatakan padanya kalau ia akan melakukan hal yang seharusnya ia lakukan sebelumnya dan tidak lain merebut Jessica darinya? Kris akan biasa saja tidak pernah marah atau memikirkan bila namja lain yang mengatakan itu , tapi Sungyeol… Kris sangat tahu betapa sahabatnya itu mencintai dan memperlakukan Jessica dengan baik dibanding dirinya . Sekalipun setelah Jessica berkencan dengannya , Sungyeol tidak pernah berubah ia tetap tulus mencintai dan berada bersama Jessica kapanpun gadisnya butuh. Seperti sekarang , setiap kali Jessica tersakiti karena sikapnya pada Jiae . Sungyeol akan membela dan menghibur Jessica dan saat mereka bertengkar hebat seperti saat ini , dia juga lah yang akan menemani Jessica.

Kris percaya pada Jessica walaupun ada puluhan namja menyatakan dan menginginkan Jessica , kekasihnya akan selalu setia tapi untuk pertama kalinya Kris begitu takut kalau Jessica akan meninggalkannya untuk namja lain terlebih lagi untuk Sungyeol. Kris tidak boleh menyangkal kenyataan kalau Sungyeol memang sangat tulus dan bisa memperlakukan Jessica lebih baik darinya. Bagaimana kalau Jessica benar benar muak padanya dan memutuskan untuk melihat Sungyeol?

————-

Sungyeol pergi menemui Jessica setelah itu , ia datang menyusul Jessica yang berada di taman tidak melakukan apapun hanya memperhatikan beberapa pasangan yang tengah berkencan ditaman kampus ini.

Jessica tersenyum mendapati Sungyeol datang dan duduk disampingnya. ” Sungyeol – ah ” ucap Jessica , hanya mendengar suaranya Sungyeol langsung tahu kalau Jessica belum juga membaik setelah pertengkaran hebatnya dengan Kris

” Hmm ” Sungyeol menoleh menatap Jessica

Jessica memandang ke atas melihat langit ” aku lelah dengan semuanya ”

Sungyeol tidak suka melihat wajah sendu Jessica , munafik jika ia tidak benci melihat gadis itu terluka dan Sungyeol benci kenyataan ia tidak bisa membantu Jessica dalam segala hal, mungkin ia bisa melindungi Jessica tapi dalam masalah hubungannya dengan Kris. Sungyeol sadar itu diluar urusannya

Sungyeol ikut menatap ke atas kemudian tersenyum ” ah udara disini segar sekali ”

” Ne , sejuk sekali disini itulah kenapa aku mengajakmu ke sini ” jawab Jessica

” Sica – ya kau tahu apa yang harus kau lakukan bila kau sudah tidak sanggup lagi , pikirkan baik baik dan buat keputusanmu sendiri. Aku akan mendukungmu apapun yang kau lakukan , kita sahabat kan? ”

Jessica menoleh menatap Sungyeol sebentar , tidak heran ia sangat nyaman dan selalu bercerita pada Sungyeol sebelum bercerita pada yang lain karena dia begitu dewasa. Berbeda setiap kali ia bercerita pada yang lain , mereka selalu memberi solusi yaitu berpisah dengan Kris tapi Sungyeol tidak mengatakan hal yang sama ia berbeda dan benar setiap kali ia bertengkar dan berbaikan dengan Kris. Sungyeol ikut senang sementara yang lain akan marah karena Jessica begitu mudah memaafkan Kris.

” Ne , Sungyeol – ah kau sahabat terbaik kami ”

—————-

Kris dan yang lain sedang mengobrol dan berkumpul bersama di sebuah cafe , tak berapa lama Jessica dan Sungyeol datang menyusul.

” Mian kami terlambat ” ucap Sungyeol sambil menarik kursi di samping Jessica

Jessica langsung menyapa semua yang disini bahkan Jiae , tapi ia tidak menyapa atau melihat Kris. Jessica tentu saja tahu kalau Kris akan datang ke sini , karena itulah ia memang bersikap seperti ini. Dua hari berlalu , Jessica belum bisa melupakan pertengkaran dan kata kata Kris yang menyakitinya.

Jiae sangat heran mengapa Kris dan Jessica tidak bicara atau menyapa satu sama lain? Apa mereka bertengkar lagi tapi kenapa Kris tidak bercerita atau meminta saran padanya seperti biasa. Jujur saja sangat aneh melihat mereka berdua apalagi melihat Jessica bersenang senang bersama yang lain kecuali dengan kekasihnya sendiri Kris.

Sampai akhir acara pun Jiae tidak melihat interaksi mereka berdua , begitu pun dengan oppanya. Kris hanya bicara dan mengobrol dengan yang lain dan bersikap seolah Jessica tidak berada disini. Apa oppanya tidak cemburu melihat kedekatan Jessica dengan Sungyeol?

” Oppa , ada apa dengan kalian? ” tanya Jiae saat mereka memasuki mobil.

Kris langsung menjalankan mobilnya , tidak menjawab pertanyaan Jiae sampai ia harus bertanya beberapa kali barulah Kris menjawab.

” Wae? Kami baik baik saja ” jawab Kris dengan santainya

” Baik baik saja bagaimana? Kalian tidak menyapa atau bicara satu sama lain? Apa kalian bertengkar lagi? ”

” Tidak , kami baik baik saja ”

” Oppa katakanlah padaku apa yang terjadi , mengapa kalian seperti ini ” ujar Jiae frustasi karena Kris terus berkata mereka baik baik saja saat siapapun bisa melihat sendiri kalau hubungan mereka sedang bermasalah

” Apa ini karena aku lagi? ” Jiae kembali bertanya.

Kris mendelik Jiae tajam ” karenamu? Memangnya apa yang kau lakukan? Dengar Jiae – ya apapun yang terjadi pada hubungan kami , tidak ada hubungannya denganmu ”

Kris bohong , Jiae tahu Kris berbohong mana mungkin tidak ada hubungan dengan dirinya saat Jiae tahu ialah alasan mengapa hubungan Kris dan Jessica tidak baik. Saat Jiae lah yang membuat Jessica tersakiti dengan merebut seluruh perhatian dan cinta Kris , saat dirinya lah yang membuat Jessica merasa tidak berarti lagi bagi Kris. Jiae sadar ini semua karena dirinya , dengan berbohong Kris hanya membuatnya semakin merasa bersalah pada Jessica.

” Geotjimal , kalian pasti bertengkar lagi karenaku ” lirih Jiae sendu

” Ini tidak ada hubungannya denganmu !! Harus berapa kali aku katakan , kalaupun kami bertengkar kami akan menyelesaikan masalah kami sendiri nanti ” ucap Kris sedikit membentak.

Lihatlah Kris mengaku sendiri kalau mereka memang bertengkar , Jiae tahu tidak ada yang bisa ia lakukan meskipun ia mengetahui kalau mereka bertengkar. Bicara pada Kris? Hanya bertanya saja ia sudah dimarahi apalagi menasehati oppanya agar segera memperbaiki hubungannya dengan Jessica. Jiae hanya berharap yang terbaik untuk mereka berdua dan secepatnya berbaikan.

————-

Mood Kris tidak terlalu baik , walaupun mengobrol dan tertawa bersama yang lain. Kris tidak bisa berbohong ia merasa tak nyaman dan marah melihat kedekatan Jessica dengan Sungyeol. Awalnya Kris sangat ketakutan dan ingin segera memperbaiki hubungan mereka , namun melihat kedekatan mereka berdua hari ini Kris membatalkan niatnya. Kenapa ia harus menjadi satu satunya orang yang meminta maaf dan memperbaiki hubungan mereka? Kris memang salah tapi bagaimana dengan Jessica? Mereka berdua tidak ada bedanya.

Kris merasa ia tidak harus lagi meminta maaf terlebih dahulu , untuk sekarang biarlah mereka seperti ini menyadari kesalahan masing masing dan mengoreksi diri. Bagi Kris cukup sampai Jessica berubah kembali seperti dulu dan menghentikan rasa cemburunya yang tak masuk akal pada Jiae , adiknya sendiri.

————–

” Apa kau baik baik saja mengabaikan Kris seperti tadi? ” tanya Sungyeol setiba di depan rumah Jessica setelah mengantarkan tadi.

