If You Do (Chapter 3)

image1

Author :  ea ^⌣^

Genre : Comedy , Romance , Sad

Lenght : Chapter

Main Cast :
Jessica Jung
Kris Wu
Irene (Red Velvet)

Support Cast :

Lay (EXO)
Jung Hoseok (BTS)
Yoon Bora (Sistar)
Red Velvet Member

annyeong author kembali membawakan chapter 3 , sengaja publish hari ini bareng comeback solonya our princess jessica kkk – sebenarnya pengen di protect tapi berhubung author mau ujian dan bakal susah menjawab permintaan pw kalian nanti akhirnya ga jadi deh. Inget ya walaupun ga jadi di pw kalian diwajibkan dengan sangat memberikan komentar🙂

Happy Reading \^o^/

” Apa kau tidak lelah? ” tanya Kris memulai pembicaraan setelah lama terdiam.

” Aku lelah , tapi aku tidak boleh mengeluh. Kau pasti lebih lelah dariku ” jawab Jessica.

Kris tidak berkata apapun lagi , ia langsung memegang lengan Jessica membantu gadis itu berharap itu bisa mengurangi rasa lelah dan pegal Jessica. Gadis itu terlihat terkejut dengan apa yang Kris lakukan dan menatapnya dalam. Kris membalas tatapan Jessica

” Kalau kau seperti ini terus , bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu? ” ucap Kris dalam hati.

————-

Bel tanda jam istirahat berbunyi , Jessica dan Kris masih menjalankan hukuman dari Kim Songsaenim. Mereka baru bisa berhenti setelah Kim Songsaenim datang pada mereka dan mengatakan hukuman mereka telah selesai. Kris berharap Kim Songsaenim cepat datang dan menghentikan hukuman mereka , bukan karena ia lelah dan tubuhnya sudah berkeringat karena panasnya matahari. Ini semua karena Jessica , Kris tidak tega melihat yeoja itu kepanasan dan wajahnya sudah sangat merah karena kepanasan. Walaupun Jessica terus tersenyum padanya dan tidak mengeluh , namun Kris tahu pasti Jessica  sangat tidak tahan lagi menjalani hukuman mereka.

Kris menyesal seandainya saja dia mengerjakan tugas , mungkin saja Jessica tidak akan tersiksa seperti sekarang. Ini bukan keinginan atau kesalahan Kris karena Jessica memilih berbohong untuk melindunginya dari hukuman fisik Kim Songsaenim. Namun tetap saja dialah alasan Jessica melakukan semua ini dan Kris tidak akan menyalahkan gadis itu lagi karena ketika kau menyukai seseorang kau akan melakukan apapun untuk orang yang kau sukai dan itulah yang Jessica lakukan. Kris tidak akan bisa menghentikan Jessica untuk melakukan hal hal seperti ini lagi kedepannya dan yang bisa ia lakukan hanyalah berubah  dan mulai mengerjakan semua tugasnya.

Murid murid mulai berhamburan di lapangan karena kantin sekolah memang berada tepat dekat lapangan.  Semua murid baik junior atau teman satu angkatan mereka memperhatikan dan membicarakan mereka berdua. Kris berdecak kesal seandainya dia bisa meminta orang orang itu agar tidak menganggu mereka.

” Lihatlah , apa kau tidak malu dilihat oleh adik kelas dan teman teman kita? ” Kris bertanya

” Tidak. Aku juga tidak peduli apa yang mereka pikirkan ”

” Kau memang luar biasa Jessica Jung ”

Jessica menoleh sebentar pada Kris dan tersenyum bangga dibilang luar biasa oleh Kris. Lay dan Bora terlihat berlari dari kejauhan tentu saja untuk menghampiri mereka berdua.

” Dimana Kim Songsaenim? Apa dia akan terus menghukum kami? ” tanya Kris

” Dia kembali ke ruangannya , aku pikir hukuman kalian sudah selesai ”

” Bora – ya bisakah kau membawakanku tissue? ” pinta Jessica , Bora kembali ke kelas untuk mengambil tissue.

” Ayo Sica – ya , hukuman kita sudah selesai. Kita harus beristirahat sekarang”

” Aku akan beli minum untuk kalian berdua ” ujar Lay seolah sangat peka dengan keadaan untuk meninggalkan mereka berdua.

” Mianhae karena aku kau jadi seperti ini ” Kris tiba tiba meminta maaf pada Jessica

” Anniya , ini kesalahanku kalau saja aku mengingatkanmu lagi pasti kau tidak akan lupa. Maafkan aku ” Jessica ikut meminta maaf dan menyalahkan dirinya sendiri.

Senyum Kris mengembang , bagaimana mungkin ada yeoja seperti Jessica di dunia? Menyalahkan dirinya sendiri saat ia tidak melakukan kesalahan dan berkorban untuk hal yang seharusnya tidak ia lakukan. Jessica memang berbeda , itulah yang Kris sadari.

Tangan Kris terulur untuk memegang puncak kepala Jessica ” Gomawo ” ucap Kris diiringi senyum manisnya. Jessica bersumpah ini pertama kalinya , Kris tersenyum tulus  padanya dan tatapan namja itu penuh arti. Jessica mendongkak membalas tatapan namja itu.

” Ya Irene !! ” Seulgi tiba tiba berteriak sangat keras dan menghampiri Irene yang ternyata sudah memperhatikan Kris dan Jessica sedaritadi.

Jessica berbalik dan menemukan kekasih Kris itu tengah menatapnya tidak senang. Bagaimana ini? Irene pasti marah pada Kris dan mereka akan bertengkar. Tunggu tapi kenapa Kris masih terus memegang kepalanya meskipun tahu Irene berada disini.

” Kris – ah , ada Irene disini ” ucap Jessica pelan

Kris menoleh dan benar saja kekasihnya berada tidak jauh dari mereka bersama teman temannya. Ia tidak panik atau berlari pada Irene untuk berusaha menjelaskan pada kekasihnya seperti dulu karena Kris yakin Irene tidak peduli . Kris tidak tersenyum atau menyapa , ia membalas tatapan Irene tak kalah dingin.

” Ayo ” Kris menarik lengan Jessica dan membawanya untuk menyusul Lay.

” Apa kau senang atau cemburu melihat mereka? ” tanya Wendy

Irene tersenyum sinis ” Kris semakin tidak tahu diri , aku ingin segera berpisah darinya ”

” Putuskan dia sekarang juga ” tambah Yeri

” Anni , belum saatnya ” ujar Irene kemudian tersenyum sinis , senyuman sinis yang sangat mirip dengan tokoh antagonis di drama.

————-

” Kris , ayo kita kembali dan jelaskan pada Irene. Dia pasti salah paham melihat kita tadi ” Jessica terlihat sangat panik

Kris hanya menatap Jessica. Bukankah seharusnya ia senang kalau Kris dan Irene bertengkar? Mengapa Jessica harus khawatir jika Irene salah paham atau marah padanya? Kris tidak bisa mengerti Jessica  yang seperti ini.

” Bukankah kau seharusnya senang jika kami bertengkar atau berpisah? ”

” Nde? ” Jessica terkejut dengan pertanyaan Kris.

” Seharusnya kau senang jika ia salah paham dan mengira ada sesuatu di antara kita ”

Kris benar memang seharusnya ia merasa senang dan berharap itu akan memisahkan mereka berdua , namun Jessica merasakan hal yang sebaliknya. Ia memang sangat menyukai dan menginginkan Kris tapi bukan dengan cara seperti di dalam drama seperti itu.

” Tidak seperti itu…aku….. ”

” Lupakan , sebaiknya kita makan sekarang ”

Kris mengambil piring untuk Jessica dan mereka mengantri untuk mendapatkan makanan.

————–

Keesokan Harinya

” Ya ! Ku rasa Kris dan Irene sudah berpisah sejak lama ” ujar Jisook , teman sekelas Irene.

” Ne , aku tidak pernah melihat mereka bersama lagi ” tambah Woori

” Sayang sekali , mereka terlihat baik bersama ” Hyunyoung ikut bicara

” Aku sangat penasaran mengapa mereka berpisah , Kris sangat baik. Aku pernah sekelas dengannya dua tahun lalu ”

” Kau benar , dia juga tidak pernah mempermainkan yeoja. ”

” Irene pasti yang memutuskan hubungan mereka , seharusnya dia bersyukur memiliki namja seperti Kris ”

Emosi Irene naik seketika mendengar pembicaraan ketiga teman sekelasnya , ingin sekali ia keluar dari toilet dan menampar ketiga yeoja itu. Ia senang sekali ketika tahu teman temannya berpikir kalau mereka sudah berpisah tapi sadar mereka justru menyalahkannya membuat Irene tidak terima. Bersyukur? Heol. Seharusnya Kris lah yang bersyukur dan beruntung karena mempunyai kekasih seperti dia. Ada apa dengan teman temannya sampai berpikir Irene lah yang beruntung mendapatkan Kris? Mereka pasti sudah gila.

Irene membuka pintu toilet kasar dan menatap ketiga teman sekelasnya tajam , mereka bertiga langsung pergi karena terkejut mengetahui Irene pasti mendengarkan pembicaraan mereka tadi.

