If You Do (Chapter 4)

image1

Author :  ea ^⌣^

Genre : Comedy , Romance , School-Life

Lenght : Chapter

Main Cast :
Jessica Jung
Kris Wu
Irene (Red Velvet)

Support Cast :
Lay (EXO)
Jung Hoseok (BTS)
Yoon Bora (Sistar)
Red Velvet Member

Aku sedikit kaget baca komentar di chapter 3 tentang irene yang berperan jadi tokoh antagonis disini , kayanya beberapa kalian ga kebayang atau ga terima Irene jadi tokoh antagonis disini. Diingatkan kembali ya , ini hanya fanfiction dan fiksi. Aku yakin Irene juga ga ambisius kaya di ff ini , well aku milih Irene bukan karena aku benci atau haters. Irene itu bias aku di red velvet , so dimohon ya kalian jangan salah paham atau berpikir aku milih Irene karena benci. Gomawo :))

Happy Reading \^o^/

” Apa kau baik baik saja? ” tanya Kris setelah kembali dari kelas Irene dan langsung mendatangi meja Jessica.

” Ne , gwenchana ” jawab Jessica dengan senyum cerianya setiap kali melihat Kris.

” Baiklah , aku lega mendengarnya ” ucap Kris final lalu kembali ke mejanya

————–

Keesokan Harinya

” Kris !! ” Lay berteriak heboh begitu tiba di kelas

” Wae? ” jawab Kris malas karena sahabatnya begitu heboh pagi ini.

” Minggu ini Civil War tayang , kita harus menontonnya !! ”

Kris seketika mengerti mengapa Lay sangat heboh dan antusias pagi ini dan ini semua karena film kesukaannya. Lay memang penggemar berat Marvel dan ia selalu mengikuti film Marvel terutama Captain America.

” Kapan? ”

” Besok ”

Kris tiba tiba tersenyum tidak jelas bukan karena ia senang film Civil War akhirnya rilis tapi ini karena terpikirkan seseorang untuk diajak menonton dan orang itu pasti bukan Lay.

” Mian , aku tidak bisa menonton denganmu ”

” Ya !! Waeyo ? ”

” Aku ingin mengajak Jessica ”

Lay tidak bisa lagi marah atau memaksa Kris agar menonton bersamanya , walaupun kecewa karena Kris tidak akan menemaninya. Setidaknya ia rela kalau itu bisa membuat Kris semakin dekat dengan Jessica.

” Arraseo , aku bisa menonton sendiri ”

————–

” Sica – ya , aku ingin menonton besok “Kris mengirim pesan pada Jessica , tidak butuh waktu lama kurang dari sepuluh detik Kris sudah menerima balasan.

” Lalu? “

Kris menatap layar handphonenya datar , bagaimana bisa Jessica menjawab seperti ini seolah tidak peduli ? Apa gadis itu tidak mengerti ini hanyalah cara lain untuk mengajaknya menonton?

” Aku hanya memberitahumu “

” Arraseo , selamat bersenang senang dengan Lay “

Kris mengacak ngacak rambutnya frustasi , lebih baik Jessica selalu percaya diri daripada menjadi tidak peka seperti ini. Bagaimana caranya membuat gadis itu mengerti kalau Kris ingin mengajaknya menonton bersama tanpa harus mengajaknya secara langsung?

—————

Jessica tengah berada di ruang keluarga bersama Hoseok , mereka berdua terlihat sangat serius dan fokus menonton tv sesekali tertawa puas dan tersenyum sendiri. Mungkin inilah yang membuat Jessica tidak mendapat maksud ucapan Kris. Ini semua karena Jessica dan Hoseok tengah menonton kartun Larva , mereka berdua adalah penggemar berat Larva.

Drrt Drrt

Jessica menjawab panggilannya tanpa melihat siapa yang menelofon terlebih dahulu.

” Sica – ya ! “

” Eoh? “ Jessica menjawab tanpa melepaskan tatapannya dari tv.

” Mengapa kau tidak membalas pesanku? “

” Ini siapa… tunggu… sepertinya aku mengenal suaramu. Ini… Ini Kris? Kris??!! “ Jessica beranjak berdiri dan tertawa bahagia menyadari Kris lah yang menghubunginya saat ini.

” Ya ! Aku sudah bicara sedaritadi dan kau baru menyadari ini aku? “ pekik Kris tidak percaya.

” Kris !! Mengapa kau menelofonku? “ Jessica mulai bersuara imut dan semanja mungkin.

” Apa kau ada acara besok? Aku ingin mengajakmu menonton ….. “

” Tidak “ Jessica memotong ucapan Kris cepat

” Aku tidak bisa melewatkan kesempatan untuk menonton bersamamu “ lanjut Jessica bercana

” Ya! ” Kris sudah sangat malu tadi bila Jessica menolak ajakannya , setelah menelofon dan memberanikan diri untuk mengajak menonton secara langsung sangat tidak lucu bila Jessica menolaknya.

—————

Keesokan Harinya

Jam baru menunjukan pukul 9 tapi Jessica sudah bersiap siap , padahal masih tiga jam sebelum mereka bertemu. Jessica masih bingung baju apa yang harus ia kenakan hari ini , ingin terlihat baik di depan Kris tapi apapun yang ia pakai malah terlihat buruk. Haruskah Jessica pergi ke mall untuk membeli baju sekarang juga? Sudah tak terhitung berapa banyak baju yang ia coba tapi tidak ada yang menarik baginya. Jessica segera berlari ke kamar Hoseok dan membangunkan adiknya yang masih tertidur pulas. Jessica menarik Hoseok paksa dan membawanya ke kamar untuk membantu memilihkan baju.

” Bagaimana menurutmu? ” tanya Jessica

Hoseok sebenarnya tidak tahan melihat nunanya bergaya seperti anak kecil dengan memakai kaos putih polos dan overall jeans , tapi ia terlalu malas untuk mendengarkan pertanyaan nunanya yang lain.

” Nuna – ya !!! Kau sangat cantik ! Astaga , kau benar benar seorang barbie ! ” Hoseok bertepuk tangan heboh

” Benarkah? ” Jessica tersipu malu

” Ne , pakai tas dan jaket ini lalu kau akan semakin cantik ” Hoseok mengambil tas berwarna putih dan jaket baseball yang berada di dekatnya. Ia tidak ingin Jessica bertanya lagi apa yang harus dipakainya lagi.  Setelah itu Hoseok kembali ke kamarnya dan mengunci kamarnya kali ini agar Jessica tidak bisa masuk dan menganggunya lagi.

Jessica mengaca memastikan penampilannya sudah cukup baik hari ini , mungkin saja Kris bisa langsung jatuh cinta padanya. Jessica tersenyum sendiri membayangkan apa yang akan ia lakukan bersama Kris hari ini

——————

Di tempat berbeda , Kris juga tidak kalah sibuk memilih baju yang harus ia pakai hari ini. Mereka hanya pergi menonton dan mungkin makan bersama nanti , tapi sepertinya Kris menganggap ini sebagai kencan dengan mencoba berpakaian sebaik dan serapi mungkin.

Setelah satu jam memilih baju Kris memutuskan untuk memakai kemeja putih panjang , celana hitam dan sepatu berwarna putih ditambah beanie agar menambah sempurna penampilannya.

” Jessica benar , aku tidak kalah tampan dari Song Jong Ki ” ujar Kris memuja dirinya sendiri di depan kaca.

” Ah bagaimana ini , aku benar benar tampan ” ujar Kris lagi tidak bisa berhenti memuja ketampanannya sendiri.

Kris melihat jam ditangannya , satu jam lagi sebelum mereka bertemu dan sebaiknya ia pergi sekarang daripada terlambat. Nyonya Wu menghampiri Kris menyadari penampilan tidak biasa putra semata wayangnya , jarang sekali beliau melihat Kris berpenampilan seperti ini . Nyonya Wu sangat tahu bagaimana Kris tidak suka memakai kemeja kecuali acara penting tapi melihat anaknya memakai kemeja pasti hari ini sangat penting baginya.

” apa kau akan pergi berkencan? ” tanya Nyonya Wu

” Anniya eomma , aku akan pergi bersama teman ” Kris menyangkal

” Teman? Apa kau berpakaian seperti ini hanya untuk pergi bersama teman? Aku tidak yakin ” nyonya Wu menggoda , Kris hanya tertawa dan segera berpamitan pada sang eomma.

————–

Kris memutar langkahnya ke toilet saat melihat Jessica tengah duduk di sebuah kursi. Mengapa ia merasa sangat gugup dan jantung berdetak lebih cepat dari biasanya? Kris tidak mengerti mengapa ia tiba tiba seperti ini dan bersikap seolah ini adalah kencan.  Ini bukan kencan dan ia hanya menonton bersama Jessica , mereka hanya menonton.

