If You Do (Chapter 2)

image1

 

Author :  ea ^⌣^

Genre : Comedy , Romance , Sad

Lenght : Chapter

Main Cast :
Jessica Jung
Kris Wu
Irene (Red Velvet)

Support Cast :
Jung Hoseok (BTS)
Yoon Bora (Sistar)
Lay (EXO)
Red Velvet Member

UPDATE : PREVIEW CHAPTER 3 (yg udah baca silahkan dibaca lagi ya)🙂

Hai… Tolong dibaca dulu sebentar ya , karena rerspon kalian sama ff ini masih mengecewakan alias banyak yang baca tanpa meninggalkan komentar dan ada yang comment di teaser chapter 2 tapi ga comment di chapter pertama. well aku mau cape cape ingetin kalian lagi buat menghargai karya aku  jadi mulai chapter depan aku memutuskan bakal protect chapter ganjil ff ini

buat kalian yang selalu komentar , gomawo dan jangan khawatir kalian pasti dapat password. cara dapet pw bakal aku kasih tau di teaser chapter 3🙂

Happy Reading \^o^/

” Apa kau sangat menyukaiku? ” tanya Kris secara tidak sadar , Jessica mendongak dan mulai menatap Kris.

” Ne ” jawab Jessica tegas dan semangat

” Aku sudah punya kekasih ” ucap Kris lagi

” Aku tahu , lalu kenapa? ”

” Apa kau tidak….. ”

” Aku menyukaimu tapi aku tidak akan pernah mengganggu kalian dan memaksamu untuk berpisah dengan Irene. Aku hanya ingin berada di dekatmu saja ” potong Jessica cepat seakan tahu apa yang akan Kris tanyakan. Mungkin jawabannya terdengar tidak tahu malu bagi Kris tapi Jessica hanya ingin menyatakan secara tidak langsung walaupun Kris memiliki kekasih , ia tidak akan menyerah dan pergi menjauh dari Kris.

Jessica menoleh ke jendela karena Kris terus menatapnya serius , pasti dia berpikir Jessica sangat tidak tahu diri dan tidak tahu malu. Apapun yang Kris pikirkan saat ini pasti itu pikiran buruk tentang dirinya

Sama seperti Jessica untuk menghindari suasana hening dan canggung di antara mereka , Kris berpura pura mengantuk dan memejamkan matanya. Jessica diam diam menoleh dan tersenyum pada Kris
” Seandainya kau tahu kalau aku adalah jodohmu Kris ” Jessica membatin.

Jessica tertidur karena terlalu bosan dan lelah , tak sengaja ia bersandar pada bahu Kris. Namja itu sontak terkejut dan meletakkan handphonenya yang sedang dimainkannya , untuk beberapa saat Kris berpikir apa yang harus ia lakukan. Haruskah ia menjauhkan Jessica atau membiarkan yeoja itu tertidur di bahunya , setelah beberapa menit berpikir Kris memutuskan untuk membiarkan Jessica tidur dibahunya.

Jarak mereka sangat dekat , ini pertama kalinya Kris melihat wajah Jessica dengan jarak sedekat ini.  Bukannya menjauhkan atau menjaga jarak , Kris memajukan wajahnya dan tersenyum memperhatikan wajah Jessica yang terlihat sangat tidak cantik saat tidur.

” Gomawo Sica – ya ” ucap Kris pelan agar tidak membangunkan Jessica.

Kris meraih handphone di saku untuk memeriksa apakah tidak ada pesan dari Irene sama sekali , kekasihnya tidak memberikan semangat atau bertanya tentang hasil pertandingan. Rasanya tidak mungkin Irene tidak tahu kalau hari ini adalah hari pertandingan karena satu sekolah pun pasti tahu. Kris berpikir mungkin saja sinyal handphonenya bermasalah bisa saja Irene mengirim pesan namun tidak sampai , ia mematikan dan menyalakan handphonenya kembali. Namun tidak ada pesan yang masuk dari Irene.

Kris menghela nafas kecewa dan meletakkan handphonenya kembali.

—————-

Di tempat berbeda , Irene yeoja yang dicari oleh Kris sedaritadi tengah berada di sebuah apartment. Ia masuk begitu pemilik apartment membukakan pintu untuknya.

Irene meletakkan barang bawaannya di meja dan berjalan memeluk namja yang berada di depannya.

” Happy 100 days chagi – ya ” ucap Irene sambil mencium bibir namja itu sebentar.

” Ne , Happy 100 days Irene – ah ” balas namja bernama Shownu. Kekasih dan namja yang paling Irene cintai , mereka cukup lama berkencan dan mengkhianati Kris. Shownu adalah teman sekolah Irene dan Kris , tapi ia berada di kelas yang berbeda. Sama seperti Kris , Shownu juga terkenal karena ia  tengah menjalani trainee dan akan segera debut dalam waktu dekat.

Satu sekolah pun tahu Kris dan Irene berkencan termaksud Shownu , tapi dia berpikir itu bukan kesalahan dan tanggung jawabnya kalau Irene menyukai dan mau berkencan dengan dirinya. Awalnya Shownu lah yang mendekati Irene setelah tahu dari temannya kalau Irene pernah menyukainya , tapi siapa sangka Irene sangat mudah didekati dan menerima dirinya saat Shownu menyatakan cinta. Mereka sepakat untuk berkencan diam diam hanya beberapa teman mereka saja yang tahu.

Keduanya begitu pintar dan teliti dalam menyembunyikan hubungan mereka , Irene dan Shownu tidak pernah terlihat bersama atau bicara di sekolah tapi di luar sekolah mereka akan pergi berkencan seperti pasangan pada umumnya.

—————-

Jessica membuka matanya perlahan dan dengan setengah sadar ia menoleh pada Kris , beberapa detik kemudian ia tersadar kalau ia tidur di bahu Kris. Pantas saja Jessica merasa sangat nyaman ternyata ini semua karena Kris. Jessica tersenyum senang dan memperhatikan wajah Kris yang sangat dekat , ia tidak mempunyai ide gila untuk mencium Kris walaupun jarak mereka sangat dekat. Jessica hanya menyentuh pipi Kris sebentar lalu munculah ide untuk mengabadikan moment yang sangat berharga ini , ia mengambil handphone dan mulai berfoto bersama Kris disampingnya yang tengah tertidur.

Jessica tertawa melihat hasil foto mereka , lihatlah calon suaminya itu sangat tampan saat tidur. Betapa beruntungnya Jessica bisa melihat wajah tampan Kris saat tertidur setiap hari nanti.  Jessica pun mengirim foto tadi pada Bora untuk memberitahu betapa dekat dirinya dengan Kris saat ini dan menunjukan kalau namja itu bahkan sudah berani merangkulnya.

Gadis itu segera menyembunyikan handphone ketika ada pemberitahuan dari bus kalau mereka sudah tiba di Seoul. Kris langsung terbangun dan mendapati Jessica menatapnya sambil tersenyum. Mengapa senyuman Jessica terlihat begitu menawan? Ini semua pasti karena Kris mengantuk. Kris menghilangkan pikiran bodohnya dan langsung menggendong tasnya. Mereka berdua pun turun dari bus.

Kris dan Jessica berjalan dalam diam tanpa ada pembicaraan sama sekali , Kris masih canggung untuk memulai pembicaraan dan Jessica takut menganggu Kris yang terlihat sangat lelah.

Jessica berhenti sebentar karena handphonenya berbunyi

” Noona !!! “ teriak Hoseok heboh saat Jessica menjawab panggilannya

” Kemana saja kau?! Appa mencarimu “

” A…ku akan pulang sebentar lagi Hoseok – ah , katakan pada Appa “

” Memangnya kemana saja kau hari ini? Aku dan eomma tidak bisa menghubungimu , cepat pulang noona ! Kami tidak bisa menjemputmu , mianhae karena kami akan pergi ke sauna. Annyeong ! “

” Baiklah “ jawab Jessica kecewa karena tidak ada yang mau menjemputnya.

Kris mendengar pembicaraan Jessica dengan namja yang ia yakini adalah adik Jessica dengan sangat jelas karena suara mereka yang begitu keras , ia merasa tidak enak karena Jessica dimarahi karena dirinya.

” Kajja ” ajak Jessica kembali bersikap ceria seperti biasa.

Kris berbalik ” Sica – ya apa kau lapar? Ku rasa kita belum makan sedaritadi ”

” Ayo kita makan ” Jessica segera berjalan ke restoran cepat saji di dekat mereka.

———–

” Biar aku saja yang bayar ” Kris menahan tangan Jessica saat ia ingin membayar makanan mereka. Gadis itu pun berinisiatif untuk membawa makanan mereka tapi dengan cepat Kris mengambil nampan berisikan makanan mereka dari Jessica. Ia tersenyum mengagumi sikap gentle Kris.

” Gomawo Kris ” ucap Jessica sebelum makan

” Aku membayar untuk yang kemarin ” jawab Kris seolah tidak mau membiarkan Jessica berpikir yang tidak tidak karena telah membayarkannya makanan.

Selama makan Kris dibuat tidak nyaman karena Jessica terus menatapnya sambil tersenyum tidak jelas , ingin sekali ia meminta Jessica untuk menatapnya seperti itu dan makan dengan benar.

” Sebenarnya aku tidak biasa makan malam ” ujar Jessica tiba tiba

” Lalu kenapa kau makan? ”

” Karena aku makan denganmu Kris , tidak peduli semalam apapun kalau kau mengajakku makan pasti aku akan makan ”

Kris tersedak mendengar jawaban Jessica yang sangat mengejutkannya , baiklah ia mengerti kalau Jessica sangat menyukainya tapi bisakah gadis itu tidak begitu frontal dan menunjukan perasaanya dengan sangat jelas? Kris tidak menjawab lagi dan memilih diam , mulai sekarang ia sudah memutuskan untuk diam setiap kali Jessica mengatakan hal hal seperti tadi.

” Kau tidak suka timun? ” tanya Kris saat Jessica memisahkan mentimun dari burgernya

” Ne , aku sangat membenci mentimun”

” Oh ” jawab Kris singkat lalu kembali sibuk dengan burgernya.

Selesai makan Jessica dan Kris berjalan keluar dari restoran , mereka harus berpisah sekarang karena rumah mereka berada di dua arah yang berbeda. Kris bingung haruskah dia mengantar Jessica sampai rumah atau langsung pulang , sebenarnya hati kecilnya menyuruhnya untuk menemani Jessica tapi disisi lain ia tidak ingin membiarkan gadis itu berpikir kalau ia mulai menyukainya apalagi ia sangat tahu kalau Jessica sangatlah percaya diri. Setelah berdebat dengan pikirannya

” Sica – ya , ku rasa aku harus pulang sekarang ” ya Kris memutuskan untuk pulang dan membiarkan Jessica pulang sendiri

” Apa kau tidak apa apa pulang sendiri? ” tanya Jessica , Kris merasa seharusnya dirinya lah yang bertanya seperti itu.

” Tentu saja , aku ini namja ”

” Baiklah , hati hati Kris. Jaga dirimu dan jangan terluka, hubungi aku kalau sesuatu terjadi ” ucap Jessica khawatir.  Bukankah seharusnya namja yang mengatakan hal seperti itu? Kris semakin aneh dengan Jessica.

” Ne , kau juga ” jawab Kris singkat lalu berjalan mendahului Jessica. Sementara gadis itu memandangi Kris yang sudah cukup jauh untuk memastikan ia  baik baik saja. Setelah Kris menghilang dari pandanganya , barulah Jessica memberhentikan taksi dan pulang.