Irene berjalan menuju kelas dan kebetulan sekali Kris berjalan ke arahnya. Irene tersenyum sinis , pasti Kris datang untuk menemuinya dan benar saja Kris berhenti dihadapan Irene.

” Kau ingin menjelaskan kejadian kemarin? ” Irene melipat kedua tangannya angkuh dan menebak apa tujuan Kris kemari.

Kris tersenyum tipis , sepertinya Irene telah salah paham. Ia tidak datang sengaja untuk menjelaskan tentang kejadian kemarin , mereka tidak sengaja bertemu dan Kris hanya masih bersikap baik ingin menyapa kekasihnya.

” Aku tidak peduli , pergi dari sini. Aku tidak ingin melihatmu ”

Kris langsung melangkah pergi meninggalkan Irene , bukannya senang Irene malah marah dan tidak terima karena Kris berani meninggalkannya.

” Irene – ah aku tidak akan memutuskan hubungan kita , jadi kau lah yang melakukannya. Kita akan benar benar berakhir sampai kau memutuskanku ” ucap Kris lalu melanjutkan langkahnya.

” Dasar bodoh! Apa kau mulai sadar aku sudah tidak menyukai dan menginginkanmu lagi? Kau sangat menyedihkan masih terus mengharapkanku sampai akhir. Tentu saja kau akan mengemis cinta dari yeoja sepertiku ” Irene tersenyum bangga sambil mengibas rambut dengan tangannya.

Raut wajah Kris mulai berubah sendu seiring langkahnya semakin jauh dari Irene.  Satu kebohongan besar bila Kris mengatakan ia tidak terluka saat ini , ia sangat terluka. Kris sadar semakin hari hubungannya dengan Irene tidak membaik dan cepat atau lambat perpisahan akan segera datang , entahlah apa alasan mereka masih bertahan selama tiga bulan berakhir disaat Irene sudah jelas tidak mencintainya lagi. Mungkin irene terlalu baik karena terus bertahan bersama Kris atau namja itulah yang terlalu bodoh berharap ada keajaiban dalam hubungan mereka. Kris tahu dia selalu saja memaksakan hubungan mereka dan bahkan sampai detik ini karena itu ia mengatakan pada Irene untuk memutuskan hubungan mereka. Kris tidak akan sanggup untuk memutuskan hubungan mereka , ia tidak mau menyesal nanti. Lebih baik ditinggalkan dan dicampakan oleh Irene daripada ia harus meninggalkan kekasihnya.

Ini semua hanya masalah  waktu dan Kris memutuskan untuk tidak mengganggu Irene lagi. Sebaiknya mulai sekarang , ia harus membiaskan diri tanpa Irene dan menjauh dari yeoja itu. Kris akan berhenti disini dan membiarkan Irene pergi.

————–

Kris pergi ke lapangan basket , sepi dan hening sesuai perkiraanya tadi. Kris memang ingin sendiri dan menenangkan diri. Ia mengeluarkan handphone dan menghubungi seseorang dan yang pasti itu bukan Lay.

” Yoboseyo Kris – ah ” sapa yeoja yang Kris hubungi tadi. Suaranya yang ceria seperti biasa membuat Kris tersenyum.

” Dimana kau sekarang? Apa kau sudah sampai rumah? ” Jessica bertanya

Kris tidak menjawab , ia hanya ingin menghubungi Jessica dan mendengar suara gadis itu.

” Kris – ah ” panggil Jessica karena tidak ada tanggapan dari Kris.

” Sica – ya , mengapa ini sangat menyakitkan? ” Kris mulai bicara , namun suaranya tidak terdengar baik. Suara Kris terdengar sangat parau dan sedih.

” Kris apa kau baik baik saja? ”

Kris memutuskan panggilan mereka saat Jessica mulai menyadari keadaanya sedang tidak baik baik saja. Apa Kris terlalu jelas menunjukan kesedihannya atau Jessica terlalu peka?

————–

” Paman hentikan mobilnya ” perintah Jessica pada supir , setelah mobilnya menepi ke pinggir. Ia turun dan berlari ke sekolah untuk mencari Kris

Jessica berlari sangat cepat ,  meskipun dadanya terasa sakit dan nafasnya terengah engah karena lelah. Jessica tidak berhenti berlari. 15 menit berlari ,setiba di sekolah ia segera berlari ke lapangan basket. Meskipun sekolah sudah sepi tapi ia yakin Kris pasti masih berada disini.

Menemukan Kris tengah duduk di salah bangku penonton tidak membuat Jessica sedikit lebih tenang ataupun lebih baik , ia kembali berlari untuk menghampiri Kris.

” Kris , ada apa denganmu? ” tanya Jessica khawatir begitu di hadapan Kris

Kris mengangkat wajahnya yang sedaritadi menunduk dan mulai menatap Jessica , tidak mengejutkan gadis itu bisa datang kemari. Dia bahkan rela ke Seongnam untuknya , tentu saja Jessica pasti bisa datang kesini untuk menemaninya.

” Kris , aku tahu kau tidak baik baik saja…. ”

” Ne , aku sangat terluka tapi aku juga tidak bisa menangis ”

Jessica tidak suka tatapan Kris yang menunjukan dirinya sangat terluka saat ini dan ia lebih tidak suka karena ia tidak pernah berhak memaksa Kris untuk bercerita. Jessica merasa Kris sangat terluka saat ini dimulai dari tatapan , cara bicaranya dan apapun dari dalam diri Kris menunjukannya dengan sangat jelas.

” Wae Kris – ah? ”

Kris tertawa getir ” aku tidak tahu rasanya sangat menyakitkan ketika kita sangat menyukai seseorang , mengapa ini sangat menyakitkan Sica – ya? ”

” Ini sangat menyakitkan tapi aku tidak bisa melakukan apapun ” ucap Kris kemudian menunduk sedih.

Jessica tidak tahu masalah apa yang dialami Kris saat ini , tapi mengapa hatinya jauh lebih sakit ketika melihat Kris terluka? Mengapa matanya memanas seketika melihat Kris menunduk sedih seperti itu?

Air mata Jessica mengalir deras tanpa bisa di tahan lagi ” katakan siapa yang membuatmu seperti ini , aku akan menghajarnya. Katakan padaku Kris! ” ucap Jessica di tengah tangisannya

Kris langsung menatap Jessica bingung , ia tidak bisa mengerti mengapa gadis itu tiba tiba menangis seperti itu. Kris hanya menatap Jessica bingung

” Siapa yang berani menyakiti Kris – ku?!! Katakan !! ” Jessica terus bicara di tengah tangisannya.

Kris mungkin keterlaluan karena tidak bisa menahan tawa disaat Jessica menangis untuknya , namun ia tidak bisa berbohong kalau Jessica sangatlah lucu saat ini. Kris berdiri dan maju satu langkah mendekati Jessica

” Ya ! Mengapa kau yang menangis Sica – ya? ” tanya Kris sambil tertawa

” Aku tidak tahu tapi aku juga sangat terluka melihatmu sedih seperti ini Kris – ah. Mengapa aku menangis? ” Jessica mulai  menyeka air matanya

Kris tertawa , tingkah konyol Jessica selalu saja berhasil menghiburnya. Sebenarnya Kris sendiri masih bingung dan tidak mengerti mengapa ia menghubungi Jessica tadi , mengapa harus Jessica dan bukan Lay. Mungkin tidak salah bila Kris mulai merasakan arti kehadiran Jessica.

” Jangan menangis , kau semakin jelek ” ledek Kris

” Apa ini perbuatan orang itu Kris? Apalagi yang dia lakukan padamu? ” tanya Jessica.

Kris menggeleng menolak untuk menjawab pertanyaan gadis itu ” apa kau mau bermain basket denganku? ” ajak Kris sebenarnya ini hanya untuk mengalihkan pembicaraan saja.

Kris turun ke bawah dan mengambil bola basket di tepi lapangan lalu melemparnya pelan pada Jessica.

” Kemarilah ” Jessica menghampiri Kris yang sudah berdiri di dekat ring.

Jessica mulai melempar bola ke ring , tidak berhasil memasukan bola ke ring tak membuat Jessica menyerah. Ia akan berusaha sebaik mungkin di depan Kris. Kris yang gemas karena Jessica tidak juga berhasil memasukan bola , berpindah ke belakang Jessica dan mengambil bola darinya lalu melemparkannya ke dalam ring.

Jantung Jessica berdetak sangat kencang karena Kris berada tepat di belakangnya , ia bisa merasa dagu Kris menyentuh kepalanya dan ditambah tangan Kris yang berada bahunya. Jessica merasa Kris seolah memeluknya dari belakang

Kris membalikan tubuh Jessica agar menatapnya ” kau lihat kan? Itu tidak sulit ”

” Tidak sulit untukmu  bukan berarti mudah untukku Kris ” jawab Jessica.

Kris tertawa mendengar jawaban Jessica , tidakkah Kris sadar semenjak dekat dengan Jessica dia sangat sering tertawa bahkan bisa tertawa begitu lepas.

