Different

Different

Author : Queenara

Title : Different

Genre : Angst, Romance, Songfict

Rating : PG – 15

Lenght : Oneshot

Backsound : Different by WINNER

Cast :

Jessica Jung | Song Mino

Krystal Jung | Nam Taehyun | WINNER members

oOo

Sekali lagi, Jessica menatap mata pria yang ada di hadapannya. Pria yang entah sejak kapan telah merebut hati Jessica dan menghancurkannya dalam satu waktu. Pria dengan wajah tampan yang juga memiliki tatapan tajam tersebut hanya membalas tatapan Jessica dengan pandangan kosong. Pria itu tidak tahu lagi harus berkata apa.

“Aku akan menghubungimu ketika aku kembali,” ujar pria itu pelan, masih menatap mata Jessica.

Jessica hanya tersenyum, “Baiklah.”

Setelah jawaban singkat dari Jessica, sang pria pun pergi meninggalkan wanita cantik dengan rambut coklat tersebut. Jessica menatap punggung pria itu dengan tatapan sayu. ‘Benarkah dia pria yang kucintai?’

oOo

From: Mino

Aku pulang hari ini.

Kuharap kau ada di bandara.

Hanya dengan membaca pesan singkat tersebut, perasaan Jessica pun kembali membaik. Ia tersenyum lalu dengan segera memilih pakaian yang akan ia kenakan. Krystal, sang adik, menatap tingkah laku Jessica dari sofa di seberang ranjang.

“Apa yang membuatmu bahagia, Unnie?” tanya Krystal sambil menyipitkan matanya, menyelidik.

Jessica menggeleng, “Tidak, tidak ada.”

Krystal menghela napasnya panjang, “Kau selalu berbohong. Apa karena Mino oppa?”

“Jung Soojung, berhenti membicarakannya!” Jessica menatap Krystal tajam dan seketika itupun Krystal langsung kembali sibuk dengan ponselnya.

Sebenarnya Krystal tidak salah. Ia hanya menyampaikan apa yang ia pikirkan tentang kekasih kakak tercintanya tersebut. Krystal tidak ingin Jessica terus menerus menangis setiap malam, meratapi apa yang sebenarnya tidak dapat Jessica jelaskan dengan perkataan. Perasaan yang ia miliki untuk seorang seperti Song Mino terkesan ‘salah besar‘. Ia tidak seharusnya mencintai seorang pria layaknya Song Mino.

Mino menatap layar ponselnya dengan senyuman tipis menghiasi wajah tampannya. Ia tidak terbiasa tersenyum lebar. Hal itu membuatnya terlihat menyeramkan bagi beberapa temannya, walaupun sebenarnya tak dapat disangkal bahwa dia adalah pria terpanas dan ter-sexy diantara kelompoknya. Mino menyimpan ponselnya di dalam saku dan menatap keluar jendela pesawat.

“Bagaimana rasanya merindukan seseorang?” seorang pria dengan rambut blonde langsung melayangkan sebuah pertanyaan kepada Mino.

Mino hanya menolehkan kepalanya untuk memeriksa keberadaan pria tersebut lalu kembali menatap keluar jendela, “Biasa saja.”

Nam Taehyun, pria dengan rambut blonde tersebut langsung tertawa terkekeh, mengejek. Ia tahu seperti apa watak seorang Song Mino. Dia hanya merasa heran, mengapa wanita secantik Jessica bisa mencintai Song Mino. Taehyun memukul lengan Mino sedikit keras.

“Jika kau tidak berhati-hati menjaga Jessica noona, aku tidak akan segan-segan merebutnya darimu, Hyung!” peringatan dari Taehyun tersebut mampu membuat Mino merasakan keterkejutan yang luar biasa. Akan tetapi, dia hanya terkejut dan tidak bereaksi sama sekali terhadap kata-kata Taehyun.

Taehyun tersenyum, “Sekalipun itu harus membuatku menjadi musuhmu, aku bersumpah aku akan menjaganya dengan baik.”

Mino membuang napasnya sedikit kesal. Mendengar Taehyun berkata seperti itu, tanpa ia sadari, mampu membuat hatinya panas. Ia memeriksa jam tangannya untuk menyembunyikan rasa kesalnya terhadap perkataan Taehyun. Namun, Taehyun tahu bahwa Mino, sedikitnya, terusik akan ancaman yang ia katakan barusan.

Pesawat mendarat dengan lancar. Mino pun segera turun. Demi apapun, Mino bersumpah bahwa ia merindukan sesosok Jessica. Wanita dengan senyuman anggun dan sikap dingin yang terkadang menggemaskan itu membuatnya tidak mampu tertidur nyenyak selama ia berada di London.

Jessica duduk dengan tenang di kursi tunggu bandara. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat setiap kali itu menyangkut Mino. Wanita itu sesekali menggenggam ponselnya erat lalu mengeceknya, seperti itu seterusnya. Ia tidak suka menunggu. Namun, ia merindukan Mino. Ya, ia sangat merindukan pria yang berkali-kali menghancurkan hatinya tersebut.

Dari kejauhan, sekelompok pria berjalan mendekati Jessica. Wajah wanita cantik itu terangkat untuk memastikan bahwa Mino ada di sana. Benar saja, salah satu diantara mereka adalah Song Mino. Dengan senyuman lebar, Jessica langsung berlari ke arah Mino dan memeluk pria itu erat.

“Aku merindukanmu,” ujar Jessica pelan, ia tidak ingin teman-teman Mino mendengarnya.

Mino tahu bahwa hatinya kembali hangat karena keberadaan Jessica. Ia begitu senang mengetahui bahwa kekasihnya juga merindukannya. Bahkan hanya dengan melihat Jessica saja, Mino merasa bahwa hari-hari yang ia habiskan di London sama sekali tak ada artinya dibanding hari ini. Pelukan hangat yang ia terima terlalu membuainya. Namun, tetap saja, dia adalah seorang Song Mino. Ia tak akan pernah membalas pelukan hangat Jessica walaupun sebenarnya ia ingin.

“Lihatlah, Hyung! Kau pasti sangat beruntung memiliki kekasih seperti Jessica,” ujar Seungyoon sambil tersenyum menggoda yang diikuti anggukan pelan dari Seunghoon.