————–

” Eomma ” sapa Kris senang lalu memeluk sang eomma.

” Aigoo Kris , bagaimana pertandinganmu. Pasti kau menang ” jawab sang eomma

” Bagaimana kau tahu eomma? ”

Eomma Kris mencolek hidung anak semata wayangnya ” tentu saja aku tahu , kau sangat hebat dan kau pasti menang ”

Kris tertawa senang dan kembali memeluk eommanya , ya ia hanya tinggal dengan eomma setelah ayahnya pergi bersama wanita lain sejak Kris kecil. Kris hanya mempunyai sang eomma dan Lay , dia bukanlah orang yang mudah bergaul dan dekat dengan teman lain karena itu ia hanya mempunyai satu sahabat sedari kecil yaitu Lay. Satu tahun terakhir hadirlah Irene , yeoja yang ia cintai setelah eommanya. Irene adalah kekasih pertamanya dan yeoja pertama yang ingin Kris kencani , Kris banyak dekat yeoja lain sebelum bersama Irene tapi dia tidak berpikir untuk berkencan karena Kris tidak yakin dengan hubungan sebelumnya. Namun untuk pertama kali , Kris sangat yakin dengan Irene dan yakin dengan hubungan mereka. Kris bahkan berpikir kalau hubungan mereka akan sampai ke jenjang pernikahan.

” Mianhae , eomma tidak bisa datang untuk melihatmu ” ucap eomma menyesal

” Anniya eomma , gwenchana. Aku mengerti eomma , mianhae karena aku juga tidak bisa membantumu setiap saat ”

Kris mengambil lap untuk mengelap meja membantu eomma untuk membereskan restoran sebelum tutup , eomma Kris memang memiliki restoran yang tidak begitu besar untuk biaya hidup mereka berdua. Satu kenyataan yang tidak banyak orang tahu dan hanya Lay dan anggota team basket yang mengetahui ini , bukan karena Kris malu tapi ia merasa tidak perlu memberitahu ini pada semua orang termaksud kekasihnya. Kris sangat mengenal Irene mungkin saja ia akan malu kalau tahu kekasihnya tidaklah kaya seperti yang banyak orang kira.

————-

Setiba di rumah Kris membaringkan dirinya di kasur dan mengecek handphone , tidak ada pesan dari Irene maupun Jessica. Kris merasa aneh , ini sudah dua jam semenjak mereka berpisah tadi tapi mengapa tidak ada pesan dari Jessica. Biasanya gadis itu akan mengirim pesan bertanya apa Kris sudah sampai rumah atau belum , apa sesuatu terjadi pada Jessica?

Kris mulai berpikir negatif dan bertanya tanya apa yang terjadi pada Jessica , ia mencoba menelefon tapi handphone Jessica tidak aktif. Apa benar benar terjadi sesuatu? Ia merasa menyesal sekarang membiarkan Jessica pulang sendiri.

Kris terus menghubungi Jessica walaupun handphone gadis itu mati , setengah jam berlalu Kris benar benar khawatir sekarang. Bagaimana kalau Jessica diculik , dirampok atau bahkan dilecehkan? Kris semakin tidak tenang. Ia mengambil jaket dan segera pergi.

” Kris kau mau kemana? Ini sudah malam ” tanya eomma saat Kris memakai sepatunya.

” Aku harus pergi eomma , ada urusan penting ” jawab Kris lalu berlari cepat. Penting? Seandainya saja Jessica tahu apa yang Kris katakan tadi pasti ia akan sangat bahagia.

Kris kembali ke tempat mereka berpisah tadi dan tidak ada gadis yang ia cari , tidak cukup mencari Jessica di tempat tadi ia berlari mencoba mencari gadis itu. Kris terus berlari dan mengedarkan pandangannya mencari Jessica. Satu jam berlalu , Kris berhenti mencari Jessica dengan nafas terengah engah. Seandainya saja ia tahu rumah Jessica pasti tidak akan sesulit ini untuk mencari dan memastikan keadaanya , ia menyesal tidak pernah mengantar Jessica pulang. Kris sangat frustasi tidak tahu kemana lagi untuk  mencari Jessica. Tiba tiba Kris teringat Lay , mungkin saja sahabatnya tahu dimana rumah Jessica atau paling tidak nomor telefon Jessica atau temannya Bora. Sayang sekali Lay juga tidak menjawab panggilannya , mengapa semua orang sangat sulit dihubungi?

Seharusnya Kris sadar ini sudah jam 11 malam , tentu saja ini jam semua orang untuk beristirahat. Kris memutuskan untuk pulang dan berhenti mencari Jessica , ia hanya berharap gadis itu baik baik saja. Walaupun kenyataannya setiba di rumah , Kris masih terus gelisah dan tidak bisa berhenti memikirkan Jessica.

” Kemana kau Jessica ” ujar Kris khawatir sambil terus menghubungi Jessica.

Kris tiba tiba terbangun dari tidur singkatnya , entahlah dalam tidurnya pun ia sangat tidak tenang. Jam menunjukan pukul 6 pagi , Kris meraih handphone disamping dan menghubungi Jessica. Namun hasilnya masih sama , gadis itu tetap tidak bisa dihubungi. Kris beranjak dari kasur untuk bersiap siap , ia harus datang secepat mungkin ke sekolah dan memastikan kalau Jessica baik baik saja.

—————

Di tempat berbeda , gadis yang dicari Kris  semalaman itu baru saja terbangun dari tidur yang sangat panjang. Setiba di rumah kemarin malam Jessica langsung tertidur karena kelelahan. Ia segera berlari ke kamar mandi untuk bersiap siap kalau tidak ia bisa terlambat datang ke sekolah , bagaimana bisa eomma dan Hoseok tidak membangunkannya

” Eomma , mengapa kau tidak membangunkanku ” pekik Jessica pada eommanya , saat turun ke lantai bawah bersiap untuk berangkat ke sekolah.

” Eomma dan Hoseok membangunkan tapi kau tidak bangun walaupun adikmu terus berteriak ”

” Dimana Hoseok? ”

” Dia sudah berangkat ”

” Aish.  Kalau begitu aku akan berangkat dengan paman Kim , eomma annyeong ”

————-

Kris berada di depan sekolah untuk menunggu Jessica , tapi sampai bel tanda pelajaran di mulai pun Jessica tidak datang. Ia sudah bertanya pada Bora tapi gadis itu tidak tahu keberadaan Jessica. Kris semakin tidak tenang , mungkinkah sesuatu yang buruk terjadi tadi malam. Bagaimanapun jika sesuatu terjadi pada Jessica ini semua adalah kesalahan dan tanggung jawabnya.

Sebuah mobil bmw berwarna hitam berhenti di depan sekolah yang tidak lain adalah Jessica. Kris menghela nafas lega ketika mendapati Jessica datang dalam keadaan baik baik saja

” Kris ” Jessica menyapanya ceria dan berlari menghampirinya

” Mengapa kau diluar? ” tanya Jessica. Dasar bodoh , seandainya ia tahu kalau Kris sengaja menunggu untuk memastikan keadaanya.

Kris emosi seketika karena pertanyaan konyol Jessica , seandainya saja ia tahu betapa khawatir dan gelisahnya Kris memikirkan keadaan Jessica. Namun gadis itu malah muncul dengan ceria dan bertanya apa yang sedang Kris lakukan seolah tidak sadar atau merasa bersalah telah membuat khawatir.

” Lebih baik kau tidak usah punya handphone kalau tidak bisa dihubungi” marah Kris lalu berjalan ke dalam sekolah meninggalkan Jessica.

Jessica berlari untuk mengimbangi langkah Kris dan menatap namja itu dari samping , mengapa Kris terlihat sangat marah dan kesal? Apa ia melakukan kesalahan? Jessica juga tidak mengerti apa maksud ucapan Kris tadi , sangat tidak mungkin kalau Kris menghubunginya lebih dulu. Jadi apa masalahnya? Jessica tidak mengerti.

Jessica berhenti dan membiarkan Kris berjalan lebih dulu saat mereka memasuki gedung sekolah , ia hanya memandangi Kris dari belakang. Sampai di dalam kelas pun Jessica masih bingung apa yang terjadi pada Kris , ingin mengecek apa Kris menghubunginya atau tidak tapi handphonenya mati.

” Sica – ya , tadi Kris menanyakanmu katanya dia tidak bisa menghubungimu sejak tadi malam ” cerita Bora , seolah menjawab kebingungan Jessica atas sikap Kris.

Senyum Jessica merekah , sekarang ia tahu mengapa Kris terlihat marah dan berkata seperti tadi. Itu semua pasti karena Kris mengkhawatirkannya? Jessica merasa sangat tersentuh , sekarang Kris sudah mulai mengkhawatirkan dan memikirkan dirinya. Sebaiknya ia harus lebih banyak menghilang tanpa kabar agar Kris lebih sering memikirkan dan mengkhawatirkannya.

————-

Jessica menarik Bora dan mereka berjalan ke meja Kris dan Lay ” Kris – ah ayo kita berempat makan bersama ” ajak Jessica. Bukannya mendapat jawaban yang menyenangkan dari Kris , Jessica malah mendapatkan tatapan sinis dan ditinggalkan sebagai jawaban.

” Aigoo kau sangat lucu Kris ” ucap Jessica setelah Kris pergi meninggalkan Lay sendiri.

” Ayo Lay kita makan bersama ” ajak Jessica. Lay bingung seketika haruskah ia makan bersama Jessica dan Bora atau menolak tapi Lay merasa tidak enak untuk menolak dan pada akhirnya mereka bertiga makan di kantin bersama.

Selama acara makan , Lay lebih banyak diam dan bicara seperlunya. Untuk pertama kalinya ia mengutuk Kris yang selalu meninggalkannya sendirian begitu saja , kalau saja Kris berada disini pasti dia bisa makan lebih santai. Jessica sedang mengajarkan Bora pelajaran matematika tadi dan Lay sibuk dengan makanannya sendiri.

” Lay apa kau mengerti pelajaran matematika tadi? ” tanya Jessica

” Sedikit ” jawab Lay

” Kalau kau tidak mengerti , aku bisa membantumu kapan saja ” ucap Jessica. Lay mengangguk mengiyakan ,gadis itu memang sangat pintar hampir semua guru mereka meminta Jessica untuk menjelaskan dan membantu teman lain yang tidak mengerti.

” Aku tidak mengerti pelajaran sejarah minggu lalu , apa kau mengerti? ” Lay bertanya , mungkin saja Jessica bisa membantunya.

” Ne , aku akan mengajarkanmu setelah ini ”

Lay mengangguk , selama ini ia memang tidak pernah salah menganggap Jessica adalah gadis yang baik karena dia selalu membantu teman yang kesulitan di kelas. Kris sangat beruntung kalau berkencan dengan Jessica , gadis itu akan membantunya dalam pelajaran. Pikir Lay

Selesai makan , mereka bertiga kembali ke kelas dan Jessica langsung mengajarkan pelajaran Sejarah yang tidak Lay mengerti. Gadis itu menjelaskan dengan sangat jelas dan sabar , tidak peduli seberapa lambat dan banyak pertanyaan Lay. Jessica tetap menjelaskan dengan sabar.

———–

Kris berjalan menuju mesin minuman yang berada di dekat taman sekolah dan kebetulan sekali Irene juga berada disana. Kris langsung menghampiri kekasihnya , sementara Irene tidak terlihat senang bertemu Kris.

” Apa kau kesini untuk memberitahuku kalau kau menang kemarin? ” tanya Irene cepat.