” Sica – ya , kalau kau bisa mengambil bola dariku. Aku akan memberikanmu hadiah ” Kris menantang Jessica sambil memutarkan bola basket dengan tangannya.

Jessica tentu saja langsung tertarik dengan tantangan Kris. Hadiah? Jessica sebenarnya tidak ingin hadiah atau apapun seandainya hadiah itu bisa diganti dengan Kris.

” Bisakah hadiahnya diganti dengan kau saja Kris? ” tanya Jessica dengan polosnya.

” Aish , aku yakin tidak akan mengambil bola ini dariku ” Kris mengangkat tangannya setinggi mungkin.

” Lihat saja , aku pasti bisa mengambilnya ” Jessica mendekati Kris dan melompat untuk mengambil bola namun gagal. Kris memang sangat tinggi dan ditambah lagi bila namja itu mengangkat tangannya , jelas saja Jessica tidak akan berhasil mengambil bola dari Kris.

Jessica terus melompat membuat Kris tertawa puas melihat lucunya gadis itu melompat. Kris sangat yakin Jessica tidak akan berhasil mengambil bola darinya karena itu ia mengatakan akan memberikannya hadiah. Terlalu frustasi karena tidak bisa menggapai tangan Kris , Jessica tiba tiba berpikir cara curang dengan menarik kerah kemeja namja itu sehingga bola yang dipegangnya tadi terjatuh. Jessica mengambil bola dan memegangnya.

” Ya !! Kau curang Jessica ! ” protes Kris tidak terima

Jessica memeletkan lidahnya dan tertawa ” kau tidak bilang aku tidak boleh curang ”

” Pokoknya kau curang dan aku batal memberikanmu hadiah ”

Jessica memanyunkan bibir dan menatap Kris kecewa ” arraseo , mianhae Kris ”

  —————

Kris baru saja datang ke kelas dan mendapati Lay berada di meja Jessica , mereka sedang mengobrol dan entah apa yang dibicarakan mereka berdua sampai keduanya terlihat sangat senang dan tidak berhenti tertawa. Tunggu , sejak kapan Lay sedekat ini dengan Jessica?

” Ehm ” Kris sengaja berdehem cukup keras agar Lay sadar dan kembali ke mejanya sekarang juga.

” Ehm ehm ehm ” Kris kembali berdehem lebih keras tapi Jessica dan Lay tidak mendengarnya.

Kris tidak tahan lagi diabaikan oleh keduanya dan akhirnya ia menghampiri meja Jessica dan duduk di sebelah Jessica ” apa yang kalian bicarakan? sepertinya seru sekali ” Kris menyindir

” Kris ” sapa Jessica dengan ceria seperti biasa.

Lay tiba tiba menghampiri Kris dan menepuk bahu sahabatnya untuk menyuruhnya berdiri lalu duduk ditempat Kris tadi dan menunjukan sebuah video pada Jessica. Kemudian mereka mengobrol dan kembali tertawa bersama

Kris menatap Lay dengan tatapan mematikan dari belakang , ingin sekali ia menarik Lay saat ini juga dan menyuruhnya pergi. Kris merasa Jessica juga pasti berbohong saat mengatakan kalau ia benar benar menyukainya , buktinya Jessica bisa mengabaikannya hanya karena Lay.

Kris kembali ke tempat duduknya dan menarik kursinya kasar sampai beberapa murid melihat ke arahnya , Lay dan Jessica menoleh pada Kris tapi mereka kembali menonton bersama. Kris tidak habis pikir bagaimana bisa Jessica mengabaikannya demi namja lain?

Bel tanda pelajaran dimulai berbunyi , Lay kembali ke tempatnya dan tersenyum pada Kris tanpa menyadari jika sahabatnya itu sedang marah. Kris terus memandang lurus ke depan , tidak mau bertemu mata dengan Lay.

—————-

Irene berada di sebuah lorong sekolah yang sangat sepi untuk menunggu seseorang. Orang itu tidak lain adalah Shownu , kekasihnya. Irene tersenyum senang melihat Shownu berjalan ke arahnya , sudah beberapa hari mereka tidak bertemu dan jarang berkirim pesan. Ini semua karena kesibukan kekasihnya sebagai trainee yang sebentar lagi debut.

” Chagi – ya ” Irene langsung merajuk manja dengan mengamit lengan Shownu.

Shownu melepaskan tangan Irene ” Ini di sekolah , jaga sikapmu Irene – ah ” Shownu mengingatkan

” Ah waeyo? Disini sepi tidak ada siapa siapa. Tidak akan ada yang melihat kita ” ujar Irene meyakinkan lalu kembali mengamit lengan Shownu.

” Apa kau tidak takut Kris atau teman temannya melihat kita? ”

” Aku tidak peduli bila dia melihat kita , aku bisa memutuskannya saat ini juga. Shownu – ya kemarin Kris mengatakan kalau dia tidak akan mengakhiri hubungan kami dan dia ingin aku yang  mengakhirinya. Dia lucu sekali ”

Irene berpindah ke hadapan Shownu tanpa melepas tangan namja yang begitu ia cintai ” Shownu – ya , kau tahu bukan? Kau sangat beruntung bisa berkencan denganku disaat namja seperti Kris saja terus mengemis cinta dan perhatianku. Jadi Shownu – ya kau harus memperlakukanku dengan baik ”

Shownu ingin sekali tertawa keras mendengar kata kata Irene yang seolah menyadarkan dirinya kalau ia sangat beruntung bisa berkencan dan mendapatkan yeoja seperti Irene. Gadis itu sangat angkuh , sikap kekasihnya yang satu ini selalu berhasil membuatnya muak.

Shownu menghempaskan tangan Irene sedikit kasar ” aku tahu aku beruntung mendapatkanmu dan aku akan lebih beruntung jika kau bisa menjaga sikapmu di sekolah ,mulai detik ini jangan mengajakku bertemu untuk hal tidak penting  atau menyentuhku lagi di sekolah”

Shownu melangkah dan meninggalkan Irene begitu saja yang masih terkejut dengan ucapannya. Shownu mulai muak dan jengah dengan semua sikap Irene terutama sikap angkuhnya dan ia mulai mempertanyakan hal apa di dalam diri Irene yang pernah membuatnya jatuh cinta. Semakin hari Irene semakin mengerikan menurutnya.

—————

” Kris , ayo makan bersama ” ajak Jessica

” Makan saja dengan Lay ” Kris beranjak dari kursinya dan pergi begitu saja.

Lay seketika sadar kalau selama pelajaran tadi Kris mengabaikannya tadi bukan sekedar perasaannya saja. Apakah Kris cemburu melihatnya dekat dengan Jessica?

Jessica berlari mengejar Kris ” wae? ayolah Kris kita makan bersama eoh.

Lay tiba tiba datang dan ikut bergabung ” ayo Jessica kita makan , aku rasa Kris tidak mau makan karena dia sudah kenyang ”

” Benarkah? Mianhae aku tidak tahu kau sudah kenyang ” ucap Jessica. Kris sudah cukup kesal dengan kedatangan Lay dan ia semakin kesal karena Jessica begitu bodoh mempercayai ucapan Lay.

” Kajja , Bora sudah menunggu kita di kantin ” ajak Lay. Jessica melambaikan tangan pada Kris dan pergi bersama Lay ke kantin.

Kris mengepal tangannya kuat menandakan dia sangat marah pada Lay yang sudah berbohong dengan mengatakan bahwa Kris sudah kenyang. Apa Lay sengaja melakukan ini agar ia tidak makan bersama Jessica? ” awas kau Yixing , aku akan menghajarmu ” pekik Kris kesal.

—————–

” Apa kau mau makan ke cafe biasa? ” tanya Lay sambil membereskan buku sepulang sekolah.

Kris tidak menjawab

” Baiklah , aku akan mengajak Jessica kalau begitu. Dia pasti mau menemaniku makan ”

Apa Lay sedang mengancamnya saat ini dengan membawa Jessica diantara mereka? Sebenarnya Lay tidak mengacam hanya saja Kris tidak mau mereka makan bersama dan menghabiskan waktu berdua. Kris dengan sangat terpaksa ikut dan makan bersama Lay walaupun sebenarnya dia sangat malas.

” Kris , kau sangat lucu saat kau cemburu ” ucap Lay kemudian menyeruput minumannya.

” Mwo? ”

” Jangan pikir aku tidak tahu kau cemburu dan marah padaku karena aku dekat dengan Jessica ”

” Aku tidak cemburu !! ” sanggah Kris cepat

” Kalau begitu mengapa kau mengabaikanku? ”

” Aku tidak mengabaikanmu ”

Lay tertawa kemudian menggelengkan kepalanya ” jadi kau tidak masalah aku dekat dengannya? ”

” Untuk apa kau dekat dengannya? ” suara Kris semakin meninggi

” Apa masalahmu? ”

” Ya Zhang Yi Xing! Dia itu menyukaiku bukan menyukaimu , seharusnya aku yang dekat dengannya bukan kau. ”

” Aigoo rupanya kau sangat cemburu , arraseo aku tidak akan dekat dekat lagi dengan Jessica ”

” Memangnya apa yang kalian bicarakan? Sampai tidak berhenti tertawa ”

” Kami hanya menonton video parodi bersama ”

” Baiklah , lalu mengapa kau mengatakan aku sudah kenyang padahal kau tahu aku pasti kelaparan ”

” Bukankah kau bilang kemarin kau tidak mau makan berempat lagi? Jessica pasti mempermalukanmu lagi ”

Kris terdiam seketika tentu saja dia ingat saat kemarin dia bercerita dan mengeluh kalau Jessica membuatnya tidak nyaman saat mereka makan berempat beberapa hari lalu. ” Ya…. tapi tetap saja …. a…aku akan makan dengannya setiap hari. Puas kau?

