If You Do (Chapter 5)

image1

Author :  ea ^⌣^

Genre : Comedy , Romance , School-Life

Lenght : Chapter

Main Cast :
Jessica Jung
Kris Wu
Irene (Red Velvet)

Support Cast :
Lay (EXO)
Jung Hoseok (BTS)
Yoon Bora (Sistar)
Red Velvet Member

Keesokan Harinya

” Joheum achimeyo Kris – ah ” sapa Jessica menghampiri meja Kris sengaja.

” Morning ” Kris balas menyapa , tumben sekali dia membalas sapaan Jessica.

Lay tersenyum penuh arti menatap Kris dan Jessica bergantian , akhirnya mereka berdua berbaikan juga. Ia senang sekali mendapati keduanya berbaikan dan kembali dekat , semoga pertengkaran tidak jelas dan tidak penting seperti kemarin tidak akan terulang lagi.

” Annyeong Zhang Yixing ” Jessica tidak lupa menyapa Lay

” Annyeong Jung Soyeon ” balas Lay

Kris menoleh pada Lay tajam seolah bertanya apa yang sedang ia lakukan sampai harus menyapa Jessica dengan memanggil nama aslinya. Padahal Jessica lah yang memulainya tapi Kris justru malah marah padanya.

Jessica berjalan ke mejanya setelah menyapa Kris dan Lay , sebenarnya Kris bingung pada Jessica. Gadis itu memegang jaket yang kemarin ia pinjamkan kemarin malam tapi Jessica tidak mengembalikannya. Mungkin dia lupa , pikir Kris.

Pelajaran pun di mulai , Kris memperhatikan setiap kali songsaenim menjelaskan dia bahkan mencatat dan mengerjakan latihan yang diberikan. Lay sendiri bingung mendapati perubahan Kris , biasanya selama pelajaran sahabatnya itu mengajaknya mengobrol , mengeluh dan kadang mengumpat karena tidak mengerti materi yang diajarkan. Setidaknya walaupun sedikit heran dengan perubahan Kris , Lay cukup senang karena Jessica membawa perubahan positif pada Kris.

Berbeda dari Kris yang memperhatikan pelajaran , Jessica justru tidak fokus karena terus mencium jaket milik Kris dan menghirup aroma tubuh calon suaminya itu. Kadang ia tertawa dan tersenyum sendiri , Bora risih melihat tingkah sahabatnya ini tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Jessica adalah murid nomor satu disekolah , ia tidak perlu khawatir bila Jessica tidak memperhatikan dan mencatat materi karena pada akhirnya sahabatnya itu selalu mengerti.

Jam istirahat , Lay dan Bora pergi ke kantin lebih dulu meninggalkan Jessica yang masih harus mengumpul tugas yang tadi diberikan songsaenim tadi. Kris lebih memilih untuk menunggu dan menemani Jessica. Kris mengambil tugas dari Jessica dan membawanya , tidak berat memang tapi tetap saja sebagai namja dia lah yang harus membawa bukan Jessica.

” Mengapa kau memakai jaketku? ” tanya Kris menyadari Jessica memakai jaket miliknya sedaritadi

” Apa tidak boleh? ” Jessica balik bertanya

” Aku kedinginan Kris – ah ” ucap Jessica berbohong , itu hanyalah alasannya agar bisa memakai jaket Kris. Mendengar itu tentu saja Kris membiarkan Jessica memakai jaketnya asal gadis itu tidak kedinginan apalagi sampai jatuh sakit.

Setelah mengantarkan tugas ke ruang guru , Jessica dan Kris pergi ke kantin menyusul Lay dan Bora. Mereka tidak perlu lagi mengantri untuk mendapat makanan karena Lay sudah membawakan untuk mereka berdua.

Selama makan Lay memperhatikan jaket yang dipakai Jessica , jaket itu mirip jaket kesayangan Kris. Mungkinkah itu jaket milik Kris atau kebetulan saja mereka memiliki jaket yang sama.

” Ne , itu jaketku jadi berhenti memperhatikan Jessica ” bisik Kris pelan , ia tahu dan sadar Lay memperhatikan jaket yang Jessica kenakan.

” Kau romantis sekali ” balas Lay meledek

” Mwo? ”

” Kau meminjamkan jaketmu pada Jessica , padahal kau tidak pernah membiarkan orang lain meminjam apalagi memakai jaket kesayanganmu itu ”

” Apa yang kalian bicarakan? ” tanya Jessica menyadari Kris dan Lay bicara diam diam

” Anni , bukan apa apa ” jawab Kris

” Jaketmu bagus sekali Sica – ya ” puji Lay

—————–

Irene diam diam memperhatikan Kris dan Jessica dari jauh , demi apapun dia sangat benci melihat Jessica tertawa dan terlihat bahagia seperti itu. Irene tidak peduli ketika Kris terlihat lebih senang dan bahagia daripada Jessica karena ia tidak peduli lagi pada namja itu. Namun melihat Jessica bahagia membuatnya emosi seketika

” Waeyo? ” tanya Seulgi menyadari Irene terus memperhatikan Kris dan Jessica

” Kau cemburu? ” Wendy ikut bertanya

” Cih …. aku tidak peduli pada mereka tapi melihat Jessica membuatku kesal ”

Seulgi hanya menggelengkan kepala dan tidak berniat bertanya lagi , ia sudah bosan dan malas mendengar Irene selalu membicarakan Jessica. Setiap melihat Jessica pasti sahabatnya itu langsung marah dan mengomel tidak jelas , padahal Jessica tidak pernah menganggu apalagi bicara padanya tapi Irene bisa membenci Jessica seperti ini.

” Mendengarnya bernafas dan melihat wajahnya membuatku semakin membencinya ” Irene terus mengomel

Wendy kembali memakan makanannya tanpa menanggapi Irene yang tengah mengomel , sama seperti Seulgi dia juga sudah sangat malas bila Irene sudah seperti ini. Sikap Irene sudah melebihi anti fans menurutnya dan terkadang lebih parah , padahal Jessica bukanlah seorang idol tapi dia bisa mendapat hater seperti Irene.

” Itu kan jaket Kris? Mengapa Jessica memakainya? ” tanya Irene

Wendy dan Seulgi langsung memperhatikan jaket yang dikenakan Jessica , sekarang mereka bisa mengerti bila Irene marah dan mengeluh.

” Jessica  memakai jaket Kris , itu artinya mereka sudah benar benar dekat ” ujar Wendy

Irene tersenyum sinis ” lalu kenapa? Aku tidak peduli , mau Jessica memakai baju atau celana Kris pun aku tidak peduli ”

Wendy sangat heran dengan Irene , seharusnya dia cemburu atau setidaknya marah mengetahui Jessica memakai barang kekasihnya. Bukankah masalah ini lebih penting dibanding melihat Jessica bahagia? Irene tidak peduli mengetahui kedekatan Jessica dan Kris tapi dia sangat marah hanya dengan melihat Jessica. Irene pasti sudah tidak normal

——————-

Bertambah lagi kekesalan Irene hari ini , setelah melihat Jessica pada saat jam istirahat sekarang ia bertemu Kris yang berjalan ke arahnya di sebuah lorong sekolah. Apa Kris sengaja mencarinya sampai kesini? Astaga harus berapa kali ia mengatakan pada Kris agar tidak mencari dan menemuinya seperti ini? Sampai kapan Kris akan terus mengemis cinta darinya?

” Aku bilang jangan………. ” baru hendak marah dan mengusir Kris , namja itu sudah pergi dan melewatinya begitu saja.

Irene tidak bisa percaya apa yang baru saja Kris lakukan padanya , setelah Jessica sekarang Kris. Mengapa mereka berdua sama sama menyebalkan? Irene mengepal tangannya marah , ingin sekali ia mengejar Kris dan membentaknya. Apa Kris sudah merasa sangat hebat sampai berani mengabaikannya seperti ini? Beruntung tidak ada orang yang melihat ini karena ini sangatlah memalukan. Seorang Irene bisa di abaikan oleh namja macam Kris.

Namun seketika Irene sadar , ini kan jalan menuju lapangan basket. Jadi Kris datang kesini karena ingin pergi ke lapangan basket bukan untuk menemuinya? Tidak mungkin , Kris pasti datang untuk menemuinya dan ia melewatinya begitu saja karena tahu Irene pasti marah dan memintanya pergi.

” Kau sangat menyedihkan , terus saja mengemis cinta dariku Kris – ah ” ucap Irene sinis.

—————–

Keesokan Harinya

Irene berjalan menuju kelasnya dan betapa tidak beruntung ia langsung melihat Kris yang duduk di sebuah bangku di koridor sekolah , namja itu terlihat sedang belajar. Sejak kapan Kris mulai belajar? Selama berkencan inilah pertama kali Irene melihat Kris belajar dengan sangat serius. Apa ini semua karena dirinya? Mungkin saja , Irene sudah sering membicarakan nilai namja itu dan membandingkan nilai mereka. Mungkin Kris mulai sadar kalau dia sangat bodoh dan malu karena kekasihnya Irene begitu pintar. Kris pasti berpikir bila nilainya meningkat mereka pasti akan kembali seperti dulu.

Irene tertawa membayangkan pikiran Kris bila mereka akan kembali bersama karena nilai Kris yang meningkat , sampai kapanpun itu tidak akan pernah terjadi. Itu hanyalah mimpi Kris. Irene masuk ke dalam kelas dan setiba di mejanya , ia mendapati Seulgi tengah belajar untuk tes hari ini. Mengapa semua orang sangat belajar keras? Tidak Kris sekarang Seulgi.

” Seulgi – ah ” panggil Irene

” Eoh kau sudah datang ”

” Percuma kau belajar Seulgi – ah , nilaimu tidak akan pernah lebih baik dariku ” ujar Irene kemudian tertawa

” Ada apa dengan semua orang hari ini? Mereka terlihat berusaha sangat keras untuk mengalahkan nilaiku ” lanjut Irene sambil memperhatikan satu kelas yang sibuk belajar untuk tes hari ini.