” Tentu saja , apa aku terlihat sedih dan menderita seperti biasa ? ” jawab Jessica malah bercanda dengannya

Semua sahabat mereka memang tahu Jessica selalu mengabaikan Kris setelah bertengkar dan mereka selalu bisa memprediksi berapa lama kemarahan Jessica akan bertahan. Mereka tidak khawatir , sudah terlalu sering dan itu selalu terjadi membuat mereka terbiasa sendiri.

” Kalau ini semakin menyakitimu , katakanlah aku bisa membantumu bicara pada Kris agar dia segera meminta maaf ”

Jessica melipat tangannya kesal ” bukan masalah permintaan maaf Sungyeol – ah , aku sudah benar benar jengah sekarang tidak butuh permintaan maaf yang aku ingin Kris bisa berubah dan menganggapku sebagai kekasihnya ” jawab Jessica tegas.

Sungyeol cepat cepat mengalihkan keadaan karena tahu ucapannya salah , ia mendorong Jessica untuk segera masuk ke dalam rumah.

” Masuklah sudah malam ”

” Gomawo Sungyeol – ah kau mau menjemput dan mengantarkanku , mianhae aku selalu merepotkanmu ”

” Merepotkan kalau aku tidak mau dan tidak senang melakukannya , tapi aku senang bisa mengantar jemputmu ”

Jessica tersenyum mendengar jawaban Sungyeol lalu melambaikan tangannya pada namja itu ” aku masuk , hati hati Sungyeol – ah ”

—————

” Oppa ” sapa Jiae begitu turun dari lantai atas

” Jiae – ya cepat sarapan selagi buburnya masih hangat ”

Jiae menarik kursi di sebelah Kris dan mulai menyantap sarapan buburnya sesuai perintah Kris. Jiae mengeluarkan handphonenya sambil menikmati sarapan , Kris melihat adiknya begitu sibuk dan tersenyum sendiri saat memainkan handphone membuat Kris heran.

Kris mendekatkan wajahnya untuk melihat apa yang sedang Jiae lakukan sampai membuatnya bertingkah tidak biasa , sadar kalau Kris ingin melihat handphonenya. Jiae sontak langsung menyembunyikan handphonenya dan memasukan ke dalam tas

Kris semakin tidak mengerti mengapa sikap Jiae membuatnya curiga seolah ada hal yang sudah Jiae sembunyikan.

” Ada apa denganmu? Aneh sekali ” ujar Kris

Jiae tidak bergeming , ia langsung memakan buburnya cepat ” oppa , buburnya asin sekali ” ucap Jiae untuk mengalihkan rasa curiga Kris

Kris mencoba bubur milik Jiae , tidak ada yang salah sama seperti yang Kris makan. ” Benarkah? Tunggu sebentar aku akan mengganti buburmu ”

Kris pergi ke dapur untuk menyuruh pembantu mereka memasak yang lain agar Jiae bisa sarapan , Jiae menghela nafas lega beruntung ia sangat pintar mengalihkan keadaan kalau tidak Kris pasti akan marah.

————-

” Oppa , nanti siang kita makan bersama Jessica eonni ya ” pinta Jiae

Kris diam beberapa saat , bagaimana mengatakan pada Jiae kalau mereka belum juga berbaikan dan Kris masih marah pada Jessica? Namun Jiae tidak harus tahu apa yang terjadi diantara mereka , Kris tidak mau Jiae memikirkan hubungannya dan membuat Jiae merasa bersalah karena bagi Kris ini adalah kesalahan Jessica bukan adiknya.

” Oppa ” panggil Jiae karena Kris hanya diam saja

” Kalian belum berbaikan juga ya? ” tebak Jiae

” Anni , aku tidak bisa hari ini aku harus menyelesaikan tugas kelompok ” bohong Kris

Jiae mengangguk mengerti ” kalau begitu besok atau besoknya lagi eoh? ”

” Arraseo ” Kris memegang puncak kepala adiknya , ia tidak bisa mengerti kenapa bisa semua orang berpikir dirinya sangat berlebihan pada Jiae saat adiknya begitu manis dan menyenangkan?

—————

Kris menarik kursi disebelah Minha yang tengah memperbaiki make upnya

” Kau sudah cantik Minha – ya ” ujar Kris

” Arra , tapi tetap saja aku merasa ada yang kurang . Kris lihatlah apa warna lipstikku cocok dengan pakaianku hari ini? ”

” Cocok sekali , jadi berhentilah mengaca . Apa kau tidak bosan melihat wajahmu yang begitu begitu saja? ”

Minha memukul kepala Kris marah , sedangkan namja yang dipukulnya hanya tertawa. ” Sungyeol – ah , kau dengar tidak dia meledekku.Marahi dia ” ujar Minha mengadu seperti anak kecil

Sungyeol ikut tertawa namun tawanya terhenti saat ia dan Kris saling bertemu mata ” Ya ! Apa kau tidak akan memarahinya? ” pekik Minha

” Minha – ya , Sungyeol tidak peduli apapun yang Kris lakukan padamu dia hanya peduli dan akan marah bila Kris melakukan sesuatu pada Jessica” ujar Keumjo dengan polosnya tanpa menyadari ucapannya itu membuat keduanya semakin aneh.

Kris dan Sungyeol bertatapan lama ditambah lagi kata kata dari Keumjo semakin membuat keadaan semakin menegangkan. Minha menginjak kaki Keumjo dari bawah meja , menyesalkan apa yang tadi sahabatnya itu katakan. Keduanya masih bertatapan cukup lama sampai Sungyeol tertawa melihat reaksi Kris yang takut , marah dan kesal. Lucu sekali melihat Kris hanya bisa marah tanpa melakukan sesuatu atau menyelesaikan masalahnya dengan Jessica.

—————-

Jessica tidak ada kelas hari ini , hampir seharian ini dia di rumah sendiri. Tidur sampai siang dan menonton drama sampai sore hari , jarang sekali di rumahnya bisa setenang ini tanpa harus mendengar teriakan eomma dan Hoseok yang bertengkar atau mendengar adiknya yang suka nge-rapp tidak jelas.

Hari ini Jessica merasa sangat tenang dan santai , melupakan masalah dengan Kris. Jessica tidak harus terus memikirkan masalah mereka , saat Kris juga tidak peduli pada dirinya. Mengapa ia harus menyiksa diri sendiri dengan memikirkan Kris? Mungkin dulu Jessica selalu tidak tahan untuk menghubungi dan menanyakan Kris tapi sekarang Jessica sudah sangat terbiasa sejak mengabaikan Kris satu minggu lamanya. Kini Jessica merasa biasa saja seolah tidak merasa kesepian dan kehilangan

Namun ketenangannya telah berakhir saat mendengar seseorang menekan kode dan seseorang yang mengerapp dengan tidak jelasnya , siapa lagi kalau bukan Hoseok.

” Nuna !!! ” Hoseok berteriak heboh begitu pintu terbuka , seolah menginginkan Jessica untuk menyambutnya.

Jessica beranjak dari kursi dan berjalan menghampiri Hoseok ” Ya !! Jangan berteriak teriak , suaramu jelek sekali ” Jessica balas berteriak

” Suaramu lebih jelek nuna , seperti lumba lumba ” balas Hoseok tak terima lalu melewati Jessica dan duduk di sofa.
” Kau berani denganku hah?!!! Aku akan memberitahu eomma lihat saja ” Eomma mereka memang selalu membela Jessica setiap kali mereka bertengkar , bila umumnya semua orang tua selalu lebih menyanyangi anak bungsunya namun sayang sekali itu tidak berlaku pada Hoseok.