” Apa kau sangat bangga? ” tanya Irene sinis

Emosi Kris semakin naik karena sikap Irene yang seperti ini , padahal ia tidak berencana untuk membahas pertandingan basket kemarin atau bertanya mengapa Irene tidak menunjukan dukungan padanya. Ia menghampiri Irene karena mereka bertemu , apa salahnya Kris menghampiri Irene ketika mereka tidak sengaja bertemu? Lalu haruskah ia melewati Irene begitu saja dan berpura pura tidak saling mengenal satu sama lain? Kris merasa sikap Irene semakin keterlaluan padanya.

” Ya , aku sangat bangga ” Kris mulai menjawab.

Kris berbalik dan mulai membeli soda di mesin minuman , Irene menatap kekasihnya malas dari belakang dan mulai melangkah. Kris menahan lengan Irene saat gadis itu hendak melewatinya

” Kau tidak perlu seperti ini padaku , tunggu sebentar lagi . Perpisahan kita hanya masalah waktu ” ujar Kris tegas.

Kris pergi meninggalkan Irene yang masih terkejut dengan ucapannya. Apa Kris mulai berpikir tentang perpisahan? Irene tertawa sinis ” ya , Kris Wu. Seharusnya kau berterimakasih padaku karena aku mau bertahan denganmu selama ini. Tidak tahu diri ” ujar Irene.

Kris meneguk sodanya cepat , ia terus teringat ucapannya pada Irene tadi. Sekalipun Kris tidak pernah berpikir untuk berpisah dari Irene , gadis yang sangat ia cintai. Namun Kris sadar setelah semua sikap dingin dan ucapan menyakitkan Irene padanya , berapa lama lagi Kris sanggup bertahan dan terus memaafkan Irene? Hubungan mereka hanyalah sebatas status saja karena kenyataannya Irene memperlakukannya seperti orang lain dan musuh. Kris sadar perpisahan mereka tinggal menunggu waktu dan sudah tidak ada yang bisa ia lakukan untuk merubah sikap Irene padanya , namun Kris berjanji dia tidak akan meninggalkan atau mengucapkan kata putus pada Irene. Biar Irene lah yang memutuskannya.

————

Jessica segera beranjak dari tempat duduk Kris ketika namja itu kembali saat pelajaran akan segera dimulai , Lay merasa Kris sedang badmood atau memiliki masalah yang sangat berat. Mengapa belakangan ini sahabatnya terlihat sangat frustasi?

” Waegeurae Kris ” tanya Lay

Kris menggeleng enggan bercerita pada Lay ” anni , aku baik baik saja ”

” Bohong , kau terlihat sangat stres. Apa kau bertengkar dengan Irene? ”

” Ne ”

” Kalau begitu cepat selesaikan masalah kalian , aku tidak tahan melihatmu terus seperti ini dan meninggalkanku setiap hari ”

” Mianhae ”

” Kris – ah tadi aku makan dengan Jessica ” cerita Lay

” Lalu kenapa? ” tanya Kris malas , Lay bercerita seolah dia makan dengan Kendall Jener.

” Kau tahu Jessica sangat baik , dia mengajarkanku pelajaran sejarah tadi. Seandainya aku punya kekasih yang sangat pintar sepertinya , pasti nilaiku lebih baik. Ah… Tunggu , tapi sepertinya tidak nilaimu saja tidak membaik setelah berkencan dengan Irene ”

Kris menatap Lay tajam , apa sahabatnya itu sedang menyindirnya? Memang berkencan dengan gadis sepintar Irene tidak membuat nilai Kris lebih baik atau lebih rajin belajar karena yang Irene lakukan hanyalah mengejek dan marah karena nilai Kris selalu dibawahnya tapi Irene tidak pernah berniat untuk membantu atau mengajarkan Kris.

Kris menoleh pada  Jessica yang sedang memperhatikan songsaenim menjelaskan materi.

—————-

Keesokan Harinya

Hari ini para murid ramai ramai melihat mading pengumuman sekolah karena hari ini adalah pengumuman ranking di sekolah.  Sekolah mereka memang selalu mengurutkan ranking setiap kali ujian.

” Yeri – ya astaga ” Irene tertawa melihat ranking Yeri yang berada di posisi 68.

Yeri tidak menjawab , ia terlihat marah dan tidak terima karena Irene sedang mengejek dan merendahkan nilainya.

Jessica , Bora dan Lay datang untuk melihat ranking mereka kecuali Kris dia tidak tertarik untuk mengetahui rankingnya sendiri. Lay tersenyum lega mendapati rankingnya berada di posisi 56 , setidaknya itu meningkat daripada ujian tahun lalu. Bora pergi menjauh untuk menelofon kekasihnya setelah mengetahui rankingnya sendiri. Sementara Jessica kembali ke kelas untuk menghampiri Kris meninggalkan Lay sendiri.

” Irene – ah aigoo kekasihmu ” ujar Yeri seolah sengaja membalas sikap Irene tadi dan menunjuk nama Kris yang berada di urutan ke 77.

Irene memejamkan matanya kesal sebentar ” Dia sangat bodoh ” balas Irene

” Walaupun Kris bodoh , dia kekasihmu ” Yeri terus menyerang Irene.

” Aku sangat malu berkencan dengannya ”

” Aigoo , Irene – ah kau juga ranking 2 ternyata ”

Irene memastikan Yeri tidak salah baca dan ternyata benar dia berada di posisi kedua setelah Jessica. Irene terlalu sibuk melihat dan membicarakan ranking teman temannya sampai lupa melihat rankingnya sendiri. Gadis itu mengepal tangannya marah dan tidak terima dengan ranking dua yang ia terima , padahal Irene sudah melakukan yang terbaik untuk mengalahkan gadis bernama Jessica itu.

” Setidaknya aku tidak sebodoh dirimu ” ucap Irene tajam lalu pergi meninggalkan Yeri.

Irene dan Yeri mungkin tidak sadar kalau ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka karena mereka sibuk mengejek satu sama lain. Lay sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. Dia tidak pernah membayangkan kalau Irene bisa merendahkan dan menghina Kris seperti itu. Sejak kapan Irene berubah? Lay memang tidak begitu dekat dengan Irene , tapi Kris selalu memuji dan menceritakan hal baik tentang Irene sehingga ia berpikir gadis itu adalah kekasih yang baik.

————-

” Kris , kau ranking 77 ” ujar Jessica lalu duduk di hadapan Kris

Kris tidak peduli dengan ranking dan nilai , jadi mengetahui ia berada di posisi 77 tidak akan membuat Kris sedih atau stres.

” Baguslah , tahun lalu aku ranking 80″ jawab Kris dengan bangganya.

” Lalu berapa rankingmu? ” Kris balik bertanya pada Jessica

” Satu ”

” Ya ! Seharusnya kau senang dan bangga dengan rankingmu. Mengapa kau terlihat sedih? ” Kris heran seharusnya Jessica senang menjadi murid pintar di angkatan mereka tapi gadis itu malah terlihat sedih.

” Karenamu ” jawab Jessica

” Mengapa aku? ” Kris bingung

” Karena saat ini kau tidak senang dan aku tidak akan senang saat kau sedih. Kris – ah , mulai hari ini mari kita belajar bersama. Aku akan membantumu ”

Lagi lagi Kris dibuat tersentuh dengan ucapan Jessica. Mengapa Jessica sangat peduli dengan ranking dan nilainya disaat Irene bahkan tidak peduli? Jessica bahkan ingin mengajarkan dan membantunya belajar , itu adalah hal yang selama ini ia inginkan dari Irene.

Flashback

Kris menarik kursi di sebelah Irene yang sedang belajar untuk ujian mendatang , kekasihnya terlihat serius sampai tidak menoleh atau menyapanya.

” Irene – ah , kau sedang belajar? ” tanya Kris

” Ne ” jawab Irene singkat

” Bisakah kau juga mengajarkanku? Aku tidak mengerti pelajaran…… ”

Irene berbalik dan menutup bukunya kasar ” mengajarkanmu? Kau pikir aku punya waktu? Dan apa untungnya aku mengajarkanmu? ” ucap Irene lalu membereskan bukunya dan pergi.

” Seharusnya kau malu Kris , satu satunya pelajaran yang kau bisa hanya olahraga. Jangan mempermalukanku dan sebaiknya kau mulai sadar nilaimu sangat jauh dibawahku ” ucap Irene lagi sebelum benar benar meninggalkan Kris

Flashback End

Lay kembali dan duduk disebelah Kris. ” Mulai sekarang jangan pernah ragu untuk bertanya padaku kalau kau tidak mengerti dengan pelajaran kita. Kau juga Lay , aku akan membantu kalian ” ujar Jessica lalu kembali ke tempat duduknya.

” Berapa rankingmu? ” tanya Kris pada Lay begitu Jessica pergi

” 56 ”

” Wah kau semakin pintar Lay ” puji Kris.

Lay tertawa kecil menanggapi pujian Kris , ia masih bingung haruskah memberitahu Kris tentang pembicaraan Irene dan Yeri tadi. Lay tidak bisa membayangkan betapa sakitnya hati Kris kalau Irene bisa merendahkannya seperti itu. Namun justru Jessica yang jelas bukan siapa siapa Kris ingin membantu dan mengajaknya belajar bersama. Setidaknya dengan kejadian tadi , ia sadar Irene tidak sebaik perkiraannya selama ini dan Jessica sangatlah tulus menyukai Kris. Lay memutuskan untuk tidak bercerita dan ia hanya bisa berharap hubungan sahabatnya dengan gadis angkuh seperti Irene cepat berakhir. Seandainya Lay tahu itu hanyalah salah satu dari semua sikap buruk Irene pada Kris.

———–

Irene menghubungi kekasih kedua atau kekasihnya yang lain untuk memberitahu jika dirinya berada di posisi kedua , tapi Shownu tidak kunjung menjawab panggilan dari Irene.

” Kemana dia ” marah Irene

Irene terus menghubungi Shownu tanpa henti , dia memang tidak masuk sekolah hari ini. Akhirnya setelah sekian lama , Shownu menjawab panggilan dari Irene tapi bukan sapaan hangat yang Irene dapat melainkan kemarahan dari Shownu.

” Ya ! Bisakah kau berhenti menghubungiku? Aku sedang latihan “

” Mi… mianhae , aku hanya ingin memberitahumu “

” Apa? “

” Aku ranking dua Shownu – ya “

” Lalu kenapa? Kau ingin marah dan mengeluh padaku karena kau tidak bisa mengalahkan Jessica? Seharusnya kau bangga dan puas dengan hasil kerja kerasmu sendiri. Jangan sirik dengan nilai orang lain yang lebih baik darimu. Kekanak kanakan sekali “

Beep

Shownu memutuskan panggilan mereka.

Tiga bulan berkencan dengan Irene membuat Shownu sangat mengenal sifat kekasihnya itu. Irene sangatlah ambisius dan perfeksionis , dia selalu sirik dan tidak terima jika ada orang lain yang jauh lebih baik darinya. Irene terdiam saat Shownu memutuskan panggilannya begitu saja , dia belum mengatakan apapun tapi Shownu langsung marah dan menceramahinya seperti itu.

” Ada apa Irene – ah? ” tanya Seulgi menyadari perubahan wajah Irene

Irene menggelengkan kepala

Seulgi memegang bahu Irene ” aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian , tenang Irene – ah. Kris pasti bangga denganmu ! ”

Seulgi mencoba menghibur Irene dengan mendorong lengannya pelan ” aigoo , kau sangat beruntung memiliki dua kekasih ” canda Seulgi

Namun kebalikannya Irene malah marah dan balas mendorong bahu Seulgi ” Wae? Kau sirik denganku? Dengan wajah cantikku aku bisa mengencani semua namja di sekolah ini termaksud Chanyeol. Sedangkan kau , Chanyeol saja tidak mau denganmu ” ujar Irene kasar lalu pergi keluar kelas.