” Mengapa aku seperti ini? ” ucap Kris sembari memegangi dadanya lalu menarik nafas dalam dan membuangnya.

” Ini tidak benar ” Kris memasang ekspresi dingin dan datar diwajahnya seperti seorang Kris Wu yang semua orang kenal kemudian menemui Jessica.

” Kris ” sapa Jessica ceria ketika Kris tiba di hadapannya. Kris tidak menjawab dan memasang ekspresi dingin.

” Ayo kita beli popcorn dan minuman dulu ” ajak Jessica , Kris mengangguk dan mengikuti gadis itu.

Kris tidak banyak bicara dan fokus menonton film , beruntung film mereka langsung mulai tak berapa lama setelah mereka bertemu. Jadi Kris bisa menghilangkan perasaan aneh dan bodoh yang ia rasakan dengan cepat. Kris menoleh beberapa kali pada Jessica , gadis itu beberapa kali memejamkan mata dan memegang pegangan kursi. Ada apa dengan Jessica? Namun Kris kembali fokus dan mengambaikan sikap aneh Jessica.

” Captain America sangat keren ” gumam Kris tanpa sadar

” Anni , kau jauh lebih keren ” sanggah Jessica cepat

Kris tertawa lalu menoleh pada gadis itu sebentar ” siapa yang lebih tampan? Aku atau Chris Evans? ”

” Tentu saja kau Kris , dia tidak ada apa apanya dibandingkan denganmu ”

Kris kembali tertawa , seandainya Lay bisa mendengar ini. Tidak hanya Song Jong Ki , Chris Evans pun tidak bisa mengalahkan ketampanannya. Kris dan Jessica kembali menonton dalam diam sampai tiba tiba gadis itu memegang lengan Kris dan memejamkan matanya kuat kuat. Mereka tidak sedang menonton film horor atau thriller tapi Jessica terlihat sangat takut sekali.  Kris bingung apa yang Jessica takutkan , karena di film ini tidak ada yang menakutkan menurutnya. Namun mempertanyakan apa yang membuat Jessica takut tidaklah penting saat ini karena yang harus Kris lakukan adalah meyakinkan gadis itu tidak ada yang perlu ditakuti dan semua baik baik saja.

Kris mengambil tangan Jessica yang memegang lengannya dan sebagai ganti ia menggenggam tangan gadis itu. Jessica sangat terkejut dengan apa yang Kris lakukan tapi bila dia bertanya atau mengatakan sesuatu bisa saja Kris melepaskan tangannya saat ini juga. Jessica tidak bisa menahan senyum bahagianya saat ini juga , ingin sekali dia berteriak dan menari karena terlalu bahagia. Kesempatan ini tidak boleh ia lewatkan begitu saja , Jessica balas menggenggam tangan Kris erat. Kini giliran Kris yang tersenyum sadar Jessica membalas genggaman tangannya.

Kris melepaskan tangan Jessica begitu lampu kembali menyala dan ingin sekali berjalan lebih dulu karena terlalu malu dengan apa yang ia lakukan tadi. Kris tidak menyesal menggenggam tangan gadis itu , ia hanya takut Jessica akan bertanya atau membicarakan masalah ini. Namun Kris sadar ia tidak  bisa meninggalkan Jessica lebih dulu disaat bioskop begitu ramai dan sesak seperti ini. Kris berpindah ke belakang Jessica memastikan gadis itu agar tidak terjatuh atau berdesakan dengan orang lain.

Setelah keluar dari bioskop , mereka memutuskan untuk ke cafe sebelah dan makan karena hari sudah mulai sore.

” Kris – ah film tadi sangat seru ” ujar Jessica

Ingin sekali Kris tertawa karena ia tahu Jessica sama sekali tidak senang atau menikmati film yang mereka tonton.

” Kau yakin? Aku rasa kau tidak menonton tadi ”

” Anni , aku…. ”

” Waeyo? Apa yang salah? ”

” Sebenarnya aku takut gelap dan mendengar suara yang sangat keras seperti tadi. ” Jessica bercerita

Kris sekarang mengerti mengapa Jessica sangat takut tadi mengingat effect sound film tadi memang cukup hebat. Setidaknya sekarang ia tahu hal yang Jessica takuti , untuk kedepannya ia akan lebih berhati hati saat memilih film yang mereka tonton dan tidak membuat Jessica ketakutan.

” Mianhae aku tidak tahu ” ucap Kris , bagaimana ia harus meminta maaf karena ialah yang seenaknya memilih film.

” Anniya , aku tidak masalah selama aku bersamamu Kris – ah ”

Kris menggelengkan kepalanya lalu tersenyum penuh arti. Mengapa ucapan Jessica tadi membuatnya merasakan sesuatu yang tidak biasa? Perasaan aneh yang membuatnya bahagia dan senang karena setidaknya Jessica merasa aman saat bersamanya.

Selama makan Jessica tidak bisa berhenti memperhatikan Kris. Ia bersumpah Kris sangat tampan hari ini    memakai kemeja dan ditambah lagi beanie membuat namja itu semakin keren. Jessica diam diam mengambil handphonenya dan membuka fitur camera lalu mengambil foto Kris diam diam , tidak hanya sekali tapi puluhan kali ia mengambil foto namja itu.

Jangan pikir Kris tidak sadar apa yang Jessica lakukan , ia tidak marah atau mengatakan apapun tapi Kris langsung mengambil handphone Jessica.

” Mianhae , aku hanya ingin mengambil fotomu. ” ucap Jessica meminta maaf , ia tidak ingin Kris marah dan menghapus foto namja itu.

” Mianhae Kris – ah ” ucap Jessica lagi sambil menunduk dan memanyunkan bibirnya.

” Kemarilah ” Kris memanggil

Jessica bingung apa yang akan Kris lakukan , sepertinya ia sangat marah sampai harus meminta Jessica mendatanginya. Gadis itu tidak berani menatap mata Kris dan terus menunduk , sudah sangat siap bila Kris  memarahinya. Namun Kris justru tidak berniat memarahinya , ia malah membuka fitur kamera dan mengajak Jessica berfoto

” Cha…ayo kita foto ” ajak Kris

Jessica tentu saja kembali ceria dan langsung memasang senyum terbaiknya dan berpindah kesebelah Kris. Setelah beberapa kali mengambil selca , Kris mengembalikan handphone Jessica.

” Gomawo Kris ” ucap Jessica senang.

Kris hanya mengangguk , entah untuk apa Jessica berterimakasih menurutnya. Mereka hanya berfoto bersama dan itu bukanlah apa apa , mungkin bagi Jessica ini sangatlah spesial. Hal hal kecil dan tidak penting yang Kris lakukan padanya mempunyai arti tersendiri baginya.

————–

” Kemana kita sekarang? ” tanya Jessica begitu keluar dari cafe

” Ayo pulang , hari sudah mulai gelap ”

” Ah shireo , aku masih ingin bersamamu Kris – ah ”

” Sebentar lagi malam Sica – ya ” Kris mengingatkan

Jessica tidak peduli bila hari sudah malam atau pagi sekalipun , selama ia bersama Kris ia rela tidak pulang ke rumah atau tidak tidur pun. Jessica berlari meninggalkan Kris dibelakang dan duduk di sebuah bangku kosong yang menghadap langsung ke sungai. Kris terpaksa menyusul dan membiarkan Jessica berada disini lebih lama , untuk beberapa saat mereka hanya memandang sungai dan sibuk dengan pikiran mereka masing masing.

” Kris – ah ” panggil Jessica

” eoh? ”

” Aku baru sadar mantan kekasihmu banyak sekali Mijoo , Haeryong , Jisoo , Yura dan….. ”

” Anni ! Mereka bukan mantan kekasihku dan kami tidak pernah berkencan ! ” sanggah Kris cepat

” Benarkah? Tapi semua orang menyangka kalian berkencan ”

” Itu hanya gosip murahan yang mereka buat sendiri ”

” Oh ”

” Mengapa kau membawa masa laluku? Memangnya kau tidak pernah berkencan sebelumnya ”

Jessica nampak berpikir ” berkencan? Aku tidak yakin ”

” Pasti banyak namja yang mendekatimu kan? Kau pintar , cantik , baik dan bisa dibilang kau sempurna. ”

Jessica tiba tiba tersenyum mengingat cinta pertamanya dan itu membuat Kris sebal. ” Anni , aku pernah dekat dengan seseorang Kris – ah. Dia sangat baik …… ”

” Aku tidak ingin tahu ” potong Kris , ia tidak ingin mendengar apapun tentang cinta pertama Jessica itu. Bagaimana bisa gadis itu membahas masa lalu ketika Kris ada disini disebelahnya? Kris merasa tidak senang mendengar Jessica membicarakan dan memuji cinta pertamanya dulu. Sekalipun ia tidak pernah memuji yeoja lain di depan Jessica.

