[Freelance] When Love Comes to You (Chapter 2)

Judul : When Love Comes to you

Author : parksoojung

Rating : PG-13

Length : Chaptered

Genre : Romance , Angst , Drama , School

Main Cast : Jessica Jung | Krystal Jung | Kris Wu

Other Cast : Find it

Disclaimer : Cast are belong to God. Don’t bash and plagiaristme.

Author Note : Maaf updatenya lama. Kegiatan sekolah bikin sibuk dan ga sempet nulis FF sama sekali. Buat yang udah lupa ceritanya mungkin bisa dibaca ulang part 1 nya hehe ^^ Happy Reading!

 

 Author POV

 

Jessica merangkul bahu Krystal yang terlihat masih lemas.

 

Dihadapan mereka, Jung Yunho -ayah mereka sedang menatap mereka tajam sambil duduk dengan melipat tangan di depan dada.

 

“Jung sooyeon.” panggilnya pelan dan tetap terdengar menyeramkan.

 

Jessica hanya menunduk, terlalu takut untuk melihat ayahnya. Ia tau sebentar lagi ia akan dihukum karena lengah menjaga soojung.

.

“Kutunggu kau di ruanganku.” ucapnya.

 

Jessica mengangguk sambil memberanikan diri menatap ayahnya.

 

“Dan kau Jung soojung” ujar Yunho sambil beralih menatap anak bungsunya.

 

“Kembali ke kamar dan obati lukamu.”

 

“Tapi appa, Jes- ” ucapan soojung terhenti saat tangan Jessica menggenggam tangannya erat.

 

“Menurutlah Soojung-ah, eonni tidak apa-apa.” Jessica menarik seulas senyum yang tentunya terlihat sangat dipaksakan.

 

Krystal pun hanya mengangguk dan segera berjalan ke kamarnya.

 

Mianhae eonni, aku selalu menyusahkanmu. Aku…

.

.

.

“tidak berguna.”

 

Jessica POV

 

Suasana hening mendominasi ruangan ini. Hanya aku dan appa yang ada di sini. Entah apa yang akan dia lakukan padaku, aku hanya berharap tidak memperburuk rasa sakit di punggungku saat ini.

 

Appa, aku minta maaf.” lirihku

 

“Kau tau kesalahanmu bukan?” jawab appa sambil melangkah mendekatiku.

 

Kakiku gemetar. Aigo mengapa appa terlihat begitu menakutkan?

 

“Jung Sooyeon.” Ia menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

“Aku tidak peduli kau ingin pulang jam berapa atau pergi kemanapun karena aku tau kau pasti bisa menjaga dirimu sendiri. Tetapi Soojung? Ia terlalu rapuh. Dan disitulah kewajibanmu. Mengapa sekarang ia bisa terluka? Appa sudah tegaskan bahwa sampai kapanpun tugasmu adalah melindungi soojung karena kau adalah kakaknya. Seperti halnya yang dilakukan-”

 

Ucapan appa tiba-tiba terhenti, akupun mengangkat wajahku dan menatapnya.

 

“Sudah lupakan saja.” lanjutnya.

 

“Aku menyesal appa, aku terlambat menolong Soojung.” jawabku sambil menunduk.

 

Appa berjalan mengambil ikat pinggang yang biasa ia gunakan untuk menghukumku.

 

“Berbaliklah. Aku hanya akan memukulmu sebanyak 3 kali.”

 

Akupun mengangguk dan membalikkan badan.

 

Tanganku beralih memegang ujung meja kerja appa erat.

 

TAKK!

 

“Aakhh.. ” Aku memejamkan mata dan meremas ujung meja kerja appa saat kurasakan ikat pinggang mengenai punggungku.

 

Kuatlah Jess.

 

TAKK!

 

Appa.. Ak- Aku.. Tidak kuat lagi. Argh.”