Wendy segera menghampiri Seulgi dan memeluk sahabatnya yang terlihat ingin menangis karena hinaan Irene. ” Dia benar benar keterlaluan ” marah Wendy tak terima.

————–

” Kris ayo kita makan ke kantin ” ajak Jessica ” ajak Jessica

” Tidak , kau saja ” balas Kris

” Ayolah Kris , apa kau tidak mau makan denganku? ”

Kris menatap Jessica malas , memangnya siapa Jessica sampai ia harus makan bersamnya?

” Aku malas ke kantin ”

” Kalau begitu kita bisa makan di kelas”  Apa Jessica tidak mengerti kalau itu hanyalah alasan Kris agar mereka tidak makan bersama? Kris tidak mau membuat satu sekolah membicarakannya dan Jessica apalagi berpikir mereka berkencan.

” Baiklah begini saja , kalau nilai test fisika ku 100. Kau akan makan denganku , bagaimana? ” Jessica tidak mau menyerah

Kris tertawa mendengar ucapan Jessicaa ” satu kelas pun tahu kau bisa mendapat nilai 100. Kalau nilaimu 0 baru aku akan makan denganmu ” canda Kris.

” Baiklah , kita akan makan bersama nanti ” ucap Jessica lalu pergi menyusul Bora ke kantin

Kris memperhatikan Jessica keluar dari kelas , gadis itu semakin lucu saja.

—————-

Hasil test fisika pun dibagikan keesokan harinya , seperti biasa Nam Songsaenim selalu mengurutkan nilai dari tertinggi ke yang terendah. Bila biasanya Jessica adalah nama yang pertama di panggil namun kali ini namanya adalah yang paling akhir di panggil. Satu kelas tidak percaya terutama Nam Songsaenim sampai beliau menghampiri Jessica dan bertanya apa yang terjadi.

” Sica – ya ada apa denganmu? Bagaimana nilaimu bisa 0? ” tanya Nam Songsaenim

” A….a….aku ah aku tidak mengerti materi ini songsaenim ” bohong Jessica.

” Baiklah , selesai kelas kau bisa datang padaku. Aku akan mengajarkanmu ”

” Ne , kamsahamnida songsaenim ”

Kris benar benar tidak percaya candaan kemarin dianggap serius oleh Jessica , ia merasa bersalah sekarang. Bagaimana bisa hanya untuk makan dengannya , Jessica sampai harus mendapatkan nilai 0. Setelah ini ia harus bicara dengan Jessica.

Selesai jam pelajaran Kris menghampiri Jessica dan langsung menarik gadis itu untuk keluar dari kelas dan membawanya ke lorong sekolah yang sepi.

” Apa kau gila Jessica?! Bagaimana bisa kau benar benar mendapatkan nilai 0? ” marah Kris

” Kau bilang aku harus mendapat nilai 0 agar bisa makan denganmu ” jawab Jessica dengan bodohnya

” Aku hanya bercanda!! ” Kris setengah berteriak karena terlalu kesal

Jessica menunduk saat Kris berteriak , ini untuk pertama kalinya Kris berteriak padanya. Melihat Jessica yang menunduk takut , Kris merasa telah sangat kasar tadi.

” Lain kali kau harus bisa membedakan kapan aku bercanda atau serius ” Kris mulai menurunkan nada bicaranya

” Anniya , lain kali kau tidak boleh bercanda denganku. Aku akan menganggap serius semua ucapanmu dan melakukan semua yang kau katakan ”

Kris mengacak ngacak rambutnya , Jessica membuatnya sangat frustasi. Mengapa Jessica tidak juga mengerti?

” Jadi , kalau aku menyuruhmu melompat ke jurang kau akan melompat? ”

” Tentu saja ” jawab Jessica cepat

” Kau akan keluar dari sekolah kalau aku menyuruhmu? ”

” Kenapa tidak? ”

” Dan kau akan …. ”

” Dengar Kris , aku bilang aku akan melakukan semua yang kau suruh ” potong Jessica cepat

” Kau benar benar gila Jessica ” ucap Kris serius. Jessica malah tersenyum

” Kau tidak bisa menyukai seseorang seperti ini , kau tidak bisa melakukan apapun yang dia katakan padamu. Jangan menyukai seseorang seperti itu!! ” Kris setengah berteriak

” Aku hanya seperti ini padamu Kris ”

Kris memejamkan mata sebentar , bukannya mengerti dan mengiyakan tapi Jessica terus saja membantah dan memberi alasan. Kris hanya tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi dan menyadarkan Jessica jika pikirannya untuk melakukan apapun untuk orang yang ia sukai adalah salah. Apakah Jessica tulus atau bodoh?

” Terserah kau saja ” ucap Kris final kemudian berjalan meninggalkan Jessica.

Jessica memandang Kris dari belakang , padahal dia melakukan ini hanya untuk makan dengan Kris. Mengapa namja itu malah marah? Padahal itu syarat yang Kris berikan agar mereka bisa makan bersama. Haruskah sesulit ini untuk makan dengan Kris? Mengapa semua yang ia lakukan agar lebih dekat dengan Kris malah membuat namja itu marah dan menjauh darinya. Apalagi yang harus Jessica lakukan agar Kris mengerti? Jessica ingin sekali menangis setelah mendapat nilai 0 dalam test fisika dan sekarang Kris tidak akan mau makan dengannya.

Jessica berjongkok sejenak untuk menenangkan dirinya dan memastikan dia tidak akan menangis. Jessica harus kuat dan sabar untuk mendekati Kris , namja itu sudah mempunyai kekasih tapi dia lah yang terus berharap Kris bisa bersikap baik padanya.

Melihat Jessica berjongkok , Kris kembali dan merendahkan tubuhnya untuk menyamakan tinggi mereka. Ia memutuskan untuk kembali setelah melihat Jessica , ia merasa bersalah dan jahat pada gadis itu mendapati Jessica berjongkok seperti ini. Entah setan apa yang merasuki Kris saat ini , dia mengelus rambut Jessica.

” Sica – ya , ayo kita makan ” ucap Kris lembut

Jessica mendongak dan melihat Kris yang tengah tersenyum manis padanya. Ini bukan mimpi kan? Ini pasti hanya khayalannya saja. Dia pasti benar benar depresi sampai mengkhayal Kris ada di depannya saat ini.

” Apa kau tidak mau makan denganku? ” tanya Kris lagi karena Jessica hanya menatapnya tanpa menjawab.

” Pergilah , aku tahu kau tidak nyata. Khayalanku benar benar luar biasa ”

Apa Jessica berpikir ini khayalannya saja kalau Kris memang datang dan mengajaknya untuk makan? Apa sebegitu hebat dirinya sampai Jessica merasa Kris hanyalah khayalan baginya? Kris tidak banyak bicara lagi , ia menarik lengan Jessica dan membawa gadis itu. Namun sayang sekali saat mereka hendak berjalan ke kantin , bel tanda istirahat berakhir berbunyi.

” Gwenchana , kita bisa makan sepulang sekolah atau besok ” ujar Kris

Jessica merasa ini seperti mimpi tapi semua ini memang nyata. Kris mengajaknya bicara saat ini dan masih memegang lengannya. Kalau pun ini mimpi , Jessica memilih untuk tidak bangun. Kesempatan seperti ini sangatlah langka dan berharga saat Kris mengelus rambutnya tadi , berbicara dengan lembut dan tersenyum manis padanya. Ditambah lagi Kris memegang lengan Jessica untuk pertama kalinya walaupun hanya lengan.

Kris tiba tiba tersadar kalau dia terus memegang lengan Jessica sedaritadi , ia pun langsung menjauhkan tangannya. ” Ayo kita kembali ke kelas ”

————

Di kelas Kris bingung dengan tingkah Lay yang terus menatapnya sambil tersenyum tidak jelas.

” Ya!! Jangan menatapku seperti itu ” pekik Kris

Tapi Lay tidak berhenti menatapnya

” Apa kau menyukaiku? Mianhae , tapi aku normal dan punya kekasih ”

” Kalaupun aku gay , aku tidak akan menyukaimu ” sungut Lay tidak terima.

” Lalu kenapa kau menatapku seperti itu? ”

” Apa yang kau dan Jessica lakukan tadi? ” tanya Lay sembari memicingkan matanya.

Kris panik seketika apa saja yang Lay lihat tadi dan apa yang akan dipikirkan sahabatnya itu tapi Kris berusaha tenang seolah tidak terjadi apa apa.

” Aku melihatmu berada di dekat kantin sambil memegang …… ”

Kris langsung menutup mulut Lay agar tidak melanjutkan ucapannya ” lalu kenapa? Kau akan mengadukanku pada Irene? ”

Lay tertawa melihat Kris yang panik ” anniya , aku mendukungmu dan Jessica”

Kris sontak bingung mengapa Lay malah mendukungnya dengan Jessica bukannya mengingatkan atau memarahi saat Kris dekat dengan gadis lain. ” Waeyo? ” tanya Kris bingung

” Geunyang ” jawab Lay singkat dan tidak jelas.

————-

Jam pelajaran berakhir , Kris masih ingat ia memiliki janji makan dengan Jessica. Haruskah ia menepati janjinya atau kabur begitu saja? Kris mempunyai kesempatan untuk kabur karena Jessica sedang menerangkan materi pelajaran pada Luhan , salah satu teman sekelas mereka.

” Kau tidak pulang? ” tanya Lay , tapi melihat Kris yang memperhatikan Jessica. Lay langsung mengerti kalau sahabatnya terlihat menunggu Jessica.

” Baiklah , aku pulang. Selamat berkencan ” ucap Lay lalu melambaikan tangannya pada Kris.

Kris tertawa menanggapi perkataan Lay. Kencan? Ini bukan kencan karena Kris hanya ingin menepati janjinya mengajak Jessica makan bersama. Jessica menoleh ke belakang , terlalu sibuk mengajarkan Luhan membuatnya sampai tidak sadar kalau Kris masih berada di kelas.

” Kris , kau tidak pulang? ” tanya Jessica dari mejanya.

Kris memasang wajah datarnya , untuk apa ia menunggu kalau Jessica malah melupakan janji makan mereka. Seharusnya dia pulang saja tadi dan tidak perlu menunggu Jessica seperti ini.

” Bukankah kita akan pergi makan? ” Kris balik bertanya

Jessica memukul kepalanya pelan , dia sangat bodoh sampai melupakan acara makan mereka. Beruntung Kris mengingatkannya , kalau tidak dia akan melewatkan kesempatan yang langka ini.

” Tunggu aku Kris , sebentar lagi aku selesai ” Kris mengangguk.

Sebentar? Tiga puluh menit berlalu Jessica masih terus saja mengajarkan Luhan. Sampai kapan Kris harus menunggu? Dan astaga apa Luhan begitu bodoh sampai butuh selama ini untuk mengerti.  Tak berapa lama , Luhan pergi setelah berterimakasih dan Jessica menghampirinya.

” Mianhae membuatmu menunggu ” ucap Jessica

Kris mengangguk lalu beranjak dari tempat duduknya dan mereka berjalan bersama.

” Kemana kita akan pergi? ” tanya Jessica

” Kau ingin kemana? ” Kris malah balik bertanya

” Ayo kita makan burger ”

” Lagi? ” Kris masih ingat beberapa hari lalu mereka sudah makan burger.