Kris menatap Lay sebal lalu melanjutkan acara makannya. Lay tertawa melihat tingkah Kris , sudah lama tidak melihat Kris bersikap seperti orang yang sedang jatuh cinta. Tidakkah Kris sadar kalau dia mulai menyukai Jessica sedikit demi sedikit? Lay bisa mengerti itu , kalau dia berada di posisi Kris pasti ia sudah jatuh cinta dengan Jessica sejak lama dan meninggalkan Irene.

—————

The Next Day

Jessica menghampiri meja Kris dan Lay setelah songsaenim mengumumkan tes dan memberikan tugas tadi.

” Kris – ah , Lay – ah bagaimana kalau kita belajar bersama nanti? ” tanya Jessica

” Ne , kau tahu pelajaran matematika sangat sulit untukku ” jawab Lay semangat

Jessica tersenyum dan berganti menatap Kris yang juga menatapnya ” aku akan pastikan kalian mendapat nilai yang baik ”

Sepulang sekolah Jessica , Kris dan Lay berkumpul di perpustakaan untuk belajar bersama. Jessica tahu mengajarkan keduanya di saat bersamaan tidak akan efektif dan berhasil karena itu ia memilih mengajarkan Lay terlebih dahulu agar bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama Kris. Tidak ada yang Kris lakukan saat Jessica mengajarkan Lay selain memperhatikan gadis itu , memperhatikan wajahnya , caranya bicara dan gerakan gerakan kecil yang Jessica buat.

Tanpa Kris sadari belakangan ini ia sangat sering memperhatikan gadis itu dan apapun yang Jessica lakukan , kadang ia tersenyum dan tertawa sendiri melihat Jessica. Namun Kris bisa merasa perubahan dalam dirinya , entah sejak kapan semua yang Jessica lakukan selalu menarik perhatiannya dan entah sejak kapan Kris mulai nyaman bersama Jessica. Ini tidak berarti Kris sudah melupakan Irene , baginya ini masih  proses melupakan dan merelakan.

Jessica menoleh dan tersenyum pada Kris , ia pun membalas senyuman Jessica.

Satu jam berlalu Jessica akhirnya selesai mengajarkan Lay sampai dia mengerti dan bisa mengerjakan tugas. Kini gilirannya untuk mengajarkan Kris , Jessica berpindah dan menarik kursi di sebelah Kris. Ia mulai mengajarkan secara pelan dan jelas agar Kris tidak kesulitan menangkap apa yang ia jelaskan. Jessica sibuk menjelaskan sementara Kris tak kalah sibuk memperhatikan wajah gadis itu dari dekat. Apakah Kris salah baru menyadari bahwa Jessica sangat cantik atau selama ini ia tidak pernah menyadarinya saja?

” Apa kau mengerti Kris? ” tanya Jessica. Kris tidak akan mengerti karena ia tidak mendengarkan dan memperhatikan apapun selain kecantikan Jessica.

” Nde? ” Kris tesadar dari pikirannya sendiri dan mulai memperhatikan apa yang Jessica ajarkan.

————-

” Apa kau akan pulang sendiri lagi? ” tanya Kris saat mereka berjalan keluar sekolah bersama. Kris tidak bertanya tanpa alasan tentu saja ia berencana mengantarkan Jessica untuk pertama kalinya. Sebenarnya ia ingin mengtahui dimana rumah rumah Jessica

” Anniya , supirku sudah menunggu sedaritadi ” jawab Jessica

Kris nampak kecewa padahal ia ingin sekali mengantarkan Jessica pulang ” ah baiklah ”

” Apa kau mau pulang denganku? Aku bisa mengantarkanmu ”

Kris menggelengkan kepala ” anniya , aku bisa pulang sendiri. Pulanglah ini sudah sore ”

Jessica mengangguk mengerti dan melambaikan tangan pada Kris , dan untuk pertama kalinya juga Kris membalas lambaian tangan Jessica.

Jessica memandangi punggung Kris dari belakang dan membentuk hati dengan kedua jarinya ” saranghae Kris – ah ” ucap Jessica pelan. Kris menoleh ke belakang dan kembali melambaikan tangannya pada Jessica.

————-

” Mwohae? “

Kris tersenyum mendapat pesan dari Jessica , bila biasanya ia akan berpikir dulu untuk membalas pesan Jessica atau tidak. Sekarang Kris tidak perlu berpikir dan langsung membalas dengan cepat.

” Menonton , kau? “

” Tumben sekali kau menanyakanku Kris  ㅋㅋㅋ aku sedang belajar “

” Belajar untuk besok? “

” Ne , cobalah untuk mengerjakan soal latihan Kris. Aku akan membantumu “

” Kau tidak ada bersamaku , bagaimana kau bisa membantu? “

” Aku akan datang ke rumahmu sekarang juga kalau kau mau “

” Jangan gila Jessica! Aku akan belajar sekarang “

Kris mengambil buku matematika dan mulai membaca kembali. Mengapa semua terlihat sangat mudah saat Jessica menjelaskan dan mengerjakan soal latihan? Sekarang hanya melihat soal saja Kris sudah tidak mengerti dan bingung. Namun Kris tetap mencoba untuk mengerjakan , setidaknya biarpun sedikit ia pasti mengerti dan mengingat apa yang Jessica ajarkan padanya tadi.

” Apakah ini benar? ” Kris tetap bingung meskipun sudah bisa mengerjakan soal latihan , ia tidak yakin jawabannya benar.

” Sebaiknya aku bertanya pada Jessica ”
Kris meraih handphonenya dan menghubungi Jessica. Ia bertanya dan meminta gadis itu untuk memberitahu jawaban yang benar ,  Jessica kembali menjelaskan dan mengajarkan Kris dengan sabar. Mereka tidak bertatap muka langsung dan itu semakin mempersulit Jessica untuk menjelaskan , ia mengerti bila Kris sulit mengerti dan harus dijelaskan beberapa kali.

—————

Keesokan Harinya

” Kris fighting !! ”

Kris tersenyum senang membaca pesan dari Jessica sebelum tes matematika dimulai. Tentu saja setelah belajar dan diajarkan oleh Jessica , Kris harus mendapatkan nilai yang baik.

Songsaenim mulai membagikan soal dan lembar kerja , Kris melihat Jessica sebentar sebelum mulai mengerjakan soal. Entahlah gadis itu akan menjadi alasan Kris untuk belajar dan memperbaiki nilai mulai dari sekarang , setelah Jessica membantunya belajar Kris akan membalas budi dengan cara mendapatkan nilai tinggi dan melakukan yang terbaik.

” Kris bagaimana tes tadi? Apa kau bisa mengerjakannya? ” tanya Jessica setelah pelajaran matematika berakhir.

Kris sebenarnya bisa semua soal namun ia tidak ingin sombong dan percaya diri , bisa saja semua jawabannya salah semua tapi jika ia menjawab tidak itu akan membuat Jessica merasa bersalah. Kris mulai mengenal Jessica dan ia tahu gadis itu selalu menyalahkan dirinya sendiri tanpa alasan jelas ” ne , aku bisa”

” Jeongmal? ” Jessica terlihat sangat senang dengan jawaban Kris

Melihat Jessica yang sangat senang membuat Kris semakin yakin kalau Jessica sangat tulus menyukainya. Bukankah bila kau menyukai seseorang kau akan sedih ketika orang itu sedih dan ketika dia berhasil kau akan senang untuknya?

—————-

Hari ini adalah pembagian hasil tes matematika kemarin , Kris gelisah dan tidak tenang saat namanya tidak kunjung dipanggil oleh Moon songsaenim. Hanya lima murid tersisa dan Kris semakin tidak tenang karena ia tahu sangat tidak mungkin nilainya bisa masuk lima nilai tertinggi. Apa ini karena nilainya nol dan songsaenim memutuskan untuk tidak membagikan hasil tesnya?

Kris melirik Lay dan melihat nilai sahabatnya lagi , Lay terlihat sangat puas dan bangga dengan nilainya. Bagaimana tidak nilai Lay naik cukup tinggi yaitu 75 bila biasanya ia akan mendapatkan nilai 60 saja. Pasti sahabatnya memperhatikan dan mendengarkan dengan benar saat Jessica mengajarkannya kemarin.