 

Aku tidak tau lagi apa yang terjadi setelah itu. Kurasakan sakit dipunggungku semakin menjadi dan kepalaku terasa sangat berat. Kekuatanku perlahan hilang dan pandanganku menjadi kabur

 

“Eonni!!!”

 

“Soojung..”

.

.

.

 

Perlahan semuanya menjadi gelap.

 

Jung Yunho POV

 

Aku  menangkap Sooyeon yang tiba-tiba saja ambruk. Aneh. Biasanya anak ini sangat kuat, Ini baru 2x aku memukul punggungnya dengan ikat pinggang tapi dia sudah tidak sadarkan diri.

 

Eonni!!”

 

Soojung yang baru masuk ke ruanganku panik dan menangis cukup kencang karena melihat kakaknya tidak sadarkan diri, sejujurnya aku tak kalah panik.

 

Soojung.” panggilku pelan.

 

Appa kejam!! Berhentilah menyakiti Jessica eonni, appa!” Soojung membentakku untuk pertama kalinya.

 

Aku tak tau harus berkata apa. Pasti ada yang tidak beres disini. Hatiku berkata ada sesuatu yang ganjil.

 

“Buka baju eonnimu sekarang juga.” perintahku.

 

“Nde?”

 

“Cepat.”

 

Soojung pun mengangguk dan membuka baju seragam Sooyeon perlahan. Dimiringkannya tubuh lemah itu dan pemandangan punggung Sooyeon membuatku dan Soojung tercengang.

 

Terlihat luka memar kebiruan yang sangat besar pada punggungnya. Dan garis merah bekas cambukanku namun tidak terlalu terlihat karena memang tadi aku tidak memukulnya dengan keras.

 

“Garis merah ini karena ikat pinggang appa. Tapi luka memar ini bukan salah appa. Appa rasa ia mendapatkannya saat menyelamatkanmu.”

 

Mendengar penjelasanku, Soojung langsung terduduk di lantai. Pandangannya kosong dan ia mulai terisak sambil menutup mulutnya.

 

“Bibi Han!” panggilku

 

“Ya tuan?”

 

“Bawa Sooyeon ke kamarnya dan antarkan Soojung kesana juga. Panggil dokter Lee sekarang”

 

Jessica POV

 

Sinar matahari masuk melalui celah jendela, membuatku terpaksa membuka mataku.

 

“Eungh..” ucapku sambil mengerjap-ngerjapkan mata.

 

“Eonni... ” seseorang menggenggam tanganku erat.

 

Ku lihat Soojung duduk disampingku dengan kedua mata yang memerah dan sedikit bengkak.

 

Soojung-ah , wae? Kau menangis?” tanyaku sambil mengusap air matanya.

 

Mian, karenaku… Kau jadi seperti ini eonni. Dia benar.. Kau akan menderita jika ikut dengan appa. Harusnya kubiarkan kau pergi. Harusnya aku tidak egois. Mianhae”

 

“Soojung, apa maksudmu? Dia siapa? Aniya ini bukan salah appa. Appa tidak ada hubungannya Soojung.

 

Aniya, appa tentu saja berhubungan eonni. Dia selalu menghukummu jika sesuatu terjadi padaku. Tidak peduli itu salahmu atau bukan. Mianhae eonni hiks..”

 

Soojung mulai terisak. Perlahan Jessica berusaha duduk dan memeluk Soojung.

 

Eonni baik-baik saja Soojung-ah. Dan eonni melakukan ini karena eonni menyayangimu.”

 

2 days later

 

*Sky High SHS*

 

Jessica POV

 

Hari ini aku mulai kembali masuk sekolah. Kurasakan pandangan-pandangan aneh dari semua murid. Entahlah,mereka melihatku dengan tatapan cemas.

 

“Jessy! Ya Tuhan syukur kau baik-baik saja. Kalau terjadi sesuatu yang buruk denganmu, aku bersumpah akan kubunuh Suho dengan tanganku sendiri.” ujar Stephani, sahabatku sejak kelas satu.