” Ne ”

” Baiklah ” Kris tidak mau berdebat hanya karena makanan dan lagipula apa salahnya mengikuti keinginan Jessica.

—————-

Kris dan Jessica mulai menikmati makanan mereka masing masing dan seperti biasa Jessica memisahkan mentimun dari burgernya.

” Apa kau sangat membenci mentimun? ” tanya Kris

” Waeyo? Kau ingin aku memakannya? Aku akan makan kalau kau menyuruhku ”

” Aku tidak segila itu ”

Beberapa saat mereka makan dalam diam dan tenang karena keduanya sama sama kelaparan setelah hampir tidak makan seharian.

” Sica – ya mengapa kau selalu mengajarkan teman teman kita? Maksudku… Kau tidak begitu dekat tapi kau mau mengajarkan mereka ” Kris tiba tiba bertanya , sebenarnya ia hanya bingung saja mengapa Jessica baik atau kerajinan sampai mau mengajarkan semua teman yang tidak mengerti. Sedangkan Irene , jangan teman kekasihnya pun sendiri tidak akan diajarkan.

” Apa kau harus dekat untuk menolong orang lain? Kurasa tidak , sekalipun itu musuhku tapi selama aku bisa membantu. Aku pasti akan membantu ”

Kris dibuat kagum dengan jawaban Jessica , bagaimana gadis itu bisa mempunyai pola pikir yang dewasa seperti itu. Untuk menganggap ini semua hanya kebohongan agar terlihat baik di depan dirinya pun Kris tidak bisa karena kenyataan Jessica memang gadis yang baik.

” Jadi ini alasanmu ingin membantu dan mengajariku? ”

” Ya karena kau teman… teman hidupku” jawab Jessica sangat pelan tapi Kris masih bisa mendengar jawaban Jessica tadi. Teman hidup? Gadis itu memang sangat percaya diri sampai berkhayal kalau Kris akan menjadi teman hidupnya.

” Dimana rumahmu? ” tanya Kris begitu mereka keluar dari restoran

Jessica langsung tersenyum senang , mungkinkah Kris akan mengantarkan pulang?

” Waeyo? ” jawab Jessica tersipu malu

” Aku tanya dimana rumahmu ”

” Cukup jauh , setengah jam dari sini. Kris – ah kau tidak perlu mengantarkanku pulang , aku bisa sendiri. Jangan khawatir , aku akan baik baik saja. ” Jawab Jessica seolah menenangkan Kris dan menyakinkan kalau dia akan baik baik saja.

Baiklah kali ini dia tidak bisa mengatakan kalau Jessica percaya diri karena kenyataanya ia memang mengkhawatirkan Jessica.

” Bagaimana kau pulang? ”

” Aku akan kembali ke sekolah dan menunggu adikku menjemputku ”

Sekolah tidak terlalu jauh dari sini dan Jessica sudah jelas pulang dengan adiknya. Kris tidak perlu khawatir , ia bisa pulang dengan tenang sekarang. Hal seperti kemarin saat Kris tidak mendapat kabar dan mengkhawatirkan Jessica tidak akan terjadi lagi.

” Baiklah , aku pulang ” ujar Kris kemudian pergi ke arah lain meninggalkan Jessica.

” Kris annyeong!! Hati hati!! Hubungi aku jika sesuatu terjadi ! ” Jessica berteriak dari belang. Kris mendengar itu namun tidak menjawab atau menoleh untuk menatap Jessica.

Kris belum berjalan cukup jauh namun mengapa ia menjadi khawatir dan tidak tenang dan mengapa ia mengkhawatirkan Jessica. Sejak kapan ia mulai peduli dengan gadis itu? Kris berbalik ke belakang , ia masih bisa melihat Jessica berjalan ke arah sekolah mereka.

” Sejak kapan aku mulai peduli padanya? ” tanya Kris heran dengan dirinya yang menjadi takut dan khawatir tidak jelas.

—————

Irene berada di sebuah cafe bersama Shownu , mereka memilih tempat yang cukup sepi untuk bertemu agar tidak ada yang melihat mereka.

” Aku tidak bisa lama , aku ada latihan sebentar lagi ” ujar Shownu , padahal dia baru saja datang setelah membuat Irene menunggu selama satu jam.

” Kau sangat sibuk belakangan ini ” balas Irene sambil memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.

” Debutku sebentar lagi Irene – ah ”

” Apa kita akan jarang bertemu setelah kau debut? ”

” Kau tahu sendiri jawabannya ”

” Shownu – ya setelah aku putus dengan Kris , apakah kita bisa berkencan secara bebas? Aku tidak nyaman terus bersembunyi seperti ini. Kau tahu aku bisa memutuskan Kris kapan saja ” ujar Irene sebenarnya inilah tujuan untuk mengajak Shownu bertemu , ia mulai lelah harus berkencan secara diam diam lagi dan mereka harus memilih tempat sepi setiap kali bertemu. Kalau Kris adalah alasannya , Irene siap memutuskan namja itu saat ini juga.

” Berpisah dari Kris bukan berarti kita bisa berkencan dengan bebas. Bagaimana jika agensi dan fansku tahu? ”

Irene terlihat kecewa dengan jawaban Shownu , selama ini dia berpikir kalau Kris lah penghalang dan alasan mereka tidak bisa berkencan dengan bebas. Awalnya ini memang kesepakatan mereka , namun hanya untuk di lingkungan sekolah. Irene tidak pernah tahu kalau Shownu juga akan menyembunyikan hubungan mereka di depan umum. Apa ini semua karena Shownu akan menjadi seorang idol?

” Apa kau akan meninggalkanku jika agensimu meminta kita untuk berpisah? ” tanya Irene lagi.

Showny terdiam sebentar nampak ragu untuk menjawab ” molla ”

Tiba tiba Wendy dan Yeri datang , mereka memang sudah janjian dengan Irene disini untuk pulang bersama. Shownu pun langsung berpamitan setelah teman teman Irene datang

” Irene – ah kami melihat Kris dan Jessica makan bersama tadi ” Wendy langsung melaporkan pada Irene.

Apakah Wendy tidak sadar kalau mood Irene sedang tidak baik? Apakah begitu penting sampai harus melaporkan padanya?

Irene menatap Wendy tajam ” sekalipun mereka berciuman pun, aku tidak peduli ”

” Aku hanya memberitahumu ” Wendy tidak terima Irene marah padanya , padahal ia hanya ingin memberitahu berita ini.

” Kau pikir ini penting untukku?!!” Irene berteriak marah

Wendy membalas tatapan Irene tajam lalu pergi meninggalkannya. Yeri pergi menyusul Wendy meninggalkan Irene sendiri. Irene kembali duduk setelah Wendy dan Yeri pergi , ia mencoba menenangkan diri dan meredakan emosinya. Sebenarnya ia marah dan kecewa pada Shownu tapi karena tidak bisa meluapkan kemarahan dan kekesalannya pada namja itu Irene justru marah dan kasar pada Wendy.

Irene kecewa dengan jawaban Shownu tadi , ia mulai meragukan dan mempertanyakan apakah Shownu selama ini memang mencintainya atau tidak. Bagaimana bisa Shownu memutuskannya begitu saja? Tidak bisakah ia memperjuangkan hubungan mereka sampai akhir? Kalau pada akhirnya mereka tidak bisa bersama sampai akhir untuk apa Irene mengkhianati Kris selama ini? Tapi Irene terlalu menyukai Shownu dan dia tidak akan pernah menyesal telah berkhianat dari Kris. Setiap hubungan pasti ada masalah dan Irene saat ini hubungan mereka sedang di uji. Masalah mereka pasti berlalu dan Irene sangat yakin Shownu adalah namja yang tepat untuknya.

————–

” Kris ” sapa Jessica senang saat mereka bertemu di gerbang sekolah.

Kris menoleh pada Jessica tanpa tersenyum atau membalas sapaan gadis itu.

” Daebak , bagaimana bisa kita bisa bertemu disini? ”

” Jangan berlebihan Sica – ya ” Kris mengingatkan agar Jessica tidak berlebihan

” Mianhae .. Kekeke ”

Kris dan Jessica berjalan bersama ke kelas mereka  , terlalu fokus memperhatikan Kris. Jessica tersandung oleh kakinya sendiri. Kris langsung menolong dan membantu Jessica berdiri

” Gwenchana? ” tanya Kris sembari memastikan Jessica tidak terluka

” Kau sangat tampan Kris ”

Kris seketika sadar Jessica terjatuh karena memperhatikan dirinya dan tidak memperhatikan langkahnya sendiri. Bisakah apapun yang Jessica lakukan tidak membuat orang lain khawatir? Bukan orang lain mungkin Kris lebih tepatnya.

” Ya !! Bisakah kau berjalan dengan benar , mengapa bisa terjatuh seperti itu. Babo ” Kris berteriak pada Jessica sampai menarik perhatian murid lain di sekitar mereka. Kris berjalan mendahului Jessica

” Dia pasti sangat khawatir padaku , astaga Kris mulai peduli padaku ” ucap Jessica senang pada dirinya sendiri. Ia berlari menyusul Kris yang berada di depannya.

” Kris aku akan lebih berhati hati tapi tetap saja ketampananmu tidak bisa membuatku fokus ”

Kris hanya menghela nafas dan membiarkan apapun yang Jessica katakan , lebih baik diam dan tidak menghiraukan Jessica.

—————-

Lay menghampiri Jessica pada saat jam istirahat bersama Kris untuk bergabung bersama dia dan Bora. Sebenarnya Kris sudah menolak tapi Lay tetap saja memaksa dan menyuruh Kris untuk makan sendiri kalau dia tidak mau bergabung.

” Kris annyeong ” sapa Jessica ceria seperti biasa

Kris tidak menjawab Jessica dan lebih memilih untuk membalas senyuman Bora.

Mereka berempat makan dengan tenang kecuali Jessica dia masih saja sibuk memperhatikan Kris yang memisahkan kacang hitam dari nasinya. Mengapa Kris tidak pernah bilang kalau dia tidak menyukai kacang? Seingatnya kemarin Kris hanya mengatakan hal yang tidak disukainya adalah menunggu dan makanan pedas.

” Kris – ah kenapa kau tidak bilang kau tidak suka kacang? ” tanya Jessica sembari memanyukan bibirnya seolah kecewa karena ia tidak tahu.

Kris mengumpat dalam hati , bisakah Jessica berpikir sebelum bicara atau menanyakan apapun padanya? Dan astaga apa pentingnya kalau Kris tidak menyukai kacang. Kris menunduk malu saat Lay dan Bora memperhatikan mereka.

” Apa itu sangat penting? ” tanya Kris pelan seolah meminta Jessica untuk berhenti membicarakan masalah tidak penting ini.

” Tentu saja , apapun tentangmu sangat penting untukku ”

Lay dan Bora hampir saja tersendak mendengar ucapan Jessica itu , sangat menggelikan menurut mereka. Kris hanya tersenyum menanggapi ucapan Jessica , sepertinya ini adalah pertama dan terakhir kali mereka makan berempat karena Kris tidak mau lagi Jessica mempermalukan dirinya secara tidak langsung.

” Sica – ya , apa kau sudah menonton Descendant Of The Sun? ” tanya Bora selesai mereka makan

” Yoo Si Jin? ” tentu saja Jessica tahu dan sepertinya seluruh dunia pun tahu dan menonton drama itu.

” Ne , dia sangat tampan. Aku tidak tahan melihatnya ” Bora mulai menggila membicarakan Song Jong Ki.