” Kris Wu , pertahankan nilaimu ” Kris sangat terkejut ketika songsaenim menyebut namanya , jangankan Kris satu kelas pun ikut terkejut. Semua teman sekelas mereka pun tahu bagaimana nilai Kris selama ini dan bukan rahasia lagi kalau nilai namja itu selalu biasa saja. Disaat semua murid terkejut , Jessica lah satu satunya yang terlihat sangat senang dan mengangkat satu jempolnya untuk Kris seolah memberi pujian pada namja itu. Tidak perlu ditanya lagi siapa yang mendapatkan nilai tertinggi , satu kelas pun tahu pasti Jessica orangnya.

” Ya ! Kau bilang kau tidak bisa mengerjakan tes kemarin ” sindir Lay , walaupun nilainya tidak sebaik Kris. Namun Lay senang karena Kris mulai peduli dengan nilai dan pelajaran.

” Ini semua karena Jessica ” jawab Kris

” Tentu saja ! Apa kau tidak sadar dia membawa dampak positif dalam hidupmu? Kau sangat beruntung Kris – ah ! ”

” Ne , arraseo ”

Kris langsung mengirim pesan dan mengajak Jessica untuk bertemu sepulang sekolah , menurutnya akan sangat canggung jika dia berterimakasih di depan Lay atau Bora.

—————

Kris bersandar di tembok dekat tangga menunggu Jessica , yeoja itu harus membantu Yoo Songsaenim sebentar dan ia meminta Kris untuk menunggu. Kris tidak terlihat kesal atau lelah menunggu Jessica setengah jam yang lalu , moment seperti ini sangat langka bukan saat Kris mau menunggu Jessica dengan sabar.

Kris mengangkat wajahnya ketika mendengar seseorang berjalan ke arahnya , matanya bertemu dengan gadis yang sangat ia kenali. Irene terlihat tidak senang bertemu dengan Kris dan ia langsung berpikir bahwa Kris sengaja menunggunya disini. Bila biasanya Kris akan sedih dan terluka mendapatkan tatapan dingin dari Irene kini ia mulai terbiasa dan tidak merasakan terluka seperti dulu.

” Apa kau menungguku? ” tanya Irene sinis

Kris tidak tersenyum seperti biasa atau menyapa yeoja yang masih berstatus kekasihnya ini. Ia malah menatap Irene datar kemudian menatap ke arah lain , menolak bertemu mata dengan Irene.

” Kau sangat menyedihkan sampai harus menungguku seperti ini Kris ” ujar Irene semakin sinis

Kris tidak menjawab dan lebih memilih  membiarkan Irene berpikir apapun yang ia inginkan tentang dirinya.

” Aku ingin pulang dan malas bicara denganmu , jadi pergilah dan jangan menungguku seperti ini lagi ”

Kris tersenyum dan melambaikan tangannya pada Jessica ketika melihat yeoja itu tengah berjalan ke arahnya , Irene memperhatikan apa yang Kris lakukan pada Jessica. Sudah lama ia tidak pernah melihat Kris tersenyum seperti itu , kekasihnya terlihat sangat senang sekali.

” Jangan pikir aku tidak tahu tentang kedekatan kalian , aku tidak peduli apapun yang kau lakukan dengan Jessica. Jangan pernah berpikir aku akan cemburu , sekalipun kau berkencan dengannya. Aku tidak akan peduli ”

” Benarkah? ” Setelah sekian lama diam , Kris akhirnya mulai bicara pada Irene. Semua perkataan Irene tidak ada yang menarik baginya tapi disaat Irene mengatakan kalau dia tidak peduli dan cemburu bila ia dekat dengan Jessica , itu cukup menarik bagi Kris. Jadi tidak ada masalah bukan bila ia dekat dengan Jessica?

” Ne , jangan pikir….. ”

” Baiklah ” Kris memotong ucapan Irene cepat dan melewatinya begitu saja untuk menghampiri Jessica.

Irene masih terpana dengan sikap Kris tadi , namja itu mulai berani mengabaikannya. ” Enyahlah kalian berdua ” ujar Irene sambil mengepal tangannya marah.

————-

Kris terlihat santai dan bersikap seolah tidak ada yang terjadi sementara Jessica masih terkejut saat bertemu Irene tadi walaupun ia langsung berhenti untuk menghampiri Kris dan menjaga jarak dari mereka. Apa mereka akan baik baik saja setelah ini?

” Gomawo Sica – ya , jeongmal gomawo ” ucap Kris memulai pembicaraan di antara mereka

” Untuk apa? ”

” Gomawo sudah membantu dan mengajarkanku ”

Jessica berhenti melangkah , Kris pun mengikutinya ” anniya , seharusnya aku yang harus berterimakasih padamu. Gomawo ”

” Wae? ” Kris tidak mengerti kenapa gadis itu berterimakasih

” Geunyang gomawo , aku harap kau selalu seperti ini dan tidak akan berhenti belajar ”

“Seharusnya kau takut dan tidak senang , bagaimana kalau nilaiku mengalahkanmu? ”

” Kris kau itu masa depanku……… ” Jessica menutup mulutnya cepat menyadari apa yang baru ia katakan pada Kris. Namja itu pasti mendengar ucapannya tadi.

Jessica merasa tidak ada muka lagi di depan Kris , pasti Kris akan berpikir dia sudah gila dan lebih parahnya bila Kris sampai menjauhinya. Jessica berlari cepat meninggalkan Kris sementara namja itu malah tertawa memperhatikan Jessica.

” Bagaimana kalau kau benar benar masa depanku Sica – ya? ” ujar Kris lalu berlari mengejar Jessica.

——————

Hari ini Kris dan Lay pergi berjalan jalan , sudah lama mereka tidak pergi jalan jalan ke mall. Kris selalu sibuk bermain basket dan sekarang ia mulai sibuk dengan Jessica , begitu juga dengan Lay sibuk menjadi anak baik dengan membantu kedua orangtuanya di supermarket.

” Sudah lama sekali kita tidak jalan ” ujar Lay

” Ne ” jawab Kris singkat , sedaritadi ia memang sibuk dengan handphonenya dan sepertinya ia sibuk berkirim pesan. Lay yakin sekali itu bukan Irene dan orang itu pasti Jessica. Siapa lagi yang bisa membuat sahabatnya tertawa dan tersenyum seperti orang gila selain Jessica.

” Ya ! Seharusnya kau jalan dengan Jessica saja bukan denganku ” Lay menyindir

Kris menoleh sebentar pada Lay lalu kembali sibuk dengan handphonenya. Mereka berhenti di sebuah cafe untuk minum cafe dan bersantai.

” Jadi kapan kalian mulai berkencan? ” tanya Lay

Kris hampir saja menyemburkan kopinya pada Lay mendengar pertanyaan sahabatnya ini. Bagaimana bisa Lay menanyakan pertanyaan seperti itu disaat semua orang tahu Kris masih memiliki Irene?

” Kau gila? ” pekik Kris

” Waeyo? Kau mulai berubah Kris , tingkahmu seperti orang sedang jatuh cinta sekarang ”

Kris diam sebentar tidak mampu menjawab Lay lagi karena ia memang merasa belakangan ini ada yang berbeda dalam dirinya.

” Mengapa kau mendukungku Lay? Kau tahu aku masih punya Irene dan kau tahu apa yang aku lakukan saat ini salah. Mengapa kau tidak melarangku?” Kris malah balik bertanya , pertanyaan yang selama ini ia ingin tanyakan pada Lay.

” Memangnya kau bahagia dengan Irene ? ”

Kris terdiam , pertanyaan Lay ini sangatlah dalam dan mengejutkan.

” Kris – ah , aku memang tidak tahu masalahmu tapi aku tahu satu hal Jessica selalu membuatku senang dan tertawa ”

Jawaban Lay seolah menjawab semua pertanyaan Kris secara tidak langsung , mengingat bila kemarin Lay melihat sendiri bagaimana sikap Irene padanya wajar saja bila Lay akan mendukungnya dengan Jessica. Kris bisa mengerti karena bila ia di posisi Lay , ia juga tidak mau melihat sahabatnya terus di sakiti yeoja.

” Cepat atau lambat aku akan berpisah dari Irene , tunggu saja ”

Setelah mengobrol di cafe , Kris dan Lay memutuskan untuk kembali berjalan jalan dan Kris berhenti ketika melihat sepasang sepatu yang menarik perhatiannya. Sepasang sepatu berwarna putih dengan garis berwarna biru dan pink , sangat jelas sekali sepatu ini adalah sepatu untuk yeoja.

” Untuk siapa? ” tanya Lay

Kris tidak menjawab dan malah tersenyum tidak jelas ,  untuk seseorang dan seorang yeoja pastinya. Kris tidak tahu pasti berapa ukuran sepatu yang dikenakan Jessica terpaksa ia hanya menebak asal.

” Kenapa kau membelikan sepatu untuk Jessica? ” tanya Lay lagi begitu keluar dari toko sepatu

” Untuk berterimakasih saja ”

” Wae? ”

” Berterimakasih untuk semuanya saja Lay ”

Lay mengangguk mengerti , setelah semua apa yang Jessica lakukan untuk Kris. Tidak heran mengapa Kris sangat berterimakasih dan ingin memberikan hadiah. Hubungan Kris dan Jessica semakin membaik setiap harinya , Lay berharap sebentar lagi mendengar kabar baik dari keduanya.