Hoseok mendengus kesal , selalu saja eomma menjadi jurus Jessica untuk mengancamnya . Hoseok tidak mau berakhir dengan eommanya memotong uang jajan dan memukulnya bila mereka bertengkar walaupun hanya bercanda ” sekalian saja adukan aku pada Kris hyung ” sungut Hoseok

Jessica semakin kesal mendengar Hoseok menyebut nama itu , nama kekasihnya sendiri ” diam atau aku akan menendangmu ” ancam Jessica serius

Aneh sekali mengapa Jessica menjadi sangat serius hanya karena ia menyebut nama Kris , nunanya memang sangat berlebihan. Membicarakan Kris , Hoseok tiba tiba teringat hal yang ingin ia tanyakan

” Nuna , yeoja yang kemarin disamping Kris hyung itu adiknya kan? Siapa namanya nuna? Aku lupa ”

” Jiae ”

” Berapa umurnya? Apa kami seumuran ? Dimana sekolahnya nuna? ”

Jessica mendelik sinis , bisakah Hoseok berhenti membicarakan Kris ataupun Jiae. Membicarakan Jiae sama saja membicarakan Kris menurutnya. ” Kenapa kau ingin tahu sekali? ”

” Siapa tahu kami bisa berkencan nuna , dia cantik nuna cocok denganku. Kau dengan Kris hyung dan aku dengan Jiae . Bagaimana? ”
Jessica memukul kepala Hoseok ” Kau pikir Jiae mau dengan namja yang hanya bermain game online setiap hari sepertimu?! Tidak akan . Jangan bermimpi ”

Hoseok memegang kepalanya yang baru dipukul Jessica ” ish aku hanya bercanda nuna ”

” Tapi mengapa kalian harus duduk berjauhan seperti itu , kenapa kau duduk bersama Sungyeol hyung? ” Hoseok mengingat hal lain yang ingin ia tanyakan pada Jessica , tidakkah aneh kalau sepasang kekasih duduk berjauhan? Dan lebih aneh karena Kris membiarkan Jessica begitu dekat dengan namja yang jelas jelas mencintai Jessica. Hoseok merasa aneh , dibanding Kris. Sungyeol lah yang lebih sering datang ke rumah untuk mengantar jemput nunanya sekarang.

” Nuna , kenapa Sungyeol hyung selalu mengantar jemputmu sekarang. Memangnya kemana Kris hyung? Apa kalian bertengkar lagi? ” Hoseok terus bertanya mencari tahu , beruntung di hari mereka bertengkar hebat eomma dan Hoseok tengah pergi keluar saat Jessica kembali ke rumah . Tidak heran mereka sama sekali tak tahu kalau kejutan yang Jessica siapkan berakhir gagal dan malah membuatnya terluka.

” Sudahlah anak kecil , cepat ganti bajumu aku akan memanaskan makanan untukmu ” perintah Jessica mendorong Hoseok menjauh.

Hoseok menurut walaupun terus mengumpat dan bicara sendiri protes karena tak menjawab jawaban dari semua pertanyaannya ” Bilang saja kalian sedang bertengkar , kenapa kalian selalu bermasalah akhir akhir ini. Baru berbaikan beberapa hari kemudian bertengkar lagi dan kau selalu menangis seperti dipukuli . Nuna – ya berpisah saja , apa kau tahan terus seperti ini? ” umpat Hoseok saat berjalan menuju kamarnya. Masih bisa didengar jelas oleh Jessica

” Ya !!! Berisik Jung Hoseok !!! ” Jessica berteriak marah kemudian tersenyum getir bahkan adiknya yang hanya melihat saja lelah bayangkan dengan Jessica yang menjalani hubungan dengan Kris. Jessica sangat lelah dan muak makannya ia biasa saja pada Kris sekarang , kalau tidak ia pasti sudah merindukan Kris seperti orang gila.

————–

” Bagaimana kalau besok kita bersepeda? Aku bosan kita selalu berkumpul di cafe ” ungkap Hyunsik memberi ide.

” Ide bagus ” ujar Sungyeol

” Di taman dekat sungai han , bagaimana kalau disana? ” Sojin ikut memberi ide

” Call ” Jessica menyetujui

” Kalian harus datang , apalagi kau Minha tenang saja kau tidak akan menjadi hitam hanya karena bersepeda” ancam Hyunsik

” Baiklah aku datang ” Minha terpaksa menyetujui walaupun sebenarnya ia tidak terlalu senang berolahraga seperti bersepeda atau berenang karena hanya akan membuatnya kepanasan dan menghitam.

” Kau ikut kan Kris? ” tanya Keumjo

” Tentu saja , aku juga akan mengajak Jiae nanti ”

————–

Keesokan Harinya

Semua sudah berkumpul disini setelah meminjam beberapa sepeda , awalnya mereka ingin bersepeda sendiri tapi sayang sekali hanya empat sepeda yang tersisa. Mereka masih harus menunggu Kris yang sudah terlambat lima belas menit.

” Palli ” Hyunsik berteriak begitu melihat Kris dari kejauhan

Mereka langsung berbisik begitu tahu Kris datang sendirian , kemana Jiae? Tumben sekali Kris sendirian tidak membawa Jiae

” Kris kenapa kau sendiri? Dimana Jiae? ” tanya Minha

” Oh Jiae pergi berjalan jalan bersama Papa ” ungkap Kris

” Baiklah , kita harus berdua berdua oke? Keumjo – ya kau bersamaku ” ucap Hyunsik , mereka pun mulai memilih pasangan untuk bersepeda.

” Aku akan bersama Sojin – ssi ” ujar Hoya , Sungyeol memang mengajak sahabat yang lain karena kebetulan Hoya tidak memiliki acara hari ini.

Hanya tersisa mereka berempat sekarang , Kris menatap Jessica sebentar . Haruskah ia bersepeda bersama Jessica? Kris berpikir beberapa saat , sedangkan Minha terlihat tidak peduli dengan siapa ia harus bersepeda. Sama seperti Kris , Jessica juga bingung saat ini berpikir mungkinkah Kris ingin bersepeda bersamanya? Ternyata itu hanya khayalan Jessica kalau Kris akan memilihnya , nyatanya Kris menarik lengan Minha.

Sungyeol merasa sangat bodoh tidak langsung memilih Jessica , ia malah membiarkan Kris untuk memilih berpikir siapa tahu saja Kris dan Jessica akan bersepeda bersama. Sungyeol memasangkan topi yang dipakainya pada Jessica sebelum mulai bersepeda.

Sungyeol yakin sekali Jessica pasti kecewa walaupun mereka sedang bertengkar , siapa yang tidak kecewa kalau kekasihnya lebih memilih untuk bersenang senang bersama yeoja lain walaupun itu bersama sahabat mereka. Sungyeol tidak ingin melihat Jessica kecewa atau memasang wajah sendunya , ia harus bisa membuat Jessica senang dengan cara apapun hari ini.

” Pegangan Sica – ya ” perintah Sungyeol , karena ia akan bersepeda dengan cepat. Ia mulai menyusul yang lain , karena sedaritadi mereka lah yang paling lambat dan terakhir. Hoya langsung mengajaknya untuk balapan. Jessica tertawa dan berteriak senang saat mereka berhasil mengalahkan Hoya , dia bahkan terus tertawa saat melewati Kris dan Minha. Tadi memang Jessica sedikit kecewa , tapi sekarang ia biasa saja menyadari kalau Kris tidak berniat untuk memperbaiki hubungan mereka.

Tidak sampai disitu setelah bersepeda , Sungyeol tidak berhenti membuat Jessica bahagia dan terus tertawa lepas. Mereka sekarang bermain air bersama Hoya , Hyunsik dan yang lain kecuali Kris dan Minha hanya berdiri tidak berniat bergabung. Jessica bersembunyi di balik tubuh tinggi Sungyeol setiap kali Hyunsik dan Sojin menyiramnya dengan air. Entah sengaja atau tidak Sungyeol menarik tangan Jessica dari belakang untuk memeluknya , bisa dilihat langsung oleh Kris. Mereka ke sini untuk bersenang senang , tapi mengapa Kris merasa tidak senang sama sekali? Kris tidak tahu alasan pasti mengapa ia tidak begitu senang hari ini apa karena ia memang tidak terlalu senang bersepeda atau karena ia cemburu melihat Jessica yang begitu bahagia bersama Sungyeol.

Puas bermain air yang lain langsung mengeringkan badan mereka , tidak sepenuhnya basah total kecuali Jessica rambutnya sangat basah dan kaos yang dipakainya. Kris tidak nyaman dan tenang melihat kaos polos yang dikenakan Jessica sangat basah , sebagai kekasih dan juga namja. Memang hubungan mereka belum membaik tapi Kris tidak mau membiarkan namja lain berpikir aneh tentang Jessica. Kris berjalan pada Jessica untuk memberikan kaos cadangan yang ia bawa , baru saja berjalan selangkah Sungyeol lebih dulu mengeluarkan kaos dan handuk kecil yang dibawanya tadi dan memberikan pada Jessica.