” Dia juga sangat….. ” sepertinya Jessica belum juga menyadari Kris merasa cemburu saat ini. Kris beranjak berdiri dan maju beberapa langkah lebih dekat dengan sungai. Jessica menyusul Kris dan berdiri tepat di sebelahnya.

” Kris – ah ” panggil Jessica

” Apalagi? ” sungut Kris , paling gadis itu hanya ingin memuji cinta pertamanya lagi

” Aku menyukaimu Kris , mungkin ini terdengar tidak malu bagimu tapi aku benar benar menyukaimu. Aku tahu sangat tidak mungkin kau menyukaiku pada akhirnya tapi Kris – ah berjanjilah satu hal padaku. Jangan pernah memintaku untuk tidak peduli padamu dan menjauh dari hidupmu karena tidak peduli bagaimana kau berteriak memintaku untuk pergi , aku tidak akan meninggalkanmu ” ujar Jessica. Kris bisa merasa keseriusan gadis itu dan soratan matanya membuat ia semakin yakin.

Kris tidak tahu bagaimana harus menanggapi pengakuan Jessica ini dan tidak ada yang bisa ia katakan atau lakukan. Keadaan akan semakin canggung bukan bila ia menjawab atau menanggapi Jessica ?

” Ayo pulang , disini mulai dingin ” Kris mengalihkan pembicaraan dan berjalan mendahului Jessica.

” Aku akan mengantarmu pulang ” ucap Kris lagi. Jessica segera berlari dan mengejar Kris , apa ia salah dengar atau memang Kris ingin mengantarkannya pulang.

” Kau ingin mengantarkanku pulang? Apa aku tidak salah dengar Kris – ah? ” tanya Jessica memastikan.

” Ne , aku akan mengantarmu pulang Jessica Jung ”

Jessica nampak sangat senang melompat kegirangan dengan tawa cerianya seperti anak kecil ” gomawo Kris – ah ”

Sedangkan Kris ikut tertawa melihat Jessica yang terlihat sangat bahagia. Ini pertama kalinya ia melihat Jessica sebahagia ini dan ini semua karena Kris akan mengantarkannya pulang. Kris tidak pernah tahu bila membuat Jessica bahagia sangatlah mudah.

Sepanjang perjalanan Kris dan Jessica tidak banyak bicara , ia ingin mengajak Jessica mengobrol tapi otaknya terlalu buntu memikirkan hal apa lagi yang harus mereka bicarakan. Mereka hampir bersama setiap hari dan tidak pernah sehari pun mereka lewati tanpa mengobrol walaupun itu hanyalah hal hal tidak penting. Sementara Jessica tidak bisa berhenti tersenyum dan bersyukur entah kebaikan apa yang ia lakukan hari ini sampai Kris sangat baik padanya hari ini. Dimulai dari Kris mengajaknya menonton , menggenggam tangannya saat ia ketakutan dan terakhir mengantarkan Jessica pulang. Bukankah ini perkembangan bagus dalam hubungan mereka?

Kris sesekali menoleh menatap Jessica yang tengah tersenyum. Gadis itu sangat jauh berbeda dengan Irene , tidak peduli apapun yang terjadi Jessica selalu tersenyum dan itu membuat Kris merasa senang dan merasa tenang melihat senyumannya. Kris bahkan tidak ingat terakhir kali kapan Irene tersenyum padanya dan membuatnya tersenyum. Mungkin inilah alasan mengapa Lay bilang sikapnya berubah seperti orang jatuh cinta , ini semua karena Jessica selalu membuatnya tersenyum. Tiba tiba Kris teringat ucapan Jessica tadi

“Aku tahu sangat tidak mungkin kau menyukaiku pada akhirnya tapi Kris – ah berjanjilah satu hal padaku. Jangan pernah memintaku untuk tidak peduli padamu dan menjauh dari hidupmu karena tidak peduli bagaimana kau berteriak memintaku untuk pergi , aku tidak akan meninggalkanmu “

” Aku juga tidak berniat memintamu pergi dari hidupku Sica – ya , kau sudah datang dan kau sudah terlambat bila kau ingin pergi ” gumam Kris tanpa sadar.

” Apa yang kau katakan? ” tanya Jessica

” Anni , bukan apa apa ” jawab Kris cepat.

—————–

Setiba di rumah Jessica , Kris tidak bisa berhenti menganggumi betapa besar dan mewahnya rumah gadis itu. Kris tidak pernah tahu kalau Jessica sangatlah kaya dan ini semua karena dia selalu berpenampilan sederhana tanpa pernah memamerkan barang barang mewah yang ia miliki seperti remaja pada umumnya.

” Ayo kita minum teh sebelum kau pulang Kris ” ajak Jessica

” Anniya tidak perlu , aku harus segera pulang ” tolak Kris , tentu saja ia menolak bagaimana bila ia masuk dan bertemu keluarga Jessica.

” Kau yakin Kris? ”

” Ne , masuklah sekarang ”

” Anniya , aku ingin mengantarkanmu pulang Kris – ah ”

Kris memasang wajah datarnya , setelah ia berjalan selama lebih dari setengah jam untuk mengantarkan Jessica pulang. Sekarang gadis itu ingin mengantarkannya pulang juga. Apa Jessica bercanda?

” Apa bedanya aku mengantarkanmu dan kau mengantarkanku? ”

Jessica tertawa , bodoh memang ucapannya tadi. ” Kekeke kau benar ”

” Masuklah , aku akan pulang sekarang”

” Anni , kau pergi dulu lalu aku akan masuk ”

” Anni , kau masuk duluan ”

” Anni , aku harus memastikan kau pulang dengan selamat Kris – ah ”

” Itu tugasku sebagai namja Sica – ya jadi sekarang masuk ke dalam rumah ”

” Anniya , kau pergi dulu Kris baru aku akan masuk ke dalam ” Jessica terus menolak untuk masuk ke dalam rumah dan ingin melihat Kris sampai namja itu menghilang dari pandangannya , tapi Kris pun ingin memastikan gadis itu masuk ke dalam rumah dengan selamat.

” Aku tidak akan pulang sampai kau masuk ke dalam rumah ” Kris melipat keduanya tangannya di depan dadanya dan menatap Jessica tajam menunjukan kalau ia marah saat ini.

” Kau membuatku semakin tidak ingin masuk ke dalam rumah Kris – ah ” Jessica memukul lengan Kris pelan

Bukannya takut dan langsung mengerti , Jessica malah menganggapnya bercanda. Kris tidak mengerti mengapa ia harus menunggu selama ini untuk membuat Jessica masuk ke dalam rumah? Seandainya ia bisa menarik Jessica paksa , ia pasti sudah melakukannya sedaritadi. Namun pertanyaan yang paling tepat adalah mengapa Kris harus repot repot memastikan Jessica masuk ke dalam rumah dengan selamat , padahal di rumah sebesar ini pasti ada penjaga yang bisa memastikan keamanan Jessica. Kris sangat aneh bukan?

” Masuk sekarang atau aku tidak akan mengajakmu berjalan jalan lagi ” Kris akhirnya mengancam dan inilah cara terakhir agar Jessica menurut. Jessica tentu saja takut pada ancaman Kris dan langsung masuk ke rumah tanpa berkata apapun lagi pada Kris. Sebelum ancaman Kris menjadi kenyataan yang sangat menakutkan.

Jam menunjukan pukul 11 malam tapi Kris belum beristirahat , sedaritadi ia hanya berbaring dan memandang langit langit kamarnya sembari tersenyum tidak jelas. Kris tidak gila , ia seperti ini karena mengingat Jessica dan semua yang mereka lakukan hari ini. Kris bahkan tertawa saat mengingat perdebatan mereka tadi karena Jessica menolak untuk masuk ke dalam rumah , mereka sudah seperti pasangan kekasih yang meributkan hal tidak penting. Mungkin setelah ini mereka akan bertengkar siapa yang akan memutuskan panggilan lebih dulu bila mereka bertelofon. Lucu sekali bukan? Ini normal bila mereka sepasang kekasih , tapi mengingat hubungan Kris dan Jessica yang hanyalah sebatas teman biasa atau dua anak remaja yang mungkin saling menyukai tapi terhalang oleh keadaan.