” Aku senang kau sangat tahu diri sekarang Kris ”

” Ya !!! ” Kris mendorong Lay tidak terima dengan perkataan sahabatnya itu.

——————

Kris POV

Setelah membeli hadiah untuk Jessica , aku pikir semuanya selesai dan bisa langsung memberikannya pada Jessica. Namun sekarang aku bingung bagaimana aku bisa memberikan hadiah ini , bukankah akan sangat aneh kalau aku memberikannya begitu saja? Haruskah aku memberi ini tanpa harus di bungkus oleh kertas kado? Mengapa memberikan hadiah saja bisa sesulit ini?

” Kris – ah ayo ke kantin ” ajak Lay

” Anniya , kau pergi bersama Jessica saja ”

Aku mengambil box sepatu dari dalam tas dan kertas kado yang sudah kubeli kemarin malam lalu berlari cepat ke perpustakaan untuk membungkus hadiah ini sebelum Jessica melihatnya.

Tiba tiba saat aku sedang menggunting selotip , seseorang yang tidak lain adalah Irene mengambil box sepatu dan melihatnya kemudian ia tertawa tidak jelas.

” Apa ini untukku? ” tanya Irene lalu melempar sepatu itu kasar

” Apa yang kau lakukan? ” Tentu saja aku tidak bisa terima dengan sikap Irene tadi

” Kau tidak perlu membelikanku sepatu aneh ini , kau pikir aku tidak punya uang? kau pikir aku akan berubah setelah kau memberikanku ini? ”

Aku tidak mengerti mengapa Irene sering sekali salah paham dan menganggap semua yang aku lakukan ini untuknya. Seharusnya dia malu dan bertanya terlebih dahulu. Semua sikap dan ucapan Irene padaku mulai membuatku jengah , baiklah mungkin dulu aku masih terluka dan sedih dengan sikap dingin dan kasarnya. Namun sekarang aku sudah sangat terbiasa dan tidak merasakan apapun lagi , ini semakin menyadarkanku bahwa perpisahan memanglah jalan terbaik untuk kami berdua.

” Aku muak denganmu Irene – ah ” kata kata itu keluar saja dari mulutku begitu saja.

Irene mulai memasang wajah dinginnya dan menatapku tajam ” mwo? apa katamu? ” sinis Irene

Sebaiknya aku pergi dari sini daripada berdebat dengan Irene di tempat ramai seperti ini dan mempermalukan diriku di depan teman teman Irene yang berada di belakangnya. Aku mengambil barang barangku dan meninggalkan Irene tanpa mengatakan apapun lagi.

” Ya Kris Wu !!! ” Irene berteriak memanggilku dari belakang. Apa dia sengaja mengejarku?

Aku berbalik dan menatap Irene malas ” wae? ”

Irene mengambil kotak sepatu dariku dan melemparnya kasar ke lantai ” aku jauh lebih muak denganmu Kris , sadarlah babo !! Jaga sikapmu Kris selama aku masih baik padamu , jangan sampai aku memutuskanmu ! ” bentak Irene

Ku lihat kotak sepatu yang Irene ke lantai tadi sebentar sebelum membalas ucapannya ” kau sangat keterlaluan Irene – ah !! Jangan mengancamku lagi , mungkin dulu itu membuatku takut tapi sekarang aku tidak peduli lagi ! ” aku balas berteriak lebih keras darinya

Irene terlihat terkejut untuk pertama kalinya aku membentaknya , aku selalu bersikap lembut dan menerima apapun yang ia lakukan padaku. Namun mulai sekarang aku tidak akan diam saja dan membiarkannya terus merendahku lagi. Perasaanku pada Irene mulai menghilang sedikit demi sedikit , mungkin saat ia memutuskanku aku tidak akan terluka lagi.

Aku mengambil box sepatu di lantai dan berkata ” asal kau tahu Irene – ah . Ini bukan untukmu , lain kali pastikan kau bertanya lebih dulu ”

—————-

Author POV

Kris kembali ke kelas setelah pertengkarannya dengan Irene tadi , moodnya tidak terlalu baik. Siapa yang tidak terluka bila kekasihnya bersikap kasar seperti tadi? Inilah sikap Irene yang paling kasar dan keterlaluan menurut Kris , dan ini juga terakhir kalinya Kris membiarkan Irene memperlakukannya seenaknya lagi. Mulai hari ini Kris berjanji tidak akan diam dan tidak akan mempedulikan apapun tentang Irene. Seandainya ia tidak berjanji untuk membiarkan Irene lah yang memutuskan hubungan mereka , mungkin tadi Kris sudah memutuskannya.

” Kris ” sapa Jessica di depan kelas. Ia berjalan menghampiri Kris dengan senyum senang dan cerianya.

Kris tersenyum mendapati Jessica tersenyum padanya. Gadis itu selalu saja tersenyum dan tertawa padanya , Kris mulai kecanduaan akan senyuman manis Jessica.

” Apa kau sudah makan? ” Jessica bertanya

” Apa kau tidak lapar? ” tanya Jessica lagi

” Kalau kau lapar aku akan membelikanmu makanan ke kantin ”

” Kau tidak haus? ”

” Kau yakin tidak mau apapun? ”

Kris hanya menatap wajah Jessica saat gadis itu tidak bisa berhenti bertanya. Salahkah Kris bila merasa lebih baik hanya karena Jessica berada di hadapannya? Anehkah Kris bila merasa lebih tenang karena mendengar suara Jessica? Dan sadarkah Kris bila keberadaan Jessica mulai membantunya menghilangkan luka yang Irene berikan sedikit demi sedikit?

Kris tersenyum tipis kemudian menjulurkan tangannya memegang puncak kepa Jessica  tanpa berkata apapun. Jessica bingung dan terkejut dengan apa yang dilakukan Kris tiba tiba tapi walaupun tidak mengerti apa yang Kris lakukan , Jessica tidak berniat untuk melakukan apapun dan membiarkan Kris.

—————–

Hari ini para murid berkumpul setelah songsaenim memasang jadwal ujian akhir semester di mading sekolah , begitupula dengan Jessica , Kris , Lay dan Bora. Tidak terasa satu semester telah berlalu dan tidak banyak waktu yang tersisa sampai mereka lulus.

” Tidak terasa satu semester hampir berlalu ” ucap Jessica

” Ne , waktu sangat cepat Sica – ya ” Bora menanggapi

” Ah mengapa aku baru tahu kalau Kris adalah……. ”

Bora langsung menutup mulut Jessica dan membawanya menjauh dari Kris dan Lay. Bora heran sekali mengapa Jessica tidak pernah melihat keadaan setiap kali membicarakan Kris. Setidaknya Jessica beruntung karena ada Bora yang segera menahannya kalau tidak ia tidak bisa membayangkan apa yang akan Kris dan Lay pikirkan tentang Jessica.

Kris dan Lay memandang satu sama lain bingung sebelum akhirnya mereka menghampiri Jessica dan Bora.

” Ayo kita makan ” ajak Kris

Jessica menghempaskan tangan Bora yang masih menutup mulutnya secara paksa dan berjalan di samping Kris.

————-

” Bora – ya kau akan melanjutkan kuliah kemana nanti? ” tanya Lay setelah mereka selesai makan siang.

” Aku akan melanjutkan ke Yonsei University ” jawab Bora

” Jurusan? ”

” Mungkin bisnis atau psikolog , bagaimana denganmu Lay? ”

” Sepertinya aku akan mengambil hukum di Kyunghee. Bagaimana denganmu Sica – ya? ”

Kris langsung memfokuskan dirinya untuk mendengar jawaban Jessica ” aku…. aku akan kuliah dimana pun Kris akan berkuliah ”

Kris tertawa ” bagaimana kalau aku tidak kuliah? ”

” Aku juga tidak akan kuliah ”

” Bagaimana kalau aku kuliah di luar negeri? ” Kris kembali bertanya seolah sengaja untuk mengetes Jessica.

” Aku akan ikut denganmu ” jawab Jessica yakin.

” Sica – ya bukankah appamu ingin kau melanjutkan kuliah ke London? ” tambah Bora

Jessica menunduk kecewa saat Bora mengingatkan keinginan sang appa agar ia melanjutkan sekolah dan pindah ke luar negeri. Kris menyadari perubahan sikap Jessica yang mendadak diam . Kris mengerti bila Jessica kecewa tapi ia tidak mengerti ketika ia merasa tidak senang mendengar ucapan Bora. Padahal mereka masih mempunyai beberapa bulan sebelum lulus dan masih ada waktu untuk mengubah rencana kuliah mereka. Entahlah Kris hanya sedih memikirkan bila Jessica akan kuliah di luar negeri. Kalau saja itu benar dan Jessica benar benar akan pergi , itu berarti mereka akan berpisah kurang lebih 4 bulan lagi bukan? Kris bahkan baru mengenal Jessica sekitar dua atau tiga minggu tapi ia bersikap seolah mereka adalah sahabat yang akan terpisah.