Seulgi hanya bisa diam saat Irene merendahkannya seperti itu dan ia sudah sangat terbiasa , Seulgi masih sangat baik bila dibandingkan dengan Wendy dan Yeri. Ia lebih banyak diam dan tidak pernah marah setiap kali Irene menghina atau merendahkannya walaupun sebenarnya terkadang ia ingin marah dan melawan . Namun Seulgi sangatlah mengenal Irene dan sahabatnya itu bukanlah orang yang mudah untuk dilawan.

Pelajaran dimulai , Songsaenim pun mengawali kelas dengan membagikan hasil tes matematika beberapa hari lalu sebelum memulai tes lagi hari ini. Sama seperti di kelas Jessica , Songsaenim mengurutkan nilai dari yang terendah ke yang tertinggi.

Irene sudah tersenyum bangga , dia yakin sekali nilainya pasti yang tertinggi hari ini. Dialah murid terpintar di kelas ini dan tidak ada satu pun yang bisa mengalahkan nilainya. Namun sayang sekali itu hanyalah mimpi Irene belaka karena Songsaenim membagikan hasilnya sebelum masuk ke dalam lima terbesar.

” Seulgi – ah , nilaimu semakin membaik ” ucap Songsaenim sambil menepuk bahu Seulgi sebentar.

Bagaimana mungkin nilai Seulgi berada di atasnya? Itu sangat tidak mungkin , Seulgi tidak mungkin mengalahkannya. Irene mengambil kertas Seulgi kasar dan membandingkan nilai mereka , meskipun tahu jawabannya salah Irene masih tidak bisa menerima kenyataan.

” Apa kau berbuat curang? ” tanya Irene

Seulgi menarik kertasnya dari Irene kasar , siapa yang tidak marah bila seseorangnya menuduhnya berbuat curang. Seulgi belajar dengan sangat keras tentu saja wajar bila ia mendapat nilai yang baik tapi sekarang Irene malah menuduhnya berbuat curang.

” Aku tidak pernah berbuat curang ” jawab Seulgi marah

” Apa kalian mengenal Kris Wu? Ketua tim basket sekolah kita ” tanya songsaenim selesai mengumpulkan hasil tes.

” Ne ” jawab satu kelas , tentu saja satu sekolah pun mengenal siapa Kris Wu.

” Nilai tes nya kemarin 90 , aku ingin kalian seperti Kris Wu tidak hanya berprestasi membanggakan sekolah tapi juga dalam pelajaran ”

” Daebak ” puji Seulgi

Sedangkan Irene yang notabene kekasih Kris bukan bangga atau senang mendengar songsaenim memuji nilai Kris , justru sebaliknya dia malah marah dan kesal mendengarnya. Bukankah Irene selalu mengingatkan Kris untuk belajar dan memperbaiki nilai tapi sekarang setelah Kris berhasil mendapatkan nilai baik Irene malah tidak senang.

——————-

Setelah mengajar di kelas Irene , songsaenim berpindah ke kelas Kris. Sama seperti di kelas sebelumnya , songsaenim juga memberikan tes hari ini. Kris terlihat sangat serius saat mengerjakan tes , beberapa hari lalu Jessica sudah mengajarkannya dan ditambah ia belajar sendiri. Tentu saja Kris bisa mengerjakan semua soal dengan sangat mudah , selain olahraga Kris memang sangat menyukai pelajaran matematika.

” Sica – ya , kenapa kau memakai jaketku lagi? ” tanya Kris saat mereka berjalan ke kantin

” Aku menyukai jaketmu Kris ” jawab Jessica

” Lepaskan jaketku sekarang ” pinta Kris , Jessica memanyunkan bibirnya tidak ingin mengembalikan jaket ini pada Kris.

” Bolehkan jaket ini untukku? ”

Pertanyaan konyol apa yang baru Jessica tanyakan , tentu saja jawabannya tidak. Itu jaket untuk namja , tidak ada alasan untuk meminta jaketnya dan ditambah lagi ini adalah jaket kesayangan Kris. ” Kau pasti sudah gila ” jawab Kris

” Kalau begitu bolehkan aku meminjam jaketmu sampai kita lulus? ”

Kris menggeleng menolak , ia mengangkat tangannya meminta Jessica untuk mengembalikan jaketnya saat ini juga. Jessica dengan sangat terpaksa melepas dan mengembalikan jaket Kris , tidak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk mempertahankan jaket ini daripada membuat Kris marah.

” Apa kau sangat menyukai jaket ini? Aku bisa memberitahumu dimana aku membelinya ”

” Anniya , aku tidak butuh jaket sepertimu aku hanya ingin jaket yang memiliki aroma tubuhmu Kris ”

Kris hanya bisa tertawa menanggapi ucapan Jessica yang terlalu frontal menurutnya.

————-

Irene bertemu Shownu untuk pertama kalinya setelah mereka bertengkar hebat kemarin , mereka janji bertemu di apartment Shownu karena hari ini namja itu tidak memiliki jadwal untuk latihan. Irene melempar tasnya kemudian duduk dan bersandar di bahu Shownu setiba di apartment kekasihnya , ia memang mengetahui password apartment Shownu tidak heran ia bisa masuk ke dalam dengan mudah.

” Hyunwoo – ah ” panggil Irene manja

Bertingkah manja dan memanggil nama aslinya , tidak membuat Shownu senang atau gemas dengan Irene. Sebenarnya dia tidak berniat bertemu tapi Irene memaksanya untuk datang kesini , Shownu heran apa Irene tidak malu setelah kejadian kemarin karena jujur saja kejadian itu membuatnya mulai kehilangan perasaan pada Irene.

” Hyunwoo – ah ” panggil Irene dengan suara yang dibuat seimut mungkin.

” Mwo? ” jawab Shownu malas

Irene mencium pipi namja itu tiba tiba kemudian tertawa senang , sedangkan Shownu tidak begitu senang mendapat ciuman penuh cinta dari kekasihnya. Ia malah beranjak berdiri dan pergi ke dapur untuk mengambil minum , walaupun malas dengan Irene . Shownu masih ingat tanggung jawabnya untuk memberikan makanan untuk kekasihnya , ia pun memasak ramen untuk mereka berdua.

Selama makan Shownu tidak banyak bicara , sedangkan Irene tidak bisa berhenti bicara dan membicarakan orang. Dia mengeluh karena nilai tes matematika Seulgi lebih baik darinya dan menuduh sahabatnya itu berbuat curang. Shownu baru menyadari Irene bisa membicarakan sahabat yang selalu bersamanya setiap hari hanya karena masalah nilai.

” Aku yakin sekali Seulgi menyontek dan aku melaporkannya pada songsaenim ” ujar Irene

” Irene – ah , Seulgi itu sahabatmu ” Shownu mengingatkan

” Lalu kenapa? Dia berbuat curang ”

” Kau tidak punya bukti Seulgi berbuat curang , akui saja kau iri dengan nilainya yang lebih baik darimu. Sekalipun Seulgi menyontek kau tidak harus melaporkannya pada songsaenim , dia sahabatmu ” Shownu berusaha menyadarkan kekasihnya

Tatapan mata Irene berubah tajam , ia tidak terima karena Shownu malah membela Seulgi bukan dirinya. ” Aku ini kekasihmu bukan Seulgi ” balas Irene tajam

” Aku tahu tapi kau salah Irene – ah , jangan berpikir kau lebih baik dari sahabatmu dalam segala hal ” Shownu tidak mengalah meskipun Irene marah.

” Mwo?! Ya Son Hyun Woo !! Di antara sahabatku , aku lah yang paling pintar dan cantik ” Irene mulai berteriak

Shownu tertawa keras mendengar ucapan kekasihnya. Apa Irene sedang bercanda? Shownu bersumpah ini pertama kalinya dia mendengar seseorang memuji dirinya sendiri seperti itu. Mendapati kekasihnya tertawa , Irene semakin kesal dan marah.

” Irene – ah apa kau sehat? ” tanya Shownu ditengah tawanya

” Mwo?! ”

” Kau semakin menakutkan Irene – ah , tidak cukup selalu berambisi dan iri dengan orang lain. Sekarang kau merasa kau lah yang paling hebat , jangan terlalu mencintai dirimu sendiri Irene – ah ”

Kesabaran Irene sudah habis , ia tidak bisa menerima ucapan Shownu. Apa kekasihnya itu sedang menghinanya sekarang? Irene melemparkan sumpit yang dipegangnya sedaritadi pada kekasihnya. Shownu berhenti tertawa mendapati sikap kasar Irene , dia bukanlah Kris yang selalu diam setiap kali Irene berbuat kasar dan seenaknya. Shownu beranjak berdiri dan mendekati Irene , kilat matanya berubah serius dan menyeramkan. Irene mulai merasa takut

” Ini rumahku bukan rumahmu , jaga sikapmu Irene – ah. Ambil sumpit itu sekarang juga ! ” ujar Shownu tajam

Irene langsung menurut dan mengambil sumpit yang dilemparnya tadi . Shownu mengambil sumpit itu dari tangan Irene dan menaruhnya kasar ke meja

” Jangan samakan aku dengan Kris , aku tidak akan diam jika kau kasar dan berbuat seenaknya padaku. Sekarang pulang lah , aku tidak ingin melihatmu”

Irene mengambil tas dan berjalan ke pintu keluar tanpa berkata apapun lagi , sebaiknya dia segera pergi sebelum Shownu semakin marah padanya. Irene meluapkan kemarahannya setelah keluar dari apartment Shownu dengan mengacak ngacak rambutnya. Bagaimana bisa Shownu bersikap kasar dan menakutinya seperti itu? Irene tidak pernah menyangka Shownu bisa berubah menjadi monster yang menakutkan ketika marah. Dia memang sangat jauh berbeda dengan Kris , itulah yang Irene sadari sekarang.

———–

” Ayo Kris semangat !!! ” Jessica berteriak heboh menyemangati Kris yang tengah bermain basket bersama teman teman yang lain.