Semakin hari sikap Kris semakin aneh pada Jessica dan tidak mungkin ia tidak menyadari perubahannya ini. Seorang Kris Wu sebelum mengenal Jessica adalah seorang namja lemah yang selalu mengharapkan perhatian dan kasih sayang dari kekasihnya Irene , tidak seharipun terlewatkan oleh Kris tanpa memikirkan kesalahan dan apa alasan Irene seperti ini padanya. Namun sekarang keadaan sangat berbalik , jangankan mencari perhatian Irene memikirkan Irene pun tidak. Kris bahkan mulai berani melawan dan bersikap bila Irene memutuskannya itu bukanlah masalah besar baginya.

Jessica memang tidak pernah melakukan sesuatu untuk memisahkan mereka , meskipun ia sangat menyukai Kris. Jessica tidak memakai cara kotor dan licik untuk mendekati Kris tapi ia menggunakan cara yang tidak biasa yaitu dengan bersikap sok dekat dan tidak malu. Namun itulah yang berhasil menarik perhatian Kris dan membuat usaha Jessica tidak sia sia karena pada akhirnya sedikit demi sedikit Kris mulai bergantung dan membutuhkan kehadiran Jessica. Gadis itu selalu bersamanya setiap hari dan ada disaat Kris senang maupun sedih , selalu siap mendukung dan membantunya setiap saat. Kenyataan Jessica ada bersama Kris ketika Irene selalu mengabaikan dan menyakitinya , itulah yang terpenting.

—————

” Kris ” sapa Jessica sebentar lalu duduk di tempat duduknya. Kris mengangkat tangannya membalas dengan lambaian tangan. Jarang sekali Kris menyapa orang seperti ini.

” Bagaimana kencan kalian kemarin? ” Lay bertanya

” Begitulah ” jawab Kris sekenanya

” Aigoo , pasti kau senang sekali menonton bersama Jessica dibanding denganku ”

” Ne , aku sudah sering menonton bersamamu dan itu membosankan ”

” Ya !! ” pekik Lay marah

—————

Jessica bersembunyi di balik sebuah tembok sambil memperhatikan Kris yang tengah bermain basket di lapangan , ingin sekali menghampiri Kris tapi Jessica masih ingat saat namja itu marah dan memintanya untuk tidak datang saat ia sedang latihan.

” Ge , kekasihmu ” ujar Tao sambil melemparkan tatapannya pada Jessica. Kris mengangkat tangannya pertanda  izin untuk berhenti bermain dan menghampiri Jessica.

Jessica sudah siap berlari saat Kris berlari ke arahnya , namja itu pasti akan marah lagi bila tahu Jessica masih keras kepala dan terus datang kesini.

” Kris a…..ku…..aku hanya ingin memberikanmu ini , mianhae menganggumu. Aku akan segera pergi ” ucap Jessica terbata bata karena terlalu takut Kris akan marah. Jessica memberikan sebuah kantong dan hendak pergi tapi Kris menahan lengannya.

” Kemari ” ajak Kris kemudian membawa Jessica masuk ke dalam lapangan , semua anggota team basket langsung bersorak heboh dan menggoda Kris.

” Setelah Irene , sekarang Jessica. Kapten kita memang luar biasa ” ucap Himchan.

” Aku harus belajar mendapatkan yeoja dari Kris hyung ” tambah Kihyun . Kris tertawa menanggapi godaan teman temannya yang lain sementara Jessica menunduk malu di sebelah Kris.

Kris dan Jessica berhenti di sebuah bangku penonton di lantai atas , ia langsung membuka kantong pemberian Jessica yang berisikan kotak makanan. Tidak perlu bertanya lagi , Kris sudah tahu isinya pasti makanan bukan?

” Gomawo Sica – ya ” ucap Kris

” Ne , kau terus bermain basket dan jarang sekali makan saat jam istirahat. Apa kau tidak bisa bermain basket sepulang sekolah? ”

” Bisa saja ”

” Kurangi bermain basket saat jam istirahat Kris – ah agar aku bisa makan bersamamu ” Kris tidak menjawab

” Aku harus pergi sekarang Kris – ah , annyeong ” pamit Jessica sambil melambaikan tangannya lalu meninggalkan Kris sendiri.

Kris langsung membuka kotak makan pemberian Jessica begitu gadis itu pergi , baru saja membuka kotak makan Kris sudah dibuat tertawa karena Jessica menuliskan namanya dengan saos di atas telor dadar. Kris mengambil sendok dan mencoba nasi goreng kimchi buatan Jessica , baru sekali mencoba ia yakin sekali ini buatan Jessica sendiri bukan orang lain karena rasanya yang begitu hambar dan tidak jelas.  Walaupun nasi goreng kimchi buatan Jessica tidak layak dimakan tapi Kris tetap memakannya sampai tidak tersisa sedikitpun , ia bisa saja membuang atau memberikan pada orang lain karena gadis itu sendiri tidak akan tahu. Namun Kris sangat menghargai usaha Jessica untuk membuat ini , disaat ia tidak bisa memasak tapi setidaknya Jessica telah mencoba dan melakukan yang terbaik untuknya.

Kris mengambil handphone disaku celana dan mengirimkan pesan pada Jessica

” Nasi goreng buatanmu sangat luar biasa enak Sica – ya , jjang ”

” Benarkah? Aku bisa membuatnya setiap hari untukmu ” balas Jessica cepat

Kris tersenyum dan menaruh handphonenya kembali tanpa membalas pesan Jessica lagi , ia baru saja melakukan kebohongan terbesar pada Jessica. Kebohongan yang tidak akan pernah ia sesali dan kebohongan untuk membuat Jessica senang.

—————

Keesokan Harinya

Sepulang sekolah Jessica dan Kris tidak langsung pulang , mereka berdua masih berada di dalam kelas karena tadi Kris meminta Jessica untuk mengajarkan pelajaran fisika untuk tes mendatang. Tidak butuh waktu lama karena Kris dapat mengerti apa yang Jessica ajarkan dengan cepat.

” Apa kau sudah mengerti? ” tanya Jessica

” Ne ”

” Kau bisa menghubungiku kapan saja Kris – ah kalau kau tidak mengerti dan kesulitan ”

” Gomawo ”

Jessica membereskan buku dan memasukan ke dalam tas sementara Kris terlihat ingin mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya tetapi ragu. Ia ingin memberikan sepatu yang dibelikannya untuk Jessica beberapa hari , Kris merasa ia tidak bisa lagi menunda untuk memberikan ini. Namun ia mulai berpikir bagaimana bila Jessica tidak suka pilihannya atau bagaimana bila ternyata sepatu ini tidak cukup di kaki Jessica. Kris mulai berpikir negatif sendiri. Ia juga belum terpikir apa alasan yang tepat jika Jessica bertanya alasan Kris memberikannya sepatu. Haruskah Kris mengatakan ini semua sebagai ucapan terimakasih tapi disisi lain ia memang ingin memberikannya pada Jessica tanpa alasan apapun.

Setelah berdebat dengan pikirannya , Kris mengeluarkan box sepatu dan memberikannya pada Jessica. Sedangkan gadis itu terlihat bingung saat Kris memberikannya box sepatu itu.

” Untukmu ” ujar Kris tanpa menatap Jessica

Jessica tentu saja langsung senang dan membuka pemberian Kris. Beberapa saat ia terus menganggumi sepatu pilihan Kris , bukan karena ia menyukai model sepatu itu tapi karena ia senang ini adalah pemberian Kris. Jessica langsung mencobanya

” Wah bagaimana kau tahu ukuran sepatuku Kris ” ujar Jessica menyadari namja itu memilihkan ukuran sepatu yang tepat.

Kris bisa tersenyum lega sekarang kekhawatiran tidak menjadi kenyataan karena sepatu itu pas untuk Jessica dan gadis itu terlihat sangat menyukai pilihannya.  Jessica beranjak berdiri dan berpindah ke tempat Kris

” Kris – ah gomawo ” ujar Jessica . Kris mengangguk sebagai jawaban.

Jessica melompat kecil sembari tertawa , terlihat sekali ia sangat bahagia. Kris ikut tertawa melihat gadis itu tertawa. Kris senang melihat Jessica tertawa dan ia jauh lebih senang mengetahui ialah alasan Jessica bahagia. Ia baru menyadarinya sekarang betapa ia sangat menyukai senyuman dan tawa Jessica , Kris sangat suka melihat wajah Jessica yang berseri seri dan matanya yang hilang karena tertawa. Mengapa melihat Jessica bahagia ia merasa lebih bahagia? Kris ingin selalu melihat senyuman itu dan tawa Jessica setiap hari karena tanpa sadar tawa dan senyum gadis itu juga telah menjadi bagian dari kebahagiannya.

————–

” Kris ” panggil Jessica sambil menunjuk ke arah sepatunya seolah ingin menunjukan kalau ia sudah memakai sepatu pemberian Kris.