” Anniya Sungyeol – ah , aku baik baik saja ini tidak terlalu basah ” Jessica menolak saat Sungyeol memberikan kaos padanya

” Pakailah , bajumu basah nanti kau sakit ”

” Anni , kau saja yang pakai ”

” Aku baik baik saja Jessica , cepat ganti bajumu kau akan semakin cantik nanti” ujar Sungyeol menggombal

Jessica tertawa ” arraseo , gomawo Sungyeol – ah. ” lalu ia pergi ke kamar mandi menyusul Keumjo dan Sojin yang sudah pergi lebih dulu.

Sungyeol tertawa melihat Jessica berlari pelan ke kamar mandi , tanpa ia sadari ada Kris yang melihat dan mendengarkan mereka berdua sedaritadi. Sungyeol tidak terkejut ketika melihat Kris , ia malah terkejut karena Kris hanya diam saja tidak melakukan apapun saat melihat dan mendengarkan pembicaraan mereka. Kalau Kris peduli , seharusnya dia lah yang menghampiri Jessica saat tahu kekasihnya kebasahan dengan melakukan sesuatu.

Sungyeol berjalan ke arah Kris dan melewatinya begitu saja. Ini bukan kesalahannya kalau ia begitu peduli pada Jessica saat Kris tidak pernah menunjukan kepeduliannya. Bukan salah dirinya karena berani menunjukan rasa peduli dan perhatiannya pada Jessica bahkan di depan Kris , kalau Kris tidak suka ia bisa melarang atau marah tapi Kris malah diam dan membiarkan dirinya.

Di rumah

Jiae berlari mendatangi Kris yang baru saja pulang bersepeda bersama Jessica dan sahabat yang lain.

” Oppa bagaimana? Apa kau sudah baikan dengan Jessica eonni? ” tanya Jiae

Kris menatap Jiae , apa wajahnya ini terlihat senang atau bahagia setelah bersepeda tadi? Kalau mereka sudah baikan , Kris pasti akan tersenyum dan senang. Dia juga tidak akan pulang secepat ini , Kris pasti akan mengantar dan mengajak Jessica makan terlebih dahulu.

Jiae mendapat jawaban dari tatapan Kris , dan itu artinya mereka belum juga baikan. Jiae sangat kecewa , ia sudah merencanakan ini untuk tidak ikut dengan begitu Kris dan Jessica bisa menghabiskan waktu berduaan tanpa dirinya. Mereka pasti akan baikan hari ini , pikir Jiae.

Jiae kecewa tapi ia harus melakukan cara lain agar Kris dan Jessica berhenti mengabaikan satu sama lain.

————-

Beberapa hari kemudian , tidak ada yang berubah Kris dan Jessica masih saling mengabaikan dan bersikap seperti orang asing. Ini sudah lebih dari seminggu , keduanya tak kunjung berbaikan. Kris menyibukkan diri dengan Jiae , sedangkan Jessica sibuk bersenang senang dengan Sungyeol dan yang lain.

Jessica masih ingat akan statusnya yaitu kekasih Kris , tapi Jessica merasa lebih senang tanpa harus sakit hati dan kecewa seperti biasa. Hyunsik dan Minha merasa aneh , walaupun hal seperti ini sudah sering terjadi dan mereka selalu mendukung Jessica tapi melihat keduanya tak saling bicara dan seolah memaksakan diri agar terlihat baik baik saja di hadapan satu sama lain.

Mereka sadar dan bisa merasa keduanya diam diam masih saling memperhatikan satu sama lain , terutama Kris. mereka melihat sendiri bagaimana cemburunya seorang Kris Wu melihat kedekatan Sungyeol dan Jessica. Kris adalah namja , seharusnya dia lah yang bersikap gentle dengan meminta maaf dan mengakui kesalahannya terlebih dulu . Namun mereka sama sama tahu kalau Kris sangat tidak peka dengan keadaan dan butuh waktu yang sangat lama agar dia menyadari kesalahan.

” Jiae – ya cepat habiskan makananmu ” ucap Kris sambil mengelus rambut panjang milik adiknya

Tapi melihat sikap Kris pada Jiae yang tak berubah , tidak heran mengapa Jessica masih mempertahankan kemarahannya. Kris sangat perhatian pada Jiae , tanpa sadar kalau di depannya kekasihnya Jessica tengah mengobrol bersama namja lain.

” Oppa lihatlah itu celana pendek yang kemarin aku minta padamu , oppa lihat itu bagus sekali ” ujar Jiae saat melihat seseorang memakai celana pendek yang kemarin ia minta pada Kris namun tidak dibelikan karena Kris tidak senang melihat adiknya berpakaian minim.

” Itu pendek Jiae – ya ”

” Tapi itu bagus sekali oppa , lihatlah aku suka sekali celana itu. Jebal oppa ayolah belikan ” Jiae merengek dengan memasang puppy eyes beserta aegyo andalannya yang selalu membuat Kris tidak dapat menahan diri untuk membelikan apapun yang Jiae inginkan.

” Tidak ” jawab Kris tegas , sebenarnya Jiae bisa saja meminta pada ayah mereka namun bila Kris tidak mengizinkan tentu saja ayah mereka akan berpikir hal yang sama. Ayah Kris memberikan tanggung jawab penuh pada Kris untuk menjaga dan mendidik putrinya , kalaupun Kris memukul Jiae ayahnya tidak akan marah karena beliau tahu Kris pasti punya alasan yang jelas. Begitu pun dengan uang jajan dan segala keperluan Jiae , melalui Kris lah Jiae bisa mendapat apapun yang ia inginkan asalkan Kris mau memberikannya. Jadi tidak heran mengapa Kris bisa mengatur Jiae semaunya , karena ayah mereka pun memberikan Kris kuasa penuh.

” Oppa , aku janji akan mendapat nilai seratus untuk ujian matematika minggu depan. Jebalyo ” Jiae terus merengek

” Kau akan melakukan apapun? ”

” Ne oppa , apapun ” jawab Jiae sangat yakin

” Baiklah , setelah ini kita pergi ke toko kemarin ” Kris akhirnya luluh juga

” Gomawo oppa jeongmal gomawo ” Jiae langsung memeluk Kris karena terlalu senang. Kris membalas pelukan Jiae dan mencium pipi adiknya sebentar
Jiae langsung menatap Jessica dan semua sahabat Kris yang menatap mereka berdua aneh dan tanpa ekspresi , baiklah mereka berdua seolah lupa kalau disini ada orang lain. Jiae tersenyum kikuk pada Jessica , sedangkan yeoja itu terlihat biasa saja tidak marah ataupun kecewa. Memangnya kenapa ia harus cemburu kalau yeoja yang tadi Kris cium adalah adiknya sendiri?

Sedangkan Sungyeol , Sojin dan Minha langsung mengumpat dalam hati. Perlukah Kris begitu berlebihan seperti dan membuat mereka tak nyaman? Sungyeol , Minha dan Sojin mempunyai adik tapi tak pernah sekalipun mereka mencium adik mereka seperti yang Kris lakukan dan Hyunsik ia sekali ingin muntah membayangkan kalau hyungnya akan mencium pipinya.

Jessica terlihat biasa saja bila biasanya ia akan kecewa dan terluka tanpa alasan jelas sekarang Jessica tidak merasakan apapun lagi. Mungkin inilah yang dinamakan jengah atau muak . Jessica juga tidak cemburu ataupun iri pada Jiae , ini sudah berlangsung dua tahun tidak jarang Kris lebih memilih mencium , memeluk dan menggandeng Jiae daripada dirinya. Jadi menurut Jessica ini belum seberapa.

” Eooni , ikutlah dengan kami. Ayo eonni ” Jiae mengajak Jessica

Jessica sontak menatap Kris , mata mereka berdua bertemu beberapa saat. Jiae berpindah ke samping Jessica, lalu memeluknya erat.