” Wu Yi Fan ! Kris Wu ! Fighting !! Aaaaa Kris !! ” Jessica terus berteriak di sertai gerakan gerakan heboh.

Bora yang berada di sebelah Jessica hanya bisa menunduk malu , bisakah sahabatnya itu tidak mempermalukan dirinya sendiri saat pelajaran olahraga seperti ini. Bora bisa mengerti bila hanya ada mereka berempat , tapi sekarang satu kelas ada disini dan menertawakan Jessica. Tidak jauh berbeda dengan Bora , Lay juga kesal melihat Jessica bersikap layaknya fans yang sedang meneriaki fanchant pada idolnya.

” Wu Yi…. ” Jessica berhenti berteriak dan langsung berlari ketika Kris terjatuh cukup keras.

” Kris gwenchana? ” tanya Jessica khawatir

” Aku jatuh , bagaimana bisa aku baik baik saja ” protes Kris karena pertanyaan bodoh Jessica

Jessica terkejut melihat lutut Kris yang terluka dan berdarah , ini semua kesalahan Minhyuk. Jessica melihat sendiri tadi teman sekelasnya itu mendorong Kris kasar

” Ya !! Lee Min Hyuk bagaimana kau bisa bermain curang seperti itu? Lihatlah karenamu Kris terluka , kau harus …… ”

Kris langsung membungkam mulut Jessica dengan tangannya dan membawa gadis itu secara paksa menjauh dari teman teman sekelas mereka.

—————-

” Jieun – ah , apa kau tahu Kris dan Irene sudah berpisah? ” seru yeoja bernama Hyosung

” Benarkah? aku pikir mereka masih berkencan sampai sekarang ”

” Anni , Kris sudah bersama Jessica sekarang ”

” Daebak , Kris dan Jessica berkencan? ”

” Mereka sering bersama sekarang dan mereka terlihat sangat dekat , aku yakin mereka berkencan ” Hyosung meyakinkan

” Daebak , kapten basket dengan murid terpintar di sekolah ” tambah Sunhwa

” Bukankah itu sebutan Kris dan Irene dulu? ”

” Aigoo , Irene tidak lebih pintar dari Jessica . Dia tidak ada apa apa dibandingkan dengan Jessica ”

” Benar , aku yeoja tapi aku sangat iri dengan Jessica . Dia cantik , pintar , kaya , dan punya kekasih setampan Kris. Hidupnya sangat sempurna ”

” Kau tahu darimana Jessica kaya? ”

” Ayahnya direktur utama sekaligus pemilik saham perusahaan mobil di Korea , appaku berteman dengan appanya Jessica ” Sunhwa bercerita

” Sedangkan Irene , aku tidak pernah dengar apapun tentang dia. aku pernah mendengar nam songsaenim membicarakan Irene , dia bilang Irene gadis yang sombong tidak pernah mau mengajarkan teman teman yang lain ”

” Benarkah? Dia sangat sombong. Pantas saja nilai Kris biasa saja saat berkencan dengannya , sekarang nilai Kris meningkat setelah berkencan dengan Jessica ”

” Kris memang lebih pantas mendapatkan gadis sebaik Jessica ”

” Benar , berkencan dengan Irene adalah kesalahan terbesar ”

” Kaja ”

Ketiga yeoja itu Sunhwa , Jieun dan Hyosung pergi setelah puas membicarakan Irene di kamar mandi. Gadis yang mereka bicarakan tadi mendengar semuanya dengan sangat jelas , Irene bahkan sampai menangis karena terlalu kesal pada ketiga yeoja itu. Irene mengenal mereka , mereka adalah teman sekelas Shownu. Sekarang ia baru menyadari banyak orang yang membicarakan dan membandingkannya dengan Jessica , semua orang yang membicarakannya selalu saja lebih menyukai dan mendukung Jessica. Apa bagusnya Jessica sampai semua orang lebih menyukainya dibanding Irene?

Irene merasa dia pintar , cantik , dan kaya sama seperti Jessica. Dia bahkan merasa jauh lebih baik dari Jessica dalam segala hal , semua orang pasti buta sampai memilih Jessica dibanding dirinya. Jessica bersikap baik dan senang membantu teman lain belajar itu hanyalah pencitraan saja , setidaknya Irene tidak munafik dan menjadi dirinya sendiri. Di tengah kekesalannya pada ketiga yeoja tadi dan Jessica , Irene teringat Kris. Ia harus bertemu dan bicara dengan Kris sekarang juga.

—————

Kris membawa Jessica ke lapangan basket , tempat sepi dan aman bagi mereka untuk bicara.

” Mengapa kau memarahi Minhyuk? Ini bukan kesalahannya ” tanya Kris

” Dia mendorongmu Kris , kalau tidak kau tak akan terluka separah ini ” jawab Jessica sambil menatap luka Kris lekat lekat.

” Sica – ya dalam bermain basket itu biasa dan tidak salah ”

” Tetap saja dia salah membuat Kris ku terluka ”

Kris ku? Kris tersenyum tipis mendengarnya , tapi ia kembali memasang raut wajah biasa ketika Jessica menatap matanya.

” Tunggu disini , aku akan mengambil betadine untukmu ” ujar Jessica lalu berlari cepat meninggalkan Kris.

Kris kembali tersenyum , Jessica sangat perhatian padanya. Namun senyumnya tidak bertahan lama karena Irene tiba tiba datang dan berjalan ke arahnya , Kris bingung apalagi tujuan Irene datang kesini. Yeoja itu terlihat marah dari cara jalannya dan Kris tahu Irene datang bukan karena hal yang baik.

Kris sedikit terkejut mendapati Irene datang dengan mata merah , terlihat jelas gadis itu baru saja  menangis.

” Ada apa denganmu? ” tanya Kris bingung

Irene menatap luka di lutut Kris sebentar , melihat kaki kekasihnya terluka dan berdarah tidak membuatnya khawatir sedikit pun.

” Apa kau senang songsaenim terus memuji dan membicarakan nilaimu? Apa kau senang semua orang mengetahui betapa hebatnya dirimu? ” bentak Irene , Kris sama sekali tidak mengerti apa yang Irene bicarakan.

Kris memaksakan dirinya untuk berdiri ” Irene – ah ada apa ini? ”

” Jangan berpura pura bodoh , kau tahu Moon Songsaenim memujimu dan membicarakan nilaimu di setiap kelas. Apa yang kau lakukan sampai mendapatkan nilai sempurna?!! ” Irene masih membentak

Tunggu …. jadi ini semua karena masalah nilai? Bagaimana Kris bisa tahu kalau Moon Songsaenim memuji dan membicarakannya ke kelas lain? Mengapa ia disalahkan hanya karena mendapat nilai yang cukup baik di pelajaran matematika?

” Apa kau seperti ini karena nilai? ” tanya Kris

” Menurutmu apalagi tujuanku kesini? Kau pikir aku akan datang untuk menemuimu dan menanyakan mengapa kau terjatuh begitu? Jangan bermimpi , Kris – ah aku tidak peduli bila kau terjatuh atau masuk rumah sakit sekalipun ”

” Irene – ah ” ucap Kris tidak percaya

” Bukankah kau sekarang mempunyai Jessica? Kau seharusnya senang semua orang berpikir kita sudah berpisah dan Jessica adalah kekasihmu sekarang. Apa kau sengaja menyebar rumor itu untuk membuatku cemburu? Heol ”

” Aku tidak cemburu dan jangan pernah berpikir aku akan cemburu !!! Semua orang berpikir aku beruntung karena berkencan denganmu . Ya babo ! Seharusnya kau lah yang beryukur karena mempunyai kekasih sepertiku , kau hanya bisa bermain basket dan itu memalukan. Kau bangga Kris? Kau bangga karena tidak mempunyai kelebihan lain selain bermain bola bodohmu itu? Katakan pada semua orang , kau lah yang beruntung karena aku pernah menerima cintamu dan aku masih baik membiarkanmu terus menjadi kekasihku !!!! ” Irene berteriak sangat keras , Kris memang diam dan tidak melawan tapi itu bukan berarti hatinya tidak sakit menerima semua hinaan dan kata kata menyakitkan dari Irene.

” Kau bisa putuskan aku sekarang juga !!! ” Kris akhirnya bicara setelah sekalian lama

” Daebak… Sekarang kau berani… ”

” Ne , aku tidak takut Irene – ah. Aku tidak peduli bila aku harus kehilanganmu , aku muak dengan semuanya dan aku sangat muak denganmu. Kau tidak pantas menghinaku seperti ini !! ”

” Mwo?!! Apa karena Jessica kau berani denganku sekarang? Apa yang dia lakukan padamu? Jangan pikir aku tidak tahu selama ini kau hanya memanfaatkan Jessica untuk nilaimu ! ”

Kris memejamkan matanya sebentar kemudian tersenyum , bukan senyuman manis tapi senyuman sinis dan menakutkan ” jaga bicaramu Irene – ah , jangan membawa Jessica di antara kita dan asal kau tahu aku tidak pernah memanfaatkan Jessica  ”

” Kenapa kau mulai menyukai yeoja tidak tahu malu itu? ”

Kris menatap Irene semakin tajam , dia tidak akan semarah ini bila yeoja itu hanya menghinanya tapi ia tidak akan diam saja bila Irene mengganggu apalagi menghina Jessica. ” Ne , aku meny…… ”

Belum selesai bicara , Irene sudah lebih dulu menampar pipi Kris keras. ” Lakukan apapun bersama Jessica , aku tidak peduli ”

Kris memegang pipinya yang baru ditampar Irene , tapi perhatian teralih ketika ia melihat seseorang berada dibalik tembok. Kris tidak perlu menebak siapa orang itu lagi karena orang itu bersembunyi tidak benar sampai Kris bisa melihat sepatunya , sepatu yang dibelinya sendiri. Itu Jessica.

Kris hendak pergi tapi Irene menahan lengannya , Kris melepas tangan Irene kasar sampai gadis itu terdorong ke belakang dan melanjutkan langkahnya.