Jinwoo menambahkan, “Kau meninggalkannya selama 2 minggu. Tidakkah kau merindukannya?”

Taehyun yang diam-diam memerhatikan Mino dan Jessica hanya tersenyum pahit. Pria itu tahu apa yang diinginkan Jessica, dia lah orang pertama yang mengenalkan Jessica kepada Mino. Ya, terkadang memang takdir berpihak kepada orang yang tak dapat kau duga.

Jessica melepaskan pelukannya. Harapan mendapat pelukan balik dari kekasihnya luntur seketika setelah ia mengingat sesosok Song Mino yang sebenarnya. Wanita itu mundur dua langkah, lalu ia menundukan kepala kepada teman-teman Mino yang lain sebagai sapaan.

“Bagaimana konser kalian?” tanya Jessica dengan senyuman tipis yang membuatnya terlihat mengagumkan.

“Mengagumkan, Noona! Kau harus pergi bersama kami jika kau memiliki waktu luang!” Seunghoon menjawab dengan sangat antusias. Jessica hanya mengangguk sambil tersenyum, memperlihatkan giginya yang rapi.

“Aku akan datang ke konser kalian kapan-kapan. Aku berjanji,” Jinwoo langsung menawarkan high-five kepada Jessica yang langsung disambut hangat oleh wanita itu.

“Sebaiknya kita segera pergi,” Seungyoon menarik kopernya, diikuti oleh Jinwoo dan Seunghoon.

“Ayo pulang!” setelah mengatakan hal tersebut Mino pun juga segera pergi.

Jessica memejamkan matanya sambil menghela napasnya panjang. Seseorang menepuk pundaknya lembut, “Kehilangan sesuatu? Apakah kau tidak mengingatku, Noona?”

Jessica mendongak dan menemukan pria, yang menurutnya, memiliki wajah cantik sedang tersenyum hangat kepadanya. Jessica membalas senyuman itu sambil berkata, “Tentu saja aku ingat. Mana mungkin aku melupakan seseorang sepertimu, Nam Taehyun?”

“Kau tidak mungkin melupakan seorang pria yang mempertemukanmu dengan kekasihmu, iya ‘kan?” Taehyun tertawa pelan setelah mengatakannya. Jessica segera memukul lengan Taehyun.

“Aku tidak berkata seperti itu!”

Taehyun mengacak rambut Jessica pelan, “Aku bercanda, Noona.”

Jessica pulang dengan membawa beberapa roti yang ditawarkan kepadanya oleh Taehyun. Krystal sudah menunggunya was-was di ruang tengah. Gadis itu berusaha menyaksikan drama favorite-nya, tetapi selalu saja pikiran aneh tentang sang kakak datang menghantui Krystal. Dan ketika pintu apartemen dibuka, Krystal langsung melompat berdiri dan berlari menemui Jessica.

“Kau sudah datang, Unnie!” serunya senang sambil menawarkan bantuan membawakan barang yang Jessica bawa.

Jessica mengangguk pelan lalu melepas sepatunya, “Taehyun memberikan roti ini tadi.”

“Nam Taehyun? Kau bertemu dengannya? Kenapa kau tidak mengajaknya kemari? Dia adalah pria yang menyenangkan, Unnie! Seharusnya-”

“Cukup, Soojung!”

Krystal langsung meraih kantung plastik berisi roti yang Jessica genggam dan berjalan ke arah dapur dalam diam. Jessica membuang napasnya kasar. Ia tidak pernah bermaksud membuat adiknya membisu seketika seperti itu. Namun, ia tidak suka membicarakan hal yang sudah terjadi. Ya, Krystal adalah tipe pengungkit yang mampu membuat Jessica menyesal setelah mendengarkan ocehan gadis itu.

oOo

Jam menunjukan pukul 7 malam. Krystal pergi keluar bersama Amber dan Luna; sedangkan Jessica hanya berdiam diri di kamarnya tanpa melakukan apapun. Ia membuka majalah fashion ternama beberapa kali, tetapi rasanya tetap saja ada yang mengganjal. Jessica meraih ponselnya dan tanpa berpikir panjang ia pun menelpon seseorang.

“Halo” sapa Jessica ketika seseorang disebrang sana mengangkat panggilannya.

‘Ya?’

Suara itu, entah mengapa selalu membuat jantung Jessica berdegup seakan ia tidak pernah mendengar suara tersebut untuk waktu yang lama.

“Apa kau sibuk?” tanya Jessica pelan. Ia memainkan jemarinya di ujung meja sambil berpikir.

‘Tidak. Ada apa?’

“Aku kesepian,” ucap Jessica pelan.

‘Dimana Krystal?’

Jessica menggeleng walaupun ia tahu orang itu tidak akan melihatnya, “Ia pergi bersama teman-temannya.”

‘Aku akan ke sana sekarang.’

Sambungan telepon pun langsung diputus oleh orang disebrang sana. Ia menatap layar ponselnya dengan senyuman. Pria itu memang pria yang tak berhati, tetapi ia selalu dapat membuat hati Jessica jungkir balik merasakan hal aneh yang terselubung dalam sebuah kebahagiaan. Jessica segera keluar dari kamarnya dan menyiapkan beberapa camilan.

Tak lama kemudian, bel pintu Jessica berbunyi. Ia segera berlari untuk membukakan pintu. Berdiri lah sesosok Song Mino dengan wajah tampannya nan dingin, menatap lurus ke dalam manik mata Jessica. Pria itu melakukan scanning terhadap Jessica sebelum ia masuk. Rambut Jessica yang tergerai rapi, dengan hanya mengenakan kaos putih tipis dan hotpants putih santai, membuat hati Mino berdesir. Ia meruntuki dirinya sendiri, mengapa ia mendapati kekasihnya secantik ini hanya dengan kaos dan hot-pants tersebut.

Mino segera masuk ke dalam apartemen Jessica setelah ia dipersilahkan masuk. Pria itu duduk di sofa panjang yang terletak di ruang tengah. Ia memeriksa ponselnya sebelum ia melempar ponsel itu ke sofa lain. Jessica datang dengan camilan yang telah ia siapkan tadi.

“Apa yang sedang kau lakukan tadi?” tanya Jessica berbasa-basi.

“Tidak ada,” jawab Mino pelan seraya menatap pergerakan Jessica.