—————

Jam istirahat kedua Irene sengaja datang ke kelas Shownu , kekasihnya. Ia berpura pura menemui temannya Seohyun teman sekelas kekasihnya. Irene tentu saja tidak datang sendiri , dia datang bersama Seulgi dan Irene kali ini.

Shownu cukup terkejut ketika Irene datang ke kelasnya , ini pertama kalinya yeoja itu datang ke kelasnya dan lebih parah ia berani bergabung bersama Seohyun yang sedang mengobrol dengan sahabat sahabat Shownu.

” Annyeong ” sapa Irene

” Irene – ah ” Seohyun balas menyapa , mereka adalah teman sekelas dulu.

Irene menoleh dan tersenyum pada Shownu , berbeda dengan kekasihnya Shownu justru tidak terlalu senang dengan kedatangan Irene ke kelas. Bukankah mereka sudah sepakat untuk berpura pura tidak dekat dan saling mengenal di sekolah? Namun mengapa Irene selalu saja melanggar aturan yang dibuatnya sendiri? Shownu segera menoleh ke arah lain ketika Irene menatapnya.

” Shownu – ya , apa kau tidak akan berkencan sebelum memulai debut? ” tanya Wonho

” Ne , sebelum debut seharusnya kau mencari yeoja dan berkencan ” tambah Minhyuk

” Nanti kau tidak akan bisa berkencan kalau kau sudah menjadi idol ” Seohyun ikut bergabung

Shownu tertawa canggung ketika teman temannya membahas masalah kencan saat Irene berada disini. Shownu tidak menyalahkan teman temannya karena tidak ada yang tahu kalau ia dan Irene berkencan. Sementara Shownu kebingungan , Irene sudah sangat penasaran dengan jawaban namja itu.

” Aku belum menemukan yeoja yang tepat ” jawab Shownu akhirnya

” Tidak tepat? Aku dengar kau sudah punya kekasih ” balas Irene tak mau kalah. Ia mengerti bila Shownu akan mengatakan ia masih sendiri saat ini tapi mengatakan kalau dia belum menemukan yeoja yang tepat. Apa itu tidak keterlaluan? Apa selama ini Irene tidak cukup baik baginya?

” Bagaimana kau tahu Irene – ah? Apa kalian berdua cukup dekat? ” tanya Seohyun curiga , selama ini ia pikir mereka berdua hanya saling mengenal.

Shownu benar benar bingung ketika ketiga temannya percaya pada ucapan Irene begitu saja dan menatapnya penuh tanya.

” Anni , aku tidak punya kekasih. Mungkin kau salah lihat Irene – ssi. Bagaimana kau bisa menyimpulkan aku punya kekasih? ”

Irene semakin tidak percaya saat Shownu memanggilnya seperti itu , ia langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun atau berpamitan pada Shownu dan teman teman yang lain.

” Dia kenapa? ” tanya Wonho bingung dengan sikap Irene

” Aneh sekali ” tambah Minhyuk

” Shownu – ya , apa kau dekat dengan Irene? ” tanya Seohyun

Shownu menggeleng ” anni , aku hanya mengenalnya ”

————–

Irene dan Shownu bertemu di belakang sekolah sepulang sekolah , tentu saja mereka akan membicarakan masalah pada saat jam istirahat tadi. Keduanya sama sama marah dan tidak senang dengan sikap masing masing. Irene menatap Shownu tajam begitupun sebaliknya namja itu jauh menatapnya lebih tajam.

” Irene – ssi? Kau memanggilku seperti itu? ” tanya Irene setengah berteriak

” Ada apa denganmu Irene – ah? ” berbeda dengan Irene , Shownu masih mencoba sabar dan santai tanpa berteriak atau meninggikan suaranya

” Seharusnya aku yang bertanya padamu !!! Ada apa dengamu Son Hyun Woo !! Aku mengerti bila kau mengatakan kau tidak mempunyai kekasih tapi mengatakan kau belum menemukan yeoja yang tepat. Apa itu tidak keterlaluan?!!! ” Irene berteriak semakin keras

Ingin sekali Shownu bertanya pada Irene apa bedanya tidak mempunyai kekasih dan belum menemukan yeoja yang tepat. Mereka berdua sama sama tahu itu hanyalah alasan untuk menutupi hubungan mereka berdua. Tidak bisakah Irene mengerti?

” Itu hanya alasan untuk menutupi hubungan kita Irene – ah. Mengapa kau marah? Seharusnya aku yang marah karena kau mengatakan pada yang lain aku tengah berkencan ”

” Memang kita sedang berkencan kan?!! ” Irene masih saja berteriak

Shownu menghela nafas mencoba sabar agar tidak balas berteriak pada Irene. ” Aku tahu tapi apa teman yang lain perlu tahu? ”

” Ne , semua orang harus tahu kita berkencan ! Semua orang harus tahu aku adalah kekasihmu !! ”

Kesabaran Shownu mulai habis karena Irene tidak berhenti berteriak padanya dan keinginan gadis itu untuk selalu mempublikasikan hubungan mereka. Apakah Irene berpikir masalah mereka hanya Kris saja? Bagaimana dengan tanggapan satu sekolah setelah tahu mereka berkencan dan mengkhianati Kris? Bukan hanya Irene , Shownu juga akan menjadi bahan perbincangan satu sekolah.

Shownu maju selangkah mendekati Irene ” lebih baik kita berakhir Irene – ah daripada satu sekolah tahu kita berkencan ” Shownu tidaklah berteriak namun dari nada bicaranya yang tajam dan serius , Irene sadar kekasihnya tidak main main saat ini.

Irene tidak berteriak atau bicara lagi mendengar ancaman Shownu , sejak kapan namja itu mulai berani menggeretak dan mengancamnya dengan kata perpisahan. Irene selalu berpikir Shownu tidak akan berani padanya tapi sekarang ia disadarkan pemikirannya selama ini salah. Apa ini karena Shownu akan menjadi seorang idol?

Shownu meninggalkan Irene begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi , sementara Irene hanya bisa mengigit bibirnya kesal.

—————–

Keesokan Harinya

Mendapat peringatan dari Shownu sepertinya tidak membuat Irene jera dan berubah , terbukti ia sengaja bergabung dengan Shownu dan teman temannya saat menikmati makan siang.

” Seohyun – ah ” sapa Irene

” Annyeong ” balas Seohyun

” Bolehkah kami bergabung? ”

Seohyun mengangguk ” tentu saja ”

Shownu langsung memasang ekspresi tidak senang dan gelisahnya , ia tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi dan pada akhirnya ia harus bertengkar hebat dengan Irene. Shownu pun mengirim pesan pada Irene memintanya agar segera pergi dan pindah ke meja lain.

Irene membaca pesan dari Shownu namun ia tidak berniat untuk pindah dari sini , sementara ketiga temannya yang lain sedang mengantri makanan.

” Shownu – ya , apa kau mau ku kenali dengan seseorang? ” ujar Minhyuk tiba tiba

” Siapa? ”

” Kau kenal Sowon kan? Murid kelas sepuluh. Dia seorang model ”

” Aku tidak berniat mengencani model ”

” Lalu bagaimana tipe idealmu? ”

” Aku suka gadis berambut panjang dengan senyum manis , dia harus pintar dan pandai bergaul ” jelas Shownu

Irene tersenyum , pasti Shownu sedang menggambarkan  dirinya saat ini.

” Jessica? ” ujar Wonho

” Jessica Jung? Kau sangat beruntung bila kau berkencan dengannya Shownu – ya . Dia murid paling pintar disekolah kita dan murid kesayangan semua guru disini. ” tambah Seohyun

Shownu tersenyum tipis membayangkan bagaimana perasaan Irene saat ini , dia sangat tahu betapa kekasihnya sangat membenci Jessica dan sekarang semua orang yang berada disini tengah memuji Jessica. Namun bukannya menghentikan teman temannya agar membicarakan Jessica dan menjaga perasaan Irene , Shownu semakin sengaja membicarakan Jessica.

” Apa aku harus mendekati Jessica? ” tanya Shownu pada Seohyun

—————-

Jessica berlari menghampiri Lay dan Bora ke kantin , tadi ia harus mengumpulkan tugas ke ruang guru dan mengobrol dengan Nam Songsaenim sebentar. Jessica segera mengantri untuk mendapatkan makanan.

Jessica berjalan ke meja Lay dan Bora  setelah mendapatkan makanan dan tiba tiba saat ia akan melewati meja Irene . Ia tergelincir karena lantai yang licin membuat Jessica terjatuh dan nampan makanan yang dibawanya pun jatuh berantakan. Sontak Jessica menjadi perhatian satu kantin , Lay dan Bora langsung menghampiri Jessica untuk membantunya berdiri. Jessica memegangi kepala yang sakit akibat tergelincir tadi.

” Aigoo Jessica. Apa kau baik baik saja? ” tanya Irene sembari beranjak berdiri dari tempat duduknya.

Jessica tidak bisa menjawab karena kepalanya masih sangat sakit akibat terbentur lantai cukup keras.

