[Vignette] Rebel Heart

Rebel Heart

Written by Amy Park

Jessica Jung – Min Yoongi (BTS Suga)

61jessica2jestinabts-kpop-suga-min-yoongi-favim-com-4431957

Vignette | Dark – Family – | PG-17

WARNING: This fiction has some cursing words and explicit scenes. You’ve been warned. Read at your own risk.

Already published on here with different cast

^.

“Here i am, standing still and watch you burn”

***

Pernahkan kau merasa menjadi budak yang tidak bisa melakukan apa-apa? Kabel-kabel listrik yang melilit seluruh tubuh siap membunuh, bahkan ketika kau hanya melakukan sedikit pergerakan yang—sebenarnya—tidak berarti. Kau hanya melakukan suatu hal ketika perintahnya datang. Bagai seorang pecundang, kau hanya terdiam dan menuruti segala keinginan seseorang yang bahkan sama sekali tidak memiliki jasa apa pun dalam kehidupanmu.

Bagaimana menurutmu? Apakah kau mau menjalankan kehidupan seperti itu? Layaknya seekor babi, kau hanya peliharaan yang siap untuk dihabisi. Tiada satu orang pun yang peduli, karena kau bukanlah prioritas utama untuk dilindungi. Sama halnya dengan satu koin yang berada dalam tumpukan sampah. Tidak bernilai.

Percayalah, kau tidak akan pernah mau menempatkan diri dalam posisi itu. Makhluk di dunia hanya terbagi menjadi dua bagian. Golongan yang tertindas, dan golongan yang menindas. Aku menjadi bagian dari golongan pertama. Kaum imbesil yang hanya bisa pasrah menyediakan lahan untuk diberikan luka. Amat menyakitkan, dan sungguh membuatku muak. Apa kau berpikir aku akan diam saja dan pasrah untuk terus disiksa? Tidak, terima kasih. Ah, kau harus tahu, ada saatnya hati yang lemah memberontak.

***

“Kalian kembar, tapi wajah dan perilaku kalian sungguh berbeda.”

“Yoongi lebih terlihat seperti raja, dan kau adalah pembantunya, Jessica!”

“You’re his slave, and i guess you know that.”

Tangan perempuan berkacamata itu mengepal erat, mengingat perkataan yang selalu dilemparkan semua orang padanya. Lebih dari dua puluh tahun ia—Jessica—menerima cacian tersebut, dan ini merupakan akhir dari seluruh kesabaran yang ia pendam. Ia sudah tidak sanggup dengan pertahanan yang merusak seluruh harga dirinya. Yang dia perlukan hanya perubahan. Sebuah peralihan yang tidak hanya mampu mempertahankan dirinya, tetapi juga bisa menghapuskan seluruh cap nista yang pernah diberikan kepadanya.

Jessica beranjak dari kasur seraya melepaskan kacamata tebal miliknya. Ia pun segera menelanjangi diri kemudian memakai pakaian yang tidak pernah ia pakai sebelumnya. Setelah itu, sambil tersenyum picik, ia pun melangkah keluar kamar.

***

Kulit lelaki itu amat putih. Matanya yang sipit dan bibirnya yang tipis membuat wajahnya tampak manis, tetapi hal itu tidaklah sesuai dengan perilaku dan sifatnya. Dengan santai, ia menyulut sebatang rokok lalu menghisap dan mengeluarkan asapnya dengan lihai. Kegiatannya terhenti, saat melihat seorang perempuan dengan mini dress biru tua terawang tengah menuruni tangga, hendak menghampiri dirinya yang sedang duduk di meja makan.

“Apa kau sudah salah minum obat, Jessica?” tanya lelaki itu sambil menaikan sebelah alis.

“Seriously, Yoongi. You don’t want to fck me like this?”

Senyuman licik mengembang ketika pertanyaan tidak biasa terlontar dari bibir Jessica. Yoongi pun segera mematikan rokoknya pada asbak bewarna silver di atas meja. Lelaki itu segera berdiri dan mendekati Jessica, menarik tangannya dengan kasar dan mengunci tubuh perempuan itu dalam sebuah dekapan yang membuat Jessica sulit bernapas.

“Dengan senang hati aku akan melakukannya, tetapi apakah kau sudah tidak sopan padaku? Memanggilku dengan sebutan Yoongi? Di mana rasa hormatmu?”

Jessica terdiam menatap wajah Yoongi yang hanya berjarak lima sentimeter dari wajahnya. Namun, detik berikutnya, senyuman mengejek menghiasi bibir merah pekat Jessica. “Mengapa aku harus hormat padamu? Yoongi-ya, aku lebih tua dua menit darimu. Apa kau ingat?”

Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi kanan Jessica setelah ia berkata seperti itu. Yoongi mencengkram dagu Jessica agar perempuan itu menatapnya kembali, “Tidak bisa. Setelah orangtua kita meninggal, kau bukanlah saudara kembarku, melainkan budakku! Kau mengerti?”

“Apa orangtua kita meninggalkan wasiat seperti itu padamu?” Jessica tertawa pahit lalu melanjutkan, “Kau membunuh mereka, ingat? Orangtua kita dibunuh olehmu sendiri saat mereka mencoba menghentikan tindakan gila akibat kelainan jiwa yang kau pu—“

Perkataan Jessica terpotong karena tangan Yoongi sudah melayang tepat di pipi kirinya. Kali ini bukan sebuah tamparan, tetapi sebuah tonjokan keras yang membuat saudara perempuannya itu tersungkur ke lantai. Darah segar pun tampak dari bibir Jessica. Namun, hal itu tidak membuat Yoongi merasa bersalah, malah membuat hati lelaki itu semakin senang.

Yoongi menarik lengan Jessica dan membuat perempuan itu berdiri dengan paksa. Lalu dengan gerakan cepat sekaligus tanpa perasaan, Yoongi mendorong Jessica sehingga terbaring di atas meja makan. Kepala Jessica terbentur keras sehingga membuat matanya sedikit berkunang-kunang.

Kini, walau pandangannya buram, Jessica bisa melihat jelas senyuman kebahagiaan yang keluar dari mulut Yoongi. Lelaki itu tengah menindihnya dengan sempurna. Karena kondisi kepala yang masih pusing, Jessica hanya bisa terdiam saat Yoongi mulai mencumbu lehernya dan mencoba menanggalkan pakaian yang ia kenakan.

“You’re my fcking twin and we shouldn’t do this fcking shit, Min Yoongi!”

Mendengar kalimat tersebut, Yoongi menghentikan kegiatannya kemudian meremas rambut Jessica secara kasar, “Just shut up your mouth, little bitch. Aku bukan adikmu, aku bukan kembaranmu, dan kita tidak memiliki hubungan darah apapun! Dari dulu sampai sekarang—bahkan untuk selamanya—kau adalah budak yang pantas melayaniku kapan pun aku mau!”

Kalimat yang dipaparkan Yoongi membuat seluruh hati Jessica terbakar. Sungguh sebuah kebenaran yang tidak disangka akan Jessica dapatkan. Perempuan itu segera menendang perut Yoongi dengan lutut kanannya sehingga lelaki itu terjatuh. Jessica segera berdiri, ucapan Yoongi amat mendorongnya untuk memberontak.

Jessica memberanikan diri mendekati Yoongi. Perempuan itu hendak menendang Yoongi, tetapi tangan Yoongi sudah lebih dulu menarik kakinya sehingga perempuan itu kembali terjatuh. Tanpa pikir panjang, Yoongi segera berdiri dan menendang tubuh Jessica beberapa kali. Lelaki itu kemudian berjongkok, menjambak rambut Jessica dan memaksa perempuan itu untuk menatapnya.

“Apa kau pernah berpikir mengapa aku membunuh orangtua kita? Ah, bukan, itu bukan orangtua kita, melainkan orangtuamu. Aku memang memiliki saudara kembar, tetapi saudara kembarku bukanlah dirimu.”

“Kenapa… kenapa kau membunuh orangtuaku?” tanya Jessica dengan berbisik. Mulutnya sudah terlalu perih untuk berbicara.

“Alasannya simpel, karena mereka telah memisahkanku dengan keluargaku yang sebenarnya.”

Jessica tersenyum ketus, “Dan kau memisahkan aku dengan keluargaku. Itu benar?”

Tangan kanan Yoongi yang tidak menjambak rambut Jessica pun mengusap pipi halus perempuan itu. “Ya. Dan sekarang giliranmu yang akan aku singkirkan. Namun sebelumnya, alangkah lebih baik jika aku merasakan tubuhmu terlebih dulu untuk yang terakhir kali, bukan?”

Yoongi hendak mengecup bibir merah Jessica, tetapi suatu hal membuat pergerakannya tertahan. Matanya langsung melotot tajam pada Jessica, diiringi banjir keringat yang menerpa sekujur tubuhnya dalam hitungan detik.

“Biadab, kau. Kau mencoba mendahului langkahku?”

“Jaga ucapanmu. Makhluk bajingan sepertimu memang harus dihabisi!”