Jessica duduk di sofa yang sama dengan Mino, hanya saja ia duduk jauh dari Mino. Wanita itu duduk di ujung kanan sofa. Jessica selalu mengingat permintaan Mino walaupun sebenarnya ia sedikit frustasi untuk selalu berlaku seperti itu. Mino yang melihat Jessica duduk jauh darinya hanya diam. Ia mengutuk dirinya sendiri akan apa yang telah ia katakan kepada Jessica.

Jawaban Mino membuat Jessica mendesah pelan, “Tidak bisakah kau mengatakan yang sebenarnya?” tanya Jessica kesal. Jessica menatap Mino, begitu juga sebaliknya. Mereka saling menatap untuk waktu yang lama.

Song Mino adalah seorang bad-boy. Tidak ada kata lain yang dapat mendiskripsikan seorang Song Mino dengan tepat. Ia bukan tipe pria pemabuk, bukan pula tipe seorang perokok. Mino bukan lah seorang pria yang senang mempermainkan hati wanita. Mino juga bukan seorang yang tidak pernah menepati janjinya. Ia adalah seorang pria yang berterus terang. Perkataannya tajam dan menusuk. Seorang pria dengan tatapan tajam dan mematikan, membuat setiap orang yang ia tatap dapat membeku seketika. Hanya satu yang tak dapat dimengerti oleh Jessica, yaitu sikap Mino terhadapnya. Sikap aneh yang selalu membuatnya bertanya dalam hati.

Mino selalu membuat Jessica merasa kesepian walaupun terkadang Jessica berpikir bahwa Mino sebenarnya tahu ia membutuhkan Mino saat itu. Mino seolah menjauhi Jessica, ia tak pernah membalas pelukan Jessica, selalu berlaku dingin terhadap Jessica, tak pernah bersikap manis kepada Jessica, jarang memberi kabar kepada Jessica, selalu membuat Jessica merasa cemas, selalu menatap tajam Jessica, tak pernah mengatakan hal yang seharusnya Jessica ketahui, hingga Jessica tidak tahu lagi apa sebenarnya hubungan yang mereka miliki saat ini.

Benarkah Mino mencintai Jessica?

Jessica membuang pikiran yang mulai berkecamuk di otaknya. Ia tersenyum, “Kau ingin menonton film?”

Mino menganggukan kepalanya pelan. Senyuman manis di wajah Jessica barusan mencabik hati Mino hingga ia tak tahu mengapa ia merasa tak berdosa telah menyakiti wanita cantik itu. Namun demikian, ia tidak dapat melepaskan Jessica. Mino terlalu egois jika itu menyangkut Jessica. Otaknya selalu berkata bahwa Jessica adalah miliknya dan selamanya akan seperti itu. Walaupun ia tahu bahwa ia tidak pantas untuk Jessica miliki.

“Aku tidak tahu apakah kau menyukai film ini, tetapi aku harap kau mau menikmatinya,” Jessica kembali duduk di ujung sofa paling kanan, menjauh dari Mino.

Mino meliriknya sekilas, “Aku pasti meninkatinya, jika itu bersamamu.”

Jessica menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya mendengar Mino mengatakan hal tersebut. Ini bukan lah sebuah kencan. Menonton film di apartemen dengan kekasih, duduk dari ujung ke ujung, tak ada banyak hal yang dapat dibicarakan, bahkan ia tidak pernah tahu apakah Mino tahu bahwa ia begitu membenci mentimun.

Film dengan genre romance tersebut membuat Jessica meruntuki dirinya sendiri. Hubungan antara sepasang kekasih di dalam film itu terlalu romantis, kontras dengan hubungan yang sedang ia jalani sekarang. Wanita itu memejamkan matanya beberapa kali sambil menghela napas berat. Ya, ia merasa iri. Ia juga menginginkannya.

Di sisi lain., Mino meruntuki dirinya sendiri. Mengapa ia harus menonton film ini? Mengapa ia harus merasa frustasi hingga ia ingin sekali mematikan televisi saat ini juga? Mino segera meraih remote dan mematikan televisi, seperti apa yang ia pikirkan.

“Katakan!” Mino menatap Jessica dengan tajam. Jessica hanya menatap Mino dengan pandangan meminta penjelasan. Wanita itu tidak tahu apa yang membuat Mino menyuruhnya untuk mengatakan sesuatu.

“Katakan apa yang mengganggu pikiranmu!”

Jessica terlihat berpikir sejenak, wanita itu membalas tatapan tajam Mino dengan tatapan bingungnya. Ia sebenarnya tidak tahu harus berkata apa. Namun, ada sebuah pertanyaan yang hilir mudik menghantui otak Jessica, berputar di sana, menghilang dan kemudian muncul kembali.

“Kau tidak mencintaiku, bukan?”

Pertanyaan itu begitu mulus keluar dari bibir mungil Jessica, begitu jujur, begitu polos, dan membuat hati Mino kembali terasa tercabik. Begitu sakit, tetapi Mino tetaplah Song Mino dengan sejuta diam tak bereaksi.

“Jangan bercanda, Mino. Aku tidak tahu hubungan apa yang sedang kujalani sekarang.”

Kedua mata cantik Jessica mulai berkaca-kaca. Jessica segera membuang pandangannya ke arah lain untuk menahan bulir itu keluar membasahi pipi tirusnya. Ia menyisir rambutnya ke arah belakang dengan jemarinya.

Song Mino, dengan sejuta rasa yang ia pendam, mengepalkan jemarinya. Ia mencintai Jessica. Bahkan ia sangat mencintai Jessica. Hanya saja ia tidak dapat mengungkapkannya, sekalipun ia ingin. Ia bukan lah tipe pria yang mudah meperlihatkan betapa ia mencintai seseorang dihadapan orang yang bersangkutan. Mino tidak tahu bagaimana cara menyalurkan seberapa besar rasa cintanya terhadap Jessica, kecuali dengan berciuman.

Pria itu berdiri dan menghampiri Jessica yang duduk di pojok sofa. Ia menarik dagu Jessica lalu mencium bibir Jessica lembut. Berciuman adalah cara Mino menyampaikan perasaan yang ia miliki. Ia tak pandai berkata-kata, ia tak pandai mengungkapkan sesuatu, ia tak pandai mengekspresikan apa yang ia rasakan, dan berciuman merupakan jalan pintas dari semuanya.