” Sangat cocok dipakai olehmu ”

” Benarkah? Aku sangat suka ”

Sejak kemarin sampai hari ini Jessica masih terus membicarakan sepatu pemberian Kris seolah tidak mengenal kata bosan.

” Aku senang kalau suka …. ”

” Maksudku aku sangat suka orang yang memberikan ini padaku ” Kris hanya tersenyum menanggapi ucapan Jessica

” Sica – ya , sepulang sekolah nanti kau ada acara? ” tanya Kris

Jessica menggeleng ” anni , kau ingin kutemani ke suatu tempat? Aku akan menemanimu Kris ”

Beruntung Jessica sangat peka sehingga Kris tidak perlu repot merangkai kata untuk mengajaknya pergi. Hari ini Kris berjanji untuk bertemu seorang teman sesama atlet basket dari sekolah lain dan ia sendiri tidak tahu mengapa ia ingin ditemani oleh Jessica , padahal bisa saja ia pergi seorang diri atau ditemani Lay. Kris merasa sekarang ia mempunyai seseorang yang bisa menemaninya kemana saja selain Lay

Sepulang sekolah Kris dan Jessica langsung pergi ke cafe tempat Kris akan bertemu temannya.

” Kris – ah apa temanmu yeoja? ” tanya Jessica.

Kris memicingkan matanya , mungkinkah ia meminta Jessica untuk menemaninya bertemu yeoja lain. Kris tahu ia salah karena tidak membicarakan apapun tentang teman yang akan ia temui pada Jessica tapi ia tidak akan sejahat itu padanya.

” Ne , dia yeoja dan dia sangat cantik ” jawab Kris kesal

” Benarkah?!! ” pekik Jessica percaya begitu saja

Seorang namja bertubuh tinggi dan berwajah tampan datang dan bergabung bersama mereka. ” Mian….aku terlambat ” ucap namja bernama Sungyeol.

” Gwenchana Sungyeol – ah , aku belum terlalu lama menunggu ” jawab Kris

” Oh ya kenalkan temanku namanya Jessica ” Kris memperkenalkan Jessica , gadis itu tersenyum tapi senyumnya terlihat sangat aneh dan tidak biasa. Begitu pula dengan Sungyeol , dia tidak balas memperkenalkan diri.

Kris asik mengobrol bersama Sungyeol , tentu saja bahan obrolan mereka tidak jauh dari basket dan pertandingan mendatang. Kris terlalu asik mengobrol sampai lupa ia tidak datang kesini sendiri , beruntung ia segera sadar dan mulai memperhatikan Jessica yang diam dan terus menunduk. Kris tidak tahu kalau Jessica bisa diam dan ini pertama kali ia melihat Jessica benar benar diam.

” Sica – ya apa kau bosan? ” tanya Kris merasa tidak enak karena Jessica tiba tiba diam.

” Anni ” jawab Jessica singkat

Mungkinkah ini perasaan Kris saja tapi Jessica terlihat sangat aneh sekali. Kris tidak mengenal Jessica satu atau dua hari , dia cukup mengenal bagaimana sifat gadis itu dan Jessica bukanlah tipe gadis pemalu yang akan diam seperti ini karena bertemu orang baru. Jessica adalah gadis yang sangat mudah bergaul dan berteman dengan siapa saja , tentu saja ia bisa berteman dengan Sungyeol dengan mudah. Apa mungkin Jessica sakit atau merasa tidak enak badan?

” Sica – ya kau baik baik saja? ” tanya Kris lagi memastikan

Jessica mengangguk tanpa menatapnya dan ini pertama kalinya gadis itu menolak kontak mata dengannya. Kris semakin bingung karena Jessica tidak memakan makanannya sedaritadi gadis itu hanya memainkan makanan. Sebenarnya apa yang terjadi pada Jessica , Kris mulai tidak tenang dan khawatir.

” Aku pergi ke toilet dulu ” ucap Jessica lalu pergi , Kris hanya memandangi gadis itu dari belakang.

” Dia gadis yang baik Kris – ah ” ujar Sungyeol tiba tiba , sesaat Kris bingung maksud ucapan Sungyeol. Apa dia mengenal Jessica sepertinya tidak mungkin , mereka tidak mengobrol sedaritadi dan tidak terlihat seperti orang yang saling mengenal. Jessica memang gadis yang baik dan semua orang bisa melihat itu tanpa perlu mengenalnya , pikir Kris.

” Ne , kau benar . Dia sangat baik Sungyeol – ah ” balas Kris

” Jangan menyianyiakannya Kris , kau akan menyesal nanti ”

Perkataan Sungyeol semakin ambigu menurut Kris , setelah memuji Jessica gadis yang baik tadi sekarang Sungyeol seolah memberikannya nasehat agar tidak menyianyiakan Jessica. Mereka berhenti membahas Jessica setelah gadis itu kembali. Tak berapa lama Sungyeol memutuskan untuk pulang dan meninggalkan Jessica dan Kris.

Jessica menghela nafas lega saat Sungyeol pulang , Kris menoleh mendapati tingkah aneh Jessica yang seolah senang dan lega setelah Sungyeol pergi . Gadis itu tersenyum seperti biasa saat Kris menatapnya , akhirnya ia kembali tersenyum setelah sekian lama bersikap aneh.

” Sica – ya , apa kau sakit? Mengapa kau diam saja sedaritadi? ”

” Ne , hatiku sangat sakit ”

” Mwo? ” tanya Kris bingung

” Anniya , lupakan Kris – ah ”

Kris menggelengkan kepalanya , Jessica bersikap aneh hari ini tapi setidaknya ia lega karena gadis itu bersikap aneh bukan karena sakit atau tidak enak badan. Lagipula dari awal Jessica memang sering bersikap aneh dan bukan Jessica namanya kalau tidak bersikap aneh.

—————-

Keesokan Harinya

Lay , Kris , Jessica dan Bora makan berempat di kantin seperti biasa. Acara makan mereka berlangsung damai dan tenang sampai Lay membahas tentang pertemuan Kris dengan Sungyeol kemarin.

” Kris – ah apa kemarin kau jadi bertemu Sungyeol? Wah sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya ” ujar Lay

Bora merasa sangat familiar mendengar nama itu ” Lee Sungyeol? ” gumam Bora

” Bora – ya , kau mengenalnya? ” Kris bertanya

” Aku kenal seseorang bernama Lee Sungyeol tapi mungkin nama mereka sama ”

Lay langsung menunjukan foto mereka bertiga , ternyata mereka mengenal Sungyeol yang sama . Bora menutup mulutnya karena terlalu terkejut sebelum ia berteriak heboh

” Sica – ya , ini Sungyeol kekasihmu dulu ” ucap Bora setengah berteriak

Lay dan Kris langsung menatap Jessica , sedangkan gadis itu menunduk dan mengumpat dalam hati mengapa Bora harus membicarakan Sungyeol di depan Kris. Seketika Kris teringat kembali semua sikap aneh Jessica kemarin , jadi ini alasannya gadis itu diam dan tidak mau bicara.

” Kekasih apa? Kalian kan tidak pernah berkencan. Aku lupa ” Bora menjawab sendiri

Jessica menatap Bora marah , ia tidak bisa terima saat sahabatnya bicara seolah tidak pernah ada yang terjadi antara dirinya dan Sungyeol. Lebih dari siapapun Bora tahu pasti bagaimana hubungan mereka berdua

” Mwo? Ya ! Kami saling mencintai Bora – ya ”

” Tetap saja kalian tidak berkencan ! ” Bora tidak mau kalah

” Setidaknya kami dekat seperti orang yang berkencan , kami berpegangan tangan , pergi berkencan , dan bahkan berpelukan ! ” ujar Jessica dengan bangganya seolah tidak ada Kris dan Lay disini.

Bora tidak membalas lagi bukan karena ia kalah dari Jessica tapi ia sadar Kris dan Lay menonton perdebatan tidak penting mereka . Bora merasa bersalah sekarang telah memulai perdebatan mereka dan membahas Sungyeol.

Kris beranjak berdiri dan menggebrak meja cukup keras sebelum pergi. Saat Kris pergi barulah Jessica sadar kebodohan yang ia lakukan , bagaimana ia sangat bodoh membicarakan dan membanggakan hubungannya dengan Sungyeol. Kris pasti marah padanya sekarang , Jessica langsung berlari menyusul Kris.

Sementara Lay hanya tertawa melihat Kris dan Jessica. Mereka berdua benar benar sangat konyol dan aneh , cocok sekali bukan?

————-

Jessica berlari mengejar Kris yang berjalan sangat cepat dan mereka baru berhenti di lapangan basket , tempat favorit Kris ketika dia merasa kesal dan sedih.

” Kris – ah tunggu aku bisa menjelaskan” ucap Jessica

Kris mengangkat tangannya pertanda menolak penjelasan Jessica dan meminta gadis itu untuk diam.