” Eonni ayo temani aku belanja . Eonni juga berjanji akan mengajariku berdandan Kita belajar dirumahku ya eonni ” ucap Jiae masih memeluk Jessica

Jessica tersenyum kikuk , kemudian menatap Kris lagi sebentar. Haruskah Jiae menagih janji yang dibuatnya disaat tidak tepat seperti sekarang? Dan bagaimana mungkin ia ke rumah Kris ketika mereka bertengkar? Sangat tidak mungkin

” Jangan sekarang Jiae – ya , eoh? ” Jessica membalas pelukan Jiae sambil merapikan rambut adik Kris itu. Tidak peduli bagaimana Jessica sangat cemburu dan marah akan sikap berlebihan Kris , kadang membuatnya ikut marah dan kesal pada Jiae. Tapi Jessica tidak berbohong ketika ia bilang menganggap Jiae seperti adiknya sendiri , jauh di lubuk hatinya yang paling dalam ia sudah merasa Jiae seperti Hoseok

—————–

Beberapa hari kemudian

” Aku tidak mau nuna , pulang saja bersama Kris hyung ” ucap Hoseok marah karena Jessica terus memaksanya untuk menjemput di saat dirinya tengah asik bermain game

” Jebal Hoseok – ah , kumohon ” Jessica memelas

” Nuna , disana ada Kris hyung kekasihmu sendiri. Kenapa harus aku? ”

” Tidak mau , Hoseok – ah ”

” Aku akan menghubungi Kris hyung untuk mengantarkanmu ”

” Kupukul kau Hoseok !! Jangan berani menghubunginya , awas kau !!!” Jessica langsung membentak marah.

” Apa kalian belum baikan sampai sekarang? Ceritakan dulu padaku apa masalah kalian baru aku akan menjemputmu ”

” Tidak perlu , aku akan pulang sendiri ” Jessica terdengar marah saat memutuskan telefon mereka.

Hoseok mengepal tangan kesal , kenapa Jessica harus merepotkannya di saat penting? Memangnya kemana Kris hyung sampai sampai ia harus menjemput Jessica saat mereka berada bersama? Hoseok semakin ingin tahu apa yang terjadi di antara nunanya dan Kris hyung , apa masalah mereka sangat serius sampai hampir dua minggu mereka belum juga berbaikan? Setidaknya kalau mereka memang marahan , apa Kris tidak mau mengantar nunanya? Pada akhirnya Hoseok juga berangkat untuk menjemput Jessica.

——————

Hoseok menepikan motornya melihat Jessica tengah berlari di tengah hujan yang begitu deras menuju terminal. Mengapa nunanya sendirian dan kehujanan? Hoseok langsung bertanya tanya dimana dan apa yang Kris pikirkan sampai membiarkan Jessica pulang sendiri di tengah hujan. Hoseok tidak akan marah pada Sungyeol dan yang lain , mereka bukan kekasih Jessica mereka tidak punya kewajiban untuk menjaga dan melindungi Jessica seperti Kris.

Hoseok membawa Jessica ke sebuah cafe terdekat sampai hujan reda dan mereka bisa pulang.

” Nuna , dimana Kris hyung? Kenapa dia tidak mengantarkanmu pulang? ” Jessica tahu adiknya marah sejak melihatnya pulang sendirian.

” Dia sibuk ” jawab Jessica berbohong

” Sesibuk sibuknya Kris hyung , dia harus mengantarkanmu pulang. Kris hyung lah yang harus menjagamu bukan hanya aku dan Sungyeol hyung ” Hoseok terdengar sangat sinis.

Jessica memilih diam , kalau dia menjawab Hoseok pasti akan lebih banyak bertanya dan terus mencari tahu. Jessica tidak mau bercerita tentang masalah Kris pada keluarganya , tidak ingin membuat mereka khawatir. Sebenarnya ini bukan kesalahan Kris karena ia pulang sendirian saat hujan , ini pilihan Jessica sendiri. Ia memilih untuk pulang sendiri , karena tadi ia bersama Minha , Kris dan Hyunsik. Minha dan Hyunsik masih memiliki kelas , sedangkan Kris? Jessica belum melihat Kris berniat memperbaiki hubungan mereka , jadi haruskah ia pulang bersama Kris? Tidak. Jessica langsung pulang saat Minha dan Hyunsik pergi daripada harus berdua dengan Kris.

———–

Keesokan Harinya

” Apa kau yakin ingin ikut berenang? ” tanya Sungyeol pada Jessica. Ia memang berada di rumah Jessica untuk menjemputnya.

” Aku baik baik saja Sungyeol – ah , jangan khawatir ” Jessica mencoba meyakinkan

” Baik baik saja darimana , kau flu karena kemarin kehujanan nuna ” jawan Hoseok yang tiba tiba ikut bergabung di ruang tengah

” Aku masih bisa memukulmu , mau ku coba? ” Jessica mengangkat tangannya menakuti Hoseok

Hari ini Sungyeol memang memiliki acara bersama Myungsoo , Keumjo , Kris dan juga Jiae untuk berenang. Jessica memang sudah berencana untuk ikut tapi di saat ia sedang flu haruskah Jessica berenang? Hoseok saja tidak yakin apalagi Sungyeol.

” Hoseok – ah ikutlah dengan kami daripada di rumah sendirian ” ajak Sungyeol

” Ne , ikutlah daripada kau autis dengan game onlimenu itu ”

Hoseok berpikir beberapa saat ” baiklah aku akan ikut dengan kalian ”

——————

Sungyeol dan Jessica tidak tahu kalau pemandangan yang pertama mereka dapatkan adalah Kris mengikuti Jiae kemanapun adiknya berenang , tidak perlu bertanya lagi apa alasan dibalik sikap berlebihan ini kalau bukan karena Myungsoo berada disini.

Myungsoo terlihat memisahkan diri dan berenang sendiri , ia memang datang paling pertama tadi. Sungyeol tentu saja tidak senang Kris membuat Myungsoo tak nyaman dengan alasan tak jelas seperti biasa , Myungsoo melambaikan tangannya senang melihat kedatangan Sungyeol dan yang lain. Kalau saja ia ada di posisi Myungsoo mungkin ia akan lebih memilih untuk pulang.

” Hoseok – ah ” Kris menyapa Hoseok dari kolam berenang

” Eonni !!!! ” Jiae berteriak senang memanggil Jessica

” Annyeonghaseyo ” Jiae juga melambaikan tangannya pada Hoseok.

” Kau sudah lama disini? ” tanya Sungyeol menghampiri Myungsoo sebentar sebelum berganti pakaian renang.

” Ne , cukup lama . Aku kesepian babo”

Sungyeol menatap Kris sebentar , sudah bukan hal baru kalau Kris membuat orang lain tak nyaman atas sikapnya pada Jiae. Tapi haruskah itu juga berlaku pada Myungsoo sahabat terdekatnya sekarang?

Setelah berganti pakaian renang , Jessica , Sungyeol dan Hoseok mulai memasuki kolam berenang. Namun tidak berapa lama Keumjo datang menyusul dan ikut berenang. Mereka bersenang senang , bahkan Sungyeol dan Myungsoo bertanding . Berbeda Jiae terlihat tidak senang , ingin sekali mendekat pada yang lain namun Kris melarangnya karena ada Myungsoo disana. Jiae tidak nyaman karena Kris mengikutinya kemanapun , bahkan anak kecil pun tidak diperlakukan seperti ini di kolam berenang. Jiae merasa iri dan cemburu dengan yang lain , mereka tertawa dan mengobrol tapi dia dan Kris hanya diam tak melakukan apapun.

” Jiae – ya , kemarilah ” panggil Keumjo. Jiae memanyunkan bibirnya sambil menoleh pada Kris , tidak mungkin oppanya membiarkannya pergi kan? Disana ada Myungsoo.

” Bolehkah aku kesana oppa? ” Kris tidak menjawab , ia jalan lebih dulu di depan menghampiri Keumjo dan yang lain. Myungsoo sadar diri , Kris pasti tidak senang bila dia berada disana. Myungsoo memilih menjauh dan berenang di ujung sana. Bersamaan dengan Myungsoo , Jessica juga memilih menjauh dan duduk di tepi kolam berenang. Sementara Kris mulai mengobrol bersama Keumjo dan Jiae. Sungyeol menyusul Myungsoo ke ujung sana.