Tanpa disadari pipi Jessica basah, Mino merasakannya. Ia tahu bahwa kekasihnya menangis. Ia terlalu egois, tetapi ia tidak dapat melakukan sesuatu dengan hal itu. Jessica meremas ujung kaosnya untuk menghindari buaian mengalungkan tangannya di leher Mino. Pria itu selalu menggoda Jessica agar wanita itu menyentuhnya. Akan tetapi, ketika Jessica menyentuhnya, Mino akan dengan gamblang mengatai Jessica dengan kata-kata tajamnya, mengancam Jessica atau bahkan menyentak wanita itu.

Jessica segera mendorong Mino pelan ketika ia tahu bahwa ciuman itu akan berubah menjadi nafsu dan Mino pun langsung menjauh dari Jessica. Mino menatap Jessica dengan tatapan yang tak dapat Jessica artikan, “Aku minta maaf.”

“Aku tahu,” ucap Jessica pelan tanpa menatap Mino. Ia tak dapat menatap Mino saat ini karena itu akan membuat tangisnya pecah seketika.

Sedangkan pria itu tahu bahwa Jessica sedang menahan air matanya. Jessica bukan seorang yang mampu menutupi suatu hal dengan baik, Mino memahami wanitanya. Hal yang sangat Jessica harapkan saat ini adalah ia dapat menangis dengan tenang dipelukan Mino, tetapi semua tak akan pernah terjadi karena Mino tak akan pernah menjadi seseorang yang akan membalas pelukannya.

“Krystal akan pulang sebentar lagi,” ujar Jessica masih menatap ke lain arah.

“Aku akan pulang sekarang.”

Hanya dengan kalimat itu Mino meninggalkan Jessica. Tanpa membuang banyak waktu, ketika Jessica mendengar pintu apartemen tertutup, ia segera menangis menumpahkan segala rasa yang tak dapat ia bendung lagi.

oOo

Malam ini Jessica sibuk dengan urusan di kantornya. Tiba-tiba seorang pria menghampirinya di lorong dan menahan pergelangan tangannya. Jessica menatap tajam ke arah pria tersebut.

“Kim Jongin!” pekik Jessica tertahan.

Jam menunjukan pukul 11.00 p.m dan Kim Jongin atau yang biasa dikenal sebagai Kai datang menemuinya. Pria maskulin dari sebuah grup terkenal itu menahan Jessica dengan kasar.

“Mau apa kau?” Jessica menatap Kai tajam.

Kai terkekeh pelan, “Kau mau lari, Noona? Aku tahu kau masih mencintaiku. Akui saja, Jessica noona!”

“Apa yang kau bicarakan, Kim Jongin!? Lepaskan!” Jessica masih berusaha keras agar ia dapat lepas dari cengkeraman pria tersebut. Kai menakutkan jika sudah seperti ini.

Seorang pria yang mendengar keributan tersebut segera mendekat ke arah datangnya suara. Ia melihat sesosok wanita dan seorang pria sedang berciuman di ujung lorong. Tidak begitu jelas, tetapi ia yakin bahwa wanita itu adalah Jessica. Pria tersebut mengepalkan tangannya dan segera pergi.

“Emph.. LEPASKAN!” Jessica menendang Kai dengan keras dan segera berlari menjauhi pria menakutkan tersebut. Kai tidak mengejar Jessica. Ia tahu bahwa Jessica mudah untuk didapatkan kembali, tetapi ia hanya ingin menciumnya untuk terakhir kali.

A-yo! Wow! Huge boy here, everyone!”

Terdengar sedikit ricuh setelah Mino duduk di bar sebuah club terkenal ini. Jiyong menyambut kedatangan Mino dengan senyuman lebar khasnya. Ia bahkan merangkul Mino dan mencekiknya pelan sambil mengacak rambut Mino dengan kasar.

“Apa yang membawamu kemari, Huge boy?” tanya Jiyong yang diikuti anggukan mantap oleh Taeyang.

Masih terdiam, Mino memesan minuman kesukaannya kepada sang bartender lalu menatap Jiyong dengan tatapan datarnya. Ia sejenak ragu ingin mengatakannya atau tidak.

“Wanita,” jawabnya singkat.

Hanya dengan jawaban tersebut, Jiyong tahu apa yang dimaksud oleh Mino. Jiyong mengangguk pelan sambil tertawa diiringi gumaman Taeyang dan beberapa pria yang ada di sana. Mino kembali menatap lurus ke arah dapur bar yang terlihat dari tempat ia duduk.

Jiyong bergumam pelan sebelum ia berkata, “Apa kau ingin melakukan ‘one night stand’ untuk melupakannya?”

Mino menarik napasnya dalam, lalu mengeluarkannya dengan kasar. Otaknya sedang tidak beres karena Jessica. Perlukah ia melakukan sex untuk melupakan kejadian yang ia lihat tadi? Tawaran Jiyon tidak begitu buruk juga. Sudah lama ia tidak melakukan hal tersebut semenjak ia bersama Jessica. Ini lah salah satu sisi kelam Song Mino, dimana hanya semua orang terdekat Mino lah yang mengetahuinya.

“Tawaran yang sempurna, Hyung,” ucap Mino sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya. Senyuman nakal yang sudah lama tidak tampak pada wajah tampan Mino.

Ponsel di dalam saku Mino bergetar seiring bunyinya yang semakin keras, tetapi masih kalah keras dengan musik di dalam club tersebut. Mino menarik ponselnya keluar dan mendapati nama Jessica di layarnya. Perasaan Mino goyah, diantara marah, kecewa, sedih, dan beberapa perasaan yang tak dapat terdeskripsikan berkecamuk di hatinya. Ia membiarkan panggilan itu tanpa jawaban. Setelah sambungan terputus, Mino segera melepas baterai ponselnya dan kembali menyimpannya di dalam saku.

“Siapa?” tanya Taeyang penasaran yang hanya dijawab Mino dengan mengendikan bahu pelan sambil meminum bir yang ia pesan.

God bless you, Song Mino! Kau telah memiliki kekasih dan lihatlah sikapmu! Tak ada orang yang mampu merubahnya. Kau ini apa?” komentar Seungri sambil mengacak rambut Mino dengan kasar.