 

Mwo? Bagaimana kau bisa tau?” tanyaku sambil mengernyitkan dahi.

 

“Semua anak di sekolah ini sudah tau Jess. Kami melihat semuanya, dan kau tau apa? Suho resmi dikeluarkan dari sekolah ini sejak kemarin. Ada seseorang yang merekam kejadian itu dan melaporkannya kepada kepala sekolah. Belum lagi appa mu kemarin kemari dan menemui kepala sekolah juga. Ku kira ia juga membicarakan hal ini” jelas Stephani sambil mengapit lenganku dan kami berjalan bersama ke kelas.

 

“Kejadian itu? Semuanya?” tanyaku lagi.

 

“Aku masih menyimpan videonya.” Stephani mengambil ponselnya dari saku jasnya.

 

Ige (ini) ,liat lah.” katanya sambil menyodorkan Samsung note 5 nya  padaku.

 

Mataku terpaku menatap video itu. Bagaimana bisa? Orang yang merekam video ini berarti mengikutiku naik ke lantai atas. Ia mereka pembicaraanku dan Suho sejak awal. Bahkan saat aku melindungi Soojung.

 

Yang aneh adalah video itu berhenti tepat disaat aku terbatuk-batuk. Dan itu adalah saat sebelum orang berpakaian serba hitam itu muncul.

 

Berarti orang yang mereka video ini adalah orang yang sama dengan orang yang menolongku.

Dan hanya ada satu orang yang ada disana waktu itu.

.

.

Kris.

 

Kris POV

 

Aku berlari menyusuri lorong ketika mendengar kabar bahwa Jessica sudah masuk sekolah. Aish jinjja bagaimana aku sebodoh itu? Bagaimana bisa aku meninggalkannya sendiri saat itu.

 

Setibanya di kelas Jessica, aku melihat  ia sedang duduk dan mengobrol dengan beberapa gadis lainnya.

 

“Jess!” kupanggil namanya cukup kencang. Well, terbukti dengan semua orang yang kini menatapku.

 

Jessica berdiri dari kursinya dan akupun berlari ke arahnya.

 

GREBB!

 

Kupeluk tubuh kecilnya erat. Ah syukurlah ia baik-baik saja.

 

“Ehmm.. Kris?” panggilannya menyadarkanku.

 

“Oh.. Maaf” segera ku lepaskan pelukanku dan sekarang seluruh isi kelas menatap kami sambil tersenyum penuh arti.

 

“Bisa kita bicara?” ajaknya.

 

Akupun mengangguk,menggenggam tangannya dan membawanya ke luar kelas.

 

“Kris.. Gomawo.”

 

“Nde? Gomawo?”

 

“Eum, gomawo telah menolongku waktu itu.” ucapnya sambil menganggukkan kepala.

 

“Jess, apa kau masih sakit? Apa maksudmu?” jawabku sambil nengerutkan dahi.

 

“Eh? Bukankah kau pria berpakaian hitam yang menolongku kemarin?” tanyanya.

 

“Sungguh aku tidak mengerti Jess. Aku justru ingin meminta maaf padamu karena telah meninggalkanmu waktu itu. ”

 

“Jadi.. Orang itu bukan kau?”

 

Aku menggelengkan kepala.

 

Ada orang yang menolong Jessica? Bagaimana bisa? Hanya tinggal aku dan Jessica yang ada di sekolah saat itu. Siapa dia?

 

Someone POV

 

Aku melihat gadis berambut blonde itu berjalan dilorong sekolah bersama seorang namja.  Aku  tersenyum tipis. Syukurlah ia tidak apa-apa. Bagaimana lelaki tua itu bisa lengah menjaga Soojung hingga ia bisa diculik seperti itu. Jika sesuatu terjadi pada Soojung pasti  Sooyeon yang akan disalahkan. Beruntung aku ada disana saat itu. Dan siswa bernama Suho itu bisa kuberi pelajaran.