” Aku dan Sungyeol memang pernah dekat , tapi itu tidak seperti yang kau bayangkan….. ”

” Bukankah kalian pernah berpegangan tangan , dan berpelukan? ” tanya Kris sinis

” Iya tapi itu dulu , dulu sekali Kris – ah ”

Kris melipat tangannya di depan dada dan menoleh ke arah lain , tidak mau menatap Jessica ” aku tidak peduli ”

Tidak peduli? Apa ini namanya tidak peduli saat Kris merasa marah dan kesal karena Jessica telah membohonginya? Apa ini namanya tidak peduli saat Kris merasa cemburu mengetahui pernah ada sesuatu antara Jessica dan Sungyeol? Dan apa ini namanya tidak peduli saat ia bersikap seperti ini? Kris bohong dan dia sangat peduli , terlalu peduli pada masa lalu Jessica bersama temannya Sungyeol. Kris ingin sekali marah tapi ia tidak tahu cara mengungkapkan kemarahannya pada Jessica. Bagaimana gadis itu bisa tidak menceritakan pernah ada cinta diantara mereka kemarin? Kris semakin kesal bila kembali mengingat semua sikap Jessica , saat ia khawatir bila Jessica merasa sakit tapi kenyataannya gadis itu diam karena Sungyeol.

” Dengarkan aku Sungyeol – ah ”

” Sungyeol??! ” pekik Kris , tidak cukupkah membohonginya sekarang Jessica juga memanggilnya Sungyeol

” Anni… maksudku Kris ” Jessica meralat kesalahannya cepat tapi sayang sekali Kris sudah menyadarinya.

” Sekarang kau memanggilku Sungyeol? Kau pasti terus memikirkannya sampai memanggilku Sungyeol ”

” Anniya Kris … aku salah karena…ka…karena kalian sangat mirip”

Alasan macam apa itu , Kris tidak pernah mendengar ada orang yang mengatakan mereka mirip. Ini pasti hanya alasan Jessica saja. Tunggu , jadi Jessica menyukainya karena ia merasa Kris mirip dengan Sungyeol? Kris menghela nafas tidak percaya

” Jadi kau menyukaiku karena aku mirip dengan Sungyeol? Aku pikir kau tulus menyukaiku Sica – ya ”

Jessica menggelengkan kepalanya cepat , sepertinya Kris salah mengerti dan salah paham padanya. Jessica menyukai Kris karena ia tahu Kris adalah jodohnya dan suaminya dimasa depan bukan karena ia memiliki kemiripan dengan Sungyeol.

Kris tidak mau mendengar apapun lagi dari Jessica karena semua yang gadis itu katakan malah membuatnya semakin kesal dan hanya memperburuk keadaan. Kris pergi meninggalkan Jessica dan kembali ke kelas.

————–

” Bagaimana? ” tanya Lay saat Kris kembali duduk di sampingnya.

” Bagaimana apanya? ” Kris malah balik bertanya

Lay sebenarnya tidak perlu bertanya dia bisa menemukan jawabannya hanya dengan melihat wajah sahabatnya , Kris masih terlihat kesal dan itu jawaban kalau sepertinya mereka belum berbaikan.

” Apa benar Jessica dan Sungyeol pernah berkencan? ”

Kris melirik Lay tajam , bisakah sahabatnya tidak perlu membahas Jessica dan Sungyeol?

” Aigoo Kris kau sangat cemburu sepertinya ” ujar Lay meledek

” Aku tidak cemburu , aku hanya kesal karena Jessica tidak pernah memberitahuku kalau ada sesuatu diantara mereka kemarin. Dan kau tahu Lay , Jessica malah mengatakan kami berdua mirip. Jadi selama ini Jessica menyukaiku karena aku mirip dengan Sungyeol? Apa dia mempermainkanku? ” Kris terus mengeluh pada Lay , mencurahkan isi hatinya.

Lay malah tertawa menanggapi ocehan sahabatnya itu , tidak pernah sekalipun ia melihat Kris seperti ini bahkan saat ia dekat dengan Irene. Lay sangat yakin Kris bukan marah pada Jessica karena membohonginya , itu semua karena Kris cemburu mengetahui Jessica pernah ada rasa pada Sungyeol.

” Aku bahkan berpikir aku adalah cinta pertamanya ” ujar Kris lagi

Lay tertawa semakin keras kali ini ia bahkan sampai berterpuk tangan sendiri , ternyata dugaannya benar kalau Kris cemburu mengetahui Jessica pernah menyukai namja lain sebelum dirinya dan ternyata namja lain itu adalah temannya sendiri.

” Ya ! Memangnya kau pernah bertanya tentang masa lalu Jessica? ” tanya Lay. Kris diam sebagai jawaban

” Lihatlah kau bahkan tidak pernah bertanya , Jessica tidak membohongimu kau lah yang salah karena tidak pernah bertanya . Mengapa kau malah menyalahkannya? ”

Kris nampak berpikir ” seharusnya dia mengatakannya padaku setelah bertemu Sungyeol ” namja itu masih saja tidak mau menerima kenyataan kalau dialah yang salah.

” Kris – ah , aku pernah mencintai Sungyeol atau Kris – ah sebenarnya Sungyeol adalah mantan kekasihku. Ya ! Menurutmu mungkinkah Jessica mengatakan itu? ”

” Tidak ” jawab Kris pelan. Lay ada benarnya juga , sangat tidak mungkin Jessica mengaku seperti itu setelah bertemu Sungyeol. Bila ia di posisi Jessica pun , ia tidak akan mengakuinya.

” Jessica tidak akan membahas masa lalunya karena dia menyukaimu. Adakah orang yang membahas mantan kekasihnya pada orang yang ia suka? Mungkin ada kecuali dia gila ”

Lay benar , tidak akan ada orang yang akan membahas mantan kekasihnya pada orang yang ia suka sekarang. Sama seperti Jessica , Kris pun tidak pernah membahas atau membicarakan Irene pada gadis itu karena ia merasa itu tidak penting dan akan menyakitkan bila ia membicarakan yeoja lain pada Jessica. Bagaimana pun Kris tidak mau menyakiti Jessica dengan cara membicarakan Irene. Kris mulai mengerti alasan Jessica tidak bercerita tentang masalah Sungyeol padanya dan ini berarti ia lah yang disini.

” Kau berlebihan sekali Kris – ah bila menuduhnya membohongimu , kalau kau cemburu akui saja tidak perlu menyangkal dengan cara menyalahkannya ”

” Aku tidak cemburu !! ” sangkal Kris marah

Percuma saja ratusan kali Kris menyangkal kalau ia cemburu karena ia tidak akan bisa membohongi hatinya yang merasa cemburu. Lay benar , sebenarnya Kris merasa sangat cemburu dan tidak senang mengetahui pernah ada namja lain dihati Jessica sebelum dirinya . Padahal gadis itu tidak pernah bermaksud berbohong atau menyembunyikan , Kris lah yang tidak pernah bertanya dan ingin tahu masa lalunya. Lebih mudah menyalahkan Jessica daripada menyalahkan dan membohongi dirinya sendiri.

Jessica terus menghampiri Kris untuk menjelaskan kesalahpahaman mereka tapi Kris menghindar dan mengabaikannya. Tidak bisa bicara di sekolah dengan Kris bukan berarti Jessica akan menyerah , dia mengirim banyak pesan dan menelofon Kris berkali kali.

————–

Keesokan Harinya

Kris sengaja datang ke kelas saat bel tanda masuk berbunyi , ini semua untuk menghindari Jessica yang ingin terus mengajaknya bicara.

” Kalian belum juga berbaikan? ” tanya Lay begitu Kris duduk , astaga bisakah sahabatnya itu menyapa terlebih dahulu.

” Belum ” jawab Kris malas

” Aku pikir kalian sudah berbaikan karena kau sudah sadar kau lah yang disini ”

Kris mendengus sebal , sebenarnya Lay itu sahabatnya atau sahabat Jessica. Mengapa dia selalu berada di pihak Jessica? Setidaknya walaupun Kris salah sebagai seorang sahabat seharusnya Lay tidak perlu terus menyalahkannya seperti ini.

” Yayaya ” jawab Kris acuh.

Lay sebenarnya bingung apa masalah Kris , bukankah kemarin ia sudah menjelaskan semuanya. Kris kemarin sudah menyadari kalau dia salah tapi sampai detik ini mereka belum juga berbaikan , ia bahkan tidak perlu meminta maaf walaupun salah karena Jessica lah yang terus mengejarnya dan meminta maaf. Kris hanya perlu menerima permintaan maaf dan mereka akan kembali bersama. Mudah bukan? Tapi Kris membuat masalah semakin rumit dengan terus mengabaikan Jessica dan mempertahankan harga dirinya dengan tidak mau mengakui kesalahannya. Lay baru menyadari jika cemburu bisa membuat keadaan serumit ini.