Hoseok sudah berhenti berenang sedaritadi , ia diam di tepi kolam berenang memperhatikan nunanya. Ini pertama kalinya Hoseok ikut berjalan jalan dengan Jessica dan para sahabatnya. Sungyeol dan Myungsoo mendatangi Jessica lalu duduk disampingnya , mereka mulai mengobrol dan bercanda satu sama lain. Hoseok bisa merasa nunanya kesepian sendiri sebelum Sungyeol datang , tidak sekalipun ia melihat Kris bicara atau berinteraksi dengan Jessica. Hoseok tahu mereka sedang bertengkar tapi sebagai namja haruskah Kris mengabaikan nunanya seperti itu? Ia baru sadar mengapa mereka sering sekali bertengkar dan alasan mengapa Jessica selalu menangis , melihat betapa perhatiannya Kris pada Jiae membuat Hoseok dapat merasakan apa yang Jessica rasakan. Selama ini nunanya tidak pernah dipedulikan oleh Kris kan? Jessica pasti sangat menderita.

Hoseok berganti memperhatikan Kris yang tengah memegang lengan Jiae , ia juga tahu apa yang terjadi pada keluarga mereka dari Jessica. Tapi apakah itu berarti Kris harus berlebihan begini? Entahlah seharusnya ia bersyukur Jessica tidak mengekang dan mengaturnya seperti yang Kris lakukan pada Jiae. Hoseok menghampiri Jessica yang kini sendiri ditinggal renang oleh Sungyeol dan juga Myungsoo. Ia memperhatikan nunanya dari samping , apa Jessica benar benar bahagia saat tersenyum sekarang seolah ia tidak terluka dan sedih karena Kris?

Jessica menoleh , keningnya mengkerut bingung mendapat tatapan aneh dari Hoseok. Tidak biasanya adiknya itu menatapnya seperti ini. Jessica tertawa sembari merangkul bahu Hoseok ” kau senang kan bermain bersama sahabatku? ” Jessica bertanya

Hoseok mengangguk ” lain kali bergabunglah bersama kami lagi eoh? ”
” Baiklah nuna , aku akan menemanimu”

Saat asik mengobrol dengan Hoseok , Sungyeol tiba tiba memakaikan handuk pada Jessica dari belakang lalu duduk disamping gadis itu. Jessica tertawa mendapat perlakuan seperti itu dari Sungyeol ” gomawo Sungyeol – ah ” ucap Jessica

Hoseok tersenyum melihat sikap Sungyeol pada Jessica , selama ini ia memang tidak pernah salah menilai jika Sungyeol adalah sahabat yang baik untuk nunanya. Segala perhatian dan rasa peduli Sungyeol pada Jessica membuatnya merasa tenang dan lebih baik , setidaknya Jessica tidak akan benar benar sendiri selama ada namja itu bersamanya.

Hoseok memilih untuk meninggalkan keduanya dan pergi berganti baju , Jessica tertawa entahlah apa yang lucu tapi setiap melihat Sungyeol dia pasti tersenyum dan tertawa sendiri tanpa alasan yang jelas.

Sungyeol ikut tertawa sembari merapikan rambut Jessica , senyum terbaiknya mengembang hanya melihat Jessica tertawa dan kebahagian di wajah gadis itu.

” Sungyeol – ah , gomawo ” ucap Jessica tiba tiba

” Untuk apa? ”

” Semuanya , aku merasa Tuhan masih sangat menyayangiku karena aku masih memilikimu sebagai sahabat terbaikku ”

Sungyeol menunduk sambil tertawa , entahlah tawa itu senang atau sedih. Kemudian ia masuk ke dalam kolam berenang lalu mengulurkan tangannya mengajak Jessica untuk berenang bersamanya.

Jessica menerima uluran tangan Sungyeol dengan senang hati , mereka pun berenang bersama. Di ujung sana ada Kris yang melihat semua dengan jelas sangat jelas , bukan hal baru bila Sungyeol selalu bisa membuat Jessica tersenyum dan tertawa bahagia seperti tadi. Masalahnya saat ini bisakah Kris mengembalikan senyuman manis dan tawa bahagia Jessica yang selalu menjadi miliknya? Tapi bukan Kris namanya , kalau ia tetap berdiam diri dan tidak melakukan sesuatu untuk memperbaiki hubungan mereka di saat ia masih mempunyai kesempatan setiap waktu

—————

” Nuna , Sungyeol hyung sudah datang ” Hoseok berteriak memanggil Jessica yang masih berada di dalam kamarnya , hari ini Jessica dan Sungyeol akan berjalan jalan atau lebih tepatnya menghabiskan waktu bersama. Tadi pagi Jessica mengatakan ia bosan di rumah , beruntung Sungyeol sangat peka dan langsung mengajak Jessica jalan jalan.

Hoseok membawa Sungyeol ke ruang tamu dan seperti biasa membawakan minum untuk tamu spesial nunanya ini. ” Kalian akan pergi kemana? ” tanya Hoseok penasaran

” Menonton dan makan saja mungkin , kau yakin tidak mau ikut? ”

” Anni hyung , lebih baik aku dirumah…. ”

” Dan bermain game bodohmu itu kan ” Jessica memotong ucapan adiknya sambil berjalan menuruni anak tangga.

” Bodoh kau bilang? Enak saja ” sungut Hoseok tak terima

” Memang , kau semakin bodoh karena terus bermain game ”

” Ish kau menyebalkan nuna ” geram Hoseok. Jessica dan Sungyeol tertawa melihat kemarahan adiknya

” Hati hati di rumah , jaga diri baik baik. Makan sesuatu kalau kau lapar , arraseo Jung Hoseok? ” ucap Jessica sambil mengelus rambut adiknya

Hoseok menepis tangan Jessica ” hyung , cepatlah bawa nuna pergi aku sudah tidak tahan lagi ”

Sungyeol tertawa lalu merangkul Jessica ” baiklah , kajja. Annyeong Hoseok – ah ” pamit Sungyeol

Hoseok memperhatikan Sungyeol yang masih belum melepaskan rangkulannya dari Jessica , senyumnya mengembang entahlah menurutnya mereka berdua sangat lucu dan pastinya Jessica akan jauh lebih bahagia bersama Sungyeol dibandingkan bersama Kris.

——————

Sungyeol dan Jessica berhenti di sebuah toko baju pria saat mereka berjalan jalan , inilah sebenarnya tujuan mereka pergi bersama. Jessica berjanji untuk membantu Sungyeol berbelanja , menurutnya dibandingkan para sahabat yang lain Sungyeol lah yang paling jarang berbelanja. Namun anehnya Sungyeol masih terlihat keren dan menarik dengan apapun yang dipakainya.

Seorang pekerja sibuk membantu dan menunjukan model model pakaian baru untuk Sungyeol , namun justru itu malah membuat Sungyeol sedikit risih dan tidak nyaman namun bagaimana pun ia tetap menanggapi dan menghargai pekerja itu. Jessica sedang melihat lihat di bagian kaos ” bagaimana dengan yang ini? ” tanya Jessica

Sungyeol menghampiri Jessica , sebenarnya pilihan gadis itu hanyalah kaos berwarna putih dengan motif navy di lengan tidak lebih menarik dari pilihan penjaga toko tadi tapi Sungyeol mengiyakan.

” Igeo ”

” Sungyeol – ah , apa kau suka ini? ”

” Bagaimana dengan ini? ”

” Wah kau akan terlihat keren bila memakai ini ”

” Ini membuatmu jauh lebih tampan ”

” Sungyeol – ah , lihatlah ini sangat keren ”

Jessica sama sibuknya memilihkan pakaian untuk Sungyeol , ia mengambil apapun yang menurutnya bagus bahkan sampai hal hal tidak penting seperti topi , gelang dan beanie.

Jessica menghampiri Sungyeol yang sedang membayar , ia sedikit heran mengapa belanjaan Sungyeol cukup banyak padahal menurutnya daritadi namja itu terkesan biasa saja tidak tertarik dengan pilihannya. Jessica baru menyadari setiap barang yang ia sarankan untuk Sungyeol tadi ternyata dibeli semua.

” Sungyeol – ah kenapa kau membeli sebanyak ini dan itu… itu semua kan pilihanku ” ucap Jessica

Sungyeol hanya tersenyum penuh arti ” aku suka semua pilihanmu ”

” Tapi kau tidak harus membeli semuanya , lebih baik kau….. ” Sungyeol menutup mulut Jessica dengan tangannya.