 

“Excuse me, Mr. Mark?”

 

Yes?” Aku mengalihkan pandanganku dari Sooyeon dan tersenyum menatap kepala sekolah Kim yang kini berada di depanku.

 

“Mulai hari ini kau sudah bisa mengajar di kelas XI dan XII sains. Semoga anda betah disini.” ujarnya sambil mengulurkan tangan.

 

Akupun menyambut uluran tangannya “Thankyou Sir, I’ll enjoy my stay here.”

 

“Bagus kalau begitu. Kalau boleh saya tau, mengapa anda ingin mengajar kelas sains saja? Khususnya kelas sebelas dan dua belas.”

 

“Saya merasa bahwa saya seorang guru baru. Dan kelas sains sepertinya berisikan anak-anak yang pandai. Bukankah begitu? Jadi saya merasa tidak begitu terbebani dan saya suka murid pandai. Sedangkan kelas XII, sebentar lagi mereka akan ujian dan pasti belajar mereka lebih fokus untuk giat belajar. Sedangkan untuk kelas X saya ragu karena mereka belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan situasi SMA. Berbeda dengan anak kelas XI yang sedang merasa “bebas” dan merasakan indahnya masa SMA. Bukankah begitu?” jawabku sambil tetap tersenyum.

 

Kepala sekolah Kim menggelengkan kepalanya dan bertepuk tangan.

 

“Pemikiran anda sangat jauh Mr. Mark. Sekolah kami sangat beruntung memiliki guru bahasa Inggris lulusan Hardvard seperti anda. Sekali lagi selamat bergabung.”

 

“Terima kasih Kepala Sekolah Kim”

 

Krystal POV

 

“Soojung-ah!! Kau sudah tau belum kita dapat guru bahasa inggris baru? Ku dengar ia lulusan Harvard. Dan hanya selisih 8 tahun di atas kita omo!”

 

“Really? Lulusan Hardvard pun tidak cukup kalau ia hanya berdarah korea. Aksen koreanya saat bicara bahasa inggris tentu saja masih di bawahku yang memiliki keturunan Amerika. Akan kubuat guru baru itu mati kutu saat masuk ke kelas kita.”  jawabku santai.

 

“Eyy kau ini! Oh iya,jika diamati.. Ia sedikit mirip denganmu dan Jessica eonni. Apa kau memiliki kakak laki-laki?”

 

Aku terkejut mendengar pertanyaan Minah. Kakak laki-laki? Tidak mungkin.

 

“Aku rasa tidak.”

.

 

“Good morning class.”

 

Seorang namja bertubuh tinggi besar masuk ke dalam kelas. Langkahnya tegap dan suaranya tidak asing lagi bagiku.

 

“Ji – Ji Hoon oppa?”  ucapku tanpa sadar.

 

Namja itu menoleh kearahku dan tersenyum. Tidak hanya namja itu, seluruh kelas menoleh ke arahku dan mulai berbisik-bisik mendengar aku memanggil namja itu “Ji Hoon Oppa”

 

“Long time no see, Jung Soo Jung.”

 

Oh shit! Kini justru aku yang dibuat mati kutu olehnya.

 

“Hello everyone. My name is..”

 

Ia memotong kalimatnya dan menatapku sebentar.

 

“Lee Ji Hoon. But you can call me Mr. Mark. Kalau nama itu terlalu susah untuk dilafalkan. Silakan memanggil saya dengan Mr. Ji Hoon. ” lanjutnya.

 

Krystal POV

 

Aku tak percaya hal ini. Orang yang paling kutakutkan selama 5 tahun ini kini muncul dihadapanku. Begitu dekat denganku dan Jessica eonni . Mau apa sebenarnya ia kembali.