Saat jam istirahat , Jessica datang ke meja mereka tentu saja ingin bicara dengan Kris. Melihat gadis itu yang terlihat sangat frustasi dan sedih. Apa Kris tidak merasa kasihan?

” Kris – ah ” panggil Jessica

” Kris? Aku bukan Kris , aku Sungyeol ” canda namja itu , bukan bercanda mungkin lebih tepatnya ia menyindir Jessica yang kemarin salah memanggil namanya.

” Kris – ah jebal ”

Kris tidak menanggapi Jessica lagi , dia langsung pergi keluar kelas. Lay tidak menyusul Kris , dia lebih memilih untuk menemani dan mungkin melakukan sesuatu untuk menghibur Jessica. Dia sangat kasihan melihat usaha Jessica untuk bicara dengan Kris , sedari kemarin gadis itu tidak terlihat baik karena di abaikan oleh Kris.

” Sica – ya , sebenarnya Kris seperti ini karena dia cemburu ” ujar Lay bercerita

Jessica mengkerutkan keningnya , tidak mudah mempercayai ucapan sahabat Kris ini karena sangat tidak mungkin ia cemburu ” tidak mungkin ”

” Kris sendiri yang mengatakannya padaku Sica – ya . Kalau dia tidak cemburu dia tidak akan marah karena kau tidak pernah memberitahu tentang hubunganmu dengan Sungyeol ” Lay berusaha menyakinkan

” Anni , dia marah karena aku membohonginya saja ” Jessica belum juga percaya

” Sica – ya dia itu cemburu , menurutmu apa hak Kris untuk marah ? Itu hak mu untuk tidak bercerita ”

” Anni , ini semua karena Kris merasa dibohongi olehku saja ”

Lay mengacak ngacak rambutnya kesal , setelah Kris sekarang Jessica juga membuatnya pusing. Sesulit inikah membuat Jessica percaya padanya? Setidaknya ia sudah memberitahu Jessica kebenaran yang ada , terserah bila gadis itu tidak mau percaya padanya. Kris tidak mau mengakui kalau ia cemburu dan Jessica tidak percaya kalau Kris cemburu padanya , keadaan yang sangat rumit dan memusingkan Lay.

Lay pergi menyusul Kris selesai bicara dengan Jessica , ia langsung mengambil bola basket dan melemparkan bola pada Kris sampai mengenai kepalanya. Ini semua karena ia terlalu kesal dengan tingkah sahabatnya

” Ya ! ” Kris berteriak marah tapi tetap saja ia tidak berencana membalas lemparan Lay.

Lay mendekat dan merebut bola dari Kris lalu mulai mendribblenya ” aku bicara dengan Jessica tadi ”

” Apa yang kalian bicarakan? ” Kris mulai penasaran

” Aku bilang padanya kalau kau seperti ini karena cemburu ”

” Ya !! Mengapa kau mengatakannya pada Jessica? ” Kris kembali marah. Lucu sekali sekarang dia mengaku sendiri kalau ia memang cemburu

” Memang kau cemburu kan? ” jawab Lay acuh tak mempedulikan Kris yang marah

” Iya , tapi tetap saja kau tidak perlu mengatakannya pada Jessica. Apa yang dia pikirkan tentangku sekarang? ”

Kalau bisa Lay pasti sudah merekam ucapan Kris tadi dan memberikannya pada Jessica agar dia percaya kalau Kris benar benar cemburu. Mengapa sekarang Kris mengaku semudah ini? Kalau dia mengaku sedari awal , semua tidak akan seperti ini.

” Ah kau keterlaluan Lay – ah ” Kris masih marah dan protes.

” Bilang saja sendiri pada Jessica kalau kau tidak jadi cemburu ”

” Apa kau gila! ” pekik Kris

Kris tidak tahu apa yang Jessica pikirkan tentang dirinya saat ini , lucu sekali bukan setelah marah seharian dan akhirnya Jessica tahu cemburu adalah alasan Kris menjadi seperti ini. Kris merasa sangat malu dan tidak akan sanggup bertemu Jessica setelah ini , mungkin saja gadis itu akan menertawakan dan meledeknya karena cemburu. Kris mengumpat mengapa ia harus cemburu pada masa lalu Jessica , padahal tidak ada alasan jelas ia harus marah pada Jessica ataupun Sungyeol. Semua orang punya masa lalu dan kebetulan sekali Kris mengenal orang di masa lalu Jessica , lagipula gadis itu tidak tahu kalau Kris berteman baik dengan Sungyeol.

” Kris – ah , Jessica dan Sungyeol tidak pernah berkencan ” ujar Lay tiba tiba

Tunggu… jadi selama ini Lay tahu dan tidak pernah memberitahunya?

” Ya !! Kenapa kau tidak memberitahuku? ”

” Bukannya Jessica sudah mengatakannya padamu? Dia mengatakannya di depan kita semua ”

Bohong sekali kalau Kris tidak tahu ketika Jessica sudah mengatakannya puluhan kali pada namja itu , bedanya Kris langsung percaya saat Lay yang mengatakannya. Kris mulai merasa bersalah dan tidak enak telah mengabaikan Jessica dan marah karena alasan yang tidak jelas , sebenarnya alasannya sangat jelas karena ia cemburu.

” Kris – ah , mereka memang pernah dekat tapi itu tidak berjalan baik. Sungyeol menjauh begitu saja dan berkencan dengan yeoja lain . Apa sekarang kau masih menyalahkan Jessica karena tidak pernah menceritakan hubungan mereka padamu? ”

Kris semakin terkejut , Lay tidak mengatakan ini tanpa tujuan tentu saja ini semua agar membuat Kris semakin mengerti dan menyadari kesalahannya. Lay tidak membuat cerita agar Kris merasa iba atau bersalah , Bora lah yang bercerita padanya kemarin tanpa sepengetahuan Jessica. Bora juga meminta Lay membantu Jessica dan Kris agar cepat berbaikan.

” Aku tidak tahu ” lirih Kris menyesal.

” Tentu saja kalau kau tahu kau tidak akan sebodoh ini. Babo ”

—————

” Sica – ya , mianhae . Ini semua karena aku , kalau aku tidak membahas Sungyeol pasti kalian…… ”

” Anniya , Bora – ya gwenchana ini bukan kesalahanmu juga ” Jessica menyela Bora saat sahabatnya itu malah menyalahkan dirinya sendiri.

Bora memegang tangan sahabatnya , lihatlah ini semua karena ia tidak bisa menahan diri dan membicarakan Sungyeol . Hubungan Jessica dan Kris menjadi seperti ini walaupun sebenarnya Bora sendiri tidak yakin mengapa Kris harus marah dan mengabaikan sahabatnya. Apa ini semua karena Kris cemburu?

Selama pelajaran sampai pulang sekolah , Jessica tidak lagi menganggu Kris bukan ingin menyerah tapi ini semua karena sekarang namja itu masih marah dan percuma Kris tidak akan pernah mendengarkan penjelasan selama ia masih emosi. Jessica tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi pada mereka berdua , dimulai dari hubungan masa lalu dan Sungyeol yang diketahui , salah memanggil nama dan terakhir Kris menyangka Jessica menyukainya karena ia memilih wajah yang mirip dengan Kris. Jessica bersumpah semua ini hanyalah salam paham , sedikit pun gadis itu tidak pernah berniat untuk membohongi dan mempermainkan Kris.

Sepulang sekolah bila biasanya Jessica akan mengerjakan tugas dan belajar , sekarang ia hanya berbaring di tempat tidur dengan tatapan kosong. Siapapun yang melihatnya saat ini pasti bisa melihat Jessica memiliki masalah yang sangat berat sampai malas melakukan apapun. Jessica tidak berniat makan , bangun dari kasur , atau bahkan mengganti seragam sekolah dan melepas sepatu.

Beberapa jam kemudian

Drrt drrt

Jessica meraih handphone di sampingnya setengah sadar dan langsung menjawab panggilan masuk.

” Yobouseyo ” sapa Kris , ternyata dia lah yang menelofon

Kesadaran Jessica langsung penuh seketika mengetahui Kris lah yang menghubunginya ” aku ada di taman dekat rumahmu , kemarilah ” lanjut Kris

Jessica langsung berlari cepat keluar dari rumah secepat mungkin untuk menemui Kris , ia bisa melihat namja itu tengah duduk di sebuah ayunan dari jauh. Jessica merasa sangat sedih padahal Kris sudah datang menemuinya , bukankah seharusnya ia senang karena ini pertama kalinya Kris menemuinya terlebih dahulu. Setiba di hadapan Kris , Jessica semakin sedih dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis , gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapaknya dan mulai menangis.