Mino hanya membiarkan para hyung tersebut mengejek dan mengatainya. Ia tak peduli. Hanya satu yang ada dipikirannya saat ini. Bagaimana caranya melupakan kejadian yang barusan ia lihat di kantor Jessica.

Sudah 24 kali Jessica menelpon Mino dan 23 kali ia mendapatkan balasan dari operator bahwa ponsel Mino tidak aktif. Begitu seterusnya hingga membuat Jessica berkali-kali mengacak rambutnya frustasi. Krystal sedih melihat sang kakak dalam keadaan khawatir, rambut yang berantakan, dan wajah yang entah bagaimana Krystal harus mengatakannya. Gadis itu hanya mampu melihat Jessica dalam diam. Namun, rasanya ia ingin sekali pergi dan menyumpahi Song Mino dengan sumpah serapah karena telah membuat kakaknya begitu tersakiti.

“Unnie,” panggil Krystal pelan, “apa aku perlu mengantarmu ke apartemen… mereka?”

Jessica masih mencoba menelpon Mino dan mengiriminya pesan sebanyak mungkin. Ia mendengarkan Krystal, tetapi pikirannya sedang tidak mau mendengar apapun yang orang lain katakan. Seperti dunia Jessica terpisah dari tempat dimana ia berpijak sekarang. Perasaan Jessica mengatakan bahwa Mino sedang dalam hal yang tidak baik.

“Aku akan kembali.”

Jessica meraih kunci mobilnya dan segera pergi setelah berpamitan kepada Krystal. Sang adik hanya menatap lemas ke arahnya. Krystal tak dapat banyak membantu karena ia tahu diri. Sang kakak tidak akan memperbolehkannya ikut campur dalam hubungan mereka.

Jessica mengemudikan mobilnya ke arah apartemen Mino dan teman-temannya. Apartemen tersebut tidak terlalu jauh dari apartemen yang ia tinggali. Jantungnya terus berdegup kencang, meresakan kekhawatiran yang luar biasa. Sesekali ia mendesah karena ia harus merasakan hal tersebut.

“Song Mino sialan!” maki Jessica keras sambil membanting kemudinya ke kanan.

Ting Tong!

Seorang pria membuka pintu dengan tatapan heran. Ini pukul 2 pagi dan tamu macam apa yang datang sepagi ini? Pria itu membelalakan matanya saat mendapati Jessica dengan penampilannya yang sangat berantakan. Pria itu tidak dapat berkata apapun.

“Dimana Song Mino? Apakah dia ada di dalam? Kemana dia?” Jessica menatap Seunghoon dengan tatapan yang terkesan mengemis jawaban.

Seunghoon tidak tahu harus menjawab apa dan ia dengan polosnya mengatakan yang sejujurnya, “Dia pergi tadi dan belum kembali.”

Jessica mengusap keningnya dengan kasar beberapa kali. Dari sorot matanya, Seunghoon dapat melihat bahwa wanita itu lelah. Ia sedang tidak dalam kondisi yang baik, tetapi mengapa ia masih sempat memikirkan Mino?

“Ada apa?” Taehyun pun datang dan segera mengecek apa yang terjadi. Pria itu sedari tadi tak dapat tertidur, ia hanya berguling di atas ranjangnya tanpa benar-benar dapat pergi ke alam mimpi.

Menemukan keberadaan Jessica dengan rambut yang sedikit acak-acakan membuat Taehyun langsung mendorong Seunghoon menjauhi pintu. Dengan segera Taehyun mengangkat dagu Jessica dan menatap mata Jessica, menelusuri apa yang terjadi pada wanita cantik tersebut. Taehyun sempat terkejut menatap betapa berantakannya wajah cantik yang ia kagumi sejak lama tersebut.

“Kenapa, Noona?” tanya Taehyun pelan, mencoba menenangkan dan membuat Jessica nyaman.

Menyadari keberadaan Taehyun dan tatapan hangat itu, rasanya Jessica ingin menangis. Hanya Taehyun lah satu-satunya orang yang dapat ia temui ketika ia merasa terbebani dengan hubungan Mino dan dirinya yang tak pernah berujung manis. Pelukan. Jessica membutuhkan pelukan.

“Menangis lah, Noona. Menangis lah dipelukanku jika itu yang membuatmu nyaman,” Taehyun menarik Jessica ke dalam pelukannya. Pria itu memeluk Jessica erat dan hangat, membuat Jessica tak

mampu menahan rasa sesaknya dan berakhir menangis dipelukan Taehyun.

Seunghoon yang melihat kejadian tersebut tidak heran. Taehyun adalah orang pertama yang mengenalkan Jessica kepada Mino dan juga mereka semua. Walaupun menurut orang lain Taehyun tidak berhak melakukan hal romantis terhadap Jessica, tetapi memang seperti inilah fakta yang ada. Nam Taehyun adalah orang yang paling dibutuhkan oleh Jessica, sedangkan Song Mino adalah orang yang paling dicintai Jessica.

“Biarkan aku mengantarmu pulang, Sica noona,” Taehyun mengambil kunci Jessica yang masih digenggam oleh Jessica kuat-kuat.

Jessica menggeleng, “Dimana Song Mino?”

Taehyun melepaskan pelukannya dan kembali menarik dagu Jessica agar wanita itu menatapnya, “Mengapa?”

“Perasaanku tidak enak,” jawab Jessica lirih. Mata wanita tersebut sembab disebabkan tangisannya barusan. Taehyun dengan lembut menghapus air mata Jessica.

“Apa yang terjadi?”

Hanya dengan pertanyaan ringan diantara mereka, pertanyaan yang menurut orang awam begitu ambigu, tetapi Jessica pun mampu menjawab apa yang dimaksudkan oleh Taehyun. Jessica menarik napasnya panjang, “Kai kembali menemuiku di kantor.”

“Kau pikir Mino hyung tahu tentang itu?” Taehyun mengelus tangan Jessica pelan berusaha menenangkan Jessica karena wanita itu terlihat sedikit bingung dan masih dalam kekhawatiran yang besar.

Jessica hanya menggangguk pelan, “Aku rasa.”

“Ayo pulang, Noona. Aku pastikan Mino hyung segera menemuimu setelah ia pulang nanti. Bagaimana?” Taehyun membuat sebuah keputusan.