” Anniya , Kris jauh lebih tampan dibanding Yoo Si Jin ” Jessica menempatkan kedua tangannya di pipinya dan menatap Kris intens. Tentu saja bagi Jessica , Kris adalah namja tertampan saat ini di dunianya mengalahkan pesona Yo Si Jin ataupun G.Dragon

Kris tersenyum bangga mendengar ucapan Jessica , dia tidak pernah sadar ketampanannya melebihi Song Jong Ki. Haruskah Kris menelofon eommanya saat ini juga dan berterimakasih karena kecantikan eommanya jugalah Kris bisa setampan ini?

” Heol… ” Lay benar benar tidak percaya apa yang baru didengarnya. Kris jauh lebih tampan dibanding Song Jong Ki? Jessica pasti sudah gila. Lay tahu gadis itu sangat menyukai sahabatnya tapi mengatakan kalau Kris sangat tampan melebihi aktor itu  adalah kebohongan besar.

” Jadi menurutmu Song Jong Ki oppa tidak lebih baik dari Kris? ” tanya Bora lagi memastikan. Sebagai fans beratnya Bora tentu saja tidak bisa terima.

” Ne , Kris jauh lebih baik dibanding oppamu itu ”

Kris semakin malu mendengar pujian Jessica tapi ia juga semakin senang terus di puji oleh Jessica.

” Ya !! Kau pasti gila Jessica , bagaimana bisa…. ” marah Bora

” Jadi maksudmu Kris ku jelek? Kau ingin mati? ” Jessica memotong ucapan Bora dan marah seolah tahu kalau Bora akan mengejek Kris nya.

Kris segera melerai perdebatan Jessica dan Bora dengan meminta keduanya untuk berhenti. Perdebatan mereka tadi tidaklah serius karena pada akhirnya Jessica dan Bora kembali berbaikan  , mereka berdua pergi ke ruang guru setelah Xiumin datang dan memberitahu kalau Yoo Songsaenim meminta Jessica untuk datang ke ruangannya.

Seperginya Jessica dan Bora , Kris tidak berhenti tersenyum. Sebaiknya setelah ini ia pergi ke toilet dan berkaca untuk melihat seberapa tampan dirinya saat ini sampai membuat Jessica dan Bora berdebat seperti itu. Lay menatap Kris sebal , pasti sahabatnya itu merasa sangat tampan sekarang. Baiklah Lay mengerti jika kedua sahabat itu berdebat karena membandingan Song Jong Ki dengan Kim Woo Bin , Lee Min Ho dan sebagainya tapi ini dengan Kris Wu. Jessica sangat keterlaluan bukan?

” Lay , kurasa aku akan berhenti bermain basket ” ujar Kris tiba tiba , wajahnya berubah serius.

Lay tentu saja panik dan terkejut mengapa Kris tiba tiba ingin berhenti bermain basket ” waeyo? apa yang terjadi Kris – ah? ”

” Aku akan bergabung dengan agensi dan menjadi aktor saja , ketampananku yang melebihi  Song Jong Ki ini harus ku manfaatkan ” Kris tertawa puas karena Lay percaya dengan candaannya.

” YA!! ” Lay memukul tangan sahabatnya kesal.

—————

Jessica dan Bora berjalan menuju ruang guru , keduanya melambaikan tangan untuk menyapa Yeri yang juga berada disana.

” Annyeonghaseyo songsaenim , apa kau memanggilku? ” tanya Jessica sopan saat Yoo songsaenim tengah mengobrol dengan murid lain. Dia tidak lain adalah Irene , kekasih Kris. Jessica terkejut bagaimana bisa bertemu Irene disini.

” Sica – ya , kudengar kau banyak membantu murid lain dalam pelajaran. Mereka banyak bercerita padaku dan karenamu nilai dikelasmu meningkat drastis. Walaupun pintar kau tidak pernah sombong dan mau membagikan ilmu. Sebentar lagi ada olimpiade matematika antar sekolah , apa kau bisa ikut mewakilkan sekolah kami? ”

Jessica berpikir untuk beberapa saat , bisa saja dia ikut untuk mewakilkan sekolah tapi ia harus belajar dan tidak akan memiliki banyak waktu bersama Kris. Untuk saat ini , masalah Kris lah yang sangat penting. Bagaimana kalau Kris semakin dekat dengan Irene selama dia belajar untuk olimpiade? Jessica tidak mau membiarkan itu terjadi dan keputusan yang harus ia ambil adalah menolak.

” Jeosonghammida songsaenim , aku tidak bisa ikut olimpiade matematika. Aku sibuk les untuk ujian universitas mendatang  ” ucap Jessica.

Yoo songsaenim terlihat kecewa sedangkan Irene tersenyum senang seolah senang dengan keputusan Jessica. Tentu saja dia adalah pilihan kedua jika Jessica tidak mau ikut.

” Baiklah , gomawo Sica – ya. Fighting! ”

Irene tersenyum puas setelah ini pasti Yoo Songsaenim akan memintanya untuk menggantikan Jessica. Sebenarnya Irene tidak di panggil , dia lah yang datang dan menawarkan diri untuk mengikuti olimpiade matematika.

” Irene – ah , sebaiknya kau juga fokus untuk ujianmu mendatang. Aku akan memilih orang yang tepat untuk mengikuti olimpiade selain Jessica. Nilai matematikamu juga jauh dibawahnya. Kau harus belajar banyak dari Jessica. Gomawo Irene – ah ” ujar Yoo Songsaenim final lalu meninggalkan Irene yang masih terpana.

Irene tidak bisa percaya jika Yoo Songsaenim menolaknya dan bahkan merendahkan nilainya. Irene memang sangat pintar dan  aktif di sekolah namun tidak banyak guru yang menyukainya karena sikap Irene yang angkuh dan tidak pernah mau membantu murid lain. Irene mengepal tangannya kesal , hal yang membuatnya sangat marah adalah saat Yoo Songsaenim menyuruhnya belajar dari Jessica dan membandingkan nilai mereka. Apa sebegitu hebatnya kah Jessica? Irene semakin tidak menyukai gadis itu. Dia bersumpah akan mengalahkan nilai Jessica di ujian mendatang dan dalam segala hal.

————–

Di perjalanan kembali ke kelas , Irene bertemu Kris dan Lay. Kris tahu apa yang akan terjadi Irene pasti akan melewati dan mengabaikannya seolah mereka tidak saling kenal seperti biasa. Bisakah kali ini saja Irene menyapanya dan bersikap layaknya kekasih di depan Lay? Kris belum siap menceritakan hal yang sebenarnya pada Lay. Sekali saja Kris memohon

Namun itu memanglah harapan Kris saja karena Irene melewati mereka berdua seolah tidak saling mengenal. Kris bisa melihat reaksi terkejut dan bingung dari raut wajah Lay dan inilah yang akan terjadi , Lay menatapnya seolah meminta penjelasan atas semua ini. Kris memaksakan senyum dan memegang bahu Lay sebentar sebelum meninggalkannya tanpa penjelasan apapun.

Melihat Kris dari belakang saja sudah membuat Lay iba seketika , sahabatnya pasti sangat terluka saat ini. Lay ingin tahu apa yang terjadi di antara mereka berdua , seingatnya mereka masih berkencan tapi memang hubungan mereka pantas dipertanyakan. Status mereka adalah sepasang kekasih tapi bersikap layaknya orang yang tidak saling mengenal. Lay adalah saksi hidup bagaimana Kris dan Irene mulai dekat sampai mereka berkencan. Irene bisa bertanya padanya jika gadis itu meragukan perasaan Kris karena Lay tahu betapa sahabatnya itu sangat mencintai kekasihnya. Bagaimana keduanya bisa berakhir seperti , Lay sebagai sahabat dan orang yang selalu bersama Kris setiap hari sangat yakin kalau semua ini bukanlah kesalahan Kris. Dia sangat mengenal Kris dengan semua sifat dan sikapnya. Sebaiknya untuk saat ini Lay tidak perlu bertanya apapun pada Kris karena bila saatnya tiba ia yakin sahabatnya itu akan menceritakan semuanya.

———–

Hari ini Lay merasa Kris kembali menghindar darinya karena kejadian kemarin , sahabatnya tidak banyak bicara dan sedikit menghindar seolah takut Lay akan kembali meminta penjelasan darinya.

” Kris – ah , aku percaya kau bisa mengatasi masalahmu sendiri. Jika belum saatnya , aku tidak akan ikut campur masalah kalian berdua ” ujar Lay

Kris tersenyum ” gomawo Lay ” . Walaupun sahabatnya tersenyum , Lay tetap melihat Kris sangatlah menyedihkan saat ini.

Lay tahu apa yang harus ia lakukan untuk membuat Kris kembali ceria dan melupakan masalah Irene yaitu dengan mengirimkan Jessica tentunya. Lay mengajak Jessica bicara berdua

” Sica – ya , Kris sedang tidak baik saat ini ” Lay mulai bicara

Jessica menutup mulutnya terkejut ” apa dia sakit? Sakit parah? ”

Lay menoleh ke arah lain sebentar , astaga perlukah gadis itu bersikap berlebihan seperti tadi. Sekarang ia mengerti mengapa Kris selalu mengatakan kalau Jessica aneh.

” Anni , dia sehat dan dia tidak sakit parah seperti yang kau bayangkan… ”

” Lalu apa? ” Jessica mendesak Lay untuk cepat bercerita

” Dia sedang sedih dan aku tidak bisa menceritakan masalahnya. Bisakah kau menghiburnya? ”

” Waeyo? Apa ini karena orang itu lagi?”

” Orang itu? ”

” Ya , Kris pernah bercerita kalau dia sedih karena seseorang yang berharga baginya tidak mendukungnya untuk bermain basket. ”

Lay yakin sekali yang Kris maksud orang itu adalah Irene , mulai sekarang setiap kali Kris bersedih atau marah itu semua pasti karena Irene.

” Tenang saja aku akan melakukan apapun untuk menghibur Kris dan membuatnya tertawa ” ucap Jessica final lalu pergi meninggalkan Lay untuk mencari Kris.

Lay tentu saja percaya pada Jessica karena dia tahu betapa gadis itu menyukai Kris dan dia akan melakukan apapun untuk membuat Kris senang. Sama seperti kemarin Jessica pasti sangat ingin membuat Kris senang sampai mengatakan kalau sahabatnya itu lebih tampan daripada Song Jong Ki. Entah mengingat kejadian kemarin Lay masih tidak bisa menerima dan kesal bila mengingatnya.

————

Jessica berlari mengejar Kris begitu kelas bubar , namja itu terlihat terburu buru akan pergi. Jessica menghadang Kris dengan kedua tangannya membuat teman teman lain bingung dengan tingkah Jessica.

” Kris , kau akan pergi? ” tanya Jessica

Kris menurunkan tangan Jessica paksa agar orang lain tidak berpikir aneh tentang mereka ” ya , jangan seperti itu” pekik Kris kesal

” Kau mau pergi kemana Kris? Bisakah kau tidak pergi? Aku ingin mengajakmu jalan jalan ”

” Basket ” jawab Kris malas

Jessica memasang wajah kecewa , tidak ada lagi yang bisa ia lakukan mengetahui basket adalah alasan Kris. Namja itu tidak akan pernah meninggalkan basket demi hal tidak penting seperti ini , baiklah hari ini mereka tidak akan pergi berkencan. Besok Jessica akan memastikan mereka pergi berkencan.

” Baiklah , Kris fighting !! ” Jessica mengangkat tangannya dan menyemangati Kris.