 

Ting Tong

 

Baiklah, saya pelajaran hari ini cukup sekian. Selamat beristirahat.” ujarnya sambil tersenyum. Kulihat gadis-gadis disekitarku menahan nafas melihat senyumnya yang kuakui cukup manis.

 

Akupun bangkit dari bangku, berjalan ke arahnya dan memegang pergelangan tangannya membuat seisi kelas kembali tercengang.

 

Oppa, ayo bicara.” ajakku sambil memberinya tatapan yang menyeramkan.

 

Ia tersenyum kemudian mengacak-acak rambutku. Yak! Apa yang dia lakukan.

 

“Mwoya?! Apa yang kau lakukan Ju- Ani, Lee Ji Hoon Oppa!”

 

“We’re in the class now. So you better call me Mr. Ji Hoon since I’m your teacher now Jung Soojung. (Kita berada di dalam kelas sekarang. Jadi lebih baik kau memanggilku Mr. Ji Hoon karena aku adalah gurumu Jung Soojung) ”

 

Aku menatap namja itu dengan pandangan tidak suka. Segera kutarik tangannya keluar kelas dan kuajak dia ke balkon sekolah. Satu-satunya tempat yang sepi saat jam istirahat. Kuhiraukan teriakan histeris dari gadis-gadis yang melihat kejadian itu.

 

“Apa kau tidak trauma dengan tempat ini Soojung-ah?”

 

Pertanyaan namja itu membuatku terkejut.

 

“D-darimana kau tau itu Oppa? Bukankah kau baru masuk hari ini?”

 

“Akulah yang menyelamatkanmu dan Sooyeon waktu itu. Jika tidak ada aku, mungkin saja Sooyeon masih berada di ICU saat ini.” jawabnya dengan tenang.

 

“K-kau yang merekam video itu dan menolong Sooyeon eonni?” tanyaku terbata-bata.

 

Dia hanya tersenyum kecut.

 

“Siapa lagi? Sejak dulu hanya aku yang mampu melindungi Sooyeon. Tapi kau terlalu egois untuk melepasnya. Bagaimana kabar Sooyeon? Apa ia sudah mengingat semuanya? Ini sudah 5 tahun semenjak kejadian itu.”

 

“Jangan berani-beraninya kau mengungkit kejadian itu di depan Sooyeon eonni! Ia tidak mengingatnya sedikitpun oppa. Dan jika kau kembali untuk mengambilnya, aku tidak akan membiarkannya! Camkan itu baik-baik Oppa!” jawabku final.

 

Akupun berlari meninggalkan namja itu. Aku harus segera menemui Jessi eonni. Ji Hoon oppa tidak boleh dekat dengan Jessi eonni.

 

Dia tidak akan pernah bisa mengambil Jessi eonni dariku.

 

Jessica POV

 

“Eonni!!” Aku menengok saat mendengar suara Soojung memanggilku.

 

“Yak ada apa? Kenapa kau berlari seperti itu Soojung-ah?

 

Soojung mengatur nafas sejenak.

 

“Eonni!! Kau tidak boleh dekat-dekat dengan Mr. Mark atau siapalah itu!”

 

Mr. Mark siapa?” Aku menyerngitkan dahi tidak mengerti.

 

“Guru bahasa Inggris baru itu.” jawab Soojung

 

“Ah! Wae? Kudengar dia sangat tampan. Apa kau mengincarnya huh? Kkk” tanyaku menyelidik.

 

“Hm.. A-anu… Enggh… Dia itu pedofil!! Ya benar,dia pedofil eonni! Dan aku tidak suka dengannya tau!

 

Aku membulatkan mata tak percaya

 

“Mwo?! P-pedofil? Bagaimana kau bisa tau Soojung-ah?

 

“Aish kau ini banyak tanya eonni. Intinya jangan dekat-dekat dengannya arasseo?”

 

Akupun mengangguk.

 

“Arraseo.”