” Yeri – ya! Apa kau sengaja?  lain kali kau harus lebih berhati hati ! Lihat karena kau tidak menaruh botol minum dengan benar Jessica terjatuh ! Tolong maafkan Yeri ” Irene malah memarahi dan membentak Yeri

Lay tidak menanggapi Irene dan membawa Jessica pergi dari kantin. Bora membawa Jessica ke toilet untuk membersihkan seragamnya yang cukup kotor sementara Lay pergi ke lapangan basket untuk memberitahu Kris tentang Jessica.

Kris berhenti bermain dan berlari ke pinggir ketika melihat Lay ” apa kau merindukanku? Baru 15 menit…… ” Kris tidak jadi bercanda saat Lay menunjukan ekspresi serius. Tidak biasanya Lay serius seperti ini.

” Jessica terjatuh tadi di kantin ” ungkap Lay

” Wae?!! Ah gadis itu selalu saja tidak memperhatikan jalan dengan benar. ” Kris yang tadi khawatir menjadi marah bila ingat Jessica memang sering jatuh karena ulahnya sendiri.

” Tunggu ….. Lalu mengapa kau seperti ini? ” tanya Kris heran dengan sikap Lay. Sahabatnya itu terlihat sangat kesal dan marah saat ini

Tujuan Lay berjalan jauh ke lapangan basket bukanlah untuk memberitahu Jessica terjatuh , ia bisa menelofon atau mengirim pesan untuk mengabari Kris. Namun tujuannya kesini untuk memberitahu kebenaran yang ada , Lay bersumpah ingin sekali memberitahu Kris tapi ia yakin sahabatnya tidak akan percaya dan menuduhnya berbohong, Lay tidak punya bukti untuk ditunjukan pada Kris. Seandainya saja ia bisa merekam kejadian di kantin tadi saat Irene secara sengaja menumpahkan air saat Jessica hendak lewat tadi dan saat Irene dengan tidak tahu malunya menyalahkan Yeri. Sungguh Lay tidak pernah menyangka jika Irene bisa sejahat ini , entahlah apa tujuan Irene melakukan ini pada Jessica. Kalau ini semua karena masalah Kris , Irene bisa meminta Kris atau Jessica untuk menjaga jarak. Sekalipun Lay tidak pernah mendengar kabar dari Kris jika Irene marah atau cemburu dengan kedekatan mereka berdua.

” Lay? ” panggil Kris karena Lay terlalu lama diam

” Terserah kau percaya padaku atau tidak Kris – ah , tapi tadi aku melihat sendiri Irene sengaja membuat Jessica terjatuh.  Jika ini semua karenamu kuharap kau melakukan sesuatu ” Lay memutuskan untuk mengungkap kebenaran entahlah Kris akan percaya atau tidak. Ia tidak berniat untuk menjelekan Irene pada Kris , Lay hanya ingin Kris melakukan sesuatu agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

————–

Di tempat berbeda , Yeri berlari menghampiri Irene yang tengah duduk di sebuah koridor sepi seorang diri.

” Ya Irene – ah !! Apa yang kau lakukan? Bagaimana kau bisa bertindak seenaknya dan menyalahkanku? ” pekik Yeri marah

Irene menutup buku dan menatap lawan bicaranya enteng ” wae? kau tidak suka? ”

” Tentu saja !! Apa kau tidak akan marah bila kau ada di posisiku? ”

” Ne , aku tidak akan marah dan aku akan membantu temanku. Jadi pergilah , aku harus belajar ”

” Dengar Irene – ah , kalau kau mau menganggu Jessica. Jangan pernah membawa namaku lagi ! ” ucap Yeri final lalu pergi , Seulgi berlari menyusul Yeri.

Wendy menggelengkan kepalanya tidak percaya , meskipun sudah mencelakakan Jessica dan menyalahkan Yeri . Irene masih bisa santai dan tetap belajar , semakin hari Wendy semakin muak dengan tingkah Irene.

” Sejak kapan kau seperti ini Irene – ah? ” ucap Wendy kemudian meninggalkan Irene untuk menemui Yeri.

Shownu berjalan menghampiri Irene ketika tidak sengaja melihat kekasihnya sedang bertengkar dengan Yeri tadi. Irene tidak semangat dan senang seperti biasa , tentu saja ia belum melupakan pertengkaran mereka kemarin.

” Irene – ah ” panggil Shownu

Irene tidak menatap Shownu dan tetap fokus membaca buku pelajaran

” Apa kau sengaja membuat Jessica terjatuh? ”

Irene terkejut bagaimana bisa Shownu tahu , kalau namja itu tahu mungkinkah teman teman yang lain juga tahu kalau ia sengaja menumpahkan air pada saat Jessica lewat. Namun Irene berusaha tetap tenang

” Apa aku seburuk itu? ” tanya Irene tetap santai

” Anni… kau tidak seburuk itu tapi kau jauh lebih buruk. Aku mengerti bila kau sirik dan selalu iri pada Jessica , tapi sekarang kau sudah berani menyakitinya. ”

Irene mendongak menatap Shownu ” Irene – ah hentikan….sifat iri dan ambisiusmu itu mulai menakutiku ”

Shownu segera pergi , ia sengaja mencari Irene hanya untuk mengingatkan agar kekasihnya tidak bertindak keterlaluan dengan cara menyakiti Jessica. Shownu setidaknya masih peduli dengan mencoba menyadarkan Irene saat ini.

—————

Irene mendapati Kris tengah bersandar di depan kelasnya , tentu saja Irene lah tujuan Kris datang kesini.

” Aku malas bicara denganmu , kojo ” ucap Irene lalu melewati Kris begitu saja. Kris segera menahan lengan Irene

” Aku tahu semuanya Irene – ah , wae? Mengapa kau melakukannya? ”

Irene menoleh pada Kris , setelah Shownu tadi sekarang Kris juga datang kesini hanya karena Jessica. Mengapa semua orang seolah membela Jessica? Irene tidak peduli lagi bagaimana Kris bisa tahu ia sengaja menyakiti Jessica dan sudah terlalu malas membalas masalah ini.

” Aku tidak tahu pasti apa alasanmu , entah kau memang tidak pernah menyukai Jessica atau karena kau tidak senang aku dekat dengan Jessica. Apapun itu , jangan pernah menganggu Jessica lagi ” ujar Kris lalu melepaskan lengan Irene kasar

Satu tahun berkencan dengan Irene membuat Kris sangat mengenal kekasihnya itu. Mungkin jika orang bertanya pada Kris apa kekurangan Irene , dia akan mengatakan Irene memiliki satu sifat yang sangat buruk yaitu ambisius. Irene memang tidak senang berada di posisi dua atau tiga , ia selalu ingin menjadi yang pertama. Namun sayangnya itu sangat sulit dicapai selama gadis bernama Jessica Jung masih ada di sekolah mereka. Kris tentu tidak lupa dulu Irene pernah mengeluh karena tidak bisa mengalahkan Jessica. Mungkinkah Irene tidak menyukai Jessica dan sengaja menyakitinya? Kris tidak yakin karena Irene tidak pernah membicarakan atau mengatakan dia tidak menyukai Jessica , lagipula Irene tidak mungkin sejahat itu.  Disisi lain bisa saja walaupun bersikap tidak peduli , Irene diam diam tidak suka dengan kedekatan mereka berdua.  Kris semakin bingung apa alasan sebenarnya Irene menyakiti Jessica , tapi apapun itu Kris yakin pasti itu ada hubungan dengan dirinya.

Irene menoleh memandang punggung Kris dari belakang , menatapnya penuh kebencian. ” Aku semakin membencimu Jessica ” ucap Irene.

TBC…….

Ini buat kalian yang belum tahu Shownu selingkuhan Irene itu , leader Monsta X.  Cakep kok🙂 kkk

tumblr_nxud2z8Dmq1uw0vc5o1_1280

58 thoughts on “If You Do (Chapter 3)

  1. jessie nya sabar banget buat dapetin kris…krisnya juga ga mutus mutusin irene…irene nya nyebelin sumpah…

  2. Ya ampun kris so sweat banget beliin sepatu buat jess, tapi jess kasihan harus dihukum padahal dia ngerjain tugas.. kris sih kenapa juga nggk ngerjain tugas padahal udah dikirimin jawaban sama jess..
    udah deh kris jangan ngalah mulu sama Irene sesekali ngelawan juga nggk masalah toh Irene udah nggk ada perasaan buat kamu
    ditunggu next chapter

  3. Konfliknya makin panaassss
    Gerah gue baca pas ada irene nya
    Untung aja pas bagian jessica ama kris bisa ngademin hati :v
    Penasaraan sama akhir cerita ini
    Gimana pas akhirnya kris ama jessica apa bakalan pisah karna jessica harus ke london
    Ahh mewek dah entar guee
    Lanjut thor!

  4. mending kris cepet putus dah. cepet jadian ama sica. gantung. disini aku suka ama karakter sica yang ceria gt. dan agak sebel sih ama sifat irene

  5. Aduh author 😢 aku kasihan sama jessica unnie 😢 kok dia bisa sabar banget ya ? Aku kok jadi benci perannya kris oppa ya di chapter ini 😡 apalagi aku paling benci sama si irene 😡 pengen ngamuk #plak 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s