—————-

Jessica segera berlari saat Kris berjalan ke arahnya meninggalkan tempat persembunyiannya tadi sebelum Kris melihatnya , ia berlari menjauh dari belakang. Jessica berhenti dan duduk di tangga seorang diri , ia mendengar semuanya pertengkaran Irene dan Kris. Jessica tidak pernah tahu selama ini Irene memperlakukan Kris dengan sangat buruk dan kasar , ia selalu beranggapan Irene adalah gadis yang baik dan pantas untuk Kris dibandingkan dirinya. Namun sekarang mengetahui dan melihat sendiri bagaimana Irene bisa menghina , merendahkan dan bahkan menampar Kris membuatnya menyesal tidak pernah tahu betapa sakitnya hati Kris selama ini.

Jessica yakin Kris sangat terluka saat ini , siapa yang tidak terluka bila kekasihnya bisa berbuat seperti ini. Bila ia berada di posisi Kris , ia pasti sudah menangis terisak tapi kenyataan Kris tidak pernah bisa menangis dan meluapkan perasaanya membuat Jessica sedih. Ia teringat dulu saat Kris sedih karena Irene tidak mendukungnya dalam bermain basket dan terakhir kali saat Kris menghubunginya dan mengatakan ia sangat terluka. Mengapa Jessica tidak pernah tahu kalau orang itu adalah Irene? Kris pasti sangat terluka selama ini.

Memikirkan itu semua dan membayangkan betapa sakitnya hati Kris membuat Jessica menangis. Gadis itu menunduk dan menangis , kenapa ia selalu menangis dan terluka setiap kali Kris terluka . Padahal ini tidak ada hubungan dengan dirinya , tapi Jessica sampai meneteskan air mata untuk Kris.

” Kris – ah , mengapa kau seperti ini ” ucap Jessica di tengah tangisannya.

Jessica tidak pernah menginginkan apapun milik orang lain dan ini pertama kalinya ia begitu menginginkan Kris yang sudah jelas milik Irene. Mungkin dulu Jessica masih tahu diri dengan tidak pernah memakai cara kotor untuk merusak hubungan mereka berdua , tapi sekarang ia tidak akan lagi membiarkan Irene dan Kris terus bersama. Kris tidak bahagia bersama Irene , memang Jessica sendiri tidak bisa menjamin Kris akan bahagia bersamanya. Namun Jessica bisa pastikan ia akan melakukan segala cara untuk membuat Kris bahagia , tersenyum dan tertawa. Irene tidak akan pernah tahu betapa berharganya Kris dan semua usaha yang ia lakukan untuk mendapat perhatian Kris , kadang ia bersikap tidak tahu malu dan menyebalkan dengan satu harapan Kris bisa melihatnya. Mengapa Irene menyianyiakan Kris ketika seseorang begitu menginginkannya?

—————

Kris kembali ke kelas dan tidak ada satu orang pun disini , pelajaran olahraga tadi memang pelajaran yang terakhir. Lay pasti sudah pulang , begitu pula dengan Bora.  Tas Jessica masih ada di bangkunya , tapi gadis itu entah berada dimana.  Kris sebenarnya malu untuk bertemu Jessica setelah gadis itu mengetahui semuanya , ia merasa tidak ada muka lagi dan tidak ada cara untuk menjelaskan semuanya pada Jessica.

Betapa tidak beruntungnya Kris karena Jessica telah kembali ” annyeong ” sapa yeoja itu cerita seperti biasa , ia mencoba untuk akting dan bersikap seolah tidak mengetahui apapun.

” Kenapa kau belum pulang Kris? ” tanya Jessica

” Aku baru mau pulang ” jawab Kris

” Baiklah , kalau begitu hati hati. Aku ada janji untuk mengajarkan Luhan ” Jessica segera berlari meninggalkan Kris begitu saja.

Kris tidak bodoh , dia tahu Jessica berpura pura seolah tidak ada yang terjadi dan mengetahui apapun. Sampai kapan Jessica sanggup bersikap seperti ini? Kris tidak ingin Jessica menghindarinya dan keadaan menjadi canggung , tapi disisi lain dia juga tidak ingin menjelaskan apapun pada Jessica. Keadaan menjadi sangat rumit.

Ia seolah melupakan pertengkarannya dengan Irene tadi dan semua kata kata menyakitkan yang ia terima , sekarang keadaan sudah berubah Irene bukanlah prioritas utama lagi karena Jessica mulai menggantikan posisi Irene dihatinya perlahan.

Setiba di rumah Kris mondar mandir tidak jelas , ia tidak ingin keadaan menjadi aneh seperti ini tapi disisi lain ia belum siap menjelaskan semuanya pada Jessica. Kris yakin Jessica menghindarinya karena merasa aneh dan canggung saat mereka bertemu , tidak mungkin ia bisa bersikap biasa ketika bertemu Kris seolah tidak mengetahui apapun. Haruskah Kris menceritakan pada Jessica bagaimana Irene memperlakukannya selama ini dan membuat dirinya terlihat sangat menyedihkan? Jessica pasti menganggap Kris bodoh , walaupun itu memang benar. Mungkin Kris tidak bodoh , semua orang bisa memanggilnya tolol kalau tahu namja itu hanya diam dan tidak mengambil keputusan tegas saat Irene selalu merendahkan dirinya. Kris bisa memutuskan Irene detik ini juga , tidak ada alasan lagi untuk bertahan dan memperbaiki hubungan mereka. Ditambah namja itu mulai merasakan perasaan yang tidak biasa pada Jessica , Kris tahu perasaanya pada gadis itu bukan sebatas teman. Bagaimana dia bisa berteman dengan seseorang yang sangat menyukainya?

—————

Sementara tidak jauh berbeda dengan Kris , Jessica juga terlihat sangat gelisah dan bingung. Ia tidak tahu betapa sulitnya berpura pura tidak mengetahui sesuatu dan bersikap biasa , ingin bersikap seperti biasa pada Kris tapi keadaan akan semakin aneh bila mereka bersama dan mengobrol seperti biasa. Padahal ia yakin sekali , Kris tidak akan tahu kalau ia mendengar dan melihat bagaimana pertengkarannya dengan Irene.

Hari mulai malam , Jessica turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama keluarga. Hoseok lagi lagi dibuat bingung karena nunanya tidak banyak bicara seperti biasa. Apa Jessica bertengkar lagi dengan kekasihnya?

” Nuna , waeyo? ” tanya Hoseok

Jessica menggelengkan kepala ” appa , eomma aku masih kenyang. Aku akan pergi ke taman untuk berjalan jalan ”

Jessica pergi ke taman dimana ia dan Kris bertemu beberapa hari lalu , sepertinya mulai sekarang ia akan senang pergi ke taman karena disini tempat ia dan Kris bertemu , tempat dimana Kris memeluknya dan memakaikannya jaket. Jessica tidak akan pernah melupakan kejadian di taman waktu itu

Saat Jessica tersenyum mengingat pertemuannya dengan Kris waktu itu, tiba tiba seseorang datang dan berdiri di hadapannya.

” Apa yang kau lakukan disini? ” tanya Kris , dia lah orang yang datang dan tiba tiba muncul dihadapan Jessica.

Jessica langsung berdiri karena terkejut ” seharusnya aku yang bertanya , kenapa kau datang kesini? ”

Tanpa harus menjawab seharusnya Jessica tahu tujuan Kris datang kesini tentu saja untuk menemuinya. ” Apa yang kau lakukan di taman semalam ini seorang diri? Apa kau tidak takut bila ada orang yang menganggumu? ” marah Kris meninggikan suaranya , ia tidak marah tanpa alasan . Kris hanya khawatir karena Jessica sangat berani pergi ke taman seorang diri

” Anniya … rumahku dekat sini jadi tidak akan ada orang yang mengangguku ”

” Tetap saja jangan pergi ketaman seorang diri lagi dan jangan keluar sendiri di malam hari ! Kau bisa memintaku atau adikmu untuk menemanimu . Aku akan marah bila kau berani keluar sendiri malam hari ! ” ujar Kris tegas.

Senyum Jessica mengembang tanpa bisa ditahan , Kris sangat romantis sekarang. Sejak kapan namja itu mulai peduli dan mengkhawatirkannya seperti ini?

Kris pergi untuk duduk dibangku taman , meninggalkan Jessica yang sedang tersenyum sendiri. Tak berapa gadis itu menyusul dan duduk di samping Kris

” Sica – ya ”

” Eoh? ”

” Kau tidak perlu berpura pura lagi tidak mengetahui semuanya , aku tahu kau berada di lapangan dan mendengar pertengkaranku dengan Irene” ujar Kris memulai pembicaraan serius di antara mereka , ia memutuskan untuk menemui Jessica dan mungkin menjelaskan semuanya.

” Babo ! Seharusnya kau bersembunyi dengan benar agar aku tidak bisa melihatmu tapi kau malah menunjukan kakimu dengan sangat jelas . Apa kau tidak bisa bersembunyi? ” lanjut Kris lagi , kali ini ia mencoba mencairkan keadaan dengan bercanda.

” Jadi kau sudah tahu kalau aku mendengar pertengkaran kalian?! ” Jessica sangat terkejut , kalau tahu seperti ini dia tidak akan menghindari Kris tadi.

Kris tertawa dan memandang ke atas langit . Jessica menatap Kris dari samping , walaupun bersikap biasa dan masih bisa tertawa. Ia yakin itu bukan berarti Kris tidak terluka dan sudah melupakan apa yang Irene lakukan.

” Apa tidak ada yang ingin kau tanyakan? ” tanya Kris tanpa menoleh pada Jessica , pasti gadis itu memiliki banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan.

” Mianhae ”

Kris menoleh , dia memberikan Jessica kesempatan untuk bertanya tapi dia malah meminta maaf . ” Untuk apa? ”

” Mianhaeyo , aku tidak pernah tahu kau terluka selama ini Kris – ah. Mianhaeyo karena aku tidak melakukan apapun untuk menghiburmu ”

Irene lah yang menyakitinya tapi Jessica yang meminta maaf. Kris tidak tahu ia harus merasa senang atau sedih mendengar ucapan Jessica tadi , tapi untuk saat ini dia merasa senang dan bersyukur memiliki Jessica disampingnya. Jessica memang tidak mengetahui masalahnya dengan Irene , tapi sadarkah Jessica secara tidak langsung ia  selalu berhasil membuat Kris tersenyum dan tertawa.