 

@ Lapangan Basket Sky High ( 15.00 KST)

 

Sejak tadi kata-kata Soojung terngiang dikepalaku. Apa benar guru baru itu pedofil? Darimana soojung mengetahuinya. Apa ia pernah mengenal guru itu sebelumnya? Tapi bagaimana mungkin. Semua namja yang Soojung kenal, pasti aku juga mengenalnya. Bahkan rasanya ini pertama kalinya aku nama “Mark”

 

“Kris, apa kau tahu guru bahasa inggris kita yang baru? Kau sudah bertemu dengannya?” tanyaku pada Kris yang sedang mendribell bola..

 

“Maksudmu Mark Hyung?” jawabnya sambil melempar bola ke ring kemudian berjalan ke arahku.

 

“Yak! Kau ini sangat tidak sopan, bagaimana bisa kau memanggilnya hyung! Seperti akrab saja cih.”

 

Kupukul lengannya keras sehingga ia sedikit meringis.

 

“Hahaha, memangnya tidak boleh? Bukankah ia tampan sama sepertiku?”

 

“Dia memang tampan. Tapi apa benar dia itu pedolfil..”

 

“MWO?!”

 

Kris berteriak dan membulatkan matanya, tak percaya dengan apa yang baru saja kuucapkan.

 

“Yakk!! Kau mengagetkanku Wu Yi Fan!”

 

“Jess, guru bahasa Inggris kita yang kau bilang pedofil itu adalah kakak angkatku.”

 

M-Mworago?! (Apa katamu?!)”

 

 

TBC.

 

Mungkin FF ini bakal aku bikin sekitar 5 sampai 6 chapter, tergantung mood. Comment sangat diharapkan supaya dichapter selanjutnya aku ga ngulangin kesalahan yang sama. Maaf kalau feelnya kurang dapet atau gimana. Masih penulis amatiran hehe ^^ Aku merasa waktu aku baca ulang ff ini rasanya aneh. Apa emang aneh? Atau karena aku yang nulis jadi kalau aku baca ulang rasanya aneh/? Jujur disini aku bingung banget. Aku merasa ga ada bakat nulis hehe ._.v Maka dari itu aku buth review kalian tentang ff ini. Chapter 3 sudah jadi tinggal di send sih, mungkin masih mau aku tambah-tambahin dikit. Hehe yaudah mungkin segitu aja dari aku. See you!

7 thoughts on “[Freelance] When Love Comes to You (Chapter 2)

  1. Author nim welcom back!!!🎉🎉🎉🎉…dh lma bgt ga update ni ff….sooyeon knp?ap amnesia?ji hoon itu siapanya jungsis????ko bs ga boleh dkt2 ma sooyeon…argh penasaran bgt pgn tau klnjutannya….ditunggu update an slnjutnya author nim

  2. wah baagus kok walaupun masih penasaran aja sama yang siapa mark sebenernya, apa dia mantan pacarnya jessica dan jessica hilang ingatan? atau jessica dan krystal itu saudara tiri tapi jessica dan mark itu saudara kandung dan mark ikut dengan mamanya? ah gak tau deh, yang jelas sih penasaran sama yang selanjutnya kkkk semangat ya ^^

    ps :untuk yang chapter 1 sih aku gak ada comment yang menarik cuma lega aja akhirnya suho di keluarin dari sekolah, semoga suhopsyco itu gak gangguin jessica lagi deh😀

  3. wahh penasaran banget , sebenarnya siapa sih lee ji hon itu ? knp soojung gak suka klo sooyeon dekat2 dengan itu cowok ? ada apa di masa lalu ya ?

  4. Smpet lupa ceritanya mangkanya bca ulang chap 1 . Bagus chingu ceritanya , penasaranbsma mark . Dia pnya hubungan apa sama 2 jung . Apa yg trjdi 5 thun lalu . Trus mungkin jessica lupa ingtan. Next fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s