” Aku bilang , aku suka dengan semua pilihanmu terutama yang satu ini ” Sungyeol memasang langsung gelang pilihan Jessica tadi. Jessica menghentikan protesnya diganti dengan sebuah senyuman , Sungyeol memang tahu bagaimana cara menghargai perempuan.

” Gomawo ” lanjut Sungyeol lalu mereka berdua melangkah keluar toko.

————

” Kemana kita sekarang? ” tanya Sungyeol

” Aku ingin makan sesuatu yang manis dan dingin ”

” Ice cream? ”

” Ide yang bagus Sungyeol – ah ”

Sungyeol dan Jessica membeli ice cream di sebuah cafe, ” kalian terlihat sangat baik bersama ” ujar ahjussi pemilik café sambil memberikan ice cream pesanan mereka.

Sungyeol tidak bisa berkata apapun sedangkan Jessica malah tersenyum sambil mengatakan terimakasih. ” Kekasihmu terlihat sangat mencintaimu ” goda ahjussi itu lagi.

” Benarkah? Aku sudah tahu itu ahjussi” jawab Jessica lalu tertawa sambil menoleh pada Sungyeol. Ini hanya candaan , tapi Sungyeol merasa seolah ada kupu kupu beterbangan di perutnya dan merasa sangat gugup. Tapi ia cepat menepis perasaan aneh itu lalu ikut tertawa bersama Jessica.

Setelah puas berjalan jalan , mereka memutuskan untuk makan sebelum pulang. Jessica berhenti sesaat melihat seseorang yang sangat dikenalnya di seberang sana , Kris lah orang yang berana disana . Entah mengapa Seoul begitu sempit sekarang , sampai mereka bisa bertemu disini. Namun Jessica tidak berniat untuk menyapa atau menatap Kris lama lama , ia langsung melangkah bersama Sungyeol.

Sungyeol menyadari sikap Jessica sedikit berbeda dari sebelumnya , ia lebih banyak diam dan terlihat memikirkan sesuatu. Sungyeol sendiri tidak mau bertanya atau menggangu Jessica , jadi ia membiarkan Jessica sibuk dengan segala pikirannya. Kris…pasti nama itulah yang sedang Jessica pikirkan saat ini , mungkin yeoja itu tidak pernah bercerita atau berbicara tentang Kris padanya beruntung Sungyeol memang tidak bodoh dan sangat peka dengan keadaan. Jessica bisa tertawa , ceria dan bersikap biasa saja di hadapan semua orang tapi jauh di dalam hatinya Sungyeol tahu Jessica tidak ingin terus seperti ini dan ia sangat merindukan Kris.

—————-

Di tempat berbeda , Kris juga tidak menyangka ia bisa bertemu Jessica secara tidak sengaja. Ia datang kesini untuk melupakan semua kegalauannya tapi siapa sangka kegalauannya malah bertambah parah setelah bertemu Jessica dan juga Sungyeol. Mereka belum berpisah tapi mengapa Kris tidak bisa marah atau melakukan sesuatu saat tahu Jessica jalan dengan namja lain. Bohong kalau Kris tidak cemburu dan kecewa

” Oppa kenapa tidak makan lagi? ” tanya Jiae pada Kris yang hanya diam menatap makanannya

Kris langsung menaikan pandangannya menatap Jiae kemudian tersenyum tipis ” anni , aku sudah kenyang ”

” Tumben sekali makanmu sedikit Kris ” tambah Tuan Wu yang juga heran dengan sikap Kris.

” Aku sudah kenyang pa , kalian makanlah ”

Jiae memperhatikan oppanya sendu , sampai kapan Kris akan berpura pura baik baik saja tanpa Jessica di hadapan semua orang? Apakah Kris tidak lelah atau berniat memperbaiki hubungan mereka? Ini sudah cukup lama , bagaimana mereka bisa tahan dengan hubungan seperti ini. Jiae berharap oppanya akan cepat sadar sebelum semuanya terlambat , jangan sampai mereka berpisah. Jiae tidak akan pernah rela dan membiarkan itu terjadi.

—————-

” Sica apa kau yakin akan kuliah hari ini? ” tanya eomma tidak yakin melihat keadaan putrinya yang lemah dan pucat.

” Ne eomma , aku harus kuliah. Kelas hari ini sangat penting ” Jessica memegang tangan eommanya mencoba meyakinkan kalau ia baik baik saja.

” Tapi wajahmu sangat pucat , tidak bisakah kau libur saja hari ini? ”

” Anniya eomma , jangan khawatir aku sudah membawa obat ”

Nyonya Jung tidak bisa berbuat apa apa lagi saat Jessica begitu keras kepala ingin kuliah hari ini , setidaknya Jessica bukan anak kecil lagi ia sudah bisa mengurus dan menjaga dirinya sendiri.

” Baiklah kalau begitu eomma akan menyuruh Hoseok untuk menjemputmu nanti ”

Jessica mengangguk kemudian memeluk sang eomma sebelum berangkat kuliah. Seperti biasa ia berangkat menggunakan bus , sepanjang perjalanan Jessica hanya menatap keluar jendela sambil mendengarkan lagu. Entah kebetulan atau tidak lagu ini mengingatkannya pada Kris.

Itu bukan yang hatiku rasakan , aku membuatmu bersedih lagi
Itu bukan yang hatiku rasakan , aku tak pernah membenci dirimu
Ku harap cinta kita takkan berubah
Ku harap kita kan selalu tersenyum
Selama ini , sudah begitu banyak hal yang terjadi
Ada saat saat sulit dan melelahkan
Cinta masih saja sangat sulit bagi kita berdua

Cinta masih saja sangat sulit bagi kita berdua

Jessica tidak dapat lagi menahan kesedihannya mendengar lirik terakhir lagu itu , setelah menahan diri dan semua kesedihan yang ia rasakan sejak bertemu Kris kemarin malam. Inilah batas kekuatan Jessica untuk menahan segala rasa sedih dan sesak dalam dirinya , Jessica tidak berbohong ia sangat merindukan Kris. Merindukan saat saat mereka bersama , bicara dan merindukan semua yang ada pada diri Kris. Jessica bisa saja memperbaiki hubungan mereka dan menghubungi Kris , tapi apalah arti semua itu jika Kris tidak pernah sadar dan berubah. Ia hanya akan semakin tersakiti lagi dan lagi. Apa Kris tidak merasakan apa yang ia rasakan? Apakah dalam waktu selama ini Kris belum juga menyadari semua kesalahannya? Jessica tidak tahu apa yang harus ia lakukan , ia masih merindukan Kris itu berarti perasaanya pada kekasihnya masih tetap sama namun disisi lain Jessica tidak mau membiarkannya dirinya terus tersakiti. Tidak cukupkah dua tahun ini ia bertahan? Harus berapa lama lagi Jessica menderita dan sakit seorang diri? Apakah ketidakpedulian Kris sampai detik ini adalah petunjuk bahwa hubungan mereka memang harus diakhiri?

Setiba di kampus Jessica langsung pergi ke toilet untuk memperbaiki make upnya agar semua sahabatnya tidak tahu bahwa ia baru saja menangis. Selesai memperbaiki make up , Jessica kembali tersenyum seolah tidak ada yang terjadi. Jessica sangat hebat bukan?

———–

” Sica ” Sojin melambaikan tangan menyapa Jessica yang baru saja datang ke food court.

” Dimana Sungyeol? ” Jessica bertanya pada Hyunsik

” Dia sedang belajar di perpustakaan sepertinya ada test …. ”

” Sica – ya kau sakit? Mengapa wajahmu pucat sekali? ” Keumjo memotong pembicaraan Jessica dan Hyunsik

” Benar , wajahmu pucat sekali. ” tambah Minha

Sojin memegang kening Jessica ” kau demam ya? Kau sudah minum obat?”

Jessica menjauhkan tangan Sojin dan memegangnya ” gwenchana , aku hanya demam biasa. Sebentar lagi sembuh ”

Keumjo menggeleng tidak yakin ” kau yakin? Sepertinya kau lemas sekali. Apa kau merasa pusing? ”

Jessica berbohong sambil tersenyum ” tidak aku baik baik saja ” suatu kebohongan besar , yang Jessica rasakan justru kebalikannya. Sedaritadi kepalanya terasa pusing dan badannya sangat lemas , tapi Jessica tidak mau membuat sahabat sahabatnya khawatir.