Kris menggelengkan kepalanya dan melanjutkan langkahnya yang terhenti karena Jessica.

————–

Keesokan Harinya

Jessica tengah mengaca dan memastikan penampilan sudah baik dan cukup untuk menarik perhatian Kris. Ia masih ingat kalau hari ini ia masih memiliki tugas untuk menghibur calon suaminya itu. Tiba tiba saja Jessica teringat tipe ideal Kris , namja itu mengatakan kalau dia menyukai yeoja cute dengan banyak aegyo. Jessica langsung memiliki ide dan kembali memperbaiki penampilannya.

” Kris !!! ” Jessica menyapa Kris dengan heboh dan berlari ke mejanya. Tidak sampai disitu , Jessica langsung melakukan aegyo di depan Kris.

” Bbuing bbuing ” Jessica mulai beraegyo tapi yang ia dapat hanyalah reaksi datar dari wajah Kris.

” Ya ! Kau bilang kau menyukai yeoja cute dengan banyak aegyo ” Jessica marah karena gagal menghibur Kris dengan aegyonya.

” Apa karena aku lagi kau berpenampilan seperti ini? ” tanya Kris menyadari penampilamn Jessica yang tidak biasa dengan menguncir dua rambutnya

” Tentu saja , tidak mungkin untuk namja lain ”

” Aegyomu tidak lucu sama sekali ”

Jessica tahu ini akan terjadi karena itu ia sudah mempersiapkan sebuah bondu minnie mouse dan memakainya. Jessica menempatkan kedua tangan di pipi dan mengedipkan matanya pada Kris.

” Apa ini tidak lucu? ” tanya Jessica dengan suara yang dibuat seimut mungkin.

Kris tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa , siapapun yang berada di posisinya saat ini pasti tidak akan bisa menahan pesona Jessica. Setelah sekian lama akhirnya Kris menyadari jika Jessica memiliki sisi manis seperti gadis pada umumnya.

Jessica berteriak senang saat Kris tertawa ” yeeeey …aku berhasil membuatmu tertawa !! Karena kau tertawa itu artinya kita akan pergi berkencan … ehm maksudku jalan ”

Kris berhenti tertawa dan memuji betapa imutnya Jessica seketika ” ya , apa apaan ini. Mengapa kau tiba tiba memutuskan kita akan pergi? ” pekik Kris marah

” Suruh siapa kau tertawa tadi , pokoknya kita akan pergi hari ini. Kalau tidak aku akan mengikutimu kemana pun kau pergi ” balas Jessica kemudian memeletkan lidahnya meledek Kris.

” Ya !! Jessica Jung ! Baga…….. ” Jessica mendekat dan menutup mulut Kris secara paksa.

” Kalau kau terus protes kita akan pergi berjalan jalan besok ”

Kris diam , bukan diam karena Jessica menyuruhnya untuk berhenti bicara melainkan ia terpana karena jarak mereka yang sangat dekat. Mereka bertatapan cukup lama sampai Jessica berhenti membungkam mulut Kris karena namja itu terlihat tidak akan protes lagi.

” Mari kita bersenang senang hari ini Kris – ah ”

————–

Selesai pelajaran terakhir , Jessica langsung berlari ke meja Kris untuk mencegah bila namja itu memiliki rencana untuk membatalkan atau kabur darinya. Sekalipun ia ingin sekali kabur dan meninggalkan Jessica , Kris tahu gadis itu pasti akan terus menganggunya.

” Kita mau pergi kemana? ” tanya Kris

” Apa tidak ada tempat yang ingin kau kunjungi? ” Jessica balik bertanya

” Tidak ada ”

” Baiklah , ikuti saja aku ”

Jessica dan Kris berjalan bersama keluar kelas , sepertinya Kris tidak peduli lagi dengan tanggapan orang lain bila melihat mereka berjalan bersama. Kris tidak dalam keadaan baik untuk memikirkan tanggapan orang lain tentang dirinya saat ini. Meskipun berpapasan dengan Wendy dan Seulgi , sahabat Irene. Kris tetap tidak peduli dan terus berjalan disamping Jessica.

” Apa kau ingin makan? ” tanya Jessica setiba di sebuah taman dekat pusat perbelanjaan

Kris menggeleng , moodnya tidak terlihat membaik walaupun bersama Jessica.

” Bagaimana kita main game centre? ”

Kris kembali menggeleng , sepertinya Jessica harus berusaha keras untuk membuat Kris ceria.

Jessica menarik Kris untuk duduk di sebuah bangku kosong ” Kris – ah ada apa denganmu? Seseorang pasti sudah menyakitimu. Apa dia orang yang sama dengan orang yang kau ceritakan kemarin? ”

Kris tidak berniat menjawab ataupun menanggapi pertanyaan Jessica. Padahal ini sudah dua hari sejak Irene mengabaikan dirinya tapi mengapa Kris masih saja terluka dan tidak bisa melupakan kejadian itu. Mengapa Kris harus begitu peduli disaat Irene saja terbiasa mengabaikan dirinya?

” Kris – ah tunggu sebentar ” Jessica segera berlari dan pergi entah kemana , Kris tidak perlu khawatir karena ia yakin Jessica pasti kembali.

Tak berapa lama Jessica kembali dengan membawa dua ice cream di kedua tangannya dan memberikan satu pada Kris.  Jessica tidak berhenti memandangi wajah tampan Kris dari samping. Melihat wajah tampan Kris membuatnya sangat bersyukur , entahlah kebaikan apa yang pernah ia lakukan sampai Tuhan memberikannya jodoh seperti Kris.

” Cepat makan , ice creammu akan meleleh ” Kris mengingatkan

Jessica tersadar dan mulai memakan ice creamnya , tiba tiba saja ia muncul ide untuk mencolekan ice cream ke wajahnya.

” Ya Jessica ! ” marah Kris

Jessica tidak berhenti , dia tetap mencolekan ice cream ke wajah Kris meskipun namja itu sempat marah tadi. Jessica tertawa sendiri dengan candaanya , awalnya Kris memang tidak senang tapi melihat gadis itu terlihat sangat senang. Kris mulai membalas dengan cara yang sama , mereka mencolekan ice cream ke wajah masing masing. Kekanak kanakan memang tapi cara Jessica ini berhasil membuat Kris tertawa lepas seolah melupakan segala kesedihan dan kegalauannya. Keduanya berhenti saat mulai menyadari wajah mereka hampir penuh dengan ice cream. Mereka pun pergi ke toilet terdekat untuk membersihkan diri.

” Kris – ah , apa kau ingat besok ada tugas ekonomi? ” tanya Jessica begitu keluar dari toilet , beruntung ia membaca grup kelas tadi dan ingat kalau mereka memiliki tugas penting.

” Tugas? Aku tidak tahu ” balas Kris

” Apa kau ingin mengerjakan sekarang? Aku bisa membantumu ”

Kris menggeleng menolak ide Jessica , moodnya memang mulai membaik tapi bukan berarti ia mau memikirkan tugas ataupun pelajaran. Kris ingin bersenang senang dan melepaskan penat dalam dirinya.

” Baiklah , kita bisa mengerjakannya nanti ”

Kris berhenti melangkah dan masuk ke sebuah toko sepatu olahraga , ia memperhatikan semua sepatu satu persatu sampai lupa kalau ia sedang tidak sendirian saat ini. Kris baru teringat ketika Jessica menghampirinya

” Kris lihatlah sepatu sangat bagus , bagaimana menurutmu? ” tanya Jessica sambil memegang sepatu basket berwarna putih biru.

” Bagus ”

” Aku tahu ini bagus , sekarang cobalah. Pasti akan lebih bagus jika kau memakainya ” Jessica memberikan sepatu yang dipegangnya dan meminta Kris untuk mencobanya

Tidak perlu bertanya bagaimana Jessica bisa mengetahui ukuran sepatunya karena gadis itu pernah menanyakan saat pertemuan pertama mereka. Kris merasa Jessica sangat sibuk daripada dirinya , sebenarnya siapa yang pemain basket disini Kris bingung. Jessica tidak berhenti membawakan sepatu padanya dan meminta Kris untuk mencobanya.

” Sepatu ini juga ada untuk perempuan ” ujar seorang pelayan toko saat Kris mencoba salah sepatu pilihan Jessica.

” Tidak perlu , aku hanya mencarikan untuknya ” jawab Jessica ramah.

Jessica kembali melihat sepatu basket untuk Kris dan meninggalkan Kris dengan sepatu sepatu pilihannya.

” Kekasihmu sangat lucu ” ujar pelayan tadi pada Kris.

Kris tersenyum kikuk menanggapi ucapan pelayan tadi , tidak heran orang akan berpikir kalau mereka berkencan dan ditambah mereka hanya pergi berdua. Semua orang pasti akan berpikir jika mereka berkencan dan ditambah lagi yeoja itu mencarikan dan membantunya memilihkan sepatu. Ini pertama kalinya ada yeoja lain selain eomma yang membantunya untuk ntuk berbelanja. Bukan hal besar memang tapi ini merupakan hal kecil yang tidak akan pernah Irene lakukan

” Apa kau suka yang itu? ” tanya Jessica karena Kris terus memperhatikan sepatu pilihannya tadi , ternyata namja itu menyukai pilihannya.

” Ne , ini sangat bagus tapi aku tidak berencana membelinya sekarang. Mungkin lain kali, sekarang aku akan membeli yang lain ” jawab Kris lalu membawa sepatu pilihannya ke kasir dan membayar.

————-

” Sebaiknya kita makan sekarang , ini sudah sore ” ujar Kris.

” Apa kau ingin makan sesuatu? ” tanya Jessica

” Aku ingin makan tteokboki , kau? ”

” Aku ingin apapun yang kau inginkan” jawab Jessica kemudian tertawa mendapat reaksi diam dari Kris.

” Ah palli katakan apa yang kau inginkan ”

Jessica kembali menggombal ” aku ingin kau Kris ”

” Ya !! ” pekik Kris meminta Jessica untuk lebih serius dan menggoda dirinya seperti itu.

” Ne , ayo kita makan tteokboki Kris ”

Kris dan Jessica pergi ke sebuah kedai tteokboki terdekat. Ini sudah ketiga kalinya Kris makan bersama Jessica dan sampai sekarang gadis itu masih saja membuatnya ingin tertawa karena cara makannya yang sangat tidak biasa seperti gadis pada umumnya. Kris sangat bingung bagaimana saos tteokboki bisa ada di pipi Jessica , dia bisa mengerti jika daerah bibir gadis itu berantakan karena saos.

” Sica – ya , apa kau tidak bisa makan lebih cantik? ” ucap Kris tiba tiba. Jessica seketika sadar pasti ia makan sangat belepotan sampai Kris protes.

Melihat Jessica yang sangat jorok  membersihkan sekitar bibirnya dengan tangan , Kris mengambil tissue dan mengelap ujung bibir Jessica yang berantakan.

” Dasar anak kecil , makan saja tidak benar ” ejek Kris sambil terus mengelap saos saos di sekitar bibir Jessica.

Jessica sangat terpana dengan apa yang Kris lakukan saat ini sampai ia tidak bisa berucap lagi. Apakah Kris sadar apa yang ia lakukan saat ini membuat Jessica semakin mencintai dan mengangguminya? Setelah membantu Jessica mengelap ujung dan sekitar bibirnya yang belepotan , Kris tiba tiba tertawa mendapati reaksi Jessica yang diam dan terpana.

Sayang sekali suasana romantis di antara mereka berdua diganggu oleh telefon dari Hoseok yang bertanya dimana keberadaan Jessica karena ingin segera menjemput noonanya.