Jessica mencabut pisau yang telah ia tancapkan di perut Yoongi dengan gerakan cepat, sehingga lelaki itu meronta. Perempuan bersurai coklat itu pun segera berdiri kemudian menginjak luka tusuk yang berada tepat di perut Yoongi. Jessica tersenyum bangga, pisau lipat yang sedari tadi ada di saku dress-nya yang tersembunyi, ternyata ampuh melukai Yoongi secara diam-diam.

“Lu-lucu sekali… selama ini kau selalu mematuhiku… k-kau…” perkataan Yoongi tertahan, karena ia harus merasakan sakit dari kaki Jessica yang mengoyak luka tusuknya.

“Ada kalanya seorang yang lemah memberontak. Aku tidak ingin membunuhmu seperti ini, Yoongi-ya, tetapi perkataanmu membuatku terpaksa melakukannya. Aku minta maaf, tapi sampai bertemu lagi di neraka!”

Jessica kembali menancapkan pisaunya, kali ini tepat di bagian jantung lelaki tersebut sampai ia tidak berdaya. Perempuan itu pun segera melangkah ke sudut kanan dapur, membawa botol minyak berukuran sedang yang tertutup oleh kain katun bewarna hitam. Ia pun kembali menghampiri Yoongi yang sudah terbujur kaku lalu mengguyur seluruh tubuh lelaki itu dengan minyak tanah yang ia bawa. Jessica pun melemparkan botol minyak tanah yang sudah kosong lalu meraih pemantik api yang tergeletak di bawah meja, menyalakan kemudian membuangnya tepat di atas tubuh Yoongi.

Jessica melangkah mundur, menghindari api berkobar yang siap membuat tubuh Yoongi menjadi abu. Rasa khawatir dan merasa bersalah yang mengikat hatinya kini menghilang, digantikan oleh sebuah kepuasaan yang berhasil membalaskan dendam singkatnya. Jessica tidak berbuat apa-apa, hanya terdiam dan menonton tubuh Yoongi yang terbakar.

“Aku tidak ingin berada dalam kendalimu selamanya. Kuharap kau bisa paham saat tiba di neraka, Yoongi-ya. Percayalah, nanti aku akan menyusulmu,” ungkap Jessica tenang seraya pergi dari sana.

~ Selesai ~

Haiiiii… lama tak jumpa. Udah lama gak posting ff di sini, dan aku putuskan untuk re-upload ff lamaku yang main cast-nya kuganti jadi Jessica. Maaf belum bisa posting ff lain karena kegiatan lagi padat banget. Silakan tulis komentar kalian mengenai ff absurd bin gak jelas ini yaa kwkwkwk

Advertisements

10 thoughts on “[Vignette] Rebel Heart

    • Jangan dibayangin, kasian Yoongi mati gak berdaya gitu :’)
      Sekuel? Hmmm ada rencana buat bikin tapi gak janji cepet publish yaa.
      Btw thanks for read 🙂

  1. O My God, ceritanya seru banget Njir :”
    Gak nyangka konfliknya lumayan ribet buat ff sesingkat itu 😮
    Sequel dong min, soalnya sekarang gantian Jessy yang jadi psyco :”) Jessy bebas terus ketemu cowo lain kayak Jungkook mungkin(?) wkwk.
    Great story, Author ! Thank you for making that ff 🙂

  2. jessy yg imut jadi psycho? keren :3
    sequel thor…sequel…^^
    giliran jessy yg nindas cowo, ketemu suga yg mirip yoongi(?), terus entahlah ._.
    di tunggu kalo ada sequel nya thor^^

  3. Waduuhh… jessica sadis juga yaa.. walau pun dia ngelakuinnya karna terdesak/? kalo bukan jessica sodara kembarnya terus siapa?? 😂😂 perlu sekuel nih 😂😂 di tunggu yoo thor 😂😂

  4. Yaampun kakak!
    Apa kabar huhu masih inget aku ga nih? Cie tertetep FF-nya selalu termembuat greget walau kali ini aga creepy ngebayangin mereka berdua kaya gitu😭😭 tapi tetep ga membuat kecewa huehe~

    • Hai afinaa, kabar baik. Kamu? Semoga selalu sehat yaa. Omg inget dongg, artworker kece yg selalu mengisi ff aku dg cover cover keren… long time no chit chat yaa :” btw maaf banget baru bisa bales komenmu skrg, jarang banget buka wordpress krn udah beralih ke aplikasi sebelah (read: wattpad) 😂😂😂
      Thanks juga udah mampir dan bacaaa 😘😘🙆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s