Jessica tidak memiliki pilihan lain selain menuruti perkataan Taehyun. Pria itu selalu mampu menasihati Jessica bagaimana pun keadaannya. Akhirnya, Jessica pun pulang diantar oleh Taehyun. Pria itu juga menemani Jessica hingga ia tertidur di sofa. Kemudian, Taehyun menggendong Jessica ke dalam kamar agar ia tidak mengalami sakit punggung karena tidur di tempat yang kurang nyaman.

“Taehyun ssi! Terima kasih telah membawa pulang, Sica unnie. Aku tidak tahu harus mengatakan apalagi,” Krystal setengah membungkuk kepada Taehyun ketika pria itu menutup pintu kamar Jessica.

Taehyun tersenyum manis, “Tak apa. Terkadang aku hanya bertanya-tanya mengapa dia tidak menjadi kekasihku saja daripada menjadi kekasih Mino hyung,” jujur Taehyun sambil tertawa kecil.

“Aku juga memikirkan hal yang sama,” Krystal mengangguk mantap sambil menatap lurus ke arah Taehyun, “Sebenarnya aku heran apakah Mino oppa yang pertama kali meminta unnie untuk menjadi kekasihnya atau kau pernah menanyakannya juga?”

Taehyun menggeleng pelan, “Aku belum pernah meminta Sica noona menjadi kekasihku. Mino hyung yang pertama. Entahlah.”

“Sejujurnya aku ingin mengutuk Mino oppa dengan beribu kata-kata kasar,” Krystal membuang napasnya kesal dan Taehyun hanya mampu tertawa pelan sebagai sebuah tanggapan.

oOo

Seperti yang dijanjikan oleh Taehyun kepada Jessica, Mino menemui Jessica pada hari berikutnya. Pria itu mengajak Jessica makan malam untuk menebus rasa bersalahnya. Pertemuan Jessica dengan Kai masih terekam di dalam otaknya dengan sangat jelas. Ia bahkan tidak tahu mengapa ia begitu mengingat kejadian tersebut. Dia sudah berusaha keras untuk tidak mengingatnya, tetapi usahanya sia-sia.

“Kemana saja kau semalam?” tanya Jessica setelah mereka selesai memesan makanan.

Mino menatap gamblang manik mata Jessica. Iris berwarna coklat itu begitu memukau Mino. Pandangan Mino pun turun ke bibir mungil milik Jessica. Kedua bibir yang sering kali membuat Mino merasa frustasi karena keinginan untuk menciumnya atau hanya sekedar mengecupnya. Akan tetapi, Mino tidak pernah benar-benar melakukannya. Pandangan Mino berakhir di sana. Otaknya berputar memikirkan jawaban apa yang tepat untuk pertanyaan Jessica tadi.

“Aku pergi bersama teman-temanku,” jawab Mino singkat dengan suara sexy yang ia miliki.

Jessica berdecak pelan, “Teman-temanmu ada di rumah.”

“Teman-temanku yang lain,” Mino menambahkan.

Mino menatap kosong ke arah Jessica. Berapa kali pun Jessica bertanya kepada Song Mino, pria itu tidak akan pernah menjawab dengan jujur. Apalagi jika itu menyangkut akan Jessica. Perasaan cinta yang Mino miliki kepada Jessica memang bukan sebuah perasaan palsu belaka. Perasaannya dapat dipertanggungjawabkan. Hanya saja, sikap yang ia miliki membuat semuanya terlihat palsu, baik di mata Jessica maupun di mata orang awam.

Jessica mendesah kasar, “Baiklah. Kau tidak akan pernah jujur terhadap perasaanmu, Song Mino. Jadi apa yang bisa kuharapkan lagi?”

“Tolong jangan berkata seperti itu,” suara Mino terdengar begitu berat, tersirat rasa ketakutan yang begitu dalam.

Jessica menghela napasnya kesal, ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Wanita itu terlihat berpikir sejenak. Melepaskan tidak lah semudah yang ia pikirkan. Kembali juga bukan lah hal yang mudah dilakukan. Menjaga hubungan tidak mudah seperti kedengarannya. Dan menjalin hubungan adalah hal yang perlu dipikirkan secara matang sebelumnya.

#

Pria itu mengenakan masker pada pertemuan pertama mereka. Wanita dengan rambut panjang bergelombang itu tersenyum manis kepada sang pria.

Jung Jessica,” wanita itu mengulurkan tangannya, berharap sang pria akan menjabat uluran tangannya.

Song Mino,” jawab sang pria dengan nada dingin, tanpa balasan uluran tangan kepada wanita cantik di depannya. Pandangannya kosong menatap ke arah yang berlainan dari sang wanita.

Jessica menarik uluran tangannya dan hanya mengangguk pelan. Wanita itu bahkan masih sempat tersenyum kepada pria bernama Mino yang sama sekali mengabaikan uluran tangan Jessica. “Senang bertemu denganmu, Mino ssi.”

Pria dengan rambut pirang bernama Nam Taehyun tersenyum kepada Jessica, “Dia memang seperti itu. Tolong maklumi dia, Noona.”

Sejak saat itu, entah mengapa, Jessica selalu berusaha mendekatkan dirinya kepada Mino. Seolah Jessica menjadi seorang yang penuh keceriaan jika di dekat Mino. Mungkin wanita itu ingin menarik perhatian Song Mino, atau mungkin Jessica ingin Mino terbiasa dengan keberadaannya.

Tolong jangan mendekat. Tolong jangan pernah mendekat.”

Ucapan Mino tersebut membuat Jessica bingung, “Mengapa?”

Mino hanya diam. Tak ada hal yang perlu dijelaskan dengan permintaannya itu. Tak ada hal spesifik yang perlu Jessica ketahui selanjutnya. Karena sebenarnya tanpa bertanya pun Jessica tahu apa yang mendasari permintaan Mino tersebut.

Baiklah,” tak asing jika Jessica menurutinya, karena memang Jessica bukan lah seorang yang ingin meminta penjelasan lebih.

Hari demi hari Mino lewati dengan Jessica yang terkadang selalu di sekelilingnya. Taehyun memang tidak pernah bisa lepas dari Jessica jika wanita cantik itu sudah berada di antara mereka berlima. Jessica pun selalu bersikap manis terhadap semua orang yang ada di sekelilingnya, terutama Mino. Mino selalu mendapat perhatian lebih dari Jessica, karena pria itu adalah pria pendiam yang terus menerus menolak bantuan Jessica.