” Kris – ah , aku ingin sekali menangis saat ini ” ujar Jessica

” Kenapa? ”

” Supaya aku bisa memelukmu Kris – ah , kau bilang setiap aku menangis itu membuatmu ingin memelukku ”

Kris tersenyum , inikah yang Jessica bilang tidak pernah menghiburnya.  Di saat mereka bersama , Jessica selalu berhasil membuatnya senang dengan tingkah konyolnya.

” Sayang sekali aku tidak bisa memeluk………. ”

Jessica berhenti berucap ketika Kris menariknya ke dalam pelukannya dan mengelus rambutnya lembut , gadis yang berada di dalam pelukan Kris itu hanya tertegun. Awalnya Jessica terkejut tapi pada akhirnya dia membalas pelukan Kris erat.

Kris sangat sadar ketika memeluk Jessica , kenapa belakangan ini yeoja itu senang sekali membuat Kris ingin memeluknya. Kris tidak merasa salah , disinilah Jessica yang salah karena selalu membuatnya nyaman dan tanpa sadar mulai berani menunjukan perasaannya pada Jessica. Kris tidak peduli lagi dengan Irene dan status ” kekasih ” di antara mereka karena bagi Kris itu hanyalah status saja , Irene bukan lagi yeoja yang berada di hatinya saat ini. Jessica datang ke dalam kehidupan Kris , hadir dalam setiap kesehariannya , berada disampingnya setiap saat dan tanpa sadar mulai tinggal di dalam hati Kris.

—————-

Keesokan Harinya

Kim Songsaenim memulai pelajaran dengan tes dadakan di kelas , semua murid terlihat sangat terkejut dan takut sampai Kim Songsaenim memeriksa dan membagikan hasil tes tadi. Hampir satu kelas mendapat nilai dibawah rata rata termaksud Kris dan juga Lay.

” Jessica Jung ” panggil Kim Songsaenim , Jessica berjalan ke depan

” Nilaimu 98 , dari satu angkatan nilaimu adalah nilai tertinggi. Kau memang murid nomor satu ! ” puji Kim Songsaenim

Satu kelas bertepuk tangan dan memuji Jessica , yeoja itu membungkuk pada songsaenim dan teman teman lain. Jessica menatap dan tersenyum pada Kris , namja itu juga membalas senyuman Jessica senang. Kris bukan siapa siapa bagi Jessica , tapi dia merasa sangat senang dan bangga ketika songsaenim dan teman teman lain memujinya.

” Besok kita akan tes lagi , pastikan nilai kalian lebih baik dari hari ini ” ujar Kim Songsaenim sebelum mengakhiri pelajaran.

” Sica – ya bisakah kau mengajarkan kami? ” pinta Chorong teman sekelasnya.

” Ne , Sica – ya tolong ajarkan kami ” tambah Dongwoon . Teman teman lain mulai mengikuti Chorong dan Dongwoon meminta Jessica untuk mengajarkan mereka.

” Tentu saja ” jawab Jessica , yeoja itu terlihat senang dan tidak keberatan sama sekali ketika teman lain meminta untuk mengajarkan. Jessica berjalan ke depan kelas dan mulai mengajarkan materi untuk tes mendatang. Tidak cukup mengajarkan materi di depan kelas , Jessica harus berjalan jalan ke meja teman temannya untuk menjawab pertanyaan dan membantu teman yang kesulitan.

Lay menggelengkan kepalanya tidak menyangka ada gadis seperti Jessica di dunia ini , gadis itu terlalu baik sampai rela mengajarkan teman teman sekelasnya. Bila Lay sepintar Jessica , dia tidak akan menghamburkan waktunya yang berharga untuk berbagi ilmu seperti yang Jessica lakukan.

” Kris – ah , Jessica sangat baik ” gumam Lay

” Aku tahu , dia sangat baik Lay – ah ”

————–

” Apa yang Jessica lakukan? ” tanya Irene melihat yeoja yang paling dibencinya itu tengah menulis di papan tulis dari luar kelas.

Wendy mengangkat bahunya pertanda tidak tahu kemudian dia menghampiri teman yang keluar dari kelas Jessica dan bertanya

” Dia sedang mengajar pelajaran ekonomi untuk tes mendatang ” Wendy bercerita setelah mendapat informasi.

” Dia sangat kurang kerjaan ”

” Sekarang aku mengerti mengapa semua orang menyukainya ” gumam Wendy seolah lupa disampingnya ada orang yang sangat membenci Jessica.

” Apa maksudmu? ” marah Irene tak terima

” Kau lihat sendiri , dia mau membantu semua orang pantas saja dia sangat terkenal Irene – ah ”

” Ya ! Itu hanya pencitraan saja , aku sangat yakin aslinya dia tidak sebaik itu” Irene semakin marah

” Berapa nilai tes mu tadi? ” tanya Wendy , apa dia sengaja mengalihkan pembicaraan dengan membandingkan nilai mereka.

” 78 , nilaiku jauh lebih baik daripada kalian semua ” sindir Irene meremehkan

” Nilai Jessica jauh di atasmu , kau tidak perlu bangga ” jawab Wendy tak kalah sinis lalu meninggalkan Irene. Wendy memang sengaja membandingkan Irene dan Jessica , jujur saja dia mulai muak dan tidak tahan setiap kali sahabatnya itu merendahkan nilai orang lain dan membanggakan nilainya sendiri. Irene mungkin lupa masih ada Jessica yang jauh lebih baik darinya.

—————–

Jessica berjalan ke meja Kris dan duduk di hadapannya ” Kris – ah , apa kau sudah mengerti? ”

Kris sebenarnya tidak terlalu mengerti tapi ia tidak akan bertanya dan membebani Jessica. Dia pasti lelah setelah mengajarkan teman teman sekelas dan Kris tidak mau menambah beban Jessica , nanti di rumah ia bisa belajar sendiri.

” Tenang saja aku pasti mendapat nilai bagus ”

” Kau yakin sekali eoh? ”

” Ne , kau tidak percaya padaku? ”

” Anniya aku percaya Kris – ku pasti bisa mendapat nilai bagus ”

” Aku akan mengajakmu berkencan bila nilaiku tidak lebih tinggi darimu ”

” Ehm anni maksudku jalan …… bukan berkencan ” Kris meralat kesalahan bicaranya , mungkin tidak salah tapi Kris saja malu mengakui kalau dia mulai menganggapnya sebagai kencan.
” Ayo , aku pasti akan mengalahkanmu ” jawab Jessica semangat. Kris tidak bodoh dan masih sadar diri , sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa mengalahkan nilai murid terpintar di sekolah ini. Kris memang sengaja mengajak taruhan untuk mengajak Jessica pergi , itu hanyalah caranya mengajak Jessica jalan secara tidak langsung.

Walaupun sadar dirinya akan kalah dari Jessica , bukan berarti ia tidak akan belajar untuk tes besok. Kris belajar dengan sangat serius , belakangan ini ia memang sering belajar dan semua itu karena Jessica lah yang membantu dan mengajarkannya. Namun hari ini Kris seolah disadarkan betapa pintar dan hebatnya Jessica , dia murid terpintar di sekolah . Kris merasa malu bila mengingat nilainya sangat jauh dibawah Jessica , yeoja itu memang tidak pernah menyuruh untuk belajar apalagi sampai menghina nilainya seperti yang Irene selalu lakukan. Kris harus berubah menjadi lebih baik untuk Jessica.

—————-

” Jessica , nilaimu 100 ” Kim Songsaenim bertepuk saat membagikan nilai tes hari ini , diikuti oleh teman teman yang lain termaksud Kris.

” Sica – ya , gomawo. Nilaiku lebih baik dari tes kemarin ”

” Gomawo Sica – ya ”

” Kau memang baik , jjang ”

Kira kira seperti itulah ucapan terimakasih teman teman sekelas Jessica padanya , walaupun tahu nilai teman lain meningkat dan membaik karena dirinya itu tidak membuat Jessica merasa mendapat banyak saingan yang bisa saja mengalahkan nilainya. Jessica justru merasa senang mengetahui ia telah berhasil membantu teman teman yang lain.

Kris memperhatikan Jessica yang tengah mengobrol dengan beberapa teman , senyumnya mengembang melihat gadis itu. Haruskah Kris bersyukur karena yeoja sebaik Jessica menyukainya? Haruskah dia bahagia karena dialah pemilik hati Jessica disaat gadis itu jelas bisa mendapatkan namja yang lebih baik? Kris sadar betapa beruntungnya karena Jessica menyukainya disaat banyak namja yang lebih baik di luar sana dan Kris tidak akan menyianyiakan keberuntungannya.

————–

” Kemana kita akan pergi Kris? ” tanya Jessica saat mereka makan siang bersama , tentu saja ia tidak akan melupakan janji Kris untuk mengajaknya berkencan.

” Terserah kau saja ”

” Kalian akan pergi? ” tanya Lay

” Ne , kami akan pergi berkencan ” jawab Jessica senang

Kris hampir saja tersedak saat Jessica mengatakan mereka akan pergi berkencan , bisakah Jessica memilih kata lain selain berkencan.

” Aigoo ” Bora meledek

” Kris – ah apa kita harus menonton atau pergi ke taman di malam hari? Siapa tau kau akan memeluk dan memegang tanganku lagi ”

” Ya ! ” pekik Kris marah , astaga bagaimana bisa Jessica sefrontal ini di depan Lay dan Bora.

Lay dan Bora tertawa sambil menatap Kris intens seolah meledeknya , Kris berganti menatap Jessica sebal. Ayolah dia tahu dia memang memeluk dan menggenggam tangan Jessica tapi bisakah gadis itu tidak bercerita pada teman temannya.