” Pergilah , sebentar lagi kalian semua ada kelas kan? ” Jessica mengingatkan.

” Kami bisa menemanimu Sica , kalau kau merasa tidak enak badan. ” ujar Hyunsik

” Ne , aku juga bisa mengantarkanmu pulang ”

” Kalian berlebihan sekali , lebih baik aku pergi ke taman saja. Annyeong ” Jessica memilih pergi sebelum para sahabatnya semakin khawatir.

” Kau yakin dia baik baik saja? ” tanya Sojin

” Kita harus memberitahu Kris ” saran Keumjo

” Kris? Kau yakin Kris akan peduli pada Jessica? Hubungi Sungyeol saja ” Hyunsik ikut memberi saran.

—————

Jessica berjalan ke taman dengan sekuat tenaga , kepalanya sangat pusing dan berat. Badannya terasa sangat lemas tapi Jessica masih memaksa untuk pergi dan duduk di sebuah bangku di taman kampus.

” Jessica !!! ” Sungyeol berteriak dari lantai dua . Jessica menoleh mendapati Sungyeol berada di sebuah gedung yang menghadap langsung ke taman. Sungyeol melambaikan tangan pada Jessica , begitu pun sebaliknya Jessica membalas lambaian tangan Sungyeol. Keduanya terus melambaikan tangan , sampai Sungyeol mendapat telefon dari Keumjo.

” Ya !! Kemana saja kau? Kenapa baru menjawab panggilanku sekarang? ” Pekik Keumjo marah.

” Ada apa memangnya? ” jawab Sungyeol dengan santai dan tidak merasa bersalah.

” Jessica sedang sakit , aku sangat khawatir…. ” Sungyeol sontak langsung melihat kebawah, Jessica tengah berjalan dan tiba tiba ia jatuh pingsan. Sungyeol langsung berlari ke lantai bawah untuk menolong Jessica , ia berlari secepat mungkin sangat cepat. Beberapa orang sudah berkumpul untuk melihat keadaan Jessica. Saat seorang namja hendak menggendong Jessica , Sungyeol datang dan mengambil Jessica dari namja yang hendak menolongnya. Sungyeol menggendong Jessica di belakang dan kembali berlari untuk membawa Jessica ke ruang kesehatan. Sungyeol berlari cepat seolah tidak mengenal kata lelah.

Kris baru saja ingin berjalan keluar tempat parkir untuk menjemput Jiae , saat menemukan Sungyeol tengah menggendong Jessica. Kris sontak langsung menghampiri Sungyeol untuk menanyakan apa yang terjadi dengan Jessica

” Sungyeol – ah ada apa dengan Jessica?” tanya Kris panik sembari memegang puncak kepala Jessica

Sungyeol berhenti sebentar saat Kris bertanya padanya , tapi tidak ada niat untuk menjawab. Sungyeol hendak melangkah tapi Kris tetap menuntut jawaban dari Sungyeol dengan cara menghalanginya.

” Minggir ” ucap Sungyeol kasar

” Aku akan mengurus Jessica , kau bisa pergi sekarang ” balas Kris tak terima dengan sikap Sungyeol. Ia mencoba mengambil Jessica dari gendongan Sungyeol , namun namja itu dengan sengaja malah menghalangi Kris.

” Aku tidak pernah berniat merebut Jessica darimu sampai aku lihat sendiri yeoja yang paling kucintai menangis dan sakit hati karenamu. Mulai sekarang lakukan apapun untuk mempertahankan Jessica karena aku akan melakukan segala cara untuk merebut Jessica darimu”” ucap Sungyeol tegas lalu melanjutkan lagi langkahnya yang sempat terhenti oleh Kris.

Kris lagi lagi dengan bodohnya hanya membiarkan Sungyeol pergi membawa Jessica. Ia tidak perlu terkejut mendengar pernyataan atau ancaman dari Sungyeol saat semua orang tahu sampai detik ini rasa cinta yang Sungyeol pendam pada Jessica selama ini tidak pernah berkurang sedikit pun. Tidak heran Sungyeol sangat mudah mengintimidasi Kris dengan berbagai ancaman atau peringatan karena namja itu hanya bisa diam atau marah. Kris bisa saja mengambil Jessica secara paksa dari Sungyeol , bagaimanapun ia adalah kekasihnya ia jauh lebih berhak dan bertanggung jawab atas Jessica daripada Sungyeol. Tapi nyatanya tidak ada yang Kris lakukan untuk menunjukan bahwa ia begitu takut dengan ancaman sahabatnya sendiri saat ini. Sungyeol adalah sahabatnya dari kecil sekaligus saingan terkuatnya untuk mendapatkan Jessica. Kris tidak seharusnya lupa keadaan sangat cepat berbalik dan segera melakukan sesuatu sebelum ancaman Sungyeol menjadi kenyataan menakutkan.

” Kris ” Kris berbalik ke belakang untuk melihat orang yang memanggilnya , dari suaranya terdengar sangat familiar.

Kris tidak mengerti darimana Myungsoo muncul dan ada urusan apa sampai sahabat Sungyeol yang satu ini harus memanggilnya. Kris tidak tersenyum apalagi membalas sapaan Myungsoo

Myungsoo menatap Kris serius sangat serius membuatnya bertanya tanya apa yang sebenarnya ingin Myungsoo katakan.

” Aku menyukai Jiae ” ucap Myungsoo tanpa ragu , sepertinya ia sudah sangat sadar apa resiko yang ia terima dengan jujur pada Kris. Myungsoo sudah sangat siap bila Kris marah atau bahkan sampai memukulnya.

Kris terdiam….

Tidak cukupkah masalah Jessica dengan Sungyeol tadi , sekarang ditambah Myungsoo yang membawa masalah baru baginya. Kris merasa di beri masalah bertubi tubi hari ini , bagaimana ia bisa mengurus masalah Jessica dan Jiae di saat yang bersamaan. Kedua yeoja itu sangat berarti baginya , dan Kris tidak akan diam saja membiarkan Sungyeol maupun Myungsoo menganggu atau berani mengambil kedua gadisnya.

” Kami sudah berkencan ” lanjut Myungsoo.

Demi apapun Kris sangat terkejut mendengarnya , sejak kapan mereka berkencan , bagaimana bisa dan mengapa ia tidak pernah kalau mereka berdua saling menyukai satu sama lain. Ingin sekali meminta penjelasan dari Myungsoo , tapi itu bukanlah hal penting untuk saat ini. Kris tidak akan pernah membiarkan Jiae berkencan dengan namja tidak jelas seperti Myungsoo. Tidak akan pernah…

Kris mengepal tangannya marah berusaha menahan diri untuk tidak melampiaskan seluruh kekesalan dan amarahnya pada Myungsoo. Kris tidak mengatakan apapun lagi dan pergi berlalu meninggalkan Myungsoo tanpa memberi jawaban tapi setidaknya ia sadar bahwa ini tidak akan mudah karena Kris jelas jelas akan menentang hubungan mereka.

Kris berjalan cepat dengan penuh amarah , entah siapa yang Kris pilih. Apakah ia akan menemui Jessica atau Jiae terlebih dahulu

TBC

61 thoughts on “Love Me Right (Chapter 3 )

  1. Greget bgt lah sama kris, gak pernah sadar sadar-_- makin penasaran sama chapt akhirny jadi mau dihabisin malam ini aja ah bacanya, hehee *plak malah curhat

  2. Huwaaaaaaaa dasssar yifan, kmu itu kekasih sica, jgn diem ajh dong . Masa iya relain sica sama cowok laen mesra2an.
    Kris egois ya, dia yg salah udh nyakitin sica tapi dia juga yg kekeh ga mau minta maaf duluan.
    Liat sica pingsan di bawa sungyeol seharusny di rebut ga boleh ngalah ehh malah cuma diem ajh, haddeuuhh..
    Thor aku minta pw chapter 4 dong. Vliiissshh

  3. Kris kapan sadarnya, aku ikut2an jengah juga k sikapnya kris:D dia cemburu tapi diam saja, uh kris cemen bgt sih:D penasaran bgt nih gimana kelanjutannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s