Semuanya telah dimulai, tetapi inilah yang sebenarnya awal mula hubungan mereka berdua dapat terjalin. Salju menyelimuti kota Seoul dan Mino tak mendapati Jessica berada di dekat Taehyun 2 minggu berturut-turut. Jessica tidak ada di sekelilingnya untuk waktu, yang dapat dibilang, cukup lama. Mungkin ia merasakan kesepian. Jessica memang tidak banyak berbicara, tetapi wanita itu memiliki sisi hangat yang entah sejak kapan Mino sukai. Bahkan Mino tahu bahwa sebenarnya Jessica adalah orang yang dingin, sedingin dirinya atau bisa saja lebih dingin.

Mino bukan orang yang akan menanyakan hal-hal secara spontan dan jelas. Ia bukan pria yang mampu mengakui perasaannya dengan mudah. Namun, tidak mendapati Jessica di sekitarnya membuat hatinya terasa panas. Mino kehilangan konsentrasinya dalam satu waktu. Hal itu membuat Taehyun tahu bahwa Mino mulai menyukai Jessica.

Kau ingin menghubunginya, Hyung?” tanya Taehyun kepada Mino seraya menyodorkan ponsel miliknya kepada Mino.

Aku tahu kau merindukannya,” Taehyun hanya menyinggungkan senyuman tipis di wajahnya.

Mino membuang pandangannya. Ia sangat lah ingin menerima tawaran Taehyun untuk menghubungi Jessica. Akan tetapi, apakah wanita itu juga merindukannya? Mino masih diam saja. Tangannya yang berada di dalam saku terkepal kuat menahan hasrat dan rasa aneh yang menghantui dirinya akhir-akhir ini.

Ayolah! Dia tidak ada di Seoul jika itu yang ingin kau tahu. Dia di Amerika,” Taehyun menarik ponselnya dan menyimpannya di dalam saku celana.

Mino menoleh, “Mengapa dia di sana?”

Aku tahu kau merindukannya. Dia mengurus sesuatu di negera tempat ia dilahirkan.”

Taehyun segera berlalu pergi ketika Seungyoon menyerukan namanya untuk pemotretan selanjutnya. Mino menelan salivanya lalu mendesah pelan. Ia tidak tahu bahwa sejauh itu Jessica meninggalkannya dan sebesar ini rasa rindunya terhadap wanita itu.

Satu bulan telah terlewati dan Seoul masih penuh dengan salju. Putih, warna yang paling memukau menurut Jessica, membuat pagi harinya terasa segar. Dingin, tetapi Jessica tidak begitu menghiraukannya karena ia sudah dapat kembali di negeri ginseng ini. Merasa senang karena ia dapat bertemu kembali dengan kelima bocah menyebalkan dan penuh dengan kehangatan.

Sudah kubilang, jangan pernah mendekat. Jangan pernah mencoba mendekat. Aku pernah mengingatkanmu untuk menjaga jarak, ‘kan?” peringatan panjang dari seorang Song Mino itu membuatnya terkejut.

Jessica baru saja sampai dan Mino telah menyerangnya dengan kata-kata yang cukup panjang. Jessica menatap ke arah mata Mino. Jantung Mino berdetak dua kali lebih cepat ketika kedua mata coklat itu tepat menyentuh titik sensitive yang tersembunyi di dalam dirinya. Tanpa banyak basa-basi, Mino segera mencium Jessica. Ia begitu merindukan sosok Jung Jessica di hari-harinya. Ia tahu hal ini adalah kesalahan besar, tetapi ia tak dapat menyampaikan apa yang ia rasa dengan baik kepada orang lain. Ia akan mencium orang itu jika ia merasakan hal yang ingin ia sampaikan itu cukup membunuhnya.

Mino melepas ciuman mereka dan mengusap bibirnya, “Tolong jangan pergi. Kau tahu bagaimana diriku. Jadilah kekasihku, Jess.”

Bukan sebuah pertanyaan, bukan pula sebuah tawaran, melainkan sebuah pernyataan yang terdengar seperti penegasan. Mulai dari detik itu lah Jessica sudah resmi menjadi kekasih Mino.

#

Bukan hal yang asing lagi bagi Jessica ketika ia mengingat bagaimana awal mulai ia dan Song Mino menjalin hubungan. Aneh. Selalu seperti itu dipikiran Jessica, tetapi tidak asing dengan ingatan aneh yang selalu memasuki pikirannya tentang Song Mino.

Mino sesekali menahan napas menunggu kelanjutan pembicaraannya dengan Jessica. Ia memang seorang pria tak tahu diri dan tak punya hati. Ya, ia mengakuinya. Perlu berapa kali ia meyakinkan perasaannya tentang seberapa besar ia mencintai Jessica? Kalian bahkan juga mungkin tidak memercayai Mino. Akan tetapi, seperti itu lah sosok Song Mino. Ia tahu bahwa ia tak dapat mengubah sikapnya. Sekalipun ia berusaha keras menjaga hubungannya dengan Jessica, hubungan tersebut akan selamanya seperti ini, tak saling menyentuh dan bagaikan seorang yang tak mengenal satu sama lain.

“Apakah permintaan tetap lah permintaan?” tanya Jessica seraya menegakan duduknya.