” Waeyo? Ya ! Aku tidak bohong , Kris baru saja memelukku kemarin dia juga bilang aku tidak boleh…… ” Jessica berusaha meyakinkan kalau dia tidak berbohong karena Bora dan Lay tertawa seolah tidak percaya.

Namun Kris segera membungkam mulut Jessica , dia sangat frustasi karena sikap Jessica yang begitu jujur dan frontal. ” Sica – ya , apa kau bisa diam? ” tanya Kris penuh penekanan di setiap katanya.

” Aigoo , aku tidak menyangka kau sudah berani ….. ” ujar Lay saat mereka dalam perjalanan kembali ke kelas.

” Waeyo? Kau cemburu? ” Kris menyela

” Sebentar lagi kau akan menciumnya ”

Kris mendelik pada Lay tajam kemudian dia menatap Jessica yang berjalan di depan bersama Bora.

” Kau menyukainya Kris – ah ” ucap Lay lagi

Kris tidak panik dan marah saat Lay mengatakan kalau dia menyukai Jessica ” Tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyukai Jessica setelah semua ini ”

Lay benar Kris memang menyukainya , dia menyukai Jessica lebih dari teman dan mulai membalas perasaan dan perhatian yang Jessica selalu berikan padanya.

” Aku menyukai Jessica ” ujar Kris sambil menatap Lay diiringi senyumnya.

Lay membalas senyuman Kris , memang tidak alasan bagi sahabatnya untuk tidak menyukai Jessica setelah semua apa yang yeoja itu lakukan padanya. Lay tentu tidak lupa , apa yang Kris rasakan pada Jessica salah dan hubungan mereka seharusnya tidak sedekat ini disaat Kris masih berstatus kekasih Irene. Namun kebahagian Kris jauh lebih penting daripada salah atau benarnya hubungan hubungan sahabatnya dengan Jessica. Sama seperti Kris yang tidak peduli akan statusnya dengan Irene , Lay juga  tidak peduli dan akan terus mendukung Jessica.

—————–

Shownu , Wonho dan Minhyuk nampak bingung setelah Kim Songsaenim memanggil dan memarahi mereka bertiga karena mendapat nilai yang rendah. Mereka bertiga bukannya tidak mau belajar tapi mereka memang tidak mengerti.

” Seohyun – ah bisakah kau mengajarkan kami? ” tanya Minhyuk

” Aku? Nilaiku saja tidak berbeda jauh dengan kalian ”

” Lalu siapa yang bisa mengajar kita? ” tanya Wonho

” Jessica? ” Shownu tiba tiba teringat nama Jessica begitu saja , sebenarnya dia tidak mau berurusan dengan yeoja yang paling dibenci Irene itu. Namun tidak ada cara lain untuk memperbaiki nilai mereka , untuk sekarang nilai jauh lebih penting dibanding Irene. Kekasihnya itu tidak akan mau membantu dan tidak pernah membantu , jadi jangan salahkan Shownu bila dia meminta bantuan Jessica.

” Ah benar , mintalah Jessica untuk mengajarkan kalian ” Seohyun setuju

Sepulang sekolah Wonho dan Minhyuk mendatangi kelas Jessica untuk menemuinya , Wonho meminta tolong Jessica untuk mengajarkan pelajaran besok. Tentu saja yeoja itu dengan senang hati akan membantu ketiga namja yang tidak begitu dikenalnya.

” Wae? ” tanya Kris menghampiri Jessica setelah Wonho dan Minhyuk pergi

” Anni , mereka memintaku untuk mengajarkan pelajaran ekonomi besok ”

” Lalu kau terima? ”

” Tentu saja ”

Kris tersenyum kecut , tidak terlalu senang mendengar Jessica menyetujui permintaan teman mereka tadi. Kris bukannya egois dan tidak senang Jessica membantu orang lain tapi ia tidak senang membayangkan gadis itu akan menghabiskan waktu dengan mereka. Bagaimana kalau salah satu mereka jatuh cinta pada Jessica? Atau bagaimana bila mereka menganggu Jessica? Kris mulai berpikir berlebihan , melihat Jessica dan Lay dekat saja membuatnya cemburu apalagi dengan namja yang tidak dikenalnya. Ini tidak benar dan Kris harus melakukan sesuatu sebelum rasa cemburu membuatnya menjauh dan salah paham pada Jessica seperti dulu.

” Kapan kau akan mengajar mereka? Hari ini? ”

” Besok pagi Kris – ah , aku akan datang ke kelas mereka ”

” Kenapa kau datang ke kelas mereka? Andwae ! Suruh mereka yang datang ke kelas kita ” pekik Kris marah

Jessica aneh melihat Kris , namja itu terlihat tidak senang dan marah. Apa mungkin Kris cemburu?

” Apa kau cemburu? ” tanya Jessica

” Anni , aku sedang bahagia sekarang ” sungut Kris kesal , bagaimana Jessica bisa tidak peka dan menyadari kalau Kris memang sangat cemburu saat ini. Padahal dia sudah menunjukan rasa cemburunya dengan sangat jelas tapi Jessica masih saja tidak sadar dan malah bertanya.

” Ah aku kira kau cemburu ” jawab Jessica lagi , Kris segera melangkah meninggalkan yeoja itu marah. Kemanakah Jessica yang sangat peka seperti dulu? Harus bagaimana lagi menunjukan rasa cemburunya tanpa perlu mengatakannya secara langsung? Jessica menyusul Kris dan mengimbangi langkah mereka.

—————–

Kris tidak melihat Jessica setiba di kelas , tapi tas nya ada dibangkunya. Kemana Jessica padahal beberapa menit lagi pelajaran dimulai. Ia memang terlambat datang karena harus membantu eomma di restoran dulu.

” Dimana Jessica? ” tanya Kris pada Lay

” Tidak tahu , aku belum melihatnya pagi ini ”

Kris yakin Jessica pasti berada di kelas dua namja kemarin , padahal ia sudah meminta Jessica untuk belajar di kelas ini tapi dia tetap pergi kesana. Beruntung tidak berapa lama Jessica kembali , gadis itu masih sempat melambaikan tangannya pada Kris.

” Waegaurae? ” tanya Lay , wajah sahabatnya tiba tiba berubah kesal

” Anniyeo ” tidak mungkinkan Kris bercerita pada Lay kalau ia cemburu Jessica mengajarkan namja lain. Sahabatnya itu pasti berpikir Kris berlebihan dan aneh. Ya , ia memang aneh harus merasa cemburu dan takut bila Jessica dekat dengan namja lain. Aneh karena merasa khawatir tanpa alasan jelas , padahal Jessica tidak berduaan dengan namja lain di tempat sepi tapi tetap saja dia merasa khawatir

Jessica dan Bora berjalan keluar kelas menuju kantin , diikuti Kris dan Lay dari belakang. Tiba tiba seorang namja menghampiri Jessica dan mengajaknya bicara , Kris memperhatikan Jessica dari belakang.

” Sica – ya , gomawo sudah membantuku ” ujar Shownu saat berpapasan dengan Jessica.

” Ah ne Hyun Woo – ah , aku senang bisa membantumu ” jawab Jessica

” Baiklah , aku permisi dulu ” Shownu tersenyum sebelum melangkah pergi , ia sempat bertemu dan bertatapan dengan Kris untuk pertama kalinya.

————

” Irene – ah , aku lihat Shownu mengobrol dengan Jessica tadi ” ujar Yeri bercerita

” Jangan bercanda ” Irene tidak percaya pada Yeri begitu saja

Yeri memberikan handphonenya dan menunjukan foto Shownu dan Jessica , ia tahu Irene tidak akan percaya karena itu ia sengaja mengambil foto mereka. Irene langsung pergi , kemana lagi tujuannya kalau bukan untuk menemui Shownu dan meminta penjelasan. Irene menghubungi Shownu dan mengajak bertemu di belakang sekolah , awalnya kekasihnya menolak tapi Irene mengancam akan datang ke kelas kalau Shownu tidak datang.

Shownu tidak mau mengambil resiko dan pada akhirnya dia datang menemui Irene. Gadis itu terlihat marah dari caranya menatapnya. Shownu bingung apalagi kesalahannya sampai membuat Irene marah.

” Wae? ” tanya Shownu malas

” Apa kau tidak menyapa kekasihmu terlebih dahulu? ”

Shownu tidak menjawab dan hanya menatap Irene malas , bisakah gadis itu cepat bicara tanpa banyak basa basi.

” Cepat bicara , aku harus kembali ke kelas ”

Irene tidak menjawab dan hanya menatap Shownu beberapa saat , ia tidak pernah menyangka hubungan mereka menjadi seperti ini. Irene tidak bodoh , dia sadar perubahan sikap Shownu padanya . Namja itu tiba tiba menjadi dingin dan terlihat tidak bahagia setiap kali mereka bersama. Namun selama ini Irene selalu menolak untuk percaya kalau hubungan mereka semakin memburuk dan tidak ada jalan untuk membuat Shownu berubah. Irene sudah cukup sakit hati karena sikap Shownu belakangan ini dan sekarang namja itu mulai sering membicarakan Jessica , lebih dari siapapun Shownu tahu pasti bagaimana Irene membencinya. Tidak cukup membicarakan Jessica , Shownu bahkan berani mengajak yeoja yang paling dibencinya bicara. Shownu pasti sudah gila

” Mengapa kau bertemu Jessica? ” tanya Irene terlihat menahan amarah

Shownu tidak perlu bertanya bagaimana Irene tahu mungkin saja ia melihat sendiri atau mendapat informasi dari sahabatnya , sekarang ia mengerti mengapa Irene mengajaknya bertemu.

” Jangan salah paham , aku hanya berterimakasih karena Jessica mengajarkanku tadi ”

” Mwo??!! Kau belajar dengan Jessica?!” bentak Irene

” Wae? Memangnya kau mau mengajarkanku? Tidak kan? ” Shownu menjawab dengan santai , tidak merasa bersalah sama sekali. Menurutnya tidak ada yang salah belajar dengan Jessica , saat Irene tidak akan pernah mau membantu dan mengajarkannya.