Kris terkejut mendapati Jessica menangis , ia datang kesini untuk meminta maaf dan menyelesaikan kesalah pahaman mereka. Namun siapa sangka ia malah mendapati gadis itu menangis terisak , Kris semakin merasa bersalah.

” Sica – ya ” ujar Kris sambil berjalan mendekati Jessica

Jessica masih menangis terisak , terlihat jelas gadis itu sangat terluka. Ini kedua kalinya Kris melihat Jessica menangis dan ia sadar dia lah yang membuat Jessica menangis sekarang.

” Mianhae Kris – ah , aku tidak pernah bermaksud membohongimu. Aku dan Sungyeol hanya…… ”

” Anniya , kau yang harus memaafkan aku Sica – ya. Aku yang salah disini , aku terlalu bodoh  dan berakhir menyakitimu. Mianhae ” potong Kris cepat , ia tidak mau mendengar lagi Jessica menyebut nama Sungyeol atau namja lain. Bukan karena Kris membenci Sungyeol , bagaimana pun mereka berteman baik tapi ini karena Kris tidak mau mengungkit luka lama di hati gadis itu.

” Aku cemburu , aku tidak senang mendengarmu membicarakan namja lain dan aku semakin kesal karena tidak bisa melakukan apapun untuk menunjukan perasaanku padamu ”

Air mata Jessica berhenti seketika mendengar pengakuan Kris bahwa namja itu seperti ini karena cemburu. Jessica mulai mendongak menatap mata Kris , namja itu pun membalas tatapan Jessica.

Kris tidak banyak bicara lagi , ia menarik Jessica ke dalam dekapannya dan memeluk gadis itu erat. ” Jangan menangis , itu membuatku ingin memelukmu ”

Jessica terdiam dalam pelukan Kris , seharusnya ia senang dan membalas pelukan Kris tapi rasa terkejut membuat Jessica tidak dapat berpikir dengan benar. Tidak sampai disitu , Kris membuat Jessica semakin terkejut dengan menghapus air mata Jessica lembut.

” Mianhae ” ujar Kris meminta maaf kesekian kalinya.

Jessica dan Kris duduk di ayunan taman , beberapa saat mereka terdiam. Jessica sibuk mengayunkan ayunan sambil mengingat saat Kris memeluk dan menyeka air matanya tadi. Seandainya tadi dia tidak terlalu terkejut tadi pasti Jessica bisa membalas dan memeluk Kris lebih lama lagi. Mendegar pemikiran Jessica tadi , sepertinya gadis itu sudah membaik dan kembali menjadi Jessica yang tidak tahu malu lagi. Sementara Kris hanya memperhatikan Jessica dari samping , ini sudah malam bagaimana bisa Jessica belum mengganti seragam dan melepas sepatunya.

” Kris – ah , apa kau sudah percaya padaku sekarang? ” tanya Jessica , kenapa gadis itu membahas masalah ini lagi bukankah semuanya sudah selesai

” Ne , mianhae ”

” Anniya , aku yang salah. Aku tidak bermaksud membohongimu Kris – ah , seandainya saja aku memberitahumu aku pernah dekat dengan Sungyeol. Jangan salah paham Kris – ah aku diam bukan karena aku masih menyukainya , aku hanya merasa tidak nyaman saja bertemu dengannya . Aku benar benar menyukaimu Kris – ah , dia hanyalah masa laluku ” ucap Jessica panjang lebar tanpa menatap gadis itu.

Kris mendengarkan semua ucapan Jessica dengan jelas tapi bukannya menjawab atau mengatakan sesuatu , Kris malah beranjak berdiri dan melepaskan jaket kemudian menarik Jessica berdiri dari ayunan lalu memakaikannya.

” Kris – ah , apa kau mendengarkanku? Aku bilang aku …… ” Jessica benar benar bodoh disaat Kris memakaikannya jaket , dia malah marah karena Kris tidak mendengarkan dan menanggapi penjelasannya.

” Kau bilang kau menyukaiku kan? Aku tahu ” potong Kris cepat

” Bukan itu aku…… ”

Kris menutup mulut Jessica ” jangan pernah membicarakan namja lain padaku Sica – ya , aku namja yang mudah cemburu dan marah ”

Jessica tersenyum senang , ini kedua kalinya Kris mengatakan kalau dia cemburu. Sekarang Kris sudah mulai cemburu padanya , itu berarti hubungan mereka mengalami banyak perkembangan.Haruskah  Jessica berpikir kalau Kris mulai menyukainya walaupun hanya sedikit? Kris tidak akan cemburu bila ia tidak memiliki perasaan pada Jessica , tapi sebaiknya ia tidak terlalu percaya diri sekarang. Sikap Kris padanya masih tidak bisa di duga , kadang namja itu baik , kadang marah dan memintanya menjauh dan kadang bersikap seolah ia menyukai Jessica. Lagipula tidak mungkin Kris menyukainya di saat ia mempunyai kekasih yang sangat sempurna seperti Irene.

TBC

Preview Chapter 5

” jangan terlalu mencintai dirimu sendiri Irene – ah “

” Jangan samakan aku dengan Kris , aku tidak akan diam jika kau kasar dan berbuat seenaknya padaku ”

Belum selesai bicara , Irene sudah lebih dulu menampar pipi Kris keras. ” Lakukan apapun bersama Jessica , aku tidak peduli “

” Tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyukai Jessica setelah semua ini ”

” Ini mungkin terdengar gila bagimu Kris tapi seseorang mengatakan padaku kalau kau adalah jodohku , masa depanku ”

” Mari berpisah , tidak ada alasan lagi untuk berkencan denganmu “

Coming Soon

Buat para readers tercinta , aku itu minta pendapat kalian dan komentar kalian sama cerita ini bukan cuma ” lanjut thor semangat “ , ” aku suka ceritanya “. Bukan kaya gitu atulah :(((
Kalau masih komentar kaya gini ga akan aku anggap kalau kalian mau minta password🙂

Untuk chapter 5 aku pastikan bakal di protect ya . Tolong dibaca baik baik cara mendapatkan password

Tinggalkan komentar kalian di Chapter 1, 2 dan 3 dan 4

Jadi kalian tinggal kirim nama id comment kalian ke email aku linzseiyu@yahoo.com (mian cuma melayani permintaan pw lewat email ) Aku hafal semua id comment kalian so jgn sampe kalian ngebohong oke? Kkk

Kalian udah bisa minta password dari sekarang ya , diharapkan kalian minta password yang sopan ya jgn marah marah. Annyeong ^o^/

71 thoughts on “If You Do (Chapter 4)

  1. wahh kris udah mulai kasih kode tu buat mbak jess tapi karena mbak jess yang terlalu kelewat polos jadi nggk peka deh padahal udah mau diajak nonton tuh…. wkwkwk
    kris udah mulai cemburu sama sungyeol.. hati hati kri nanti mbak jess clbk loh… hahaha
    good job thor
    Di tunggu next chapter Ya…

  2. Knapa gue ketawa yaa pas baca ini

    “Jessica tidak memakai cara kotor dan licik untuk mendekati Kris tapi ia menggunakan cara yang tidak biasa yaitu dengan bersikap sok dekat dan tidak malu.”

    Cie kris yang cemburuaan
    Hahahaa
    Seriously, makin suka gue sama ni ff
    Btw itu sungyeol kok cuma numpang lewat doang
    Sayang ga dimanfaatin *disinis-in kris
    Irenee mana kau irenee ?
    Baguslaa cuma dikit dia munculnyaa
    Gerah gue bacanya kalo irenenya muncul
    Wkwk

  3. Huaaaaaaa maap Thor baru bisa baca dan komen sekarang😫telat banget ya Thor?maap Thor sibuk banget sekarang😭btw itu ceritanya greget arghhh😂coba ih Kris jangan gantungan teteh njess terus.. kasian teteh njess digantung mulu😢btw Kris cemburu?ciee:’v cemburu tanda “Cinta” eakkk😂😅😅
    Hmm.. Thor aku minta pw nya dong.. boleh ga?😁 Nih email-nya yoesthea68@gmail.com
    Kamsahamnidaaaaa…^^

  4. ciyeee kris yang mulai jealous dan mulai terang terangan ke sica. marahannya lucu, kayak anak kecil. sifat kris yang gini dan sica yang gt bikin ketawa

  5. Huwaaa 😄 kris oppa udah mulai ngasih kode ama jessica unnie 😀 pake cemberu ama sungyeol oppa pula 😁 ininih part yg aku tunggu2 😄 good job thor 😁 aku suka ffnya 😀 keren 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s