Mino memandang lirih ke arah Jessica. Ia tahu bahwa Jessica paham dengan tatapannya. Benar saja, Jessica berdecak keras ketika ia menatap Mino balik, “Tidak bisakah kau-”

“Baiklah, kita akan tetap menjadi kita.” ujar Jessica mengangguk pelan sambil menatap balik ke arah kedua mata tajam yang menatapnya lirih tersebut.

oO The End Oo

Haloooo~~~ adakah yang merindukanku? Hahahaha… Kalau gak ada, besok-besok aku gak post fanfict lagi deh ya🙂 Hahahaha bercanda saya~ ^^)/

Gak mau banyak kasih cuap-cuap… Komentarnya aku tunggu yaa. Berhubung aku baru suka sama Mino, ada yang setuju buat next fanfict-ku pairingnya Mino x Jessica lagi? hahahaha xD

oO Thanks for Read this Fanfiction Oo

47 thoughts on “Different

    • Kenapa nangiiisss??? ‘O’)/ cup cup cup, padahal gak menyedihkan juga ff-nya ._.v Mino jahat? Sudah lama~ hahaha gak kok. Iyaaa😀 makasih udah baca ya chingu ^^

  1. ngegantung kayak jemuran, masih bingung sama mino kenapa dia mau one night stand sama cewek lain cuma karena peristiwa yang sebenernya harus dia tanyain dulu ke Jessica -_- but after all bagus hanya kurang aja endingnya gitu

    • Iya kan aku suka gantungin kamu(?) :3 hehehee bercanda deh. Hmm.. banyak ya yang masih bingung sama sikapnya Mino. Ya sebenernya aku ambil sikap Mino itu dari lirik lagu mereka yang judulnya sama kayak ff ini :3 kalau kamu mau, bisa cari artinya kok hehehe

      Makasih~~~😀 ya walaupun gantung kan setidaknya Mino masih tetep sama Jessica kan? ‘-‘a hahaha

      • iya sih tapi kasian sicanya T-T berasa punya pacar tapi gak punya pacar /? nanti aku cari deh artinya kkk tetap nulis ya author dan ditunggu karya lainnya, jangan gantungin cinta ini lagi please, kutak sanggup😦 /?

        • Tapi greget aku kalau liat ada orang yang pacarnya model Mino gitu *-* ehehehee.. udah cari artinya belum? xD
          Eh? Iyaaa :”) makasih banyak vuat supportnya, aku terharu /\) jangan lupa sama aku ya(?) :3

  2. sumpah ff mu bgus bget thor,bkin q jdi baper.jrang loh ff yg new couple kyak gni bisa bkjn feel. & hubungan mreka itu bkin greget gk nahan. gk suka sm sikap mino yg gk ngerespon prlakuan sika. wlaupun kita tau klau mino bner2 syang sm sica tp sikap yg gk bisa nunjukkinnprsaan kyak gni bkin hubungan mreka kerasa datar. aduh mino klau trus2″an kyak gini yg ada sica nta jdi trsakiti. thor pke sequel napa…please… q ingin lihat gmn lnjutannya ngrasa digntung ni….

    • Halooo ^^ makasih udah bacaaa~ dan aku seneng loh kamu dapet feels-nya >< makasih banyak❤

      Aku juga gregetan sama Mino-nyaa, pengen buat sequel tapi gimana yaa??? '-'a okay tunggu aja deh yaa😀

  3. readers baru thorr,,,salam kenal yeachhh^-^
    Aduh thor ini GANTUNG bangetttt tauuuuu….
    tapi keren sih cerita a walopun rada gc suka sama karakter mino, susah bener ngungkapin perasaan😄
    ditunggu ff lain a thor
    KEEP WRITING😀

    • Salam kenal juga ^^
      Besok besok deh aku buat ff yang gak gantung akhirannya ._.v
      Makasih udah baca yaa😀 buat selanjutnya aku bakal kasih tokoh cowok yang baik kok hehehee

  4. yahh..mino oppa kok gtu bgt sih blg aja susah amat pngen aku bunuh ya?? hehehee…
    eon buat lgi dong minoxsica nya atau sicaxtq

  5. yahh..mino oppa kok gtu bgt sih blg aja susah amat pngen aku bunuh ya?? hehehee…
    eon buat lgi dong minoxsica nya atau sicaxtaehyun atau apa deh aku bkal baca kok
    di tunggu ya..
    fighting

    • Bunuh aja dik, bunuh Mino-nya aku gapapaaaa(?) xD tapi kasihan Jessica kalau Mino dibunuh ._.v
      Aaaa~ iyaaa.. nanti aku bakal banyakin Mino x Jessica deh. Tapi kalau Taehyun sama Jessica, nanti Jessica kalah cantik domg sama Taehyunnya😦
      Makasih banyak udah baca dan kasih komentar😀

  6. Mino ngeselin amat yak -_- :V Kasian tau Jessica >< parah ni pen tak gorok mino :v Tapi sayang ah ganteng *eh :v Oke Thor .. Awalnya baca ini nih Si Mino irit banget ngomongnya *-* Kasian pan Jessica kek kaga dianggep ®.®
    Tapi pas Endnya gantung Thor »v Coba aja si Mino bener-bener ditinggalin Jessica /? Gimana yah apa dia bakal berubah /? :v Penasaran Thor🙂 Sequel😄 hihi.. Jarang Nemu FF MinoSica soalnya Thor :v *OkeAkumulaiMaksa :v
    Fighthing !!❤
    Keep Writing❤🙂

    • Gorok ajaaa… gorok deh gak apa-apaa xD Gantengan mana sama GD? ‘-‘a ehehee
      Iya, Mino kan gitu, ngirit ngomong sampe aku aja kesel bikin ceritanya😦 mau sequel? Tapi kalau dikasih sequel kan gak asik, nanti kamu gak bisa mengira-ngira gimana lanjutannya :3 hehehe
      Tunggu aja ff-ku yang lain ya ^^ Mino x Jessica bakal jadi project ke depannya kok ‘-‘)b makasih udah baca dan kasih komentar sama semangatnya yang bikin aku senyam-senyum sendiri ini😀 hahahaha❤

      • Hahaha😄 Mereka berbeda, mereka tak sama :’v Aku tidak bisa memilih ‘-‘ *Ceilah :v Hmm Oke oke thor aku ngerti #Ambigu😀 Siap deh buat nunggu Project MinoSica❤😄
        Sama sama Thor🙂 berarti komentar aku membawa berkah😄
        I'm Waiting.. Hihi❤🙂

        • Iya ._. Tapi kadang Mino kelihatan mirip Jidi, atau cuma aku aja yang lihatnya gitu ya? /\)
          Makasih banyak udah mau nunggu *-*) diusahakan secepatnya deh hehehe
          Iya, kehadiranmu juga membawa berkah kok❤ ^^ thank you~

  7. Asemeleh… mino kek manusia batu yepp — kasian jessicanya yang ngambang tak jelas kek gitu, walaupun mino cinta tulus ama jessica seenggaknya manis dikit kek ke jessica. Tapi ffnya bagus kok thorr :v

    Semangat buat ff barunya ya thorr tentunya ff jessica dong yas 😂😂♡♡♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s