” Tapi itu bukan berarti kau meminta bantuan Jessica! Kau tahu aku sangat tidak menyukainya !! ” sentak Irene lebih kencang.

Shownu tertawa sinis , jangan sampai kesabarannya habis dan membentak Irene” Kau tidak mau membantuku tapi kau melarangku meminta bantuan orang lain ”

” Kenapa harus Jessica??!! ”

” Lalu siapa??! Kau?! Aku sangat mengenalmu Irene – ah , bahkan jika aku tidak lulus pun kau tidak akan pernah membantuku. Itulah dirimu , jadi jangan pernah marah padaku karena meminta bantuan orang lain termaksud Jessica !! ” Shownu balas membentak lebih keras.

Shownu meninggalkan Irene dan berjalan santai menuju kelasnya , tidak ada rasa bersalah dan menyesal sedikitpun. Irene hanya bisa memandang Shownu yang mulai menjauh . Apakah sesakit ini rasanya ketika orang yang paling kau cintai tidak pernah menganggap dan menghargai perasaanmu? Seharusnya Shownu memikirkan perasaan Irene sebelum berurusan dengan orang yang paling ia benci di dunia ini. Bukankah jika kekasihmu tidak menyukai seseorang tentu saja kau juga harus membenci orang itu?

————–

Hari ini Kris akan menepati janjinya pada Jessica untuk mengajaknya jalan tapi sayang sekali hari ini sang eomma meminta Kris untuk membantu di restoran , ini akhir pekan dan seperti biasa restoran sangat ramai. Kris tidak mungkin menolak permintaan sang eomma dan akhirnya dia menghubungi Jessica untuk memundurkan waktu janjian mereka menjadi malam hari. Kris ingin mengajak Jessica menonton dan mereka akan bertemu tidak jauh dari restoran Kris.

Sampai menjelang malam pun Kris masih repot untuk membantu eomma , padahal paman dan bibinya sudah datang membantu untuk mereka. Restoran Kris memang tidak memiliki banyak pekerja , eommanya merangkap sebagai koki dan juga pelayan. Kris melihat jam tangannya , hampir jam 6 sore sebentar lagi janjinya untuk bertemu Jessica. Kris mulai khawatir dan berharap ia bisa pergi.

Jessica sudah tiba di bioskop tempat janjian mereka , lima belas menit lebih cepat dari waktu janjian mereka. Jessica sangat semangat dan tidak sabar untuk menghabiskan malam ini bersama Kris , ia ingin menghubungi namja itu dan bertanya keberadaanya. Namun sayang sekali Jessica lupa membawa handphone. Mengetahui handphonenya ketinggalan , tidak membuat Jessica panik karena dia yakin Kris pasti datang sebentar lagi.

Satu jam berlalu , Kris menghubungi Jessica untuk membatalkan janji mereka tapi gadis itu tidak menjawab panggilannya. Mengapa Jessica tidak bisa dihubungi disaat penting seperti ini? Kris akhirnya mengirim pesan mengatakan dia tidak bisa datang dan menyuruh Jessica untuk pulang. Kris berharap Jessica membaca pesannya dan segera pulang , sebenarnya ia tidak ingin membatalkan acara mereka hari ini tapi Kris tidak punya pilihan lain.

” Anniya , Kris pasti datang. Mungkin dia terlambat atau dalam perjalanan sekarang. Sebaiknya aku beli tiket dan popcorn sekarang ” Jessica meyakinkan dirinya sendiri kalau Kris pasti datang , ia pun pergi untuk membeli tiket dan makanan untuk mereka menonton nanti.

Tiga jam berlalu , Jessica sebenarnya mulai merasa kecewa karena tidak kunjung melihat Kris. Ini hampir jam 9 malam , tidak mungkinkah Kris terlambat selama ini . Hanya satu alasan mengapa Kris tidak datang mungkin dia lupa atau memang sengaja tidak senang. Film yang ingin mereka tonton pun sudah selesai , Jessica memaksakan senyumnya melihat popcorn dan minuman yang sedaritadi di pegangnya.

Kris duduk di salah satu meja untuk beristirahat , restoran mulai sepi dan terkendali. Kris melihat handphonenya , tidak ada balasan dari Jessica. Apa dia membaca pesannya? Atau mungkinkah Jessica sedang menunggu di bioskop sekarang? Sepertinya tidak mungkin , biarpun Jessica datang ke bioskop Kris yakin dia pasti sudah pulang dan tidak akan menunggunya selama ini. Namun Kris mulai tidak tenang memikirkan kalau Jessica sedang menunggunya sampai sekarang. Kris pun meminta izin pada eomma untuk pergi

Kris datang ke bioskop dan menemukan Jessica tengah menunduk kecewa , tapi senyum gadis itu mengembang ketika melihat Kris berjalan ke arahnya.

” Kris , kau datang ” ucap Jessica senang , bertemu Kris membuatnya lupa sudah menunggu namja itu selama ini.

Kris tidak senang mendapati Jessica masih berada disini dan menunggunya selama ini , seharusnya gadis itu sudah pulang dan sadar Kris tidak akan datang bila sudah lama terlambat. Namun Jessica masih bisa tersenyum dan menyapanya seperti biasa , itu membuat Kris marah.

” Apa kau tidak membaca pesanku? Aku bilang aku tidak bisa datang ! ” suara Kris meninggi

” Aku lupa membawa handphone ”

Kris menoleh ke arah lain untuk menahan diri agar tidak marah pada Jessica ” baiklah kalau kau lupa membawa handphone , tapi kau tidak perlu menungguku selama ini. ”

” Tidak peduli seberapa lama aku menunggu jika pada akhirnya kau datang , itu tidak akan sia sia Kris ”

” Kaja ”

Untuk sekarang Kris harus mengajak Jessica makan , dia pasti lapar menunggu Kris selama ini. Kris membawa Jessica ke restorannya , ini pertama kalinya dia membawa yeoja ke sini.

” Adeul , kau sudah pulang? Aigoo siapa ini? ” tanya nyonya Wu , Jessica langsung menatap Kris ketika ahjumma pemilik restoran ini memanggilnya adeul.

” Kenalkan ini eommaku , eomma kenalkan dia Jessica ” ujar Kris memperkenalkan Jessica dan eommanya

Jessica langsung berdiri dan membungkuk memberi salam pada eomma Kris ” annyeonghaseyo ” sapanya sopan. Nyonya Wu meninggalkan Kris dan Jessica lalu kembali ke dapur

” Kris kenapa kau tidak bilang selama ini kau punya restoran? ”

” Memangnya kenapa? ”

” Kalau tahu kau punya restoran , aku tidak akan pernah makan di tempat lain bersamamu. Kita akan selalu makan disini ”

Jessica menyesal selama ini mengajak Kris makan di tempat lain , seandainya dia tahu keluarga Kris punya restoran dia tidak akan makan di tempat lain dan pasti ia sudah dekat dengan keluarga Kris.

Kris menghidangkan makanan terbaik di restorannya , ia tidak makan dan hanya memperhatikan Jessica makan. Melihat Jessica makan dengan baik saja sudah membuatnya kenyang dan senang. Kris sebenarnya bisa saja mengajak Jessica makan ke tempat lain , tapi ia merasa ini sudah saat yang tempat untuk mengajak Jessica datang kesini dan bertemu dengan sang eomma.

” Mianhae , aku tidak datang karena harus membantu eomma hari ini ” ujar Kris

” Anniya , aku yang seharusnya meminta maaf. Seandainya aku tahu , aku pasti sudah membantumu ”

” Kenapa kau meminta maaf? ”

” Karena ada hal yang bisa aku lakukan untukmu tapi aku tidak melakukannya ”

Kris memilih diam , dia tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan pada Jessica. Setelah selesai makan , Kris pergi ke kamar mengambil jaket untuk Jessica. Udara di malam hari cukup dingin dan gadis itu tidak memakai jaket atau sweater .

” Eomma aku akan mengantar Jessica pulang ” ujar Kris pada eommanya

” Eommoni , terimakasih banyak. Aku sangat senang bisa makan disini , makananmu jjang ! Aku akan sering datang ke sini dan membantumu ”

Nyonya Wu tertawa , ini pertama kalinya Kris membawa yeoja ke sini dan Jessica terlihat sangat baik dan ramah. Nyonya Wu menepuk bahu Jessica ” ne , kau bisa datang ke sini kapan saja ”

Kris sedikit bingung melihat eommanya dan Jessica mulai terlihat akrab , padahal ini pertemuan pertama mereka. Namun keduanya terlihat menyukai satu sama lain , Kris tentu saja senang melihat eommanya menyukai Jessica.

Jessica berlari ke taman dekat rumahnya , ia belum mau pulang dan ingin berlama lama bersama Kris. Ia duduk di bangku taman seperti biasa , Kris tidak banyak bicara dan protes karena Jessica belum mau pulang. Dia ikut duduk di sebelah Jessica

” Aku lupa berterimakasih pada eommamu ” ucap Jessica

” Bukankau kau sudah berterimakasih tadi? ”

” Ya , tapi aku lupa berterimakasih pada eommamu karena melahirkanmu ke dunia ini ”

Kris tertawa , astaga Jessica berlebihan sekali. Selama ini Kris saja tidak pernah berterimakasih pada eommanya yang telah melahirkannya ke dunia ini , namun Jessica yang bukan siapa siapa malah ingin berterimakasih. Jessica memandang wajah Kris yang tengah tertawa. Kris berhenti tertawa menyadari Jessica memperhatikannya sedari tadi.

” Sica – ya , mengapa kau menyukaiku? Ini sangat aneh kau menyukaiku tiba tiba ”

Itulah pertanyaan yang selama ini ingin Kris tanyakan pada Jessica , aneh saja bukan bila mengingat mereka tidak pernah bicara tapi tiba tiba gadis itu menyukainya. Jessica bingung , bagaimana harus menjawab pertanyaan Kris. Tidak mungkin ia mengatakan ia langsung menyukai Kris begitu tahu dari Yeri kalau Kris adalah jodohnya atau suaminya dimasa depan. Kris pasti berpikir Jessica berbohong atau bahkan gila

” Apa harus ada alasan untuk menyukaimu? ” Jessica balik bertanya

” Lalu haruskah ada alasan melakukan ini? ” Kris memajukan wajahnya dan mencium bibir Jessica.