” Apa adikmu akan datang menjemput?” tanya Kris setelah Jessica memutuskan panggilan Hoseok.

” Ne ”

” Kalian sepertinya sangat dekat ”

” Begitulah tapi kami sering bertengkar , dia menyebalkan ” cerita Jessica

Kris tertawa ” setidaknya kau beruntung , terkadang aku ingin mempunyai adik ”

” Kau pasti kesepian. Tenang saja setelah kita menikah kau tidak akan kesepian lagi , kita akan memiliki triplets ” jawab Jessica cepat , sepertinya dia tidak sadar dengan jawabannya tadi.

Kita? Menikah? Triplets? Kris masih bisa mendengar dengan jelas , tidak ada masalahnya dengan pendengarnya. Mengapa gadis sering sekali membahas tentang ” kita ” ? Padahal ia sudah pernah mengingatkan Jessica bahwa ia sudah berkencan dan memiliki gadis yang ia cintai , tapi sepertinya itu tidak akan pernah bisa membuat Jessica akan berubah dan menjauh.

Teet…

Jessica mengumpat begitu mendengar suara klakson motor dari luar , dia sangat yakin itu pasti Hoseok. Mengapa adiknya cepat sekali datang? Jessica masih ingin lebih lama bersama Kris. Namun mau tidak mau , ia harus pulang dan meninggalkan Kris.

” Itu pasti adikmu ” ujar Kris

Jessica menatap Kris sendu ” mian… mianhae Kris , aku harus pulang duluan. Apa kau baik baik saja sendirian disini? ”

Kris tertawa kecil ” ya , tenanglah aku juga akan segera pulang setelah aku selesai makan. Pulanglah ”

” Kau yakin? Aku bisa menunggu dan menemanimu ”

” Tidak perlu , pulanglah. Adikmu sudah menunggu ”

” Kau yakin? ”

” Ya ! Aku bukan anak kecil , pulang lah sekarang juga ! ”

Jessica bangkit dari kursinya dan melambaikan tangan pada Kris ” annyeong , hati hati Kris “. Jessica sangat terlihat tidak ingin berpisah dari Kris dan menemani namja itu disini sampai ia selesai makan. Sangat berlebihan memang , padahal Kris tidak akan mati jika ditinggal makan oleh Jessica sendiri.

Jessica berjalan keluar dari kedai dan menghampiri Hoseok , Kris berbalik dan memperhatikan Jessica sampai ia dan adiknya pulang. Senyum Kris mengembang tanpa bisa ditahan lagi , entahlah ia sendiri tidak yakin mengapa ia tersenyum senang seperti ini. Apa karena Jessica berhasil menghiburnya atau karena ia merasa mulai nyaman bersama Jessica?

—————

Drrt drrt

Kris meraih handphone di samping dan menjawab panggilan dari Jessica

” Kris “ sapa Jessica ceria

” Wae? “

” Apa yang sedang kau lakukan? “

” Menonton “

” Ah aku baru saja selesai makan , apa kau sudah makan? “

” Sudah “

” Baguslah kalau begitu “

” Hmmm “

” Apa kau tidak akan mengerjakan tugas ekonomi? “

” Nanti malam “

” Ini sudah jam 9 malam Kris , cepatlah kerjakan. Kau tahu bukan Kim songsaenim sangat menyeramkan “

” Ne , sebentar lagi “

” Aku akan mengirimkanmu jawabannya , jadi kau tinggal menyalin saja. “

” Tidak perlu , aku akan mencarinya sendiri. Gomawo “

” Baiklah , kalau begitu aku istirahat dulu. Sampai bertemu Kris – ah “

” Annyeong “

Beep

Kris menjawab semua pertanyaan Jessica singkat dan terkesan dingin , itu semua karena ia sibuk menonton film. Jessica tetap mengirim foto jawaban tugas ekonomi , ini sudah malam dan Jessica tidak ingin Kris harus mencari sampai malam apalagi bergadang. Walaupun sudah mendapat jawaban dari Jessica , Kris tetap menunda untuk mengerjakan tugas dan menonton film.

—————-

Keesokan Harinya

Semua murid langsung diam ketika Kim Songsaenim datang sambil membawa tongkat andalannya, beliau adalah guru yang paling disegani oleh semua murid karena tegas dan sangat frontal dalam berbicara.

” Kumpulkan tugas kalian ke depan sekarang ” perintah Kim Songsaenim.

” Tugas? Astaga aku lupa mengerjakannya Lay ” ujar Kris sambil memukul kepalanya.

” Ya ! kau serius? Dia akan menghukummu! ” jawab Lay

” Aku benar benar lupa ”

Jessica menoleh pada Kris ketika Kim Songsaenim memerintahkan untuk mengumpulkan tugas , walaupun cukup jauh tapi melihat wajah Kris dan Lay yang sama sama panik. Jessica bisa menyimpulkan kalau Kris lupa mengerjakan tugas padahal ia sudah mengingatkannya kemarin malam. Seandainya saja ia mengingatkan Kris tentang tugas tadi pagi atau jam istirahat , pasti Kris tidak akan lupa mengerjakan tugasnya. Jessica merasa ini juga kesalahannya.

” Siapa yang tidak mengerjakan tugas? ” tanya Kim Songsaenim

Kris langsung mengangkat tangannya tanpa ragu , tentu saja ia pantas mendapatkan hukuman. Kim Songsaenim berjalan ke mejanya

” Mengapa kau tidak mengerjakan tugas? ”

” Aku lupa ” jawab Kris lantang

” Kau tidak pernah lupa bermain basket tapi kau lupa mengerjakan tugasku ” sindir Kim Songsaenim.

” Jeosonghamnida ” ujar Kris meminta maaf

Jessica menatap Kris iba , sungguh ia tidak tega melihat namja itu saat ini. Dan juga bagaimana bisa Kim Songsaenim bicara seperti itu pada calon suaminya? Tidak sadarkah beliau kalau ini sama saja mempermalukan secara tidak langsung?

” Ke depan sekarang ” perintah Kim songsaenim , tentu saja semua murid disini sudah bisa menebak hukuman apa yang akan Kris terima.

Kris berjalan ke depan kelas , tidak terlihat takut atau tidak terima dengan hukuman yang diberikan. Kris hanya memasang raut wajah datar dan dingin , Kim Songsaenim berjalan ke depan siap untuk menghukum Kris sembari memegangi tongkat yang selalu ia bawa.

Jessica tidak mau melihat Kris terluka dan dipukuli di depan teman teman sekelasnya . Ia tidak akan membiarkan Kim Songsaenim menyentuh Kris nya. Jessica tiba tiba bangkit berdiri dan berjalan ke depan kelas , berdiri disamping Kris.

Kris tentu saja terkejut dengan apa yang Jessica lakukan. Ia tahu Jessica sengaja melakukan ini padahal ia tahu kalau gadis itu sudah mengerjakan tugas dan sangat tidak mungkin seorang Jessica Jung tidak mengerjakan tugas.

” Aku juga tidak bisa mengerjakan tugas , kau juga harus menghukumku ” ucap Jessica.

” Bagaimana bisa murid nomor satu disekolah tidak mengerjakan tugas? ” tanya Kim Songsaenim tidak percaya.

” Kau bisa menghukumku , aku akan menerima hukuman yang sama seperti Kris ”

Kris menyenggol tangan Jessica seolah bertanya apa yang sedang gadis itu coba lakukan.

” Kalian berdua berdiri di lapangan dan angkat tangan kalian sekarang juga ! ”

Jessica dan Kris keluar , Kris langsung memegang tangan gadis itu meminta penjelasan.

” Apa yang kau pikir baru saja kau lakukan? ” tanya Kris tak senang

” Aku tidak mau Kim Songsaenim menghukummu ” jawab Jessica pelan

” Kau tidak perlu melakukan itu Sica – ya! Aku salah dan aku pantas menerima hukuman ! sedangkau kau , kau tidak melakukan apapun yang salah. Kau tidak perlu mengasihani diriku , aku akan bilang pada Kim Songsaenim bahwa kau sebenarnya mengerjakan tugas ! ” marah Kris

Jessica menahan tangan Kris ” anniya , jangan lakukan itu Kris – ah. Kim songsaenim akan memukulmu jika kau melakukannya ! ”

” Lalu kenapa??!! ” Kris berteriak keras sampai seluruh teman sekelas mereka memperhatikan dari dalam

” Aku tidak mau melihatmu terluka Kris – ah ! Kumohon , kau tidak akan mengerti! “Jessica ikut berteriak

Kris terdiam , jawaban itu sangatlah tidak masuk akal dan terdengar klise bagi siapapun kecuali untuk mereka berdua. Jessica serius dan tulus , mata gadis itu memperlihatkan kekhawatiran dan kesedihan dengan sangat jelas. Itulah yang Kris lihat saat ini , kemarahannya hilang seketika berubah menjadi rasa kaget dan haru. Ini sudah keberapa kalinya Jessica mengatakan hal hal seperti tadi dan bukan hal baru lagi jika Kris selalu merasa tersentuh dan terharu oleh ucapan Jessica. Namun ini pertama kalinya Kris merasakan sesuatu yang berbeda , lebih dari sekedar perasaan terharu atau tersentuh.

Kris tidak bicara lagi dan mulai mengangkat tangannya ke atas sesuai perintah Kim Songsaenim , diikuti Jessica disebelahnya. Mereka tidak lagi bicara satu sama lain dan berdiri dalam diam. Kris melirik Jessica dan memastikan gadis itu tidak kelelahan.

Satu jam berlalu , keringat mulai bercucuran di tubuh mereka. Beberapa kali Jessica memukul tangan dan kakinya untuk menghilangkan pegal namun itu tidak membantu sedikitpun. Jessica merasa sangat lelah dan ingin pingsan sekarang juga,  tapi bila mengingat ini semua ia lakukan demi Kris tentu saja ia harus tetap kuat. Jessica menoleh pada Kris , namja itu tidak terlihat lelah atau pegal sedikitpun. Kris pasti hanya berpura pura saja

” Apa kau tidak lelah? ” tanya Kris memulai pembicaraan setelah lama terdiam.

” Aku lelah , tapi aku tidak boleh mengeluh. Kau pasti lebih lelah dariku ” jawab Jessica.

Kris tidak berkata apapun lagi , ia langsung memegang lengan Jessica membantu gadis itu berharap itu bisa mengurangi rasa lelah dan pegal Jessica. Gadis itu terlihat terkejut dengan apa yang Kris lakukan dan menatapnya dalam. Kris membalas tatapan Jessica

” Kalau kau seperti ini terus , bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu? ” ucap Kris dalam hati.

TBC

Preview Chapter 3

” Kris – ah , ada Irene disini ” ucap Jessica pelan

Kris tidak habis pikir bagaimana bisa  Jesisca mengabaikannya demi namja lain?

“Bagaimana kalau kau benar benar masa depanku Sica -ya? ”

” Apapun itu , jangan pernah menganggu Jessica lagi ” ujar Kris lalu melepaskan lengan Irene kasar.

 

 

 

 

 

62 thoughts on “If You Do (Chapter 2)

  1. Aduh jessica unnie hatinya kok kaya malaikat aja ya 😀 ih sebel banget sama si irene 😬😡 kok dia tega banget nikung kris oppa 😡 kris oppa juga kok mau2 aja sih sama si irene 😡 mudah2an kris oppa cepat sadar ama kelakuannya irene 😡 biar ntar kris oppa sadar ama perasaannya jessica unnie 😀 fighting thor 😁 aku tunggu kelanjutan chapternya 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s