Mata Jessica membulat sempurna saat Kris menyentuh bibirnya , banyak sekali pertanyaan di benak Jessica saat ini. Apa yang Kris lakukan , apa Kris sadar apa yang dia lakukan , tapi yang paling penting adalah mengapa Kris menciumnya. Jessica tidak ingin berpikir Kris menyukainya tapi bila namja itu sudah menciumnya bagaimana dia tidak berpikir kalau Kris memiliki perasaan padanya.

Jessica mendorong Kris pelan ” Kris – ah , apa yang kau lakukan? Mengapa kau menciumku? Kau membuatku berpikir kalau kau menyukaiku ”

Kris tersenyum ” kau boleh berpikir aku menyukaimu ” ujar Kris lalu kembali mencium Jessica lembut. Jessica memejamkan matanya saat Kris mencium bibirnya lagi , tak terhitung berapa lama Kris mencium Jessica begitu lembut.

Kris mengakhiri ciuman mereka dan tersenyum pada Jessica. Sedangkan gadis itu masih tidak bergeming dan hanya menatap Kris.

” Kau belum menjawab mengapa kau menyukaiku ” Kris memulai pembicaraan kembali , ia tidak ingin keadaan menjadi hening dan canggung.

” Ini mungkin terdengar gila bagimu Kris tapi seseorang mengatakan padaku kalau kau adalah jodohku , masa depanku ” jawab Jessica , ia memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Kris. Mungkin dia akan berpikir Jessica gila atau konyol , terserah apapun itu karena bagi Jessica yang terpenting adalah dia sudah mengatakan yang sebenarnya pada Kris. Inilah saat yang tepat untuk bicara.

Senyum Kris semakin merekah , sebenarnya alasan Jessica sangat tidak masuk akal dan sulit dipercaya. Namun apapun itu , Kris bersyukur karena Jessica mempercayai ucapan orang itu. Kalau tidak mereka tidak akan mengenal satu sama lain bukan? Terlepas itu benar atau tidak , Kris tidak peduli apapun alasan Jessica menyukainya. Kris mengelus rambut Jessica lembut ” benarkah? ” tanya Kris

” Ne , apa kau percaya padaku? ”

Kris mengangguk ” ne , aku percaya ”

—————-

Irene berjalan masuk ke gedung sekolah , saat berjalan menuju kelasnya dia melihat kekasihnya Shownu tengah berfoto dengan beberapa adik kelas. Irene yakin sekali pasti yeoja yeoja itu yang mengejar dan meminta foto bersama , kabar Shownu akan segera debut sebentar lagi memang sudah tersebar luas kadang ada yeoja dari sekolah lain yang datang untuk melihat dan berfoto bersama Shownu. Kekasihnya tersenyum dan tertawa bersama yeoja lain , tapi dia sudah tidak pernah lagi tersenyum , tertawa dan bersikap lembut pada Irene.

Irene menghampiri Shownu yang tengah mengobrol dengan yeoja tadi , bukannya sadar dan segera berpamitan ketika Irene datang. Shownu malah mengabaikan dan bersikap seolah tidak ada Irene disana

” Ttarawa , aku ingin bicara ” ujar Irene sambil menatap sinis yeoja yeoja itu.

Shownu terlihat marah karena Irene sengaja mendatangi dan mengajaknya bicara di depan orang , dia bersikap seolah dekat dan ada sesuatu di antara mereka. Semua yeoja itu menatap Shownu bingung seolah bertanya ada hubungan apa di antara mereka.

” Dia temanku ” ucap Shownu menjawab semua kebingungan. Dia segera berpamitan dan menyusul Irene yang pergi ke atap sekolah

Shownu menahan lengan Irene dan membalikan tubuh kekasihnya kasar , terlihat sekali dia sangat marah pada Irene. ” Apa maksudmu hah? Bukankah aku sudah sering mengatakan padamu untuk menjauh dan jangan pernah bicara padaku di sekolah ”

“Anniya , mulai sekarang aku tidak akan menyembunyikan hubungan kita . Dengar Son Hyun Woo , mulai hari ini semua orang akan mengetahui hubungan kita dan aku sendiri yang akan memberitahu mereka !! ”

” Aku sudah cukup muak menyembunyikan hubungan kita , semua orang harus tahu aku adalah kekasihmu ! Awalnya aku mengerti tapi sikapmu yang semakin dingin dan berubah membuatku jengah. Kau akan berhenti bersikap dingin padaku bila semua orang mengetahui hubungan kita ”

Shownu tertawa sinis ” kau lupa Kris masih kekasihmu? ”

” Semua orang berpikir kami sudah berpisah , jangan menjadikannya alasan ! ”

” Tapi kenyataannya kau masih kekasih Kris , Irene – ah. Jangan lupa ! ”

” Aku tidak butuh namja bodoh itu !!! ” Irene berteriak karena terlalu kesal

Shownu melangkah mendekati Irene sampai gadis itu terhimpit ke tembok ” dan aku juga tidak butuh yeoja bodoh sepertimu , geumanhaja uri ”

Irene terkejut saat Shownu ingin berpisah darinya , ini tidak mungkin terjadi . Shownu pasti hanya bercanda ” jangan bercanda ”

” Aku tidak bercanda , aku serius Irene – ah . Mari berpisah , tidak ada alasan lagi untuk berkencan denganmu. Awalnya ini semua menyenangkan tapi semakin aku mengenalmu aku sadar ini semua salah ”

Irene mendorong Shownu ” kau menyesal berkencan denganku?!! ”

Shownu tersenyum sinis mendapat perlakuan kasar dari Irene. Harus berapa kali dia mengatakan pada gadis itu kalau dia bukanlah Kris yang diam dan menerima semua sikap kasar Irene. Shownu menghentakan tangannya kasar ke tembok dan itu cukup menakuti Irene

” Ne , aku sangat menyesal berkencan denganmu Irene – ah . Aku pikir selama ini aku beruntung dan hebat bisa merebutmu dari Kris , ternyata aku salah. Sekarang aku sangat kasihan pada Kris dan pada diriku sendiri , kami tertipu oleh wajah cantikmu ”

Air mata mulai mengalir di pipi Irene begitu saja , dia tidak menyangka Shownu bisa sekasar ini padanya dan semua kata yang diucapkan sangat melukai hati Irene.

Shownu menjauh dan tersenyum meremehkan pada Irene mendapati yeoja itu menangis ” aku akan mengungkap hubungan kita !! Kau akan menyesal menyakitiku Shownu – ya!!! ” ancam Irene

Shownu tertawa , tidak terlihat takut atau panik dengan ancaman Irene. ” Silahkan Irene – ah , lebih baik semua orang membenciku daripada aku harus bertahan dengan yeoja sepertimu. Aku siap menerima karma atas apa yang aku lakukan ”

” Tunggu apa kau yakin ada orang yang percaya padamu? ” Shownu meledek

” Bagaimana bisa kau sekasar ini pada yeoja !! Kau bukan namja Shownu – ya , kau tidak lebih dari pengecut jika meninggalku seperti ini !! ” Irene masih berteriak marah

” Sikap seseorang padamu tergantung bagaimana kau memperlakukannya , jangan berharap ada orang yang bisa bersikap baik padamu ketika kau selalu jahat pada orang lain ” Shownu menurunkan nada bicaranya , tidak ada keuntungan dan gunanya jika balas berteriak pada Irene.

Shownu menjulurkan tangannya meminta salaman ” Terimakasih Irene – ah , aku tidak akan lupa aku pernah mencintaimu dan bahagia bersamamu. Tapi aku juga tidak akan lupa atas pelajaran yang kau berikan , terimakasih telah mengajarkanku untuk tidak melihat seseorang dari fisiknya saja. Cantik tidak pernah menjamin baik atau tidaknya seseorang , awalnya aku tidak percaya sampai kau membuktikannya padaku ”

Irene menepis tangan Shownu kasar ” brengsek ! ”

Shownu kembali tertawa mendapati sikap kasar Irene lagi ” Satu lagi , perlu kau ingat dengan sikapmu yang seperti ini tidak akan ada orang tahan denganmu dan pada akhirnya mereka akan meninggalkanmu. Kau orang yang sangat mengerikan Irene – ah , pantas saja tidak ada yang menyukaimu bahkan sahabatmu sendiri. Geurom annyeong ! ” ucap Shownu final lalu pergi meninggalkan Irene.

TBC

33 thoughts on “If You Do (Chapter 5)

  1. Ko di protect..? Minta password nya dong.! Pada tanggal 27 Jun 2016 6:13 PM, “Jessica Jung Fanfiction” menulis:

    >

  2. Duh tuh kan kamu sih ren makannya jadi manusia harus rendah diri ke orang lain bukannya ngerendahin orang lain buat diri sendiri wkwkwk tobat ah udh mau kiamat jan buat dosa melee #yadohh #apasih ini gaje banget wkwkwk

    Butt butt butttt!!! Aku suka banget sama sikap kris dia skrng udh bisa bersikap tegas dan aku juga suka banhey sama sikap jessica dia bisa setia sama kris dan mau nerima apapun keadaan kris kelebihan maupun kekurangannya apalagi yang pas jessica nunggu di bioskop sampe berjam” aduhh padahal mereka belum pacaran tapi dia udh bisa setia sampe segitunya bener” salut sama jessica 😊💓

  3. Mampus tuh irene 😈 makan tuh kebohongan2 lo selama ini 😠 makanya jadi cewe itu harus jd cewe yg baik2 kayak jessica unnie 😀 ah akhirnya kris oppa bertindak jg 😁 ini part yg plg aku tunggu2 😀 keep writting thor 😀 fighting 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s